(AF) Happiness With You Part 4

184243_447067612031182_705552033_n

Author : choitiffany

Main Cast: Choi Siwon, Tiffany Hwang

Genre : Romance, Lovestory

Rating : PG 15

Disclaimer:::: Ini fanfic yang baru pertama kali di post disini. Mohon maaf kalau ada kesamaan dalam segi apapun. Ini real hasil pemikiran saya sendiri, don’t plagiat guys.. happy reading and always comment & like J

 

Disela sela berkonsentrasi mengemudi mobil sport hitam itu, Siwon melirik sekilas ke arah Tiffany yang mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil. Siwon dapat melihat pantulan bayangan Tiffany di kaca jendela itu. Tiffany memejamkan matanya tapi tangan kirinya sibuk menghapus air mata diwajahnya. “Ya Tuhan dia menangis lagi..” guman siwon dalam hati ini. Siwon tau Tiffany tidak sepenuh hati memintanya untuk kembali ke Korea bersama Kim Jun Ki, mereka baru saja melewati hari ini dengan kebahagiaan. Haruskan dia kembali meninggalkan wanita yang dicintainya? Tapi disisi lain perusahaan membutuhkannya dan bagaimana dia bisa pergi ke Korea kalau Tiffany bersikap seperti ini “menangis dalam diam!” Siwon tidak menyukai itu tapi dia tau Tiffany tidak suka menangis di hadapan orang lain.

“kalau kau memintaku untuk tetap disini aku tidak akan kembali ke korea” akhirnya Siwon membuka suaranya, dia tidak tahan lagi dengan kepura-puraan dan keteguhan hati seorang Tiffany. Dia tau Tiffany tersiksa dan wanita itu membutuhkannya.

“aniyo.. Oppa harus tetap kembali ke Korea.” Tiffany menatapnya dan ditambah senyuman yang membuat siwon kesal. Senyuman yang tidak tulus dan sangat dipaksakan.

“Demi Tuhan Fany-ah.. jangan tersenyum seperti itu. Itu menyakitkan!” guman Siwon dalam hati menatap sorot mata Tiffany. Siwon menghembuskan nafasnya dengan pasrah. Dia tidak ingin berdebat dalam keadaan seperti ini. sungguh dia tidak ingin melihat Tiffany seperti ini!

“kalau begitu ikutlah bersamaku kembali ke Korea” ucap Siwon.

“aku tidak bisa.. mianhe” balas Tiffany menundukan kepalanya, entah apa yang membuat Tiffany tidak ingin kembali ke Korea. Tapi ketika ada orang yang menyebutkan nama negara itu membuat Tiffany ketakutan. Tiffany selalu ingat perkataan Leo kakaknya. Leo tidak ingin tiffany kembali ke Korea, apapun yang terjadi. Tiffany tau kalau kakaknya mungkin masih membenci sosok seorang choi siwon. Tiffany mengerti kalau kakaknya juga ikut merasakan kesedihan yang selama ini ia rasakan.

“apa karena aku kau tidak ingin kembali ke Korea?” suara siwon terdengar putus asa. Dia tidak bisa mengekspresikan semua itu. Mendengar Tiffany tidak ingin kembali ke korea membuat hatinya sesak. Sejahat inikah Dia sehingga membuat Tiffany ketakutan kembali ke korea?

Tiffany hanya diam dan juga tidak melihat kearah siwon. Wanita itu menundukan kepalanya dan dia sendiri juga bingung harus menjawab apa. Jujur dia ingin kembali ke Korea, bukan untuk tinggal tapi hanya sekedar bertemu dengan teman-temannya seperti yang jessica lakukan. Tiffany merindukan sahabat-sahabatnya semasa mereka masih bernaung di SNSD dulu. terakhir Tiffany bertemu dengan mereka sejak satu tahun yang lalu, saat Ayahnya meninggal dan para member memberi penghormatan terakhir dan menghibur Tiffany. Bagaimana kabar mereka? Apa yang mereka lakukan? Bagaimana sibuknya Taeyeon sekarang mengingat pernikahannya akan segera dilaksanakan. Bagaimana dengan yang lainnya? Sungguh Tiffany ingin bertemu dan bertukar cerita bersama mereka. Tapi lagi-lagi dia mengingat kata-kata Leo. Tiffany memejamkan matanya dan siwon dapat mendengarkan nafas berat yang keluar dari paru-paru wanita itu.

“mianhe..” lirih Tiffany disaat matanya terpenjam. Siwon tau Tiffany merasa tertekan, dia tidak tau apa yang membuat Tiffany seperti ini. dengan cepat siwon meraih tangan kiri Tiffany menanutkan jari-jari mereka. Seolah mengisyaratkan kalau semua akan baik-baik saja, Dengan tetap fokus mengemudikan mobil itu.

“sebaiknya aku yang mengantarkan Oppa ke Hotel. Bukan karena aku tidak ingin oppa mengantarkanku pulang, hanya saja Oppa harus bersiap-siap untuk kepulangan besok bukan?” tiffany tersenyum.

“baiklah..” Siwon membalas senyuman itu. Wanita ini terlalu sempurna dimatanya, dia cantik dan selalu memperhatikannya. Tidak seharusnya dia menyakiti Tiffany dimasa lalu. tidak seharusnya dia melakukan semua itu.

Mobil Sport hitan itu berhenti didepan lobby Hotel berbintang lima itu. Siwon turun dari mobil disusul Tiffany yang kini berjalan kearahnya. Tiffany hendak meminta kunci mobilnya tapi Siwon langsung menarik tangan tiffany untuk masuk kedalam hotel bersamanya.

“Oppa.. aku harus pulang” ujar Tiffany saat mereka tiba di dalam lobby hotel yang besar itu. Siwon melirik arlojinya yang kini sudah menunjukan pukul sebelas malam. Tidak mungkin bagi seorang wanita untuk pulang selarut ini, tapi melihat Los Angels adalah selalu ramai dan sering dijuliki kota yang tidak pernah tidur, siwon sedikit bernafas legah.

Siwon mendekatkan wajahnya menatap Tiffany secara intens. Dengan cepat siwon segera memeluk wanita itu dengan sangat erat. Tiffany melakukan hal yang sama, kedua tangannya dikalungkan ke leher siwon, menghirup bau maskulin yang sudah lama dirindukannya. Tiffany memejamkan mata saat dia merasakan pelukan siwon semakin erat seolah-olah mereka akan berpisah selama mungkin. Oh bukannya memang benar mereka akan berpisah lagi? Bahkan Tuhan hanya memberi waktu satu hari bagi mereka untuk menikmati kebahagiaan yang hanya sesaat. Kebahagiaan yang tidak sebanding jika dibandingkan dengan kesedihan tiffany selama dua tahun menunggu siwon.

“aku kembali lagi setelah pekerjaanku selesai. Aku janji. Jadi aku mohon selama aku pergi jangan pernah menangis karenaku lagi tapi selalu doakan aku dimanapun kau pergi.” Bisik Siwon

aku tau.. aku memiliki banyak kekurangan tapi aku juga tau kalau aku sangat mencintai Siwon Oppa. Aku akan melakukan apapun untuknya, aku sudah menunggu cukup lama dan aku tidak mungkin egois untuk menahannya disini. Apa hak ku atas semua itu? Aku hanya mencintainya, Tuhan aku mohon jangan pisahkan kami terlalu lama karena aku percaya hanya akulah yang bisa mencintainya sebesar ini.” guman Tiffany didalam hatinya.

“Choi Siwon!!” suara teriakan itu membuat siwon dan tiffany melepaskan pelukan mereka masing-masing. Siwon menoleh kearah asal suara dan tentu saja Jun Ki menghampirinya sangat tergesa-gesa saat dia keluar dari pintu lift.

“kau berkencan dengan wanita lain? Sudah ku peringatkan jangan pernah menyentuh wanita lain! Bukan hanya kau saja yang akan dibunuh ayahmu tapi aku juga akan dipecat karena tidak bisa mencegahmu!” ujar Jun Ki tegas, bahkan laki-laki itu tidak memandang ke arah Tiffany yang berdiri dibelakang siwon. Tiffany hanya tersenyum mendengarkan perkataan Jun Ki yang selalu detail. Benar kata Siwon kalau jun ki adalah tangan kanan Tuan Choi yang sangat dipercayainya, bagaimana mungkin dia mengurusi kehidupan siwon bahkan dia sudah menikah dan berkeluarga.

“siapa wanita yang kau bawa?” tanya Jun Ki akhirnya. Siwon menggeser sedikit tubuhnya dan sontak membuat Jun Ki melongo melihat wanita yang berdiri dibekalang Siwon. Wanita yang selama dua tahun ini membuat adik sepupunya uring-uringan mencarinya.

“Tiffany..” lirih Jun Ki masih dengan ekspresi yang tidak percaya.

“jadi ini alasan kau pergi pagi-pagi sekali?” tanya Jun Ki kepada siwon

“eoh..! jadi berhentilah mengancamku” jawab siwon

“kau apa kabar fany-ah? Kau baik-baik saja kan?” tanya Jun Ki

“ah aku baik-baik saja Oppa.. lama tidak bertemu” jawan Tiffany

“bukannya kau harus kembali kerumah? Pulang lah karena malam semakin larut.” Siwon segera meraih tangan Tiffany dan mengajaknya untuk keluar dari Lobby hotel karena setelah tiffany pergi dia harus berbicara empat mata bersama Jun Ki. Tiffany sudah berdiri disamping mobilnya, siwon bahkan tidak berhenti menatapnya sehingga membuat tiffany mencium pipi pria itu.

“kau mencuri start terlebih dahulu fany-ah” ujar siwon dan detik berikutnya siwon mencium bibir Tiffany singat namun berkesan.

“jadi begini rasanya perpisahan yang sesungguhnya?” ucap Tiffany sambil tersenyum, membuat siwon mengeritkan keningnya.

“aku pergi oppa..” Tiffany membuka pintu kemudi dan duduk didalamnya, siwon bahkan masih sempat-sempatnya mencium pucuk kepala tiffany sebelum dia berdiri tegak dan menutup pintu mobil itu. Tiffany menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangannya kepada siwon dan juga jun ki yang kini berdiri dibelakang siwon.

“hati-hati fany-ah..” teriak jun ki dan hanya dibalas oleh senyuman tiffany.

“hyung ada yang ingin aku bicarakan.” Siwon segera berlalu dan meninggalkan jun ki di lobby. Jun ki segera mengikuti langkah siwon dan berlalu menuju lift hotel itu.

-oo0oo-

Tiffany memarkirkan mobil sport hitam itu didalam sebuah garasi. Setelah turun dari mobil, Tiffany melirik sekilas ke samping, melihat mobil jaguar berwarna merah sudah terparkir rapih disana. Itu berarti Leo kakaknya sudah pulang kerumah. Tiffany melangkahkan kakinya memasuki pekarangan rumah hingga menaiki anak tangga dan tibalah dia didepan sebuah pintu rumah itu. Tiffany harap-harap cemas saat dia membuka pintu itu sangat pelan, dia tau Leo akan memarahinya kalau pulang selaut ini.

“kau pulang sangat malam Fany” suara itu membuat langkah tiffany terhenti. Dia melihat Leo duduk disebuah sofa berwana cream disudut rumah itu tanpa melihatnya.

“ i thought you were sleeping Oppa..” ucap Tiffany yang masih berdiri di ruang tengah itu.

“no! Mana mungkin aku tidur sementara kau belum pulang kerumah. Kau belum menjawab pertanyaanku tadi. Where have you been today fany? Kau bahkan tidak bekerja.” Ucap Leo menatap wajah tiffany. “matilah kau tiffany” umpatnya dalam hati.

“ah itu oppa..” Tiffany tiba-tiba tidak bisa menjawab pertanyaan kakaknya ini. apa seharusnya dia mengatakan kalau seharian ini dia bersama siwon? Tiffany menggelengkan kepalanya. Tidak mungkin dia mengatakan hal itu, tentu saja Leo akan marah padanya dan mungkin saja malam ini juga dia akan mencari siwon dan memukulnya. Tiffany memejamkan matanya saat pikiran itu melintas begitu saja di otaknya dan itu sangat mengerikan.

“Tidak usah menyangkal. Today you go with him Tiffany! Aku melihatnya tadi kau bersama Choi Siwon.”

DEGG……….

Rasanya jantung tiffany berhenti untuk berdetak. Dia melihat sorot mata Leo yang mungkin sedang marah padanya atau lebih tepatnya ingin menerkamnya. Bahkan untuk menelan saliva saja sangat susah. Leo melihat mereka berdua itu berarti.. Tiffany menutup rapat matanya, tidak bisa berpikir jernih.

“berapa kali aku harus mengatakannya Tiffany..! sesulit itukah kau melupakannya? Laki-laki yang menyakitimu? Apa perlu aku menghubungi Michale dan memintanya untuk mengirimmu ke new york? Dengan begitu mau tidak mau kau harus tetap belajar bisnis” ucap Leo

“Oppa!!” Tiffany tau akan sulit baginya kalau sudah berhadapan dengan kakak tertuanya. Tiffany terlalu takut dan penurut kepada michale, itu karena michale sudah berperan menjadi ibu saat dia kecil.

“aku mencintainya..” ucap Tiffany pada akhirnya. Dia melangkah mendekati Kakaknya itu lalu duduk disamping Leo sambil menatap intens laki-laki itu.

“even daddy does’nt want you go back with him! Kau melupakan itu fany? Di hari terakhir bersama Daddy kau bahkan sudah berjanji padanya. Daddy tidak ingin kau tersakiti lagi, dan dia tidak ingin kau kembali bersamanya.!” Suara Leo terdengar sangat tegas.

“kau mencintainya dan dia mencampakanmu? Apa itu yang namanya cinta?” sambung Leo lagi.

“beri dia kesempatan lagi Oppa.. please! He had apologized to me.. he regrets doing all this! Sungguh siwon oppa menyesali semua itu.” Ucap Tiffany memohon.

“inilah alasan kenapa kau sangat mudah disakiti oleh laki-laki yang mendekatimu. You know you’re too easy to trust people Tiffany!” Leo berdiri dari duduknya dan meninggalkan Tiffany disana, Tiffany masih mencerna kata-kata Leo padanya. Mudah mempercayai orang? Tidak mungkin siwon akan menyakitinya? Kalaupun iya sejak dua tahun yang lalu siwon sudah berkencan atau mungkin sudah menikah dengan wanita lain. Tapi buktinya siwon bahkan mencarinya kesini dan siwon masih sama seperti siwon yang dia kenal beberapa tahun yang lalu.

Tiffany hanya mendesah dan dia menyandarkan tubuhnya di bantalan sofa itu. Baru saja dia merasakan kebahagiaannya kembali tapi kenapa detik ini juga dihancurkan oleh kata-kata kakaknya sendiri. Tiffany mengambil iphone nya lalu mencari kontak jessica di message line nya.

“kau sudah tidur?” tanya Tiffany saat dia mengirim message line kepada jessica. Detik berikutnya iphone nya bergetar dan Tiffany menyentuh benda itu.

“belum.. aku baru saja tiba dirumah. Why? how about relationship? Aku masih penasaran. Tidak mungkin kalian belum terikat sama sekali. Bahkan aku tidak pernah melupakan hal tadi melihat kalian berciuman di ruang kerjaku.”

Tiffany tersenyum membaca mengingat ciuman yang dipergoki oleh Jessica itu tapi senyuman itu kembali berubah.. “besok siwon Oppa akan kembali ke Korea. Tentang hubungan kita? he has not told her love me Jess! Lebih tepatnya belum ada kejelasan. Kau tau Leo Oppa marah padaku. Dia melihatku bersama siwon.”

“what? he would go back tomorrow? Secepat itukah? Marah? Marah kenapa?”

“hmm.. dia harus bekerja disana. Aku tidak mungkin egois bukan? Dia marah karena dia masih mengungkit-ungit kesedihanku dimasa lalu. apa yang harus aku lakukan?”

“menjadi seorang CEO memang tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Just like me.. kekekek…! dia marah sama sepertiku, kau masih ingat bukan seberapa bencinya aku pada siwon oppa. Tapi entah kenapa disaat aku bertemu dengannya, aku tau dia masih mencintaimu. Aku melihat ketulusan dimatanya. Fany-ah.. kau harus membuat Leo Oppa percaya padamu bahwa kau akan bahagia bersama siwon. Mungkin tidak sama sepertiku saat melihat siwon oppa pertama kali. Tapi percayalah Leo Oppa orang yang baik. Dia hanya menjagamu sebagai adik yang harus dilindunginya. Dia bertanggung jawab atas dirimu. Dia hanya terlalu takut kau terluka lagi.”

Seperti inilah ketika Tiffany melakukan sesi curhat kepada Jessica, dia akan mendapatkan banyak kemudahan dalam pikirannya. Tidak ada yang tau kalau Jessica menjadi wanita yang penuh inspiratif. Dia selalu membuat Tiffany bisa bernafas legah. Dulu Tiffany lebih suka bercerita kepada Taeyeon ketika di Korea tapi untuk saat ini dia percaya pada Jessica. Hanya Jessica yang bisa memeluknya dengan penuh penyiksaan di Amerika.

“aku mengerti.. Thank you sister another parents! I Love you more.. jaljayoo” setelah selesai mengetik message line itu dan mengirimnya, kini Tiffany beranjak dari sofa itu menuju kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan kembali menatap layar ponsel itu. Tiffany bahkan merutuki dirinya sendiri disaat seperti ini, disaat dia membutuhkan siwon.. tapi ternyata dia tidak memiliki nomor ponsel siwon untuk di hubunginya. Dengan sangat menyesal Tiffany akhirnya kembali beranjak dari tempat tidur itu. Dia mengambil pakaian tidurnya dan memasuki kamar mandi. setidaknya dia akan lebih segar untuk membersihkan diri dan tidur dengan nyenyak malam ini.

-oo0oo-

Tiffany membuka tirai jendela kamarnya lalu membuka jendela besar itu sehingga membuat udara pagi masuk dengan leluasa didalam kamarnya. “I Love sunshie” ucap Tiffany sambil mengeratkan otot-ototnya yang terasa kaku. Setelah puas menghirup udara pagi, Tiffany membalikan tubuhnya lalu mencari-cari pakaian yang akan dia gunakan hari ini. setelah mendapatkannya tubuh mungil itu langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.

“Good morning..” sapa Tiffany dengan senyuman penuh keceriaan saat dia keluar dari dalam kamarnya dengan penampilan yang sudah rapih ditambah rambutnya dikucir tinggi.

“Good morning fany” jawab kakak iparnya sambil tersenyum menyambut Tiffany yang duduk di meja makan. Tiffany melirik ke arah Leo yang masih sibuk dengan koran yang ada ditangannya, pria itu mungkin masih marah atau kecewa padanya. Tidak seperti biasanya Tiffany diacuhkan oleh leo seperti ini. apalagi mereka hanya bertemu saat sedang sarapan seperti ini.

“Daniel apa dia sudah bangun?” tanya Tiffany kepada wanita yang duduk dihadapannya.

“tadi dia sudah bangun dan sekarang tidur lagi.” Jawab kakak iparnya. Daniel Hwang adalah anak dari Leo, usianya baru sepuluh bulan. Tiffany yang tidak terlalu menyukai anak kecil sepertinya harus terbiasa karena dia juga akan melakukan hal seperti itu. Mengurus anaknya sendiri nantinya.

“aku harus ke kantor” Leo melipat koran itu dan beranjak dari duduknya. Sebelum pergi dia kembali menyeruput kopinya lalu mencium pucuk kepala istrinya itu.

“Oppa.. wait..” Suara tiffany menghentikan langkah kaki Leo, pria itu berbalik dan melihat Tiffany yang sedang mengambil Tas dan juga potongan roti diatas piringnya.

“antar aku ke sekolah” pintah Tiffany saat dia sudah berdiri disamping Leo.

“tidak bisa.! Aku akan terlambat jika mengantarkanmu ke sekolah” jawab Leo membuat tiffany mengerucutkan bibit tipisnya itu.

“lagian kau punya mobil sendiri. Bukannya setiap hari kau pergi sendiri?” tanya Leo

“aku lelah harus menyetir mobil sendiri. Jadi aku mohon antar aku ke sekolah” pintah Tiffany lagi. Ini adalah salah satu cara untuknya agar dia bisa bicara dengan kakaknya. Setidaknya dia harus mengatakan kepada kakaknya agar dia tidak membenci orang yang dicintainya.

“baiklah..” kata Leo pada akhirnya. Dia bukan kakak yang kejam ketika melihat adiknya memohon seperti ini. dan itulah salah satu kelemahan yang dimiliki seorang leo hwang. Dengan senyum penuh kemenangan tiffany tidak menyianyiakan kesempatan itu. Dengan cepat Tiffany menyusul Leo kedalam mobilnya.

Mobil jaguar merah itu sudah meninggalkan pekarangan rumah dan perumahan itu. Leo tetap fokus mengemudikan mobilnya tanpa bicara, Tiffany tidak tau harus bicara mulai dari mana lagi.

“Oppa..” panggil Tiffany menatap Leo

“Hmm..”

“ada yang ingin aku bicarakan.” Ulang tiffany lagi

“bukannya itu maksud dan tujuanmu sehingga kau memintaku untuk mengantarkanmu ke sekolah? Apa yang ingin kau bicarakan? Mengenai hubunganmu?” Leo memang selalu tau apa yang ada dipikiran Tiffany membuat Tiffany mengingat-ingat kata demi kata yang sudah hilang dari pikirannya.

“kalau aku kembali bersama Siwon oppa apa oppa akan merestuinya?” tanya Tiffany

“apa aku harus menerimanya sebagai adik iparku? Setelah menyakitimu dua tahun yang lalu?” jawab Leo dingin

“itu hanya kesalahpamahan oppa.. dia sangat mencintaiku sungguh!” jawab Tiffany

“mencintaimu? Dan baru mencarimu selama ini? Apa itu yang namanya cinta? Apa kalian sudah kembali menjadi pasangan kekasih lagi?” Leo mengajukan banyak pertanyaan membuat Tiffany tidak bisa menjawabnya apalagi pertanyaan terakhir yang diajukan olehnya. Kembali menjadi sepasang kekasih lagi? Bahkan statusnya masih digantung, siwon belum menenbaknya sebagainya yang selalu dilakukan pasangan baru pada umumnya. Dia bahkan sudah pergi ke korea . Tiffany hanya mendesah pasrah dia tau Leo akan menang untuk hal ini.

“kenapa tidak menjawab?” desak Leo pada akhirnya.

“beri dia kesempatan lagi Oppa..” lirih Tiffany pada akhirnya.

Hening tidak ada jawaban yang keluar dari mulut seorang Leo Hwang, pria itu tetap fokus mengemudikann mobilnya dan Tiffany akhirnya harus menyerah dan menyandarkan tubuhnya dijok mobil itu.

-oo0oo-

Sudah pukul dua belas siang, matahari menyinari sangat terik di langit kota Los Angels. Tiffany mendesah lagi karena dia tidak membawa mobilnya. Apalagi Jessica mendesaknya untuk makan siang bersama. Taksi yang ditunggu tak kunjung datang menjemputnya di depan sekolah ini, ini jam sibuk dan pasti taksi sudah habis dipesan oleh orang-orang.

Tiba-tiba Tiffany kaget saat dia merasakan dua tangan kekar itu melingkari perutnya dengan sangat agresif. Tiffany melepaskan tangan itu dan ingin saja menampar pria mesum yang mencoba memeluknya dari belakang seperti ini. tapi belum juga tangan itu dilayangkan diatas udara, Tiffany sudah lebih dulu terkejut oleh siapa yang ada dibelakangnya memeluknya tadi.

“Oppa..” lirih Tiffany saat dia melihat pria yang menggunakan Kaos berkerah dan celana jins itu tersenyum dan menunjukan kedua lesung pipi nya.

“wae? Kau terkejut melihatku?” tanya Pria itu yang tidak lain adalah Siwon.

“bukannya Oppa harus ke korea hari ini?” tanya Tiffany

“ah.. aku sudah diwakilkan oleh Jun Ki Hyung.. pertemuan yang tidak terlalu penting melebihi dirimu.” Jawab siwon

“benarkah?” tanya Tiffany tidak percaya

“eoh kau tidak percaya? Tapi tunggu dulu apa yang kau lakukan disini? Kau tidak bawa mobilmu?” tanya Siwon pada akhirnya

“tidak.. aku diantar oleh Leo Oppa tadi pagi” jawab Tiffany pada akhirnya

Siwon tersenyum, lalu dengan gerakan cepat dia menarik tangan tiffany dan melangkah mengikutinya. Siwon membuka pintu mobil lalu menyuruh tiffany duduk disana. Dan dengan cepat siwon berlalu memutari mobil itu dan membuka pintu kemudi.

“tunggu dulu.. ini mobil siapa?” tanya Tiffany saat dia menyadari kalau dia berada di mobil sport berwarna biru dongker ini.

“aku meminjamnya dari seorang teman.” Jawab Siwon singkat

“temanmu begitu baik” balas Tiffany

“kita makan siang?” tanya Siwon menatap Tiffany sebelum mereka meninggalkan tempat itu.

“aku sudah janji akan makan siang bersama jessica. Dia sudah menungguku.” Jawab Tiffany lagi.

“ah apa bersama donghae juga?” tanya Siwon

“hmm.. donghae selalu datang menjenguk Jessica setiap bulannya. Dan mereka selalu berkencan membuatku iri pada hubungan mereka.” Kata-kata Tiffany berhasil merubah raut wajah Siwon. Siwon merasa disinggung dan Tiffany tidak bermaksud untuk hal ini. itu kenyataan yang dia lihat selama ini sejak jessica dan donghae berpacaran.

Siwon melirik ke belakang jok kemudi mengambil sesuatu dibelakang sana, dengan senyum yang mengembang Siwon memberikan setangkai mawar merah yang dbelinya tadi sebelum dia menemui Tiffany disekolahnya.

“untuku?” tanya Tiffany saat siwon menyodorkan mawar itu padanya.

“untuk siapa lagi.. ini untukmu baby..” ucap siwon yang berhasil membuat Tiffany merona karena malu.

“kau tidak boleh memanggilku seperti itu. Kita belum resmi berpacaran lagi” tindas Tiffany menatap siwon.

“kau kenakanakan sekali..” siwon merogoh saku celananya mengeluarkan sebuah kotak kecil dan tiffany mengeritkan keningnya.

“ini cincin yang kau tinggalkan waktu itu. Dasar seenaknya saja meninggalkan barang berharga ini.” cibir siwon meraih tangan kiri Tiffany lalu memasangkan cincin itu dijari manisnya. Tiffany masih memandang cincin itu, cincin yang ia lepaskan begitu saja saat siwon memutuskannya waktu itu.

“kau masih menyimpannya oppa?” tanya Tiffany

“mana mungkin aku membuangnya. Cincin itu mahal dan aku membelinya di paris. Aku akan tinggal beberapa hari disini jadi temani aku kemanapun nyonya Choi” Jawab Siwon tersenyum.

“jadi ini yang oppa bilang romantis? Memberikan bunga mawar dan mengembalikan cincin ini dijari manisku? Ah ini bahkan jauh dari kata romantis” ucap Tiffany mencoba menggoda pria yang ada disampingnya.

“kajja!” siwon langsung menyalakan mesin mobil itu dan melaju dijalanan kota Los angels sementara tiffany hanya tersenyum dan terus memandangi wajah siwon yang fokus dengan kemudinya.

Siwon yang merasakan di tatap oleh Tiffany hanya mengulum senyumnya memperlihatkan lesung pipi nya dan siwon tau pasti Tiffany akan terhipnostis melihat ketampanan yang dimilikinya. Bukannya sombong tapi beginilah seorang Choi siwon. Semua orang mengagumi ketampanan yang dimilikinya. Tangan kiri siwon sibuk mengalihkan setir mobil dan tangan kanannya meraih tangan kiri Tiffany, menggengamnya dan menautkan jemari mereka. Siwon dapat melihat Tiffany tersenyum dengan sikapnya tapi senyuman itulah yang membuat Siwon semakin mencintai wanita yang ada disampingnya ini.

Tiffany mengambil ponsel yang ada diatas pahanya, lalu dalam hitungan ke tiga Tiffany memotret tangan mereka yang saling bertautan. Siwon mengeritkan keningnya melihat itu, apa yang dilakukan Tiffany sehingga memotret hal ini.

“kenapa kau mengambil gambar tangan kita?” tanya siwon pada akhirnya.

“ah.. hanya ingin di abadikan saja.. aku ingin update di intagram..” jawab Tiffany sambil terkekek pelan.

“Intagram? Kau ingin menaikan pamormu lagi?” selidik Siwon

“anni.. sudah ku bilang aku hanya ingin mengabadikannya saja..” jawab tiffany lagi

“kalau begitu tulis namaku disana” goda Siwon

“mwo? Shireo..!” tolak Tiffany.

“kau tidak ingin penggemarmu tau kalau kau bersamaku?” tanya siwon lagi

“sudah terlambat. Aku sudah mempostingnya” jawab Tiffany sambil meletakan benda keramat itu lagi ke atas pahanya. Siwon hanya mendengus kesal. Mungkin detik berikutnya akan ada skandal baru dikehidpan Tiffany. Semua orang akan bertanya siapa yang bersama Tiffany. Belum lagi ada yang berspekulasi sendiri kalau Tiffany sudah memiliki teman kencan yang baru. Atau mungkin mereka sudah menganggap Tiffany move on dari seorang choi siwon.

“aku tidak ingin ada yang tau tentang hubungan kita” ujar Tiffany menatap siwon yang masih fokus kearah jalanan.

“wae? Kau takut ada yang mencibirmu? Kau takut akan terjadi skandal? Terus kenapa kau memposting foto tadi?” tanya siwon

“aku belum siap kalau semua orang tau.” Jawabnya kemudian. Siwon tau Tiffany selalu kawatir tentang apapun. Dia mengkawatirkan kehidupannya dan tentunya kehidupan seorang choi siwon.

Mobil sport Biru itu berhenti di depan sebuah cafe, Tiffany keluar lebih dulu di susul siwon. Mereka berdua sibuk mencari sosok yang sudah membuat janji bersama Tiffany. Tiffany tersenyum ketika matanya menemukan sepasang kekasih yang tengah sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. Begitulah cara berkencan keduanya, Jessica yang sibuk membaca artikel bisnis sementara Donghae yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponselnya untuk bermain game atau sekedar mengupdate sesuatu di sosial media.

“sorry i’m late” ujar Tiffany saat dia sudah menghampiri keduanya

“you’re late more than 32 minutes Tiffany” jawab Jessica tanpa menoleh sedikitpun kepada Tiffany. Begitu juga donghae yang masih sibuk dengan ponselnya.

“bersikap baiklah pada kekasihku. Sebelum aku membawanya pergi bersamaku” suara itu langsung membuat Jessica maupun Donghae duduk sempurna dan menatap Siwon yang kini sedang berdiri disamping Tiffany. Tunggu dulu Jessica bahkan melirik ke arah tangan mereka yang masih bertautan dan seolah-olah tidak ingin dipisahkan.

“kekasihku?” Donghae mengulang perkataan siwon dan menekan kata kekasih itu. Donghae juga beralih menatap kedua tangan itu. Lalu melirik ke arah jessica yang masih menatap Tiffany.

“kalian sudah kembali bersama lagi? Tiffany..” jessica menatap Tiffany menuntut sebuah jawaban. Tapi disisi lain Jessica melihat kalau Tiffany jauh lebih bahagia dari biasanya. Tiffany hanya mengakukkan kepalanya sambil tersenyum lalu segera duduk di depan Tiffany dan donghae disusul oleh siwon yang duduk disebelahnya.

“jangan menyakitinya lagi!!” seru jessica dengan mata yang melotot menghadap kearah siwon ditambah sebuah garpu yang ada ditangannya. Membuat Siwon harus menggeser sedikit duduknya dan melirik donghae sebagai isyarat untuk membantunya dari tatapan mengerikan seorang jessica jung. Donghae yang mengetahui itu langsung meraih tangan Jessica dan mengambil garpu itu sebelum Jessica melakukan hal yang lebih mengerikan lagi.

“aku akan menjaganya aku akan melindunginya aku akan menikahinya dan aku akan menjadikannya ibu bagi anak-anakku” jawab Siwon dengan satu tarikan nafas membuat Tiffany membulatkan matanya dengan sempurna.

“bagus!” jawab Jessica singkat.

Tiffany dan Siwon tengah mencicipi makanan mereka. Sementara sepasang kekasih yang ada dihadapan mereka tengah sibuk dengan ponsel masing-masing.

“aigoo.. sepertinya Tiffany kembali menjadi sorotan di akun instagramnya” seru donghae menatap kearah Tiffany

“oh ada apa?” tanya Jessica yang sedikit menggeser tubuhnya untuk mendekati kekasihnya itu. Donghae memberikan ponselnya dan membuat jessica menatap kearah mereka. Tiffany hanya tersenyum begitu juga Siwon. Tiffany dan siwon tau apa maksud donghae, foto yang tiffany unggah di akun instagramnya dengan tulisan “You complate me” mungkin sedang jadi pembahasan para penggemarnya disana. Tiffany merogoh ponselnya yang ada didalam tas tangan berwarna Merah yang ia bawa. Matanya membulat sempurna saat dia melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

“siapa?” tanya Siwon saat Tiffany terlihat ragu dengan panggilan itu.

“Taeyeon..” jawab Tiffany yang kini melirik ke arah jessica.

“angkat” seru jessica

“tidak aku takut!” jawab Tiffany meletakan ponselnya diatas meja dan nada dering di ponselnya masih terus berbunyi membuat Jessica meraih benda itu.

“jangan katakan kalau aku bersama Siwon Oppa.. aku mohon aku belum siap mereka tau” mohon Tiffany. Jessica hanya tersenyum lalu mengangkat telepon taeyeon yang terhubung dengan video call. Tiffany terlihat was-was takut kalau pada akhirnya Jessica akan bicara kalau mereka sedang bersama.

dimana Tiffany?” suara Taeyeon seperti ingin mengintimidasi. Bahkan jessica belum melakukan say hai atau semacamnya.

wae? Kau tidak ingin bicara denganku?”dengus Jessica

“bukan seperti itu sica-ah.. aku ingin bicara denganmu tapi aku membutuhkan klarifikasi darinya. Soal akun instagramnya. Foto macam apa yang dia unggah? Apa dia sudah memiliki pacar baru? Atau Leo Oppa berhasil menjodohkannya? Jadi dia berhasil melupakan siwon brengsek itu?”

Siwon tersendak ketika mendengar kata-kata Taeyeon, apa dia bilang tadi Siwon brengsek? Tunggu dulu Leo menjodohkan Tiffany? Siwon kemudian menatap Tiffany tapi tatapan itu malah dibalas dengan senyuman konyol seorang Tiffany. Siwon ingin meraih ponsel Tiffany, ingin rasanya dia mengomeli Taeyeon karena dengan sendirinya mengatakan kalau dia adalah laki-laki brengsek. Tapi dengan cepat Tiffany mencegah tangan siwon dan menggelengkan kepalanya.

taeng-ah.. apa yang kau katakan tadi? Siwon brengsek?” ulang jessica sambil melirik siwon yang terlihat tidak selera makan lagi. Bahkan tatapan jessica dibalas dengan tatapan mematikan oleh choi siwon.

“dia memang brengsek bukan? Ah tunggu dulu, aku ingin bicara dengan Tiffany.. berikan ponselnya.” Taeyeon kembali menyebutkan nama Tiffany, membuat wanita itu menggelengkan kepalanya. Tapi Jessica yang tidak ingin terkena amarah Taeyeon langsung menyodorkan benda berwarna pink itu kepada pemiliknya membuat Tiffany mau tidak mau harus mengambil ponsel itu bahkan tangan kanan Tiffany mendorong tubuh siwon agar duduk menjauh darinya, takut kalau taeyeon bisa melihat sosok siwon.

“taeng-ah.. apa yang ingin kau tanyakan?”tanya Tiffany dengan wajah polosnya. Bukan wajah polos tapi wajah ketakutan yang dilihat oleh jessica.

“kau punya pacar baru? Siapa? Leo Oppa berhasil menjodohkanmu?” selidik Taeyeon diujung sana. Terlihat jelas Taeyeon sedang sibuk dengan tumpukan undangan pernikahannya, bahkan disaat-saat dirinya sibukpun dia masih menghubungi Tiffany hanya untuk menanyakan hal itu.

eonni.. bogoshipo..” teriak sooyoung disana, Tiffany hanya tersenyum dan melambaikan tangannya. Sooyoung ada disana membantu Taeyeon dan mungkin para member yang lain juga ada disana.

“yongiee kau tidak merindukanku?” Jessica tidak mau kalah dia berteriak sangat keras membuat beberapa pengunjung cafe menatapnya.

“apa mereka membantumu?” tanya Tiffany pada akhirnya

“tidak semuanya.. Seohyun sedang ke Deagu, Sunny masih di radionya, kau dan jessica juga” jawab Taeyeon.

“mianhe..” ucap Tiffany merasa bersalah. Seharusnya dia ada disana membantu Taeyeon untuk mempersiapkan pesta pernikahannya. Tapi dia malah sibuk dengan dunianya sendiri.

“kau harus datang! Tidak peduli aku tidak ingin mendengar alasanmu..! kau tau aku bisa marah padamu kalau kau tidak datang ke pernikahanku, ah datang bersama namjachingu mu yang baru!” ujar Taeyeon dengan nada sedikit mengancam. Tiffany hanya mengakuk lalu tersenyum.

“bye bye..” Tiffany melambaikan tangannya lalu jessica juga melakukan hal yang sama. Tapi tidak dengan siwon, pria itu menatap tiffany, tapi Tiffany malah merangkul tangan siwon dan bersikap manja. Hal seperti ini yang selalu tiffany lakukan saat siwon menuntut jawaban yang tidak seharusnya dia pikirkan.

-oo0oo-

Matahari sudah mulai terbenam, kota los angels kembali hidup dengan warna lampu yang bekerlap kelip di sepanjang jalan. Siwon dan Tiffany baru saja berkencan, sungguh ini kencan yang selalu diingkan oleh siwon. Menggandeng tangan Tiffany di tengah-tengah keramaian dan kerumunan orang-orang bahkan selalu mencium pucuk kepala wanitanya itu. Dia bersyukur Tiffany masih ingin menerimanya kembali. Siwon membuka pintu mobil dan menyuruh Tiffany untuk duduk dan detik berikutnya siwon sudah duduk dikemudi mobil itu. Siwon maupun Tiffany sama-sama bahagia seperti ini. mereka tidak pernah melakukan kencan selama ini bahkan berjalan bersama ditengahnya keramaian kota. Apalagi mengingat saat mereka memulainya dulu, siwon terlalu sibuk dengan super junior begitu juga dengan Tiffany yang sibuk dengan SNSD. Mereka hanya kencan kalau memiliki kesempatan untuk hal itu. Bahkan tidak kencan seperti pasangan normal pada lainnya, Siwon dan Tiffany menghabiskan waktu terbatas untuk berkencan didalam mobil menikmati cemilan dan berbagi cerita sepanjang show atau Tiffany sering melihat siwon yang tertidur karena kelelahan sehabis show.

Tune your eyes in can’t you hear the small whisper?
whatever youh hear it, i will be with you..

Siwon merasa kedamaian bersamanya begitu tangan setulus sutra membelai pipinya dengan kelembutan dan kasih sayang. Wajah malaikat serta senyuman yang menenangkan dari wanita yang kini dia lihat adalah sebuah keajaiban yang selalu di agungkan. Siwon tidak pernah merasakan kedamaian ini, hatinya begitu damai bersama Tiffany Hwang.

Even if you’re far away, the wind calls you
this heart rush that only we know touches the end of the blue sky……

Alunan lagu lirik demi lirik keluar begitu mulus dari bibir Tiffany. Mengubah gumanan kecil menjadi hampir seperti nyanyian seorang bidadari.

Stay be my side, hold my hand
as you listen to the small whisper and what the wind says..

Tiffany terus menyanyikan lirik demi lirik kini tangan yang membelai pipi siwon sudah berada didalam pegangan siwon, jari mereka semakin menautkan.

“nyanyikan lagi tentang angin. Tentangmu” Siwon memberitahu Tiffany saat Tiffany berhenti bernyanyi.

We just need to fly to the sky
we can forget everything just for that moment
because everything is the same color as the sky

aku tidak mau melanjutkan bait yang berikutnya” Tiffany menggelengkan kepalanya

“wae?” tanya siwon

“air mata”

Mendengar pengakuan Tiffany, siwon memberikan sebuah senyuman. Sambil membelai pipi Tiffany, pria itu melanjutkan lirik yang sempat tertunda. Menyanyikan dengan penuh kesungguhan.

Tears scatter and the wind takes it all away
just for that moment, you and i can be together for sure

Tiffany tersenyum, dia mengerti. Kemudian dia melanjutkan bait berikutnya.

Even id you’re far away, the wind calls you
this heart rush that only we know touchesthe end of the blue sky

“don’t be afraid don’t hide.. hold my hand.. as you listen to the small whisper and what the wind syas” lanjut siwon

Lirik berikutnya mereka bernyanyi secara bergantian. Terdengar seperti dua orang yang sedang berduet diatas panggung. Keduanya bernyanyi tanpa melepas tautan dijari mereka.

“saranghe..” bisik Siwon dan hanya dibalas oleh senyuman oleh Tiffany

Beberapa menit berikutnya mobil sport biru itu memasuki sebuah kawasan perumahan elit di Los angels. Ini untuk pertama kalinya siwon mengantar Tiffany kembali kerumah barunya. Setelah berhenti didepan rumah Tiffany turun dari mobil dan disusul siwon. Mereka masih sering bertatapan dan tersenyum. Siwon mengecup singkat pipi putih Tiffany sebelum gadis itu masuk ke pekarangan rumah yang pagarnya terbuat dari rumput berwarna hijau. Sangat nyaman berada dirumah seperti ini.

Langkah Tiffany terhenti saat mendengar suara pukulan. Dengan cepat Tiffany membalikan tubuhnya, dia melihat Siwon tersungkur di jalanan sambil memegang bibirnya. Darah! Tiffany segera berlari menghampiri siwon dan membantu siwon untuk berdiri. Dia menatap Leo kakaknya dengan nafas yang naik turun. Leo baru saja turun dari mobilnya dan entah apa yang membawanya hingga bisa meninju siwon sampai tersungkur di jalan seperti ini.

“Oppa!” Tiffany menatap tajam kearah Leo dan hanya dibalas tatapan menakutkan dari leo. Leo meraih kerah baju Siwon dan ingin memukulnya lagi. Tapi dengan cepat Tiffany berdiri ditengah keduanya. Melerai perkelahian yang tidak bermanusiawi seperti ini.

“Stop!” teriak tiffany pada akhirnya. Leo menatap tajam kearah Tiffany lalu melepaskan tangannya dari kerah baju siwon. Dengan langkah cepat Leo melompati pagar rumput itu dan memasuki rumahnya dengan emosi.

“gwenchana?” tanya Tiffany memandang siwon, matanya tertuju dibibir siwon yang berdarah akibat pukulan dari kakaknya. Tiffany meraih tangan siwon untuk masuk kerumahnya tapi siwon menghentikannya.

“gwenchana.. ini hanya luka kecil tidak perlu kawatir” ucap siwon sambil memegang sudut bibirnya yang terasa perih bahkan siwon meringis merasakannya.

“aku harus mengobatimu..! jangan membantah choi siwon! Kau terluka!” ucap Tiffany tegas. Dengan cepat siwon mengikuti langkah Tiffany masuk kerumah itu. Siwon tau leo marah padanya oleh karena itu Leo meninjunya dengan seperti ini. mungkin sakit di sudut bibirnya tidak sebanding dengan rasa sakit seorang tiffany yang sudah bertahun-tahun menunggunya.

Tiffany terlihat sibuk mengambil baskom berisi air dingin dan handuk kecil lalu menghampiri siwon yang duduk disofa ruang tamu. Bahkan Siwon tidak melihat Leo dirumah ini. mungkin saja Leo sedang menenangkan diri didalam kamarnya. Tiffany duduk disamping Siwon, mengambil kain kecil yang ada ditangannya lalu mengkompres sudut bibir Siwon yang memar. Siwon meringis kesakitan tapi ekspresi Tiffany membuatnya ingin tertawa.

“sudahku bilang ini hanya luka kecil. Tidak perlu kawatir” ucap Siwon

“luka kecil? Dan Oppa meringis kesakitan seperti ini” Tiffany menekan kain itu sehingga siwon sedikit berteriak karena perih yang dirasakannya

“mian..” jawab Tiffany sambil terkekeh.

“aku harus bicara dengan Leo.” Ujar Siwon dan membuat Tiffany menatapnya.” Tidak bisa! Dia masih emosi melihatmu. Aku tidak ingin dia memukulmu lagi..!” protes Tiffany.

“ada yang harus aku bicarakan” lanjut siwon

“tidak bisa Choi siwon!”

“baiklah..”

Pintu kamar yang ada di ujung ruangan terbuka, seorang wanita keluar dari kamar itu dengan menggendong bayi berusia sepuluh bulan. Dengan tersenyum wanita itu mendekati Tiffany dan juga siwon yang menatapnya.

“kalian akan pergi?” tanya Tiffany saat dia melihat Kakak iparnya yang sudah rapih ditambah Leo yang mengikutinya dari belakang.

“bisakah kau menjaga Daniel? Aku dan Leo harus menemui teman kami.” Pintah Kakak ipar Tiffany. Tiffany hanya tersenyum dan mengambil Daniel dari gendongan ibunya. Lalu tatapan Tiffany mengarah kepada Leo yang terlihat marah padanya.

“tidak bisakah oppa minta maaf pada siwon?” tanya Tiffany

“untuk apa? Apa perlu aku minta maaf padanya? Aku hanya memberi pelajaran baginya, agar dia tidak menyakitimu lagi.” Jawab Leo dingin.

“tapi Oppa sudah keterlaluan” protes Tiffany tapi siwon langsung meraih tangan tiffany dan menggelengkan kepalanya menyuruh Tiffany untuk diam dan tidak memperumit masalah yang ada.

Leo hanya tersenyum sinis lalu segera melangkah keluar dari rumah itu disusul kakak iparnya yang tersenyum dan memintanya untuk menjaga Daniel.

“kau tambah berat Daniel” seru Tiffany menatap Daniel yang ada di gendongannya.

“aku ingin mengendongnya” pintah Siwon mengulurkan tangannya, dan disambut oleh Daniel. Siwon tersenyum melihat daniel yang sangat aktif dalam gendongannya.

“berapa usianya?” tanya Siwon melirik Tiffany yang kini duduk disampingnya.

“sepuluh bulan” jawab Tiffany. Siwon hanya mengakukan kepalanya dan sibuk bermain dengan Daniel yang ada dipangkuannya. Tiffany hanya tersenyum menyaksikan itu. Dia merasa damai dan tentu saja Daniel merasa nyaman bersama Siwon yang baru saja dikenalnya.

“Oppa terlihat menyukai Daniel. Bahkan aku sering merasa jengkel kalau daniel menangis. Aku selalu kewalahan mengurusnya” ucap Tiffany

“kewalahan? Kau ini seorang wanita. Sebentar lagi kau akan menikah dan mempunyai anak. Mana mungkin kau bisa mengatakan kau kewalahan mengurus anak kecil. Dengan adanya Daniel kau harus lebih banyak berlatih mengurus anak kecil” ucap Siwon. Tiffany hanya tersenyum. Menikah dan punya anak? Tentu dia akan sangat bahagia jika dia memiliki anak dari siwon.

“aku ingin anak perempuan.. aku bisa mendandaninya, kita bisa menggunakan baju yang sama, belanja bersama, kesalon bersama..” Tiffany tersenyum sendiri membayangkan hal itu.

“aku ingin anak lelaki. Dia akan tampan dan gagah seperti ayahnya dan dia akan menjadi penerus ayahnya di perusahaan” sambung siwon tidak mau kalah.

“tapi ngomong-ngomong soal pernikahan.. apakah kau tidak ingin datang ke pernikahan Taeyeon dan juga teuki Hyung?” tanya Siwon lagi.

“aku tidak tau” jawab Tiffany tidak bersemangat.

“kita datang bersama. Aku ingin mengatakan kepada Taeyeon kalau siwon yang katanya brengsek itu adalah kekasihmu.” Ucap Siwon membuat tiffany terkekeh pelan.

“kau yakin kita akan pergi bersama?” tanya Tiffany sedikit ragu, dan siwon hanya mengakukkan kepalanya. Mau tidak mau dia harus memaksa tiffany untuk ke Korea . itulah alasannya kenapa dia tidak ikut bersama Jun Ki ke Korea. Dia ingin membawa Tiffany menemui keluarganya dan merencanakan pernikahan yang sesungguhnya.

-oo0oo-

Tiffany bisa bernafas legah karena Leo kakanya tidak lagi membenci siwon. Dia bahkan menyerahkan Tiffany kepada siwon. Walaupun sulit melunturkan sikap egois Leo, dengan sangat bersyukur pikiran kakaknya itu dibuka oleh Tuhan. Rumah keluarga Hwang terlihat sangat ramai, keluarga Michale baru saja tiba di Los Angels. Dia tinggal bersama suami dan kedua anaknya di Malibu dan sering berkunjung ke Los Angels hanya untuk sekedar melepas rindu dengan adik-adiknya atau mengujungi makan kedua orang tua mereka.

Siwon dan Leo tengah sibuk bermain catur di beranda samping, membuat Tiffany tersenyum melihat pemandangan itu dari dapur.

“kau terlihat bahagia Fany” suara Michale membuat Tiffany menoleh ke arah kirinya.

“Eonni.. aku ingin pergi ke korea. Taeyeon akan menikah.” Ucap Tiffany kepada kakak tertuanya itu.

“pergilah.. kenapa kau bertanya padaku. Selama ini kau hanya terlalu sibuk menutup dirimu tentang Korea. Bagaimana pun Korea adalah negara asal kita Tiffany Hwang. Kau bahkan berkarir dan terkenal disana, kau tidak mungkin dengan mudah melupakan Korea hanya karena masa lalumu.” Jelas Michale. Tiffany hanya tersenyum dia tau michale memang best sister dan best mother untuknya. Masa lalu? tidak sekarang dia akan menata masa depannya bersama Choi Siwon orang di masalalunya. Masih tetap sama.

“bukannya Jessica juga sudah pergi ke Korea? Tanya Michale

“benar.. dia pergi dua hari yang lalu untuk membantu Taeyeon” jawab tiffany.

“dan kau hanya berdiam diri disini? Kapan rencananya kau akan pergi? Dan kapan taeyeon akan menikah?” tanya Michale lagi yang kini sibuk dengan kue yang di panggangangnya.

“besok aku akan pergi karena taeyeon akan menikah keesokan harinya.” Jawab Tiffany. Dia tau mungkin dia adalah teman yang paling jahat yang dimiliki oleh taeyeon. Semua member sibuk membantunya menjelang hari H tapi dia sendiri masih sibuk dengan dunianya di Amerika. Bahkan dia dan siwon sudah membeli tiket untuk penerbangan besok hari dan dijadwalkan akan tiba di korea pada larut malam. Setidaknya ketika mereka tiba larut malam tidak banyak orang yang akan melihat kedatangan mereka bersama, dan tidak ada wartawan atau paparazi yang mengambil foto mereka di bandara. Bagaimanapun Tiffany masih merahasiakan hubungannya bersama siwon bahkan dengan SNSD sendiri. Yang tau hubungan mereka hanya keluarga Hwang, Jessica, Donghae dan Kim Jun Ki sepupu Siwon.

“kau benar-benar teman yang jahat” ucap Michale

“i know” lirih Tiffany

-oo0oo-

Hari yang ditunggu telah tiba, kini dengan kesadarannya. Tiffany sudah menginjakan kaki di Korea. Tiffany melirik arloji ditangannya, sudah pukul 2 dini hari dan dia bersyukur tidak banyak orang yang lalu lalang di bandara ini. tiffany menutup wajahnya dengan masker lalu menutupi kepalanya dengan topi. Sementara siwon menutup wajahnya dengan masker dan menggunakan kaca minusnya. Walaupun hanya sedikit orang yang berlalu lalang tapi keduanya tidak mau gegabah. Siwon bahkan tidak merangkul tiffany atau mengaitkan jari jari mereka. Siwon takut akan adanya skandal sebelum waktunya.

Jun Ki menghampiri Tiffany mengambil koper besar milik wanita itu lalu mengajak Tiffany segera memasuki mobil yang sudah disiapkan. Menit berikutnya disusul siwon dengan masuk secara tergesa-gesa kedalam mobil itu.

“welcome back fany-ah” ucap Jun Ki saat sedang mengemudikan mobilnya. Tiffany hanya tersenyum lalu melepaskan peratalan tempur yang digunakanya tadi di bandara.

“eomeoni dan abeojhi sudah menunggu dirumah. Mereka bahkan tidak tidur hanya karena kalian.” Sambung jun ki lagi.

“benarkah?” tanya Tiffany

“dasar. Seharusnya mereka tidur. Tidak perlu menyambutku” seru Siwon yang duduk disamping Jun Ki

“tidak ada yang menyambutmu. Mereka menyambut Tiffany!” jawab Jun Ki yang berhasil membuat tiffany terkekek. Kasihan sekali bahkan mereka menyambut kedatangan Tiffany bukan menyambut kedatangan anak mereka sendiri.

“jessica tau kau dikorea?”tanya Siwon pada akhirnya

“tidak. Aku tidak memberitahunya. Bukannya sebelum dia pergi aku mengatakan kalau aku tidak bisa datang ke pernikahan taeyeon. Aku yakin taeyeon sudah membenciku” ucap Tiffany

“mereka akan terkejut melihat kedatangan kita. Dan mungkin berita pernikahan taeyeon dan teuki hyung akan tertutup karena adanya berita tentang kita” siwon terkekeh sendiri dengan ucapannya.

Mobil itu berhenti disebuah rumah mewah yang masih sangat terang dengan lampu yang dipasang disetiap ruangan. Ini sudah pukul tiga pagi dan tiffany menjadi tidak enak hati kepada keluarga choi yang sudah menunggu kedatangannya. Siwon membuka pintu rumah itu lalu dengan spontan kedua orang tuanya langsung berdiri dan menghampiri mereka

“akhirnya Eomma bisa melihatmu lagi sayang” Nyonya Choi langsung memeluk tubuh Tiffany dan tiffany membalas pelukan itu. Sungguh dia juga merindukan belaian dan kasih sayang dari nyonya choi yang selalu memanjakannya. Ada setetes cairan bening yang keluar dari sudut mata Tiffany hwang.

“eomma.. mianhe.. aku pergi terlalu lama tanpa mengabarimu” jawab Tiffany

“eomma tau kau membutuhkan waktu. Siwon terlalu jahat padamu” seru nyonya choi sambil menatap tajam kerah siwon yang juga menatap ibunya dengan ekspresi kaget.

“lihatkan Appa.. bahkan eomma menyudutkan anak kandungnya sendiri” ucap siwon menatap Tuan Choi

“itu karena kau yang membuat ibumu seperti itu” jawab Tuan Choi santai. Siwon tidak habis pikir kenapa keluarganya begitu mencintai Tiffany seperti anak mereka sendiri. Bahkan Leo saja sempat membencinya dan memukulnya hingga tersungkur di jalan. Tapi melihat itu siwon tersenyum setidaknya Tiffany benar-benar diterima oleh keluarganya.

-oo0oo-

Keesokan harinya Tiffany sedang duduk disofa dan menyaksikan acara pemberkatan Taeyeon dan juga Leeteuk yang disiarkan secara live. Tiffany tersenyum sendiri melihat bagaimana cantinya taeyeon menggunakan gaun putih yang melilit tubuhnya. Tiffany bisa melihat disisi kiri Taeyeon sudah berdiri Yoona, Hyoyeon, Sooyoung, Yuri, Sunny, Seohyun, dan Jessica yang memakai dress berwarna sama yaitu Putih membuat para gadis itu terlihat seperti malaikat. Lalu disisi Leeteuk sudah berdiri dengn gagah para member super junior. Dan mungkin akan menjadi pertanyaan bagi para penggemar dimana Tiffany dan dimana Siwon? Semua member berkumpul dan mereka berdua tidak hadir diacara pemberkatan itu.

“kalian berdua akan mengejutkan mereka dengan kedatangan yang tiba-tiba?” seru nyonya choi yang kini duduk disamping Tiffany.

“ini ide dari siwon Oppa eomma” jawab Tiffany

Nyonya Choi hanya tertawa, karena dia tau bagaimana konyolnya anak sulungnya itu.

Tiffany memantulkan dirinya dicermin didalam kamar itu. Berkali-kali memutar mutar tubuhnya dengan dress berwarna merah yang melilt tubuhnya yang ramping. Bahkan berkali-kali Tiffany mengecek make up yang digunakannya.

“cantik..” suara siwon membuat Tiffany menoleh ke asal pintu. Siwon sudah berdiri disana didepan pintu kamarnya dengan menggunakan setelan jas berwarna hitam serta dasi panjang berwana merah. Seperti inilah warna yang diingkan oleh taeyeon. Dia mengharuskan para membernya menggunakan warna merah, berbanding terbalik dengan gaun putih yang dia gunakan diresepsi malam ini.

“kajja, kita sudah sangat terlambat” ulang siwon yang masih berdiri di depan pintu kamarnya. Tiffany melangkahkan kakinya, mengambil tas kecil yang diletakan diatas tempat tidur lalu menghampiri siwon dan merangkul lengan pria itu.

“Omo.. kalian seperti pasangan suami istri, cepatlah menyusul mereka” nyonya choi tersenyum saat siwon dan Tiffany menuruni anak tangga dengan elegan.

“carikan tanggal dan waktu yang tepat eomma” jawab Siwon mengedipkan matanya kearah Tiffany sebelum mereka benar-benar meninggalkan rumah itu.

Mobil audi putih milik siwon kini berhenti didepan sebuah ballrom pernikahan yang sangat mewah. Nuansa elegan terpancar dari sana. Bahkan terdapat red carpet untuk masuk kedalam gedung pernikahan itu. Jejeran wartawan berdiri disisi kiri dan kanan red carpet itu membuat jantung Tiffany berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia benar-benar gugup sekarang ini, terlalu banyak wartawan dan dia tidak siap dengan hal ini. terlintas dibenaknya untuk mengajak siwon kembali kerumah, tapi apa daya mereka sudah tiba disini dan ditambah siwon turun dari mobil terlebih dahulu.

Jepretan dan kilatan lampu blizt meramaikan acara malam ini saat siwon turun dari mobil dengan elegan dan gagah. Dia kemudian berjalan mendekati pintu mobil disampinya lalu membukakan pintu itu. Semua wartawan kaget saat seorang wanita turun dari sana dengan sangat anggun dan cantik seperti malaikat. Terdengar sangat ribut dan kilatan lampu blizt kamera tidak ada habisnya saat Siwon dan Tiffany melangkahkan kaki mereka di red carpet itu. Siwon bisa merasakan kalau tangan tiffany yang merangkut tangannya mencengkeram dengan sangat erat.

Didalam ballroom terlihat Teayeon dan Leeteuk sangat bahagia saling memberi salam kepada para tamu undangan yang lumayan banyak. Semua artis datang memenuhi undangan perniakhan termewah ini.

“ini seperti sedang reuni bukan? Apakah SNSD akan comeback besok harinya?” Yuri tertawa mengatakan hal itu. Tentu saja ini moment yang paling bersejarah didalam kehidupannya. Walaupun SNSD telah bubar dan para member hidup dengan kehidupan masing-masing tapi berkumpul bersama seperti ini membuat mereka mengingat masa masa mereka bersama di dorm dan show bersama.

“Fany eonni tidak datang. Ini kurang lengkap” seru Seohyun memanyukan bibirnya membuat Kyuhyun tersenyum geli.

“berhentilah tersenyum seperti itu Cho Kyuhyun!” seru eunhyuk menyikut tubuh Kyuhyun membuat pria itu meringis kesakitan.

“kalian saling menyukai tapi kalian tidak mau terbuka satu sama lainnya” sambung heacul menengahi. Baik kyuhyun maupun seohyun langsung merona karena digoda seperti ini

“setelah pesta selesai aku akan mengunjungi Tiffany ke amerika dan menuntut penjelasan darinya. Mana mungkin dia tidak datang kepernikahanku” seru taeyeon yang sedikit kesal.

“omo..!” seru Kangin dan Ryeowook bersamaan saat mata keduanya menatap sosok wanita dan pria yang masuk kedalam ballroom sambil bergandengan tangan. Bukan hanya mereka saja tapi suara undangan yang lain membuat para member dan pengantin melirik keasal suara.

“Fany-ah..!” teriak Jessica melihat Tiffany berjalan dengan elegan disamping Siwon.

“eonni..” lirih yoona

“skandal apalagi ini? kenapa mereka bisa bersama?” tanya Leeteuk

Tiffany dan siwon tersenyum menghampiri teman-temannya yang sedang menunjukan ekspresi menakutkan dan tentunya rindu yang terpenjam. Para gadis itu langsung memeluk tubuh Tiffany membuat siwon tergeser dari tempatnya dan dia melihat para member Super junior menatapnya menuntut sebuah jawaban.

“kau baik-baik saja?” tanya Taeyeon pada akhirnya, taeyeon ingin menangis melihat tiffany datang kepernikahannya tapi dengan cepat Tiffany tersenyum dan memeluk Taeyeon memberinya sebuah ucapan pernikahan.

“mianhe.. aku baru bisa memberanikan diri kembali kesini” lirih Tiffany.

“gwenchana fany-ah.. kita bahagia kau bisa datang kesini. Kita seperti akan reuni bukan? Mungkin besok kita akan comeback lagi” seru Hyoyeon tersenym bahagia dan memeluk Tiffany.

“tunggu dulu, kenapa kalian datang berdua seperti ini? jangan bilang……”

“mereka sudah kembali bersama. Siwon bahkan tinggal di amerika selama dua minggu hanya untuk berkencan dengan tiffany” sambung Donghae yang berhasil mendapatkan tatapan intimidasi dari kekasihnya Jessica.

“jangan bilang kau juga tau ini sica?” selidik sunny menatap jessica yang berdiri disampingnya

“aku ingin memberitahu kalian sejak dulu, hanya saja Tiffany melarangku. Tapi demi Tuhan aku tidak tau kalau Tiffany akan datang ke pernikahan ini. dia mengatakan padaku dia tidak akan datang. Oppa kau merayunya? Sehingga dia ikut bersamamu?” tanya Jessica menatap siwon

“sedikit” jawab siwon terkekeh.

Ditengah-tengah perbincangan para member yang sedang melakukan reuni, mereka tidak ingat kalau disekeliling mereka banyak yang memperhatikan bahkan para media megabadikan moment itu.

Nichkhun yang merangkul Victoria datang menghampiri Tiffany dan juga siwon ditengah-tengah member mereka.

“kau kembali lagi silly.. sudah ku katakan bukan cepat atau lambat kau akan tetap kembali kesini.” Nichkhun memeluk Tiffany terlihat dia sangat bahagia bisa melihat Tiffany ditempat ini. nichkhun tau ini hal yang sulit untuk Tiffany bisa kembali lagi tapi dia cukup bahagia setidaknya Tiffany tidak kalut lagi sama seperti waktu dia menjenguk Tiffany dirumah sakit waktu itu.

Siwon yang melihat itu sedikit kesal lalu menarik paksa tubuh nichkhun agar menjauh dari tubuh Tiffany. “beraninya memeluk wanita lain sementara kau sedang bersama kekasihmu” ucap siwon

“jangan kekanakanan lagi hyung. Tiffany benar-benar akan meninggalkanmu lagu” ucap Nichkhun tersenyum jahil

“seharusnya kita melakukan selca disaat moment bahagia seperti ini” ucap Donghae yang mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Lalu dalam hitungan ketiga donghae berhasil memotret moment ini walaupun posisi yang sedikit kacau terlihat.

Terlihat sangat jelas kebahagiaan para member SNSD, mereka terus bercerita panjang lebar dan sering bergurau satu sama lainnya. Bahkan taeyeon tidak beranjak dari sana dan tetap tertawa bersama. Pengantin itu seakan lupa bahwa para tamu datang untuk memberinya selamat tapi dia hanya asik bergumul dengan teman-temannya itu.

“jadi siapa yang akan menyusulku?” tanya taeyeon kepada member SNSD. Yoona terlihat melirik kekasihnya Lee sung gi dan keduanya tersenyum secara bersamaan. Tiffany juga melirik Siwon dan kembali melirik taeyeon. Jessica dan Donghae saling pandang sambil menaikan kening mereka. Sooyoung dan kekasihnya juga ikut melirik dan tertawa setelahnya.

“kyu berhentilah melirik Seohyun” ucap Shindong membuat kyuhyun mengumpat dalam hati.

“baby seo kalian berkencan? Tanya Tiffany menatap seohyun

“kalau kalian mengijinkan” sambung kyuhyun pada akhirnya.

“kalau aku tidak memberi izin? Sambung Taeyeon mengintimidasi

“dia adalah maknae SNSD, mana mungkin aku merelakan dia yang polos bersama orang jail sepertimu” sambung taeyeon lagi.

“Khuhyun juga maknae kami. Kau tidak ingin kita menjadi ipar? Ini bahkan bisa masuk dalam sejarah Leader menikah dengan Leader dan Maknae menikah dengan maknae” seru Kangin tersenyum

“bukannya Seohyun menyukai Jung yong hwa?” goda yesung membuat Kyuhyun berbalik menatap yesung dan kemudian menatap seohyun meminta penjelasan. Seohyun hanya tersenyum dan menyangkalnya.

“aku dan tiffany akan menikah bulan depan!” suara itu langsung membuat canda tawa mereka terhenti dan menatap Siwon yang menatap mereka yang sibuk sendiri. Bahkan Tiffany mengalihkan pandangannya menatap siwon yang berdiri disamping Leeteuk.

“bulan depan? bahkan kalian sudah merencanakannya?” ucap Yuri lagi.

“tidak.. dia merencanakannya sendiri” jawab Tiffany cepat.

“cepat lah menikah Hyung sebelum aku kembali menggodamu Silly..” Nichkhun terkekeh dan Victoria berhasil mencubit pinggangnya.

“kau akan aku bunuh jika kau menggodanya lagi. Vic tolong katakan kepada kekasihmu itu jangan memanggil kekasihku dengan sebutan itu.. silly? Aku tidak ingin mendengar itu.” Seru siwon menatap Nichkhun. Dan nichkhun hanya mengangkat kedua bahunya membuat siwon ingin menerkamnya sekarang ini.

——-TBC———

 

60 thoughts on “(AF) Happiness With You Part 4

  1. Perfect! Happy, Sad, and all of the emotions!😊😇
    Finally their relationship have been valid! Yeayyy
    Chukae Tiffany unni and Siwon oppa💁💁
    Ahh noumu noumu saranghae!💖💞😍💓
    Author Daebak!!!!
    Next next next….

  2. Kasian siwon,dipukul oleh oppanya fany,karena oppanya fany benci siwon,karena siwon dulu menyakiti fany.namun akhirnya oppanya fany setuju siwon berbaikan kembali sama fany.
    Ortu siwon lebih mencintai fany daripada siwon anak kandungnya sendiri.hehehe…….
    Chukae buat taeteuk menempuh hidup baru dan selalu bahagia.ada moment reunian snsd dan super junior.lanjut baca thor.tetap semangat thor.

  3. Nah gitu dong jgn jd pngecut lg. bhkn fany udh maafin n trm siwon lg. skrg tgk renc kdpn yg smpt tertnda. berasa bgt sprt sdg trjdi mrk kumpul lg….
    g sbr ntr gmn hr bhgia sifany.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s