(AF) Hapiness With You Part 3

184243_447067612031182_705552033_n

Author : choitiffany

Main Cast: Choi Siwon, Tiffany Hwang

Genre : Romance, Lovestory

Rating : PG 15

Disclaimer:::: Ini fanfic yang baru pertama kali di post disini. Mohon maaf kalau ada kesamaan dalam segi apapun. Ini real hasil pemikiran saya sendiri, don’t plagiat guys.. happy reading and always comment & like J

 

author mohon maaf kalau ceritanya kurang bagus, harap di maklumi karena penulisan ini dikerjakan disela-sela author nyusun skripsi yang hampir deadline..

tapi jangan lupa tinggalkan kritik dan saran agar author bisa lebih semangat lanjutin part nya sampe ending 🙂

sarangheyoo readers

Siwon memandang kosong jalanan Kota Seoul, laki-laki itu menyandarkan kepalanya di sandaran Jok kemudi mobilnya. Masih jam delapan malam , kota Seoul masih ramai dan para pejalan kaki yang berjalan beriringan bahkan berpasang-pasangan di pinggiran jalan itu. Siwon memejamkan matanya, menghembuskan nafasnya secara kasar dan sesekali memukul-mukul setir mobil dengan kedua tangannya.

“aku akan membawa Tiffany kembali bersamaku ke Amerika. Aku yang akan bertanggung jawab atas dirinya saat ini. dan dengan sangat memohon, tolong jangan menganggu Tiffany. Jangan pernah menghubunginya dan jangan pernah lagi menyakitinya. Aku akan membunuhmu jika kau menyakiti adikku lagi.”

Kata-kata Leo masih teringat dengan sangat jelas didalam ingatannya, dia tau kalau sekarang Leo kecewa padanya. Keluarga Hwang yang sudah merestui hubungan mereka, menyambut keluarganya dengan baik tapi apa yang dibalas olehnya, dia hanya menyakiti perasaan Tiffany. Dan dia pantas diberi hukuman atas apa yang ia lakukan.

“Mianhe fany-ah..” lirih Siwon.

-oo0oo-

Di bandara Incheon, terlihat seorang gadis terus membungkuk kepada para penggemarnya yang bertemu dengannya di Bandara. Meminta maaf karena telah melukai hati penggemarnya. Leo yang berada didekat Tiffany langsung merangkul adiknya itu untuk segera masuk kedalam ruang tunggu, pesawat mereka akan segera meninggalkan Korea dan itu berarti Tiffany juga akan meninggalkan kenangannya di Korea bersama Choi Siwon. Inilah keputusannya dan dia tergantung kepada kakak laki-lakinya berharap laki-laki yang ada disampingnya ini selalu berada didekatnya.

“let’s go” ucap Leo, Tiffany hanya tersenyum dan mengikuti langkah kakaknya. Sebelum benar-benar meninggalkan Korea Tiffany membalikan tubuhnya, menatap orang-orang yang berada dibelakangnya matanya sibuk mencari seseorang tapi pada akhirnya dia hanya tersenyum sinis. Tiffany melambaikan tangannya didepan para penggemar begitu juga para penggemar yang melakukan hal yang sama dengan air mata perpisahan. Berpisah bersama idola mereka.

“Saranghaee Tiffany Hwang”

“haruskah aku sedih? Haruskah aku menyesal dengan keputusanku untuk pergi? Terima kasih karena telah memberikan kenangan hingga akhir. Terima kasih karena pernah mengisi kehidupanku. Oppa.. apa kau tau betapa sulitnya aku melalui waktu dua bulan terakhir ini? sangat sulit untukku, aku pikir ketika aku menyimpannya sendiri semua akan baik-baik saja, tapi nyatanya aku seperti akan mati. Tapi memikirkanmu aku bertahan walau pada akhirnya aku harus mengatakannya didepan media. Aku memang bodoh bukan? Aku menunggumu selama dua bulan ini, aku bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan SNSD karena aku memikirkanmu. Makanlah dengan baik dan istirahatlah dengan cukup. Aku tau pasti sulit buatmu berada diposisimu sekarang ini. selamat Choi Siwon-ssi, kau berhasil menduduki kursi CEO. Maaf memberi ucapan yang sangat terlambat ini. aku akan pergi.. selamat tinggal..”

Tiffany menghapus air matanya yang berhasil keluar begitu saja, dia baru saja menghubungi ponsel Siwon yang tidak aktif dan berbicara melalui pesan suara. Dia tidak boleh gegabah setidaknya dia menghormati siwon sebagai Sunbaenya sendiri, sebelum pergi dia harus mengatakan salam perpisahan. Terserah Siwon mendengarkannya atau tidak yang pasti dia telah melakukan dengan baik. Tiffany menghembuskan nafasnya secara kasar lalu membuka ponselnya, mencabut sim card yang ada di ponsel itu lalu mematahkannya dengan kekuatannya yang hampir habis.

Melihat adiknya menangis lagi, Leo segera memeluk tubuh Tiffany didalam ruang tunggu VIP. Leo bisa merasakan kalau tubuh adiknya bergetar hebat, dia menahan semuanya dan pada akhirnya dia menangis mengeluarkan suaranya dipelukan sang kakak.

-oo0oo

Siwon membuka pintu kamarnya dan menutupnya dengan kasar, Jiwon dan Nyonya Choi tersendak kaget melihat Siwon dengan penampilan yang berantakan kameja dan rambutnya sudah kusut ditambah lagi Siwon pulang kerumah dalam keadaan mabuk. Aroma alkohol masih jelas tercium ketika Siwon menghilang dari balik pintu kamarnya.

“ada apa? Kenapa Oppa mu seperti itu?” tanya Nyonya Choi kepada anak bungsunga Choi Jiwon yang kini berdiri disampingnya.

“Eomma.. ternyata Oppa dan Eonni.. mereka sudah putus sejak dua bulan yang lalu.” jawab Jiwon dengan sedikit terbata-bata. Jiwon tau Ibunya sangat mencintai dan menyayangi Tiffany seperti anaknya sendiri. Nyonya Choi terlihat terkejut dengan perkataan anaknya itu, dengan segera Jiwon meminta ibunya untuk duduk di sofa.

“Jiwon-ah.. siapa yang menyebarkan rumor itu?” tanya Nyonya Choi dengan tatapan menuntut jawaban.

“ini bukan rumor Eomma. Siwon Oppa memutuskan Fany Eonni sejak dua bulan yang lalu. tapi Fany Eonni baru saja memberitahunya tadi sore didepan media. Bahkan Fany Eonni sudah meninggalkan dunia hiburan dan memundurkan diri dari SNSD.” Jawab Jiwon

“mwo?” Nyonya Choi tidak bisa menyembunyikan reaksi terkejutnya ketika mendengar penjelasan anaknya itu. Dia terlalu menyayangi Tiffany, gadis periang yang selalu membuatnya bahagia. Dia bahkan sudah menyiapkan pesta mewah untuk pernikahan Siwon dan Tiffany. Tapi apa yang dia dengar? Choi Siwon anak sulungnya sudah memutuskan hubungannya dengan Tiffany.

“Eomma.. Leeteuk Oppa juga sudah mengatakan hal itu kepadaku tadi. Aku langsung menghubungi Teuki Oppa dan dia bilang kalau Tiffany sudah pergi bersama Leo Oppa.” Lanjut Jiwon lagi. Nyonya Choi terlihat menangis, dia ingin marah kepada Siwon tapi melihat anaknya pulang dalam keadaan mabuk seperti ini membuat wanita paruh baya itu membatalkan niatnya.

–oo0oo—

Matahari mengusik ketentraman seorang Pria yang masih tidur diatas tempat tidurnya. Tidak ada yang berubah dari Pria itu sejak kemarin. Dia masih memakai Kameja berwarna Merah yang ia gunakan kemarin dan celana kain yang sama. Choi Siwon memijit memijit pelipisnya yang terasa sakit. Dia membuka matanya perlahan ketika Sinar matahari sudah masuk kedalam kamarnya. Choi Jiwon adiknya kini berjongkok dilantai mengambil serpihan-serpihan ponsel yang tidak terbentuk lagi karena ulah kakaknya, Siwon melihat itu dan langsung membalikan tubuhnya lagi membelakangi Adiknya yang menatapnya dengan tatapan ingin menerkam mangsanya.

“Oppa.. Irona!! Appa dan Eomma menunggumu untuk sarapan.!” Kata Jiwon menarik selimut dari tubuh kakaknya. Siwon kembali menarik selimut itu hingga menempel ditubuhnya lagi.

“Oppa..!”

“Yaa! Keluarlah.. aku masih ingin tidur!” bentak Siwon tanpa menoleh kepada adiknya.

“irona..!” Jiwon tidak tinggal diam saja, dia berdiri diatas tempat tidur sang kakak, lalu menarik tangan pria itu hingga kini posisinya duduk menghadapnya.

Dengan kesal dan sangat terpaksa, Siwon menuruti adiknya itu. Dia langsung berdiri dan mengikuti langkah Jiwon yang keluar lebih dulu dengan langkah gontai.

“Lihatlah penampilanmu..!” cibir Tuan Choi. Pria tua itu sedikit terkejut melihat anaknya yang seperti tidak biasa. Siwon yang selalu menomor satukan penampilannya kini terlihat seperti orang yang tidak pernah mengurus dirinya sendiri.

“Siwon-ah.. apa yang terjadi?” tanya Nyonya Choi. Nyonya choi menatap wajah lesuh anak sulungnya itu. Walaupun Jiwon sudah mengatakan hal yang terjadi sehingga Siwon seperti ini, tapi Nyonya Choi ingin mendengar dari mulut Siwon.

“kalian sudah taukan? Semua orang sudah tau jadi tidak perlu lagi aku menjelaskannya.” Jawab Siwon

“dan kau menjadi lelaki paling pengecut dalam keluarga besar Choi..!” sambung Tuan Choi. Siwon tidak ingin mengubris perkataan ayahnya, dia tau kalau dia memang pengecut membuat wanita yang ia cintai menangis dan sakit hati karenanya. Laki-laki sibuk mengunyah wafle strawberry yang ada di hadapannya.

“minta maaflah sama Eonni.. semuanya belum terlambat bukan?” suara Jiwon membuat siwon menoleh kearahnya.

“ini sudah jauh dari kata terlambat. Dia membenciku, keluarganya juga mungkin akan membenciku.” Jawab Siwon dingin.

Suasana meja makan itu menjadi hening, masing-masing sibuk dengan menu diatas meja. Bahkan Tuan Choi dan Nyonya Choi memelih diam.

“lebih baik kau beristirahat saja dirumah hari ini, kau benar-benar tidak baik.” Kata Nyonya Choi

“aku harus ke kantor Eomma. Banyak pekerjaan yang aku tinggalkan. Aku akan siap-siap dulu.” Siwon segera bangkit dari duduknya dan berjalan kembali ke arah kamarnya

Choi Siwon CEO Hyundai Group yang telah menjabat secara resmi sejak dua bulan yang lalu kini berjalan memasuki lobby kantornya, Siwon menujukan sisi maskulinnya dikantor bahkan dia tidak menujukan kalau dirinya rapuh saat ini. dia tidak mungkin melalukan itu mengingat dia harus tetap menjaga imagenya di kantor ini. semua karyawan terlihat sedang mengamati langkah Siwon menuju Lift, bahkan ada beberapa orang yang sibuk berbisik-bisik dan siwon tau pasti para karyawannya sedang membicarakan tentang dirinya yang sebagai seorang ‘pengecut’.

Siwon memasuki lift dengan sedikit rasa kesal, dia menjadi bahan pembicaraan semua orang. Menyangkut hubungannya dengan Tiffany. Siwon berjalan dengan langkah cepat memasuki ruang kerjanya, sapaan sekretarisnya tidak digubrisnya sama sekali. Dia mendekati sebuah meja kebesarannya melihat tumpukan dokumen yang tersusun rapih disana, dengan cepat siwon membaca dokumen-dokumen itu dan menandatanginya. Setelah satu jam bergumul dengan dokumen Siwon meraih ponselnya dari dalam saku celananya dan hendak menghubungi Kim Jun Ki, tapi keningnya menyerit mana kala ponselnya dalam keadaan tidak aktif.

“pantas tidak ada yang menghubungiku.” Ucapnya sambil mencarger ponsel itu. Berselang beberapa menit tiba-tiba ponsel yang tadinya diam kini terlihat sangat sibuk dengan suara-suara yan beruntun masuk saling mendahului. Dia menggeser kursinya lalu meraih ponsel berwarna hitam itu. Matanya langsung tertuju pada Voice mail beratas namakan Tiffany Hwang. Dengan cepat dia mendekatkan benda itu ketelinganya. Beberapa menit dia mendengarkan suara gadis yang dirindukannya tapi perlahan-lahan siwon menangis dan menutup mulutnya yang hampir saja terisak.

Kebahagiaan tidak berpihak padanya. Kalau saja ponselnya tidak lowbat kemarin mungkin dia akan menyusul Tiffany dan bersujud dikaki gadis itu. Tapi sekarang nomor gadis itu bahkan sudah tidak bisa di hubungi dan siwon hanya menyesali hal itu. Dia melempar kasar ponsel itu diatas meja dan berkali-kali memukul tangannya diatas meja kayu itu.

“kau benar-benar bodoh Choi Siwon!” ucapnya dengan sangat keras.

Setelah bisa menguasai dirinya sendiri, kini siwon teringat sesuatu. Dia membuka laci kecil didekatnya lalu mengambil sebuah cincin dari dalam sana. Cincin yang tiffany lepaskan dari tangannya sejak dua bulan yang lalu. cincin yang diberikan olehnya untuk melamar gadis itu. Tapi kini hanya senyuman tidak tulus yang terukir dari sudut bibir seorang laki-laki bermarga Choi itu. Benar apa yang di katakan oleh ayahnya kalau Siwon adalah laki-laki pengecut dalam sejarah keluarga Choi.

“kau menyesal sekarang ini? penyesalan memang selalu datang terlambat.” Suara itu membuat Siwon menoleh. Dia melihat seorang laki-laki berjas abu-abu kini menghampirinya.

“dia benar-benar meninggalkanku Hyung.”

“kau yang membuatnya pergi tidak pantas kau menyesali hal itu. Tiffany gadis yang baik, dia sangat mencintaimu. Bahkan dia selalu menanyakan kabarmu kepadaku. Tiap hari.. ah anni dia bahkan terus menghubungiku setiap jam. Dia selalu bertanya padaku apakah kau makan dengan teratur dan beristirahat dengan cukup. Dia terlalu kawatir padamu walaupun kalian sudah berakhir, tapi kau mengusirnya dengan keegoisan dan tingkah kekanak-kanakanmu itu.” Ucap Jun Ki yang kini duduk didepan Siwon.

“kenapa kau tidak pernah memberi tahuku kalau dia sering menghubungimu?”

“haruskah aku memberitahumu? Apa kau akan peduli padanya? Kau bahkan menutup rapat askes kehidupan Tiffany dalam hidupmu. Menuduh gadis itu berselingkuh dengan mantan kekasihnya.” Jun Ki tidak bisa memungkiri kalau dia merasa sedikit kesal dengan adik sepupunya ini, kalaupun dia diijinkan untuk menjadi kakak Tiffany untuk sesaat mungkin Siwon sudah babak belur karena mendapat pukulan darinya.

“Hyung..!” Siwon menatap tajam ke arah Jun Ki tapi kini tatapan jun ki lebih menakutkan dari apapun. Siwon hanya mendesah dan dia benar-benar menyesal karena telah mengusir tiffany dari dalam hidupnya. Jun Ki mengambil remote TV dan menyalakannya, CEO SM Entertaiment hari ini memberi klarifikasi tentang hubungan artis nya Victoria Song member Fx dan juga Nichkhun member 2PM yang bernaung di agensi yang berbeda. Siwon tidak menoleh ke layar TV itu, dia tidak berani bahkan terlalu takut. Padahal dia sendiri sudah mengetahui itu di gedung SM kemarin.

“lihatlah.. kau bahkan menuduhnya dengan bukti yang tidak benar!” sindir Jun Ki. Tapi lagi-lagi siwon memilih untuk diam tanpa bicara karena dia benar-benar menyesali apa yang ia lakukan terhadap gadisnya.

–oo0oo—

Hari berganti hari, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun. seorang gadis berlari tergesa-gesa saat dia turun dari mobil sport berwarna hitam. Gadis berambut panjang dengan gaya blonde itu tersenyum menghampiri temannya didalam sebuah coffee shop.

“kau terlambat lagi. Kau tau kan aku tidak suka makan sendiri” Gerutu temannya itu sambil melirik jam tangannya. Jessica Jung terlihat menyedihkan ketika memakan cake yang ada ditangannya. Wajahnya sangat mengkasihani.

“Sorry.. tadi aku menjengkuk Daddy dulu.” jawabnya sambil duduk didepan Jessica. Tiffany Hwang mengambil Americano milik Jessica lalu menyeruputnya. Sudah dua tahun dia meninggalkan Korea bersama kenangannya, sudah dua tahun dia memulai hidup barunya disini, tempat dimana seharusnya dia berada dan baik Jessica maupun Tiffany lebih banyak meluangkan waktu bersama hanya untuk sekedar makan, shopping, ke salon bahkan untuk hal-hal kecil seperti ini. semenjak Tiffany kembali ke Amerika, dari semua kesedihan yang dialami olehnya hanya Jessica lah yang menghiburnya. Hanya Jessica yang menjadi teman curhatnya bahkan tempatnya untuk menangis. Dan itu membuat Jessica membenci seorang Choi Siwon karena telah melukai hati sahabatnya sendiri

FLASHBACK 2 Years Ego***

Jessica Jung, gadis itu terlihat sangat buru-buru keluar dari butiknya ketika dia mendapatkan telepon dari Michale Hwang. Dia bahkan meninggalkan meeting pentingnya hanya untuk pergi ke rumah keluarga Hwang, keluarga nomor duanya di Amerika.

“Eonni.. what happend?” tanya Jessica saat dia menghampiri Michale Hwang yang tengah berdiri didepan pintu rumahnya.

“Tiffany.. Tiffany…” hanya itu yang dikatakan oleh Michale Hwang ketika Jessica menghampirinya.

“Why would her? Her sick?” tanya Jessica

“You don’t know anything? Kamu benar-benar tidak tau Jess?” tanya Michale hwang. Jessica menjadi bingung karena dia benar-benar tidak mengerti. Melihat jessica menggelengkan kepalanya, Wanita itu langsung menarik tangan jessica untuk masuk ke dalam rumah.

“dia ada disini.” Ucap Michale Hwang

“siapa?” tanya Jessica

“Tiffany..”

“why? Apa dia sakit?”

Terlihat Michale hwang mengambil mini ipad disampingnya, lalu memberikan barang itu ketangan Jessica. Jessica menatap ipad itu dan membaca headline dilayar ipad itu.

“Eonni..”

“masuklah.. Tiffany sudah dua hari disini. Dia tidak ingin makan apapun. Aku benar-benar khawatir padanya.”

Tanpa pikir panjang lagi, Jessica langsung masuk kedalam kamar Tiffany. Dia masuk secara perlahan membuat gadis yang ada didalamnya tidak mengetahui kedatanganya. Jessica menutup mulutnya dengan tangan kanannya ketika dia melihat Tiffany yang duduk bersandar dengan kepala dibenamkan dikedua lututnya. Dengan sedikit gemetar, Jessica berjalan kearah gadis itu. Duduk ditepi tempat tidur dan menatap dekat kearah Tiffany

“Fany-ah.. gwenchana”

Tiffany menatap Jessica, pandangan mereka saling bertemu. dengan cepat jessica langsung menarik tubuh Tiffany hingga mereka benar-benar menangis secara bersamaan.

“mianhe.. aku baru tahu kalau kau mengalami hal sesulit ini. aku benar-benar minta maaf karena aku tidak mengetahuinya lebih awal. pasti sangat sulit buatmu, tapi pecayalah semua akan jauh lebih baik kalau kau mau membuka kehidupanmu lagi.. Fany-ah jangan menutup diri seperti ini..” ucap Jessica.

“apa yang harus aku lakukan? Aku merindukannya. Aku tidak bisa tidur karenanya. Aku…”

“Uljimah fany-ah..” Jessica mengusap-ngusap rambut panjang itu dengan pelan. Dia benar-benar bisa merasakan apa yang Tiffany rasakan.

Detik itu juga Jessica selalu bersama dengan Tiffany, dia tidak ingin Tiffany merasa sendiri. Karena dia tau kedua kakaknya sangat sibuk dengan bisnis mereka dan keluarga yang dimilikinya hanyalah dirinya sendiri.

FLASHBACK OFF***

“ayo ke salon. Aku ingin mengubah warna rambutku.” Ucap Jessica antusias.

“sorry tapi aku tidak bisa hari ini. kau tau aku selalu sibuk disaat-saat seperti ini.” ucap Tiffany tanpa menatap Jessica karena gadis itu sibuk dengan cake tiramisuenya. Jessica hanya mendesah pelan, Tiffany sekarang menyibukan diri sebagai seorang pengajar balet disalah satu sekolah di Los Angels. Kakaknya Michale dan Leo Hwang memaksa Tiffany untuk bekerja di perusahaan ayahnya tapi gadis itu tetap tidak ingin menggeluti dunia bisnis yang orang-orangnya selalu berbicara kaku. Selain mengajarkan anak-anak latihan balet, Tiffany juga aktif mengikuti acara amal bersama Jessica. Bahkan dia sering menemani Jessica untuk melakukan launching brand terbarunya.

“aku akan korea. Kau ingin ikut?” tanya Jessica lagi

“tidak.. aku tidak ingin menginjakan kakiku lagi disana.” Balas Tiffany singkat dan gadis itu tetap pada pendiriannya

“kau tidak akan hadir dipernikahan Taeyeon dan Leeteuk Oppa?” tanya Jessica. Mendengar hal itu Tiffany segera melepaskan garpu kecil yang ada ditangannya, dia terdiam beberapa saat lalu menatap jessica. Walaupun dia ingin sekali pergi menghadiri pernikahan sahabatnya itu tapi dia tidak mungkin pergi ke Korea. Dia benar-benar berniat untuk melupakan Korea beserta isinya termaksud Choi Siwon yang kini perlahan-lahan mulai terhapus didalam memori otaknya walaupun secara terpaksa.

“masih ada waktu dua minggu untuk kau berpikir. Pikirkan baik-baik karena aku yakin taeyeon akan membunuhmu kalau kau tidak hadir dipernikahannya. Lagian ini akan menjadi pernikahan terheboh disana, terdengar lucu bukan Mantan Laeder SNSD menikah dengan mantan leader Super Junior.” Jessica tertawa mengingat hal itu. Iya Taeyeon dan Leeteuk mengkonfirmasi hubungan mereka didepan publik sejak satu tahun yang lalu, dimana keduanya tidak lagi terikat kontrak bersama SM entertaiment.

Setelah Jessica keluar dan di susul oleh Tiffany, membuat pertahanan SNSD tidak bisa berlangsung lama. SNSD telah bubar dan masing-masing member melakukan aktifitas secara individual. Taeyeon sebagai seorang leader kini memfokuskan diri mengurus bisnis restauran China yang ia idamkan sejak dulu, Yoona, Sooyoung dan Yuri sibuk menggeluti dunia seni peran, Hyoyeon menjadi MC disebuah acara verety Show dan juga menjadi pelatih dance di SM, Sunny masih sibuk menjadi DJ di radionya, dan SooHyun selalu sibuk dengan drama musikal dan memilih untuk bersolo karir. Tidak beda dengan SNSD kini Super Junior juga telah bubar dan para member mimilih untuk menjalankan aktivas masing-masing. Kecuali Cho Kyuhyun yang kini bersolo karir menjadi seorang penyanyi.

“kau ingat dulu Taeyeon selalu mengatakan kalau dia akan menikah setelah para member menikah lebih dulu. tapi apa sekarang? Dia yang pertama menikah dari para member SNSD” lanjut jessica lagi.

Tiffany hanya tersenyum sinis, kata-kata pernikahan membuat otaknya memaksa untuk mengingat kejadian dua tahun yang lalu. Tiffany yang sangat antusias ingin menikah dengan laki-laki yang mencintainya kini keinginan itu hanya menjadi luka buatnya. Kebahagiaan yang dia idamidamkan kini hanya menjadi kenangan yang menyakitkan apalagi selama penantiannya tidak ada hal baik yang ditujukan oleh masa lalunya.

“sudahku bilang jangan melamun seperti ini lagi. Kau masih memikirkannya?” tanya Jessica

“tidak.!” Jawab Tiffany cepat, dia tau kalau dia mengatakan kepada jessica kalau dia merindukan Siwon, pasti Jessica akan marah padanya dan gadis yang ada dihadapan ini akan semakin membenci sosok seorang Choi Siwon.

“temani aku ke Beverly centre..”

“untuk apa? Sudah ku bilang aku sangat sibuk hari ini.”

“ayolah.. aku ingin melihat-lihat brand ku disana. Anggap saja kau menemaniku dalam perjalanan bisnis. Lagian aku tidak membawa mobil” Ucap Jessica.
“baiklah, aku hanya mengantarkanmu kesana, karena aku harus memberi latihan kepada bocah-bocah menggemaskan itu” jawab Tiffany pada akhirnya.

–oo0oo—

Choi Siwon berjalan bersama beberapa stafnya dan ditemani oleh beberapa orang berwajah bule. Kim Jun Ki terlihat sibuk mendengarkan penjelasan dari Tuan Mayer tentang pengembangan pemasaran didalam Beverly Center ini. tempat perbelanjaan ketiga terbesar di Los Angeles. Tunggu Los Angeles, sudah beberapa kali Siwon melakukan perjalanan bisnis ke negara ini. bukan untuk melihat perkembangan atau membangun kerja sama dengan teman bisnisnya. Hanya satu yang selalu menjadi prioritasnya, yang selalu ada dalam doanya. Ketika Tuhan mengambulkan doanya untuk bertemu dengan Gadis yang berhasil membuat seorang Choi Siwon tidak bisa tidur dengan nyenyak setiap malam. Siwon akan melakukan apapun untuk meminta maaf kepada gadis itu.

Gadis itu? Siwon menghentikan langkah kakinya saat matanya menangkap sosok yang sangat dia kenal. Sosok yang dicarinya selama ini. tiffany Hwang.. gadis yang hampir membuatnya gila! Siwon ingin mengejar gadis itu tapi tunggu dulu langkahnya terhenti saat gadis itu terlihat sangat bahagia bersama teman gadisnya, yang sudah dikenal oleh Siwon. Jessica Jung. Mereka berdua memasuki sebuah store yang kini siwon tau kalau itu adalah tempatnya Jessica karena sangat jelas tertulis merek Blanc disana.

“kau tampak bahagia Fany-ah.. kau benar-benar sudah melupakanku?” batin Siwon. Matanya masih tetap tertuju pada kedua gadis itu yang menyapa satu-satu pelanggan yang ada disana, bahkan Tiffany maupun Jessica selalu meladeni permintaan pelanggan yang mengajaknya untuk berfoto.

Tapi tiba-tiba Siwon menjadi gelisah ditempatnya mana kala Tiffany beranjak dari sana, gadis itu terlihat sangat buru-buru ketika dia menerima panggilan telepon entah dari siapa. Dia ingin mengejar Tiffany yang keluar dari mall ini, tapi langkahnya terhenti saat tuan mayer berdiri dihadapannya dan bertanya hal-hal yang menurut siwon tidak penting sama sekali. Tidak ada yang lebih penting dari pada Tiffany yang hampir menghilang dari pandangannya.

“Hyung.. aku akan menemuimu dihotel nanti. Aku harus pergi.” Siwon segera berlari mencari sosok yang dia cari selama ini, tapi nihil Tiffany tidak terlihat dimanapun ketika Siwon keluar dari mall itu. Masih dengan ekspresi yang terlihat bodoh, Siwon kini berjalan dan menghampiri Jessica yang sibuk melayani para pelanggannya.

“bisa kita bicara?” suara Siwon berhasil membuat Jessica menoleh kearahnya.

“kau?” mata jessica melebar seketika saat dia melihat sosok yang ia kenal. Tapi dengan cepat Jessica melihat kiri dan kanan mencari Tiffany yang tadi berada disampingnya. Tiffany sudah pergi karena dia mendapatkan telepon dari tempatnya mengajar. Terlihat Jessica bernafas legah, setidaknya Tiffany tidak melihat siwon ada disini. Tapi tunggu dulu apa yang dilakukan laki-laki ini disini? Jessica melirik sekilas lalu pendangannya kembali kepada para pelanggannya.

“Sica-ah.. ada yang ingin aku tanyakan.” Ucap Siwon lagi

“apa yang ingin Oppa tanyakan? Tanyakan saja?” jawab jessica tanpa menoleh lagi kearah Siwon

“bukan disini.” Siwon melirik ke kiri dan kanan melihat begitu banyaknya orang disana, dan dia tidak ingin bicara didepan orang seperti ini.

-oo0oo-

Baik siwon maupun Jessica terlihat diam disebuah coffee shop dimall itu. Siwon sesekali menyeruput espresso nya dan jessica menatapnya dengan sangat tajam.

“apa yang ingin Oppa tanyakan? Aku tidka punya banyak waktu.” Ucap Jessica melipat kedua tangannya didadanya. Pertanda kalau dia merasa tidak nyaman didekat laki-laki ini.

“Fany-ah.. bisakah kau memberitahuku alamatnya sekarang?”

“mwo? Setelah Oppa membuangnya kini Oppa mencarinya lagi?” Sindir Jessica dengan senyum tersinis yang pernah siwon lihat.

“aku ingin memperbaiki semuanya. Jadi bantulah aku, hanya kau yang bisa aku andalkan.” Ucap Siwon dengan wajah paling mengkasihani sepanjang hidupnya.

“haruskah aku yang membantumu Oppa? Selama dua tahun terakhir ini hanya aku yang membuat Tiffany kembali tersenyum dan menikmati hidup yang selaknya, dan aku tidak ingin tiffany kembali hancur karena seseorang seperti mu. Aku yang menjadi saksi tentang perjalanan hidupnya ketika Oppa menyakitinya. Oppa bahkan tidak pernah tau berapa banyak air mata yang dia keluarkan, berapa kali dia keluar masuk rumah sakit karena dia terlalu stress memikirkan hal yang seharusnya tidak ia pikirkan. Mianhe Oppa.. aku tidak bisa membantumu.” Jessica yang terlihat mulai emosi kini beranjak dari duduknya tapi tangan siwon bergerak lebih cepat meraih tangannya untuk menahan gadis itu tetap tinggal dan mendengarkan semua penjelasannya.

“aku tau ini sudah terlambat. Tapi aku mohon pertemukan aku dengan Tiffany. Hanya untuk sekali saja.” Pintah Siwon

Jessica tidak ingin melihat siwon memohon seperti ini padanya, tapi dia juga tidak ingin Tiffany kembali goyah karena bertemu dengan Siwon.

“berhentilah menganggunya Oppa.. berhentilah aku mohon. Tiffany terlalu banyak menderita. Kau menyakitinya, bahkan disaat rasa sakit itu belum hilang, Tiffany kehilangan ayahnya. Jadi aku mohon jangan menganggu hidupnya lagi. Ini permintaanku bukan sebagai teman tapi permintaan seorang adik untuk kakaknya.” Ucap Jessica

“apa maksudmu? Tiffany kehilangan ayahnya?” tanya Siwon kembali.

“Tuan Hwang meninggal satu tahun yang lalu. Tiffany tidak memiliki orang tua lagi selain kedua kakaknya yang kini semuanya sudah berkeluarga dan sibuk dengan kesibukan mereka sendiri. Tiffany mengubah hidupnya sendiri untuk tetap mandiri, jadi aku mohon sekali lagi Oppa berhentilah menaggangu hidupnya.”

“tidak bisa..! berikan alamat Tiffany yang baru. Ini permintaan seorang kakak kepada adiknya” ucap Siwon. Jessica tampak ragu tapi melihat Siwon seperti ini dia menjadi sangat tidak tega.

“baiklah.. tapi aku tidak akan memberitahukan alamat barunya, aku hanya mau bilang kalau Tiffany tinggal bersama Leo dan dia mengajar di sebuah sekolah balet.”

“sekolah balet?”
“Kau lupa? Tiffany tidak menyukai dunia bisnis, aku bahkan sudah mencoba untuk membujuknya agar bekerja sama denganku bahkan kedua kakaknya tidak bisa melakukan hal itu. Tiffany akhirnya mendaftarkan diri menjadi pelatih balet, dia bahkan tidak ingin menjadi penyanyi lagi walaupun beberapa kali John Lagend memintanya untuk bekerja sama. Pergilah ke sekolah itu, Tiffany pergi kesana karena dia harus mengajarkan anak-anak didiknya untuk berlatih.”

“Gomawo..” Siwon berdiri dan mencium singkat pipi Jessica membuat gadis itu berteriak karena ulah Siwon. Ada sedikit harapan dihati Siwon, harapan kalau dia akan bertemu dengan Tiffany walapun mungkin Tiffany akan membencinya setelah ini.

-oo0oo-

Dalam kehidupan, sebuah keindahan hati dan pikiran pastinya akan menjadi hal yang membahagiakan bagi siapa saja yang memilikinya. Tiffany Hwang, gadis itu berkumpul bersama beberapa anak kecil yang rata-rata berusia delapan tahun. senyuman itu tidak pernah hilang dari sudut bibirnya. Entah kenapa ketika dia berada diantara anak-anak kecil ini membuat Tiffany melupakan hal yang membuatnya tidak nyaman.

“aku ingin mendengar suara miss bernyanyi, kata Mommy dulu miss adalah penyanyi di Korea. Aku bahkan sudah melihat video-video miss di Youtube. Bernyanyilah untuk kami.” Stella anak gadis yang cantik dengan sangat antusias meminta Tiffany untuk melakukan hal yang sudah 2 tahun ini ditinggalkannya. Bernyanyi? Dia memang menyukai hal itu tapi dia sudah berniat untuk melupakan hal itu menguburnya dalam-dalam.

“kalian lupa kalau sekarang kalian berada dikelas menari bukan kelas olah vokal” jawab Tiffany menatap anak-anak kecil yang ada dihadapannya.

“please.. we just want to listen you singing miss..” suara anak kecil itu terlihat sangat menggemaskan ditambah wajah mereka yang sangat memohon.

“no! I will call Miss Carla.. her will singing for you baby..” ucap Tiffany seraya mengambil iphonenya.

“We want to miss Tiffany.. Please Miss” pintah mereka lagi.

“Okay! I will singin for you.. “ ketika Tiffany mengucapkan hal itu semua anak kecil yang ada disana langsung bersorak gembira.

Tiffany Hwang langsung bernyanyi sesuai permintaan anak didiknya sendiri. Dia bernyanyi lagu all of me milik john lagend. Ada senyuman dan kebahagiaan tersendiri didalam hati seorang Tiffany ketika dia bernyanyi dengan baik. Suara tepuk tangan kini menggema didalam ruang latihan itu, Tiffany menoleh ke arah pintu dan seketika tubuhnya membeku tatapannya kosong ketika dia melihat laki-laki bertubuh tinggi kini berjalan menghampirinya.

“hai.. How are you girls?” suara itu menyapa para anak kecil yang ada disana, laki-laki itu terlihat bahagia menyapa mereka bahkan dia melirik kearah Tiffany yang diam menatapnya. Choi Siwon tau pasti Tiffay akan terkejut melihatnya berada ditempat ini. tapi tatapan siwon beralih kepada dua orang laki-laki bule yang membawa dos-dos besar masuk kedalam ruangan itu.

“hmm.. i brought foods and toys for you..” ucap siwon yang berhasil membuat anak-anak disana bersorak gembira. Tidak dengan Tiffany, gadis itu masih terkejut dan dia memilih untuk berdiri dan menjauh dari tempat itu. Tiffany segera meraih tasnya dan meninggalkan tempat itu, Siwon hanya melirik sekilas lalu terbesit senyuman yang menghiasi sudut bibirnya.

“mau kemana? Tidak bisakah sopan sedikit kepada tamumu?” Siwon menahan Tiffany yang ingin masuk kedalam mobil sport hitam miliknya. Laki-laki itu memegang tangan tiffany tapi gadis tidak menatap Siwon, gadis itu langsung menghempaskannya dengan kasar. Tiffany tau pertahanannya akan runtuh ketika dia melihat wajah Siwon. Percuma saja dia menentang hatinya sendiri kalau sosok yang berhasil menguasai lebih dari separuh otaknya kini ada dihadapannya.

“tidak bisakah kau melepaskan tanganku?” ucap Tiffany dengan nada suara dingin.

“tidak. Aku tidak akan melepaskanmu lagi.” Jawab Siwon tidak mau kalah

“kau bahkan tidak punya hak untuk hidupku. Pergilah sebelum aku memanggil satpam sekolah ini untuk mengusirmu.” Ancam Tiffany menatap tajam kearah siwon.

“aku tidak akan bisa kau ancam. Panggil saja semua satpam disekolah sini. Mereka tidak akan mengusirku karena aku sudah memberi mereka makan yang enak dan gratis.” Jawab Siwon yang masih memegang erat pergelangan tangan Tiffany.

“kau benar-benar gila Choi Siwon-ssi!” ucap Tiffany yang sekali lagi berusaha melepaskan cengkraman Siwon. “kau menyakitiku” lanjutnya lagi. Siwon akhirnya menyadari kalau Tiffany kesakitan karena cengkaramannya, dengan sangat terpaksa siwon melepaskan pegangannya.

Melihat kondisi itu, dengan cepat Tiffany masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Siwon yang berdiri dihalaman parkir sekolah itu. Tiffany dapat melihat dari spion mobilnya kalau siwon menatap kepergiannya.

Bagaimana dia bisa berada disini? Apa selama ini dia tau tempatku? Kenapa dia hadir disaat aku mulai terbiasa melupakannya. Jangan pernah goyah Tiffany, selama ini kau sudah melakukan yang terbaik.

-oo0oo-

Tiffany meletakan buket mawar putih diatas dua batu nisan yang berdekatan. Dia mengusap batu nisan itu dan menciumnya.

“Mom.. Sorry tapi hari ini aku hanya ingin bicara dengan Daddy..” kata Tiffany menatap batu nisan ibunya.

“Dad.. dia kembali.. kemarin dia datang kesekolah. Aku tidak tau apakah aku harus sedih atau bahagia melihatnya. Perasaan yang selama ini sudah ku abaikan apakah mungkin akan goyah kembali? Tidak bisakah Daddy membantuku untuk menghapus semuanya? Jujur saja aku merindukannya tapi perasaan benci kepadanya melebihi apapun. Dia tersenyum seperti tidak memiliki beban sedikitpun, dia lupa kalau dia menyakiti anakmu.” Ucap Tiffany lagi.

Tiffany tersenyum lalu dia menghapus air mata yang berada disudut matanya. Tiffany tidak menyadari kalau ada sosok yang memperhatikannya dari belakang bahkan mendengar apa yang dikatakan olehnya. Melihat gerak gerik gadis itu akan segera pergi, membuatnya segera melangkah untuk meninggalkan tempat itu. Ini akan menjadi rumit kalau Tiffany tahu kalau dia mengikuti Tiffany hingga ketempat ini. Choi Siwon segera berlari masuk kedalam sebuah taksi yang dinaikinya tadi, melihat Tiffany yang kini telah masuk kedalam mobilnya. Lalu dengan sekali perintah Sopir taksi itu mengikuti mobil Tiffany. Choi Siwon mungkin akan dibunuh oleh Jun Ki, mengingat semua tanggung jawabnya kini dilimpahkan kepada saudaranya itu. Apalagi kalau jun ki tau Siwon hanya mengikuti Tiffany seperti ini. siapa yang peduli? Siwon tidak ingin kehilangan gadis itu.

Setelah kejadian sejak Siwon muncul secara tiba-tiba di tempatnya bekerja membuat Tiffany harus lebih berhati-hati. Tiffany bahkan s tidak masuk ke sekolah dan beralasan kalau dia sakit. Itu akan lebih mudah baginya untuk tidak bertemu dengan Siwon karena dia tauu Siwon bukan tipe laki-laki yang pantang menyerah. Mobil sport hitam itu kini sudah terparkir rapih disebuah halaman gadung berlantai tiga yang tertulis “BLANC & ECLARE” di kawasan Downtown District. Tiffany hwang turun dengan sangat tergesa-gesa memasuki gedung itu. Dia mencari sosok yang menjadi target utama yang harus dimintai penjelasannya.

“eoh.. apa yang membuatmu kesini?” tanya Jessica saat dia melihat Tiffay masuk keruang kerjanya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Jessica yang sibuk mendesain model bag hand diatas kertas kini menatap gadis itu.

“kau yang memberitahunya dimana aku bekerja?” tanya Tiffany tanpa basa basi lagi.

“siapa?” tanya Jessica

“haruskah aku mengatakannya?”ucap Tiffany lagi

“jadi kalian sudah bertemu?” tanya Jessica dengan wajah polosnya.

“dia memaksaku dan aku menjadi tidak tega padanya.” Lanjut jessica saat Tiffany menatapnya tajam

“kenapa kau memberitahunya? Kau yang melarangku untuk tidak mengingatnya dan kau membuatnya datang menemuiku.” Ucap Tiffany. Tapi belum sempat Jessica membuka mulutnya untuk sebuah penjelasan, kini pintu kantornya terbuka dan kedua gadis itu terkejut dengan sosok yang tiba dibalik pintu.

“karena aku ingin menemuimu!” sambung laki-laki itu yang tidak lain adalah Choi Siwon. Siwon menutup pintu itu dan berdiri dihadapan kedua gadis mungil itu.

“sebaiknya aku pergi. Ternyata kau ada tamu.” Ucap Tiffany tapi langkahnya terhenti saat Siwon meraih tangannya membuat gadis itu menatapnya dengan sangat tajam.

“sudahku bilang jangan menyentuhku!” ucap Tiffany menepis tangan siwon.

“sepertinya kalian berdua butuh privasi. Selesaikan secepatnya. Aku akan meeting dengan clienku.” Jessica segera keluar dari ruang kerjanya, mengambil kunci digagang pintu dan entah apa yang dilakukannya.

“hubungi aku kalau kalian sudah menyelesaikan apa yang seharusnya kalian selesaikan.” Lanjutnya lagi sebelum benar-benar menghilang dari sana.

“kau terlihat lebih menggemaskan ketika marah seperti ini.”

“jangan memujiku, aku tidak tertarik dengan pujianmu.”

“Jangan habiskan waktumu tanpa tujuan, jangan pikirkan hal yang tidak berguna, fokuslah pada apa yang menjadi tujuanmu fany-ah.. kau sudah melakukan dengan baik selama ini” Batin Tiffany menatap sorot mata Choi Siwon

“kau tau hal yang paling sulit dilakukan di dunia ini adalah memperoleh hati seseorang dan mengembalikan kepercayaan.. aku benar-benar minta maaf, aku tau ini jauh dari kata terlambat. Tapi aku mohon maafkan aku. Aku benar-benar menyesali itu.” Suara siwon membuka percakapan diantara keduanya ketika dia melihat sorot mata terluka dari seorang Tiffany Hwang. Tidak ada cinta disana hanya ada yang luka dan dendam.

Kehidupanku berikutnya, aku hanya ingin mencintai satu orang. Jika orang itu tidak mencintaiku, tidak masalah, aku tidak akan repot-repot. Aku hanya berharap bahwa aku dapat melihat orang itu setiap hari.. seseorang yang selama ini berhasil membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak setiap malamnya. Kalau kau ingin memukulku silahkan, kalau kau ingin menamparku silahkan, kalau kau ingin membunuh silahkan. Aku hanya ingin kau benar-benar bahagia bukan merasa tertekan dengan semua perasaan yang kau pendam sendiri.” Lanjut Siwon lagi.

“kau hanya datang kesini untuk minta maaf? Ini bahkan sudah berlalu Choi Siwon-ssi. Kau tau berapa lama aku menunggumu? Sejak kau memutuskan hubungan kita, sejak aku masih memiliki harapan disisa-sisa waktu ku di Korea tapi kau tidak pernah menghubungiku. Aku memang gadis bodoh yang terperangkap didalam perasaanku sendiri. Walaupun aku tau kau tidak akan menghubungiku, tapi aku tetap menunggumu. Aku bodohkan? Jadi aku mohon untuk kali ini jangan pernah membuatku terlihat bodoh lagi. Mari kita melupakan semuanya. Aku sudah berusaha melawan semuanya aku sudah berusaha untuk melupakan mu.. aku…”

Ucapan tiffany terhenti ketika Siwon membungkap mulutnya dengan ciumanya. Tiffany memberontak tapi sia-sia karena siwon memeluknya dengan sangat erat sehingga dia benar-benar sulit untuk bernafas. Ciuman siwon mengebu-gebu membuat Tiffany terus memukul dada bidang laki-laki itu. Dia ingin memberontak tapi akal sehatnya tidak bekerja. Dia merindukan sentuhan laki-laki ini, dia merindukan semuanya. Hingga Tiffany pada akhirnya membalas ciuman itu dengan kesadarannya. Dia tau ini kesalahan fatal dalam hidupnya tapi sekali lagi dia tidak bisa menolak ketika hati dan pikirannya tidak berjalan dengan seimbang.

“aku mencintaimu.. jadi aku mohon maafkan aku.” Ucap Siwon dengan nafas yang masih terengah-engah. Tiffany tidak bisa menjawabnya, dia menundukan kepalanya dan kedua tangannya memukul dada bidang siwon sebagai pelampiasannya selama ini. tiffany menangis dan siwon menyadari itu.

“kenapa kau selalu menangis karenaku? Berhentilah menangis.” Ucap siwon menarik Tiffany didalam pulakannya.

“akhirnya aku bisa menghirup udara yang bebas. Kau sudah seperti udara yang ku hirup. Selama ini aku tidak bisa menghirup udara melegahkan seperti ini.” ucapp Siwon

“bukan.. aku bukan udara yang kau hirup. Aku hanya berpura-pura menjadi udara. Aku hanya semilir angin yang hanya lewat dihidupmu. Kita sudah lama berakhir dan kau memelukku seperti ini. aku tidak bisa bernafas.” Jawab Tiffany melepaskan dirinya dari pelukan Siwon.

Siwon menatap Tiffany, dia tau masih sulit untuknya bisa memaafkan kesalahan terbesar dalam hidup seorang Choi Siwon. Siwon menyadari kalau Tiffany kini sedang menangis dalam diam, dia kembali menarik gadis itu untuk berada didalam pelukannya“maafkan aku karena membuatmu menungguku cukup lama. Menangislah.. sebagai gantinya ketika aku menangis karenamu, kau harus berjanji untuk tetap berada disisiku.” Ucap Siwon membelai rambut panjang Tiffany.

“aku membencimu.. aku benar-benar membencimu!” ucap Tiffany yang masih didalam pelukan siwon.

“tidak masalah buatku. aku memang pantas dibenci olehmu. Aku memang pantas mendapatkan hukuman darimu. Teruslah membenciku karena itu berarti kau menghabiskan setiap detik diharimu untuk selalu memikirkanku.”

“kenapa tingkat kepercayaan dirimu tinggi sekali Tuan Choi?” cibir Tiffany melepaskan diri dari pelukan Siwon yang semakin erat dan membuatnya kesulitan untuk bernafas.

“bukannya aku selalu percaya diri? Maafkan aku..” Siwon membelai rambut Tiffany, merapaihkan rambut itu lalu tersenyum membuat Tiffany lupa akan pendiriannya. Melupakan Choi Siwon mungkin hanya menjadi pembahasan antara dirinya dan juga Jessica. Tiffany mundur beberapa langkah, dan menduduki sofa panjang karena dia sendiri bisa merasakan kakinya tidak kuat lagi menopang tubuhnya saat dia menatap siwon. Pria yang selalu berhasil merusak kinerja otaknya sendiri. Siwon mengikuti Tiffany untuk duduk disampingnya, tapi detik berikutnya dia menguabah posisinya membuat Tiffany terkejut.

“apa yang kau lakukan Siwon-ssi?” pekik Tiffany yang berusaha mendorong tubuh kepada Siwon.

“biarkan aku tidur sebentar. Aku ingin tidur seperti ini, membuatku merasa nyaman” jawab Siwon yang kini kepalanya sudah tersandar dengan rapih diatas kedua paha Tiffany. Tangan kiri Siwon membelai dengan lembut wajah putih tiffany, dia tersenyum membuat kedua lesung pipi terlihat. Sial..! kenapa dia selalu menghipnotisku dengan senyuman ini.. batin Tiffany dengan masih menatap Siwon.

“bangunlah..” Ucap Tiffany menggerakan pahanya membuat kepada siwon sedikit terangkat.

“tidak mau!” balas Siwon

Tiffany akhirnya hanya bisa mengeluh karena kepala Siwon sangat berat. Mengeluh seperti ini tidak membuat Siwon bangkit dari pangkuannya. Pria itu bahkan mengatakan kalau kepala berat karena setiap detik memikirkan Tiffany Hwang.. Hwang Miyoung.

“berhentilah mengombaliku siwon-ssi”

“ini kenyataan! Kau pasti mengalami hal yang sangat sulit karenaku kan? Maafkan aku karena aku baru mengetahui kalau Aboeji sudah meninggal. Aku bahkan mengingkari janjiku kepadanya untuk menikahi anak bungsunya. Maafkan aku” ucap siwon lagi.

“kau tau kalau Daddy sudah………”

“hmm.. Jessica yang mengatakannya padaku kemarin. Dan tadi pagi aku mengikutimu menjenguk orang tuamu disana.” Sambung siwon tapi kau tidak menyadari kehadiranku.

“kau mengawasiku?” tanya Tiffany terkejut

“tentu saja. Aku harus memastikan kalau kau tidak berkencan dengan siapapun. Karena aku bisa memastikan aku akan membunuh siapa saja yang mendekatimu” ucap Siwon. Tiffany hanya diam menatap Siwon yang ada di pangkuannya, tangannya bermain diatas kepala siwon merapihkan rambut laki-laki itu.

“Op..ppa..” Tiffany terlihat kaku mengucapkan kata itu. Sudah lama sekali dia tidak memanggil Siwon dengan sebutan Oppa. Terlihat jelas kalau siwon tersenyum ketika Tiffany memanggilnya seperti itu.

“apa Oppa mencintaiku?” tanya Tiffany, membuat siwon menatap sorot mata gadis itu.

“tentu saja, aku selalu mencintaimu.” Jawab siwon

“kenapa Oppa tidak pernah mencariku dan menghubungiku?” tanya Tiffany. Pertanyaan yang sudah dia siapkan sejak dulu kalau saja siwon berada di hadapannya. Siwon segera mengubah posisinya untuk duduk, mengamati wajah gadis itu yang penuh luka. Kedua tangannya menangkap wajah itu, membuat Tiffany dengan terpaksa menatap siwon.

“dengar.. selama ini aku mencarimu, setiap aku melakukan perjalanan bisnis kesini yang menjadi prioritasku adalah mencarimu. Aku berkali-kali kerumahmu tapi penghuni yang disana mengatakan kalau kalian sudah pindah. Kau bahkan mengganti nomor ponselmu membuatku tidak bisa menghubungimu. Aku hanya selalu melihat instagram mu melihat kau baik-baik saja tersenyum disetiap foto yang kau update, membuatku tersenyum. Maaf membuatmu menunggu. Aku janji aku tidak akan menyianyiakan hidupmu lagi. Hmm.. maafkan aku”

Entah apa yang membuat seorang Tiffany hanya menuruti perkataan perkataan Siwon. Dia tidak menjawab melainkan menyandarkan kepalanya didada bidang pria itu, mendengarkan detak jantung Choi siwon yang berdetak lebih cepat dari biasanya.

Tiffany kembali mengangkat kepalanya dari dada bidang Siwon, ketika ponsel siwon berdering dan membuat pria itu sedikit mengangkat tubuhnya untuk meraih ponsel yang ada disaku celana yang ia gunakan. Siwon kembali menarik pinggang Tiffany, membuat gadis itu kembali berada ditempat ternyaman untuk bersandar.

“dia selalu mengangguku” gerutu Siwon saat dia melihat layar ponselnya.

“nugu?” tanya Tiffany

“Jun Ki Hyung, dia akan memarahiku karena sedari pagi aku tidak menghubunginya dan membiarkannya bekerja sendiri disini.”

“mwo? Kenapa Choi Sajangnim sangat kejam kepada saudaranya sendiri? Angkat dan bicaralah.” Jawab Tiffany. Siwon akhirnya menyentuh layar ponselnya yang berwarna hijau lalu menglouspekar panggilan itu.

“Choi Siwon! Kembalilah ke Hotel! Cepat selesaikan semua pekerjaanmu karena kau memeiliki banyak pekerjaan di Korea. Cepatlah kembali sebelum aku membunuhmu!” Baik siwon maupun Tiffany hanya mengulum senyum saat mendengar suara Jun Ki yang emosian.

“pergilah..”

“kau benar-benar ingin aku pergi?” tanya Siwon menatap Tiffany.

“Yaa! Kau sedang bersama seorang gadis? Demi Tuhan Choi Siwon aku akan melaporkannya kepada Ibumu! Kau tau Ibu mu tidak akan merestui hubunganmu dengan wanita lain selain Tiffany Hwang! Kau bahkan berjanji kepada Ibu mu untuk membawa Tiffany kembali ke Korea, tapi sekarang kau berkencan dengan wanita lain! Apa kau gila?!” Jun Ki tidak habis-habisnya memarahi Siwon membuat Tiffany tidak bisa menahan tawanya ketika melihat ekspresi siwon.

“jangan mengancamku Hyung! aku tutup telponnya” Siwon segera mengakhiri sambungan telepon itu, dan menatap tajam kearah Tiffany yang sedang tertawa memperlihatkan eye smile yang sudah lama tidak siwon lihat. Siwon mendekatkan tubuhnya ke arah tiffany membuat jarak yang begitu dekat dengan wajah gadis itu, membuat Tiffany terkejut dan menghentikan tawanya. Bahkan Tiffany bisa merasakan nafas siwon begitu juga dengan Siwon. Tiffany menutup matanya saat sesuatu yang basah menyentuh bibirnya dengan lembut, bahkan Tiffany dengan sadar mengalungkan kedua tangannya dileher siwon sementara tangan siwon memeluk erat pinggang ramping gadis itu.

Pintu terbuka membuat dua orang yang ada diatas sofa terlihat sangat terkejut. Jessica Jung yang melihat adegan itu menutup matanya dengan tangan kanannya. “apa yang kalian lakukan dikantorku?” teriak Jessica yang masih berdiri di depan pintu ruang kerjanya dengan mata yang masih tertutup.

“wae? Baby wae?” Pria yang berdiri tidak jauh di belakang Jessica terlihat panik saat jessica berteriak didepan pintu. Lee Donghae menghampiri Jessica, kedua tangannya memegang bahu gadis itu. Lee DongHae terkejut saat dia melihat dua orang yang berada didalam sana.

“siwon-ah.. fany-ah.. kenapa kalian disini?” tanya Donghae. Mungkin Donghae tidak akan terkejut kalau melihat Tiffany ada diruang kerja kekasihnya. Karena setiap dia datang ke Amerika dan bertemu dengan kekasihnya selalu ada Tiffany diruangan ini. tapi tunggu, untuk apa siwon ada disini? Bersama Tiffany? Berduaan disini? Donghae masih memutar otaknya dengan pertanyaannya sendiri.

“apa kalian berkencan?” tanya Siwon pada akhirnya, apalagi saat dia mendengar Donghae memanggil Jessica dengan sebutan Baby.

“enam bulan yang lalu. tapi apa yang membuatmu kesini? Fany-ah..” Donghae melirik Tiffany yang masih merasa malu karena kepergok oleh Jessica.

“mereka berciuman di ruang kerjaku.” Sambung Jessica menatap dua orang itu.

“wajar bukan. Apa yang akan kita lakukan disaat kau mengunci pintu dari luar. Kau menggangu saja dengan masuk secara tiba-tiba seperti ini.” gerutu Siwon

“fany-ah.. kalian sudah kembali lagi?” tanya Jessica menatap kearah Tiffany yang terlihat salah tingkah.

“anniyo..”jawab Tiffany cepat, membuat Siwon mengalihkan pandangannya kearah Tiffany dengan kening yang menyerit.

“fany-ah..” suara siwon terlihat berat memanggil namanya. Donghae maupun jessica melihat ekspresi kekecewaan dari wajah siwon.

“ini sudah malam, sebaiknya kita makan malam bersama” Usul donghae seketika

“aku setuju..” jawab jessica antusias, karena dia bisa melihat tiffany dalam keadaan bimbang saat ini. dengan cepat Jessica melangkah mendekati Tiffany lalu menarik tangan gadis itu begitu juga dengan Lee Donghae dia langsung menarik tangan Siwon yang masih menatap Tiffany dengan sorot kekecewaan.

Siwon benar-benar terkejut saat Tiffany mengatakan Tidak! Lalu apa yang mereka lalukan tadi? Bahkan Tiffany memeluknya, mereka berciuman. Kenapa dia bisa berkata seperti itu. Apa dia tidak yakin dan masih terluka karenanya? Siwon melepaskan tangan Donghae dan meraih tangan kanan Tiffany membuat jessica melepaskan tangannya dari tangan tiffany.

-oo0oo-

“aku pikir kau akan menikah dengan teman bisnis mu itu.” Ucap Siwon saat dia sedang menikmati steak yang ada dihadapannya sebagai menu makan malam mereka.

“who?” tanya Jessica dengan wajah polosnya.

“Tyler” jawab Siwon, membuat donghae terbatuk-batuk karena mendengar nama itu.

“gwenchana? Jessica segera mengambil air dan memberikannya kepada donghae. Sementara Tiffany memukul tangan Siwon karena membuat Donghae tersendak.

“aku tidak pernah mengatakan kalau aku berkencan dengannya bukan? Itu hanya rumor dan dia hanya teman bisnisku.” Jawab Jessica.

“rumor yang membuatmu di pecat dari SNSD?” balas Siwon menatap Jessica.

“Yaa! Jangan membawa-bawa hal itu” teriak jessica, membuat tawa siwon meledak seketika. Dia berhasil membuat Donghae tersendak dan berhasil membuat jessica sedikit kesal.

“fany-ah.. apa benar kau tidak ingin ke Korea? Sebelum aku kesini taeyeon memintaku untuk membawamu ke Korea. Dia ingin kau datang ke acara penikahannya dengan Teuki Hyung.” kata Donghae yang berhasil membuat siwon membungkam mulutnya dan memandang gadis yang kini duduk disampingnya.

“entahlah.. aku hanya telalu takut untuk menginjakkan kaki disana.” Jawab Tiffany

“waeyo?” tanya Siwon

Tiffany tidak menjawab dan menyibukan diri dengan daging steak yang sudah dipotong-potongnya tadi. Dia benar-benar bingung, Siwon kini ada dihadapannya dia cukup bahagia untuk hari ini tapi, dan disini lain Taeyeon sahabatnya akan menikah dan gadis itu memaksanya untuk ke korea. Negara yang membuatnya secara perlahan melupakan semuanya kenangan dan bahkan para penggemarnya yang selalu mendukungnya.

Mobil Sport hitam itu berjalan dikeramaian kota Los Angels, malam yang cukup indah untuk menikmati waktu berdua, itu yang ada dipikiran siwon. Namun konsentrasi mengemudinya hilang saat dia mengingat perkataan Tiffany tadi. Siwon melirik Gadis itu yang sedang melihat ke sisi jalanan yang memang sangat ramai.

“kenapa kau tidak ingin kembali lagi ke korea?” tanya Siwon pada akhirnya

Tiffany menoleh sekilas lalu tersenyum membuat Siwon mengeritkan keningnya. “jawab aku fany-ah”

“hmm.. karena aku terlalu takut untuk menginjakkan kaki disana.”

“waeyo?

“aku hanya belum siap.”

“belum siap? Apa itu sebuah jawaban?” tanya Siwon lagi.

“Oppa.. apa kau mencintaiku?” tanya Tiffany ragu-ragu. Tentu saja sekarang Tiffany ragu dengan kejelasan hubungan mereka. Siwon tidak mengatakan kalau dia ingin menjalin hubungan mereka kembali. Siwon tidak mengatakan hal itu. Kepastian, tentu saja Tiffany sebagai seorang perempuan membutuhkan kepastian. Apalagi mengingat apa yang mereka lakukan tadi di kantor Jessica. Berciuman dengan penuh kasih sayang.

“tentu saja aku mencintaimu..! tunggu dulu, apa perlu aku menembakmu lagi?” tanya siwon

“bukankah memang harus seperti itu? Seorang wanita membutuhkan penjelasan dan kepastian.” Jawab Tiffany.

“baiklah.. aku akan melakukannya nanti. Kalau dulu aku menembakmu di backstage setelah konser, sekarang aku harus menembakmu dengan cara yang romantis.” Jawab siwon, Tiffany mendengus karena lagi-lagi siwon tidak memberinya kepastian.

Siwon merogoh ponselnya ketika ponsel itu bergetar, dia membaca pesan singkat dari Jun Ki dan wajah bahagianya seketika pudar ketika membaca pesan itu. Siwon melirik Tiffany, Tiffany juga melakukan hal yang sama.

“nugu?” tanya Tiffany ketika dia melihat wajah siwon yang ekspresinya berubah.

“sepertinya besok aku harus kembali ke Korea.” Ucap Siwon, dan lagi-lagi siwon melihat Tiffany raut kekecewaan di wajah seorang Tiffany. Bagaimana mungkin Jun Ki sudah memesankan tiket untuknya kembali ke Korea besok pagi, bahkan dia baru saja merasakan hidupnya yang kembali secara sempurna setelah melewati hari ini bersama gadis yang dicintainya.

“ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Sambung siwon lagi.

“pergilah.. bukankah itu tanggangu jawab Oppa sebagai seorang CEO?” Jawab Tiffany tersenyum. Tersenyum? Tidak ini bukan senyum tulus yang selalu ia berikan, ini lebih untuk mengatakan kepada siwon kalau dia mengijinkannya untuk pergi. Tidak boleh egois karena hubungan mereka mungkin tidak lebih dari seorang teman biasa.

Haruskan Oppa pergi meninggalkanku lagi? Setelah aku merasa cukup bahagia hari ini? bagaimana denganku? Bagaimana dengan hubungan kita yang masih tidak jelas. Aku kah aku melepaskannya pergi lagi setelah aku menunggu selama dua tahun ini? batin Tiffany menatap siwon yang sibuk mengemudi. Tiffany menoleh keluar jendela, lalu perlahan menutup matanya. Ada sesuatu yang keluar dari sudut matanya.. Air mata, Tiffany bisa merasakan itu dan Siwon yang masih tidak menyadari itu.

 

——TBC———

 

68 thoughts on “(AF) Hapiness With You Part 3

  1. Huaaa akhirnya,ayo dong bersatu lagi kalaian :’),huaaa berharap nyata deh yg kyk gini😦 :’) ada haesica yeay ♡♥♡♥,wah taeteuk nikah? Woahhh keren ^o^

  2. Yeayy finally Wonnie oppa sama Fany unni be together again(?)😂😊😍😙
    Hmmm Fany unni pasti kecewa sama Won oppa…😢😦
    Won oppa sih kayak gitu sama Fany unni, but both of u be together again🎉😍💞💖
    Fany unni udah happy but Wonnie oppanya harus pergi lagi(?)😢😢😱😱
    Can’t wait for the next….
    Next next next

  3. Bagus kok ffnya thor.saya suka alur ceritanya thor
    Sifany udah baikan.namun fany masih takut untuk kembali kekorea,dan fany ragu dengan kejelasan hubungan kembali.siwon cepatlah lamar fany sekali lagi.tetap semangat thor.lanjut baca ya thor
    Author jjang.

  4. Sulit psti dilalui sifany dlm jlni hdp mrk krn hrs berpisah dlm keadaan msh slg cinta. pengecut!! iya siwon pengecut tdk mw perjuangkn n sll mnyesal. wakaupn skrg udh bisa ktm dgn fany tp msh ad keraguan dlm dri fany thdp siwon. crtny berhasil bikin reader msk..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s