(AF) Fire In My Heart Part 1

 Fire in My Heart Part I: Miyoung-Choi-Tiffany

poster fire

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang–Choi Si Won-Choi Seunghyun

Genre: drama, romantic

Rating: 17

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Jangan lupa meninggalkan saran, oke..Happy reading!!!

@diamond café, seoul

12.00 AM

Denting pintu café terdengar, menandakan ada yang masuk ke café yang ramai akan pengunjung itu. Seorang gadis dengan pakaian casual masuk ke dalam café dan memesan secangkir espresso. Setelah itu ia celingak-celinguk melihat sekeliling café. Tak ada meja kosong, Semua meja sudah penuh. Ia melangkah menuju meja di ujung café. Duduk di depan seorang namja yang sedang membaca novel. Namja itu memandang gadis itu penuh pertanyaan saat tiba-tiba gadis itu duduk tepat didepannya.

“sorry, semua meja sudah penuh dan aku merasa namja dengan novel ditangannya sedang tidak menunggu seseorang” gadis itu menyunggingkan seyum terbaiknya

Lelaki itu tidak mengindahkan gadis itu dan kembali membaca novelnya

“aku lebih suka lihat filmnya” celetuk gadis itu, sepertinya dia tidak begitu peduli dengan kenyataan bahwa namja di depannya menatapnya dengan tatapan terganggu.

“well, oke, aku tidak mau mengganggu. Silahkan dilanjutkan” lanjut gadis itu

Pelayan datang ke meja ujung itu. Espresso yang dipesan sang gadis sudah datang. Gadis itu memasang headset di kedua telinganya dan mulai menikmati espressonya sambil mengamati café tersebut dengan seksama. Pikirannya menerawang jauh.

“aku lebih suka membaca novelnya” tiba-tiba namja di depan gadis itu berceletuk.

“maaf, aku tadi hanya sedang serius membaca?”

Gadis dengan headset itu tersenyum  “Maaf mengganggumu siwon si. Aku hanya tidak terpikir saja petugas pom bensin sepertimu suka membaca”. Namja itu memakai seragam pom bensin dengan name tag bertuliskan “siwon” di bagian dada sebelah kirinya. Gadis itupun segera menunjuk name tagnya saat siwon mengeryitkan dahi bingung mendengar namanya disebut. Gadis di depannya sudah mengetahui namanya.

“owh, kenapa? Tampangku bukan orang yang suka membaca? Ngomong-ngomong, membaca novel tentu berbeda dengan melihat filmnya agashi. Pengarangnya menulis dengan tulus dan produser membuat film karena novel laris akan menghasilnya banyak uang melalui gedung bioskop”

“produser memang membuatnya karena uang. Tapi yang membuat film tidak hanya produser. Sutradara, penulis scenario, dan kru film lainnya. Kalau semua kru film bekerja hanya demi uang, tidak akan ada film-film yang berkualitas. Lagipula, tak ada salahnya dengan mengharapkan pundi-pundi uang dari sebuah novel yang sukses” gadis itu tak mau kalah. “kau menyukai taegugki?” lanjut sang gadis

“tentu, kau pasti juga menyukainya?”

“tentu. Aku rasa semua orang korea menyukai film itu. Terlebih lagi, jajaran departemen acting yang memukau” jawab gadis itu

Lelaki itu menutup bukunya. Tanda bahwa dia mulai antusias dengan pembicaraannya.

“ya, gadis sepertimu pasti melihat film itu karena won bin dan jang dong gun yang tampan”

“Apa salah kalau gadis melihat film karena pemainnya tampan? Itu normal. Kru casting film pasti memilih mereka karena banyak alasan, termasuk karena mereka tampan. Tentu karena acting mereka juga mumpuni. Seperti halnya seorang wanita melihat pria dari isi dompetnya, itu wajar”

“Bagaimana hal itu bisa dibilang wajar? aku tidak setuju. harusnya para wanita mencintai seorang pria bukan karena uangnya” siwon mulai naik darah

“tapi itu normal. Semua orang membutuhkan uang? Termasuk anda tuan pom bensin. Bekerja di pom bensin tentu bukan cita-citamu kan. Tapi kau bekerja disana. Karena apa? Karena uang”

“dasar kalian para wanita matrealistis tidak bisa menghargai para pria. Lagipula anda sepertinya sok tahu nona. Aku tidak bekerja di pom bensin demi uang”

“siwon si, dengarkan aku. Aku hanya sedang membahas bahwa itu normal. Bukan berarti aku ini matrealistis. Kalau bukan untuk uang, lalu untuk apa anda bekerja di pom bensin?”

Dua orang berumur sekitar 25-an itu larut dalam pemicaraan yang asik. Mungkin lebih bisa dibilang perdebatan. Tapi apapun itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah menghabiskan hampir dua jam di café hanya untuk berdebat.

“ah sudahlah siwon si. Aku harus pergi” gadis itu melihat jam tangannya

“Tunggu. Kita belum selesai bicara agashi. Dan sangat curang ketika kau sudah tahu namaku sedangkan aku tidak tahu namamu”

“kau mulai tertarik denganku siwon si?” jawab gadis itu sambil tersenyum

“kau terlalu percaya diri agashi” gadis itu tertawa mendengar komentar siwon

“sampai jumpa siwon si”

“sampai jumpa? Berarti kita akan bertemu lagi nona” gumam siwon sambil melihat gadis itu keluar café

**

@HOF apartement, Seoul

07.00 PM

“aku pulang”  Tiffany masuk ke apartemennya. Wajahnya terlihat lelah.

“Sudah pulang? kau nggak ke diamond café?” tanya taeyon, sahabat tiffany yang sibuk mengutak-atik laptonya

“percaya atau tidak, aku hanya sekitar dua jam disana” Taeyon menunjukkan wajah heran. Ia beranjak meninggalkan laptopnya dan mengikuti tiffany ke kamarnya.

“benarkah? Aku kira kau akan lama disana mengingat hari ini adalah…”

“Entahlah” sela tiffany “Di diamond café aku bertemu dengan namja, dia petugas pom bensin. Kami berdebat selama dua jam. Aku tidak mau kalah dan dia sepertinya bukan tipe pria yang mau mengalah. Bagaimana mungkin dia menuntut wanita untuk menghormati para pria. Sedangkan dia sebagai pria saja tidak mau mengalah denganku yang notabene wanita. Karena perdebatan itu, kesedihanku yang biasanya aku luapkan dengan berjam-jam di diamond café menghilang begitu saja. Karena aku merasa baik-baik saja aku segera menemui sutradara untuk merevisi naskahku” tiffany menjelaskan panjang lebar

“wah wah, sepertinya pemuda pom bensin itu bisa membuatmu melupakan kesedihanmu” komentar taeyon

“mungkin lebih tepatnya membuatku kesal. Sudahlah, aku tidak berminat membicarakan pemuda itu”

“kau bilang tidak berminat tapi kau menjelaskannya panjang kali lebar yang kalau kau kali lagi dengan tinggi menjadi satuan volume” sindir taeyon

“come on taeyon, stop it. Berhenti berusaha menjadikanku wanita pengkhianat”

“apa salahnya? Aku hanya ingin temanku bisa hidup kembali. Tidak menjadi orang bodoh yang mau saja…”

“kau pikir selama ini aku tidak hidup?” tiffany kembali menyela pembicaraan taeyon. “dan berhenti menasehati aku tentang cintaku. Jawabanku masih tetap sama

Taeyon meletakkan tangannya di dada tiffany “aku tidak hanya ingin ragamu yang hidup tapi yang disini juga” Kalimat taeyon membuat tiffany sedikit terhentak. Guratan kesedihan mulai terlihat di wajah cerianya.

“oke oke, ayo kita cari makan saja. Aku lapar” kata taeyon memecah keheningan

“owh..come on taeng, aku capek. Kau tidak masak hari ini?”

“tiff, pekerjaanku penuh hari ini. Bosku yang super menyebalkan itu memberiku tumpukan kerjaan padahal hari ini adalah hari libur. Kau mau makan diluar atau kau yang harus memasak?” tiffany segera menyambar tasnya tanda bahwa dia memilih opsi pertama.

**

@xiao ling restaurant

07.30 PM

Tiffany dan taeyon memutuskan pergi ke sebuah restoran cina untuk makan malam. Restoran cina memasang menu keluarga, jadi mereka bisa makan dalam porsi yang lebih besar. Ini adalah cara mereka berhemat. Tiffany memesan makanan sementara taeyon duduk di meja menunggu tiffany.

“nona, saya pesan capjay ya” kata tiffany

“nona tiffany?” seorang pemuda tampan mendekati tiffany dan menyapanya

“aaa…TOP ssi. senang bertemu denganmu lagi” tiffany memberikan senyum indahnya pada pemuda tampan itu

“ne, aku makan malam dengan keluargaku disana” top menunjuk salah satu meja. Ia mengajak tiffany untuk berkenalan dengan keluarganya.

“appa, oemma, ini nona tiffany. Dia penulis naskah dari film baru yang aku mainkan” TOP memperkenalkan tiffany pada keluarganya. Tiffany bersalaman dengan tuan dan nyonnya choi.

“terimakasih sudah mempercayakan ceritamu pada anak kami nona. Kami tidak menyangka bahwa gadis semuda anda sudah menjadi penulis naskah professional” kata tuan choi

“anda terlalu memuji tuan. Saya yang harus berterimakasih karena actor berbakat seperti TOP mau menjadi actor dalam ceritaku” jawab tiffany sungkan

“tiffany ikut makan malam sama kami saja” kata nyonya choi

“ne, terimakasih tawarannya nyonya. Tapi temanku sedang menungguku di meja ujung. Saya permisi dulu” tiffany berpamitan dengan keluarga choi dan kembali pada taeyon

“bukankah itu TOP bigbang? Wah, dia terlihat lebih tampan dari aslinya” kata taeyon antusias setelah tiffany menceritakan bahwa dia bertemu pemain filmnya.

“dia sangat tampan juga sanngat ramah. Tapi dia terkenal playboy” sahut tiffany

“dia hanya memanfaatkan ketampanan dan kepopulerannya. Aku memakluminya” kata taeyon santai. Tiffany mengeryitkan dahi mendengar komentar taeyon

“wae? Aku berkomentar darikacamata orang luar. Kalau aku jadi kekasihnya tetap saja aku tidak mau diduakan. Memangnya kau, punya wajah cantik, karir bagus, tapi masih saja terbelit dengan satu namja brengsek itu”

“sudahlah, kita ganti topic pembicaraan saja” kata tiffany yang tidak ingin makan malam mereka berubah menjadi perdebatan. Tiffany sudah cukup berdebat hari ini.

__

“wanita muda yang cantik dan berbakat, iya kan seunghyun?” komentar tuan choi saat tiffany pergi. Anak bungsu keluarga choi itu tersenyum  simpul dan menaikkan alisnya salah tingkah.

“maaf aku terlambat” siwon mencium pipi ibunya dan duduk di samping adiknya.

“siwon, kau dari mana saja? Lihat wajahmu dekil seperti itu. kau tidak lagi tampan” kata nyonya choi sambil mengusap-usap wajah tampan anaknya

“dia memang tidak tampan oemma” komentar seunghyun sambil terus melahap makanannya. Siwon menjitak kepala seunghyun, membuat adik laki-lakinya itu tersedak.

“kau terlalu banyak komentar adik kecilku yang tidak terlalu tampan” kata siwon

“oemma, hyung mulai lagi” rajuk seunghyun setelah meminum air

“kau memang actor yang terkenal dan tampan. Tapi yang paling tampan di keluarga choi tetap saja aku. Iya kan oemma?”

“aigooo, anak-anak oemma ini sudah besar-besar tapi kenapa kekanak-kanakan sekali. Tentu saja semua anak oemma tampan” kata nyonya choi

“hyung hanya iri padaku karena aku lebih terkenal darinya. Lihat saja kalau kakak masuk dunia entertain, pasti nitizen lebih memilih aku sebagai yang lebih tampan daripada kau”

“aku tidak akan masuk ke duniamu. Mereka hanya akan melihatku dari ketampanan dan kepopuleranku” Siwon menjelaskan “Dan aku…TIDAK SUKA HAL ITU” kalimat siwon kali ini ditiru oleh bibir adiknya. Sudah kesekian kalinya ia menjelaskan bahwa ia ingin orang-orang memendangnya tidak dari jabatan dan ketampanannya.

“aku bahkan tadi sempat berdebat panjang lebar dengan seorang gadis yang terlalu percaya diri sekaligus matrealistis tentang hal ini. Dia..”

“sudah-sudah, ayo kita makan!” kalimatnya dipotong oemma

“Siwon, appa tahu kau suka melakukan yang kau sebut ‘ekspedisi’ itu. tapi jangan lupa dengan tugasmu di perusahaan!” kata tuan choi

“ne appa” siwon mengangguk

“Kau hanya bisa melakukannya saat hari libur. Appa tidak mau hal ini mengganggu kinerjamu. Kali ini kau ekspedisi jadi apa?” Tanya pemimpin keluarga choi itu

“petugas pom bensin” jawab siwon

**

2 month later

@neon park, seoul

10.00 PM

“okayyy..cut. bagus. Siap dikemas. kita bekerja lagi besok. Selamat malam semua”

“selamat malam sajangnim” seru semua kru dan pemain film.

Lokasi shooting film itu tampak ramai. peralatan yang dibuat untuk membuat hujan buatan segera dibereskan. Film telah selesai dibuat. Tinggal proses editing.

“tiffany, terimakasih kerjasamanya” kata sutradara film

“tentu sajangnim. Karena sudah malam, aku pulang dulu. Selamat malam” tiffany membungkuk pada sutradara “selamat malam semua” tiffany juga member salam pada semua kru

“selamat malam” jawab semua orang

Tiffany melangkah menjauh dari lokasi shooting.

“tiffany-si” tiffany berbalik mendengar namanya dipanggil

“ne.. TOP-si. wae?”

Sejak bekerja sama dalam satu film, tiffany dan TOP menjadi teman dekat. Walau seringkali TOP menggoda tiffany tapi tiffany tahu benar reputasi TOP yang seorang playboy.

“sudah aku bilang kan, panggil saja seunghyun. kita sudah berteman cukup lama bahkan kau berkata kalau  aku adalah teman baik katamu. Tapi panggilanmu seperti fans-fansku saja” kata TOP

“neee seunghyun si sang actor tampan” goda tiffany, mereka berdua tertawa.

“waeyo?” tiffany mengulang pertanyaannya

“sudah malam. Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang?” tidak ada jawaban dari tiffany. dia terlihat sedang menimbang-nimbang tawaran seunghyun “itu kalau kau tidak keberatan” seunghyun menambahkan kalimatnya

“aku naik bus saja seunghyun-si. bukannya aku menolak, tapi aku sudah janjian pulang bersama dengan temanku” tolak tiffany ramah

“namja? Yoeja?” Tanya seunghyun

“yoeja. Namanya taeyon. Dia teman sekamarku. Wae?”

“ani. Mungkin akan ada masalah kalau jawabannya adalah namja. Aku akan memaksamu untuk pulang bersamaku kalau jawabannya itu” sepertinya seunghyun mulai menggoda gadis muda di depannya. Tiffany tersenyum mendengar kalimat seunghyun.

Seunghyun melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada tiffany. Tiffany tersenyum melihat perilaku manis seunghyun.

“pakailah, diluar dingin” kata seunghyun sambil membenarkan jaketnya pada badan tiffany.

“gomawo. Aku pulang dulu” tiffany tersenyum ramah sebelum melangkah menjauhi seunghyun.

“tiffany” baru beberapa langkah, seunghyun sudah memanggilnya lagi

“ne?” tiffany berbalik

“sms aku kalau sudah sampai apartemen” kata seunghyun

“kalau aku ingat” kata tiffany sambil tertawa

“tiffany” seunghyun memanggilnya lagi setelah tiffany berjalan  lebih jauh

“waeee seunghyun si?”

“hati-hati”

“nee.. ada lagi?” Tanya tiffany

“ani” jawab seunghyun

“tiffany” seunghyun mulai nakal sepertinya. Ia memanggil tiffany lagi saat tiffany kembali berjalan. Tiffany menghela nafas sebelum berbalik. Saat berbalik ia memasang kedua tangannya di pinggangnya tanda ia mulai kesal. Tapi tentu, siapa yang akan benar-benar kesal dengan seunghyun yang tampan.

“wae oppa?” kali ini tiffany yang menggoda. Baru beberapa detik lalu ia memanggil TOP menjadi seunghyun dan sekarang? Ia memanggil oppa. Benar-benar revolusi sebuah panggilan. Tiffany berhasil membuat pipi seunghyun memerah.

“hati-hati” kata seunghyun

“kau tadi sudah mengatakannya seunghyun” kata tiffany

“ya, tadi kau memanggilku dengan oppa, kenapa mundur menjadi seunghyun lagi?” Tiffany tertawa melihat kemarahan seunghyun

“oppa, aku akan pulang lebih malam lagi kalau kau tidak juga membiarkanku pulang” seunghyun tersenyum lebar mendengar kalimat tiffany.

“aku tadi belum selesai bicara. Hati-hati, oppa khawatir”

“aiiiissshh, so cheesy. Tak heran banyak gadis yang tergila-gila padamu. Kau pintar memainkan kata-kata”

“apakah kau bagian dari mereka?” Tanya seunghyun

“ne?”

“kau? Bagian dari gadis-gadis yang tergila-gila itu?”

“sudah malam. Aku pulang” tiffany tidak menjawab pertanyaan seunghyun. ia berbalik dan meneruskan perjalanannya menuju halte. Mereka berdua berjalan saling menjauh sambil menyunggingkan senyum.

**

@halte

10.30 PM

Siwon menunggu bus di halte kali ini. Mobilnya tiba-tiba mogok. Ia harus meninggalkan mobilnya dan berjalan menuju halte. Taxi tidak beroperasi di daerah itu. Malam sangat dingin, ia memakai jaket tebal kado dari ayahnya. Saat ia menunggu, ia melihat dari kejauhan seorang wanita memakai jaket persis seperti miliknya. Gadis itu tersenyum sendiri dan dia melangkah mendekat ke arah siwon, semakin dekat dan dekat. Kini siwon tahu siapa yang berjalan ke arahnya.

“hi agashi” tiffany berhenti tersenyum saat disapa siwon

“siwon? sedang apa disini?” tanya tiffany

“memangnya ada fungsi lain halte?” siwon balik bertanya. Tiffany mendengus kesal mendengar jawaban siwon.

“maksudku, untuk apa petugas pom bensin malam-malam di halte begini. Sudahlah, aku juga tidak mau tahu dan tidak peduli” tiffany duduk disamping siwon

“kau tidak peduli padaku tapi kau memakai jaket sepertiku” tiffany menatap siwon. benar, tiffany memakai jaket yang sama persis dengan jaket siwon.

“hei, toko tidak menjual satu siwon si. Lagipula aku tidak tahu kalau petugas pom bensin sepertimu bisa membeli jaket mahal seperti ini”

“memangnya kenapa? Petugas pom bensin tidak boleh membeli barang mahal?” tiffany tidak menanggapi siwon. ponselnya bordering, taeyon menelfonnya.

“yoboseo taeng… Kau tidur di rumah teman kantormu? …Tahu gitu aku pulang bareng temanku…  Oke, nee aku akan hati-hati.  Selamat malam” tiffany menutup telfonnya setelah melontarkan beberapa kalimat sebagai tanggapan atas perkataan taeyon.

Satu jam berlalu. Siwon sedari tadi melihat jam tangannya. Resah karena bus tidak juga datang. Tiffany mulai mengantuk dan udara sudah semakin dingin. Sesekali siwon menatap tiffany, begitupun dengan tiffany. Mereka berdua sedang kelelahan. Mungkin itu yang membuat mereka berdua terdiam. Pembicaraan mereka hanya berujung pada perdebatan.

“haaaakh” siwon menghela nafas panjang

“aku mengantuk” keluh tiffany

“ne, aku juga. kenapa belum juga ada bus yang datang. Ini sudah hampir tengah malam” siwon juga mengeluh. Tiba-tiba siwon merasakan sesuatu yang berat di bahunya, Tiffany. gadis itu terlalu lelah dan mengantuk. Tanpa sadar ia menyandarkan bahunya pada siwon, lelaki yang terhitung baru dua kali ia temui. Siwon menatap tiffany intens. Terlihat mata indah tiffany yang biasanya juga menampakkan senyum itu tertutup.

“yeppo” gumamnya

Saat menatap tiffany, ia melihat jaket tiffany dengan seksama. Jaket tiffany tidak menutup sempurna. Tangannya mulai mendekat ke jaket itu. ia merasa ada tulisan dibalik jaket itu. Ayahnya membelikan jaket itu untuk kedua anaknya dan terdapat nama masing-masing di jaket itu. Walau tidak mungkin tiffany memakai jaket seunghyun tapi siwon tetap penasaran.

“yah, apa yang kau lakukan? Byuntae” pekik tiffany. ia melayangkan banyak pukulan pada siwon

“ya ya ya. Appoo.. Appo. Aku hanya ingin melihat tulisan dibalik jaketmu itu”

“alas an, byuntae” tiffany terus memukul siwon . mereka terhenti karena siwon berhasil memegang pergelangan tangan tiffany. Mereka terdiam dan saling menatap

“kalian jadi naik atau tidak? ” bus ternyata datang saat kedua orang itu bertengkar. Siwon dan tiffany menatap bus itu sekian detik dan pintu bus menutup.

“tunggu tunggu” mereka berdua berlari mengejar bus

Bus itu akhirnya berhenti. Mereka masuk ke dalam bus. Bahkan, tanpa mereka sadari, dengan terngah-engah, mereka duduk berdampingan dan masih saling berpeganngan tangan.

“aigooo, kalian pasangan yang serasi” komentar sopir bus.

Ya, dengan saling berpenganngan tangan, duduk berdampingan dan memakai jaket ‘couple’ sudah cukup untuk memberikan label ‘pasangan serasi’ pada tiffany dan siwon. kalimat sopir bus itu langsung membuat mereka melepaskan tangan mereka.

“pindah sana” kata tiffany

“enak saja, aku yang memilih tempatini. Kau saja yang pindah”

“aish, dasar namja egois” cibir tiffany

Tiffany pindah tempat duduk dibelakang siwon. Belum lama mereka naik bus. Tiffany sudah kembali mengantuk. Mengikuti jalannya shooting film sedari pagi membuatnya kelelahan. Semua orang di bus sepertinya juga mengantuk, termasuk sopir bus. Tunggu, sopir bus tidak boleh mengantuk.

Ciiiitttt

Bus mulai kehilangan kendali.

DUG

“Ouch” kepala tiffany menatap kepala siwon

Bus memutar. Badan samping bus menatap pohon

PRANG

Kaca jendela yang menatap pohon mulai pecah. Siwon segera berbalik dan mengcover tiffany dengan tubuhnya. Pecahan kaca itu mengenai wajah siwon. tiffany yang ketakutan memeluk siwon dengan erat. bus berhenti setelah menatap pohon.

Terlihat orang-orang shock dengan apa yang baru saja terjadi. Mereka semua mengomeli sopir bus. Untungnya  kecelakaan ini tidak parah. Tidak ada korban, hanya ada yang luka-luka karena terkena serpihan kaca.

“siwon, kau terluka” tiffany memandang siwon. mereka segera melepaskan pelukan mereka setelah tersadar.

“aaah” rintih siwon saat memegang wajahnya

Mereka turun dari bus. Karena itu adalah bus yang terakhir, sudah dekat dengan apartemen tiffany dan tidak memungkinkan siwon untuk pulang ke rumahnya, tiffany memaksa siwon untuk menginap di apartemennya. Ia merasa harus bertanggung jawab karena siwon telah menolongnya.

**

@HOF Apartemen

01.00AM

Tiffany mengobati luka siwon.

“ouch ouch, appoo, kau tidak bisa lebih lembut” rintih siwon

Tiffany mendengus kesal “kau yang manja”.

“ini semua salahmu. Ketampananku jadi berkurang” tiffany ingin muntah mendengar kalimat siwon

Selama tiffany mengobati siwon. Siwon menatap gadis itu lagi dengan intens. Tak tahu perasaan apa, tapi ia senang menatap gadis itu seperti yang ia lakukan saat di halte.

“berhentilah mengagumiku, nanti kau jatuh cinta” kata tiffany sambil meletakkan plester di pipi siwon

“percaya diri sekali” cibir siwon

“bisa saja kan, tapi maaf, aku tidak tertarik dengan petugas pom bensin yang egois, sombong dan sok tahu sepertimu. Aku juga sudah mempunyai kekasih” kata tiffany sambil terus mengobati siwon

“ternyata ada juga orang yang mau menjadi kekasih gadis sepertimu”

“enak saja, ada, banyak, dan mereka semua tampan dan kaya. Puas?” tiffany menatap kesal siwon. “kau tidur di tempat tidur tamanku di sebelah sana, dia sedang menginap di rekan kerjanya karena lembur. Bosnya memang gila. Selamat malam” tiffany mematikan lampu

“ya.. Aaa..” teriak siwon dalam kegelapan. Ia berlari menuju tiffany

“aish siwon si, apa yang kau lakukan?” siwon memeluk tiffany dengan erat

“nyalakan lampunya, nyalakan lampunya” sahut siwon. tiffany akhirnya menuruti siwon.

“kau takut gelap siwon si?” Tanya tiffany. Siwon tidak mengatakan iya atau tidak. Ia gengsi mengatakan kalau ia adalah salah seorang yang takut akan gelap. Akhirnya ia hanya menganggukkan kepala. Seketika itu juga tiffany tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya. Siwon membenci melihat hal itu.

“puas? tertawalah sepuasmu. Aku mau tidur” kata siwon

“ya” pekik siwon. tiffany menggoda dengan mematikan lampu lagi kemudian menyalakannya lagi sambil terus tertawa.

Siwon mendengus kesal. Berbulan-bulan tidak bertemu gadis ini. Sekali bertemu lagi, ia sudah harus menginap di apartemennya bahkan harus memberitahukan rahasianya. Benar-benar hari yang buruk, pikirnya.

**

Apakah kalian tahu jika kamu benar-benar merindukan seseorang, dia yang disana akan ikut memikirkanmu dan jika tuhan mengizinkan, maka kalian akan dipertemukan dengannya. Entah apa yang merasuki pikiran siwon. saat berjalan-jalan sendirian di sore hari, ia berharap akan bertemu dengan miyoung. Siwon sudah mengetahui nama gadis itu setelah ia berhasil mengacak-acak kamar tiffany untuk menemukan identitas gadis itu saat siwon menginap di apartemen tiffany. Akhirnya ia menemukan KTP tiffany yang bertuliskan “hwang miyoung”. Walaupun setelah itu, ia harus merasakan ledakan amarah dari tiffany.Bahkan ia diusir tiffany sebelum sempat sarapan.

Tuhan berbaik hati pada siwon. miyoung terlihat sedang berjalan dengan headset di telinganya. Siwon melangkahkan kakinya mengikuti tiffany yang tidak sadar akan adanya dirinya. Siwon memasukkan tangannya dalam saku celanya, persis seperti yang dilakukan tiffany. semakin lama, jalanan yang mereka lewati semakin sepi.

“sebenarnya gadis ini mau kemana?” pikir siwon

Miyoung terlihat memasuki kawasan pemakaman. Tiffany berdiri di depan makam dan berdoa. Siwon melihat miyoung dari jauh. Air mata miyoung mengalir walau garis mukanya tidak menunjukkan kesedihan.

__

“jadi anda oemma dan appanya miyoung” siwon berdiri di makam yang sama setelah miyoung beranjak dari makam tersebut. Siwon meletakkan bunga yang baru saja dibelinya dan beranjak dari kawasan pemakaman.

**

@hyundai company

11.00AM

Tiffany memasuki gedung perusahaan mobil terkemuka di korea. Ia ingin menemui taeyon. Taeyon bekerja disana sebagai staf bagian pemasaran. Sedangkan Siwon, seorang CEO muda Hyundai corp sedang berjalan diiringi oleh staf-stafnya. Ia melihat tiffany yang berdiri tidak jauh darinya sedang bercakap-cakap dengan seorang wanita.

“Shit” siwon menghentikan langkahnya

“ada apa sajangnim?” Tanya salah satu stafnya

“ehmm..kalian duluan ke atas. Aku masih ada urusan” siwon menarik mundur dirinya dari kerumunan staf-stafnya. Para staf ahlinya mematung memandang siwon dengan heran.

“sudah sana pergi” siwon mengusir para stafnya. Siwon duduk jongkok di samping meja sambil terus mengawasi tiffany yang berbincang dengan taeyon.

“mianhe sajangnim, saya akan membersihkan mejanya” seorang office boy menginterupsi siwon. melihat office boy itu membuat sebuah ide muncul di otaknya

__

“oke taeng. Selamat bekerja”

“bye, jawab taeng”

Tiffany berjalan menuju ke arah pintu keluar. Namun, kakinya tiba-tiba diganggu oleh kain pel

“aish, apa yang..”

“hi nona miyoung” siwon tersenyum lebar

“siwon? kau menjadi office boy disini?” Ya, siwon meminjam baju office boy. Ini adalah dua minggu setelah insiden bus itu terjadi.

“begitulah, menjadi petugas pom bensin belum bisa memenuhi semua kebutuhanku” kata siwon “mau minum kopi sebentar?”. Tiffany tidak keberatan dengan tawaran siwon. Mereka mengobrol di cafetaria perusahaan.

“siwon si”

“mmm?” jawab siwon sambil meneguk vanilla lattenya

“aku merasa semua orang sedang menatapku aneh. Memang ada yang salah denganku?” Tanya tiffany. Siwon tersenyum mendengar hal itu. Gadis ini memang terlalu percaya diri, pikirnya.

“benarkah?” siwon memandang sekeliling

“iya, mereka memandangmu aneh. Coba aku lihat wajahmu. Hmm.. memang ada yang aneh di wajahmu miyoung-si”

“benarkah?” tiffany sibuk memegangi wajahnnya

“wajahmu aneh. Kau terlalu cantik” goda siwon

Tiffany sontak menatap kaget. Sejak kapan namja dihadapannya ini berani menggodanya. “ya, kau mulai berani menggodaku siwon si”

“wuuu..wajahmu memerah miyoung si” goda siwon lagi

“siwoooon” tiffany mulai kesal. Siwon malah menganggap hal ini lucu. Ia tidak berhenti tertawa dan menggoda tiffany.

“aish, aku sudah bilang, jangan jatuh cinta denganku. Aku sudah mempunyai kekasih” kata tiffany ketus. “mungkin mereka memandangku aneh karena gadis cantik sepertiku duduk bersama dengan seorang office boy sepertimu” tambah tiffany

“siapa yang bilang kalau aku jatuh cinta denganmu. selalu, terlalu percaya diri”

“siapa tahu. Seorang bintang papan atas korea saja tertarik padaku” siwon meletakkan tangannya di kening tiffany dan memasanng wajah berpikir. Tiffany menatap siwon heran.

“hmmm..sepertinya suhu badanmu normal. Tapi kenapa kau gila ya” kata siwon

“what?” tiffany ingin mendengar kalau apa yang didengarnya salah

“memang siapa bintang papan atas korea yang menyukaimu? Won bin? Song Seung hoon? Yoochun? Ayo katakan” tantang siwon

“namanya TOP. Tee o pee” tiffany tersenyum bangga

Beberapa detik setelah tiffany menjawab siwon tertawa terbahak-bahak. Ia sampai-sampai hampir menangis karena tidak kuat menahan tawa. Tiffany memasang tampang kesal melihat reaksi siwon yang menurutnya berlebihan. Setelah hampir satu menit tertawa, siwon mulai menghentikan tawanya

“itu mustahil. Bermimpilah! Lagipula kau mau dengan namja playboy seperti dia. Masih lebih tampan namja di depanmu ini”

“cih, sekarang siapa yang terlalu percaya diri. Walau dari segi ketampanan kalian sama” tiffany menimbang-nimbang sambil memainkan dagu siwon “bahkan aku merasa kalian mirip tapi tetap saja kau tidak bisa dibandingkan dengan dia” jawab tiffany

“kenapa? Karena aku miskin?”

“hmm..ganti topik saja. Kau akan selalu naik pitam jika membicarakan hal ini dan aku … sedang malas berdebat denganmu” tiffany meneguk espressonya.

“kalau aku pemilik perusahaan ini. Apa aku setara dengan seunghyun?” siwon belum mau mengalihkan topik pembicaraan.

“kau memanggilnya seunghyun?” siwon sepertinya salah bicara. Adiknya dikenal public dengan T.O.P.

“aku penggemar beratnya” siwon seakan tahu kebingunan tiffany. “Ayo jawab pertanyaanku dulu!”

“hmm..gimana ya” tiffany memasang tampang berpikir. “masalahnya aku juga kurang suka dengan pemimpin perusahaan ini” tiffany menambahkan.

“wae? Aku suka dengan pemimpin perusahaanku. Dia terlihat sangat tampan dan baik hati” kata siwon dengan bangga

“kau terlalu membelanya” kata tiffany. “pemimpin perusahaan ini terlalu bekerja keras. Sampai-sampai membuat pegawainya bekerja sampai larut malam. Jarang sekali ada liburan kantor. Bahkan, saat hari liburpun kadang harus bekerja” tiffany melirihkan suaranya seolah tidak ingin jika ada yang mendengar.

Siwon mendengarkan penjelasan tiffany dengan seksama. Benarkah dirinya seperti itu. selama ini dia merasa sudah menjadi pemimpin yang baik. Tapi, kenapa dia tidak memperhatikan hal-hal sederhana seperti itu.

“ya siwon si, hello” tiffany mengayun-ayunkan tangannya di depan wajah siwon

“ah. Ne. aku harus bekerja lagi. Sampai jumpa miyoung” ia beranjak begitu saja meninggalkan tiffany

“dasar namja aneh” gerutu tiffany

**

@rumah keluarga choi, cheong dam dong

Keluarga choi memang pantas mendapatkan gelar keluarga harmonis. Tuan dan nyonya choi saling menyanyangi. Tidak jarang mereka kencan berdua mengingat kedua anaknya sudah besar dan bisa diandalkan. Duo Choi seunghyun dan siwon tidak pernah melewatkan harinya dengan pertengkaran-pertengkaran kecil. Walau begitu, mereka adalah dua orang kakak beradik yang saling menyayangi.

“bagaimana kabar kisah cintamu dengan penulis naskah itu?” Tanya siwon

Duo choi itu sedang berdua menonton film di kamar seunghyun. kamar seunghyun memang dipenuhi oleh kaset-kaset film. Tak jarang siwon tidur di kamar seunghyun karena ketiduran saat menonton film.

“entahlah. Dia sepertinya tidak menganggapku serius” jawab seunghyun sambil memakan pop corn.

“berarti dia gadis pintar” seunghyun memberikan pandangan sebal pada hyungnya.

“hyung sendiri. Bagaimana kabar calon kakak iparku?” Tanya seunghyun

“enak saja. Siapa yang mau menikah dengan gadis sombong seperti dia”

“tapi aku tidak pernah melihat hyungku ini membicarakan gadis seantusias saat membicarakan gadis bernama miyoung” sindir seunghyun “lagipula, aku juga ingin hyungku bisa move on dari gadis jerapah itu”

Siwon terdiam. Mengingat kembali kisah cintanya bukanlah hal mengenakkan. Tapi, ia juga memikirkan apa yang dikatakan adiknya. Benarkah ia begitu antusias saat membicarakan miyoung. Gadis ini memang berhasil menarik perhatiannya. Bahkan, ia berhasil membuat siwon berubah 180 derajat dalam memperlakukan pegawai-pegawainya.

“tidak mungkin. Sudah aku bilang kan kalau…”

“kalau hyung ingin mempunyai seorang istri yang tidak memandang hyung dari materi. Seorang gadis yang lemah lembut,pengertian, dan perhatian. Dan miyoung sama sekali tidak memenuhi criteria itu. hyung sudah mengatakannya puluhan kali”

“oia, ngomong-ngomong selamat ya atas penghargaan perlakuan terbaik pada karyawan. Hyungku memang hebat” seunghyun mengacungkan jempolnya

“terimakasih” siwon tersenyum puas

“tapi gadis bernama miyoung itu lebih hebat karena dialah yang memberikan ide pembaharuan pada hyung”

“dia hanya memberiku stimulus. Tapi setelah itu semua aku yang menjalankan. Hanya stimulus seunghyun” elak siwon

“miyoung, apa yang sudah kau lakukan pada hyungku” sindir seunghyun

“ya, berhenti menyindirku. Urus saja tiffanymu itu”

“miyoung miyoung, miyoung the cat” seperti biasa kedua anak laki-laki keluarga choi itu kembali bertengkar. Miyoung dan tiffany, tidakkah mereka tahu mereka sedang membicarakan gadis yang sama.

**

@blitmegaplex , seoul

Premier film “I’am your family” dilaksanakan hari ini. Semua kru dan pemain film menonton di gedung bioskop sekaligus memperkenalkan filmnya pada khalayak ramai.

“lihatlah, kau membuatku terus menangis sepanjang film” kata seunghyun disela-sela film. Ia sedang duduk berdampingan dengan sang penulis scenario, tiffany.

“benarkah, aktingmu memukau. Kau bisa memerankan dengan baik seorang anak yang kehilangan keluarganya. Aku terkesan” kata tiffany

“aku lebih terkesan denganmu” goda seunghyun

“oppaaa, jangan mulai lagi! Aku tidak mau fans-fansmu membullyku hanya karena gombalanmu. Oke?”

“aku yang akan membully mereka kalau mereka sampai melakukannya padamu” kata seunghyun

“ooh.. kekasihmu pasti sangat terkesan dengan semua kata-kata manismu” kata tiffany

“terimakasih sudah terkesan padaku”

“aku bukan…” tiffany belum sempat melanjutkan kalimatnya

“sebaiknya kalian berhenti bermesraan dan menonton film dengan baik karena aku mulai terganggu” sang sutradara yang duduk disamping tiffany mulai angkat bicara. Kedua orang itu tersenyum dan menuruti permintaan sutradara mereka.

**

@rumah keluarga choi

Siwon mematung melihat layar televisi. Berita perilisan perdana film baru adiknya sedang ditayangkan di televisi. Adiknya bersama dengan gadis cantik yang sangat dikenalnya sedang menjelaskan tentang filmnya. Seunghyun terlihat menampakkan senyum terbaiknya pada gadis disampingnya. Tiffany, penulis scenario yang dibicarakan adiknya adalah miyoung.

TBC

75 thoughts on “(AF) Fire In My Heart Part 1

  1. Siwon sama seunghyun suka sama cewek yang sama kira2 ntr siapa yang ngalah yaaa mereka akur soalnya , gimana reaksi tiffany kalo sampe dia tau siwon orang kaya sekaligus kakak nya seunghyun. Penasaran deh sama chapter selanjutnya. Btw itu kenapa di poster nya malah nickhun yaaa

  2. Annyeong…
    Athornim, ini membuat penasaran, alurnya mengalir, gaya bahasanya ringan n seru, aku suka pada bagian kclkaan bus, unik saat ditulis “sopir tidak boleh mengantuk” dan lalu terjadilah kclkaan itu, keren thornim, gomawo

  3. Wahh, penasaran kelanjutannya!!

    oh ya, saran buat author, bahasanya dibuat lebih baku lagi biar enak dibaca, terus author salah nulis nama Taeyeon jadi Taeyon 😊 hehehe…

    Semangat thor ^^

  4. Aihh setelah sekian lama gabaca ff..
    ni ff keren banget jalan ceritanya beda dr ff yang laenn.. kerenn kerenn
    nextt dah next

  5. FF ini lucuuuuu >.<
    Sadar / tidak sadar cara penulisan author itu lucu ditambah alurnya yang ala-ala drama korea dimana sebetulnya mereka berhubungan tapi sama-sama tidak tahu, bikin gemes.
    Untuk cerita juga aku suka, ketebak sekali kalo siwon pasti tetep jadi orang kaya seperti biasanya, maklum dia memang cocoknya begitu,hihii. Perdebatan siwon-tiffa aku suka, bahkan gombalan top untuk tiff'pun lucu walaupun ga rela,hikkss. Hahaha duh siwon-top kaka beradik disini, apa jadinya nanti.
    Hanya ada beberapa kata yang sebaiknya diganti untuk menyempurnakan lagi ff'nya, selebihnya oke. Aku lupa dipart yg mana aja dan kata" apa. Tp kalo author baca ulang author jg pasti tau.
    Keep writing author, harus sampe selsai ff'nya yah, semangat^^

  6. aaaaaaaaahhhh sakit siwon sakit won hahhahah, pukpuk my wonie hahahah, lucuuuuuu lucu thor suka suka lanjutkan pokoknya aku sukaaaa😀

  7. omaiiiigoossssshhhhhh fany beruntung banget yah kalo dia nyadarmah haha
    dikira sisiwon tau namanya tiffany, makanya agak bingung las ini nhomong miyoung dan tiffany ko seolah ga tau yah ternyata emg gata tau -,- *slahfokus
    duh malin penaaaran gmna yah reaksi won pas nanti ketemu haha
    jerapah siapa????

  8. haiii aigoo aigoo suka sama ff ini keren!! momen siwon seunghyunnya juga sweet jarang liat kakak adek sama sama cowok akur hehe daebak!

  9. Ini yang kedua kalinya aku baca ff ini , dan masih sama hal yang aku rasain lucu , nyesek , dll pokoknya ngak bisa di ungkapin dengan kata2 , aku suka sama tulisan author kata2 halus menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar . Feelnya juga nyampek banget , keren keren keren , daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s