(AF) HEIRESS QUEEN TIFFANY Part 3

HEIRESS QUEEN TIFFANY

Heiress Queen Tiffany

Author             : ThaJoonFany a.k.a @citramelica

Main Cast        : 1. Tiffany Hwang

                        : 2. Choi Siwon

Sub Cast          : Just Find By Your Self! ^^

Rate                 : PG-15

Lengh              : Chapter

Genre              : Romance-Comedy

Disclaimer       : This Fanfic is original story of mine. The cast belongs to themselves. So Don’t bash me. Kalau ada kesamaan cerita atau jalan cerita itu bearti saya belum pernah baca karya anda. Sumpah dah! FF ini juga di posting di blog aku “thajoon.wordpress.com” kalau ada waktu silahkan mampir J

Author’s side :

 

Chapter 3

Siwon menutup telfon dengan wajah sumringah, senyum lebar, dan lesung pipitnya, hingga tawanya pecah tak tertahankan. Ini merupakan luapan kebahagiaannya setelah rencananya berhasil. Sedari tadi siang ia uring-uringan dan malah dibuat kesal karena ia berpikir rencannya untuk membuat Tiffany memohon kepadanya akan gagal total, tapi siapa sangka jika ia baru saja mendengar Tiffany memohon kepadanya.

“Yuuhuuu…. kena kau yeoja aneh! Akhirnya kau memohon kepadaku, dan itu sudah cukup mengobati kekesalanku…” kata Siwon dengan perasaan yang sungguh gembira, lebih gembira daripada menang lotre 100 juta Won.

Seperti yang dijanjikan tadi, Siwonpun keluar dari apartement mewah kelas 1 nya dan menuju coffe break yang memang berada tepat disebelah apartemennya. Apartement Siwon merupakan apartement mewah di kawasan tersebut, terdiri dari 11 lantai dan terkesan eksklusif karena terbatas atau limited dengan desain modern dan tentunya fasilitas yang sangat lengkap. Pemesanan apartement itupun tidaklah mudah, hanya orang-orang besar seperti pengusaha sukses dan selebritis yang membutuhkan privasi yang bisa mendapatkannya, pasalnya tiap lantai hanya ditempati oleh 1 orang pemilik saja dan Siwon menempati lantai 11 yang merupakan lantai paling atas, ia tidak keberatan menambah harga apartement tersebut untuk mendapat lantai paling eksklusif di apartement itu, jadi dapat dipastikan bagaimana eksklusif dan privatenya apartement tersebut. Apartement mewah yang dijual per lantai tersebut memang sedang populer saat ini di kalangan mereka yang berduit, hal serupa juga dilakukan oleh artis hollywood seeklas J-Lo dan Angelina Jolie yang juga membeli apartement eksklusif seperti itu.

Siwon memesan Americano di counter pemesanan dan mengambil tempat duduk didekat jendela di coffee break tersebut. Ia mengedarkan pandangannya keluar coffe break dan belum ia temukan tanda tanda kedatangan Tiffany. Iapun melirik jam tangannya dan saat itu tepat 20 menit berlalu sejak Siwon memutus telfon Tiffany. Beberapa saat kemudian ia mendapati handphone milik Tiffany berdering dan menunjukkan nomornya yang menelfon, Siwonpun segera menggeser tombol berwarna hijau pada layarnya dan mendekatkan ke telinganya.

“Kau dimana? Ini sudah lewat 1 menit 30 detik dari 20 menit” ucap Siwon dengan detail sambil melirik jamnya.

“Kau menghitungnya? Daebak! Aku sedikit terlambat, Kau tahu kalau daerah itu adalah daerah tersibuk dan sangat ramai di malam hari? Mobilku melaju seperti keong” Kata Tiffany yang memang sudah berusaha untuk secepat mungkin sampai di tempat Siwon, namun seeprti yang dikatakan tadi, Gangnam terutama Cheongdamdong merupakan pusat hiburan malam dan pusat kota Seoul. Butuh perjuangan untuk sampai kesana, apalagi ketika malam seperti ini. Kawasan ini adalah kawasan yang selalu terjaga 24 jam di kota Seoul.

“Sudahlah jangan banyak alasan, aku akan kembali ke apartemntku jika kau tidak datang dalam 5 menit kedepan oke?” ujar Siwon lagi yang seeprti tidak pernah puas menguji iman dan membuat Tiffany kesal.

“YAAAK! Berhenti mempermainkanku! Kau kan bisa saja menunggu di apartementmu dan turun setelah aku sampai, kenapa kau cepat sekali sampai disana?” Teriak Fany seektika, ia sudah tidak mampu lagi menahan emosinya yang sedari tadi diuji oleh Siwon.

“Terserah apa katamu, yang pasti aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi oke?” ujar Siwon lagi dan segera menutup telfon dan yang pasti hal tersbeut membuat Tiffany kesal sampai ke ubun-ubun. Berbeda dengan Siwon yang makin kegirangan, ia seperti mendapatkan hiburan paling menyenangkan sepanjang hidupnya.

*****

Tiffany menepikan mobilnya setelah alat GPS di mobilnya memperlihatkan kalau ia sudah sampai di tempat yang ia tuju. Tiffanypun keluar dari mobil dan mengedarkan pandangannya.

“Apa itu apartement yang dia maksud? Whooaa… bukankah ini proyek perusahaanku 2 tahun yang lalu? Hmm… dan itu pasti coffe break yang dia maksud” gumam Tiffany setelah melihat-lihat sekeliling tempat tersebut. Yah Apartement kelas 1 milik Siwon itu memang merupakan mahakarya dari perusahaan Tiffany Royal Property 2 tahun yang lalu. Tiffanypun mengambil tas tangannya dan mengunci mobilnya. Ia langsung melangkah dan mendekat ke coffee break yang kini hanya berjaran sekitar 20 meter dari tempat ia memakirkan mobilnya.

“Oh My God! Ini dingin sekali, musim dingin sepertinya sudah dekat” gumam Tiffany lagi sambil memeluk dirinya sendiri setelah angin musim gugur menyapu tubuhnya. Tiffanypun memacu langkahnya, ia tidak mau membeku oleh dinginnya angin tersebut, bahkan coat burberrynya tidak mempan sama sekali melawan dingin malam ini.

Tiffany masuk kedalam coffee break tersebut dan segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling, matanyapun menangkap seorang namja yang duduk dengan dagu ditopang sebelah tangannya, dan Tiffany yakin itu adalah namja mimpi buruk yang ia ingin temui. Tiffany segera mendekat ke tempat dimana Siwon duduk itu.

“Maaf aku terlambat…” ucap Fany setelah ia sampai dihadapan Siwon

“Sangat…” balas Siwon masih dengan dagu ditopang dan tanpa menoleh sedikitpun ke arah Tiffany.

“Nde?” ujar Fany bingung

“Sangat! Kau sangat terlambat! Kau tahu, ini sudah gelas kopi ketiga yang kuhabiskan sejak menunggumu, kau terlambat 20 menit!” Jelas Siwon dengan nada suara yah, sedikit diatas normal. Ia memang sudah menunggu lama hingga menghabiskan 3 cangkir kopi.

“Yaak! Kenapa kau berteriak seeprti itu? Sudah aku katakan, tidak mudah untuk sampai kemari, Tuan mimpi buruk!”Kata Tiffany tak kalah keras hingga beberapa pengunjung coffee shop tersebut melempar pemandangan merasa terganggu kepada mereka berdua.

“Kau masih memanggilku seperti itu? Choi Siwon! Panggil aku namaku dengan benar!” interupsi Siwon

“Owh…. oke Choi Siwon-shi, sekali lagi aku minta maaf karena membuatmu menunggu, aku akan membayar semua minumanmu sebagai gantinya oke?” Tiffanypun menurunkan nada bicarnya dan berusaha baik keapada Siwon kali ini, ia merasa akan dipersulit Siwon selanjutnya jika ia terus berteriak.

“Apa hanya itu yang bisa kau lakukan?” tanya Siwon lagi, nada cemooh tentu terdengar jelas dari kalimatnya barusan.

“Mwo? Maksudmu?” tanya Tiffany lebih jelas

“Kau tau, ini sudah hampir jam 9 malam dan aku sama sekali belum makan malam karena menunggumu…” Ujar Siwon lagi

“Lalu?” tanya Tiffany lagi

“Yaa, selain minuman ini, kau juga harus membayar makan malamku…” ujar Siwon santai tanpa beban

“Yaak! Mana bisa begitu, kau keterlaluan…” ujar Fany lagi

“Kau mau handphonemu atau tidak?” Siwonpun mengeluarkan senjata utamanya dari dalam saku jaketnya dan memperlihatkannya kepada Tiffany.

“Kembalikan sekarang juga…Yaak” teriak Tiffany saat ia ingin merebut handphone tersebut tapi dengan sigap Siwon mengelakkannya.

“Bayar makan malamku!” ucap Siwon lagi lebih tegas

“Aiigoo… okeee… okee… aku akan membayar makan malam dimanapun kau inginkan, jadi kembalikan padaku sekarang juga” Yap! Tiffany memang dibawah kendali Siwon saat ini, ia tidak bisa melawan karena ia benar-benar ingin handphonenya kembali dan tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi.

“Bagus…. ini ambillah… kau lihat, aku tidak akan mempersulitmu jika kau memenuhi permintaanku lebih awal Tiffany-shi…” ujar Siwon lagi dengan senyum penuh kemenangan dan memberikan handphone tersebut pada Tiffany.

Sekilas Tiffany memberikan tatapan mematikannya pada Siwon lalu ia segera mengambil handphone tersebut dan langsung memeriksanya. Tiffany memeriksa bagian luar handphonenya dengan sangat teliti dan hati hati. Ia ingin memastikan kalau handphonenya baik baik saja setelah berada ditangan namja yang sudah membuatnya kesal seharian ini.

“Yaak! Kenapa kau memeriksanya berlebihan seperti itu? Aku tidak merusak handphonemu sedikitpun, hanya sekali saja aku lembar ke atas tempat tidurku” kata Siwon yang heran melihat tingkah Tiffany yang terlihat over protective pada handphonenya tersebut.

“MWO? Kau melemparnya? Berani sekali kau!” emosi Tiffany sedikit tersulut setelah mengetahuinya, hingga mata indahnya berubah menjadi sangat menakutkan.

“Wae? Handphonemu baik-baik saja bukan? Lagipula aku melemparnya ke atas kasurku jadi tidak usah berlebihan seperti itu! Kalaupun handphonemu rusak, aku akan menggantinya, bahkan dengan serie paling baru sekalipun” tegas Siwon yang seakan tidak tahan dengan tatapan mematikan Tiffany yang ditujukan kepadanya.

“Kau tidak akan bisa menggantinya ataupun menemukan penggantinya dimanapun…” ujar Fany lagi

“Mwo? Maksudmu? Bukankah itu handphone buatan negara kita?” tanya Siwon heran

“Yah, kau benar tapi handphone ini memiliki arti yang berbeda bagiku, ini handphone mendiang Eommaku, aku menjaga dan memakainya dengan baik selama ini, walaupun sudah banyak handphone keluaran terbaru yang lebih canggih di luaran sana, tidak akan bisa mengganti handphone ini, kau mengerti? Hmm.. aku rasa kau tidak akan mengerti…” jelas Tiffany sambil menyibukkan diri mengecek handphonenya.

“Eoh? Benarkah?” dan knock down, sedikit rasa bersalahpun menyelimuti Siwon saat ini, ia tidak tau kalau handphonne itu sangat bearti bagi Tifany dan ia merasa bersalah telah mempermainkan Tiffany dengan handphone tersebut.

“Hmm… ini handphonemu Siwon-shi… ada beberapa panggilan dan pesan, tapi aku tidak tahu dan tidak ingin tahu itu dari siapa, kau bisa mengeceknya sendiri..” ujar Fany dengan mengeluarkan handphone milik Siwon dan memberikan padanya.

Sejenak tidak ada pembicaraan yang terjadi diantara mereka berdua, Tiffany sibuk dengan handphonenya sedangkan Siwon juga demikian, namun bagi Siwon perasaannya masih terasa tidak enak kepada Tiffany, apa tidak sebaiknya dia minta maaf. Siwonpun menimbang nimbang hal tersebut dalam hati.

“Yaaak! Kau membaca pesan pesanku?” teriak Tiffany memecah keheningan dan otomatis mengagetkan Siwon.

“Eoh? Hanya tidak sengaja terbuka” jawab Siwon santai dan hal itupun makin membuat Tiffany kesal.

“MWO? Tidak sengaja? Kali ini kau benar benar keterlaluan Choi Siwon-shi, itu namanya melanggar privasi” kata Tiffany dengan kesal.

“Yaak! Sudah aku katakan aku tidak sengaja, Wae? Apa kau malu kalau aku mengetahui siapa kau sebenarnya?” ujar Siwon mencari pengalih

“MWO? Apa maksudmu?” tanya Tiffany

“Yah, kau mungkin malu kalau aku tahu kau seorang player? Dalam sehari tadi, 5 namja berbeda mengirim pesan dan menelfonmu berkali kali, Whooaa… kau ternyata sangat hebat Tiffany-shi…” ucapan Siwon mengalir begitu saja tanpa mempedulikan wajah Tiffany yang seakan ingin menerkamnya saat ini juga.

“Geumanhae! Jangan berkomentar apapun tentangku jika kau sama sekali tidak mengenalku Choi Siwon-shi!” Ucap Tiffany tegas dan penuh penekanan bahkan disetiap suku katanya, sedangkan Siwon hanya bisa menelan ludahnya melihat Tiffany yang seakan berada dipuncak kemarahannya.

“Oh Tuhan! Apa dosaku hingga aku berurusan dengan makhlukmu yang menyebalkan ini?”  gerutu Tiffany lagi dengan suara yang hampir tidak terdengar namun dengan jarak mereka yang dekat, mustahil jika Siwon tidak mendengarnya.

“MWO? Kau bilang apa?” tanya Siwon yang baru bisa membuka mulutnya yang terkatup beberapa saat.

“Aniiaa… anggap kau tidak mendengarnya, baiklah urusan kita selesai bukan? Aku tidak tahan lebih lama lagi didekatmu, aku harap kita tidak akan bertemu untuk kedepannya” ucap Tiffany sambil berdiri dan ingin beranjak pergi dari hadapan Siwon secepat mungkin. Ia merasa akan ada kemarahan dan kekesalan lain yang akan ia rasakan jika terus berada didekat Siwon.

Dengan membungkukkan badannya 45 derajat saja Tifany memulai langkahnya dan meninggalkan Siwon yang masih bingung dan tak bisa mencerna apapun dalam otaknya saat ini. Siwonpun hanya melihat punggung Tiffany yang menjauh sambil menelaah satu persatu rangkaian kalimat Tiffany yang didengarnya. Apakah ia melupakan sesuatu? Apa itu? Otak Siwonpun berpikir keras hingga beberapa detik kemudian ia mengetahui jawabannya. Tanpa menunggu lebih lama lagi Siwonpun segera mengikuti Tiffany yang kini sudah keluar dari coffee break tersebut.

“Yaaak! Tiffany-shi! Yaak! Berhenti!” teriak Siwon dari jarak beberapa meter, namun ia melihat Tiffany sama  sekali tak menghiraukannya dan tetap melanjutkan langkahnya.

“Tunggu….” Siwonpun terpaksa meraih lengan Tiffany untuk memaksa dia berhenti.

“Lepaskan! Apa lagi yang kau inginkan eoh? Belum  puas mempermainkanku? Atau belum puas berkomentar pedas tentangku? Heuh Chamnaa(keterlaluan/dasar)” detik itu juga Siwon menyadari betapa cerewetnya seorang Tiffany Hwang, ia hanya mengatakan satu kata dan Tiffany membalasnya dengan rentetan pertanyaan sakartis.

“Yak! Kau lupa janjimu untuk membayar makan malamku?” ucap Siwon tanpa melepas lengan Tiffany yang seakan menempel nyaman ditangannya.

“Oh My God… aku lupa kalau aku menyetujuinya….” Skak! Tiffanypun menghela nafas panjang dan menggumam menyesali keputusannya yang menyetujui untuk membayar makan malam Siwon demi mendapatkan handphonenya.

“Kau ingin melarikan diri Tiffany-shi?” ujar Siwon lagi

“Baiklah! Cepat katakan! Kau ingin makan malam dimana? Tapi sebelum itu, bisakah kau melepaskan tanganku?” Kata Tiffany tak ingin berlama lama, dan yah! Siwonpun tersadar kalau hingga saat ini tangannya masih nyaman menggenggam lengan Tiffany, dan itu tentu membuat Siwon mati gaya dalam sekejap.

“SIWON OPPA!” lengkingan suara cempreng yang pasti sudah dikenali Siwon dengan baik itupun menginterupsi kekikukan diantara Siwon dan Tiffany. Siwon dan Tiffanypun sama sama melihat ke sumber suara lengking tersebut. Dan mereka dapat melihat seorang gadis remaja cantik, berkulit putih, berambut coklat panjang yang berdiri beberapa meter dari mereka dengan seorang wanita paruh baya yang juga tak kalah cantiknya.

“Eoh? Jiwon-ah? Eomma…?” ujar Siwon heran melihat Eomma dan adik perempuan semata wayangnya yang kini berjalan mendekatinya.

“Eoh? Siwon-ah…” ucap Eommanya penuh dengan tatapan heran

“Waeyeo Eomma?” Siwonpun bingung dan tidak mengerti sampai ia mengikuti arah pandangan mata Eomma dan adiknya saat ini. Iapun mengerti dan langsung paham dengan hal itu, Eomma dan adiknya menatap heran ke arah tangan Siwon yang ternyata masih dengan nyamannya menggenggam lengan Tiffany. Tiffany yang kini bisa membaca situasipun mengerti. Tanpa aba-aba apapun dalam sekejap genggaman tangan tersebut terpisah dan suasana awkwardpun kembali menyeruak.

“Siwon-ah…. Nuguji?” tanya Eomma Siwon setengah berbisik sambil melempar pandangannya pada Tiffany. Sedangkan Tiffany sama sekali tidak tau harus berbuat apa-apa hingga yang ia bisa lakukan hanyalah berdiri dengan suasana awkward yang semakin mencekam.

“Eoh…? ini… eoh…” Siwonpun hanya menggumam yang tidak jelas mengingat ia juga tidak tau bagaimana mengenalkan Tiffany kepada Eommanya, seperti yang diketahui, Tiffany bukanlah teman, kenalan, ataupun rekannya. Bukankah hubungan mereka terlalu rumit untuk dikategorikan?

“Annyeong Haseyo… Hwang Tiffany imnida, bangapsimida…” entah setan apa dan inisiatif darimana, Tiffanypun memperkenalkan dirinya dihadapan Eomma dan adik Siwon. Ia tidak tau kenapa ia melakukan hal tersebut, satu hal yang ia tahu adalah, kita harus bersikap sopan kepada orang tua. Yah… itulah hal yang dipegang teguh Tiffany dari dulu hingga ia memberanikan diri memecah suasanan dan memperkenalkan diri.

“Eoh Nnnee… Anyeong Haseyo, Siwonie Eomonim imnida…” balas Ny.Choi dengan senyum sumringah yang sangat lebar hingga membuat Siwon heran melihatnya.

“Annyeong Haseyo, Choi Jiwon imnida, Siwon Oppa dongsaeng…” ujar Jiwon dengan membungkuk sopan memperkenalkan dirinya.

“Nnnee Eomma.. ini adalah Tiffany dan Tiffany-shi… ini adalah Eomma dan adikku…” ujar Siwon memperjelas perkenalan mereka. Tiffany hanya membalas dengan senyuman khasnya.

“Aiigoo…. neomu yepposeyo…” kata Ny.Choi memberi pujian kepada Tiffany yang sedari awal memang menarik perhatiannya.  Siapa yang tidak akan tertarik dengan seorang Tiffany Hwang? Sihirnya mampu melelehkan tidak hanya laki-laki tapi semua orang yang ditemuinya.

“Eoh? Khamsahamida Ahjumma…” jawab Tiffany sedikit canggung

“Jinjaeyeo Eonnie… kau sangat cantik, Oppa… apa Tiffany Eonnie adalah pacarmu? Whoa.. Daebak!” Jiwonpun tak ingin ketinggalan mengomentari kecantikan Tiffany hingga ia menanyakan pertanyaan yang terkesan frontal kepada Siwon bahkan didepan Tiffany.

“ANIEYEO!” jawab Siwon dan Tiffany serempak, raut wajah merekapun berubah panik dalam sekejap.

“Hush! Jiwon-ah… tidak sopan menanyakan hal seperti itu! Tiffany-ah… Mianhae…” Kata Ny.Choi

“Nnnee… Gwencahana saeyo ahjumma…” jawab Fany singkat, ia masih terkejut dengan apa yang diucapkan Jiwon, Pacar? Yang benar saja, bukankah yang mereka tahu hanya bertengkar dan berteriak?

“Sudahlah… Siwon-ah… Eomma membawa makanan kesukaanmu, kau belum makan malam bukan? Kajja… Tiffany-ah… kau juga ikut Nnee..” kata Ny.Choi sambil memperlihatkan bungkusan yang dibawanya dengan Jiwon.

“Nnee Eonnie.. kita makan bersama, kajja… “ imbuh Jiwon dengan penuh semangat.

“Nde? Aku….? eoh… tidak usah Ahjumma… Jiwon-ah… terima kasih ta….” belum selesai ia bicara, Ny.Choi langsung memotongnya hingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“Aniaa… jangan menolak Tiffany-ah… kajja kita makan bersama…” kata Ny.Choi sambil mengalungkan tangannya pada lengan Tiffany. Sentuhan itupun  mampu membuat Tiffany menegang dalam sekejap. Apakah sentuhan seorang Eomma selalu sama?

“Kau tidak akan bisa menolak ajakan Eommaku, jadi ikutlah dengan kami…” kata Siwon berusaha mengeluarkan Tiffany dari situasi ini, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu Tiffany menolak ajakan Eommanya. Siwon tentu sangat tahu bagaimana Eommanya tersebut. Ny.Choi akan selalu bersemangat dan super baik kepada semua yeoja apalagi yeoja itu cantik bahkan sangat cantik seeprti Tiffany. Berhubung sudah lama Siwon tidak terlihat bersama yeoja, tentu saja hal itu membuat Ny.Choi tambah semangat, bisa dilihat bagaimana reaksinya bukan?

“Eoh? Nde?” Tiffany hanya bisa menggumam bingung, apa yang harus ia lakukan?

“Kajja… kita masuk, disini sangat dingin…” Ujar Ny.Choi lagi dan segera menuntun lengan Tiffany untuk beranjak dari tempat tersebut, entah apa yang terjadi hingga Tiffany dengan patuhnya melangkah bersama gandengan tangan dari Ny.Choi.

“Oppa…. bogoshipo…” teriak Jiwon lagi sambil menghamburkan dirinya memeluk Siwon. Siwon dan Jiwon berjalan didepan Tiffany dan Eommanya.

“Yak! Kapan kau kembali dari Amerika anak nakal? Bukankah libur natal masih lama? Apa kau membolos?” Siwon baru menyadari kalau ia belum bertanya kapan Jiwon pulang dari Amerika, beberapa situasi canggung tadi seakan membuatnya kehilangan akal.

Tingkah Siwon dan Jiwonpun seakan meleburkan suasana tegang nan canggung itu, Ny.Choi hanya bisa geleng geleng melihat tingkah anak anaknya sedang Tiffany masih dalam usahanya untuk menyesuaikan diri. Ia tidak begitu baik dalam hal meleburkan diri pada suasana ataupun orang yang baru dikenalnya. Apalagi mengingat ia berada ditegah anggota keluarga dari orang yang membuatnya kesal dan naik darah seharian ini. Ini tentu aneh bagi Tiffany. Tapi, satu hal yang berbeda ia rasakan, ia merasa nyaman dengan setiap sentuhan bahkan perlakuan Eomma Siwon kepadanya. Bagaimana cara Ny. Choi tersenyum, dan menyentuhnya dengan spontan mampu membuatnya merasa nyaman dan aman. Dan ia tidak tahu darimana asal perasaan itu.

*****

Keresahan Tiffany yang mengira akan sulit menyesuaikan diri ternyata terjawab sudah. Walaupun hingga saat ini ia tidak tau dan tidak mengerti bagaimana tepatnya ia bisa terdampar di meja makan bersama namja Mimpi buruk beserta Eomma dan adiknya tersebut, setidaknya Tiffany tidak terlalu kesulitan menghadapi keadaannya. Eomma dan adik Siwon sangat ramah dan banyak bicara bahkan tidak terasa mereka sudah menghabiskan waktu hampir 1 jam dengan menyantap makan malam dan bercengkrama. Malah Siwonlah yang dibuat pusing dan serasa diabaikan saat ini. Siwon tidak menyangka jika ketiga makhluk Tuhan berjenis kelamin yeoja yang ada didekatnya saat ini menjadi begitu berisik dan mengabikannya. Siwon juga dibuat heran melihat Tiffany yang sebelumnya sungguh jutek dan memasang muka masam padanya, kini berubah 180 derajat ketika berbicara dengan Eomma dan adiknya. Banyak hal yang mereka bicarakan hingga Siwon tidak bisa mencernanya satu persatu secara detil.

“Jadi Fany-ah… Siwon-ah… ceritakan bagaimana kalian bertemu…” akhirnya setelah sekian lama menunggu dan diabaikan, Siwonpun mendengar namanya diikutsertakan dalam pembicaraan, namun pertanyaan Ny.Choi tersebut malah membuat kegiatan Siwon yang sedang asyik menyeruput sup ayam gingsengnya terhenti seketika. Siwon dan Tiffanypun saling melempar tatapan aneh, sepertinya tidak ada satupun diantara mereka yang ingin menjawab.

“Kalian tidak ingat bagaimana kalian bertemu?” tanya Ny.Choi lagi hingga membuat Siwon dan Tiffany tersadar jika mereka harus menjawab pertanyaan tersebut.

“Eoh? Anieyeo… kami bertemu di bandara, ya.. bandara…” jawab Siwon dengan tersendat hingga iapun terlihat aneh saat ini.

“Ya, benar, kami bertemu di bandara Ahjumma…” jawab Fany menguatkan

“Oh begitu, jadi sudah berapa lama kalian saling mengenal? Apa sejauh ini hubungan kalian berjalan baik?” tanya Eommanya lebih lanjut, tatapan Ny.Choi begitu serius seakan pertanyaannya menuntut untuk dijawab secepatnya, Jiwon yang duduk disamping Eommanyapun juga terlihat begitu tertarik dengan jawaban yang akan keluar hingga ia juga ikut memandangi Siwon dan Tiffany dengan intens. Siwon dan Tiffany serasa tersudut dan tidak tau bagaimana harus bersikap. Eomma Siwon tentu 100% salah paham dengan hubungan keduanya. Mereka baru saja bertemu tadi pagi dan sejauh ini mereka menghabiskan waktu dengan bertengkar dan berteriak. Apakah itu yang harus mereka jawab?

“Eoh.. Eomma… sebenarnya…” Siwon ingin angkat bicara, namun seketika itu juga bunyi handphone Tiffany seakan menginterupsi keadaan. Siwon dan Tiffany sedikit bernafas lega, mereka serasa terselamatkan berkat panggilan di handphone tersebut.

“Ahjumma Mianhae… aku permisi untuk mengangkat telfon sebentar Nnee…” ujar Tiffany begitu ia mengeluarkan handphonenya dan melihat nama kontak Nichkhun tertera di layarnya.

“Nnnee Fany-ah.. silahkan…” ujar Ny.Choi, Fanypun segera bangkit dari tempat duduknya dan menjauh sedikit untuk mengangkat telfon.

Sementara Tiffany mengangkat telfonnya, Siwon sedikit merasa lega karena ia berharap Eommanya tidak mengulangi pertanyaan itu padanya.

“Jadi Siwon-ah… sampai dimana hubunganmu dan Tiffany?” dan yah, sepertinya permintaannya tidak dikabulkan, malah kini ia serasa diinterogasi labih intens dari sebelumnya.

“Jadi, Sebenarnya… begini Eomma…” Siwon hendak menjelaskan dan menjernihkan kesalahpahaman yang ditangkap oleh Eommanya mengenai hubungannya dengan Tiffany, tapi belum selesai ia bicara, kalimatnya sudah langsung dipotong oleh Eommanya.

“Sepertinya Eomma sudah bisa berhenti mempromosikanmu ke teman teman Eomma…” ujar Eommanya, hal itu tentu membuat Siwon kaget dan tidak menyangka sama sekali, benarkah? Apakah ia akan bebas dari semua settingan kencan buta Eommanya?

“Nde? Cheongmal? Tapi, kenapa tiba-tiba…” tanya Siwon heran

“Karena Eomma menyukainya, Eomma setuju dengan yeoja pilihanmu, Tiffany bahkan berada di atas rata-rata dari standard tipe menantu idaman Eomma…” jelas Eommanya lagi dan hal itu semakin membuat Siwon terkejut setengah mati. Kesalahpahaman Eommanya sudah sangat parah dan berada di level bahaya. Bagaimana bisa ia menjelaskannya kalau sudah begini?

“Nnnee Oppa… aku juga setuju, aku juga akan berhenti membagikan fotomu dan mempromosikanmu kepada teman temanku…” Ujar Jiwon menimpali,

“MWO? Kau juga ikut menjajalkanku? Aiigoo… dasar anak nakal!” Siwon tak habis pikir kalau adiknya juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Eommanya.

“Kau harus cepat membuat komitmen Siwon-ah… Tiffany adalah yeoja yang cantik, pintar, baik bahkan sangat ramah dan bisa melebur dengan Eomma serta Jiwon dengan sangat baik, kau tidak boleh mengulur waktu oke? “ Ujar Eomma Siwon lagi, dan Yah! Siwon menyerah! Eommanya sudah salah paham bahkan lebih dari 200%, ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi, memangnya apa yang bisa ia lakukan?

“N…nnee… Eomma… Ar… Arrasho…” jawab Siwon dengan nada menyerah, yah mau bagaimana lagi, Eomma dan Adiknya sudah terlanjur salah paham dan ia tidak mungkin bersikeas memberi penjelasan saat ini. Iapun menyerah dengan berpikir “setidaknya aku bisa bebas dari belenggu kencan buta Eomma”

*****

Makan malam yang diisi penuh dengan cengkrama itupun berakhir, Tiffany sudah berpamitan hendak pulang kepada Eomma Siwon. Ia tidak menyangka akan menikmati waktu makan malam yang menyenangkan bersama Eomma dan Adik Siwon tapi tidak dengan Siwon tentunya. Yah! Tiffany menyukai Eomma dan adiknya tapi ia tetap kesal pada Siwon hingga saat ini.

“Terima kasih untuk makan malamnya Ahjumma, masakanmu sungguh enak…” ujar Tiffany sebelum beranjak pergi

“Sama-sama Fany-ah, lain kali kau harus kembali makan bersama kami, akan kumasakkan belut kesukaanmu, oke?” jawab Eomma Siwon

“Nnee… Khamsahamida Ahjumma… aku pamit pulang dulu…” ujar Fany lagi

“Ini sudah lumayan larut Fany-ah, apa kau perlu diantar Siwon?” tanya Siwon Eomma lagi

“Nde? Anieyeo… tidak perlu Ahjumma, aku kebetulan membawa mobil sendiri…” jawab Fany segera

“Oh… kalau begitu, Siwon-ah… kau antar Tiffany sampai ke mobilnya, pastikan ia berangkat dengan baik…” Kata Ny.Choi lagi pada Siwon yang hanya heran dan bingung dengan sikap aneh dan antusias Eommanya tersebut sedari tadi.

“Tidak usah… Ahjumma, aku bisa sendiri…” jawab Tiffany yang menolak mentah mentah diantar Siwon

“Eoh? Nde? Ba.. baiklah… aku akan mengantarnya…” kata Siwon lagi

“Hmm… kalau begitu aku pulang, Annyeongigesaeyo Ahjumma, Jiwon-ah…” Kata Tiffany mengucapkan salamnya kepada Eomma dan Adik Siwon

“Nnnee Eonnie… hati-hati…” ujar Jiwon dengan penuh gairah dan semangatnya.

Tiffanypun keluar dari apartement Siwon menuju lift diikuti Siwon dibelakangnya. Pintu liftpun terutup dan tinggallah mereka berdua didalamnya hingga membuat suasana kembali canggung. Siwon dan Tiffany berdiri dengan jarak sejauh mungkin yang mereka bisa lakukan, dan tidak ada satu patah katapun yang terucap dari keduanya.

“Aku minta maaf untuk kelakuan Eomma dan Adikku…” dan yah, akhirnya Siwonpun mencoba memecah keheningan diantara mereka.

“Anii… Aku menyukai Eomma dan adikmu, mereka sangat menyenangkan, sangat berbeda jika dibandingkan denganmu yang super menyebalkan…” dan Ting! Pintu lift terbuka dan Tiffanypun berjalan keluar dari lift meninggalkan Siwon yang seakan terpatung oleh ucapan Tiffany sebentar ini. Super menyebalkan? Yang benar saja.

“Yaak! Kenapa kau bicara seperti itu?” Siwon yang tersadarpun segera menyusul Tiffany dan langsung berteriak.

“Memang begitu kenyataannya..” jawab Tiffany santai dengan tidak peduli dengan Siwon yang berusaha mensejajarkan langkahnya.

“Heuh… lalu kau pikir kau tidak? Kau juga sangat cerewet dan menyebalkan Tiffany Hwang!” ujar Siwon dengan penuh penekanan, hingga Tiffany dapat merasakan bagaimana kalimat tersebut menembus indera pendengarannya dengan sangat jelas. Sontak Tiffany menghentikan langkahnya dan memberikan tatapan mematikannya pada Siwon.

“Yaak! Berhenti memberiku tatapan itu!” ujar Siwon lagi yang dari awal mereka bertemu tadi sudah tidak nyaman dengan tatapan sama yang diberikan Tiffany padanya.

Aiigoo… lama lama aku bisa gila dibuatnya…” gerutu Tiffany dengan mendesah kasar dan suara yang hampir tidak terdengar.

“Mworago?” tanya Siwon

“Aniaa… sekarang begini, urusan kita sudah selesai bukan? Jadi, bisakah kita tidak bertemu lagi untuk kedepannya?” ujar Fany dengan nada bicaranya yang menahan  emosi

“Apa? Heuh.. kau tidak berpikir kalau aku ingin kita bertemu lagi untul kedepannya bukan?, OKE! Aku sangat setuju Tiffany-shi!” Kata Siwon dengan mantap

“OKE! Bagus kalau begitu, dan kalaupun bertemu, anggap kita tidak pernah bertemu sebelumnya” tambah Fany lagi

“Nde? O…OKE! aku setuju…” kata Siwon namun kali ini sedikit tersendat

“Baiklah kalau begitu, Senang tidak betemu denganmu Tuan Choi Mimpi Buruk! Annyeong…” kata Tiffany dengan segera mengatur langkahnya meninggalkan Siwon dan segera membuka kunci otomatis mobilnya.

“Yaak! Kau bilang apa? Yaak!” teriak Siwon yang tidak terima dengan ucapan terakhir Tiffany padanya.

“Wleeeks” Tiffany berbalik dan memberikan mehrong padanya, lalu detik kemudian sosok Tiffany hilang dibalik mobilnya. Sedangkan Siwon masih berdiri dan serasa tak percaya dengan apa yang dialaminya.

“Yaak!” teriak Siwon kesal, namun apa daya, Tiffany sudah menghidupkan mesin mobilnya dan menginjak keras pedal gasnya.

*****

Tiffany sampai dirumah dengan tubuh yang terasa lelah maksimal. Bagaimana tidak, pagi sekali ia sudah naik pesawat dari China, lalu merawat Ayahnya hingga sore, ditambah beberapa masalah dengan seorang Choi Siwon yang membuatnyaa kesal seharian. Ia bahkan harus meninggalkan pesta YoonA dengan berat hati akibat ulah Siwon. Tiffany melirik jam casio sheen ditangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 00.11 KST. Tiffanypun mendapati lampu tengah rumahnya sudah dimatikan, suasana rumahnya juga sudah sepi dan hanya beberapa penjaga malam yang masih terjaga saat ini. Ia melangkah ke kamar Ayahnya. Ia ingin memastikan keadaan Ayahnya sebelum ia kembali ke kamarnya.

Setelah memastikan Ayahnya tidur dengan baik, barulah Tiffany melangkah menuju kamarnya yang terletak dilantai dua rumah tersebut. Ia meletakkan sepatu, tas, Serta mengganti pakaian dengan piyama tidur. Setelah itu Tifany beranjak ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan make upnya. Tanpa ia inginkan, bayangan Choi Siwonpun melintas di benaknya.

“Aiggoo… kau sungguh membuatku kesal Choi Mimpi Buruk! Aku berharap tidak akan bertemu denganmu lagi! Aiigoo cheongmal!” gerutunya dengan wajah menatap cermin. Tampak jelas bagaimana kekesalannya pada Siwon dari ekspresi wajahnya tersebut.

Tiffany beranjak ke tempat tidurnya, hari ini sungguh menguras tenaga dan emosinya. Iapun mengeluarkan dua butir obat tidur yang sudah rutin diresepkan dokter selama 2 tahun terakhir kepadanya. Tiffany ingin beristirahat dan tidak ingin teganggu tidrunya untuk malam ini, mengingat harinya yang sangat melelahkan. Setelah meminum obat, barulah Tiffany membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Tidak ada cara lain bagi Tiffany selain mengkonsumsi obat tersebut agar dapat tidur nyenyak hingga pagi hari. Ia sudah mengikuti semua saran dokter untuk setidaknya mengurangi konsumsi obat tersebut, tapi sampai sekarang buktinya ia masih sangat bergantung pada obat itu.

 

34 thoughts on “(AF) HEIRESS QUEEN TIFFANY Part 3

  1. Duuhhh sifany stop dong brantemnya, dua” nya keras kpla bgt hihi tpi seruu yee, nyar dari benci jdi Cinta loohh, ini siwon nya jahil nya kbngetan masak sma fany 😄 fany yg sabar ya bhuhaha, asekk eomma nya sma adik nya siwon ngira fany pacarnya haha, fany jadi menantu idaman kkk 😀 nah loohh sifany 😏 gmna klo fany tau ya 🙈 duhh pokonya ditunggu klnjutannya thor! Fighting! 😊

  2. ooo trnyata hp nya tiffany tu hp eommanya pantesan fany sampai begitu panik saat hp itu hilang,, sampe di bela2in pula mohon2 sama siwon buat pulangin hp nya…
    itu ya siwon bener2 udah gak minta maaf malah masih minta di traktir lagi hahaha
    ini mereka gak ada capek ya tiap ketemu berantem mulu hahahaha
    di tunggu part selanjutny author penasaran bgt:)

  3. Siwon ma fany kek kucing ma tikus =)) kapan akur kalo berantem mulu taunya ? Wkwk semoga next partnya nanti lebih greget lgi !

  4. Hahahaha siwon sama tiffany kyk tom&jerry berantem mulu. Eommanya siwon baik sekali sama tiff, jiwon juga. Kyknya siwon harus buat tiff jatuh cinta biar gak didesak terus sama keluarganya hihi. Btw itu obat apa yg diminum sama tiffany? semoga siwon segera ngajak tiffany buat kencan, dan mereka jadian, sebelum ‘om nikon’ rebut tiffany. Ditunggu part 4 nya chingu. Semangat :))

  5. siwon ma tiffany nya berantem terusss setiap ketemu tp lucuuu so sweet wkwk itu hp dari mendiang eomma nya tiff ya pantes tiffany nya agak panik gitu

  6. ceritanya makin daebak aja,. fany eonni dah knal ma eomma n dongsaeng siwon oppa trus mrka jg stuju bgt ma fany eonni so pasti siwon oppa bkalan brusaha bwt ngdeketin fany eonni… yeeeaaaayyyyyy….. berharap bgt siwon oppa bkal ngjar2 fany eonni n bkin dia bertekuk lutut🙂

  7. Wahh ini si Jiwon kompor bangett. aahahaha Eomma nya juga semangat bgt pengen punya menantu. Biarpun sifany nya kaya kucing dan anjing tapi udah mulai muncul rasa-rasa suka kan. Berawal dr benci berakhir jd cinta. Sering2 deh tuh eomma siwon ngundang tiffany makan. jd biar deketan terus hahaha

  8. Aigooo jd pusing sndiri meliat tingkah unni ama oppa kkk smg mereka cpt akur deh xD nextt thor ‘-‘ I’m wait you :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s