(AF) Happiness With You (part 1)

Tittle: Happiness With You (part 1)

184243_447067612031182_705552033_n

Author : choitiffany

Main Cast: Choi Siwon, Tiffany Hwang

Genre : Romance, Lovestory

Rating : PG 15

 

Disclaimer:::: Ini fanfic yang baru pertama kali di post disini. Mohon maaf kalau ada kesamaan dalam segi apapun. Ini real hasil pemikiran saya sendiri, don’t plagiat guys.. happy reading and always comment & like J

–oo0oo–

“Menikahlah denganku..”

“Oppa..”

“Menikahlah denganku. Aku tidak akan mengulang perkataanku lagi, aku sudah menunggu cukup lama, dan aku benar-benar ingin menikahimu.”

Gadis itu terlihat shock dengan perkataan Kekasihnya, bagaimana tidak Pria yang ada dihadapannya ini bukanlah orang biasa. Dia adalah public figur dan mempunyai banyak penggemar diseluruh dunia. Siapa yang tidak akan terpesona dengan Pria seperti dia, berwajah tampan, memiliki tinggi tubuh yang sempurna dan juga kedua lesung pipi yang menghiasi wajah tampannya. Pria yang bernama Choi Siwon itu kini tengah menunggu jawaban dari kekasihnya yang sudah menemani hidupnya selama satu tahun terakhir ini. Hening itulah yang terjadi didalam mobil Audi putih yang terparkir didepan sungai Han, ketika Siwon memintanya untuk menikah dengannya.

“Tiffany..” suara berat itu lagi-lagi membuat Gadis yang bernama Tiffany Hwang itu menatapnya dengan sorot mata dan ekspresi yang tidak bisa diartikan. Pria itu menunggu jawaban dan Ia bingung untuk menjawabnya. Dia mencintai Pria yang kini duduk disampingnya, dia juga ingin menikah dengan pria ini yang berhasil meluluhlantahkan hatinya sejak satu tahun yang lalu tapi disisi lain dia tidak mungkin egois tentang siapa mereka saat ini.

Siapa yang tidak kenal dengan Tiffany Hwang, gadis yang berwajah malaikat dengan eye smile yang dimilikinya adalah salah satu member Girl Generation yang sangat digemari di seluruh Dunia, sedangkan Choi Siwon adalah member Super Junior yang tentu saja memiliki jutaan penggemar diluar sana. Mereka berdua sama-sama bernaung di agensi yang sama. Bagaimana mungkin mereka egois untuk kehidupan mereka sendiri.

Tiffany masih diam tapi masih memandang Siwon yang juga sedang menatapnya.

“kau tau betapa sulitnya aku mengatur jadwalku hanya untuk mengajakmu kencan seperti ini? Walaupun bukan ditempat yang mewah, tapi aku bahagia karena aku bisa menatapmu sedekat ini. Apa kau masih ragu tentang hubungan kita? Apakah kau tidak mau menikah denganku?” Siwon yang terlihat putus asa kini berusaha untuk mengatur mimik wajahnya.

“bagaimana dengan SNSD? Bagaimana dengan Super Junior? Bagaimana dengan Agensi dan bagaimana juga dengan Penggemar kita?” akhirnya Tiffany mengeluarkan suaranya, Siwon mengeritkan keningnya. Pria itu berteriak didalam hatinya bahwa bukan ini jawaban yang dia tunggu. Dia tau mungkin dia egois tapi dia tidak ingin kehilangan gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta. Dia terlalu takut kehilangan dan dia tetap pada pendiriannya untuk menikahi gadis itu.

“Fany-ah..” terdengar suara nafas berat dari pria itu. Tiffany tau kalau siwon sedang berusaha menahan emosinya. “tidak bisakah kau tidak kawatir kepada mereka? Tidak bisa kah kau hanya mengkawatirkan hubungan kita?”

Tiffany membeku ketika siwon mengatakan hal seperti itu, dia tau setelah dia resmi menjadi kekasih Siwon setahun yang lalu dia terlalu banyak menyusahkan agensi dan para membernya. Hubungan diantara mereka selalu melibatkan kedua belah pihak. Ketika akhirnya hubungan mereka diketahui publik, Tiffany selalu merasa kawatir atas tindakan para penggemarnya. Dia terlalu takut dibenci bahkan dia sering menangis diam-diam saat membaca komentar-komentar yang menyayat hatinya.

Siapa yang tidak ingin menikah dengan seorang Choi Siwon? Dia baik, dia pengertian, dia selalu mengalah dan dia terlalu mempesona. Siapa yang tidak ingin menjadi Istrinya dan menyandang gelar Choi?  Tiffany meneteskan air matanya, pertahanannya telah runtuh didepan kekasihnya. Dia tidak pernah berpikir kalau kencan mereka akan menjadi seperti ini.

Tiffany dapat merasakan kalau tangan kekar Siwon kini tengah menghapus air mata yang jatuh begitu saja di wajah putihnya, dia menatap Siwon lalu dengan cepat dia langsung memeluk tubuh pria itu. Dia tidak peduli lagi ketika ada wartawan yang memergoki mereka atau orang-orang yang melihat mereka disini. Dia tidak peduli. Dia terlalu takut dan kawatir akhir-akhir ini. Tiffany semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Siwon, dia menangis dibahu Pria itu, Siwon bisa merasakan Kameja biru yang dia kenanakan sudah basah oleh air mata kekasihnya. Dengan cepat Siwon menarik tubuh Tiffany dan mengeratkan pelukannya, Siwon tidak ingin jadi laki-laki pengecut karena membuat gadisnya menangis.

“Uljimah fany-ah..” bisik Siwon.

“apa Oppa serius ingin menikahiku?” tanya Tiffany disela isakannya. Siwon menjauhkan tubuh Tiffany lalu menatap mata gadis itu yang kini tengah sembab dan merah.

“kau tidak percaya padaku?”

“aku serius dan aku ingin menemui keluargamu di Amerika. Kita akan pergi bersama keluargaku minggu depan.”

Ucapan siwon berhasil membulatkan mata Tiffany, mana mungkin secepat ini. Bahkan dia belum mengatakan bersedia untuk dinakahi laki-laki ini. Bagaimana bisa Siwon sudah merencanakan ini semua.

“tapi aku belum menjawabnya.” Ucap Tiffany

“kau tidak perlu menjawabnya karena aku sudah tau jawabanmu. Kau tetap menikah denganku karena aku sudah mengatakan rencana ini kepada keluargaku. Mereka setuju dan tentu saja merestui hubungan kita.” Ucap siwon lagi. Dia lantas membuka laci kecil didashbor lalu mengambil sebuah kotak kecil berwarna merah.

Senyuman tulus dan lesung pipi yang dimiliki Siwon berhasil menghipnotis Tiffany. Ketika siwon membuka kotak kecil itu dan mengambil sebuah cincin disana dengan penuh percaya diri, lagi-lagi Tiffany tidak bisa berkata apa-apa. Mulutnya seperti dijahit dan dia menerima begitu saja saat Siwon memasukan cincin berwarna putih itu di jari manisnya.

“kau resmi menjadi tunanganku malam ini.” Ucap Siwon sambil mencium punggung tangan Tiffany.

“Gomawo..” hanya itu yang bisa dikatakan oleh seorang Tiffany, entahlah ia terlalu sibuk mengamati cincin pemberian Siwon yang kini sudah terpasang di jari manisnya.

“kau menyukainya?”

“cantik..” balas Tiffany sambil tersenyum dan memperlihatkan eye smilenya. Mata Tiffany tiba-tiba membulat ketika siwon mengecup singkat bibirnya.

“jangan terlalu kawatir tentang apapun. Semua akan baik-baik saja karena kita mempunyai niat yang baik.” Ucap Siwon menatap mata Tiffany. Tiffany hanya mengakuk dan kembali tersenyum. Entahlah dia tidak banyak mengeluarkan kata-katanya karena terlalu bahagia dengan apa yang Siwon berikan padanya.

“bagus.. jadilah penurut dan jangan terlalu membantahku” tiffany hanya tersenyum ketika siwon mengacak-acak pelan rambutnya. Dia tau kalau siwon sudah mencapai apa yang dia inginkan, dia tidak ingin merusak suasana apapun.

Siwon tidak ingin lama-lama berada di sungai Han, dia segera menyalakan mobilnya dan membawa Tiffany pergi bersamanya.

“Aku tidak menandatangani kontrak Super junior untuk tiga tahun kedepan.” Disela-sela mengemudikan mobilnya, Siwon mengatakan hal yangg tidak terduga sama sekali.

“bagaimana bisa? Oppa kau tidak ingin lagi bersama Super Junior?” tanya Tiffany

Siwon melirik ke arah Tiffany yang duduk disampingnya, dia meraih tangan Tiffany dan menggengamnya. “aku terlalu banyak meluangkan waktuku bersama Super Junior, aku lelah, aku ingin beristirahat dan aku ingin memperbanyak waktuku bersamamu.” Sudah waktunya Tiffany tau kalau dia benar-benar serius untuk menjalin hubungan dengannya, salah satunya dengan tidak menandatangi perpanjangan Kontrak dengan Super Junior. Dia sudah merasakan ketika bersama Super Junior dia bahkan sering melupakan Tiffany, bahkan disaat mereka Tour keliling dunia dia tidak pernah memberi kabar kepada kekasihnya. Ini sangat menyedihkan dan dia sudah bertekad untuk menyudahi semuanya.

“Oppa.. Ottoke??” terdengar suara Tiffany yang berkata pelan, kini Siwon tau kalau Tiffany kawatir tentang kehidupannya.

“Gwenchana.. aku tidak akan jadi pengangguran setelah keluar dari SMent. Kau tau Appa yang memaksaku untuk tidak memperpanjang kontrak itu, dia ingin aku menggantikan posisinya di Perusahaan. Dia akan segera pensiun dan aku tidak ingin menjadi anak yang durhaka kepadanya.”

“Jinja? aku tidak yakin kalau Oppa bisa bekerja di kantoran.”

“kau menertawaiku?” Siwon melirik sekilas dan melihat Tiffany yang sedang menahan tawanya, bagaimana bisa calon istrinya tidak percaya kalau dia bisa bekerja di kantoran.

“anni..! aku hanya kurang yakin saja, aku tidak yakin Oppa bisa menggantikan posisi Ayahmu. Bahkan Oppa terlihat tidak tertarik dengan dunia bisnis.”

“mulai sekarang aku akan belajar tentang bisnis.”

“keputusan yang tepat.” Tiffany membelai pipi Siwon yang kini tengah ditumbuhi rambut-rambut halus, membuat laki-laki itu terlihat lebih tampan.

“mau kemana?” tiba-tiba Tiffany menatap Siwon yang sedang fokus mengemudikan mobilnya, salah satu tangan siwon masih menggengam tangan tiffany. Tiffany pantas bertanya karena mobil Siwon tidak mengarah kearah Dorm mereka.

“kencan yang sesungguhnya.” Ucapnya dengan penuh percaya diri.

“aku bosan selalu berkencan di dalam Mobil, aku ingin menikmati suasana baru bersamamu.” Ada senyuman Licik yang terukir disudut bibir Siwon, Tiffany tau pasti Siwon akan melakukan hal-hal yang tidak terduga sebelumnya. Tentu saja apa yang Tiffany katakan, kini mobil putih itu sudah berhenti didepan sebuah pasar malam yang sangat ramai. Festival musim dingin selalu diadakan setiap tahun dan selalu menarik perhatian masyarakat.

“disini?” terdengar suara ragu dari mulut Tiffany, Siwon yang sedang mengambil mantel berwarna hitam musim dinginnya di Jok belakang lantas langsung menatap Tiffany yang dilanda keraguan dan tentunya kekawatiran yang berlebih.

“sudah ku bilang aku ingin berkencan denganmu. Disini..!” ucap siwon yang sibuk memakai Mantel berwarna hitam itu.

“Kajja..!” Tiffany sontak kaget saat pintu mobilnya terbuka dan Siwon sudah berdiri disampingnya. Entah sejak kapan Siwon turun dari mobil dia tidak menyadari itu karena terlalu sibuk dengan pemikirannya sendiri.

“aku ingin pulang.” Ucap Tiffany menatap Siwon. Dia tau apa yang akan terjadi kalau dia masuk kedalam festival itu bersama Siwon. Bahkan dalam hitungan detik semua orang akan mengenali mereka dan mereka akan menjadi rebutan untuk dimintai foto atau semacamnya.

“turunlah..” ucap Siwon yang masih menatap Tiffany yang tetap diam di tempat duduknya.

“aku tidak mau turun..! aku ingin pulang!” terdengar suara tegas dari mulut Tiffany.

“Demi Tuhan Tiffany.. berhentilan membantahku. Kajja!” kini tangan Tiffany ditarik paksa oleh Siwon, membuat tubuhnya ikut keluar dari dalam mobil itu. Siwon mengamati pakaian Tiffany yang hanya menggunakan celana pendek dan kaos lengan panjang berwarna putih. Dengan cepat Siwon membuka pintu belakang kemudi dan mengambil mantel Tiffany.

“kenapa kau memakai celana pendek padahal ini musim dingin.” Siwon sibuk dengan mantel yang dia gunakan ke tubuh Tiffany, setelah selesai dia langsung menarik gadis itu dan menggengam tangannya dengan sangat erat.

Terdengar suara berisik dari dalam festival itu saat Siwon dan Tiffany masuk ketengah-tengahnya dengan masih menggengam tangan satu sama lain. Tiffany ingin melepaskan tangannya tapi kekuatan Siwon lebih kuat darinya.

“OMO..! Siwon Oppa..! Tiffany Eonni..” terdengar sangat jelas suara-suara itu, bahkan tiffany merasa dirinya mengecil karena ini untuk pertama kali baginya keluar ditempat seperti ini tanpa bodygourd dan manajemen ditambah lagi kini dia sedang bersama Siwon kekasihnya.

“Oppa..” bisik Tiffany.

“Gwenchana..” Siwon berusaha menenangkan ketika Tangan tiffany menggengam erat tangannya. Dia tau kalau kekasihnya ketakutan sekarang ini. Tapi mau bagaimana lagi hal inilah yang dia tunggu selama ini, dia ingin memamerkan kepada semua orang kalau sekarang dia sedang bersama calon istrinya. Orang-orang yang pada awalnya sibuk dengan dunia mereka kini terfokus pada satu titik yaitu menatap kedua insan itu yang tengah berjalan dengan senyuman yang terus menghiasi sudut bibir keduanya. Bahkan orang-orang tersebut sibuk mengambil gambar mereka dan tiffany tau pasti menit berikutnya gambar-gambar yang mereka ambil akan menjadi pembahasan para netter.

“kalian terlihat sangat cocok.” Tiffany tersenyum begitu juga Siwon saat seorang Ibu mengatakan hal itu. Tentu saja mereka sangat cocok dan serasi dan Tiffany puas akan hal itu.

Langkah mereka terhenti tepat disebuah meja panjang yang diatasnya terdapat banyak sekali jualan, lantas Siwon mengambil sebuah syal rajut berwarna Pink lalu mengalungkan benda tersebut ke leher Tiffany. cuaca yang sangat dingin membuat Tiffany memerlukan ini, itu yang ada didalam pikiran Siwon saat mereka masuk kedalam festival itu.

“cantik..” puji Siwon tersenyum menatap Tiffany dan tangannya sibuk merapihkan rambut panjang Tiffany dan detik berikutnya wajah Tiffany menjadi merah merona karena malu. Dia benar-benar malu sekarang ini, Siwon mempelakukannya sebagai seorang putri dan ditonton langsung oleh ratusan mata yang ada disini. Bahkan ini bukan acara reality show atau semacamnya.

Tiffany tersenyum dengan tingkah konyol calon suaminya, dia mengalihkan pandangannya menatap tumpukan syal rajut tadi, matanya sibuk mencari warna yang cocok untuk digunakan oleh Siwon. Dia menatap siwon sekilas memperhatikan pakaian yang dia gunakan, dengan cepat Tiffany mengambil sebuah syal rajut berwarna Biru tua lalu mengalungkan syal itu keleher Siwon sama seperti apa yang siwon lakukan padanya tadi, Tiffany sedikit menjijit untuk mencapai tujuannya setelah berhasil terlihat senyum puas di wajah gadis itu.

“Tampan..!” bisik Tiffany dengan masih tersenyum dan memperlihat eye smilinya. Siwon langsung mengecup kening tiffany, mereka berdua benar-benar melupakan kalau sekarang mereka ada ditempat umum. Bahkan suara sorakan dari orang-orang ditempat itu tidak membuat mereka kembali ke alam sadar mereka karena saking bahagianya. Beberapa detik berikutnya Tiffany menjauhkan tubuhnya dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Malu? Tentu saja ia sangat malu atas tindakan Siwon saat ini. Tapi dia tidak bisa membohongi hatinya sendiri kalau dia sangat bahagia malam ini. Dilamar lalu diperlakukan seperti putri siapa yang tidak bahagia.

Setelah siwon memberikan beberapa lembar uang kepada penjual syal rajutan, kini tangan siwon langsung merangkul pinggang Tiffany agar lebih mendekat dengannya. Hal itu kembali membuat sekumpulan orang-orang yang ada disana bersorak melihatnya.

“oppa.. aku malu..!” bisik Tiffany saat siwon mengajaknya berpindah tempat dengan tangan yang masih merangkul pinggang rampingnya. Tidak ada jawaban dari mulut Siwon dia hanya mengulum senyum menatap wajah Tiffany yang kini seperti kepiting rebus.

“Oh…” Tiffany mempercepat langkahnya saat matanya melihat pajangan gulali yang berada tidak jauh dari mereka. Seperti ingin merebutnya, Tiffany langsung menarik tangan Siwon dan mendekat kearah penjual gulali itu. Siwon mengeritkan kening saat Tiffany memintanya untuk membelikan gulali itu dengan manja, seperti seorang anak kecil yang ingin meminta dibelikan mainan baru.

“kau ingin makan itu?” tanya Siwon memastikan. Dia sendiri bingung ketika tiffany sangat antusias ingin mengambil jajanan yang berbahan dasar gula. Tiffany hanya mengakuk, matanya masih menatap gulali yang diberikan penjual itu kepada seorang anak kecil yang mungkin berusia sembilan tahun.

“Ahjussi.. tolong berikan 1 untuknya.” Ucap Siwon mengeluarkan sejumlah uang.

“Gomawo..” ucap Tiffany.

“kau seperti anak kecil karena memakan itu.” Ucap Siwon.

“karenanya warnanya Pink jadi aku menyukainya..” ucap Tiffany lagi.

Kedua insan ini tidak ada habis-habisnya mengumbar kemesraan ditempat ini. Mereka seolah lupa kalau meraka tidak sama seperti yang lainnya. Mereka ada pablik figur dari agensi yang besar di Korea bahkan mereka ada member yang paling terkenal dan selalu mencapai popularitas yang sangat luar biasa.

“Hyung..” Siwon memanggil laki-laki yang berdiri tidak jauh dari hadapannya. laki-laki itu lantas menoleh dan dia kaget saat melihat Siwon dan juga Tiffany berada ditempat seperti ini ditambah sekumpulan orang-orang yang mengikuti mereka.

“apa yang kau lakukan disini Siwon-ah..” tanya laki-laki itu dengan ekspresi kaget luar biasa.

“kencan..” ucap siwon dengan sangat percaya diri.

“Chagiyaa.. dia adalah kakak sepupuku yang sekarang menjadi tangan kanan appa..” ucap Siwon

“Anyeonghaseyo.. Kim Jun Ki imnida..” ucap laki-laki itu yang bernama Jun Ki. Ah kau tidak perlu menmperkenalkan dirimu karena aku sudah mengetahuinya Tiffany Hwang.. Jun Ki tersenyum membuat Tiffany menjadi malu seketika.

“apa sekarang kalian tidak lagi populer sehingga berkeliaran ditempat ini?” bisik Junki

“Siwon Oppa mengajakku ketempat ini.” Jawab Tiffany yang masih santai mengemut gulali nya itu.

“ternyata kau benar-benar sangat cantik.. aku tidak menyangka akan bertemu secara langsung denganmu. Jujur saja aku mengidolakanmu.” Ucap Jun Ki

“Gumawo Oppa..” ucap Tiffany tersipu.

“ah matta..! bernyanyilah Siwon-ah.. setidaknya kau harus menghibur orang-orang yang menjadi kacau karena kedatangan kalian.” Ucap Jun Ki yang berhasil membuat mata Tiffany membulat sempurna. aku kesini karena ingin melihat live musik, kau harus bernyanyi disana.

Jun Ki langsung membawa keduanya mendekati panggung, semua orang dengan sendirinya langsung menyingkir dari tempatnya dan mempersilahkan mereka untuk berjalan tanpa hambatan.

“Hyung..” Siwon menatap Jun Ki yang tengah tersenyum licik kearahnya.

“apa kalian ingin mendengar Choi Siwon bernyanyi?” teriak Jun Kin lansung membuat para penonton bersorak dan bertepuk tangan.

“bernyanyilah..” Ucap Jun Ki sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Tiffany yang masih menahan tawanya atas ulah Jun Ki.

“baiklah..” akhirnya Siwon melangkah mendekati panggung dan dia tanpa ragu mengambil gitar yang terletak di dekat tempat duduknya. Suara penonton langsung berteriak histeris ketika idola mereka tengah duduk diatas panggung dengan gitar yang ada ditangannya. Senyuman dan lesung pipi milik laki-laki bermarga Choi itu langsung menghipnotis para penonton. Ini untuk pertama kalinya Siwon bernyanyi tanpa meminta imbalan atau royalti dan tanpa campur tangan agensinya, ini benar-benar ulah Kim Jun Ki kakak sepupunya. Dan ini untuk pertama kalinya Tiffany berada di bawah panggung kecil sambil mengulum senyum melihat keraguan diwajah Siwon, Jun Ki beralih untuk menghalangi para penggemar yang ingin meminta foto dan membiarkan Tiffany tersenyum menatap tingkah konyol Siwon diatas panggung.

Siwon mengalihkan pandangannya kepada beberapa orang dibelakang yang kini sudah siap dengan berbagai alat musik yang ada dihadapan mereka. Dia mendekati mereka lalu berbisik dan akhirnya kembali ketempatnya. Petikan gitar sudah mulaiterdengar  dan penonton menjadi penurut untuk diam dan mendengarkan lagu apa yang akan dinyanyikan oleh Idola mereka. Terlihat Siwon tersenyum ke arah Tiffany dan tiffany membalas senyuman itu.

It’s a beautiful night..

We’re looking for something dumb to do

Hey.. baby

I think i wanna marry you

Is it the look in your eyes

Or is it this dancing juice?

Who cares baby,

I think i wanna marry you..

Siwon turun dari kursinya dan meletakan gitar yang dipetiknya tadi. Dia langsung mengambil mike dan dia melangkahkan kakinya kearah Tiffany. Semua mata kini tertuju kepada kedua insan tersebut bahkan Jun Ki juga kaget dengan aksi Siwon yang menjadi sangat romantis. Siwon mengenggam tangan Tiffany, dan Tiffany sangat terkejut dengan aksi Siwon kalinya.

Well i know this little chapel on the boulevard we can go oh oh oh..

No one will know oh oh oh..

Oh.. come on girl

Who cares if we’re thashed got a pocket full of cash we can blow oh oh oh

Shots of patron

And it’s on, girl

Dont say no.. no.. no..no..

Just say yeah yeah yeah yeah

And will go go go go

If you’re ready, like i’m ready

Siwon yang masih mengengam tangan Tiffany kini menuntun gadis itu untuk mengikuti langkahnya untuk naik keatas panggung kecil itu. Tiffany hanya mengikuti dan menuruti saja walaupun dia sangat malu karena menjadi tatapan aneh oleh semua mata yang melihat ini.

Cause it’s a beautiful night

We’re looking for something dumb to do

Hey baby

I think i wanna marry you

Is it the look in your eyes

Or is it this dancing juice ?

Who cares baby

I think i wanna marry you

I’ll go get a ring let the choir bells sing like oohhh..

So what you wanna do?

Let’s just run gir

If we wake up and you wanna break up that’s cool.

No, i won’t blame you

I was fun, girl

Don’t say no no no no

Just say yeah yeah yeah yeah

And well go go go go

If you’re ready, like i’m ready

Cause it’s a beautiful night

We’re looking for something dumb to do

Hey baby..

I think i wanna marry you..

Is it the look in your eyes

Or is it this dancing juice?

Who cares baby?

I think i wanna marry you..

Suasana menjadi sangat romantis ketika Siwon mencium punggung tangan Tiffany, dan menimbulkan semua orang kembali bersorak melihat adegan romantis itu. Tiffany terhanyut oleh kelakuan kekasihnya sendiri, ia tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau siwon akan melakukan hal sejauh ini. Mengingat siapa mereka. Mungkin besok hubungan mereka akan menjadi tranding topik di Korea dan foto-foto mereka akan menyebar kemana-mana belum lagi kalau ada orang yang merekam Siwon bernyanyi tadi. Jun Ki langsung bertepuk tangan berkali-kali melihat adegan itu dia tidak menyangka adik sepupunya akan mencium tangan Tiffany didepan banyak orang seperti ini. “apa mereka tidak menyadari kalau mereka baru saja menyajikan tontonan gratis disini.” Batin Jun Ki

“Bravo..” teriak Jun Ki dibawah panggung membuat kedua insan itu langsung saling pandang dan tersenyum kecil dan konyol.

Setelah kejadian diatas panggung tadi yang menurut Tiffany itu adalah hal yang paling membahagiakan sepanjang hidupnya dan juga tidak bisa dipungkiri kalau itu juga merupakan hal yang paling memalukan. Mereka sama-sama terhanyut dengan keromantisan yang terjadi sehingga mereka tidak peduli lagi dengan pamor dan karir mereka.

“kau bahagia?” suara berat itu membuat Tiffany kembali ke alam sadarnya dia menatap siwon sambil mengakukan kepala dan juga tersenyum bahagia, ia tidak perlu menjawab kalau dia bahagia hanya dengan senyuman tulus seperti ini dapat meyakinkan Siwon kalau dia sangat bahagia luar biasa.

“Gumawo..”

“Kontrak ku bersama Super Junior akan berakhir 2 hari lagi, dan itu berarti hari-hari berikutnya aku bukan member super junior dan bukan juga berada di bawah naungan SMent. Aku tidak lagi bisa memperhatikanmu di sana, melihatmu disana dan..”

“Oppa kenapa kau mengatakan hal itu seolah-olah kau akan pergi jauh? Jangan membuatku menangis karena kata-kata menyedihkan itu. Aku sudah cukup bahagia malam ini.” Potong Tiffany cepat sebelum siwon melanjutkan kata-katanya.

“kau marah? Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin kau menjaga dirimu baik-baik disana. Karena aku tidak disana lagi. Dan aku tidak mau mendengar gosip-gosip yang aneh tentang dirimu dan tentu saja jangan terlalu dekat dengan laki-laki lain. Kau tau kan aku sangat cemburu melihatmu bersama laki-laki lain.” Ucap Siwon

Tiffany tidak langsung menjawabnya karena kini ponselnya berdering sehingga membuat Siwon menggerutu sipenggangu yang menghubungi Tiffany.

“Eonni ada apa?” tanya Tiffany saat dia mengangkat telepon itu..

(…………………..)

“ah.. ne..! aku sedang bersama Siwon Oppa dan kami sudah berada didekat Dorm.”

(…………………..)

“Arraso..” Tiffany langsung menutup ponselnya dan menaruhnya kembali kedalam tas berwarna pink itu.

“nugu?” selidik Siwon yang sedang sibuk mengemudikan mobilnya

“Taeyeon Eonni.. dia hanya memastikan kalau aku aman bersama Oppa..” jawab Tiffany.

Terjadi keheningan sesaat dan mereka berdua sama-sama terhanyut oleh alunan musik milik Cho Kyuhyun yang baru saja mengeluarkan mini albumnya. Meresapi setiap lirik lagu itu dengan menerawang malam kota seoul yang sangat indah. Tiffany kembali mengulum senyum sebelum dia memejamkan matanya didalam mobil itu, siwon yang memperhatikan membiarkan begitu saja Tiffany tidur karena dia tau gadis itu pasti lelah dan butuh banyak istirahat.

–oo0oo—

Hening dan tenang.. itulah yang terjadi saat ini diantara Tiffany Hwang, Choi Siwon, Kim Young Min, Manajemen dan para petinggi SM Entertaiment. Setelah kejadian kemarin malam hari ini Kim Young Min langsung memanggil Tiffany dan juga Siwon untuk berhadapan dengannya dan juga para manajemen. Tiffany yang duduk disamping siwon kini hanya menundukan kepalanya, Siwon melirik sekilas lalu segera mengengam jemari Tiffany yang sudah berkeringat dingin.

“gwenchana..” bisik Siwon

“kalian berdua membuat para netter berspekulasi yang macam-macam, hari ini kalian menjadi tranding topik diberbagai media. Kalian seakan lupa kalau kalian adalah artis besar.” Ucap Kim Young Min yang tidak lain dan tidak bukan adalah CEO SMent. Ada penekanan didalam kata Artis besar dan Siwon langsung menatap Kim Young Min dengan ekspresi seperti ini menerkamnya.

“jadi ini alasanmu untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Super Junior?” ucap Kim Young Min lagi.

Manajer Super Junior langsung menyodorkan Ipad berwarna hitam kepada Siwon, Siwon langsung mengambil Ipad itu dan mulai membaca berita-berita yang keluar hari ini. Tentu saja itu semua berita mengenai hubungannya dengan Tiffany.

“Choi Siwon melamar Tiffany Hwang di Festival musim dingin”

“Choi Siwon pria romantis yang berhasil membuat Tiffany Hwang tersenyum bahagia”

“Choi Siwon dan Tiffany Hwang akan menikah”

“apa yang salah dengan semua ini?” ucap Siwon yang terus membaca headline berita itu bahkan dia tersenyum saat foto-foto keromantisan hubungannya dengan Tiffany juga terpajang disana.

“semua ini memang benar.. aku sudah melamar Tiffany dan aku akan menikah dengannya.” Ucapan siwon langsung saja membuat semua orang yang ada didalam ruangan itu kaget dan menatap keduanya.

“tidak bisa!” bentak Kim Young Min. “kau boleh saja tidak melanjutkan kontrak dengan Super Junior tapi bukan berarti kau akan menikahi Tiffany yang masih mempunyai Kontrak dengan SNSD”

“Wae? Kontrak ku dengan Super Junior akan berakhir besokkan? Itu berarti aku tidak ada hubungan apapun dengan Super Junior dan Agensi ini. Aku akan menjalankan kehidupanku, menggantikan posisi ayahku untuk mengelolah Hyundai Group. Ah.. apa perlu aku meminta ayahku untuk mencabut saham yang dimilikinya di perusahaan ini? Dan aku akan mengadukan kepada Lee Sajangnim bagaimana kau memperlakukan artismu secara tidak manusiawi dan hanya mengharapkan pundi-pundi uang dari artismu.” Siwon terlihat panas saat Kim Young Min membentaknya.

“kau mengancamku?” tanya Kim Young Min dengan sorotan mata yang tajam.

“kenapa tidak? Aku akan melakukan apapun untuk kehidupanku dan untuk kebahagianku bersama Tiffany.” Balasnya lagi.

“Oppa..” pemilik suara itu akhirnya mengeluarkan katanya yang sedari tadi sibuk memperhatikan Siwon yang cukup emosi menentang Kim Young Min.

“mianhe..” lirih Siwon menatap Tiffany

“Ah.. manager Kang, bisakah kau mengatur scedule Tiffany untuk minggu ini? Aku dan keluargaku akan ke Amerika untuk melamar Tiffany didepan keluarganya. Jadi tolong bebaskan dia untuk minggu ini.” Setelah Siwon mengucapkan kata-kata itu dia langsung bangkit dari duduknya dan menarik tangan Tiffany agar keluar dari ruangan itu bersamanya, sementara orang-orang yang ada disana hanya diam seperti orang bodoh saat Siwon mengancam mereka dengan saham yang dibeli ayahnya.

Pintu terbuka baik siwon maupun tiffany terkejut saat para member SNSD dan juga super junior tengah berdiri didepan Pintu itu.”Gwenchana?” suara leeteuk mulai membuka percakapan, terlihat jelas kepanikan dan kekawatiran dari mereka tapi Siwon tidak menjawab dan langsung membawa pergi Tiffany dari tempat itu.

“Yaa! Siwon-ah..!” teriak Leeteuk lagi tapi tetap saja Siwon tidak memperdulikan.

“jadi benar mereka akan menikah?” ucap Sooyoung. Tentu saja mereka bertanya-tanya karena sejak Tiffany pulang kemarin malam bersama Siwon mereka sudah mulai menaruh curiga saat membaca berita online tentang mereka berdua, tapi Tiffany hanya diam dan memilih untuk masuk kedalam kamarnya.

“kita sudah dengar tadi kan? Dia bahkan mengancam Kim Sajangnim..” Ucap Sungmin menahan tawanya. Sebenarnya tidak ada yang lucu tapi melihat tingkah konyol Siwon dengan mengancam Saham yang dibeli ayahnya hanya untuk menikahi Tiffany, membuat para member tertawa dan menggelengkan kepalanya. Mereka tidak peduli saat siwon memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak bersama Super junior, karena Siwon sendiri terlebih dahulu menjelaskan kepada para member kalau ayahnya akan pensiun dan dia diminta untuk mengelolah Hyundai Departement store yang entah mempunyai berapa banyak cabang di seluruh Asia.

“kita akan melihat bagaimana seorang Choi Siwon yang sebentar lagi berstatus CEO Hyundai Group. Dan membuat Tiffany menjadi Nyonya Choi.” Ucap Kangin sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Oppa.. kenapa kau membentak Kim Sajangnim? Tiffany yang duduk kini menatap punggung choi siwon yang tengah mencoba meredahkan emosinya sendiri.

“aku tidak membentaknya fany-ah.. aku hanya sedikit mengancamnya saja.” Balas Siwon berjalan mendekati tiffany.

“lalu? apa menurutmu semua akan baik-baik saja? Bahkan Oppa membawa-bawa nama ayahmu dan juga Lee Soo Man sajangnim dalam masalah kita.

“chagiyaa.. mianhe kalau tadi aku tidak bisa mengendalikan emosiku. aku hanya tidak ingin Kim sajangnim melakukan seenaknya saja kepada para artisnya. Lee Soo Man sajangnim memperlakukan kita seperti anak-anaknya sendiri sementara dia.. Dia hanya mengharapkan uang dari kita, dia hanya menganggap kita sebagai mesin pencetak uang..!” ucap Siwon lagi

“aku bersyukur Jessica sudah terlepas dari sini. Setidaknya dia bahagia sekarang, dia menikmati hidupnya dengan baik.” Lanjut Siwon lagi.

Tiffany tidak ingin membantah Siwon, dia menatap Siwon lalu kedua tangannya diletakan dipipi Siwon.. menangkap wajah itu yang kini terlihat sangat lelah dan Tiffany bisa mendengarkan nafas siwon yang memburu karena berusaha menahan emosinya.

“apa Oppa benar-benar ingin menikahi ku?” tanya Tiffany saat mata keduanya saling bertatapan.

“apa kau tidak yakin denganku?”kini Siwon kembali bertanya

“aku hanya memastikan kalau kelak ketika Oppa menjadi suamiku nanti, aku tidak ingin Oppa menjadi emosian seperti ini. Oppa terlihat jelek saat sedang marah seperti ini.”

“ah.. mianhe..” Siwon menurunkan kedua tangan Tiffany yang masih menempel diwajahnya, dia tersenyum dan detik berikutnya Tiffany dapat merasakan kalau bibir milik Siwon sudah berada diatas bibirnya. Mereka saling berciuman penuh cinta bukan hasrat atau nafsu. Tiba-tiba Siwon menggerutu tidak jelas saat ponselnya berdering, dia melepaskan ciuman itu dan mengambil ponselnya didalam saku celana lalu melihat nama Cho Kyuhyun terpampang nyata dilayar ponselnya.

Yaaa..! Oppa..! apa kau akan mengurung Tiffany seharian bersamamu? Kau tau kalau kegiatan SNSD sangat padat? Bawa dia kembali ke ruang latihan karena kami harus latihan segera.” Klik!”

Siwon mengeritkan keningnya saat panggilan itu terputus sebelum dia mengeluarkan kata apapun. Melihat reaksi Siwon membuat tiffany bertanya.

“sepertinya Ledear mu memintaku untuk membebaskanmu hari ini.” Ucap Siwon

“Taeyeon eonni?” tanya Tiffany memastikan.

“Kajja! Aku harus mengembalikanmu, karena mereka akan membunuhku seketika! Kau tau ketika taeyeon marah itu sangat menakutkan. Bersiaplah ketika kau menyandang status sebagai nyonya Choi aku akan selalu mengurungmu dikamar.” Ucap Siwon menarik tangan Tiffany dengan senyum penuh kemenangan. Dia tidak bermaksud menggoda tapi ketika melihat wajah merona Calon istrinya membuat dia tidak bisa menyembunyikan tawanya.

–oo0oo—

Setelah memastikan semua berjalan dengan baik, kini Choi Siwon tidak lagi terikat kontrak dengan Super Junior dan juga Perusahaan yang menaunginya selama ini. Choi Siwon bisa bernafas legah ketika konfrensi press berjalan dengan baik dan para penggemar menerima keputusan yang telah di ambilnya. Hidup adalah pilihan dan menurut Siwon, Pilihan hidupnya kini akan tergantung dibawah naungan Perusahaan milik keluarganya. Sebagai anak tertua dan juga anak laki-laki satu-satunya didalam keluarga Choi, Siwon tidak ingin lagi gegabah dalam hidupnya. Sudah cukup sembilan tahun ini dia menjadi seorang artis dan penyanyi yang terkenal. Dia sudah mencapai impiannya dan sekarang waktunya dia untuk membalas budi kepada orang tua yang sudah merawat dan membesarkannya dengan baik.

Choi Siwon membungkuk sembilan puluh derajat ketika dia selesai menggelar konfrensi press didepan media yang telah disediakan oleh agensinya. Dia tidak segan-segan mengatakan kalau dalam waktu dekat ini dia akan segera menikahi salah satu member Girl generation. Dia juga menegaskan kalau keluarnya dia didalam Grup Super Junior tidak ada kaitan sama sekali dengan Tiffany Hwang. Ini murni keinginannya sejak lama dan oleh sebab itu dia tidak bisa berpartisipasi lagi dalam Tour Dunia bersama super junior kedepan.

Sementara itu di dalam ruangan sang manager terlihat seorang gadis tengah menatap nanar menghadap layar televisi. Dia menghapus air mata di sudut matanya, dia ingin tersenyum tapi entah kenapa dia merasa sakit mendengar keputusan Siwon. Laki-laki yang ingin menikahinya itu. Keputusan Siwon memang murni diambilnya sendiri tanpa penekanan siapapun. Dia tidak ingin terus-terusan menjadi mesin pencetak uang oleh Kim Sajangnim.

“kenapa kau sedih? Seharusnya kau bahagia karena sebentar lagi kau akan menyandang status sebagai nyonya Choi Siwon.” Ucap Taeyeon yang duduk disamping Tiffany.

“aku tidak sedih eonni. Hanya saja aku merasa ada sesuatu yang hilang.” Jawab Tiffany yang kini sedang memainkan ponselnya.

“Hilang? Yaa.. Siwon oppa tidak akan menghilang dari dunia ini. Siwon Oppa hanya tidak akan ada di agensi ini lagi. Lagian kalian masih akan bertemu satu sama lainkan..” sambung Sunny.

Tiffany hanya tersenyum karena dia tidak mempunyai alasan untuk bersedih ataupun menangis tentang keputusan Siwon. Bukankah Siwon sudah mengatakan padanya sejak awal kalau dia ingin membantu mengurus bisnis keluarganya? Walaupun Tiffany sendiri masih belum yakin tentang kemampuan seorang Choi Siwon didalam perusaaan yang bernaung di bidang perdagangan itu.

“kenapa calon istriku tidak bersemangat hari ini?” suara itu membuat kedelapan gadis terlihat terkejut dan langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu yang tidak terlalu jauh. Terlihat sosok pria bertubuh tinggi, dengan wajah yang dihiasi bulu-bulu halus itu tengah berdiri didepan pintu sambil menatap kedelapan gadis didalam ruangan itu.

“tidak bisakah Oppa mengetuk pintu dulu sebelum masuk?” kesal Yuri karena dia sangat kaget mendengar suara Siwon diujung sana.

“mian.. aku hanya datang untuk menjemput calon istriku.” Jawabnya sambil melangkah maju mendekati calon istri yang dia maksud. Semua mata didalam sana langsung tertuju kepada gadis yang memakai dress lengan panjang berwarna Pink dengan rambut blonde tergerainya. Tiffany Hwang hanya mengulum senyum ketika ditatap oleh teman-temannya.

“makan sianglah bersama ku dan juga Appa. Appa sudah menunggu kita di Lobby bersama Kim Sajangnim.” Ucap Siwon yang kini tengah berhadapan dengan Tiffany

“pergilah..” ucap Taeyeon saat Tiffany menatapnya. Tidak ada alasan untuk menahan Tiffany disini, apalagi kalau Siwon sudah berdiri dengan wajah malas seperti sekarang ini. Setelah mendengar persetujuan sang Leader akhirnya Tiffany berdiri dari duduknya dan mengambil tas kecil yang terletak diatas meja lalu segera keluar dari ruangan itu bersama Siwon, dan ketujuh gadis yang tertinggal disana hanya menatap punggung keduanya sambil menggelengkan kepala.

–oo0oo—

“kau siap?” bisik Siwon mengenggam tangan kanan Tiffany saat mereka sudah tiba di Bandara Los Angeles California.

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu.. hari ini Oppa akan bertemu dengan Daddy, jadi bersiaplah karena dia bukan tipe laki-laki yang bisa melepaskan anak gadisnya kepada sembarangan orang.” Balas Tiffany sambil tersenyum.

“benarkah? Apa Nichkhun pernah bertemu dengan Ayahmu?” mendengar Siwon menyebutkan nama mantan kekasihnya, membuat Tiffany tersenyum licik lalu detik berikutnya dia menatap wajah Siwon yang sedang menunggu jawaban darinya.

“Khun Oppa sering bertemu dengan Daddy.. wae?” tanya Tiffany

“Khun Oppa? Ah kau masih memanggilnya seperti itu?” selidik Siwon dengan nada bicara yang terdengar sedang cemburu.

“masihkan Oppa cemburu kepada Khun Oppa?” bisik Tiffany tersenyum jahil.

“Aniyoo..” ucap Siwon cepat

“benarkah? Kalau begitu bisakah kita mengundang Khun Oppa ke pernikahan kita?” tanya Tiffany

“Mwo??” teriak Siwon dengan ekspresi yang tidak terduga, melihat itu membuat Tiffany tertawa puas karena berhasil membuat Siwon cemburu dan sedikit marah padanya.

“ada apa?” tanya Nyonya Choi saat mendengar Suara Putranya Choi Siwon, dengan cepat Tiffany menghadap calon ibu mertuanya dan tersenyum.. “Gwenchana Sieomonie”. Setelah mengambil beberapa Koper besar, kini Tiffany melangkah keluar bandara bersama keluarga Choi. Tangan mereka masih terikat karena Siwon enggan untuk melepaskan gadis ini.

“Oppa..” panggil Tiffany dengan suara keras saat dia melihat sosok Kakak laki-lakinya yang kini tengah berdiri bersama seorang sopir keluarga Hwang. Leo Hwang segera menghampiri adik bungsunya itu dengan langkah cepat, terlihat jelas raut kebahagiaan ketika menyambut kedatangan adiknya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya.

“I Miss you..” ucap Tiffany memeluk erat Kakak laki-lakinya itu.

“Me Too..” balas Leo dengan mempererat pelukannya.

“Oppa.. mereka adalah Keluarga Siwon Oppa..” Ucap Tiffany saat dia melepaskan pelukan Leo. Tiffany melirik Ibu, Ayah dan adik perempuan Choi Siwon.

“Anyeonghaseyo..Selamat datang di Los Angeles” ucap Leo membukuk didepan keluarga Choi itu.

“Anyeonghaseyo..” balas keluarga Choi bersamaan.

“daddy?” Tiffany bertanya kepada Leo karena dia tidak menemukan sosok yang dirindukannya.

“daddy dirumah, aku dan Ahjussi yang menjemput kalian.” Balas Leo. Tiffany mengakuk lalu tersenyum. Setelah itu mereka segera menghampiri kedua mobil yang sudah disiapkan oleh Leo Hwang. Cuaca disini sangat dingin sehingga membuat mereka sedikit menggigil. Tuan Kang yang adalah Sopir keluarga Hwang kini tengah mengemudikan mobilnya bersama Ayah dan Ibu Choi Siwon sementara Leo berada di Mobil yang satunya lagi dengan membawa penumpang Siwon, Tiffany dan Jiwon adik perempuan Choi Siwon.

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Bandara hingga tiba di kediaman keluarga Hwang, Tiffany tidak ada habisnya mengulum senyum. Ini adalah kepulangannya ke San Fransisco bersama calon suaminya sendiri. Calon suami? Kenapa dia merasa sangat antusias menyebut Siwon sebagai calon suami.

“kita sudah sampai.” Ucap Leo saat mobilnya berhenti disebuah Rumah berlantai 2 minimalis. Terlihat sosok seorang laki-laki tengah berdiri didepan pintu rumah bersama anak tertuanya dan juga anak menantunya. Keluarga itu sudah menyambut kedatangan mereka. Tiffany segera keluar dari mobil lalu berlari menghampiri ayahnya, dia bahkan meninggalkan Siwon yang baru saja turun dari mobil.

“Daddy..” teriak Tiffany segera menghambur didalam pelukan sang Ayah.

“okay.. welcome back fany” ucap Tuan Hwang menyambut pelukan anak bungsunya. Setelah puas berpelukan dengan sang ayah kini Tiffany menggeser tubuhnya memeluk kakak perempuannya Michale Hwang dan juga kakak iparnya.

“are you Okay?” tanya Michale Hwang memeluk Tiffany

“I’m Okay” balas Tiffany tersenyum. Setelah itu dia teringat sesuatu kalau datang ke Amerika tidak sendiri melainkan bersama keluarga Choi Siwon. Tiffany segera berbalik dan melihat keluarga Choi sudah berdiri tidak jauh dari belakangnya.

“Anyeonghaseyo..” sapa Tuan Hwang terlebih dahulu kepada keluarga Choi, lalu detik berikutnya keluarga Choi membalas salam dari keluarga Hwang. Dengan Cepat Tuan Hwang segera mempersilahkan keluarga Choi untuk masuk kedalam rumah mengingat cuaca di bulan desember sangat dingin ditambah butiran salju yang perlahan-lahan mulai turun.

Setelah berbasa basi cukup lama dan telah selesai makan siang. Tiba saatnya bagi Siwon untuk menyelesaikan misinya. Siwon berdehem terlihat dia sangat gugup ketika berhadapan dengan Ayah mertuanya. Tenggorokannya tercekik tapi dia tidak ingin menjadi pecundang karena tidak menyelesaikan misinya disini.

“Shiabeoji.. kedatangan saya bersama keluarga sebenarnya untuk mengatakan kalau saya ingin menikahi Tiffany Hwang.” Ucap Siwon sedikit terbata-bata karena dilanda kegugupan yang luar biasa. Tiffany hanya tersenyum melihat raut wajah itu. Betapa lucunya seorang Choi Siwon dihadapan ayahnya.

“saya sudah tau, Fany sudah menceritakan maksud kedatangan kalian. Tidak perlu takut karena saya selalu merestui hubungan Tiffany dengan pasangannya. Saya bahagia kalau anak bungsu saya juga bahagia bersama pasangan yang telah dipilihnya. Saya yakin dan percaya seorang Choi Siwon bisa menjaga dan melindungi anak saya.” Ucap Tuan Hwang. Terlihat senyuman tulus yang mengembang dari wajah semua keluarga yang duduk disana tidak terkecuali Tiffany dan Siwon yang terlihat sangat bahagia.

“jadi kapan rencana pernikahannya?” tanya Michale Hwang kakak tertua Tiffany. Michale dan Tiffany sangat dekat, mereka memiliki wajah yang sama dan selain menjadi Kakak Michale berperan sebagai Ibu untuk Tiffany.

“kalau soal masalah pernikahan sebenarnya tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini, saya benar-benar minta maaf. Anak saya Choi Siwon harus menyelesaikan tugas dari ku dulu. saya memberinya misi di perusahaan Saya untuk 3 bulan kedepan. Kalau Siwon berhasil mencapai target penjualan selama tiga bulan, dia akan segera menduduki posisi CEO Hyundai Group menggantikan posisi saya. Setelah itu dia akan menikahi anak anda Tuan Hwang.” Jelas Tuan Choi dan berhasil membuat Siwon membulatkan matanya karena kaget mendengar penuturan sang ayah.

“Appa..!” Siwon menatap Ayahnya penuh tanya.

“ada apa? Appa sudah membicarakan ini dengan Tiffany, dia setuju dengan misi yang Appa berikan padamu.” Jawab Tuan choi santai

Tiffany hanya tersenyum menatap Siwon yang kini menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa digambarkan.

“itu keputusan yang sangat baik Tuan Choi. Saya sangat setuju.” Sambung Tuan Hwang. Siwon terlihat frustasi ketika dia tidak bisa menikahi Tiffany secepatnya. Bagaimana kalau dia gagal dalam misi yang diberikan ayahnya? Itu berarti dia tidak akan menikahi Tiffany secepat yang dia inginkan. Bagaimana kalau Tiffany tidak bisa menunggunya?

“Oppa.. fighting!” Tiffany memberi dukungan kepada Siwon dengan senyuman yang mengembang di sudut bibirnya. “belajarlah dengan baik agar kita bisa menikah secepatnya” sambungnya

“bagaimana kalau tunangan dulu?” ucap Siwon cepat

“aigoo.. Oppa kenapa kau jadi antusias seperti ini. Jangan mau kakak Ipar, dia harus menyelesaikan misinya dulu dalam waktu tiga bulan. Hanya tiga bulan Oppa setelah itu kau akan segera manikah dengan Fany Eonnie” jawab Choi Jiwon cepat dan menatap Siwon sambil tersenyum jahil.

“Apa Oppa takut aku tidak bisa menunggumu?” tanya Tiffany dan hanya dibalas angkukan kepala oleh seorang Choi Siwon.

“tenang saja aku akan menunggumu selama tiga bulan ini. Kalau lewat tiga bulan Oppa tidak bisa menyelesaikan misi dari Appa… hmm mungkin aku akan mencari seorang CEO yang lain.” Ucap Tiffany puas sambil mengedipkan mata kepada keluarga Choi. Dia benar-benar puas melihat Siwon sekarang ini.

Renacana misi tiga bulan untuk mencapai target penjualan sebenarnya bukan ide dari Tuan Choi melainkan Ide dari Tiffany sendiri. Setidaknya inilah yang harus dia lakukan, Choi Siwon harus benar-benar bisa menyelesaikan misi yang diberikan dia tidak ingin orang-orang mencibir ketidakmampuan calon suaminya karena langsung menduduki kursi CEO tanpa rintangan sedikitpun.

“jadi kau tidak akan menikah kalau aku tidak menjadi CEO yang sah? Sejak kapan calon istriku jadi matrealistis seperti ini.” Gerutu Siwon, dan hanya dijawab dengan senyuman oleh Tiffany.

–oo0oo–

Promosi album Holler milik TaeTiSeo kini telah berakhir, Tiffany bisa bernafas legah karena dia berhasil mencapai apa yang dia inginkan bersama Taeyeon dan juga Seohyun. Sekarang dia akan disibukan dengan syuting iklan musim semi bersama Sooyoung rekan sesama SNSD. Tiffany merebahkan tubuhnya di Kursi yang telah disiapkan oleh asistennya, dia mendengus manatap layar ponselnya, sudah hampir tiga bulan Siwon tidak memberinya kabar, apa dia harus sedih dan merasa kehilangan? Padahal itu yang dia inginkan, dia tidak ingin Siwon terganggu dan akan mengacaukan misi yang seminggu lagi akan berakhir. Dia meminta siwon untuk tidak mengubunginya selama tiga bulan saat mereka tiba di Korea waktu itu. Walaupun Siwon tidak menyukai ide gila yang diberikan oleh Tiffany, walaupun sempat ada pertentangan dan perdebatan panjang, akhirnya dengan sangat menyesal Siwon menyetujui hal itu.

“apa aku harus menghubunginya? Apa dia makan dengan baik? Apa dia bisa istirahat yang cukup?” batin Tiffany, dia tidak ingin membantah kalau dia merindukan Siwon. Dia ingin mendengar suara Siwon walau hanya melalui via telepon. Dia ingin memastikan apa Siwon makan dengan baik dan beristirahat dengan cukup mengingat dia sangat sibuk dengan pekerjaannya? Tiffany tau untuk mencapai target penjual di Hyundai Departemen Store tidaklah mudah, apalagi perputaran roda bisnis di Korea terus berkembang pesat dan banyaknya saingan yang jauh lebih baik dari Siwon. Tiffany sedikit menyesal ketika memberikan ide gila itu kepada calon ayah mertuanya, sekarang dia bisa merasakan kalau dia benar-benar merindukan Choi Siwon.

“eonni kau merindukannya?” suara Sooyoung membuyarkan lamunan Tiffany, Sooyoung menduduki kursi disamping Tiffany, memandang temannya itu dengan tatapan ingin tau.”hmm..” hanya itu yang didengar oleh sooyoung.

“pergilah temui Siwon Oppa.” Ucap Sooyoung

“dia belum menyelesaikan misinya, bagaimana mungkin aku menemuinya.” Balas Tiffany tanpa menatap Sooyoung

“eonnie.. kau terlalu jahat padanya, setidaknya eonnie datang ke kantor siwon oppa. Memberinya banyak semangat. Eonni bahkan tidak tau apa dia bersemangat hari ini atau tidak, Iyakan? Sama saja dia tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya kalau dia juga merindukanmu.” Jelas Sooyoung.

“apa aku harus ke kantornya? Aku bahkan tidak pernah pergi kesana.” Jawab Tiffany

“Hmm.. Cakkaman!” ucap Tiffany cepata, dia sibuk dengan iphone pink ditanganya lalu dengan cepat meletakan benda keramat itu ditelingannya.

“sudah ada laporan dari Manager Pemasaran?” Suara Siwon terlihat purau, pria yang menggunakan setelan Jas berwarna hitam pekat itu terlihat sedang memijat-mijat pilipisnya saat mendengar penuturan dari Kim Jun Ki saudara sepupunya yang menjadi Manager Umum di Hyundai Group.

“tenanglah. Kau masih punya waktu satu minggu bukan? Semua akan selesai cepat waktu.” Ucap Jun Ki yang duduk dihadapannya.

“bagaimana kalau aku gagal Hyung? Aku tidak akan bisa menikah dengan Tiffany.” Balas Siwon terlihat Frusrasi. Benar saja semenjak menyetujui ide konyol dari Tiffany, membuatnya tidak bisa bekerja dengan baik. Bagaimana bisa dia tidak mendengarkan suara Tiffany hampir tiga bulan ini? Siwon hanya selalu melihat Tiffany dilayar televisi tapi tetap saja itu tidak bisa melepaskan kerinduannya pada gadis yang memiliki eye smile itu.

“kenapa kau jadi pesimis seperti itu? Tinggal satu minggu lagi Choi Siwon, selama ini penjualan selalu diatas rata-rata. Jadi tenang saja, Tiffany tidak akan pernah menduakanmu.” Ucap Jun Ki

“kau ingin makan siang?” tanya Jun Ki lagi. Siwon menggeleng karena dia tidak nafsu makan untuk sekarang ini. Semenjak dia masuk ke perusahaan ini, dia berpikir akan baik-baik saja tapi tetap saja ada yang membuat emosinya tidak stabil seperti sekarang ini. Mempunyai wajah tampan dan mantan member Boy Band membuat Siwon harus terlihat tegas di mata karyawannya, bahkan dia masih mengingat bagaimana dia masuk ke perusahaan ini, semua pegawai ayahnya berbondong-bondong memintanya untuk berfoto bersama, dan jujur saja itu membuatnya terganggu.

“baiklah.. aku pergi!” Jun Ki berbalik dan langkahnya terhenti seketika handphone nya berdiring, Jun Ki melirik handphonenya lalu melirik sekilas ke arah siwon yang sedang memutar posisi duduknya menatap jendela besar yang ada dibelakang mejanya. Jun Ki dengan cepat meraih kenop pintu dan segera keluar dari ruangan CEO itu.

–oo0oo—

Tiga puluh menit sudah Kim Jun Ki duduk di Lobby kantor dengan terus memandang ke arah pintu utama Hyundai Group. Dia kembali mengambil ponselnya lalu membaca pesan yang masuk, dengan senyum yang mengembang disudut bibirnya dia langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu utama. Belum lama dia berdiri didepan pintu utama, kini terlihat sebuah Mobil sedan berwarna Putih sedang melaju mendekati halaman pintu utama itu. Seorang gadis cantik membuka pintu dibelakang kemudi lalu turun dengan anggun dengan dress berwarna Putih diatas lutut ditambah blazer sepinggang berwarna pink dan high hells yang memperlengkap penampilannya hari ini. Dia tangan kanannya membawa tas kresek yang Jun Ki yakin kalau itu adalah kotak makanan untuk Siwon.

“Adik Ipar, akhirnya kau datang juga.” Sambut Jun Ki menghampiri gadis itu. Gadis itu adalah Tiffany Hwang, dia memutuskan untuk mengunjungi kantor calon suaminya karena desakan dari Sooyoung dan juga dari hatinya sendiri. Dengan senyuman khas miliknya Tiffany membuka kaca mata hitamnya lalu membukuk didepan Jun Ki.

“Oppa.. apa tidak apa-apa jika aku ke kantor? Bisik Tiffany karena dia disambut oleh tatapan mata yang melihat kedatangannya. Semua mata yang disana langsung menatap Tiffany mana kala dia memasuki bagian dalam kantor calon suaminya.

“Aigoo.. sebenatar lagi kau akan menyandang status sebagai nyonya Choi. Mereka menatapmu terkejut karena kau ini sangat terkenal. Lihat saja nanti saat kau tiba di depan Lift para pegawai akan mendekatimu untuk meminta foto, itu terjadi juga pada saat Siwon sejak pertama kalinya masuk ke kantor ini.” Bisik Jun Ki. Tiffany hanya tersenyum mendengarnya lalu detik berikutnya dia membukuk kepada para pegawai dengan anggun dan memperlihatkan senyuman malaikatnya. Setelah kakinya tiba didepan pintu lift, dugaan Jun Ki memang benar, semua pegawai langung mendekatinya dan langsung mengajak berfoto. Tiffany langsung mengiyakan walaupun dia kelelahan menerima ajakan foto itu.

“mood calon suami mu tidak benar-benar baik hari ini. Tadi pagi semua pegawai menjadi sasaran amarahnya.” Bisik Jun Ki saat mereka sudah berada didalam lift menuju ruangan Siwon.

“benarkah?” tanya Tiffany menatap Jun Ki, lelaki itu hanya mengakuk dan mengiyakan.

“annyeonghaseyo..” sapa Tiffany saat dia berhadapan dengan sekretaris Choi Siwon. Terlihat sekretaris itu canggung ketika melihat Tiffany menyapanya. Siapa yang tidak akan terkejut ketika seorang artis terkenal menyapanya dengan hangat dan senyuman tulusnya.

“ah.. anyeohaseyo..” balas Sekretaris Han gugup.

“Fany-ah.. kau tunggu disini sebentar, aku akan masuk memastikan..” ucap Jun Ki

“Baiklah Oppa..”

Setelah menunggu beberapa menit diluar ruangan Siwon, kini Jun Ki mendekati Tiffany dengan senyuman liciknya. “dia bilang padaku dia ingin tidur sebentar dan jangan menggangunya. Tenang saja kau bisa masuk kedalam tanpa diketahuinya karena tubuhnya sedang berhadapan langsung dengan jendela besar dibelakang meja.” Ucap Jun Ki.

“Gumawo..” jawab Tiffany, dengan perlahan-lahan Tiffany melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor calon suaminya, dia kembali menutup pintu secara perlahan agar tidak menimbulkan bunyi berdecit. Dilihatnya punggung seorang Choi siwon dari jangkauan beberapa meter dihadapannya.

Tiffany langsung mencium pipi Siwon ketika mata sipemilik itu terpenjam. Dia tersenyum melihatnya dan kecupan itu berhasil membuat si pemilik terbangun dan tentu saja kaget melihat sosok Tiffany sedang membungkuk menatapnya secara intens.

“Chagiyaa..” Ucap Siwon dengan ekspresi kaget. Ini bukan mimpi atau hayalan, tapi sosok Tiffany kini nyata didepannya.

“aigoo.. kenapa wajah calon suamiku terlihat kusam seperti ini? Apa Oppa tidak makan secara teratur? Apa tidak beristirahat dengan cukup?” kedua tangan Tiffany sudah berada pipi Siwon yang kini terlihat rapih dan maskulin tanpa bulu-bulu halus lagi, tapi dia terus memperhatikan wajah kusam si pemilik wajah tampan itu. Kini Choi Siwon terlihat sedikit kurus dari waktu itu.

“karena aku merindukanmu.” Jawab Siwon cepat.

“benarkah Oppa merindukanku? apa merindukan ku membuat Oppa melampiaskan kemaran Oppa kepada semua pegawai dikantor ini?” tanya Tiffany penuh selidik.

“dari mana kau tau? Ah Jun Ki Hyung yang memberitahumu?” tanya Siwon balik. Tiffany hanya mengakuk mengiyakan.

“kenapa Oppa marah kepada mereka? Padahal menurut Jun Ki Oppa mereka sudah bekerja dengan baik.” Tanya Tiffany yang kini duduk diatas pengkuan Siwon karena Siwon langsung menariknya.

“itu karena pikiranku sangat kacau. Deadline tinggal seminggu lagi dan aku tidak yakin akan mencapai target penjualan seperti apa yang appa inginkan.”

“Oppa kau terlalu pesimis! Apa Oppa akan menyerah begitu saja? Apa Oppa tidak ingin menikah denganku?” Siwon tidak bisa menjawab ketika Tiffany memberinya banyak pertanyaan. Tentu saja dia merasa pesimis sekarang ini. Waktu yang diberikan Ayahnya tinggal satu minggu lagi dan Siwon tidak tau pasti apa dia akan berhasil mencapai target penjual,walaupun menurut beberapa manager semuanya sudah diatas rata-rata tapi kekawatiran itu pasti ada.

“baiklah..” Tiffany kembali berdiri dari pengkuan Siwon ketika Siwon tidak bisa menjawab pertanyaannya. Sebenarnya dia tidak tega melihat calon suaminya seperti ini tapi dia tidak ingin Siwon menjadi pesimis hanya karena target penjualan yang sudah direncanakan oleh keluarganya.

“mau kemana?” langkah Tiffany terhenti saat tangan Siwon meraih dan menggengam tangan kanannya. Siwon langsung mensejajarkan posisinya berdiri dan membalikan tubuh Tiffany menghadapnya, menatap wajah cantik calon istrinya itu. Mereka diam beberapa saat namun detik berikutnya Tiffany bisa merasakan kalau kini Siwon tengah memeluknya dengan sangat erat. Seperti tidak ingin melepaskan mangsanya begitu saja.

“jangan pergi.. ku mohon..” lirih Siwon, dagunya bersandar di bahu Tiffany menghirup bau parfume khas milik gadis itu. Ini pertama kalinya bagi Tiffany datang menjenguknya di Kantor, mengingat saat ini Tiffany adalah seorang artis besar di Korea. Pasti sulit untuknya berada disini dan karena itu Siwon tidak ingin melepaskannya begitu saja.

“siapa yang akan pergi?” Tiffany melepaskan diri dan menatap Siwon, Siwon yang masih tidak mengerti hanya kembali menatap kekasihnya itu.

Tiffany melangkah kearah meja yang berada di tengah ruangan itu, mengeluarkan beberapa kotak makanan dari dalam tasnya, dan Siwon masih tetap mengamatinya. “masih diam disana?” tanya Tiffany menatap Siwon yang diam dibelakangnya.

“kemarilah.. aku tau Oppa belum makan siangkan? Jun Ki Oppa bilang kalau beberapa hari terakhir ini Oppa kehilangan selera makan. Makanlah aku sudah membelikan makanan untuk Oppa.” Ucap Tiffany lagi, Siwon tersenyum mendengarnya, sesibuk apapun rutinitas kekasihnya dia bersyukur karena masih diperhatikan dengan baik.

“Gumawo” selalu menjadi kebiasaan Siwon mengacak rambut Tiffany yang sudah rapih, membuat si pemilik sedikit berteriak. Kini Siwon sudah duduk disebuah Sofa berwarna Putih menatap calon istrinya yang tengah sibuk membuka-buka kotak makanan.

“kenapa makanannya banyak sekali?” tanya Siwon akhirnya.

“aku hanya ingin membelinya saja mengingat calon suamiku terlihat sangat kurus dari biasanya.” Ucap Tiffany.

“Jalmokgetseumnida” Ucap Siwon dan Tiffany secara bersamaan saat tangan mereka kini tengah memegang sumpit. Sepasang kekasih ini tengah sibuk dengan berbagai menu makanan yang ada diatas meja itu, sumpit keduanya seperti berperang didalam kotak-kotak makanan itu.

“aku belum bertanya apa yang membawa calon istriku datang ke kantor?” tanya Siwon saat dia sedang memakan makanannya.

“ah itu.. Sooyoung yang menyuruhku melihat Oppa.” Jawab Tiffany Singkat karena dia sibuk dengan makanannya. Sedikit kekecewaan diwajah Siwon, bukan itu yang diinginkan oleh Siwon, dia ingin Tiffany menjawab kalau dia datang ke kantor karena merindukannya bukan karena permintaan Sooyoung.

“ah jadi Sooyoung yang memintamu kesini? Aku pikir kau datang kesini karena keinginanmu sendiri” jawab Siwon dengan nada suara yang datar. Tiffany melirik sekilas dia tau Siwon pasti kecewa dengan ucapannya tapi dia juga tidak ingin menjawab yang sebenarnya kalau dia datang kesini bukan karena permintaan Sooyoung tapi karena hatinya sangat merindukan sosok seorang choi Siwon.

“bagaimana keadaan Appa dan eomma? Tanya Tiffany tanpa menatap Siwon

“mereka baik.” Jawab siwon singkat.

Terjadi keheningan setelah itu, Tiffany tau kalau siwon sedikit kesal dan Siwon memilih diam tanpa bertanya lagi dan tetap fokus dengan makanan yang ada didepannya. “apa ada kegiatan lain setelah ini?” tanya Siwon memecah keheningan.

“anni..” jawab Tiffany sambil membereskan sisa-sisa kotak makanan dan dimasukan kedalam kantong plastik.

“kalau begitu tunggu disini sampai aku pulang kantor. Aku ingin kencan denganmu.” Ucap Siwon yang berhasil merebut perhatian Tiffany.

“kencan?” tanya tiffany mengulang perkataan Siwon.

“kenapa? Tidak mau pergi bersamaku?” tanya Siwon

“haissh Jinja! Aku akan menunggu Oppa disini dan aku akan pergi berkencan dengan Oppa.! Puas!” ucap Tiffany karena dia melihat wajah siwon seduktif.

“baiklah.. kalau begitu tunggu disini aku ada rapat.” Siwon langsung keluar dari ruang kerjanya meninggal Tiffany yang masih melongo tidak mengerti. Yang benar saja ditinggalkan sendirian ditempat ini, bahkan dia pergi dengan tatapan dingin.

Setelah selesai meeting selama 2 jam bersama para pegawai di kantornya Siwon sudah kembali berjalan kearah ruang kerja. Dia memegang kenop pintu membuka pintu itu secara perlahan. Namun dia sedikit terkejut saat melihat Tiffany sedang tidur di Sofa panjang berwarna putih. Perlahan Siwon menghampiri Tiffany, laki-laki itu berjongkok disamping Sofa memperhatikan dengan baik wajah putih mulus calon istrinya. Siwon tersenyum melihatnya, seketika tangannya langsung merapihkan rambut-rambut Tiffany yang menutupi wajahnya. Setelah puas dengan wajah Tiffany, Siwon kini bangkit dan kembali ke tempat duduknya, membiarkan gadis itu tenggelam dalam dunia mimpinya. Dia mengambil polpen dan beberapa dokumen diatas meja kerjanya, menyelesaikan apa yang seharusnya dia selesaikan hari ini. Dengan begitu dia akan segera mengajak Tiffany berkencan menikmati waktu bersama yang sempat hilang beberapa bulan terakhir ini.

“Oh.. Oppa..” suara itu membuat Siwon menoleh ke asal Sofa panjang yang ada dihadapannya.

“apa tidurmu nyenyak?” tanya Siwon memperhatikan. Gadis itu segera bangkit dari tidurnya merapihkan rambutnya dan pakaiannya.

“apa aku ketiduran?” tanyanya balik.

“sangat nyenyak.. kau tidur seperti bayi” jawab Siwon tersenyum dan seketika membuat pipi Tiffany merona karena malu.

“tunggu beberapa menit lagi, pekerjaan ku akan selesai.” Ucap Siwon kembali menatap dokumen-dokumen yang ada dihadapannya.

Sepasang kekasih itu kini menjadi pusat perhatian seluruh pegawai kantor, bagaimana tidak saat keluar dari Lift keduanya bergandengan mesra membuat beberapa pasang mata iri melihatnya. Senyuman diwajah keduanya tidak pernah habis ketika berhadapan dengan pegawai Hyundai Group. Tiffany bahkan bisa meyakinkan bahwa menit berikutnya foto mereka berdua akan menjadi headline di media sosial.

“Oppa.. kenapa pegawaimu melihat kita seperti itu?” bisik Tiffany karena mereka menjadi pusat perhatian

“biarkan saja. Kau cantik dan aku tampan.” Jawab Siwon tersenyum  dan makin memperat rangkulannya. Siwon segera membukakan pintu mobil untuk Tiffany, setelah memastikan tiffany sudah duduk dengan nyaman, dia langsung saja menutup kembali pintu itu dan berlari memutari mobil dan duduk di bagian kemudi.

“kajja..” ucap Siwon

“kita akan kencan kemana?” tanya Tiffany saat mobil itu sudah bergerak.

“melakukan fitting gaun pengantin.” Jawab Siwon

“Mwo??” teriak Tiffany kaget luar biasa..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

69 thoughts on “(AF) Happiness With You (part 1)

  1. Aku suka banget thor ffnya, ini emang fiksi tp sedikit mengobati rasa patah hati dengan kenyataan yg sebenarnya dan ga bisa d pungkiri kalau kenyataanya ga seperti dalam fiksi.
    Kaya ff yg d buat admin minri dlu nih, karakter mereka sebagai idol dan menikah…
    Ga sabar gimana lanjutannya, apa siwon berhasil mencapai target penjualan yg menguntungkan dan pernikahannya dengan tiffany
    Keren thor…
    Pst sesuai sm judulnya nih endingnya

  2. Siwon oppa saranghae💞 romantis banget sih sama Tiffany unni😊 Baper banget baca moment mereka!😂
    Kenapa Siwon oppa perfect banget sih!
    More love both of u😍💓 Tiffany unni congrats! Yeay you’ll be married with your perfect man, Choi Siwon oppa😚😘😙
    Next next next… ga sabar lagi!

  3. Daebak….
    Smg bisa terjdi dikenyataan skrg ini. heboh n pasti dunia jg ikut guncang sifany pny hub. do’a para sifany shipper smg jd nyata.
    kbrnian n kesungguhn siwon patut diacungi jempol krn perjuangkn cintany dgn tiffany..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s