(AF) A Little Summer To You Part 2

cats-2

A Little Summer To You Part II : Summer to You

Author: ayuhwang

Main cast:  Tiffany Hwang – Choi Si Won- Nichkhun horvejkul

Support cast: Ahn jae hyung, Taeyon, Jiyong (kara), Jonghyung (cn blue), Byun Baekhyun, Victoria

Genre: school life, comedy, romance, hurt

Rating: 15

Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Karena ini fanfic pertamaku jadi kalau ada sesuatu yang kurang, harap dimaklumi dan tinggalkan komentar. Happy reading!!!

**

Pensi telah selesai diselenggarakan. Acara berjalan dengan meriah dan sukses. Jiyoung sebagai ketua pelaksana merasa sangat puas dengan kinerja timnya. Namun, ada hal yang mengejutkan bagi tiffany ketika pensi diselenggarakan. Siwon mengungkapkan rasa cintanya di depan semua teman-temannya. hal yang benar-benar konyol menurut tiffany. sekarang, semua orang tahu kalau cowok idaman hampir seantero sekolah tersebut telah jatuh hati pada gadis dingin seperti tiffany. walau pada saat itu tiffany tidak menjawab pertanyaan siwon tapi hal itu cukup membuat cewek-cewek yang pernah dekat dengan siwon selalu menggunjingnya saat dia lewat.

Setelah pensi berakhir, mahasiswa disibukkan dengan ujian. Keceriaan selama pensi agaknya berubah 180 derajat. Mereka sudah sibuk masing-masing mempersiapkan belajarnya. Tiffany tidak menyangka, tingkat stress di korea memang bisa begitu tinggi saat musim ujian. Tidak heran jika musim ujian juga menjadi salah satu waktu dimana angka bunuh diri di korea cukup tinggi. Untung tiffany punya jonhyung, hari-harinya ia selalu habiskan dengan belajar bersama. Jonhyung juga terlihat antusias untuk mengajari tiffany. Bahkan taeyon yang notabene sahabatnya sejak kecil mengeluh karena jonhyung lebih memilih mengajari tiffany dulu daripada taeyon. Alasannya selalu sama

“dia baru pindah dari amerika, pasti kesullitan. Kau kan bisa bertanya sama oppamu” taeyon bahkan sering mengikuti mimic mulut jonhyung saking hafalnya

Taeyon tahu, kakaknya adalah orang yang pandai. Kuliah di seoul university jurusan teknik sipil bukanlah hal yang mudah. Tapi kakaknya itu adalah orang yang pelit, mungkin kakaknya adalah jelmaan tuan krab di kartun spongbob. Taeyon bahkan tidak habis piker, bagaimana mungkin kakaknya bisa menjadi guru les privat sebagai kerjaan sampingan. Dia hanya mau mengajari adiknya kalau jiyoung juga ikut belajar bersama. Ya, sudah lama kakaknya mengangumi kecantikan jiyoung. Lagipula, siapa yang tidak mengagumi kecantikannya. Mungkin, kalau jiyoung tidak jatuh cinta dengan jae hyun, ia bisa mendapatkan laki-laki manapun di sekolahnya. Seperti halnya siwon, bisa mendapatkan gadis manapun di sekolahnya, kecuali tiffany tentunya.

“jiyoung, ayo belajar bersama di rumahku” taeyon yang menghampiri jiyoung di ruang organisasinya. Tiba-tiba jae hyung keluar dari dalam ruang kerja organisasi. Taeyon mendengus sebal melihat jae hyun ada di ruang organisasi tersebut. Kalau ada jae hyung, dia sudah tahu pasti apa yang akan terjadi

“tidak boleh” jawab jae hyun.

“wae?? Aku tidak tanya padamu. Aku tanya pada jiyoung”  ucap taeyon dengan nada kesal

“karena kau hanya akan membuat yeojachinguku digoda oleh kakakmu yang sok cool itu” jiyoung tersenyum mendengar apa yang diucapkan kekasihnya itu.

“aa..oppa..kyeopta” kata jiyoung sambil memeluk jae hyung. Tentu jiyoung senang mendengar kekasihnya mulai menunjukkan perhatian kepadanya dengan cemburu. Apalagi dengan kata ‘yeojachinguku’. Ia tidak menghiraukan sahabatnya yang semakin marah melihat mereka berdua.

“aiisssh..jinja..aku benci kalian berdua” gerutu taeyon meninggalkan sahabatnya yang sedang dilanda virus cinta

**

“noona, jangan marah” kata namja itu berusaha menghibur taeyon

“bagaimana mungkin aku tidak marah?” taeyon tetap saja mempoutkan mulutnya

“Oke..aku belikan es krim dulu ya” kata namja itu

Taeyon tidak menjawab. Namja itu meninggalkan taeyon sendiri di bangku taman.

“Aaa..”ucap taeyon kaget. Dua sahabatnya mengagetkannya.

“mianeo taeng,,” kata jiyoung merajuk

“untuk apa kau minta maaf?” kata taeyon ketus

“ayolah..jangan marah lagi. Tiffany dan aku kesini untuk mengajakmu belajar bersama. Iya kan fany?” fany menganggukkan kepala tanda setuju dengan perkataan jiyoung

“jonhyung sudah menunggu di rumahnya” fany ikut menambahkan

Setelah beberapa waktu, Taeyon mulai mengendurkan amarahnya. Ia tersenyum pada jiyoung yang sedari tadi membujuk dan merayunya.

“ne..aku memaafkanmu. Kajja, jonhyun pasti sudah bersiap marah menunggu kita” kata taeyon

“oia, bukannya tadi kau dengan seseorang? Itu dongsaengmu?” Tanya fany. Seketika wajah taeyon berubah cemas. Ia melupakan orang yang sedari tadi berusaha membuatnya ceria.

“oia,,aku telfon dia dulu ya” taeyon agak menjauh pada dua sahabatnya

“yobboseo noona” jawab suara di telfon

“aa..aku..” belum taeyon menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong

“ne noona, aku mengerti, aku sedang melihatmu. Kau pasti mau pergi dengan mereka. Aku tunggu kau di rumah ya. annyeong”

“annyyeong” jawab taeyon. Ia mematikan handphonnya dan menghampiri teman-temannya

“kajja..”kata taeyon

**

Pengumuman hasil ujian sudah dipampang. Seperti biasa, jonghyun mendapat peringkat pertama dan Jiyoung mendapat peringkat kedua. Taeyon mendapat peringkat yang lumayan dan dia sudah cukup puas dengan nilainya. Mungkin, diantara mereka hanya tiffany yang kurang puas. Ia masuk sepuluh besar, hanya saja ujian biologinya kurang mendapat nilai yang bagus. Nilainya tertolong dengan nilai seninya, terlebih dalam seni music, ia mendapat nilai maksimal.

Tiffany yang sedih dengan hal itu tidak ikut dalam perayaan sahabat-sahabatnya. Ia langsung pulang dan masuk kamarnya. Menarawang memandang awan dari balkon kamarnya. Tidak mengindahkan puluhan telfon yang masuk dari leo, kakaknya.

Ceklek..

Pintu kamar tiffany terbuka. tiffany menoleh saat pintu itu terbuka, jae hyung ada di balik pintu

“kakakmu telfon, ini” leo tidak kehilangan akal. Setelah telfonnya tidak diangkat oleh tiffany ia menelfon jae hyun yang sebenarnya masih berada di sekolah untuk menyerahkan telfonnya pada adiknya. Leo sangat peka kalau adiknya sedang sedih. Alhasil, jae hyun harus pulang hanya untuk menyerahkan telfonnya pada tiffany, merepotkan sekali.

Tiffany menerima handphone jae hyun.

“yobboseo”

“fany..kenapa kau tidak mengangkat telfon kakak?”

“ada apa?” tanya tiffany balik. Dia sedang tidak dalam suasana yang baik

“kau kenapa lemas fany, bagaimana hasil ujianmu?” tanya leo antusias

“buruk”

“liar. Kakak tahu adik kakak tidak bodoh”

“nilai pelajaran IPA ku buruk. Bagaimana aku bisa masuk kedokteran dengan nilai IPA pas-pasan?”

“fany. Kau tidak  harus masuk kedokteran kalau kau tidak menginginkannya”

“tapi..”

“oemma akan lebih bahagia kalau kau bisa menentukan masa depanmu sendiri” sela leo

“aku hanya ingin mewujudkan keinginan oemma” kata tiffany lirih

“oemma akan bahagia kalau kau bahagia fany”

Hari itu Leo menunjukkan kedewasaannya sebagai kakak dalam menasehati adiknya.

**

Setelah ujian berakhir, waktunya semua orang istirahat dari hal-hal yang selama ini memenatkan pikiran, liburan musim panas. Keluarga ahn bersiap berlibur di pulau jeju. Tiffany yang sebenarnya malas untuk liburan dipaksa untuk ikut karena mereka tidak akan tega membiarkan tiffany sendirian di rumah dan entah darimana datangnya orang aneh itu, siwon bersikeras untuk ikut dalam liburan keluarga ahn. Hal ini semakin  membuat tiffany tidak berminat untuk ikut.

Sesampainya di pulau jeju, tiffany hanya mengikuti keluaga ahn. Tidak berinisiatif untuk melakukan apapun di pulau yang terkenal di korea ini. Siwon jadi ikut kehilangan selera berlibur melihat tiffany seperti itu. setiap hari siwon berusaha mengajak tiffany menikmati liburannya, tapi hasilnya nihil. Gadis dingin itu tidak bergeming sedikitpun.

“ayolah tiffany kita main voli pantai” siwon merajuk

“aniyo”

“oke, kita main pasir pantai? Kita bisa membuat istana untuk kita berdua” lanjut siwon sambil tersenyum lebar

“a-ni-yo” siwon menghela nafas mendengar jawaban yang sama dari tiffany

“baiklah, bagaimana kalau kita berjemur di pantai. Aku bisa mengoleskan krim padamu” siwon menunjukkan seringainya

Tiffany langsung menunjukkan death-glarenya pada siwon.

“apa kau tidak lelah terus-terusan mengajakku padahal jawabanku selalu sama sunbae?” tanya tiffany

“apa kau tidak lelah terus-terusan menolakku?” siwon sudah mulai pintar meladeni tiffany

“kau terlalu banyak berpikir tiffany”

Dengan sigap siwon menggendong tiffany. mata tiffany membulat dan seketika meronta-ronta dan memukul-mukul siwon. Keluarga ahn yang melihat itu hanya menertawakan mereka.

Byurr

Tiffany basah kuyup setelah dilempar siwon ke pantai.

“Sunbae!!!” tiffany mulai kehilangan kesabaran menghadapi siwon. siwon segera berlari dan Tiffany mengejarnya.

“tangkap aku kalau bisa” siwon tetap berlari sambil menjulurkan lidahnya

“sunbae, kau membuat bajuku basah” teriak tiffany

“kau bisa melepas bajumu”

“what?? .. Byuntae” teriak tiffany. siwon pelari yang baik, tiffany mulai kelelahan dan berhenti mengejar siwon.

“kenapa nona? Kau tidak bisa mengejarku lagi?” siwon berdiri beberapa meter dari tiffany.

Tiffany menatap manik mata siwon dengan nafas yang masih terengah-engah,berjalan mendekat pada siwon. siwon tidak beranjak dari tempatnya berdiri melihat bagaimana pandangan tiffany padanya. Ia belum pernah mendapatkan pandangan seperti ini dari tiffany. pandangan yang begitu lembut, dalam, dan menghipnotis. Mereka begitu dekat hingga detak jantung siwon bisa di dengar oleh tiffany. tiffany mengalungkan tangannya pada siwon dan memejamkan matanya. Siwon pun ikut memejamkan matanya.

Byurr..

“namja pervert” seringai tiffany. tiffany berhasil mengelabui siwon. alih-alih mencium siwon, ia justru melemparkan siwon ke pantai. Siwon yang kaget dengan aksi tiffany malah tersenyum karena tiffany tertawa terbahak-bahak setelah berhasil mengelabui siwon. siwon berhasil, pikirnya.

“kau main-main denganku nona hwang” siwon segera bangun dan mengejar tiffany. kejar-kejaran kloter kedua dimulai.

Setelah beberapa hari berlalu begitu saja, malam terakhir sebelum kembali ke seoul siwon menarik tangan tiffany begitu saja. Tidak peduli tiffany yang terus saja berusaha melepaskan genggamannya. Siwon membawa tiffany ke dekat pantai, ia telah menyiapkan snack, minuman dan gitar sebagai pelengkap.

“kau menyiapkan semua ini?”

“ne..suka?” siwon balik bertanya

Tiffany tidak menjawab apapun. Ia duduk di selonjor di atas tikar dan memandang ke arah pantai. Siwon tersenyum dan ikut melakukan apa yang dilakukan tiffany. Mereka berdua menghabiskan waktu berdua dalam suasana malam yang indah.

**

Setelah semua dikemasi, keluarga ahn sudah siap kembali ke seoul. Selama perjalanan pulang siwon tak henti-hentinya menatap tiffany. Tadi malam adalah malam yang tidak terlupakan untuk siwon. Dia berhasil membuat tiffany tertsenyum, tertawa, bahkan mencurhatkan hal-hal ringan pada siwon. bagi siwon, itu adalah kemajuan yang pesat dalam hubungannya dengan siwon. Tiffany yang sedari tadi tahu diperhatikan mengacuhkannya walau ia sebenarnya benar-benar terganggu akan tatapan siwon.

Tidak tahu mengapa memang tadi malam tiffany lebih hangat. Ia memang masih mengacuhkan siwon, tapi ia lebih banyak bicara tadi malam. Mengobrolkan hal-hal yang sederhana dan tanpa sengaja ia juga tersenyum dan tertawa mendengar candaan siwon, hanya itu. Tiffany sendiri bingung kenapa hal itu membuat siwon begitu bahagia. Jae hyun yang  sedari tadi duduk diantara mereka berdua merasa terganggu.

“siwon, berhenti menatapnya seperti itu” jae hyung angkat bicara

“wae?” kata siwon

“karena aku ada diantara kalian. Bagaimana mungkin aku tidak terganggu. Kalau mau, kita bertukar tempat duduk saja”

Siwon kegirangan mendengar apa yang dikatakan jae hyun. Saat jae hyun bersiap bertukar tempat duduk tiba-tiba tiffany memegang tangan jae hyun dengan erat. jae hyung tahu, itu adalah tanda ‘jangan berani bertukar tempat duduk dengan siwon’. Jae hyun menatap tiffany yang masih tetap dengan kegiatannya menatap keluar jendela mobil. Siwon mempotkan bibirnya kesal melihat hal itu. Ia berusaha melepaskan tangan tiffany dari jae hyung. Tapi Tiffany tidak bergeming, dalam diamnya ia semakin mengeraskan pegangan tangannya.

“appo..appo..ne..ne.. aku tidak akan pindah” kata jae hyung yang meringis kesakitan karena genggaman tangan fany.

Siwon mendengus kesal pada jae hyun. Tuan dan nyonya ahn tertawa melihat tingkah remaja di jok belakang mobil mereka. Tiffany melonggarkan genggamannya, ia tetap memegang tangan jae hyun. Jaga-jaga kalau siwon berulah lagi. Perjalanan memakan waktu cukup lama, hal ini membuat mereka yang berada di jok belakang terlelap.

**

“chagi..chagiya..irona..kita sudah sampai” suara itu membangunkan tiffany. Ia mulai membuka matanya.

“ya..apa yang kau lakukan?”

“hanya membangunkanmu” jawab siwon. siwon tidak menjauhkan jarak pandanganya dari tiffany. mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain dari jarak yang seperti itu.

“far from me” teriak tiffany sambil mendorong tubuh siwon. Tiffany menampakkan wajah tidak suka. Ia melihat mobil sudah kosong, hanya tinggal dia yang memegangi tangan siwon. Tunggu, apa yang terjadi. Ya, selama tiffany tidur siwon meminta bertukar tempat duduk dengan jae hyun. Tangan tiffany yang sedari tadi memegang jae hyun ternyata telah berganti, memegang tangan siwon. Sontak tiffany melepaskan genggamannya dan segera keluar mobil. Siwon tertawa puas melihat wajah kesal tiffany. Ia ikut keluar mobil dan berjalan di belakang tiffany. Tiffany tiba-tiba berhenti dan berbalik, sontak membuat mata siwon membelalak.

“berhenti ikuti aku dan jangan panggil aku chagie” kata-kata tiffany penuh penegasan. Siwon yang mendengarnya menampakkan wajah tidak peduli dan tidak akan menuruti permintaan gadis di hadapannya tersebut.

“aaiiissshh” gerutu tiffany sambil memasuki rumah. Siwon tertawa melihat gadis yang dicintainya menggerutu.

“hahaha..chagie, kau semakin cantik kalau seperti itu” teriak siwon

Tiffany menutup telinganya dengan kedua tangannya mendengar kata-kata siwon

**

Sekolah sudah mulai masuk. Jaeguk tidak hanya dipenuhi oleh wajah-wajah lama. Tapi juga wajah-wajah baru. Murid-murid baru juga sudah memulai aktivitasnya di sekolah. Tiffany dan teman-temannya kembali bertemu. Mereka merencanakan akan keluar jalan-jalan setelah pulang sekolah. Dalam perjalanan keluar dari sekolah, jiyoung memanggil salah seorang mahasiswa baru yang dikenalnya waktu orientasi. Maklum, jiyoung pada waktu itu ketua panitia dan anak yang bernama baekhyun ini sangat menarik perhatiannya.

“baekhyun-ah” sapa jiyoung

“oo..annyeong noona” kata baekhyun

“mau kemana? ”

Tiffany mengingat wajah namja di depannya. Ia pernah melihat anak ini. Dimana? Kapan? Tiffany berpikir. Taeyon sendiri sedari tadi berusaha mengalihkan pandangannya dari orang yang diajak bicara jiyoung.

“bukannya kau dongsaengnya taeyon?” kata-kata tiffany mengangetkan banyak orang.  Jiyoung kembali mengingat, akhirnya dia ingat. Baekhyun adalah anak yang dilihat jiyoung bersama taeyon waktu di taman. Mungkin karena itu juga baekhyun menjadi perhatiannya kala orientasi. Taeyon mengang, ia tidak bergeming.

“ne..annyeong..baekhyun imnida, namja chingu taeng”

“Mwo” kata tiffany dan jiyoung bersamaan

tiffany dan jiyoung kaget mendengar kalimat baekhyun. Wajah taeyon marah, ia segera menarik baekhyun menjauh dari teman-temannya. Tiffany dan jiyoung tidak dapat berkomentar dengan apa yang mereka dengar. Jadi, selama ini dongsaeng yang dibicarakan taeng adalah pacarnya sendiri. Ini juga jawaban kenapa taeyon selalu menolak cinta leeteuk, anak kelas lain. Acara jalan-jalan mereka seketika itu juga batal.

**

Dua orang itu kini duduk di taman. Seperti biasa, ini adalah tempat favorit mereka. Tapi, kali ini mereka ke taman bukan untuk berkencan.

“noona, kau marah padaku? noona, memang sampai kapan kita akan menyembunyikannya? Noona, jawab aku” rentetan pertanyaan baekhyun tidak juga dijawab taeyon. Dia masih enggan untuk mengeluarkan kalimat apapun dari mulutnya. Baekhyun menghela nafas panjang sebelum kembali bertanya

“noona malu punya pacar aku?” kali ini pertanyaan baekhyun berhasil membuat taeyon menoleh. ia tersadar, bukan hanya dia yang terluka.

“bukan begitu” kata taeyon

“terus apa?” Taeyon bingung menjawab pertanyaan baekhyun. Dia bukannya malu punya pacar baekhyun, dia hanya belum siap memberi tahu teman-temannya bahwa dia berpacaran dengan anak yang lebih muda darinya. Bagaimana tidak, jiyoung dan tiffany sama-sama mempunyai hubungan dengan kakak kelasnya, sedangkan dia malah dengan anak kecil.

“aku minta maaf” kata taeyon lirih. Baekhyun tersenyum mendengar kalimat yang diucapkan taeyon. Dia tahu benar seperti apa kekasihnya.

“tapi bukan berarti aku tidak marah dengan kelakuanmu baekhyun” taeyon menambahkan

Baekhyun menyeringai jail. “oo.. aku belum dimaafkan?”

“ne..itu buat pelajaran ” kata taeyon

“ne..itu buat pelajaran” baekhyun mengikuti taeyon

“ya..apa yang kau lakukan?” taeyon tahu baekhyun sering mengerjainya dengan selalu mengikuti kata-katanya. Dan itu sangat mengganggunya.

“ya..apa yang kau lakukan?” baekhyun kembali mengikuti kata-kata taeyon

“berhenti mengulang kata-kata ku” pekik taeyon

“berhenti mengulang kata-kata ku” cibir baekhyun

“sampai kapan kau berhenti mengikuti ucapanku” teriak taeyon frustasi

“sampai kau berhenti marah padaku” jawab baekhyun dengan tersenyum puas sambil berjalan meninggalkan kursi taman

“ya baekhyun-ah”

“ya taeng-ah” mereka berdua terus adu argument sambil berpegangan tangan. Berjalan berdua menjauhi taman.

**

Minggu demi minggu berlalu. Masalah taeyon telah selesai. Kawan-kawannya tidak mempermasalahkan hubungannya dengan baekhyun. Jiyoung dan tiffany malah menjadi teman baekhyun. Terkadang mereka makan bersama. Jiyoung masih tetap dengan kegiatan organisasinya dan tentunya jae hyun. Terkadang ia juga kerumah keluarga ahn. bukan untuk menemui tiffany, untuk lebih dekat dengan keluarga kekasihnya itu.

Tiffany, seperti biasa, ia masih dikejar-kejar oleh siwon. Tidak habis pikir kenapa lelaki itu masih saja bertahan setelah dihitung-hitung sejak pertemuannya dengan namja itu, sepuluh bulan sudah berlalu dan selama itu juga siwon tidak dekat dengan yeoja manapun. Jiyoung dan taeyon sebenarnya juga memberitahu tiffany bahwa siwon biasanya tidak seperti ini, dia playboy, selalu  berganti kekasih. Baru kali ini mereka melihat siwon tidak dekat dengan yeoja manapun. Tiffany tidak bergeming, ia beralasan itu karena siwon pasti mendapatkan yeoja yang diincarnya. Jadi, menurut tiffany, siwon hanya berusaha mendapat apa yang dia inginkan, bukan karena mencintai tiffany.

@Departement store

“chagie,,” sapa siwon pada tiffany.

Tiffany kaget melihat siwon ada di depan troli belanjaannya. Darimana siwon tahu kalau dia sedang berbelanja sendirian? Pasti jae hyun, pikirnya. Siwon terus mengikuti tiffany berbelanja. Tiffany tidak mempedulikan siwon yang selalu berceloteh ria, menceritakan banyak hal tanpa peduli tiffany mendengarnya atau tidak

“ne..tadi saudaraku dari Thailand kesini. Dia akan melanjutkan kuliahnya disini”

DEG

Tiffany menghentikan kegiatan memilih-milih sayur saat ia mendengar kata ‘thailand’.

“Thailand?” Tanya tiffany

Siwon yang merasa diperhatikan tiffany antusias untuk berbicara lebih lanjut

“ne..thailand? kau pernah kesana?” Tanya siwon

“ne..waktu liburan sekolah dulu” jawab tiffany

“oo..aku juga pernah kesana, ke rumah sodaraku itu. Dia baik, pintar menyanyi dan tampan. Yaa..walau masih tampan aku” Tiffany mulai menampakkan wajah datarnya, ‘terlalu percaya diri’, pikir tiffany. dia kembali memilih-milih sayur dan siwon tetap meneruskan ceritanya.

“walau dia tampan, kau tidak boleh jatuh cinta dengannya. Karena kau milikku.  dia juga sudah punya kekasih, kakaknya baekhyun. Anak kelas sebelahmu. Kau kenal kan?”

sambil terus melakukan kegiatannya tiffany menjawab “aku tidak tahu dan aku tidak tertarik. Jadi, berhentilah bicara” dan seperti biasanya, siwon selalu saja tertawa kalau melihat wajah tiffany yang sudah mulai kehilangan kesabaran

**

Siwon duduk di sebuah restoran jepang sambil terus memandangi tiffany. Setelah melakukan kegiatan belanja, siwon memaksa tiffany untuk makan.

“kenapa kau bertahan?” tiffany membuka pembicaraan. Dia gerah jika terus ditatap siwon

“bertahan?” Tanya siwon sambil menampakkan wajah tidak paham

“kenapa kau terus bertahan mengejarku? Ini sudah sepuluh bulan lebih” tiffany menjelaskan

“emmm…karena kau cantik” jawab siwon seadanya setelah beberapa lama berpikir

“come on.. yoona, yuri, dan Jessica dan siapa lagi itu aku tidak hafal, mereka tidak kalah cantik dari aku dan mereka, menginginkanmu. Bukankah itu jadi lebih mudah”

“ehmm..” siwon bingung ia sendiri juga tidak tahu kenapa dia bertahan

“ah sudahlah, lupakan” ucap tiffany setelah mendapati lelaki dihadapannya tak kunjung bicara

“kenapa kau tidak menerimaku?” kali ini siwon yang bertanya “aku kurang apa? atau kau sudah punya seseorang yang kau cintai?”

“tidak ada alasan” jawab tiffany datar

“oke..berarti aku diterima”

“what?”

“karena tidak ada alasan untuk menolakku jadi tidak ada alasan untuk tidak menerimaku kan”  siwon menjelaskan

“A-NI-YO, aku tahu kau seperti ini karena belum mendapatkanku bukan karena mencintaiku. Kau yang memang sudah terbiasa mendapatkan apa yang kau mau geram karena aku tak kunjung menerimamu kan? aku tahu kau pasti suatu saat lelah, berhentilah” kata tiffany sambil tersenyum. Siwon yang biasanya akan senang melihat eye-smile itu malah menampakkan wajah tidak suka. Tiffany tidak menyadari hal itu, ia terus melanjutkan kalimatnya “aku bisa saja menerimamu. Lalu, apa? Sama saja dengan kekasih-kekasihmu yang lain pastinya” tiffany berhenti bicara dan menghabiskan makanannya.

“Have done, kajja” tiffany meletakkan sendoknya, membawa barang belanjaannya dan menuju pintu keluar.

Siwon masih mematung dengan wajah cemberutnya. Menyadari tiffany sudah di luar restoran ia mengikuti tiffany keluar.

“aw..appooo”  tangan tiffany ditarik dan dicengkeram siwon

“apa maksudmu?” Tanya siwon

“apanya?” tiffany menampakkan wajah bingungnya

“apa maksudmu aku hanya ingin mendapatkanmu? Apa kau pikir selama ini aku bercanda? Jadi karena ini dirimu selalu menolakku? Kau pikir aku tidak benar-benar mencintaimu?” tiffany bisa melihat siwon benar-benar marah pada dirinya.

Tiffany benar-benar shock. Ia tidak pernah melihat siwon marah padanya. Terakhir kali melihat siwon marah adalah saat Jessica dan teman-temannya mengganggu tiffany. Tiffany masih terpaku, dia belum bisa mengucapkan kata-kata apapun pada namja di depannya.

“wae tiffany? Wae? Aku tidak keberatan dirimu selalu mengacuhkanku. Aku tidak keberatan dirimu tidak pernah mendengar cerita-ceritaku. Aku tidak keberatan kau selalu memilih bersama jonghyun daripada aku. Bahkan aku tidak pernah sedikitpun mengeluh karena cintaku yang selalu kau tolak” siwon seolah meluapkan segala perasaannya setelah apa yang terjadi selama ini. Ia menghela nafas dan merenggangkan cengkeramannya.

“aku tidak akan mengganggumu lagi” ucap siwon. Tiffany masih tidak bergerak dari tempatnya, tertegun dengan apa yang di dengarnya ‘siwon berteriak padanya’. Dilihatnya dari jauh punggung laki-laki yang meninggalkannya itu. Seketika itu juga ia mengingat kejadian satu tahun lalu. Ketika ia melihat punggung seorang namja yang meninggalkannya sendirian di jalan, namja yang dengan kejam meninggalkannya sendirian di jalanan ramai California. Seketika tubuh tiffany menegang, keringat dingin melanda sekutur tubuhnya..

**

“fany..tiffany” fany menoleh. ia melihat oemmanya dan sahabat kecilnya.

“oemmaa, oppaa” tiffany berkata lirih. Ia berjalan menuju tempat dimana oemmanya berada. Tapi saat tiffany dekat dengan mereka, mereka menghilang.

Deru nafas tiffany kencang. Tidak hanya itu, air mata mulai mengalir di kedua bola matanya. Ia tengah berada di pelukan seorang namja. Beruntung sekali, namja itu berhasil menarik tiffany yang berada di pinggir jalan pada saat yang tepat.

“fany..gwenchana?” Tanya namja itu sambil terus memeluk tiffany.

“don’t leave me,,, don’t leave me” suara tiffany lirih

**

 

46 thoughts on “(AF) A Little Summer To You Part 2

  1. Siapa namja itu? Siapa sahabat kecilnya? Siwon kah? Atau Nichkhun? Aduh makin penasaran aku. Ff nya juga makin bagus dan makin seru, bikin pembacanya nyaman. Ditunggu part2 selanjutnya. FIGHTING!!

  2. woa, benar2 puas dengan update yg banyak n cerita yang keren…. sudah jarang yang post sifany fanfic…

    ow siwon, kau jangan menyerah pada Tiffany🙂 benar2 penasaran dengan apa yang akan terjadi selamjutnya

  3. Yaaaaa!!!! Siwon jangan nyerah donggg😦 eh btw itu yang bagian terakhir gantung amat -_- jdi penasaran deh next chapnya dipost yang cepet yaa

  4. haduhhh…
    knpa tbc sihhh. lagi sre2 padahal. dan jga siwon knpa kok nyerah gtu sih ayo donk siwon maju trus pantang mundur!!
    trus buat fany pliss trima siwon kan kasian siwonnya. haduhhh pnsaran next partnya jgn lama2 ya…

  5. Nah loohh siapa itu??? Aduuhh mkin penasarn >< salut lah sma siwon msih bisa berthn buat ngdptin hati fany, nah tpi skrng kok gtu 😔😭 ayyoo dong fany trima siwon, btw wktu di pantai sweet bgt + bikin ngakak hahaha😄

  6. fany pnya trauma ya?? yg nolongin fany itu siapa?? nichkhun atau siwon?? trus saudaranya siwon yg dri thailand itu nichkhun ya?? pnasaran sama next partnya.. update nya jngn lma” y thor…🙂 fighting…😀

  7. aku suka bgt kalo siwon oppa yg ngejar2 fany eonni… aplg kalo fany eonni nya dngin bgt….tbc nya nanggung nih bkin pnasaran.. siapa sih yg nolongin fany eonni??? moga aja siwon oppa. heheheehe next chap nya jgn lama2 y thor… fighting!!!!

  8. Heehhh, ini tbc??? Ahhh gantung bangett, jgn blang klo yg ninggalin tipp di california itu khun??? Pleaseee gw udah mulai suka sma itu orang, cepett lanjut deh, penasarannn ^_^

  9. yaah ceritanya putus di t4 yg gak pas parahal lagi seru bacanya…
    padahal siwon n tiffany udah mulai dekat eehh tiffany malah gak prcaya sama siwon,, tp ya wajar juga sih cz siwon nya dulu playboy wajar fany gak yakin sama siwon siapa suruh juga lu playboy bg hehehe
    itu sepupuny siwon yg dr thailand siapa? nickhun kah??
    trus cwo yg ninggalin tiffany sndri itu siapa? nickhun jga kah??
    dan cwo yg nolongin fany di jmbatan itu siapa?? nickhun atau siwon??
    wah penasaran bgt sama klnjutannya..
    ditunggu kelanjutannya ya thor🙂

  10. Aduh…..kok fany tolak cintanya siwon sih,terimalah fany.namja yg dilihat fany,siapakah?
    Penasaran thor,next baca aja ya.
    Tetap semangat thor.jjang thor.

  11. sbr bgt siwon hdpi fany,tp krn ucpn n anggpn fany ke siwon jdiny siwon mrh deh…heol….
    ntr klo udh ditgl siwon mgkin fany br terasa skn tlsny cinta siwon..
    fany pst knl cowok thailand itu….
    mkin menarik…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s