(AF) Misunderstand

Title                 :           Misunderstand

Author             :           Choi HwangLy

Cast                 :           Choi Siwon, Tiffany Hwang

Other Cast       :           Nickhun Horvejkul, Stella Kim, Jessica Jung

Genre              :           Marriage Life, Romance

Rating              :           PG-15

Lenght             :           Oneshoot

Disclaimer       :           The story is mine. I just borrow they name for my story. The cast are belong theyself and God. Please dont be plagiator. Keep RCL^_^

*****

Seorang wanita cantik Amerika-Korea berumur 25tahun sedang berdiri di bakon apartement lelaki nya menikmati sejuknya malam sambil menggosokkan kedua tangannya. Ia merasa kedinginan, namun entah mengapa,ia sangat menyukai dinginnya malam. Bintang-bintang menerangi gelap nya langit yang sudah berwarna hitam.

Ia melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan mulusnya. Jam itu menunjukkan pukul 21:45. Wanita itu kembali menghelang napasnya berat. Sesekali ia menengok kebelakang untuk melihat apakah seseorang yang tengah ditunggunya sudah datang atau tidak. Namun, seseorang yang ditunggunya itu belum juga datang.

Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 23:30. Setengah 12malam? Wanita ini kembali menghembuskan napasnya kesal. Bagaimana tidak? Ia menunggu kekasihnya sudah lebih dari 5jam. Ia mencoba menelepon kekasihnya tersebut berulang-ulang. Namun nihil. Yang didapat nya hanyalah suara seorang wanita yang mengatakan bahwa handphonenya tidak dapat dihubungi. Sudah berkali-kali wanita itu memberi pesan kepada lelakinya. Namun tak juga ada balasan.

 

“Aish jinjja, nappeun namja! Bagaimana bisa dia menyuruhku untuk menunggunya selama lebih dari 5jam. Baiklah, Tiffany Hwang, jika dia tidak kembali dalam 30menit sebaiknya kau pergi meninggalkan tempat ini.” Ujarnya kesal pada dirinya sendiri.

 

5menit…

 

10menit…

 

15menit…

 

20menit…

 

25menit…

 

30menit…

 

“Okey, Choi Siwon, kau berhasil menaikkan amarahku.”  Gumam wanita bernama Tiffany Hwang itu kesal.

 

 

“YAK!!! CHOI SIWON! DIMANA KAU?! KAU MEMBUATKU MENUNGGUMU LEBIH DARI 5JAM LAMANYA! AKU AKAN PERGI DARI SINI! JIKA AKU MELIHATMU, AKU AKAN MEMBUNUHMU SAAT ITU JUGA!” Teriak Tiffany menghadap pemandangan indah di depan balkon apartement Siwon. Namun percuma, Siwon lelaki yang ditunggunya belum juga datang.

 

Tiffany memutuskan untuk kembali ke apartementnya. Ia sudah merasa lelah untuk terus berada di Apartement ini dan menunggu seseorang yang sangat menyebalkan untukknya. Tiffany membalikkan badannya. “YAK!!!” Teriak Tiffany karena terkejut karena seseorang berbadan besar tepat berada dibelakangnya. “Baby…Annyeong!” Ucap orang tersebut sambil tersenyum polos seakan-akan tidak ada hal yang terjadi.

 

“YAK! CHOI SIWON! DARI MANA SAJA KAU HAH?! KAU TAHU, AKU HAMPIR MATI KARENA TERLALU LELAH MENUNGGUMU!” Teriak Tiffany sangat keras membuat Siwon harus menutup telinganya dengan kedua tangannya.

 

“Yak! Baby! Tak bisakah kau tidak berteriak? Ku ingin membuat gendang telingaku pecah, eoh?” Tanya Siwon sambil mengusap-ngusap kedua telinganya.

“Aku bertanya padamu! Dari mana saja kau, huh? Kau bilang aku harus datang ke apartementmu jam 4sore tadi, namun kau tidak ada. Lalu kau menyuruhku untuk menunggu mu selama lebih dari 5jam?!” Teriak Tiffany sambil memukul-mukul badan Siwon.

“Yak! Yak! Baby! Kau menyakitiku! Arra,hentikan dulu pukulanmu lalu aku akan menjelaskannya padamu!” Ujar Siwon sambil berusaha menghindari pukulan Tiffany. Tiffany menurut lalu berhenti  memukul badan Siwon. Lalu,ia duduk di sofa panjang milik Siwon dengan tangan yang terlipat di dada dan bibir yang sengaja ia majukan.

Siwon ikut duduk di sebelah Tiffany,lalu ia menatap Tiffany. Namun Tiffany tetap menatap kearah tv yang mati tanpa mau menatap Siwon. “Baby…Lihat aku.” Ujar Siwon lembut. Namun Tiffany tetap tidak mau menatap Siwon. Ia semakin memajukan bibirnya. Bukannya kesal, Namun Siwon sangat suka melihat Tiffany jika seperti ini. Sangat lucu menurutnya.

Melihat Tiffany yang memajukan bibirnya seperti itu membuat Siwon mencari kesempatan di dalam kesempitan. Siwon turun dari sofa lalu berjongkok menghadap Tiffany dan…..CHU~. Siwon mencium bibir Tiffany. Tidak lama,tapi cukup dalam. Tiffany membulatkan matanya dengan sempurna. Lelakinya ini memang selalu menciumnya tanpa ia duga.

“Yak! Siapa yang menyuruhmu menciumku, eoh?!” Tanya Tiffany

“Tidak ada yang menyuruh. Itu hanya kemauanku sendiri.” Ujar Siwon santai

“Mwo? Kau tidak berhak menciumku!” Ujar Tiffany lagi sambil mengelap bibirnya

“Aish,jinjja…arraseo, baby..lihat aku.” Ujar Siwon. Tiffany tetap pada posisinya tanpa mau melihat Siwon. Siwon hanya menghelang napasnya kasar.

“Haft..baiklah jika kau tidak ingin menatapku, tapi kau harus mendengarkan aku arra?” Tanya Siwon. Namun Tiffany tetap diam dengan posisi yang sama tanpa mau menjawab pertanyaan Siwon. Siwon lagi-lagi menghelang napasnya dengan kasar

“Baby..dengarkan aku..Tadi aku menyuruhmu untuk datang ke apartement ku jam 4sore karena seharusnya aku sudah pulang dari jam 3sore. Namun tiba-tiba aboeji meneleponku. Dia menyuruhku untuk menghadiri meeting dengan seorang client karena ia ada urusan yang lain. aku tidak bisa menolak karena client ini sangat penting dan urusan aboeji pun sama pentingnya. Dan bukankah kau tau kalau sebentar lagi aku akan menggantikan posisi aboeji?” Jelas Siwon panjang. Lalu Tiffany membalikkan wajahnya kearah Siwon. Namun masih dengan tatapan yang tajam.

“Lalu kenapa kau tidak mengabariku?” Tanya Tiffany dingin

“Sebenarnya aku sangat ingin menghubungi mu, namun karena aku terlalu sibuk mengurusi client aku lupa untuk menghubungimu. Dan saat meeting selesai,aku ingin menghubungi mu tapi handphone ku lowbatt. Mianhae.” Jawab Siwon lemah.

“Arraseo, lain kali, hubungi aku jika ada sesuatu!” Ucap Tiffany namun masih tetap memanyunkan bibirnya.

“Ne!” Ujar Siwon tegas.Tiffany akhirnya tersenyum.

“Oppa~” Panggil Tiffany manja masih dengan posisi yang sama

“Waeyo Hwang MiYoung?”

“Yak! Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tidak memanggilku dengan nama itu?”Tanya Tiffany sambil kembali memanyunkan bibirnya

“Haha! Waeyo? Aku sangat menyukai nama korea mu itu. Kau sedang berada di Korea dan bukan Amerika Miyoung-Ah.” Ujar Siwon tersenyum geli

“Hmm, terserah kau saja.”

“Tadi bukannya kau ingin mengatakan sesuatu?”

“Aku— merindukanmu.” Ujar Tiffany malu.

“Aku lebih merindukanmu.” Ujar Siwon lalu duduk disamping Tiffany. Tiffany membalikkan badannya menghadap Siwon. “Apakah hanya itu?” Tanya Tiffany kesal

“Hanya itu? Emangnya kau ingin aku berbuat apa?” Tanya Siwon berpura-pura tidak tahu

“Ani.  Lupakan saja.” Tiffany kembali cemberut. Siwon hanya tersenyum geli melihatnya.

 

“Hwang Miyoung~” Panggil Siwon lembut

“wae?” Tanya Tiffany tanpa menoleh

“Lihat aku.” Tiffanypun menurut

CHU~

 

Siwon mencium Tiffany dalam. Tiffany membulatkan matanya dengan sempura. Awalnya Tiffany sedikit memberontak. Namun akhirnya iapun hanyut kedalam permainan Siwon. Siwon mendekatkan posisinya duduk menjadi lebih dekat dengan Tiffany tanpa melepaskan bibir mereka. Siwon menuntun tangan Tiffany agar melingkar di lehernya. Siwon semakin mendekatkan tubuhnya ke tubuh Tiffany membuat Tiffany jatuh tertidur diatas sofa, tanpa melepaskan tautan mereka, Siwon mengubah posisinya menjadi menindih badan Tiffany.

Tangan Siwon memasuki baju Tiffany lalu mengusap perutnya yang datar. Ciumannya sudah mulai turun ke leher Tiffany dan membuat bercak merah disana. Siwon memberhentikan aksinya dan melepaskan ciumannya,membiarkan Tiffany menghirup udara terlebih dahulu.

Tiffany tersenyum memperlihatkan mata sabit nya kepada Siwon masih dengan posisi yang sama. Siwon membalas senyuman Tiffany lalu mengecup bibir Tiffany sekilas. “Bolehkah?” Tanya Siwon lembut. “Malam ini, aku milikmu seutuhnya.” Jawab Tiffany berbisik hampir tak terdengar.

Dengan sigap Siwon kembali menciumi bibir Tiffany dengan napsu tetapi lembut seakan bibiri Tiffany adalah hal yang mudah rapuh jika seseorang menyakitinya. Tiffany melepaskan ciuman keduanya. “Yaaa,wae?” Tanya Siwon cemberut. “Jangan disini.bagaimana jika aboenim atau eomonim tiba tiba datang” Jawab Tiffany sambil menunjuk kamar Siwon. Siwon pun mengerti dan kembali mencium bibir Tiffany lalu menggendong Tiffany ala bridalstyle kekamarnya tanpa melepaskan ciuman mereka.

 

***SiFany***

 

Tiffany megerjapkan matanya berulang kali karena cahaya yang menusuk matanya melalui selasela jendela yang tertutup hordeng. “ngghh..” Tiffany pun membuka matanya. Saat hendak berdiri, Tiffany merasakan tangan seseorang yang melingkar pada perut ratanya. Tiffany tersenyum lalu membalikkan badannya. Dilihatnya Siwon yang masih tertidur dengan tenang. Napas nya begitu teratur. Tiffany menyentuh semua bagian di wajah Siwon dengan jarinya, dimulai dari dahi,mata,hidung,pipi,dan bibirnya. Tiba-tiba suara berat yang sangat dikenalinya membuatnya terkejut.

“Wae? Apa kau tidak puas semalam? Kau menginginkannya lagi?” Tanya Siwon masih dengan mata yang tertutup.

“Yak! Aniyo! Cepatlah bangun, bukankah sebentar lagi kau harus bekerja?”

“Tapi aku masih mengantuk miyoung-ah.” Rengek Siwon.

“Baiklah, aku akan mandi dulu. Tapi kau harus bangun setelah aku selesai mandi. Arra?”

“Nee”Jawab Siwon malas.

 

*

 

Siwon sudah duduk di meja makan dengan pakaian yang rapi memperhatikan Tiffany yang sedang membuat sarapan untuk keduanya. “Oppa, kapan kau akan kembali melaksanakan proyek di pulau jeju yang sempat tertunda itu?” Tanya Tiffany masih tetap sibuk dengan urusan dapurnya. “Molla. Aboeji belum mengizinkanku melaksanakan proyek itu kembali. Karena disini pun masih ada proyek yang belum selesai.” Jawab Siwon sedangkan Tiffany hanya mengangguk mengerti.

“Cha~ Sudah beres!” Teriak Tiffany lalu menyiapkannya diatas meja makan. “Igeo,makanlah oppa.” Suruh Tiffany sambil memberikan makanan yang sudah disiapkannya untuk Siwon. “Apakah kau sudah memberi tahu aboenim kau menginap di apartement ku tadi malam?” Tanya Siwon sambil memakan sarapannya. “Aniyo. Aku belum bilang pada appa. Tapi appa pasti mengetahui jika aku menginap di apartementmu.” Jawab Tiffany tenang

“Mwo? jadi kau belum meminta izin pada aboenim? Nappeun yeojja!” Tanya Siwon sambil menyentil jidat Tiffany

“Yak Appo! Awalnya aku tidak berniat untuk menginap disini!” Jawab Tiffany sambil mengusap jidatnya yang memerah karena sentilan Siwon.

“Keundae, apakah eommonim dan aboenim sudah menyelesaikan semuanya?” Tanya Tiffany pada Siwon

“Menyelesaikan apa maksudmu?” Tanya Siwon tak mengerti

“Pabo! Pernikahan kita!” Jawab Tiffany kesal

“Oh nee, kita hanya perlu mengambil gaun dan cincin yang sudah disiapkan sebelumnya” Ucap Siwon

“Arra, tapi oppa…sampai kapan kita akan menyembunyikan hubungan kita pada semua pegawai di kantor? Bahkan kita sudah mau menikah!” Ujar Tiffany cemberut

“Kau masih pegawai magang dan sebentar lagi akan dinobatkan sebagai pegawai tetap. Aku tidak mau orang-orang kantor mengira kalau kau bisa menjadi pegawai tetap dikantor dengan waktu satu tahun itu karena aku, bukan karena usaha mu. Kau tahu kan? Orang lain yang magang di perusahaanku harus magang selama 3tahun sebelum menjadi pegawai tetap” Jelas Siwon

“Arraseo. Aku mengetahuinya Choi Siwon” jawab Tiffany malas

 

***SiFany***

 

 

1balan berlalu, hari ini tepat tanggal 1Januari2014 Siwon dan Tiffany melaksanakan pernikahannya. Namun karena pernikahan ini tertutup, pernikahan ini hanya dihadiri oleh sahabat-sahabat terdekat dan keluar keduabelahpihak saja. Rekan-rekan di kantor tak ada satupun yang mengetahui hubungan antara atasan dan bawahan ini.

Tiffany sudah bersiap-siap diruangannya. Wajahnya mengeluarkan keringan gugup. Tiffany benar-benar gugup saat ini. “Fany-ah!!!” Teriak seorang wanita memasuki ruangan Tiffany. “Sica-ya!!!” Teriak Tiffany melihat siapa yang datang sambil melambaikan tangannya kearahh yeoja tersebut.

“Aigo…aku begitu merindukanmu! Benarkah ini seorang Hwang MiYoung ku? Kau terlihat berbeda baby. Kau begitu lebih cantik 180derajat dari biasanya!” Ujar Jessica kagum dengan kecantikan Tiffany saat ini

“Yak! Jadi maksudmu, selama ini aku tidak cantik?” Tanya Tiffany cemberut

“Aish jinjja.bukan itu maksudku. Kau sudah cantik. Dan sekarang kau lebih lebih dari cantik. Kau seperti bidadari yang baru turun dari khayangan.” Jawab Jessica, sedangkan Tiffany hanya tersenyum malu.

“Apakah aku benar-benar cantik Sica-ya? Bukankah aku terlihat norak dan tidak pantas memakai gaun ini? Jujur saja, aku sangat gugup hari ini” Ujar Tiffany tidak percaya diri

“Mwoya? Siapa yang bilang kau norak dan tidak pantas menggunakan gaun itu? Biar kubunuh dia! Kau sangat cantik Fany-ah. Kau—“ Ucapan Jessica terpotong karena Tuan.Hwang tiba-tiba memanggil Tiffany

“Fany-ah, apakau sudah siap? Siwon sudah menunggumu di depan altar” Ucap Tn.Hwang

“N-nee,aku sudah siap appa.” Ucap Tiffany gugup

“Tidak perlu gugup seperti itu sayang. Percayalah semuanya akan baik-baik saja.” Ujar Tn.Hwang

“Fany-ah! Hwaiting! Aku akan melihatmu dimeja tamu!” Teriak jessica sedangkan Tiffany hanya tersenyum.

 

Suara dentuman piano dan biola diujung altar ini mulai terdengar diseluruh ruangan yang cukup besar ini, Tiffany berjalan diatas karpet merah dengan didampingi sang ayah untuk berjalan menuju altar, disana sudah terlihat Siwon yang berdiri gagah dengan Tuxedo hitamnya.

Tiffany berdoa disetiap langkahnya.

‘Yatuhan…jadikanlah ini pernikahanku yang pertama dan terakhir. Aku sangat mencintainya. Jangan bairkan hal yang tidak diinginkan hadir di dalam keluarga ku nanti’

Tiffany sudah sampai didepan altar, Siwon tak henti-hentinya menatap Tiffany. Siwon tidak juga mengulurkan tangannya.Siwon masih saja tetap menatap Tiffany tanpa berkedip. Membuat semua tamu yang berada disitu tertawa pelan.

“ekhm”

“Ah,aboenim.mianhae” Ucap Siwon pelan. Siwon pun mengulurkan tangannya, Tn.Hwang pun mengulurkan tangannya untuk mempersatukan tangan Siwon dan Tiffany

“Choi Siwon, Ku serahkan Putriku padamu, aku sangat menyayanginya. Jagalah dia dengan sebaik mungkin” ucap Tuan Hwang yang membuat mata Tiffany berkaca-kaca.

 

Kini mereka sudah menghadap kedepan, menghadap didepan Tuhan yang akan menjadi saksi dari pernikahan yang suci ini. Setelah suara pendeta terdengar, mereka mulai mengucapkan janji sakral yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan.

 

“Saya Choi Siwon berjanji dihadapan Tuhan, bahwa dengan kehendak-Nya, saya menerima Tiffany Hwang sebagai istri saya satu-satunya yang sah. Mulai saat ini dan seterusnya aku akan mengasihi dan melayani nya pada waktu kaya maupun miskin, pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit, dan hingga kulitku menjadi keriput dan rambut hitamku menjadi putih aku akan menjaganya dengan setia hingga maut yang memisahkan”

 

Sekarang, waktunya Tiffany yang mengucapkan janji yang sakral itu. Tiffany mengambil napas dalam dan menghembuskannya pelan untuk menghilangi kegugupannya.

 

“Saya Tiffany Hwang berjanji dihadapan Tuhan, bahwa dengan kehendak-Nya, saya menerima Choi Siwon sebagai suami saya satu-satunya yang sah. Mulai saat ini dan seterusnya aku akan mengasihi dan melayani nya pada waktu kaya maupun miskin, pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit, dan hingga kulitku menjadi keriput dan rambut hitamku menjadi putih aku akan menjaganya dengan setia hingga maut yang memisahkan”

 

Siwon dan Tiffany menghelangka napasnya lega, karena sekarang mereka sudah sah menjadi seorang suami-istri. Kini, Siwon dan Tiffany berdiri berhadapan. Siwon memasangkan cincinnya pada jari manis Tiffany, lalu Tiffany yang memasangkan cincinnya pada jari Siwon. Keduanya  Tersenyum sangat lebar

 

“KISSEU! KISSEU! KISSEU!” Teriak semua tamu disitu. Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany, Tiffany memejamkan matanya. Siwon tersenyum geli melihat tingkah Tiffany namun akhirnya bibir mereka pun menyatu. Siwon mencium Tiffany dalam dan Tiffany pun membalas dengan lembut. Semua tamu di gedung ini bertepuk tangan dan bersorak.

 

***sifany***

 

1Tahun kemudian

 

“Annyeonghaseo,Nn.Hwang” Sapa Hyoyeon, salah satu bawahan Tiffany setelah ia berhasil menjadi seorang pegawai tetap di Choi Corp. Ya, karena hasil kerja Tiffany yang sangat patut untuk dibanggakan ia tidak perlu menunggu lama-lama untuk menjadi pegawai tetap di Choi Corp. Hanya dengan satu tahun magang, ia berhasil dinobatkan sebagai sekertaris tetap Nickhun disini.

Hingga sampai saat ini, tidak ada satupun rekan kantor yang mengetahui hubungan Siwon dan Tiffany, terkecuali Stella Kim, yang merupakan sekertaris Siwon selama ini. jika ditanya alasannya, jawabannya akan tetap sama. Siwon tidak ingin Tiffany di salah artikan oleh pegawai kantor yang lain. ia tidak ingin orang-orang kantor yang lain berpendapat Tiffany berhasil mendapatkan posisi itu karena koneksi dari Siwon,bukan dari kerjakerasnya.

“Semoga harimu menyenangkan Hyoyeon-ssi” Ucap Tiffany membalas sapaan Hyoyeon sambil tersenyum lebar. “Ne, kamsahamnida” Balas Hyoyeon sambil membungkukkan badannya dalam.

Tiffany berjalan memasuki ruangan Siwon, Tiffany mengetuk pintu ruangan Siwon,namun tidak ada jawaban dari dalam. Tiffany sedikit membuka pintu ruangan yang besar itu,namun Siwon memang tidak ada diruangannya. ‘Apakah Siwon oppa sedang meeting?’ pikir Tiffany. Tiffany pun memutuskan untuk meneleponnya.

‘Yeoboseyo?’Panggil Siwon dari sebrang sana.

‘Oppa? Neo eodiga?’ Tanya Tiffany

‘Eoh Fany-ah. Aku sedang ada urusan sebentar. Waeyo?’

‘Ka—‘

‘Oppa,mana yang lebih cocok untukku?’ Ucapan Tiffany terhenti karena mendengar ucapan seorang wanita dari sebrang sana. Sepertinya Tiffany mengenal suara itu…

‘Ah, Fany-ah, mianhae, aku sedang sibuk. Kau bisa menelponku lagi nanti. Annyeong.’ Ucap Siwon

‘Chakaman opp—“

TUT~

Siwon mematikan teleponnya lebih dulu. Tiffany mendesah kasar. ‘Tapi… suara seseorang yang ada di telepon tadi, sepertinya aku mengenal suara itu……….Stella kim?’ Gumam Tiffany. “Annyeong Hwang” Sapa Nn.Geum salah satu rekan kerja Tiffany. “Ah..n-ne” Jawab Tiffany sedikit terkejut

“Waeyo? Apakah ada yang meresahkanmu?” Tanya Nn.Geum ramah.

“A—anio, Apakah Stella Kim sedang diruangannya?” Tanya Tiffany

“Dia sudah pergi 30menit yang lalu”

“Pergi? Kemana?”

“Dia tidak bilang dengan pasti. Ia hanya bilang akan keluar sebentar. Waeyo? Apakah ada yang ingin kau sampaikan?”

“A—anio. Kamsahamnida Nn.Geum” Ujar Tiffany lalu pergi dengan terburu-buru

“Ne” Jawab Nn.Geum dengan wajah yang bingung menatap kepergian Tiffany.

 

***SIFany***

 

“Tiffany Hwang” Panggil seseorang dari mejanya

“Ah ne, sangjanim,waeyo?” Tanya Tiffany sambil menghampiri Nickhun. Yang sekarang menjadi  atasannya.

“Apa yang meresahkanmu? Aku melihatmu melamun dari tadi. Apakah kau sedang ada masalah?” Tanya Nickhun.

“A—anio sangjanim. Nan gwaenchana.” Jawab Tiffany sambil tersenyum kaku.

“Kau tidak bisa membohongiku Tiffany Hwang. Ceritakan saja padaku,apa masalahmu?”

“Mi—mianhae sangjanim, tapi ini masalah pribadiku” Ucap Tiffany tak enak

“Arraseo. Sebaiknya kau selesaikan masalahmu hingga tuntas. Jangan sampai masalahmu mengganggu pekerjaanmu.”

“Ah ne”

“Apakau sudah menyiapkan jadwalku hari ini?”

“Ye. Saya sudah menyiapkan semuanya. Satu jam lagi anda harus menghadiri meeting dengan Doschi Corp. Lalu, pukul  2siang akan ada meeting bersama chairman.  Dan saya sudah mengurus makan malam anda dengan Tuan.Do dari Doschi Corp. “

“Hanya itu jadwal ku hari ini?”

“Ne sangjanim.”

“Keundae, sedari tadi saya tidak melihat chairman datang. Apakah dia sedang ada meeting?”

“Sa—saya tidak tahu sangjanim. Saya akan menanyakannya pada Nn.Stella Kim”

“Ah,tidak usah. Biar saya saja”

“Ne”

 

***SiFany***

 

Sekarang sudah waktunya semua pegawai kantor pulang. Namun sampai saat ini Tiffany tidak bertemu dengan Siwon. Saat meeting tadi siangpun Tiffany tidak melihat Siwon. Yang dia ketahui dari Stella, Siwon sedang sibuk mengurus proyek baru yang akan dikerjakan.

Tiffany berjalan menuju cafe langganannya. Karena biasanya Siwon akan menunggunya disini, lalu pulang kerumah bersama-sama. Tiffany sudah sampai di cafe dan tidak ada Siwon disana. Akhirnyapun Tiffany terpaksa untuk menunggu.

Sudah 2jam Tiffany menunggu. Namun tidak ada tanda-tanda Siwon akan datang. Tiffany sudah berkali-kali menelepon Siwon namun yang diterimanya hanya suara operator wanita yang mengatakan bahwa handphone Siwon tidak bisa dihubungi. Tiffany pun sudah mengirim berpuluh-puluh pesan namun tetap tidak ada jawaban.

KRINGGG~ handphone Tiffany berbunyi. Tiffany melihat nama panggilan di layarnya.

“Stella Kim?” gumam Tiffany bingung.

 

‘yeoboseyo?’ panggil Tiffany

‘Ah, fany-ah. Ini aku, Siwon’ Ujarnya dari sebrang sana.

‘Siwon oppa?’ Tanya Tiffany memastikan

‘ne. Apa kau sedang menungguku di cafe biasa?’

‘Ne oppa. Kenapa kau lama sekali. Aku sudah 2jam menunggumu. Kau dimana oppa? Mengapa handphone mu mati? Kau tidak apa-apa kan?’Tanya Tiffany berkali-kali

‘Mianhae Fany-ah. Aku masih ada di Busan sekarang. Kami akan pulang malam nanti. Kau pulang duluan saja, menggunakan taxi. Tidak apa-apakan? Handphone ku mati, jadi aku tidak bisa menghubungimu. Untung saja Stella mau meminjamkan handphonenya padaku. Tidak usah khawatir, pulanglah.’ Ucap Siwon panjang lebar

‘Tapi opp—‘

 

TUT~

Tiffany kembali menghembuskan nafasnya kasar. Lagi-lagi Siwon mematikan teleponnya lebih dulu. Padahal ia belum selesai berbicara. Tiffanypun mengambil tasnya kasar lalu pergi dari cafe tersebut dan menunggu taxi. “Hah ChoiSiwon, sebenarnya apa yang kau lakukan bersama Stella Kim disana? Aku bahkan belum sempat bertanya, tapi kau sudah memutuskan teleponnya lebih dulu.” Ucap Tiffany.

 

*

 

Tiffany sampai di apartementnya. Ia melemparkan tas nya kesal ke sofa diruang tengah, ia menaiki anak tangga itu satu persatu, lalu membuka pintu kamarnya dengan Siwon. Tiffany membersihkan badannya sebelum ia kembali keruang tengah.

Tiffany berniat untuk menunggu Siwon pulang. Ia mendudukkan badannya di sofa, tangannya memegang secangkir susu hangat, tidak lupa, majalah fashion dan cemilan sudah ada di meja depannya. Ia pun menyalakan tv yang ada diruangan itu. “hah, sangat menyenangkan seperti ini, menghilangkan rasa lelah dengan bersantai…andai saja Siwon oppa sudah pulang.” Gumam Tiffany.

Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 namun Siwon belum juga pulang. Tiffany mulai merasa khawatir. Ia takut terjadi apa-apa pada Siwon oppanya. Tiffany berdiri berjalan menuju letak telepon rumah, baru saja Tiffany akan memencet nomor telepon, sebuah tangan melingkar di perutnya yang rata. Tiffany tersenyum. Siapa lagi kalau bukan Siwon? Tiffany menyimpan kembali teleponnya,lalu membalikkan badannya.

Tiffany tersenyum memperlihatkan eyesmilenya menatap Siwon. Siwon langsung mengecup bibir Tiffany. Cukup lama, namun akhirnya Siwon melepaskan ciuman tersebut karena Tiffany sudah mulai kehabisan napas. Tiffany menatap Siwon cemberut.

“Waeyo baby?” Tanya Siwon menggoda. Ia menempelkan keningnya pada kening Tiffany sehingga hidung mereka bersentuhan. Siwon dapat merasakan hembusan napas Tiffany yang mulai teratur. Begitu juga sebaliknya.

“Kau menyebalkan.” Jawab Tiffany pelan

“Bukankah kau mencintai namja menyebalkan ini?” desah Siwon.

Tiffany mengangguk lalu mencium bibir Siwon sekilas. Kemudian ia menjauhkan keningnya dari kening Siwon yang sedari tadi menempel.

“Dari mana saja kau?” Tanya Tiffany dingin sambil memajukan bibirnya

“ Tadi kau menciumku, lalu bertanya dengan nada sedingin itu. Ada apa dengan mu hm?” Tanya Siwon menggoda Tiffany

“……..”  Tiffany tidak menjawab

“Baby, mianhae karena aku telat pulang. Tadi aku dan Stella harus menghadiri meeting bersama Lee Corp di Busan. Kau tahu kan kalau itu proyek yang sangat penting? Meeting itu berjalan seharian penuh. Saat meeting selesai, akupun langsung pulang bersama Stella. Namun sial, kami terjebak macet saat perjalanan pulang, akupun harus mengantarkan Stella kerumahnya karena sudah terlalu malam jika aku hanya mengantarkannya sampai kantor.” Jelas Siwon panjang

“………” Tiffany tetap tidak menjawab. Matanya mulai berair, dan itu membuat Siwon bingung

“Baby…ayolah, bukankah aku sudah menjelaskannya?”

“Ka—kau pergi seharian bersama wanita lain dan mengantarkan dia sampai rumahnya.” Ujar Tiffany sambil menintikkan airmatanya. Siwon terkejut melihat Tiffany, namun setelas nya ia tersenyum sambil menghapus air mata Tiffany dengan jarinya.

“Aigo, bagaimana bisa aku mempunyai istri yang sangat cemburuan hem?” Tanya Siwon sambil mengecup kening Tiffany dengan penukasih sayang.

“……….” Tiffany hanya terdiam menunduk

“Baiklah, lain kali aku tidak akan pergi seharian dengan wanita lain selain dirimu. Aku juga tidak akan mengantarkan wanita lain sampai rumahnya.”

“Benarkah?” Tanya Tiffany mangangkat wajahnya lalu menatap Siwon untuk memastikan

“Hem, bagaimana bisa aku berbohong pada seseorang yang sangat aku cintai huh?” Tanya Siwon, dibalas Tiffany dengan senyuman indahnya

“Bogoshipo” Ucap Tiffany. Siwon tersenyum lalu mengecup bibir Tiffany singkat

“nado. sekarang, lebih baik kita kekamar. Kau tidur dan aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu.” Ujar Siwon lalu berjalan lebih dahulu dari Tiffany. Namun, ia tidak merasakan Tiffany berjalan dibelakangnya, iapun membalikkan badannya. Dilihatnya Tiffany masih tetap dengan posisi yang sebelum dan menatap Siwon dengan tatapan kosongnya

“Waeyo?” Tanya Siwon lembut

“Aku tidak tahu. Kurasa kakiku sedang tidak mampu untuk berjalan.” Jawab Tiffany dengan wajah polosnya. Siwon yang mengetahui arti semua itu berjalan menghampiri Tiffany dan menggendong Tiffany ala bridalstyle ke kamar. Tiffany melingkarkan tangannya di leher Siwon dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Siwon. Sedangkan Siwon hanya tersenyum melihat perilaku istrinya ini.

 

 

***SiFany***

 

 

“Oppa, mau kemana kau dihari libur?” Tanya Tiffany bingung melihat Siwon sudah berpakaian dengan rapih. Padahal ini kan hari libur. Apakah ia ada pekerjaan lain?

“Fany-ah. Aku harus mengurus sesuatu terlebih dahulu.” Ucap Siwon

“Bolehkan ak—“ Ucapan Tiffany terpotong karena Siwon sudah memotongnya lebih dahulu

“Aku pergi, annyeong”

Tiffany hanya menghembuskan napasnya kesal melihat punggung Siwon yang semakin pergi menjauh.

 

 

Tiffany duduk bermalas-malasan di sofa ruang tengah. Ia membuka lembaran demi lembaran majalah dengan kasar. Ia merasa bosan di apartement seharian. Ia pun memutuskan untuk pergi ke mall bersama Jessica.

 

‘Wae fany-ah?’ panggil Jessica dari sebrang sana

‘Sica-ya, dimana kau sekarang?’ Tanya Tiffany

‘aku sedang dalam perjalanan ke Seoul, waeyo?’

‘Kebetulan sekali. bisakah kau langsung menjemputku ke apartement ku? Aku merasa sangat bosan seharian dirumah.’

‘Tuben sekali kau bosan dirumah, dimana Siwon oppamu huh?’ tanya Jessica dengan nada mengejek

‘Ahhh,molla. Ia bilang sedang ada urusan. Aku sendirian dirumah. Kau bisa datang ke apartementku sekarang kan? Temani aku ke mall!’ rengek Tiffany. Sedangkan jessica hanya terkikik disana.

‘Arra,arra. Sebentar lagi aku sampai seoul. Aku akan langsung ke apartement mu. Bersiap-siaplah mulai dari sekarang. Jangan sampai membuat ku menunggu mu.’

‘Arraseo!’ ujar Tiffany semangat lalu mematikan teleponnya.

 

 

*

 

 

“Fany-ah, aku ingin membeli gaun untuk menghadiri pernikahan Yoona.” Ujar Jessica saat mereka sudah sampai mall

“Mwo? Yoona akan menikah? Kenapa dia tidak memberi tahuku?” Tanya Tiffany kesal

“Hey! Aku datang ke Seoul untuk memberitahu mu,pabo! Namun karena kau terlalu cerewet aku jadi lupa mengatakannya.”

“Ckkk” Tiffany melirik Jessica kesal.

“Sica-ya. Kau duluan saja ne. Aku akan ke toilet dulu sebentar.”

“Arraseo. Aku tunggu kau di toko langganan kita”

“Ne.”

 

*

 

Tiffany baru saja keluar dari toilet, ia berjalan melewati toko-toko perhiasan. Dari jauh ia melihat seseorang yang sangat ia kenal. ‘Siwon oppa’ gumamnya. Tiffany melirik seseorang yang sedang ada berdiri di sebelah Siwon. ‘Stella Kim’ gumam Tiffany pelan. Ia melihat Siwon menggandeng tangan Stella begitu erat dan mesra. Hatinya tiba-tiba merasa seperti akan meledak. Mata Tiffany sudah dipenuhi oleh air. Ia tetap berdiri ditempatnya.

Siwon dan Stella semakin mendekati Tiffany. Sepertinya keduanya tidak menyadari kehadiran Tiffany disitu. “Oppa, aku ingin membeli ga—Tiffany-ssi” Ucapan Stella terpotong saat melihat Tiffany di depannya. Ia terlihat begitu terkejut. Terlebih lagi dengan Siwon. Siwon langsung menepis tangan Stella. “Fa—fany-ah. Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon gugup. Sedangkan stella hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap Tiffany.

Air mata Tiffany sudah mulai terjatuh. Siwon mendekati Tiffany, namun Tiffany berjalan mundur menghindari Siwon. “Jangan mendekat!” Teriak Tiffany. Orang-orang yang ada disekitar situ menatap kearah Tiffany, Siwon dan Stella bingung. “Fany-ah. De-dengarkan penjelasanku.” Ujar Siwon setenang mungkin sambil berusaha memegang tangan Tiffany. “Jangan Menyentuhku! Aku membencimu! AKU SANGAT MEMBENCIMU CHOI SIWON!” Teriak Tiffany lalu berlari keluar mall tanpa mempedulikan tatapan orang-orang yang menatapnya aneh.

Siwon berusaha mengejar Tiffany namun dihalang oleh Jessica. Ya, sedari tadi Jessica berada di belakang Siwon dan Stella. Jessica melihat Siwon dan Stella lalu ia membuntuti keduanya untuk memastikan. Dan ternyata,dugaan nya benar. “Siwon oppa, biarkan dia sendiri.” Ujar Jessica. “Tapi Jess—“ “Biarkan dia sendiri! Ini semua kesalahanmu!” Ujar jessica sedikit berteriak. “Sebaiknya kau pulang sekarang oppa. Dan kau, Stella kim. Aku ingin membicara denganmu. ikut denganku”

 

 

*

 

 

Kini Jessica dan Stella sedang berada di salahsatu cafe yang tak jauh dari mall tersebut. Jessica menatap Stella tajam. Sedangkan Jessica hanya bisa menundukkan kepalanya karena ia tahu ia memang bersalah dalam hal ini.

“Neo, sejak kapan kau bersamanya?” Tanya Jesica tajam

“…..” Tidak ada jawaban dari Stella

“Hey! Aku bertanya padamu! Apa kau tidak memiliki telinga? Sejak kapan kau menjalin hubungan dengan Siwon Oppa?” Tanya Jessica meninggikan suaranya

“mianhae” Ucap Stella lirih

“Mwo? Kau hanya dapat mengucapkan kata maaf? Kau tahu apa yang telah berbuat, huh?”

“A—arra”

“Arra? Lalu kenapa kau melakukannya huh?”

“Ka—karena aku mencintainya.”

“Mwora?! Apa kau bukan seorang wanita? Apa kau tidak mempunyai perasaan? Kau pasti bisa mengetahui perasaan Tiffany saat ini kan?” Tanya jessica tajam

“A-aku mengetahui. Aku memang bersalah. Tapi aku menyukainya. Aku-aku ingin memilikinya”

“MWORA?” Jessica semakin meninggikan suaranya, semua pengunjung cafe tersebut melihat bingung ke arah Jessica, namun jessica tidak mempedulikannya.

“Aku tidak tahu lagi apa yang harus ku katakan padamu. Putuskan Siwonoppa sekarang, biarkan Siwon oppa berbahagia dengan Tiffany. Jika kau benar-benar seorang manusia aku yakin kau akan melakukan apa yang ku katakan.” Jelas jessica tajam lalu pergi meninggalkan Stella yang mulai terisak.

 

 

***SiFany***

 

 

Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia memarkirkan mobilnya dengan sembarangan. Yang ia pikirkan saat ini adalah keadaan istrinya, Choi Tiffany. Siwon berlari memasuki gedung mewah itu. Setelah sampai di depan pintu apartement mereka Siwon mengetik kode yang sudah ia ingat diluar kepala.

Siwon memasuki apartementnya, ia mencari Tiffany. Namun tidak ada Tiffany disana. “Choi Tiffany! Neo eodiga?!” Teriak Siwon, namun tidak ada yang menyaut. Siwon memeriksa seluruh isi apartement namun ia tidak menemukan keberadaan Tiffany. Karena seingat Siwon, Jessica sedang bersama dengan Stella, Satu-satu nya hal yang mungkin adalah Tiffany mengunjungi kediaman Taeyeon yang merupakan sahabat Tiffany. Iapun memutuskan untuk menghubungi Taeyeon.

‘yeoboseyo?’

‘Taeng-ah. Apakah Tiffany ada dirumah mu?’ tanya Siwon khawatir

‘Anio. Waeyo oppa?’ Tanya Taeyeon

‘Dia pergi dari rumah’ Jawab Siwon lemah

‘Mwo? Apa yang terjadi dengan kalian?’ tanya Taeyeon khawatir. Siwon pun menjelaskan semuanya. ‘hah, itu memang salahmu oppa! Bagaimana bisa kau melakukan itu pada sahabatku! Arraseo, aku akan mencarinya. Aku akan mengabarimu nanti’ ujar Taeyeon

‘Gomawo Taeng-ah’

‘Ne’

 

*

 

Jam sudah mejukkan pukul 22.22 tapi belum ada tanda-tanda Tiffany akan datang. Siwon sudah mulai merasa frustasi. Sudah berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali Siwon menghubungi Tiffany tetapi tidak ada jawaban dari Tiffany. Akhirnya Siwon pun memutuskan untuk mencari keberadaan Tiffany.

Siwon mengambil kunci mobil yang tersimpan diatas meja tamu dengan kasar. Ia berlari cepat menuju lobi, lalu menjalannya mobilnya cepat. Sudah 1jam Siwon mencari Tiffany, namun Tiffany belum juga bisa ia temukan “aaarrrrrgggghhhh!” Teriak Siwon sambil memukul stir mobil. Ia benar-benar frustasi sekarang. Kemana lagi ia bisa menemukan Tiffany?

Disisi lain, Tiffany masih terus meneguk gelas yang berisi alkohol itu. Tiffany sudah cukup mabuk. Bagaimana tidak? Dia sudah mengabiskan 5botol sendiri. Tiffany kembali mengingat kejadian menyakitkan tadi. Airmata tiba-tiba kembali mengalir dengan sendirinya. ‘bagaimana bisa kau memperlakukan aku seperti ini choi siwon?’ racau Tiffany tidak jelas. Ia masih terus menerus menangis. ‘nappeun namja’ teriaknya dalam hati.

Tanpa disadari Tiffany, seseorang tengah memperhatikan lebih dari dua jam yang lalu. Nickhun. Lelaki itu menatap prihatin gadis yang disukainya dari jauh. Ingin ia menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi pada Tiffany, namun ia selalu mengurungkan niatannya.

Tiffany berjalan gontai keluar klub. Ia menuju parkiran tempat ia memakirkan mobilnya, namun saat ia berjalan menuju tempat parkiran, tak sengaja ia melihat Nickhun yang sedang berdiri memperhatikannya. Tiffany pun menghampiri Nickhun dengan langkah yang gontai.

“Eoh, Nickhun sangjanim?” Tanya Tiffany tidak jelas namun masih dapat dimengerti oleh Nickhun

“A-ah, Tiffany-ssi. Apa yang kau lakukan disini? Apa yang membuatmu mabuk berat seperti ini?” Tanya Nickhun hati-hati. Tiffany tidak menjawab. Ia kembali menangis. Tentu saja itu membuat Nickhun kebingungan. Nickhun pun mengajak Tiffany duduk disalah satu bangku yang ada disitu

“Uljima, Tiffany-ssi. Apayang sebenarnya terjadi padamu huh? Kau bisa menceritakannya padakku. Aku akan menjadi pendengar yang baik. Bicaralah” ujar Nickhun lembut. Tiffany menatap mata Nickhun dengan mata yang masih dipenuhi air itu.

“Su-suamiku” Ujar Tiffany sambil terisak

“Mwo?!” Nickhun terkejut dengan kata yang baru saja Tiffany katakan ‘suamiku? Apakah Tiffany sudah menikah?’

“Haha, ne. Nae nampyeon.”

“Tiffany-ssi. Ka-kau sudah menikah?” Tanya Nickhun memastikan

“Eoh”

“Benarkah? Mengapa aku bisa tidak tahu? Suamimu, nugu?” Tanya Nickhun bingung

“Cho-choi Siwon” Jawab Tiffany masih terisak. Nickhun membulatkan matanya. ‘Choi Siwon? Tiffany Hwang dan Choi Siwon adalah sepasang suami istri? Mengapa semua orang dikantor termasuk dirinya tidak mengetahui hal itu? Dan, bukankah banyak gosip yang beredar bahwa Choi Siwon berpacaran dengan Stella kim?’ Nickhun bertanya-tanya didalam hatinya. Ia sangat bingung dan merasakan dadanya yang memanas mengingat pengakuan Tiffany barusan

“Choi Siwon? Maksudmu, chairman?” Tanya Nickhun memastikan

“Ne”

“Bu-bukankah ia berpacaran dengan Stella?” Tanya Nickhun lagi. Tiffany tidak menjawab. Ia menangis histeris. Nickhun mulai kebingungan. Apakah ia salah bertanya?

“Tiffany-ssi. Uljima. Tenanglah” Ujar Nickhun menenangkan Tiffany.

“Ka-kau mengetahuinya.” Ujar Tiffany pelan

“Se-sebenarnya adaapa, aku masih tidak mengerti.” Tanya Nickhun tak megerti

“Aku dan Siwon oppa, kami sudah menikah satu tahun yang lalu. Namun kami tidak ingin semua pegawai kantor tahu karena saat itu aku masih menjadi pegawai magang. Siwon tidak ingin semua orang salah mengartikanku karena aku hanya magang selama 1tahun lalu diangkat menjadi sekertarismu.” Jawab Tiffany pelan dan purau namun masih bisa didengar oleh Nickhun. Nickhun masih diam memperhatikan Tiffany

“Stella Kim, dia mengetahui hubungan ku dan Siwon oppa. Dan dia mengatakan padaku bahwa dia sangat mendukung hubunganku denga Siwon oppa. Namun tadi siang, saat aku sedang berbelanja di mall, aku melihat pemandangan yang sangat menyakitkan. Siwon oppa, dia tengah jalan bersama dengan Stella Kim. Mereka bergandengan tangan dengan begitu mesra. Bukankah itu artinya mereka mengkhianati ku?” Lanjut Tiffany dan kembali terisak. Nickhun menatapkan khawatir.

“Nickhun-ssi”Panggil Tiffany

“N-ne?”

“Maukah kau memelukku? Aku sangat membutuhkan kehangatan saat ini.” Jelas Tiffany

“Te-tentu saja.” Tiffany pun dengan cepat memeluk Nickhun dengan erat dan masih dengan tangisannya. Nickhun dengan senang hati membalas pelukan Tiffany.

 

Disisi lain seseorang mengepalkan tangan nya dengan begitu erat. Hatinya merasa tercabik-cabik melihat seseorang yang sangat dicintainya memeluk seseorang yang sangat ia kenali. Hatinya seperti terbakar oleh api yang sangat besar. Matanya memerah. Ia tidak menyangka istri nya melakukan hal itu dibelakangnya.

“kau menuduhku berselingkuh, padahal kaupun berselingkuh dibelakangku? Cih, nappeun yeoja.” Ucapnya lalu menjalankan kembali mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.

 

*

 

Nickhun menghampiri Tiffany yang masih terdiam di bangku tadi. Ia membeli sebotol susu lalu diberikan kepada Tiffany. “Apa kau sudah mulai tenang? Minumlah susu ini agar mabuk mu segera hilang” ujar Nickhun perhatian sambil menyodorkan botol susu yang ia beli tadi. Karena Tiffany sudah mulai sadar ia pun mengerti dan menurut.

“Ini sudah terlalu malam, pulanglah. Aku akan mengantarkanmu. Bagaimana jika Siwon khawatir?”

“Aku tidak peduli. Aku tidak ingin pulang kerumah”

“Tapi kau harus pulang Tiffany-ssi” Bujuk Nickhun

“Aku tidak mau! Aku akan pergi sendiri!” Teriak Tiffany

“Tapi ini sudah malam, tidak baik seorang yeoja berkendara sendirian di tengah malam. Baiklah, aku  akan mengantarkanmu.” Ujar Nickhun akhirnya.

“Antar aku ke Mocca Hotel. Aku akan menginap disana selama beberapa hari”

“arraseo, tapi bagaimana jika Siwon mencarimu?”

“Itu bukan urusanmu. Lebih baik kau tidak usah ikut campur” Ujar Tiffany dingin. Ia masih belum sadar bahwa orang yang sedari tadi menemaninya adalah atasannya. Sedangkan Nickhun hanya mengangguk sambil tersenyum.

 

**SiFany**

 

Sudah seminggu Tiffany tidak pulang kerumah. Ia pun tidak datang bekerja. Yang Siwon dengar dari pegawai yang lain Tiffany sedang mengambil cuti selama 2minggu. Namun Siwon terlihat tidak begitu peduli. Ia masih merasa bahwa Tiffany berselingkuh bersama Nickhun saat melihat Tiffany dan Nickhun berpelukkan di depan klub pada malam itu.

“Siwon-ssi!” Merasa namanya dipanggil Siwon pun membalikkan badannya kearah suara. Sedetik kemudian ia kembali tersenyum

“Stella-ssi!” sapa Siwon lembut

“Apa  kau mau pergi? Bukankah jadwalmu hari ini sudah tidak ada lagi?”

“Ne, aku akan menemui Tn.Seo di Mocca Hotel. Wae?”

“Oh,aniyo. Apakah Tiffany sudah kembali? Aku sangat menyesal.” Ujar Stella

“Aku sudah ditunggu oleh Tn.Seo, aku pergi dulu,annyeong” Ucap Siwon, sedangkan Stella hanya menatap kepergian Siwon bingung.

 

*

 

Saat ini Tiffany sedang berada di Mocca Resto. Ia menunggu Nickhun untuk membicarakan soal perkerjaan. Tiffany tidak ingin datang ke kantor saat ini. Dengan alasan ia tidak mau bertemu dengan Siwon dan Stella. Berhubung Nickhun orang yang pengertian, ia memperbolehkannya. Dan sekarang, tak bisa dipungkiri bahwa Nickhun menyukai Tiffany lebih dari seorang teman sahabat ataupun rekan kerja.

“Tiffany-ssi!”

“Eoh, Nickhun-ssi. Kau sudah datang” Sapa Tiffany tersenyum sambil mempersiapkan Nickhun untuk duduk.

“Sekertaris macam apa kau, tidak pernah datang kekantor, dan tidak mengatur jadwalku dengan benar.” Sindir Nickhun

“Kau sudah tahu alasannya. Bukankah  kau bilang aku mengambil cuti selama 2minggu saja agar lebih baik?”

“Ah nee,aku lupa itu.” Jawab Nickhun. Tiffany hanya tertawa melihatnya.

 

*

 

“Terimakasih Tn.Choi, kau memang sangat berbakat. Kau sangat mirip dengan ayahmu.” Puji Tn.Seo pada Siwon

“Ah, kamsahamnida atas pujiannyaa Tn.Seo” Balas Siwon

“Baiklah, Saya masih memiliki janji dengan yang lain. Saya duluan Tn.Choi”

“Oh, ne”

 

Setelah urusannya dengan Tn.Seo selesai, Siwon pun berjalan keluar resto, namun tepat di meja sebelah pintu keluar, Siwon melihat dua orang yang tak asing sedang bercanda bersama. Siwon mengurungkan niatnya untuk keluar dari Resto tersebut.

Siwon duduk dimeja yang tak jauh dari meja yang Nickhun dan Tiffany tempati. ‘apa yang dilakukan mereka disini’ batin Siwon. Walaupun ia bersikap tidak peduli, namun tak dipungkiri bahwa Siwon merasa cemburu melihat Nickhun dan Tiffany sedekat itu. Siwon sangat mencintai Tiffany. Namun lagi-lagi ia merasa dikhianati oleh Tiffany.

DEG!

Hati Siwon seakan dibom melihat Nickhun yang mencium pipi Tiffany. Sebenarnya, ada hubungan apa diantara keduanya? Siwon sudah tidak bisa menahannya lagi. Ia mendekati meja tempat Tiffany dan Nickhun berdiam. Lalu ia menggebrak meja itu lumayan keras, membuat semua pengunjung resto memandang aneh kearah mereka.

Nickhun dan Tiffany sama-sama terkejut melihat Siwon yang berdiri di depannya. Siwon menatap Nickhun dengan geram. Tangannya mengepal dengan keras. Ia sadar bahwa ia sedang berada di tempat umum, iapun berusaha meredam emosi nya yang hampir saja meledak.

“O-oppa, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Tiffany kaget

“Bukankah aku yang seharusnya bertanya padamu Nyonya Choi? Apa yang kau lakukan disini bersamanya?” Tanya Siwon geram.

“Itu bukan urusanmu. Lebih baik kau pergi sekarang. Bukankah seharusnya kau  sedang bersama Stella sekarang?” Ujar Tiffany. Jujur saja, hati Tiffany merasa sakit setelah ia mengatakan hal tadi. Siwon memejamkan matanya berusaha meredakan emosinya yang akan meledak.

“Kita bisa bicarakan itu dirumah. Tiffany, kita pulang sekarang” Ujar Siwon

“Tidak mau!” Ujar Tiffany dengan nada tinggi

“Kita pulang sekarang Tiffany!” Ujar Siwon meninggikan suaranya

“Sudah kubilang aku tidak mau!” Teriak Tiffany

“Choi Mi Young!” Bentak Siwon membuat Tiffany terkejut. Ini pertama kalinya Siwon membentaknya, dan lagi, ia menggunakan nama MiYoung. Tiffany menangis. Siwon tidak peduli dan langsung menarik Tiffany agar pergi bersamanya.

 

*

 

Hening. Inilah yang terjadi saat ini. Tiffany menatap keluar jendela mobil sambil menangis diam tak bersuara. Sedangkan Siwon, ia hanya fokus menyetir berusaha meredam emosinya. Keduanya pun sampai di apartement mereka.

Tiffany membuka pintu dengan kasar. Saat Tiffany sedang berjalan menuju ruang tengah ia mendengar suara Siwon yang menyindirnya “Menuduhku berselingkuh, tapi sendirinya berselingkuh dibelakangku, cih” sindir Siwon. Mata Tiffany kembali menahan air mata. Tiffany membalikkan badannya dan melihat Siwon yang sedang berdiri di belakangnya. Tiffany menatap Siwon tak percaya

“Apa maksudmu?”

“Kau menuduhku berselingkuh dengan Stella, sedangkan kau sendiri berselingkuh dengan bosmu itu. Bukankah itu lucu? Cih, aku baru mengetahui sifatmu yang satu ini”

“Aku tidak pernah berselingkuh dengan siapapun! Jangan pernah menuduhku!” Teriak Tiffany. Airmatanya kini sudah keluar lagi dan lagi.

“Aku tidak menuduhmu Tiffany Hwang! Aku melihatmu diklub bersamanya, dan tadi aku melihat dia mencium pipinya. Bukanitu sudah membuktikan bahwa kau memang berpacaran dengannya?” Tanya Siwon geram

“Mwo? Ak—“

“Dan lagi, kau tidak pulang selama seminggu. Kemana saja kau? Bersama Nickhun? Kau tidur bersamanya huh? Sudah berapa banyak pria yang tiduri selain diriku?” tanya Siwon memotong ucapan Tiffany dengan suara yang meninggi.

PLAK!!!

Tanparan keras Tiffany sukses membuat Siwon sadar akan ucapannya yang baru saja ia katakan, Tiffany mengeluarkan air matanya deras.

“Dengarkan aku,Choi Siwon! Aku tidak pernah berselingkuh dengan siapapun. Dan sekarang kau menuduh ku tidur dengan orang lain? Kau pikir aku wanita murahan huh? Kau pikir siapa dirimu mengatakan hal itu padaku?! Aku membencimu Choi Siwon!!” Teriak Tiffany histeris.

“Fany-ah ak—“

“Aku ingin kita bercerai” ujar Tiffany pelan. Sungguh hatinya sangat sakit saat ia terpaksa harus mengucapkan kata-kata tersebut. Tapi bukankah perceraian itu jalan yang terbaik?

“Mwo?” Tanya Siwon tak percaya.

“A-aku ingin kita bercerai.”

“Arraseo. Jika itu keinginanmu, kita lakukan” Jawab Siwon tenang. Tiffany langsung berlari ke arah kamar. Ia mengunci pintu kamar lalu mendudukkan badannya dibalik pintu kamar. Ia menenggelamkan kepalanya ke-kedua lututnya. Ia menangis sekencang-kencang nya. Disisi lain Siwon berteriak frustasi atas keputusan yang Tiffany buat.

 

 

 

**SiFany**

 

 

 

Tepat lima tahun setelah keduanya tidak lagi menjadi pasangan suami-istri. Ada perasaan yang sangat menyesal di keduanya saat memutuskan untuk berpisah.  Ada juga perasaan bersalah yang amat dalam setelah keduanya mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.

 

 

TIFFANY SIDE

Flashback

 

 “Tiffany-ssi?” Panggil seseorang yang memang sudah membuat janji akan bertemu Tiffany.

“Eoh Stella-ssi, kau sudah datang”

“Ne”

“Apa yang ingin kau sampaikan?” kata Tiffany

“Sebenarnya aku ingin menjelaskan semua ini lima tahun yang lalu, namun ternyata kau pergi ke Amerika tanpa memberitahu siapapun. Dan setelah aku mengetahui kau sudah kembali ke Korea, aku akan menjelaskan semuanya” Jelas Stella

“Menjelaskan? Menjelaskan apa maksudmu?” Tanya Tiffany tidak mengerti

“Dulu, saat kau melihat aku dan Siwon oppa bergandengan tangan dimall, itu aku yang memintanya. Kita tidak menjalani hubungan apapun saat itu. Dan saat itu jujur saja aku memang mencintainya, aku ingin dia menjadi milikku. Namun setelah mendengar ceritanya aku mengetahui betapa cintanya dia kepada mu. Akupun mengurungkan niatku untuk merebutnya darimu. Karena aku tahu cinta itu memang tidak bisa dipaksakan. Akupun tidak bisa menjadi egois. dan setelah mendengar kabar bahwa kalian berdua bercerai, aku sangat menyesal. Aku benar-benar menyesal. Aku selalu berusaha untuk bisa menemuimu. Tapi kau selalu menghindariku. Kini semua nya telah jelas, aku akan kembali ke negara asalku di Canada. Aku akan membuka perusahaan ku sendiri disana. Aku mohon, maafkanlah Siwon. Aku tahu kalian berdua masih saling mencintai satu sama lain. kau tahu? Siwon sangat hancur tanpa mu. Kembalilah padanya, karena dia sangat membutuhkanmu. Bukankah kau juga membutuhkannya?” Jelas Stella panjang lebar. Sedangkan Tiffany hanya mampu diam.

“Ah, sebentar lagi pesawat ku akan terbang. Aku pergi dulu Tiffany-ssi. Aku harus bersiap-siap terlebih dahulu. Annyeong” Stella berdiri dan berjalan meninggalkan meja, saat ia keluar dari cafe tersebut, seseorang memberhentikannya

“Stella-ssi!” Panggil Tiffany

“Ne?”

“Terimakasih, dan maafkan aku. Semoga kau sukses disana” Ucap Tiffany tulus

“Gomawo” Ucap Stella lalu memeluk Tiffany. Tiffany membalas pelukan Stella dengan hangat

“Ah, aku bisa terlambat. Aku pergi dulu Tiffany-ssi. Annyeong” Ujar Stella dan dibalas senyuman manis oleh Tiffany.

 

Flashback end.

 

 

SIWON SIDE

 

 

“Choi Siwon” Panggil seseorang

“Wae?” Jawab Siwon dingin

“Bisakah kita bicara? Ada suatu hal yang ingin ku sampaikan padamu”

 

*

 

“Nickhun-ssi, cepatlah. Aku sedang tidak ada waktu. Apa yang ingin kau sampaikan?”

“Kau bercerai dengannya?” Tanya Nickhun santai

“Jika kau ingin membicarakan itu, aku tidak ingin mendengarnya. Aku pergi.”

“Choi Siwon! Tunggu sebentar!”

“Apalagi?”

“Sepertinya kau salah paham”

“Salah paham? Apa maksudmu? Tanya Siwon bingung

“Aku telah mendengar semua nya dari Tiffany. Tiffany menceritakan semuanya padaku. Adahal yang tidak kau ketahui.” Jawab Nickhun

“Apa itu?”

“Tiffany bilang kau melihat ku memeluk nya saat berada di klub, kan? Kau salah paham. Saat itu Tiffany tengah mabuk. Ia menceritakan kejadian saat ia melihatmu dan Stella di Mall. Ia terlihat begitu tersiksa. Ia memintaku untuk memeluknya karena ia butuh kehangatan. Tapi aku berani bersumpah. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Aku memang menyukainya, tapi aku cukup tahu diri. Dan saat di Mocca cafe, aku tidak menciumnya. Aku meminta Tiffany untuk menuliskan jadwal ku untuk besoknya. Tapi tak sengaja ia mencoret pipinya dengan pulpen. Ia memintaku untuk melihatnya dan menghapusnya. Saat itu kau sedang berada di sebelah kanan kami kan? Tentu saja itu akan terlihat seperti aku menciumnya. Tapi percayalah, tidak ada yang kami lakukan selain urusan pekerjaan. Kami tidak pernah tidur dan selebihnya. Percayalah” Jelas Nickhun panjang lebar.

“Be-benarkah?” Tanya Siwon tidak percaya

“Ne. Mianhae karena aku telat memberitahumu. Harusnya aku memberitahumu 5tahun yang lalu”

“Di-dimana Tiffany sekarang? Apakah dia kembali ke Korea?”Tanya Siwon

“Tiffany meneleponku tadi. Ia bilang ia sedang berada di Namsan Tower. Temuilah dia.”

“Namsan Tower?”

“Ne”

“Arraseo, aku akan menemuinya. Gomawo and mianhae Nickhun-ssi” Ujar Siwon sedangkan Nickhun hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman.

 

 

***
kenangan itu kembali teringat oleh sang yeoja cantik yang sedang diam tertegun di tempat duduknya. Kenangan yang sangat sulit ia lupakan, bahkan itu sudah 5tahun yang lalu. Berulang kali ia mencoba melupakannya tetapi kejadian itu tetap tidak bisa ia lupakan. Ia merasakan setiap detik disaat-saat sedang bersama namja nya. Namja yang sampai saat ini masih ia cintai.

Yeoja itu tetap terdiam sambil memainkan sedotan yang ada di gelas minumnya. Setelah 2jam berlalu, wanita itu pergi dari caffe tersebut. Ia pergi menuju tempat favorit nya. Tempat dimana lelaki itu menyatakan perasaannya. NamsanTower.

Wanita cantik bernama Tiffany Hwang itu sedang menikmati sejuknya angin sore dibangku taman NamsanTower. Ia masih ingat persis bangku yang sedang didudukinya sekarang ini adalah bangku dimana dahulu ia dan namjanya selalu menghabiskan waktu bersama disini.

Tiffany memejamkan matanya dan mengambil napasnya dalam-dalam. Ia tidak menyadari ada seseorang yang sedari tadi sedang berdiri dibelakangnya. Seseorang yang sedang berdiri tepat dibelakang Tiffany sangat ingin memanggil Tiffany. Namun ia takut. Entah apa yang membuat nya takut. Ia hanya merasa tidak berani memanggil Tiffany. Namun akhirnya ia memberanikan dirinya.

 

“Fany-ah..” Panggil seseorang itu. Tiffany langsung membalikkan badannya. Ia sangat terkejut melihat seseorang yang sedang berdiri tegak didepannya kini. Tiffany hanya bisa menatapnya tanpa mengucapkan apapun.

“Ini aku…sudah lama sekali bukan?” Tanyanya pelan

“Si—siwon oppa…” panggil Tiffany lirih

“bisakah kita duduk?” tanya Siwon pada Tiffany. Sedangkan Tiffany hanya menurut saja tanpa menjawab apapun.

“Bagaimana kabarmu? Apa kau mengalami kesusahan?” Tanyanya lagi. Namun Tiffany tidak menjawab. Ia hanya meneteskan air matanya. Lalu dengan cepat Siwon menghapuskan airmata Tiffany dengan jarinya.

“Kau tahu kan, aku sangat tidak suka melihatmu menangis.” Lagi, Tiffany tidak menjawab.

“Kau tahu…ini sangat berat bagiku. 5tahun tanpa kehadiranmu membuatku sangat tersiksa. Tapi… aku merasa jahat jika aku harus mempertahankanmu. Namun melepaskanmu selama 5tahun ini, itu adalah penyesalan terbesar untukku.” Ujar Siwon panjang. Tiffany meneteskan airmatanya deras.

“Me—mengapa kau datang seperti ini? Ini sangat mengejutkan. Aku sama sekali bingung harus mengatakan apapun padamu. Saat ini aku hanya bisa merasakan hatiku yang sedang berdebar karenamu.” Ujar Tiffany akhirnya sambil terisak.

“Kau tahu, setiap kali aku mengingatmu. Aku merasakan sakit yang mendalam dihatiku. Ak—“ Ucap Siwon. Namun belum sempat Siwon menyelesaikan perkataannya, Tiffany memotongnya terlebih dahulu.

“Aku. Aku yang lebih merasakan sakit ini. Setiap aku mengingat kenangan kita, aku hanya bisa menangis. Aku tidak bisa melakukan apapun. Ini semua terlalu sakit. Hingga aku merasa aku sudah sangat menyerah. Saat dahulu kita memilih berpisah hanya karena sebuah kesalahpahaman, mengingat itu semua aku merasakan sakit yang sangat dari rasa sakit yang kau rasakan.” Ujar Tiffany panjang lebar. Tiffany tidak berhenti menangis. Siwon pun sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.

“Kau tahu setiap malam tiba, aku ingin cepat memejamkan mataku. Namun, aku tidak mau pagi hari datang. Karena setiap aku terbangun, hal yang pertama yang aku pikirkan adalah dirimu. Itu semua sangat membuatku khawatir. Sangat sulit bagiku untuk melewati hari hari yang datang” Ucap Siwon jujur.

“Dan sekarang. Bisakah kau kembali ke kehidupanku?” Tanya Tiffany memberanikan diri.

“Apa kau masih mencintaiku Fany-ah?” Tanya Siwon

“Hem. Walaupun sudah lama sekali kita tidak bertemu, namun perasaanku padamu tidak berubah. Aku masih mencintaimu. Aku sangat mencintaimu” Akui Tiffany.

“Kalau begitu…maukah kau membiarkan lelaki brengsek ini kembali kedalam kehidupanmu, menjadi napasmu, selalu ada disampingmu selamanya?”

“A—apa kau ingin kita kembali bersama?” Tanya Tiffany

“Ne. Apakah kau mau menerimaku kembali seperti dahulu kau menerimaku?” Tanya Siwon

“T—tentu saja oppa! Aku sangat mencintaimu!” Jawab Tiffany

 

Dengan cepat Siwon memeluk tubuh Tiffany erat. “o-oppa..aku ti-tidak bisa bernapas” ucap Tiffany sambil tetap menangis. Namun sekarang, tentu saja itu tangisan kebahagiaan. Siwon pun melepaskan pelukkannya dan menatap Tiffany dalam.

“Sekarang, berhentilah menangis. Aku sangat benci melihatmu menangis” Ujar Siwon sambil menghapus air mata Tiffany dengan jarinya. Sedangkan Tiffany hanya mengangguk. Lalu Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany hingga bibir mereka bersentuhan. Siwon menciumnya dalam dan Tiffanypun membalasnya dengan senang hati.

 

‘Terimakasih Tuhan..kau telah mengembalikannya padaku. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini’ –Tiffany Hwang

‘Terimakasih kau sudah mau menerimaku kembali Fany-ah. Walaupun aku tidak sempurna, tapi aku akan mencoba menjadi yang terbaik untukmu’ –Choi Siwon

 

_TheEnd_

 

104 thoughts on “(AF) Misunderstand

  1. d ahirnya gk keren aaahhh,,hbisnya feelnya kurang n alurnya jga cpet ,,pdhal d awal ampe’ p’tngahan,,aq ska banget n fellnya bner2 dpet,,aq ska d awal sampe’ tengah doang,,

  2. Salah paham yg membuat sifany bercerai.namun setelah nichkhun dan stella kim menjelaskan apa sebenarnya terjadi 5 tahun lalu,membuat sifany menyesal atas keputusannya.tapi akhirnya sifany kembali bertemu dan bersatu lagi.
    Bagus ffnya thor.ditggu ff selanjutnya thor.
    Tetap bersemangat thor.fighting.

  3. Menyesal di blkng. ya itu pasti terjd dlm setiap manusia. shrsny hal itu tdk akn terjdi klo kita bcr dgn hati n pikiran yg dingin. n akhirny berpisah jrn keegoisan. tp takdir pertemukn mrk utk kmbli brsm lg.
    mengharukn n sweet…

  4. Penyesalan datangnya pasti belakangan ya… awalnya kukira saling percaya… Tiffany eonni karena membuat presepsi sendiri jadi ngasih jarak ke Siwon oppa, Siwon oppa juga gitu… awal yang manis dan berakhir dengan manis juga walaupun di tengahnya pahit banget hehe^^
    Suka ceritanya😍📖

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s