(AF) Journey Of Love

67

Title                 :           Journey of Love

Author             :           Choi HwangLy

Cast                 :           Tiffany Hwang, Choi Siwon, Stella Kim, Nickhun Horvejkul

Genre              :           Romance, Sad, Hurt

Rating              :           PG-15

Lenght             :           Oneshoot

Disclaimer       :           The story is mine. I just borrow they name for my story. The cast are belong theyself and God. Please dont be plagiator. Keep RCL^_^

‘kalian sangat serasi, mengapa kalian tidak segera menikah?’

‘kalian pasangan suami-istri?’

‘kalian sepasang kekasih? Kukira kalian adalah sepasang suami-istri, mengapa kalian tidak segera menikakah?’

‘kapan kalian berdua melangsungkan pernikahan?’

‘aku menunggu undangan pernikahan kalian!’

‘kuharap kalian segera menikah!’

‘kenapa tidak segera menikah?’

Semua pertanyaan itu selalu dilontarkan oleh orang-orang kepada sepasang kekasih itu. Setiap mendengar pertanyaan itu, keduanya hanya  tersenyum menanggapinya tanpa menjawab sepatah katapun. Entahlah, adaapan diantara keduanya?

Yeojanya sangat ingin menikah. Sedangkan namjanya selalu saja tidak mau membicarakan tentang pernikahan.  Apa yang sebenarnya terjadi? Entahlah. Si yeoja pun tidak mengetahui alasannya. Setiap kali ia membicarakan tentang pernikahan, si namja selalu berpura-pura tidak mendengar, mengalihkan pembicaraan atau bahkan marah. Namun, si yeoja berusaha untuk selalu sabar dan pengertian. Bukankah ia terlalu baik untuknya?

 

 

*

 

 

“Tiffany Choi” Panggil seorang namja tampan pada wanita bernama Tiffany Hwang yang 5tahun ini sudah menjadi kekasihnya. Tiffany yang mendengarnya hanya tersenyum geli

“Tiffany Choi? Sejak kapan marga ku berubah?” Tanyanya berpura-pura marah

“Entahlah, nama Tiffany Choi sangat cocok untukmu. Ah, Choi MiYoung! Itu sangat bagus untukmu!” Ucap sang namja sambil tersenyum lebar.

“Aku tidak suka dipanggil MiYoung!” Kata Tiffany manja sambil memajukan bibirnya.

“Yang penting aku suka. Choi MiYoung” Ucapnya lagi sambil kembali mengulang nama korea Tiffany dengan marga Choi.

“Siwon Oppa” panggil Tiffany manja, lalu memeluk tubuh Siwon

“Hm?” Jawabnya sambil membalas pelukan Tiffany lalu mencium kening Tiffany sekilas.

“Aku ingin menanyakan sesuatu. Tapi berjanjilah kau akan menjawabnya” Ujar Tiffany lalu mengangkat kepalanya menatap mata Siwon dalam. Siwon membalasnya dengan tatapan yang tenang

“Jika aku bisa menjawabnya, aku pasti akan menjawabnya” Ucap Siwon sambil tersenyum tipis.

“Ka-kapan kau akan melamarku? Walaupun tidak sekarang, suatu saat kau akan melamarku kan? Kita akan menikah dan hidup berbahagia selamanya. benarkan?” Tanya Tiffany menatap mata Siwon dalam. Terlihat dari matanya bahwa Tiffany sangat mengharapkan jawaban dari Siwon sekarang.

‘sh*t. Kenapa dia harus menanyakan hal itu lagi?’ batin Siwon.

Siwon melemparkan tatapannya kearah lain, lalu ia melepaskan pelukkannya dari Tiffany dan menurunkan tangan Tiffany yang melingkar dibadannya dengan perlahan.

“Aku lupa. Hari ini aku ada janji dengan—Donghae. Kita bisa membicarakan hal itu nanti, ne? A-aku pergi dulu Fany-ah. Annyeong” Siwon sempat kebingungan mencari alasan, namun akhirnya ia bisa memberikan lagi-lagi alasan pada Tiffany. Sebenarnya, Siwon sangat tersiksa harus selalu melakukan ini dan membuat Tiffany sedih. Namun ia tidak mau Tiffany semakin terluka nantinya. Walaupun saat ini pun Tiffany sudah banyak tersakiti akibat perbuatannya.

‘mianhae fany-ah’ bantin Siwon sambil berjalan meninggalkan Tiffany sendiri di apartement nya. Tiffany memandang punggung Siwon yang menjauh dengan nanar. Matanya kembali menintikkan cairan bening itu.

“Aku tahu kau berbohong. Mengapa kau selalu pintar mencari alasan huh? Dilain waktu,alasan apalagi yang akan kau buat? Bodoh. Mengapa aku bisa sangat mencintai pria sepertimu?” Tiffany mengucapkan kata-kata itu sambil memegang dadanya yang terasa sakit dan tersenyum miris.

 

 

*

 

 

Donghae menghampiri Siwon yang sedang melamun dengan membawa dua cangkir kopi ditangannya.

“Wae? Dia menanyakan itu lagi?” Tanya Donghae yang sudah tahu pasti apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Siwon hanya membalasnya dengan anggukkan lemah.

“Bukankah sudah kukatakan agar kau berkata yang sebenarnya?” Tanya Donghae lagi

“A-aku tidak bisa Donghae-ah. Aku sangat mencintainya. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin kehilangan dia. Dia adalah napasku. Dia adalah jiwaku. Dia segalanya untukku. Aku tidak bisa melepasnya begitu saja Donghae-ah” Jawab Siwon sambil menintikkan airmatanya. Siwon bukanlah tipe pria yang mudah menangis begitu saja. Namun, jika itu sudah berhubungan dengan yeoja yang dicintainya, dengan mudah ia akan berubah menjadi namja yang sangat rapuh.

“Sudah berpuluh-puluh kali bahkan beratus-ratus kali aku menyuruhmu untuk meninggalkannya sebelum perasaanmu semakin jauh. Namun kau tidak pernah mendengarkanku. Dan sekarang kau sudah sangat mencintainya. Aku tahu bagaimana perasaanmu. Aku pernah mengalaminya.” Jelas Donghae mengecilkan suaranya dikata-kata terakhir yang ia ucapkan

“Aku tidak percaya semuanya akan seperti ini. Bagaimana bisa aboeji berbuat seperti itu padaku? Apakah aku bukan anaknya? Aku tidak bisa melewati ini Donghae-ah.”

“Yak! Tentu saja kau anaknya! Aboenim hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dia menyayangimu Siwon-ya. Dia ingin segalanya yang terbaik untukmu. Mengapa kau selalu terlihat lemah didepanku? Mana pria yang selalu kuat didepan orang-orang bahkan kekasihnya?”

“Jika dia menyayangiku, dia akan melakukkan hal yang sama seperti eomma. Dia akan membiarkanku bersamanya. Tapi ini tidak, dia selalu memaksaku meninggalkan Tiffany. Ia selalu menyuruhku untuk menikah dengan Stella. Aku sama sekali tidak mencintainya. Aku sangat mencintai Tiffany. Apa yang harus aku lakukan Donghae-ah?” tanya Siwon.

Sedangkan Donghae hanya diam tanpa menjawab. Donghae menatap Siwon dengan nanar. Ia tahu apa yang dirasakan Siwon sekarang. Ia pernah mengalaminya dulu. Dia terpaksa harus melepaskan Jessica, wanita yang sangat dicintainya. Donghae kini sudah bertunangan dengan Yoona. Wanita yang selama ini tidak ia cintai sama sekali.

 

 

*

 

 

Siwon sedang berada di cafe saat ini. Wajahnya terlihat sangat frustasi. Apakah ia harus meninggalkan Tiffany? Tidak. Ia tidak akan bisa melakukan hal itu. Membayangkannya saja ia tidak bisa. Apalagi kalau ia harus benar-benar melakukannya?

Siwon mengusap wajahnya berkali-kali. Ia benar-benar tersiksa. Ia bingung apa yang harus dilakukannya sekarangnya. Tiba-tiba handphone Siwon bergetar. Siwon langsung membukanya ‘aboeji’ . itulah nama yang tertara disana. Siwon mengangkatnya dengan malas. Apalagi yang akan ia dengar sekarang?

‘yeoboseyo?’ seru Siwon pelan.

‘Choi Siwon. Dimana kau sekarang?’ Tanya Tn.Choi tegas dari sebrang sana.

‘Cafe’ jawab Siwon singkat

‘Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.’

‘Mianhae aboeji, tapi aku sedang tidak ingin membicarakan hal itu sekarang’

‘Pulanglah kerumah sekarang. Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu’

‘Mwora?’

‘Kau akan mengetahuinya dirumah’

‘Ab—‘

TUT~ Panggilan terputus sebelum Siwon sempat mengucapkan kalimatnya. Siwon meremas rambutnya kasar. Apa lagi yang akan dia hadapi kali ini?

 

 

*

 

 

Siwon menjalankan mobilnya dengan perlahan. Kini, mobil mahal itu sudah memasuki rumah yang mewah nan indah itu. Dilihatnya beberapa maid wanita yang sudah berdiri didepan pintu besar itu untuk menyambut tuan muda nya. Ada juga beberapa maid lelaki yang menghampiri mobil Siwon untuk membukakan pintu mobilnya dan mengambil alih mobil Siwon untuk diparkirkan ke garasi.

Siwon menghelang napasnya berat. Lalu ia berjalan pelan memasuki rumah yang mewah itu. Semua maid wanita membungkukkan badannya sembilanpuluh derajat saat Siwon berjalan memasuki pintu besar itu.

“aboeji, eodiseo?” tanya Siwon kepada salah satu maid yang berada disitu

“Tuan besar sedang berada di ruang makan tuan muda.” Jawabnya sopan

“Arraseo”

 

Siwon berjalan memasuki ruang makan. “Abo—“ Ucapan Siwon terhenti saat melihat orang-orang yang sedang duduk bersama aboeji dan eomma nya di meja makan itu. “Siwon-ah” Ucap Ny.Choi pelan.

“Eoh, kau sudah datang anakku” Sambut Tn.Choi dengan ceria. Siwon yang melihatnya merasa muak akan semua itu. Ingin sekali ia pergi meninggalkan tempat ini.

“Apa yang ingin kau sampaikan, aboeji? Katakanlah. Aku tidak punya banyak waktu.” Jawab Siwon dingin masih ditempatnya.

“Duduk dan makan malam lah bersama kami.” Ujar Tn.Choi.

“Mianhae. Aku tidak mempunyai banyak waktu” Ucap Siwon dingin lalu membalikkan badannya untuk berjalan menjauh.

“CHOI SIWON! KAU BERANI MENENTANGKU?!” bentak Tn.Choi

“Siwon-ah, turutilah ucapan aboeji mu.” Ujar Ny.Choi lembut. Ah, jika sudah eomma nya, ia tidak akan menentang. Ia sangat menyayangi eommanya itu. Sama seperti ia menyayangi Tiffany. Bahkan lebih.

 

Siwon berjalan dengan malas menuju tempat duduknya. Keluarga Kim kini sedang bersamanya. Siwon merasa sangat muak karena harus makan malam satu meja dengan orang yang dibencinya. Stella Kim. Ia sangat membenci wanita itu. Stella lah yang memaksa kedua orangtuanya dan Tn.Choi agar ia dijodohkan dengan Siwon.

Siwon duduk tepat disebelah Stella. Stella dan kedua orangtuanya tersenyum lebar menatap Siwon. Sedangkan Siwon memilih untuk berpura-pura tidak melihat senyuman ketiga orang itu. “Choi Siwon, sapalah calon istri dan calon mertuamu itu” Ucap Tn.Choi. Siwon menghembuskan napasnya kasar.

“Annyeong Tn.Kim, Ny.Kim, Stella-ssi” Sapa Siwon tak ikhlas

“Aigo, Choi Siwon, kau semakin tampan saja. Sama seperti ayahmu saat masih muda dulu” Puji Tn.Kim pada Siwon

“Sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu, apakabar mu Siwon-ya?” Tanya Ny.Kim. Sedangkan Siwon hanya menampilkan senyum paksa membalas keduanya.

“Oppa,aku merindukanmu” Ujar Stella manja dan langsung memeluk Siwon. Siwon menatap Stella dingin dan penuh kemuakan,lalu ia melepaskan pelukkan Stella padanya.

“Oppa, aku masih ingin memelukmu” keluh Stella manja. Siwon benar-benar ingin muntah melihatnya.

“Bisakah kita mulai sekarang makan malam nya? Aku tidak memiliki banyak waktu.” Ujar Siwon dingin

“Ah nde, silahkan dimakan” Ujar Ny.Choi lembut

“Jadi, kapan pernikahan keduanya akan dilaksanakan?” Tanya Tn.Kim tiba-tiba

“Uhk—“ Siwon yang mendengarnya langsung tersedak saat ia sedang memakan makanannya. Stella melihat Siwon khawatir lalu memberikan segelas airputih pada Siwon.namun Siwon tidak menerimanya. Ia mengambil air minumnya sendiri,membuat Stella kembali meletakkan airputihnya.

“Waeyo Siwon-ssi? Gwaenchana?”Tanya Ny.Kim khawatir

“A-anio. Ah, mianhae, aku harus pergi. Aku ada janji dengan seseorang” Ujar Siwon dan langsung berdiri meninggalkan ruang makan. Stella menatap Siwon kesal

“CHO—“ Tn.Choi berdiri dan baru saja akan membentak Siwon, namun Ny.Choi menghalanginya. “Mungkin dia memang sedang ada urusan penting. Biarkah dia pergi, yeobo” Ujar Ny.Choi, dan Tn.Choi pun menghembuskan napasnya berat lalu kembali duduk ditempatnya.

“Maafkan atas kelakuan anakku” Ujar Tn.Choi merasa bersalah

“Oh Tidak apa-apa. Mungkin saja dia memang sedang ada urusan penting” Jawab Tn.Kim.

Stella menatap makanan didepannya dengan penuh kebencian. Stella membayangkan makanan itu adalah Tiffany Hwang, wanita yang sangat sangat dibencinya. ‘Neo, kau telah mengambil Siwon oppa ku. Kali ini kau menang, tapi aku tidak akan mengalah lagi dilain waktu’ batin Stella dengan penuh kebencian sambil tersenyum miring.

 

 

*

 

Tiffany duduk di kursi ruang tamu dengan cemas. Sudah seharian ini Siwon tidak memberinya kabar. Tiffany takut sesuatu yang buruk terjadi pada Siwon. Tiffany mencoba melepon Siwon tetapi tidak ada jawaban. Kemana pria itu sebenarnya?

‘aku akan meneleponnya sekali lagi. Jika ia tetap tidak menjawabnya, aku akan mendatangi rumahnya.’ Batin Tiffany.

Tiffany menekan tombol-tombol yang ada di layar handphonenya. Ia sudah sangat hafal dengan nomer telepon Siwon.

‘yeoboseyo?’ seru seseorang disebrang sana. Tiffany menghembuskan napasnya lega. Akhirnya Siwon mengangkat teleponnya sekarang. Rasa khawatir Tiffany sudah sedikit menghilang.

‘Fany-ah? Ada apa?’

‘Eoh, oppa. Dimana kau? Kau tidak apa-apa kan? Gwaenchana?’

‘Ne. Ada urusan yang harus ku selesaikan Fany-ah. Waeyo?’

‘Ah syukurlah. Kau tahu aku sangat khawatir. Kau tidak memberiku kabar seharian ini. Aku takut sesuatu terjadi padamu.’

‘Tidak usah meng-khawatirkan aku Fany-ah. Nan gwaenchana.’

‘Arraseo. Apa kau tidak akan mengunjungi apartementku hari ini?’

‘Aku akan mengunjungimu setelah urusanku selesai. Tunggu aku ne?’

‘Eoh, arraseo!!’

 

 

*

 

 

Tiffany sedang sibuk dengan urusan dapurnya. Ia sedang memasak untuk makan malam. Tangan kanannya sedang asik memotong satu persatu sayuran yang ia pegang dengan tangan kirinya. Rambut nya diikat asal, lalu ia bersenandung-nandung kecil. Tanpa disadarinya, seseorang tersenyum geli melihat tingkah orang yang dicintainya itu. Siwon, ia berjalan dengan perlahan menghampiri gadisnya itu. Tiffany masih belum menyadari kehadiran Siwon dibelakangnya.

“Boo!” teriak Siwon tepat ditelinga kanan Tiffany dan sukses mengageti Tiffany. Dengan spontan Tiffany berteriak dan membalikkan badannya. Siwon menutup telinganya mendengar teriakkan dari Tiffany.

“YAK! Oppa!” Teriak Tiffany

“Hey! Bisakah kau kecilkan suaramu baby?” Ucap Siwon berpura-pura kesal sambil mengusap-ngusap telinganya.

“Suruh siapa kau mengagetiku,huh?” Ujar Tiffany kesal memanyunkan bibirnya

“Akukan hanya bercanda. Lagi pula kau tidak menyadari kehadiranku sedari tadi”

“Bagaimana jika aku terluka? Kau tidak melihat aku sedang memegang pisau? Bagaimana jika pisau ini sukses membuat tangan ku terluka, atau bahkan aku tidak sengaja menusukmu karena terkejut, ba—mppphhhh” Ucapan Tiffany terpotong karena Siwon memotongnya dengan menempelkan bibirnya di bibir Tiffany.

Tiffany mencubit lengan Siwon memberi tanda agar dia melepaskan ciumannya, namun ternyata Siwon semakin memperdalam ciumannya, ia semakin menekan tubuh Tiffany, membuat Tiffany terjungkal kebelakang dan alat-alat yang dibelakangnya berjatuhan ke bawah lantai. Merasakan Tiffany telah kehabisan napasnya, Siwon pun melepaskan ciumannya. Tiffany mengelap bibirnya yang basah dan menghirup napas dalam, ia melihat wajah Siwon dengan tatapan kesal.

“Waeyo?” Tanya Siwon polos

“Siapa yang menyuruh kau menciumku seperti tadi huh?!” Teriak Tiffany sambil memukul dada bidang Siwon berkali-kali, namun lagi-lagi diluar dugaannya, Siwon menarik Tiffany kedalam pelukkannya, Tiffany merasa terkejut namun akhirnya ia tersenyum. Tiffany mengangkat wajahnya untuk menatap wajah Siwon

Siwon menunduk untuk menatap mata Tiffany yang sedang memperlihatkan bentuk bulan sabitnya. Dengan perlahan tangan Siwon terangkat memegang dagu Tiffany lalu mengangkatnya, Tiffany memejamkan matanya. Siwon semakin mendekatkan wajahnya hingga akhirnya bibir mereka bersentuhan. Siwon melumat bibir Tiffany dengan lembut dan penuh rasa cinta.

Mereka pun hanyut kedalam permainan yang dibuat oleh keduanya sendiri. Dan malam ini, mereka lalui hanya berdua.

 

 

*

 

 

“Siwon oppa, ireona..” Ucap Tiffany lembut sambil mengetup-ngetup pipi Siwon pelan. Namun Siwon tetap menutup  matanya sambil menghembuskan napasnya berat

“Yak! Oppa-ya! Bangun sebelum aku—Ouh!” Kaget Tiffany karena dengan tiba-tiba Siwon menariknya kedalam pelukkannya. Siwon membuka matanya lalu membalikkan posisinya sehingga kini Siwon yang menindih tubuh Tiffany.

Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany, Tiffany sudah menutup matanya. Siwon melihatnya sambil tersenyum geli namun akhirnya ia mencium bibir Tiffany sekilas. “Morning Kiss” Ucap Siwon ceria. Tiffany menatap Siwon bingung.

“Waeyo?” Tanya Siwon tak mengerti dengan tatapan Tiffany. “A-anio” Jawab Tiffany gugup. “Wae? Kau menginginkan yang lebih lama?” Tanya Siwon menggoda Tiffany. “A-ani! Berdirilah! Badanmu sangat besar dan berat, kau tahu?” keluh Tiffany. Siwon yang menyadarinya langsung bangun dan duduk ditepi ranjang. “Cepatlah mandi. Aku akan siapkan makanan untukmu” Ujar Tiffany, sedangkan Siwon hanya mengangguk patuh seperti anak tk yang sedang diperintah oleh gurunya.

 

 

Siwon dan Tiffany sedang duduk berhadapan dimeja makan sekarang. Tiffany menikmati makanannya, sedangkan Siwon tidak menyentuh makanannya sedikitpun. Ia melamun memikirkan sesuatu. Tiffany menatap Siwon aneh.

“Oppa?” Panggil Tiffany

“…..”

“Siwon Oppa?”

“…..”

“Choi Siwon!” Ujar Tiffany sedikit berteriak

“E-eoh, Fa..Fany-ah, wae?” Jawab Siwon yang telah sadar dari lamunannya

“Kenapa makanannya tidak kau makan? Apa ada yang meresahkanmu?” Tanya Tiffany khawatir

“Oh ya, aku akan memakannya sekarang, mianhae.” Jawab Siwon

“Apa ada sesuatu hal yang meresahkanmu?” Tanya Tiffany kembali

“Ti-tidak ada. Tadi aku hanya berfikir, makanan seenak ini, harus apanya dulu yang aku makan?” Jawab Siwon berbohong

“Oppa! Kau bisa saja.”

 

‘aku tahu kau berbohong. Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku kan?’ batin Tiffany sambil menatap Siwon dengan miris

 

“Fany-ah, waeyo? Mengapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Siwon tiba-tiba

“Ah, aniyo. Aku hanya merasa ini seperti mimpi karena aku bisa memilikimu” Ujar Tiffany berbohong

“Fany-ah.” Panggil Siwon

“Waeyo?”

“Apa kau bisa hidup tanpaku?” Tanya Siwon yang sukses membuat Tiffany kaget.

“Mwo? Apa yang kau bicarakan oppa?” Tanya Tiffany tak mengerti.

“Ani. Aku hanya ingin bertanya. Apakah kau bisa hidup tanpaku?”

“Tidak! Aku tidak bisa hidup tanpamu! Aku lebih baik mati daripada aku harus kehilanganmu! Maka dari itu jangan pernah tinggalkan aku!” Ujar Tiffany

“Nado, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu. Aku tidak pernah bisa meninggalkanmu. Apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan aku Fany-ah. Yakso?”

“Ehm” Jawab Tiffany lalu melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingking Siwon.

 

‘apa yang sebenarnya terjadi, oh tuhan…aku takut kehilangannya. Jangan jauhkan dia dariku’ batin Tiffany

 

“Em…Bagaimana kalau besok kita pergi ke pulau Jeju?” Tanya Siwon tiba-tiba

“Mwo?! Pulau Jej—Uhuk!” Teriak Tiffany senang lalu tersedak. Siwon yang merasa khawatir pun dengan cepat memberi Tiffany segelas air putri.

“Habiskan dulu makanan dimulutmu, lalu berbicara. Jadinya seperti ini kan. Kau tidak apa-apa?“ Tanya Siwon khawatir

“Nan gwaenchana, ini karena aku terlalu senang. Pu-pulau jeju katamu tadi?!” Tanya Tiffany berbinar

“Ne. Bukankah kau sangat ingin belibur disana?”

“Tentu saja oppa! Kau tahu bagaimana aku sangat merindukan Pulau Jeju bukan? Terakhir aku mengunjungi Pulau Jeju adalah 6bulan yang lalu dan itu tidak bersama mu.”

“Arraseo, aku sudah memesan tiketnya kemarin pagi. Kau hanya perlu bersiap-siap untuk besok pagi.”

“Nde!” Jawab Tiffany semangat

“Sekarang, habiskan makananmu.” Suruh Siwon dan Tiffany menganggung patuh.

 

 

*

 

 

Kini, Tiffany sedang menonton tv bersama Siwon dengan posisi ia tertidur dengan kepalanya yang berada di paha Siwon. Ia benar-benar menikmati hari ini. Siwon sudah 18jam bersamanya. Sesekali Tiffany melirik Siwon, dilihatnya Siwon yang lagi-lagi melamun seperti sedang memikirkan sesuatu. Namun Tiffany tidak berniat menanyakannya. Ia takut Siwon akan marah jika ia terlalu ikut campur atas urusan pribadi kekasihnya itu.

“Siwon Oppa..” desah Tiffany sambil memejamkan matanya

“Waeyo chagi?” Tanya Siwon lembut

Tiffany membuka mata dengan perlahan, Siwon menundukkan kepalanya agar bisa menatap mata Tiffany, Tiffany menatap mata Siwon dalam

“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu”

“Sesuatu? Apa itu?”

“Ka-kapan kau akan memperkenalkan aku pada keluargamu?”

Oh Tuhan, Siwon benar-benar bingung harus menjawab apa. Ia tidak mungkin mengenalkan Tiffany pada kedua orangtuanya. Jika eommanya itu mungkin tidak masalah. Tapi, aboeji nya…..

Siwon menatap Tiffany dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. “Siwon oppa..” Siwon masih terus terdiam tanpa menjawab Tiffany. Hingga akhirnya ia memilih untuk mencium Tiffany dalam menghindari pertanyaan Tiffany. Tiffany menutup matanya merasakan ciuman hangat Siwon, tak terasa dan tanpa ada yang menyuruh, dengan sendirinya mata Tiffany mengeluarkan cairan bening yang selama ini ia tahan. Merasakan celananya basah, Siwon melepaskan ciumannya.

DEG! Siwon merasakan hatinya hancur seketika seperti dihancurkan oleh bom raksasa. Oh tuhan, apakah yeoja yang sangat dicintainya kini sedang menangis dengan mata tertutup dihadapannya? Siwon benar-benar tidak bisa melihat ini.

“Ti-tiffany..” panggil Siwon lirih. Tiffany tidak menjawab. Ia masih terus menutup matanya yang sedari tadi masih mengeluarkan cairan bening itu. Hanya terdengar suara napas Tiffany yang tidak teratur dan juga sebuah isakan.

“Fany-ah, uljima” Ujar Siwon lirih. Tiffany membuka matanya dengan perlahan. Ia menatap Siwon dengan matanya yang memerah.

“Si-Siwon oppa..” isak Tiffany lalu ia berdiri memeluk tubuh Siwon. Siwon membalas pelukkannya. Ia menatap wajah Tiffany yang penuh dengan air mata. Tangan Siwon dengan perlahan terangkat memegang wajah Tiffany.

“Aku adalah orang yang bodoh. Aku tidak sempurna untukmu. Aku memiliki banyak kekurangan untukmu. Tapi percayalah! Aku sangat mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu dengan sepenuh napasku. Aku akan terus mencintaimu. Mulai dari kemarin, hari ini, besok, dan selamanya. Aku akan selalu mencintaimu sampai akhir hayatku. Walaupun ini sangat menyiksaku untuk melihatmu menangis, tetapi, menangislah disaat kau mau. Jangan pernah menangis sendirian dalam diam. Teruslah menangis semaumu dihadapanku. Tapi, kau harus berjanji, setelah nya kau harus tersenyum dengan lebar dan melupakan semua hal yang meresahkanmu. Arraseo?” Ucap Siwon sambil menintikkan airmatanya yang sedari tadi ia tahan.

Tiffany makin terisak mendengar perkataan yang baru saja Siwon lontarkan. Ia kembali memeluk tubuh Siwon erat. “ja-jangan…hiks…jangan per-nah…hiks…me-ninggalkan-ku” Ucap Tiffany terbata sambil terisak. Siwon menganggukkan kepalanya dibahu Tiffany. “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku selalu ada dihatimu.” Ujar Siwon pelan.

 

 

**SiFany**

 

 

Siwon sudah siap dengan barang-barangnya. Ia menuruni satu persatu anak tangga yang besar itu sambil membawa koper yang dipegangnya. Tn.Choi melihat anak satu-satunya itu membawa koper yang cukup besar. Dengan cepat ia berjalan mendekati Siwon

“Choi Siwon, apa yang kau lakukan dengan membawa koper sebesar itu?” Tanya Tn.Choi tegas

“Itu bukan urusanmu, aboeji. Untuk kali ini, aku mohon. Biarkan aku bersenang-senang untuk terakhir kalinya.” Ujar Siwon dingin lalu berjalan melewati Tn.Choi, sedangkan Tn.Choi hanya menghembuskan napasnya kasar.

“Yeobo, Siwon…akan pergi kemana?” Tanya Ny.Choi yang tiba-tiba datang

“Ia tidak memberitahuku” Jawab Tn.Choi. merasa khawatir, Ny.Choi langsung menyusul Siwon keluar rumah.

 

“Siwon-ya!” Teriak Ny.Choi memanggil Siwon.

“Eoh, eomma. Waeyo?”

“Membawa koper? Choi Siwon, kau mau pergi? Kemana? Kau tidak akan meninggalkan eomma kan?” Tanya Ny.Choi panik, Siwon menatap eomma nya dengan senyuman gemas

“Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu eomma, aku—“

“Aku?”

“Aku akan pergi ke Pulau Jeju untuk 3hari.”

“Pulau Jeju?” Kaget Ny.Choi

“Ne eomma”

“Wae? Kenapa mendadak sekali? Dengan siapa kau pergi kesana?”

“Aku akan kesana bersama Tiffany. Eomma, aku mohon jangan beritahu appa dan Stella ne?” Mohon Siwon pada eommanya.

“Tentu saja! Cepatlah pergi, Tiffany pasti sudah menunggumu.” Ujar Ny.Choi sambil tersenyum, Siwon mencium pipi eommanya, lalu memasuki mobil dan pergi meninggalkan rumah mewah itu ‘semoga perjalanan kalian baik-baik saja’ gumam Ny.Choi lalu berbalik

“Omona!” Kaget Ny.Choi saat berbalik

“Ye-yeobo, sejak kapan kau disini?” Tanya Ny.Choi kaget saat melihat Tn.Choi berdiri tepat dibelakangnya

“Kemana Siwon pergi?” Tanya Tn.Choi dingin dan tegas

“Si-siwon tidak memberitahuku” Jawab Ny.Choi berbohong

“Tidak mungkin ia tidak memberitahumu. KEMANA SIWON PERGI?” Tanya Tn.Choi meninggikan suaranya

“Pu-pulau Jeju”

“Mwo? Apa yang dia lakukan disana? Bersama dengan siapa dia?”

“Ti-Tiffany.”

“MWORA??!”

 

‘mianhae siwon-ya’ batin Ny.Choi

 

**

 

 

Siwon sedang menunggu Tiffany di depan gedung apartement sekarang. Sudah 20menit ia menunggu Tiffany, namun Tiffany belum juga memberi tanda-tanda keluar dari gedung itu. Siwon pun berniat untuk menyusul Tiffany, baru saja Siwon membuka pintu mobilnya, ia melihat Tiffany keluar dari gedung itu sambil membawa dua koper besar. Siwon tersenyum lebar sekaligus bingung melihat Tiffany yang membawa 2koper besar itu dengan susah.

“Oppa! Chu!” Ujar Tiffany senang saat memasuki mobil Siwon lalu mencium pipi Siwon sekilas

“Matamu sembab. Apa kau menangis lagi,huh?” Tanya Siwon khawatir saat melihat mata Tiffany yang sembab.

“Tidak! Aku tidak menangis lagi!” Jawab Tiffany yakin

“Benarkah? Lalu mengapa matamu sembab seperti itu?”

“Mungkin karena aku tidur hanya 3jam tadi malam.”

“Mwo? Kau hanya tidur 3jam? Bukankah sudah kubilang untuk beristirahat yang cukup? Bagaimana jika kau sakit, la—“

“Yak! Oppa! Bukankah kita akan pergi ke pulau jeju? Mengapa kau malah mengomeliku? Kapan kita akan berangkat, huh?” Keluh Tiffany kesal. Siwon menghembuskan napasnya berat

“Kenapa kau membawa 2koper besar? Apa saja yang kau bawa? Kau membawa batu huh?” Tanya Siwon bingung

“yak! Koper yang pertama isinya peralatan dan baju fashion casual ku. Sedangkan yang kedua isinya peralatan dan baju fashion formal ku. Dan lagi aku harus membawa mak—“

“Sudahlah! Aku tahu apa saja yang kau bawa. Itu adalah nyawamu. Kita pergi sekarang!” Ujar Siwon memotong pembicaraan Tiffany.

“Yeay!!! JEJU-DO! AKU DATANG!!!!” Teriak Tiffany senang. Siwon tersenyum melirik Tiffany sekilas lalu menjalankan mobilnya menuju airport.

 

‘Maafkan aku Siwon Oppa. Aku memang menangis semalam. Ada seseorang yang menemuiku saat kau sudah pulang semalam.’ Bantin Tiffany sambil tersenyum miris.

 

 

Flashback

 

“Fany-ah. Aku pulang dulu ne? Beristirahatlah yang cukup. Bukankah besok kita akan pergi ke pulau Jeju?”

“Ne oppa. Berhati-hatilah! Chu!” Ujar Tiffany sambil mencium bibir Siwon sekilas.

 

Baru saja Tiffany akan menutup pintu apartementnya, namun seseorang menghalanginya dengan menahan pintunya. “Nu-nuguya?” Tanya Tiffany bingung. “Neo, Tiffany Hwang?” Tanya orang itu dengan nada yang dingin dan tatapan tidak sukanya. “Ne. Apakah kau mengenalku?” Tanya Tiffany bingung. “Kau tidak mempersilahkan tamu untuk masuk? Apa kau tidak memiliki tata krama?” tanyanya dingin. “Ah ne, mianhae. Si-silahkan masuk” Ujar Tiffany walaupun sebenarnya ia memang masih sangat bingung dengan wanita yang sedang bersamanya.

 

Stella. Wanita itu memasuki apartement Tiffany. Ia duduk di bangku ruang tamu. Ia melihat foto-foto yang terpajang di dinding dan meja yang berada di tempat itu. Stella sangat muak melihat foto-foto itu. Ingin rasanya Stella menghancurkan semua foto itu. Ya, foto Tiffany dan Siwon. Hampir semua foto yang terpajang di apartement Tiffany ada foto Tiffany dan Siwon.

Tiffany masih menatap Stella bingung. “Ada yang ingin kusampaikan.” Ujar Stella dingin.

“Mianhae, tapi apa sebelumnya kita pernah bertemu?” Tanya Tiffany yang masih bingung.

“Kita memang tidak pernah bertemu sebelumnya, kau juga sudah pasti tidak mengenalku. Tapi aku mengetahuimu. Ada yang ingin kusampaikan padamu.”

“Apa yang ingin kau sampaikan?” Tanya Tiffany tak mengerti.

“Jauhi Choi Siwon ku.” Ujar Stella penuh penekanan

“Mwo? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Jauhi Siwon. Choi Siwon. Karena sebentar lagi ia akan menikah.”

“Mwo?! Tidak mungkin, aku ini kekasihnya. Si-siapa kau sebenarnya?”

“Stella kim, tunangannya dari Choi Siwon.” Jawab stella dingin

DEG! Tanpa ada yang menyuruh, dengan sendirinya mata Tiffany kembali mengeluarkan cairan bening itu.ia merasa hatinya seperti tertusuk-tusuk oleh sebuah benda tajam. Apa yang baru saja dikatakan yeoja gila didepannya ini? tunangannya? Yang benarsaja!

“Mwo? Itu tidak mungkin.” Ujar Tiffany sambil terus mengeluarkan air matanya

“Memang tidak mungkin tapi, itulah yang terjadi sebenarnya.”

“Apa kau mempunyai bukti?” Tanya Tiffany, lalu Stella menunjukan cincin yang dipakainya

“Apakah ini sudah cukup jelas? Cincin ini sama dengan cincin yang Siwon pakai bukan?” Tanya Stella dengan senyuman miring di wajahnya.

“Cincin itu…….kau hanya berbohong kan? Siwon oppa tidak mungkin mengkhianati ku!!” Ujar Tiffany meninggikan suaranya

“Aku tidak pernah berbohong Nona Hwang”

“Oh tuhan…bangunkan aku, ini Cuma mimpi kan?” ujar Tiffany pelan sambil terisak

“Ini kenyataan Nona Hwang. Dan kau tahu? Siwon aboeji sangat menentang hubungan kalian. Ia ingin aku menikahi anaknya.  Aku sudah terlalu banyak membuang waktu berhargaku disini. Aku akan pergi sekarang. Jauhilah Choi Siwon ku!” Ujar Stella lalu berjalan keluar meninggalkan apartement Tiffany.

Tiffany masih menangis di tempatnya. Ia menekuk kakinya diatas sofa lalu memeluk kakinya, ia pun menenggelamkan kepalanya di lututnya yang tertekuk.

‘apakah itu alasan kau tidak pernah berniat menikah denganku? Apakah itu alasan kau tidak pernah mempertemukan ku dengan keluargamu? Aku mengetahuinya sekarang. Nappeun namja! Tapi aku tidak bisa meninggalkanmu. Apa yang harus ku lakukan?’ gumam Tiffany sambil terisak.

 

Flashback End

 

 

“Fany-ah, kau tidak apa-apa? Apa yang kau pikirkan?” Tanya Siwon saat melihat Tiffany melamun disebelahnya.

“A-aniyo. Tidak ada” Jawab Tiffany memaksa senyumnya

“Tadi kau sangat ceria, sekarang kau murung. Ada apa denganmu huh?” Tanya Siwon bingung

“Aku hanya mengantuk saja oppa. Ah, oppa, k-kau tidak memakai cincin bertulisan huruf S itu?” Tanya Tiffany memberanikan diri saat melirik jari Siwon dan tidak terdapat cincin itu melingkar disana.

“Wa-waeyo?”

“Aniyo. Aku hanya ingin bertanya”

“hm” Jawab Siwon singkat. Tiffany menghembuskan napas beratnya.

“Ah, kita sudah sampai. Kajja, kita bisa ketinggalan pesawat. Mobilku ada diambil oleh Jeon Jun Sik nanti” ujar Siwon

“Oh ne”

 

 

**SiFany**

 

 

Seoul, 30 October 2016

 

Stella memakai mobil mahal nya memasuki kediaman keluarga Choi yang mewah dan megah itu. Stella memarkirkan mobilnya sembarangan didepan pintu rumah keluarga Choi, ia memberikan kunci mobilnya ke salahsatu maid lalu mulai memasuki rumah besar itu.

“Choi Siwon!!” Teriak Stella memanggil Siwon. Namun tidak ada jawaban sama sekali.

“Geum Jin Soek, apa kau melihat Siwon?” Tanya Stella kepada salah satu maid yang berada disitu

“Tuan muda sudah pergi sejak tadi pagi nuna”

“Pergi? Kemana?”

“Saya tidak tahu nuna. Tadi dia membawa koper yang lumayan besar”

“Mwo? Dengan siapa dia pergi? Tiffany Hwang?” Tanya Stella meninggikan suaranya

“Sa-saya kurang tahu nu-na.”

“Aish jinjja. Aboenim eommonim eodiseo?”

“Tuan dan Nyonya besar sedang berada diruang tengah nuna” jawabnya, dan Stella pun langsung memasuki ruang tengah untuk bertemu dengan –calon mertua-nya.

 

“Aboenim, eommonim, annyeong!” Sapa Stella ceria, dibalas senyuman tipis dari Ny.Choi

“Eoh, Stella-ya. Kau datang, duduklah” Suruh Tn.Choi

“Ne aboenim. Mmm…dimana Siwon?” Tanya Stella.

“Aku sedang tidak ingin membicarankan anak itu sekarang.” Ujar Tn.Choi

“Wa-wae? Memang dia pergi kemana aboenim” Tanya Stella penasaran

“Yeobo…” Panggil Ny.Choi mengisyaratkan agar Tn.Choi tidak memberitahu keberadaan Siwon pada Stella

“Jeju-do. Dia sedang berada di Jeju-do bersama Tiffany Hwang.” Jawab Tn.Choi malas, sedangkan Ny.Choi hanya menghelangkan napasnya pasrah.

“Mwo?! “ Kaget Stella

“Sebaiknya kau menyusul Siwon, dan membawa pulang. Aku tidak suka dia bersama Tiffany Hwang” suruh Tn.Choi kepada Stella.

“Yeobo, biarkan Siwon berlibur bersama Tiffany untuk sekali saja” cegah Ny.Choi

“Tidak bisa. Stella, cepat susul Siwon ke Pulau Jeju!”

“Ne Aboenim!”

 

Stella pun berjalan keluar dari kediaman keluarga Choi. Wajahnya sangat merah memedam amarah ‘Tiffany Hwang belum meninggalkan Siwon ku? Wanita tidak tahu diri. Lihat saja, aku akan membuatmu menderita.’ Gumam Stella dengan senyuman miring di bibirnya.

 

 

**SiFany**

 

 

Jeju-Do, 30 October 2016

 

Kini Siwon dan Tiffany sudah sampai di salah satu hotel yang berada di Jeju-Do. Tiffany merebahkan tubuhnya di atas kasur. 2jam di pesawat memang cukup melelahkan. Siwon melirik Tiffany seklias lalu tersenyum.

“Kau merasa capek Fany-ah?” Tanya Siwon yang sedang membereskan perlengkapannya

“Hmm” Jawab Tiffany singkat.

“Beristirahat lah. Aku akan membereskan peralatanmu” Jawab Siwon tenang

“Nde, gomawo oppa-ya”

Tiffany memejamkan matanya. Entah mengapa, saat ia memejaman matanya, ia kembali teringat dengan Stella. Dengan sendirinya, lagi-lagi Tiffany mengeluarkan airmata dalam matanya yang tertutup. Dengan cepat Tiffany menghapusnya. Ia tidak ingin Siwon melihatnnya menangis lagi.

 

“Oppa” Gumam Tiffany

“Wae baby?” Tanya Siwon

“Jangan pernah meninggalkanku.” Seru Tiffany. Siwon terdiam. Ia memilih tidak menjawab pertanyaan Tiffany. Karena cepat atau lambat mungkin Siwon akan meninggalkan Tiffany walau sebenarnya hati nya sangat tidak ingin meninggalkan Tiffany.

Tiffany menghelang napasnya berat lalu tersenyum miris. Tiffany sudah tahu bahwa Siwon memang tidak akan menjawab. Bukankah Siwon sudah memiliki tunangan dan akan menikah? Sudah pasti Siwon aka meninggalkan Tiffany

“Oppa, temani aku jalan-jalan.” Pinta Tiffany

“Bukankah kau masih lelah fany-ah?”

“Aku sudah tidak sabar ingin mengelilingi pulau Jeju oppa, ayolah” Bujuk Tiffany

“Arraseo. Mandilah dulu. Kau sangat bau keringat, kau tahu?”

“Ne Tuan Choi” Jawab Tiffany sedangkan Siwon hanya tersenyum.

 

 

*

 

 

“Oppa…” Panggil Tiffany. Kini mereka berdua sedang berada dipinggir Pulau Jeju menikmati sejuknya angin sore.

“Hm?”

“Mengapa tiba-tiba kau mengajak ku kesini?” Tanya Tiffany

“Aku ingin membuat kenangan terindah yang tidak akan kulupakan selama hidupku bersamamu. Hanya bersamamu.” Ujar Siwon pelan

“Apakah itu berarti kau akan meninggalkan ku setelahnya?” Tanya Tiffany lirih

“Fany-ah…”

“A-aku mengetahuinya.” Ujar Tiffany sambil memejamkan matanya

“Me-mengetahui a-apa maksudmu?” Tanya Siwon tak mengerti

“Tidak usah berbohong hanya untuk menjaga persaanku. Aku lebih suka jika kau berkata jujur dari awal. Jujur itu memang menyakitkan, tapi bukankah kita akan merasa tenang setelah kita mengutarakan segalanya yang kita sembunyikan?” Ujar Tiffany sambil menahan air mata yang sedari tadi ditahannya

“A-apa maksudmu fany-ah? Aku tidak mengerti” Ujar Siwon bingung

Tiffany menarik napasnya dalam. Rasanya sesak untuk menyebutkan nama seseorang yg akan ia sebutkan. Tapi, bukankah masalah akan cepat beres jika segala sesuatu diselesaikan dengan secepatnya dan cara baik-baik?

“S-stella Kim.” Ujar Tiffany sambil menahan napasnya.

“MWO?! K-kau mengetahuinya?” Tanya Siwon tercekat

“Ne” Ujar Tiffany dengan mata yang tertutup berusaha menahan air matanya

“Ba-bagaimana? Bagaimana kau mengetahuinya?” Tanya Siwon yang masih tercekat

“Dia menemuiku. Mengapa kau tak jujur dari awal?” Jawab Tiffany. Kini Tiffany sudah tidak bisa menahan air matanya yang sedari tadi ia tahan. Siwon menatap Tiffany miris. Ia merasa sangat bersalah pada Tiffany. Benar kata Tiffany. Seharusnya ia berkata jujur dari awal.

“Ti-tiffany” panggil Siwon lirih

“Pergilah..hiks” Ujar Tiffany yang sudah terisak. Siwon semakin tersiksa melihat Tiffany seperti ini.

“Mwo?” Tanya Siwon tak mengerti

“Pergilah, pergilah dengan Stella..hiks…Ia lebih membutuhkanmu. Kau tu-na-ngan-nya.” Ujar Tiffany terbata saat mengucapkan kata ‘tunangannya’

“Andwae! Aku tidak bisa meninggalkanmu Fany-ah. Aku tidak mencintainya sama sekali. Aku hanya mencintaimu seorang Fany-ah. Percayalah” Ujar Siwon meyakinkan Tiffany

“Tapi kita tidak bisa bersama. Bukankah ayahmu menentang kita?” Tanya Tiffany semakin terisak

“Kau mengetahuinya.” Ujar Siwon pelan sambil menundukkan kepalanya dan menahan air matanya yang hampir keluar. Tidak! Ia tidak bisa terlihat lemah didepan Tiffany!

“Maka dari itu, pergilah bersama dengan Stella Kim.” Ujar Tiffany pelan

“Fany-ah aku ti—“

 

“SIWON OPPA!!!” teriak seorang yeoja dari jauh membuat siwon memberhentikan ucapannya

 

Siwon dan Tiffany menoleh ke sumber suara. DEG! Hati Tiffany sangat sesak melihat orang yang kini sedang berjalan menghampirinya. Stella Kim. Ia datang?

“S-stela Kim” Ujar Tiffany lirih

“Mwo? Dia datang kemari?” Kaget Siwon

“Annyeong Siwon oppa!” Sapa Stella senang saat sudah berada didepan Tiffany dan Siwon. Ia melirik Tiffany dengan tatapan sinis. Tiffany mengelap air matanya yang terus menerus keluar.

“Oppa, aku merindukanmu, kau tahu?” Ujar Stella manja dan langsung memeluk Siwon. Oh damn, Tiffany tidak bisa melihat hal menyakitkan ini. Dengan cepat Tiffany berlari meninggalkan Siwon dan Stella sambil menangis.

“HEY! APA YANG KAU LAKUKAN?!” Bentak Siwon pada Stella dan langsung melepas pelukan Stella kasar. Siwon meneriaki nama Tiffany dan mengejarnya. ‘ini baru seberapa. Kau akan mendapat balasan dariku yang lebih dari ini Tiffany-ssi’ gumam Stella.

“HWANG MIYOUNG!!!” Teriak Siwon sambil terus mengejar Tiffany. Tiffany terus berlari tanpa mempedulikan hujan yang mulai turun. Tiffany tidak tahu harus kemana. Sementara Siwon, masih terus mengejar Tiffany didepannya. Tiffany sangat pandai berlari. Tentu saja, Siwon tidak akan mudah mengejarnya.

Tiffany berlari melewati jalanan yang sepi, tiba-tiba sebuah mobil truk yang cukup besar datang dengan kecepatan yang cukup tinggi dan…..

BRUK!!!!

Truk itu berhasil menabrak tubuh lemah Tiffany. Tiffany terpental cukup jauh, kepalanya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Siwon yang melihatnya menganga tidak percaya. Apa yang baru saja ia lihat tadi? Dengan cepat Siwon berlari menghampiri Tiffany yang tergeletak di jalan dengan kepala yang penuh darah. Sedangkan truk yang menabraknya? Entahlah. Ia kabur setelah apa yang dilakukannya pada Tiffany.

“Tt-tiffany?! Hwang Miyoung?!” Teriak Siwon sambil menepuk-nepuk pipi Tiffany. Hujan yang mulai membesar sejak tadi membuat suasana terlihat lebih menyedihkan.

“Hwang Miyoung?! Tiffany-ah?!” Teriak Siwon lagi.

“Andwae! Fany-ah. Ireona! Kau  tidak mungkin meninggalkanku. Kau tidak boleh meninggalkanku! Bukankah kita berjanji untuk tidak saling meninggalkan?”

“TIFFANY HWANG! Aaaaarrrgggghhh” Teriak Siwon dengan sekencang-kencangnya

 

Stella melihat kejadian itu. Entah mengapa, ia merasa bersalah atas kejadian ini. Melihat Tiffany yang tergeletak dengan penuh darah, dan Siwon yang begitu tersiksa, itu membuat Stella merasa sangat bersalah. Stella memberanikan diri untuk menghampiri Siwon. Stella keluar dari mobilnya menembus hujan yang deras berlari mendekati Siwon yang tengah menangis sambil memeluk tubuh Tiffany.

“Si-siwon oppa” Ujar Stella pelan.

Siwon menengok kearah Stella, ia mengeluarkan senyuman paksanya. “Kau puas sekarang? Kau puas telah membuat ku menderita dan membuat Tiffany menjadi seperti ini? KAU PUAS?!” Bentak Siwon pada Stella.

Stella menangis. Ia benar-benar merasa bersalah atas semua ini. “Siwon oppa, mianhae” Ujar Stella sambil menangis. “Telepon ambulan sekarang!” Suruh Siwon tanpa menanggapi permintaan maaf Stella. “Nde?” “Telepon ambulan sekarang! Palliiiii!” Suruh Siwon “A-arraseo” jawab Stella. Dengan cepat Stella berlari ke arah mobilnya. Ia mengambil handphone nya dan langsung menelepon ambulan.

 

 

**SiFany**

 

 

Setelah kecelakaan itu, Tiffany dibawa oleh ambulan ke salah satu Rumah Sakit yang berada di Pulau Jeju. Namun setelah beberapa hari, Tiffany dipindahkan ke Rumah Sakit ternama di Seoul karena Siwon yang memintanya. Stella, sepertinya ia sudah merelakan Siwon dan Tiffany. Setelah melihat hal menyedihkan di jejudo kemarin, Stella bisa melihat betapa besarnya cinta Siwon untuk Tiffany. Dan Stella pun tidak ingin memaksakan kehendaknya. Karena…..Stella merasa ia sudah menyukai lelaki yang lain.

 

 

Seoul, 7 November 2016

 

Tiffany masih dalam keadaan koma sekarang, dan Siwon pun masih setia menunggui Tiffany. Merasa pintu kamar inap Tiffany terbuka, Siwonpun menoleh. “A-aboeji” Kaget Siwon dan langsung berdiri.

“Anakku.” Ujar Tn.Choi lirih melihat anaknya yang terlihat begitu tersiksa. Siwon terdiam menatap Tn.Choi

“Ba-bagaimana keadaan Tiffany sekarang, nak?” Tanya Tn.Choi tulus

“Bukankah kau membenci Tiffany?” Tanya Siwon bingung.

“Bisakah kita berbicara sebentar? Di taman?”

“N-ne aboeji” Ujar Siwon walau sebenarnya ia masih bingung dengan sikap aboejinya.

 

*

 

“Choi Siwon, aku tahu kau sangat mencintai Tiffany kan?” Tanya Tn.Choi

“Nde aboeji”

“Aku mengizinkan kau bersamanya.” Ujar Tn.Choi tenang

“MWO?! Aboeji?! Kau serius?!” Tanya Siwon senang

“Ne. Aku tahu, aku tahu tidak seharusnya aku selalu memaksakan kehendakku. Kali ini, aku memberikan kebebasan untukmu.”

“Benarkah?”

“Ne. Stella pun menyuruhku untuk membiarkan kalian berdua. Ia sudah merelakan mu bersama Tiffany”

“Gomawo aboeji! Gomawo!” Seru Siwon senang.

“Bukankah sebaiknya kita kembali ke ruang inap Tiffany? Eomma mu dan Stella sepertinya sudah berada disana.”

“Mwo? Mereka kesini juga?”

“Ne”

 

 

*

 

 

Siwon membuka pintu ruang inap Tiffany, ia melihat memang sudah ada Ny.Choi dan Stella yang menjagai Tiffany.

“Eomma.” Seru Siwon

“Eoh, Siwon-ya, yeobo” Sapa Ny.Choi saat melihat Siwon dan Tn.Choi memasuki ruang inap Tiffany. Mendengar suara Siwon dan Ny.Choi, Stella langsung berdiri dan membalikkan badannya menghadap Siwon dan Tn.Choi

“Stella-ssi, gomawo” Ujar Siwon tulus

“Aniyo. Mianhae, karena telah membuat Tiffany seperti ini.” Ujar Stella yang kembali merasa bersalah

“Sudahlah. Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Kita hanya perlu melihat kedepan. Kita hanya harus menunggu perkembangan kesehatan Tiffany sekarang.” Ucap Ny.Choi

“Ne eomma.”

“Eoh, apakah keluarga Tiffany-ssi sudah kau hubungi? Bukankah semua keluarga Tiffany tinggal di Amerika?” Tanya Stella pada Siwon

“Ne. Aku baru memberitahunya kemarin. Dan mereka akan segera datang ke korea.” Jawab Siwon

“Sudah malam, kalau begitu aboeji dan eomma akan pulang duluan Siwon-ah. Jagalah Tiffany dengan baik.” Ujar Tn.Choi

“Ne aboeji”

“Kau ikut pulang Stella-ya?” Tanya Ny.Choi

“A-anio eommonim. Aku ingin menjaga Tiffany sebentar. Lagian, aku membawa mobil sendiri” Tolak Stella.

“Oh arraseo. Kami pulang dulu Siwon-ah” Ucap Ny.Choi

“Ne eomma, berhati-hatilah”

 

*

 

“Siwon-ssi.”Panggil Stella pelan

“Wae?” Tanya Siwon singkat

“Mi-mianhae, karena membuat Tiffany menjadi  seperti ini. Aku sungguh menyesal” Ujar Stella sambil menundukkan kepalanya menyesal

“Gwaenchana. Itu sudah terjadi, kita hanya perlu melihat kedepan”

“Tapi akulah penyebab Tiffany menjadi seperti ini. Aku sengaja datang menyusul kalian. Aku-aku” Ujar Stella yang mulai terisak.

“Stella-ssi, tenanglah kau tidak bersalah. Aku tidak menyalahkanmu.” Ujar Siwon tulus sambil mengusap punggung Stella

“Gomawo. Si— Tiffany-ssi!” Stella menyebut nama Tiffany saat melihat Tiffany yang dengan perlahan membuka matanya. Dengan cepat Siwon menoleh ke arah Tiffany dan berjalan cepat menuju tempat Tiffany.

 

“Fany-ah!” Ujar Siwon senang saat melihat Tiffany yang sudah sadar

“Tiffany-ssi” Sapa Stella sambil tersenyum.

Tiffany tidak menjawab. Tiffany menatap Siwon dan Stella aneh dibalas tatapan bingung oleh Siwon dan Stella.

“Fany-ah, gwaenchana?” Tanya Siwon khawatir

“Tiffany-ssi?”

“Mi-mianhae, apa sebelum kita pernah bertemu?” Tanya Tiffany bingung

“Fany-ah? Kau tidak mengenalku?” Tanya Siwon aneh

“Tiffany-ssi? Apa kau mengenalku?” Kini giliran Stella yang bertanya

“….” Tiffany tidak menjawab. Ia menggelengkan kepalanya pelan

“Mwo?! Fany-ah? Kau bercanda bukan? Aku ini kekasihmu! Choi Siwon! Kau tidak mengingatku?” Tanya Siwon yang mulai ketakutan.

“A-aku akan panggilkan dokter Siwon-ssi” Ujar Stella lalu segera berlari keluar mencari dokter.

 

 

*

 

 

“Dokter, ada apa dengan Tiffany?” Tanya Siwon to the point saat Dr.Park telah selesai memeriksa keadaan Tiffany

“Apakah anda keluarganya?” Tanya Dr.Park

“Keluarga sedang berada di Amerika, aku Choi Siwon, kekasihnya.” Jawab Siwon

“Baiklah, ada beberapa hal yang harus saya katakan. Mari ikuti saya”

“Stella-ssi, tolong jaga Tiffany sebentar” Ujar Siwon pada Stella lalu berjalan mengikuti Dr.Park keruangannya. Sedangkan Stella hanya mengangguk mengiyakan.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi pada kekasih ku dok?” Tanya Siwon antusias

“Nona Tiffany Hwang, ia mengalami pendarahan yang cukup banyak akibat benturan yang terjadi. Dan itu membuat sebagian ingatan Nona Hwang hilang.” Park, siwon menatap Dr.Park tak percaya

“Mwo?! Kau serius dok? Apakah ingatan Tiffany akan kembali? Apakah ia bisa sembuh?” Tanya Siwon yang mulai ketakutan

“Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan kecuali kematian Tn.Choi” Ujar Dr.Park

“Itu berarti Tiffany akan sembuh bukan?”

“Seperti yang saya katakan Tn.Choi, tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Saya sangat yakin Nona Hwang akan sembuh. Ingatannya akan kembali normal. Tapi saya tidak bisa menjanjikan kapan ingatan Nona Hwang akan kembali.”

 

 

*

 

 

“Siwon-ssi.” Panggil Stella saat Siwon baru saja keluar dari ruangan Dr.Park

“Stella-ssi, apa yang harus aku lakukan?” Tanya Siwon frustasi

“Mwo? Memangnya ada apa Siwon-ssi? Aku tidak mengerti.”

“Ti-tiffany.”

“Mwo? Tiffany? Ada apa dengannya?” Tanya Stella khawatir

“Sebagian ingatan Tiffany hilang karena benturan keras yang menimpanya saat kecelakaan itu. Apa yang harus aku lakukan Stella-ssi?” Ujar Siwon yang semakin frustasi. Stella membulatkan matanya dan menutup mulutnya yang terbuka dengan tangannya.

“Di-dia, tidak bisa mengingatku! Ia tidak bisa mengingatku sama sekali. Aku tidak bisa hidup seperti ini Stella-ssi. Ottokhae?” Ujar Siwon. Kini air mata Siwon telah menetes di ujung matanya. Ini pertama kalinya Siwon menangis didepan wanita. Bahkan, didepan Tiffany pun ia tidak penah menangis.

“A-apakah ia bisa sembuh?” Tanya Stella

“Molla.” Jawab Siwon pelan. Stella menatap Siwon dengan miris. Lagi lagi Stella merasa ia orang terjahat didunia. Ia lah yang membuat Tiffany seperti ini

“Si-siwon-ssi. Mianhae” Ujar Stella yang mulai terisak.

“Bukan salahmu”

 

 

*

 

 

“Fany-ah. Annyeong!” Ujar Siwon sambil tersenyum saat ia memasuki ruang inap Tiffany

“Nde” Ujar Tiffany singkat yang masih menatap Siwon bingung.

“Ohya, kau belum mengenalku bukan?” Tanya Siwon sambil tersenyum miris. Sedangkan Tiffany membalasnya dengan anggukkan.

“Annyeonghaseo. Choi Siwon imnida. Bangaptaseumnida.” Ujar Siwon sambil membungungkuk. Tiffany hanya tersenyum melihat tingkah Siwon yang menurutnya terlalu formal.

“Kau terlalu formal.” Ujar Tiffany pelan

“Bukankah itu bagus jika aku bersikap formal?” Tanya Siwon. Siwon kembali teringat kenangan saat pertama kali ia bertemu Tiffany. Tiffany mengatai Siwon bahwa Siwon adalah orang yang tidak sopan dan tidak memiliki etika karena ucapan dan sifatnya yang dingin. Siwon menatap Tiffany dalam. Air mata nya kembali menetes. Ya, ini pertama kalinya Siwon menangis didepan Tiffany.

“Siwon-ssi? Kau menangis?” Tanya Tiffany semakin bingung melihat Siwon menangis.

“Eoh? Aniyo. Aku hanya kelilipan. Fany-ah, tidakkah kau bosan berada di sini?”

“Sebenarny aku bosan. Ta—“

“Mau berkeliling taman bersamaku?” Tawar Siwon

“Benarkah?” Tanya Tiffany tak yakin, Siwon hanya mengangguk membalasnya. Tiffany pun tersenyum “Arraseo. Kajja!”

 

 

 

*

 

 

“Fany-ah. Mau bermain games bersama ku?” Tanya Siwon. Kini Siwon dan Tiffany sedang duduk di bangku taman rumah sakit

“Games? Games apa?”

“Mm…aku member nama games ini, Love Story.” Ujar Siwon

“Love Story?” Tanya Tiffany bingung menatap Siwon.

“Ne”

“Bagaimana cara bermainnya Siwon-ssi?”

“Kita saling berbagi cerita. Aku akan menceritakan seseorang yang sangat ku cintai, dan kau harus menceritakan seseorang yang kau cintai.”

“Eoh? Arraseo. Sepertinya menarik. Kau yang mulai duluan Siwon-ssi?”

“Baiklah. Aku memiliki seorang wanita yang sangat ku cintai. Kami pertama kali bertemu dipernikahan sahabatku. Saat itu ia sedang terburu-buru dan aku pun begitu. Lalu tidak sengaja aku menabraknya. Karena memang sedang tidak ada waktu, aku langsung berdiri tanpa membantunya. Dan akupun lupa mengucapkan kata maaf. Tiba-tiba ia berteriak kearahku. Ia mengatakan ku bahwa aku adalah lelaki yang tidak sopan dan tidak memiliki etika. Kau tahu? Aku sangat malu dibuatnya. Semua orang menertawai dan menatap ku aneh. Awalnya aku sangat membencinya. Saat itu aku sedang kabur dari rumah karena sebuah alasan, aku pun mencari apartement yang tempatnya jauh dari rumah ku, dan diibaratkan mimpi buruk menjadi kenyataan ternyata ia adalah tetanggaku. Entah apa yang terjadi hingga akhirnya aku mulai jatuh cinta padanya. Awalnya ia menolakku karena ia masih trauma dengan kisah cinta nya dulu. Dulu ia dikhianati oleh kekasihnya. Namun, aku terus menerus meyakinkannya, hingga akhirnya ia mengaku mencintaiku dan menerimaku menjadi kekasihnya. Hubunganku dengannya sudah terjalin selama 5tahun. Namun…..hah, kurasa ku tidak bisa menceritakannya lebih lanjut. Sekarang giliranmu Fany-ah” Cerita Siwon panjang lebar. Lalu menengok ke arah Tiffany

“Fany-ah!!” Seru Siwon yang melihat Tiffany memegang kepalanya yang terasa sakit. “Fany-ah, gwaenchana?” Tanya Siwon khawatir. “Siwon-ssi, neomo appo” Ujar Tiffany sambil memegang kepalanya. Dengan cepat Siwon menggendong Tiffany ala bridalstyle menuju ruangannya.

 

 

 

*

 

 

Satu bulan berlalu, Tiffany sudah dibolehkan pulang ke apartementnya dua minggu yang lalu. Masih dengan setia, Siwon menemani Tiffany.

“Siwon-ssi, aku ingin membeli makanan sebentar” Ujar Tiffany pada Siwon yang sedang menonton tv di ruang tengah

“Mau ku antar Fany-ah?”

“Anio. Aku bisa sendiri”

“Arraseo. Berhati-hatilah”

“Nde”

 

*

 

“Kamsahamnida ahjumma” Ujar Tiffany sambil membawa belanjaannya. Tiffany membawa belanjaannya dengan susah payah. Ya, hari ini Tiffany berbelanja cukup banyak, hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang

Bruk!

“Ah,, ahjussi, mianhae, aku tidak sengaja” Ujar Tiffany membungkuk lalu kembali membereskan belanjaannya yang berjatuhan

“Gwaenchana. Biar aku bantu” Ujarnya sopan

“Gomawo” Ujar Tiffany sambil tersenyum saat belanjaan kini sudah rapih di tangannya

“Cheonma. Dimana rumahmu?” Tanyanya

“Nde?” Tanya Tiffany menatapnya bingung

“Ah mianhae, Nickhun imnida. Neo?” Ujar Nickhun

“Eoh, Tiffany imnida”

“Dimana rumahmu? Biar aku antar kamu pulang. Tidak masalah?”

“Anio. Aku bisa sendiri” Tolak Tiffany

“Tidak baik seorang yeoja pergi sendirian. Biar aku mengantarmu. Dimana rumahmu?”

“Arraseo. Marc Apartement” Ujar Tiffany akhirnya. Sedangkan Nickhun hanya mengangguk lalu menggandeng tangan Tiffany menuju tempat mobilnya diparkirkan sedangkan Tiffany hanya menghembuskan napasnya pasrah.

 

*

 

Nickhun dan Tiffany sedang berada di dalam mobil sekarang. Karena Nickhun yang memaksa ingin mengantarkan Tiffany untuk pulang, akhirnya Tiffany pun hanya pasrah mengikuti Nickhun.

“Tiffany-ssi?” Panggil Nickhun masih terus fokus menyetir

“Wae, Nickhun-ssi?” Tanya Tiffany menoleh

“Apa kau berasal dari Amerika?” Tebak Nickhun asal

“Ne. Bagaimana kau tahu?” Tanya Tiffany terkejut namun juga bingung.

“Wajahmu berbeda dengan wajah orang Korea biasanya. Aku juga berasal dari Amerika”

“Mwo? Benarkah?”Tanya Tiffany

“Sebenarnya Thailand. Hanya saja saat kecil aku tinggal disana cukup lama” Jelas Nickhun sedangkan Tiffany hanya membulatkan mulutnya sambil mengangguk

“Ah, sudah sampai!” Ujar Tiffany

“Mengapa cepat sekali” Keluh Nickhun

“Ye?”

“Ah, aniyo. Tiffany-ssi, aku bisa mengunjungimu kan?”

“Nde?”

“Maksudku, kita bisa bertemu lagi kan?” Tanya Nickhun kembali melarat ucapannya

“O-oh, tentu saja” Jawab Tiffany sambil tersenyum

“Kalau begitu, aku duluan Tiffany-ssi!”

“Ne, Berhati-hatilah Nickhun-ssi” Ujar Tiffany lalu membalikkan badannya

“Ah, Tiffany-ssi. Tunggu sebentar!” Ucap Nickhun membuat Tiffany kembali membalikkan badannya menghadap Nickhun

“Waeyo? Ada hal lain yang ingin kau sampaikan?”

“Aniyo. Bo-boleh aku meminta nomer ponsel mu?”

“Ye?”

“Ah apakah aku terlalu lancang? Mianhae”

“A-anio. Berikan ponsel mu padaku” Suruh Tiffany. Dengan senang hati Nickhun pun memberi kan ponselnya pada Tiffany.

“Igeo. Hubungi aku jika ada sesuatu” Ujar Tiffany

“Ne. Gomawo Tiffany-ssi.”

“Cheonma. Apa kau akan tetap disini?”

“Ah mianhae, aku pergi sekarang. annyeong!” Ujar Nickhun lalu melambaikan tangannya ke arah Tiffany,dan Tiffany pun membalasnya sambil tersenyum.

*

Tiffany  sampai didepan pintu Apartementnya. ‘hah, bagaimana mana bisa aku bertemu dengan orang sebaik dan semanis dirinya’gumam Tiffany  sambil membuka pintu. Tiffanypun berbalik untuk menutup pintu nya lalu ia kembali membalikkan badannya “Omo!” Kaget Tiffany

“S-siwon-ssi, Apa yang kau lakukan?” Tanya Tiffany bingung

“Menunggumu.” Jawab Siwon dingin, dan tentu, itu membuat Tiffany takut.

“M-menungguku? Didepan pintu?”

“Ne.”

“Untuk apa menungguku?” Tanya Tiffany bingung

“Apa tidak boleh?” Tanya Siwon masih tetap dingin

“Kau….menyukaiku?” Tanya Tiffany sambil menunjuk Siwon dan memperlihatkan mata detektif nya.

“Tidak.”

“Hey, aku tahu kalau kau menyukaiku” Goda Tiffany sambil menyenggol tangan kanan Siwon

“Aku tidak menyukaimu. Aku mencintaimu!” Ujar Siwon pelan

“Ye?” Kaget Tiffany

“Aku mencintaimu. Apa kau butuh bukti?”

“Bukti? Apa Mak—mmmpph” Ucapan Tiffany terputus karena Siwon yang menciumnya dengan tiba-tiba. Awalnya Tiffany membulatkan matanya, namun akhirnya ia memejamkan matanya menikmati sentuhan yang Siwon berikan. Tanpa sadar Tiffany menjatuhkan belanjaannya dan melingkarkan tangannya di leher Siwon. Siwon semakin menekan badan Tiffany hingga akhirnya badan Tiffany pun membentur pintu dengan cukup keras. Sadar apa yang mereka lakukan, Tiffany melepas ciumannya dengan kasar.

“Waeyo?” Tanya Siwon polos

Tiffany memberikan tatapan yang paling mematikan membuat Siwon tidak mengerti

“Wae Fany-ah?”

“YAK! APA YANG KAU LAKUKAN! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!!” Teriak Tiffany sekencang mungkin

“Wae? Bukankah kita sering melakukannya?” Ujar Siwon dengan tatapan polosnya, Tiffany menatap Siwon tidak percaya

“MWO?!!!!” Teriak Tiffany semakin keras, lalu Tiffany pun melangkahkan kakinya cepat ke arah kamar tanpa mempedulikan Siwon juga belanjaan yang baru saja dibeli nya. Muka Tiffany benar-benar memerah sekarang.

“Fany-ah! Tunggu sebentar! Ada yang ingin kutanyakan padamu!” Teriak Siwon. Tiffany pun memberhentikan langkahnya dan berbalik

“Wae?”

“Lelaki tadi…nugu?” Tanya Siwon dingin. Matanya penuh penyelidikan menatap mata Tiffany

“A-apa urusannya denganmu?”

“Tentu aku harus tau”

“Dia…em…kekasih ku!” Ujar Tiffany asal.

“Mwo?!” Tanya Siwon kaget

“Wae?”

“A-apakah kau benar-benar tidak mengingat siapa aku Fany-ah?” Tanya Siwon mengubah nada bicaranya

“Maksudmu?” Tanya Tiffany tidak mengerti

“Kenangan kita dulu. Dan aku sebagai kekasihmu. Kau masih belum mengingatnya?

“Apa yang kau bicarakan Siwon-ssi?” Tanya Tiffany bingung

“Kau benar-benar tidak mengingatnya? Apa yang harus kulakukan untuk mengembalikan ingatanmu tentangku?” Lirih Siwon

“Ye?”

“Kau tidak mengingatnya. Lupakan saja.” Ucap Siwon lalu berlalu keluar apartement Tiffany

Tiffany berusaha mengingat semua kejadian yang ia lupakan. Ia mengingat sekilas demi sekilas hubungannya dengan Siwon dulu. Yang ia dapati, saat itu Siwon dan Tiffany sedang berada di Jeju-Do. Namun hubungan keduanya sedang tidak baik. Tiffany memegang kepalanya yang terasa sakit. ‘mianhae Siwon-ssi’ gumam Tiffany

 

 

*

 

 

“Fany-ah!!” Teriak Siwon memanggil Tiffany saat melihat Tiffany berjalan keluar Gedung Apartement untung saja Siwon sudah datang.

“Eoh, Siwon-ssi” Seru Tiffany

”Kau akan pergi? Baru saja aku akan mengunjungimu”

“Bisakah sehari saja kau tidak mengunjungiku? Kau mengunjungiku setiap saat”

“Aku senang masih bisa selalu mengunjungimu”

“Ah molla, aku pergi” kesal Tiffany

“Yak! Aku sudah datang kesini! Kau harus menemaniku!”

“Aku memiliki urusan sendiri!” Teriak Tiffany

“Yak! Ma-mau kemana kau?!” Tanya Siwon sedikit berteriak

“BERKENCAN DENGAN KEKASIHKU!” Teriak Tiffany lalu memasuki taxi yang sedari tadi sudah menunggunya. Siwon mematung di tempatnya. Ia memegang dadanya yang terasa panas. ‘Apakah kau benar-benar memiliki kekasih?’ batin Siwon sambil melihat kepergian taxi yang ditumpangi Tiffany.

 

 

*
 

-Dropcop Cafe-

“Tiffany-ssi!” Teriak Nickhun saat melihat Tiffany datang

“Eoh. Nickhun-ssi!” Ujar Tiffany sambil tersenyum

“Mengapa baru datang sekarang? Aku sudah menuggu mu lebih dari satujam” Keluh Nickhun berpura-pura kesal.

“Mianhae. Jalanan sangat macet tadi. Apa kau tidak akan mempersilahkan aku duduk tuan  Thailand?” Canda Tiffany sambil tertawa.

“Ah Mianhae. Silahkan duduk Tiffany-ssi” Ujar Nickhun mempersilahkan Tiffany duduk. Tiffany pun duduk didepan bangku Nickhun

“Gomawo”

“Apa kabarmu Tiffany-ssi?” Tanya Nickhun asal mencari topik

“Kau menanyakan kabarku? Bahkan kita baru bertemu dua hari yang lalu”

“Tidak boleh?” Tanya Nickhun berpura-pura kesal

“Haha. Aku hanya bercanda Nickhun-ssi”

“Tiffany-ssi”

“Ye?”

“Bolehkan aku menyebutmu tanpa embel-embel ssi? Misalnya aku memanggilmu ‘Tiffany-ah’ atau mungkin ‘Fany-ah’? Eoh, bukankah aku terlalu lancang?” Tanya Nickhun sedangkan Tiffany hanya tertawa

“Kau sangat lucu Nickhun-ssi”

“Benarkah?” Tanya Nickhun malu.

Tiffany mengangguk. “Panggil aku dengan sebutan yang kau mau” Ujar Tiffany

“Sebutan yang ku mau? Chagi?”

“Nde?” Kaget Tiffany

“Wae? Tidak boleh? Aku—menyukaimu Fany-ah.”

“Aku tahu ini terdengar bodoh karena aku baru bertemu denganmu satu kali. Tapi apa kau percaya cinta pandangan pertama? Awalnya aku tidak percaya. Tapi aku merasakannya. Aku menyukai pada pandangan pertama.” Lanjut Nickhun

“Nickhun-ssi..”

“Maukah kau menjadi kekasihku, Fany-ah?” Tanya Nickhun sambil memegang tangan Tiffany. Tiffany terdiam cukup lama, namun akhirnya Chu! Tiffany mencium pipi Nickhun sekilas

“Fany-ah?”

“Nde. Aku mau menjadi kekasihmu” Seru Tiffany.

 

Disisi lain, seseorang yang sedari tadi memperhatikan keduanya dari luar kaca cafe menahan amarah yang selama ini dipendamnya. Apa yang ditakutkan nya kini benar-benar terjadi. Tiffany melupakan dirinya dan berbahagia bersama lelaki lain. tanpa terasa air mata Siwon mengalir di ujung matanya dengan cepat Siwon menghapus air matanya dan memajukan mobilnya cepat. “Aaaaaarrrrrrggggghhh” Teriak Siwon sekeras-kerasnya lalu memukul stir mobil dengan cukup keras.

 

 

 

***

 

 

 

Stella baru saja memasuki salah satu bar yang cukup terkenal diKorea. Ia mencari seseorang yang baru saja meneleponnya tadi. Wajahnya penuh dengan kekhawatiran. ‘Aish, dimana namja itu’ keluh Stella. Setelah cukup lama mencari akhirnya Stella menemukan orang yang dicari nya. Stella memperhatikan orang itu kasihan. Lagi-lagi Stella merasa sangat bersalah atas kejadian ini. Lelaki itu lagi-lagi memesan satu gelas minuman, saat hendak meminumnya dengan cepat Stella berlari lalu mengambil gelas yang dipegang lelaki itu dengan paksa dan meminumnya dengan habis.

“YAK!” Teriak lelaki itu

“Siwon-ssi! Kau sudah sangat mabuk. Berhentilah minum!” Suruh Stella

“Eoh? Stella-ssi?” Ujar Siwon saat menyadari orang yang mengambil minumannya adalah Stella

“Kita pulang sekarang ye? Kajja”

“Andwae!!”

“Siwon-ssi, kau sudah sangat mabuk kau—”

“Disini…rasanya sangat sakit. Kau tahu?” Seru Siwon sambil menepuk-nepuk dadanya. Stella memberhentikan ucapannya lalu menatap Siwon nanar

“Apa yang ku takuti benar-benar terjadi padaku sekarang. Bukankah itu lucu?” Seru Siwon sambil tertawa garing. Stella tetap terdiam menunggu lanjutan dari ucapan Siwon

“Dia. Tiffany, kekasihku yang sangat aku cintai. Ia benar-benar melupakanku. Ia melupakan ku dan pergi bersama namja lain. apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus melepaskannya begitu saja?” Lanjut Siwon

“Andwae! Kau tidak boleh berhenti Siwon-ssi! Tiffany akan mengingatmu. Pasti!” Ucap Stella

“Tapi, bukankah aku terlalu jahat jika harus mempertahankannya?”

“Ini semua demi cinta kalian. Percayalah. Tiffany pasti mengingatmu. Sekarang aku akan mengantarmu pulang. Kajja” Seru Stella dan Siwon hanya menurut, melihat Siwon berjalan dengan lunglai Stella pun terpaksa memampan Siwon sampai ke mobilnya.

“Aku akan mengantarmu ke Apartement mu saja. Tidak mungkin aku mengantarmu ke rumah keluarga Choi dalam keadaan mabuk seperti ini” Ujar Stella saat keduanya sudah sampai didalam mobil

“Andwae. Aku ingin ke Apartement Tiffany!”

“Tapi kau sedang mabuk Siwon-ssi. Kau ingin Tiffany melihatmu seperti ini?”

“Aku tidak pedulu! Antar aku ke Apartement Tiffany atau aku akan pergi sendiri” Ancam Siwon sedangkan Stella hanya menghelang napas pasrah dan mengantarkan Siwon ke Apartement Tiffany

 

 

*

 

 

Dengan susah payah Stella menompang badan Siwon yang besaar menuju pintu Apartement Tiffany. ‘aish,siwon-ssi…’ keluh Stella. Setelah sampai di depan pintu apartement Tiffany dengan cepat Stella memencet bell pintu itu. ‘krek’ tanpa menunggu lama, pintu apartement Tiffany pun terbuka.

“Eoh..Stella Eonni, Siwon-ssi? Waeyo?” Tanya Tiffany panik sekaligus kaget melihat keadaan Siwon yang sedang mabuk berat

“Fany-ah, bantu aku sebentar” Ujar Stella yang merasa cukup kesusahan

“Ah nde” Jawab Tiffany singkat lalu membantu menompang badan Siwon kedalam apartementnya

“Eonni, ada apa ini sebenarnya?” Tanya Tiffany tak mengerti

“Molla. Tanyakan sendiri padanya.” Jawab Stella sambil membantu Tiffany menduduki Siwon di sofa ruang tamu nya.

“Eoh Fany-ah, ini sudah terlalu malam. Aku harus kembali kekantor ku sebentar karena masih ada urusan. Aku tinggal tidak apa-apa kan?”

“Ye eonni, pergilah. Aku yang akan mengurus Siwon”

“Arraseo. Aku pergi Fany-ah. Annyeong”

 

“Eoh, Siwon-ssi ada apa denganmu” Tanya Tiffany tidak mengerti

“Fany-ah” gumam Siwon pelan namun masih bisa terdengar oleh Tiffany. Tiffany menutup hidungnya dengan tangan kirinya karena bau alkohol yang begitu menyengat

“Fany-ah” gumam Siwon lagi namun sekarang sedikit lebih keras

“Siwon-ssi. Waeyo? Ada apa denganmu?”

Siwon tidak menjawab. Siwon mendudukkan badannya sendiri, ia menatap Tiffany dalam. “W-wae?” Tanya Tiffany yang merasa ditatap Siwon aneh. Siwon lagi-lagi tidak menjawab. Siwon mendekatkan wajahnya kewajah Tiffany hingga akhirnya bibir merekapun menempel. Tiffany cukup terkejut ia memberontak, walaupun tahu ia tidak bisa menyaingi tenaga Siwon, tanpa menyerah Tiffany berusaha agar Siwon melepaskan bibirnya. Melihat tak ada lagi perlawanan dari Tiffany, Siwon mulai melumat bibir Tiffany pelan lalu melepasnya.

Tiffany menatap Siwon dengan sedikit kesal. Siwon menatap Tiffany nanar. “Kau—benar-benar tidak bisa mengingat semua kenangan kita?” Tanya Siwon lirih. Tiffany terdiam membeku ditempatnya.

“Saat pertama kali kita bertemu dipernikahan Kyuhyun dan Seohyun? Saat aku mulai menyatakan perasaanku di Namsan Tower? Saat kita melakukan semua hal yang menyenangkan hanya berdua? Semuanya. Semua kenangan kita. Kau tidak mengingatnya? Saat kita ke Pulau Jeju untuk pertamakalinya? Sampai kita kembali ke Pulau jeju untuk kedua kalinya dan ada masalah antara kita disana? Kau tidak bisa mengingatnya?” Ujar Siwon. Matanya mulai berkaca-kaca. Tiffany berusaha mengingat semuanya. Tapi tidak bisa! Ia benar-benar tidak bisa mengingatnya. Tiffany mulai menintikan airmatanya.

Melihat Tiffany mulai mengeluarkan airmatanya dengan cepat Siwon menghapusnya dengan jarinya. Siwon menatap Tiffany dalam. “Si-siwonssi, mianhae” Ujar Tiffany pelan. “Kau tidak mengingatnya?” tanya Siwon pelan. “Siwon-ssi…”Lirih Tiffany. “Tidak apa-apa jika kau belum bisa mengingat semuanya.” Seru Siwon pelan. “Mi-mianhae”

“Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?”

“M-mwoya?”

“A-apa kau sudah memiliki kekasih baru? Lelaki itu. Siapa lelaki itu?” Tanya Siwon semakin aneh menatap Tiffany

“Si-siwonssi…”

“Jawab aku, Fany-ah”

“N-ne. A-aku memiliki seorang kekasih.” Jawab Tiffany pelan. Siwon tertawa miris. Tiffany semakin merasa bersalah dibuatnya. Namun sekarang apa yang bisa dia lakukan? Hatinya sekarang sudah untuk Nickhun. Hatinya sudah bukan untuk Siwon. Atau bahkan hatinya memang belum untuk Siwon.

Siwon memeluk tubuh Tiffany erat, Tiffany sedikit memberontak “Biarkan seperti ini untuk sebentar saja. Jebal” Ujar Siwon. Sedangkan Tiffany hanya bisa menurut.

 

 

***

 

 

6bulan berlalu, Siwon masih setia memperhatikan Tiffany dari jauh. Sudah terlalu sering Siwon melihat Tiffany dan Nickhun berjalan bersama. Namun hari ini. Ini adalah hal yang sangat sangat membuat hatinya sakit. Bagaimana tidak? Ia melihat Nickhun dan Tiffany membeli sebuah cincin couple dan satu gaun pengantin. Benarkan Nickhun dan Tiffany akan menikah? Atau itu hanya untuk orang lain?

Sampai sekarang, Siwon masih setia memperhatikan Tiffany dari jauh.

“Nickhun-ssi.” Panggil Tiffany

“Kau masih memanggilku ‘Nickhun-ssi’ bahkan sebentar lagi kita mau menikah?”

“Kau tahu sendiri aku belum terbiasa dengan hal itu”

“Haha arraseo. Aboenim? Kapan dia datang?”

“Appa sedang sibuk mengurus perusahaannya di AS. Dia akan kemari tepat dihari pernikahan kita.” Jawab Tiffany

“Mau minum kopi?”

“Y—Argggghhh” dengan tiba-tiba Tiffany berteriak sambil memegang kepalanya.

“Fa-fanyah! Waeyo? Appoyo?” Tanya Nickhun khawatir

“Nickhun-ssi. Neomo appoyo. Aarrrggh” Teriak Tiffany kesakitan sambil masih tetap menahan sakit dikepalanya. Dengan cepat Nickhun menggendong Tiffany dan segera membawanya ke Rumah Sakit.

Sungguh, Siwon sangat ingin menghampiri Tiffany. Hatinya sangat tidak kuasa melihat Tiffany yang seperti itu. Ia tidak bisa melihat Tiffany kesakitan. Siwon pun tetap mengikuti Tiffany sampai ke rumah sakit.

 

 

***

 

Siwon sedikit mengintip keadaan Tiffany dibalik kaca kamar inapnya. Siwon sudah sedikit merasa lega saat mendengar kabar bahwa Tiffany tidak apa-apa walau dia memang belum siuman. Kekhawatiran Siwon pun sedikit berkurang karena ada Nickhun yang selalu setia menunggui Tiffany. ‘Cepatlah sadar nae sarang Hwang Miyoung. Saranghae’ gumam Siwon pelan lalu pergi meninggalkan tempat itu

 

Jam demi jam berlalu. Nickhun masih terus menunggui Tiffany. ‘Sebenarnya ada apa denganmu Fany-ah?’ lirih Nickhun. Nickhun berusaha menggenggam tangan Tiffany. Hendak akan megambil lengan Tiffany, Nickhun merasakan pergerakan dari jari-jari Tiffany. Dengan cepat Nickhun mengalihkan pandangannya kearah Tiffany, disana ia bisa melihat Tiffany yang dengan perlahan membuka matanya.

“Fany-ah!” Ujar Nickhun senang

“Si-siwon oppa” Lirih Tiffany pelan

“Nugu?” Tanya Nickhun bingung. Tiffany tidak menjawab. Ia melirik keseluruh ruangan. Ia tidak mendapati Siwon disini. Hanya ada Nikchun disini.

“Nickhun-ssi..”

“Fany-ah. Tadi kau memanggil siapa?” Tanya Nickhun bingung

“A-aniyo.” Jawab Tiffany singkat.

“Hm”

“Nickhun-ssi. Bisakah kau tinggalkan aku sendiri?” Pinta Tiffany

“A-arraseo.”

 

Tiffany termenung ditempatnya. Ia berusaha mengingat kejadian-kejadian yang telah berlalu. Dan saat itulah ia tersadar. Ia telah meninggalkan Siwon! Dan kini, ia telah bertunangan dan bahkan akan menikah dengan orang yang tidak ia cintai. Dan Tiffany baru menyadari itu sekarang. Mungkin Tiffany memang menyayangi Nickhun, namun tidak lebih dari sayang seorang adik terhadap kakanya.

Oh, Tiffany benar-benar menyesalinya sekarang. Tiffany kembali teringat kejadian dimana Siwon yang terus berusaha untuk mengingatkan kembali ingatannya, namun mengapa Tiffany baru mengingatnya disaat orang yang sangat dicintainya itu memilih untuk meninggalkannya? Tak terasa, air mata Tiffany tiba-tiba mengalir di pipinya. Ia mengerutuki semua kebodohannya. Ia membutuhkan Siwon sekarang. Apa yang harus dia lakukan?

 

‘Siwon oppa…Mianhae. jeongmal mianhae. Saranghae. Aku tidak tahu kenapa aku bisa seperti ini. Maafkan aku. Aku mencintaimu sangat mencintaimu. Tapi sekarang aku akan menikah dengan lelaki lain. mengapa aku bisa melupakanmu? Aku benar-benar tak tahu dan merasa bodoh bisa melakukan hal segila ini. Dan sekarang kau telah meninggalkanku bersama seseorang yang tidak aku cintai. Apa yang harus aku lakukan? Aku masih ingin bersamamu.’ Ucap Tiffany panjang lebar ditengah isakannya.

 

 

**

 

 

–1Hari sebelum pernikahan KhunFany—

 

 

Tiffany sedang berada di cafe langganannya sekarang. Cafe ini, cafe yang biasa ia kunjungi bersama Siwon dulu. Tiffany kembali menghelang napas berat. Ia melihat cincin yang melingkar di jari manisnya. Cincin tunangan bersama pria yang tidak dicintainya. Tiffany lagi-lagi mengeluarkan airmatanya mengerutuki kebodohannya.

Tiffany berjalan sedikit lunglai keluar cafe tersebut. Karena ia tidak fokus,dengan tidak sengaja ia menabrak seseorang yang lebih besar darinya. Tiffany mengangkat kepalanya dengan perlahan “Ah mianhae, ahju…..” Ucapan Tiffany terhenti begitu saja melihat orang yang tidak sengaja ditabraknya “Si-siwon oppa..” lirih Tiffany. “Eoh Fany-ah. Mianhae, tadi aku sedikit melamun. Aku pergi. Annyeong.” “Tunggu, Siwon oppa!” Cegah Tiffany. “Wae?” “A-apakah mempunyai waktu luang untuk minum teh bersamaku?”

 

 

“Waeyo Fany-ah?” Tanya Siwon sambil meminum sedikit minumannya. Sebenarnya, Siwon merasa hati yang berdetak sangat kencang sekarang. Namun ia berusaha bersikap setenang mungkin dihadapan Tiffany

“Aku- akan menikah besok.” Lirih Tiffany

“A-arra”

“A-apa kau akan datang?”

“Molla. Kalau tidak ada kerjaan, aku akan menyempatkan diri untuk menghadirinya” Ujar Siwon yang masih berusaha bersikap seperti biasa.

“A-apa kau sudah tidak memiliki perasaan apapun padaku?” Tanya Tiffany memberanikan dirinya

“Nde?”

“Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?” Tanya Tiffany memberanikan diri dengan menatap mata Siwon dengan matanya yang berkaca-kaca

“…” Siwon tidak menjawab.

“Aku sudah mengingat semunya” Ucap Tiffany pelan sambil kembali menundukkan kepalanya

“Ye?” Kaget Siwon

“Aku sudah mengingatnya. Mengingat semua tentang kita. Aku bodoh karena aku baru menyadarinya sekarang. Beberapa hari sebelum aku menikah dengan orang lain, aku baru mengingatnya. Mengapa aku terlalu bodoh? Mengapa tidak dari dahulu aku mengingatnya. Aku mencintaimu Siwon oppa. Aku sangat mencintaimu. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak mungkin membatalkan pernikahan ini, tapi aku juga tidak mencintainya. Aku hanya mencintaimu. Apa yang harus aku lakukan huh?” Ucap Tiffany panjang lebar sambil menangis. Siwon menatap mata Tiffany nanar.

“Mianhae fany-ah. Aku masih memiliki urusan sekarang. Aku pergi”

Baru saja Siwon berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ia merasakann seseorang memeluknya dari belakang membuatnya terpaksa untuk memberhentikan langkahnya. Tiffany memeluk erat tubuh Siwon dari belakang tanpa mempedulikan semua pengunjung yang memperhatikannya.

“Fany-ah..” lirih Siwon tanpa berbalik

“Biarkan seperti ini. Biarkan aku memelukmu kembali. Sebentar saja. Aku mohon. Jangan melepaskannya.” Isak Tiffany. Siwon terdiam.

“Sebenarnya…aku sangat merindukanmu. Aku ingin menangis di bahumu. Aku tetap tersenyum mencoba untuk bertahan. Namun pikirianku masih belum bisa melakukannya. Apa yang harus aku lakukan oppa? Aku mencintaimu. Siwon Oppa, saranghae.” Lanjut Tiffany masih tetap terisak. Siwon termenung. Namun akhirnya ia menggerakkan tangannya untuk melepaskan tangan Tiffany yang melingkar di perutnya dengan perlahan. Setelah terlepas, Siwon berjalan pergi tanpa berbalik dan mengucap sepatah katapun pada Tiffany. ‘mianhae, Fany-ah.’ Lirih Siwon dalam hatinya

 

*

 

“Siwon-ssi!” Panggil Stella sambil berjalan menghampiri Siwon yang sedang melamun

“Eoh, Stella-ssi. Waeyo?”

“Gwaenchana?” tanya Stella khawatir

“Wae?” Tanya Siwon bingung

“Tiffany…”

“Eoh. Itu.”

“Gwaenchana?”

“Itu sudah pilihannya. Dia mungkin memang sudah tidak mencintaiku. Aku tidak bisa mempertahankannya. Aku tidak bisa egois. Aku terlalu jahat jika aku harus mempertahankannya. Jadi, ya….biarkan dia berbahagia dengan orang yang ia cintai sekarang.” Jawab Siwon berusaha tegar.

“Aku tahu kau masih mencintainya. Temuilah dia sebelum semua terlambat.”

“Aku sudah sangat terlambat Stella Kim.”

“Kau akan datang keacara pernikahannya?”

“Molla.”

“Datanglah bersamaku. Arraseo?”

“Untuk apa aku datang?”

“Setidaknya memberinya ucapan terimakasih. Kau harus datang. Arraseo?” Ujar Stella lalu berlalu meninggalkan Siwon. Sedangkan Siwon hanya menghelang napasnya berat. Kuatkah ia melihat wanita yang dicintainya menikahi oranglain?hah, entahlah.

 

Stella merasakan handphonenya bergetar. Ia melihat nomer yang tertera dilayar ponselnya. Nomer siapa itu?

‘yeoboseyo?’

‘Stella-ssi?’ Seru seseorang itu disebrang sana

‘Ye, Nugu?’

‘Bisakah kita bertemu? Kau sedang berada dimana?’

‘Aku sedang berada di kantor. Nuguya?’

‘Temui aku di Caffe terdekat, satujam lagi. Bisakah? Ada hal yang harus ku bicarakan denganmu.’

‘Yak! Neo nuguya?’

‘….’

‘A-araseo. Aku akan menemuimu satujam lagi.

 

 

*

 

 

Hari pernikahan KhunFany pun datang. Sungguh, Siwon sangat tidak ingin mendatangi pernikahan itu. Ia tidak ingin wanita yang dicintainya menjadi milik oranglain seutuhnya. Namun karena kedua orangtua Siwon dan Stella memaksanya untuk menghadiri pernikahan itu, Siwonpun akhirnya mau.

Siwon dan Stella kini sudah berada dibangku tamu. Nickhun sang mempelai pria pun sudah berdiri dengan tegak didepan altar. Hingga akhirnya, sang mempelai wanita pun berjalan menuju altar digandeng dengan seorang pria paruh baya. Entah mengapa, namun tatapan wanita itu sangat datar dan tidak ada senyuman diwajahnya. Nickhun tersenyum penuh arti.

Tn.Hwang dan Tiffany sudah sampai didepan altar sekarang. Nickhun dengan cepat menggapai lengan Tiffany. Kini Nickhun dan Tiffany sudah berdiri menghadap pendeta. Siwon ingin keluar dari tempat terkutuk itu, hanya saja Stella menahannya.

 

“Tiffany Hwang, Apa kau bersedia menjadikan Nickhun sebagai pria terakhir dalam hidupmu hingga rambut hitam mu menjadi putih dalam keadaan senang maupun sedih, sehat mau pun tidak?”

Tiffany mengambil napasnya dalam “Ne. Aku bersedia.” Ujar Tiffany akhirnya

“Nickhun Horvejkul, Apa kau bersedia menjadikan Tiffany sebagai wanita terakhir dalam hidupmu hingga rambut hitam mu menjadi putih dalam keadaan senang maupun sedih, sehat mau pun tidak?”

Nickhun tidak menjawab. Namun akhirnya…. “Saya tidak bersedia.” Ucap Nickhun lantang. Siwon, Tiffany, dan para tamu undangan membulatkan matanya terkejut. Disisi lain, Tn.Hwang, Stella, dan orangtua Nickhun hanya tersenyum penuh arti. Tiffany menatap Nickhun. “Wae?” Tanya Tiffany bingung.

“Aku tahu kau tidak mencintaiku Tiffany Hwang. Aku tidak bisa memaksakan hak ku agar aku bisa menikahimu. Aku tahu kau mencintai Choi Siwon bukan?” Ucap Nickhun. Tiffany membulatkan matanya. Bagaimana Nickhun bisa mengetahuinya..Siwon pun menatap keduanya dari tempatnya dengan tatapan bingung.

“Ekhm…Choi Siwon, bisakah kau berdiri?” Seru Nickhun. Tiffany menatap keseluruh tamu yang sedang duduk. Matanya semakin membulat sempurna saat melihat Siwon yang hadir dan duduk disebelah Stella. Benarkah Siwon datang?

Siwon menatap Stella bingung. “Bukankah kau disuruh untuk berdiri? Berdirilah.” Ujar Stella. Dengan ragu Siwon memberdirikan badannya. Seluruh tamu ruangan menatap kearah Siwon.

Dengan tiba-tiba Nickhun berjalan menghampiri Siwon tanpa mempedulikan tatapan Tiffany dan yang lainnya yang merasa bingung.

 

“Choi Siwon.” Sapa Nickhun namun Siwon masih memberikan tatapan bingungnya tanpa menjawab

“Aku tahu hanya kau yang bisa menjaga Tiffany melebihi siapapun. Aku tahu kau sangat mencintainya. Dan diapun sangat mencintaimu. Maukah kau menikahinya? Menjadikannya sebagai istri mu? Sebagai wanita terakhir dalam hidupmu?”

“Nickhun-ssi”

“Aku tahu setelahnya aku akan menyesal melakukan ini, namun aku akan 10x lebih menyesal jika tidak melakukan ini sekarang. Jadi, Pergilah keatas altar. Lakukan semuanya dengan benar jika kau memang benar mencintainya.”

Siwon menatap Stella, Stella tersenyum sambil mengangguk. Nickhun memberikan kotak cincinnya pada Siwon, lalu Siwon pun berjalan menuju arah Tiffany. Dan kini, Nickhunlah yang duduk di sebelah Stella sebagai tamu.

Mata Tiffany mulai berkaca-kaca saat Siwon berjalan menghampirinya dengan sebuah kotak kecil di tangannya.

“Siwon oppa” lirih Tiffany.

 

Siwon sudah berdiri dihadapan Tiffany sekarang. Ia mendudukan dirinya layaknya seorang pangeran. Siwon membuka kotak cincinnya. Tangankanan nya ia gunakan untuk menggenggam tangan Tiffany, sedangkan tangan kirinya ia biarkan untuk memegang kotak cincin itu. Siwon berdehem sebentar, “Saranghaneun Hwang Mi Young, Would You Marry Me?” Seru Siwon keras. Tiffany menatap Siwon haru sambil menintikkan air matanya, lalu ia menganggung dan menjawab. “Yes, I Would nae sarang.” Jawab Tiffany tak kalah keras. Siwon memasukkan cincinnya ke jari manis Tiffany, lalu ia berdiri. Kini, giliran Tiffany yang memasukkan cincinnya ke jari manis Siwon, setelah selesai bertukar cincin, dengan cepat Siwon mencium bibir Tiffany dalam. Semua tamu pun bersorak dan bertepuk tangan.

 

 

*****

Flashback

 

Saat Tiffany baru siuman, Nickhun menyadari sesuatu yang ada pada diri Tiffany. Namun ia tidak mengatakannya.Tiffany meminta Nickhun untuk meninggalkannya, Nickhun hanya menurut. Nickhun pergi ke sebuah caffe untuk membeli kopi. Lalu ia kembali keruang inap Tiffany. Nickhun mendengar suara isakan Tiffany. Karena khawatir, Nickhun segera menghampiri Tiffany. Namun ia mengurungkan niatnya saat ia mendengar Tiffany mengatakan sesuatu di tengah isakannya.

“Siwon oppa…Mianhae. jeongmal mianhae. Saranghae. Aku tidak tahu kenapa aku bisa seperti ini. Maafkan aku. Aku mencintaimu sangat mencintaimu. Tapi sekarang aku akan menikah dengan lelaki lain. mengapa aku bisa melupakanmu? Aku benar-benar tak tahu dan merasa bodoh bisa melakukan hal segila ini. Dan sekarang kau telah meninggalkanku bersama seseorang yang tidak aku cintai. Apa yang harus aku lakukan? Aku masih ingin bersamamu.”

Kata-kata itu. Kata-kata yang Tiffany lontarkan ditengah isakannya, Nickhun mendengarnya. Mendengar semuanya dengan jelas. Hati Nickhun memang terasa perih, namun ia berusaha untuk menyembunyikannya. Ia terdiam seperti tidak terjadi apa-apa.

 

Satu hari sebelum pernikahannya, Nickhun mendengar kabar bahwa Tiffany sedang berada di sebuah caffe yang tidak jauh dari apartementnya. Nickhun memutuskan untuk menunggu Tiffany di apartement Tiffany. Namun Tiffany belum juga kembali. Nickhun pun berniat untuk menyusulnya. Sungguh pemandangan yang menyakitkat. Saat Nickhun akan memasuki caffe tersebut, ia melihat Tiffany memeluk Siwon dari belakang sambil terisak. Tiffany lagi-lagi mengucapkan sebuah kalian yang membuat hatinya kembali runtuh.

“Sebenarnya…aku sangat merindukanmu. Aku ingin menangis di bahumu. Aku tetap tersenyum mencoba untuk bertahan. Namun pikirianku masih belum bisa melakukannya. Apa yang harus aku lakukan oppa? Aku mencintaimu. Siwon Oppa, saranghae.”

Nickhun hanya tersenyum getir mendengarnya. Ia tahu sekarang. Hati Tiffany bukan untuknya. Tetapi untuk Choi Siwon. Hingga akhirnya Nickhun memutuskan untuk membuat sebuah keputusan.

Nickhun menghubungi Stella setelahnya, lalu ia bertemu dengan Stella di salahsatu caffe yang dekat dengan perusahaan Siwon. Stella menatap Nickhun aneh. Nickhun memulai pembicaraan diantara keduanya. Nickhun menanyakan Stella tentang hubungan Siwon dan Tiffany dulu. Awalnya, stella tidak ingin menceritakannya. Namun karena Nickhun terus memaksa, akhirnya Stella pun menceritakannya dari awal hingga akhir.

Setelah mendengar cerita dari Stella, Nickhun semakin yakin dengan keputusannya. Ia meminta bantuan Stella. Stella cukup kaget, namun akhirnya ia menuruti kemauan Nickhun. Nickhun pun memberitahukan keputusan itu kepada keluarga besar dan kepada orangtua Tiffany. Karena mereka semua orang yang berbaik hati, mereka menyetujui keputusan Nickhun. Mereka percaya. Apa yang dilakukan Nickhun adalah hal yang benar dan tidak merugikan siapapun.

Tidak lupa, Nickhun mengunjungi kediaman keluarga Choi dan memberi tahukan semuanya, awalnya mereka tidak setuju dengan cara Nickhun tersebut, namun akhirnya mereka pun luluh dan mengiyakannya.

Hingga dihari pernikahannya, Nickhun benar-benar melakukannya. Melakukan keputusan yang menyakitkan dan yang ia buat sendiri. Nickhun percaya, ia akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dari Tiffany. Nickhun tersadar, didunia ini, wanita bukan hanya Tiffany. Masih ada wanita lain diluar sana yang akan menjadi miliknya.

 

 

___THE END___

68 thoughts on “(AF) Journey Of Love

  1. ceritanya so sweet deh,,,, td kirain bakalan sad ending soalnya fany nggak bisa ingat apa”,,,, eh taunya malah happy ending ^-^ Joahae (y)

  2. Awal nya kasihan sm fany krna gk d’nikahi sm siwon. Tpi pas di akhir kasian jga siwoN krna fany ilang ingatan.
    Untung akhir nya happy ending
    Story nya bagus thor
    Keep writing
    Buat ff sifany yg bnyk ya.

  3. Bener” perjalan cinta yang penuh dengan lika liku,,,ada sedih dan bahgiannya.. Khun baik banget mau melepaskan tiffany demi kebahagianan’nya
    Untuk siwon mau datang juga kan jadi nikah’nya sama siwon bukan sama nickhun..
    Penyesalan pasti kan datang terlambat di saat tiffany sudah kecelakaan stella dan appa siwon baru sadar dengan kelakuan mereka yg mau memisahkan sifany..

  4. huwaa.. really journey, aku kira bakalan sad, atau kaya film the vows, siwon nya bikin fanny jatuh cinta untuk ke dua kali, tapi ternyata fanny nya ingt lg. good min

  5. Yeyeyeyeyeyeye, happy end happy end. Hwaaaaa, ini ff ketiga yg aku baca setelah hampir setahun tak berkunjung ke blog ini hahahahhaha
    Ceritanyaaa keren banget, tapi menurut aku dan buat akuu, sedikit kurang memancing emosi pembacaaa. Itu aja sih thor kritikannyaa. Over all, DAEBAKKKK !

  6. Keren banget thor😀
    aku kira bakal sad ending ternyata happy ending hehehe
    pas pertama baca kasihannya sama tiffany eehh pas yang terakhir kasihannya sama siwon oppa apalagi waktu siwon terus ngingatin tiffany tentang masa lalunya dan akhirnya siwon ngalah dan cuma bisa lihat tiffany dari jauh huhuhu jadi ikut terharu😀
    ditunggu karya selanjutnya author😀

  7. Jodoh emg ga akan lari ke mana ya? Wl awalnya smpt hopeless kirain tiff bkl ttp married sm nickhun. Salut sm siwon yg ga maksain keinginannya pas tiff amnesia

  8. Hubungan sifany tidak pernah direstui oleh aboejinya siwon,dan malahan dijodoin ama stella.
    Seharusnya siwon jujur sama fany,sebelum fany mengetahuinya,namun fany tahu duluan,karena stella menemui fany dan memberitahuan semuanya ke fany,fany jadi sedih kan.poor fany.
    Bruk….fany kecelakaan dan hilang ingatan dan lupa pada siwon,siwon jadi sedih deh.namun akhirnya fany ingat kembali,dan tidak jadi nikah sama nichkhun.kamsabhanida nickhkun sudah merelakan fany untuk menikah dengan siwon.
    Daebak thor.benar2 bagus banget ffnya.ditggu ff lainnya thor.tetap semangat.keep writing thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s