(AR) New Sheet

Neo Xenon’s Present

New Sheet (Fallonyu@HSG)

New Sheet

.

[Girls’ Generation] Hwang Miyoung | [Super Junior] Choi Siwon | [2PM] Nichkhun Buck Horvejkul | [KARA] Park Gyuri

.

| PG-15 | Vignette | Romance, Life, Alternative Universe | The cast are belong to themselves, parents, management and God. I just borrow the name for my story. This story is mine and original by me, so don’t be a plagiator! Sorry if you got the typo. Keep RCL. Inspired by my imagination. | Cover by Fallonyu @ HSG  |

Sekarang kita semua memilih untuk membuka sebuah lembaran baru.

.

.

.

 

 

Maaf.

Hanya satu kata yang terpatri di sana, setelah 10 menit ponsel di atas nakas berdering keras menandakan adanya sebuah pesan singkat yang diterima. Nichkhun menimang-nimang benda persegi di dalam genggaman dengan gusar, tidak tahu apakah yang akan dilakukan selanjutnya dengan perasaan yang tidak menentu seperti sekarang. Pria itu memilih untuk menghubungi sang pengirim pesan dengan penuh pengharapan, walaupun pada akhirnya hanya sebuah pil pahit yang mampu ditelannya ketika nada panjang menjadi jawaban yang tidak diinginkan di ujung panggilan satu arah.

Sekiranya 15 menit lagi acara pertunangan sudah akan dimulai, tapi Nichkhun masih tetap diam dan duduk menanti ponselnya berdering dengan sebuah jawaban yang melegakan. Namun demikian, justru kenyataan membawa seorang wanita berbalut mini dress berwarna khaki membuka pintu kamar dengan segelas sampanye di tangan kiri dan raut wajah tidak bersahabat. Pria itu menatap frustasi kearah Park Gyuri yang memandangnya laksana keledai bodoh yang berusaha menelan ilalang tajam di padang rumput gersang dan ia tahu bahwa dirinya bisa diibaratkan demikian.

“Kau bodoh,” sahut Gyuri.

“Aku hanya berusaha menuruti-“

“Kau bodoh dan tidak berdaya.”

Nichkhun menelan liur yang terasa lengket seperti baru saja disuapkan sesendok lem kayu, Gyuri meneguk setengah minumannya dan berjalan perlahan mendekati pria yang baru saja dihinanya beberapa saat yang lalu. Wanita bermata foxy tersebut meletakan tangannya yang kosong, lalu menggengam tangan Nichkhun hangat dan pria itu pun tahu bahwa dirinya saat ini merasakan sebuah sensasi yang berbeda.

Ia merasa nyaman dan tidak ingin Gyuri melepaskan tangannya begitu saja.

“Jika kau menginginkan keajaiban, biarkan aku yang menjadi hal itu untukmu.”

Kesungguhan terpancar di sana, berharap tidak akan padam dan terus menyala membakar jiwa. Nichkhun bimbang untuk mempertahankan bara atau menyiramnya dengan kata-kata yang mungkin akan menyakiti hati wanita di hadapannya semakin dalam. Tapi, setiap detik yang berputar mengikuti poros mengingatkan tentang masa yang diinginkan, namun tidak dapat diraih. Jadi, ia memilih untuk mempertahankan bara asa dan mencoba untuk menjaganya tetap hidup dan menyala sebagaimana mestinya.

“Kalau begitu berikan aku waktu untuk itu.”

Nichkhun pun pada akhirnya menyesap bibir merah muda milik Gyuri begitu lama, membiarkan jejak-jejak baru tersemat kuat dan menggantikan yang lama dan tidak akan pernah kembali lagi ke sisinya.

 

*****

 

Gimpo masih penuh sesak dengan manusia dan seluruh gegap gempita aneka ekspresi yang silih berganti, walaupun malam telah menjelang dan salju yang mulai turun dengan deras di luar sana. Siwon menyesap kopi hitam tanpa gula yang dibelikan Miyoung sebelumnya, mengusir apapun yang membuat ia senantiasa tidak sabar menanti penerbangan menuju sebuah negara di bagian selatan yang dilewati garis khatulistiwa.

20.00 KST

Siwon menatap tepat pada Miyoung yang tersenyum kecil memperhatikan pergerakan dinamis jarum jam digital di papan penunjuk keterangan jadwal keberangkatan milik bandara. Alasan dibalik semuanya membuat pria itu mau tidak mau ikut tersenyum juga. Ia memeluk Miyoung yang sudah dibalut trench coat abu-abu kebesaran miliknya, mengecup pelipis wanita itu berkali-kali hingga membuat kekasihnya tersebut tertawa terbahak-bahak.

“Aku merasa bersalah pada Khun. Seharusnya aku mengirimkan ia pesan berisi ucapan selamat,” jawab Miyoung sembari membenarkan posisinya menjadi duduk dan menghentikan tawanya yang masih tersisa sedikit. Siwon mengerutkan dahinya dengan sempurna setelah mendengar hal tersebut.

“Kenapa?” Miyoung merogoh saku celana dan mengambil ponsel layar sentuhnya dan membuka pesan balasan dari Nichkhun. Siwon cukup terkejut dengan isi pesan yang tengah ia lihat hingga membuatnya tidak bisa berkedip dan membuat mulutnya menganga.

Bolehkah Gyuri menghapus segala hal tentangmu denganku di masa lalu, Hwang Miyoung-ssi?

“Kau tentu tahu apa jawabanku, sayang.”

Siwon sekali lagi tersenyum ─tentu dengan ukuran yang lebih lebar daripada saat ia melihat kearah jam− kemudian mengusap puncak kepala Miyoung begitu lembut, membuat wanita itu merasa nyaman dengan perlakuannya. Keduanya mengetahui bila dengan semua tindakan nekat mereka sekarang, sama saja mengorbankan banyak hal melalui cara yang terdengar sangat egoistik sentris dan berpihak pada salah satu bagian saja. Tetapi, resiko sebesar apapun tidak mampu dihindari dalam sajian lengkap pilihan untuk menentukan alur skenario hidup yang penuh kejutan.

Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan SM4781 tujuan Jakarta akan berangkat dalam waktu kurang lebih 15 menit lagi, dimohon seluruh penumpang untuk segera memasuki pesawat segera.

“Takdir sudah memanggil kita, sayang,” sahut Siwon.

Pria itupun bangkit dari kursi ruang tunggu dan langsung mengulurkan tangan untuk membantu Miyoung bangun dari tempatnya. Wanita itu mensejajarkan dirinya tepat di samping sang kekasih yang bertugas mendorong troli besar berisi koper serta tas-tas yang penuh dijejali semua keperluan pribadi mereka. Keduanya melangkah menuju gerbang keberangkatan dengan semarak euforia yang meletup keras, meskipun diselipi sedikit kesedihan karena mungkin tidak akan menginjak tanah kelahiran mereka dalam waktu yang lama.

 

*****

 

Pusat perhatian seluruhnya tertuju pada sepasang insan yang baru saja membentuk ikatan menuju sebuah jenjang yang lebih serius di masa depan. Nichkhun terus mengerakan tubuh sesuai alunan musik menghentak yang dimainkan seorang disk jockey profesional yang berada di sebuah panggung khusus. Gyuri tidak mau ketinggalan dan menyamakan irama gerakan dengan sang tunangan yang mulai membakar lantai dansa dengan rangkian tarian nakal nan menggoda yang membangkitkan hasrat terpendam. Semua tamu yang hadir menjadi apatis seketika dan bergabung untuk membuang kenaifan dan mengekspresikan suka cita bersama dua bintang utama ─yang sesungguhnya tidak pernah direncanakan sebelumnya dan tidak sesuai dengan kenyataan seharusnya─, Nichkhun memberikan sinyal manis dengan mengulurkan tangan yang disambut positif oleh Gyuri.

Tidak ada keterpura-puraan yang berusaha ditampilkan, bahkan jika sekumpulan paparazzi berhasil membuat keduanya menjadi headline di berbagai surat kabar nasional di Negeri Gingseng atau Negeri Gajah Putih selama seminggu penuh sekalipun. Keputusan membuat sebuah lembaran baru tanpa sangkut paut dari masa lalu tidak pernah terlintas, meskipun hanya sebatas angan kosong di tengah terik matahari siang yang menyengat. Tetapi, Nichkhun tidak bisa mundur kembali ke garis awal, apalagi dirinya juga telah menyertakan Gyuri dalam petualangan perasaannya yang mulai memasuki babak lain.

“Mungkin aku akan berhenti mengkonsumsi pil kontrasepsi mulai hari ini.”

“Jangan secepat itu.”

“Tidak ada pilihan lain.”

Nichkhun terkekeh di tengah dansanya, hal yang paling mendasar untuk diselesaikan dalam hubungan keduanya adalah orangtua mereka yang cukup terguncang dengan kenyataan baru yang belum mampu mereka cerna seutuhnya. Tuan dan Nyonya Horvejkul berusaha keras untuk tidak semakin mempermalukan nama baik keluarga dengan membiarkan sang anak berbuat sesuka hati, sedangkan Tuan dan Nyonya Park yang awalnya datang sebagai tamu kehormatan memilih menyingkir ke tempat lain yang lebih sepi dengan wajah merah padam menahan malu atas kelakuan gila sang anak tunggal. Ide untuk segera memiliki momongan mungkin akan melunakan hati keduanya sekaligus menghindarkan Nichkhun dan Gyuri dari kemungkinan mengerikan yang akan dilakukan oleh kedua orangtua mereka.

“Aku merasa tidak enak dengan Tuan Hwang,” ucap Gyuri. “Aku sama sekali tidak melihatnya sejak acara pemasangan cincin.”

Nichkhun tersenyum, lalu berhenti menari dan kemudian mengulurkan tangan untuk mengusap pipi wanita di hadapannya. “Ia tahu bahwa putrinya telah memiliki pilihannya sendiri. Lagipula ia sedang ikut menari dengan riang tidak jauh dari kita.”

“Benarkah?”

“Arah jam tujuh.”

Gyuri berputar posisi dan melihat tepat sesuai dengan petunjuk yang diberikan Nichkhun. Wanita itu tidak bisa tidak terpesona dan bertepuk tangan antusias melihat seorang pria yang telah memasuki usia matangnya menari lincah tanpa adanya tanda untuk mengalah kepada yang jauh lebih muda. Sosok itu merasa tengah diperhatikan dan melempar pandangan ke sekitar hingga akhirnya saling bertukar lambaian tangan singkat dengan pasangan Nichkhun dan Gyuri yang juga membalasnya dengan dua acungan jempol ke atas.

“Kurasa pesawat Miyoung sudah berangkat.”

Nichkhun mengangguk cepat dan dengan kilat mengecup bibir Gyuri yang membuat wanita itu terkejut bukan main. “Ayo menari lagi. Aku sudah memanggil Jackson jauh-jauh dari Hongkong dan jangan sampai aku rugi karena waktu kita hanya terpakai untuk mengurusi pasangan dokter yang dipindah tugaskan ke negara orang.”

“Suruh saja Miyoung ganti rugi semua biaya yang kau keluarkan.”

“Ide yang tidak buruk. Besok aku akan pergi ke bank untuk mengurusnya.”

Gyuri yang gemas pun meninju pelan pergelangan tangan pria itu, sedangkan Nichkhun memasang wajah cemberut dan sekali lagi mengecup bibir wanita tersebut. Setidaknya, jika ditelisik lebih dalam, maka tidak ada yang mengalami kerugian sama sekali. Karena, meskipun Miyoung jatuh ke dalam pelukan Siwon dan meninggalkan Nichkhun. Tetapi, pria itu kini mendapatkan apa yang mungkin lebih tepat untuknya.

Park Gyuri, pengganti Hwang Miyoung yang sempurna.

 

*****

 

Abeoji harap kau bahagia, jaga kesehatanmu selalu. Segera hubungi Abeoji bila ia menyakitimu walaupun hanya seujung kuku.

Miyoung menyeka butiran air asin yang menggenang di ujung pelupuk mata, beberapa tetesannya sedikit mengaburkan layar berisi ketikan pesan sang ayah yang sudah ia baca seluruhnya. Ia bersyukur bahwa salah satu pria yang paling bernilai di dalam hidupnya kini menghargai apa yang telah ia putuskan, beban yang tersisa pun sekarang sudah seluruhnya terangkat. Tidak ada lagi yang akan menghalangi sang nasib membawanya ke dalam petualangan terbaru dengan diiringi oleh genggaman erat sang belahan jiwa yang tidak akan pernah melepaskannya.

“Hei, ada apa?! Kau sakit?”

Siwon sangat khawatir saat terbangun tiba-tiba dan mendapati Miyoung menangis di sampingnya sembari mengenggam sebuah ponsel. Pria itu mengusap bekas air mata sang kekasih dan membawanya ke dalam pelukan yang menenangkan. Miyoung meneruskan tangisannya dan Siwon membiarkan hal itu sampai pakaiannya basah dari tengah hingga ke bawah.

“Miyoung, ceritakan padaku ken-”

Abeoji sudah merestui kita.”

“Apa?”

“Ia bahkan mengingatkanku untuk menghubunginya bila kau menyakitiku.”

Pelukan itu terasa semakin erat, bahkan kini Siwon pun ikut terharu setelah mendengar penjelasan Miyoung. Tidak peduli seruan berulang pramugari pesawat yang mengingatkan seluruh penumpang untuk segera memakai sabuk pengaman dan mematikan seluruh piranti elektronik yang berpotensi membahayakan perjalanan. Ini seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, keduanya mendapatkan jalan yang diinginkan dengan tidak perlu merisaukan apabila ada pihak yang akan tersakiti ke depannya. Namun demikian, sepertinya mereka harus menghentikan aksi mengharu biru, karena seorang pramugari sudah berdiri tepat di samping barisan kursi kelas bisnis yang mereka tempati sekarang. Siwon dan Miyoung melepaskan tautan di antara keduanya dan menunduk meminta maaf sesaat setelah sang pramugari berwajah Melayu menginstruksikan mengenai apa-apa yang harus dilakukan karena pesawat sudah siap untuk lepas landas.

Miyoung menghembuskan napas panjang, lalu melirik ke arah Siwon yang sepertinya ingin kembali ke alam mimpi yang baru saja dijelajahi sebentar sebelum terputus tadi. Ia pun memilih menyalakan televisi kecil yang disediakan maskapai. Berkali-kali ia mengganti saluran dan akhirnya berhenti pada sebuah acara gosip yang dibawakan oleh dua pemandu acara wanita.

“Mereka berdua benar-benar tahu caranya membuat kehebohan.”

Miyoung membenarkan letak earphone di kedua telinganya dan menaikan volume suara beberapa baris, sesekali ia terbahak menyaksikan bagaimana Nichkhun dan Gyuri nampak menari dengan gila tanpa peduli dengan apapun, begitu pula para tamu lain yang hadir. Secara tidak sengaja pun, ia melihat sang ayah menari seperti cacing kepanasan di lantai dansa dengan salah satu lagu electronic dance terbaru yang diputarkan setelah sebuah lagu dari Elvis Presley yang diaransemen ulang. Siwon mengintip melalui salah satu matanya dan ikut tertawa kecil melihat tingkah laku manusia-manusia yang berada di dalam tayangan.

“Aku bertaruh mereka akan menjadi topik utama di setiap portal gosip di seluruh Asia,” sahut Siwon. “Begitu juga kau.”

“Aku melakukannya karenamu, Tuan Choi.” Siwon segera mencabut earphone yang berada di telinga kiri Miyoung dan memasang benda itu di telinganya, sekarang keinginannya untuk tidur sudah menguap entah kemana.

“Oh ya, aku sudah berpikir mengenai kemungkinan kita mengganti kewarganegaraan,” ucap Miyoung setelah tayangan gosip berakhir. “Kurasa tidak ada salahnya. Bagaimana menurutmu?”

“Lima tahun tanpa pergi keluar negeri? Menarik,” balas Siwon. “Sekarang lebih baik kita tidur, 8 jam cukup melelahkan sebelum kita mendarat di Seokarno-Hatta.”

Miyoung mengangguk dan langsung membaringkan tubuhnya di atas dada bidang milik sang kekasih dan memejamkan mata, seiring dengan Siwon yang telah terlebih dahulu melakukannya. Perjalanan panjang itupun dilanjutkan dengan mimpi indah sebelum mempersiapkan diri menuju hari yang baru di tempat yang belum pernah disinggahi.

 

 

 

-Fin-

 

 

 

Haha, Author Neo kembali lagi =D Kali ini membawa vignette yang tidak kalah absurd dari sebelumnya. Jujur aja, tadinya Author mau ngirim FF SiFany yang thriller, tapi sayangnya gak jadi karena ada beberapa bagian yang harus direvisi. Lagian, Author gak mau didemo setelah Beautiful Ex kemarin yang sangat menggemparkan, wkwkwk #dicakarbugsy #bercanda

Oh ya, Sebagai Author, mungkin Neo belum pernah bahas ini. Mungkin ada beberapa reader yang protes karena Neo jarang menyelipkan hal-hal berbau Romansa ke dalam FF atau mungkin kalau sudah masukin hal semacam itu jatuhnya malah kurang romantis dan aneh. Di sini, Neo mau mengakui kalau sebagai seorang Author, Neo sangat payah membuat hal-hal seperti itu, lagipula sesuai dengan nama yang Neo gunakan sebagai pen name Author, Neo mau membawakan para reader sebuah ff yang berbeda dari sebelumnya dan salah satu yang Neo fokuskan adalah Thriller/Horror/Mystery atau semacamnya. Tapi, Neo juga sadar kalau gak semua readers suka dengan genre di atas dan Neo juga berusaha untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam hal Romansa.

Dan ada satu hal lagi juga yang mau Author kasih tahu ke Readers semua. Berhubung Author sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan menghadapi mahluk bernama UN, mungkin Neo sebagai Author akan jarang buat FF karena jadwal bimbel yang semakin memperparah kesibukan, selain tugas dari sekolah yang luar biasa menggunung dan gak habis-habis ._.

Tapi, selagi sempat Neo akan mengusahakan sebisa mungkin untuk membuat minimal 1 FF dan untuk yang minta chapter, maaf banget mungkin tidak akan terealisasi dalam waktu dekat. Meskipun, sudah ada satu ide untuk buat FF chapter.

Sekali lagi Neo minta maaf bila masih ada kekurangan dan kalau jatuhnya malah jadi curhat, hehehe. Dan jangan lupa juga untuk selalu RCL di setiap postingan FF yang ada di SI, biar semua Author makin semangat nulis, Ok ;D

Seperti biasa, Author akan kembali dengan FF berikutnya! Dadah. #bowbarengsemuacast

65 thoughts on “(AR) New Sheet

  1. pas awal2 baca aku gak begitu paham jalan ceritanya gimana,, tapi pas di pertengahan ceritanya baru ngerti maksud ceritanya…
    dan ternyata fany kabur dari pesta pertunangannya dan lebih milih bersama siwon…
    seneng liat ayahnya fany merestui hubungan sifany…
    ya walaupun moment sifany nya dikit tapi ceritanya bagus bgt😀
    ditunggu karya author selanjutnya🙂

  2. Cerita awal nya agak kurang ngerti tpi pas uda smpe bagian sifany langsung ngerti
    Ff ini uda ckup romantis kok apalagI sifany mreka emang slalu sweet.

  3. ceritanya kaya misterius gitu, awalnya ngga ngerti tapi pas nickhun bilang kalo gyuri yg bakalan gantiin fanny seutuhnya jadi ngerti deh.. nice ff

  4. pas awal baca gak ngerti alur ceritanya, yang dimaksud inti ceritanya agak membingungkan
    tapi setelah baca dipertengahan, akhirnya mudeng juga hehehe
    eits ini ceritanya pingin eksplor indonesia nih, jadi mereka berdua dokter toh? emmm kurang panjang, gak pingin buat sequelnya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s