Sweet Story 4: You and I

SWEET STORY 4: You and I
image

Presented by: Youngwonie

Cast:

Choi Siwon & Tiffany Hwang

Supported cast:

Nichkhun, Yuri & Minho

Genre: Romance

Rating: NC 17+

Length: Series

Disclaimer: The story is mine. Don’t be a plagiator. Enjoy this story and don’t forget to comment. Your comment is oxygen to my finger and heart to write.

Warning:

Saya sudah ngasih label NC di ratingnya, jadi kalo ada reader yang masih di bawah umur tetap memutuskan untuk membaca part ini, saya tidak bertanggung jawab. Karena sebagian isi dan kata- kata di part ini hanya pantas untuk orang yang sudah cukup dewasa.

Tiffany terbangun karena merasakan terpaan sinar matahari dari sela- sela jendela balkon. Dia mengernyitkan alisnya dan membuka matanya pelan- pelan. Ia menyadari ada tangan kekar yang memeluk perutnya dengan posesif. Tangan milik Siwon. Dan hembusan nafas Siwon yang teratur , sangat terasa di punggungnya. Siwon masih tidur. Mereka berbaring miring dengan Tiffany membelakangi Siwon berbantalkan salah satu lengan Siwon, sementara lengannya yang lain memeluk Tiffany erat, menempelkan punggung Tiffany sedekat mungkin dengan dadanya.

Tiffany baru ingat kalau ia tidak tidur di kamarnya melainkan di kamar Siwon, di dalam apartemen pria itu. Dan mereka tidak hanya tidur. Wajah Tiffany langsung memerah mengingat kejadian semalam. Apalagi, saat ini ia terbangun dengan memakai selimut yang hanya menutupi separuh tubuh telanjang mereka. Perlahan, ia menyingkirkan tangan Siwon yang masih melingkar di perutnya. Lalu Tiffany bangkit dari posisi berbaringnya untuk menarik selimut itu ke atas. Dan menutupi tubuhnya sampai dada. Rupanya gerakannya membangunkan Siwon. Siwon membuka matanya dan langsung tersenyum melihat Tiffany di depannya.

“Selamat pagi”, suaranya sangat lembut, tapi sarat dengan kepuasan yang dalam.

“Pagi”, Tiffany ikut tersenyum melihat Siwon yang tampak bahagia.

***

“Telepon aku jika kau sudah mau pulang.” Titah Siwon sebelum Tiffany keluar dari mobilnya. Pagi itu Siwon mengantar Tiffany berangkat ke rumah sakit.

“Ok” Tiffany menjawab sambil membuka kenop pintu. Namun Siwon menahannya.

“Tunggu”

“Apa?”

“Tidak ada ciuman perpisahan untukku?” Siwon menunjuk pipinya. Tiffany hanya bisa menghela nafas melihat tingkah manja kekasihnya itu. Ia pun mendekatkan wajahnya ke pipi Siwon untuk memberikan kecupan. Dan secara spontan, Siwon malah memalingkan wajahnya ke arah Tiffany. Akhirnya bibir Tiffany mendarat di bibir Siwon, bukan di pipinya.

Tiffany kaget dan langsung melepas kecupannya.

“Kau curang!”

Siwon hanya terkekeh melihat wajah kesal Tiffany.

“Tapi kau suka kan?” godanya, yang langsung dihadiahi cubitan kecil Tiffany di lengannya.

“Aww it’s hurt, Baby.”

“Whatever. Aku pergi dulu. Bye.”

“Bye. Have a nice day.”

Siwon mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area parkir rumah sakit tempat Tiffany bekerja. Tiffany menunggu sampai mobil Siwon menghilang baru ia masuk ke loby rumah sakit. Ia tersenyum mengingat betapa manisnya perlakuan Siwon padanya sejak pengakuan cintanya malam itu. Mungkin itu efek dari syndrome cinta yang sedang dialaminya. Karena cinta bisa merubah seseorang. Seorang Choi Siwon yang pemaksa bisa bersikap sangat lembut dan manis.

“Ehem!!! Sepertinya aku melewatkan sesuatu.” Tiba- tiba Nichkhun muncul dan membuat kaget Tiffany yang masih melamun.

“Kau, mengagetkanku saja.”

“Aku sudah di sini sejak tadi melihatmu hanya bengong dan senyum- senyum sendiri. Apa kau sakit?”

Nichkhun menempelkan tangannya di kening Tiffany dan membuat mimik serius untuk menggoda sahabatnya itu.

“Sepertinya kau terkena demam.”

Tiffany mengernyitkan alisnya mendengar kesimpulan Nichkhun.

“Demam cinta. Aku benar kan?”

Tiffany akhirnya tersenyum. Nichkhun pasti sudah melihat saat Siwon mengantarnya tadi.

“Jadi—“ Nichkhun bertanya sambil berjalan bersama Tiffany ke lobi.

“Jadi apa?”

“Kau menghilang bersama Siwon dari pesta kemarin malam, lalu seharian kau tidak menghubungiku dan—pagi ini dia mengantarkanmu. Pasti terjadi sesuatu kan?”

“Memang terjadi sesuatu.”

“Jadi kalian—“

“Kami bersama.”

“Bersama? Maksudnya kalian…”

Ucapan Nichkhun tergantung. Ia menatap serius pada Tiffany. Yang ditatap hanya mengangkat bahunya. Membuat Nichkhun membulatkan matanya lebar- lebar.

“Aku harus pergi. Pagi ini aku ada operasi. Bye.” Tiffany menepuk bahu Nichkhun sambil menunjukkan senyumnya sebelum pergi meninggalkannya.

“Bye“,jawab Nichkhun lemah.

Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat Tiffany yang tampak semangat menyapa orang- orang di sepanjang koridor yang dilaluinya. Gadis itu tampak lebih ceria dari biasanya. Dia banyak tersenyum pagi itu.

“Dia benar- benar sedang jatuh cinta.” Gumam Nichkhun sebelum pergi berbelok menuju ruangannya.

***

“Ini sudah, dan yang ini juga sudah. Berarti semuanya sudah lengkap” gumam Tiffany sambil memberi tanda ceklist di daftar belanjaannya. Sore itu ia sedang berbelanja kebutuhan rumah bersama Siwon. Dan pria itu menghilang entah kemana sejak mereka mulai masuk super market. Mau tidak mau Tiffany harus menunggunya sebelum masuk antrian di kasir.

“Sepertinya kau melupakan sesuatu, baby” yang ditunggu akhirnya datang. Siwon lalu meletakkan sesuatu di troli belanjaan Tiffany. Satu pak kondom.

“Apa ini?” Tiffany melotot pada Siwon.

Siwon bukannya merasa terancam, malah tersenyum tanpa dosa,”untuk persediaan.”

“What? Tidak! Kembalikan lagi ke tempatnya. Aku tidak butuh ini.”

Tiffany mengambil bungkusan itu dan menyerahkannya kepada Siwon.

“C’mon, baby. Kau tahu kita membutuhkannya,” rajuk Siwon. Ia menaruh lagi benda itu ke dalam trolli. Namun Tiffany mengambilnya lagi dan menyerahkannya lagi kepada Siwon sambil menatap kesal pada kekasihnya itu,”Dengar, aku meminum pil.”

Jawaban Tiffany sempat membuat Siwon terpaku sambil melebarkan matanya.

“Sungguh? Berarti—“ goda Siwon yang langsung mendapat death glare dari Tiffany.

“Bisakah kau tidak membicarakan itu di tempat umum seperti ini?” Sewot Tiffany, “Dan, jangan terlalu percaya diri. Aku memang biasa meminum pil untuk mengatur siklus haidku. Bukan untuk memberikanmu kebebasan melakukan hal itu, Mr Choi.”

Dengan kesal Tiffany mendorong trolli belanjaannya menuju kasir meninggalkan Siwon.
“Hey, baby. Tunggu aku!”

Sesampainya di rumah, Tiffany langsung membereskan belanjaannya di dapur. Di luar sedang hujan, jadi Siwon berinisiatif membuat minuman hangat untuk mereka berdua. Secangkir kopi untuknya dan coklat panas untuk Tiffany.

“Special for you, my lady” ucap Siwon sambil menyerahkan coklat panas pada Tiffany yang sedang duduk santai di sofa ruang keluarga setelah membereskan semuanya.

“Thanks”

“Anytime.”

Siwon lalu duduk di sofa yang lain di samping Tiffany dan menyalakan laptopnya.

“Tumben kau membawa pekerjaanmu ke rumah?”

“Ini harus kuperiksa ulang sebelum persidangan besok. Tadi aku belum sempat melakukannya di kantor.”

“Oh, berarti besok kau jadi ke Las Vegas?”

“Yup, dan aku tidak bisa mengantarmu ke rumah sakit besok pagi. Tapi, aku janji akan menjemputmu sepulang dari Las Vegas nanti.”

“Ok. Kalau begitu aku akan minta Nichkhun menjemputku besok pagi.”

Sejenak Siwon mengalihkan perhatiannya dari laptopnya ke arah Tiffany.

“Kenapa menatapku seperti itu?” protes Tiffany tak suka Siwon melinatapnya dengan ekspresi yang aneh.

“Apa temanmu hanya Nichkhun?”

“Memangnya kenapa?”

“Aku lebih senang kalau kau punya teman perempuan.”

“Kau masih cemburu padanya?”

“Sedikit.”

“Kau percaya padaku kan?”

“Ya. Tapi tidak padanya.”

Tiffany malah terkekeh dengan Jawaban Siwon.

”Kenapa tertawa? Ada yang lucu?”

“Tidak. Aku hanya ingin tertawa saja.”
“Ok. Tapi sekarang tolong biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku dulu.”
“Silahkan. Aku janji tidak akan mengganggumu Mr Choi.”

Setelah itu suasana menjadi hening. Siwon kembali fokus pada laptopnya sedangkan Tiffany membaca majalah fashion yang baru saja dibelinya. Keheningan itu lama- lama membuat Tiffany mengantuk. Dalam waktu setengah jam ia sudah tertidur di sofa masih dengan majalah di pangkuannya. Siwon yang telah menyelesaikan pekerjaannya menutup laptopnya dan melihat ke arah Tiffany yang tertidur. Perlahan ia mendekat ke tempat duduk Tiffany dan mengambil majalah dari pengkuan gadis itu. Setelah itu, ia mengangkat Tiffany ke kamar. Dengan hati- hati Siwon membaringkannya di ranjang. Ia mengecup kening Tiffany sambil berbisik,“Have a nice dream, baby”.

Lalu ia merebahkan dirinya di samping Tiffany dan menyelimuti mereka berdua. Siwon berbaring miring menghadap Tiffany. Ia ingin memandangi wajah kekasihnya itu sebelum memjamkan mata. Ia ingin menyimpan sebanyak mungkin wajah Tiffany dalam benaknya agar ia bisa membawa Tiffany ke dalam mimpinya. Siwon tak pernah tahu cinta bisa sedahsyat itu. Sampai ia tak mau berpisah sedetikpun dari Tiffany, bahkan di dalam mimpi sekalipun.

***

“Ok, Dad. Bye.” Tiffany menutup sambungan teleponnya. Lalu kembali sibuk menyiapkan sarapan.

“Siapa?” tanya Siwon pada Tiffany. Ia baru saja keluar dari kamar dengan penampilan yang rapi. Siap untuk berangkat kerja.

“Daddy.” Jawab Tiffany sambil menata piring, sendok dan keperluan lainnya di atas meja.

“Bagaimana kabarnya?” tanya Siwon setelah ia duduk di kursinya.

“Baik. Tapi katanya dia merindukanku dan—“

“Dan?”

“Daddy ingin aku pulang dan membawamu ke rumah. Dia ingin bertemu denganmu.”

“Lalu?” tanya Siwon cuek sambil memeriksa agenda pekerjaannya di layar tabletnya.

“Aku bilang kalau kita masih sibuk minggu- minggu ini. Kalau ada waktu kita akan mengunjunginya ke sana.”

“Lalu?” Jawab Siwon santai. Masih sibuk dengan layar 10 inch-nya.

“Yang kukatakan benar kan?” Merasa Siwon tidak menanggapinya dengan serius, Tiffany sedikit meninggikan suaranya. Akhirnya Siwon mengalihkan pandangannya ke arah Tiffany yang berdiri di samping kursinya.

“Tentu. Apa yang kau cemaskan?”

“Aku hanya khawatir kau akan keberatan dan berpikir ini terlalu cepat untukmu mengenal orang tuaku.” Dari suaranya, Tiffany memang terdengar sangat cemas.

Siwon meletakkan tablet-nya lalu bangkit dari kursi dan memeluk Tiffany dari belakang. Kebiasaannya saat ingin menenangkan kekasihnya itu.

“It’s ok baby. Kau tidak perlu secemas itu” bisiknya lembut.

“Aku tidak keberatan segera bertemu dengan ayahmu. Sungguh. Justru aku ingin mengenal seluruh keluaragamu. Aku ingin berterima kasih pada mereka yang telah menjagamu sampai kau bisa sehebat ini. Menjadi seorang Tiffany Hwang yang bisa menaklukkan hati Choi Siwon.”

Ucapan Siwon membuat Tiffany lega. Tapi perbuatan pria itu di tengkuknya, benar- benar membuatnya sesak nafas. Siwon mendaratkan kecupan- kecupan kecil di leher belakangnya . Juga di telinganya. Dan tangan kekar Siwon yang melingkar di perutnya, semakin membuat Tiffany tak bisa bergerak. Ia hanya bisa menggeliat merasakan sensasi yang diciptakan Siwon pada tubuhnya.

“Hen—tikan Siwon.”

“Ini salahmu karena tertidur semalam.”
Siwon masih terus menciumi Tiffany. Dari tengkuk, telinga, bahu dan setiap jengkal kulit Tiffany yang bisa dijangkaunya.

“Kau juga sibuk dengan pekerjaanmu dan mengabaikanku. Makanya aku tertidur.” Dengan susah payah Tiffany mendebat Siwon.

“Jadi kau kecewa karena aku mengabaikanmu?” Seringaian Siwon muncul.

“Yah.”

Dengan gerakan cepat Siwon membalik Tiffany menghadapnya.

“Jadi…”
“Jadi?”
“Bagaimana kalau kita selesaikan sekarang?” pinta Siwon sambil menempelkan dahinya ke dahi Tiffany.

Sepertinya Siwon sungguh- sungguh atas permintaannya karena suaranya terdengar parau dan matanya sedikit sayu. Dia benar- benar menginginkan Tiffany saat itu.

Siwon menyudutkan Tiffany ke meja makan. Merapatkan tubuh mereka. Tangannya masih melingkar di pinggang Tiffany, sedangkan tangan Tiffany sudah mengalung di lehernya. Desah nafas mereka bersahutan. Sama- sama menginginkan, sama- sama bergairah. Lalu bibir Siwon mendarat di bibir Tiffany dengan sangat lembut, menyentuh dengan ringan namun intens.
Semakin lama, ciuman mereka semakin dalam dan semakin panas.
Tangan Siwon sudah tak diam di pinggang Tiffany lagi. Ia sudah bergerilya ke bagian- bagian tubuh Tiffany lainnya.

Ting! Tong! Ting! Tong! Ting! Tong!

Bel apartemen berbunyi. Awalnya mereka tidak perduli dan masih melanjutkan ‘aktivitas’ mereka. Namun, Tiffany merasa tidak nyaman karena bel itu dibunyikan sangat keras dan berulang- ulang. Ia pun melepaskan diri dari tautan bibir Siwon. Dan mendorong tubuh Siwon sedikit menjauh darinya.

“Ada yang datang” ucap Tiffany mengingatkan.

“Damn! Siapa yang datang sepagi ini?” umpat Siwon kesal.

“Mungkin Nichkhun?” Tiffany mengangkat bahunya.

“Kenapa dia di sini?”

“Kau lupa? Aku memintanya untuk menjemputku karena kau tidak bisa mengantarku sedangkan mobilku masih di bengkel.” Jelas Tiffany

“Kenapa dia selalu datang di saat yang tidak tepat?”

Tiffany terkekeh . Ia tahu pasti Siwon kesal.

“Just calm down, baby. Kita bisa melakukannya lain kali. Sekarang aku ada jadwal pagi. Aku akan terlambat kalau kau terus menahanku di sini.”

Siwon menarik nafas untuk menenangkan dirinya.

“Ok, jadi kau berangkat sekarang?”

“Hmm.”

“Kau tidak sarapan dulu?”

“Aku sudah membungkus sarapanku. Aku akan memakannya di mobil Nichkhun nanti.”

“Kalau begitu hati- hati.” Siwon membelai rambut panjang Tiffany lalu mengecup keningnya.

“Kau juga. Bye.”

Tiffany merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan akibat ulah Siwon tadi, lalu mendaratkan kecupan di pipi kanan Siwon sebelum mengambil tasnya dan keluar dari apartemen menemui Nichkhun yang sudah menunggunya di depan.

Siwon mendengus melihat makanan yang sudah disiapkan Tiffany di meja makan. Ia akan sarapan sendirian kali ini.

***

Siwon mengedarkan pandangannya di ruang tunggu stasiun kereta bawah tanah. Ia sedang mencari Tiffany. Karena terjebak macet, ia tidak sempat menjemput Tiffany dari rumah sakit. Jadi mereka sepakat bertemu di stasiun.

Karena tidak menemukan Tiffany, Siwon pun mengiriminya sms.

Aku sudah di stasiun.

Lalu Tiffany mengirimkan balasan.

Sebentar lagi aku sampai. Mungkin kau bisa ke café dan memesan espresso selagi menungguku. Aku akan menemuimu di sana.

Siwon mengetikkan pesan lagi

Ok. Aku juga akan pesankan coklat panas untukmu. See U

Siwon mengantongi ponselnya lagi ke sakunya. Saat itu, ia teringat cincin yang telah dibelinya di Las Vegas tadi setelah sidang selesai. Cincin itu ia simpan di saku yang satunya. Lalu ia mengambil cincin itu dan memendanginya sejenak. Sebuah cincin sederhana bertahtakan batu safir di tengahnya. Ia berencana memberikan cincin itu pada Tiffany nanti.

Siwon lalu berjalan menuju café yang berada di dalam lingkungan stasiun. Suasana stasiun cukup ramai. Mungkin karena sekarang bertepatan dengan jam pulang kerja. Siwon harus melewati beberapa orang yang berlalu lalang di stasiun itu sebelum sampai di café. Dan saat itu, ia melihat Yuri sedang berdiri di salah satu sudut stasiun. Siwon pun berjalan ke arahnya bermaksud menyapanya. Namun, langkahnya terhenti saat seorang pria menghampiri Yuri dan memeluknya dari belakang dengan mesra. Siwon mengenal pria itu. Tapi pria itu bukan Kyuhyun. Dan Yuri tampak tidak keberatan saat pria itu memeluknya. Ia malah tersenyum senang saat keduanya sudah saling berhadapan. Siwon terpaku dengan pemandangan di depannya.

“Sudah lama?”

“Ani. Aku baru saja tiba. Sekarang kita mau kemana?”

Percakapan itu terdengar jelas oleh Siwon dari tempatnya berdiri. Sedangkan Yuri dan Minho, pria yang bersamanya, tidak menyadari keberadaan Siwon sampai Siwon memanggil Yuri dengan suara tertahan.

“Yul,”

Keduanya menoleh. Tentu saja mereka terkejut melihat Siwon di tempat itu.

“Op-pa?!!!” Yuri gugup.

“Siwon Hyeong—“

***

Siwon terus diam selama perjalanan pulang. Tiffany yang tidak tahu apa- apa dibuat bingung olehnya. Saat tiba di café, Tiffany melihat Yuri yang baru keluar dari café dengan terburu- buru. Dan ia menangis. Saat Tiffany menanyakan itu pada Siwon, Siwon tidak menjawab malah langsung mengajaknya pulang.

Dan Tiffany kembali dibuat bingung saat mereka keluar dari lift dan Siwon tidak ikut masuk ke apartemen Tiffany.

“Kau tidak mau masuk?”

“Aku ingin sendirian dulu. Aku akan beristirahat di apartemenku.”

“Kau baik- baik saja?”

“Aku tidak apa- apa.”

“Baiklah. Tapi kau harus datang untuk makan malam. Aku tidak mau makan sendirian.”

Siwon hanya mengangguk. Lalu ia berbalik, berjalan menuju apartemennya sendiri.

Saat makan malam pun Siwon lebih banyak diam. Ia hanya bicara saat Tiffany menyanyakan tentang perjalanannya ke Las Vegas. Itu pun hanya satu dua kata. Setelah makan malam, mereka duduk- duduk di sofa sambil menonton televisi. Tiffany terus menggonta- ganti channel tv karena bosan. Sebenarnya ia kesal karena sikap diam Siwon. Lebih baik mereka bertengkar semalaman daripada Siwon terus mendiamkannya seperti itu.

‘Apa yang harus kulakukan untuk membuatnya bicara?’ Tiffany terus berpikir. Dan akhirnya ia tahu cara yang ampuh untuk membuat Siwon membuka mulutnya.

Bangkit dari duduknya, Tiffany lalu beralih duduk di pangkuan Siwon.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Siwon akhirnya. Kaget dengan aksi Tiffany.

“Ayo kita lanjutkan yang tadi pagi.” Jawab Tiffany dengan tatapan seduktif.
“Aku sedang ti…”
“Sst…kali ini kau tidak bisa menolakku Mr. Choi”
Dan ia tidak memberi kesempatan pada Siwon untuk mengelak. Tiffany langsung menyerang Siwon dengan ciumannya. Dari mata, hidung, rahang, setiap bagian wajah Siwon terus diciuminya. Sampai di bibirnya, Tiffany meningkatkan intensitas ciumannya. Siwon hanya bisa mengerang merasakan sensasi nikmat yang ditimbulkan Tiffany. Walaupun suasana hatinya sedang tidak baik, bagaimanapun Siwon adalah lelaki normal yang akan bergairah jika digoda wanita secantik Tiffany. Apalagi wanita itu adalah kekasihnya. Sesuatu di selangkangannya sudah mengeras. Tak butuh waktu lama, Siwon pun membopong Tiffany ke kamarnya.
Siwon membaringkan Tiffany di atas ranjang lalu menindihnya.
“Kau akan menyesal karena telah menggodaku, Miss Hwang. Aku akan menghukummu. Kau tidak akan ku biarkan tidur malam ini.” ancam Siwon dengan seringaiannya.
“Sepertinya aku tidak punya pilihan lain.” balas Tiffany menantang.
“Baiklah, kau tidak harus menunggu lama untuk itu.”

***

Pukul 3 dini hari. Siwon terbangun karena merasakan hawa panas dari tubuh Tiffany yang sedang dipeluknya. Ia pun bengkit dari tidurnya dan memegang kening Tiffany untuk memastikannya.

“Baby, kau panas sekali.”

Sedangkan Tiffany hanya mengigau tidak jelas dalam tidurnya. Siwon dengan sigap memakai kimono tidur dan pergi ke dapur mengambil air es dan handuk kecil. Sesampainya di kamar, ia langsung mengompres Tiffany. Setelah satu jam, panas Tiffany tidak juga turun. Siwon bertambah panik, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Haruskah ia membawa Tiffany ke rumah sakit?

“Nichkhun! Aku harus menghubunginya.” Seru Siwon saat teringat kalau sahabat Tiffany itu juga seorang dokter. Ia pun langsung mencari nomor Nichkhun dari ponsel Tiffany dan menghubunginya.

“Hallo, Nichkhun, ini aku Siwon. Aku butuh bantuanmu. Tiffany demam. Aku sudah mengompresnya tapi panasnya tidak mau turun.” Siwon bercerita dengan cepat saking paniknya.

“Apa? Suhunya? Sebentar, aku akan mengambil thermometer untuk mengukurnya.”

Setengah berlari Siwon mengambil thermometer di kotak obat. Lalu mengukur suhu tubuh Tiffany.

“Ya ampun, 39 derajat. Apa yang harus kulakukan?”

Setelah itu, Siwon hanya menggumam mengikuti arahan Nichkhun.

“Ok, aku mengerti.”

Siwon menutup teleponnya. Lalu ia mengambil selimut tambahan untuk menyelimuti tubuh Tiffany sesuai arahan Nickhun. Setelah itu ia mengambil antibiotik dan obat penurun panas dari kotak obat Tiffany.

“Bangun, sayang. Kau harus meminum obatnya.” Siwon membangunkan dan membantu Tiffany setengah duduk agar ia bisa menelan obatnya. Setengah sadar, Tiffany mengikuti yang Siwon katakan. Ia pun bangun dari tidurnya dan meminum obat yang disuapkan Siwon padanya.

“Bagaimana rasanya?”

“Panas, pusing,”

“Aku sudah menghubugi Nichkhun. Kalau sampai pagi demammu belum turun, dia akan datang ke sini untuk memeriksamu. Kau tenang saja ya. Aku akan menjagamu.”

Tiffany hanya mengangguk. Lalu Siwon membaringkannya lagi agar Tiffany bisa istirahat dan obatnya bisa bekerja dengan baik.
Sampai pagi Siwon tidak tidur karena terus menjaga Tiffany, mengompresnya, dan setiap setengah jam ia mengecek suhu tubuhnya. Panasnya memang menurun, tapi masih jauh dari suhu normal. Siwon pun menghubungi Nichkhun lagi dan memberi tahu kondisi Tiffany yang belum membaik.

***

“Hai.” Nichkhun menyapa Siwon yang membukakan pintu apartemen.

“Hai, masuklah. Dia di kamar.”

Nichkhun memandangi Siwon yang masih mengenakan kimono tidurnya.

“Maaf, aku belum sempat ganti baju karena terus menjaga Tiffany.” jelas Siwon yang mengerti tatapan aneh Nichkhun padanya.

Siwon mengajak Nichkhun ke kamar. Tiffany masih berbaring di ranjangnya. Nichkhun pun mendekat ke sisi ranjang untuk memeriksa Tiffany. Dan ia mendecakkan lidahnya saat melihat banyak tanda merah di leher dan dada bagian atas Tiffany.

“Sekarang aku tahu yang menyebabkan dia demam,” cibir Nichkhun.

“Maksudmu?”

“Dia kelelahan. Seharusnya kau bisa menahan dirimu, Mr Choi.”

“Aku tidak mengerti dengan ucapanmu.”

“Berapa kali kalian melakukannya semalam?” tanya Nichkhun to the point.

“Emm, hanya tiga kali.” Jawab Siwon sambil memegang tengkuknya.

Sedangkan Nichkhun ternganga dengan jawabannya.

“Hanya, kau bilang? Keterlaluan.”

“Hey, jangan memarahiku seperti itu. Aku bukan satu- satunya orang yang menginginkannya.”

“Aku tidak mau tahu. Pokoknya dia butuh istirahat. Dan—jangan sekali- kali menyentuhnya saat dia masih sakit.”

“Aku tahu. Kau bisa percaya padaku.”

“Aku akan memberikan resep tambahan selain obat yang semalam. Dia harus meminumnya tiga kali sehari atau kalau demamnya tiba- tiba tinggi lagi.”

Nichkhun mengambil obat dari tas yang dibawanya dan menaruhnya di nakas.

“Dia harus makan dulu sebelum meminum obatnya.”

“Kebetulan aku sudah membuatkan bubur untuknya.”

“Baguslah. Kalau begitu bantu dia makan lalu minumkan obatnya. Jangan sampai dia memuntahkan makanannya. Dia butuh makan dan istirahat.”

“Baik. Akan kulakukan.”
Nichkhun memandangi Tiffany dan Siwon bergantian. Lalu ia menggelengkan kepalanya.
“Kalian benar- benar gila.”
Siwon hanya bisa nyengir kuda mendengar komentar Nichkhun.

“Sore nanti aku akan ke sini lagi untuk mengecek keadaannya. Sekarang aku harus berangkat ke rumah sakit.”

“Ok. Terima kasih sudah membantu.”

“Aku hanya ingin kau menjaganya dengan baik, Mr Choi. Lain kali aku tidak mau melihatnya sakit hanya karena kau tidak bisa menahan dirimu.”

“Aku mengerti.”

Setelah Nichkhun pergi, Siwon melakuan apa yang diberitahu Nichkhun tadi. Ia menyuapi Tiffany dan membantunya minum obat. Lalu membiarkan Tiffany beristirahat. Sementara Tiffany tidur, Siwon menghubungi kantornya untuk membatalkan semua pertemuannya karena ia akan menjaga Tiffany seharian.

“Kau tidak ke kantor?” Gumam Tiffany saat ia sudah bangun.

“Kau sedang sakit. Mana mungkin aku meninggalkanmu sendirian.”

“Bukankah Nichkhun bilang aku hanya butuh istirahat?”

“Tetap saja. Kalau tiba- tiba panasmu kembali tinggi bagaimana? Aku tidak mau mengambil resiko. Ingat, waktu itu kau pernah pingsan karena demam dan aku tidak mau hal itu terjadi lagi.”

“Tapi kau punya banyak pekerjaan hari ini.”

“Sstt. Jangan khawatirkan pekerjaanku. Yang paling penting sekarang adalah kesehatanmu, Baby.”
Tiffany tidak membantah lagi. Dalam hati ia sebenarnya senang Siwon lebih memilih menjaganya dari pada berangkat ke kantor.

“Apa kau lapar?” tawar Siwon pada Tiffany.

“Tidak. Tapi, ada yang ingin kutanyakan padamu.”

“Katakanlah,”

“Ini soal kemarin. Aku ingin tahu apa yang terjadi di stasiun sebelum aku tiba”

Siwon menarik nafas. Ia menyandarikan punggungnya di kepala ranjang sambil menatap ke depan. Bingung, apakah ia harus mwnceritakan hal itu pada Tiffany.

“Aku berhak tahu sesuatu yang membuatmu mendiamkan aku selama beberapa jam.”

Siwon menatap Tiffany.

“Kemarin…aku melihat Yuri bersama pria lain di stasiun.” dengan berat Siwon memulai cerita.

Tiffany langsung mendongakkan kepalanya menghadap Siwon sambil melebarkan matanya.

“Kau yakin?”

“Aku melihatnya sendiri. Bahkan Yuri mengakui perselingkuhannya itu padaku. Dia bilang, pernikahannya dengan Kyuhyun tidaklah sebaik yang dilihat orang. Dia tidak bahagia dengan pernikahan mereka. Dia bilang, cintanya tidak lagi menjadi milik Kyuhyun,” Siwon menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan,”Aku tidak pernah menyangka Yuri akan mengatakan hal itu. Selama ini, aku pikir mereka baik- baik saja. Mereka terlihat sangat bahagia.”
Tiffany tidak memberi komentar. Ia tidak ingin menghakimi siapapun. Baik Kyuhyun atau pun Yuri. Ia tahu Siwon menyayangi mereka. Dan Siwon juga terluka karena kenyataan yang baru saja dilihatnya.

***

Tiffany sudah baikan. Tapi ia masih tidak diperbolehkan pergi bekerja sebelum kondisinya benar- benar fit. Dan Tiffany merasa sangat bosan berada di rumah selama hampir seminggu. Untuk mengobati rasa jenuhnya, ia pun memasak. Lama sekali rasanya ia tidak memasak untuk Siwon. Selama sakit, Siwonlah yang selalu memasak untuknya. Kadang- kadang, Siwon memesan dari luar jika tidak sempat memasak.

Tiffany mencicipi masakannya yang terakhir.

“Sempurna.”

Kemudian Tiffany menyiapkannya di meja makan. Setelah semua siap, ia melirik jam dinding di ruang makan.Sebentar lagi waktunya Siwon pulang. Siwon memang sudah memberitahunya lewat telepon. Dan pintu apartemen pun terbuka.

“Baby, aku pulang!” Terdengar suara Siwon memanggilnya.

Tiffany langsung menuju ruang utama menyambut kedatangan Siwon.

“Selamat datang. Bagaimana di kantor?”

“Seperti biasa. Penuh orang- orang yang membosankan. Bagaimana kondisimu? Coba kuperiksa” Siwon menarik Tiffany mendekat padanya, lalu menyentuh dahi Tiffany.

“Suhu tubuhmu sudah normal. Dan, hmm sepertinya aku mencium bau masakan yang sangat lezat.”

“Aku sudah memasak makan malam. Ayo, kau pasti rindu masakanku kan?” Tiffany melepaskan tubuhnya dari pelukan Siwon bermaksud mengajaknya ke ruang makan. Tapi, Siwon lengan Siwon tak mau melepaskan pinggangnya.

“Ada apa?”

Siwon menatap Tiffany dengan tatapan sayu.

“Sebenarnya, ada yang lebih kurindukan daripada masakanmu.”

Mendengar itu, wajah Tiffany langsung memerah. Ia tahu apa yang dimaksud Siwon.

“Kau sangat cantik saat tersipu seperti itu.”

Siwon membelai wajah Tiffany dengan lembut.

“Kau sudah tidak sakit lagi kan?”

Tiffany mengangguk.

“Kalau begitu…”

Siwon mendudukkan Tiffany ke sofa. Ia tidak mau repot- repot membawanya ke kamar. Sudah hampir seminggu ia menahan dirinya demi kesembuhan Tiffany. Dan saat itu, ketika Tiffany sudah benar- benar sehat, ia tidak bisa menahan dirinya untuk menunggu lebih lama lagi. Ia membutuhkan Tiffany. Saat itu juga. Merindukan dirinya berada dalam Tiffany.

“Aku akan melakukannya dengan sangat lembut.”

“Aku tahu.”

“Aku sangat merindukanmu, Baby.”

“Aku juga.”

Akhirnya mereka makan setelah hampir tengah malam.

***

Pukul 5 pagi. Siwon menatap cincin berbatu safir yang dibelinya tempo hari. Ia masih belum bisa memberikan itu pada Tiffany. Hatinya masih ragu. Baru saja ia mendapat kabar dari Kyuhyun kalau Yuri sudah mengakui semuanya dan meminta bercerai darinya. Kyuhyun terdengar sangat frustasi.

‘Aku sangat mencintainya. Tak ku sangka dia akan berbuat hal ini padaku, Hyeong’
‘Selama ini aku selalu melakukan yang terbaik untuknya. Tapi dia membalasku dengan berselingkuh di belakangku. Itu pun dengan temanku sendiri.’

Mereka memutuskan berpisah bahkan setelah lima tahun menjalani pernikahan. Siwon memikirkan dirinya dan Tiffany nanti. Apakah ia akan bertahan terus, atau akan menyerah suatu hari nanti. Siwon tidak tahu. Ia kembai menyimpan cincin itu dan pergi ke kamar. Menghampiri Tiffany yang masih tidur di ranjangnya. Siwon kembali berbaring di samping Tiffany dan memeluk gadis itu.

“Kau dari mana?” tanya Tiffany, menyadari Siwon baru saja kembali ke tempat tidur.

“Aku menerima telepon.”

“Oh, ya sudah, ayo tidur lagi. Ini masih terlalu pagi untuk bangun kan?”

“Hmm.”

Tiffany kembali tidur. Tapi Siwon tidak. Matanya masih belum bisa terpejam.

‘Apakah lima tahun ke depan, aku dan Tiffany masih bisa seperti ini?’

To be continued…

http://thisislove4ever.wordpress.com/2014/11/21/sweet-story-4-you-and-i/

55 thoughts on “Sweet Story 4: You and I

  1. Aigooo oppa kau begitu pervert.. Haihhh..
    Tapi aku suka, suasananya intim banget, baru jadian udah melakukan hubungan suami istri, dan CHOI SIWON. Aihhh kenapa otak namja selalu dipenuhi oleh hal seperti itu? Lihatlah!!! Fany eonni jadi demam karena ia melakukan 3 kali dalam satu malam. Ckckck dasar oppa ini. Bukannya cepet lamar Fany eonni juga. #marahinoppa #plakk #abaikan .-.

  2. Aiggo…..siwon benar2 Mr.Pervert.siwonnya main 3 kali dlam wkt satu malam,pantas aja fanynya kelelahan dan demamnya.hehehe……. siwon ah, segeralah melamar fany dan nikahi fany,apalagi kalian udah melakukan hubungan suami istri.
    Yuri selingkuh dengan pria lain,tapi siapa ya?
    Kasian kyuhyunnya,dan malah yuri langsung minta cerai ke kyuhyun.
    Next ya thor.keep writing thor.hwaiting.

  3. Mkin cinta,mkin mesra,mkin perhatian st sm lainny. bhkn sbnrny ad niatan siwon utk tngktkn hub dgn fany. tp siwon msh trauma aplg stlh th klo yuri selingkuh n ingin cerai dr kyu….
    makin sk nih crt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s