(AF) Secret Part 1

Secret

cover22

Just never trust anyone…

Author : @zha_yurie

Cast : Choi Siwon-Tiffany Hwang

Jung Jessica, Lee Donghae

Im Yoona, Kim Taeyeon, Kwon Yuri

Rating : PG16

Genre : Friendship, Marriage Life

“Pernikahan bukan sesuatu yang bisa dipermainkan semudah itu!”

“Ini berbeda,”ia bergumam lirih.

“Apanya yang berbeda? Menyelamatkan sahabat dengan mengorbankan cinta, dan mempermainkan ikatan sakral pernikahan. Apa itu yang sedang kau lakukan sekarang?”

Jessica tersenyum miris. Tangannya bergerak mengisi gelas vodkanya lagi.

“Memangnya apa yang bisa kulakukan?”

Yoona mendesah keras, putus asa.

“Baiklah, anggap saja jika itu terjadi. Lalu, bagaimana denganmu?”

“Aku?”Jessica menggoyang-goyangkan gelas kecil itu dengan pelan, mengambil jeda dalam kalimatnya, “tentu saja aku akan menghilang.”

“Lihatlah, lihatlah. Aku benar-benar kesal melihatmu seperti ini! Kapan kau akan mulai memikirkan dirimu sendiri, eoh?”

“Tiffany itu… bukankah dia teman kita?”

Yoona tiba-tiba saja kehilangan kata-katanya saat mata foxy Jessica menatapnya, menuntut jawaban.

“Ne, tentu saja.”

Jessica tersenyum kecil, menenggak habis isi gelasnya lalu meletakkan beberapa lembar uang puluh ribuan won di atas pantry.

“Ini adalah rahasia kita berdua, Yoona. Biarkan semuanya berjalan dengan tenang, sesuai rencanaku. Tidak ada yang boleh tahu mengenai ini. Tidak Taeyeon, tidak juga Tiffany, terlebih Siwon. Tapi, jika kau benar-benar ingin membocorkannya, lakukanlah… di hari pemakamanku!”

“Jessica eonni…”

“Aku pergi dulu. Berjanjilah untuk menjadi saksi kebahagiaan mereka!”

Jessica tersenyum lagi, bangkit dan memberikan pelukan erat pada Yoona sebelum berlalu meninggalkan keheningan. Derap langkah Jessica yang semakin menjauh membuat Yoona merasa sangat lemas. Jantungnya berdentam-dentam, memperingatkan jika sebuah tangan kasar sedang mencoba meremas ulu hatinya. Menyisakan luka yang tidak terperikan.

Untuk seorang sahabat yang merelakan sepotong sumber kebahagiaannya untuk orang lain, hiduplah dengan baik. Agar kelak, saat kita dipertemukan lagi, kau tidak akan iri dengan kebahagiaan yang pernah kau tinggalkan itu. 

***

November 2009

Sebuah kamar rumah sakit

Los Angeles, California U.S

 

Asap pemanas ruangan mengepul-ngepul sementara mesinnya berdesis mengeluarkan uap panas. Di luar, pepohonan meranggas menggugurkan dedaunannya, menggigil karena udara semakin mendingin. Musim gugur hampir selesai. Tak ada pilihan yang lebih baik selain berdiam dalam kamar, mengawasi jatuhnya dedaunan melalui kaca jendela yang berembun sembari menikmati secangkir teh hangat.

Musim dingin selalu berlalu dengan tergesa-gesa. Hanya malam natal yang menjadi puncak perayaan, lebih dari itu semua orang tak ingin berlama-lama di luar. Bagi kebanyakan orang hawa dingin menjadi musuh tersendiri.

Tapi, awal musim dingin tahun ini menjadi berbeda. Setidaknya bagi gadis yang tengah terbaring di atas ranjang pesakitannya. Musim dingin dua tahun terakhir dilewatinya dengan rasa ngilu. Ia tidak pernah menyukai musim dingin dan selalu berharap agar salju putih itu terasa hangat saat disentuh. Tapi, salju tahun ini jauh lebih dingin.

Meski suhu pemanas ruangan telah diatur tinggi sehingga ia merasa nyaman, dingin salju tetap ia rasakan dengan jelas. Mungkin bukan benar-benar salju, tapi ini jauh lebih dingin hingga nyaris membekukan sumsumnya.

Selang infus, masker oksigen dan sejumlah peralatan lainnya masih terpasang di tubuhnya. Ia pun masih tertidur sejak sebulan lalu. Tapi, ia mendengar. Suara TV, satu-satunya sumber keributan di ruangan itu, menggema-gema meski tak seorangpun lainnya yang menonton.

Berita terhangat bagi dunia politik bisnis dan entertaiment! Sebuah pernikahan akbar tahun ini menjadi penghangat dinginnya cuaca. Meski cuaca dingin menusuk tulang, ratusan undangan kehormatan tetap berdatangan menghadiri pesta perayaan akbar. Pengusaha muda, putra pewaris  Jaeshin Group, salah satu konglomerat papan atas Korea Selatan akhirnya mengakhiri masa lajangnya. Presdir Choi Siwon, mempersunting top model Internasional, Tiffany Hwang dan merayakan hari bahagia mereka di sebuah kapal pesiar mewah. Berita ini telah menjadi trending topic di berbagai media. Ratusan selebrity dan pengusaha telah berdatangan, berjalan dengan anggun di atas karpet merah dan turut berbahagia.

Laporan langsung dari karpet merah dermaga kapal pesiar Jaeshin Group! Seperti yang kita lihat, satu persatu para selebriti berdatangan. Puncak perayaan pesta pernikahan ini akan berlangsung dua jam lagi setelah kapal berlayar. Namun meski Jaeshin Group mengadakan pesta tertutup, agaknya para tamu undangan telah menjadikan ajang ini sebagai satu moment penting layaknya sebuah ajang penghargaan award bergengsi.

Sederatan selebrita papan atas ini juga memberikan ucapan selamat mereka dengan suka cita melalui media. Mari kita lihat apresiasi mereka. Ini dia pemain drama yang menjadi perwajahan entertaiment Korea Selatan, Im Yoona.

“Annyeonghaseyo, Im Yoona imnida. Aku dan Tiffany eonni sudah berteman sejak lama. Jadi, kurasa perasaanku sudah sangat jelas. Aku sangat bahagia dengan pernikahan ini dan mendukung mereka. Lagipula mereka memang sangat serasi, bukan?”

“Apa ada yang ingin anda sampaikan untuk kedua mempelai?”

“Ne. Tiffany eonni, selamat ya! Aku tahu pernikahan itu bukan hal yang mudah, tapi aku yakin keputusanmu sudah benar. Dan juga sekarang kau sudah menjadi nyonya besar, ah aku jadi khawatir apa nanti kita masih berkumpul bersama. Tapi, bagaimanapun semoga pernikahanmu bahagia sampai akhirnya. Fighting!”

“Bagaimana dengan anda, Kim Taeyeon-ssi? Bukankah kalian juga berteman baik?”

“Ne, aku dan Tiffany berada pada agensi yang sama beberapa waktu lalu. Tapi, sejak dia memutuskan untuk berhenti modelling dan menjadi seorang istri, aku merasa benar-benar kesepian sekarang. Haha. Aku sangat mendukung mereka. Sebagai sahabat baiknya, aku bisa melihat seperti apa kebahagiannya hari ini jadi aku tetap harus berbahagia untuk mereka. Fany-ya… selamat atas pernikahanmu,ya! Aku mendoakan kalian akan langgeng selamanya!”

“Aku sedikit khawatir pada Tiffany. Meskipun sekarang dia melepas karir modelnya kurasa tanggung jawab sebagai nyonya besar sebuah perusahaan raksasa juga akan lebih berat. Ini tidak akan mudah, tapi Tiffany harus percaya dia masih memiliki teman-teman yang akan membantunya. Tiffany, selamat atas pernikahanmu,ya… Berjanjilah kau akan menjadi nyonya Jaeshin yang membanggakan. We love you!”

Tidak hanya selebrita dari kalangan wanita saja yang menghadiri acara pernikahan ini. Beberapa aktor dan penyanyi terkenal pria juga diundang terhormat. Oh di sini ada Cho Kyuhyun yang merupakan sahabat baik Presdir Choi. Mari kita dengarkan pesannya.

“Ah, aku sangat speachless pertama kali mendengar berita ini. Aku rasa Siwon hyung, ah maksudku Presdir Choi sangat beruntung. Aku mengenal Tiffany sebagai selebrita populer yang rendah hati, dia memiliki banyak cinta dari penggemarnya. Ah sebenarnya aku tidak tahu siapa yang beruntung, haha. Mereka berdua sangat serasi. Aku sangat mendukung mereka dan berharap pernikahan ini akan menjadi pernikahan bersejarah.”

“Agaknya pernikahan ini memang sangat besar dan begitu mewah, tapi kurasa itu harga yang pantas untuk mempelai kita. Presdir Choi Siwon, selamat atas pernikahanmu. Jagalah Tiffany nuna dengan baik!”

“Kami sangat berbahagia mendengar ini. Mereka berdua sudah mengenal baik sejak lama jadi kurasa keputusan untuk menikah terdengar sangat luar biasa. Presdir Choi dan Tiffany, selamat atas pernikahan kalian. Kami mendukung kalian!”

Seperti yang diperkirakan, kegemparan kabar bahagia ini telah menyapu bersih Korea Selatan. Ucapan selamat terus mengalir dari rekan-rekan keluarga mempelai. Puncak acara pernikahan terhangat di musim dingin, Choi Siwon dan Tiffany Hwang sebentar lagi akan dimulai! Para selebrita kita sudah memasuki kapal pesiar. Tepat pukul dua belas malam nanti, bunga pengantin wanita akan dilemparkan bersamaan dengan pesta kembang api. Mari kita menunggu momentum besar ini bersama.

***

April 2014

Komplek Perumahan Jaeshin Group

 

 

Pagi-pagi sekali, sebelum matahari muncul di ufuk timur, Tiffany terbangun. Ia menggeliat pelan dan segera tersenyum saat menyadari sebuah lengan kekar memeluk pinggangnya dengan posesif. Ia berbalik sehingga bisa berhadapan langsung dengan suaminya itu.

“Kau pasti sangat lelah, oppa.”ia berbisik pelan sembari menelusuri wajah lelap Siwon dengan telunjuknya. “Saranghae…dan juga terima kasih karena masih berada di sisiku…”

Siwon menggeliat pelan, lengannya merangkul Tiffany semakin erat. “Nado saranghae, yeobo-ya…”

Tiffany berdecak sembari menampar bahu Siwon dengan gemas, “Mwo-ya? Kau sudah bangun?”

“Memangnya kenapa? Aku hanya ingin menikmati saat-saat seperti ini. Kau tahu, aku selalu suka caramu berbisik seperti itu…”

Tiffany tersipu malu dan sebelum Siwon kembali menggodanya, ia segera bangkit dari tidurnya.

“Kenapa kau bangun? Ini belum jam 6!”Siwon merajuk manja.

“Aigoo… kenapa saat aku memutuskan untuk menjadi istri yang rajin, suamiku malah bertingkah kekanak-kanakan seperti ini,eoh? Lepaskan tanganmu, oppa! Aku tidak ingin kau terlambat lagi!”

Tapi Siwon justru semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Tiffany yang sudah duduk.

“Oppa!”

“Sepuluh menit lagi, yeobo. Biarkan seperti ini dulu…”

Tiffany tersenyum kecil. Tangannya bergerak mengelus kepala Siwon dengan penuh sayang.

Gomawoyo, jeongmal. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu, Choi Siwon…

“Apa sekarang kau yang merasa nyaman, nyonya Choi?”

Tiffany tersentak terkejut. “Aish, kau ini… Lepaskan aku, oppa!”gerutunya pelan.

Siwon tertawa kecil lalu bangkit dari tidurnya tanpa melepaskan pelukannya pada Tiffany. Tatapannya yang teduh menghujam Tiffany. Keduanya tersenyum.

“Good morning, my mushroom!”bisik Siwon pelan sebelum mendaratkan kecupan mesra di bibir istrinya. Tiffany tersenyum dan dengan senang hati membalasnya.

Lima tahun berlalu, kebahagian yang selalu menyapa mereka masih terasa hangat. Doa dan dukungan orang-orang di sekeliling mereka telah menjadikan biduk rumah tangga mereka tak pernah kekurangan cinta. Seperti yang diharapkan banyak orang, Choi Siwon dan Tiffany Hwang menjadi pasangan muda terhangat. Sebuah pasangan yang sempurna.

Aroma masakan langsung tercium menguar dari dapur begitu Siwon keluar dari kamar. Ia tersenyum melihat pujaan hatinya itu menata meja makan. Dengan memakai kemeja putih kebesaran, Tiffany bergerak lincah menyiapkan semua kebutuhan sarapan suaminya.

“Kau sepertinya sangat suka menggodaku pagi-pagi begini, Nyonya Choi!”

Tiffany terperanjat terkejut tapi segera tersenyum melihat Siwon menghampirinya.

“Kenapa kau selalu bersuara mengagetkan seperti itu,eoh? Kau mengagetkanku,oppa!”

“Untung saja ini aku, bagaimana jika ada pria lain yang melihatmu seperti ini,huh?”

Tiffany mencibir, “seperti ini? Memangnya apa yang kulakukan? Aku hanya menyiapkan sarapanmu saja supaya kau tidak sarapan di kantin perusahaan bersama sekertaris cantikmu itu.”

Siwon tertawa renyah sambil mengacak-acak rambut Tiffany. Tentu saja tindakannya itu membuat Tiffany menggerutu sebal.

“Biarkan saja, kau juga belum mandi,kan?”sergah Siwon, meleletkan lidah mengejek.

“Sudahlah. Ayo, sarapan dulu!”

“Jangan khawatir,”ujar Siwon di sela-sela kunyahannya tak lama kemudian. Tiffany mendongak menatapnya  bingung, “tentang sekertarisku. Dia bukan tipeku sama sekali.”

Tiffany mencibir, “hati pria siapa yang tahu…”

“Aigoo, kau sangat imut saat cemburu begitu, nyonya Choi.”

“Itu hal wajar yang dikhawatirkan istri manapun saat suaminya bekerja di luar rumah bersama sekumpulan perempuan muda yang centil. Lagipula, kenapa kau mempekerjakan perempuan-perempuan dengan rok mini dan pakain ketat seperti itu? Aku benar-benar tidak suka melihatnya, Choi Siwon. Dan juga, apa-apaan dengan lipstick mereka itu? Setiap kali aku ke kantormu aku hanya akan merasa marah.”

Siwon tersenyum kecil. Ia berani bersumpah, tak ada wanita yang tetap terlihat cantik saat mengomel selain istrinya itu. Ah ini gawat. Ia sepertinya benar-benar mencintai Tiffany, semua hal tentang gadis itu selalu terlihat indah di matanya. Apapun itu.

“Kenapa kau tersenyum? Nyonya Jaeshin mengomel dan kau tersenyum?”

Buru-buru Siwon berdehem sebelum Tiffany kembali mengomel.

“Hey, jangan khawatir! Aigoo, butuh berapa lama sampai kau mengerti dengan baik, hm? Kau itu satu-satunya wanita yang menerima cintaku, Tiffany Hwang. Kau boleh cemburu, tapi setelah itu kau harus minta maaf karena menuduhku macam-macam. Berhentilah merengek seperti anak kecil!”Siwon mencubit hidung Tiffany dengan gemas, “kau itu sudah punya seorang anak, jadi berhentilah bertingkah seperti anak SMA! Hanya kau, sayang. Percayalah itu…”

Tiffany masih cemberut, tapi hidungnya sudah kempas-kempis menahan gelora rasa tersanjungnya. Selalu, seperti tahun-tahun yang telah mereka lalui, setiap hari ia hanya semakin jatuh cinta saja pada suaminya itu.

“Ngomong-ngomong, bagaimana kabar Danny? Sudah lama aku tidak melihat jagoanku itu, kenapa Choi Sooyoung lama sekali meminjamnya,eoh?”tanya Siwon kemudian.

“Itulah, oppa. Seharusnya hari ini ia mengantar Danny kembali, tapi adikmu itu dengan kurang ajarnya menelponku dari Jepang dan mengatakan kalau ia tidak bisa pulang hari ini. Aish, semua Choi menyebalkan sekali.”

“Benarkah? Apa aku harus menjemputnya di Jepang?”

“Tidak usah. Danny sepertinya menikmati liburannya di sana. Lagipula, sudah lama sekali dia tidak bersama eomeoni. Aku sudah bermurah hati menambahkan izinnya dua hari.”

Siwon tersenyum, “baiklah, apa yang kau inginkan,hm? Kau merajuk begitu pasti ada maunya. Apa? Tas Prada? Chanel? Parfum?”

Tiffany balas menyeringai senang, tapi ia menggeleng. Siwon mengernyit.

“Wae? Kau sudah tidak tertarik pada hal seperti itu?”

“Bukan. Aku akan meminta yang lain.”

“Baiklah, katakan saja.”

“Aku mau kembali bekerja,”ujar Tiffany sambil memamerkan eye-smilenya, “sudah lama sekali aku tidak masuk kantor,oppa. Danny sudah besar sekarang, jadi sudah bukan masalah untukku,kan? Ayolah,oppa… semua temanku sibuk dengan pekerjaan mereka sementara aku hanya duduk santai di rumah, tidakkah aku terdengar seperti nyonya Jaeshin yang pemalas?”

Siwon menghela panjang. Topik mengenai Tiffany yang kembali bekerja ini sudah beberapa hari lalu menganggunya. Tiffany selalu memohon padanya dengan cara yang sangat cantik, bagaimana ia bisa menolak?

“Baiklah, akan kupikirkan. Tapi, kau harus berjanji, tidak akan mengabaikan tugasmu sebagai ibu dan istri. Aku akan mengajukan ini di rapat pemegang saham. Lagipula, rasanya sayang sekali jika kita menyia-nyiakan kecerdasan bisnismu itu.”

Tiffany mengangguk dengan bersemangat. “Aku akan melakukan yang terbaik untuk Jaeshin!”

“Baiklah, aku menantikan itu, nyonya Choi!”

***

Aktifitas rutin Tiffany setiap hari tidak begitu banyak. Nyaris menemui kebosanan sejak adik iparnya membawa putra tunggalnya yang masih berumur lima tahun. Biasanya ia akan dengan senang hati menemani Danny di playgroupnya sampai siang tapi sekarang ia hanya menghabiskan hari di taman belakang rumahnya. Setelah berenang, dengan majalah fashion dan meja penuh cemilan ia melewatkan paginya.

Sebelumnya, Tiffany ikut serta dalam managemen perusahaan meski ia tidak ambil andil yang banyak. Ia hanya berperan sebagai nyonya Jaeshin yang mengawasi dan membantu suaminya. Ngomong-ngomong soal pekerjaan, Tiffany benar-benar merindukan pekerjaan kantor. Ia mulai jenuh hanya mengawasi perkembangan saham Jaeshin di rumahnya. Ia ingin ikut hadir di perusahaan dan mengikuti rapat-rapat pemilik saham. Seperti alasannya, ia tidak mau dicap sebagai nyonya Jaeshin yang pemalas. Terlebih karena sekarang Danny lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga besarnya. Menjadi pengangguran memang mengerikan.

Seringkali yang menjadi obat kebosanannya adalah departemen store, tempatnya bisa menggesek kartu dengan leluasa. Ah, memikirkan tentang berbelanja, Tiffany segera menyambar ponselnya dan menghubungi sahabat-sahabatnya. Sudah hampir seminggu mereka tidak bertemu karena kesibukan. Bukan kesibukan Tiffany, tapi kesibukan mereka.

Hari itu menjadi keberuntungannya. Begitu mendengar mereka punya waktu luang, Tiffany segera masuk ke dalam rumah dan berbenah. Sampai kapanpun, pertemuan dengan teman SMA selalu menjadi menyenangkan.

“Aigoo, lihatlah! Nyonya muda Grup Jaeshin sudah datang!” suara khas Taeyeon menyambut kedatangan Tiffany. Ia bahkan nyaris berlari menyambut dan memberinya pelukan hangat.

“Astaga, kenapa tingkahmu berlebihan sekali, Taeng-a? Kau bertemu minimal seminggu sekali denganku, kan? Kita bukan pasangan yang merindukan seperti itu.”

Taeyeon hanya tertawa renyah dan melepaskan pelukannya.

“Lihatlah, aku membawakanmu hadiah!”ujar Taeyeon seraya menyingkir sehingga Tiffany bisa melihat orang yang duduk di belakangnya.

“Oh, Kwon Yuri!” Tiffany terpekik senang menyadari seorang wanita cantik, duduk dengan angkuh di dekat mereka.

“Wah, bagaimana kau bisa tetap secantik itu, black-pearl? Bagaimana kabarmu? Kapan kau datang dari Paris? Kenapa tidak menghubungiku,huh?”

Kwon Yuri, seorang gadis tomboy yang bangga dengan kulit coklatnya sekarang sudah menjadi direktur salah satu perusahaan fashion besar di Korea Selatan. Karirnya menanjak tajam dan membuatnya menjadi wanita yang terlihat begitu anggun. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikannya di universitas desain fashion di Paris. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu, jadi wajar saja jika Tiffany merasa sangat senang bertemu dengannya.

“Bagaimana denganmu?”balas Yuri, “setelah menikah kau benar-benar hanya sibuk dengan suami tampanmu itu. Hanya kau yang benar-benar sulit dihubungi jadi jangan salahkan aku!”

Tiffany terkekeh mendengarnya. “Oh, dimana Yoona? Bukankah dia juga akan datang?”

“Dia akan terlambat. Katanya sutradara menambahkan beberapa adegan untuk dramanya jadi dia harus tinggal dulu,”jawab Taeyeon.

“Wah, dia masih bermain drama,ya?”tanya Yuri.

“Tentu saja, kemampuannya semakin bagus. Kau pasti tidak pernah menontonnya,kan?”sahut Tiffany, “Rating dramanya sangat luar biasa. Nilai kontraknya juga bukan main-main!”

Yuri menggumamkan ketakjubannya. “Dengan siapa dia bermain? Apa sekarang banyak aktor tampan?”

Taeyeon tertawa kecil, “Kau akan terkejut mendengarnya. Kau masih ingat Lee Seunggi oppa,kan?”

“Oh, sunbae yang menyukainya itu?”

“Ne,”ujar Tiffany, “sekarang mereka sudah berkencan. Rating dramanya meningkat tajam karena mereka membintangi drama yang sama.”

Yuri menggumamkan kata wow pelan. Baru saja ia hendak menanggapi, Taeyeon sudah berseru memanggil Yoona yang sudah datang.

“Aigoo, aku benar-benar minta maaf, eonni!”

“Kau datang lebih cepat,”ujar Tiffany. “Dimana namajchingumu? Apa dia tidak mengantarmu?”

“Omo!” Alih-alih menjawab Tiffany, Yoona terpekik terkejut melihat Yuri yang memamerkan senyum angkuhnya. “I nuguya? Yuri eonni? Aigoo!”

Pertemuan keempat sahabat SMA itu jadi lebih heboh setelah kedatangan Yoona. Pembicaraannya jadi semakin menyenangkan dengan kehadiran Yuri, satu-satunya diantara mereka yang meniti karir di luar negeri.

“Jadi, bagaimana dengan pekerjaan modellingmu, Yoona-ya? Kulihat kau merawat tubuhmu dengan sangat baik. Kapan dramamu selesai? Apa kau sudah punya rencana pekerjaan setelahnya?”tanya Yuri selagi pelayan menata pesanan mereka di atas meja.

“Oh ho!”Tiffany menyahut cepat, dengan wajah dibuat sangar, ia menggerakkan jemarinya di depan wajah Yuri, tanda larangan, “Jangan asal menyerobot, Kwon Yuri-ssi! Yoona-ya, katakan padanya dengan siapa kau menandatangi kontrak modelling tahun lalu!”

Yuri mencibir, Yoona tertawa.

“Jaeshin Fashion!” Pada akhirnya Tiffany juga yang menjawab dengan angkuh.

“Baiklah, baiklah…”

“Apa bisnismu berjalan lancar,Kwon Yul?”tanya Taeyeon mengalihkan.

Yuri mengangguk, “Kedatanganku ke sini juga untuk memenuhi undangan tawaran investasi perusahaan besar yang menguntungkan! Bagaimana denganmu? Masih setia mengurus bisnis kulinermu?”

“Itu juga bisnis yang menguntungkan, sobat!”balas Taeyeon kalem.

“Dengan siapa kau berinvestasi?”tanya Tiffany.

“Kau mungkin akan terkejut mendengar ini, Tiffany Hwang,”ujar Yuri sembari tersenyum misterius.

“Mwo-ya?”

“Presdir Choi menghubungiku secara pribadi, memintaku bertemu berdua dengannya dan menawariku prospek yang menjanjikan! Ah, seharusnya kau tahu kalau dia mengajakku dinner bersama. Bisakah aku berharap kami akan melewatkan candle-light dinner yang romantis?”

Tiffany meringgis kesal melihat ekspresi Yuri yang sengaja memanas-manasinya.

“Mwo-ya? Apa sekarang kau menjadi wanita simpanan pria tampan itu?”tambah Taeyeon, tentu saja hanya untuk menggoda Tiffany.

“Ah, that’s a great idea! Kenapa aku tidak memikirkanya sejak dulu?”sambar Yuri cepat.

“Aigoo…”keluh Tiffany, “jangan sampai Tuhan murka melihatku membunuh sahabatku sendiri, KkabYul!”

Tawa mereka meledak. Tentu saja, selalu menyenangkan menggoda Tiffany yang begitu protektif pada suaminya. Mereka juga tahu pasti seperti apa hubungan kasih mereka. Cinderella saja mungkin akan iri.

“Tapi, ngomong-ngomong, kenapa aku malah tiba-tiba memikirkan si blonde itu?”gumam Yuri tiba-tiba. Mereka yang tengah diam menikmati sajian nikmat mendadak merasakan aura dingin yang aneh. Langsung saja suasana awkward mengapung di tengah-tengah meja mereka.

Perubahan air muka yang mencolok tentu saja terlihat pada Tiffany. Satu suapan steaknya terhenti di depan mulutnya yang sudah setengah terbuka. Tatapannya mendadak terlihat kosong. Hampa.

Taeyeon yang pertama kali tersadar dari kecanggungan itu. Ia tertawa pelan dan menyenggol Yuri.

“Yah, kenapa kau malah merusak suasana seperti itu?” bisiknya pelan.

Tiffany menghela napas panjang dan menurunkan kembali potongan steak siap santapnya. Ia menarik selembar tissue, mengelap bibirnya dengan gerakan lambat yang terlihat elegan lalu menatap wajah mereka satu persatu.

“Mumpung hari ini aku mendapat izin seharian, kenapa kita tidak bersenang-senang, hm? Wanna going somewhere, girls?”ujarnya bersemangat.

Ketiga sahabat baiknya saling berpandangan dengan menahan senyum. Sudah jelas jawabannya satu.

“LET’S GO!!!”

“Aku tidak akan menyia-nyiakan ini, eonni. Sudah seminggu ini aku mengincar tas Prada terbaru, sekarang kurasa aku bisa membawanya pulang. Beruntung sekali memiliki nyonya Jaeshin di pihakku!”ujar Yoona sembari tertawa senang.

Sepanjang hari, mereka berkeliling menghabiskan waktu dari satu toko ke toko lain. Tidak yang tampak di wajah mereka selain kesenangan, kecerian dan tawa yang tidak padam. Reuni SMA memang selalu terasa menyenangkan. Apalagi saat seorang teman dengan ringan menggesekkan kartu unlimitednya untuk semua hal yang mereka nikmati.

***

“Danny sweetheart, apa kau tidak kangen pada mommy-mu,huh? Kenapa kau masih tidak mau pulang?”

Siwon yang baru saja tiba di rumah tersenyum geli mendengar suara itu. Siapa lagi wanita yang terdengar begitu menggemaskan saat merajuk selain istrinya? Setelah menyerahkan jas dan tas kantornya pada pelayan rumah, ia segera menghampiri Tiffany yang duduk membelakanginya di depan TV. Agaknya wanita itu tidak menyadari kedatangannya.

“Tapi tetap saja, aku sangat merindukanmu,kan? Hey, kenapa bicaramu seperti itu, Danny? Apa auntie Sooyoung ada disitu? Jadi, dia mendiktemu,ya? Berikan telepon padanya!”

Siwon tersenyum dan belum beranjak mengagetkan Tiffany. Ia terkadang sangat suka menguping pembicaraan istrinya dengan Danny.

“Yah, Choi Sooyoung! Apa yang sudah kau katakan pada Danny-ku,eoh? Kenapa dia tidak mau pulang? Enak saja bicaramu! Aku ini ibunya, dan aku lebih berhak atasnya. Lagipula, kenapa kau suka sekali menculik anak orang,eoh? Minggu lalu kau menculik anak Sunny, sekarang kau tidak mau mengembalikan keponakanmu? Yah! Jangan sampai aku menyeretmu ke meja hukum, shiksin! Itu akan terdengar sangat tidak lucu. Ah, pokoknya aku mau Danny dikembalikan besok! Terserah! Kau kan kaya, jadi alasan penerbangan sangat tidak masuk akal untukmu. Hey, kalau kau sebegitu cintanya pada anak-anak, kenapa bukan kau saja yang menikah dan membuat anak,eoh? Eih, kau ini selalu mengalihkan saja, Choi Sooyoung. Baiklah, biar aku yang memaksa kekasihmu itu melamarmu cepat! Arasseo, berikan ponselnya pada danny!”

Siwon merasa ini saat yang tepat untuk memunculkan diri. Sebelum Tiffany bicara dengan Danny dan itu berarti ia akan diabaikan.

“Yeobo, suamimu pulang dan kau hanya bertelepon ria?”

Tiffany terperanjat kaget dan segera bangkit menyambut Siwon.

“Ah, maaf, oppa. Tapi, tunggu sebentar ya…” ia kembali meletakkan ponsel di telinganya, “Danny-ya, karena ini sudah malam, lebih baik kau tidur dulu,ya. Daddy juga sudah pulang, besok mommy akan menelponmu lagi. Baiklah, sayang… I love you,too…”

“Sudah berapa jam kau berbicara di telpon,hm? Kau tahu kalau radiasi itu sangat tidak bagus untuk kulitmu,kan? Tidak hanya sekali, tapi rasanya setiap hari kau menelpon seperti itu.”

Tiffany mencibir, “hanya sejam lebih,kok. Aish, kau ini terdengar ingin menjauhkanku dari Danny saja!”ia merajuk lagi. Siwon terkekeh dan menarik Tiffany ke dalam pelukan hangatnya.

“Kau tahu, aku seringkali kecewa saat berharap kau menelponku di jam kosong tapi ternyata kau sibuk mengobrol dengan anak itu.”

“Mwo-ya? Kau cemburu dengan anakmu sendiri? Hahh, itu tidak lucu sama sekali!”

“Biar saja.”

Tiffany tersenyum lalu mendongak menatap Siwon. “Hey, you’re the only one in my whole life, oppa…”

Siwon menyeringai senang dan semakin merangkul Tiffany erat. Diciumnya puncak kepala istrinya itu dengan penuh sayang.

“Bagaimana perjalananmu hari ini? Menyenangkan?”tanya Siwon setelah ia melepaskan pelukannya dan duduk di sofa.

“Tentu saja. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain berkumpul bersama sahabat.”

“Lebih menyenangkan daripada bersamaku? Aku menerima telepon dari perusahaan kredit. Kau sepertinya sangat bersenang-senang,ya?”

Tiffany segera memasang senyum terbaiknya sembari merangkul lengan Siwon.

“Prada, Chanel,Soup dan butik lainnya mengeluarkan produk baru mereka serentak hari ini, jadi…”

“Aku tidak melarangmu berbelanja, yeobo. Tapi, hey, bagaimana mungkin kau sanggup menghabiskan ratusan juta won dalam sehari ini? Ckck, kau luar biasa sekali.”

“Kau tahu,oppa, bermurah hati itu kadang-kadang diperlukan.”

Siwon mengernyit, “maksudmu, kau membayar belanjaan mereka juga?”tanyanya cepat, lalu ketika Tiffany mengangguk, ia kembali berujar dengan nada terkejut, “hey, bermurah hatilah pada orang yang membutuhkan! Siapa yang kau traktir hari ini? Im Yoona, pemain drama  dengan kontrak ratusan juta itu? Yah, kau tahu kalau kekasihnya itu masuk dalam daftar selebriti terkaya,kan? Lalu siapa lagi? Kim Taeyeon dengan omzet bisnis kulinernya yang milyaran? Hey, aku menghabiskan uangku membayar catering karyawan setiap hari padanya, dengan kata lain memberinya keuntungan, dan kau mentraktirnya?”

Tiffany memukul lengan Siwon dengan cemberut. “Yah! Kalau kau begitu pelitnya, segera berikan aku pekerjaan! Kau tahu kalau mengurungku sendiri dalam rumah itu rasanya mengerikan? Kalau bukan karena Danny aku pasti sudah pergi dengan pria lain, Choi Siwon!” ia berteriak kesal, tapi percayalah, itu hanya akal-akalan Tiffany saja. Karena setelah itu, Siwon pasti akan panik dan meminta maaf padanya.

“Hey,hey, aku tidak memarahimu, honey! Aku hanya…”

“Kau menyebalkan, Choi Siwon!” Tiffany menghempaskan lengan Siwon yang dirangkulnya dan menarik diri menjauh.

Siwon tertawa kecil. Sekali lagi, tidak wanita yang tetap terlihat cantik dan menggemaskan saat cemberut selain istrinya.

“Baiklah, baiklah. Aku minta maaf. Aku cerewet sekali,ya?”

Tiffany bergeming.

“Aku sudah meminta pertimbangan dewan direksi. Kurasa, kau sudah bisa mulai bekerja kembali.”

“Benarkah?”

“Ya, tapi aku tidak mau memaksamu bekerja terlalu banyak. Kau akan kutempatkan di tim baru untuk proyek mendatang. Bekerjalah dengan baik, eoh?”

Semburat keceriaan kembali muncul di wajah Tiffany. Ia jadi terlihat berpuluh kali lipat lebih cantik dengan senyum senang itu.

“Woah, I really like it, oppa!”

Siwon tersenyum senang saat Tiffany kembali melompat memeluknya. Percayalah, hanya ia satu-satunya pria yang tahu bagaimana menaklukan Tiffany. Karena itu, ia selalu membusungkan dada bangga dengan dagu terangkat sembari merangkul Tiffany saat bertemu relasi kerjanya. Saat semua orang mengagumi Tiffany, saat itu juga ia kembali merasakan desakan bangga di setiap denyut kehidupannya.

***

Hari pertama Tiffany kembali ke perusahaan, sambutan hangat karyawan dijumpainya dengan mudah. Beberapa pihak yang pernah bekerja sama dengannya menemukan masa depan canang Fashion Jaeshin Group semakin bersinar dengan kembalinya Tiffany mengurus managemen perusahaan. Antusias keluarga besar Jaeshin pun tidak main-main.

Selang seminggu setelah Tiffany kembali, sebuah proyek baru telah mereka rancang. Seperti yang dijanjikan Siwon, Tiffany langsung mengepalai tim desain untuk peluncuran brand fashion musim panas mereka. Mengusung tema Hi-tech Fashion, Jaeshin meluncurkan sebuah aplikasi berbelanja khusus untuk para wanita. Dimana mereka bisa mencoba berbagai jenis pakaian cukup melalui aplikasi smartphone mereka.  Pengembangan aplikasi itu dirancang agar para wanita tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berbelanja di tengah jam sibuk mereka. Proyek itu disambut antusias oleh segenap petinggi Jaeshin. Pun menarik sejumlah investor untuk menanamkan dana pada proyek.

“Hari ini kita akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan Safe-tech mengenai proyek kerja sama kita. Kau harus melihat suamimu yang keren ini melakukan presentasi, nyonya Choi!”

Tiffany mencibir, “astaga, aku masuk ke perusahaan bukan untuk melihatmu pamer, Presdir! Tapi aku jadi penasaran juga. Baiklah, kita akan melihat apa yang akan terjadi!”

“Dan jika aku berhasil mendapatkan persetujuan mereka… kurasa kau harus memberiku hadiah istimewa malam ini, yeobo.”Siwon mengakhiri kalimatnya dengan sebuah seringain nakal. Tiffany bergidik ngeri melihatnya.

“Yah, byuntae! Aish, kau ini menyebalkan sekali, Choi Siwon! Bukannya bekerja kau malah berpikir seperti itu?”

“Hey, kepalaku juga akan sakit kalau hanya memikirkan pekerjaan, kau tahu?”

Mata Tiffany memincing tajam selagi ia bersidekap di dadanya. “Jadi, kau ingin mengatakan jika itu adalah semacam hiburan bagimu?”

Sebelum Siwon menjawab, Tiffany kembali melanjutkan dengan sinis, “jangan sampai aku harus memasang CCTV di ruang kerjamu ini, Choi Siwon! Melihat tingkahmu hari ini sepertinya aku ragu kau benar-benar selalu bekerja di sini.”

“Hey,hey apa maksudmu?”

“Memang apa lagi? Siapa yang bisa menjamin kau tidak membicarakan hal-hal seperti itu dengan sekertaris atau siapapun wanita seksi yang bekerja denganmu,hah?”

“Hey, kau terlalu berlebihan,sayang!”

“Kau sendiri yang mengatakannya, bukan? Pikiran byun adalah hiburanmu. Astaga, kenapa aku bisa menikahimu, Choi Siwon? Kau membuatku merinding!”

Tak ayal lagi, tawa Siwon meledak. Lihatlah, istrinya sungguh menggemaskan saat mengomel seperti itu. Tapi, mungkin jika orang lain yang melihatnya mereka akan terintimidasi, bukannya malah tertawa lepas sepertinya.

Siwon lalu beranjak mendekati Tiffany dan mensejajarkan wajahnya.

“Karena kau di sini, jadi sekarang aku punya hiburan. Itu yang kumaksudkan, nyonya Choi! Astaga, kau ini benar-benar lucu. Sudah bukan remaja tapi tingkahmu luarbiasa. Haha!” Tiffany manyun saat Siwon menjawil hidungnya kuat-kuat. “Baiklah, baiklah. Kita tunda dulu perbicaraan ini. Meetingnya akan dimulai sepuluh menit lagi. Kita harus berada di sana, sayang.”

Tiffany hanya tersenyum kecil saat Siwon mengecup bibirnya sekilas lalu merapikan jasnya.

***

Hampir dua puluh petinggi Jaeshin yang hadir di ruang pertemuan kelas atas itu saat Siwon dan Tiffany tiba. Setelah membalas sapaan mereka dengan sopan, keduanya segera mengambil tempat duduk.

“Perwakilan Safe-tech baru saja menghubungiku, katanya mereka baru saja tiba di gedung. Dan masih dalam perjalanan kemari.”ujar Direktur Jaeshin Fashion, Cho Kyuhyun.

“Tidak apa-apa. Kita bisa melakukan persiapan terlebih dahulu. Apa semua bahan sudah siap?”

“Ne, hwajangnim!”

“Baiklah, ayo kita menangkan hati perwakilan Safe-tech!”

Beberapa saat kemudian, pintu ruang meeting terbuka. Dua orang pria paruh baya dengan setelan jas terbaik masuk tak lama kemudian. Semua orang berdiri menyambut mereka dengan sopan. Di belakang mereka seorang pria yang masih muda menyusul. Lalu kemudian disusul lagi dengan seorang wanita cantik yang berjalan penuh keanggunan.

Semua direksi Jaeshin menyapa mereka dengan hormat juga kekaguman. Wibawa Safe-tech jelas terlihat mendominasi ruangan. Sehingga wajar saja jika semua menyambut mereka dengan antusias.

Tapi, Tiffany telah kehilangan senyumnya pada detik ia melihat wanita itu. Pandangannya nanar dan ia merasa begitu lemas. Wanita itu, dengan senyum bangsawannya balas menyapa para direksi Jaeshin, membuat persendian Tiffany kaku luar biasa.

“Perkenalkan ini putra Presdir Safe-tech, Lee Donghae. Dan gadis cantik ini adalah kepala departemen yang akan terlibat dalam proyek nanti, sekaligus tunangan Direktur Lee, Direktur Jessica Jung!”

“Senang bertemu dengan kalian. Bagaimana? Bisa kita mulai pertemuannya?”

Siwon mempersilahkan tamunya untuk duduk kemudian mereka juga kembali duduk.

Tiffany meremas ujung dressnya dengan gemetar. Berulangkali ia harus menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya. Tapi, seiring perbincangan yang terjadi di ruangan itu, pertahanannya melemah.

Jessica Jung, kenapa dia kembali?

Tiffany kehilangan fokusnya sama sekali. Alih-alih merasakan kesejukan ruangan berdesain mewah dengan interior sekelas bintang lima, ia justru gelisah. Keringat dinginnya menetes dan yang ia lakukan hanyalah terus-terusan menghindari pandangan wanita itu. Bahkan presentasi memukau Siwon terlewatkan olehnya.

“Prospek yang ditawarkan dalam kerjasama ini kurasa sangat menjanjikan. Kami sangat senang Jaeshin menjadi mitra kerja kami. Kuharap kedepannya kita bisa mempertahankan kerjasama ini!”ujar Lee Donghae setelah ia dan perwakilan SafeTech berunding.

Kepuasan terlihat jelas di wajah Siwon.

“Terima kasih atas kepercayaan kalian. Sekertaris Kim, bisakah kita mendapat surat kontraknya sekarang?”

Dua buah berkas kerjasama segera  dikeluarkan. Siwon bangkit dari duduknya menuju ujung meja tempat berkas disiapkan. Sebelum itu, ia berhenti di dekat Tiffany. Tersenyum ke arah malaikatnya itu dan menepuk pundaknya sekilas. Memberi isyarat bahwa ia senang sekali berhasil di depan mata istri tercintanya.

Tiffany membalas senyum Siwon dengan usaha maksimal. Ia tentu tidak ingin melukai perasaan Siwon dengan bermuka masam di hadapannya. Tapi, senyum itu seketika meluntur saat Tiffany tidak sengaja memandang ke arah seberangnya. Di detik yang sama, Jessica Jung menatap ke arahnya.

Keduanya bertemu pandang selama beberapa saat, sebelum Tiffany yang pertama kali memutuskan kontak itu. Ia mengalihkan pandangan dengan gugup. Ah tidak, ia ketakutan. Ia telah mengenal wajah itu selama bertahun-tahun, meskipun itu terjadi di masa lalu. Tapi ia tidak akan pernah lupa ekspresi seperti apa yang baru saja dilihatnya. Mungkin tidak terlihat begitu jelas, tapi Tiffany sangat tahu itu. Jessica baru saja memandanginya dengan tatapan membunuh. Ia bahkan bisa merasakan aura itu dari kejauhan. Tiffany semakin gerah. Jessica Jung, apa sebenarnya tujuanmu kembali?

“Ah ya, mengenai kontrak ini, secara pribadi saya mengizinkan Direktur Jessica Jung untuk menandatanganinya. Dia adalah salah satu orang penting di perusahaan kami, dan mengenai proyek kerjasama kita, kami akan mewakilkannya pada Direktur Jessica.”

Bersama dengan ucapan Donghae, dengan anggun Jessica bangkit dari kursinya dan mendekati Siwon yang telah siap di depan berkas kontrak. Keduanya bertukar senyum dan saling membungkuk sopan.

“Baiklah, hari ini kita akan menandatangani kontrak kerjasama antara Jaeshin Group dengan SafeTech. Presdir Choi Siwon dan Direktur Jessica Jung, silahkan!”

Diiringi tembakan blits kamera, keduanya melakukan tandatangann dan bertukar. Setelah itu, dengan berjabat tangan mereka kembali berfoto. Dan diakhiri dengan tepuk tangan panjang.

Hanya Tiffany yang tidak bertepuk tangan. Sejak Siwon berdiri di samping Jessica, ia nyaris tak bisa bernapas. Cara mereka berdua tersenyum dan menatap satu sama lain… Mungkin tak ada yang menyadarinya, tapi ia mengenal Jessica Jung…

Tiffany menautkan jemarinya dengan kalut. God…

Apa yang harus kulakukan saat cinta pertama dan cinta mati suamiku kembali lagi?

Ia mendongak, dan kembali bertatapan dengan Jessica.

Kali ini, perlahan, bibir Jessica bergerak. Ia menyeringai pada Tiffany sebelum melirik pada Siwon.

“Aku tidak sabar untuk segera membicarakan mengenai proyek baru kita. Rasanya sangat luar biasa bisa bekerja sama dengan perusahaan besar yang sukses di luar negeri seperti Safe-Tech!”ujar Siwon santai pada Donghae.

Jajaran Direksi sebagian telah meninggalkan ruang meeting karena acara memang sudah selesai.

“Aku juga tidak mau membuang-buang kesempatan bekerja sama dengan Jaeshin. Aku juga sudah mendengar kehebatan kalian,”balas Donghae ramah. “Ah, sebenarnya yang mengajukan ini bukan aku, tapi tunanganku, Jessica…”lanjut Donghae saat Jessica telah selesai membereskan berkas-berkasnya dan menghampiri mereka.

Siwon beralih menatap Jessica. Keduanya bertukar senyum.

“Aku bisa melihat itu. Dia gadis yang cerdas.”ujar Siwon. Donghae tertawa kecil. Tangan kanannya bergerak merangkul bahu Jessica.

“Benar,kan? Semua orang mengakui itu, jadi ekspresikan saja kesombonganmu, chagi!”

Jessica tertawa kecil sebelum mencubit pinggang Donghae. “Yah, hati-hati bicaramu,Direktur Lee!”desisnya.

Siwon juga tertawa kecil melihat mereka. Tapi, entah kenapa… saat ia memperhatikan Jessica, hatinya berdesir. Buru-buru ia segera menepis pikiran itu dan berbalik. Tiffany juga baru saja tiba di dekatnya.

“Ah ya, perkenalkan,”ujar Siwon, tangannya merangkul pinggang Tiffany dengan mesra, sebelum melanjutkan dengan nada bangga, “wanita cantik ini adalah istriku, Tiffany Hwang. Aku memutuskan untuk melibatkannya dalam kinerja. Dia sangat berbakat dalam bidang fashion, jadi aku berencana mengikut sertakannya dalam proyek nanti.”

Mereka bertukar salam.

Lagi, Jessica dan Tiffany bertemu pandang. Tapi tak seorangpun berbicara. Agaknya, komunikasi batin mereka sedang berlangsung.

“Presdir Choi pasti sangat diberkati dengan kehadiran nyonya Tiffany. Terkadang kita memang jauh lebih sukses jika ada wanita luar biasa di samping kita. Bukan begitu, Presdir Choi?”ujar Donghae.

Siwon tertawa mengiyakan. “Ah ya, karena sebentar lagi jam makan siang, bagaimana kalau makan siang bersama kami? Kudengar kalian juga baru datang dari Jepang,kan?”

Donghae menoleh pada Jessica, meminta pendapat.

“Baiklah, kurasa itu tidak masalah. Apa nyonya Tiffany tidak keberatan?”Ia menjawab sambil tersenyum manis pada Tiffany. Tentu saja, senyum manis berbalut seringai.

Tiffany kembali memaksakan senyumnya, “ya, itu ide yang bagus.”

***

“Mommy!!”teriakan bocah lima tahun menyambut kedatangan Tiffany dan Siwon.

Danny dengan diiringi teriakan ‘hati-hati, bocah!’ milik Sooyoung berlari menghampiri Tiffany dan memeluknya.

“Aigoo, akhirnya kau kembali juga, sweetheart! Mommy sangat merindukanmu. Kapan kau datang?”

Tiffany menyimpan semua pikiran lelah dan penatnya demi menggendong Danny dan memberinya pelukan rindu yang hangat.

“Baru saja. Sooyoung imo mengajakku jalan-jalan sebelum ke sini.”

“Ah, benarkah? Sepertinya kalian banyak bersenang-senang!”

“Ne! Imo membelikan banyaaaaak baju baru. Juga icecream yang enaakk!”

Siwon melempar pandangan pada Sooyoung yang sedang duduk di sofa sambil memangku majalah fashion.

“Sepertinya kau banyak memberi racun padanya, Youngie. Apa kau pikir anakku itu seperti kau?”tukas Siwon sengit.

Sooyoung tertawa, “Aigoo, kau ini lucu sekali,oppa. Anakmu yang meminta semuanya jadi aku tentu saja tidak menolak. Lihat saja kelakuannya!”Sooyoung menunjuk pada sepuluh paperbag dari toko-toko ternama di depan pintu kamar. “Dia membeli semua itu. Sendiri.”

Siwon menoleh pada Danny yang sudah memeluk leher ibunya dengan erat. Alih-alih mengomel, Siwon malah tersenyum bangga dan mengelus kepala putranya dengan penuh sayang.

“Aigoo, benarkah itu? Sepertinya jagoanku sangat pintar memilih pakaian. Kenapa kau begitu mirip mommy,huh?”

Danny hanya tertawa, memamerkan gigi susunya.

“Apa kalian sudah makan?”tanya Sooyoung kemudian.

“Wah, kau baik hati sekali. Memangnya kau sudah memasak?”ujar Siwon.

“Siapa yang memasak? Aku akan delivery kalau kalian lapar.”

Siwon berdecak sebal tapi tidak mengatakan apa-apa. Ia memilih beranjak ke kamarnya dengan diikuti Tiffany.

“Kalau kau lapar pesanlah ayam goreng atau sesuatu.”ujar Tiffany.

Kepenatan Tiffany masih tersingkirkan sampai mereka beranjak tidur. Danny banyak mengalihkan perhatiannya sehingga sejenak ia bisa melupakan sosok Jessica. Tapi begitu putranya itu tertidur nyaman di kamar dan ia beranjak naik di sisi Siwon, perasaan itu kembali menyergapnya.

“Hari ini berjalan lancar. Terima kasih, yeobo!”ujar Siwon sembari menutup buku yang tadi dibacanya.

“Kenapa berterima kasih padaku?”gumam Tiffany bingung.

“Entahlah. Kau membuatku tampil keren hari ini, bukan?”

Tiffany mencibir, “jadi, kau ingin bilang kalau tadi kau hanya pamer sepanjang waktu?”

Siwon tertawa lalu menarik Tiffany ke dalam pelukannya. “Aku akan senang melakukannya untukmu, yeobo. Mulai besok, kaulah yang akan bekerja keras.”

“Ya, aku tahu. Ini proyek milyaran won, kau sudah bilang itu. Jadi, apa kau senang?”

“Rekan kerja kita juga menyenangkan.”

Tiffany merasa jantungnya baru saja berhenti berdetak untuk sesaat.

“Maksudmu, Safe-tech?”pancingnya.

“Ya. Hey, nona Jung itu seusia denganmu. Basic fashionnya juga kuat. Terdengar mirip dirimu, ya?”gumam Siwon sembari terkekeh pelan.

Ia tak tahu, Tiffany mulai merasakan dingin yang merambat di kakinya.

“Apa dia terlihat menakjubkan di matamu?”

“Seperti dirimu, ya. Posisi tinggi di Safe-tech tentu bukan hal yang mudah untuknya. Tapi, kenapa aku merasa pernah bertemu dengannya, ya? Dia memang tinggal di Jepang, tapi katanya pernah tinggal di Seoul beberapa tahun yang lalu. Apa mungkin kau mengenalnya?”

Speechless, Tiffany hanya tertawa hambar. “Entahlah. Aku juga merasa seperti itu. Tapi, dilihat dari sikapnya, sepertinya ini memang pertemuan pertama, oppa. Sudahlah, aku mengantuk.”

Siwon mengernyit mendengar jawaban itu, “Yah, kau tidak cemburu?”tuntutnya.

“Apanya?”gumam Tiffany tanpa perlu repot-repot mendongak.

“Aku baru saja memuji wanita lain di depanmu. Biasanya kau akan merajuk.”

Tiffany menghela panjang, mengeratkan rangkulannya dan berharap agar rasa dingin di sekujur tubuhnya segera lenyap.

“Mungkin karena aku sangat lelah, oppa. Kita tidur sekarang saja, hm?”

“Baiklah. Selamat tidur, yeobo. Mari bertemu di mimpi malam ini!”

Seperti kebiasaannya, Siwon menutup malam mereka dengan ciuman mesra dan pelukan hangat. Tiffany selalu menyukai perlakuan Siwon padanya. Tapi malam itu, rasa dingin membuatnya kebas hingga tak bisa merasakan apa-apa.

Ia terseret jatuh ke dalam lubang kehampaan. Bahkan pelukan dan bisikan cinta Siwon yang selalu ia rindukan setiap malam pun terasa hambar. Nama Jessica selalu bergaung di kepalanya, membuatnya gelisah sepanjang malam.

***

Keesokan pagi saat Tiffany terbangun, Siwon sudah tidak ada di sampingnya. Ia menemukan pria itu di dapur, memakai apron dengan Danny yang duduk di atas pantry mengawasi daddynya memasak.

“Hey, kenapa Danny sudah ada di sini?”Tiffany menegur, masih setengah tertidur menghampiri mereka.

“Good morning, Mommy!”keduanya berseru serentak. Tiffany tersenyum lalu segera memberikan pelukan dan kecupan untuk buah hatinya. Dan tentu saja, morning kiss untuk Siwon.

“Kalian tidak membangunkanku.”Tiffany merajuk.

“Tidak apa-apa, tidurmu tidak nyenyak semalam. Dan berhubung karena hari ini kita libur, tidak ada salahnya kau tidur lebih lama.”

“Lagipula tadi menyenangkan, ya, Daddy? Melihat mommy tidur seperti malaikat. Cantik sekali!”

Tiffany mengacak rambut Danny gemas, “siapa yang mengajarimu menggombal begitu,eoh?”

“Daddy yang bilang seperti itu,”balas Danny polos. Tiffany tertawa dan mencubit hidung putranya gemas.

“Ja, sarapan sudah selesai!”seru Siwon seraya mematikan kompornya. “Kemana shiksin itu? Apa hidung makanannya tidak bisa membaui masakan?”

“Sooyoung imo sedang menelpon dengan ahjussi!”Danny menyelutuk.

“Yah!”seru Sooyoung, muncul dari ruang tamu. “Kemarin kau memanggilnya hyung sekarang kau menyebutnya Ahjussi? Kau pengkhianat kecil…”

Danny hanya tertawa mengejek. Sementara Sooyoung menghampiri dan mencubit pipinya kuat-kuat. Tentu saja  Danny menjerit-jerit. Tapi itu hanya membuat Sooyoung semakin suka. Penyiksaan itu baru berhenti setelah bunyi ‘tuk’ terdengar di kepala Sooyoung.

“Yah! Kenapa kau memukul kepala berhargaku dengan sendok?!”

“Bantu aku menyiapkan sarapan, memangnya kau datang ke sini hanya menumpang makan dan tidur? Dasar tidak tahu malu!”balas Siwon sewot.

Tiffany hanya tertawa kecil menyaksikan mereka. Ia sendiri sudah selesai menata meja. Sementara Sooyoung dengan menggerutu kecil mengambil alih pekerjaan Siwon menata makanan ke dalam piring.

Sarapan mereka baru saja hendak dimulai saat bunyi bell terdengar. Tiffany yang pertama bangkit membukakan pintu.

“Kiriman paket untuk anda, nyonya. Kemarin tukang pos menitipkannya ke saya. Katanya harus langsung ke tangan nyonya!”ujar ahjussi satpam. Setelah mengucapkan terima kasih Tiffany membawa paket yang ukurannya tidak terlalu besar itu. Tidak ada nama pengirim.

“Apa itu, eonni?”

“Paket.”ujar Tiffany seraya membukanya. Sebuah album foto.

Keningnya mengerut selagi membuka halaman pertama. Tapi detik berikutnya, matanya terbelalak kaget dan jantungnya kembali berdetum-detum tak karuannya. Hilang sudah kesempurnaan pagi yang dirasanya.

“Apa isinya?”tanya Siwon penasaran.

“Ah tidak. Bukan apa-apa, hanya kiriman gambar desain. Aku ke kamar dulu, oppa, kalian makanlah.”

“Hey, kau juga harus sarapan, yeobo!”

“Nanti saja.”balas Tiffany seraya bergegas masuk ke kamar dan mengunci pintu.

Perasaannya masih berdebar selagi ia menarik langkah ke ranjangnya. Album foto itu terasa begitu berat di tangannya.

Ini adalah album kenangan SMA mereka. Tidak ada yang salah sebenarnya. Ia, Yoona, Taeyeon dan Yuri banyak meninggalkan kenangan mereka dalam bentuk foto. Semua yang ada di sana adalah kenangan mereka. Tapi, dia juga ada di sini. Wanita itu, Jessica Jung.

Mata Tiffany menatap nanar pada sebuah foto. Dimana ia dan Jessica berselfie di depan sebuah kue ulangtahun. Keduanya berangkulan, tersenyum cantik pada kamera. Sangat bahagia. Tapi jemari Tiffany yang mengelus keterangan pada foto itu bergetar.

18 April, Jessie’s birthday and their 1st anniversary.

Foto berikutnya, foto Jessica dengan mata tertutup meniup lilin bersama dengan pria itu, Choi Siwon. Tidak sampai di situ, selanjutnya foto-foto Jessica dan Siwon mendominasi halaman. Semakin banyak yang Tiffany buka, ia seperti hanya melihat mereka berdua.

Semua moment tentang mereka berdua menguasai akhir album itu. Tiffany membuka halamannya dengan cepat, dengan napas memburu oleh emosi. Tidak diragukan lagi siapa yang mengirimkan album foto ini.

Jessica Jung.

Hanya dia satu-satunya wanita yang membuat ketakutan merayapi hati Tiffany. Pada akhirnya, Tiffany menjerit dengan napas terengah-engah melemparkan album foto itu sekuat tenaga ke dinding.

Bunyi benturan keras terdengar sebelum album itu terjatuh dan beberapa lembar foto berserakan keluar. Tiffany mengerang frustasi sembari menjambak rambutnya. Ulu hatinya seperti sedang dicabik-cabik oleh tangan kasar yang tak terlihat.

Ini bukan urusan sepele mengenai cemburu pada mantan kekasih suaminya. Tidak. Ia seharusnya tidak cemburu,kan? Apalagi sekarang Jessica sudah memiliki tunangan. Tapi ini urusan yang berbeda. Tiffany mengenal Jessica. Dan maksud ia mengirimkan album foto ke rumahnya sudah bisa ia tebak.

Jessica sedang mencoba menerornya. Mencoba untuk membangkitkan kembali kenangan yang pernah ia dan Siwon buat. Dada Tiffany semakin sesak. Memori masa lalunya berputar cepat seperti kilasan.

Choi Siwon, seorang putra pengusaha kaya jatuh cinta, bertekuk lutut di hadapan putri pewaris Emerald Corp, Jessica Jung. Semua orang memberikan ucapan selamat untuk mereka. Bahkan ia pun ada di sana, menyemprotkan confetti di hari ulangtahun hubungan mereka.

Choi Siwon yang dulu sangat mencintai Jessica. Cinta matinya hanya Jessica Jung. Tiffany yang menjadi saksi hubungan mereka tahu benar seperti apa mereka saling mencintai.

Tiffany semakin ketakutan saat membandingkan dirinya. Lebih dari semua cinta yang diberikan Siwon kepadanya saat ini, Siwon yang dulu jauh lebih banyak mencintai Jessica.

Tapi, itu kan dulu, Tiffany! Memangnya kenapa kalau dia tidak menikah dengan cinta pertamanya? Toh, sekarang kalian sudah punya anak. Apa yang kau khawatirkan? Siwon yang sekarang sangat mencintaimu, bagaimana mungkin ia mau meninggalkanmu hanya karena ia yang dulu sangat mencintai Jessica? Tenanglah, Tiffany…

Tiffany menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan hatinya. Pemikiran itu benar. Ketakutannya terlalu berlebihan. Setelah beberapa menit melawan dirinya sendiri, Tiffany bangkit mendekati album foto itu dan membereskannya.

Tapi tangannya terhenti saat ia memungut lembaran foto yang berserakan. Ini bukan foto kenangan SMA. Jelas-jelas foto itu adalah foto pernikahannya dengan Siwon. Tiffany membaliknya dan menemukan paragraf kecil di sana.

Kyeoronhae chukhahae, nae danjjak chingu.

Aku tidak bisa menghadirinya. Hari itu aku masih ada di kamar rumah sakit, tapi aku turut senang.

Kau bahagia,hm? Berterima kasihlah padaku, Tiffany Hwang.

Tiffany mengusap wajahnya, letih. Kata-kata Jessica masih sama seperti biasannya. Manis, tapi tajam. Orang lain mungkin menganggap itu adalah ucapan tulus, tapi itu salah. Jessica memang sedang mencoba mengintimidasinya.

Tapi masalah utamanya bukan hanya sekedar cerita masa lalu. Alasan ketakutan Tiffany, adalah memang karena ia merasa pantas ketakutan. Bahkan setelah bertahun-tahun berpisah dari Jessica, bayangan itu masih kerap kali menganggu tidurnya.

Seringkali ia terbangun tengah malam karena sosok Jessica menganggu tidurnya. Jessica, sahabat  yang sangat disayanginya mendatanginya dalam tidur dalam keadaan pucat, rapuh, menangis dan memelas di kakinya.

Fany-ya, kumohon selamatkan aku! Selamatkan aku. Jebal! Rasanya sangat menyiksa, Fany-ya… tolonglah… bebaskan aku dari kesakitan ini! Tiffany…

“Yeobo?”

Suara ketukan dan teguran Siwon mengagetkan Tiffany. Buru-buru ia membereskan foto-foto itu dan dengan panik mencari tempat persembunyian. Apapun yang terjadi, Siwon sama sekali tidak boleh melihat foto-foto itu.

“Apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat pucat? Kau sakit?”tanya Siwon cepat, khawatir saat Tiffany membuka pintu.

“Tidak, hanya saja aku merasa sedikit pusing. Kalian sudah selesai sarapan?”

“Belum. Ayolah, yeobo, baru kali ini kau mengabaikan sarapan dengan keluargamu. Kau tidak suka masakanku,ya?”

Tiffany tertawa melihat Siwon merajuk seperti anak kecil. Ia segera menggandeng lengan kekar itu dan berjalan bersama ke dapur.

“Baiklah, ayo sarapan bersama!”

***

Sore hari Tiffany berdiam diri di kamarnya. Rencana liburan di taman bermain bersama  Danny terpaksa ia lewatkan dengan alasan tidak enak badan. Siwon sudah memaksanya pergi ke rumah sakit, tapi Tiffany tahu pasti jika dokter pun akan kebingungan dengan penyakitnya. Hanya keheningan yang menemani Tiffany. Siwon, Danny dan Sooyoung sudah keluar sejak sejam yang lalu.

Lihatlah, Jessica Jung mengacaukan semuanya. Bahkan untuk memikirkannya ia tidak menginginkan kehadiran Siwon. Sebenarnya, melihat Siwon sama saja dengan menyiksa dirinya sendiri.

Keheningan itu kemudian menguap oleh dering ponsel Tiffany.

“kau sudah menemukannya?”tanya Tiffany cepat.

“Ya. Mereka bertunangan sejak tiga tahun yang lalu. Jessica Jung diterima baik oleh keluarga besar Safe-Tech, tapi sepertinya mereka belum pernah memikirkan pernikahan. Hubungan keduanya juga sangat bagus, belum pernah terlihat bertengkar dan nampaknya selalu dalam keadaan baik-baik saja.”

Ini sedikit aneh, bukan?

“Bagaimana mereka bertemu?”

“Sekitar delapan tahun lalu. Saat Jessica Jung dirawat di rumah sakit, Lee Donghae sudah bersamanya saat itu. Mereka berdua tinggal bersama di Amerika selama beberapa tahun sebelum pindah ke Jepang mengurus Safe-Tech. Dari apa yang kudapatkan, Jessica Jung memang bukan wanita biasa. Pengaruh dan posisinya sangat kuat di Safe-Tech. Kemajuan Safe-Tech banyak dipengaruhi olehnya. Termasuk akusiasi dengan Jaeshin Group ini adalah idenya.”

Tiffany tak sadar menggigiti kuku cantiknya karena gelisah.

“Katakan padaku, apa yang direncanakannya dengan bergabung di Jaeshin? Maksudku, selain menjadi investor dia pasti memiliki maksud terselubung,kan?”

Sepertinya ini bukan terselubung lagi, nyonya. Dari kontrak mereka, Safe-Tech akan berpengaruh banyak pada proyek kali ini. Kemungkinan terbesarnya, walaupun Lee Donghae sebagai ketua tim, Jessica Jung-lah yang akan maju memimpin pada proyek nanti. Dan juga, dia sangat pandai mengatur sahamnya. Menjadi investor di Jaeshin atas nama Safe-Tech bisa membukakan banyak pintu untuk dia. Sahamnya di Safe-Tech nyaris setara dengan milik Lee Donghae, tentu saja jika mereka menikah sahamnya akan menjadi lebih besar lagi. Kalau nanti Jessica Jung mengalihkan saham SafeTech di Jaeshin dan proyek ini berhasil, besar kemungkinan Safe Tech akan menempatkan Jessica Jung di Jaeshin.”

Tiffany mendesah panjang. Dugaannya benar. Inilah tujuan Jessica datang. Untuk mengacaukan Jaeshin dan juga pernikahannya.

“Aku ingin kau memastikan pintu-pintu untuk Jessica itu tertutup. Aku tidak ingin dia ambil bagian di dalam Jaeshin. Dan tentu saja, Presdir Choi tidak perlu tahu tentang ini. Tetap awasi semua gerak-gerik Jessica dan laporkan padaku!”

“Ya, nyonya. Aku akan mengerjakan permintaan anda!”

Begitu sambungan terputus, Tiffany kembali tenggelam dalam kegelisahannya.

Aku tidak akan membiarkanmu, Jessica… Apapun yang terjadi, aku harus melindungi Jaeshin dan juga pernikahanku. Tidak seorangpun boleh mengusiknya.

***

“Eonni, kau terlihat pucat. Apa kau sakit?”Yoona yang baru saja duduk di hadapan Tiffany segera bertanya cemas.

“Eoh, begitulah. Aku kurang enak badan sejak kemarin. Jadi, ada apa kau tiba-tiba mengunjungiku?”

“Sooyoung menelponku kalau kau sedang sendiri di rumah. Tapi, sebenarnya aku juga ingin meminta pendapatmu,eonni.”ujar Yoona sembari melepas mantel bepergiannya.

“Tentang apa?”

“Kudengar kalau Jaeshin Fashion akan mengadakan proyek penggabungan fashion dan hi-tech, benarkah?”

Tiffany mendadak kembali merasakan tangan kasar itu bergerak-gerak dalam tubuhnya. Oh bahkan Yoona pun ingin membahas itu!

“Ya,”ujarnya pelan, “kami masih dalam tahap pendiskusian. Tapi kalau rencananya berjalan lancar seharusnya minggu depan proyek sudah bisa dimulai.”

“Kalau kau bergabung dalam proyek kau pasti akan sangat sibuk,ya,eonni?”

“Hm, begitulah. Tapi tidak apa, itu lebih baik daripada hanya berdiam diri di rumah tanpa kegiatan. Apa yang ingin kautanyakan tadi? Meminta pendapatku tentang apa?”

“Begini…”Yoona berdehem pelan, “kontrakku di brandmu masih ada setahun tapi kemarin Siwon oppa menghubungiku. Dia mengajakku ikut serta di proyek ini. Tentu saja sebagai model dan brand-ambrassornya.”

Tiffany mengerjap terkejut.

“Siwon oppa tidak pernah membicarakannya denganku.”tukasnya

“Aku tahu, makanya aku memberitahumu. Bagaimana menurutmu,eonni?”

“Meskipun kedengarannya kau sedikit rakus menginginkan pekerjaan ini juga, tapi itu memang bagus. Nilai proyek kali ini bukan main-main. Kau pasti bisa dapat keuntungan yang banyak juga. Tapi, tetap saja itu mengangguku, Im Yoona. Kenapa suamiku memintamu tanpa izinku?”

Yoona tertawa lepas, “Aigoo, hentikan itu, Hwang Miyoung eonni! Jangan cemburu padaku, karena itu sia-sia saja…”dengan wajah mendadak tersipu malu, Yoona mengacungkan jemarinya. Ada cincin berlian yang melingkar manis di jari manisnya.

“Omo, omo, omo! Lee Seunggi oppa benar-benar melamarmu,ya? Wah, daebak! Chukhahae, uri deer Yoon!”Tiffany berseru girang sembari memeluk Yoona. Kegembiraan ini benar-benar tulus.

“Ne, gomawo,eonni.”lirih Yoona, tersipu.

“Aigoo, kyeopta!”Tiffany mencubit pipi Yoona gemas, “bagaimana dia melakukannya? Apa dia seromantis karakternya di drama-drama? Kapan dia melamarmu? Dan kapan kalian akan menikah?”

“Eonni, pertanyaanmu banyak sekali! Jadi dengar jawabanku baik-baik! Seperti biasa, kami bicara di mobil. Seperti itulah tapi dia pemalu. Baru saja. Belum tahu.”

Tiffany merengut manyun. “mwo-ya?”

“Hehe. Jadi, haruskan aku menerima tawaran Prince Charmingmu itu? Aku akan senang bekerja denganmu, eonni!”

Tiffany menghela panjang. “Baiklah, sebagai hadiah atas lamaran Seunggi oppa-mu itu aku akan memberikan dukunganku.”ujarnya sembari tersenyum.

“Assa, aku tahu kau akan bilang begitu,eonni!”

“Tapi, sudah seberapa banyak yang kau tahu tentang proyek itu?”Tiffany kembali dihadapkan pada kecemasannya.

“Belum banyak. Hanya mengenai visi dan misinya. Kudengar saja prospeknya sangat menjanjikan. Solusi bagi wanita karier untuk menghemat waktu shopping,heh? Terdengar menarik,bukan?”

Tiffany mengangguk kecil, “jadi, kau belum tahu siapa saja yang terlibat,ya?”

Gelengan Yoona membuat Tiffany meringis pelan. Lagi, masa lalu mencengkram ketenangannya.

“Aku  benar-benar sibuk sampai tidak sempat mengecek berita. Ada apa, eonni? Jangan-jangan, investornya salah satu dari mantan kekasihmu,ya?”

Tiffany berdecak kesal melihat seringaian Yoona. Aish, shiksin bodoh.

“Yah! Luruskan bibirmu itu, shiksin!”

Yoona tertawa lepas. Sangat menyenangkan menggoda nyonya Jaeshin ini. Terlihat seolah baik-baik saja ternyata memang sangat menolong.

Mianhae, eonni… meski ketakutan itu menghantuimu, kau harus tetap kuat menerimanya…

Kenyataan yang tak bisa kau hindari nanti, tidak pernah luput mengawasi dan menungguimu, jadi persiapkan mentalmu mulai sekarang, eonni… karena aku pun sangat mengkhawatirkanmu.

Yoona menghela napas panjang memperhatikan Tiffany yang sekarang sibuk di dapurnya. Wajah pucat Tiffany memberitahunya dengan jelas bahwa wanita yang sudah dianggapnya kakak itu tidak bisa tidur nyenyak belakangan ini. Tentu saja itu ada hubungannya dengan Jessica Jung.

Yoona dihadapkan pada dua pilihan. Saat Jessica menghubunginya beberapa hari yang lalu, ia tahu ini akan terjadi. Pada akhirnya nanti, ia harus memilih. Membantu Tiffany atau menyelamatkan Jessica. Sayang sekali ia hanya bisa memilih satu dari dua pilihan yang ada.

***

“Ada apa, honey? Berhenti mengatakan tidak apa-apa sementara di jidatmu tertulis kalau kau sedang gelisah! Jadi, katakan padaku apa yang menganggumu?”Siwon kembali bertanya untuk kesekian kalinya saat mereka bersiap untuk ke peranduan.

Tiffany yang beberapa menit lalu didapati Siwon terduduk melamun segera buang pandang, menolak tatapan Siwon.

“Sudah beberapa hari ini kau begini. Apa sekarang kau merahasiakan sesuatu dari suami tampanmu ini? Kau bahkan tidak pernah menyimpan rahasia dari sahabatmu. Apa sekarang aku kalah dengan wanita-wanita penggesek kartu kredit itu?”

Mau tidak mau Tiffany tersenyum geli. Oh ayolah, kapan ia bisa mengabaikan rajukan ‘suami tampan’nya itu?

“Aku hanya mengkhawatirkan sesuatu, oppa.”

“Apa?”

“Proyek itu… apa menurutmu aku bisa melakukannya?”

Siwon tersenyum sebelum menarik Tiffany masuk ke dalam pelukannya, “jangan khawatir, bukankah aku selalu ada di sisimu? Sudahlah, kalau itu yang kau khawatirkan, kau benar-benar buang waktu. Tidurlah, sayang.”

Tiffany balas memeluk Siwon. Ia mencoba memejamkan mata dan merasakan detak jantung Siwon yang begitu dekat dengannya.

Ya, selama Siwon di sisinya ia pasti akan baik-baik saja. Tapi, bagaimana kalau nanti… Siwon justru meninggalkannya?

Akh, Tiffany mendesah keras. Pikiran itu tidak pernah meninggalkannya. Pelukan Siwon pun terasa hambar. Ia mencoba memeluk Siwon lebih erat, berharap agar ia merasa tenang, tapi sia-sia. Mimpi masa lalu hanya akan semakin menderanya.

 

138 thoughts on “(AF) Secret Part 1

  1. Masa siwon ga inget si sama sica:/ pdhalkan sica masa lalunya siwon mereka juga sempet ‘pacaran’kan,aku penasaran juga deh thor masalah tiffany eonnie sama sica apaa,ditunggu part selanjutnya thor! Jangan kelamaan ya postny heheh!

  2. Jadi jessie mantan cinta mati siwon. Omo. Yoona di pihak jessie kah? Ceritanya keren binggo pokoknya . Next part jangan lama lama ya thor! Keep writing!

  3. Cinta segitiga yg kmbli brsemi (?)
    Penasaran knpa siwon bs lupa ma sica?? Apkh hilang ingatan??
    Penasaran masa lalu mereka…. lanjut jgn lama”🙂

  4. Knp dgn jessi dan tiff unni sblumnya :< knp siwon oppa bisa lupa sama jess unni? Moga hub sifany masih ttp brlngsung baik😦 next thor jan lama"

  5. Gue udah baca ff ini utk kedua kalinya, tapi masih dah dig dug der jedar jedar. Sampe sekarang masih bertanya-tanya, ini ada apa sih sebenernya?? Masih bingung aja sama jalan cerita yg kayaknya super complicated, dan menguras hati. Tolong di post cepet ya thor, pengen liat aja next part kayak apa. Terungkap apa enggak masalah yg sebenarnya, atau author masih ingin bermain-main sama casting di ff ini. Ditunggu banget next part nya

  6. aku telat baca thor, ceritanya bikin penasaran,
    ga kebayang kalo siwon ingat lagi, secara dia cinta bnget ama sica,
    buruan d lanjut ya thor

  7. mwo ? kenapa fany ama sica ?? aissh penasaran tingkat dewa ..
    gak sabar baca part 2 nya ..
    aku suka ffnya yg bikin dag dig dug gini ..

  8. banyak hal yang masih tersembunyi di part 1 ini,,
    dr awal ff kayaknya jessica di bikin baik krn melepaskan siwon buat tiffany.
    eehh pas pertengahan baru muncul beberapa hal yg tersembunyi,, dari mulai fany yang ketakutan saat ketemu sica..
    di katakan kalo sica cinta prtama dan cinta mati siwon tp kenapa siwon gak inget sama sica..
    jd di part 1 ini benar2 bikin pnasaran bgt,, ditunggu part selanjutnya ya author🙂

  9. Speechless , ga tau harus berkomentar apa terlebih dulu.
    Jessi Vs Stephi , Oh My Jeti♡
    Ceritanya sangat-sangat menarik , dan part pembukaan yang juga sangat memuaskan , ga terlalu pendek ataupun kepanjangan sampe kebosanan, hehee Intinya author berhasil menceritakan secara perlahan tanpa terburu-buru dengan begitu jelas , satu persatu rahasia masa lalu terungkap , walaupun masih banyak tanda tanya, salah satunya adalah kenapa yoona harus memilih antara membantu tiff / menyelamatkan jessi ? Jessi punya penyakitkah ?!?!
    Penasaran sama kelanjutannya akan gimana, konfliknya terlihat seru dan menarik, keep writing author ♡

  10. ahhh, kenapa ak ngrasa si tippa yg jahat ngrebut siwon dri sica ya -,- pi liat sikapny sica yg keq gtu juga gk yakin dia org yg baik. hahaa
    bingung saya ma dua makhluk ini. penasaran ma bang siwon knpa bisa lupa ma sica, knpa mereka bisa putus.

    lanjut baca dulu lah klo gtu.
    thanks thor, maaf baru sempet baca.😀

  11. bingung knp bisa gk inget sica, trs knp bisa tippa ketakutan sm sica apa yg uda diperbuat tippa makin penasaraaannn eeuuyy, tp gk rela klo sica manfaatin hae demi ini semua hahhah sifany haesica couple fav hahhahaha

  12. Kenapa aku rasa tiff yg jahat sma sica, mkanya tiff takut sm sica
    Knapa jga siwon lupa ama sica
    Tpi spertinya sica punya niat jahat jga.

  13. Ahhh suka sama ide ceritanya.. Bikin banyak bertanya-tanya.. Ada rahasia apa diantara jessica dan tiffany? Siwon kok gak mengenali jessica padahal mereka pernah berpacaran? Apa yang menyebabkan tiffany takut begitu.. Dan yoona berada di pihak siapa?? Ahhh udah gak sabar baca part 2.. Bagus thor ff nya.. 👍

  14. Jadi sica ama siwon dulu sepasang kekasih yg saling mencintai,tapi kenapa berpisah…?apa penyebabnya….?dan kenapa fany siwon menikah?
    Dan apa yg membuat fany begitu ketakutan setelah pertemuannya degan sica….?dan yoona memihak fany apa sica ya….?dan apa motif sica?
    Membalas dendamkah pada fany?tapi ini siwon kenapa bisa lupa sica,pdhal dulu mereka sepasang kekasih.apa sebabnya….?
    Ada apa dengan tiffany jessica dan siwon di masa lalu…..?
    Author….benar2 daebak.suka banget dengan konfliknya thor.penasaran tingkat akut hehehe….
    Tetap bersemangat thor.saya lanjut baca nextnya thor.author jjang

  15. Aku merinding bacanya. Sebenernya ada apa antara Tiffany sama Jessica? Jangan sampai nanti akhirnya Siwon pindah hati 😢
    Oke lanjutkan thor!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s