(AF) Love Is Moment Part 2 – End

LOVE IS MOMENT PART 2

 Untitled

Author : @zoey_loe

Main cast :  Tiffany Hwang – Choi Si won

Support cast : Daniel Hyunoo Lachapelle – Lauren Lunde

Length : TwoShoot

Genre : Sad, Married Life, Romance (may be)

 

 

Happy Reading….

5 tahun kemudian….

TIFFANY POV

Waktu berlalu, tidak terasa anak anak sudah berusia 5 tahun. Daniel dan lauren mulai aku masukan kesekolah taman kanak kanak agar mereka bisa belajar dan hidup mandiri. Seperti pagi pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir.

Siwon dan anak anak sudah menunggu ku dimeja makan. Seperti biasa , siwon lah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak anak kesekolah.

“good morning mommy” sapa Daniel dan lauren bersamaan

“morning sayang, kalian belum mulai sarapan” Tanya ku sambil duduk dikursi  biasa yang aku duduki.

“belum mom, kami menunggu mu” jawab Daniel.

“oh begitu, baiklah sekarang kita sarapan, kalian bisa telat nanti”

Setelah sarapan mereka berpamitan padaku, ketika giliran siwon berpamitan. Biasanya dia hanya mencium kening dan pipiku saja tapi pagi ini siwon memelukku dengan sangat erat, sehingga anak anak menggoda kami dengan sangat ribut. Aissh ada apa dengan pria ini

Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya aku ikut tersenyum bersama Daniel dan lauren yang terus menggoda ku. Siwon kembali mencium ku hingga beberapa kali di depan pintu, biasanya dia tidak akan seperti ini di depan anak anak. Ketika akan masuk mobil nya siwon mencium ku sekali lagi dan itu tepat dibibir walaupun hanya kecupan ringan, dia bertingkah seperti itu seakan akan berat untuk pergi. Aneh pikirku.

 

AUTOR POV

Ketika siwon dan anak anak nya pergi, tiffany pun memutuskan untuk ke butik langgananya. Menghabiskan waktu dan uangnya untuk berbelanja . bukan uang nya tapi lebih tepat uang suaminya, karena tiffany tidak bekerja jadi siwon lah yang memenuhi semua kebutuhan tiffany. Selama ini Tiffany tau beres, semuanya di lakukan siwon. Berapa besar pendapatan Siwon selama ini Tiffany tidak pernah perduli. Yang Tiffany perdulikan hanya berapa banyak siwon mentransfer  ke rekening milik Tiffany. Dan setiap bulan uang yang diberikan siwon tidak pernah tersisa. Tiffany benar benar menghamburkan uang yang diberikan siwon untuk keperluan pribadinya.

Beberapa jam kemudian Tiffany sampai di butik langgananya, Tiffany pun mulai memlilih milih apa yang ingin dia beli. Mulai dari baju, sepatu dan tas. Setelah selesai tibalah tiffany untuk membayar tagihan belanjaannya itu, namun betapa terkejutnya Tiffany ketika dia menyadari dompet nya tertinggal dirumah.

Sambil mengingat ingat apa yang terjadi sehingga bisa dompet nya tertinggal, padahal Tiffany tidak perna menaruhnya di sembarang tempat, pasti selalu ada di dalam tas. Tiffany pun menelpon suaminya untuk bertanya. Tidak butuh waktu lama siwon langsung mengangkat telepon nya dan menyambut nya lebih dulu

“iya baby ada apa?” jawab siwon

“siwon apa kau melihat dompetku, seingatku aku menaruhnya di tas ku”  Tanya tiffany pada siwon

“oh baby mianhae. Kemarin Daniel meminta ku membelikan snack di supermarket tapi dompet ku dikamar karena Daniel tidak sabar lagi akhir nya aku mengambil uang di dompet mu. Kebetulan tas mu ada di sofa jadi aku mengambilnya dan aku lupa meletakkannya kembali kedalam tas mu” jelas siwon panjang lebar pada tiffany

“DASAR CEROBOH, LANCANG, BODOH. Kau tahu gara gara kau aku tidak bisa membayar tagihan belanjaku aiss jinja” omel Tiffany dengan kasar, ditututup telepon nya tanpa menunggu siwon selesai berbicara.

 

SIWON POV

“DASAR CEROBOH, LANCANG, BODOH. Kau tahu gara gara kau aku tidak bisa membayar tagihan belanjaku aiss jinja” ucap tiffany, sepertinya dia benar benar marah dan kesal. Bahkan dia menutup teleponnya begitu saja. Memang aku yang salah kali ini

Aku coba menelponnya kembali dia mengangkat panggilan ku dengan setengah membentak

“apalagi?” jawab tiffany disebrang sana

“baby mian, oppa akan pulang sekarang. mengambil dompet dan mengantarkannya padamu? Baby sekarang ada dibutik mana?” bujuk ku pada Tiffany cepat takut dia menutup telepon ku lagi.

Setelah menelpon Tiffany aku langsung pulang dan mengambilnya dirumah lalu aku mengantarkannya ke butik yang Tiffany sebut kan tadi.

Dari kantor menuju rumah tadi kepala ku sakit bukan main, aissh sepertinya aku kurang tidur akhir akhir ini karena pekerjaan kantor benar benar banyak sekali. Aku melajukan mobil ku dengan kecepatan standar karena kepala ku masih terasa pusing walaupun tidak separah tadi. Tapi tiba tiba tiffany menelpon dan menyuruhku cepat karena tidak enak dengan yang punya butik. Maka aku melajukan mobil ku agak cepat. Tiba tiba pengelihatan ku blur dan tidak lama gelap ingin aku tepikan mobil ku tapi terlambat sepertinya aku menabrak sesuatu dan BRAAAAK!!!

 

 

 

TIFFANY POV

“kenapa lama sekali aissh” aku mengomel setiap kali melirik jam yang ada di tanganku.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil siwon segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar  sehingga mulai menghubungi nomer siwon kembali. Tidak ada jawaban meskipun sudah kutelpon berkali kali “keterlaluan”  padahal biasanya hanya dua kali berdering telepon ku sudah diangkat nya. Aku mulai tidak enak dan marah.

Ku coba lagi menghubungi nomernya , teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika aku akan membentak nya terdengar suara asing yang menjawab telepon siwon “ada apa sebenarnya ini” ucap ku dalam hati.

Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri,

“selamat siang, nyonya. Apakah anda istri dari tuan Choi Siwon?”

“Nde!” ku jawab pertanyaan itu dengan segera.

“maaf saya dari kepolisian ingin memberi tahu, suami anda mengalami kecelakaan dan saat ini sedang dibawa ke rumah sakit ANA” ucap polisi itu menjelaskan pada ku.

“hmm terimakasih” aku terdiam, aku tak bisa mengatakan apa apa lagi pada polisi itu.

Ketika telepon ditutup aku terduduk lemas dan sangat bingung. Tangan ku masih menggenggam erat handphone yang ku pegang. Dan beberapa pegawai butik mendekatiku.

“nyonya kenapa muka anda pucat, apa terjadi sesuatu?” Tanya salah satu pegawai butik itu

“siwon.. siwon..” tidak terasa air mataku menetes.

Aku benar benar takut sekarang. Tanpa menjawab pertanyaan pegawai itu aku langsung lari ke luar dan langsung memberhentikan taksi, aku langsung minta diantarkan kerumah sakit. secepat mungkin aku harus berada disana. Diperjalanan aku menelpon orang tua siwon dan memberitahukan kabar buruk ini, aku juga memberitahu appa dan meminta tolong untuk menjemput Daniel dan lauren.

Sesampai nya di depan ruang unit gawat darurat aku hanya diam seribu bahasa, menunggu siwon di depan ruangan tersebut. Aku bingung harus berbuat apa karena selama ini siwon lah yang melakukan semuanya untuk ku. Tidak lama kemudian orang tua siwon datang, ibu nya menagis lalu memelukku erat, aku merasa tidak enak karena penyebab dari kecelakaan ini adalah aku. Appa, Daniel dan lauren pun datang menyusul. Anak anak ku kebingungan melihat semua nya berkumpul dalam keadaan menangis dan wajah yang sangat menyedihkan.

“daddy dimana momm? Mommy menangis karena daddy belum datang?” Tanya lauren dengan polosnya, aku hanya bisa memeluknya erat tanpa menjawab pertanyaan putriku.

 

 

AUTHOR POV

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya dokter yang menangani siwon keluar dan dia menyampaikan berita itu.

“maaf tuan, nyonya. Pasien mengalami benturan yang sangat kuat dikepalanya sehingga dia mengalami pendarahan hebat. Kami sudah melakukan operasi kecil dikepalanya untuk memberhentikan pendarahan, tapi sayang nya pasien tidak dapat melewati masa kritis nya ini. dan dia mengalami koma dalam waktu yang tidak bisa kami tentukan.”

Selesai dokter menjelaskan panjang lebar tentang kondisi siwon, ibu nya siwon menangis sejadi jadinya dipelukan tuan choi. Tiffany sibuk menguatkan ibu mertuanya yang shock tapi sama sekali tidak ada air mata setetes pun keluar dari mata indah milik tiffany. Daniel dan lauren pun ikut menangis dipelukan Tiffany, sebenarnya kedua anak kecil itu tidak tahu apa yang di bicarakan oleh orang yang berseragam putih putih tadi. Tapi karena melihat granpa, haraboji dan halmoni nya menangis kedua anak itu pun ikut menangis. Tangisan dan kesedihan anak anak nya tidak sama sekali membuat tiffany menangis.

Ketika siwon di pindahkan ke kamar rawat Tiffany duduk dihadapan siwon, tiffany termanggu menatap wajah itu.

 

TIFFANY POV

Kutatap wajah siwon yang tidur dengan damai nya dan baru aku sadarai ini pertama kalinya aku menatap wajahnya yang tampak tertidur sangat pulas. aku dekati wajahnya dan ku telusuri wajahnya dengan jari ku dari matanya, hidungnya dan bibirnya ku pandangi dengan seksama dan ini juga untuk pertama kalinya aku menyentuh  wajahnya yang selalu di hiasi senyum hangat. Aku baru menyadari itu

Tiba tiba dada ku sangat sesak  teringat apa yang telah siwon berikan selama tujuh tahun kami bersama. Air mata sudah menggenang di mataku, dan membuat pandangan ku mengabur. Aku berusaha mengusap air mataku  agar tak menghalangi tatapan ku untuk menatap siwon. Aku ingin menghapal dan mulai menyukai semua bagian wajahnya dan mengingat kenangan manis dan perlakuannya yang selalu baik padaku, tapi air mataku bukan nya berhenti malah semakin deras membanjiri kedua pipiku.

“siwon!! anyio. Oppa, siwon oppa irona. Bangun lah oppa aku benar benar masih membutuh kan mu. Daniel dan lauren masih terlalu kecil untuk kau tinggalakan mereka juga masih membutuh kan daddy nya. Bangun lah oppa jebal”

aku memohon padanya agar segera bangun karena kami masih membutuh kannya. Dadaku benar benar sesak dan air mata tak berhenti lagi mengalir dan aku mengingat apa yang aku perbuat  pada siwon oppa terakhir kali kami berbicara. Aku pun teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya, aku juga tak pernah mengatur makannya. Padahal siwon oppa selalu mengatur apa yang aku makan.

“jeongmal mianhae siwon oppa, jeongmal mianhae oppa” tangisku sambil menggenggam tangannya erat.

Lelah setelah menangis aku tertidur pulas, aku tak tahu apapun sampai terbangun ditempat tidur ku bersama siwon oppa. Ya mulai sekarang aku harus terbiasa memanggilnya dengan embel embel oppa walaupun sedikit terlambat.

Eommonim membujuk ku untuk makan dan menjaga kesehatan ku tapi sia sia aku mengabaikan perkataannya. Bahkan appa juga tidak bisa membujuk ku. Mereka tidak pernah tau mengapa aku begitu terluka.

 

AUTHOR POV

Hari hari yang dijalani Tiffany bersama kedua anaknya setelah kecelakaan yang dialami siwon dan membuat siwon koma, ini sudah satu minggu. Tiffany bukan terbebas seperti apa yang dia inginkan selama ini tetapi Tiffany malah terjebak di dalam keinginan untuk bersama siwon.

Belum lagi Daniel dan lauren yang selalu menanyakan daddy nya yang tak kunjung bangun dari tidur lelapnya. Tiffany selalu menjawab dengan kalimat yang sama

“daddy masih sangat lelah makanya daddy masih tertidur dengan pulas” sedih sebenarnya harus berkata bohong tapi percuma juga menjelaskannya mereka belum terlalu paham.

Di hari hari pertama ketidak hadiran nya siwon dirumah, Tiffany selalu melamun bahkan appa nya dan kedua orang tua siwon membujuk nya untuk makan. Tetapi yang tiffany ingat hanyalah saat siwon membujuknya makan ketika tiffany sedang ngambek. Kenangan itu terus berputar dipikiran tiffany betapa dia sangat merindukan suaminya itu.

“oppa bogoshipoeso” lirih tiffany sambil meneteskan air mata. Kacau benar benar kacau melihat keadaan tiffany yang sekarang.

Tiffany beranjak dari meja makan berencana untuk mandi setelah itu menjemput anak anak dan pergi kerumah sakit mengunjungi siwon. Ketika sedang mandi  tiba tiba Tiffany berteriak

“Siwon… ambilkan handuk ku, aku lupa membawanya tadi” itu adalah salah satu kebiasaan Tiffany berteriak meminta siwon membawakan handuk nya ketika Tiffany lupa membawa handuk saat mandi.

Tapi yang datang bukan siwon melainkan ibu mertua nya lah yang datang, Tiffany terduduk di lantai kamar mandi menangis berharap Siwon lah yang datang membawakan handuk untuk nya.

Kebiasaan lain Tiffany yang menelpon siwon setiap kali dia tidak bisa melakukan sesuatu dirumah dan menyuruh siwon agar cepat menjemput Daniel dan lauren.

Belum lagi setiap malam Tiffany menunggu siwon di kamar tidur mereka berharap esok pagi ketika Tiffany terbangun Siwon berada di sebelah nya sambil memeluk Tiffany erat. Lagi lagi nihil

Dulu Tiffany begitu kesal kalau siwon tidur sambil memeluk pinggang nya, tapi sekarang Tiffany bahkan sering terbangun  karena rindu pelukan hangat suaminya. Tiffany juga kesal karena siwon sering bermain bersama Daniel dan lauren di tempat tidur mereka dan membuat nya berantakan. Tetapi kini Tiffany merasa tempat tidur nya terasa kosong dan hampa.

Sekarang Tiffany baru menyadari bahwa Siwon benar benar mencintainya dan Tiffany sudah terkena panah cinta siwon. Tiffany benar benar marah pada diri nya sendiri, dia menyesal telah menyia nyiakan semua yang telah siwon berikan untuk nya. Tiffany ingin menebus semua kesalahannya pada siwon, ketidak patuhan nya pada siwon, ketidakhormat nya kepada siwon, dia ingin menebus semuanya. Tapi bagaimana caranya siwon sekarang sedang koma, Tiffany tidak bisa berbuat banyak. Tiffany hanya bisa merutuki semua kesalahannya selama ini.

Sebelum Tiffany pergi menjemput Daniel dan lauren, tiffany memeriksa handphone nya sudah satu minggu tidak menyentuh benda kesayangannya ini pikirnya. ketika sedang memeriksa ada satu voicemail betapa terkejutnya, ternyata itu dari suaminya siwon, dengan tangan gemetar tiffany membuka nya

“baby.. mianhae jika oppa harus meninggalkan mu lebih dulu. Maaf karena harus membuat mu mengurus semuanya sendiri. Maaf karena oppa tidak bisa memberi mu cinta dan kasih sayang lagi. Mencintaimu, mencintai Daniel dan lauren adalah hal terbaik yang pernah aku lakukan untuk kalian. Jika nanti Tuhan tidak memberikan ku izin untuk mendidik dan membesarkan Daniel dan lauren, tolong didik lah anak anak kita dengan baik dan lakukan yang terbaik untuk mereka. Oke baby?”  suara siwon terdengar seperti menahan kesakitan tapi tiffany masi mendengar nada lembut disetiap ucapan siwon, tiffany pun menangis.

“baby uljimayo.. lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi mimpi yang tak sempat  kau lakukan selama ini. Maaf kalau aku menyusahkan mu. Oppa sangat mencintaimu” Tiffany terisak mendengar semua perkataan siwon, seakan akan siwon akan meninggalkan nya. Tidak tiffany belum siap untuk kehilangan suami nya itu, tiffany berfikir positif kalau masih banyak peluang untuk siwon terbangun dari koma nya. Walaupun dokter bilang harapannya sangat tipis.

Tiffany benar benar terharu betapa besar nya cinta siwon terhadap nya dan juga kedua anaknya.

 

Sudah 3 bulan siwon masih asik tidur dengan lelapnya, belum ada tanda tanda akan bangunnya pria berlesung pipi itu. Entah apa yang membuat nya sangat betah untuk berlama lama tidur, padahal disini banyak orang yang menyayangi nya berharap siwon segera bangun. Belum lagi Daniel dan lauren selalu mengomel setiap kali mengunjungi daddy nya, tapi setiap mereka mengunjungi siwon. Daddy nya selalu tertidur dengan pulas.

“daddy ayolah bangun, bukan nya kau sendiri yang bilang kalau kita tidak boleh terlalu sering tidur dan kita harus banyak berolahraga, bangun dad temani aku main bola jebal” cerocos Daniel sambil mengguncang guncang tangan daddy nya

Berselang beberapa menit lauren pun mencoba membangunkan sang daddy “daddy.. di mall biasa yang sering kita kunjungi ada sepatu yang aku suka dad, sepertinya mommy tidak mau membelikannya untuk ku. Ayo kita kesana dan membeli sepatu itu”

Betapa sedih nya hati Tiffany melihat kedua anak nya yang sangat merindukan siwon. Disaat Tiffany sedang asik dengan pikirannya sendiri, ayah siwon memanggilnya dari ambang pintu

“fany aah kemarilah ada yang ingin kami bicarakan” panggil ayah siwon

DEG! Jantung Tiffany tiba tiba berdetak lebih cepat tidak seperti biasanya “ada apa ini?” pikir Tiffany

“nde abonim. Tunggu sebentar” jawab Tiffany

“Daniel lauren kalian tunggu disini, mommy keluar sebentar. Tolong jaga daddy dan jangan berisik, arrachi?” pamit Tiffany sambil mengusap pipi anak nya dengan sayang

“SIAP MOM!!” Jawab si kembar bersamaan

 

Ketika Tiffany keluar dari kamar rawat siwon ayah dan ibu mertuanya mengajak Tiffany keruangan dokter Lee, dokter yang menangani Siwon saat ini. Dari awal masuk ke ruangan dokter Lee perasaan Tiffany campur aduk, dia bertanya tanya di dalam hatinya. Tiffany selalu berharap kalau ini adalah kabar baik.

“baiklah, apa kita bisa mulai perbincangan ini” Tanya dokter Lee

“hmm!!” jawab Tiffany singkat.

“tuan choi siwon sudah tiga bulan lebih di rawat dan memakai semua alat bantu itu, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan sama sekali. Biasanya pasien yang koma tiga bulan lamanya harapan nya sangat kecil untuk sadar kembali, jadi saya menyarankan agar kita melepaskan semua alat bantu itu”

“ANDWAE!!” ketika dokter Lee akan melanjut kan penjelasannya Tiffany lebih dulu memotong nya.

“bisakah biarkan suami ku memakai alat bantu itu sampai beberapa bulan kedepan, jebal” pinta Tiffany sambil mengusap air mata nya yang jatuh di pipi mulus nya..

“Tiffany..apa kau tidak kasihan melihat suami mu seperti itu berbulan bulan, dia sudah seperti mayat hidup selama tiga bulan ini Fany aah. Jadi biarkan lah Siwon pergi”  kini ayah siwon yang angkat bicara, sebenarnya tuan choi juga keberatan tapi disisi lain dia juga kasihan melihat putra sulung nya hanya terus tertidur dan tertidur seperti itu.

Mendengar penuturan sang ayah mertua Tiffany terisak sangat sakit rasanya, dia bingung harus bagaimana. Dia masih belum siap untuk di tinggalkan Siwon bahkan anak anak mereka masih terlalu kecil, masih butuh kasih sayang dan cinta dari daddy nya.

Nyonya choi memeluk Tiffany menenangkan menantu nya itu. Nyonya choi juga tidak ingin kehilangan anak satu satunya itu.

“bisakah beri aku beberapa hari lagi? Biarkan alat alat itu menempel di tubuh suamiku untuk tiga hari ini?” Tanya Tiffany saat dia mulai tenang.

“baiklah” jawab dokter Lee singkat.

 

Tiga hari, iya tiga hari Tiffany minta waktu tiga hari. Dia ingin menghabiskan waktu bersama suaminya, Tiffany ingin merawat suaminya selama tiga hari ini. Bahkan Tiffany tidak memberi izin perawat untuk membersihkan Suaminya, dia lah yang ambil alih semua itu. Tiffany mengajak Siwon berbicara, ada saja yang Tiffany bicarakan. Mengenai anak kembar nya, apa yang dia makan, apa yang dia lakukan semuanya dia ceritakan kepada siwon. Tiffany tidak perduli Siwon mendengarnya atau tidak dia hanya ingin mencurahkan semuanya pada siwon.

Ini sudah hari ketiga, Tiffany bangun lebih awal dari biasanya. Seperti biasa dengan telaten dia membersihkan tubuh suaminya, di bersihkan nya dari ujung rambut sampai ujung kaki setelah itu Tiffany duduk tepi ranjang siwon sambil menggenggam tangannya.

“oppa.. oppa.. oppa” panggil Tiffany pada Siwon dengan penuh penekanan disetiap panggilannya

“apa oppa benar benar tidak ingin bangun? Oppa tidak rindu pada kami? Lihatlah anak anak mu terus mengomel karena kau tak kunjung bangun, aku sampai bingung harus menjawab apa. “ Tanya Tiffany

“mereka semakin pintar oppa. mereka juga tumbuh sangat cepat, kau meminta ku mendidik mereka dengan baik. Sebenarnya aku tidak mampu mengurus mereka seorang diri, aku butuh bantuan oppa. Kau curang, kau menyuruh ku merawat mereka sendiri sedangkan kau hanya tertidur sepanjang hari ck itu tidak adil oppa” protes Tiffany dan tidak terasa air mata nya sudah mengalir deras.

“oppa, bangun lah. Ayo kita didik anak anak kita dengan baik, melihat perkembangannya setiap hari, mengajak nya jalan jalan dan berlibur, membantu mereka mengerjakan tugas rumah setiap malam, bercanda sebelum tidur . aku ingin melalui itu semua dengan mu, aku juga ingin menghabiskan sisa hidup ku bersama mu, berbagi cinta, membalas kasih sayang yang kau beri pada ku selama ini. Aku ingin membalas semua ketulusan mu oppa, berikan aku kesempatan” Tiffany terisak sambil mengusap air mata nya yang jatuh dipipi.

Air mata Tiffany seakan tak mau berhenti mengalir, Tiffany terus menangis sambil memeluk tubuh siwon. Setelah itu Tiffany mencium kening siwon, turun mencium kedua mata siwon dan terakhir mencium bibir siwon dengan sangat lembut.

“saranghae”

 

Saat saat yang menegangkan tiba, hari ini semua alat bantu yang menempel di tubuh siwon akan dilepas. Tuan dan Nyonya Choi sudah hadir, ayah Tiffany dan kedua anak nya juga sudah berada disana. Mereka melihat bagaimana dokter Lee dan perawat nya dengan hati hati melepas satu persatu alat tersebut. Tiffany sudah menangis sejak tadi, sekarang dia menangis dipelukan sang ayah, Nyonya Choi pun menangis sambil memeluk Danie dan Lauren. Daniel dan Lauren bingung kenapa semuanya menangis, ingin sekali bertanya tapi kedua anak tersebut tidak mempunyai keberanian diri untuk bertanya.

 

6 BULAN KEMUDIAN

“Mommy……” panggil Daniel dan lauren langsung menghambur kepelukan Tiffany

“apa kalian sudah menunggu lama?” Tanya Tiffany sambil membalas pelukan kedua anaknya

“anyio kami baru saja keluar” jawab Daniel

“mommy bisakah kita pergi sekarang, bukannnya kita akan pergi ke lotte world” Tanya lauren sambil menarik tangan Tiffany. Ternyata putri nya sudah tidak sabar

“ahh iya mommy hampir lupa. Kajja kajja!!” ajak Tiffany

Ini sudah menjadi rutinitas Tiffany mengantar  jemput Daniel dan Lauren. Hari ini Tiffany sudah berjanji akan mengajak mereka bermain di Lotte World karena sudah lama sekali mereka tidak pergi kesana.

Daniel dan Lauren dengan asiknya bermain mencoba semua wahana yang ada disana. Melihat anak anak nya bermain dan tertawa lepas seperti itu membuat Tiffany merindukan seseorang, mata nya berkaca kaca dan air mata nya hampir tumpah. Buru buru di usap nya agar Daniel dan Lauren tidak melihat nya.

“mommy aku ingin ice cream” pinta lauren dengan manja

“baiklah tuan putri ayo kita beli sekarang” jawab Tiffany sambil mengacak acak rambut putrinya.

Baru saja Tiffany dan anak anak nya mau berdiri dari kursi yang mereka duduki tiba tiba sepasang tangan kekar memeluk Tiffany dari belakang. Dengan kaget Tiffany menoleh kebelakang dan hampir memberi sebuah pukulan untuk orang tersebut.

“hoh oppa?” kaget Tiffany mengurungkan pukulannya dan langsung memeluk pria tersebut

“kau merindukan ku?” Tanya pria itu tanpa melepas pelukannya. Tiffany hanya mengangguk sambil memperat pelukan nya. Sepertinya Tiffany benar benar merindukan Pria itu

“daddy…” panggil Daniel dan Lauren. Tiffany langsung melepas pelukannya dan membiar kan Siwon memeluk anak anak nya.

Siwon? dia masih hidup?

 

FLASHBACK ON

“Changkaman!” teriak Tiffany. Sambil berjalan mendekati siwon.

“lihat tangan nya bergerak, tangan suami ku bergerak” tunjuk Tiffany memberitahu Dokter Lee

“sebentar, saya akan memeriksanya” jawab dokter Lee

Ketika dokter Lee sedang memeriksa keadaan Siwon, tiba tiba mata siwon terbuka dengan perlahan. Tiffany langsung mendekati Siwon.

“oppa!! Apa kau mengenal ku” Tanya Tiffany tiba tiba masi dengan air mata yang terus mengalir

Lama siwon tidak menjawab dan akhirnya Siwon mengangguk dan tersenyum. Tiffany sangat senang, akhirnya dia bisa melihat senyuman itu lagi, senyuman yang dulu menjijikan sekarang berubah menjadi memabukan.

Tiffany langsung memeluk Siwon, menangis di bahu nya. Tiffany benar benar bersyukur siwon akhir nya bangun dari tidur panjang nya. Seakan tahu tuan choi menyuruh semua orang yang ada disana untuk keluar, membiarkan siwon dan tiffany melepas rindu satu sama lain

“mianhae, mianhae, mianhae oppa mianhae” lirih Tiffany disela tangisannya. Siwon hanya mengangguk sambil mengusap punggung Tiffany , memberi ketenangan pada istrinya.

Lama mereka dalam posisi tersebut, Tiffany pun melepaskan pelukannya. Siwon bergeser sedikit ke tepi ranjang memberi sedikit ruang dan menepuk tempat tidur nya. Mengisyaratkan agar Tiffany ikut berbaring bersamanya.

Seakan tau apa yang diisyaratkan Siwon Tiffany langsung berbaring disebelah Siwon, memeluk pinggang Siwon dengan sangat erat. Siwon mencium puncak kepala Tiffany dengan sayang

“Saranghae” ucap siwon sangat pelan bahkan seperti berbisik tetapi Tiffany masih mendengarnya

“Nado. Maafkan aku, terimakasih dan aku mencintaimu” balas Tiffany sambil memberi kecupan kecupan ringan diwajah Siwon dan terakhir Tiffany mencium bibir Siwon lembut. Tak ada respon dari Siwon, ketika Tiffany akan melepaskan ciuman manis itu Siwon menarik nya kembali. Entah berasal dari mana kekuatan Siwon dan sekarang mereka sedang menautkan bibir mereka kembali. Berselang bebrapa detik akhir nya Siwon melepaskan ciuman itu dan membelai pipi mulus Tiffany dengan penuh kasih sayang.

Akhirnya setelah tiga bulan Siwon terbangun dari koma, tapi ada yang berbeda dari siwon. Siwon tidak bisa berbicara dengan lancar, berjalan pun susah. Jadi untuk beberapa bulan kedepan siwon harus mengikuti terapi.

Dengan sigap setiap hari nya Tiffany mengurus Siwon dengan telaten. Tiffany membantu siwon membersihkan tubuh nya, memasak untuk suami dan anak anak nya, mengantar Siwon terapi Tiffany sangat bersemangat untuk itu. Tiffany benar benar berubah, dia menjadi istri dan ibu yang lebih baik sekarang.

Dan setelah beberapa bulan Siwon sudah kembali normal. Siwon sudah sehat seperti dulu, dia pun sudah mulai kembali bekerja dan di sibukkan dengan pekerjaan nya.

FLASHBACK OFF

Daniel dan lauren benar benar tidak mau melepaskan pelukan daddy nya, mereka sangat merindukan daddy nya. Bagaimana tidak sudah dua minggu siwon pergi ke jepang untuk urusan pekerjaannya, dan seharus nya lusa dia pulang tapi ini lebih cepat

“ya ya ya, apa kalian benar benar merindukan daddy?” Tanya siwon saat anak anak nya makin memperat pelukan mereka.

“jeongmal bogoshipoe dadd” jawab lauren.

“baiklah beri daddy kiss” pinta Siwon

“igo igo igo dan igo cuup” cium lauren sayang di kening, kedua pipi daddy nya dan terakhir tepat dibibir siwon

“yaah kenapa kau mencium nya disitu” protes Tiffany sambil menunjuk bibir Siwon. Siwon kaget dan hanya tersenyum menanggapi sikap putri dan protes sang istri

“bukan nya mommy sering mencium daddy seperti itu, aku hanya meniru apa yang mommy lakukan saja” jawab lauren

Tiffany membuka mulutnya lebar lebar, kaget mendengar penuturan sang putri.

“ta- tapi tetap saja kau tidak boleh melakukan itu” protes Tiffany lagi

“karena hanya mommy lah yang boleh mencium daddy seperti itu” Daniel ikut membela sang mommy.

“lalu kenapa lauren tidak boleh?” Tanya lauren lagi sambil mempout kan bibir nya dengan lucu.

“sayang.. karena itu hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa seperti daddy dan mommy, kau masih terlalu kecil untuk itu” ucap siwon menjelaskan pada putrinya.

“jadi kalau lauren sudah dewasa, lauren boleh mencium daddy seperti itu?” seperti nya lauren masih belum paham soal masalah ini

“tidak tidak seperti itu, bukan daddy  yang kau cium tapi orang yang kau cintai ketika kau dewasa nanti. Apa kau mengerti?” jelas Siwon lagi

“hmm arraseo, aku tidak akan melakukan nya lagi dadd” jawab Lauren

“anak yang baik” puji Siwon sambil mengecup pipi lauren.

“daddy apa kita jadi berlibur, bukannya kau sudah janji akan mengajak kami berlibur jika kau sudah pulang dari jepang” Tanya Daniel yang mengingatkan daddy nya

“jadi sayang, besok kita akan berangkat” jawab siwon sambil menatap Tiffany. Yang di tatap hanya tersenyum manis membuat matanya seketika hilang dan membentuk bak bulan sabit “sangat cantik” puji Siwon dalam hati.

“hoorreee!!” teriak Daniel dan Lauren senang.

 

Tiffany mungkin sangat menyesal karena menghabiskan tujuh tahun untuk membenci Siwon. Tetapi beruntungnya Tiffany masih diberi kesempatan menghabiskan sisa hidup nya untuk mencintai Siwon. Dari saat itu Tiffany tidak pernah bisa terbebas dari cinta Siwon yang begitu tulus.

“sekarang aku benar benar bahagia, terimakasih tuhan” ucap Tiffany dalam hati dia benar benar bersyukur sekarang.

 

END

 

 

 

Maaf kalo kurang suka sama ending nya, sebenernya pen buat sad ending tapi ga tega hehe jadilah begini ada nya. Rencana mau buat ff lagi tapi masih dalam proses, berhubung aku suka genre yang marriage life jadi bakal buat ff bergenre itu lagi. Suka kalo SiFany dikelilingin dua anak lucunya Daniel dan lauren #ehkokcurhat. Baiklah see u, bye boo

72 thoughts on “(AF) Love Is Moment Part 2 – End

  1. *usap tears* ahh kirain siwon oppa bner2 meninggal :’ ternyata tuhan masih syg sama cinta sifany :’) makasih buat bikin happy end bkn sad ending🙂 cinta mereka bner2 suci :’*ditunggu ff lainnya, keep writing!!

  2. jujur aku nggak suka bgt sama tiffany saat di ff ini, habis dia sifatnya egois, kasar pokoknya yg buruk2 deh. siwon juga disini baik banget, jdi aku pribadi sih kesel gitu sama 2-2nya termasuk tiffany, tpi entah knp aku nangis pas scane fany dengerin voicemail itu disitu sad nya kentara bgt knp coba gk dibikin sad end aja biar tiffany bisa dapet pelajaran #keseltingkatakut tpi gpp deh ada rasa lega juga siwon gk jadi meninggal
    ff ini sangat mengaduk aduk perasaan ku
    good job thor😀

  3. Aku kira bakal sad ending thor ternyata happy ending
    Senang lihat tiffany udah berubah lebih baik dan yang paling bikin senang siwon bangun dari komanya😀
    pertengahan baca bikin nangis tapi pas baca endingnya bikin senyum2 hehehehe🙂
    Ditunggu karya selanjutnya thor SEMANGAT😀

  4. Kesel bgt awalnya sama fany, kok ada perempuan sampe se’heartless’ itu-_- untung ada kesempatan kedua di cerita ini, overall bagus kok ceritanya^^

  5. Aiggo….kirain siwon meninggal deh dalam kecelakaan,namun siwon koma.fany akhirnya menyesali perbuatannya pada siwon dan tidak pernah berbuat baik pada siwon dan juga akhirnya fany meyadari kalo dia mencintai siwon.
    Fany mendapatkan kesempatan kedua untuk menebus kesalahannya dan memperbaiki semuanya.akhirnya sifany hidup bahagia.Amin.
    Daebak saeng.unnie terharu membacanya.hiks….
    Tetap semangat saeng.keep writing.saeng jjang.

  6. Wah q kira akn sad ending. bc aj q g tega. Tuhan beri fany kesemptn kedua utk berbakti pd suaminy n klrgny. ini pljrn brhrg yg dijlni fany.
    pun ad yg blg crt ini udh ad sblmny tp tetep berhsil bikin q buang tisu yg bny….

  7. Ngeselin tiffany nya thor :” tapi untunglah dia bisa berubah walaupun cukup terlambat, sumveh thor kau buatku berkaca-kaca pas bagian siwon gak bangun-bangun dari koma :”, tapi untunglah bangun… dan terimakasih thor udah buat happy ending :” trus berkarya nee ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s