(AF) Trapped Into Love Part 1

trapped.

Title : Trapped Into Love

Author : cherrystory/stepcherry

Cast : Hwang Mi Young (Tiffany), Choi Siwon

Genre : Romance, Drama

Rating : PG-18

Disclaimer : This fanfiction belongs to me and was originally made by me, the casts belong to themselves. DO NOT copy the idea or even this fanfiction without any of my permission. Keep giving your comment to support this fanfiction.🙂 xxx

 

“Lunasi utangmu, atau flatmu kuambil dan kulukai ibumu!”

Di sinilah dia sekarang, duduk di kursi bar, menunggu seorang pria hidung belang membayarnya untuk menghabiskan malam. Bukan, dia bukan perempuan murahan yang menjual tubuhnya untuk ke-glamouran dan kesenangan semata. Ini adalah pertama kalinya ia memasuki klab malam, dan melihat dengan mata kepalanya sendiri hiruk pikuk diskotik dini hari.

Hwang Mi Young, pada akhirnya memutuskan untuk menjual dirinya. Dan itu semua demi ibunya yang kini tengah terbaring di ranjang rumah sakit. Mi Young tidak tahu apa yang harus ia lakukan selain mengambil pekerjaan ini. Ia berpikir hanya ini satu-satunya jalan untuk melunasi segala utang ibunya dan membayar biaya rumah sakit.

Beberapa hari yang lalu, Mi Young didatangi beberapa pria garang dengan otot besar dan dengan tiba-tiba mengatakan bahwa ibunya selama ini berhutang banyak. Preman-preman itu lalu memasuki flatnya dan memporakrandakan seisi flatnya dan mengancam akan menyita flatnya bila akhir bulan ia tak segera melunasi utang. Dan seketika itu juga, pertahanan ibunya runtuh, ia terkena serangan jantung mendadak.

Mi Young mengernyitkan dahinya, duduk di kursi bar dengan menopang dahi. Ia benar-benar bingung apakah ini hal yang tepat untuk mendapatkan uang. George, bartender yang sudah bekerja cukup lama di klab tersebut memandang Mi Young dengan tatapan heran.

What’s going on, sweetheart? You look pale.” George memang sering memanggil perempuan yang tak dikenalnya dengan panggilan sweetheart, karena menurutnya panggilan itu sangat manis.

Mi Young mengadahkan kepalanya, “Apakah aku benar-benar terlihat pucat?” tanyanya balik. Berwajah pucat tidak akan membantunya untuk mendapatkan lelaki.

“Aku George. Kau?”

Mi Young berpikir, tidak mungkin ia menyebutkan nama aslinya di klab ini. “Tiffany.”

George mengernyit dan terkikik kecil. Sedangkan Mi Young bingung dibuatnya. “Apanya yang lucu?”

You’re asian, sweetheart. And your name is Tiffany.” kata pria muda itu.

I don’t get what the hell you’re laughing on, dude.”

“Wow, wow, calm down, sweetheart. Aku hanya tidak percaya dengan namamu yang terlihat aneh untuk ukuran orang asia.”

Ugh, Mi Young benci ini. SARA. Kenapa sih banyak orang Amerika yang masih tidak terima nama barat boleh dipakai oleh orang Asia? Mi Young memang orang Asia. Dia tinggal di Korea sampai umurnya 5 tahun dan pindah ke Amerika setelah orang tuanya bercerai. Dan sejak itu, terkadang Tiffany adalah nama yang sering dipakainya untuk keperluan mendesak, seperti sekarang ini.

Mi Young memutar bola matanya, sedangkan George memandangnya dengan pandangan minta maaf. Tiffany kembali memijit-mijit dahinya.

You okay? Kau terlihat… well, cukup muda untuk berada di sini dan berpakaian seperti itu. Kau pelayan baru ya di sini? Memang berapa umurmu, sweetheart?”

“20.”

“Kupikir kau anak gadis berumur 16 tahun.”

Mi Young mendengus, George bercanda kan? “Apakah aku terlihat seperti anak-anak?”

“Orang asia selalu terlihat lebih muda dari umurnya, sweetheart. Kau pelayan baru, ya?”

Mi Young mengangguk kecil, lalu mendesah berlebihan. Ia mengedarkan pandangannya kesekitar. Dia tidak menyangka, selama ini dipikirannya, klab malam adalah tempat para lelaki tua berjanggut yang merasa tidak bisa dipuaskan oleh istrinya lalu memilih jalan keluar dengan membayar gadis panggilan untuk semalam. Tapi dia salah, kebanyakan di klab itu terdiri dari pria-pria muda maupun wanita yang energik dan terlihat banyak tertawa dengan teman-temannya.

Ia sendiri heran, anak-anak muda jaman sekarang ternyata lebih senang menghabiskan malamnya di tempat redup dengan dentuman music keras daripada belajar atau mengistirahatkan diri dari sibuknya kegiatan dari pagi. Oh, tapi Mi Young tidak peduli. Dia hanya perlu menyerahkan keperawanannya untuk mendapatkan uang secepatnya. Oh, memikirkan hal itu saja hampir membuatnya menangis saat ini.

Sweetheart, kau tidak papa? Apakau kau butuh minum?”

Mi Young tidak pernah minum sebelumnya. “Tidak, terimakasih, George.”

Dan setelah itu, manager memanggilnya dan memberitahunya ada seorang pria yang membutuhkan layanannya di ruang VIP.

“Kau ingat pesanku kan, Tiffany? Ruang VIP bukan tempat yang dipakai untuk sembarang orang. Dan pelanggan pertamamu adalah orang yang sangat kaya. Kalau kau berhasil mendapatkannya, bayaranmu akan besar juga. Kau mengerti?”

“Ba-baik.” kata Mi Young gugup.

Kemudian dia berjalan menaiki tangga lantai dua. Tak sedikit kali ia mencoba untuk menurun-nurunkan rok khusus pelayannya yang sangat minim ini. Begitu sampai di depan pintu bertuliskan VIP, ruang dibukakan managernya, sebelum beliau berkata, “Ingat pesanku, Tiffany.”

Mi Young hanya mengangguk dan masuk perlahan dengan gugup. Sebentar lagi, ia akan kehilangan keperawanannya yang sudah dijaganya baik-baik selama 20 tahun ini. Begitu pintu di belakangnya tertutup, duduklah seorang pria yang tengah menatapnya dengan segelas vodka di tangannya. Dan wajah pria itu… berwajah asia.

Mi Young mendadak terpaku dengan wajah pria itu. Pria berwajah asia itu begitu tampan, mempunyai alis tebal, hidung mancung, mata yang tidak terlalu lebar, rahang yang kuat, dan… tatapan yang begitu tajam. Ditambah lagi dengan badan besar yang dapat Mi Young lihat dari balik kemeja dan jas yang terpasang di pria tersebut. Singkatnya, ini adalah kali pertama Mi Young melihat pria asia setampan ini.

“Aku tidak menyangka Jack memperkerjakan gadis di bawah umur.”

Apa? Pria itu berkata di bawah umur? “Aku tidak di bawah umur.” sela Mi Young cepat-cepat, dengan bibir gemetaran.

Pria itu menaikkan sebelah alisnya, suasana disekitarnya terasa mengintimidasi dan penuh kekuasaan. Jangan tanyakan tentang tatapannya. Bahkan Mi Young merasa tatapan yang tengah menatapnya itu dapat membuat orang bergetar ketakutan, seperti dirinya sekarang.

“Kalau begitu katakan, berapa umurmu?” kata pria itu sebelum meminum kembali vodka di tangannya.

“Du-dua puluh.”

Suasana kembali hening, lalu pria itu kembali membuka suara, “Kau hanya ingin diam saja di sana atau duduk bersamaku?”

Mi Young menelan ludah dengan ketakutan, tenggorokannya terasa tercekat begitu ia berjalan menuju pria itu yang sedari tadi menatapnya dengan tajam. Mi Young duduk agak jauh, masih merasa takut dengan pria ini yang mungkin akan ditidurinya beberapa menit lagi.

Pria itu mendengus, merasa begitu aneh kenapa gadis di depannya duduk menjaga jarak dengannya. Pria itu beregeser ke arah Mi Young dan dengan sekali tarikan, Mi Young berhasil duduk di pangkuan pria tampan itu. Mi Young gelagapan, ia benar-benar merasa takut sekarang. Apa yang akan dilakukan pria itu?!

“Siapa namamu?”

“Ti-tiffany.” Mi Young bahkan tidak berani menatap mata tajam itu. Ia hanya menundukkan kepalanya.

Pria itu menyentuh dagu Mi Young dan membawanya lebih tinggi agar dapat melihat wajahnya, lalu mendengus remeh, “Tidak perlu berpura-pura gugup, nona. Aku tidak akan tertipu dengan wajah polosmu. Apakah kau bertingkah seperti ini dengan pria-pria sebelumnya yang kau layani?”

Mi Young langsung membuka matanya dan merasa terkejut mendengar penghinaan pelanggannya. Seketika itu juga, ia mejauh dari pangkuan pria itu dan menatapnya dengan pandangan marah. “Jaga ucapanmu, tuan! Aku bukan wanita seperti itu!”

“Kau tidak pernah bisa menipuku, bitch. Kau hanya wanita murahan yang kubayar untuk memuaskanku malam ini.”

What the… Apa yang pria ini katakan?! “I’m not a bitch!”

“If you’re not a bitch, so why the hell are you here with me?! Pelacur tidak pantas berksikap seperti wanita bermartabat.”

PLAK!!!

Tamparan keras langsung mendarat di pipi tirus pria asia itu. Mi Young meneteskan air mata begitu pria sombong di depannya menyebutnya sebagai pelacur. Mi Young tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini. Kalau tau begini, ia tidak akan mau menjual dirinya.

“Aku bukan pelacur!”

Dengan sekali hentakan, pria itu langsung mendorong tubuh Mi Young ke tembok dan menjempit kedua tangannya di atas kepalanya. Wajah pria itu begitu dekat dengannya. Nafasnya memburu sehingga Mi Young dapat merasakan nafas hangat itu di wajahnya. Mi Young gemetaran, merasa takut apabila pria di depannya ini melakukan hal yang tak diinginkan.

“Lepaskan aku!” jerit Mi Young kesakitan di tangannya, mencoba memberontak supaya ia bisa lepas dari himpitan pria itu. Tapi pria tetaplah pria, kekuatannya jauh lebih besar dari yang dimiliki Mi Young.

“Kau menamparku dan kau akan merasakan akibatnya!”

Mi Young langsung merasakan bibirnya dilumat kasar oleh pria di depannya. Bibirnya begitu basah. Mi Young mencoba memberontak, namun pria itu malah semakin menghimpitnya ke tembok, membuat ia merasakan sesuatu milik pria itu tengah menonjol di bawah sana. Mata Mi Young memanas, pikirannya kabur. Apakah ia akan mati?

Pria itu melepaskan lumatannya dan menaruh bibirnya di depan telinga Mi Young, menghebuskan nafasnya. Mi Young langsung merasakan getaran di tubuhnya, tubuhnya menggeliyat, reaksi nafas hangat pria itu di daun telinganya. Pria itu menggigit daun telinga Mi Young kecil, dan beralih ke tengkuknya. Semuanya terasa lebih mengabur begitu dirasakannya jari pria di depannya masuk ke dalam tempat sensitifnya begitu dalam.

Aww! It hurts…” lirih Mi Young yang tengah memejamkan matanya. Namun setelah itu ciuman pria itu tidak dirasakannya lagi, begitu juga dengan jarinya. Mi Young membuka mata dan pandangannya langsung terkunci pada mata tajam pria itu yang tengah menatapnya dengan tajam.

“Kau… perawan?”

SHIT! YES I AM A VIRGIN! Mi Young tak berani menjawab, pandangannya ia alihkan ke bawah. Lalu pria itu mulai mengendus, “Baru kali ini aku mendapatkan seorang perawan.”

Mi Young merasa cengkeraman pria itu perlahan terlepas dan pria itu menjauh dari Mi Young, sedangkan Mi Young hanya bisa menopang tubuhnya yang kaku pada tembok di belakangnya. Pria tadi kemudian mengambil sesuatu di jasnya dan menuliskan sesuatu, lalu meletakkannya di meja depan sofa.

Pria berbadan tinggi itu perlahan mulai berjalan ke arah Mi Young dan mendekatkan bibirnya ke arah telinga Mi Young, “You’re mine.” bisikanya.

Dan setelah itu yang dirasakan Mi Young adalah bibirnya yang dilumat cepat oleh pria yang bahkan tak diketahui namanya itu dan meninggalkannya sendirian di sana.

Oh shit, apa yang sebenarnya terjadi?!” Mi Young mencoba mengatur nafasnya yang tercekat. Begitu dilihatnya ada sebuah kertas di atas meja, Mi Young cepat-cepat mengambil kertas itu.

Itu adalah sebuah cek dengan nilai nominal 1 juta dollar. Oh gosh, dia pasti sudah gila.

TBC………………

125 thoughts on “(AF) Trapped Into Love Part 1

  1. Menarik sekali ceritanyaaaaa ♡
    Aku liat ff ini baru 2 part dan banyak sekali yang antusias untuk kelanjutan ff ini , termasuk aku. So, author yang baik hati harus menyelsaikan ff ini , arra!
    Maksa yah aku, hehee mian author-nim aku bercanda (sekaligus berharap).
    Dipart awal ini tidak terlalu panjang tapi justru bikin penasaran, author bisa banget.
    Ditunggu part-part selanjutnya yah author, semangat terus tulis sifany’nya. Hwaiting ^^

  2. ceritanya keren, baru part 1 langsung tertarik. cuma kurang panjang.
    kasihan, tiffany terpaksa jadi pelacur gara2 ibunya.
    laki2 itu siwon kan?? tapi kok mereka gag jadi ngelakuin ya, siwonnya langsung pergi. penasaran ama kelanjutannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s