(AF) Happiness With You Part 5-End

184243_447067612031182_705552033_n

Author : choitiffany

Main Cast: Choi Siwon, Tiffany Hwang

Genre : Romance, Lovestory

Rating : PG 15

Disclaimer:::: Ini fanfic yang baru pertama kali di post disini. Mohon maaf kalau ada kesamaan dalam segi apapun. Ini real hasil pemikiran saya sendiri, don’t plagiat guys.. happy reading and always comment & like J

Nah! Ini part Endingnya.. cukup sampe part 5 ya.. xixixi
semoga tetap suka sama tulisan abstrak ini.. yang mau main ke blog gue silahkan

https://koreareadfanfiction.wordpress.com/

Suasana pernikahan Mantan Leader SNSD Kim Taeyeon dan Mantan Leader Super Junior Lee Teuk terlihat sangat meriah. Tamu undangan yang datang hampir semua artis yang ada di Korea Selatan. Ballrom yang bisa menampung sepuluh ribu undangan terlihat sesak dan ramai. Canda dan tawa dari para undangan menambah suasana kebahagiaan kedua mempelai yang terlihat seperti raja dan ratu semalam.

Kim Taeyeon bisa bernafas legah untuk sekarang ini, dia bahagia melihat Tiffany yang jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Tiffany yang dua tahun terakhir ini selalu menutup diri kini terlihat bisa tertawa lepas layaknya Tiffany yang ia kenal dulu. Tangan kanan Taeyeon menghapus butiran air mata yang keluar dari sudut matanya saat dia melihat Tiffany sedang berbagi cerita dengan para member SNSD. Mereka melepas rindu satu sama lain, di pernikahan inilah Taeyeon bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Tidak ada tenakan dari pihak manapun bahkan kebahagiaan itu murni dari hati mereka sendiri.

“yeobo.. kau menangis?” suara Leeteuk membuat Taeyeon melirik sekilas ke arah suaminya. Taeyeon menangis bukan karena sedih tapi dia menangis karena bahagia melihat saudara-saudaranya ikut bahagia.

“mereka terlihat bahagia bukan? Aku menangis karena mereka.” Jawab taeyeon yang melihat para member SNSD yang berdiri tidak jauh dari hadapannya. Leeteuk langsung menoleh ke arah yang di maksud lalu seulas senyum menghiasi wajah pria itu.

“benar.. mereka jauh lebih bahagia. Aku juga bahagia melihat member super junior yang saling menggoda.” Ujar Leeteuk tertawa. Kemudian Leeteuk menggengam tangan kanan Taeyeon dan ikut berjalan mendampingnya untuk mengucapkan kata terima kasih kepada para undangan yang menyempatkan hadir di acara pernikahan mereka.

-oo0oo-

Choi Siwon berdiri didepan cermin besar yang ada di kamarnya, merapihkan kemaja lengan panjang berwarna abu-abu yang melilit tubuhnya. kemudian dia mengambil sebuah dasi bermotif bergaris yang ada di atas tempat tidurnya, pria itu berhenti memandang dasi itu lalu tersenyum setelahnya. Sambil menggelengkan kepalanya Siwon segera membuka pintu kamarnya lalu menelusuri setiap lorong rumah itu. Dia tersenyum saat melihat sosok wanita yang berdiri disamping ibunya di dapur rumah itu.

“Fany-ah..” panggil Siwon membuat Tiffany menghentikan kegiatannya untuk membantu Nyonya Choi yang sedang menyiapkan sarapan.

“wae?” tanya Tiffany menatap siwon yang berdiri didekat meja makan.

“wafle mu belum siap. Tunggulah sebentar lagi.” Ucap Nyonya Choi melirik Siwon lalu memutar tubuhnya menghadap ahjumma yang ada didapur itu memerintahkan sajian sarapan untuk putra sulungnya.

“tolong pasangkan dasiku” ucapan siwon membuat Tiffany dan Nyonya Choi saling memandang dan menyeritkan kening.

“kau lupa bagaimana caranya memasang dasi? Pakailah sendiri kau sudah besar Choi Siwon” sindir Nyonya choi melirik Siwon yang tangan kanannya memegang sebuah dasi panjang.

“aku ingin calon istriku yang memasangkannya” jawab siwon dengan nada manja lalu menatap Tiffany yang sedang tersenyum melihat kekonyolan seorang siwon.

“Aigoo.. kenapa kau manja sekali Choi Sajangnim” ujar Tiffany sambil berjalan menghampiri siwon yang masih berdiam diri ditempatnya. Setelah saling berhadapan, Tiffany mengambil dasi yang ada ditangan siwon lalu dengan sedikit menjijit tiffany mengalungkan dasi itu dibawah kerah kameja yang ia gunakan, lalu mulai menyimpulkan dasi itu. Siwon tidak mau kehilangan moment seperti ini. ini adalah untuk pertama kalinya Tiffany memasangkan dasi untuknya, berdiri dihadapannya dengan jarak sedekat ini. kedua tangan siwon melingkari pinggang ramping Tiffany membuat wanita itu harus mencubit dada bidang pria yang ada dihadapannya.

“sudah selesai Sajangnim” ujar Tiffany yang mencoba melepaskan pelukan agresif seorang choi siwon. Siwon masih enggan untuk melepaskan pelukannya, dia menghirup bau shampo yang digunakan oleh Tiffany.

“eomma melihat kita” bisik Tiffany saat dia melirik Nyonya choi yang malu-malu melihat kearah mereka. Siwon tidak peduli dan masih terus memeluk wanitanya. Bahkan berkali-kali siwon mengecup pucuk kepala tiffany dengan sayang.

“adegan macam ini. kalian bahkan belum menikah, ingat Itu Oppa!” suara Jiwon membuat siwon maupun tiffany menatap ke arah tangga rumah itu. Jiwon terkekeh sendiri lalu berjalan dengan cepat menghampiri Siwon dan tiffany. Tidak mau tinggal diam, jiwon langsung menghambur memeluk siwon dan tiffany membuat kegiatan siwon terhenti dan menatap kesal kearah jiwon adiknya.

“kau rapih sekali. Mau kemana?’ tanya siwon melirik jiwon

“aku seorang mahasiswa aku harus kuliah, Oppa bahkan melupakan statusku” jawab jiwon menatap siwon dengan tatapan kejam. siwon terlalu sibuk sehingga dia tidak menyadari aktifitas adiknya setiap hari. Sehingga dia hanya mengulum senyum seperti orang yang tidak bersalah sedikitpun.

“sepertinya anakku sudah tidak sabar menjadi suami. Sejak kapan dia memeluk seorang wanita seagresif ini. didepan mataku” sambung Tuan choi yang kini sudah duduk dengan sopan di meja makan, menunggu hidangan sarapan yang disediakan oleh orang-orang rumah. Tiffany langsung melepaskan diri setelah pelukan siwon tidak erat lagi. Dia tersenyum dan lagi-lagi tiffany kaget karena kecupan tiba-tiba siwon di bibirnya. Membuat Jiwon memukul kepala kakaknya dengan tidak sopan menggunakan buku tebal yang ada ditangannya.

“berhentilah bermesraan didepanku” guman Ji won dan membuat tiffany tertawa dan mengedipkan matanya kearah siwon.

Semua keluarga Choi sudah duduk dan menikmati hidangan sarapan yang ada diatas meja makan. Tiffany yang duduk disamping siwon melirik laki-laki itu yang sedang menyeruput espresso nya lalu memakan wafle coklat yang menjadi menu sarapannya setiap hari.

“sepertinya pernikahan Taeyeon dan leetuek sangat meriah. Beritanya menjadi sampul koran pagi ini. tapi pamor anakku memang melebihi apapun.” Ucap Tuan Choi saat dia sedang membaca koran yang ada ditangannya. Pernikahan Taeyeon dan Leeteuk memang menjadi headline di berbagai media, media korea selatan bahkan mengklaim kalau pernikahan kedua leader tersebut adalah pernikahan termewah sepanjang tahun dan menjadi ajang reuni para member yang sudah bubar. Tapi disisi lain berita Siwon dengan Tiffany manjadi pembahasan para netter dan fans. Banyak yang berspekulasi kalau siwon dan Tiffany sudah kembali menjadi sepasang kekasih bahkan foto yang waktu itu di unggah oleh Tiffany diakun instagramnya kini menjadi pembahasan mereka kembali dimana netter berkata kalau foto itu adalah foto kemesraan Tiffany dan siwon di amerika.

“kita juga harus menyiapkan pernikahan terakbar. Kita tidak boleh kalah dengan pernikahan taeyeon dan teuki hyung” sambung siwon terlihat sangat bersemangat ketika mengatakan kata pernikahan.

“Eomma juga sudah memikirkannya. Bagaimana menurutmu Fany? Konsep seperti apa yang kau inginkan?” Tanya Nyonya Choi seketika. Tiffany masih diam membuat Siwon yang duduk disebelahnya menatap kearah wanita itu.

“kita harus kembali menemui keluarganya. Jujur saja saya tidak enak kepada Tuan Hwang. Bagaimanapun Siwon telah menyakiti anak perempuannya. Saya pikir saya harus menemui Tuan Hwang terlebih dahulu.” Sambung Tuan Choi, membuat Tiffany menatap ke arah Tuan Choi yang duduk disamping kirinya.

“Appa.. Tuan Hwang sudah meninggal satu tahun yang lalu.” jawab Siwon cepat. Pria itu tau kalau Tiffany tidak bisa berkata apa-apa, dia seperti memandang kosong ke arah Tuan Choi yang terlihat kaget dengan ucapan putranya.

“Omo..! benarkah itu? Kenapa tidak memberitahu kami fany? Tuan Hwang sakit apa? Maafkan kami.” Seru Nyonya Choi yang menatap sedih Tiffany calon menantunya.

“gwenchana.. Appa terkena serangan jantung waktu itu. Dan Tuhan harus mengambilnya.” Tiffany tersenyum tapi tangannya menghapus air mata yang hampir jatuh dipipinya. Siwon langsung merangkul tubuh Tiffany dan mengelus pelan puggung Tiffany, mencoba menenangkan kekasihnya itu.

“berhentilah membicarakan itu. Kalian membuat kekasihku sedih.” Seru Siwon menatap kedua orang tuanya.

“aku harus ke kantor.” Siwon bangkit dari duduknya membuat Tiffany juga menatapnya dan tersenyum lalu ikut berdiri untuk mengantarkan kekasihnya itu sampai didepan rumah.

Siwon membalikan tubuhnya dan menatap Tiffany yang berdiri dibelakangnya. Merapihkan anak rambut Tiffany yang menghalangi wajah cantinya. “Oppa.. aku akan kerumah Taeyeon, anak-anak mengajakku kesana. Bolehkan?” tanya Tiffany sembari merapihkan Jas siwon.

“pergilah.. aku akan menjemputmu disana, setelah pekerjaanku selesai” Jawab siwon mengecup singkat pucuk kepala Tiffany. Lalu Siwon melirik arlojinya dan berpamitan untuk pergi ke kantor.

-oo0oo-

Choi siwon turun dari mobilnya saat mobil itu berhenti di bascamp sebuah gedung berlantai dua puluh lima itu. Siwon memasuki lift yang khusus untuk CEO dan beberapa orang penting di perusahaan itu. Sebelum pintu lift tertutup Jun Ki terlihat tergesa-gesa dan menghampiri Siwon, melirik sekilas pria itu lalu jun ki tersenyum entah apa alasannya.

“kau terlihat bahagia Siwon-ah.. apakah karena tinggal bersama Tiffany?” tanya Jun Ki

“hmm sepertinya memang seperti itu. Apa ada rumor tentangku? Mengingat kemarin aku bersama Tiffany dipernikahan Taeyeon dan Leeteuk Hyung?” tanya siwon

“kau bertanya Rumor? Tentu saja semua pegawai mungkin sedang membicarakanmu. Tapi sepertinya hari ini kita ada rapat penting, membangun kerja sama dengan Shin Sajangnim.” Ucap Jun Ki

“Shin sajangnim? Nugu?” tanya siwon menatap jun ki, kini keduanya keluar dari lift lalu berjalan memasuki ruang kerja siwon yang sudah ditinggalkannya beberapa minggu karena sibuk bersama Tiffany di Amerika.

“Shin Kyuk Ho.. kau tidak tau? Dia Pemilik Lottle Group. Dia akan melakukan kerja sama dengan Hyundai Group. Ini tawaran yang menggiurkan Siwon-ah.. Mata rantai Lottle Group mulai dari Lotte Hotel dan Lotte Shopping diperluas secara nasional dan bisnis-bisnis baru diluncurkan. Mereka memperluas pasar ke Jepang, Cina, negara-negara Asia Timur lainnya, dan juga Amerika Serikat, meningkatkan pemasaran global yang efektif untuk makanan dan minuman, perdagangan, dan bisnis pariwisata. Lotte Data Communication dan Lotte.Com didirikan untuk menciptakan model bisnis bertekhnologi tinggi. Korea Seven, Lotte Logistics, dan Lotte Fresh Delica didirikan untuk menciptakan sistem logistik makanan yang baru dan aman. Kau harus bekerja sama dengan mereka. Ini sama-sama menguntungan. Walaupun Lottle Group masih memimpin persaingan pasar karena dia menduduki posisi pertama setiap tahun tapi aku yakin dengan posisi perusahaan kita yang ada di urutan kedua untuk sekarang ini membuat kita masih bisa diatas rata-rata untuk meningkatkan target pemasaran setiap tahun.” jelas Jun Ki. Siwon tertegun mendengar perkataan itu. Lottle Group memang memegang kendali semua bisnis industri di Korea Setalan bahkan Asia. Dan sekarang waktunya dia untuk membangun kerja sama dengan Lottle Group.

“dan dia juga teman ayahmu sewaktu kuliah dulu.” sambung Jun Ki memantapkan.

“benarkah? Bukannya itu bagus? Setidaknya kerja sama perusahaan kita akan berjalan dengan baik mengingat ayahku berteman dengannya.” Ujar siwon.

“jam berapa rapat dimulai?” tanya siwon kemudian.

“aku General Manager Hyundai Group Siwon. bukan sekretarismu.” Geram Jun Ki menatap siwon.

“Hyung bukannya kau yang selalu mengatur jadwalku?” tanya Siwon polos.

“itu karena aku ingin membantumu. Sudahlah rapat akan dimulai jam sepuluh nanti. Pelajari dokumen-dokumen itu terlebih dahulu. Aku akan keruanganku. Ah matta..! yang akan meeting denganmu bukan Shin Sajangnim langsung, tapi anak perempuannya. Dia seumuran denganmu.” Ujar Jun Ki meninggalkan ruang kerja Siwon. Siwon menatap dokumen yang berada di dalam map berwarna biru itu, mengambilnya lalu mempelajari secara saksama.

-oo0oo-

Disebuah Apartement, terlihat para gadis sedang berkerumun dan saling berbagi makanan dan cemilan diruang tengah. Taeyeon sang pemilik apartemen terlihat sibuk menyambut kedatangan para member SNSD terlihat bahagia.

“kalian menganggu acara kami. Kalian tidak seharusnya datang karena kita ini masih pengantin baru. Tidak mengerti juga kami baru menikah kemarin” Ujar Leeteuk yang terlihat kesal dengan kedatangan tiba-tiba para member SNSD, lebih tepatnya ex-member SNSD.

“kita hanya datang untuk berkunjung ke apartemen baru kalian oppa. Tidak bisakah? Seharusnya kalian secepatnya pergi berbulan madu dan berikan kami keponakan yang lucu-lucu.” Jawab Seohyun

“aigoo.. maknae kami, sepertinya sudah tidak polos lagi.” Sambung Jessica yang mencoba menggoda Seohyun. Terlihat seohyun melepaskan cemilan yang ada ditangannya lalu menatap jessica dengan meyeritkan keningnya.

“itu karena dia selalu dekat dengan kyuhyun.”sambung Taeyeon terkekeh.

“eonni..” Protes seohyun karena jujur saja seohyun terlihat salah tingkah ketika taeyeon mengatakan nama kyuhyun.

“aku hanya menggodamu baby seo” sambung Taeyeon lagi sambil tersenyum.

“aku kembali besok. Aku tidak ingin pergi tapi mau tidak mau aku harus pergi” Ujar Jessica singkat yang sedang menyanpap ice cream yang ada di tangannya.

“besok? Secepat itukah?” tanya Yuri

“eoh. Aku ini seorang CEO. Kalian tau itu kan? Aku tidak bisa meninggalkan perusahaanku terlalu lama.” Jawab Jessica yang mencoba menyombongkan dirinya sebagai CEO Blanc.

“baiklah Jessica Sajangnim. Aku tau kau sibuk tapi tidak bisakah menikmati hari ini bersama kami. sambung Hyoyoen

“aku sedang menikmatinya.. tidak lihat aku ada disini didepan kalian.” Sambung Jessica

“kenapa Tiffany tidak datang kesini?” tanya taeyeon akhirnya

“dia dalam perjalanan kesini. Kita akan reuni, kita akan makan sepuasnya, kita akan berfoto bersama, dan kita akan bersenang-senang seharian.” Seru Jessica yang terlihat sangat bahagia.

“dan kalian menganggu sepasang suami istri baru.” Sambung Leeteuk membuat Taeyeon tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“eoh.. sepertinya berita pernikahan kedua Ledaer tidak kalah kebohnya dengan berita kemunculan Siwon dan Tiffany. Kalian juga Jessica Donghae.. astaga aku baru menyadarinya, anak-anak SNSD hampir sebagian berkencan dengan Super junior” Ujar sunny saat dia sedang membaca berita di internet.

“pasangan fenomenal. Putus secara misterius dan kembali bersatu secara misterius. Kalian juga Jessica pacaran diam-diam dan membuat publik terkejut dengan hadir dipernikahanku” Sambung leeteuk lagi.

Suara bel pintu apartemen membuat si pemilik mau tidak mau harus berdiri dan membukakan pintu. Mungkin Itu Tiffany, dan benar saja Tiffany sudah berdiri didepan pintu apartemen itu dan tunggu dulu sepertinya tidak hanya Tiffany yang datang. Para member super junior juga terlihat berdiri dibelakang Tiffany. Tangan mereka penuh dengan berbagai bingkisan membuat Taeyeon tersenyum dan menyapanya.

Tidak dalam hitungan tiga para member langsung masuk tanpa diperintahkan membuat suasana gedung itu terlihat sangat kacau.

“sepertinya kita benar-benar keluarga besar. Aku harus membeli rumah besar kalau kalian berkumpul seperti ini.” seru Leetuk yang menggeser duduknya karena Shindong duduk disebelahnya.

“cepatlah pindah. Apartemen ini tidak bisa menampung kami semua. Bayangkan saja beberapa tahun kedepan kita akan berkumpul lagi disini besama pasangan masing-masing dan anak-anak kita.” Sambung Yesung

“eonni.. siwon Oppa tidak ikut bersamamu?” tanya Yoona

“dia sedang ada rapat penting pagi ini” jawab Tiffany.

“benar-benar CEO yang super sibuk.” Ucap Sooyoung melirik sekilas ke arah Jessica. Tau dilirik jessica kembali melirik sooyoung dengan tatapan intimidasi membuat gadis itu segera merangkul jessica dan tertawa.

-oo0oo-

Kembali ke Hyundai Group, Choi Siwon duduk dikursi Presiden di ruang rapat itu. Jun Ki tetap berada disampingnya sambil mengarahkan apa saja yang harus dilakukan oleh Siwon. Pintu utama Ruang rapat itu terbuka, seorang wanita bertubuh tinggi, menggunakan dress selutut melangkah memasuki ruang rapat itu bersama beberapa orang yang mengikutinya dari belakang. Siwon maupun Jun Ki menoleh keasal pintu membuat Siwon mengeritkan keningnya menatap wanita itu.

“Anna?” panggil Siwon saat wanita itu berjalan disampingnya. Wanita yang bernama Anna itu menoleh lalu tersenyum ke arah Siwon.

“lama tidak bertemu Siwon-ah..” balas Shin Anna, anak dari pemilik Lottle Group. Shin Anna segera duduk di kursinya, menatap siwon sambil tersenyum dan tentunya membuat Jun Ki terlihat bingung ditempatnya.

Rapat kedua perusahaan industri korea seletan itu sudah dimulai, semua orang sibuk dengan pemikiran mereka dan terlihat fokus dengan file-file yang ada di depan mereka. Siwon bahkan menguman dalam hatinya sendiri kalau peningkatan penjualan di Lottle Group memang sangat memuaskan, dia bahkan harus menghitung keuntungan perusahaan itu dalam angka triluanan won dan grafik-grafik yang selalu diatas rata-rata sepanjang tahun. ini mengagumkan batin Siwon terlihat sangat puas.

Selang dua jam rapat itu berhasil menemukan titik temu. Hyundai Group dan Lottle Group berhasil untuk bekerja sama membangun Industri korea selatan ke benua Amerika bahkan dunia. Choi Siwon berdiri dari duduknya begitu juga Shin Anna, mereka tersenyum lalu saling berjabat tangan membuat para petinggi kedua perusahaan memberikan tepuk tangan.

“mari kita bekerja sama dengan baik Shin Anna-ssi.” Ujar Siwon tersenyum

“harap untuk saling membantu Choi Siwon-ssi” balas Anna.

“aku pikir kau tidak mengenalku ku.” Sambung wanita itu lagi melepaskan jabat tangan mereka, siwon tersenyum menatap anna “ah.. mana mungkin aku melupakanmu. Aku pikir kau tetap akan berdiam diri di amerika. Aku tidak menyangka kau adalah Anak dari Shin Sajangnim.” Balas Siwon

“bagaimana kalau kita bicara di ruanganku. Sepertinya kita harus saling bertukar cerita” sambung Siwon membuat Anna dengan cepatnya menyetujui hal itu.

Siwon membuka pintu ruang kerjanya mempersilahkan wanita itu untuk masuk kedalam. Shin Anna terlihat tersenyum ketika melihat interior ruang kerja seorang Choi Siwon. Siwon segera menyuruh Anna untuk duduk di Sofa, lalu mengambil secangkir Kopi dan meletakannya diatas meja.

“well.. ceritakan padaku kenapa kau bisa kembali ke Korea?” tanya Siwon yang kini duduk dihadapan Anna.

“karena aku dipaksa oleh ayahku. Bagaimana hubunganmu dengan Tiffany? Kalian terlihat sangat serasi. Jujur saja aku mengidolakan kekasihmu itu.” Ucap Anna tersenyum

“sudah ku tebak. Mana mungkin Shin Anna yang aku kenal menyukai dunia bisnis seperti ini. tapi sepertinya kita berdua selalu memiliki nasib yang sama, sama-sama harus tetap mau bergelut di bidang ini. kau mengidolakan kekasihku? Aku tidak percaya itu.” Ucap Siwon terkekeh.

“jangan menertawaiku Choi Sajangnim. Apa salahnya mengidolakan kekasihmu? Aku sangat terkejut kemarin saat membaca beritamu di Internet. Kalian terlihat sangat romantis di acara pernikahan taeyeon dan leeteuk.” Ucap Anna

“bagaimana dengan kehidupan asmaramu? Kau sudah menikah?” tanya Siwon

“just wait and see choi Siwon. aku akan memberitahumu nanti.” Jawab Anna tersenyum. Choi Siwon dan Shin Anna terlihat sangat akrab dan terus berbagi cerita, mereka bahkan tidak mengenal waktu.

Siwon melirik arloji ditangannya, sudah pukul empat sore. “anna.. mianhe tapi sepertinya aku harus menjemput Tiffany.” Ucap Siwon disela-sela pembicaraan mereka.

“aku juga harus pergi. Berbagi cerita denganmu membuatku lupa akan waktu berhargaku.” Jawab Anna yang segera bangkit dari duduknya.

“kita keluar bersama. Cakkaman.” Siwon berdiri dan melangkah mengambil kunci mobil diatas meja kerjanya lalu menghampiri Anna yang sudah berdiri didepan pintu ruangannya.

“kau dimana? Aku akan menjemputmu? Siwon berbicara dengan seseorang diteleponnya. Tiffany Hwang.

“oh baiklah.. aku akan menjemputmu disana.” Sambungnya lagi saat Tiffany mengatakan kalau dia masih berada di kediaman Taeyeon.

“kalian saling mencintai. Aku sangat iri.” Ujar Anna

“begitulah.. dia pacar pertama dan terakhirku” jawab Siwon. Siwon dan anna menelusuri setiap lorong kantornya membuat para pegawainya menatap heran kearah mereka. Bahkan siwon bisa merasakan menit berikutnya para pegawainya akan menyebarkan rumor yang aneh-aneh tentang dirinya.

-oo0oo-

Wanita-wanita itu sibuk dengan berbagai menu makanan di dalam dapur apartemen pengantin baru itu. Semua tenggelem dengan bahan-bahan yang mereka pegang. Iya.. mereka berencana untuk makan malam bersama di apartemen Taeyeon dan juga Leeteuk.

“aku akan mengatakan kepada Produserku untuk mengundang kalian sebagai bintang tamu di Radioku. tiba-tiba saja terlintas dibenakku untuk menghibur para Sone yang mungkin merindukan kita juga.” Ujar Sunny yang sedang memotong-motong wortel diatas mapan.

“aku setuju eonni.. bahkan disaat aku sedang bernyanyi di suatu tempat. Para Sone yang datang terus meneriaki nama SNSD, membuatku sangat terharu dan merindukan kebersamaan kita diatas panggung.” Jawab Seohyun

“Sunny-ah.. jangan sekarang ini. aku harus kembali besok. Aku ada meeting penting disana. Aku akan segera kembali dan menghibur Sone di radiomu itu.” Sambung Jessica yang sibuk mencuci daun selada.

“tidak sekarang tapi nanti” jawab Sunny mengangkat kedua alisnya lalu tersenyum. Tiffany mengambil ponsel yang ada disaku celananya saat benda itu bergetar. Dia membuka message line dan tiba-tiba saja keningnya menyerit membaca line itu. Dia berusaha tidak menghiraukan tapi tiba-tiba saja hatinya merasa takut. Tidak mungkin kekasihnya berselingkuh dibelakangnya, tidak mungkin siwon menghianatinya. Tiffany berusaha menghilangan pemikiran-pemikiran itu.

Setelah hampir dua jam bergelut didapur, para wanita itu bisa tersenyum dan membanggakan diri sendiri setelah melihat hasil masakan mereka. “kalian tidak akan meracuni kami kan?” tanya Kangin melihat makanan yang diletakan diatas meja makan itu.

Tapi beda dengan Tiffany, gadis itu berkali-kali mengecek ponselnya dan melihat jam digital dilayar ponsel itu. Siwon belum juga tiba di apartemen ini. terlintas kembali diotaknya message line dari Jun Ki yang menanyakan kepada Tiffany kalau dia mengenal wanita yang bersama siwon. tiba-tiba pintu apartemen dibuka oleh pemiliknya, Tiffany bisa bernafas legah karena Siwon masuk kedalam apartemen ini. pria itu tersenyum memasuki setiap ruangan itu.

“kau lama sekali Sajangnim” ujar Kyuhyun

“kalian menungguku? Mian aku ada rapat penting hari ini.” jawab Siwon berjalan kearah Tiffany lalu mengecup pucuk kepala wanita itu membuat Hyoyeon dan Yuri menarik dasi Siwon agar menjauh dari tubuh Tiffany.

“ini bahkan bukan rumahmu Oppa” ujar Hyoyeon menengahi keduanya.

“sebaiknya kita makan sekarang.” Ujar Taeyeon si pemilik rumah. Dengan cepat para pria itu berdiri dari duduk mereka lalu menghampiri meja makan, mengambil makanan itu dan memakannya dengan sangat lahap. Siwon melirik ke arah Tiffany, wanita itu menunjukan ekspresi dinginnya. Siwon baru menyadari kalau Tiffany tidak tersenyum menyambut kedatangannya tadi.

“chagiyaa.. ada apa? Kau sakit?” tanya siwon pada akhirnya tapi hanya dibalas oleh gelengan kepala seorang Tiffany. Wanita itu segera melangkah mendekati Sooyoung lalu mengambil sedikit makanan di piring sooyoung dan memasukannya kedalam mulut. Siwon semakin bingung dengan Tiffany. Tidak biasanya dia seperti ini. apa yang terjadi? Apa kesalahannya?

-oo0oo-

Siwon masih menangkap signal signal ketidaksenangan kekasihnya. Bahkan saat mereka pergi dari apartemen itu. Tiffany memang tidak banyak bicara dengan Siwon saat diapartemen tadi, bahkan Tiffany selalu menghidar dan mendekati para member SNSD hanya untuk sekedar bergabung dan bercerita hal-hal yang tidak penting.

“ada apa denganmu?” tanya siwon akhirnya melirik Tiffany yang duduk disampingnya.

“anni..” jawab Tiffany pendek dan singkat tanpa melirik Siwon sedikitpun

“kau tidak seperti biasanya fany-ah.. apa yang terjadi? Apa aku punya salah?” tanya siwon lagi.

“Oppa.. kau mengenal Shin Anna?” tanya Tiffany pada akhirnya. Mau tidak mau Tiffany harus menanyakan hal itu. Foto yang dikirim oleh jun ki membuat pikirannya tidak bisa berpikir normal.

“Shin Anna? Kenapa kau menanyakan itu?’ tanya siwon lagi

“Oppa.. kau tidak selingkuh dibelakangku?” Siwon menginjak rem mobil itu secara mendadak membuat mobil itu berhenti seketika. Siwon menatap Tiffany, mengulang perkataan Tiffany tadi. Berselingkuh dibelakangnya? Apa maksud Tiffany dia menuduh Siwon berselingkuh dengan Shin Anna?

“demi Tuhan aku tidak pernah berselingkuh. Siapa yang mengatakan hal sekeji itu?” tanya Siwon penuh selidik.

“jun ki Oppa mengirim foto kepadaku. Dia menanyakan apakah aku mengenal Shin Anna? Karena menurut Jun Ki Oppa kalian terlihat akrab satu sama lain. Aku tidak pernah tau kalau Oppa mempunyai teman bernama Shin Anna.” Ucap Tiffany

“Lihat Aku chagiya.. Shin Anna adalah teman kecilku, kami berteman sejak kecil dan kami sekolah bersama di Amerika sampai aku harus pindah ke Seoul sejak duduk dibangku SMP. Dia tinggal bersama ibunya di Amerika. Kami baru bertemu tadi saat sedang rapat, ayahnya yang memiliki Lottle Group yang akan bekerja sama dengan perusahanku, dan satu lagi ayahnya dan ayahku bertemen sejak mereka sekolah dulu. Demi tuhan aku hanya mencintaimu Fany-ah.. tidak pernah terlintas dibenakku untuk berselingkuh dibelakangmu.” Jelas Siwon sangat akurat. Choi Siwon dan Shin Anna memang berteman sejak kecil. Siwon baru menyadari itu, ketika dia mengingat kalau Anna hanya tinggal bersama Ibunya di Amerika karena perceraian kedua orang tuanya. Itu sebabnya siwon tidak mengenal kalau Anna adalah anak pemilik Lotte Group.

“benarkah seperti itu?” tanya Tiffany

“jangan pernah mengatakan kalau aku berselingkuh dibelakangmu. Kau adalah cinta pertama dan terakhirku.” Siwon membelai wajah putih kekasihnya, Tiffany bisa melihat dari sorot mata Siwon kalau pria itu tidak berbohong. Dia berkata jujur dan Tiffany akhirnya bisa tersenyum puas setidaknya Siwon tidak pernah mencintai wanita lain selain dirinya.

“aigoo.. jadi karena foto itu kau tidak bicara denganku tadi?” siwon tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.

“wajar aku melakukan itu. Aku kaget saat jun ki oppa bertanya padaku. Tidak mungkin juga aku bertanya didepan para member.” Balas Tiffany membela diri. Siwon hanya mengulum senyum lalu kembali melanjutkan perjalanan yang tertunda karena perkataan Tiffany tadi.

-oo0oo-

Choi Siwon terlihat terburu-buru keluar dari mobilnya, dia berlari untuk memasuki sebuah butik yang ada di pusat kota Gangnam. Saat pria itu masuk, dia sudah disambut oleh Nyonya Choi dan juga Michale Hwang yang sudah menunggu di butik itu.

“kau lama sekali siwon-ah” ucap Nyonya Choi menghampiri anaknya itu.

“mana calon istriku?” tanya Siwon seketika ketika dia tidak menyadari kehadiran Tiffany di butik itu.

“dia sedang mencoba gaun pengantinnya.” Jawab Michale Hwang.

Setelah dua bulan menunggu jawaban dari Tiffany untuk bersedia menjadi Istri dan keluarga Choi, dan tepat hari ini Tiffany dan Siwon melakukan fitting baju pengantin dan pemotretan pra wedding di Butik salah satu teman Nyonya Choi. Sebelumnya, Tiffany dan Siwon sepakat untuk melalui segela prosesi yang biasa dilakukan oleh pasangan yang ingin menikah. Karena pernikahan hanya akan terjadi sekali seumur hidup, maka keduanya sepakat untuk menjadi indah dan berkesan. Walau pun mereka sering berbeda pendapat untuk hal semacam ini.

Tiffany Hwang berdiri didekat gaun putih panjang dengan renda-renda dan manik-manik yang menghiasinya serta taburan berlian swaroski. Modelnya cukup simple dan terkesan feminim dan mewah. Sesuai keinginan Tiffany sendiri.

“keurom, cobalah gaunmu dulu dan kita akan liat apakah ada yang perlu di ubah atau sudah sempurna di tubuhmu.” Ujar Nyonya Kang, pemilik Butik ini. Tiffany hanya mengakuk kemudian mengikuti dua orang asisten yang telah membawa gaun nya itu dan satunya lagi membawa aksesoris yang dibutuhkannya.

Saat tengah didandani, Michale masuk kedalam kamar ganti dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Wanita berkepala tiga itu terlihat bahagia ketika Adik bungsunya anak menikah dengan pria yang dipilih oleh hatinya. “hmm.. siwon sudah tiba, dia sedang diruang ganti memakai toxedonya.” Ucap Michale tersenyum

“you’re beautiful Fany..” sambung Michale dengan penuh kebahagiaan saat dia memeriksa make up Tiffany. Seketika itu pula Michale mengeluarkan air matanya menatap Tiffany.

“don’t cry eonni..” lirik Tiffany menghapus air mata kakaknya itu. Kakak yang sudah berperan sebagai ibu untuknya semenjak dia berusia sebelas tahun.

“i’m so Happy.. i’m so happy Tiffany..! selangkah lagi kau akan menikah. Kau bukan tanggung jawabku lagi. Aku harap kau selalu bahagia bersama Siwon.” ucap Michale Hwang membelai rambut Tiffany. Tiffany terharu dia ingin menangis tapi itu tidakmungkin karena Michale akan menjadi sedih karenanya.

Tiffany menatap pantulan dirinya di cermin..”yeppo..” lirih Tiffany kepada dirinya sendiri. “ kau sangat cantik dan calon suamimu sangat tampan. Kalian pasangan serasi dan aku iri melihatnya.” Sambung salah satu pegawai di butik itu.

“aku tidak percaya kalau ini aku.” Tiffany kembali menatap pantulan dirinya didepan cermin besar itu dengan gaun putih mewah yang melilit tubuh rampingnya. Ia tersenyum sendiri sambil memutar tubuhnya untuk melihat kebelakang.

“aigoo.. noemu yeppo.. tidak salah Nyonya Choi memilih calon menantunya.” Ucap Nyonya Kang saat dia melihat Tiffany yang sudah menggunakan gaun hasil rancangannya.

“keluarlah.. temui calon suamimu.” Sambung Nyonya Kang lagi.

-oo0oo-

“setiap langkah yang kulalui membuat degup jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Selangkah lagi dan lebih cepat lagi. Selangkah lagi dan kurasa jantung ku akan benar-benar keluar dari tempatnya.” Batin Tiffany saat dia berdiri didepan sebuah pintu. Pintu itu terbuka, pintu yang membatasi Tiffany dan Siwon, dengan menunduk malu Tiffany berjalan keluar dari ruangan. Tepat didepannya Tiffany bisa melihat celana dan sepatunya.

Sekali lagi Siwon merapihkan Tuxedo putih yang dia kenakan, Siwon menatap pantulan dirinya dicermin. Sempurna hanya itu yang terlintas dibenaknya. Siwon memasukan tangannya ke kantong celana sembari mengetuk-ngetuk kaki ke lantai. Dia hanya tidak ingin karyawan disini mendengar detak jantungnya yang sedang berlomba. Siwon semakin tegang begitu mendengar pintu di belakangnya terbuka. Dengan segera dia memutar tubuhnya dan hanya bisa terdiam menatap seorang wanita yang tengah menunduk keluar dari ruangannya. Satu detik.. dua detik.. tiga detik.. Oh.. sampai kapan siwon akan terdiam seperti ini? wanita yang ada dihadapannya kini benar-benar terlihat cantik dengan balutan gaun mewah yang ia gunakan. Siwon selalu melihat Tiffany menggunakan gaun mewah saat sedang bernyanyi diatas panggung, tapi ini sungguh beda. Tiffany benar-benar sangat cantik luar biasa.

“sampai kapan kalian hanya saling diam.” Seru Michale membuat Siwon dan tiffany tersontak kaget. Tiffany segera mengangkat wajahnya sedangkan Siwon mengalihkan pandangan keluar jendela, hal itu lagi-lagi membuat Michale Hwang terkikik.. “kalian benar-benar lucu.”

Sama seperti Siwon, untuk beberapa detik Tiffany hanya diam menatap siwon dengan tuxedo putih yang membalut tubuhnya. dan tuxedo itu benar-benar pas di tubuh Siwon.

“kalian hanya diam seperti ini terus?”tanya nyonya kang dan mulai memanggil fotografer yang akan menangani pemotretan hari ini.

“ehem..” siwon berdehem menatap Tiffany yang masih menatapnya dalam diam. “kau terlihat cantik” puji Siwon yang membuat Tiffany tersenyum.

“kau juga tampan Oppa..” puji Tiffany membuat Siwon menaikan alisnya dan menyeriangai puas. “jinjayo?” ia memutar tubuh nya menghadap cermin besar yang ada dibelakangnya. “hmm.. aku memang tampan, kau sangat beruntung mempunyai calon suami seperti itu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana patah hatinya fans ku melihat aku menikah dengan malaikat seperti mu.” Kata Siwon.

“aku juga tidak bisa membayangkan apa kata fans ku ketika melihat aku menikah dengan seorang choi siwon.” sambung Tiffany. Siwon maju beberapa langkah untuk menepis jarak diantara mereka. “lihat.. kita benar-benas cocok bukan?” sahut Siwon membuat Tiffany hanya mengulum senyum da mengakuk setuju.

“keurochi.. terlihat sangat serasi.” Tiffany terkikik sendiri. “should we take a picture.” Tiffany mengakuk dan siwon segera mengeluarkan ponsel dari saki celananya dan mereka kemudian mengabadikan momen itu diponsel Siwon. dengan senyum yang mengambang Siwon telah berhasil mengungah foto itu diakun instagramnya “we got merried” tulis Siwon dan kembali memasukan benda itu kedalam kantong celananya.

Hari sudah malam saat keduanya selesai melakukan fitting baju pengantin dan melakukan foto pra wedding yang mengambil beberapa foto dan harus menganti pakaian sebanyak empat kali. “gamsahammnida” siwon dan tiffany membungkuk mengucapkan terima kasih kepada nyonya kang dan juga seluruh karyawan yang telah membantu mereka hari ini. keduanya berjalan menuju mobil siwon. sementara Nyonya Choi dan Michale Hwang masuk kedalam mobil yang berbeda.

“ah.. mogoshipta..” siwon memegang perutnya karena lapar lalu melirik sekilas ke arah Tiffany yang sibuk dengan ponselnya sambil tersenyum sendiri.

“apa yang membuatmu tersenyum?” tanya Siwon pada akhirnya.

“aku sedang membaca komentar fans seorang choi siwon di akun instagramnya. Lihatlah mereka banyak yang patah hati.”jawab Tiffany

“haruskah kita makan malam dulu sebelum pulang?” tanya Siwon lagi. Tiffany hanya mengakuk dan tetap sibuk dengan membaca komentar di akun instagram milik choi siwon.

-oo0oo-

Wedding instrumen mengalun indah di sebuah ballroom hotel berbintang lima yang ada di kawasan gangnam. Seorang pria bertubuh tinggi berdiri dengan sangat tegap, terlihat sangat jelas kalau Choi Siwon sangat gugup. Bahkan ketika teman-teman Super Junior menggodanya, seorang siwon hanya tetap diam dan memperlihatkan wajah gugupnya. Pintu Ballroom utama itu di buka oleh beberapa petugas di Ballroom itu. Seorang wanita dengan balutan gaun putih yang sederhana elegan dan mewah itu berjalan dan mengapit tangan kakaknya Leo Hwang. Perlahan tapi pasti, Tiffany melangkah mendekati Siwon yang berdiri didepannya. Detak jatung keduanya sama-sama tidak terkendalikan. Suara tepuk tangan sangat meriah terdengar. Dengan senyum Tiffany tetap melangkah maju.

“jagalah adikku dengan baik. Aku menyerahkan tanggung jawabku padamu Choi Siwon.” Ujar Leo Hwang saat mereka sudah berhadapan dengan siwon. choi siwon hanya tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Tiffany dan berdiri sejajar dengannya. Mereka berdua sama-sama terhanyut dalam pemberkatan yang dilakukan hari itu. Mengucap janji sehidup semati bersama dalam suka dan duka dan selalu saling mencintai. Siwon bisa bernafas legah akhirnya wanita yang berdiri disampingnya sekarang sudah sah menjadi istrinya. Jessica Jung bertugas untuk membawakan cincin pernikahan kedua mempelai. Kedua cincin itu diberikan oleh Jessica kepada Tiffany dan Juga siwon, Jessica bahkan harus mendesain cincin pernikahan mereka. Elegan dan juga mewah.

“doakan aku agar secepatnya menyusul kalian” bisik jessica saat berhadapan dengan Tiffany dan juga siwon.

“secepatnya susul kami” balas Siwon tersenyum begitu juga Tiffany.

Setelah menyelesaikan segala prosesi pernikahan, baik Tiffany dan Siwon sama-sama berjalan menyelusuri kerumunan para tamu undangan. Terlihat jelas keduanya sangat bahagia, mereka benar-benar dijodohkan oleh Tuhan.

“kau kau kau dan kau..! cepat menyusul” seru Siwon menunjuk ke arah Donghae, Eunhyuk, Kangin dan juga Yesung yang diketahui oleh siwon kalau mereka sudah memiliki calon pendamping hidup yang kini berdiri disisi mereka masing-masing.

“sombong sekali kau hyung.. mentang-mentang sudah menikah.” Jawab henry memonyongkan bibirnya itu.

Pernikahan itu terlihat sangat mewah, bahkan disiarkan secara live di stasiun televisi korea selatan. Dengan merangkul pingang Tiffany, kini siwon sudah berjalan menghampiri teman-teman bisnisnya.

“Anna..” siwon memanggil seorang wanita dengan balutan gaun berwarna hitam itu yang sedang bercengkrama dengan beberapa orang yang ada didepannya.

“selamat menimpuh hidup baru Choi Siwon dan Tiffany Hwang” ucap Shin Anna sambil mencium pipi kiri dan kanan kedua mempelai.

“kalian benar-benar serasi” sambung Anna lagi. Tiffany hanya tersenyum, lalu mengamati pembicaraan Siwon dan teman-teman bisnis nya itu. Membosankan hanya itu yang ada didalam hati seorang Tiffany hwang.

-oo0oo-

Terik sinar matahari yang masuk melalui celah celah tirai jendela berwarna coklat itu tidak membuat kedua anak manusia yang baru saja menjadi sepasang suami istri itu terbangun dari tidurnya. Dan beberapa menit kemudian Tiffany terbangun terlebih dahulu, dia merasakan kalau tangan kekar siwon kini memeluknya sangat agresif di bawah selimut tebal berwarna putih itu dan tangan siwon yang satunya lagi kini berada dibawah kepalanya sebagai bantalan. Tiffany tersenyum sendiri ketika mengingat kejadian semalam, dia memejamkan matanya lalu tersenyum lagi. Sekarang dia benar-benar milik seorang choi siwon. Suaminya

Tiffany mengangkat wajahnya lalu menatap siwon yang masih tertidur puas, sangat nyenyak dan terlihat kelelahan. Tangan Tiffany terulur untuk merapihkan rambut hitam suaminya itu, membelai wajah maskulin yang membuatnya jatuh cinta. Lagi-lagi Tiffany hanya mengulum senyum melihat ketampanan suaminya itu.

“berhentilah menagagumi wajah tampan suamimu ini nyonya Choi” suara Siwon yang serak membuat Tiffany menjauhkan tangannya dari wajah siwon.

“sejak kapan Oppa bangun?” tanya Tiffany. Siwon tidak menjawab dan dia hanya kembali mengeratkan pelukannya dipinggang istrinya.

“tidurlah lagi. Aku masih mengantuk.” Ucap Siwon yang matanya masih terpenjam.

“bangunlah.. ini sudah siang Oppa.. keluarga mungkin sudah menunggu kita untuk sarapan.” Ucap Tiffany yang mencoba melepaskan pelukan siwon dari pingangnya.

“shireo.. biarkan saja mereka sarapan sendiri. Kita masih pengantin baru dan mereka memaklumi itu.” Ucap Siwon yang kembali memeluk pinggang Tiffany dengan mata yang masih terpenjam.

“kalau begitu Oppa lanjutkan tidurnya. Aku akan mandi dulu.” Tiffany segera melepaskan diri dari tangan agresif seorang choi siwon lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan beranti pakaian, Tiffany melangkah menuju jendela besar yang ada di kamar suite hotel itu. Membuka tirai itu hingga membuat sinar matahari masuk dengan leluasa. Tiffany melirik ke arah tempat tidur, terlihat siwon menutup wajahnya dengan bantal karena silau matahari yang mengusik tidurnya. Dengan langkah cepat Tiffany menghampiri siwon dan menarik bantal itu.

“Oppa Ironaa..” teriak Tiffany tepat ditelinga siwon. siwon tidak menjawab dan kembali menarik selimut untuk menutupi wajahnya.

“Oppaa..” Tiffany menarik selimut itu hingga turun sampai ke perut siwon.

“aku tidak memakai apapun, jangan lakukan itu.” Sontak Tiffany menghentikan kegitanya dan melepaskan selimut itu kembali.

“baiklah.. aku akan keluar menemui mereka. Mimpilah dengan indah” ujar Tiffany membalikan tangannya. Siwon dengan cepat langsung memegang tangan kanan Tiffany membuat istrinya itu menghentikan langkahnya. Siwon bangun dari tidurnya dan duduk diatas tempat tidur dengan wajah mengantuknya.

“tungguhlah sebentar aku akan mandi dan kita pergi bersama.” Ujar siwon. Siwon segera mendekati wajah Tiffany lalu mengecup singkat bibir yang masih bengkak akibat ulahnya semalam “morning kiss”.

-oo0oo-

Siwon dan tiffany keluar dari Lift dan menuju sebuah restoran yang ada di hotel itu untuk menemui keluarga mereka. Mereka menggunakan baju couple yang dibelinya waktu itu. Kedua keluarga yang sudah menyelesaikan sarapan mereka menatap pasangan pengantin baru itu dengan senyuman yang mengembang di bibir mereka.

“apa tidur kalian nyenyak?” tanya Nyonya Choi saat keduanya datang menghampiri.

“sampai jam berapa melakukannya? Ah jangan bilang sampai Pagi Fany” sambung Leo menggoda adiknya itu.

“Oppa..!” tiffany menatap Leo dan laki-laki itu hanya tersenyum puas menyaksikan wajah merah adiknya itu.

“aku hanya menggodamu. Duduklah dan nikmati sarapan kalian” ucap Leo lagi.

“berikan aku keponakan yang lucu-lucu” seru Jiwon terlihat bersemangat.

“doakan saja. Masih dalam proses” sambung Siwon dan tiffany berhasil memberikan sebuah cubitan kecil dipinggang suaminya itu, membuat siwon meringis kesakitan.

-oo0oo

tiga bulan sudah Tiffany menyandang status sebagai Nyonya choi Siwon, bahkan Tiffany dan siwon tidak tinggal lagi bersama keluarga Choi. Choi siwon membeli sebuah rumah untuk ditempati oleh keluarga kecilnya, dan Tiffany bersyukur karena Suaminya jauh lebih perhatian.

Tiffany mengambil dasi siwon, mencocokan benda itu dengan kameja yang digunakan oleh suaminya. Sudah jadi rutinitasnya untuk manyampulkan dasi itu keleher siwon setiap pagi , dan membuat siwon bisa memeluk Tiffany setiap pagi.

“aku tidak bisa makan siang dirumah. Karena aku harus ke Deagu untuk memeriksa cabang hyundai disana. Tidak apa-apakan?” tanya Siwon saat Tiffany masih sibuk dengan kegiatan menyampulkan dasi itu.

“gwenchana.. hari ini aku akan ditemani Taeyeon dirumah. Taeyeon dan Sunny akan datang siang ini.” jawab Tiffany. Tiffany tidak boleh egois karena sebelum menikah pun dia sering melihat siwon pergi ke luar kota untuk keperluan bisnis. Dia harus memberi semangat karena suaminya harus mengelolah Hyundai departemen store yang memiliki sebelas cabang di korea setalan. Belum lagi cabang yang dimiliki di luar negeri.

“baguslah.. kau tidak akan kesepian karena kehadiran mereka.” Jawab Siwon. Tiffany hanya tersenyum mendengarnya. Tapi dari hatinya sendiri, dia tidak bahagia. Karena sampai sekarang juga Tiffany belum ada tanda-tanda untuk hamil. Dan dia ingin seperti taeyeon yang sibuk dengan koleksi-koleksi baju bayi yang bahkan masih dalam kandungnya. Taeyeon terlihat bahagia saat dia mengandung, walaupun berat badannya naik dan sedikit gemuk taeyeon masih bisa menikmati peran sebagai calon ibu untuk anaknya nanti.

“sudah selesai” ucap Tiffany, Siwon segera melepaskan pelukannya dan mengecup pucuk kepala Tiffany lalu merangkul tangan tiffany untuk ikut bersamanya hingga keluar dari kamar itu.

“hati-hati dijalan” ucap Tiffany mencium pipi siwon singkat sebelum suaminya itu pergi ke kantor.

“jaga diri baik-baik dirumah. Aku pergi dulu” siwon segera masuk kedalam mobil sebelum meninggalkan halaman rumah itu. Tiffany melambaikan tangannya lalu setelah mobil putih itu menghilang dari matanya, wanita itu segera berbalik dan masuk kembali kedalam rumah.

-oo0oo-

Siwon memeluk Tiffany semekain erat sehingga wanita itu terpaksa mengurungkan niatnya untuk pergi dari tempat tidur walau hari sudah pagi dan matahari sudah menyapa mereka. Hari ini Siwon tidak pergi ke kantor karena libur dan Tiffany tau ini kebiasaan siwon ketika hari libur tiba. Mereka menghabiskan waktu berdua seperti ini.

Tiffany tiba-tiba menutup mulutnya ketika dia merasa ingin muntah. Aneh baru kali ini perasaannya seperti ini. dengan cepat Tiffany melepaskan pelukan siwon dan turun dari tempat tidur, dia berlari memasuki kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Siwon yang mendengar suara itu segera mengibaskan selimut yang melilit tubuhnya dan langsung mencari Tiffany yang bersandar di wastafer kamar mandi dengan lemah.

“ada apa? Kau sakit?” tanya Siwon menghampiri dan mengusap punggung Tiffany secara perlahan. Tiffany mencuci mulutnya dengan air lalu dengan tatapan lemah dia melihat ke arah siwon yang terlihat kawatir padanya.

“gwenchana. Mungkin hanya masuk angin.” Jawab Tiffany

“tidak mungkin Yeobo.. sejak kapan muntah-muntah seperti ini?” tanya Siwon

“baru kali ini. sudahlah ini hanya masuk angin saja” tepis Tiffany. “keluarlah aku mau mandi” Tiffany segera mendorong tubuh siwon keluar dari kamar mandi membuat siwon mau tidak mau harus mundur dari tempat itu. Setelah selesai mandi dengan cepat Tiffany meminta Siwon untuk mandi juga, tanpa di hitung lama Siwon mengecup bibir Tiffany dan meninggalkan istrinya itu untuk masuk kedalam kamar mandi.

Siwon mengeritkan keningnya saat dia keluar dari kamar mandi, Tiffany tidak seperti biasanya, istrinya terlihat sakit dan sedang berbaring di sofa panjang yang ada dikamar mereka.

“Oppa..” Tiffany memanggil pria itu dengan suara parau sambil memijit pelipisnya yang terasa sakit.

“ada apa? Kau sakit?” siwon menghampiri dan duduk disamping Tiffany, tangannya terulur menyentuh dahi Tiffany. “suhu tubuhnya tidak panas.” Ucap Siwon

“kepalaku terasa sakit. Tidak apakan kalau Oppa sarapan sendiri? Ahjuma sudah menyiapkannya di atas meja makan.” Ucap Tiffany menatap siwon.

“kau juga harus sarapan. Kita akan kedokter hari ini. kau terlihat pucat sayang.” Ucap Siwon.Siwon sangat kawatir melihat istrinya yang tidak seperti biasanya. Setiap pagi ketika bangun Tidur Tiffany selalu membantu pelayan untuk membuatkan sarapan untuknya tapi pagi inii Tiffany terlihat lemah dan wajahnya sangat pucat tapi anehnya suhu tubuhnya tidak panas.

“tidak perlu.. aku hanya butuh istirahat” jawab Tiffany

“tidak! Kau sakit sayang. Jangan membantahku. Kita ke dokter, ah tidak sepertinya aku yang harus menghubungi Dokter Kim untuk memeriksamu dirumah.” Siwon segera berdiri dan mengambil ponselnya yang terletak di atas meja rias, lalu segera menghubungi dokter keluarganya.

-oo0oo-

Dokter Kim sedang memeriksa keadaan Tiffany yang berbaring diatas tempat tidur, siwon yang berdiri dibelakang dokter kim terlihat sangat kawatir.

“istriku sakit apa Uisanim?” tanya Siwon saat Dokter Kim selesai memeriksa Tiffany. Dokter Kim menghadap Siwon lalu tersenyum. Siwon bahkan tidak bisa mengerti kenapa dokter kim masih bisa tersenyum disaat istrinya sakit.

“tidak perlu kawatir. Istrimu sedang hamil dan itu wajar. Aku akan memberikan beberapa vitamin agar istrimu tidak muntah lagi di pagi hari, setidaknya mengurangi rasa mualnya” seru dokter kim. Siwon membulatkan matanya lalu melirik sekilas kearah Tiffany yang terlihat terkejut.

“benarkah aku hamil? Tangan Tiffany menyentuh perutnya yang masih rata lalu membelainya secara perlahan. Dia sangat bahagia, akhirnya dia bisa memberikan anak untuk siwon.

“Uisanim.. istriku benar-benar hamil? Tanya Siwon yang tidak percaya tapi terlihat jelas kalau dia sangat bahagia.

“sebaiknya lakukan USG ke dokter kandungan Siwon-ah.. itu lebih akurat dan kalian akan tau berapa usia kehamilan istrimu.” Ucap Dokter Kim seraya memberikan sebuah kertas resep kepada Siwon. “kalau begitu aku permisi dulu.” Dokter Kim segera keluar dari kamar itu, dan siwon mengantarnya. Sampai didepan pintu kamar, siwon menoleh ke arah Tiffany yang menunjukan ekspresi terkejutnya dengan tangan kanannya mengelus perut itu.

Siwon kembali beberapa menit kemudian, dia melihat Tiffany sudah duduk disandaran tempat tidur. Dengan cepat Siwon segera menghampiri istrinya itu dan langsung menariknya kedalam pelukannya.

“aku tidak menyangka aku akan menjadi seorang Ayah.. Gumawo Chagiaya..” ujar siwon memeluk istrinya itu. Tiffany hanya tersenyum lalu membelai punggung siwon secara perlahan.

“kita harus ke dokter kandungan sayang. Dokter Kim tadi memberiku resep vitamin agar bisa meredahkan rasa mualmu. Tapi kau harus makan dulu. kau mau makan apa biar ahjumma yang memasaknya. Katakan sayang” ucap Siwon yang merapihkan poni Tiffany.

“kimbab.. aku ingin makan kimbab” jawab Tiffany tersenyum.

“ah baiklah.. aku akan meminta Ahjumma untuk memasaknya.” Siwon segera berdiri dan keluar dari kamar itu. Tiffany kembali mengelus perutnya. Didalam rahimnya kini tengah tumbuh sebuah janin, sebuah kehidupan baru dan itu adalah bayi mereka.. anak mereka.

-oo0oo-

Setelah mengetahui kalau istrinya hamil, Siwon lebih protektif kepada Tiffany. Usia kehamilan Tiffany menginjak minggu ke enam, rasa mual dan tidak berselera makan menjadi tantangan baru untuk Tiffany. Siwon selalu memaksa Tiffany untuk makan tapi baru sesuap Tiffany kembali memuntahkan isi perutnya.

Siwon sedang mengenakan pakaiannya segera setelah dia selesai mandi saat Tiffany baru saja bangun dari tidurnya. Hari ini merupakan hari libur yang pria itu ciptakan sendiri, dia memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor dan memilih untuk tetap dirumah bersama Istrinya. Menghabiskan waktu di rumah dengan Tiffany dan calon bayi mereka seribu kali lipat lebih baik dibandingkan bekerja di kantor. Dia tidak ingin meninggalkan Tiffany sendirian dirumah karena pelayan yang bekerja dirumah tidak masuk hari ini.

“Oppa..” Tiffany memanggil pria itu dengan suara parau sambil mengusap-ngusap matanya yang masih sedikit mengantuk.

“ya?” Siwon bertanya tanpa mengoleh kepalanya dan tetap fokus pada kegiatannya.

“ada apa sayang?” Siwon selesai berpakaian dan kini dia sudah mengenakan denim dan jeans hitam. Dia tampak seperti layaknya pria muda masa kini yang berniat bersantai dirumahnya.

“tidak ke kantor? Hari ini hari seninkan?” tanya Tiffany saat dia melihat pakaian yang siwon gunakan.

Siwon berjalan mendekati tempat tidur, menghampiri istrinya yang terlihat sangat betah disana. Dengan senyum yang mengembang Siwon segera mencium kening Tiffany lalu perlahan turun ke bibir tipis istrinya itu. Siwon terlalu mencintai istrinya dia tidak ingin meninggalkan Tiffany ataupun berniat menyakitinya lagi.

Ting tong ting tong………

Bel rumah terus berdering sehingga suaranya membuat siwon benar-benar kesal mendengarnya, dia tidak mengerti bagaimana seseorang datang kerumahnya pada saat yang sungguh tidak tepat seperti sekarang ini. dia baru saja menikmati paginya bersama sang istri dan suara itu lagi-lagi membuat siwon kesal merusak semuanya.

Sial..!

Meskipun bel terus berbunyi, siwon bertahan untuk tidak memperdulikannya. Persetan dengan suara penganggu itu, ini masih pagi. Pikirnya. Dia sedang menatap wajah malaikat istrinya, benar-benar cantik dan dia bersyukur memiliki wanita ini.

“oppa..” sekali lagi Tiffany mencoba mengalihkan perhatian Siwon..”ada tamu..”

“arra.! Siapa yang datang di pagi hari seperti ini..” siwon mengacak rambutnya yang masih setengah basah. “kau cantik sekali sayang.. aku mencintaimu” siwon memuji istrinya kemudian segera beringsut menginggalkan kamar itu.

Bagaimana pun kata-kata yang terdengar seperti pujian tersebut sungguh manis ditelinga Tiffany tetapi juga memalukan.

“kenapa lama sekali membukakan pintu untuk kami..” Jessica terlihat kesal ke arah siwon saat laki-laki itu kini berdiri didepannya dengan kening yang menyerit. Tiga orang wanita berpakaian santai dengan kaos dan juga celana jeans sudah berdiri didepan pintu rumahnya. Jessica Jung, Lee Sunny, dan juga Choi Sooyoung.

“untuk apa kalian kesini?” siwon bertanya dengan nada sinis.

“aku dengar eonni sakit. Dimana dia Oppa?”tanya Sooyoung. Siwon kembali melirik ketiga wanita yang ada dihadapannya mereka menunjukan ekspresi kekawatiran mereka.

“ada dikamar masuklah” ucap siwon pada akhirnya, ketiga wanita itu langsung masuk dan membuat siwon bergeser dengan sendirinya. Siwon hendak kembali mengunci pintu tapi sebuah mobil sport berwarna biru sudah berhenti tepat dibelakang mobil Sunny.

“Oppa.. dimana Fany?” Hyoyeon segera turun dan menghampiri siwon, lagi-lagi Siwon melihat wajah kawatir wanita ini. tentu saja mereka kawatir, Tiffany adalah keluarga mereka.

“ada dikamar.. masuklah” dengan cepat siwon kembali menutup pintu rumahnya sebelumnya dia memastikan kalau hyoyeon adalah tamu terakhir pagi ini.

Pintu kamar terbuka membuat Tiffany menoleh dan menatap bingung keempat wanita yang kini berjalan menghampirinya dengan sangat kawatir.

“Fany-ah.. gwenchana? Aku dengar kau sakit.” Suara Sunny bertanya terlebih dahulu. Mereka duduk ditepi ranjang itu menatap Tiffany dengan penuh kekawatiran. Siwon sudah berdiri di depan pintu kamar, menyandarkan dirinya disana dan terus mengawasi mereka.

“aku baik-baik saja. Apa yang membuat kalian datang kesini? Oh.. yongie kau tidak syuting hari ini?” tanya Tiffany

“managerku kemarin melihat eonni dirumah sakit. Dia bilang eonni sakit makannya aku kesini dan menunda syutingku sampai siang nanti.” Jawab Sooyoung. Tiffany hanya tersenyum sehingga matanya juga ikut tersenyum.

“kau tertawa? Kau sakit apa? Tidak seperti biasanya kau duduk ditempat tidur seperti ini bahkan ini sudah pagi.” Sambung Jessica sambil meletakan punggung tangannya didahi Tiffany merasakan suhu tubuh wanita itu.

“sudahku bilang aku baik-baik saja”

“istriku hamil dan kalian harus bersiap-siap menyambut keponakan baru lagi.” Sambung Siwon yang masih berdiri didekat pintu.

“benarkah?” tanya keempat gadis itu bersamaan dan hanya dibalas oleh angkukan kepala oleh Tiffany. Dengan sangat bahagia keempat gadis itu langsung memeluk tubuh tiffany sangat erat.

Jessica dengan cepat menyingkar tubuh Hyoyeon sunny dan juga sooyoung, dia menyandarkan telinganya tepat di perut Tiffany yang masih terlihat rata itu.

“ini baru enam minggu sica.. kau belum bisa mendengarkan apa-apa.” Ucap Tiffany sambil terkikik.

“aku akan memberitahu yang lainnya. Aku akan mendapatkan dua keponakan sekaligus..” ucap Hyoyeon sambil sibuk dengan ponselnya.

-oo0oo-

Tiffany dan Siwon datang mengunjungi kediaman Tuan Choi untuk undangan makan malam dari Nyonya Choi sendiri. Dengan senyum yang mengembang Siwon masuk kerumah itu dan merangkul pinggang tiffany. Senyum keduanya terus menghiasi sudut bibir mereka hingga pada akhirnya mereka bertemu dengan keluarga Choi..

“kalian sudah datang.. kemarilah” sambut Nyonya Choi saat dia melihat anak dan anak menantunya sudah berdiri di depannya. Dengan langkah besar siwon dan Tiffany langsung duduk dimeja makan.

“oh.. dimana Jiwon?” tanya Siwon saat dia tidak menemukan sosok adik perempuannya disana.

“dia pergi makan malam bersama Henry” jawab Nyonya Choi

“Mwo? Henry?” siwon membulatkan matanya seketika saat ibunya menyebutkan nama Henry dengan tenang. Tunggu dulu apakah adiknya mulai berkencan dengan Henry? Tidak tidak.. siwon tidak akan mengijinkan adiknya berkencan dengan teman-temannya.

“dia sudah dewasa Oppa.. kau tidak boleh terlalu menekannya.” Sambung Tiffany. Walaupun Jiwon sudah dewasa tapi tetap saja dia tidak suka kalau salah satu member super junior menjadi iparnya nanti. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Henry akan menjadi adik iparnya.

Nyonya Choi hanya melirik Tiffany yang hanya memainkan sendoknya diatas piring. Anak menantunya itu hanya makan dua suap lalu setelahnya dia hanya minum air putih.

“apa makanannya tidak enak sayang? “ tanya Nyonya Choi dengan suara yang lembut.

“dia kehilangan selera makan Eomma..” sambung Siwon

“weayo? Kau sakit?” tanya Tuan Choi yang kini menatap Tiffany.

“anniyo.. mungkin karena bayinya tidak ingin ibunya terlihat gemuk.” Jawab Tiffany sambil mengelus perutnya.

“bayi?” Seru nyonya dan tuan Choi secara bersamaan. Pasangan suami istri itu saling pandang lalu kembali melirik ke arah Tiffany.

“kau hamil sayang?” tanya Nyonya Choi

“baru enam minggu eomma..kami baru tau kemarin pagi.” Jawab siwon menjelaskan.

“syukurlah.. kalian akan memberikan cucu untuk kami. Jaga kesehatan dan tetap mengkonsumsi vitamin. Oh jangan lupa minum susu untuk ibu hamil.” Ujar nyonya Choi. Tiffany hanya mengakuk dan mengiyakan.

Bukan hanya keluarga Choi saja yang bahagia mengetahui kalau Tiffany hamil, kini keluarga Hwang yang tinggal di Amerika juga ikut bahagia mengetahui kabar bahagia itu. Tiffany dan siwon sangat bersyukur karena hal ini. mereka berdua bahagia dan tidak sabar menanti anak mereka lahir kedunia ini.

-oo0oo-

Lima bulan telah berlalu dengan cepat, taeyeon pun sudah melahirkan bayi perempuannya dengan sangat cantik. Ada sedikit ketakutan saat Taeyeon menceritakan proses persalinannya. Tiffany bahkan tidak bisa membayangkan hal itu, dia mengelus ngelus perus nya yang sudah membesar dengan penuh sayang. Pintu rumahnya terbuka dan terlihat siwon masuk dengan wajah yang tidak enak dipandang. Pria itu bahkan tidak menyapa Tiffany yang duduk disofa ruang tengah. Langkah siwon segera memasuki sebuah ruangan kerjanya yang ada disudut rumah itu. Tiffany bahkan bisa mendengarkan pintu itu tertutup dengan sangat rapat.

Tiffany bangkit dari duduknya, dia berjalan menghampiri ruang kerja siwon. Tiffany tidak mengerti apa yang terjadi pada suaminya itu. Siwon tidak seperti biasanya, ini pasti ada yang aneh. Dengan cepat Tiffany melangkahkan kakinya ke kamar dan mengambil ponselnya dia segera menghubungi Jun Ki dan menanyakan apa ada sesuatu yang terjadi dengan perusahaan? Karena siwon bersikap seperti tadi.

“mwo? Oppa kau tidak sedang becanda bukan?” tanya Tiffany dengan keterkejutannya.

“ah aku mengerti Oppa. . gumawo..” Tiffany segera menutup sambungan telepon itu. Dia kembali keluar dari kamarnya dan tanpa ragu Tiffany membuka pintu ruang kerja suaminya itu. Melihat siwon duduk disebuah sofa panjang ruang kerjanya, Siwon menyadari kehadiran Tiffany tapi pria itu tidak menoleh sedikitpun. Dia terus membaca dokumen-dokumen yang ada ditangannya. Tiffany tersenyum dan berjalan duduk disamping Siwon.

“apa ingin aku buatkan ekspreso?” tawar Tiffany tapi siwon tidak menoleh sedikitpun. Tiffany hanya mendesah pelan. Dia mengerti betapa sulitnya siwon sekarang ini. Jun Ki baru saja menjelaskan padanya kalau Hyundai Group mengalami penurunan dalam tingkat pemasaran dan kehilangan beberapa juta won untuk bulan ini. sebagai seorang CEO Siwon bertanggung jawab akan hal itu, dia tidak ingin perusahaan yang dibangunnya hancur begitu saja.

“kau bahkan tidak menyapa bayi kita” ujar Tiffany lagi mencoba mengalihkan perhatian siwon dari dokumen-dokumen itu. Siwon akhirnya menoleh, tangan kanannya menyentuh dan mengelus perut buncit istrinya lalu menciumnya sekilas.

“mianhe.. tapi Appa benar-benar sibuk sayang.” Bisik Siwon, dia kemudian kembali membaca dokumen-dokumen itu.

“apa yang terjadi? Katakan pada ku Oppa. Kau terlihat berbeda malam ini.”seru Tiffany

“ada masalah dalam perusahaan. Aku harus menyelesaikannya sebelum ayah tau soal ini.” jawab Siwon menatap Tiffany. Tiffany melihat ekspresi dan suara Siwon yang tertekan. Ia meminta suaminya untuk tidur sebentar, dan siwon tetap bertahan untuk menyelesaikan masalah perusahaan itu dengan terus membaca dokumen yang ada ditangannya.

Tiffany terlihat sedikit kesal karena siwon tidak mau mendengarkannya, dengan cepat dia merebut kertas-kertas itu dari tangan Siwon. “dengan pikiran yang kacau seperti ini, apa isi laporan-laporan itu bisa masuk kedalam otak Oppa?”

Tiffany menepuk pahanya, siwon menatapnya dengan ragu dan membuat Tiffany menarik lengan suaminya itu dan membaringkan kepada siwon diatas pangkuannya. Siwon memeluk tangan Tiffany dan meringkuk seperti anak yang ketakutan.

“tetaplah disisiku walaupun suatu saat nanti perusahaan itu tidak bisa diselamatkan dari masa bangkrutnya.” Lirih siwon memejamkan matanya.

“Oppa kau tidak boleh pesimis. Itu wajah terjadi dalam dunia bisnis, Leo Oppa juga pernah mengalami hal seperti ini. dan dia tetap optimis untuk melangkah maju. Aku yakin Oppa bisa melakukannya. Lakukan yang terbaik demi bayi kita.” Jawab Tiffany.

Siwon terdiam dia mengecup berkali-kali tangan istrinya “gumawo. Tetaplah disampingku” ucap siwon lagi.

-oo0oo-

Tiffany memutar tubuhnya didepan cermin besar yang ada didalam kamar mandi, melihat tubuhnya yang semakin gendut dan juga perut yang semakin besar. Ini sudah menginjak usia kehamilannya yang ke sembilan bulan lebih. Sebentar lagi Tiffany akan melahirkan, dia harus menyiapkan mentalnya dengan baik.

“Chagiya..” Tiffany mendengar suara siwon yang memanggilnya dari dalam kamar, dengan tersenyum Tiffany melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. seperti biasa siwon memanggilnya untuk memasangkan dasinya. Siwon bisa bernafas legah lagi ketika dia bisa menyelesaikan masalah perusahaannya sendiri, atas dukungan dan doa istri tercintanya.

Setelah selesai memasangkan dasi keleher siwon, pria itu berjongkok didepan Tiffany mengelus perut istrinya itu dan mengajak bayinya untuk bercerita.

“cepatlah keluar, Appa tidak sabar menanti kelahiranmu.” Bisik Siwon. pria itu kembali berdiri dan merapihkan rambut tiffany, membelai dengan lembut pipi yang tembem itu dan sekali lagi mengecup singkat bibir mungil istrinya. Siwon segera mengengam tangan Tiffany untuk keluar dari kamar tapi setibanya didepan pintu kamar langkah tiffany terhenti membuat siwon juga menghentikan langkahnya.

“weayo? Tanya Siwon saat dia melihat Tiffany memegang perutnya. Tiffany hanya diam dan memejamkan matanya.

“ada apa sayang? Katakan padaku? Apa sudah waktunya?” tanay Siwon yang semakin panik.

“molla.. dari semalam perutku terasa sakit, tapi ini benar-benar sakit Oppa..” Tiffany meringis kesakitan sambil menggigit bibirnya.

“kita ke rumah sakit.” Seru siwon. dengan cepat siwon mengangkat tubuh Tiffany untuk keluar dari kamar, pelayan mereka yang melihat itu terlihat sama paniknya.

“ada apa?” tanya Han Ahjumma

“ahjumma.. tolong siapkan perlengkapan Tiffany, sepertinya dia akan melahirkan.” Seru Siwon panik. Han Ahjumma dengan cepat masuk kedalam kamar dan mengambil beberapa barang yang akan dibawa kerumah sakit sementara siwon dengan cepat menuruni anak tangga dan membawa Tiffany masuk kedalam mobilnya.

-oo0oo-

Kabar persalinan Tiffany Hwang merebak kemana-kemana. Jessica dan Donghae berlari menelusuri koridor rumah sakit dengan kepanikan mereka, Yoona dan Seohyun juga berlari dan meninggalkan kegiatan mereka di lokasi syuting.

“bagaimana keadaanya?” tanya Jessica kepada Jiwon yang berdiri didepan ruang persalinan.

“eonni masih didalam, ini sudah 2 jam lebih” jawan Jiwon.

“bayinya sudah lahir?” suara ryeowook dan Kangin terlihat ikut bergabung dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari menuju keruang bersalin.

“belum.. berdoa saja semoga eonni dan bayinya selamat” seru Yoona.

“bagaimana? Bayinya sudah lahir?” kini Yuri, Sooyoung dan juga Hyoyeon berlari menghampiri kerumunan orang didepan ruang bersalin. Tidak ada yang menjawab mereka hanya menggelengkan kepala.

Tiffany terus mengenggam tangan siwon dengan sangat erat, sambil terus berteriak kesakitan. Nafasnya tersengal-sengal untuk berjuang melahirkan bayinya sendiri.

“oppa.. aku tidak bisa.. ini sakit.” Lirik Tiffany, air matanya mengalir disudut matanya.

“kau pasti bisa sayang.. ingatlah ada bayi didalam rahimmu. Dia akan keluar hari ini. kau pasti bisa.. hmm..” siwon menghapus air mata istrinya dan memberikan semangat untuk istrinya itu.

Tiffany kembali menarik nafas dan membuangnya ketika Dokter Song mengintruksinya. Berkali-kali dan pada akhirnya suara tangisan bayi terdengar diseluruh penjuru kamar bersalin itu.

“Oppa..” tiffany berkata lirih saat dia mendengar suara tangisan bayinya sendiri. Ada kebahagiaan dan kelegahan dihati Tiffany. Akhirnya dia bisa melahirkan seorang bayi dan memberikan anak untuk suaminya.

“seperti yang sudah diprediksi.. bayinya laki-laki” seru Dokter Song dengan senyum yang mengembang di sudut bibirnya.

“sudahku katakan bayinya pasti laki-laki sayang” ucap Siwon dengan penuh kebahagiaan.

“gumawo..” lanjutnya lagi sambil mencium pelipis istrinya itu dengan penuh sayang.

-oo0oo-

Disebuah ruangan suite rumah sakit itu Tiffany tidak habis-habisnya mendapatkan ucapan selamat dari para member SNSD bahkan semuanya berada disana dan mereka rela meninggalkan aktivitasnya di lokasi syuting. Sunny bahkan telah mengumumkan diradionya atas kelahiran putra pertama Choi Siwon dan Tiffany Hwang dan berita itu beredar luas di internet.

“tampan sekali.. benar-benar menggemaskan” ucap seohyun yang menatap takjub bayi mungil itu yang tertidur dengan nyenyak di box bayinya.

“aku jadi ingin punya bayi sendiri.” Sambung Jessica dan berhasil membuat para mata yang ada disana menatapnya.

“cepatlah menikah!” seru semuanya secara bersama membuat Donghae merangkul pacarnya itu karena dipojokan.

“Oppa.. kau sudah menghubungi keluargaku?” tanya Tiffany saat dia tidak melihat michale dan juga Leo di rumah sakit.

“tadi siang aku sudah menghubungi mereka. Mungkin besok mereka akan tiba di sini. Kau tenang saja sayang” jawab siwon.

“penerusku.. tumbuhlah dengan baik” ucap Tuan Choi saat dia menggendong cucu pertamanya itu dengan penuh kasih sayang.

“Oppa.. siapa namanya?” tanya Taeyeon

“hmm.. Nathan Choi” jawab Siwon tanpa ragu

“nama hangul nya bukan nama luarnya Oppa” ucap Hyoyeon

“aku belum memikirnya. Tiffany menyukai nama Nathan untuk nama anak kami. Aku akan berdiskusi dengannya setelah ini.” jawab siwon lagi.

Para member SNSD dan juga member Super Junior bersama keluarga Choi tidak mau ketinggalan moment seperti ini. mereka langsung melakukan foto bersama dengan bayi Nathan Choi.

“Welcome Nathan Choi” tulis Hyoyeon di akun instagramnya.

“Nathan Choi first Selca with 9 girls generation” tulis Yuri diakun instagramnya.

“firts meet up with baby Nathan. Welcome to the world Nathan Choi” tulis jessica di akun weibonya ketika dia mengungah foto dirinya bersama Nathan didalam gendongannya.

Tentu saja dengan mengungah foto Nathan di akun media sosial membuat para sone ikut merasakan kebahagiaan dan mendoakannya.

“mereka sangat bahagia” bisik siwon mencium bibir Tiffany singkat.

“jangan mengumbar kemesraan didepan kami” tegur sungmin

“Eomma.. Tiffany ingin mengendong nathan..” ucap Siwon saat dia melihat Nathan sudah digendongan ibunya. Dengan tersenyum nyonya choi meletakan Nathan diatas tangan Tiffany dengan penuh hati-hati. Tiffany tidak bisa berkata apalagi saat nathan ada didalam gendongannya. Dia sudah menjadi seorang Ibu.. ibu untuk anaknya.

Siwon yang melihat kekaguman Tiffany kepada anaknya membuat pria itu ikut membelai pipi mungil putranya itu. “ambilkan foto kami bertiga” pintah siwon saat memberikan ponselnya kepada henry.

“apa harus aku yang melakukannya?” tanya Henry

“lakukan apa yang aku perintah jika kau ingin menjadi calon adik ipar ku.” Seru Siwon. mau tidak mau Henry mengambil ponsel itu dan memotret keluarga bahagia itu. Dengan cepat siwon tidak mau ketinggalan untuk mengunggah foto keluarga kecilnya di akun instagramnya sendiri.

welcome to the world baby boy Nathan Choi. thank you for being in our lives.. we welcome you joyfully Nathan. We Love You @xolovestephi” Tulis Siwon di akun instaramnya

END

58 thoughts on “(AF) Happiness With You Part 5-End

  1. Hore…..akhirnya sifany menikah.chukae sifany.
    Daebak thor.good fanfic thor.tetap semangat thor.
    Ditggu ff selanjutnya thor.keep wriring thor.jjang.

  2. Crt ini sprti do’a dr SONE nELF. snggug g bs byngin klo emg nyata. aplg sifany dgn khdiran babyy Nathan Choi yg menymbut penuh sk cita. author jjang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s