(AF) A Little Summer To You Part III : Sorry, I LOVE HIM

A Little Summer To You Part III : Sorry, I LOVE HIM

cats-2

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang – Choi Si Won- Nichkhun horvejkul

Support cast: Ahn jae hyung, Taeyon, Jiyong (kara), Jonghyung (cn blue), Byun Baekhyun, Victoria

Genre: school life, comedy, romance, hurt

Rating: G

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Karena ini fanfic pertamaku jadi kalau ada sesuatu yang kurang, harap dimaklumi dan tingalkan komentar. Happy reading!!!

Tiffany berjalan dari kelasnya, waktu sudah menunjukkan jam pulang sekolah. Sekolah tampak ramai oleh anak-anak yang sudah capek duduk di bangku sekolahnya. dia akan menunggu jae hyun di gerbang sekolah. Perjalanan tiffany terhenti, Kakinya seolah tidak mau digerakkan dan tatapannya kosong. Tidak jauh dari tempat tiffany, seorang namja tampan juga terdiam menatapnya.

“heiiii..” siwon menghampiri namja itu dan membuyarkan lamunan dua orang itu. siwon segera mengalihkan pandangannya saat melihat tiffany. jae hyun yang datang bersama siwon berdiri disamping tiffany

“jae, perkenalkan, ini sepupuku, nichkhun. Nichk, ini jae hyun dan ini tiffany” Tiffany dan nichkhun sama-sama terpaku saling menatap. Siwon menendang kaki nichkhun dan berbisik “berhenti menatap gadisku seperti itu nichkhun-si”

“aku harus segera pergi, nanti aku tunggu di rumah untuk latihan” kata siwon pada jae hyun.  Mereka pulang ke rumah masing-masing.

**

Selama latihan tiffany terus saja melakukan kesalahan. Ahn jae hyung sampai kehabisan kesabaran. Siwon yang sebenarnya sedang marah pada tiffany tidak tega melihat tiffany dimarahi ja hyun.

“oke..kita berhenti dulu. Besok kita lanjutkan.oke”

Jae hyung dan teman-temannya beranjak keluar dari ruang music dengan kesal. Siwon menghela nafas besar melihat tiffany yang menundukkan kepala. Siwon mendekati tiffany dan berjongkok di depan gadis yang sedang duduk itu.

“wae? kenapa kau nggak focus dari tadi. Ada masalah?” siwon mengangkat dagu tiffany dan menyibakkan rambut gadis itu dengan lembut.

GREP

Tanpa berkata apa-apa tiffany memeluk siwon. siwon yang kaget dengan kelakuan tiffany sejenak shock. Ia kemudian membalas pelukan tiffany. Ikut mengelus punggung gadis pujaannya. Tiba-tiba ia berhenti mengelus setelah ia merasakan bahunya basah. Tiffany menangis. Dapat siwon rasakan isakan tangisnya. Sepertinya gadisnya sedang menumpahkan kesedihannya. Semakin lama tiffany semakin tersedu-sedu dan siwon membiarkan ruangan musiknya menjadi saksi dimana tiffany memeluk siwon untuk pertama kalinya dengan erat.

**

“ada apa?” Tanya nichkhun

“hmm?” jawab siwon

Nichkhun penasaran karena sedari tadi sepupunya itu terlihat seperti orang tidak waras karena tersenyum sendiri dan ia sedang berusaha mencari tahu dengan mengganggu siwon belajar.

“kau tahu? Aku mendapat pelukan tiffany tadi” jawab siwon penuh semangat

nichkhun terdiam sejenak “o” jawab nichkhun sekenanya sambil mengotak atik HP siwon

“aw” ringis nichkhun setelah dia disikut siwon

“ya.. masa responmu begitu aja. Ini pertama kalinya tiffany memelukku” kata siwon

“nee. Selamat ya” kata nichkhun sekenanya

Siwon  menutup bukunya dan duduk disamping nichkhun yang sibuk mengotak atik HP siwon “kau cari apa khun?”

“tidak ada”

“bagaimana hubunganmu dengan Victoria?” tanya siwon

“baik” jawab nichkhun datar lagi

“kau kenapa nichkhun si?”

Nichkhun menghela nafas besar “sudahlah.. belajar sana” kata nichkhun sambil melangkah keluar kamar siwon. siwon hanya berdecak sebal melihat kelakuan sepupunya itu

**

Tiffany sudah mempersiapkan diri untuk pulang. Tiba-tiba telinganya mendengar lagu kesukaannya dilantunkan dengan lembut melalui suara piano. Ia segera mencari sumber suara itu. Ia melangkah memasuki ruang music dan mendapati seorang namja memainkan piano dengan lihai. Di sampingnya terlihat teman-teman tiffany dari grup kangta melihat namja itu penuh kekaguman.

“Ternyata kau masih meingingat lagu kita oppa” ucap tiffany dengan lirih

Sang namja akhirnya selesai memainkan piano. Semua di ruangan musik bertepuk tangan. Tentunya kecuali tiffany yang masih berdiri di ambang pintu.

“mwo? chagie?” ucap siwon setelah pandangannya menangkap tiffany. Setelah kejadian di rumah siwon tempo hari, tiffany dan siwon kembali akur.

“bukankah permainan piano nichkhun sangat indah?” tiffany hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan siwon.

“ayo, bukankah kita mau berbelanja keperluan camping minggu depan?” siwon dan tiffany meninggalkan ruangan musik dan Nichkhun tidak berhenti menatap tiffany.

**

“peralatan mandi?”

“have done”

“baju?”

“tentu saja sudah siwon-si”

Tiffany dan kawan-kawannya satu angkatan akan melakukan camping. Sebagai senior yang baik dan tentunya sebagai orang yang mencintai tiffany siwon bersikeras untuk ikut camping, setidaknya itu yang dipikirkan siwon. sedangkan tiffany, tidak habis pikir dengan pemikiran orang di depannya. Mereka sudah bertemu di sekolah tiap hari, bahkan hari minggu pun siwon punya saja alasan untuk mengunjungi rumah keluarga ahn.

Seminggu yang lalu, siwon menemui wakil kepala sekolah yang mengurusi camping. Dia bersi keras untuk menjadi voluntir dalam acara camping padahal sebenarnya voluntir acara camping sudah terisi. Bahkan siwon dengan senang hati membujuk salah satu anak organisasi sekolah supaya dia dapat menggantikannya dan usahanya berhasil.

“baju hangat?”

“sunbae, kau masih berniat untuk berangkat camping, atau tidak?”

“hehe..tentu chagie..kajja” siwon menggandeng tiffany menuju mobilnya

“dan berhenti memanggilku seperti itu” tiffany menyingkirkan tangannya dari pegangan siwon.

**

Rombongan jaeguk sudah sampai di tempat camping. Setelah tenda didirikan mereka semua berkumpul dan dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok akan mempunyai kakak pembimbing. Siwon berharap bahwa ia akan menjadi kakak pembimbing kelompok tiffany tapi ia salah. Ia malah menjadi kakak pembimbing dari kelompok yang diketuai oleh jonghyun. Tiffany tersenyum melihat bagaimana cemberutnya siwon mendengar pengumuman kelompok oleh guru Oh walaupun seketika itu juga dia juga Nampak kesal karena ketua kelompoknya adalah siswa baru jaeguk, nichkhun.

“sepertinya ada yang tidak bisa bersama sepanjang hari ini?” suara sooyong membuat tiffany menghentikan kegiatannya mengecek barang-barang kelompok.

Hal ini yang paling dibenci tiffany. para penggemar siwon terkadang ekstrim. Ia tidak tahu harus bagaimana agar fans-fans siwon sadar bahwa tiffany sama sekali tidak mencintai idolanya tersebut.

“jangan berpura-pura tidak tahu” sooyong berdiri di depan tiffany.

Tiffany berdiri, meletakkan bukunya, ia sedang mendata keperluan kelompoknya “kalau kau punya mata, kau seharusnya tahu kalau aku tidak mencintai siwon” jawab tiffany ketus sambil mengacungkan jari telunjuknya tepat di muka sooyong

“sok jual mahal” jawab sooyong sambil menghempaskan tangan tiffany dari depan mukanya

“daripada kalian, cinta tak berbalas” jawab tiffany kasar. Pertengkaran tiffany dan sooyoung berlangsung semakin sengit dan kasar.

“miyongie” teriak nichkhun melihat pertengkaran tiffany dan sooyong

“miyong?” sooyong menunjukkan wajah bingungnya mendengar kata-kata nichkhun. Tiffany yang berdiri disitu berhenti menarik-narik rambut sooyong. Melihat nichkhun masih dengan emosinya terhadap sooyong. Nichkhun yang juga terlihat emosi melihat pertengkaran dalam kelompoknya segera menarik tiffany. membawa tiffany keluar dari perkelahian. Nichkhun menuju tempat camping karena ada barang siwon yang tertinggal.

**

“lepaskan… lepaskan..” kata-kata itu sejak tadi keluar dari mulut tiffany tapi sepertinya nichkhun tidak mengindahkan tiffany. ia tetap menggeret tiffany.

“sunbae” sepertinya teriakan tiffany kali ini berhasil membuat nichkhun berhenti. Mulai merenggangkan cengkeramannya dari tangan tiffany dan berbalik menatap gadis itu.

Keheningan menyelimuti dua orang itu. sudah dua minggu nichkhun di korea. Tapi tiffany tidak pernah sekalipun mau diajak bicara oleh nichkhun. Tiffany selalu menghindar jika melihat nichkhun.

“sejak kapan kau membalas orang yang menyakitimu seperti itu?” nichkhun akhirnya memecah keheningan dengan pertanyaannya. Silence. Tiffany tidak menanggapi pertanyaan nichkhun.

“setauku miyoung yang aku kenal tidak brutal seperti yang aku lihat tadi” nichkhun meneruskan kalimatnya. Tiffany mendongak dan menatap laki-laki dihadapannya sebal

“miyong? Miyong sudah mati. Disini hanya ada tiffany. aku tidak suka kau memanggilku seperti yang kau lakukan tadi”

“aku juga tidak suka kau memanggilku seperti yang kau lakukan barusan” nichkhun menanggapi tiffany

“lalu aku harus memanggilmu apa sunbae?” tiffany memberikan penekanan di kata nichkhun si

“sejak kapan kau berubah kasar begini miyong?”

“sudah aku bilang berhenti. Berhenti memanggilku dengan panggilanmu dulu. Aku sudah mulai melupakanmu tapi kenapa kau bisa berada disini. Bukankah kau kembali ke Thailand. Bukankah kau bersi keras meninggalkan aku demi bertemu keluargamu di Thailand?” tiffany berusaha menetralkan nafasnya karena ia begitu menggebu-nggebu menahan semua amarahnya pada orang di depannya

“aku kasar? Tiffany yang sekarang berbeda. Dia bukan lagi gadis lemah yang selalu kau lindungi di amerika dulu. Dia bisa membela dirinya sendiri. Dia sudah berubah sejak detik pertama kau tinggalkan dan sejak oemmanya juga ikut meninggalkannya untuk selama-lamanya” tak terasa air mata tiffany pun ikut mengalir bersamaan dengan kalimat-kalimatnya.

Nichkhun sedari tadi tersontak kaget mendengar penjelasan tiffany. dia tidak menyangka kepergiannya ke Thailand dulu memberikan rentetan penderitaan untuk teman kecilnya tersebut. “oemma meninggal?”

Tiffany tak kuasa menjawab pertanyaan nichkhun. Dia semakin terisak. Tiffany dan nichkhun memang sahabat sejak kecil. Karena tiffany aslinya berasal dari korea, nichkhun memberikan nama korea pada tiffany, miyong begitulah nichkhun memanggil tiffany. saat tiffany disakiti temannya, nichkhun yang akan berdiri di depan untuk membela tiffany. nichkhun menjadi pengganti leo saat leo tidak disampingnya. nichkhun tinggal di amerika bersama paman dan bibinya. Nichkhun juga dekat dengan semua keluarga hwang.

Sampai suatu hari, nichkhun menemui tiffany di persimpangan jalan. Ia memberitahukan bahwa ia harus kembali ke Thailand. Tanpa memberi penjelasan atau salam perpisahan, ia meninggalkan tiffany sendirian. Tiffany yang kebingungan dengan sikap nichkhun hanya bisa meneriakinya. Tiffany hanya melihat punggung nichkhun. Sahabatnya itu tidak menoleh sedikitpun setelah sehari sebelumnya tiffany menyatakan cintanya pada oppa kesayangannya itu. Tanpa ia sadari, ia berada di jalan raya dan tertabrak mobil. Tubuhnya terlempar ke pinggir jalan. Oemma tiffany meninggal saat tiffany koma di rumah sakit.

“mian” nichkhun memeluk tiffany yang terisak. Ia masih terus terisak, terdiam tanpa membalas pelukan sahabatnya. Pelukan mereka terjadi cukup lama sampai tiba-tiba tiffany telah berhenti terisak mendorong tubuh nichkhun.

“far from me. Don’t ever touch me” tiffany melangkah menjauh menuju tempat camping.

**

Hari beranjak malam. Murid-murid jaeguk telah melaksanakan tugasnya untuk menanam pohon dan merawat beberapa bakal pohon dengan baik. Walau melelahkan tapi sepertinya semua menikmatinya. Bahkan siwon yang semula kurang menikmati akhirnya malah mendapat teman baru. Siapa yang sangka kalau siwon bisa bercanda gurau dengan jonghyun yang notabene adalah cowok aneh, kaku, dingin dan acuh. Tiffany yang melihat mereka tertawa juga merasa aneh. Tiffany saja tidak pernah bisa mengajak jonghyun tertawa.

“berhentilah tertawa. Aku tidak paham dengan apa yang kalian bicarakan” kata tiffany menginterupsi dua temannya

“hei chagie..sweetermu bagus” kata siwon yang melihat tiffany memakai sweeter Disney. Terlihat pas dan imut dipakai tiffany

“hmm..sepertinya aku pernah melihat sweeter itu, dimana ya?” celutuk siwon

“pabrik tidak membuat satu baju sunbae” kata tiffany datar

Grep

“ya” tiffany berteriak setelah kedua matanya tertutup.

Siwon menutup mata tiffany dengan kedua tangannya. “chagie.. aku mau menunjukkan sesuatu. Jonghyunie, aku pergi dengan tiffany dulu ya”

“ya..siapa yang bilang mau ikut denganmu” kata tiffany

“iya sunbae, bukankah habis ini ada acara api unggun. Bagaimana kalau mereka mencari kalian” jonghyun memperingatkan

“sudahlah,,tidak apa-apa. Tiffany akan kujaga” jawabnya sambil terus menutup mata tiffany

Akhirnya jonghyun menyerah. Ia memilih menuju tempat acara api unggun sedangkan siwon dan tiffany beranjak menuju bukit.

“masih lama sunbae?” Tanya tiffany

“sudah” jawab siwon sambil melepaskan tangannya

Hal yang pertama dilihat tiffany adalah hamparan bintang-bintang di angkasa.

“awesome” ucapnya sambil menunggingkan senyumnya

Siwon yang melihat senyum indah tiffany juga ikut tersenyum “belum apa-apa chagie, lihat itu” siwon menunjuk tempat tak jauh dari mereka. Sebuah Tikar terhampar. Di atasnya terdapat snack dan gitar.

“kau sepertinya suka sekali mengatur hal-hal seperti ini?”

“nde..kau suka?”

Tiffany hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Siwon mengajak tiffany duduk di tikar “sunbae”

“hmmm” jawab siwon sambil mengutak-atik gitarnya

“indah”

“nde”

“seperti waktu di pantai dulu”

“nde”

“kenapa kau melakukan semua ini?”

Siwon tidak menjawab. Ia masih sibuk dengan gitarnya.

“ya sunbae, kau tidak mendengarku?”

“dengar chagie”

“kau benar-benar menyebalkan. Dari tadi kau cuma menjawab nde nde” jawab tiffany sambil menirukan gaya siwon saat menjawab “nde”. “yasudah aku pergi”

“eeeiiitss” siwon memegang lengan tiffany. menariknya kembali untuk duduk dihadapannya. “chagie..aku sedang memperbaiki gitarku. kau melihatnya kan?” Tanya siwon sambil tersenyum

“tapi kan kau bisa membenarkan gitarmu sambil menjawabku” Wow, tiffany merajuk. Sejak kapan dia manja dengan siwon seperti ini

“apakah aku pernah mengeluh padamu?” Tanya siwon “aku senang kau marah. Artinya kau ingin aku perhatikan. Aku terkadang lelah selalu bercerita panjang lebar padamu tapi kau tidak menanggapi. Jangankan menanggapi, aku sendiri tidak yakin kau mendengarnya”

Tiffany merasa dia memang egois. Siwon dulu selalu bercerita banyak padanya tapi dia tidak pernah menanggapi. Sekarang, saat siwon tidak menjawab pertanyaannya sekali saja, dia sudah marah. Betapa egoisnya dirinya.

“dan jawabannya adalah kau” kata siwon

“nde?”

“kau tadi tanya kenapa aku melakukan semua ini, jawabannya karena kau chagie. Aku ingin kau melihat bintang-bintang yang indah itu” jawab siwon

“mianhe. Pasti melelahkan berteman denganku” kata fany

“tidak. Siapa bilang kita berteman. Kau adalah yeojachinguku”

“jangan mulai lagi” kata fany

“chagiee..”

“berhenti memanggilku seperti itu”

Mereka terus bercanda gurau hingga malam semakin larut.

“chagie..”

“hmm” jawab fany

“saranghae”

Tiffany terpaku menatap siwon. Dia tahu selama ini perasaan siwon. tapi siwon tidak pernah mengatakan langsung lagi setelah acara pensi tahun lalu. Bukan karena ia meragukan cinta siwon seperti dulu, tapi ia meragukan perasaannya. Apakah ia sudah bisa melupakan cinta pertama tiffany yang sekarang dengan sangat mengejutkan kembali hadir dalam hidupnya setelah menghilang begitu saja.

“tiffany, saranghae” siwon mengulang kalimatnya dan mencium tiffany. tiffany membelalakkan matanya karena shock dengan apa yang dilakukan siwon. tiffany tidak merespon apapun.  Tiffany memantapkan hatinya.

“sunbae, aku mencintai orang lain”

Tidak jauh dari sana, seorang namja memakai sweeter Disney berlari meninggalkan bukit.

**

END

52 thoughts on “(AF) A Little Summer To You Part III : Sorry, I LOVE HIM

  1. Ooo……namja yg dilihat fany ternyata nichkhun, teman masa keciknya dan juga cinta pertamanya.
    Sekali lagi siwon menyatakan cintanya pada fany, berharap kali ini fany menerima siwon.Amin.
    Ada sequelnyakan thor.lanjut baca aja ya thor.
    Tetap semangat thor.jjang thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s