(AF) Heiress Queen Tiffany Part 1

Heiress Queen Tiffany

HEIRESS QUEEN TIFFANY

Author             : ThaJoonFany a.k.a @citramelica

Main Cast        : 1. Tiffany Hwang

: 2. Choi Siwon

Sub Cast          : Just Find By Your Self! ^^

Rate                 : PG-15

Lengh              : Chapter

Genre              : Romance-Comedy

Disclaimer       : This Fanfic is original story of mine. The cast belongs to themselves. So Don’t bash me. Kalau ada kesamaan cerita atau jalan cerita itu bearti saya belum pernah baca karya anda. Sumpah dah! FF ini juga di posting di blog aku “thajoon.wordpress.com” kalau ada waktu silahkan mampir J

Author’s side :

Stephanie Hwang Miyoung atau yang lebih dikenal dengan nama Tiffany Hwang merupakan satu dari sekian banyak yeoja beruntung yang dipilih Tuhan. Beruntung dalam hal fisik maupun kehidupannya. Wajah cantik dengan mata indah, hidung bangir, bibir tipis, deretan gigi tersusun rapi, perfect jaw, hingga senyuman mautnya akan mampu membius siapapun yang melihatnya. Kulit putih bersih tanpa bercak sebagai bukti perawatan teliti darinya, badan tinggi semampai dan bentuk tubuh yang tidak terlalu kurus namun tetap pada level berhasil membuat laki-laki memujanya.

Bicara mengenai hati ataupun sifatnya, Tiffany merupakan yeoja yang baik, ramah, hingga tak salah dipuja banyak orang. namun sikap itu hanya ditujukannya kepada orang-orang yang memang sudah dikenalnya baik, seperti keluarga dan sahabat sahabatnya, untuk orang baru atau asing baginya Tiffany lebih bersikap Defensif dan menutup diri bahkan cenderung terkesan dingin, terutama kepada laki-laki.

Kehidupan? Jangan ditanya lagi, pada umurnya yang menginjak 25 tahun ini, ia sudah berhasil menyelesaikan Studi S2 nya pada Jurusan Internasional Business di Seoul National University hingga salah satu kursi direktur di perusahaan Ayahnya layak ia duduki. Saat ini Tiffany menduduki jabatan sebagai Direktur Perencanaan di perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang property. Ini sudah tahun kedua dirinya mengambil bagian di beberapa proyek dari perusahaan “Royal Property” milik Ayahnya tersebut. Tiffany merupakan anak tunggal di keluarganya, dengan kekayaan dan aset berlimpah yang dimiliki ayahnya, tak heran jika ia diberi julukan “Heiress Queen” oleh orang kebanyakan.

Namun dibalik semua kesempurnaan kehidupan yang ia miliki tentu saja ada beberapa hal yang mengganggu ataupun yang membuat sumbing kesempunaan tersebut. Pertama, Tiffany mengalami sedikit gangguan psikologi, Ooops maksudnya disini bukan gila, stress atau depresi atau penyakit mental lainnya. Hanya saja semenjak Ibunya meninggal Tiffany mengalami kesedihan yang mendalam hingga membuatnya mengidap Insomnia Akut, hingga Phobia terhadap Ambulance, dan hal itu membuatnya harus bergantung pada beberapa obat tidur dan obat penenang yang juga standby dimanapun ia berada. Tiffany selalu tidak bisa tidur seperti layaknya orang normal kebanyakan di setiap malamnya, tak peduli betapa lelah dan keinganinannya untuk cepat terlelap, ia tidak akan bisa jika tanpa obat tidur yang sudah diresepkan dokter secara rutin, jika saja ia lupa ataupun tidak sempat meminum obat tersebut maka ia akan terjaga selang beberapa menit diiringi mimpi buruk yang sama yang selalu menghantuinya. Kedua, Hatinya yang membeku, Melihat wajah cantik, dan segala kesempurnaan Tiffany, tak ada yang mengira jika gadis ini memiliki hati yang seakan membeku dan tidak bisa mencair pada suhu panas manapun. Hingga umurnya yang menginjak seperempat abad ini Tiffany sama sekali tidak mempunyai kekasih apalagi calon suami walaupun proposal dari laki-laki berbagai kalangan sudah menumpuk datang padanya. Laki-laki mana yang tidak mau menjadi pendamping Heiress Queen yang satu ini. Entahlah hingga saat ini Tiffany belum bisa menemukan laki-laki yang mampu menghancurkan bongkahan es yang menyelimuti hatinya.

“Hwang Sajang-nim, jam kerja sudah habis, apa kau tidak mau pulang?” Suara Taeyeon itupun masuk kedalam pendengaran Tiffany hingga membuatnya menyadari kedatangan Teman, Sahabat, bahkan sudah dianggap Saudara yang merangkap sebagai Asisten Tiffany.

“Aiigoo… Taeyeonie, kenapa tiba-tiba memanggilku seperti itu? Di ruangan ini kan Cuma ada kita berdua, kapan kau masuk? Kenapa tidak mengetuk pintu?” tanya Fany lagi, dengan menoleh sebentar ke arah Taeyeon dan kembali fokus pada berkas berkas map diatas mejanya.

“Aigoo Cheongmal, aku rasa semua alat inderamu lumpuh ketika kau bekerja Fany-ah, aku sudah mengetuk dan memanggilmu beberapa kali dan kau sama sekali tidak bergeming ataupun menjawabku, Dasar Workha Holic!” Ujar Taeyeon separuh mengomel, Kim Taeyeon, Yeoja kelahiran 9 Maret 25 tahun lalu itupun tentu saja hafal bagaimana sikap, hingga kebiasaan Tiffany. Dia sudah menjadi Sahabat Tiffany sejak duduk di bangku Kuliah dan bekerja dengan Tiffany selama 2 tahun terakhir ini. Ia tahu setiap seluk beluk seorang Tiffany Hwang.

“Oh benarkah? Mianhae Taeng-ah, semua berkas ini harus selesai aku periksa hari ini agar jika terjadi kesalahan masih punya waktu untuk memperbaikinya sebelum sampai ke meja CEO” Jelas Fany lagi dan lagi membalik lembaran berkas dalam map tersebut.

“CEO akan maklum jika terjadi kesalahan kecil, kau lupa CEO itu adalah Ayahmu?” tanya Taeyeon lagi

“Yak! Walaupun begitu, itu bukan alasan bagiku untuk tidak profesional Taeng-ah, tenang saja, aku hampir selesai, apa kau ingin pulang duluan?” tanya Fany lagi

“Eoh? Tidak, aku akan menunggumu, kau tau, mobilku masih dibengkel jadi aku butuh tumpangan Tiffany Sajang-nim untuk pulang….” ucap Taeyeon dengan memberi sedikit Aegyeo di kalimatnya barusan.

“Aiigoo Cheongmal, baiklah, aku akan memberi tumpangan, Hmm… kau tidak akan bisa mendapatkan Sajang-nim baik hati dan tidak sombong yang mau mengantarmu pulang selain aku, Catat itu!” ujar Fany

“Nnnee… Arra.. aku sangat beruntung Tiffany Sajang-nim…” kata Taeyeon lagi dan mereka berduapun tertawa.

*****

Jam menunjukkan pukul 20.00 KST, Tiffany dan Taeyeon berada didalam mobil menuju jalan pulang saat ini. Udara dingin dengan angin yang membuat beku khas musim gugurpun menghiasi wajah kota Seoul malam itu.

“Fany-ah… akhir pekan ini kau ada acara? Bagaimana kalau kita pergi ke pesta pembukaan Restoran baru Yoona? Kau mau kan? Yoona sudah menghubungimu bukan?” tanya Taeyeon memulai pembicaraan rencana akhir pekannya.

“Ya, dia menelfonku kemarin, tapi aku belum memastikan bisa datang atau tidak” jawab Fany menggantung hingga langsung dipotong Taeyeon

“Ough, Ayolah Fany, jangan bilang kalau kau memiliki perjalanan bisnis lagi akhir pekan ini” tebak Taeyeon

“Mianhae, aku sudah membuat janji dengan relasi bisnis kita di China untuk datang kesana akhir pekan ini, dan ini penting Taeyeon-ah…” jelas Fany berharap Taeyeon mau mengerti kali ini.

“Ya, semua hal yang penting dalam hidupmu adalah pekerjaan Fany-ah, aku tahu itu” Ujar Taeyeon dengan nada kekecewaannya hingga membuat Tiffany tidak enak hati.

“Oke, begini saja, aku berangkat hari Jum’at dan aku akan mengusahakan untuk kembali ke Korea Minggu pagi dan kita  bisa pergi ke pesta malam harinya, bagaimana? Kau setuju?” Tanya Fany memberikan penawaran guna mengurangi kekecewaan sahabatnya tersebut.

“Benarkah? Baiklah kalau begitu, kau tau rasanya tidak akan lengkap jika tidak ada kau Fany-ah…” ujarTaeyeon lagi

“Iya aku juga sangat merindukan Yoona, apa kau tahu seperti apa acaranya nanti? Aku harap ini merupakan private party dan tidak terlalu banyak orang, kau tau kan kalau aku tidak terlalu suka tempat ramai dan berisik” ujarFany lagi

“Ya aku tahu itu dengan jelas Fany-ah, aku juga belum tahu bagaimana  konsep acaranya, tapi Fany-ah… sekali sekali kau harus mencoba datang ketempat ramai dan berisik seperti Club, Pub, atau restoran yang menghadirkan penampilan music live Fany-ah, banyak hal yang akan kau temukan” Ujar Taeyeon lagi

“Ya, banyak hal seperti kebisingan, desak desakan, alkhohol dan orang mabuk maksudmu?” tanya Fany bernada sindiran

“Aniia, tidak begitu maksudku, maksudku, mungkin kau bisa bertemu namja tampan disana…” ujar Taeyeon dengan nada hati-hati.

“Yah, namja tampan yang hobi mabuk-mabukan dan senang senang dengan yeoja malam” jawab Fany lagi dengan nada sindiran dan tidak enak

“Yak! Kau selalu saja melihat dari sisi negatifnya jika aku bicara tentang namja, Ayolah Fany, kau perlu seseorang agar hidupmu tidak membosankan seperti ini…” keluh Taeyeon lagi

“Siapa bilang hidupku membosankan, sama sekali tidak, lagipula seseorang seperti apa yang kau maksud Taeyeonie?” tanya Tiffany balik

“Yah, seseorang yang menjadi teman lelaki dan bisa menjadi tempat mencurahkan isi hatimu Fany Sajang-nim…” ujar Taeyeon yang mulai  geram hingga ia menambahkan embel embel sajang-nim dibelakang nama Fany.

“Bukankah aku sudah punya, malah lebih dari satu, Taecyeon Oppa, Nichkhun Oppa, Henry Oppa, Key, Younghwa, Minho dan banyak lagi, mereka semua bisa aku jadikan tempat mencurahkan isi hatiku kapanpun aku punya masalah…” jawaban ini adalah jawaban yang selalu sama yang diberikan Tiffany untuk menghindar dari pertanyaan mengenai laki-laki, ia tahu persis maksud perkataan Taeyeon yang mengartikan seseorang itu sebagai Kekasih, tapi dia sungguh tidak punya Mood jika harus membahas masalah itu dan selalu mencari alibi untuk menghindarinya.

“Oh My God! Oke I give up Fany!” ujar Taeyeon angkat tangan dan menyerah pada sahabatnya yang keras kepala ini.

*****

Terlahir sebagai putera pewaris kerajaan bisnis Departement Store terbesardi Korea Selatan membuat seorang Choi Siwon harus bergulat dengan dunia bisnis hingga saat ini. Dari kecil ia sudah dipersiapkan secara matang sebaai pewaris tahta Choi Kiho Ayahnya yang kini masih menjabat sebagao CEO Hyundai Departement Store. Laki-laki yang akrab disapa Siwon itupun tidak pernah menyalahi takdir yang memilihnya sebagai putera pewaris bisnis keluarganya, walaupun berat dan terkadang sangat sulit ia masih mampu bertahan hingga saat ini, ia juga tidak mau mengecewakan keluarganya yang sudah menggantung harapan besar padanya. Siwon merupakan anak pertama dan merupakan anak laki-laki satu satunya di keluarga Choi. Adik perempuannya bernama Choi Jiwon kini masih meneruskan kuliahnya di Amerika, berbeda dengan Siwon yang menggeluti dunia bisnis, Jiwon sama sekali tidak tertarik kepada dunia tersebut dan lebih memilih belajar Art di Amerika. Siwon juga hidup mandiri dan tinggal di sebuah Apartement di kawasan elite Gangnam Cheongdamdong dengan alasan lebih dekat ke kantor, namun setiap akhir pekan ia selalu pulang kerumah orang tuanya, Siwon juga merupakan seorang Family Man yang tentunya sayang keluarga,

“Siwon-ah… bagaimana dengan pembicaraan kita waktu itu? Apa kau sudah memikirkannya sayang? Kau mau bertemu dengan anak Hyeora Ahjumma kan?” tanya Ibu Siwon malam itu ketika mereka asyik menikmati teh sembari menonton televisi, hanya mereka berdua berhubung Ayah Siwon belum pulang.

“Aigooo Eomma… kenapa Eomma membicaraan itu lagi, sudah aku bilang untuk berhenti menjajakanku kepada teman teman Eomma, Jebal…” Keluh Siwon saat itu juga, ini entah sudah keberapa kali Eommanya merencanakan kopi daratnya dengan anak perempuan teman Eommanya, dan ini juga entah kali keberapa Siwon menolaknya.

“Ayolah sayang, Eomma sangat khawatir akan kehidupan percintaanmu, Kau tau tahun ini umurmu sudah 27 tahun, Eomma ingin melihatmu memiliki seorang yeoja yang bisa mendampingimu kelak Siwon-ah… Jebal…” Jelas Eommanya setengah merajuk, Siwon paling tidak tahan melihat wajah Eommanya yang merajuk seeprti anak kecil saat ini.

“Iya aku tahu, dan aku bisa menemukannya sendiri Eomma, jadi Eomma berhenti mempromosikan fotoku kepada teman teman Eomma oke?” ujar Siwon lagi menegaskan

“Tapi sampai kapan? Kau selalu mengatakan akan menemukannya segera tapi sampai sekarang realisasinya tidak ada sama sekali, pokoknya Eomma tidak akan berhenti sebelum kau menemukan seseorang yeoja yang pantas mendampinginmu” jelas Eomma Siwon bersikukuh.

“Tapi Eomma menjajakan dan mempromosikan aku seolah aku ini tidak laku, Ayolah, hentikan itu Eomma…” kali ini giliran Siwon yang merajuk dan memohon pada Ibunya.

“Eomma akan berhenti ketika kau membawa seorang yeoja kehadapan Eomma Arra?” Ujar Eomma Siwon mengeluarkan keputusannya yang tidak bisa diganggu gugat.

“Oh Jebal, Eomma….” Ujar Siwon setengah merengek bak anak kecil

“Sudahlah berhenti, keputusan Eomma sudah final, dan mari kita hentikan pembicaraan itu sampai disini, Eomma ingin menikmati waktu bersamamu tanpa berdebat oke?” kata Eomma Siwon lagi sambil mengakhiri topik mengenai yeoja.

“Hmm…Arrasho…” gumam Siwon dengan wajah keruh  kekanak kanakannya.

“Eoh… kau jadi ke Jepang besok pagi? Berapa lama kau disana?” Tanya Ny. Choi mengalihkan pembicaraan.

“Hanya satu hari Eomma, Minggu pagi juga aku sudah kembali, Eomma tidak usah khawatir, oke?” ujar Siwon

“Oke, Hmm… berhenti mengambil perjalanan bisnis di akhir pekan untuk selanjutnya Siwon-ah, Eomma ingin menghabiskan waktu denganmu, kau selalu di Apartement setiap hari kerja dan kau juga akan bekerja di akhir pekan? Tsch tega sekali kau pada Eomma…” Jelas Eommanya panjang lebar

“Mianhae,, tapi kali ini benar-benar mendesak Eomma-ah, tidak bisa diwakilkan, akhir pekan berikutnya aku janjai akan menghabiskan waktu bersama Eomma oke?” Ujar Siwon lagi

*****

Perjalanan bisnis singkat di akhir pekan Tiffanypun berakhir, tanpa mengingat berapa jam ia tidur malam tadi ia segera mengemasi barang-barangnya untuk kembali ke Korea mengingat ia mengambil tiket penerbangan paling pagi hari ini. Tak peduli seberapa lelah dan letih yang dirasakan tubuhnya ia tetap berangkat sepagi mungkin untuk memenuhi janjinya pada Taeyeon dan Yoona.

Tiffany sampai di Bandara kota Beijing dan segera check in, ia ingin segera berada di pesawatnya agar bisa sejenak berisitirahat walaupun ia yakin tidak akan bisa tertidur, tapi setidaknya membaringkan tubuh selama perjalanan akan menjadi pilihan baik untuk kelelahannya saat ini.

Tiga jam perjalanan pesawat dari Beijing ke Korea Tiffany habiskan dengan berbaring malas di kursi penerbangan bisnisnya, ia memejamkan mata walaupun hal itu tidak akan pernah bisa membuatnya tertidur. Tapi setidaknya tubuhnya sudah terasa lebih lumayan. Tiffany segera keluar dari pintu kedatangan setelah mengecek barang bawaannya, satu koper ukuran menengah, beberapa kantong belanjaannya di China ia dorong menggunakan kereta dorong yang disedikan pihak bandara Incheon, kemudian tak lupa, Hmm…. tak peduli seberapa banyak dan besartas yang ia bawa, ia pasti akan tetap mengisi tangannya dengan berbagai macam barang, seperti pasport, handphone, dompet hingga satu cup air minumpun mampu ditampung dengan satu tangannya, tak heran ia mendapat julukan Si Tangan Ajaib.

“Taeyeonie? Kau sudah di depan? Oke aku segera keluar…” Ujar Tiffany yang berbicara sebentar lewat telfon dengan Taeyeon yang datang menjemputnya. namun tanpa ia sangka tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya dari belakang hingga ia terjatuh dan semua barang pegangannya jatuh berserakan di lantai, hal inipun sempat menjadi perhatian beberapa orang yang ada disana,

“Aawwwh…” Erangnya ketika buttnya mendarat mulus di lantai bandara

“Yak! Bisakah kau jalan lebih hati-hati” Tiffany masih belum bisa mencerna sepenuhnya apa yang terjadi sampai ia mendengar suara namja yang setengah berteriak padanya? Apa? Namja itu meneriakinya? Bukankah dia yang menabrak?

“Mwo? Yak! Ahjussi, bukankah kau yang menabrakku?” ujar Fany tak terima dan menoleh ke arah namja yang meneriakinya tersebut

“MWO? Ahjussi? Yaaaak! Aku belum setua itu untuk dipanggil Ahjussi, Cheongmal” Gerutu namja itu yang juga masih belum bangkit dari lantai.

“Akh Molla, yang pasti kau harus minta maaf dan membantuku mengemasi barang-barangku karena kaulah yang menabrakku…” Ujar Tiffany yang mulai mengeluarkan kata kata dingin dan ketusnya.

“Maaf? Aku? Bukankah kau juga salah karena berjalan sambil menelfon dan berhenti mendadak di depanku?”  Ujar Namja itu tak mau disalahkan begitu saja

“Aiigoo… cheongmal, kenapa ada namja seperti ini? Tidak jantan sama sekali…” gerutu Tiffany setengah berbisik sambil membersihkan tangan siku dan celananya.

“Apa kau bilang?” tanya namja itu yang sayup sayup mendengar umpatan Tiffany

“Anii… Eobseo, kita akan jadi tontonan orang banyak sepanjang hari jika menunggu kata maaf dari salah satu diantara kita, oke lupakan, aku akan menganggap ini bagian dari mimpi burukku hari ini” gerutu Tiffanypun berlanjut, iapun bangkit dan mengemasi barang-barangnya, ingin rasanya ia pergi dari hadapan namja menyebalkan ini secepatnya.

“Mimpi buruk? Heuh… ide bagus, aku juga lebih suka menganggapnya demikian… ujar namja itu santai dan juga segera bangkit mengemasi barang-barangnya yang berserakan.

“Heuh, aku berharap tidak akan bertemu denganmu lagi Tuan Mimpi Buruk…” Ujar Fany ketus sebelum ia berbalik dan berjalan meninggalkan namja itu.

“MWO? Tuan Mimpi buruk? Tadi kau memanggilku Ahjussi dan sekarang mimpi buruk? Yak! Yaaak!” Tiffany tidak menghiraukan sama sekali perkataan namja itu dan tetap melangkah keluar dan menemukan Taeyeon.

*****

Cho Kyuhyun, namja 26 tahun yang merupakan pengusaha restoran ewah di Korea itupun hanya bisa memasang wajah heran melihat ekspresi wajah sahabatnya, Choi Siwon. Sejak ia menjemput Siwon di Bandara tadi, raut wajah Siwon seakan kusut dan terlihat mengerikan baginya.

“Yak! Kau membangunkanku pagi pagi dihari minggu ini untuk menjemputmu di Bandara, dan sekarang setelah pengorbananku ini aku hanya mendapatkan wajah kusutmu? Aiigoo Cheongmal…” gerutu Kyuhyun yang tidak tahan melihat wajah kusut Siwon

“Mianhae… tapi suasana hatiku benar benar sangat buruk…” ujar Siwon lagi

“Masih memikirkan yeoja yang kau tabrak di Bandara tadi?” tanya Kyuhyun lagi, Yap! Choi Siwon adalah namja Mimpi buruk yang dikatai Tiffany pagi ini di Bandara.

“Hei, aku tidak menabraknya, dia yang berhenti mendadak hingga aku menubruknya, Hmm… sial, setelah penerbanganku delay  sebanyak 2 kali dan sampai di Bandara aku juga bertemu dengan yeoja aneh, kemana perginya Dewi Fortunaku hari ini?” Ujar Siwon yang seakan merangkai kembali kesialannya hari ini.

“Yak! Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, yeoja itu hanya pelengkap kekesalanmu setelah  urusan bisnismu di Jepang bermasalah dan pesawatmu Delay beberapa kali, jangan kekanak kanakan Choi Siwon!” Ujar Kyu lagi

“Hmm… sepertinya nasehat darimu sama sekali tidak membantu….Kaau…” Kalimat Siwon terhenti ketika ia mendengar suara handphone berdering. Tanpa menoleh sedikiitpun Siwon langsung mengeluarkan benda itu dari saku jasnya dan mengangkatnya.

“Yeobseo…” sahutnya tidak bersemangat

“Yeobseo, Aku Tiffany Hwang, Eung… sepertinya…”belum selesai bicara, kalimatnya langsung dipotong oleh Siwon.

“Tiffany Hwang? Eoh? Apa kau tidak salah sambung? Aku tidak kenal dengan nama itu” Jawab Siwon lagi masih dengan nada malas, ia merebahkan kepalanya kesandaran.

“Ya kita memang tidak saling mengenal tapi kita baru saja bertemu di bandara Tuan Mimpi Buruk, sepertinya handphone kita tertukar, apa kau tidak menyadarinya?” Kata Tiffany dari seebrang hingga membuat Siwon langsung bangkit dan membenarkan posisi duduknya.

“Yaak! Kau masih saja memanggilku seperti itu? Tertukar? benarkah…?” Siwonpun membawa Handphone yang dipegangnya ke hadapannya dan memperhatikan dengan seksama, ia melihat handphone itu sama dengan miliknya, Samsung Galaxy Note 2 berwarna putih dan iapun mengecek layar handphonenya dan melihat wallpaper yang jelas jelas berbeda dari miliknya. Wallpaper tersebut memperlihatkan gambar yeoja aneh yang bernama Tiffany Hwang dengan seorang yeoja lainnya yang berusia paruh baya. Dan hal itupun memastikan kalau benar handphone itu bukan miliknya.

“Kau benar, handphone ini bukan milikku, lalu?” tanya Siwon lagi

“Ya, karena handphonemu ada padaku saat ini, lalu? Ya… lalu kapan dan dimana kita bisa saling menukarnya?” tanya Tiffany diseberang sana, ide segarpun muncul dikepala Siwon saat itu juga.

“Eoh? Kapan dan dimana? Aku tidak yakin, aku sangat sibuk hari ini, jadi aku belum bisa pastikan…” ujar Siwon lagi

“MWO? Yaak! Bagaimana bisa kau bicara begitu, aku membutuhkan handphoneku secepatnya, apa kau tidak butuh handphonemu?” tanya Fany, nada panik dan cemas jelas terdengar dari suaranya, sedikit simpul senyum yang menghadirkan lesung pipitpun muncul di wajah Siwon hingga membuat Kyuhyun heran.

“Hmm… handphone itu sudah lama dan jarang aku pakai, jadi aku tidak membutuhkannya segera, aku bisa membeli serie terbaru dan memproses ulang nomorku…”  jawab Siwon santai

“Yaaak! Kau tidak bisa begitu, aku menginginkan handphoneku kembali secepatnya, beritahu aku dimana aku bisa menemuimu, aku akan datang kesana…” ujara Tiffany yang bertambah panik dan cemas dan hal itu semakin membuat Siwon melebarkan senyumnya. Mood dan semangatnya yang hilang seolah bergelora kembali.

“Kalau begitu tunggu kabar dariku saja, maaf aku ada urusan penting  yang harus kuurus, jadi nanti akan aku kabari, oke… annyeeeong…” Ucap Siwon lagi

“YAAAK! CHAKAM….” tanpa ingin mendengar teriakan Tiffany lebih jauh lagi Siwon segera mematikan telfon,

“Ahahaha…. kena kau Agashi, ini akibatnya kalau membuat Choi Siwon kesal…Huehehe” ujar Siwon dengan senyum penuh kemenangan

“Yaak! Siwon-ah.. Gwenchana? Tadi wajahmu kusut dan dalam sekejap berubah seperti ini? Ada apa?” tanya Kyuhyun heran

*****

Sementara itu di tempat lain Tiffany merasa sangat kesal hingga mengumpat tidak jelas di dalam mobil yang dikemudikan Taeyeon.

“Dasar namja menyebalkan! Lihat saja kalau bertemu nanti, AKAN KUBUNUH KAU!” Umpat Tiffany pada Handphone milik Siwon yang kini digenggamnya, seakan itu adalah Siwon ia bahkan sampai mengetuk ngetuk dan hampir membanting benda segi empat tersebut.

“Yak! Fany-ah… sabar, dia mengatakan akan memberi kabar bukan? Jadi kita tunggu saja Nnee…” ujar Taeyeon berusaha menenangkan

“Aaarrrrggghhh…. Dia benar benar adalah mimpi buruk bagiku!!!!” teriak Fany lagi, Taeyeon seakan kehabisan energi mendengar lengkingan suara Tiffany, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.

49 thoughts on “(AF) Heiress Queen Tiffany Part 1

  1. Sebenernya aku udah baca di blog pribadi authornya, tapi nggk tau kenapa mungkin karena emang udah terlanjur suka sama ff ini kali yah makanya pengen komen lagi disini.
    Sekarang Siwon boleh disebut sebagai Tuan Mimpi Buruk, tapi lihat nanti pasti akan jadi Tuan Mimpi Indah. Oke lanjut part 2

  2. Kasihan banget tiffany eonni ampe punya insomnia..pasti orang2 yg punya insom berat banget jalanin aktifitas cz kurang tidur..
    semoga siwon oppa bisa jadi penyembuh hatinya tiff eonni🙂

  3. Koment disini juga biar mantep. Gak bosen bacanya.
    Awal ketemu dah kayak tom and jerry gini tpi ndak papa ntar klo udah palling in lope biasanya sweeet.bgt.

  4. ff nya bgus.. sifany nya jga lucu..🙂 bru pertama ktemu udah berantem, nnti pas pertemuan slanjutnya jngn berantem lgi ya…🙂 okay d tnggu next part nya y thor….🙂

  5. Omo omo ff nya bikin greget! 😫 hihi suka bgt sma ff nya soalnya disini sifany nya sling benci gtu tpi akhir”nya bkaln suka kkkkk 😄 duuhh itu siwon jahil bgt dahh😄ksihan fany , sbar ya sma tuan mimpi buruk nya hihi xD next part sngt sngt ditunggu! Fighting!😉

  6. SiFanynya lucu hahaha siwon lgi ngejailin tiff ya ? Kasihan tiffnya stress+cemas gitu krna siwon gamau balikin hpnya wkwk ditunggu next chapnya thor!!

  7. aku paling suka genre kyk gni… dmna mreka sama2 ahli waris trus dari bnci lama2 jd cnta ;D.. apalagi kalo karakter fany eonni nya yg super dingin ma namja, so perfect.. berharap bgt kalo nnti siwon oppa yg bklan ngejar2 fany eonni..🙂

  8. Ketinggalan mau comen yg ini, waktu liat judulnya udh lngsung mkir kyak udah baca, trnyata emang udah, gk tau deh udh komen apa blum, ditunggu klanjutannya aja deh ^_^

  9. aaaaaaaaa suka suka suka suka .. latar belakang keduanya bagus .. suka banget ff yg buat mba tiff jd wanita karir gini.. ditunggu next nya secepatnya chinggu..

  10. jd siwon n tiffany sama2 seorang pewaris perusahaan besar ternyata…
    itu phobia fany gawat bgt ya gak bisa tidur walaupun tubuhnya selelah apa pun,, pasti menyiksa bgt itu…
    udah mulai ketemu ni fany sama siwon tp malah jd kayak kucing n tikus gtu,, ntar malah jd suka loh hahaha
    ditunggu part selanjutnya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s