(AF) Its Okay, This is Love

image

Title                 :           Its Okay, This is Love

Author             :           Choi HwangLy

Cast                 :           Tiffany Hwang, Choi Siwon, Stella Kim, Choi Jiwon, Nickhun Horvejkul

Genre              :           Friendship, Romance, Hurt, Sad

Rating              :           PG-15

Lenght             :           Oneshoot

Disclaimer       :           The story is mine. I just borrow they name for my story. The cast are belong theyself and God. Please dont be plagiator. Keep RCL^_^

 

WARNING        :           TYPO!!!

Happy Reading^^~

 

 

~SiFany~

 

“Siwon Oppa!” Teriak seorang wanita cantik jauh dari sebrang sana. Orang yang merasa namanya dipanggil itu, mencari-mencari dimana arah sumber suara tersebut. Sedangkan wanita itu hanya terkikik geli melihat tingkah Siwon yang menurutnya sangat lucu. Tidak mau membuang-buang waktu, wanita itu langsung menghampiri Siwon, dan mengagetinya.

“BOO!!!” Teriak wanita itu sedikit keras membuat orang-orang disekitarnya menatap kearahnya,dan tentu, itu membuat Siwon kaget.

“Yak! Kau membuatku kaget, kau tahu? Bagaimana jika aku jantungan huh? Nappeun Yeoja!” Seru Siwon lalu menjitak kening wanita itu dengan sedikit keras.

“YAK! APPOOO! EOMMAAAAAAAAA-mmmpppphh!” Jerit wanita itu kesakitan. Siwon melirik orang-orang disekitarnya, dan langsung membekap mulut wanita itu.

“Agashi, gwaenchanayo?” Tanya sepasang suami-istri paruh baya menghampiri Siwon.

“Ah, ne. Gwaenchana. Maaf jika kami mengganggu kalian halmoni,haraboeji” Seru Siwon sedikit membungkuk. Wanita itu langsung menghempaskan tangan Siwon lalu menghirup napasnya dalam.

“Halmonie,Haraboeji. Bantu aku! Dia akan menyakitiku!” Seru wanita itu dengan ekspresi ketakutan. Siwon membulatkan matanya tak percaya melihat tingkah wanita yang berada didepannya ini.

“Nde?” Kaget kedua kakek dan nenek itu.

“Mwo?! Aniyo, halmonie, haraboeji. Dia adalah sahabatku ani, dia sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Tidak mungkin aku akan melakukan sesuatu hal yang akan menyakitinya!” Bela Siwon

“Yak! Kau hampir saja membunuhku! Kau membekapku sampai aku kehabisan napas kau tahu? Untung saja aku masih bisa bertahan. Bagaimana jika aku tidak mampu? Kau tega melihat wanita secantik diriku mati hanya karena bekapan konyolmu itu? Halmonie, Haraboeji, membekap seseorang hingga membuatnya kehabisan napas itu merupakan tindakan kekerasan bukan? Bukankah orang gila ini bisa dipenjara jika aku mengadukannya ke polisi?”Celoteh wanita itu panjang lebar. Sedangkan si kakek dan nenek itu hanya tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya.

“Yak! Apa yang kau lakukan Tiffany Hwang?! Haraboeji, Halmonie, jangan dengarkan dia! Kurasa aku harus membawanya ke psikiater sekarang juga. Maafkan tingkah sahabatku yang sudah tidak waras ini halmonie, haraboeji.” Ucap Siwon sambil membungkuk sembilanpuluh derajat.

“Mwo?! Yak! Choi Siwon! Aku masih waras! Harusnya aku yang membawamu ke psikiater! Kurasa kau sudah benar-benar tidak waras. Aku merasa kasihan padamu. Terlebih Stella eonni. Bagaimana bisa Stella unnie memiliki kekasih yang gila seperti mu. Kau benar-benar tidak waras. Bukankah begitu Halmo—aishhhh jinja” Gerutu Tiffany kesal memotong ucapannya sendiri, bagaimana tidak kesal, saat dirinya berbalik tidak ada Halmonie dan Haraboeji itu lagi dihadapannya. Dilihatnya Halmonie dan Haraboeji asing itu sudah berjalan meninggalkan tempat Siwon dan Tiffany berdiri.

“Mianhae, agashi. Kami pergi duluan!” Teriak Halmonie itu sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

Siwon terdiam sebentar untuk mencerna kejadian yang ada dihadapannya ini. Namun sedikit kemudian……”HAHAHAHAHAHAHA” Teriak Siwon menertawai Tiffany. Sangat keras. Membuat semua orang melihat kearahnya. Tiffany memukul lengan Siwon karena malu, lalu ia membungkuk kesemua orang yang melihat kearahnya. “Mianhae, temanku memang sudah gila.” Seru Tiffany berkali-kali sambil membungkuk.

Tiffany menarik lengan Siwon ketempat dimana mobil Siwon di parkirkan. “Yak! Tak bisakah kau berhenti tertawa. Kau tertawa sangat keras kau tau? Semua orang melihat ke arah kita. Kau benar-benar membuatku malu!” Keluh Tiffany kesal saat keduanya sudah berada didalam mobil Siwon.

“Kau benar-benar seperti orang bodoh, kau tahu? Haha” Seru Siwon sambil tetap tertawa

“Tak bisakah kau hentikan oppa?!” Tanya Tiffany kesal.

“Haha. Arraseo”

“Emm..Apa kau akan bertemu Stella Eonni hari ini?” Tanya Tiffany

“Ani. Dia sedang ada acara dengan keluarganya. Waeyo?”

“Tumben sekali. Biasanya kalian bertemu setiap hari” Jawab Tiffany

“Aku memang kekasihnya. Tapi bukan berarti aku harus bertemu dengannya setiap saat kan?”

“Hah,nde.”

“Bagaimana denganmu?” Tanya Siwon tiba-tiba

“Naega? Wae?”

“Kau masih belum memiliki kekasih? Sadarlah Nyonya Hwang, umurmu sudah 25tahun. Aku kadang memikirkanmu. Kau itu single karena kau memang tidak ingin memulai sebuah hubungan, atau memang kau tidak laku? Tidak ada pria yang ingin bersamamu? Kalau aku boleh jujur, aku tidak suka dekat-dekat denganmu.” Ucap Siwon panjang lebar dengan nada yang mengejek. Tiffany menatap Siwon dengan tatapan mematikannya.

“Mwo?” Tanya Siwon bingung melihat tatapan yang diberikan Tiffany.

“Neo—“ Baru saja Tiffany akan mengomeli Siwon, tiba-tiba saja handphone Siwon berbunyi. Membuat Tiffany menghelangkan napasnya kesal, lalu menatap lurus kearah jalan. Melihat kelakukan Tiffany tanpa sadar membuat Siwon tersenyum geli. Siwonpun mengangkat teleponnya.

 

‘Yeoboseyo?’

‘Siwon-ah, kau sedang dimana sekarang?’ Tanya seorang wanita disebrang sana

‘Aku sedang berada dijalan’ Jawab Siwon

‘Bisakah kau kembali kerumah sekarang?’

‘Nde. Aku akan segera pulang setelah mengantarkan Tiffany ke Apartementnya. Wae Jiwon-ah?’

‘Kau sedang bersama Tiffany?’

‘Nde. Keundae, waeyo?’

‘……’

‘Jiwon-ah?’

‘Eoh, aku akan mengatakannya dirumah. Bawalah Tiffany kerumah bersamamu. Cepatlah.’

‘Arraseo.’ TUT~

 

“Nugu, oppa?” Tanya Tiffany saat Siwon menutup teleponnya

“Jiwon.” Jawab Siwon singkat

“Jiwon? Waeyo?”

“Molla. Dia bilang dia akan memberitahuku nanti.”

“Oh ne”

“Mmm…Fany-ah, apa kau mau mampir sebentar kerumahku?”

“Waeyo? Apakah terjadi sesuatu kepada Jiwon?” Tanya Tiffany khawatir

“Sepertinya tidak. Tapi ia menyuruh ku mengajakmu kerumah. Kau mau ikut denganku?”

“Oh, baiklah. Aku ikut denganmu.”

“Sebaiknya kau telepon aboenim atau eommonim terlebih dahulu. Aku takut jika mereka mengkhawatirkanmu”

“Tenanglah oppa. Mereka sudah tahu kalau aku pergi bersamamu. Jadi mereka tidak akan khawatir.” Jawab Siwon

“Hah, jinjja. Aku merasa mereka menganggapku seperti babysitter mu.” Jawab Siwon dengan nada frustasi.

“HAHA, bukankah kau memang babysitter ku?” Ledek Tiffany

“Terserah padamu.” Jawab Siwon kesal. Sedangkan Tiffany hanya terkikik.

 

**SiFany**

 

Setelah perjalan yang cukup lama, Tiffany dan Siwon pun sampai dikediaman keluarga Choi. Tiffany memasuki pintu rumah mewah itu lebih dulu, sedangkan Siwon memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Ya, Bukan hanya dekat dengan Siwon, Tiffany juga sangat dekat dengan keluarga Choi. Mereka sudah bersahabat sejak mereka masih SMA. Maka dari itu, Keluarga Choi sudah menganggap Tiffany bagian dari mereka. Begitupun sebaliknya.

“Annyeonghaseo, Noona.” Sapa salah satu maid di kediaman Choi sembari membungkukkan badannya saat Tiffany memasuki pintu besar itu.

“Oh, ahjumma. Jiwon,eoddiga?” Tanya Tiffany

“Noona muda sedang berada dikamar Tuan Besar, noona.” Jawab maid tersebut. Tiffany menatapnya aneh.

“Waeyo ahjumma? Mengapa mukamu terlihat menyedihkan seperti itu?” Tanya Tiffany bingung

“Anu noo—“

“Fany-ah. Kukira kau sudah masuk duluan.” Seru Siwon dari belakang sambil berjalan menghampiri Tiffany. “Wae?” Tanya Siwon saat Tiffany menatapnya

“A—“

“Siwon oppa. Fany eonni. Kalian sudah datang?” Seru Jiwon lemah dengan sedikit mengintip dari ruang tengah

“Waeyo Jiwon-ah?” Tanya Siwon bingung. “O-opp-a” Seru Jiwon lalu tiba-tiba menangis. Tiffany merasa khawatir lalu menghampiri Jiwon dan memeluknya. “Jiwon-ah, waeyo? Mengapa kau menangis eoh? Uljima..” Seru Tiffany bingung sembari menenangkan Jiwon.

“Eonni..App-a” Jawab Jiwon masih tetap terisak

“Appa?! Waeyo? Ada apa dengan Appa, Jiwon-ah?!” Tanya Siwon khawatir dengan sedikit meninggikan suaranya.

“A-app-a hiks..hiks..” Isak Jiwon, “Aish, jinjja!” Kesal Siwon lalu berlari menuju kamar Appa dan Eommanya.

“Jiwon-ah, waeyo?” Tanya Tiffany semakin khawatir

 

***

 

Siwon membuka pintu kamar kedua orangtuanya perlahan. Dilihatnya Ny.Choi yang sedang menangis dipojok, dan seorang dokter dibantu para asistennya sedang melakukan penanganan serius terhadap Tn.Choi. “Eomma!” Panggil Siwon lalu berlari menuju Ny.Choi dan memeluknya. “Siwon-ah..” Lirih Ny.Choi

“Eomma…Apa yang terjadi pada Appa?” Tanya Siwon sembari menahan air matanya

“……” Ny.Choi diam tidak menjawab. Ia kembali terisak melihat suaminya yang sedang berusaha antara hidup dan mati.

“Appa…kau bisa melaluinya. Aku yakin kau pasti bisa Appa! Berjuanglah! Masih banyak orang yang menyayangimu disini! Kami menyayangimu! Aku, Eomma, Jiwon, bahkan Tiffany yang sudah kau anggap sebagai anakmu sendiri. Mereka sangat menyayangimu. Bertahanlah appa! Kau bisa melaluinya!” Seru Siwon sedikit berteriak yang bermaksud menyemangati Appanya itu.

“Yeobo…hiks..bertahanlah…hiks” Seru Ny.Choi sambil tetap terisak.

 

‘tiiiiiiittttt……….’ Suara itu terdengar sangat jelas di ruangan itu. Dokter Park dan para suster  menghelangkan napasnya berat. Terlihat dari mukanya bahwa ia itu menyesal. Sangat menyesal. Ia tidak bisa menyelamatkan nyawa seseorang yang berada di tangannya. Ia menatap kearah Siwon dan Ny.Choi “Mianhae…” Seru Doker Park lirih.

Siwon membulatkan matanya. Airmata yang sedari tadi ditahannya sudah keluar membasahi pipinya. Siwon berlari kearah ranjang tempat Appanya tertidur sekarang. “Appa! Appa! Bangunlah! Appa! Ada anak dan istrimu disini! Bangunlah! Appa!!” Teriak Siwon sambil mengguncangkan tubuh Appanya keras. Namun percuma. Tn.Choi tetap tertidur. Tertidur untuk selamanya.

Dr.Park berjalan kearah Ny.Choi yang semakin terisak dipojok sana. “Ny.Choi, mianhae…aku sudah melakukan sebisaku. Namun, tuhan berkata lain. mungkin ini memang takdirnya. Semua makhluk yang hidup, pasti akan mati. Begitupun manusia. Dan mungkin ini adalah waktu Tn.Choi kembali kesisinya.” Seru Dr.Park lirih

“A-arra..hiks..Tapi mengapa harus sekarang..hiks…ini terlalu cepat…hiks” Jawab Tn.Choi semakin terisak. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, Dr.Park dan Ny.Choi mengalihkan padangannya. “Jiwon-ah..Fany-ah..” Lirih Ny.Choi saat melihat Tiffany dan Jiwon memasuki kamarnya. Jiwon dan Tiffany segera berlari kearah Ny.Choi. “Saya permisi.” Ijin Dr.Park

“Eommonim” Lirih Tiffany

“Eomma…hiks..Appa tidak apa-apa kan?” isak Jiwon menatap eommanya. Tiffany mengalihkan pandangannya kearah Siwon dan menatap nanar Siwon yang sedang menangis frustasi sambil memegang tangan Appanya. Tiffany berjalan menghampiri Siwon lalu mengelus pundak Siwon.

“Siwon oppa…” Lirih Tiffany.

“Mengapa. Mengapa harus Appa ku Fany-ah? Mengapa bukan aku saja?”

“Sebenarnya, apa yang terjadi pada aboenim? Mengapa ia bisa tiba-tiba seperti ini?” Tanya Tiffany lirih dan juga bingung.

“Appa memiliki penyakit kanker perut stadium akhir. Selama ini ia berusaha melawan penyakit kanker perutnya sendiri. Tidak ada yang mengetahuinya. Ia berusaha menutupi penyakitnya. Ia kesakitan seorang diri. Jika saja saat itu aku dan Jiwon tidak membuntutinya kerumah sakit, mungkin kami tidak akan pernah tau apa yang terjadi pada Appa.” Jelas Siwon lirih dan serak.

“Mwo?! Ka-kanker perut? Kenapa kau tidak bilang padaku, huh?!”

“Kau tahu, saat aku ingin mengatakannya padamu, Appa mengomeliku. ‘kau tahu kan, Tiffany orang yang sangat ber-khawatiran. Aku tidak ingin ia mengkhawatirkanku. Dan aku tidak ingin ia bersedih karenaku. Biarkan dia mengira aku sehat-sehat saja. Ingatlah Choi Siwon, jangan pernah mengatakannya pada Tiffany!” Jelas Siwon sembari menirukan suara Appanya. Lagi, airmata Siwon kembali keluar. Begitupun Tiffany yang mulai terisak. Tiffany menatap wajah Tn.Choi yang tertidur sangat pulas, lalu ia memegang tangan Tn.Choi yang terasa dingin itu dengan erat. Sangat erat.

“Aboenim…mengapa kau tidak ingin aku mengetahuinya, eoh? Aku merasa sangat sangat sedih sekarang. Kau tidak ingat kalau aku ini seorang dokter ahli kanker, huh? Kau bisa datang atau menghubungi kapanpun kau mau, agar aku bisa memeriksamu.keundae, mengapa kau melakukan ini padaku?Hiks” Seru Tiffany semakin terisak.

“Eomma! Eomma!!!” Teriak Jiwon cukup keras, Tiffany dan Siwon refleks melihat kearah Jiwon. “Eommonim…” Lirih Tiffany lalu menghampirinya. Siwon yang melihat eommanya pingsan hanya bisa berteriak frustasi sembari meremas rambutnya kasar.

 

 

**SiFany**

 

 

Pemakaman Tn.Choi pun dilakukan keesok harinya di pagi hari. Semua rekan bisnis, keluarga choi, keluarga hwang, dan bahkan Stella datang ke pemakaman. Namun, Ny.Choi tidak bisa hadir karena kondisinya yang sangat tidak memungkinkan. Keadaan di pemakaman sangat menyedihkan. Siwon dan Jiwon yang terlihat sangat kacau. Serta isak tangis dari orang-orang yang hadir pada pemakaman itu.

Karena tau disamping Siwon kini sudah ada Stella, Tiffany memilih sedikit menjauh dari Siwon dan menghampiri Jiwon yang sedang terisak lalu memeluk Jiwon hangat. “Eonni…wae…mengapa harus secepat ini..hiks..” Isak Jiwon dipelukkan Tiffany.

“Ini sudah takdir Jiwon-ah. Kau harus mengikhlaskannya. Aboenim akan merasa sedih disurga sana  jika kau seperti ini. Tersenyumlah,nde?” Hibur Tiffany. “Eonni..hiks..” Lirih Jiwon dan memeluk Tiffany erat.

Tiffany melirik kearah Siwon dan Stella, ia menghelangkan napasnya berat, lalu kembali menenangkan Jiwon yang masih saja terisak.

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

2BULAN KEMUDIAN

 

Stella berjalan memasuki gedung yang tampak mewah itu. Ia berjalan memasuki lift. Setelah sampai di lantai yang dituju nya itu, senyum mulai terbentuk dari bibirnya itu. Sangat manis. “Eoh, Annyeonghaseo Nn.Kim” Sapa seseorang disana sambil membungkuk. Sepertinya ia seorang sekertaris. “Ah. Apakah Siwon ada didalam, Sekertaris Jang?” Tanya Stella, “Nde. Dia sedang berada didalam Noona. Didalam pun sedang ada Nn.Hwang” Jawab Sekertaris Jang. Senyum yang sedari tadi menghiasi wajah Stella, sedikit memudar. ‘Tiffany? Apa yang dilakukannya disini?’. “Oh ne” Jawab Stella pelan lalu memasuki ruangan Siwon.

 

“Oppa?” Panggil Stella pelan sembari membuka pintu

“Eoh, Stella-ya. Kau datang?”

“Annyeong, eonni!” Sapa Tiffany menyapa Stella

“Oh ne, Fany-ah, kau tidak bekerja?” Tanya Stella pada Tiffany yang sedang terduduk sambil meminum kopi

“Aku baru saja selesai operasi. Eonni tidak ada pemotretan hari ini?”

“Harus nya aku sedang melakukan pemotretan sekarang. Namun entah mengapa mereka mengundurkan jadwalnya menjadi besok.” Jawab Stella sambil berjalan dan duduk disamping Tiffany

“Oh, nee” Jawab Tiffany singkat.

“Ekhm” Dehem Siwon yang merasa diacuhkan. Tiffany dan Stella menatap Siwon bingung

“Wae?” Tanya Tiffany dan Stella berbarengan

“Yak! Stella-ya. Kau datang kemari untuk bertemu dengan Tiffany atau denganku?” Tanya Siwon kesal.

“Molla. Sepertinya aku mau bertemu dengan Tiffany. Wae?” Jawab Stella, sedangkan Tiffany hanya tertawa tanpa suara

“Kau tidak akan memberi salam padaku, huh?” Tanya Siwon. Tiffany dan Stella mengerti apa yang dimaksud dengan Siwon, lalu Tiffany berdiri dan memilih pergi keluar dari ruangan itu.

“Yak! Fany-ah kau mau kemana?” Tanya Stella sedikit berteriak

“Aku tau kau akan melakukan adegan ciuman kan? Itu adalah adegan dewasa! Aku tidak boleh melihatnya! Lagipula aku sudah ada janji dengan Nickhun hari ini” Ujar Tiffany

“Mwo?! Yak! Kau tidak boleh bertemu namja sialan itu!” Teriak Siwon, membuat Tiffany membalikkan badannya dan kembali menghampiri Siwon. Tiffany menatap Siwon dengan tatapan mematikkannya lalu menjitak kepala Siwon sedikit keras.

“YAK!” Teriak Siwon tidak terima

“Dia adalah sahabatku! Kau tidak boleh mengatainya! Nappeun namja!” Teriak Tiffany membuat Stella dan Siwon menutup telinganya

“Yak! Tak bisakah kau tidak berteriak?”

“Kau yang memulai memancing emosiku Tuan Choi!!”

“Aish, jinjja! Sampai kapan kalian akan bersikap seperti anak kecil huh? Kalian tak sadar jika umur kalian sudah tua?!” Teriak Stella kesal. Tiffany dan Siwon mengalihkan pandangannya kearah Stella dan menatapnya dengan tatapan yang susah diartikan Stella. Stella mundur beberapa langkah karena merasa ketakutan “Wa-wae?” Tanya Stella takut.

“EONNI! STELLA-YA!” Teriak Tiffany dan Siwon kearah Stella

“W-wae? Apakah ucapanku salah?” Tanya Stella sambil tersenyum memamerkan giginya.

“Ahhhh molla. Aku akan pergi!” Ucap Tiffany frustasi lalu berjalan kearah pintu

“Kau akan berjalan kaki, bodoh?” Tanya Siwon, namun Tiffany tidak peduli dan tetap berjalan.

“Yak! Kunci mobilmu tertinggal!” Teriak Siwon lagi. Tiffany mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar.

“Dasar wanita aneh.” Gumam Siwon.

“Tapi aku tidak aneh kan?” Tanya Stella manja

“Tentusaja. Hanya dia wanita teraneh didunia ini.” Jawab Siwon, sedangkan Stella hanya mengangguk.

“Hey!” Seru Siwon. “Wae?” Tanya Stella bingung. “Kau belum memberiku salam!” Seru Siwon tak terima. Mengerti apa yang dimaksud Siwon, Stella langsung mengalungkan tangannya dileher Siwon dan memejamkan matanya. Siwon memajukan wajahnya hingga bibirnya dan bibir Stella bersentuhan.

Disisi lain, seseorang yang memerhatikan keduanya hanya bisa tersenyum nanar sembari memegang dadanya yang terasa aneh. ‘Lupakan Tiffany.Lupakan’ Serunya pelan lalu berjalan meninggalkan tempat itu.

 

 

**SiFany**

 

 

Tiffany duduk dimeja yang paling ujung. Ia menunggu kedatangan seseorang yang telah membuat janji dengannya. Tiffany sedikit kesal karena orang itu tidak juga datang. Setelah menunggu cukup lama, orang itu belum juga datang. Tiffany memilih untuk meninggalkan tempat itu. Tiffany berdirii dari kursinya. “Eonni!” Seru orang itu membuat Tiffany duduk kembali. Tiffany menatap wajah itu dengan kesal.

“W-wae?” Tanya orang itu bingung

“Yak! Kau tahu sudah berapa lama aku menunggu disini huh?” Tanya Tiffany geram

“Hmm…Kau baru saja datang kan?”

“Yak! Aku sudah menunggu mu selama 2jam! Dari mana saja kau, huh?” Teriak Tiffany membuat orang-orang yang berada di cafe ini menatap kearahnya

“Yak! Eonni, kecilkan suaramu! Semua orang melihat kearah kita!” Omel yeoja itu sedikit berbisik

“Arraseo. Jelaskan padaku. Darimana saja kau? Bagaimana jika aku memiliki jadwal pemeriksaan atau operasi hari ini, apa kau akan datang terlambat seperti ini huh?”

“Aish! Aku terjebak macet eonni!”

“Mwo?! Mana mungkin selama ini!”

“Aku tidak berbohong eonni! Percayalah padaku!”

“Oke aku akan percaya padamu kali ini. Btw, kau tidak bertemu dengan Changmin kan Jiwon-ah?” Ledek Tiffany

“Yak! Tentu saja tidak eonni! Kau tau kan apa yang akan dilakukan oppa jika aku bertemu dengannya?”

“Jujurlah padaku. Kau tidak bisa membohongiku Jiwon-ah”

“Aish! Nde. Aku memang bertemu dengannya. Eonni, jangan katakan pada Oppa ne? Aku tidak mau dia mengomeliku lagi.” Seru Jiwon.

“Tenang saja. Aku tidak akan memberitahu oppa mu yang mengesalkan itu”

“Keundae, eonni. Kau sudah memikirkannya?” Tanya Jiwon

“Memikirkan apa?”

“Hal yang kukatakan padamu waktu itu.”

“Aku…tidak bisa melakukannya Jiwon-ah. Dia sangat mencintai Stella. Aku tidak mungkin memisahkan mereka.”

“Kau sudah membaca surat yang aku berikan kan?”

“Belum sempat” Jawab Tiffany pelan

“Kau akan mengerti maksudku menyuruhmu untuk melakukan itu eonni. Bacalah.”

“Aku akan membacanya di apartement nanti.”

“Apa kau habis dari kantor Siwon Oppa?”

“Nde, waeyo?”

“Apakah ada Stella disana?” Tanya Jiwon lagi

“Nde.” Jawab Tiffany pelan

“Aish! Mengapa wanita itu selalu saja menemui oppaku?” Omel Jiwon kesal

“Tentu saja. Karena oppamu itu namjachingunya.” Jawab Tiffany tenang

“Tapi Appa dan Eomma bahkan aku tidak pernah menyetujui mereka! Appa dan Eomma hanya ingin kau yang menjadi menantu mereka. Dan eonni tidak bisa menutupi perasaan eonni. Aku ingat saat kau bercerita padaku kalau kau menyukai Siwon Oppa. Namun sayang, disaat kau mengatakannya padaku, disaat itupun Siwon Oppa bilang kalau dia baru saja menyatakan cintanya pada Stella.”

“Itu karena mereka belum mengenal Stella. Aku dekat dengannya. Dan dia tidak terlalu buruk menurut ku. Dan juga, Siwon dan Stella terlihat serasi jika sedang bersama. Dan soal itu, aku akan berusaha melupakan perasaanku padanya” Seru Tiffany sambil tersenyum

“Eonni!!” Kesal Jiwon

“Ah sudahlah. Lebihbaik kita ganti topik saja. Apa tujuanmu ingin menemuiku hari ini?”

“Untuk menanyakan hal itu.” Jawab Jiwon tenang

“Mwo?! Kau membuatku menunggu selama 2jam hanya untuk menanyakan apakah aku mau melakukan hal gila yang kau suruh itu? Kalau tahu begitu aku tidak perlu datang kemari. Itukan bisa dikatakan di telepon!” Kesal Tiffany

“Kau tahu kan eonni, aku tidak mempunyai waktu untuk menelepon. Aku harus melakukan banyak pemotretan.” Jawab Jiwon

“Kau tidak memiliki waktu untuk menelepon, tapi kau memiliki waktu untuk bertemu Changmin dan menemuiku sekarang?” Cibir Tiffany

“Hehe..”

“Btw, bagaimana hubunganmu dengan Changmin?” Tanya Tiffany

“Changmin?”

“Nde”

“Kami…Tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya berteman”

“Teman atau teman?” Goda Tiffany

“Apa maksudmu eonni?” Tanya Jiwon

“Kalian memang berteman. Tapi kau menyukainya. Bukankah begitu?”

“Yak! Eonni!” Malu Jiwon sembari menutupi pipinya yang memerah, sedangkan Tiffany hanya tersenyum melihat adik kesayangannya itu.

 

 

**SiFany**

 

 

Berhubung jadwal Siwon dan Stella hari ini kosong, mereka memilih untuk menghabiskan waktu senja berdua. Keduanya memilih Sungai Han sebagai tempat terakhirnya mereka melihat matahari di hari ini. Kini, keduanya sedang duduk dirumput menghadap Sungai Han, dengan posisi Stella yang menyandarkan kepalanya di bahu Siwon.“Oppa…” Panggil Stella manja kearah Siwon. “Waeyo?” Tanya Siwon tenang

“Bolehkan aku memintamu berkata jujur?”

“Bukankah kita sudah berjanji bahwa hubungan kita didasari dengan cinta dan kejujuran?”

“Hmm”

“Lalu? Apa yang ingin kau katakan?” Tanya Siwon sambil tetap menatap awan

“Ti-Tiffany Hwang” Ujar Stella pelan. Siwon mengalihkan pandangannya kearah Stella

“Waeyo? Ada apa dengan Tiffany?”

“Apa kau menyayanginya?” Tanya Stella. Siwon tersenyum.

“Tentu saja. Tentu saja aku menyayanginya.”

“Apa kau mengkhawatirkannya?” Tanya Stella lagi

“Bohong jika aku tidak mengkhawatirkannya.”

“Apa kau merasa kesepian jika ia tidak ada disampingmu?”  Lagi, Stella bertanya

“Hem. Rasanya sepi jika ia tidak ada disampingku. Tidak ada orang yang bisa ku kerjai selain dia.”

“Kali ini…bolehkah aku mengatakan sesuatu?”

“Tentu saja. Apa itu?” Tanya Siwon penasaran

“Jauhilah Tiffany.” Seru Stella pelan

“Mwo?”

“A-aku tidak suka melihat kau bersama Tiffany.”

“Waeyo? Ada apa denganmu Stella-ya?”

“Kau tahu, terkadang aku selalu berfikir. Kau terlihat nyaman bersama Tiffany, tapi terkadang kau selalu canggung jika bersamaku. Kau selalu tertawa lebar jika bersama Tiffany, sedangkan saat bersamaku kau hanya teresenyum tipis. Kau terlihat berbeda jika kau sedang bersama Tiffany. Jujur saja, Aku iri. Aku iri melihat Tiffany begitu dekat denganmu. Dan tentunya, aku merasa cemburu. Sangat cemburu. Apa kau menyadari hal itu?” Terang Stella panjang lebar dengan mata yang mulai berair.

“Aku mengerti. Sangat mengerti. Tapi, kau tahukan, aku dan Tiffany sudah bersahabat sejak kami SMA. Bahkan keluarga kami pun sudah dekat satu sama lain. aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Aku menyayanginya. Sama seperti aku menyayangi eomma, dan Jiwon. Percayalah.” Jelas Siwon.

Stella tersenyum mendengar semua tuntutan yang Siwon berikan padanya. Kemudian Stella memeluk erat tubuh Siwon, Siwon membalas pelukan Stella dengan hangat.

 

‘Aku tidak mungkin melakukannya. Aku tidak ingin merusak kebahagiannya. Ia sudah berbahagia dengan orang yang lain. Lupakan perasaanmu Tiffany Hwang!’  Ucap Tiffany didalam hatinya. Ya, setelah pertemuannya dengan Jiwon tadi siang, Tiffany memilih untuk jogging di sore hari. Dan sungai han, ini adalah tempat yang sangat disukai Tiffany. Saat Tiffany membeli minuman, tidak sengaja ia melihat Siwon dan Stella yang sedang terduduk dirumput. Tiffany berniat menyapa keduanya. Ia berjalan menghampiri Siwon dan Stella yang tengah terdiam. Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar Stella menyebut namanya. Tiffany mendengar semua percakapan Siwon dan Stella.

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

Hari ini adalah hari minggu, kebetulan sekali, Tiffany tidak ada jadwal apapun di Rumah Sakit hari ini. Jadi, hariini akan Tiffany gunakan untuk membersihkan apartementnya yang sudah berantakan.

Tiffany membersihkan kamarnya. Dirapihkannya seluruh barang yang ada disini. Mulai dari kolek sepatunya, tasnya, hingga tak sengaja Tiffany melihat sebuah diary berwarna pink. Tiffany tersenyum lalu mengambilnya. Ini adalah diary saat Tiffany masih kelas 2SMA. Tiffany sering sekali menulis di diary itu hingga sekarang. Tiffany membuka diary itu dan mulai membacanya mulai dari lembar awal.

 

Seoul, South Korea

18 January 2011

 

Hai, pink! Ini adalah hari pertamaku masuk sekolah di sekolah yang baru. Kau tahu? Sebenarnya aku tidak suka saat Mommy dan Daddy memilih untuk pindah ke Korea. Andai kau bisa merasakannya, pink. Korea tak seenak Amerika menurutku. Disini begitu banyak aturan. Tidak seperti di Amerika yang begitu bebas. Andai saja aku bisa kabur dan kembali ke Amerika. Huhhh.

Tapi, kau tahu tidak, Pink? Tadi aku bertemu seorang pria yang begitu tampan.Tepatnya, dia adalah seniorku. Dia mengenalkan dirinya padaku lebih dulu. Aku benar-benar senang. Dia bilang padaku, kalau dia ingin berteman denganku. Dan kau tahu? Ia adalah lelaki yang paling diidamkan di sekolah! Ia memang terkenal karena kebaikkan dan juga ketampanannya. Apakah aku bisa berteman baik dengannya pink? Oh ya, namanya itu……Choi Siwon! Ya! Untung saja aku mengingatnya! Choi Siwon! Lelaki itu…benar benar membuatku terpesona padanya. Bukankah aku menulis begitu panjang? Haha, sudah dulu ya pink! Sampai bertemu lagi, Bye!

 

Tiffany Hwang

 

Tiffany membaca diary nya sambil tersenyum-senyum geli. Ia kembali mengingat kejadian-kejadian saat pertama kali ia bertemu dengan Siwon. Itu adalah hal yang paling membahagiakannya. Tiffany kembali membuka lembaran-lembaran itu. Tiffany menemukan sesuatu yang sangat membuatnya malu hingga membuat pipinya memerah. Tiffany kembali membaca diary itu.

 

Seoul, South Korea

22 March 2012

 

Hai pink…Sudah lama sekali aku tidak menulis disini. Apa kau merindukanku? Aku sangat merindukkanmu! Kau tahu pink, hari ini aku bahagia. Aku sangat bahagia! Siwon oppa mengajakku kerumahnya! Ia mengenalkanku pada keluarganya. Kau tahu, saat ia memegang tanganku untuk memasuki rumahnya yang mewah, hatiku berdetak! Berdetak sangat keras dan cepat! Apa aku menyukainya? Aku merasa nyaman jika sedang berada didekatnya…ia benar-benar membuat ku istimewa.

Kau tahu, pink?! Hal yang sangat mengejutkan datang padaku saat sedang berada dirumah Siwon Oppa! Tn.Choi dan Ny.Choi ternyata sudah mengenaliku! Merekapun mengenal orangtua ku. Dan ternyata…mereka dan kedua orangtuaku adalah tetangga saat kami masih di Amerika. Ya, aku baru ingat. Siwon oppa pernah bilang padaku. Kalau saat kecil dulu, dia pernah tinggal di Amerika. Namun hanya selama 3tahun. Tapi mengapa aku tidak mengenal mereka? Bahkan aku tidak mengenal Siwon. Huft. Apakah ini alasan mengapa Mommy dan Daddy selalu mendatangkan babysitter untuk menjagaku agar mereka bisa bermain kerumah keluarga Choi? Huftttt

 

Tiffany Hwang

 

 

Tiffany tersenyum membacanya. Ia benar-benar merindukkan masa-masa itu. Baru saja Tiffany akan membaca lembaran selanjutnya…”Omona!” Kaget Tiffany karena seseorang yang mengagetinya, lalu dengan cepat Tiffany menutup diary pink kesayangannya itu. Tiffany membalikkan badannya. Orang itu memamerkan senyumman manisnya. Ia tidak terkejut lagi melihat orang didepannya. Ya, siapa lagi orang yang tau password apartementnya selain dirinya, orang yang sedang berada didepannya sekarang, dan orang-orang dekatnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Tiffany ketus

“Yak! Aku ini seorang tamu! Seharusnya kau menyuguhiku sebuah makanan atau minuman, bukan bertanya seperti itu dengan ketus.” Protes orang tersebut

“Mana ada tamu yang masuk apartement orang sembarangan dan memasuki kamar orang tersebut tanpa izin.”

“Haruskah aku mengulanginya?”

“Tidak perlu. Sebaiknya kau pulang. Bagaimana jika kekasihmu itu mengetahui kau sedang berada di kamar ku.”

“Maksudmu?” Tanya orang itu bingung

“Molla” Jawab Tiffany. Namun diluar duagaan, orang itu mendorong Tiffany dan menghempitnya. Wajahnya sengaja ia dekatkan ke wajah Tiffany membuat Tiffany memundurkan wajahnya. “A-apa yang kau lakukan?!” Tanya Tiffany gugup. Jantungnya benar-benar berdetak sangat cepat saat ini. “Ada apa denganmu, huh?” Tanya orang itu berbisik. “A-apa maksudmu?” Tanya Tiffany tak mengerti. Orangitu semakin menempelkan badannya ke badan Tiffany. Ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany, lagi, Tiffany merasa jantungnya akan meledak saat itu juga. Pipi nya benar-benar merah sekarang. Orang itu tersenyum geli melihatnya. Hingga satu detik kemudian…….

Plak~

Lelaki itu menyentilkan tangannya tepat di jidat Tiffany dan saat itu juga, Tiffany mengeluarkan suara 8oktaf nya.

“YAAAK! APPOOOOOO!! EOMMAAAAAA!”  Teriak Tiffany kesakitan.

“HAHAHAHA” Lelaki itu benar-benar merasa puas bisa mengerjai sahabatnya yang satu ini.

“Neo….” Geram Tiffany

“Mwo?” Tanya lelaki itu dengan wajah polosnya

“CHOI SIWON! MATI KAU SEKARANG!” Geram Tiffany berteriak, Siwon yang merasa keadaannya berbahaya, langsung melarikan dirinya keluar dari kamar Tiffany, Tiffany mengambil sebuah gantungan baju lalu berlari mengejar Siwon.

 

Disinilah mereka sekarang. Diruang tengah yang berantakan. Semua barang yang bisa dilempar, Tiffany lemparkan kearah Siwon. Siwon terus berlari memutari ruangan tengah untuk menghindari barang yang dilemparkan Tiffany.

“Siwon oppa hosh hosh neo hosh hosh” Seru Tiffany sembari mengatur nafasnya

“Wae? Apa kau kecapean Tuan Putri?” Ledek Siwon yang berdiri disebrang Tiffany.

“NEO!” Teriak Tiffany lalu kembali mengejar Siwon. Tanpa sengaja, kaki Siwon tersandung sofa hingga dirinya terjatuh diatas sofa. Tiffany memamerkan smirk nya yang memang tidak terlalu bagus. Tiffany berjalan mendekati Siwon, namun kaki Siwon yang iseng, membuat Tiffany ikut tersandung, dan tanpa disengaja, badan Tiffany yang kecil menindih badan Siwon yang besar dan bibir tipis Tiffany berhasil menempel di bibir Siwon yang berada diatas sofa pink milik Tiffany ini. Mata Tiffany membulat sempurnya. Baru saja Tiffany akan menjauhkan bibirnya, Siwon menekan kepala Tiffany dan mulai melumat bibir Tiffany. Tiffany sedikit tersentak, namun kemudian ia memejamkan matanya dan membalas ciuman lembut Siwon. Detik berikutnya..

TINGTONG~

Suara bell apartement Tiffany membuat kesadaran Siwon dan Tiffany kembali. Dengan cepat Tiffany melepas ciumannya dan berdiri, ia tersenyum kaku lalu ia berjalan kearah depan untuk membukakan pintu. ‘aish.apa yang kulakukan’ ucap Tiffany dalam hatinya. Siwon tersenyum lalu mengikuti langkah Tiffany berjalan kedepan.

Klek~

“Fan—“

“S-Stella eonni! Stella-ya!” Kaget Tiffany dan Siwon berbarengan.

“Eoh, k-kau disini juga oppa?” Tanya Stella sembari tersenyum kecut.

“N-ne. Aku baru saja datang.” Ucap Siwon berbohong

“Kenapa eonni tidak langsung masuk saja? Bukankah eonni tau password apartement ku?” Tanya Tiffany berusaha untuk tidak kaku

“Aku takut kau tidak ada didalam Fany-ah.” Jawab Stella

“S-silahkan masuk eonni!” Ramah Tiffany. Stella tersenyum lalu berjalan mengikuti Tiffany masuk kedalam Apartementnya.

 

“Silahkan diminum eonni!” Suruh Tiffany sembari menyederkan minuman kearah Stella. Sedangkan Siwon hanya terduduk kaku dipinggir Stella

“Kau sedang membereskan apartement mu, fany-ah?” Tanya Stella

“A-ah ne eonni.”

Hening. Dari Siwon dan Tiffany tak ada yang berani mengeluarkan suara. Mereka masih mengerutuki kejadian yang baru saja terjadi diantara keduanya.

“Hey? Kenapa kalian menjadi canggung seperti ini? Biasanya kalian selalu saja ribut. Apa yang terjadi?” Tanya Stella memecahkan keheningan.

“Eoh..” Hanya itu yang keluar dari mulut Tiffany

“Mmm..Stella-ya. Kau mau menemaniku hari ini?” Tanya Siwon mengalihkan pembicaraan

“Mau kemana oppa?” Tanya Stella

“Temani aku ke—– Oh ye, aku ada janji akan bertemu Hyukjae hari ini. Bisakah kau ikut bersama ku? Hyoyeon pun sepertinya akan ikut.”

“Jinjja, oppa? Ah, sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Hyoyeon.” Seru Stella

“Arraseo. Kajja”

“Sekarang?” Bingung Stella

“Nde.” Jawab Siwon singkat

“Tapi aku baru sampai. Aku masih ingin bersama dengan Tiffany.”

“Arraseo, kita pergi 15menit lagi.” Ujar Siwon. Dengan cepat Siwon mengirim sebuah pesan singkat pada Hyukjae untuk bertemu dengannya sekarang juga. Sedangkan Tiffany hanya menghelangkan napasnya berat.

 

“Hah, sudah lama sekali aku tidak datang kemari.” Seru Stella sembari menyandarkan badannya diatas sofa pink Tiffany.

“Dua hari yang lalu kau datang kemari, eonni” Ujar Tiffany

“Benarkah? Aku merasa seperti duabulan tidak berkunjung kesini. Apakah aku harus datang kesini setiap hari?”

“Ya. Memang sepertinya kau harus datang kemari setiap hari, eonni. Haha”

 

“Stella-ya. Kita pergi sekarang nde? Hyukjae sudah menunggu ku dirumahnya.” Ujar Siwon

“Arraseo, oppa! Fany-ah, aku pergi dulu ne. Aku akan kembali besok. kau mengijinkanku kan?” Tanya Stella pada Tiffany

“Tentu saja eonni! Hyukjae oppa sudah menunggumu. Pergilah!”

“Kenapa kau tidak ikut saja, Fany-ah?” Ajak Stella

“Ani. Aku harus membersihkan rumah sekarang.” Tolak Tiffany. Ya, Tiffany tau. Sebenarnya Siwon tidak punya janji apapun dan dengan siapapun hari ini. Ia sengaja mengatakan hal itu, untuk mengalihkan pembicaraan Stella tadi

“Arraseo. Kami pergi dulu Miyoungie. Annyeong!” Seru Stella

“Kami p-pergi dulu Fany-ah. Annyeong”

“Nde! Berhati-hatilah!”

“Ye!!”

 

 

***

 

 

Sudah dua jam Tiffany membereskan seluruh ruangan yang ada di Apartementnya. “Huh, akhirnya selesai juga!” Seru Tiffany sembari merentangkan tangannya dan menghelang napas lega. Tiffany bergegas membersihkan dirinya. Setelah selesai, Tiffany kembali mengambil diary pink kesayangannya. Ia duduk di sofa yang berada dikamarnya. Tiffany kembali mengingat kejadian tadi pagi. Tangannya mulai bergerak memegang dadanya yang kembali berdetak. Ia berciuman dengan Siwon. itulah yang dipikirkanya saat ini. Tanpa sadar, senyum mulai mengembang di bibirnya. Tanpa permisi, pikirannya tiba-tiba mengingat Stella. Senyum yang menghiasi wajahnya pun memudar.

“Oh God…Apa yang baru saja aku lakukan. Aku akan menyakiti Stella eonni jika dia mengetahuinya…Tiffany Hwang, lupakan perasaanmu padanya!” Ucap Tiffany pada dirinya sendiri.

Tiffany membuka lembaran demi lembaran diary pink nya. Ia melanjutkan membaca diary nya yang sempat tertunda tadi

 

8 February 2016

Seoul, South Korea

 

Hi Pink! Kau tahu, aku merasa seperti seorang pahlawan hari ini. Bagaimana tidak? Aku dan Siwon Oppa menyelamatkan seorang wanita yang ingin bunuh diri! Saat kutanya mengapa dia melakukan itu, dia tidak mau menjawab. Namun akhrinya, ia mau mengakui segalanya padaku dan Siwon Oppa. Dia bilang dia sakit hati karena kekasihnya yang berselingkuh. Kau tahu pink? Aku sangat bingung dengan orang seperti itu. Hanya karena sebuah masalah, dia mau mengakhiri hidupnya. Padahal setiap masalah kan selalu ada cara untuk menyelesaikannya. Seperti kata eomma ku. Tuhan memberi kita sebuah cobaan karena kita bisa melewatinya. Benarkan?

Tapi…ada yang hal yang membuatku juga sedih…Kau tahu pink, Siwon Oppa begitu perhatian pada orang itu. Dan sepertinya, orang itu menyukai Siwon Oppa. Aku merasa terabaikan kau tahu. Ah ya, namanya orang itu adalah…Stella! Oh ye, Stella Kim! Begitulah dia mengenalkan dirinya pada ku dan Siwon Oppa. Aku tidak tahu jelas tentang nya karena kita baru saja bertemu. Namun sepertinya, ia seumuran dengan Siwon Oppa. Jika kita bertemu lagi, haruskah aku memanggilnya dengan sebutan eonni?

 

Tiffany Hwang

 

Tiffany tersenyum membacanya. Hingga akhirnya ia membaca sesuatu yang membuatnya kembali mengingat kejadian yang paling dibencinya. Kejadian itu. Kejadian itu yang membuatnya merasa terpuruk. Sangat terpuruk.

 

 

7 July 2019

Los Angeles, California, AS

 

Hi pink!! Bisa kau tebak aku ada dimana? Aku ada di Los Angeles! Kau tahu, aku sangat sangat sangat senang sekali! Aku bisa kembali ke negara dimana aku dilahirkan. Ya, walaupun tidak benar-benar di kotaku. Aku merasa lebih bahagia karena aku datang tidak sendiri. Aku datang bersama Eomma dan Appa. Bahkan, Siwon Oppa dan Stella Eonni ikut bersama ku untuk berlibur. Sedangkan eomma dan appa datang untuk mengurus perusahaannya. Dan……aku merasa benar-benar bahagia karena sekarang aku sudah mendapat gelar Dr pink!^^~ Ku harap aku akan selalu bahagia.

Sudah dulu ya pink. Entah mengapa aku merasa, besok pasti aku akan menulis lagi disini. Aku tidak tahu apa itu, jadi, kau tunggu aku saja ok?!

 

Tiffany Hwang

 

 

8 July 2019

Los Angeles, California, AS

 

Piiiiiiiiiink! Apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar terpuruk sekarang! Apa yang harus aku lakukan eoh? Stella eonni menyatakan perasaannya pada Siwon Oppa! Dan kau tahu apa? Siwon Oppa menerima nya! Oh pink, apakah kau tahu? Hati ku sangat sakit. Aku sakit melihatnya. Stella eonni menyatakan perasaannya pada Siwon oppa tepat didepanku! Mereka pun berciuman tepat didepanku! Hatiku sangat sakit! Apa yang harus kulakukan pink? Apakah aku harus tetap menyembunyikan perasaanku? Atau aku harus mengaku pada Siwon Oppa?

 

Tiffany Hwang

 

 

 

*

 

 

 

Flashback

 

8 July 2019

At Park

 

“Yak! Apa yang kau lakukan, bodoh?!” Teriak seorang wanita pada pria yang berada disampingnya.

“Wae? Bukankah ini bagus? Kau tidak suka? Kalau kau tidak suka kau bisa menghampusnya!” Ujar pria itu

“Mwo?! Kau mencoret lukisanku yang bagus ini Choi Siwon!! dan kau dengan mudahnya berkata seperti itu?!” Geram wanita ini

“Nyonya Hwang, aku hanya menambahkan sedikit ilusi pada gambaranmu yang terlihat hambar itu!” Ujar Siwon

“Choi Siwon….Kau selalu saja membuatku emosi!! Kau akan tahu pembalasannya!!” Teriak Tiffany lalu dengan sengaja ia mencoret pipi Siwon dengan cat yang berada di tangannya lalu tertawa renyah. Tidak mau kalah, Siwon pun membalas hal yang sama pada Tiffany.

 

“YAK! Apa yang kalian lakukan?!” teriak seorang wanita sembari menghampiri keduanya

“Stella Eonni! Lihat lah apa yang dilakukan Siwon Oppa padaku!” Keluh Tiffany

“Mwo?! Kau duluan yang melakukan ini padaku!” Bela Siwon tak terima.

“Kau yang melakukannya padaku terlebih dahulu Tuan Choi!!!” Teriak Tiffany

“Aku hanya memberi sedikit ilusi agar gambaranmu terlihat nyata!”

“Kau membuatnya menjadi jelek dan tidak berkelas!”

“Ye?! Tak bisakah kau lihat? Gambaranmu menjadi lebih hidup setelah aku tambahkan itu!” Seru Siwon sambil menunjuk garis yang digambarnya

“Hidup darimana huh?! Kau membuatnya menjadi mati! Tidak berkelas! Kau—“

“Tak bisakah kalian tidak memamerkan kedekatan kalian saat sedang bersamaku?” Seru Stella tiba-tiba menghentikan ocehan Tiffany. Siwon dan Tiffany menoleh kearah Stella tidak mengerti.

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon dan Tiffany berbarengan

“Haruskah aku mengatakannya?” Lirih Stella

“Apa maksudmu eonni? Aku tidak mengerti.” Tanya Tiffany

“A-aku mencintaimu, Choi Siwon. Aku mencintaimu!” Isak Stella yang sukses membuat Tiffany dan bahkan Siwon membulatkan matanya sempurna karena terkejut.

“Siwon Oppa…maukah kau menjadi kekasihku?” Lanjut Stella Tiffany menggigit bibir bawahnya. Hatinya berdetak sangat kencang menunggu jawaban apa yang akan dikatakan oleh Siwon pada Stella.

Siwon terdiam sebentar lalu menjawab… “Ne.” Oh damn! Hati Tiffany benar-benar akan meledak sekarang! Sakit! Sangat sakit! Sudah 8tahun Tiffany menyukai ah ani, mencintai Siwon. namun ia tidak dapat mengatakannya. Dan sekarang, orang yang baru dikenalnya selama 3Tahun ini sudah berani mengatakan bahwa ia mencintai Siwon? ditambah lagi..Siwon menerimanya? Apakah Siwon juga mencintai Stella?

Lagi, diluar dugaan, Stella mencium bibir Siwon dalam didepannya! Siwon memang tidak membalas, namun Siwon membiarkan Stella menciumnya dengan lama! Tiffany merasakan matanya yang mulai memanas dan menahan air bening yang sebentar lagi akan keluar. “A-aku harus pergi lebih dulu.” Ucap Tiffany lalu pergi berlari meninggalkan Siwon dan Stella disana. Siwon menatap kepergian Tiffany dengan nanar.

Tiffany berlari dengan secepat-cepatnya. Ia berusaha menahan airmatanya, namun ia tidak bisa! Terlalu sakit menyaksikannya. Tiffany duduk disalah satu bangku yang cukup jauh dari tempat Stella dan Siwon. tangannya memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Air mata nya keluar begitu deras. Sangat deras. Ia tidak mempedulikan orang-orang yang menatapnya bingung. Ia hanya butuh ketenangan sekarang. Ia hanya butuh sendirian. Ya, sendirian.

“Wae…kenapa kau melakukan ini padaku. Aku mencintaimu selama 8tahun. Apakah kau tidak bisa merasakannya? Apa kau tidak pernah menganggap ku sebagai wanita? Setelah apa yang kita lalui selama ini, apa kau tetap tidak memiliki perasaan apapun padaku? Menyedihkan sekali orang seperti ku….hiksss” Ujar Tiffany sambil tetap terisak

“Tidak baik seorang wanita menangis sendirian di siang hari yang cerah ini” Ujar seorang lelaki yang tak dikenalnya. Tiffany menoleh

“Nugu? A-apa kau orang korea juga?” Tanya Tiffany sambil menahan air matanya

“Hem. Aku mendengar semua yang kau katakan. Kaupun menggunakan bahasa korea. Jadi, aku memberanikan diri untuk menghampirimu.” Seru lelaki itu. Sedangkan Tiffany hanya tersenyum miris. Tanpa permisi, airmatanya kembali keluar dari mata indahnya.

“Noona…berhentilah menangis. Biasanya wanita terlihat lebih cantik jika sedang menangis. Namun tidak untukmu. Kau terlihat seperti badut kau tahu? Berhentilah menangis.” Ujar lelaki itu. Tiffany menghapus airmatanya.

“Tersenyumlah. Aku yakin kau sangat cantik jika tersenyum.” Ujarnya, lalu Tiffany memamerkan senyumnya sedikit tidak ikhlas. Pandangannya menatap lurus kedepan.

“Siapa namamu?” Tanya lelaki itu

“Ti-tiffany Hwang” Jawab Tiffany

“Hmm…apa kau tidak ingin mengetahui namaku?”

“Si-siapa namamu?” Tanya Tiffany sedikit terpaksa

“Haha. Aku hanya bercanda noona. Karena kau bertanya, aku akan memberitahumu. Annyeonghaseo, Ms.Hwang. Naneun Nichkhun Horvejkul imnida.” Ujar lelaki bernama Nichkhun itu. Diluar dugaan, Tiffany tertawa pelan. Nickhun tersenyum walau ia merasa bingung. ‘Sunggu cantik’ ujar Nickhun dalam hatinya

“Waeyo?” tanya Nickhun bingung

“Kau terlalu formal saat mengenalkan dirimu”

“Bukankah itu bagus Ms.Hwang?”

“Terserahlah.”

 

Flashback End.

 

 

Tiffany tersenyum kecut mengingat kejadian menyakitkan itu. Dan tanpa terasa, airmatanya pun ikut keluar. Namun Tiffany berfikir, jika ia menyatakan cintanya pada Siwon, mungkin Siwon tidak akan sedekat ini dengannya sekarang. Menyakitkan memang, tapi bukankah itu lebih baik? Tiffany melamun hingga ia tidak menyadari seseorang meneleponnya sedari tadi. Kring~ dengan cepat Tiffany menghapus airmatanya dan mengangkatnya teleponnya.

‘Eonni! Kenapa kau lama sekali mengangkatnya, huh?!’ Teriak Jiwon dari sebrang sana

‘Yak! Bisakah kau tidak berteriak seperti itu? Kau membuat telingaku sakit. Mianhae, aku sedang berada di kamar mandi tadi.’ Jawab Tiffany berbohong

‘Eoh, eonni, kau habis menangis?’ Tebak Jiwon dari sebrang sana

‘Mwo? Aniyo. Aku tidak menangis!’ Elak Tiffany

‘Suaramu serak eonni! Dan kau tidak bisa membohongiku!’

‘….’ Tiffany diam tak menjawab

‘Eonni? Kau masih disitu kan?’

‘Ne’ Jawab Tiffany singkat.

‘Apa kau sedang berada di apartementmu?’

‘Ye, waeyo?’

‘Aku akan kesana eonni! Tunggu aku! Bye!’

‘Tunggu, Ji—‘

TUT~ Jiwon memutuskan teleponnya lebih dulu. Tiffany hanya menghelangkan napasnya kasar. Adiknya yang satu ini memang susah diberitahu.

 

 

**

 

“BOO!” Kaget seseorang

“Omona…yak Jiwon-ah!!” Kesal Tiffany

“Hehe, annyeong eonni!”Sapa Jiwon

“Hm. Bukankah itu tidak sopan jika seseorang yang tidak diundang datang ke apartement seseorang dan bukannya memberi salam tapi mengagetinya?” sindir Tiffany

“Eonni..” Panggil Jiwon. Tiffany menoleh kearah Jiwon “Wae?” Tanya Tiffany. Namun Jiwon terdiam, ia memerhatikan mata kakak kesayangannya itu dengan seksama. Tiffany sedikit mundur. “Yak! Mengapa kau memperhatikan aku seperti itu?” tanya Tiffany bingung. “Siapa yang membuatmu menangis eoh?” Seru Jiwon.

“Aku tidak menangis Jiwon-ah. Aku hanya kelilipan” Elak Tiffany

“Kau tidak bisa membohongi ku eonni. Aku juga sangat mengenalmu. Aku bukan seorang anak berumur 5tahun lagi yang sangat mudah untuk dibohongi.” Ucap Jiwon tegas

“Okey…jadi kau sangat mengenalku” Ujar Tiffany lalu berlalu memasuki kamarnya

“Yak! Eonni!” Teriak Jiwon lalu mengikuti Tiffany memasuki kamarnya.

“Hey! Siapa yang menyuruhmu masuk!” Teriak Tiffany saat melihat Jiwon yang tiba-tiba berlari mendahuluinya dan tertidur diatas kasur yang dibalut sprai pink itu.

“Biarkan saja. Rumahmu rumahku juga. Kamarmu kamarku juga.” Ujar Jiwon seenaknya

“Aish jinjja. Kakak dan adek sama saja.” Keluh Tiffany

“Ah. Tunggu, apakah Siwon oppa tadi kesini?” Tanya Jiwon

“Nde. Waeyo?”

“Apakah Stella datang kemari?” Tanya Jiwon lalu mengubah posisinya menjadi duduk diatas kasur Tiffany, sedangkan Tiffany duduk diatas sofa pink kecil yang ada didekat kasurnya.

“Ne. Awalnya hanya kakakmu saja. Lalu tiba-tiba Stella eonni datang.”

“Hah, sepertinya aku tahu apa yang membuatmu menangis. Sampai kapan kau akan menyembunyikan perasaanmu eonni? Kau sudah memendamnya selama 9tahun. Dan sampai sekarang kau tetap tidak ingin mengakui perasaanmu?”

“Dia sudah bahagia dengan Stella sekarang. Tidak mungkin aku menghancurkan kebahagiaan dua orang yang aku sayangi. Aku tidak hanya menyayangi Siwon. aku menyayangi Stella seperti kakakku sendiri.” Ujar Tiffany

“Tak bisakah kau peka eonni?” Tanya Jiwon tiba-tiba

“Apa maksudmu?” Tanya Tiffany tak mengerti

“Siwon oppa. Dia mencintaimu. Bukan Stella.” Ujar Jiwon sukses membuat Tiffany membulatkan matanya sempurna

“Mwo? Itu tidak mungkin Jiwon-ah. Dia mencintai Stella Eonni. Dia tidak mungkin mencintaiku.”

“Tapi pada faktanya Siwon Oppa men-cin-ta-i mu Miyoung Eonni!” Seru Jiwon menekankan kata ‘mencintai’ nya.

“Tidak mungkin.” Lirih Tiffany

“Aku mengetahuinya dua minggu yang lalu saat ia mabuk. Bukankah saat itu kau sedang bertengkar dengannya?”

 

Flashback

 

“Sudah kubilang jangan pernah menemuinya!” Bentak Siwon tepat didepan muka Tiffany

“Mwo? Siapa dirimu hah? Kau tidak berhak mengatur hidupku! Kau tidak memiliki status apapun denganku! Berhentilah mengatur hidupku ini Choi Siwon!” Bentak Tiffany

“Untuk apa kau menemui bajingan itu huh? Dimalam-malam begini? Kau ingin tidur bersamanya? Begitu?”

“Mwo?! Jaga ucapanmu Choi Siwon! Dia memiliki nama. Nickhun. Dan dia bukan bajingan! Dan kau pikir aku apa?! Aku bukan dirimu yang dengan mudahnya meniduri orang-orang diluar sana!!” Teriak Tiffany histeris. Airmatanya sudah mulai mengalir di pipinya.

“Cih. Lalu untuk apa kau menemuinya malam-malam begini kalau bukan untuk tidur bersamanya!”Bentak Siwon

“Mwo?! Ka—mpph“ Dengan cepat Siwon menarik Tiffany dan mencium bibirnya panas. Tiffany memberontak. Namun apa daya, tenaganya tidak sekuat tenaga Siwon. Siwon menggigit bibir Tiffany, membuat bibir Tiffany terluka. Setelah merasa kehabisan napas Siwon melepaskan ciumannya.

PLAK!!!

Tiffany menampar pipi Siwon keras. Sangat keras. Siwon memegang pipinya yang memerah dan terasa panas.

“Aku membencimu Choi Siwon!!!” Teriak Tiffany sambil menangis lalu pergi berlari dari ruangan ini. Siwon berteriak frustasi lalu ia menatap kepergian Tiffany nanar. ‘tak bisakah kau menyadari kalau aku cemburu melihatmu pergi bersamanya? Tak bisakah kau menyadari kalau aku mencintaimu?’ gumam Siwon dalam hatinya. Siwon merasa ia harus mengakui semuanya sekarang.

 

**

 

Tiffany terduduk dibangku taman depan gedung apartement nya sembari menangis sendirian. Bagaimana bisa orang yang sangat dicintainya mengatakan hal yang sangat kejam seperti itu?

“Dari pertama kali kita bertemu, hingga sekarang, sepertinya aku harus selalu menghiburmu.”Ujar Nickhun yang tiba-tiba datang dan duduk disamping Tiffany. Tiffany menatap Nickhun dan langsung memeluknya.

“Nickhun oppa..hiks..Appo..hiks” Ujar Tiffany sambil terisak dan memegang dadanya. Nickhun tau dengan apa yang dimaksud Tiffany. Dengan cepat Nickhun membalas pelukan Tiffany dan menghapur airmata Tiffany dengan jari nya.

“Sampai kapan kau akan begini eoh?” Tanya Nickhun pelan. Tiffany tidak menjawab hanya isakannya saja yang terdengar.

“Akui segalanya. Mengakulah sebelum terlambat. Masih ada kesempatan untukmu mengakuinya” Lanjut Nickhun

“Sudah terlambat hiks…semuanya sudah terlambat. Ia sudah bersama Stella Eonni sekarang. Apa yang harus kulakukan? Semakin aku ingin melupakannya, semakin otak memikirkannya. Semakin aku ingin menghapusnya dari hatiku, semakin hatiku menginginkan. Aku tidak bisa melupakan persaanku padanya. Akupun tidak bisa mengakui perasaanku yang sebenarnya. Apa yang harus kulakukan oppa?” Ujar Tiffany panjang sambil tetap menangis dipelukan Nickhun, sedangkan Nickhun hanya tersenyum kecut.

“Semuanya terserah padamu. Kau yang akan melewati ini semua. Menangislah disaat kau ingin menangis. Jangan pernah menyimpan kesedihanmu sendiri. Jangan pernah menangis sendiri. Tumpahkan semua yang ingin kau katakan. Jangan kau pendam.”

“Kau berkata seakan kau akan pergi meninggalkanku.” Ujar Tiffany

“Hmm…Besok aku akan pergi ke Jepang selama 2tahun. Aku akan baik-baik saja disaat aku tidak ada kan?”

“Mwo? Untuk apa kau pergi kesana? Kau semakin membuatku bersedih!” Ujar Tiffany melepas pelukkannya dan metapan Nickhun

“Aku harus mengurus bisnis ku. tunggu dulu. Bibirmu…”

“Ah. Tidak apa-apa. Tak usah khawatir.” Ujar Tiffany.

“Benarkah tidak apa-apa?” Tanya Nickhun memastikan

“Hmm”

“Fany-ah. Bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?”

“Tentu saja. Sejak kapan kau ingin berbicara tapi meminta izin lebih dulu.”

“Aku—Mencintaimu.” Seru Nickhun

“Ne?” Kaget Tiffany

“Kau tidak perlu menjawab. Aku tahu siapa orang yang kau cintai. Aku hanya ingin mengutarakan nya agar aku merasa lega. Sekarang kau tahu kalau aku mencintaimu. Jangan pikirkan hal itu. Anggaplah aku tidak pernah mengatakannya. Jangan merasa canggung dan bersikaplah seperti biasa saat kita akan kembali bertemu nanti.”

“Nickhun Oppa…”

“Sttt. Kau lihat? Aku saja berani mengakui perasaanku. Sekarang giliranmu untuk mengakui perasaanmu pada nya.”

“……”

“Fany-ah” Panggil Nickhun dan Tiffany pun menoleh

“Bolehkan aku menciummu? Sekali saja.” Tanya Nickhun. Nickhun langsung mencium bibir Tiffany lembut. Tiffany tidak memberontak ataupun menolak. Ia tahu apa yang dirasakan Nickhun sekarang. Jadi Tiffany membiarkan Nickhun untuk menciumnya saat ini.

 

Disisi lain, seseorang yang memperhatikan keduanya mengepalkan tangannya menahan emosi. Ia terlihat benar-benar kacau sekarang. Apalagi pemandangannya yang membuatnya sangat muak. Ia benar-benar membenci pemandangan ini. Siwon. lelaki ini hanya tersenyum kecut lalu memajukan mobilnya sangat kencang.

 

*

 

Siwon memasuki rumah yang mewah itu dengan sempoyongan. Dua bulan yang lalu baru saja ia kehilangan ayahnya. Dan sekarang apakah dia harus kehilangan orang yang dicintainya dengan lelaki yang tidak disukainya?

“Omo! Siwon-ah!” Khawatir Ny.Choi yang melihat keadaan anaknya yang begitu berantakan

“Eomma…”Lirih Siwon.

“Ada apa dengan mu eoh? Jiwon-ah!! Jiwon-ah!!”

“Wae eom— Oppa!” Kaget Jiwon melihat Siwon. Ya, Siwon memang jarang seperti ini. Terakhir ia seperti ini saat ayahnya telah meninggal. Dan kali ini mereka menyaksikan kembali Siwon yang seperti ini. Namun…kali ini mengapa?

“Eomma…Jiwon-ah…Appoyo.” Lirih Siwon tak jelas sambil menepuk-nepuk dadanya namun masih bisa dimengerti oleh Ny.Choi dan Jiwon.

“Ada apa denganmu oppa?” Tanya Jiwon tidak mengerti.

“Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Namun mengapa selalu ada yang mengalangi, huh? Aku bodoh karena menerima orang yang tidak kucintai untuk menjadi kekasihku hanya karena aku merasa kasihan padanya. Aku mencintai dia sejak SMA. Sejak kami pertama kali bertemu. Apa dia tidak merasakannya? Apa dia tidak tahu kalau aku mencintainya? Dan hari ini. Aku melihatnya berciuman dengan orang yang sangat tidak kusukai. Apa yang harus aku lakukan Eomma, Jiwon-ah? Aku tidak bisa untuk melupakan perasaanku padanya. Aku mencintainya. Sangat mencintainya.” Ujar Siwon panjang lebar.

Ny.Choi dan Jiwon mengerti siapa orang yang dimaksud oleh Siwon barusan. Ny.Choi hanya mampu mengelus-ngelus punggung anak sulungnya dan menatapnya sedih. Sedangkan Jiwon, ia merasa senang dan sedih sekaligus. Ia senang karena ternyata Tiffany tidak mencintai Siwon sendirian. Siwon mencintai Tiffany juga. Namun, Jiwon juga merasa sedih melihat keadaan Siwon yang seperti ini dan….Stella.

 

Flashback End

 

“Mwo…Tapi itu ti-tidak mungkin Jiwon-ah.” Ucap Tiffany tidak percaya saat Jiwon menceritakan semuanya

“Sudah kubilang eonni. Tidak mungkin tapi itu lah kenyataannya. Dia mencintaimu. Sangat mencintaimu. Bahkan ia lebih dulu mencintaimu sebelum kau mencintainya. Jadi, untuk apa lagi kau tetap menyembunyikan perasaanmu?”

“Aku tetap tidak bisa…”Lirih Tiffany

“Eonni!” Kesal Jiwon

“Apa kau tidak memikirkan Stella? Apa yang akan terjadi padanya? Kau tidak ingat? Saat itu aku dan Siwon menyelamatkannya saat ia ingin bunuh diri karena ia putus cinta. Aku tidak mau dia melakukan hal itu lagi.” Ujar Tiffany. Matanya sudah mulai berkaca-kaca

“Walaupun kenyataannya kita saling mencintai, tapi jika tuhan berkata tidak. Kita tidak akan pernah bisa bersama. Mungkin Tuhan telah menyiapkan seseorang untuk menemani kita nanti. Tapi aku tidak tahu siapa dia dan kapan dia akan datang dalam hidupku. Entah dia orang yang aku cintai selama ini atau bahkan orang yang mencintaiku tapi aku tidak mencintainya sekarang”

“Eonni…” Seru Jiwon sembari menatap Tiffany prihatin

“Bolehkan aku memelukmu Jiwon-ah?” Pinta Tiffany

“Kau selalu mendapatkannya kapanpun kau mau eonni” Ujar Jiwon lalu merentangkan tangannya. Tiffany langsung menghambur kepelukkan Jiwon.

 

Seorang wanita yang memperhatikannya sedari tadi hanya tersenyum kecut mendengar percakapan Tiffany dan Jiwon tadi. Stella. Ya, Stella kembali karena handphonenya yang tertinggal. Sedangkan Siwon, setelah bertemu Hyukjae tadi, ia langsung pergi ke kantor. Apa yang ditakutkannya selama ini benar-benar terjadi. Stella merasa sedih dalam banyak hal. Yang pertama, ia merasa sedih karena orang yang dicintainya selama ini ternyata tidak mencintainya sama sekali. Yang kedua ia sedih karena ia merasa jahat atas segalanya. Orang yang saling mencintai tidak bisa bersatu karena keegoisannya.

 

“Eonni!” Kaget Tiffany saat melihat Stella yang terdiam didepan pintu kamarnya, Jiwon yang melihatnya menatapnya sinis. Ya, Jiwon memang tidak pernah menyukai Stella.

“Eoh, Fany-ah!” Seru Stella berusaha bersikap seperti biasanya

“S-sejak kapan eonni berada disitu?” Tanya Tiffany sembari menghampiri Stella.

“Aku baru saja datang. Aku datang hanya untuk mengambil handphoneku yang tertinggal. Karena aku merasa tidak enak jika aku tidak menemuimu, jadi aku mencarimu untuk menemuimu lebih dulu. Dan ternyata kau sedang berpelukkan dengan Jiwon.”

“Oh ne..Apa kau ingin minum teh eonni?” Tawar Tiffany ramah, sedangkan Jiwon hanya berdecak melihat tingkah eonni nya yang begitu penyayang

“Tidak perlu. Hari ini aku masih ada jadwal pemotretan. Aku pergi dulu ne.” Ujar Stella berbohong

“Arraseo. Hati-hatilah dijalan!”

“Ne.”

 

 

**

 

 

Disinilah Siwon dan Stella sekarang. Disebuah cafe yang tidak jauh dari apartement Tiffany. Siwon menatap Stella bingung. “Ada apa Stella-ya?” Tanya Siwon bingung.

“Aku ingin kau berkata jujur.” Ujar Stella

“Tentang apa?”

“Apa kau mencintai Tiffany?” Tanya Stella tothepoint.

“Stella-ya..” Kaget Siwon

“Jawablah Oppa”

“Apa maksudmu menanyakan hal itu? Tiffany adalah sahabatku.”

“Tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin kau tidak membohongi perasaanmu sendiri. Jujurlah oppa. Aku tidak apa-apa. Sungguh.”

“Ne. aku mencintainya” Ujar Siwon akhirnya, sedangkan Stella hanya tersenyum miris

“Datanglah padanya.”

“Mwo?”

“Datanglah padanya. Jika kau mencintainya, jangan menyianyiakannya.” Seru Stella

“Aku masih memilikimu..”

“Baiklah. Sekarang kita putus! Kau sudah tidak memilikiku lagi”

“Stella-ya.”

“Pergilah oppa. Aku tidak apa-apa”

“Bagaimana denganmu?”

“Bukankah sudah kubilang aku tidak apa-apa? Pergilah. Aku menyayangimu. Aku menyayangi Tiffany. Aku sadar, aku tidak bisa egois. kalian berdua saling mencintai. Namun kalian tidak bisa bersatu karena ku. datanglah padanya oppa. Utarakan semua perasaanmu padanya. Dia mencintaimu juga.” Ujar Stella tulus

“Darimana kau tahu?” Tanya Siwon bingung.

“Itu tidak penting. Sekarang, datanglah padanya sebelum semuanya terlambat.” Ucap Stella. Siwon menatap mata Stella. Ia berusaha mencari kebohongan namun tidak ada. Stella mengatakan itu dengan tulus. Siwon tersenyum.

“Gomawo Stella-ya. Jeongmal Gomawo.”

“Hm…tunggu apalagi?”

“Arraseo. Aku pergi dulu. Sampai ketemu lagi!” Ujar Siwon lalu pergi meninggalkan Stella

“Semoga semuanya berjalan lancar!” Teriak Stella sambil melambaikan tangannya membuat Siwon berbalik

“Ne! Doakan aku Stella-ya!” Balas Siwon sambil melambaikan tangannya juga.

Stella menatap punggung Siwon yang semakin menjauh dengan nanar. “Aku mungkin menyesal karena aku melepaskan orang yang aku cintai. Tapi aku akan lebih menyesal jika aku tidak melakukannya. Semoga kalian berbahagia Choi Siwon, Hwang Miyoung.” Gumam Stella pelan.

 

 

**SiFany**

 

 

Tiffany sedang merebahkan badannya malas diatas sofa pink nya yang empuk ini. Ia baru ingat kalau ia belum membaca surat yang diberikan Jiwon waktu itu. “Bukankah surat itu adalah surat aboenim yang dititipkan pada Jiwon untukku, aish. Bagaimana bisa aku melupakannya.” Gerutu Tiffany pada dirinya sendiri. Ia langsung mengambil surat itu dari tasnya dan membacanya

 

Hallo Dr.Tiffany Hwang. Mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak berada didunia lagi. Pertama-tama aku ingin minta maaf padamu karena aku tidak mengatakan padamu kalau aku mempunyai penyakit kanker perut padahal kau ada seorang dokter ahli kanker.Haha. Aku tidak ingin membuat mu khawatir. Aku sangat menyayangimu. Sama seperti aku menyayangi Siwon dan Jiwon. Kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri. Bolehkah aku meminta sesuatu padamu? Bukankah ini pertama kalinya aku meminta sesuatu padamu?Haha. kau tahu kan, aku sangat ingin kau menjadi menantuku. Aku ingin kau yang menikahi Siwon. bisakah kau lakukan itu untukku? Aku akan sangat senang  disini jika kau mau mengabulkan permintaanku. Aku tahu kau sangat mencintai anakku bukan? Dia juga mencintaimu. Aku bisa mengetahuinya hanya dari caranya ia melihatmu. Aku yakin ada cinta yang terselip diantara kalian. Dan aku yakin hanya kau yang bisa menjaganya. Aku yakin hanya kau yang bisa membuatnya bahagia. Jadi, apakah kau bisa mengabulkan permintaanku? Bukankah aku menulis terlalu panjang? Haha. Jaga dirimu selalu anakku. Semoga kau bahagia! Aku menyayangimu!

 

Choi Kiho

 

“Aboenim…aku merindukanmu” Ujar Tiffany sambil terisak saat membaca pesan dari Tn.Choi.

“Tapi aku tidak bisa mewujudkan keinginanmu. Dia sudah bahagia dengan yang lain..Maafkan aku aboenim.” Seru Tiffany. Ya, akhirnya Tiffany mengerti mengapa Jiwon menyuruhnya untuk memisahkan Siwon dan Stella. Ternyata ini karena permintaan mendiang ayahnya.

“Siapa bilang kau tidak bisa mewujudkan keingin ayahku?” Ucap seseorang dari belakang Tiffany lalu bergerak duduk disamping Tiffany. Tiffany menoleh.

“Si-siwon oppa..”

“Kau baru membacanya?” Tanya Siwon

“Mwo? Bagaimana kau tahu aku mendapatkan ini?” Tanya Tiffany bingung

“Appa memberiku surat yang sama.”

“Ne?” Kaget Tiffany

“Ya, Appa memberiku surat yang isinya aku harus menikahimu. Tapi bagaimana, aku sudah meiliki seorang kekasih.” Ujar Siwon sedikit menggoda Tiffany, sedangkan Tiffany hanya tersenyum kecut

“Hey, mengapa senyummu pahit sekali. Apa kau cemburu?” Goda Siwon

“Mwo?! Tidak mungkin!” Ujar Tiffany cepat. Siwon menyempitkan jaraknya dengan Tiffany lalu ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Tiffany membuat sedikit mundur.

“Jujurlah padaku Hwang Miyoung. Kau mencintaiku dan kau cemburu padaku dengan Stella. Benarkan?” Goda Siwon semakin mendekatkan jaraknya.

“Tidak!” Ujar Tiffany cepat lalu berdiri, namun Siwon menarik tangan Tiffany membuat Tiffany kembali jatuh kesofa dan Siwon menindihnya diatas.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” Tanya Tiffany  gugup

“Aku mencintaimu.” Ujar Siwon dengan cepat

“Aku membencimu“ Seru Tiffany

“Aku sudah putus dengan Stella. Kau tahu, aku mencintaimu dari awal kita bertemu. Stella mengetahuinya dan ia menyuruhku untuk mengakui semuanya padamu. Dan aku tahu kau mencintaiku juga bukan?” Ujar Siwon memotong Tiffany yang akan berkata

“Aku sudah tahu kalau kau mencintaiku. Haha. Tapi sayang, aku membencimu” Goda Tiffany

“Mwo?”

“Wae.”

“Dari mana kau tahu?”

“Dari seseorang tentunya”

“Nugu?” Tanya Siwon

“Aku tidak mau memberitahumu.” Jawab Tiffany sambil tersenyum miring.

“Fany-ah” Panggil Siwon

“Wa—mmpphhh” Ucapan Tiffany langsung terpotong karena Siwon menciumnya dalam. Lembut dan penuh cinta. Tiffany membuka mulutnya membiarkan Siwon menguasainya saat ini. Perlahan tapi pasti, Tiffany membalas ciuman Siwon dengan lembut.

Tiffany sudah mengetahui semuanya dari Jiwon dan Stella. Maka dari itu, Tiffany tidak akan menyianyiakan kesempatan ini. Kesempatan untuk menjadi milik seorang Choi Siwon.

 

 

 

**SiFany**

 

 

1Tahun kemudian…

8 June 2021

 

Alunan musik indah diujung altar ini mulai terdengar diseluruh ruangan yang cukup besar ini, Tiffany berjalan diatas karpet merah dengan didampingi sang ayah untuk berjalan menuju altar, disana sudah terlihat Siwon yang berdiri gagah dengan Tuxedo hitamnya.

Tiffany sudah sampai didepan altar, Siwon tak henti-hentinya menatap Tiffany. Siwon tidak juga mengulurkan tangannya.Siwon masih saja tetap menatap Tiffany tanpa berkedip. Membuat semua tamu yang berada disitu tertawa pelan.

“ekhm”

“Ah,aboenim.mianhae” Ucap Siwon pelan. Siwon pun mengulurkan tangannya, Tn.Hwang pun mengulurkan tangannya untuk mempersatukan tangan Siwon dan Tiffany

“Choi Siwon, Ku serahkan Putriku padamu, aku sangat menyayanginya. Jagalah dia dengan sebaik mungkin” ucap Tuan Hwang yang membuat mata Tiffany berkaca-kaca.

 

Kini mereka sudah menghadap kedepan, menghadap didepan Tuhan yang akan menjadi saksi dari pernikahan yang suci ini. Setelah suara pendeta terdengar, mereka mulai mengucapkan janji sakral yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan.

 

“Saya Choi Siwon berjanji dihadapan Tuhan, bahwa dengan kehendak-Nya, saya menerima Tiffany Hwang sebagai istri saya satu-satunya yang sah. Mulai saat ini dan seterusnya aku akan mengasihi dan melayani nya pada waktu kaya maupun miskin, pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit, dan hingga kulitku menjadi keriput dan rambut hitamku menjadi putih aku akan menjaganya dengan setia hingga maut yang memisahkan”

 

Sekarang, waktunya Tiffany yang mengucapkan janji yang sakral itu. Tiffany mengambil napas dalam dan menghembuskannya pelan untuk menghilangi kegugupannya.

 

“Saya Tiffany Hwang berjanji dihadapan Tuhan, bahwa dengan kehendak-Nya, saya menerima Choi Siwon sebagai suami saya satu-satunya yang sah. Mulai saat ini dan seterusnya aku akan mengasihi dan melayani nya pada waktu kaya maupun miskin, pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit, dan hingga kulitku menjadi keriput dan rambut hitamku menjadi putih aku akan menjaganya dengan setia hingga maut yang memisahkan”

 

Siwon dan Tiffany menghelangka napasnya lega, karena sekarang mereka sudah sah menjadi seorang suami-istri. Kini, Siwon dan Tiffany berdiri berhadapan. Siwon memasangkan cincinnya pada jari manis Tiffany, lalu Tiffany yang memasangkan cincinnya pada jari Siwon. Keduanya tersenyum sangat lebar

 

“KISS! KISS! KISS! KISS!” Teriak semua tamu yang datang. Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany, Tiffany memejamkan matanya. Siwon tersenyum geli melihat tingkah Tiffany namun akhirnya bibir mereka pun menyatu. Siwon mencium Tiffany dalam dan Tiffany pun membalas dengan lembut. Semua tamu di gedung ini bertepuk tangan dan bersorak.

 

__THE END__

 

101 thoughts on “(AF) Its Okay, This is Love

  1. Aneh klo dr awl siwon blg cinta ke fany, tp inilh hati n fany jg rasakn hal yg sm. bhkn org2 disekitar mrk justru lbh peka dr mrk. n pershbtn yg indah satukn sifany.
    crt yg ringan,sweet,n konyol tp bikin org^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s