(AF) All Of Me

All Of Me

all of me

Author : Allyn Veren (Tam’s)

Genre : Romance

Ratting : PG-15

Cats : Choi Siwon, Tiffany Hwang

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

Author’s Note :

Anyeong readers tercinta! Ini adalah fanfict pertama yang dipublish dan dibaca ratusan pasang mata *akak sebelumnya cerita ini terinspirasi dari lagunya John Legend- All Of Me yang punya makna luar biasa akan kekuatan cinta😀 Fanfict ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu Komentar dan saran sangat dibutuhkan untuk mempebaiki dan menginspirasi autor untuk menciptakan karya tulis yang berkenan dihati para Prophet tercinta. :*

Happy Reading!

 

“Cause all of me, Loves all of you

Love your curves and all your edges

All you perfect imperfections

Give you all to me, i’ll give my all to you

Your my end and my beginning

Even when i lose im winning

Cause i give you all, all of me

And you give me all, all of you” – All Of Me

 

Author POV’S

Manis, anggun dan cantik.

Itu gambaran Tiffany Hwang saat dirinya tersenyum. Lengkungan matanya yang indah dan aura wajahnya menampilkan kesan tulus yang sebenarnya. Semua orang setuju dengan hal itu, tapi mungkin tidak untuk saat ini.

Wajah cantiknya tidak tersenyum sama sekali saat sedang duduk menunggu dikursi panjang sebuah taman kota Seoul. Dia terlihat kesal menunggu kekasihnya yang sudah meninggalkannya 15 menit yaang lalu. Berkali-kali lirikan mata tajam yang memikat itu ditujukan pada arlogi pink dibagian tangan kiri, namun bukan membuat suasana hatinya membaik tapi justru sebaliknya.

Tiba-tiba langkah cepat seseorang membuat wajahnya berpaling ke arah tersebut. Tampak dari kejauhan sosok pria yang ditunggunya sedang berlari dengan tergesa-gesa dan pada akhirnya tiba dihadapannya. Wajah tampan pria itu terlihat letih hingga banyak keringat yang bercucuran disana.

“Ya! Choi Siwon, kenapa kau lama sekali?”

Belum sempat sang pria berkata, dia justru lebih dulu mendapat teriakan melengking dan wajah kesal sang kekasih yang ditujukan padanya.

“Aku sudah lelah menunggumu. Cuaca sangat panas sekarang dan kau membuatku harus duduk lama disini. Lihat, kulitkan mulai kusam” Siwon hanya terkekeh melihat tingkah Tiffany dihadapannya.

Aiggo, kasihan sekali nona Hwang ini..” dia menjulurkan tangannya dan mulai mengacak-acak rambut kekasihnya hingga berantakan.

“Ya! Aissh, kau benar-benar merusak penampilanku hari ini..” tak menunggu lama, dia lekas berdiri dari duduknya dan melangkah cepat, berniat meninggalkan Siwon.

Pria itu lekas berlari kecil untuk mensejajarkan langkah mereka.

Arraseo. Mianhae membuat perasaanmu buruk hari ini.. sekarang ambilah pesananmu nona” Siwon menjulurkan es krim Strawberry mint ditangannya yang hampir meleleh karena tak kunjung disantap.

Shirreo!” Tiffany dengan egonya tak mengindahkan Es krim kesukaannya itu sambil memalingkan wajah dan menyilangkan tangannya didepan dada lalu berjalan cepat, menjauh dari Siwon.

“Tiffany baby, kumohon jangan kekanak-kanakan seperti ini. Aku sudah lelah berlari-lari dan mengantri untuk membelikan pesananmu ini. Bukan salahku juga jika kau harus menunggu lama, siapa juga yang ingin makan es krim hingga aku harus pergi ke kedai es krim yang jauh itu..” Siwon berkata panjang lebar hingga membuat langkah Tiffany berhenti. Dia menatap Siwon dengan tatapan ‘membunuhnya’ hingga membuat pria itu tak bisa berkutik.

“aku kekanak-kanakan? Lalu kenapa kau ingin bersamaku? Huh, bukankah kau benci wanita kenakanak-kanakan??”

“Aisssh, ini bukan saatnya berdebat, sayang. Lihat, es krimnya mencair” Siwon tak memperdulikan pertanyaan konyol yang diajukan Tiffany, tapi justru lebih terfokus pada ‘nasib’ es krimnya yang sudah tak berbentuk dan telah mengotori tangannya.

“Biarkan saja. Sekarang sebagai gantinya, aku ingin minum mocca latte

Hei, Siwon menatap Tiffany yang sudah berjalan lebih dulu. “Hah, menyebalkan sekali memilki gadis keras kepala seperti dia”

“Ya! Choi Siwon” Siwon segera berlari ketika Tiffany meneriaki dirinya yang tak kunjung bergeser dari tempat dia berdiri.

oOo

 

Suasana kafe cukup ramai dihari libur seperti ini. Banyak meja pengunjung yang terisi penuh hingga Siwon dan Tiffany hampir tidak mendapat tempat. Untung saja, masih ada 1 meja kosong di pojok kafe yang tersisa untuk mereka.

Siwon memperhatikan Tiffany yang sedang asik menikmati mocca latte miliknya. Walau sedang kesal dan marah sekalipun, dia tetap saja cantik, pikir Siwon. Pria itu mengingat bagaimana mereka bisa seperti saat ini. Menjadi pasangan kekasih. Itu bukan hal yang mudah karena Tiffany bukan tipe wanita yang dapat dengan mudah di taklukkan, tapi berkat kegigihan dan mungkin perasaannya yang besar, dia dapat menjadikan gadis penyandang marga Hwang itu kekasihnya, bahkan istrinya kelak.

“kau tidak ingin menikmati  mocca latte punyamu?” Siwon tersadar saat pandangan Tiffany menginterupsinya dan jangan lupakan secangkir mocca latte yang tak tersentuh sedikitpun.

“Kau ingin? Ambillah..”

Aniyo..” Tiffany tidak berniat mengambil bagian milik Siwon, baginya ini sudah cukup.

“Oh yah, kau belum menjawab pertanyaanku tadi tuan Choi” ingat Tiffany.

“pertanyaan yang mana?”

“tentang, mengapa kau menyukai wanita kekanak-kanakan sepertiku. Sekarang cepat jawab” Siwon terkekeh ketika Tiffany bisa mengingat hal konyol itu, tapi disisi yang lain dia bisa lupa segala hal penting dalam hidupnya.

Siwon memajukan wajahnya dan menakupnya dengan kedua tangan yang disikukannya diatas meja.

“karena aku mencintaimu” Siwon mengedipkan sebelah matanya membuat wajah Tiffany memerah.

“aku tahu itu. Berikan alasan yang lain..” Siwon bingung. Dia harus dipusingkan soal hal itu.

“tidak ada alasan lain. Lagipula aku tidak dapat memikirkan alasan lain jika kau ada didekatku”

Tiffany justru melayangkan pukulan kerasnya di bahu hingga pria itu meringgis.

“Hei, kenapa kau memukulnya?”

“aku hanya ingin memukulmu. Tidak ada alasan lain yang dapat ku pikirkan saat kau ada didekatku” Tiffany mengedipkan sebelah matanya membuat tawa Siwon hampir meledak.

Mereka kembali keaktivitas sebelumnya. Tiffany dengan mocca lattenya dan Siwon dengan pandangannya yang hanya fokus pada Tiffany. saat mereka tengah asik dengan kegiatan masing-masing, seorang pengunjung tanpa sengaja menumpahkan cappucino miliknya hingga mengenai lengan baju milik Tiffany.

Tentu Tiffany dan Siwon terkejut. Bahkan pengunjung yang menunmpahkan cappucinonya hanya membungkuk lalu berjalan hendak pergi.

“Ya!” semua pengunjung dalam kafe melihat ke arah Tiffany yang berteriak ke arah sang pengunjung. Pengunjung yang adalah wanita seusia Tiffany-mungkin- itu segera berbalik.

“Kau sudah menumpahkan minumanmu dibajuku.” Kata Tiffany.

“Lalu?” ungkap wanita itu. “aku sudah membungkuk tadi, jadi apalagi sekarang?”

Tiffany terperangah mendengar hal itu. Dia segera berdiri dengan kasar dari tempat duduknya.

“membungkuk katamu?lalu kau pikir masalah akan selesai jika kau telah membungkuk padaku?”

Siwon tak bisa tinggal diam. Dia tahu betul apa yang akan terjadi jika emosi Tiffany sedang memburuk sekarang.

“Tiffany hentikanlah. Dia telah membungkuk itu artinya dia minta maaf”

“Oh, aku mengerti. Kau bukan orang Koreakan? Kau tidak tahu membungkuk itu adalah ungkapan maaf. Apa kau dari Amerika?”

“memangnya kenapa jika aku orang Amerika?” tanya Tiffany tak mau kalah.

“tak heran memang, gadis Amerika memang tidak tahu caranya berterima kasih dan meminta maaf” orang itu menatap Tiffany dengan mencemooh.

“apa maksudmu?”

“kalian sangat sembrono, hidup bebas dan tak ada satupun wanita baik-baik disana”

Perkataan itu sangat menyulutkan Tiffany. dia bahkan menghina derajat para wanita dari tempat kelahirannya yang sangat terhormat itu. Tanpa bisa di cegah Tiffany segera maju dan menjambak rambut wanita didepannya itu hingga keributan tidak dapat dihindari.

Siwon berusaha keras memisahkan keduanya, bahkan lebih dari itu dia berusaha melindungi Tiffany hingga pukulan dan cakaranmu mendarat ditubuhnya. Suasana kafe semakin kacau saat pegawai setempat menghubungi pihak keamanan untuk menghentikan pertengkaran itu.

“Tiffany hentikan!!” Tiffany tidak mengindahkan perkataan Siwon. Hingga Siwon harus dengan keras menarik Tiffany dan memihak ditengah agar mereka tidak saling menyakiti lagi.

Suasana berubah ketika bunyi mobil kepolisian terdengar mendekat. Siwon tak mau mereka berurusan dengan pihak keamanan atau apapun. Dia segera mengeluarkan uang dari saku celananya lalu memberikannya pada pegawai kafe itu dan segera membawa Tiffany berlari keluar kafe.

“berhenti” ternyata wanita yang sempat bertengkar dengan Tiffany tak ingin keduanya lolos. Dia berlari mengejar keduanya bersama-sama dengan seorang pihak keamanan yang juga mngejar mereka.

Siwon menghadap kebelakang dan terkejut ketika pihak keamanan itu juga ikut mengejarnya. Tak ada cara lain selain berlari secepatnya. Dia segera menggenggam tangan Tiffany dan membawanya berlari dengan cepat.

“pelan-pelan, tangan dan kakiku sakit”

“kia tidak bisa pelan jika keadaannya seperti ini”

Mereka berlari cukup cepat hingga kedua orang yang mengejar mereka tak terlihat lagi. Mereka berhenti disudut jalan lalu berusaha mengatur pernapasan yang tercekat tadi.

“kenapa kau bertindak seperti tadi, Tiffany?” Siwon menatapnya dengan marah.

“aku tidak suka ketika dia berbicara seperti itu. Kau lihatkan, dia sangat tidak sopan padaku” ungkap Tiffany membela dirinya.

“tapi kau tidak perlu menjambak dan mencakarnya. Jika kita tertangkap tadi, masalah ini akan jadi panjang” Tiffany menatap Siwon dalam jarak dan dekat. Wajahnya juga terlihat marah sekarang.

“kau tidak memikirkan perasaanku saat dia berkata buruk tentang tempat kelahiranku??! Saat dia bahkan berkata tak ada satupun wanita baik-baik disana. Dia sangat menghinaku dan aku tidak bisa membiarkan itu.”

“kenapa kau keras kepala sekali? Kau tahu, membalas bukan tindakan yang tepat untuk kau lakukan. Dan bisakah kau mendengarkan perkataanku? Aku sudah lelah menyuruhmu berhenti bertindak bodoh!!”

Tiffany tak melepaskan pandangan ketika beradu dengan Siwon. Bahkan matanya sudah berkaca-kaca dan dia ingin menangis. Tapi sekuat tenaga ditahannya.

“baik, ku akui aku memang begitu bahkan sangat keras kepala, tidak pernah mendengarkan perkataanmu dan selalu bertindak bodoh. Tapi aku tidak bisa tinggal diam ketika dia menginjak harga diriku dan menghinaku dengan sangat tidak sopan. Perasaanku seperti tercabik-cabik ketika dia berkata aku tidak tahu berterima kasih atau meminta maaf terlebih ketika dia berkata tidak ada satupun wanita baik-baik yang berasal dari Amerika. Dia bukan hanya menghinaku, tapi menghina tempat kelahiranku, menghina keluargaku dan yang terlebih dia menghina kakakku dan ibuku yang adalah wanita Amerika…”

Tiffany tidak dapat menahan air matanya. Bahkan sebelum perkataannya selesai, dia sudah menangis terlebih dulu. Membuat Siwon hanya diam.

“memangnya kenapa kalau aku berasal dari Amerika? Apa menurutmu semua wanita Amerika tidak sopan, tidak tahu berterima kasih atau meminta maaf. Begitu?”

Tiffany tidak ingin berdebat lagi. Dia segera melangkah meninggalkan Siwon yang hanya terdiam ditempatnya dan tak bisa menjelaskan apapun.

Bagi Tiffany, menghina wanita Amerika berarti menghina dirinya, kakaknya dan ibunya yang adalah wanita negeri Paman Sam itu. Pernyataan itu sangat merendahkan dirinya.

oOo

 

Tak jauh dari tempat kedua insan itu berdebat, ada pantai yang cukup menarik dipandang mata. Meski masih didalam perkotaan, tapi sangat jarang terdapat keindahan alam yang masih terjaga.

Disanalah Tiffany pergi. Menangis dan meluapkan perasaannya.

Ini bukan hanya tentang cappucino yang tanpa sengaja tumpah dilengan bajunya, tapi ini masalah harga diri. Tiffany bisa sangat sensitif ketika seseorang menyinggung soal kehormatan keluarga dan orang tuanya yang sangat terhormat baginya. Apalagi, dia tidak sempat merasakan kasih sayang seorang ibu sepenuhnya karena Tuhan telah lebih dulu memanggilnya.

Tiffany merasakan deru ombak dan lembutnya pasir pantai bahkan cahaya matahari yang terbenam. Wajahnya sudah basah dan matanya sembab karena air mata, tapi tetap saja dia terlihat begitu cantik.

Itulah pandangan Siwon selama ini. Pria tampan itu berjalan mendekat dengan ketenangan. Dia harus mengubah suasana menjadi senyaman mungkin, jika perlu dia akan meminta maaf alaskan Tiffany tidak akan menangis dan kecewa lagi.

Tiffany sempat terkejut saat sepasang lengan terasa melingkari perut rampingnya dan kepala yang tiba-tiba disederkan pada bahunya. Nafas Siwon terasa menerpa kulit lehernya bahkan membuat Tiffany merinding.

mianhae..” Siwon mengucapkannya dengan tulus dan setengah berbisik. Dia makin mengeratkan pelukannya.

“aku tidak akan seperti ini lagi. Maaf tak memihak dan memikirkan perasaanmu. Aku hanya takut kau dalam masalah besar, karena aku.. sangat mencintaimu, Tiffany”

Siwon membalikan tubuh Tiffany hingga mereka saling menatap dalam jarak wajah yang dekat. Dengan penuh kelembutan, Siwon menjulurkan jari jempolnya dan menghapus jejak air kesedihan yang jatuh dari mata indah orang yang paling dicintainya. Lalu dengan penuh kelembutan juga dia memberikan kecupan hangat di dahi, membuat mereka satu sama lain terhanyut dalam suasana dan perasaan yang berubah menjadi romantis.

saranghae..”

Tiffany tersenyum dan mengangguk kecil. “aku tahu.” Mereka saling melempar senyuman.

“lalu?” tanya Siwon membuat Tiffany tersenyum lebar. Wanita itu tahu maksud pria dihadapannya itu. Dengan secepat kilat dia maju dan mengecup bibir Siwon lalu dengan cepat menjauhkan wajahnya dan semburat merah mendominasi warna kulit wajah Tiffany.

Lalu, dimenit berikutnya Tiffany hanya dapat memejamkan matanya menikmati kelembutan ciuman yang diberikan Siwon untuk menghapus kesedihan hatinya.

oOo

waktu telah berganti dan malam telah mendiminasi. Udara juga semakin dingin apalagi dipinggiran pantai yang tenang. Siwon dan Tiffany masih asik bercanda dan berbagi cinta ditepi pantai. Tapi suasana memaksa mereka untuk bergegas kembali dan harus mengakhiri kencan istimewa mereka hari ini.

“oh aku lelah..” kata Tiffany saat mereka sedang berjalan. “acara berlarian tadi sangat melelahkan..” Tiffany memilih berhenti berjalan dan memijat bagian kakinya yang sakit. Dia duduk asal dipasir pantai dan menatap Siwon didepannya.

Siwon yang sudah berjalan beberapa langkah didepannya ikut berhenti dan memperhatikan wanitanya itu. Tiffany yang sangat kelelahan mulai bertingkah manja agar dia tidak perlu kesusahan berjalan.

honey…” panggilnya manja.

wae?”

“bisakah kau menggendongku dipundakmu?aku mohon..”

Siwon terkekeh melihat betapa manjanya Tiffany sekarang. Dia bisa sangat berubah dalam hitungan menit. Pria itu segera mengangguk lalu sedikit membungkuk dihadapan Tiffany untuk mengisyaratkan agar Tiffany tak perlu berlelahan sekarang.

Setelah Tiffany naik di punggungnya, Siwon dengan gratis mendapatkan kecupan manis di pipi kirinya.

Thank you honey, saranghae..” Siwon tak bisa menahan bahagianya sekarang. Wajahnya tersenyum konyol. Kecupan singkat itu seperti kekuatan baru hingga tanpa lelah dia dapat berjalan baik dengan Tiffany dipunggungnya.

Suasana menjadi tenang dan mereka diam. Hanya deru ombak dan keramaian malam kota yang mendominasi. Hingga Tiffany membuka percakapannya.

“kenapa kau mencintaiku Tuan Choi Siwon yang tampan?” pertanyaan itu membuat Siwon tersenyum.

molla. Kurasa tidak ada alasan, tapi menurutku kau sangat istimewa nona Hwang” Tiffany tersenyum lebar mendengarnya.

“tapi aku keras kepala, egois, tidak pernah mendengarkan perkataanmu dan selalu bertindak bodoh. Aku sangat ceroboh dan tidak bisa diatur. Lalu apa yang istimewa dariku?”

Siwon menjawab dengan tenang. “karena semua yang ada padaku adalah cintai darimu. Kekuranganmu adalah istimewa dimataku, karena cinta bukan untuk saling mengungguli tapi saling melengkapi dan berbagi kebahagiaan”

Tiffany merasakan ada perasaan bahagia yang memuncak didadanya hingga dia mengeratkan lingkaran tangannya dipundak Siwon dan menyandarkan kepalanya dibahu kekar pria itu.

arraseo. Tetaplah seperti itu, Siwon-ah. Dan aku akan mencoba menjadi lebih istimewa bagimu.”

“Tentu saja. Kau selalu istimewa dimataku.saranghae..”

Mereka menikmati perjalanan pulang dengan penuh  kebahagiaan, cinta dan kekuatan cinta itu sendiri yang takkan berakhir.

~The End~

99 thoughts on “(AF) All Of Me

  1. suka banget sama karakter siwon dam tiffany di sini. Saling melengkapi. Buat sequel nya dong. Masih gantung nih
    Kira2 cewek tadi siapa ya. Dan udh memaafkan tiffany apa belum ya? Masih penasaran nih thor

  2. Hi Thor aku new readers. Baru baca ff ini, Salam kenal ya, aku pendukung Sifany banget. FF ini seru banget, daebakkk pula. Siwon sabar banget, Tiffany eoni sifatnya keras kepala banget❤ . Aku suka ff ini Thor, menurutku ff Sifany adalah ff yang paling mengerti sesama pasangan nya. Siwon sabar banget❤. Sifany fighting!!!❤

  3. Dateng juga fanficnyaa.. All of me, so sweet bgt siwon oppa diff ini.. Aku suka, tapi kurang panjang eon.. Next fanfic selanjutnya aja dehehe 😄 😉

  4. wahhhh so sweet deh…. Siwon ama Tiffany emanga serasi, siapa juga sih yang bisa mengelak pesona Tiffany.. Siwon pun bahagia banget bisa dapatin Tiffany..

  5. Kyaaa… keren banget min. so sweet.. walaupun ada sedikit typo, tapi ga papa, namanya juga manusia, pasti ada salahnya.. kkk.. ditunggu karya2 SiFany selanjutnya min.

    Gomawo buat ceritanya

  6. So sweet , kurang panjang thor hehe
    Suka sm karakter nya disini tippa manja sekaligus keras kepala dan egois ya xD untung daddy sabar
    Ditunggu karya lainnya ^^

  7. Fany onnie manja dh.. tp lucu
    apalg wonppa suka bgt dewasa
    hohoho.. so sweet ya mreka
    bru baca & ngebayangin aja udh seneng bgt
    Gmn klo mreka bnr’an di kehidupan nyata
    ooohh.. my GOD

  8. aaaaawwwww sweet bgt., siwon oppa emg namjachingu yg sbar,, sneng deh.. walopun sifat fany eonni manja tp dia te2p sayang n mau ngikutin kmauannya…. uuhhhhh cocok bgt couple ini… jd tmbah suka🙂

  9. i like all of me 😁 trnyata bnyk ff yg blum ku baca — sweet batt emg sifany😘 pasangan yg saling ngelengkapi ❤ andai ff ini ada sequelnya😂

  10. Omg…sifanynya romantis and so sweet banget. Saya suka ffnya thor,makin cinta deh ama sifanynya.thor bikin sequelnya dong biar tambah seru ceritanya and thanks buat authornya.
    Hwaiting.

  11. Aihhhhhh sweet bangetttt.. Aku paling suka sama karakter fany yang manja, apalagi kalo dipadukan sama siwon yang dewasa.. Aduhhhh perfect lah..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s