(AF) Fire in My Heart Part II

Fire in My Heart Part II: in Choi’s house

poster fire

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang–Choi Si Won-Choi Seunghyun

Genre: drama, romantic

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan saran, oke..Happy reading!!!

@city mall, seoul

Kebakaran terjadi di sebuah toko buku terbesar di city mall karena arus pendek listrik. Semua orang berlarian menjauh dari toko tersebut., kegaduhan tak terelakkan. Siwon berada di city mall saat kebakaran itu terjadi. Perusahaannya sedang bekerja sama dengan city mall dalam rangka mempromosikan mobil keluaran terbaru perusahaannya .

“ada seorang gadis yang masih terjebak di dalam” sahut orang-orang. Banyak orang yang membicarakan gadis itu saat kebakaran terjadi karena dia tidak berusaha lari dari toko. Entah apa yang terjadi, tubuhnya seolah mematung melihat kobaran api, itu yang dipikirkan orang-orang saat melihatnya. Dalam kegaduhan dan kekacauan yang terjadi, siwon melihat gadis itu, tiffany. Dia segera berlari masuk dalam toko yang sudah dipenuhi api itu, tidak peduli orang-orang yang meneriaki sikap bodohnya.

“tiffany, gwencaha? Uhuk uhuk” tiffany tidak bergeming, tubuhnya kaku, air mata dan keringat dingin mengalir di tubuhnya. Siwon membopong tiffany dengan susah payah, akhirnya ia bisa mengeluarkan tiffany dari toko yang sedang dilalap api.

“miyoung, gwenchana? Miyoung, jawab aku” siwon berteriak sambil mengguncang-guncangkan tubuh tiffany berharap ada jawaban yang keluar dari mulut tiffany. Tidak pernah ia melihat tiffany dalam keadaan amat buruk seperti itu,siwon ikut bersedih. Berulang kali ia berusaha mengajak bicara tiffany, tapi tiffany tidak bergeming sedikitpun. Ia memeluk tiffany erat dan mencium puncak kepala tiffany berulang kali. Tanpa disadari, air matanya ikut mengalir.

**

@hyondae Hospital, seoul

Siwon kini berada di sebuah rumah sakit. Terduduk disamping tiffany yang sudah terlelap. Wajah siwon terlihat kelelahan dan kusut. Mata siwon yang terlihat sayu tidak pernah lepas sedikitpun dari tiffany. Sesekali mengelap keringat tiffany karena gadis itu tidak henti-hentinya mengeluarkan keringat dingin.

“eeoooh” lenguh tiffany. “appa, oemma” tiffany juga sedari tadi tidak henti-hentinya mengucapkan kata-kata itu

“kamu begitu merindukan mereka fany?” gumam siwon

Ceklek

Taeyon masuk ke dalam kamar tiffany membawa nampan dan handuk.

“ini sajangnim” taeyon meletakkan nampan di samping tempat tidur tiffany. betapa kagetnya taeyon saat melihat siwon membopong tiffany di mall. Sebagai staf bagian pemasaran tentu taeyon juga ikut berada di city mall saat kebakaran terjadi dan siwon harus menjelaskan begaimana pertemuannya dengan tiffany karena taeyon tidak henti-hentinya menanyainya saat perjalanan ke rumah sakit

Kini tiffany sudah tenang. Siwon memegang keningnya, memandang wajah tiffany dengan seksama. Gadis itu tetap terlihat cantik dan menawan walau guratan kesedihan nampak diwajahnya.

“appa dan oemma tiffany meninggal karena kebakaran” siwon mendongak mendengar taeyon

“jadi karena itu miyoung begitu ketakutan?” taeyon menganggukkan kepalanya

“dia ketakutan akan semua hal yang berhubungan dengan api” lanjut taeyon. “saat dia sedih dan memikirkan keluarganya, dia akan ke diamond café dan menghabiskan waktunya berjam-jam karena dulunya itu adalah rumahnya” siwon mengingat pertemuan pertamanya dengan tiffany.

Taeyon memandang tiffany dengan wajah sendu sambil mengelus lengan tiffany yang pucat “dia sebatang kara dan rumahnya dengan terpaksa dijual. Sebuah keluarga mengadopsinya, aku mengenalnya karena aku tetangga keluarga itu”

Siwon mendengarkan setiap penjelasan taeyon tanpa sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari tiffany. Sejenak ia mengingat bahwa urusan perusahaannya belum selesai “nona kim, kembalilah ke perusahaan. Aku akan disini menjaga tiffany”

“tapi sajangnim” taeyon tidak tega meninggalkan tiffany, apalagi dalam keadaan trauma seperti itu. tapi taeyon tidak meneruskan kalimatnya setelah siwon mengangkat tangannya tanda ia tidak mau dibantah. Bagaimanapun siwon adalah bosnya, taeyon menngangguk dan mengucapkan salam pada siwon sebelum keluar dari kamar rawat tiffany

__

Tiffany membuka mata dan mendapati siwon tertidur di samping tempat tidurnya.  tiffany bertanya-tanya bagaimana orang ini bisa ada di sampingnya. Wajah siwon terlihat sangat kelelahan, sepertinya tidurnya sangat pulas. Tiffany  berteriak saat melihat siwon memegang tangan tiffany.

“ya!”

“eeooh” siwon terganggu dengan teriakan tiffan. “kenapa kau bertertiak seperti itu? aku masih mengantuk”.kata siwon membuka matanya, sepertinya dia sedang benar-benar mengantuk.  Kaki siwon beranjak dari kursinya dan naik ke tempat tidur tiffany

“ya ya ya, apa yang kau lakukan?” teriak tiffany

“sstt..berhentilah berteriak dan biarkan aku tidur” siwon meletakkan jari telunjuknya di bibir tiffany dengan mata terpejam. Setelah itu tangan siwon melingkar di pinggang tiffany. tiffany membelalakkan matanya, tidak lagi berteriak. Terlalu shock dengan apa yang terjadi. Kini wajahnya begitu dekat dengan siwon yang tertidur pulas. Tangan tiffany menelusuri wajah siwon. mata, hidung, dan bibirnya. Seulas senyum terbentuk di bibir tiffany saat melihat wajah pulas siwon.

**

@rumah keluarga choi, cheong dam dong

Keluarga choi sedang makan malam. Duo choi tidak terlihat bersama karena seunghyun tidak terlihat berada di kursi makannya.

“aku pulang” seunghyun memasuki rumah dan mencium oemmanya. “coba tebak siapa yang aku ajak ke rumah?”

“nuguseo?” tanya oemmanya

“penggemar gilamu” jawab siwon asal. Seunghyun tidak memperdulikan jawaban siwon

“penulis skenarioku, tiffany”

“uhuk” siwon tersedak mendengar kalimat seunghyun. Tiffany masuk ke ruang makan malam dengan menyunggingkan senyum terbaiknya menyapa keluarga choi.

“annyeong tuan dan nyonya choi, anyeong siwon si” nyonya dan tuan choi membalas sapaan tiffany dengan ramah. Sedangkan siwon hanya diam tidak menanggapi tiffany. selama tiffany di rumah itu siwon seperti kehilangan kotak suaranya.

__

“kita perlu bicara” tiffany langsung mengucapkan kalimat itu saat dia dan siwon masuk mobil. Siwon dengan terpaksa harus mengantarkan tiffany karena seunghyun dengan tiba-tiba ditelfon oleh managernya untuk editing album barunya.

“oke, apa yang ingin kau tanyakan?” seakan tahu bahwa tiffany pasti membutuhkan banyak penjelasan mengingat taeyon pasti sudah menceritakan semuanya pada tiffany dan siwon sudah meninggalkan tiffany sebelum gadis itu terbangun ketika di rumah sakit tempo hari.

“aku tidak pernah menyangka hyung yang sering diceritakan tabi sebagai orang yang kaku itu adalah tuan pom bensin yang cerewet, tidak mau kalah, dan egois. Untung taeyon menceritakan semuanya. Kalau tidak kamu pasti…”

“langsung saja, kenapa kau berbelit-belit seperti itu? dan sejak kapan kau memanggil seunghyun ‘TABI’, itu terdengar emmm terlalu manis, kalian berpacaran?” justru siwon yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada tiffany

“Aniyo, pertama, aku belum mengajukan pertanyaan, kenapa kau malah yang bertanya? Kedua itu bukan urusanmu. Aku hanya ingin tahu kenapa kau membohongiku sebagai petugas pom bensin waktu itu?”

Siwon menggertakkan gigi mendengar ucapan tiffany “aku tidak membohongimu, kenapa kau selalu percaya diri sekali? Aku memang sering melakukan hal seperti itu saat hari libur dan kebetulan aku bertemu denganmu. ada yang mau kau tanyakan lagi nona hwang miyoung?”

Tiffany mengangguk-angguk sebagai tanda paham. “oia, aku tidak suka kamu memanggilku dengan nama koreaku, panggil saja tiffany”

“whatever” sahut siwon sambil mengalihkan pandangannya ke  kaca depan mobil. “sekarang kamu bisa keluar dari mobilku karena kita sudah sampai di apartemenmu” lanjut siwon

Tiffany membuka knop dan keluar dari mobil. Ia membungkukkan badan sekaligus mengucapakan “gomawo” pada siwon. tapi, sebelum tiffany menegakkan badannya mobil siwon sudah meluncur meninggalkan tiffany yang mimic wajahnya berubah sebal atas ulah siwon

**

Siwon menuruni tangga rumahnya dengan santai menuju ruang makan. Namun, tawa renyah yang terdengar dari ruang makan membuat siwon memberhentikan langkahnya. Siwon sudah terbiasa dengan kedatangan tiffany di rumahnya yang membuat suasana rumah menjadi lebih ramai. terlebih tuan hwang, keinginannya untuk mendapat anak yoeja sepertinya terkabulkan dengan datangnya tiffany ke tengah-tengah keluarga choi.

Seunghyun menjadi orang yang membuat hal itu terwujud karena dialah yang senang membawa tiffany ke rumah. Tiffany adalah miyoung adalah fakta yang sudah ia ketahui setelah siwon menjelaskan panjang lebar sehari setelah tiffany pertama kali tiffany datang ke rumah. Kalimat pertama kali yang dia lontarkan adalah “Daeebak, aku benar-benar mendukung miyoung sebagai kakak iparku”. Siwon mengerti, adiknya sudah sekian lama mencarikan kekasih yang cocok untuk siwon sejak gadis yang dicintai siwon meninggalkannya begitu saja setahun lalu.

Lalu bagaimana dengan siwon? pandangan tidak suka pada tiffany setiap gadis itu datang ke rumahnya ternyata berbeda dengan apa yang ia rasakan. Berulang kali ia mengalihkan pandangannya dari tiffany karena siwon tidak akan berhenti menatapnya kala mata siwon sudah terjebak pada penjara mata tiffany. tiffany akan selalu berkata “berhenti menatapku seperti itu atau kau akan jatuh cinta padaku” jika hal itu terjadi dan sebagai balasannya siwon akan berkata jawaban andalannya selama ini “terlalu percaya diri”. Setelah itu, siwon berlari ke kemar dan terus-menerus berkata dihadapan kaca “dia sudah mempunyai kekasih, jangan coba-coba mencintainya”. Tingkahnya di depan kaca sudah seperti anak ABG yang menolak jatuh cinta dengan musuhnya, tentu ia tidak ingin imagenya sebagai CEO perusahaan Hyundai yang cool dan berwibawa hilang di depan tiffany dan keluarganya.

@rumah keluarga choi

08.00 PM

Ting tong

Ting tong

Tiffany membukakan pintu setelah bel rumah terdengar tiga kali dan mendapati seorang gadis cantik tinggi semampai dengan kaki jenjang berdiri di di depan pintu rumah keluarga choi.

“nuguseo?” itu kalimat pertama yang diucapkan oleh gadis itu saat melihat tiffany dan entah kenapa tiffany merasa tidak suka dengan tatapan gadis di depannya.

“seharusnya aku yang bertanya padamu agasshi” tanya tiffany

“sooyoung si” teriak nyonya choi yang berdiri tidak jauh dari tiffany. mimic muka gadis yang dipanggil sooyoung itu berubah menjadi ceria saat melihat nyonya choi dan memeluk oemma siwon begitu lama seolah sudah bertahun-tahun tidak bertemu, meninggalkan tiffany yang menatap kedua wanita berbeda usia itu dengan penuh pertanyaan.

“anak oemma, kapan balik ke korea? Kenapa tidak bilang sama oemma? Kamu harus cerita banyak dengan oemma?” tanya nyonya choi saat melepaskan pelukannya. Sebelum ada jawaban dari sooyoung, nyonya choi menyadari tiffany yang menatap dengan heran langsung menyahut “tiffany, ini sooyoung, dia tetangga sekaligus siwon dan sooyoung, ini tiffany, dia teman kerja seunghyun”. nyonya choi memperkenalkan mereka sambil memberikan senyum terbaiknya.

Sooyoung menjabat tangan tiffany dengan ramah. Hal ini membuat tiffany semakin heran dengan perubahan wajah gadis cantik di depannya. Sooyoung dalam hati lega mendengar bahwa gadis yang bernama tiffany adalah teman kerja seunghyun karena ia sempat mengira gadis di depannya ada hubungan dengan siwon. setahunya, seunghyun tidak biasa membawa temannya ke rumah.

­­__

Suasana makan malam keluarga choi tidak seramai biasanya. Biasanya seunghyun dan tiffany akan sibuk bercanda gurau dan sesekali membawa siwon sebagai bahan dari diskusi mereka. Siwon dengan tampang kesal akan mendebat mereka yang tentunya satu(siwon) akan kalah dengan duo(tiffany dan seunghyun). sedangkan tuan dan nyonya choi akan tertawa melihat pertengkaran manis mereka. Pertengkaran sayang duo choi berubah menjadi pertengkaran manis dengan datangnya tiffany.

“kata oemmamu dia teman hyungmu, tapi kenapa siwon tidak terlihat seperti bertemu sahabat kecilnya?” tanya tiffany pada seunghyun dengan suara lirih. Ia mengarahkan pandangannya pada sosok di depannya selagi tetap menyuapkan makanan ke mulutnya.Seunghyun dan tiffany duduk berdampingan sedangkan dihadapan mereka adalah siwon dan sooyoung.

“nanti aku ceritakan” jawab seunghyun tak kalah lirih dan tiffany menampakkan wajah kecewa mendengar jawaban seunghyun.

“sooyoung menginap disini saja kan? Kamu pasti kangen kan tidur disini?” kata nyonya choi dengan nada memohon. Sooyoung menganggukkan kepala sebagai jawaban, tentu ia tidak tega membiarkan orang yang sudah dianggap oemmanya itu mendapat jawaban “tidak”. “tiffany juga akan menginap disini kan? Kalian bisa tidur bersama” tambah ibu dua anak itu.

“ne ahjumma” jawab tiffany sambil menyunggingkan senyum

“untuk apa dia menginap disini lagi? Kalimat itu terucap dari mulut siwon

“itu karena kau yang menugaskan taeyon pergi keluar kota” jawab tiffany dengan ekspresi sebalnya. Siwon tidak menanggapi tiffany karena memang benar yang dikatakan gadis itu. siwon dengan sengaja sering menugaskan taeyon keluar kota karena hal itu secara tidak langsung akan membuat gadis pemilik eyesmile itu menginap di rumahnya.

“tiffany, mau nonton film bersama?” tanya seunghyun

“boleh” jawaban tiffany membuat siwon menatap dua orang dihadapannya dengan sinis

“aku punya film baru byung hoon”

“benarkah? tentu aku harus lihat” jawab tiffany antusias “kau selalu tahu yang aku mau tabi” tiffany mencubit pipi seunghyun

“kau menonton hanya karena byung hoon? Kau tidak menghargai..”

“ayolah siwon si, apa salahnya dengan hal itu?” sela tiffany. “kalau kau mau, kau bisa ikut menonton bersama kami, asalkan kau  tidak menjadi pengganggu seperti tempo hari”.

Siwon sebenarnya bahagia saat tiffany mengajaknya menonton bersama. Tapi kalimat terakhir tiffany memberikan kesan buruk untuknya.

“aku tidak berminat” kata siwon dingin.

“tabi? Panggilan yang manis untuk seunghyun. apakah kalian berdua sepasang kekasih?” sooyoung menginterupsi pertengkaran siwon dan tiffany yang sepertinya jika dibiarkan akan meledak beberapa detik lagi.

Tiffany sudah akan menjawab tapi seunghyun  berkata “bukan, dia calon kakak iparku”.

“Andwe” sahut tiffany sambil memalingkan muka menatap seunghyun dengan death glarenya. “aku sudah mempunyai kekasih sooyoung si” tiffany menyunggingkan senyum indahnya.

“iya seunghyun si, tiffany kan sudah punya kekasih, kenapa kamu selalu menjodohkannya dengan kakakmu?” nyonya choi ikut dalam berbincangan anak-anaknya

“aku juga tidak berminat dengan gadis seperti dia” kata siwon tanpa ekspresi

__

Tiffany dan seunghyun menonton film baru lee byung hoon sambil menikmati French fries dan beberapa snack lainnya. Suasana bioskop semakin terdukung dengan dimatikannya lampu dan memakai LCD proyektor. Kali ini ada topic yang dibahas oleh dua orang yang hobby nonton film itu, sooyoung. Tiffany sudah tidak sabar mendengar penjelasan seunghyun tentang gadis yang akan menjadi teman tidurnya malam ini.

“jadi dia itu kekasih hyungmu yang meninggalkannya setahun lalu?” tanya tiffany

“ne.. dan sepenuhnya tipe ideal hyung. Lihat sendirikan, tinggi, cantik, lemah lembut, dan pandai memasak” jawab seunghyun santai sambil terus menatap layar LCD dan memakan kentangnya

“jadi dia yang kau sebut jerapah itu?”

“ne” jawab seunghyun sambil terkekeh dan menampakkan smirknya pada tiffany “dia jerapah yang kejam pada hyungku. Aku tidak menyukainya tapi oemma begitu menyukai gadis itu” seunghyun melanjutkan kalimatnya setelah ia kembali focus pada filmnya. Tiffany hanya mengangguk-anggukkan kepala atas semua penjelasan seunghyun.

“apakah hyungmu masih mencintai sooyoung?”

“entahlah, dia selama ini menutup dirinya dari wanita. Tapi dari sikapnya pada sooyoung hari ini mungkin rasa cinta itu tidak sebesar dulu”

“syukurlah” komentar tiffany tanpa beban itu disambut seunghyun dengan menatapnya penuh curiga

“wae?” tiffany merasa tidak enak dengan tatapan seunghyun

“kamu cemburu dengan sooyoung?” tanya seunghyun dengan smriknya. “akhirnya kamu mengakui” lajut seunghyun

“what? Mengakui apa?” tiffany mengambil pop corn salah tingkah

“kalau kau ada rasa dengan hyungku”seunghyun menarik pop corn di tangan tiffany

“andwe. Aku sudah punya kekasih dan hyungmu itu juga tidak tertarik padaku”

“dia menyukaimu” kata seunghyun

“sok tahu” untung keadaan waktu itu gelap, jika tidak seunghyun pasti sudah melihat bagaimana merahnya wajah tiffany

“aku tahu dan aku juga tahu kalau kau tahu itu, iya kan?” tiffany mengiyakan dalam hati apa yang dikatakan seunghyun dan sepenuhnya sadar bagaimana perhatian dan tatapan siwon padanya. Tapi, ia segera menolak itu dan meyakinkan dirinya bahwa cintanya hanya untuk satu orang, kekasihnya.

Di luar ruangan gelap itu, Siwon berkali-kali menatap pintu kamar seunghyun dengan gusar. Menonton film paling tidak membutuhkan waktu dua jam tapi tiffany tidak juga keluar dari kamar seunghyun setelah tiga jam di kamar seunghyun. Walau siwon yakin seunghyun dan tiffany tidak akan melakukan hal-hal aneh tetap saja siwon tidak tenang.

“aiiisshh” siwon mengusap-usap kepalanya kesal. Siwon merasa tolol karena tidak dapat menahan rasa gelisahnya mengetahui tiffany berduaan di kamar dengan seunghyun. adiknya dengan senyum lebarnya mengatakan bahwa tiffany adalah satu-satunya calon kakak ipar yang disetujuinya, tapi siwon tetap saja merasa cemburu dengan seunghyun. bukankah hal itu terlihat sangat konyol dan bodoh.  Kamar siwon berseberangan dengan kamar seunghyun, sedangkan kamar tamu berada di tengah-tengah kamar mereka.

“oppa, gwenchana?” sooyoung berdiri di ambang pintu kamar tamu dan memberikan pertanyaan pada siwon setelah ia mendapati siwon mengacak-acak rambutnya dengan frustasi

Siwon terdiam menatap mantan kekasihnya yang sudah lama ia tidak temui. Seketika tubuhnya membeku dan lidahnya kelu. “gwenchana” kata itu akhirnya meluncur dari mulut siwon setelah sekian detik walaupun dengan terbata-bata. Tatapan siwon tidak tergambarkan, tatapan yang dahulunya dipenuhi cinta itu kini tidak dapat terjemahkan.

“bagaimana-kabarmu-sooyoung si?” dengan terbata-bata kalimat yang sudah seharusnya siwon ucapkan sejak bertemu di ruang makan tadi meluncur. Seharusnya pertemuan untuk pertama kali sejak sooyoung begitu saja meninggalkannya di gereja ia gunakan untuk meminta penjelasan. Tapi siwon malah mengucapkan kalimat sebagai teman yang baru bertemu kembali sekian lama, bukan sebagai kekasih(mantan).

“I miss you” belum sempat siwon menetralkan tubuhnya. Sooyoung sudah membuat sengatan listrik pada tubuhnya. Siwon benar-benar membeku dan hanya bisa menatap sooyoung(yang tidak tergambarkan). Berulang kali ia menelan ludahnya dengan susah payah.

“bogoshippo oppa, jeongmal bogoshippoyo” tatapan sooyoung penuh cinta, kerinduan dan kesedihan. Tapi bagaimana mungkin sooyoung mengucapkan kalimat itu setelah berbulan-bulan tidak ada kabar, meninggalkannya begitu saja tanpa alasan yang jelas, dan membuat siwon gila kerja untuk melupakan sooyoung.

Siwon tidak dapat memahami apa yang sedang dia alami. Kehidupannya yang dulu begitu indah dijungkir balikkan begitu saja oleh sooyoung dalam sehari. Sekarang, setelah semua kembali normal, sooyoung serta merta datang kembali dan tiba-tiba mengucapkan kalimat seolah tidak ada kejadian buruk yang terjadi pada hari terakhir mereka bertemu.

“shit” ucap seunghyun lirih. Sedari tadi tiffany dan seunghyun mengintip siwon dan sooyoung. “lihatlah, berani-beraninya dia mengucapkan kalimat itu. dia seharusnya meminta maaf”.

Tiffany memberikan pandangan sewot pada dua orang di depannya. “karena sooyoung yakin siwon masih mencintainya. Lihat saja, hyungmu saja terpaku, terpana, membeku tidak mengucapkan kalimat apapun. Dia sepertinya masih mencintai sooyoung” kata tiffany dengan nada kesal.

Seunghyun terkekeh mendengar ucapan tiffany dan si ‘tabi’ tahu arti ucapan tiffany dengan nada seperti itu.“tenang saja, aku seratus persen akan membantumu. Pokoknya kau yang harus jadi kakak iparku”

“andwee” tiffany menatap seunghyun penuh amarah

“yes” kata seunghyun tegas, menatap tiffany dengan nada ancaman

“NO” tiffany tidak mau kalah

“kalian sedang apa?” suara siwon menginerupsi pertengkaran mereka. Tiffany dan seunghyun tidak sadar bahwa pertegkaran mereka tidak lagi menggunakan suara lirih. Siwon tentu bisa mendengarnya dan kini siwon sudah berada tepat di depan mereka.

“o’ow” seru seunghyun dan tiffany bersamaan

“kalian menguping?” tanya siwon sambil bersedekap

“ani” jawab mereka bersamaan. Seunghyun dan tiffany bertatapan sebelum mengalihkan pandangannya pada siwon lagi.

“lalu apa yang kalian lakukan?”

“ehm..” seunghyun berusaha mencari jawaban yang tepat

“kami mendengar” jawab tiffany santai. Seunghyun tertawa mendengar jawaban tanpa dosa dari tiffany. iris mata siwon membesar, shock dengan jawaban tiffany. ‘Jawaban macam apa itu, dia tidak merasa bersalah sama sekali’ pikir siwon.

“tabi, besok nonton film lagi ya. Aku rasa menghabiskan waktu menonton denganmu lebih baik daripada berdebat dengan orang aneh. Annyeong tabi” siwon tidak percaya apa yang baru dilihatnya, gadis itu memberikan seunghyun ciuman di pipi dan beranjak meninggalkan siwon begitu saja tanpa memberikan penjelasan yang berarti.

Tiffany berjalan ke arah sooyoung dan menyapanya ramah “sooyoung, aku tidur dulu ya. Annyeong”.  Senyum lebar tiffany menampakkan indahnya eyesmile yang tergambar di wajahnya, Sooyoungpun ikut tersenyum ramah melihatnya “annyeong”.

“annyeong tiffi” teriak seunghyun sambil tersenyum puas.

“ya, aku belum selesai” teriak siwon. Tiffany tidak mengindahkan teriakan siwon, ia menutup pintu kamarnya begitu saja. Dia mengucapkan salam pada semua orang kecuali aku, pikir siwon.

Semua orang terdiam beberapa saat setelah pintu kamar itu tertutup dengan suara keras. Sooyoung menatap siwon yang masih berkutat dengan pikirannya dan tidak mengalihkan pandangannya dari pintu kamar tiffany.

“aku juga tidur dulu. Annyeong oppa, anyeong seunghyun” sooyoung membungkukkan badannya sembari mengucapkan salam dan membuat siwon tersadar dari lemunannya.

“ne, annyeong sooyoung si” jawab seunghyun. Sedangkan siwon hanya menyunggingkan senyum ramahnya. Seunghyun mulai berbalik badan dan akan menutup pintu kamarnya. Sebelum pintu kamarnya tertutup siwon menatapnya dengan pandangan menusuk.

“siapa bilang kau boleh pergi begitu saja? Dan sejak kapan kau memanggil tiffany dengan tiffi?”

Seunghyun menghela nafas panjang. “hyung, mau tidur bersama? Aku tahu hyung lebih punya topic lain yang lebih penting untuk hyung bicarakan. Hyung masih mencintainya?” seunghyun tidak menjawab satupun pertanyaan siwon. Ekspresinya berubah sedih mendengar kalimat seunghyun. adiknya ini memang paling memahami dirinya. Seulas senyum tergambar di wajah siwon dan mereka berdua masuk ke kamar seunghyun, bioskop kamar seunghyun dibuka lagi.

__

“ne silly.. “ tiffany pagi-pagi sudah memenuhi ruang tengah keluarga choi. Wajahnya berseri-seri dengan headset di telinganya. Siwon yang sedang berjalan di tangga terhenti mendengar suara tiffany.

“..iya, habis ini aku akan sarapan.. miane, aku tidak bisa, naskahku belum fix honey.. .. gomawo..nado bogoshipoyo.. neomu neomu saranghae” siwon mamasang muka sebal mendengar setiap kalimat yang meluncur dari bibir tiffany untuk kekasihnya. Terlebih tiffany memasang senyum terindahnya yang tidak pernah siwon lihat untuknya.

“siwon, ayo makan, oemma dan sooyoung sudah memasak masakan yang lezat untuk kita” nyonya choi yang berdiri di bawah tangga  membuat siwon tersadar dari “menguping tiffany”.

“ne oemma” jawab siwon dengan senyumnya dan berjalan menuju ruang makan

“tiffany, honey, jangan telfon terus, ayo sarapan” teriak nyonya choi

“.. sudah ya, aku sarapan dulu.. ne.. bye”

“ne ahjumma” sahut tiffany sambil berteriak dan menuju ke ruang makan

__

Di ruang makan siwon tidak mengalihkan tatapannya pada tiffany dengan pandangan menusuk. Tiffany yang sadar tidak begitu menghiraukan walau sebenarnya dia terganggu.

“sooyoung si, masakanmu lezat…” siwon memuji masakan sooyoung dan tak henti-hentinya memuji sooyoung dalam banyak hal yang menurut tiffany terlalu berlebihan.

Seunghyun paham maksud hyungnya untuk membuat tiffany cemburu. Tapi jatuhnya adalah ketololan hyungnya yang didapatnya. Tiffany bukan gadis sekolah menegah yang akan cemburu begitu saja terlebih pada orang yang tiffany sendiri belum yakin dicintainya atau tidak. Hyungnya memang tidak punya pengalaman cinta yang banyak seperti seunghyun. satu-satunya(mantan) kekasihnya adalah sooyoung yang notabene adalah gadis manja karena anak satu-satunya pemilik salah satu bank besar di korea.

Sooyoung terlihat bahagia mendengar pujian dari siwon. tembok besar yang membuat siwon dan sooyoung terlihat kaku sama lain entah kenapa runtuh begitu saja. Mereka terlihat akrab satu sama lain seperti saat mereka masih bersahabat seperti dulu. Bagaimanapun siwon tidak akan pernah bisa membenci sahabat kecilnya karena siwon sangat menyayangi sooyoung apapun yang terjadi.

**

@gereja st. paulus, seoul

Sudah dua minggu sejak sooyoung dengan tiba-tiba kembali ke kehidupan siwon. mereka ini berdoa dalam tenang di sebuah gereja tak jauh dari rumah keluarga choi. Mungkin karena terlalu pagi, gereja yang biasanya ramai pada hari minggu itu masih sunyi. Sooyoung dan siwon yang berlari-lari pagi bersama menyempatkan diri ke gereja yang sering mereka kunjungi bersama dulu.

“oppa” panggilan sooyoung menghentikan langkah siwon yang akan keluar dari gereja.

Air mata mengalir lembut dari wajah sooyoung saat siwon menoleh. isak tangisnya terdengar walaupun lirih. Siwon segera menghapus air mata sooyoung dengan lembut.

“wae sooyoungi?” siwon mengusap lembut pipi sooyoung

“mianheo..hiks.. hiks.. mianheo” tubuh sooyoung bergetar hebat, kekhawatiran siwon terlukis di wajahnya. Siwon memeluk sahabat kecilnya berharap itu akan menenangkannya.

“aku sudah memaafkanmu sooyoungi, kau pasti tahu betul kalau aku tidak akan pernah bisa membencimu. Aku menyayangimu” katanya sembari mengelus lembut rambut sooyoung

“saranghae, saranghae oppa” suara serak sooyoung mengagetkan siwon dan tiffany. ya, tiffany juga berada tak jauh dari tempat mereka berdiri karena tiffany juga akan berdoa di gereja itu. namun, apa yang di dengarnya membuatnya mengurungkan niat. Dia beranjak meninggalkan gereja dengan perasaan sesak di bagian dadanya, memukul-mukulnya berharap itu akan menghentikan perasaan sesak yang dirasakannya.

**

@ rumah keluarga choi, cheong dam

10.00 AM

Seperti hari minggu biasanya, tiffany diajak seunghyun untuk menghabiskan hari liburnya di rumahnya. Tuan dan nyonya choi sedang tidak di rumah karena harus menghadiri acara amal sehingga rumah itu hanya berisi sooyoung dan ssiwon yang terlihat semakin dekat, seunghyun yang sibuk bermain game dan tiffany yang sedang memakai headset juga sibuk dengan pikirannya akan hubungan siwon dan sooyoung.

“tiffany si, bisa bantu memasak? Oemma sedang tidak di rumah, aku harus menyiapkan makan siang untuk kita” tiffany memasang tampang tidak suka pada sooyoung sejak gadis itu datang dengan siwon dengan wajah berseri-seri.

Sooyoung merasa terganggu dengan tatapan tiffany “aku tidak pernah melihatmu membantu oemma memasak, kamu tidak bisa memasak tiffany-si?” sindiran sooyoung makin membuat tiffany tidak suka. Pujian dari siwon untuk masakan sooyoung rasanya sudah cukup membuat tiffany naik darah.

“tentu aku bisa. Ayo kita memasak” tiffany berjalan lurus ke arah dapur dan menyenggol bahu sooyoung.

Tiffany sibuk mengiris sayuran sedangkan sooyoung menggoreng ikan. Pandangan Tiffany sedari tadi menjauh dari tempat memasak tapi dia mulai merasakan sensasi memasak walau hanya dengan mengiris sayuran.

“tiffany si, aku akan menelfon appaku dulu. Kamu jaga salmonnya ya?” sooyoung berlalu begitu saja tanpa mendengar jawaban tiffany yang seketika itu juga menegang.

Tiffany ragu-ragu mendekat ke arah salmon yang sedang digoreng. Matanya terpejam saat kakinya melangkah kea rah kompor dan terbuka ketika dia yakin hanya akan melihat salmon tanpa harus melihat api.“ternyata memasak menyenangkan” gumam tiffany saat membalikkan salmon.

“Aaaa…Aaaa…Aaaa”jerit tiffany berkali-kali membuat seunghyun dan siwon yang berada di lantai atas shock.mereka saling menatap ketika sama-sama membuka pintu kamar masing-masing.

“bukankah itu suara tiffany hyung?” tanya seunghyun saat mereka berjalan di tangga. Siwon tidak menjawab pertanyaan seunghyun pikirannya sibuk mengkhawatirkan tiffany. Sooyoungpun juga terlihat berlari dari ruang tengah.

“tiffany, kamu membuat salmonnya hangus. Kamu benar-benar tidak bisa memasak” sooyoung segera berlari mematikan kompor saat tiba di dapur dan mengomeli tiffany.

Mata siwon terbelalak saat melihat tiffany terduduk sambil memegang lututnya dengan wajah penuh ketakutan. Sedangkan seunghyun dan sooyoung juga menampakkan wajah kagetnya karena sesaat setelah itu tanpa mereka duga siwon memeluk tiffany dengar erat dengan wajah penuh kekhawatiran.

“gwenchana..gwenchana tiffany” siwon tidak hentinya mencium kening tiffany berusaha menenangkan tiffany. Tubuh tiffany yang basah akan keringat digendong siwon ke kamar ditemani sooyoung dan seunghyun yang mengikuti siwon begitu saja di belakangnya.

“ambilkan aku handuk” ucapan siwon tidak ditanggapi oleh dua orang yang sepertinya kehilangan kesadarannya karena kejadian di dapur

“ambilkan handuk” teriakan siwon kali ini cukup membuat dua orang itu tersadar dan segera setelah itu sooyoung memberikan handuk pada siwon

“kalian pergi saja, aku akan menjaganya” kata siwon sambil mengelap tiffany yang terus bergumam appa dan oemma. Seunghyun dan sooyoung tidak punya pilihan lain, mereka meninggalkan siwon dengan tiffany.

“appa, oemma jangan tinggalkan aku” isak tiffany

Siwon memegang tangan tiffany dan berulang kali menciumnya.  “aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan” ucap siwon sambil mencium telapak tangan tiffany

__

“pagi” siwon memasang senyum lebarnya ketika melihat kelopak mata tiffany yang sedikit demi sedikit membuka. Ikut tertidur di samping tiffany yang akhirnya terlelap setelah insiden yang terjadi kemarin siang. Ya, siwon menjaga tiffany sepanjang hari. Tingkahnya ini mau tidak mau membuat sooyoung yang seharusnya tidur di kamar tiffany dengan terpaksa tidur di kamar siwon

Butuh beberapa waktu untuk tiffany tersadar bahwa siwon mengucapkannya tepat disamping wajahnya. Kakak ‘tabi’ ini tidur di samping tiffany bahkan memeluk tiffany.

“apa yang” suara tiffany lirih, tenaganya sepertinya belum pulih.

“aku menjagamu sepanjang hari. Siapa yang suruh kau memasak padahal selama hampir sepuluh tahun kau tidak mendekati benda yang bernama ‘kompor’?” siwon menopang kepalanya dengan tangan sambil terus menatap tiffany penuh cinta

“maksudku kau”

“saranghae” kata siwon tanpa beban

“what?” tiffany mengeryitkan dahinya

“saranghae, saranghae hwang miyoung, tiffany. mulai sekarang aku tidak akan menyembunyikan kalau aku mencintaimu dan kau juga harus seperti itu”

CUP

Siwon mencium bibir tiffany singkat dan tersenyum lebar. Iris mata tiffany melebar, tidak percaya dengan apa yang terjadi.

“kenapa kau menampakkan wajah seperti itu? kau bahkan tersenyum saat aku melakukannya tadi malam” kata siwon sambil mengerucutkan bibirnya. “dan kau tersenyum semakin lebar ketika aku melakukan yang lebih” smirk siwon terlihat di wajahnya.

“maksudmu?” tiffany bingung. Sebenarnya tiffany bukan bingung dengan ucapan siwon tapi dia bingung dengan perilaku siwon. dia merasa sedang di alam mimpi karena siwon terlihat bukan seperti siwon yang dia kenal.

“maksudku kamu tersenyum ketika aku mengecupmu dank au tersenyum lebar saat aku melakukan ini”

Tidak ada waktu untuk mencerna kalimat siwon karena tiffany sudah merasakan bibir siwon. siwon mencium bibir tiffany dan tidak membiarkan tiffany menolak. Tangan tiffany yang mendorong bahu siwon ia kunci dalam dekapannya. Penolakan tangan tiffany bertolak belakang dengan bibirnya, ia membalas ciuman siwon. ini tidak boleh terjadi, pikir tiffany. tapi mata tiffany tertutup menikmati ciuman itu.

I’m your man..I’m your man

Suara dering telfon tiffany menginterupsi siwon dan tiffany dari ciuman mereka yang tak kunjung berhenti. Mereka menoleh menatap handphone yang bergetar dan bordering terletak di atas meja, di samping tempat tidur dan tertera “my lovely silly” di layar handphone.

TBC

66 thoughts on “(AF) Fire in My Heart Part II

  1. akhirnya siwon nembak tiff, jauhkan Khun!!-_-
    makin manis aja nih.. itu soo ngpain balik lagi-_- TOP udh ngerestuin SiFany^^
    next next next!!

  2. Gila!! Tiffany udah punya pacar?? Siapa?? Nichkhun?? Hahhh!!! Tapi Tiffany kok kayaknya juga tertarik ya sama Siwon. Akankah ada cinta segi empat diantara Siwon, Tiffany, Sooyoung, Nichkhun. Udah lah Sooyoung nyerah aja, elu kan masa lalunye Siwon, lagian Siwon juga kayaknya udah nggk cinta lagi sama dia. Dan Tiffany plus deh, kalau elu punya pacar kenapa elu nyaman banget di deket Siwon?? Jangan saling khianat mengkhianati dong, kalau udah nggk nyaman lagi, putusin. Dari pada pada tersakiti semuanya. Ditunggu next partnya

  3. Dr part 1 mpe ni part 2 tak kirain poster ma castny salah/lupa ganti soalny yg “iceritain seunghyun g da nickhunnya,br tau pas tengah2
    Ceritanya DAEBAK bgtttttt,bener2 fire in my heart aku bacanyaaa♥♥♥♥♥
    Diakhir part bener2 nyesek bwt aku thor,gmn nanti perasaan nickhun😦
    Semangat trs bwt nulis thor,aku suka bgttt tulisannya;-)
    Klo bs seminggu sekali lanjut trs yahh hehehe ^-^

  4. Sepertinya sih yang dikatakan “pacar” tiffany itu taeyeon *semoga-semoga ,hihhiii
    Baiknya top yang berniat menjadikan tiffy’nya sebagai pasangan hyung’nya , good luck top ♡
    Jadi disini orang ke3 nya sooyoung dong yah, okelah semakin seru apalagi siwon udah terang”an bilang saranghae sama tiffa , semoga bukan mimpi.
    Seperti apa part selanjutnya aku ga bisa bayangin, ga sabar rasanya. Update soon please author-nim. Semangat terus tulis sifany’nya. Fighting ^^

  5. bentar bentar thor mau tanya part 1 kn ceritanya siwon lg nnton tv liat peluncuran film TOP yg lg sm tiff nah ini knp tiba” TOP blg setuju klo tiff jd pacar wonppa? msh bingung sih disitu, trs alurnya jg kecepetan gt jd bacanya agak bingung hehehhe

  6. Hadeuhh apalah2 itu tiffany unnie udh bagus ama siwon oppa pake acara ada yg ganggu -_- next part author syg, I’m wait you :* kkk hwaiting!

  7. poor soyoung hahaa, duh yah itu ‘kekasih’ fany hilangkan sajalah huuft
    nihyah dengan kata -ssi itu aku sedikit keganggu, bukannya -ssi itu pengucapan secara formah, knp mamahnya siwon manggil seunghuun -ssi juga seengganya hyunnie atau oake -ah, duuh maaf yah kalo salah tapinya
    tapi ffnya bagus cuma alurnya aja yg agakaaak gmna gitu

  8. poor sooyoungie :((
    ah tapi aku seneng ajasih wkwkwk akhirnyaa ada saranghae saranghae an deh siwon tiffany nya hihihi
    duh lovely silly siapa sih ganggu aja -_-
    daebak deh!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s