(AF) Paradox

Paradox

paradox1

Allyn Veren

~

Tiffany Hwang [Girls Generation] | Choi Siwon [Super Junior] | Oh Sehun [EXO] | Nichkhun Buck Horverjkul [2PM] | Jessica Jung | Lee Donghae [Super Junior]

| Romance, Fantasy | PG-17 | All casts belong to their God, parents, manajement and their self. I just borrow their name and character to support my story. The story is original by me, so Don’t  be a plagiator and dont copy this fan fiction without permission. Sorry if you got a typo and please keep RCL |

Second change in Time line

Seorang pria tampan dengan setelan jas rapi duduk disalah satu deretan meja dan kursi yang memenuhi ruangan besar dengan nuansa elegan. Matanya terus terpaku menatap sepasang kekasih yang terlihat begitu bahagia diatas panggung. Terlebih sang wanita yang begitu anggun dengan balutan gaun putih yang bersinar dengan sentuhan batu-batu kristal digaun tersebut. Wanita itu tampak begitu cantik dengan senyuman manis yang memancar dari wajahnya dengan guratan kebahagiaan yang terlihat jelas.

Mata pria itu sudah mulai memerah. Menunjukkan betapa besar pertahanannya untuk menahan cairan bening yang sudah mendesak ingin keluar dari pelupuk matanya. Hatinya terasa perih hingga dia berpikir untuk mengalihkan pandangannya pada segelas Champagne yang terisi penuh. Tanpa berpikir lebih panjang lagi, di teguknya cairan bening itu dalam sekali teguk hingga gelas itu kosong tak bersisa.

Manik matanya tetap terpaku pada pasangan kekasih yang jadi pusat perhatian malam ini. Kedua insan itu saling bertukar cincin. Menyematkan lingkaran perak dengan tiga buah permata indah diatasnya sebagai tanda kesetiaan dan cinta mereka.

Seseorang menepuk punggung sang pria hingga dirinya teralihkan dari pemandangan memilukan hati itu. Donghae tersenyum padanya. Tersenyum simpati.

“tenanglah.. kau harus rela melepaskan Tiffany” Siwon—pria itu tersenyum miris mendengarkan sahabatnya. Dia sudah mencoba sekuat tenaga, melepaskan? Siwon tidak yakin dia mampu.

“aku tidak pernah membayangkan rasanya akan sesakit ini” kata Siwon. Champagne dimeja sudah mempengaruhi kesadarannya. “seharusnya aku tidak datang ke pertunangan ini bukan?” tanya Siwon pada Donghae yang hanya dibalas diam oleh pria bermarga Lee itu.

“entahlah.” Donghae mengikuti arah pandang Siwon. Mereka dan semua tamu menyaksikan kebahagiaan Tiffany dan Nichkhun yang telah resmi bertunangan malam ini. Kini pasangan kekasih itu turun dan menyalami para tamu sambil bergandengan tangan.

chukae hyung!” Donghae menyalami Nichkhun dan merangkulnya dalam pelukan persahabatan. Siwon berusaha terlihat ikut bahagia dan tersenyum seakan tidak ada yang terjadi dengan hatinya.

gomawo karena kalian sudah memenuhi undanganku malam ini” Nichkhun tersenyum pada kedua sahabat karibnya.

“tentu.” Donghae membalas senyuman Nichkhun.

“jadi kapan giliran kalian?” Siwon dan Donghae saling pandang.

“Ah, kalau soal itu kau bisa tanyakan pada Jessica. Iyakan Tiffany?” kata Donghae mencairkan suasana sementara Tiffany tersenyum manis hingga lengkungan mata indahnya seakan ikut tersenyum.

“Jessica bilang, dia sudah terlalu lama menunggu, jadi kurasa kau harus merencanakannya mulai dari sekarang.” Mereka tertawa bersama hingga padangan Nichkhun terarah pada Siwon.

“kalau kau tuan Choi?” Siwon tersadar dari lamunannya. Dia menatap Nichkhun dengan wajah canggung. Alih-alih matanya mencuri padangan pada Tiffany.

“aku belum memikirkannya” katanya berusaha terdengar seramah mungkin. Siwon menatap Tiffany begitupun sebaliknya. “hatiku baru saja terluka karena wanita yang kucintai harus meninggalkanku”.

Tiffany melepaskan pandangannya dari Siwon. Dengan refleks dia meremas tangan Nichkhun yang berada dalam genggamannya. Donghaepun menyadarinya menatap Siwon dengan heran.

“benarkah?” respon Nichkhun. Dia satu-satunya pihak yang tidak menyadari apapun atas perkataan Siwon. “kurasa wanita itu akan menyesal karena telah meninggalkanmu. Haha” Nichkhun bercanda ditangapi senyum ringan Siwon.

“sebaiknya kami pergi sekarang. Ada banyak tamu yang menunggu” Tiffany angkat bicara. Dia sudah tak suka dengan topik obrolan ini.

“baiklah. Kalau begitu silahkan nikmati hidangannya. Anyyeong!” Nichkhun dan Tiffany melangkah meninggalkan Siwon dan Donghae.

“apa yang kau katakan tadi Siwon? mencoba menyadarkan mereka akan perasaanmu yang terluka?” Donghae menatap sahabatnya itu dalam ungkapan yang tidak bisa dimengerti. Sementara Siwon hanya tersenyum sinis lalu kembali meneguk champagnenya dengan santai. Berusaha agar aliran minuman itu mampu membasahi tenggorokannya yang kering karena obrolan sialan tadi.

“aku pergi sekarang” Siwon menepuk punggung Donghae sebelum pria itu melangkah keluar ruangan dengan berat hati. Menyisahkan Donghae yang tak mengerti apapun disana.

♥♥

Range rover putih melaju dilintas aspal kota Seoul. Dibalik kemudi, Choi Siwon menatap lurus kedepan berusaha fokus pada jalanan walau sebenarnya pikirannya tengah menerawang entah kemana. Tanpa disadari, cairan bening tumpa dari pelupuk mata elangnya. Mengahancurkan pertahanannya akan sakit yang terasa mengerogoti setiap detil jantungnya. Pria itu menepikan mobilnya disisi jalan yang sepi. Dia tak kuat lagi harus mengemudi bila keadaannya sedang kacau.

Sekali lagi Siwon menghembuskan nafasnya kasar. Membuang semua perih yang menghimpit sesak didadanya, lalu menunduk keras menatap kosong pada pandangannya dibawah.

Dia merasa bodoh. Dia kalah telak dari Nichkhun dalam pertarungan merebut cinta seorang Tiffany Hwang. Andai saja Siwon bisa menjaga hubungannya dengan Tiffany dan tidak menomorduakan wanita itu, dia yakin kini dirinyalah yang akan bersanding dengan Tiffany dipelaminan nanti.

Jika dia selangkah lebih didepan Nichkhun…

Sayangnya, dia telah menyadari keadaan. Takdir lebih kejam dari dugaannya hingga dia tak dapat berbuat apapun.

Siwon mengangkat kepalanya berusaha tegar. Dia mengedarkan pandangan kejalanan yang sepi lalu menatap gang kosong disamping mobilnya. Ada sesuatu yang menarik dalam gang itu. Entah itu nyata atau tidak, yang pasti Siwon yakin dia bisa melihat sebuah Bar mini diujung gang tersebut.

“aneh, sepertinya aku tak pernah tahu tempat itu” Siwon menatap lama pada bar mini itu.

Cahaya dalam gang tersebut samar-samar redup. Sekitar tempat itu juga sepi tidak seperti kebanyakan bar pada umumnya yang terdengar gaduh walau dalam jarak yang cukup jauh. Tapi Siwon tak mendengar kegaduan disana membuat nalurinya penasaran.

Dia lalu keluar dari mobil putihnya itu. Menatap kembali tempat yang menurutnya asing. Lalu pria itu melangkah mendekati tempat itu. Setelah apa yang dirasakannya, sepertinya bar adalah solusi tepat meluapkan emosinya yang abstrak.

Paradox Bar.

Siwon menyipitkan matanya heran menatap papan merah dengan cahaya redup didepan bar itu.

“nama yang aneh untuk sebuah bar” Siwon lalu melangkah masuk. Mendorong pintu kaca besar hingga bel didekat pintu berbunyi.

Bar itu terlihat berkelas dengan dinding berbahan dasar marmer, interior menarik, lantai keramik yang unik dengan corak abstrak, lalu meja bar yang terbuat dari kayu tua yang dipoles licin. Tapi bar itu kosong.

Siwon masih takjub tapi heran. Matanya memperhatikan setiap sisi tempat itu. Lalu kemudian pandangannya mendapati seorang bartender tengah membersihkan gelas-gelasnya. Siwon melangkah lalu duduk didepan meja bar itu.

“selamat malam. Selamat datang” Siwon segera menatap sang bartender yang tersenyum padanya dan membalas dengan senyum ringan.

Dia terlihat lebih muda dariku, pikir Siwon.

“tempat ini bagus, tapi kenapa kosong?” sang bartender menumpahkan wine pada gelas kecil unuk Siwon tanpa diperintakan pria itu.

“entalah, kurasa banyak yang tidak tertarik pada bar tua ini” sang bartender tersenyum.

“kau bercanda, tempat ini justru lebih baik dan berkelas dibanding bar yang pernah kukunjungi. Aku heran kenapa hanya aku yang menyadari hal ini” Siwon menyeringai dan meneguk winenya dan gelas kaca itu langsung kosong seketika. Dia menatap sekeliling. Bahkan tempat ini lebih sepi dan tenang dibanding perpustakaan.

“karena tidak semua orang mampu datang ketempatku” kata-kata sang bartender mengundang perhatian Siwon. Ayolah, dia tidak mengerti apapun.

“maksudmu?” sang bartender berambut pirang rapi itu menatap Siwon.

“hanya beberapa orang yang diizinkan takdir datang ketempatku dan mengalami hal yang luar biasa. seperti namanya, Paradox

Paradox? Sepertinya aku pernah mendengarnya tapi apa itu?”

“Paradox artinya mengubah garis waktu” Bartender itu tersenyum sementara Siwon mengangguk. “siapa namamu?”

“Sehun. Oh Sehun. Aku pemilik bar ini”

“kau terlalu muda untuk jadi seorang pemilik bar.” Komentar Siwon.

“dan kau terlalu mudah menyerah untuk seorang wanita” Siwon menatap Sehun. Ekspresi wajahnya menunjuk keheranan akan situasi yang dialaminya.

“K­—kau” Sehun tersenyum dia menatap Siwon serius.

“biar aku perjelas segalanya sekarang tuan Choi” Sehun meletakkan gelas-gelas pada tempatnya dan memulai obrolannya bersama Siwon.

“kau datang kesini karena patah hati bukan? wanita yang kau cintai pada akhirnya harus menikah dengan pria lain sebentar lagi”

“apa yang..engg..darimana kau­—“

“tenanglah. Jangan panik. Kau harusnya berbahagia sekarang Siwon. Karena takdir mengizinkanmu untuk mengubah situasi. Kau akan mengalami hal luar biasa yang dapat mengubah hidupmu”

Siwon tak habis pikir dia menatap sekeliling dengan perasaan aneh.

“siapa kau?” matanya menatap tajam pada Sehun. “jelaskan segalanya padaku. Aku tidak mengerti apapun”

“Aku adalah malaikat”

Siwon membulatkan matanya heran lalu seketika berdiri dari duduknya. Masih menatap Sehun yang mengakui dirinya malaikat.

“ti—tidak mungkin” Siwon hendak mengambil langkah seribu untuk meninggalkan tempat aneh itu, tapi ungkapan Sehun membuatnya terhenti.

“jangan pergi tuan Choi. Atau kau akan melepaskan kesempatan berharga untuk dapat memiliki Tiffany, wanita yang kau cintai setengah mati itu”

“memiliki Tiffany? itu tidak mungkin. Dia akan segera menikah!”

“untuk itulah kau perlu mengalami hal luar biasa ini. Kau akan kembali kemasa lalu dan mengubah keadaan pada masa itu hingga kau dapat memiliki Tiffany dimasa depan.” Sehun mendekatkan dirinya pada Siwon dan melanjutkan ucapannya. “kau pernah mendengar bukan, keputusan yang kau buat dimasa lalu akan kau rasakan dampaknya dimasa depan. Itulah yang akan ku tunjukkan padamu.”

“jadi maksudmu, aku akan kembali kemasa lalu melakukan sesuatu yang tepat dimasa itu dan kembali ke masa depan dan saat itu terjadi, aku akan bersama dengan Tiffany, begitu?” Sehun mengangguk mantap. Dia mendekati Siwon dan tersenyum tulus padanya.

“sebernarnya itu tergantung. Jika kau mengutamakan Tiffany dibanding yang lain, jika kau mampun mencegah kebersamaan Nichkhun dan Tiffany yang sebenarnya adalah akibat kesalahanmu dan jika kau bersungguh-sungguh menunjukkan perasaan dan perhatianmu, kau dapat kembali kemasa depan dimana Tiffany akan menjadi milikmu lagi”

Siwon menampilkan wajah bahagianya saat membayangkan bahwa apa yang dibicarakan Sehun akan terjadi.

“bagaimana caranya?”

“begini, Kau akan kembali diwaktu dimana kau berbuat kesalahan paling besar yang menyebabkan keadaan menjadi seperti ini. Ketika kau menyia-nyiakan wanita itu. Dan aku akan membimbingmu dalam perjalanan kembali kemasa lalu.” Sehun lalu mengulurkan tangannya. Siwon menatap Sehun ragu-ragu, tapi nalurinya berkata dia harus mengikuti Sehun hingga akhirnya dia menjabat tangan Sehun yang terulur. “kita pergi”

Wussh!

Dan seketika mereka menghilang.

♥♥

Siwon merasa tubuhnya baru saja mendarat ditanah setelah berputar dalam dalam dimensi waktu. dia membuka matanya perlahan ketika merasakan hembusan angin yang menerpa tubuh kekarnya.

Perlahan Siwon mulai menyadari keberadaannya sekarang. Dia ada di Red Cafe, tempat pertama kali dimana Nichkhun bertemu Tiffany. saat itu, Siwon tidak dapat menemui Tiffany karena urusan pekerjaan yang mendesak, memaksanya untuk tetap tinggal dan menyelesaikan dokumen penting untuk proyek baru mereka. Nichkhun adalah sekertaris sekaligus sahabat bahkan orang kepercayaan dalam keluarga Siwon. Mengingat bahwa Tiffany tidak suka pria yang ingkar janji maka dari itu Siwon mengutus Nichkhun untuk menemui dan menemani Tiffany saat dirinya tengah sibuk bekerja.

01 Agustus 2013

Siwon semakin yakin dengan pendapatnya ketika melihat tanggal dikalender Cafe itu.

“kau ingatkan?” pertanyaan Sehun mengejutkannya. Siwon mengangguk mantap.

“ini hari dimana aku memulai semua kebodohanku” Siwon menatap sekeliling dengan tenang lalu melanjutkan kalimatnya. “aku tak pernah menyadari tindakanku hari itu, membiarkan Nichkhun mendampingi Tiffany akan berdampak sanga buruk bagi hubungan kami bahkan aku melupakan ulang tahun Tiffany saat itu”

Sehun menepuk pundak Siwon, menenangkannya. “tenang. Kau beruntung bisa mengubah takdirmu”

Siwon tersenyum menatapa Sehun. “terima kasih. Jadi apa yang harus ku lakukan?”

Sehun mengedipkan sebelah matanya pada Siwon lalu beralih menatap arloji perak yang melingkar dilengan kirinya. Jarum jam di arlojinya tampak aneh namun terkesan elegan. Siwon tidak pernah melihat yang seperti ini.

“sekarang jam satu siang. Sebentar lagi Tiffany akan tiba disini.  Sebaiknya kau bersiap”

Benar ucapan Sehun. Tak lama Tiffany tiba dengan mini dress anggun yang membuatnya terlihat cantik. Sehun segera menepuk pundak Siwon dan mengisyaratkan pria itu untuk menghampiri Tiffany. Siwon melangkahkan kakinya mendekati Tiffany. ternyata rasanya lebih gugup dari saat mereka bertama kali berkencan, pikir Siwon.

“Tiffany?” Tiffany mengarahkan pandangannya pada asal suara. Lalu senyum cerah miliknya mendominasi bagian wajah yang selalu cantik dimata Siwon.

“kupikir kau tidak akan datang, pria super sibuk” Siwon tersenyum menampilkan lesung pipinya yang dalam lalu mengambil posisi duduk didepan Tiffany. dia memandang Tiffany tanpa berkedip.

“sesibuk apapun, aku tidak akan pernah menundah waktu untuk bertemu denganmu” katanya tulus. Siwon mengulurkan tangannya dan menggenggam hangat tangan Tiffany. “aku sangat mencintaimu, Tiffany”

“aku juga, tapi ku pikir kau lebih mencintai pekerjaanmu” candanya mengejek. Sementara Siwon menggeleng.

“tidak. Kau lebih berharga dari segalanya” Tiffany merasa Siwon aneh sekali hari ini. Tapi apapun itu dia menyukai jika pria itu berkata seromantis hari ini.

anyyeong” sapaan seseorang menginterupsi moment indah keduanya. Siwon menatap aneh pada seorang pelayan yang wajahnya mirip Sehun, malaikatnya. Oh tidak, dia memang Sehun.

“ini dari tuan Choi Siwon, noona” kata Sehun lalu mengedipkan sebelah matanya pada Siwon. Sehun mengangkat sebuah cake berukuran cukup besar dan meletakkannya dimeja mereka.

“darimu?” Tiffany menatap Siwon dengan tidak percaya. Sementara Siwon yang sudah mengerti maksud Sehun sesegera mungkin tersenyum dan mengangguk.

Saengil Chukae Uri Tiffany Hwang” katanya dengan bangga. Lalu menyalahkan lilin berbentuk angka 25 dan bertepuk tangan.

Sehun segera membungkuk dan pamit meninggalkan pasangan itu. Sebelum kembali kewujud aslinya, dia melihat Nichkhun memasuki Cafe tersebut.

“dia akan merusak moment ini” Sehun sesegera mungkin menghampiri Nichkhun dan menghentikan pria itu didepan Cafe sebelum dia melihat Siwon dan Tiffany.

“permisi Tuan. Ada yang bisa dibantu?” Sehun tersenyum layaknya pelayan baik sementara Nichkhun hanya memandangnya heran.

“aku mencari temanku.” Nichkhun tidak mengindakan Sehun yang berdiri didepannya dan hendak berjalan masuk kedalam Cafe. Tapi Sehun bisa menghentikannya dan berdiri dengan cepat didepan Nichkhun. Menghalangi pria itu.

“apa teman anda bernama Choi Siwon?” Nichkhun beralih menatap serius pada pelayan didepannya. “dia telah berpesan bahwa anda tidak perlu datang kemari. Karena secara pribadi tuan Siwon sudah datang dan menemui kekasihnya. Jadi sebaiknya anda pulang saja” kata Sehun dengan ramah.

Nichkhun menatap Sehun dengan heran. “benarkah? Sebelumnya dia bilang dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.”

“tapi buktinya dia sudah ada disini bersama kekasihnya” Sehun menunjukan pada Nichkhun tentang keberadaan Siwon ditempat ini bersama Tiffany, kekasihnya. “ku rasa mereka sedang dalam perayaan yang istimewa jadi sebaiknya anda pulang saja. Bukankah sangat menggangu jika anda muncul disaat penting bagi mereka?”

Nichkhun tampak masih ragu dan berpikir. Setelah memikirkanya dia yakin untuk pulang. “baiklah. Aku pergi, sampaikan salamku untuk Choi Siwon. Anyyeong!

♥♥

Tiffany sama sekali tidak menurunkan senyumnya sepanjang hari bersama Siwon. Tidak disangka Siwon mampu meluangkan waktu sepenuhnya untuk merayakan ulang tahun Tiffany hari ini, mengingat betapa Sibuknya Siwon sebagai direktur utama perusahaan besar milik keluarganya, Hyundai Corporation.

Tiffany memandang Siwon yang sedang sibuk mengemudi. Dia seperti baru saja mendapat keyakinan akan hubungannya dengan Siwon saat keraguan akan keseriusan pria itu mulai mengusik kehidupan percintaannya. Memang Tiffany sudah mulai bosan dengan sifat workholic Siwon tapi lebih dari itu sebenarnya ada seseorang yang selalu muncul dipikirannya ketika dia sedang kesepian.

Dia Nichkhun. Sekertaris, sahabat bahkan orang kepercayaan dalam keluarga Siwon.

Tapi kini Tiffany mulai yakin dia mampu menjalani setiap rintangan bersama kekasih pujaannya, Siwon.

“apa aku terlalu tampan hingga kau tak bisa untuk tidak memandangku, hm?”

Tiffany lekas tersadar dari lamunannya dan kemudian mendesah mengejek. “kau percaya diri sekali Siwon”

“tapi kau sukakan?” tanya Siwon setelah mengedipkan sebelah matanya.

“terserah” Tiffany mengalihkan pandangannya kejalan raya yang kini sedang sepi. “kita akan kemana?”

Siwon mengangkat bahu. “entahlah, menurutmu?”

“bagaimana dengan apartemenmu? Sudah lama aku tidak kesana” siwon mengangguk

“bukan ide yang buruk”

“bagus, kita kesana”

♥♥

“Waktumu selesai” sehun tiba-tiba muncul diruang apartemen Siwon. Mengejutkan pria itu yang tengah menyiapkan makan malam untuk Tiffany.

“kau tidak datang disaat yang tepat” Siwon melepas celemeknya dan berjalan mendekati Sehun yang sedang bersandar di pintu masuk dapurnya. “mengganggu sekali”

“terserah, tapi kau harus ikut denganku sekarang” Sehun hendak menarik pria itu mendekat kearahnya tapi Siwon justru berjalan mundur hendak menjauh.

“tunggu, tidak bisakah kau lihat moment penting ini sekarang? Ku mohon untuk tidak mengacaukannya malam ini”

Sehun lantas tertawa sinis bersamaan dengan gelengan kepala yang menandakan bahwa permintaan Siwon tidak akan diturutinya.

“tidak Siwon! Kau cukup berbahagia hari ini, tapi sekarang saatnya bagi kita untuk pergi”

“ku mohon”

“tidak! Lagipula aku punya sesuatu yang jauh lebih menarik untuk ku tunjukkan jadi ayo ikut denganku”

“tunggu, sebelum kita pergi aku ingin bertanya satu hal padamu?”

“apa itu?”

Siwon menatap Sehun dengan serius. “apa yang sebenarnya terjadi dengan Nichkhun dan Tiffany? aku harus tahu apa yang membuat wanita ku itu berpaling.”

Sehun menggelengkan kepalanya dengan malas dan tersenyum kecut.

“tentu karena kau sangat sibuk. Tidak pernah meluangkan waktumu untuk wanita itu dan pada akhirnya sahabatmu yang beruntung dapat memliki Tiffany”

“hanya itu? aku ingin tahu secara mendetail sejak kapan mereka saling jatuh cinta, dan seperti apa hubungan mereka yang sesungguhnya.”

Sehun menatap Siwon lama dan kembali tersenyum. Kali ini senyum simpati. “itulah yang ingin ku tunjukkan padamu”

Tanpa menunggu respon Siwon, Sehun segera menjentikkan jarinya dan mereka menghilang seperti sebelumnya.

♥♥

Alunan Psyko Undergroud versi Disk Jocker menggema diruang minimalis dengan cahaya redup. Banyak orang menari diiringi lagu itu diatas lantai dansa, tanpa memperdulikan apapun disekitar mereka.

Tiba-tiba Siwon dan Sehun muncul ditengah kerumunan orang yang tengah asik menari. Siwon terkejut dengan sekitarnya dan memandang Sehun dengan bingung.

“kau suka bar yang seperti ini?” canda Sehun. Siwon tertawa pelan dan memperhatikan sekelilingnya.

“tidak juga, aku lebih suka tempatmu. “ Siwon melanjutkan kalimatnya dan mulai fokus dengan Sehun “jadi apa yang ingin kau tunjukkan?”

Sehun mengangguk dan merangkul Siwon, mensejajarkan tinggi mereka dengan jarak dekat. Sehun mengisyaratkan Siwon mengikuti arah pandangnya dan pria itu menurut. Siwon melihat keatas tepatnya dilantai dua yang di penuhi orang-orang yang lebih suka duduk santai dan menikmati cairan warna-warni digelas mereka ketimbang menghabisi tenaga dibawa sini.

“apa?” tanya Siwon cukup keras.

“Ayo kesana”

Sehun membawa Siwon kelantai dua dengan cara teleport hingga mereka tak perlu repot menaiki anak tangga untuk tiba disana.

“wah, kau malaikat modern yang keren. Apa aku bisa memilikimu?” kata Siwon yang terkesan dengan semua cara Sehun menunjukkan kekuatannya.

“kau pikir aku barang koleksi? Aku ini Cuma malaikat sementara untukmu bukan untuk dijadikan milikmu selamanya”

Siwon tertawa dan menepuk pundaknya. “andai aku bisa memilikimu, hidupku pasti akan sebaik yang bisa kulakukan”

“sudahlah. Hentikan omong kosong itu. sekarang aku ingin menunjukkanmu sesuatu” Sehun menatap seseorang yang tengah asik dengan wine digelasnya tak jauh dari tempat mereka. “disana” Sehun menunjuk kearah depan hingga Siwon ikut memandang kearah yang sama

“Nichkhun?” responya terkejut.

Sehun tak memperdulikan keterkejutan Siwon. Dia menarik pria itu sesuai keinginan hatinya dan duduk tak jauh dari Nichkhun.

“Dengarkan dia dan kau akan tahu kejutan yang sebenarnya”

Siwon mengangguk patuh meski sejujurnya dia tidak begitu mengerti maksud Sehun. Samar-samar mereka mendengar pembicaraan Nichkhun dengan seseorang lewat via telepon.

“aku tahu. Tapi sudahlah, mereka itu belum menikah jadi bukan kesalahan jika aku mencintainya. Sebaiknya kau jalankan saja tugasmu. Cari semua data tentang Tiffany Hwang dan berikan padaku dengan segera”

Lalu Nichkhun, pria itu tertawa keras.

“aku sudah katakan, bahwa aku mencintai Tiffany. aku akan melakukan apapun agar wania itu menjadi milikku, Oh yah jangan sampai Choi Siwon tahu tentang ini. Jangan biarkan dia menghalangi jalanku”

“astaga” Siwon terkesiap dengan apa yang baru saja didengarnya. Tentang apa tujuan Nichkhun membuat Siwon mengerti betapa liciknya pria Thailand itu.

“dia benar-benar penjilat brengsek” komentar Siwon dengan amarah yang berusaha ditahannya.

“sabarlah” Sehun menenangkan Siwon disampingnya.

“dimana?” mereka kembali mendengar Nichkhun berbicara. “aku segera kesana”

Lalu Nichkhun segera berdiri dari duduknya dan mengakhiri saluran telepon. Sehun dan Siwon menyelinap dibalik meja tanpa dicurigai Nichkhun.

“kita harus mengikutinya” Siwon memanggil Sehun saat melihat Nichkhun keluar dari bari itu.

“lihat betapa bossynya dirimu. Aku ini malaikat bukan pembantumu!” protes Sehun. Tapi Siwon tidak mengindakan ucapannya. Dia justru bergegas keluar ingin mengikuti kemana Nichkhun pergi.

“aah, Siwon kau menyebalkan”

♥♥

“kau ingin pulang? Biar kuantar”

Nichkhun menurunkan kaca mobilnya ketika melihat Tiffany berdiri dipinggir jalan. Sedang menunggu taksi. Wanita itu lantas tersenyum dan menolak halus.

“tidak perlu repot-repot, aku sudah menghubungi Siwon untuk menjemputku”

“Siwon? Kurasa dia tidak bisa datang karena urusan pekerjaan lagipula ini terlalu larut malam untuk menunggu pacar yang sibuk dengan pekerjaannya, bukan?”

Nichkhun sudah keluar dari mobilnya dan mendekati Tiffany. dia tersenyum seramah mungkin didepan wanita itu, menawarkan kebaikan yang terlihat tulus namun sebenarnya picik.

“kau yakin dia sedang sibuk?” Nichkhun mengangguk yakin mendapati pertanyaan itu dari Tiffany.

“aku bisa mengantarmu. Jangan khawatir”

Tiffany berpikir sejenak lalu memilih untuk memenuhi ajakan itu. Nichkhun dengan senang hati mendampingi Tiffany dan membukakan pintu mobilnya lalu kemudian melajukan CR-V putih itu dijalanan kota Seoul.

♥♥

“Ku rasa ini bukan jalan keapartemenku, Nichkhun-ssi” komentar Tiffany saat mereka dalam perjalanan pulang. Nichkhun tersenyum tulus seperi biasa.

“ada yang harus kuambil di apartemenku, ini perintah Siwon. Tidak apa-apa bukan?” Tiffany mulai ragu-ragu namun dengan sebisa mungkin dia menunjukkan ketidak-keberatannya.

“tenanglah Tiffany. setelah mengambil keperluanku aku akan langsung mengantarkannya pada Siwon jadi kau bisa pulang bersamanya”

“benarkah?” Tiffany bertanya antusias lalu mendapat anggukan menyakinkan dari Nichkhun “terima kasih”

“tentu”

 

Tiffany tidak menyadari apapun sepanjang perjalanan. Bahkan dia tidak menydari rencana jahat yang disusun Nichkhun yang akan menghancurkan hidupnya, cintanya dan harapannya bersama cinta sejatinya, Siwon.

Sementara itu, Sehun dan Siwon tiba-tiba saja muncul diruang tengah apartemen Nichkhun. Siwon terkejut dengan tempat yang menjadi pijakan kakinya dan menatap Sehun disampingnya.

“apa yang sebernarnya terjadi?”

Siwon menunggu Sehun memberi jawaban. Sehun mengambil duduk disalah satu sofa diruang itu dan menatap Siwon dengan serius.

“baiklah. Ini satanya bagimu untuk mengetahui kebenaran apa yang tersimpan tentang Nichkhun dan Tiffany” Siwon diam dengan patuh menunggu Sehun melanjutkan ceritanya.

“sebenernya pria yang kau percayakan itu sangan licik dari yang kau kira. Dia sudah jatuh cinta pada Tiffany sejak pertama kali kau memperkenalkan kekasihmu itu padanya. Dia sudah menyimpan perasaannya lama dan punya ambisi untuk membuat Tiffany berpaling darimu dan mencintainya. Dia telah memanfaatkan sifat workholicmu untuk dapat bertemu dengan Tiffany dan lebih dari itu, dia telah memerintahkan orang bawahannya untuk mencari data tentang Tiffany dan menyusun rencana untuk menghancurkan hubungan kalian”

Sehun melanjutkan. “Kau ingat saa aku membawamu mengunjungi Red cafe?” Siwon mengangguk.

“aku ingat”

“sebenarnya dimasa sebelumnya, sebelum kita mengadakan time travel ini, Nichkhun telah memesan kue ulang tahun Tiffany yang ku berikan padamu. Dia telah merancang kejutan untuk Tiffany hari itu. lebih dari yang kau tahu, pria itu mengajak Tiffany untuk berlibur di Macau sebagai puncak kejutan atas hari ulang tahunnya. Tapi Tiffany menolak.”

Siwon merasakan keterkejutan yang luar biasa akan yang dialaminya. Mengetahui kebusukan Nichkhun yang sangat berambisi untuk mendapatkan Tiffany. wajahnya mulai berubah marah, namun sebisa mungkin ditahannya untuk mendengarkan Sehun.

“Berani-beraninya dia mengajak Tiffany” Siwon mengepal tangannya keras.

“dan kau ingin tahu bukan, alasan mengapa Tiffany memutuskan hubungan kalian lalu memilih bersama Nichkhun setahun kemudian dan akan menikah dengan pria itu” Sehun mengambil jeda dalam kalimatnya sambil membaca sesuatu di arloji uniknya. “september 2013, sebulan setelah ulang tahunnya Tiffany memutuskanmu lalu pertengahan 2014 Nichkhun mengatakan bahwa dia dan Tiffany sedang berkencan dan memutuskan untuk bertunangan diakhir tahun dan akan segera menikah awal januari. Benarkan?”

Siwon mengangguk. “benar”

Sehun menarik garis datar dari sudut bibirnya mendengar respon Siwon. Dia berdiri dari duduknya, berjalan kecil didekat pria itu.

“Aku membawamu ketempat ini bukan tanpa alasan. Sebenarnya ini hari dimana kau benar-benar kehilangan Tiffany.”

“maksudmu?”

“pria itu membawa Tiffany ke apartemen ini dan dengan paksa menidurinya. Tiffany terpuruk dan tidak dapat berbuat apapun saat itu, perusahaan ayahnya di Amerika juga mengalami kerugian besar dan hampir bangkrut. Saat itulah Nichkhun datang dan seakan menyelamatkan hidupnya. Dia mengirim dana dalam jumlah besar untuk mengatasi kerugian perusahaan Tn.Hwang dan kemudian datang sebagai pria bertanggung jawab didepan Tiffany. Itulah salah satu alasan kenapa Tiffany memilih meninggalkanmu walau sebenarnya sangat berat baginya”

“benar-benar brengsekk!!”

“tenanglah. Kau benar-benar beruntung Choi Siwon. Hari ini, aku memberimu kesempatan untuk menghalangi segala mimpi buruk bagi dirimu dan Tiffany.”

♥♥

Mereka turun bersama ketika mobil CR-V Nichkhun terparkir di parkiran apartemen. Mereka memasuki apartemen Nichkhun bersamaan. Nichkhun dengan senang memasukan password apartemennya karena berfikir rencananya hampir sempurna.

Saat membuka pintu apartemennya, pria iu terkejut dengan pukulan tiba-tiba dari Siwon yang menghantam wajahnya hingga dia tersungkur jatuh dilantai. Tiffany juga terkejut namun dia tidak dapat melakukan apapun.

“Kau brengseek!!” Siwon kembali melayangkan pukulan-pukulannya di wajah Nichkhun dan berhenti ketika melihat Sehun berdiri dengan khawatir disampingnya.

“hentikan Siwon. Jangan ikuti amarahmu” Siwon menarik nafas panjang dengan tergesa-gesa lalu segera bangkit.

“Nichkhun Horvejkul, kan kupastikan hidup indahmu berakhir sampai disini. Ucapkan selamat tinggal pada kebahagiaan dalam khayalmu” Siwon segera membawa Tiffany pulang. Tanpa protes dari wanita itu.

 

“apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Tiffany saat mereka sudah dalam perjalanan pulang.

“aku perlu memberi pelajaran pada pria brengsek itu” Siwon menahan nafasnya berusaha tenang. Dia menepikan mobilnya disudut jalanan yang sepi.

Siwon menggenggam lembut tangan Tiffany dan menatap lekat-lekat manik mata wanita itu.

“Tiffany Hwang, apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkanku” Tiffany menatap Siwon serius dan mengangguk.

“aku tidak akan meninggalkanmu, kau juga harus berjanji untuk selalu berada disampingku, melindungiku dan selalu mencintaiku. Jangan pernah berhenti”

“aku janji. Juga, aku minta maaf jika selama ini aku tidak pernah ingin peduli dengan hubungan kita, sering sibuk karena pekerjaan hingga seakan-akan aku menelantarkanmu. Di kehidupan selanjutnya, dimasa yang akan datang aku akan selalu peduli padamu, tidak akan pernah membiarkanmu terluka karena apapun juga, dan aku akan selalu mencintaimu”

Tiffany merasakan sesuatu yang indah didalam hatinya. Dia tersenyum penuh arti lalu mengulurkan tangannya mengelus garis rahang Siwon dengan lembut.

“aku juga akan selalu mencintaimu”

Tiffany menatap Siwon lekat-lekat begitupun pria itu. jarak wajah mereka semakin dekat hingga akhirnya benar-benar dekat ketika bibir keduanya saling bersentuhan dengan lembut. Siwon memulai gerakan lembut dengan penuh perasaan dan memejamkan matanya, begitu juga dengan Tiffany. sebelah tangan wanita itu masih betah mengelus rahang kekasihnya sementara yang sebelahnya lagi memegang bagian pundak Siwon yang disertai remasan kecil saat merasakan bibir pria itu mendesak dalam ciumannya.

Mereka makin panas setelah cukup lama berbagi kelembutan. Tangan Siwon sudah melingkar disekitar pinggang ramping wanita itu, dan menariknya masuk dalam pelukan penuh hangat dengan kebahagiaan ditengah malam dingin hari itu.

Disudut jalan, Sehun tersenyum kecil. “waktumu selesai” Sehun menjentikkan jarinya dan semua keadaan hilang lenyap seketika.

♥♥

27 Januari 2015

Seoul masih sama seperti biasa diakhir bulan Januari ditahun yang baru. Terasa dingin dipagi hari dengan butiran salju yang terus berjatuhan dari langit. Namun bukan berarti aktivitas lumpuh dihari yang dingin itu. buktinya, kendaraan tetap lalu lalang seperti biasanya meski sebagian orang masih asik dibawah selimut sambil memejamkan matanya.

Pria tampan penyandang status direktur utama Hyundai Corporation termasuk salah satu dari banyak orang yang masih asik dengan mimpi indah atau kehangatan ranjang dan selimut mereka. Siwon merasakan tubuhnya lelah dan berat untuk diangkat, namun seseorang sepertinya menjadi pengacau ketenangannya.

“Siwon bangun!” Siwon mendengar suara itu samar-samar namun enggan untuk membuka matanya dan hanya menyampaikan gumaman tak jelas.

“Astaga! Hei Choi Siwon, kau ingin mengacaukan hari pernikahanmu” Siwon mendengar suara itu dengan jelas hingga dia membuka mata dengan tidak percaya. Dia bangun perlahan dari tidurnya sambil mengusap matanya yang terasa berat.

“pernikahan? Siapa yang menikah?” katanya tak jelas. Lalu dia melihat Sooyoung-adiknya dengan tatapan mengerikan memukul lengannya keras. “awwh!”

“bodoh! Hari ini hari pernikahanmu! Apa kau terkena amnesia mendadak, eoh?”

Siwon membulatkan matanya. “aku? menikah? dengan siapa?”

Sooyoung memuar bola matanya dengan malas lalu dimenit berikutnya jitakan menyakitkannya mendarat mulus dikepala Siwon. “awwh!”

“Ya! tentu saja kau akan menikah dengan Tiffany. kau pikir siapa lagi wanita selain kekasihmu yang cantik itu yang akan menikah pria sepertimu!!” bentak Sooyoung keras. Dia turun dari ranjang dan merapikan rambutnya. “cepatlah bersiap”

Sooyoung segera keluar dari kamar dan menyisakan Siwon yang masih terkejut dengan berita bahagia itu. tunggu dulu! Pria itu berpikir sejenak mencoba mengingat-ingat kejadian yang dialaminya.

Siwon menunjukan wajah berseri ketika mengingat perjalanan waktu yang dialaminya bersama seorang bartender yang mengakui dirinya malaikat. Siwon berseru dari tempat tidur “ku pikir itu mimpi, oh Tuhan terima kasih”

Siwon sekarang yakin dia tidak bermimpi. Meski kejadian terakhirnya dalam perjalanan menembus waktu terasa berakhir begitu saja. Tapi dia yakin dia sudah berhasil mengubah garis waktunya dimasa lalu dan mendapatkan yang diinginkannya dimasa depan.

♥♥

Siwon menahan napasnya ketika melihat Tiffany berjalan menuju altar bersama Tn.Hwang. sementara dirinya sudah berdiri dengan tampan dialtar sambil memandangi Tiffany yang terlihat luar biasa cantik dihari pernikahan mereka.

Lalu tanpa sadar wanita itu sudah ada didepannya dengan wajah yang tak kalah bahagia dari Siwon sendiri. Tiffany menerima uluran tangan Siwon dan berdiri disamping pria itu dengan perasaan gugup. Ini hari bersejah dalam hidupnya.

Pendeta menatap keduanya yang terlihat begitu bahagia hari itu. “kita mulai”

“Choi Siwon, apakah kau bersediah untuk menerima Tiffany Hwang menjadi istrimu, selalu mencintainya, menjadi suami yang baik, melindunginya, selalu bersama saat suka maupun duka, saat sehat maupun sakit?”

Siwon merasakan detak jantungnya berpacuh begitu cepat. Dengan semangat dia menjawab. “Ya. saya bersediah”

“Tiffany Hwang, apakah kau bersediah untuk menerima Choi Siwon sebagai suamimu, selalu mencintainya, menjadi istri yang baik, selalu bersama saat suka maupun duka, saat sehat maupun sakit?”

“ya, saya bersediah”

Siwon benar-benar bahagia. Dia dan Tiffany bertatapan dengan senyuman yang menghiasi wajah masing-masing sementara para kerabat, dan keluarga yang memenuhi gedung gereja bertepuk tangan riah.

“Tiffany, aku sangat mencintaimu” setelah selesai berkata, Siwon mendaratkan ciuman manisnya pada wanita yang kini jadi istrinya itu. semua orang semakin bertepuk tangan meriah menyambut pasangan baru yang akan menjadi pewaris generasi keluarga Choi.

Siwon melepaskan ciuman dan menatap Tiffany lekat-lekat lalu mendengar gadis itu berbisik.

“aku juga mencintaimu”

Siwon memberi senyum termanisnya dan beralih menatap semua orang yang ikut berbahagia atas pernikahan mereka. Lalu tanpa sengaja matanya menatap sosok Sehun yang duduk tak jauh darinya. Siwon diam dengan keadaan yang tak dimengerti.

“kau kenapa, sayang?” pertanyaan Tiffany membuat Siwon menatapnya sebentar dengan tidak percaya dan kembali mencari sosok Sehun yang sudah tidak ditempatnya.

♥♥

Siwon tak dapa menyembunyikan kebahagiannya ketika menatap Tiffany dengan balutan gaun penggantin modern yang membuatnya tampak begitu cantik.

Mereka telah selesai melaksanakan pemberkatan dan dilanjutkan dengan resepsi disebuah hotel bintang 3 di Seoul. Siwon menggengam tangan Tiffany membuat wanita itu menatapnya dengan senyum manis yang begitu dikagumi Siwon. Mereka menyalami tamu-tamu yang sebagian besar adalah keluarga dan kerabat yang hadir hari itu.

Chukae Hyung” Siwon mendapat ucapan selamat dari sahabatnya Donghae. Pria itu mengganguk dan tersenyum lebar.

gomawo. Terima kasih juga telah datang” Jessica yang menemani Donghae memeluk Tiffany dengan wajah bahagia.

“wah aku sempat tidak percaya bahwa pria workholic ini bisa menikahimu, Tiffany” ejek Jessica pada Siwon saat selesai berpelukan dengan Tiffany. siwon menatapnya dengan ekspresi percaya diri lalu mendekat dan merangkul istrinya.

“kau pikir aku seperti kekasihmu? Well, meski aku sibuk tapi aku bisa membuktikan bahwa aku pasti menjadi suami bagi Tiffany. bagaimana dengan priamu itu, Jessica? Kurasa dia tidak mau menikah denganmu haha” kata Siwon sembarangan.

“hei siapa bilang dia tidak mau menikah denganku?” Jessica mengangkat anggun tangan kirinya, memperlihakan lingkaran perak dijari manisnya. “dia sudah melamarku” pamernya sambil menggandeng lengan Donghae. Donghae tersenyum manis lalu mengecup singkat kening kekasihnya itu dan merangkulnya tak kalah mesra dari pasangan pengantin baru didepannya.

“kami hanya tidak mau terburu-buru.” kaa Donghae.

“wah, Chukae!” kata Tiffany semangat. “ku harap kalian akan selalu bahagia, sama seperti kami”

“tidak, sayang. kita akan jauh lebih bahagia dibanding mereka” Timpal Siwon. Jessica memandangnya kesal.

“oh Choi Siwon, bisakah kau turunkan kepercayaan diri yang berlebihan itu? kau benar-benar menjengkelkan”

“sayangnya tidak bisa Mrs. Jung. Karena percaya diri itu keahlianku”

“baiklah Choi Siwon. Terserah”

Tiffany menggelengkan kepala melihat tingkah Siwon dan Jessica. Mereka memang selalu berdebat tentang siapa yang lebih bahagia, hebat dan lainnya. Namun itu tentu hanya candaan yang membuat Tiffany selalu senang.

Disudut lain tempat itu, Nichkhun memandang mereka dengan wajah penuh tekanan. Kini, dia yang gagal merebut Tiffany dari Siwon. Dan dia harus benar-benar menyerah untuk hal itu.

♥♥

Terik matahari menyinari dan menghangatkan pagi yang indah di Okinawa, Jepang. Disinilah Siwon dan Tiffany melangsungkan moment bulan madu mereka yang penuh dengan kebahagiaan bersama. Setelah disibukkan dengan pemberkatan serta resepsi, mereka memutuskan untuk benar-benar menikmati waktu sebagai pengantin baru di Okinawa. Tempat yang sempurna untuk pasangan Suami-istri itu.

Siwon tengah mencuci muka ketika sang istri masih berbaring nyaman ditempat tidurnya. Siwon menatap pantulan wajahnya dicermin dan mulai merapikan rambutnya dengan perlahan. Lalu tiba-tiba cahaya yang menyilaukan memantul dari cermin hias dikamar mandi itu. membuat Siwon otomatis mengangkat tangannya dan menutup mata.

“Sehun?” Siwon terkejut ketika membuka mata dan mendapati malaikatnya telah berdiri dibelakangnya.

Sehun tersenyum manis lalu melambaikan tangannya. “Anyyeong Choi Siwon” sapanya dengan manis.

“apa yang kau lakukan disini?” bukannya mendapat balasan atas sapaannya, Sehun justru mendapati pertanyaan menyebalkan lengkap dengan ekspresi binggung dari Siwon.

“Ya! kau tidak dengar aku menyapamu? Harusnya kau membalas sapaanku. Aiissh dasar manusia”

Siwon mencoba tersenyum dan melambaikan tangannya “anyyeong” sekejap kemudian wajahnya kembali berubah binggung. “apa yang kau lakukan disini?”

Sehun menatapnya malas “ Ahh kau benar-benar menyebalkan. Tapi baiklah, aku punya tugas disini” Sehun melirik arloji unik dilengan kirinya dan tersenyum.

“kuucapkan selamat padamu Choi Siwon. Kau telah berhasil mewujudkan keinginanmu yang hampir mustahil terjadi.” Sehun mengulurkan tangannya dan kemudian berjabatan dengan Siwon. “kau tahu, aku menangani banyak kasus seperti ini namun menurut hasil pengamatanku, hanya kau yang berhasil dalam misi Paradox. Padahal kebanyakan orang akan gagal bahkan ketika awal mencoba. Untuk itu, kau pantas mendapatkan hadiah atas usaha dan kerja kerasmu itu”

Siwon membulatkan matanya tak percaya. “hadiah?”

nde. Kau boleh minta 1 permintaan padaku yang akan TUHAN wujudkan untukmu. Sekarang katakanlah apa yang kau inginkan”

Siwon tersenyum begitu lebar saking bahagianya. Dia berpikir mengenai hadiah yang diberikan Sehun untuknya.

“apa yah? Kurasa aku ingin kau saja jadi malaikat pribadiku.”

Mwo?” Sehun menggeleng dengan tegas. “tidak! Aku akan kacau bila terus berada didekatmu. Yang lain saja”

Siwon berpikir kembali. Lalu sesuatu melintas dipikirannya.

“baiklah. Aku ingin bisa punya anak laki-laki dari pernikahanku dengan Tiffany”

Sehun mengangguk dan mengangkat jempolnya. “hebat! Baik, permintaanmu akan dikabulkan. Kau hanya perlu menunggu dan melihat hadiahmu itu dengan segera”

Siwon menatap Sehun dengan tidak percaya. “benarkah? Wah jeongmal gomawoyo Sehun-ah” Siwon merangkul Sehun dan melepaskannya dengan segera. “aku benar-benar berterima kasih”

Sehun mengangguk dan tersenyum. “berterimakasihlah pada TUHAN.” Sehun lalu menepuk pundak Siwon. “sekarang saatnya kita berpisah. Kuharap kau tidak akan pernah mengecewakan Tiffany, keluargamu atau siapapun karena tidak akan ada kesempatan selanjutnya atau paradox selanjutnya jika kau berbuat kesalahan”

“Tentu. Itu pasti”

“lakukan yang terbaik untuk hidupmu saat ini Siwon. Semoga TUHAN selalu menyertaimu. Aku pamit, sampai jumpa”

Dalam sekejap, Sehun menghilang. Meninggalkan Siwon yang begitu bahagia.

“terima kasih TUHAN”

♥♥

Tiffany bangun dari ranjangnya dan mendapati sang suami yang tengah memandangnya dari dekat. Wanita itu tersenyum manis dengan mata yang melengkung sempurna.

morning honey” Sapa Siwon pagi itu. tiffany membalasnya dengan morning kiss lalu mengedipkan sebelah matanya.

“ini hanya perasaanku, atau kau memang begitu tampan pagi ini Choi Siwon?” Tiffany hendak bangun namun Siwon menghalanginya. Pria itu lekas merangkak naik diatas Tiffany. membuat pergerakan wanita itu menjadi terbatas.

“aku memang tampan. Untuk itu tidak heran TUHAN menganugerahkanku wanita cantik sepertimu” Siwon mengecup kening Tiffany sementara wanita itu tersenyum dan memejamkan matanya.

“tiffany?”

“hhmm?” Tiffany membuka matanya. “wae?”

“aku begitu bahagia memilikimu. Tetaplah disisiku apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkanku. Aku akan selalu mencintai dan melindungimu dengan segenap jiwa dan kekuatan yang kupunya.”

Tiffany memandang Siwon dengan lekat dan menganguk perlahan. Membuat hidung mereka bersentuhan saking dekatnya jarak wajah mereka.

“entah sudah berapa kali aku mendengarkan tenang hal ini” Tiffany tersenyum lebar. “tenanglah Siwon. Aku berjanji dan percaya padamu”

Lalu didetik berikutnya, ciuman lembut Siwon membawa Tiffany kedalam kebahagian yang tak berujung. Mereka menikmati moment romantis itu dengan berbagi segala hal. Mewujudkan keinginan dan harap mereka dalam keluarga kecil dimasa depan dengan kepercayaan, kesetian dan cinta.

END

Finish~ yeaah😀 sebelumnya ini ff paling aneh buatan author. Nggak tahu bagaimana akhirnya cerita ini bisa tercipta dan ternyata bisa selesai dengan ending yang lumayanlah J oh yah, ff ini hanya karangan dan bentuk imajinasi saja. Jangan dianggap serius karena ini Cuma bagian rekayasa dan skenario yang tidak jelas. Apapun itu, well saya berterima kasih buat para readers yang rela meluangkan waktu berharga kalian untuk sekedar membaca ff yang nggak jelas ini dan maaf jika kalian menemukan typo yang bertebaran😉 sampai ketemu di ff selanjutnya *hug* byee

68 thoughts on “(AF) Paradox

  1. nickhun napeun >< suka sifanynyaaa.. love you sehun #loh hehehe
    suka sama mereka lah pokoknya. kebayang oh sehun jadi malaikat. hah padahal muka dia antagonis banget -_-
    daebak ff nyaa!! sukaa <33

  2. Wow…….ada mesin wkt yg bisa kembali dimasa lalu,saya juga mau sehun,daebak…..suk banget ama ff ini.nickhun jahat pakai licik,secara jantan donk.ya tdk apa2 yg penting sifany happ ending.
    Thanks buat authornya and ffnya.

  3. Paradox.. cerita yg cukup unik dimana malaikat bisa membawa manusia kemasa lalu dan memperbaiki kesalahanya pada org yg disayang, so sweet lah sifany❤

  4. gak bisa bayangin wajah baby facenya sehun jadi malaikat hehehe
    lucu deh pastinya. seru ceritanya tentang mesin waktu
    itu mengajarkan bahwa kita harus selalu percaya dan senantiasa berterima kasih kepada Tuhan. percayalah Tuhan akan selalu berada disisi orang orang yang kita sayangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s