(AF) A Little Summer To You

A Little Summer To You

cats-2

Author: @dik_ay Main cast:  Tiffany Hwang – Choi Si Won- Nichkhun horvejkul Support cast: Ahn jae hyung, Taeyon, Jiyong (kara), Jonghyung (cn blue), Byun Baekhyun, Victoria Genre: school life, comedy, romance, hurt Rating: 15 Disclaimer: semua cast milik Tuhan YME. Aku hanya meminjam nama mereka untuk memudahkan imajinasi aku dan kalian semua. Karena ini fanfic pertamaku jadi kalau ada sesuatu yang kurang, harap dimaklumi dan tinggalkan komentar. Happy reading!!! Part 1 September 24, 2013 @california Seorang gadis, berdiri di samping sebuah makam. Hanya sendiri, mematung melihat makam itu dan tidak bergeming. Air matanya terus mengalir tanpa dapat ia bendung. Membiarkannya mengalir begitu saja tanpa ada ekspresi apapun di wajahnya. Pikirannya terus menerawang tidak peduli petir yang memberikan pesan bahwa sebentar lagi air langt akan tumpah. Hujan tidak perlu waktu lama untuk turun. Tidak mempedulikan gadis yang mematung itu, karena ia pun tetap tidak menggerakkan badannya sedikitpun ketika rintik-rintik hujan mulai membasahi wajah putihnya. “fany…kamu kenapa kesini? Ayo pulang sama kakak” lelaki itu memayungi adiknya yang masih tetap mematung walau kakak kesayangannya tengah mengajaknya berbicara. Sang kakak menghela nafas panjang. “semua orang sedang mencarimu fany” kali ini suara kakaknya membuat gadis itu berbalik memandang sang kakak. Air mata yang mengalir kini diikuti oleh guratan wajah kesedihan. Kakaknya, leo, hanya bisa memeluk adiknya, menciumi keningnya dan membawa ia ke rumah mereka. ** Rumah keluarga hwang Suasana hening menyelimuti ruang keluarga hwang. Sejak beberapa hari lalu rumah itu memang kehilangan aura keceriaan karena ditinggal sang pengurus rumah, nyonya hwang. Beberapa menit lalu Tuan hwang baru saja meluapkan segala emosinya setelah mendapati anak bungsunya berulang kali menghilang dan ditemukan dalam keadaan yang tidak bisa dibilang baik. Appanya tahu, kepergian ibunya merupakan pukulan yang berat untuk tiffany. Tapi ia tidak menyangka kalau tiffany akan berakhir seperti ini. Tiffany yang sedari tadi mendapat petuah-petuah dari sang appa tidak bergeming sedikitpun. Ia salah dan ia tahu itu. Tuhan pasti juga marah padanya, seolah ia tidak terima akan keputusanNYA. Ditambah dengan jahatnya ia membuat keluarganya khawatir berulang kali. Tapi ia tidak bisa mengendalikan hatinya, kehilangan sahabat dan ibunya dalam waktu yang bersamaan terasa sangat menyakitkan. Kakak-kakaknya, Leo dan michelle hanya bisa duduk mendampingi adik mereka yang rapuh itu dengan pandangan iba. “Minggu depan kamu akan ke korea” ucap tuan hwang memecahkan keheningan. “ Lanjutkan sekolah mu disana. Negara itu adalah Negara ibumu. Appa harap kamu bisa berubah dan melupakan kesedihanmu” Leo dan michelle tampak kaget dengan kalimat yang keluar dari mulut appanya. Sedangkan tiffany tidak menampakkan wajah bahwa ia baru saja mendengar perkataan appanya. “appa, aku tidak setuju” leo angkat bicara. Sebagai kakak laki-laki yang memang paling dekat dengan adiknya ia tidak bisa membiarkan adiknya pergi jauh.  Jangankan ke korea, liburan sekolah saja ia akan menemani adiknya, selalu. “ini sudah keputusan appa. Kamu siapkan paspor dan semua kelengkapannya. Appa akan menghubungi keluarga ahn di korea” setelah mengatakan itu tuan hwang melangkah menjauhi ruang keluarga. “appa…appa tidak bisa berbuat ini. Appa, aku akan ikut” teriak leo yang masih duduk memegangi adiknya. Appanya yang sedang berjalan di tangga menghentikan langkahnya. Menghela nafas panjang sebelum menanggapi anak laki-lakinya itu. “lalu bagaimana kuliahmu? Adikmu akan baik-baik saja. Biarkan ia mandiri. Apa kamu tidak merasa, dia seperti ini karena kamu dan oemmamu yang selalu memanjakannya. Ini sudah final. Dia tidak ke Negara asing. Korea adalah tempat ibumu leo. Halmonie dan keluarga ahn pasti senang tiffany disana. Mereka akan menjaganya” appanya kembali berjalan di tangga setelah menasehati leo tanpa mau mendengar tanggapan leo yang tetap saja memberikan argumen-argumennya. Michelle hanya bisa diam menaggapi perseteruan dua namja berbeda usia dari keluarga hwang  itu. Ia menuju dapur untuk membuatkan tiffany jeruk hangat. Setelah beberapa menit, Leo diam. Appanya benar. Ia harus melanjutkan kuliahnya. Ia hanya bisa memeluk adiknya yang masih seperti patung hidup. ** September 26, 2013 @Seol Tiffany akhirnya tiba di bandara seoul. Ia mencari-cari dimana keluarga ahn. Seperti yang telah appanya katakan, mereka akan menjemputnya di bandara.  Ia terus mendorong trolinya sambil melihat orang-orang yang berdesakan sambil membawa papan nama.  Matanya menjelajahi tiap tulisan yang tertera di papan nama. “HUANG TIFANY”,  ia mendapati seorang laki-laki seumuran dengannya membawa papan nama bertuliskan namanya. Ia mendorong trolinya mendekati namja itu. “jae hyung si?” tanyanya. Walau sudah lama tidak bertemu. Tiffany masih ingat wajah sepupunya yang dingin itu. “Ne, appa sedang ada rapat, aku yang menjemputmu” jawab namja itu dingin. Mereka berdua ahirnya naik taksi. Perjalanan ke rumah dilalui dalam diam katika satu orang dingin bertemu satu orang sedih. Sesampainya di rumah, tiffany disambut hangat oleh keluarga ahn. ** Rumah keluarga ahn Tiffany telah merapikan semua barang-barangnya di kamar. Ia mengambil handphonenya, sebelum ia memencet tombol untuk memanggil kakaknya, Handphonnya berbunyi, seperti yang ia duga, leo sudah telfon duluan. “ya..fany..sudah sampai?” kakaknya berbicara sangat keras. Tiffany menjauhkan handphonnya dari telinganya sebelum menjawab kakaknya. “ne..oppa, aku sudah sampai. Aku baru saja merapikan semua barang-barangku di kamarku” kata tiffany “ya..kenapa tidak telfon dari tadi, oppa kan khawatir. Kamu selalu seperti itu..bla..bla..bla”  leo terus menerus berbicara tanpa memberikan jeda untuk adiknya menjawab. Tiffany menjadi pendengar yang baik kalau kakanya sudah mulai mengomel. Kadang tiffany tidak habis piker, bagaimana mungkin leo yang notabene cowok lebih cerewet dari michelle unnie yang cewek Ceklek Pintu kamar tiffany terbuka, ahn jae hyung ternyata berada di balik pintu. “Waktunya makan malam. Semua sudah menuggu di ruang makan” namja itu mengucapkan dengan begitu datar dan kembali menutup pintunya. Tiffany segera mengakhiri panggilannya walau leo sebenarnya keberatan akan hal itu. Leo masih kangen pada adik kesayangannya itu. Tapi Tiffany tetap saja mematikan handphonnya. Ia beranjak ke ruang makan. ** “Tiffany” nyonya ahn datang menghampiri tiffany yang berada di balkon kamarnya. “Kamu ngapain disini?” Tanya nyonya ahn “Hanya memandang bintang ahjumma” jawab fany yang masih tetap memandangi langit seoul. “besok kamu sudah harus masuk sekolah ya. oemma tidak mau kamu ketinggalan banyak pelajaran disini. Semua sudah diurus sejak beberapa hari lalu. Di korea tidak seperti di California. “ nyonya huang menjelaskan. “Oemma?” tiffany akhirnya menoleh mendengar apa yang diucapkan ahjummanya itu. “Ne..oemma. aku adalah kakak oemmamu. Sekarang oemmamu sudah tidak ada, jadi aku yang harus bertanggung jawab padamu disini honey” nyonya hwang memang pintar, buktinya  seketika itu juga fany tersenyum, senyum pertamanya setelah sekian minggu tidak ditampakkannya. Eye smile tiffany akhirnya hadir kembali di wajahnya. “Mwo, kamu tersenyum?” nyonya ahn memeluk tiffany. Mereka berdua akhirnya berbicara panjang lebar dan tidak perlu waktu lama untuk melihat kedua yeoja ini terlihat seperti anak dan ibu yang saling menyayangi. “Ternyata kamu cantik kalau tersenyum” kata suara yang berada di balik pintu kamar yang sedari tadi menguping pembicaraantiffany dan nyonya ahn. ** Tiffany sudah siap pergi ke sekolah. Dari tangga ahn jae hyung sibuk menata dasi sekolahnya.  Ia terhenti melihat tiffany yang menatapnya. Tiffany hanya memikirkan apa yang dikatakan nyonya ahn tadi malam bahwa jae hyun memang dingin, tapi sebenarnya anaknya baik. Belum lagi dengan semua yang diceritakan ibunya tentang jae hyun, termasuk tidak bisa menggunakan dasi. “Wae?” jae hyun membuyarkan lamunan fany. “Anio” tiffany lalu melangkah mendekati jae hyun. Jae hyun menegang melihat tiffany mendekatinya. Semakin dekat dan dekat. Tiffany memegang dasi jae hyun dan dengan wajah datarnya ia memakaikan dasi sepupunya itu. Jae hyun bisa melihat tiffany dalam jarak yang teramat dekat. “Oemmamu sedang pergi” kata tiffany “ooo..” hanya itu jawaban jae hyun “ok.. have done. Kajja, ahjussi sudah berada di mobil menanti kita”  tiffany beranjak keluar rumah. Jae hyun mengikuti tiffany langkah tiffany di belakang. Sebenarnya jae hyun adalah anak yang tidak suka kalau sekolah harus diantar, itu terlihat seperti anak kecil. Tapi mau bagaimana lagi, sepedahnya sedang rusak, berada di bengkel dekat sekolahnya. Lagipula, appanya juga harus mengantar tiffany ke sekolah sekaligus berbicara dengan pihak sekolah terkait kepindahan tiffany. Ini adalah hari pertama tiffany masuk sekolah. Ahn jae hyun  adalah SMA Jaeguk kelas XII. Sedangkan tiffany harus masuk sebagai siswa kelas X. untungnya tiffany pindah tidak lama setelah penerimaan siswa baru. Jadi ia tidak akan ketinggalan banyak. ** Tiffany dan tony ahjussi telah menyelesaikan semua berkas-berkas di sekolah. Tiffany di dampingi oleh guru oh untuk masuk ke kelasnya. Dalam perjalanan ke kelasnya ia melewati ruang music. Terlihat ada seorang namja yang sedang memainkan gitar dengan memejamkan matanya. Sepertinya ia sangat menikmati lagu yang sedang dimainkannya. Tiffany masuk ke kelas. Ia memperkenalkan diri dan duduk di bangku bersebelahan dengan yoeja. “annyeong,  jiyong imnida. Selamat datang di jaeguk hig school” gadis di sebelah tiffany memperkenalkan diri dengan senyuman lebarnya. Jiyong memang terkenal sebagai anak yang ramah dan periang di sekolahnya. “annyeong, taeyeon imnida. Semoga kita bisa menjadi teman baik”  Seru yeoja di belakang tiffany Tiffany tetap datar menanggapi teman-temannya, tapi sepertinya jiyoung maupun taeyon tidak terganggu akan hal itu. Mereka tetap ramah dengan tiffany. Fany melihat ke meja di samping taeyeon. Terlihat seorang namja yang sedang sibuk membaca buku. “Ya jonghyun. Hentikan membacamu” taeyeon menarik buku jonghyun “Ya..” sebelum ia berhasil meluapkan amarahnya. Matanya memandang sosok asing di depannya, tiffany. “Anyeong, jonghyun imnida” ia tersenyum kepada tiffany. Setelah itu ia mengambil bukunya sambil mendengus kesal pada taeyeon dan kembali pada dunianya. “Dia memang seperti itu. Sudahlah” taeyeon yang memang sahabat jonghyun tahu betul bagaimana jonghyun. Tiffany tidak menanggapi taeyeon dan kembali focus pada pelajarannya. ** Jam pelajaran berakhir. waktunya untuk istirahat. Tiffany dan kawan-kawannya masuk kantin untuk makan. “Aku ke perpus dulu” jonghyun memajukan mangkuk makannya menunjukkan dia telah selesai makan dan berlalu begitu saja meninggalkan yang lainnya. Taeyon dan jiyoung yang sudah terbiasa dengan sikap jonghyun melanjutkan makannya dengan santai. Tiffany mendongak memandang jonghyun yang berlalu begitu saja. “dia selalu seperti itu” jiyoung angkat bicara Selama di kantin tiffany diceritakan banyak hal oleh jiyoung maupun taeyeon tentang sekolah jaeguk. Termasuk tentang jonhyung,  sahabat mereka yang aneh. Mereka telah bersahabat sejak kecil. Jonhyung adalah anak pendiam yang kutu buku, anak paling pintar di sekolahnya dan pecinta perpus. Walau appa dan oemmanya seorang dokter. Ia mendapat beasiswa di sekolahnya. Sebenarnya, tidak ada yang menarik bagi tiffany tentang jonghyun, kecuali bagian terakhir, appa dan oemmanya adalah dokter. Tiffany terlihat pasif dalam percakapan itu. ia masih menunjukkan wajah acuhnya. “eh..eh,, itu anak-anak band kangta” kata taeyon Tiffany menoleh ke arah yang ditunjuk taeyon. Sepertinya yang sedang membicarakan band kangta itu tidak hanya taeyon dan jiyon, bahkan seisi kantin. Tiffany sedikit memperlihatkan ekspresi terkejut ketika mendapati jae hyung berada di kumpulan orang-orang yang dibicarakan seisi kantin. Jae hyun pun juga tidak sengaja menatap ke arah bangku tiffany. “ya ya ya tiffany si, jae hyung melihatmu. Jangan-jangan jae hyung naksir kamu” kata taeyon menggoda Tiffany kembali melanjutkan makannya sambil berkata “dia sepupuku” jawab tiffany acuh “mwo?? Kamu sepupunya” kata jiyoung dan taeyon bersamaan “ Sampai kapan kamu berada di rumah tony ahjussi?” Tiffany mengeryitkan dahi mendengar jiyoung menyebutkan nama pamannya. “kamu tahu pamanku?” Tanya tiffany “aaa…neee..” jiyoung terlihat salah tingkah saat akan menjawab pertanyaan fany. “fany..kamu nggak tahu, dia kan suka ama sepupumu yang dingin itu” pernyataan taeyon membuat tiffany sedikit memperlihatkan ekspresi kagetnya. Bagaimana mungkin jiyoung yang ramah dan ceria ini bisa berpacaran dengan orang super dingin seperti sepupunya. “aww..” taeyon meringis mendapat jitakan dari jiyoung. “jangan mengatai pacarku seperti itu” ucap jiyoung tidak terima “hiih..dia bukan pacarmu. Lagian kamu mau apa pacaran ama orang dingin kayak gitu” kata taeyon sambil masih mengusap-usap kepalanya yang sakit. Mereka beradu argument beberapa saat.  Adu argumen itu terus berlanjut hingga handphone taeyon berbunyi. “yobboseo..ah..nee..aku telfon balik setelah ini”  taeyon menutup telfonnya “pasti adikmu? manja banget sih adikmu itu. Udah kayak pacarmu aja” jiyong  angkat bicara “hehe..sudahlah, aku pergi dulu ya tiffany. Maaf tidak bisa menemanimu. Annyeong” taeyeon kemudian melangkah keluar kantin. Jiyoung sendiri tidak tahu mengapa saat ditelfon adiknya, taeyon akan terlihat sangat bahagia. Karena hanya tinggal berdua, akhirnya tiffany dan jiyoung memilih kembali ke kelas. Perjalanan mereka terhenti saat melihat madding sekolah. Tertulis bahwa akan ada pensi dalam waktu dekat. Ini adalah acara tahunan yang paling ditunggu murid-murid UNIVERSITAS jaeguk. Saat itu adalah saat dimana mereka bisa mengeluarkan kemampuan-kemampuan mereka dalam bidang seni. “whaaa…pasti siwon oppa bakal keren pensi nanti”  ucap jiyoung “siwon oppa, nugu?” Tanya tiffany “owh..dia senior kita. Temennya sepupumu sih. Gitaris band Kangta. Mereka biasanya akan menampilkan band mereka saat pensi. Dan mereka, kereeeeen” jawab jiyoung antusias. “owh..” hanya itu yang terlontar dari mulut tiffany dan mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kelas. ** Jam sekolah telah berakhir. Tiffany bersiap untuk pulang. “fany, kamu pulang naik apa?” Tanya jiyoung “aku dijemput ahjussi” jawab tiffany “aku pulang duluan” jonhyung berjalan keluar kelas begitu saja tanpa mengucapkan salam. “aishh.. dasar anak itu” taeyeon menanggapi ketus sahabatnya itu. Tiffany yang telah diceritakan soal jonghyun sudah tidak menatap heran pada sikap dingin namja itu. Jiyoung dan taeyon juga berpamitan pada tiffany. Taeyeon katanya harus menjemput adiknya dan jiyoung ada pertemuan organisasi untuk membahas pensi.  Saat perjalanan keluar sekolah tiffany melihat ruang music yang dilihatnya saat perjalanan ke kelasnya tadi dalam keadaan terbuka. “annyeong” tiffany mengucapkan salam dan tidak ada jawaban. Ruangan yang dipenuhi alat musik itu sepi. Tiffany akhirnya memutuskan untuk masuk dan mencoba memainkan salah satu alat music itu. Ia mengambil gitar dan mulai memainkan lagu. ia menyanyikan lagu yiruma. Salah satu lagu favoritnya ketika SMP dulu. Selama memainkan gitar dan menyanyii, tiffany tidak sadar ada seseorang yang mengamatinya tidak jauh dari situ. Sepertinya orang itu ikut menikmati apa yang dimainkan tiffany. Setelah tiffany memainkan lagu, ia segera beranjak dari ruangan itu, tiffany tidak ingin pamannya menunggunya lama. Tiffany setengah berlari menuju gerbang sekolah. Ciiiiiittt….. Tiffany sontak menghentikan larinya ketika sebuah sepedah dari samping tiba-tiba berhenti di depannya. Ternyata pengendara sepedah itu adalah sepupunya sendiri, ahn jae hyung. “ayo naik” kata jae hyung “ehm..ahjussi kemana?? Tanya tiffany “appa sibuk, jadi kamu pulang bareng aku” jawab ahn jae hyun seperti biasa, dengan datar dan dingin “ooo”  tiffani lalu duduk di sepedah gunung milik jae hyung. Sepanjang perjalanan sebenarnya tiffany kurang nyaman. Ia sedari tadi berusaha memperbaiki posisi duduknya. “kamu kenapa? Nggak terbiasa naik sepedah? Sesuatu yang baru memang kadang sulit karena belum terbiasa. Tapi kamu harus terus mencoba menikmatinya agar terbiasa” tiffany terdiam mendengar ucapan jae hyung “Kalau kamu bergerak terus nanti kita bisa jatuh. Pandang saja kedepan” kata jae hyung tegas Tiffany behenti dari kegiatannya. Ia tidak mau berdebat dengan sepupunya yang dingin itu. Ia memandang ke depan dan benar. Akan nyaman ketika kita mau mencoba terbiasa dengan sesuatu yang baru. Saat dibonceng, tiffany bisa merasakan nikmatnya angin yang berhembus menerpa wajahnya. Tiffany memejamkan matanya seolah benar-benar terhanyut dalam buaian angin segar yang menerbangkan rambut-rambutnya. Jae hyung tersenyum di belakang melihat tiffany. ** Rumah keluarga Ahn Tiffany baru saja ditelfon kakaknya. Sepertinya setiap hari akan selalu seperti itu. Leo tidak mungkin melewatkan harinya tanpa mengetahui kabar adiknya “fany.. bisa tolong oemma” terdengar  teriakan nyonya ahn dari dapur. Tiffany segera turun ke bawah dan menuju dapur. “teman jae hyung datang untuk belajar bersama, oemma mau keluar sama tony ahjussi. Kamu bisa buatkan minuman untuk mereka?” “ne oemma” Tiffany membuatkan teh dan menyiapkan beberapa kue ** “kamu ngapain kesini? Biasanya malam minggu kamu akan sibuk dengan teman-teman kencanmu” tanya jae hyung “aa..ndak papa. Hanya kangen sama temanku saja” jawab namja itu sambil merangkul jae hyung Jae hyun tidak menanggapi temannya itu. Ia yakin siwon ke rumahnya pasti ada apa-apa. Tidak biasanya ia mengorbankan kencannya hanya untuk bersamanya. “sudahlah, ada apa?” ulag jae hyung “ehmm.. kenapa dirimu tidak bilang kalau kamu sudah punya pacar?” Tanya siwon Jae hyun mengeryitkan dahi bingung dengan pertanyaan sahabatnya itu. “sudahlah jangan ditutupi. Tadi kamu pulang sama siapa?” siwon memperjelas pertanyaannya. Ternyata siwon adalah namja yang mendengarkan tiffany bermain music dan menyanyi. Saat gadis itu keluar, iamengikuti gadis. “sepupu” jawab jae hyun datar. Ia sebenarnya bingung darimana temannya ini tahu. Setahunya tadi di sekolah sudah sepi. “mwo?Sepupumu?yes..” siwon berteriak senang. “ya, apa yang kau pikirkan?” “aku suka padanya” jawab siwon “tidak boleh” jawab jae “mwo?? Wae??” Tanya siwon “tidak boleh, karena bagaimanapun dia sepupuku,,, playboy”ia menekan bagian kata playboy Setelah itu yang terjadi adalah perdebatan antara siwon dan jae hyung. Perdebatan itu berhenti ketika terdengar pintu kamar jae hyun diketok. Siwon yang membuka pintu menampakkan wajah kaget sekaligus bahagia melihat gadis itu.tiffany yang tetap saja menampakkan wajah tidak antusias masuk dan meletakkan teh dan biskuitnya di meja dan segera beranjak pergi. Setelah tiffany pergi. Siwon tetap saja berada di ambang pintu dan memandangi gadis itu. Jae hyun beranjak dari tempat tidur dan menutup pintu dengan keras. Membuat siwon yang melamun memandangi kepergian tiffany tersadar. “kamu tahu?”kata siwon “hmm..”jawab jae hyun sambil tetap sibuk dengan laptopnya “gadis itu mempunyai suara yang indah. Aku tadi mendengarnya bernyanyi dan memainkan gitar di ruang music. Aku rasa kita tidak perlu susah-susah mencari vocalis” kata siwon jae hyun langsung berhenti dari kegiatannya. Ia memandang siwon dengan wajah penuh pertanyaan. Ia masih tidak percaya akan apa yang diucapkan siwon. Gadis yang sepertinya tidak punya perasaan itu bisa bernyanyi dan memainkan music. Bagaimana bisa.. ** Kantin tampak sangat ramai ketika jam istirahat. Tiffany dan teman-temannya makan bersama. Seperti biasa, jonghyun beranjak dari tempat duduknya duluan. “aku ke perpus dulu” “aku ikut” kata-kata ini bukan dari jiyoung maupun taeyon tapi dari tiffany. Ia meminum air dan berdiri. Teman-temannya memandang heran. Tak terkecuali jonghyun. “wae? Aku boleh ikut kan?” kata tiffany Jonghyun hanya menganggukkan kepala. Mereka berdua pergi meninggalkan jiyoung dan taeyon di meja makan. Taeyon menghela nafas panjang sebelum berkomentar “teman-teman yang aneh” ** Di dalam perpus  jonghyun dan tiffany belajar dengan tekun. Sesekali tiffany bertanya pada siswa paling pintar se jaeguk itu kemudian kembali membaca dan mengerjakan beberapa soal. Jonghyun terlihat tersenyum melihat kesungguhan tiffany. “annyeong tiffany ssi” kegiatan belajar mereka ternyata di sela oleh namja yang tiba-tiba duduk di sebelah tiffany. Tiffany menoleh. Ia mendapati namja yang dibicarakan temannya sebagai seseorang yang akan tampil keren saat pensi dan seseorang yang ditemuinya di rumah tadi malam. “kamu tiffany kan? Kita kemarin bertemu di rumah jae hyung” tiffany tetap tidak bergeming. Ia tetap melanjutkan belajarnya. “aku ingin kau menjadi vocalis bandku” DEG. Seketika itu juga tiffany menoleh. Siwon tersenyum, ia berhasil mendapat perhatian gadis ini. “maksud nya?” Tanya fany “menjadi vocalist bandku” siwon mengulangi kalimatnya. Tiffany sejenak seperti sedang berpikir. “anio” jawab tiffany dan kembali sibuk dengan bukunya. Siwon geram dengan gadis yang kini ada di depannya. Belum pernah ia kesulitan mendapat perhatian seorang gadis seperti ini. Ia akhirnya merampas buku tiffany. “yaa.. dont disturb me” suara tiffany memekik membuat penjaga perpus ber sst ria kepadanya. Ia semakin memandang jengkel pada siwon. Siwon malah tersenyum melihat tiffany marah. “okay gadis amerika. aku tunggu sepulang sekolah” siwon mengembalikan buku tiffany dan beranjak pergi. ** Hari-hari berikutnya yang terjadi adalah siwon yang selalu menggaggu tiffany dengan pertanyaan yang sama dan saat itu juga jawaban tiffany akan sama, “tidak”. Siwon memang bukan tipe orang yang putus asa. Tiffany sampai tidak habis pikir kenapa ada orang keras kepala seperti dia. Selama ini, tiffany hanya pernah sekali bertemu dengan orang seperti itu dan ia tidak ingin mengingat orang itu lagi. Dan Kelakuan siwon hanya mengingatkannya pada orang itu. “bagaimana? Sudah bersedia?” siwon meenginterupsi kegiatan tiffany yang sedari tadi membaca buku kesehatan “jawabanku tetap sama, NO” jawab tiffany sambil kembali membaca bukunya “hmm.. kamu beneran pingin jadi dokter ya. Ayolaaah menyanyi di pensi tidak akan mengganggu jadwal belajarmu” Tiffany kaget dengan pernyataan siwon. Bagaimana namja ini tahu kalau dia ingin menjadi dokter. tiffany tidak bergeming dan tetap membaca bukunya. ** Tiffany  turun dari tangga rumah keluarga ahn. rumah begitu sepi. Sepertinya tidak ada orang di rumah. Langkahnya terhenti ketika di ruang keluarga terlihat gitar jae hyung. Tiffany yang merasa bosan mengambil gitar itu dan mulai memainkan lagu. ia menyanyikan lagu avril when you’re gona dengan begitu lantang dan indah. Suasana yang sepi dan mendukung membuat ia bisa meluapkan kehilangan orang-orang yang disayangainya melalui lagu itu. Prok prok prok.. terdengar tepukan tangan setelah tiffany berhenti menyanyikan lagunya. Tiffany menoleh ke arah sumber suara. “sudahlah, turuti siwon, jadi vocalis band kami” kata jae hyung. “memang kamu mau aku jadi bagian bandmu?” Tanya fany “aku percaya pada siwon, itu saja. Dan dari apa yang aku lihat tadi. Siwon memang tidak salah memilihmu. Bersiaplah kita akan latihan di rumah siwon” tanpa menunggu jawaban dari tiffany ia pergi meninggalkan gadis itu. Di belakang tiffany, jae hyung tersenyum, dia berhasil. Sebenarnya ini adalah ide dari leo. Tiffany tidak tahu bahwa selama ini, leo tidak hanya menelpon fany setiap hari. Dia juga menelfon jae hyung, memantau adiknya melalui sepupunya. Dari sini jae hyung tahu kalau sebenarnya fany adalah orang yang menyukai music. Sejak kematian ibunya, ia sudah meninggalkan alat-alat musiknya dan beralih ke dunia yang sebenarnya kurang begitu ia bisa, kedokteran. Ia ingin mewujudkan impian ibunya, punya anak seorang dokter. ** Siwon begitu antusias dengan kedatangan tiffany. Entah sejak kapan dia begitu tertarik dengan gadis itu. Walau gadis itu tak pernah tersenyum, selalu menanggapi siwon dengan dingin, bahkan tidak menganggap siwon ada, tapi ia menyukainya. Selama ini, gadis-gadis selalu berusaha mendapatkan perhatian dari pewaris perusahaan mobil terkemuka di korea itu. Semakin tiffany mengacuhkannya ia semakin berusaha untuk mendapatkan perhatian gadis itu. Mereka telah selesai latihan. Latihan mereka berjalan dengan baik. Tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk menyatukan music mereka. Ada hal yang unik saat mereka latihan, tiffany meminta mereka berdoa dulu sebelum maupun setelah latihan. Mereka akan ber amin bersama setelahnya. Ini adalah hal baru bagi band Kangta. Tiffany bersiap untuk pulang dan menghampiri jae hyung. “aku masih ada urusan. Jadi aku tidak bisa mengantarmu” kata jae hyun Siwon yang mendengar itu langsung berkomentar “ jangan bilang kamu mau kencan dengan dia. Waaa.. ternyata dia bisa menaklukkan hatimu juga, hahaha” “oke..aku pulang sendiri” tiffany melangkah keluar dari rumah siwon. Lengannya ditarik oeh jae hyung. “siwon bisa mengantarmu. Memang kamu tahu jalan pulang?” kata jae hyung. Siwon yang tak jauh dari situ mendekati tiffany “ayo nona amerika” kata siwon Mereka berdua berjalan keluar rumah. Chanyeol dan kai selaku anggota kangta yang lain juga ikut keluar rumah. ** “aaa…” seorang gadis berusaha menyuapkan makanan pada namja di depannya. Namja di depannya memasang wajah tidak suka dengan kelakuan yeoja yang bernama jiyoung itu. Jiyoung menghela nafas dan menurunkan sendoknya. “kenapa sih oppa? Tidak bisakah oppa romantis sedikit?” kata jiyoung sambil mempoutkan bibirnya. Kekasih yang ada di depannya selalu seperti itu. Tidak bisa romantis. Jiyoung juga kadang bingung dengan hubungan yang sedang dia jalani. Ia menyebutnya namja di depannya kekasih karena mereka sering jalan berdua dan memang jiyoung mencintai namja itu. tapi sang namja tidak pernah menunjukkan perhatiannya pada gadisnya. Dan  dalam sebuah hubungan, ada suatu masa dimana titik jenuh itu terjadi. “jangan terlalu kekanakan, kamu tahu kan aku tidak suka seperti ini. Seperti anak kecil” jawab namja itu Jiyoung tiba-tiba berdiri dari kursi restoran, melangkah pergi meninggalkan kekasih di depannya. Membuat namja itu kaget, ini bukan jiyoung yang selama ini dikenalnya. Jiyoung adalah yeoja yang selalu manja kepadanya sedingin apapun dia padanya. Namja itu sontak mengikuti sang yeoja itu. “ya.. ah jae hyung lepaskan” pekik jiyoung saat lengannya di tarik kekasih yang telah mengecewakannya di restoran tadi. Jae hyung sepertinya tidak mengindahkan kata-kata jiyoung, ia tetap menarik jiyoung mendekati sepedahnya. Jiyoung yang sepertinya sudah pada titik jenuh benar-benar marah. “le..pas..kan” jae hyung merenggangkan cengkeramannya mendengar kata-kata jiyoung “aku capek oppa. Kamu yang selalu mengajakku kencan. Tapi aku yang selalu mengejarmu. Aku memang mencintaimu. Tapi tidak seperti ini, aku seolah selalu mengejar patung. Dingin dan tidak mempunyai perasaan” kata jiyoung. Ia menghela nafas panjang sebelum meneruskan kalimatnya. “jangan mengajakku berkencan lagi. Jangan membuatku berharap. Terimakasih atas selama ini” setelah mengucapkan itu ia berjalan melewati jae hyung “saranghae” kata-kata itu bukan meluncur dari jiyoung seperti biasanya. Kata itu berasal dari mulut dingin itu, dari jae hyung. Betapa keterlaluannya dia, mencintai gadis tapi tidak pernah mengucapkan kata cinta padanya. Membuat sang gadis terus berharap tanpa tahu perasaannya. Jae hyun adalah orang yang dingin, ia merasa tidak harus mengucapkan kata itu, cukup dengan perhatiannya. Jiyoung menghentikan langkahnya mendengar namja yang dicintainya akhirnya mengucapkan kata itu. Air mata mengalir begitu saja saat mendengar kata itu. Jae hyung mendekati jiyoung dan memeluknya. “apakah aku harus mengatakan itu untuk membuatmu mengerti?” kata jae hyun Dalam pelukan jae hyung jiyoung menganggukkan kepala. Setidaknya jiyoung sudah tahu perasaan kekasihnya itu. Bukan lagi berharap dan menerka-nerka perhatian dari namja itu. Ia bahagia. Tidak jauh dari situ terdapat seorang yeoja dan namja yang sedari tadi melihat mereka. Sang yeoja tersenyum melihat apa yang dilihatnya. Namja disampingnya sepertinya tidak tertarik dengan adegan di depannya. Ia terus memasukkan snack ke dalam mulutnya. “ayo noona, sampai berapa lama lagi disni, aku capek” kata namja itu. Mereka berdua akhirnya melangkah menjauhi jiyoung dan jae hyun. ** “ciee yang kemarin berpelukan” kata-kata taeyon membuat tiga sahabatnya menoleh. Jiyoung yang sadar bahwa itu pasti ditujukan padanya tidak bisa menyembunyikan wajah saltingnya. “nugu?” Tanya tiffany sambil tetap berkutat dengan bukunya “jiyounglah, dia kemarin aku lihat pelukan sama sepupumu” tiffany menutup bukunya mendengar hal itu “jadi kemarin jae hyun keluar bersamamu?” Tanya fany. Ia tidak menyangka sepupunya yang dingin itu bisa mempunyai kekasih. Terlebih, kekasihnya adalah  jiyoung, temannya sendiri yang kepribadiannya bertolak belakang dengan jae hyung. “memang kenapa? Kan aku sudah bilang, dia namjachinguku” jawab jiyoung datar Tiffany tersenyum tipis mendengar jawaban jiyoung. “mwo?? tiffany, kamu senyum?” taeyeon angkat bicara. Tiffany hanya memandangnya dengan wajah heran. Ia tersenyum? Ternyata teman-temannya adalah sahabat yang ajaib. Mereka berhasil membuat senyum itu keluar dari mulut tiffany.  Merekapun ikut bahagia dengan senyuman pertama tiffany untuk mereka. Pilihan appanya memindahkan tiffany ke korea sepertinya ada benarnya. “aku juga akan membuatmu tersenyum, lihat saja” ucap siwon sambil tersenyum yang sedari tadi melihat tiffany sambil duduk tak jauh dari tempat tiffany.

67 thoughts on “(AF) A Little Summer To You

  1. Nextt>> Maaf baru baca sekarang, hehe^^ Kerenn thor ceritanya, aku mau liat cara siwon oppa bikin fany eonni tersenyum itu kaya gimana, wkwk, next part, yoo🙂

  2. Alurnya udah keren,tapi ada beberapa kata yang dibuat buat jadi kesannya kurang gimana gitu dan spacenya bikin aku bingung, next part lebuh bagus lagi ya thorr keep write (y)

  3. Idenya bagus, alurnya aku suka, romansa nya khas anak remaja banget. Tapi ada beberapa hal yg agak mengganggu thor, seperti mau out dan space kata perkata, alenia satu dh lainnya, dan yg pasti perpindahan tempat nya nggk kelihatan. Karena penulisannya di langsung gitu, terus juga ada beberapa kata yg bikin ff ini agak gimana gitu. Jadi usahakan pakai kata yg baku aja biar nyaman, karena ini fanfic bukan cerpen. Udah itu aja, *udah itu aja????? Sebanyak itu, itu aja?* Maaf deh kalau banyak omong, sok mengkritik. Semoga next part bisa lebih baik lagi dari ini. FIGHTING!!

  4. Nice story thor,saya suka kok.apalagi disini siwon tertarik ama fany dan buat fany tersenyum.
    Ya iyalah.fany senyum lebih cantik.:-)
    Next ya thor.tetap semangat ya.jjang thor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s