(AF) We Are Really “Good Friend” (sequel a little summer to you)

We Are Really “Good Friend”

(sequel a little summer to you)

poster we are really good friend

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang – Choi Si Won- Nichkhun horvejkul

Genre: drama, romance

Rating: 17

Tiffany memandang secarik kertas putih dengan mata berbinar. Kerja kerasnya selama ini terbayar. Belajar tiada henti hingga terus-menerus mengganggu jonghyun sekaligus meminta doa pada semua orang untuk satu tujuan, art university.

“LULUS” begitulah kata yang tertulis di kertas yang sedari tadi membuat gadis asal amerika itu tersenyum lebar. Tiffany hwang, gadis itu lulus masuk Univercity of the art London. Salah satu universitas terbaik di Inggris dan bukan di jurusan kedokteran tapi di jurusan musik. Tiffany tidak lagi bersikeras untuk masuk ke jurusan yang tidak ia minati, Leo berhasil membuat pandangan adiknya berubah.

Sejak siwon mengungkapkan cintanya di malam itu. Tiffany mengatakan yang segalanya m. Siwon awalnya tidak bisa menerima itu, usahanya untuk membuat tiffany jatuh cinta gagal, pertama kalinya seorang choi siwon ditolak. Berbulan-bulan siwon tidak mau menyapa tiffany.

Tiffany telah resmi menjadi kekasih nichkhun. Walau begitu ia tidak pernah lelah untuk meminta maaf pada siwon dan memintanya untuk kembali menjadi sahabatnya, sunbaenya yang paling baik hati. Bagaimana dengan Victoria? Nichkhun telah memutuskan Victoria tepat sebelum siwon menyatakan cinta pada tiffany.

Setelah berbulan-bulan siwon menjadi pendiam dan menghindar dari tiffany, ia sadar bahwa tidak seharusnya ia bersikap seperti itu. Ikut merayakan pesta ulang tahun tiffany menjadi momen yang tepat untuk siwon kembali menjadi sahabat tiffany, sahabat baik. Semua berjalan dengan baik dan membahagiakan. Siwon kembali menjadi player, walau sudah berulang kali tiffany menasehati tapi tak ada guna

Tahun terakhir tiffany di sekolah ia sibukkan untuk belajar sementara kekasihnya kembali ke amerika, meneruskan kuliahnya di California Univercity. Kini, ia sudah lulus dan bersiap untuk memasuki dunia kampus. Tiffany tidak akan sendirian, siwon juga kuliah disana, negeri Ratu Elizabeth. Jika siwon mengambil jurusan perfilman, tiffany mengambil musik.

**

“siwon, jaga dia ya” kata nichkhun sambil memeluk kekasihnya

“aku maunya oppa yang disini menjagaku” rajuk tiffany

“aigoo, kekasihku ini manja sekali, haruskah aku keluar dari kampus dan bekerja sebagai penjagamu? Tapi bayaranku sangat mahal” nichkhun membelai rambut tiffany

“tiffany mendongakkan wajahnya “benarkah? seberap amahalnya? Aku orang kaya, pasti bisa membayarmu”

“ehem, sampai kapan kalian bermanis-manis seperti ini. Khun, bukankah kau harus kembali ke California sejam lagi?” nichkhun dan tiffany tertawa dan melepaskan pelukan mereka. Tiffany, Siwon dan Nichkhun berada di depan  Univercity of the Art London(UAL). Nichkhun ikut mengantar tiffany ke Inggris. Sahabat-sahabat tiffany tidak bisa ikut karena mereka juga sibuk dengan ujian masuk di Seoul Univercity.

 

2 years later

Tiffany mengayun-ayunkan kakinya di udara sementara badannya tengkurap menatap sebal HP yang sedang dipegangnya dengan bantal sebagai penopang dagunya. Berulang kali gadis memakai piyama itu menggerutu dan mengeluh tentang kekasihnya yang sudah sekian minggu tidak menghubunginya. Siwon, duduk tak jauh dari tiffany terlihat sangat serius menatap laptopnya dengan memakai kacamata yang membuatnya tampak begitu tampan.

“bagus, sekarangpun satu-satunya oppa yang kupunya juga tidak menghiraukanku” tiffany berguling dan menutup tubuhnya keseluruhan dengan selimut. Siwon tersenyum melihat tingkah tiffany yang masih saja kekanak-kanakan walaupun sudah memasuki semester enam.

“tiffany, aku sedang mengerjakan tugas akhirku dan akupun yakin nichkhun juga. Kami ini semester tua” siwon berucap sambil terus menatap laptopnya

“tapi setidaknya oppa masih sering menemaniku jalan-jalan, sedangkan si tukang sibuk itu terlalu banyak alasan” kalimat tiffany seperti gumaman karena dia berucap di dalam selimut. selimut tiffany terbuka, dengan wajah tampannya siwon melihat tiffany dari ujung kepalanya.

“sebaiknya kau kembali ke apartemenmu tiffany, kalau tidak kau akan membuatku repot menggendongmu seperti biasanya” apartemen tiffany dan siwon memang bersebelahan, Siwon tidak membiarkan adik kecilnya itu jauh darinya. Siwon seolah menjadi pengganti leo sekaligus saat tiffany memasuki dunia kampus.

“jadi oppa merasa direpotkan? itu juga salah oppa karena selalu tidur terlambat” jawabnya sambil mendudukkan dirinya di tempat tidur siwon

Siwon menegakkan tubuhnya dan duduk disamping tiffany. mereka berdua sama-sama menekuk lutut. Perbincangan panjang dan mengasikkan sifany dimulai. Perbincangan ini akan berakhir dengan tiffany yang tertidur lebih dulu dan siwon akan menggendong gadis yang dianggap adiknya sendiri itu ke rumah sebelah. Secara tidak langsung, mereka mempunyai dua rumah karena baik siwon maupun tiffany sama-sama mengetahui password apartemen masing-masing dan terkadang sering tidak sengaja tertidur bersama di salah satu rumah mereka.

**

@kampus UAL

Selesai kuliah tiffany disambut oleh beberapa unnie yang selama ini sangat baik kepadanya. Mereka semua cantik, tinggi, dan tentunya selalu memberikan apapun yang tiffany sukai. Makanan, minuman, tas, dan sepatu dia dapatkan dari gadis-gadis bodoh yang berusaha memanfaatkannya untuk mendapatkan kakaknya, siwon. ternyata pamor siwon oppa tidak hanya di korea, pikir tiffany. Setelah mendapat sapaan dari para unnie, di tengah jalan tiffany bertemu dengan salah satu ‘penggemar’ siwon

“fany, ini untukmu, ini tas prada edisi terbaru lho” kata minah

‘penjilat’ pikir tiffany. walaupun tidak bisa dipungkiri dia begitu terpukau melihat tas pink yang terlihat sangat elegan di depan matanya. “wah, unnie. Ini pasti sangat mahal. Aku tidak enak menerimanya” tolak tiffany ramah sambil menyunggingkan senyum terbaiknya.  Saat seperti ini tiffany akan berkata dalam hati “ayo paksa aku, seperti biasanya”.

“aku akan sedih kalau kado untuk adikku yang cantik ini di tolak” minah memaksa tiffany memakai tas itu. “perfect” ucap minah setelah selesai memaikan tas untuk tiffany

‘yes’ pikir fany. “gomawo unnie” tiffany memeluk minah.

“ehm..tiffany, kau jangan terlalu baik dengan lily, Isabelle, Olivia ataupun gads-gadis lain itu. mereka semua hanya ingin menggoda kakakmu. mereka orang-orang barat yang tidak tahu adat dan budaya kita. Kau tentu tidak ingin kakakmu dengan salah satu dari mereka kan?” tiffany rasanya ingin muntah mendengarnya. “oia, aku jarang melihat siwon akhir-akhir ini. kemana dia?”

“dia ada proyek 2 minggu ada penelitian di licester unnie. Seminggu lagi selesai”

“owh, kalau begitu unnie ke kantin dulu ya. Annyeong”

“annyeong uniie, gomawo” tiffany bahagia menatap tasnya

‘I’m you man I’m your man..’ suara hp tiffany membuatnya segera mengangkat telfon, dia sudah terlalu rindu dengan kekasihnya

“mickey!”

“ini aku siwon. bukan nichkhun. Kau sudah sampai apartemen?” bukannya tidak suka ditelfon siwon, tapi dia kecewa bukan kekasihnya yang menelfon.

“tiffany, jawab aku” bentak siwon

Siwon benar-benar menjadi Leo, pikir tiffany. “belum oppa, aku…”

Belum selesai menjawab siwon sudah menyelanya. “jangan ada alasan lagi, ini sudah malam. Cepat pulang” dari nadanya siwon benar-benar berlebihan dalam mengkhawatirkan tiffany.

Tiffany memputkan bibirnya dan mendengus kesal. “oppa, aku sudah dewasa. Kenapa kau jadi seperti leo. leo oppa saja sudah berhenti berlebihan sepertimu” keluh tiffany. sepanjang perjalanan pulang, siwon dan tiffany berdebat panjang. Hubungan adik dan kakak ini begitu manis.

**

@apartemen tiffany

Tiffany berguling ke kanan untuk kemudian akan berguling ke kiri karena dia tidak bisa tidur, lagi. “aaarrgghh” dia bangkit dari tidurnya, mencari hp, menngetik beberapa huruf dan menelfon

“yoboseo fany-ah, kenapa? Tidak bisa tidur lagi?” tanya suara diseberang telfon. Sudah seminggu lebih siwon di busan dan selama itu pula tiffany akan mengganggu tidur oppanya karena ‘dia tidak bisa tidur’.

“kenapa tidak menelfon mickeymu saja? Kenapa selalu menelfonku” suara siwon benar-benar berat, dia sangat mengantuk.

“dia sedang ada ujian katanya. Sebelum berangkat tidur dia sudah menelfonku. Aku tidak mau mengganggunya“ siwon menguap, tiffany yakin dia juga sedang mengganggu siwon “sepertinya aku juga mengganggu oppa. aku tutup kalau begitu”

“siapa bilang aku merasa terganggu?…” setelah itu tiffany dan siwon berbicara panjang lebar hingga tiffany tertidur, seperti biasanya. Terkadang karena tidak tahu lagi harus membicarakan apa, mereka akan bernyanyi sambil mengingat masa-masa sekolah mereka di jaeguk.

**

10.00 PM

Keesokan harinya, tiffany merasa sangat bosan dan memutuskan untuk keluar. Apalgi hari ini ada festival kembang api di pusat kota, pasti sangat menyenangkan. Terlebih, selama beberapa hari ini tiffany juga tidak bisa tidur dengan tenang, percuma memaksakan diri tidur di kamarnya. Nilai plusnya lagi adalah siwon masih di Licester dan baru akan kembali tiga hari lagi, jadi dia bisa pergi malam hari dengan teman-temannya tanpa harus mendapat omelan karena dia juga mematikan HPnya. Tiffany siap untuk berangkat, dia membuka pintu rumahnya. “Oppa???” siwon berada di depan pintunya.

Siwon memandang tiffany dari atas ke bawah “kau mau pergi kemana malam-malam begini? Kenapa juga HP mu tidak bisa dihubungi?” wajahnya samar-samar antara marah dan khawatir.

“aku.. aku hanya ingin lihat festival kembang api di pusat kota dan…” tiffany menjawab dengan terbata dan berusaha berpikir untuk menjawab pertanyaan kedua siwon “batrei HPku habis” kata tiffany cepat. “emm.. kenapa oppa sudah kembali? aku kira oppa akan kembali kamis besok?”

Siwon masuk ke dalam apartemen “jangan mencoba mengalihkan pembicaraan”. Langkahnya menuju dapur “kau salah tiffany“ siwon mengambil air dari dalam lemari sedan meminumnya.”aku memang segera menyelesaikan tugasku disana, kalau tidak kau akan terus-terusan menelfonku pada malam hari karena tidak bisa tidur dan kau… malah akan pergi malam-malam begini dan mematikan HPmu” ucap siwon tegas.

Tiffany susah payah menelan salivanya, dia sadar dia salah. “mianheo oppa, aku hanya berpikir aku sudah dewasa. Kadang aku berpikir mungkin appa benar, aku terlalu dimanja. Dulu oleh oemma, leo, dan mickey. Saat di korea, ada jae hyung, mickey, dan oppa. aku hanya ingin mencoba mandiri saja” kata tiffany sambil terus menunduk. Siwon tetap tidak bergeming, oppanya itu hanya diam menatap tiffany. “oia, oppa bawa oleh-oleh untukku kan?” kata tiffany mencoba membuat mencairkan suasana, dia memberikan senyum paling manis untuk siwon.

siwon tahu gadis kecilnya yang dulu sempat dia cintai itu sedang meminta maaf. Senyum manis tiffany selalu dapat memadamkan amarahnya. Dia masih memasang wajah marahnya “kau tidak mendapat oleh-oleh sekarang” kata siwon kasar “kita ke festival dulu” senyum siwon di akhir kalimatnya mendapat pelukan dari tiffany yang kegirangan.

“oppa, saranghae” tiffany melonjak bahagia dan segera menyeret siwon keluar pintu.

**

@festival

Tiffany dan siwon terlihat sangat bahagia karena mereka bisa melihat kembang api yang berwarna-warni di atas langit hitam yang bertaburan bintang. Lengan tiffany tidak pernah terlepas dari lengan siwon, gadis itu menyeret siwon ke berbagai tempat makanan maupun minuman yang ingin ia coba.

“oppa, aku ingin gantungan itu” kata tiffany saat melihat gantungan kecil berwarna hijau zamrud yang indah.

“silahkan nak, ini pasangannya” nenek penjual gantungan itu menunjukkan pasangan dari gantungan yang dipegang tiffany.

“mwo? oppa, ini couple, kau mau?”

“kenapa tidak kau belikan untuk nichkhun saja” kata siwon dengan tidak antusias.

“aku sudah punya banyak barang couple dengan mickey” tiffany mengeluarkan uang dan membayar pada penjualnya. “ini, jangan dibuang,  gantungan couple pertama kita” tiffany menggenggamkan gantungan itu pada tangan siwon dan tersenyum. siwon juga ikut tersenyum dan menawarkan lengannya yang disambut lengan tiffany.

Tiffany berceloteh ria sambil memakan es krim strawberry di bangku taman kota. Tanpa ia sadari, oppanya kini telah terlelap di sampingnya. Perjalanan dari lecester ke London tentu memakan waktu dan tenaga tapi siwon memilih untuk menangguhkan waktu istirahanya untuk menemani tiffany ke festival. Tiffany tersenyum meneliti wajah malaikat siwon yang tertidur, sangat tampan. entah apa yang merasuki pikirannya, ia teringat akan ciumannya di bukit saat melihat bibir siwon. Perlahan ia mendekatkan wajahnya dan begitu saja mencium siwon. diciumnya bibir oppanya itu beberapa saat. Namun, tiba-tiba ia tersadar ‘mickey’ dan segera berbalik menjauhkan wajahnya. Ia termenung sambil memegangi bibirnya tanpa tahu bahwa sudut mata orang disampingnya menampakkan kebahagiaan ‘kau tidak sepintar aku tiffany’.

**

@holborn street

Siwon berlari-lari di jalanan holborn dengan menenteng tasnya. “tiffany, kenapa kau meninggalkanku? Lihat aku harus lari-lari untuk mengejarmu”

Sejak acara festival, tiffany mendiamkan siwon dan bersikap aneh. Sudah berhari-hari tiffany tidak masuk ke apartemen siwon kecuali kalau memang dia benar-benar dengan membutuhkan bantuan siwon. tiffany juga mengganti password apartemennya karena takut kalau tiba-tiba siwon datang dan sejak itu juga dia  selalu terjaga hingga kantung matanya membesar. Siwon sudah tidak tahan dengan sikap tiffany semingguan ini dan saat ini dia sudah bertekad untuk mendapat alas an dari sikap aneh tiffany, dia memblokade jalan tiffany.

“katakan!” tiffany menundukkan kepalanya, sikapnya selalu resah dan terlihat salah tingkah di depan siwon. siwon memegang dagu tiffany dan mengulang ucapannya “katakana! ayolah tiffany, kenapa denganmu? lihatlah, kantung matamu sudah akan mempunyai kantung mata. Kau tidak bisa tidur beberapa hari ini? Kenapa kau juga mengganti passwordmu? Kalau ada apa-apa gimana? Katakana kenapa kau bersikap sangat aneh?”

Tiffany yang sedari tadi menatap mata siwon selama siwon berbicara menyingkirkan kedua tangan siwon dari pundaknya. “I’m fine oppa, really really fine.emm.. aku harus segera ke perpustakaan pusat” ia segera beranjak berjalan menjauhi siwon

“tiffany” kata siwon tanpa tenaga, dia tidak mendapat jawaban

“yes?” tiffany berbalik

“perpustakaan di barat, kenapa kau berjalan ke timur?” bodohnya tiffany sekarang sikap salah tingkahnya begitu terlihat. Dia hanya bisa menyengir menyadari kebodohannya dan segera berjalan kembali kearah siwon sambil menunduk malu. Siwon tersenyum melihat tingkah gadis itu.

**

Tiffany dengan susah payah menenteng tasnya dan mencoba memakai sepatunya sambil menunggu lift terbuka. Ia bangun kesiangan, baru tertidur setelah jam tiga pagi membuat jadwalnya berantakan. Saat lift terbuka dia bukannya masuk ke dalam lift karena siwon menyeret lengannya.

“oppa, aku ini sudah terlambat” tiffany berusha melepaskan lengannya

“aku akan mengajakmu ke suatu tempat hari ini dan kau harus mengosongkan sluruh jadwalmu” siwon menyeret tiffany masuk ke apartemennya. Mata tiffany tak bisa berkedip melihat pemandangan di depannya setelah ia memasuki apartemen siwon.

“oppa, kenapa apartemenmu berantakan sekali?”

“itu salahmu karena kau tidak pernah masuk ke apartemenku. Kita akan berangkat sejam lagi karena kereta kita berangkat jam Sembilan pagi.” Tiffany tidak mengindahkan ucapan siwon, dia sibuk membersihkan apartemen. Siwon tersenyum penuh kemenangan walaupun setelah itu ia harus rela telinganya sakit karena tiffany terus-terusan mengomel.

Tepat setelah tiffany membersihkan apartemen, siwon dan tiffany berangkat menuju stasiun kereta api. tiffany melupakan perasaan anehnya pada siwon, ia justru menikmati saat-saat bersama dengan oppa kesayangannya itu.

“oppa, kita akan kemana?” tanya tiffany sambil memandang orang-orang di kereta

“ke baker street 221B” jawaban siwon membuat tiffany langsung memandang siwon tidak percaya, mulutnya menganga tanpa ada kata yang keluar. “kita akan bertemu dr. Watson” lanjut siwon antusias. Dia tahu benar, tiffany sangat menyukai Sherlock holmes. “say something tiffany, why are you silence?”

GREP

Tiffany tidak tahu lagi harus bagaimana untuk mengungkap kebahagiannya, ia memeluk siwon dengan sangat erat. Sudah hampir tiga tahun di Inggris, melihat three lions berkali-kali bertanding di wembley, mengunjungi gedung harry potter, tapi dia belum sempat ke rumah Sherlock holmes. Selalu ada saja yang membuatnya tidak bisa mengunjungi rumah tokoh fantasi pujaannya.

“tiff..emph..oppa..-”

“yes?”

“- tidak bisa bernafas” tiffany segera melepaskan pelukannya.

“mianhe” ucap tiffany sambil terus menampakkan senyum lebarnya

“kau hampir membunuh oppa” ucap siwon sambil terengah-engah.

Mereka telah tiba, perjalanan tidak memakan waktu lama karena Westminster juga masih berada di kawasan London. Traveling Sifany, siap dimulai. Tiffany dan siwon memauki rumah Sherlock dan bertemu dengan orang yang berperan sebagai dr. Watson, tiffany begitu antusias dan menikmati perjalanan mereka. Dilihat dari jauh, maka kedua orang itu akan terlihat sebagai pasangan kekasih yang saling mencintai sedang berbulan madu ataupun liburan bersama. Padahal mereka bukanlah pasangan kekasih tapi untuk saling mencintai, hanya mereka yang tahu jawabannya.

Tidak ada pesta yang tidak usai, begitulah kata pepatah. Mereka telah menghabiskan waktu seharian bersama, setelah dari rumah Sherlock mereka ke café terdekat dan memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di daerah tersebut. Sekarang, tiffany sedang berada di stasiun menunggu siwon membeli tiket sambil mengotak-atik HPnya.

“sudah beli oppa? jam berapa keretanya datang?” tanya tiffany sambil terus mengotak-atik HPnya, dia sedang menjawab pesan dari mickey, nichkhun kekasihnya.

“sudah, ke Liverpool, beberapa menit lagi keretanya datang” tiffany terkejut dan berbalik menatap siwon disampingnya dengan wajah penuh pertanyaan. HP tiffany justru diambil siwon dan dimatikan. Belum sempat tiffany protes, siwon sudah meletakkan jari telunjuknya di bibir tiffany sebagai peringatan untuk diam. Bahu tiffany dipegangnya dan diputar, tiffany tepat dihadapannya.

“listen to me, aku ingin seminggu ini kita liburan berdua” siwon mengambil HPnya dan mematikan HP itu tepat di depan tiffany. “kita akan menghabiskan waktu berdua saja, liburan ke tempat-tempat indah yang belum kita lihat, tanpa ada gangguan” kata siwon sambil mengarahkan matanya ke kedua HP mati yang ada di sampingnya saat mengatakan ‘gangguan’. Ucapan siwon begitu tegas dan dalam, ia tidak membiarkan mata tiffany beralih darinya sedetikpun.

Pikiran tiffany sedang tidak bekerja dengan baik saat menatap mata siwon. Bahkan, ia tidak menyadari bahwa ucapan siwon mempunyai arti ‘ayo kita kencan berdua’ dan ‘kekasihmu hanyalah pengganggu kita’. Tidak dapat dipungkiri menghabiskan waktu dengan oppanya adalah hal yang sangat membahagiakan untuknya. Dia menjawab siwon dengan anggukan kepala dan senyum manis menghiasi wajahnya. Siwonpun tersenyum dengan jawaban tiffany.

**

@hotel menchester

01.22 AM

Sudah hampir seminggu tiffany dan siwon ‘kencan berdua’. Setelah dari Liverpool, mereka melanjutkan ke berbagai tempat sampai akhirnya mereka ke menchester. Mereka menyaksikan pertandingan MU vs Man. City dan pulang dalam keadaan mabuk karena mereka ikut pesta dengan orang-orang di hotel mereka yang merayakan kemenangan City. Tidak peduli siapa yang menang toh tiffany adalah penggemar Chelsea dan siwon adalah penggemar berat meriam London.

“ups, sorry oppa kira kau sudah selesai. oppa akan masuk nanti” siwon tidak sengaja masuk ke kamar tiffany saat gadis itu sedang berganti pakaian. Siwon merasa sudah sangat lelah dan mengantuk, terlebih alcohol membuat kepalanya semakin berat. Ia ingin segera tidur.

“oppa” ucap tiffany saat siwon akan menutup pintu kamarnya“bisa bantu buka resleting bajuku, aku dari tadi tidak bisa membukanya” dengan langkah sedikit terseret dia mendekati tiffany dan membuka resleting tiffany, punggung dan bahu tiffany yang putih mulus tiffany terekspos. Siwon menelan ludahnya susah payah.“gomawo oppa” kata-kata tiffany menyadarkan siwon dan ia segera berjalan menuju pintu keluar dan tiffany segera meneruskan ganti bajunya.

GREP

Betapa kagetnya tiffany saat kedua lengan kekar memeluknya dan membalikkan tubuhnya. Siwon, oppanya itu masuk lagi ke dalam kamar tiffany tanpa tiffany ketahui ketika tiffany hanya memakai pakaian dalamnya. Tiffany menatap mata siwon penuh dengan pertanyaan.

“oppa…”siwon tidak membiarkan tiffany berbicara dan mencium tiffany dengan penuh gairah. ‘tidak boleh, ini tidak boleh terjadi’ kalimat ini terus-terusan terngiang di kepala tiffany tapi dia juga terus menerus membalas ciuman siwon. mereka berciuman sangat lama sampai pasokan udara mereka habis.

“oppa, kau bau alcohol” ucap tiffany sambil tersenyum malu, pipinya memerah. Siwonpun senyuman melihat sikap malu-malu tiffany

“kau juga, chagie” ucap siwon dengan smirknya. sudah lama sekali panggilan itu tidak diucapkan oleh siwon untuk tiffany. tiffany balik tersenyum mendengar panggilan untuknya dulu. Dan malam itu, kelelahan dan rasa mengantuk mereka hilang begitu saja. Tiffany dan siwon melakukan apa yang dilakukan oleh pasangan yang sedang ‘menghabiskan waktu berdua’.

**

Pagi harinya, siwon bangun terlebih dulu dan memesan makanan, buah, dan susu untuk mereka berdua. Wajahnya begitu cerah penuh dengan kebahagiaan, bibirnya tak henti-hentinya menyunggingkan senyum, dan mulutnya sesekali bernyanyi meluapkan betapa bahagianya dia sekarang karena tadi malam. Dia tidak ingin membangunkan tiffany, gadis itu pasti kelelahan.

“tiffany? apa yang…?” tanya siwon saat akan membawakan susu ke kamar

“kau menjebakku” tiffany sekarang berdiri di depan pintu kamarnya berpakaian lengkap dan membawa koper.

“aku seharusnya tidak menurutimu untuk ikut rencana gilamu menghabiskan waktu berdua. Kau menjebakku saat aku mabuk dan kau melakukannya. kau”

“berhenti bicara” ucap siwon dingin dan dalam. “berhenti membuatku seolah aku adalah laki-laki bejat yang menjebak seorang wanita untuk melakukan hal yang tidak diinginkannya” teriak siwon

PYAR

Gelas susu yang dibawa siwon untuk tiffany pecah, dibantingnya gelas itu menjadi berkeping-keping.

“you are..kau memang lelaki bejat siwon si. apa kau anggap aku wanita-wanita penggemar gilamu itu?-“ siwon berusaha menahan amarahnya saat gadis itu berbicara  “-aku sudah punya mickey, aku mencintai mickey, aku..”

“kau mencintaiku” sanggah siwon “kau mencintai choi siwon tiffany hwang. Kenapa kau berusaha mengelaknya?” tiffany tercekat mendengar kalimat siwon. walau berkali-kali kalimat itu juga terngiang-ngiang di telinganya, tapi tiffany selalu berusaha membuang jauh-jauh pikiran itu

“aku tidak men..”

“kau mencintaiku. KAU men-cintai-ku. Kenapa kau selalu menelfonku saat kau tidak bisa tidur bukan mickeymu? Kenapa kau menciumku saat di festival?-“ mulut tiffany membuka, ‘siwon tidak tidur saat itu’ pikir tiffany.

”-kenapa kau salah tingkah setelah kau menciumku? Itu karena kau mencintaiku tiffany-“ dalam hati tiffany membenarkan kalimat siwon “-kenapa kau membenarkan nenek-nenek dibaker street mengira kita adalah sepasang kekasih? Kenapa kau mau aku ajak menghabiskan waktu berdua berhari-hari? Kenapa tadi malam kau membalas ciumanku? Kenapa tadi malam kau mau..”

“tidak. Aku tidak mencintaimu. Aku tidak mencintaimu” tiffany berteriak histeris seperti orang gila. Air matanya mengalir deras, mengacak-acak rambutnya dan kakinya terduduk lesu di lantai. Siwon memandang nanar tiffany

“lima tahun. lima tahun lebih tiffany, sejak kau mengatakan kau mencintai nichkhun. Hatiku sakit, sangat sakit sampai rasanya aku mau mati saja saat melihatmu bersamanya. Tapi aku berusaha bangkit karena aku melihatmu begitu bahagia bersamanya. Aku berusaha menjadi siwon tegar, yang kuat, yang tidak akan jatuh hanya karena cinta. Kemudian aku memilih kuliah di London-“ tiffany mengggeleng-gelengkan kepalanya, tidak kuat mendengar pengakuan siwon.

“- Sebuah Negara dengan kemungkinan kecil dirimu akan berpijak dan di Universitas yang tidak akan kau tuju. Bukankah dulu kau ingin masuk kedokteran? Aku menjauhkan diriku darimu, berkencan dengan banyak wanita berharap diantara mereka ada yang bisa membuatku melupakanmu tapi itu semua nihil. Kau tetap saja berada di sini-“siwon memukul-mukul dadanya, meluapkan kekesalannya pada diri sendiri yang tidak pernah bisa melupakan tiffany. air matanya tidak terbendung lagi. Ketampanan siwon di hiasi air mata yang telah lama terbendung. Mata tiffany tidak lepas sedikitpun dari siwon.

“kau selalu dan tetap berputar-putar di otakku, di hatiku. Sampai akhirnya kau kesini, entah tuhan begitu baik atau memang sedang mengujiku” siwon dekati tiffan, ikut mendudukkan badannya dan mengelus pipi tiffany dengan lembut. Mata tiffany nanar memandang siwon. “mungkin tuhan menciptakan kau untukku fany”.

Tiffany menggeleng-gelengkan kepalanya, ini tidak benar. ‘aku mencintai mickey’ tetap saja kalimat itu yang ia ucapkan di pikirannya ratusan kali. Diturunkannya tangan siwon “I’ll leave siwon si”

Siwon memejamkan matanya, tak kuasa mendengar kalimat yang keluar mulut gadis yang sangat dicintainya. Tiffany berdiri, menarik kopernya, dan berjalan melewati siwon yang masih terduduk.

“aw..appo” ucap tiffany lirih, ia terkena pecahan gelas. Karena ‘tadi malam’ kaki tiffany tidak bisa dibuat berjalan dengan baik. “berhenti” ucap tiffany yang tahu kalau siwon sudah akan beranjak dari tempatnya untuk membantu tiffany. “mulai sekarang jangan pedulikan aku, jangan pernah perhatian padaku lagi, jauhi aku, siwon si” tiffany kembali menenteng kopernya dan keluar dari hotel.

TBC

Teaser in Part II

“aku akan menikah dengan tiffany” bagai dihantam halilintar, siwon tersedak mendengar ucapan nichkhun. “aku sudah menyangka berita ini akan mengejutkan” nichkhun tertawa bahagia sambil menyodorkan air mineral miliknya untuk siwon. “beberapa hari lalu aku melamarnya” manik mata nichkhun tidak berhenti berbinar saat mengingat kejadian tadi malam.

Siwon kehilangan selera minum mocchacinonya, rasanya ia ingin ganti memesan espresso saja karena kalimat nichkhun begitu pahit di dengarnya. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menampakkan wajah bahagianya “lalu?

“aku tidak melamarnya memakai cincin karena jari manisnya terkena pecahan gelas katanya” kata nichkhun melanjutkan ceritanya

“lalu?”tanya siwon lagi “langsung saja, jawaban tiffany apa?” siwon sangat berharap kalau tiffany menolaknya

“dia menerimaku” jawab nichkhun sedikit teriak saking bahagianya

70 thoughts on “(AF) We Are Really “Good Friend” (sequel a little summer to you)

  1. aaarrrggghhh…. baca crita ini bkin gregetan sndiri…. bngung sama sifatnya fany, klu emang dia cinta sama siwon knp dia slalu ngelak?? okay d tnggu next partnya… jngn lma” ya thor…😀

  2. Apa cuma gw yg ngarep endingnya nanti jd khunfany??? Ahhh elahh ane udah mupon, knapa harus ada real couple dalam dream couple ane??? Kann jadi dilema :v ohh terserah lahh, nanti SF atw KF yg jadi, sbagai reader yg baik saya nerima2 ajj😀

  3. Aduh sakit man!! tapi tenang yg sempurna selalu kalah dengan yg selalu ada (eh gitu bukan?) dan ini juga blog ff yg dibuat khusus untuk sifany aja, jadi ending jelas pasti sifany dong yaaaa
    oke deh ditunggu lanjutannya

  4. Oh nooo..
    please..!
    knp sih tifany’a ga mau ngaku gtu klo dia cinta sm siwon
    Iih.. kesel kesel kesel
    Knp siihh mesti nickhun?? *gpp dh biar dpt greget’a
    Penasaran sm apa yg bakal siwon lakuin nnti’a
    happy end yaa buat SIFANY please!! *pasang muka melas
    next

  5. Omg padahal mereka udh lakuin “itu” kenapa tiff unnie masih saja mengelak huhahh pdhl udh keliatan batt klo tiff unnie juga mencintai oppa:” poor my lovely oppa :”

  6. seru bacanya…sayangnya tiffany nolak siwon diawal xD itu liat teasernya knp khunfany udah married.., ishh… sebelum janur kuning melengkung,masi ada kesepatan bt siwon wlpn klo beneran udah married xD wkwk

  7. Fany mulai mencintai siwon,namun fany tidak mengakuinya,dikarenakan merasa masih mencintai nickhkun.setelah apa yg terjadi pada mlm itu,huhungan sifany jadi putus.fany ah…… terimalah siwon.
    What……fany menikah dengan nickhkun.andwe…..
    Bagaimana dengan siwon….?poor siwon ah……
    Makin seru aja thor dan penasaran thor.jjang thor.
    Tetap semangat ya.lanjut baca ke nextnya thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s