(AF) Unbreakable Part 2

(AF) Unbreakable Part 2

 Unbreakable

57

Author: @bugsy_hrh79 https://twitter.com/bugsy_hrh79

Genre: Romance, Marriage Life, Sad

Rating: PG-17

Cast:

Tiffany Hwang – Choi Siwon

Stella Kim

Kim Taeyeon

Jessica Jung

Kwon YuRi

Choi Sulli

Byun Baekhyun

Disclaimer : The story is mine, don’t be a plagiator. Keep RCL :)

Part 2

~Sifany~

You said “I LOVE YOU”I said it too.

The only difference is I didn’t lie to you..

 

Siwon POV

 

Jujur saja semalaman tidurku terjaga karena ada hal yang mengganjal hatiku.Stella, wanita yang beberapa waktu terakhir ini berkencan’ atau lebih tepatnya berselingkuh denganku dibelakang istriku ini.bagaimana tidak. Sekali lagi aku berbohong pada Tiffany.Yap! Aku belum memutuskan Stella, bahkan menghubunginya.Aku bingung dengan semua ini. Jika saja time machine itu memang ada..aku akan kembali pada waktu saat Stella mengajakku berkencan dan menolaknya saat itu juga. Sebenarnya bukan itu saja yang membuatku resah, tapi Tiffany, aku tahu dia belum sepenuhnya memaafkanku.Aku bisa melihatnya dalam tatapan Tiffany kepadaku tadi, aku yakin ada yang dia takuti jika melepasku.

 

Arrrgghh! Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan Tiffany lakukan jika tahu aku berbohong lagi. Sebenarnya mudah saja, tapi aku akan berusaha berbicara dengannya besok dan segera mengakhiri hubungan terlarang itu. Aku tidak mau keluarga yang telah kubangun rusak karena nafsu ku yang bodoh itu.Dan karena aku memang sangat takut kehilangan Tiffany dan Sulli.Aku sangat mencintai mereka..

 

Ku tatap sisi wajah putih mulus istriku dari samping.Dia tertidur sangat lelap seakan-akan tidak terjadi sesuatu.Tapi matanya yang sembab tidak bisa berbohong.Namun aku cukup lega karena wajahnya sudah tidak pucat seperti tadi malam.

 

Hari ini aku akan meluangkan waktuku untuk keluargaku. Aku pun beranjak ke luar kamar kami dengan hati-hati takut dia terganggu.Ku masuki kamar Sulli yang berada tepat disamping kamarku.Ku kecup pipi putriku itu membuatnya terganggu dari tidurnya.Aku hanya tersenyum melihatnya meregangkan tubuhnya serta mengucek-ngucek matanya.

 

“eungghh…. Dad…?”

 

“Good morning baby..” kata sambil mengecupnya lagi.

 

“kau membuat mommy menangis dad…” katanya tanpa membuka matanya.Ya, tentu saja dia cukup mengerti dengan peristiwa semalam.

 

Ku angkat tubuh mungil itu beralih ke dalam dekapanku.Sulli hanya mengalungkan tangannya dileherku lalu menyandarkan kepalanya dibahuku.

 

“maafkan daddy membuatmu takut..” kataku mengelus punggungnya lalu berjalan keluar kamar menuju lantai bawah rumah kami.

 

“jangan membuat Mommy marah lagi Dad.. dia akan meninggalkan kita.. arratchi?”kata Sulli membuatku gemas dengannya. Bagaimana bisa seorang anak kecil menasehati daddynya seperti ini?? Ya Tuhan, bagaimana bisa aku hampir saja menyia-nyiakan istri yang baik dan putri sepintar ini!

 

“hmmm,, siap putriku! Tolong bilang pada mommy kalau daddy tidak bisa hidup tanpanya..okay?” kataku tersenyum sambil mendudukkannya di sofa ruang keluarga lalu menyalakan TV agar dia bisa menonton sambil menungguku memasak.

 

“ohh, kalau yang itu kau bisa mengatakannya langsung Dad.”Kata Sulli turun dari atas sofa lalu pergi meninggalkanku yang melongo menatapnya saat ini.

 

“Yak!Kau mau kemana???” kataku sedikit berteriak melihatnya menaiki tangga.

 

“Sssstttt, mommy masih tidur dad..aku harus menyikat gigiku terlebih dahulu..” katanya dari lantai atas dengan gaya berbisiknya namun masih jelas bisa kudengar.

 

Tch, aku bahkan lupa mengajarkan anakku kebiasaan baik setiap pagi.Tapi untunglah Tiffany mendidiknya dengan baik. Kalau ku lihat, mereka berdua memang memilik banyak kesamaan dan tentu saja itu membuatku bahagia.

 

Aku pun tersenyum sadar atas kebohodanku selama ini.

 

Kulangkahkan kakiku menuju dapur membuatkan sarapan untuk keluargaku…

***

Author POV

Setelah membersihkan dirinya, anak kecil itu terlihat berjalan santai memasuki kamar Mommy-nya lalu menaiki tempat tidur berukuran king size itu. Dia sangat khawatir melihat wanita yang sangat dicintainya itu menangis kemarin.Perlahan dia membaringkan tubuh kecilnya memasuki bed cover yang menutupi tubuh Mommynya, lalu memeluknya erat.

 

“Mom….”bisiknya sambil mengeratkan pelukannya.

 

Seketika mata kecil itu melengkung indah senang saat merasakan tangan lembut Mommy-nya bergerak memeluknya balik, lalu mencium keningnya lembut.

 

“good morning…”kata Tiffany setelah mengecup anaknya itu.

 

“are you okay mom?”Tanya anak itu menatap mata Mommynya yang masih tertutup.

 

“tentu saja baby..”kata Tiffany lalu beranjak bangkit dari atas tempat tidurnya membuat putri kecilya menatapnya bingung.

 

“wae?”kata Sulli saat melihat tangan Tiffany menutupi mulutnya, lalu berjalan pelan menuju kamar mandi. Diapun ikut beranjak turun dari tempat tidur mengikuti mommy-nya yang  kiniberlari kecil memasuki ruangan itu.

 

Hueekkkk..huuueeekk…

 

“mom…”Sulli hanya bingung menatap Tiffany yang terlihat berusaha memuntahkan sesuatu dari mulutnya, tapi hasilnya nihil..

 

“keluarlah baby…”kata Tiffany memegangi dadanya sambil mengisyaratkan anak itu keluar dengan tangan nya.

 

Tiffany POV

 

Kebersamaanku bersama Sulli terganggu karena rasa mualku yang datang begitu saja.Sepertinya benar perkiraanku akhir-akhir ini.Ya, aku sudah pernah mengalami ini sebelumnya, sebelum akhirnya Sulli lahir. Hamil.Apakah aku hamil?Setelah dihitung-hitung aku memang sudah telat beberapa minggu.Tapi aku harus membuktikannya terlebih dahulu tentunya.

 

Kusuruh Sulli keluar tidak ingin dia melihat semua ini.Tapi pikiranku tiba-tiba teringat akan sesuatu. Aku belum ingin ada yang tahu tentang ini jika benar.Terutama Siwon oppa.Aku masih ingin merahasiakannya darinya.Entahlah apa yang ada dalam pikiranku saat ini. Mungkin karena sebernarnya aku masih kecewa dengannya, aku masih harus mengawasinya.

 

“eohh, baby!”kataku cepat memanggil Sulli saat dia mulai beranjak keluar dari kamar mandi.

 

“nde?”katanya berbalik menatapku.

 

“kesini sayang..”kataku sambil membasuh bibirku di wastafel lalu mengeringkannya dengan handuk.

 

“kau baik-baik saja mom?”tanya Sulli menatapku khawatir. Aku hanya menganggukkan kepalaku lalu tersenyum kepadanya.

 

“nde, sini.. ada yang ingin ku katakan baby..” aku langsung mengangkatnya kedalam pelukanku.

 

“jangan katakan ini pada Daddy, okay? Nanti dia khawatir.Sebentar kau harus temani Mommy ke rumah sakit..”kataku mengusap rambutnya. Dia hanya menganggukkan kepalanya lalu mengecup pipiku.

 

“nde..”kudengar suara kecilnya yang penuh dengan kekhawatiran.

 

Aku hanya bisa tersenyum menatapnya, dia memiliki sifat khawatir berlebihan seperti daddy-nya.“I’m okay baby” kataku lalu mengecup bibirnya.Dia hanya tersenyum manis menatapku.

 

“eohh!, ayo turun mom, daddy sedang memasak” kata Sulli sambil membulatkan matanya menatapku. Persis seperti Siwon oppa jika sedang kaget.

 

“really?”tanyaku memintanya penjelasan.

 

“nde. Tadi aku menghirup aroma toast yang sangat lezat dari masternya saat berjalan kemari!”kata Sulli antusias membuatku mencubit pipinya pelan.

 

“tch.. mana ada aroma yang lezat baby? Hahaha..”kataku mengejeknya. “dan siapa yang kau maksud master heuh?”tanya sambil tertawa melihatnya mempoutkan bibirnya.

 

“aishh, momm,, kenapa kau selalu seperti ini?” katanya sambil menenggelamkan kepalanya dileherku sambil memelukku erat. Ya, dia malu.

 

“okay, okay, I’m sorry baby..”kataku menghentikan tawaku, lalu membawanya keluar kamar mandiku dan keluar dari kamarku.

 

“tolong rapihkan rambutku princess choi..” bisikku ditelinganya saat menuruni tangga memeluknya.

 

Sulli pun menyisir rambut pirang kecoklatanku dengan tangan kecilnya sambil menatap kagum wajahku.“jika besar nanti, aku ingin cantik seperti mommy ku.”Katanya.Dia selalu mengatakan hal itu jika seperti ini.

 

Aku hanya tersenyum manis sambil mendudukannya di ruang makan. Kusadari tatapan terabaikan Siwon oppa yang pasti dari tadi menatap kami berdua bercerita.

 

“good morning..”kata Siwon oppa saat aku menatapnya yang sedang bergelut di tempat yang biasanya menjadi daerah kekuasaanku. Dia sedang membuat susu.

 

Aku hanya tersenyum menanggapinya saat ingatan perselingkuhannya lewat begitu saja di pikiranku.Setelah itu aku hanya duduk sambil menatap toast buatannya yang telah terhidang rapih dihadapanku. Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum melihat semua ini.

 

“hmm,  maaf aku terlambat bangun oppa..”kataku sambil menatap makanan dihadapanku ini. Jujur saja, akhir-akhir ini indera penciumanku memang sangat sensitive, tapi itu tidak terlalu masalah saat ini.

 

“ani…”Siwon oppa hanya bergumam menaggapiku. Setelah itu kulihat dia berjalan mendekati meja makan, lalu menuangkan susu kegelasku dan Sulli. Setelah itu dia beralih mencium keningku dengan lembut.Aku hanya bisa menutup mataku menikmati kehangatan yang dia salurkan pagi ini.

 

Tapi, kali ini berbeda.Ada rasa sakit datang karena mengingat lagi apa yang telah dia lakukan kepadaku. Aku hanya bisa berusaha keras menahan air mataku agar tidak tumpah dihadapan anakku.

 

Setelah cukup lama dia melakukannya, dia menatapku sambil tersenyum manis memamerkan lesung pipinya. “mianhae..aku sangat menyesal tiff..”katanya, ternyata dia menyadarinya. Bahwa aku belum sepenuhnya memaafkannya.

 

Aku hanya tersenyum tipis menatapnya “cepatlah duduk dan makan oppa, nanti kau terlambat” kataku kepadanya.

 

“hmmm, aku tidak ke kantor hari ini. Bagaimana kalau kita jalan-jalan?”kata Siwon oppa yang langsung membuat Sulli kegirangan sendiri di tempat duduknya.

 

“ani, meskipun kau pemilik perusahan, tapi kau tidak boleh seenaknya seperti itu oppa. Aku tidak suka..”kataku serius sambil memakan makananku.

 

“waeyo mom? Kali ini saja..”kata Sulli membujukku.

 

“kalau kau mau menunjukkan penyesalanmu, bukan seperti ini caranya oppa..”kataku dingin  menatapnya. Entah kenapa, kini emosiku mulai naik.

 

Kulihat Siwon oppa yang sedikit kaget dengan responku terhadapnya.Ya, aku sendiri kaget dengan kelakuanku saat ini.

 

“ehmm, mian.. aku hanya tidak suka kau seperti itu oppa.”Kataku menundukkan kepalaku.

 

“lagipula, aku memiliki janji hari ini ” kataku pelan menatapnya dan Sulli yang terdiam.

 

“baiklah…”kata nya kecewa.

 

Even if pain from the faded past comes

I will always tell you my heart that only beats toward you

-TTS Only U-

 

Siwon POV

 

Aku cukup kaget dengan kelakuan Tiffany pagi ini, untuk pertama kalinya dia bertingkah sedingin ini dihadapanku dan Sulli.Tapi sekian detik kemudian aku sadar apa yang menyebabkan dia seperti itu. Aku!

 

Tiffany menyelesaikan makanannya dengan cepat dan langsung beranjak menyiapkan pakaian kantorku.Aku hanya melamun memikirkan masalah keluargaku saat ini.

 

“Dad…”suara imut Sulli dengan pelan memanggilku

 

Kutatap wajah cantiknya “wae?”

 

“tolong bantu aku mandi pagi ini, please..”katanya dengan senyum manisnya.Ada apa dengannya, biasanya dia meminta bantuan Tiffany. Mungkin dia juga kaget dengan sikap Tiffany pagi ini.

 

“ehhmmm baiklah,, kajja!”kataku sambil berdiri mengulurkan tanganku yang langsung disambut oleh tangan kecilnya.

 

“Dad, apa kau bisa pulang cepat sebentar?”tanya Sulli saat kami memasuki kamarnya

 

“wae?”

 

“bagaimana kalau kau menjemputku dan Mommy nanti?”katanya menatapku.

 

“memangnya kalian akan kemana?”tanyaku penasaran teringat perkataan Tiffany bahwa dia memiliki janji hari ini.

 

“emm, nanti kau bisa menelpon Mommy dan menanyakannya Dad..”katanya membuatku gemas.

 

“heuhh, baiklah”kulihat Sulli tersenyum menampilkan eye smilenya lalu langsung berlari memasuki kamar mandinya.

 

“Ya, jangan berlari.Jika kau jatuh, kau ingin Mommy-mu menangis lagi?!”seruku berjalan memasuki kamar mandi.

 

“Arra..”serunya membalasku.

 

Author POV

Suasana dikamar mandi itu terdengar sangat ribut.Bagaimana tidak, seorang ayah yang bisa dibilang sangat jarang memandikan putrinya yang awalnya hanya diminta membantu kini sedang bermain-main dengan air dan segala macam peralatan mandi didalamnya dan membuat anak kecil itu berteriak-teriak kesenangan.Entah apa yang dilakukan mereka berdua.

 

Seorang wanita yang terganggu dengan keberisikan merekapun memaksanya memasuki ruangan itu.Entah apa yang harus dilakukannya saat melihat kamar mandi didalam kamar anaknya itu kini telah berubah menjadi kapal pecah dengan lantai yang dipenuhi busa.

 

Dia bisa saja langsung berteriak saat ini.Tapi, melihat tawa kedua orang yang sangat dikasihinya ini membuat badannya terdiam memaksanya kembali menonton permainan keduanya saat ini.Tanpa sadar dia tersenyum tipis melihat adegan itu.Melihat anaknya yang berada dalam bathtub dengan rambut panjang acak-acakan  yang sedang asik memercikan busa kearah Siwon yang tidak lagi memakai atasannya memamerkan abs-nya sambil berteriak-teriak tertawa, membuat Tiffany yang entah sudah berapa lama berdiri memperhatikan keduanya, setelah akhirnya tersadar.

 

“Oppa..”katanya membuat kedua orang yang asik bermain itu terhenti mencari sumber suara yang menginterupsi mereka.

 

“Mom?!!”kata Sulli kaget dengan kehadiran Mommy-nya itu. Dia tahu sebentar lagi akan di omeli Mommy-nya melihat apa yang kini terjadi dengan ruangan itu.

 

“Tiff…”gumam Siwon yang kini salah tingkah menyadari kekonyolannya dihadapan istrinya.

 

“kau sudah terlambat oppa, cepatlah. Sepertinya kau tidak perlu mandi lagi..”kata Tiffany menatap keduanya bergantian.

 

Kalimat yang tidak disangka-sangka keluar dengan lembut dari bibir wanita itu.Kalimat omelan serta kata-kata dingin yang diperkirakan akan terlontar, ternyata salah besar. Siwon dan Sulli hanya bisa lega mendengar kalimat itu.

 

“eoh,, okay”kata Siwon menggaruk kepalanya, lalu mengecup singkat pipi putrinya dan beranjak keluar dari ruangan itu meninggalkan ibu dan anak itu berdua.

 

“mom, bukan aku yang memulainya… daddy yang memulainya..”kata Sulli menatap Tiffany.

 

“mommy rasa sudah cukup mandinya baby, keluarlah..”kata Tiffany sambil membereskan barang-barang yang sudah tidak ditempatnya lagi.

 

“kau tidak memarahiku mom?”kata anak itu belum beranjak dari dalam bathtub.

 

“berjanjilah ini yang terakhir..”kata Tiffany memberi senyuman manisnya kepada putrinya itu.

 

Dengan hati yang berbunga-bunga anak itupun keluar memakai handuknya.“thankyou mom..”katanya keluar dari kamar mandi.

 

“bajunya sudah mommy siapkan baby..”kata Tiffany berteriak dari dalam kamar mandi.

 

“okay…”sahut anak itu.

 

Tiffany POV

 

Setelah membereskan kamar mandi Sulli, aku keluar menuju kamarku.Kulihat Siwon oppa sedang mengancingkan kemejanya menatapku dari kaca.Kudekati dirinya, mengambil dasi yang telah kusiapkan lalu berdiri dihadapannya.

 

Tahu dengan maksudku, dia pun menatapku dengan senyum manisnya lalu memeluk pinggangku.Sudah beberapa minggu ini kami tidak melakukan kebiasaan ini.Dan aku, merasa sedikit bersalah dengan sikapku tadi di ruang makan terhadapnya.

 

“maafkan aku baby..”kata Siwon oppa mengeratkan pelukannya. Kutatap matanya lalu tersenyum.Kupikir akulah yang seharunya minta maaf.

 

“wae?”

 

“atas semua kesalahanku, aku berjanji tidak akan mengulangnya… aku tidak bisa terus melihat sikap dinginmu terhadapku Tiff..”katanya pelan

 

“hmmm..”

 

“aku akan keluar sebentar oppa..” kataku lagi, Siwon oppa terdiam beberapa saat lalu mengangkat tangan kanannya mengusap lembut pipiku.

 

“heuh, baiklah. Kau akan kemana? Aku akan mengantarmu kesana..”tanyanya. Belum waktunya aku mengatakan tujuanku sebentar.

 

“ani, aku bi-“ucapanku terpotong begitu saja dengan kalimat tegas Siwon oppa.

 

“aku akan mengantarmu, kau mau kemana?”tanyanya menatapku lurus. Ada apa dengannya?Membuatku takut saja.

 

“eoh, baiklah..”kataku tersenyum lalu tanpa ragu aku menangkup sisi wajahnya dan mengecup hidung serta bibirnya dengan lembut. Kulihat dia menutup matanya menikmati ciumanku itu.Langsung saja ku akhiri ciuman itu sebelum dia membalasnya.

 

“gomawo..”kata Siwon oppa tersenyum senang.

 

“jadi, kau mau kemana nyonya Choi?”katanya lagi.

 

“ahh, antarkan aku ke butik.”kataku cepat lalu melepaskan pelukannya dan berjalan mengambil tasku.Jujur saja, bukan butik tujuanku sebenarnya.Tapi apa boleh buat.

 

“aku kira kau memiliki janji ditempat lain..”katanya mebuatku terdiam, jangan sampai dia mencurigaiku.

 

“kajja..”kataku menarik tangannya keluar dari kamar kami. Entah kenapa mood-ku yang dengan cepat berubah pagi ini semakin membuatku percaya dengan segala spekulasi-ku beberapa hari ini bahwa aku sedang hamil.Entahlah, itulah feelingku saat ini.

 

“Choi Sulli..kajja!!”teriakku menuruni tangga bersama Siwon oppa.

 

“neeee…”teriaknya dari dalam kamarnya.

 

Siwon POV

 

Meski sempat kesal dengan sifat Tiffany tadi pagi, tapi akhirnya aku bia sedikit lega menerima perlakuan romantisnya tadi. Aku juga tidak mengerti dengan sikapnya itu.Dimobil kami hanya terdiam mendengar Sulli yang bernyanyi sambil mendengarkan lagunya dari headset yang dipakainya.Anak ini sangat mirip dengan Tiffany saat melakukan hal itu, tentunya hanya dalam keadaan mood baiknya saja.

 

Tak lama, kamipun memasuki tempat parkir butik yang di dirikan Tiffany ini.Melihat gedung ini selalu membuatku bangga melihat bangunannya yang terlalu megah dan besar untuk ukuran sebuah butik dirian seorang model yang kini menjadi seorang desainer terkenal, kalau bisa dibilang Tiffany-lah yang lebih hebat dari padaku.Aku hanya meneruskan perusahaan yang telah didirikan appa-ku, sedangkan Tiffany memulai semuanya dari awal membangunnya dalam kurun waktu yang sangat singkat dan memiliki pendapatan yang sangat besar setiap tahunnya.Tentu saja aku mengetahui semuanya, aku suaminya.

 

“sampai jumpa oppa..” kata Tiffany seraya keluar dari mobilku. Meski tidak meninggalkan ciumannya untukku, tapi aku senang melihatnya tersenyum seperti tadi.

 

“bye daddy..”kata Sulli setelah Tiffany. Kedua perempuan ini membuatku hanya bisa tersenyum menatap mereka dari balik kaca.

 

Langsung saja aku keluar dari mobilku saat teringat sesuatu “Tiff, aku akan menjemput kalian.Nanti ku tel-“

 

Hampir saja kuselesaikan kalimatku saat handphone dalam saku-ku berdering.Keringat dinginku langsung keluar saat membaca siapa penelpon-nya.Siapa lagi, Stella.sungguh timing yang buruk.Mengapa saat aku berada dihadapan Tiffany?!

 

Aku hanya terdiam saat suara Tiffany mengagetkanku “kenapa tidak diangkat?” suara-nya kembali terdengar sangat dingin, bahkan lebih.Oh Tuhan, sepertinya dia menyadari kepanikanku. Kutatap wajahnya.

 

“sepertinya kami harus pergi..”kata Tiffany menarik Sulli menjauhiku. Dan lebih bodohnya, aku hanya terdiam menatap kepergian mereka.

 

“wae?”

…..

“mari kita bertemu, ada yang perlu kita bicarakan sekarang”

…..

“nde”

 

Langsung saja aku masuk kedalam mobilku setelah berjanjian dengan Stella.Aku sudah tidak sabar mengakhiri semua ini.Mungkin perlakuanku ini terkesan egois jika kalian berada di pihak Stella, bagaimana bisa aku membuangnya begitu saja.Mungkin seperti itu.Tapi aku akan berbicara baik-baik dengannya, aku yakin dan ingin dia mengerti.

 

Tiffany POV

 

Melihat wajah Siwon oppa menatap panggilan di teleponnya tadi membuat ku langsung sadar dan kesal, tepatnya lagi marah.Aku yakin dia masih bertemu dengan Stella setelah ini.Tentu saja aku marah, aku bahkan telah memantapkan hati mencoba menerimanya kembali tapi dia masih saja membuatku kecewa.Bahkan dia tidak mengerjarku tadi.Apa-apaan itu.

 

Aku hanya terdiam di taxi tempatku dan Sulli duduk saat ini.Karena keadaan hatiku yang kembali kacau aku membatalkan niatku memasuki butik, dan langsung menuju tempat tujuanku sebenarnya.Entah apa yang harus kulakukan nantinya.

 

“Mom…”suara kecil Sulli membuatku menatapnya.

 

“wae?”kataku menatapnya lurus. Kalau bukan karena kehadiran buah hatiku ini, pasti saat ini aku telah pergi ke rumah Daddy-ku di LA dan meminta bantuannya.Tapi aku sadar kini telah memiliki keluarga dan tidak seterusnya bergantung padanya.

 

“mari kita pulang setelah bertemu Yuri aunty..”katanya lagi membuatku bingung.

 

“wae?”tanyaku lagi. Dia hanya menggelengkan kepalanya lalu menyandarkannya di lenganku.Entah apa yang ada dalam pikiran anak ini.

 

At Hospital

 

“selamat fany-ah, dugaanmu sangat tepat.kau sedang mengandung anak keduamu.. jika kau merasa sakit kepala, itu karena kau terlalu lelah dan depresi. Jaga baik-baik kandunganmu fany-ah, dia masih terlalu lemah saat ini.Jangan pikirkan hal-hal yang bisa saja menyakitinya dan dirimu..arratchi?”

 

“Sulli-ah..sebentar lagi kau akan memiliki dongsaeng sayang.. mulai sekarang berlatihlah menjadi kakak yang baik. Okay?”

 

Kalimat panjang Yuri sudah cukup jelas membuktikan dan meyakinkan diriku saat ini.Sungguh aku sangat bahagia dengan berita ini.

 

“Jinjja?”kata Sulli dengan nada bahagianya. Aku hanya tersenyum menatap mereka.Aku tidak terlalu kaget dengan kehamilanku, karena aku sendiri mulai menyadarinya sebelumnya.

 

“nde!”kata Yuri tak kalah senang menatap Sulli.

 

“thank you mom..”kata Sulli lagi langsung memelukku.

 

Aku hanya memberinya kecupan ringan di pipinya.Lalu menatap Yuri.“baiklah Yuri-ah, lain kali datanglah berkujung ke rumahku membawa calon suamimu, okay? Sepertinya aku harus pergi.Gomawo”kataku sambil berdiri lalu memeluk sahabat sekaligus dokter pribadiku ini.

 

“aisshh.. kaulah yang harus berkunjung ke rumahku bersama suamimu.. hati-hati dijalan..”katanya lalu melepas pelukan kami.

 

“aku terlalu sibuk untuk mengunjungi rumahmu dokter kwon.. sebentar lagi anakku bertambah..kau saja yang datang..”kataku menarik Sulli melambaikan tangan padanya lalu melenggang pergi meninggalkannya yang sedang tersenyum geli mendengar perkataanku.

 

“bye aunty..”

 

~Sifany~

 

Kini aku dan Sulli ada dalam apartemen Sooyoung adik iparku, duduk menonton TV menunggu pemiliknya yang sedang membuatkan kami minuman.Sebenarnya aku hanya ingin pergi ke apartemen tempat aku tinggal sebelum menikah, tepatnya disebelah apartmen Sooyoung.Tapi saat hendak memasukkan password unitku, kebetulan aku bertemu dengannya.

 

Disinilah tempat aku bertemu dengan Siwon oppa.Dulu aku sama sekali tidak mengenal Sooyoung yang sesungguhnya adalah tetangga sebelahku. Itu karena tugasku sebagai model yang sangat padat membuatku tidak dapat bergaul dengan orang lain. Tapi suatu hari dia datang bertamu ditempatku membawa oppa-nya yang ‘katanya’ sering melihatku dan ingin mengenalku.Dan itulah awal pertemuanku dengannya.

 

“waeyo eonni?”kata Sooyoung menaruh segelas jus dihadapanku dan segelas lagi untuk Sulli.

 

“emm? Ani..”kataku tersadar dari lamunanku.

 

“kalian dari mana saja?” kata Sooyoung membuatku langsung menatap Sulli yang sedang asik menikmati film nya di TV. Syukurlah anak itu diam saja.

 

“youngie-ya, bisakah aku menitipkan Sulli ditempatmu beberapa hari ini.. ada hal yang ingin kuselesaikan..”kataku pelan menatapnya.

 

“nde? Waeyo?Tentu saja bisa.Tapi ada apa eonni?”katanya menatap Sulli sekilas. Sepertinya aku bisa menceritakan sedikit masalahku kepadanya.

 

“ada masalah yang harus kuselesaikan dengan Siwon oppa, bisakah kau membantuku menjaganya? Aku tidak ingin dia melihat perdebatan kami..”kataku tersenyum kecil kepadanya meminta pengertinnya.

 

“nde? Siwon oppa?!Ada apa dengannya eonni? Apa dia menyakitimu? Aisshh”katanya dengan cepat.

 

“kau tidak perlu mengetahuinya youngie..”kataku pelan membuatnya mengangguk paham.

 

“geurae.. apapun yang terjadi, jangan pernah menyerah dengan oppa-ku eonnie.. aku tahu dia sangat mencintaimu..”katanya memelukku.Pelukkannya terasa sangat hangat bagiku.

 

“eohh,, waeyo?”“kenapa kalian berpelukan?” kata Sulli membuat kami menatapnya.

 

“aisshh,, kau mengganggu kami sayang..” kata Sooyoung berdiri lalu duduk disamping Sulli dan mencubit pipinnya.

 

“nde?”kata Sulli lagi.

 

“ani. Bagaimana?Kau mau tinggal denganku beberapa hari ini?Aku janji kita akan melakukan apa yang kau inginkan sayang..”kata Sooyoung merayu anakku itu.

 

“nde? Tinggal dengan aunty?”kata Sulli menatapku. Aku hanya bisa mengangguk tersenyum kepadanya.

 

“otte?”tanyaku. kulihat bibirnya berubah cemberut.

 

“kau tidak menyaiangiku lagi mom? Pasti karena kau akan memiliki babymu yang baru..”katanya dengan mata berkaca-kaca. Aisshh! Kenapa aku bisa lupa dengan yang satu itu?Tatapanku langsung beralih menatap Sooyoung yang kini menatapku aneh.

 

“baby? Baru?Kau hamil eonnie??”katanya membesarkan matanya.

 

“nde..”kataku tersenyum manis, tentu saja. Apa lagi yang harus kuperbuat jika sudah berhadapan dengan yeoja yang satu ini.

 

“Jinjja?!Kyaaa~”teriaknya memeluk Sulli.Ya, aku bahagia melihatnya bahagia.

 

“Sulli-ah, waeyo?Kau tidak senang memiliki dongsaeng?”kata Sooyoung lagi membuatku mengganggukkan kepala membujuk Sulli.

 

“mommy sangat menyayangimu baby, hanya beberapa hari saja. Okay? I promise..”kataku memeluknya. Kurasakan dia menganggukan kepalanya.Syukurlah.

 

“kenapa kau tidak memberitahuku dari awal eonnie?”kata Sooyoung.

 

“aku lupa..”kataku merapihkan rambutku.

 

“tch. Lalu bagaimana dengan oppa?Kenapa kalian bertengkar di saat kau sedang hamil?Kau tahu sendiri itu tidak baik eonni..”katanya mengelus perutku.

 

“pasti oppa tidak tahu..”katanya lagi.

 

“nde?”kataku terhenti

 

“aigoo, sudahlah eonni. Tidak mungkin oppa membiarkanmu naik taksi disaat kau hamil.Kecuali dia tidak mengetahuinya, benarkan?” aku hanya mengangguk menanggapinya.

 

“aku akan segera memberitahunya. Tenanglah, aku hanya mencari waktu yang tepat untuk itu..”

 

“aishh,, waktunya sekarang eonni..”kata Sooyoung, lalu berdiri memeluk Sulli dihadapanku.

 

“aku ingin kau segera menyelesaikan masalah kalian eonnie.. kajja, aku harus mengantarmu..”katanya.

 

“ani.. aku bisa pulang sendiri..”kataku pelan

 

“andwe..”katanya mengambil kunci mobilnya lalu berjalan keluar.

 

Akupun mengikuti mereka dari belakang.

 

___

 

Author POV

 

Di perjalanan, kedua yeoja yang ada dalam mobil itu tak henti-hentinya tertawa sambil melontarkan lolucon mereka.Satu yeoja lainnya hanya bisa tersenyum indah menatap keduanya.

 

Tiba-tiba mata Tiffany menangkap sosok yang sangat dikenalinya.Warna jas yang tadi pagi ia siapkan untuk suaminya. Dia sangat yakin itu.Dan, seorang yeoja yang sangat dibencinya akhir-akhir ini.Tepatnya, kini dia sedang terdiam dari dalam mobil menatap dua orang yang membuatnya marah itu tengah duduk bercerita dengan seriusnya.

 

Matanya seketika memanas, tubuhnya tegang menahan air mata yang entah sejak kapan telah memenuhi kantung matanya dan telah siap keluar kapan saja. Langsung saja dia hapus air itu menyadari kehadiran Sooyoung dan Sulli yang untung saja tidak menyadari atau mungkin belum menyadari perubahan raut wajahnya kini.

 

“eonnie, kita sudah sampai..”perkataan Sooyoung langsung membuat Tiffany tersentak menatapnya.

 

“nde”katanya menatap gedung tinggi dihadapannya kini. Gedung milik suaminya sendiri.Mengapa disini?Karena Sooyoung-lah yang memaksanya pergi dan segera menyelesaikan masalahnya dengan oppanya, dan Tiffany mengiyakannya.

 

“waeyo?”kata Sooyoung lagi melihat eonninya itu terdiam tidak beranjak keluar.

 

“ahh, baiklah..”

 

“mommy pergi dulu baby, besok mommy akan datang..”kata Tiffany menatap Sulli yang duduk di jok belakang, lalu mengecup bibir mungil itu cukup lama dari biasanya. Entah, mungkin naluri seorang ibu ketika akan berpisah dengan anaknya meski hanya beberapa hari.

 

“bye..”kata Tiffany lagi setelah beranjak keluar dari mobil itu.

 

“hati-hati eonnie!”kata Sooyoung dari dalam mobil lalu pergi meninggalkan Tiffany.

 

Tiffany POV

 

Kini aku masih berada tepat di depan kantor milik suamiku. Beberapa karyawan yang mengenalku dengan hormat menyapaku, tentu saja langsung kubalas.Setelah melihat Siwon oppa dan Stella tadi, niatku yang memang tidak ingin bertemu dengan Siwon lebih menggila lagi.

 

Sebenarnya aku menyetujui permintaan Sooyoung menurunkanku disini karena tidak ingin berdebat dengannya.Dan jika itu terjadipun, pasti dia yang akan memenangkanku.

 

Langsung saja kulangkahkan kakiku ditrotoar lalu menaiki sebuah bis yang akan mengantarku ke rumahku. Ingin sekali aku tidak pulang malam ini.Tapi mau bagaimana lagi, aku sedang mengandung saat ini.Tidak mungkin aku menyakiti calon bayiku karena permaalahanku.

 

Sudah lama sekali rasanya aku tidak menaiki bus umum seperti ini.Karena maklum saja, setelah menjadi seorang istri dari Choi Siwon.Aku dilarangnya menaiki transpotasi ini, tentunya dengan alasannya yang masih bisa kuterima.Tapi kini aku berpikir dua kali lagi untuk apa aku menuruti perintahnya sementara dia dengan terang-terangan berselingkuh dihadapanku.

 

Kusadari beberapa orang menatapku, bahkan sebagian besar diantara mereka.Tentu saja mereka mengenalku, beberapa diantara mereka berbisik-bisik menyebutkan namaku, beberapa tersenyum menatapku, dan beberapa lagi menatapku dengan tatapan aneh mereka karena penampilanku yang bisa dibilang tidak ‘cocok’ menaiki bus umum seperti ini atau tepatnya lagi tidak seperti orang biasa-biasa saja. Aku menyadari semua itu, menyadari bahwa masih banyak orang yang mengenal ku seorang Tiffany Hwang model Amerika-Korea yang telah menikah diusia mudanya dulu.

 

Haruskah aku menyesali pernikahanku selama ini?Entahlah.Jika dipikir-pikir lagi, kalau saja aku tidak menikah pasti kini karirku didunia modeling sangatlah sukses mengingat banyak sekali yang menyayangkan keputusanku saat itu.Bahkan setelah aku menikah, masih banyak perusahan yang mau mengontrakku.Bukannya menyombongkan diri, tapi itulah yang kupikirkan dan kusadari saat ini.

 

Kulihat rumahku dari seberang jalan.Saatnya aku turun.Saat aku berdiri melangkahkan kaki keluar dari bus, kudengar seorang yeoja berseru “eonni, aku cemburu denganmu.Kau masih saja cantik seperti yang dulu.Kembalilah menjadi model, kami merindukanmu..”katanya. “nde, kami merindukanmu noona..”kudengar lagi seorang namja berseru saat aku sudah berada di halte.

 

Kutatap beberapa anak muda yang masih saja menatapku dari dalam bus melambaikan tangan mereka kepadaku.Langsung saja kutebarkan senyum manisku kepada mereka lalu membungkuk hormat.Aku sangat bersyukur masih banyak orang yang mencintaiku.

 

Kulangkahkan kakiku menusuri jalan mendekati pintu gerbang rumahku, setelah membuka pintu rumahku dengan jelas kudengar suara mobil Siwon oppa berhenti tepat dibelakangku.Tanpa menyapanya, aku langsung memasuki rumahku membanting pintu rumahku dan berlari memasuki kamarku lalu menguncinya. Air mataku yang mengalir begitu saja, entah kenapa sangat sakit rasanya mengingat namja yang sangat kucintai itu.

 

Tak lama setelah aku menutup pintu kamarku, kudengar seseorang menggedor-gedor pintu kamarku itu sangat keras.Siapa lagi..

 

“Tiffany, buka pintunya.Kita harus berbicara.”katanya cukup kuat diluar sana.

 

“kau harus mendengarkanku Tiff!”

 

“nde, memang banyak yang harus kita bicarakan. Tapi aku terlalu muak untuk itu Choi Siwon!!”kataku berteriak.

 

Tanpa menyalakan lampu kamarku, kulangkahkan kakiku memasuki kamar mandi.Membersihkan diri sekaligus menangis didalam sana. Setelah cukup, kulangkahkan kakiku lagi menaiki tempat tidurku.Aku mengingat perkataan Yuri bahwa tidak boleh stress karena itu berpengaruh untuk bayiku.

 

“maafkan kami baby.. haruskah mommy pergi jauh agar kau baik-baik saja?”ku elus lembut perutku sambil memejamkan mata.

 

“Tiffany..”kudengar lagi suara Siwon mengetuk pintu kamar kami.

 

“tolong buka pintunya…”

 

“aku akan membukanya sendiri jika kau tak membukanya Tiffany..” katanya lagi membuatku semakin kesal.

 

Langsung saja kuangkat tubuhku, lalu kubuka pintunya.“baiklah jika itu yang kau mau!”kataku tanpa menatapnya. Sebelum aku hendak melangkahkan kakiku keluar, tangannya menahan lenganku cukup kuat membuatku sedikit merintih karenanya.

 

“kau mau kemana?”katanya dengan nada seriusnya. Tapi entah kenapa kali ini aku tidak takut dengan itu.

 

“bukan urusanmu!”ku hentakkan lenganku dengan kuat dan langsung saja terlepas dari genggamannya. Kulangkahkan kakiku menuju ruang kerjaku dan dia, lalu menguncinya.

 

Kuedarkan pandanganku menatap foto-foto yang sengaja kami pajang diruangan ini.Melihat semua ini, air mataku lagi-lagi mengalir.

 

Entah seberapa besar rasa marahku terhadap Siwon oppa, tapi aku tidak bisa memungkiri kata hati kecilku bahwa aku sangat dan akan selalu mencintainya apapun yang terjadi. Dan itulah yang membuatku sakit.Apa aku yang terlalu bodoh disini? Ataukah dia yang terlalu bodoh?.

 

Ku baringkan tubuhku di sofa yang ada dipojok ruangan menidurkan diriku disitu.

 

Author POV

 

Entah apa yang harus dilakukan Choi Siwon terhadap istrinya. Wanita yang sangat dicintainya itu.Dia terlalu sadar atas kesalahan yang telah dia lakukan terhadap Tiffany.Dia tahu Tiffany bukanlah wanita yang dengan mudahnya memberi kesempatan berkali-kali atas suatu kesalahan, bahkan pada putrinya sendiri wanita itu selalu seperti itu.Dan saat ini, dia menyerah dengan keadaan yang ada.Dia bahkan rela melakukan hal nekat hanya untuk mempertahankan Tiffany.Apapun caranya, itulah yang ada dibenaknya saat ini.

 

Tak terasa hari kembali pagi.Siwon yang memang terjaga semalaman langsung bangkit berdiri saat teringat istrinya yang mengurung dirinya dikamar.

 

Tok.tokk.tok

 

“Tiffany..”serunya dari luar ruangan itu. Tidak terdengar sahutan dari dalam saja.Ketika dia hendak mengetuk pintunya lagi, pintu itu terbuka menampilkan sosok wanita yang terlihat begitu rapuh dengan tatapan dinginnya yang langsung membuat Siwon terdiam menatapnya.

 

Langsung saja Siwon memeluk tubuh itu sambil memejamkan matanya menikmati harumnya istrinya itu.“mian..”

 

Tiffany memberontak dalam pelukan hangat itu dan langsung membuat Siwon melepasnya.
“pergilah, aku tidak akan menahanmu bersamaku.”kata Tiffany

 

TBC

 

Hi readers😀

Mian ff-nya kelamaan. Hampir sebulan Wifi dirumahku gangguan.. hehehe..

Gomawo buat RCL di part sebelumnya.. aku lebih semangat nulisnya.. FF ini sengaja aku buat dramatis, karena imajinasiku emang dramatis😀

Oh ya, skali lagi aku ingatin bahwa ff ini murni hasil karyaku dan ide konfliknya adalah murni hasil saran teman-temanku yang aku kembangin. Jadi nggak ada unsur plagiatnya yah J.

 

Keep RCL ya~

See you..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

102 thoughts on “(AF) Unbreakable Part 2

  1. G’ bosen ya siwon minta maaf melulu..pi ttep diulangi perbuatannya..
    Klw dia emang tlus mencintai istri dan anknya..mna mungkin dia slingkuh..bdoh aja..
    Mna fany lgi hamil lgi..

  2. emg dsr siwon sgt keterlaluan bgt.g bersyukur ats ap yg didptkn n dijlni dgn klrg kclny.siapa yg g mrh dikhianati org yg dicintai. pdhl slm ini fany dgn tulus cinta n lkukn kwjbnny sbg istri n ibu.
    sujses bikin emosi nih part,feelny bikin greget👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s