(AR) Baby And Me Part 8

    chapter 8 -END-

Baby and me

Cast : Choi Siwon
Tiffany Hwang
Other cast : Leeteuk
Kyuhyun
Yesung
Nickhun
Genre : romance,family
Leght : Series
Rating : PG15

Disclaimer : The casts are belong themself, parents and god. The idea and the plot is mine. Don’t be plagiator, please. Sorry for typo and hope you enjoy the story.

Siwon sedang berbaring di ranjangnya sembari menatap Youngwon yang telah terlelap di sampingnya. Malam ini ia memang ingin tidur bersama malaikat kecilnya itu. Senyum masih telukis di wajahnya. Ia sangat bahagia karena akhirnya ia tau siapa ibu kandung Youngwon. Ia bahagia karena ternyata kedua orang tuanya mau menerima dan memaafkan kesalahannya. Dan ia juga bahagia membayangkan bahwa sebentar lagi ia akan hidup bersama dengan orang yang ia cintai.

Tapi, mendadak sebuah kekhawatiran melintas di benak Siwon. Pikiran tentang seandainya Tiffany masih belum bisa memaafkannya. Atau mungkin dia juga tidak mau menerimanya. Siwon mengerang frustasi memikirkan hal itu. Ia kembali menatap Youngwon dan memantapkan hatinya untuk menemui yeoja itu esok hari. Ya, ia akan menemui Tiffany secepatnya. Pandangannya menatap sebuah frame foto yang terletak di atas meja di sisi tempat tidurnya. Sebuah foto saat mereka jalan-jalan di taman dulu. Pagi tadi baru di antar ke rumahnya. Sungguh baik fotografer itu. Siwon kembali tersenyum. lalu setelah memberikan kecupan sekilas di pipi Youngwon, akhirnya ia pun ikut terlelap di samping putranya itu.

**************

Next day……….

Tiffany kembali menatap nanar kamarnya sebelum akhirnya benar-benar memutuskan untuk menyeret kopernya keluar dari kamar itu. Di ruang tamu, ayah dan kakaknya telah menunggunya. Nickhun mengambi alih koper Tiffany dan mereka bertiga keluar dari apartement itu. Hari ini mereka akan kembali Amerika. Tiffany tau itu, bahwa kali ini mungkin ia tidak akan pernah kembali lagi ke tempat ini. Ia menghela nafas sedih.

“ Kau baik-baik saja?” Tanya Nickhun yang berjalan di sampingnya menuju lift. Tiffany tersenyum tipis pada kakaknya itu.

“ Gwaenchana…..” jawabnya singkat.

***************

Sumi cha ge dallyeo wa meotji ge kkeut naen geu dae have a good time oneul mankeum party  time

Gaseumi yo dong chineun seung ri reul mat bwa ije neun have a good time nu ga geudael mak get na? Oh!

Siwon mengerjap pelan saat mendengar nada dering ponselnya yang berisik di pagi itu. Sambil setengah sadar, ia menggapai ponsel di atas meja rias di samping kasurnya. Ternyata sms. Dengan mata masih setengah terpejam,ia membaca sms itu.

From: Suho

Hyung, mian aku lupa memberitahumu kalau hari ini Tiffany akan pergi ke Amerika.

“ Ohh.” Gumam Siwon tak jelas. Lalu ia kembali merebahkan tubuhnya. Sedetik kemudian ia kembali terduduk dan berteriak histeris.

“ Mwo?! Amerika?!!”’

****************

In the Airport………..

Tiffany sedang duduk di ruang tunggu Bandara Internasional Incheon bersama Jessica. Ayahnya juga sedang duduk di bangku depannya sembari membaca majalah. Sementara Nickhun sedang mengobrol dengan Suho tak jauh dari tempat duduk mereka.

“ Fany-ah?” Panggil Jessica.

“ Hemm?”

“ Kau, apa kau akan kembali kesini?”

“ Molla.”

“ Aku pasti akan sangat merindukanmu.”

“ Aku juga.” Tiffany berpikir tampak sejenak.

“ Aku akan kembali kesini untuk menghadiri pernikahanmu dengan Suho.” Lanjutnya sembari tersenyum menggoda. Jessica langsung merona.

“ Ahh, kau bisa saja. Tapi, sepertinya itu masih lama.”

“ Wae?”

“ Kau tau kan, kalau si bodoh itu lebih mencintai pekerjaannya dari pada aku. Mungkin ia akan menikahi pekerjaannya itu dulu sebelum menikahi ku.” Gerutu Jessica. Tiffany langsung terkekeh pelan.

“ Jangan tertawa!”

“ Hahaha, mian. Tapi, menurutku tidak begitu.” Sahut Tiffany yang kali ini tersenyum misterius.

“ Hee? Apa?”

“ Rahasia….” Jessica langsung mengerucutkan bibirnya.

“ Yang pasti, ia sedang menyiapkan kejutan untukmu.”

“ Apa sih? Apa yang sedang si bodoh itu rencanakan?” Desak Jessica semakin penasaran. Tiffany menggeleng pelan sembari mempertahankan senyum jahil di wajahnya.

Tiba-tiba terdengar suara pengumuman bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera lepas landas dan mereka dipersilahkan untuk naik pesawat sekarang juga. Tiffany menghela nafas lalu menatap Jessica.

“ Well, it’s time to say good bye now.”

“ Jaga kesehatanmu.” Pesan Jessica sembari memeluk Tiffany.

“ Kau juga. Jangan terlalu sering bertengkar dengan Suho. Dia mencintaimu lebih dari yang kau tau.”

“ I know.”

Panggilan itu sekali lagi terdengar mengingatkan para penumpang agar segera memasuki gate yang telah di tunjuk karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas. Tiffany berdiri dan berkumpul bersama ayah dan kakaknya. Setelah melakukan pelukan perpisahan sekali lagi degan Jessica dan Suho, mereka bertiga pun melangkah memasuki gerbang keberangkatan mereka.

***************

Meanwhile……..

Siwon menyerahkan beberapa lembar won pada supir taksi dan segera melesat turun lalu berlari ke dalam bandara sambil membawa Youngwon dalam gendongannya. Ia mengedarkan pandangannya mengamati satu persatu orang yang berlalu lalang di bandara itu. Siwon kembali berlari menyusuri koridor bandara sambil mencari-cari sosok yang ingin di temuinya. Ia terus berdoa dalam hati semoga ia belum terlambat. Ia tidak mau melakukan kesalahan untuk yang kedua kali dengan membiarkan Tiffany meninggalkannya lagi. Siwon semakin gelisah saat mendengar pengumuman bahwa pesawat dengan tujuan Amerika akan segera lepas landas. Ia pun kembali berlari sambil mendekap Youngwon menuju pintu keberangkatan.

*************

Tiffany melambaikan tangannya ke arah Jessica dan Suho sebelum melewati petugas pemeriksa tiket. Saat akan melangkah kembali, ia dikejutkan dengan suara panggilan seseorang.

“ Tiffany!”

Tiffany berhenti lalu berbalik. Ia langsung membekap mulutnya sendiri saking terkejut melihat seseorang yang tengah berdiri di hadapannya saat ini.

“ Aku mohon jangan pergi. Maaf….. maafkan aku. Aku mohon beri aku kesempatan untuk menebus kesalahanku padamu!” Mohon Siwon.

“ Eom…..Eomma……” Panggil Youngwon sembari menggapai-gapaikan tangannya.

Tiffany hendak melangkah mendekati mereka, tapi Hwang Young menahan lengannya. Tiffany menatap ayahnya dengan pandangan memohon, tapi sepertinya Hwang Young tidak terpengaruh dengan tatapannya itu.

“ Dady…. aku mohon…”

“ Untuk apa kau memperdulikan mereka?” Balas Hwang Young dingin.

“ Dady! Mereka adalah orang-orang yang aku cintai! Bagaimana mungkin aku tidak peduli pada mereka? Selama ini aku selalu menuruti Dady, tapi Dady tidak pernah mau mengerti perasaanku!” Teriak Tiffany akhirnya. Ia meluapkan seluruh amarah yang ia tahan selama ini. Ia tidak peduli tatapan orang-orang yang kini tertuju padanya. Air matanya pun mulai menderas.

“ Kau….”

“ Aku tidak pernah meminta apapun dari Dady. Aku hanya ingin bahagia bersama anakku, apa aku salah? Dia juga cucu kandung Dady…..” Kata Tiffany bernada pilu. Nickhun langsung merangkul pundak adiknya yang gemetar itu. Hwang Young terdiam menatap putrinya. Ada perasaan bersalah melintas di benaknya. Dadanya juga sesak saat melihat putrinya yang tampak sangat tersiksa saat ini. Ia menyadari bahwa selama ini ia sudah keterlaluan pada Tiffany.

“ Pergilah.” Ucapnya lirih. Tiffany mendongak dan menatapnya tidak percaya.

“ Jika itu yang bisa membuatmu bahagia, pergilah.”

“ Dad…..Dady….”

“ Atau kau mau aku berubah pikiran?” ancam Hwang Young tapi dengan nada bicara yang lembut.

“ Gamshamnida Dady!” Seru Tiffany seraya menghambur ke pelukan ayahnya. Hwang Young tersenyum tipis lalu mengusap lembut kepala Tiffany.

“ Pergilah. Jangan biarkan mereka menunggu.” Kata Hwang Young lembut lalu memberikan kecupan lembut di kening putrinya. Tiffany mengangguk lalu berbalik pada Siwon dan Youngwon. Dengan setengah berlari ia menghampiri mereka dan langsung memeluk mereka berdua.

Jessica langsung menintikkan air mata dan membenamkan wajahnya di dada Suho begitu melihat adegan mengharukan seperti itu. Suho pun melingkarkan lengannya ke punggung Jessica untuk menenangkannya. Nickhun, walau awalnya sangat kaget saat tau bahwa laki-laki yang merusak masa depan adiknya adalah sahabat baiknya sendiri, akhirnya tersenyum haru melihat mereka. Ia yakin, sekarang Siwon akan memperbaiki bahkan memberi masa depan yang lebih baik untuk adiknya itu.

“ Mengapa kau kemari?” Tanya Tiffany saat mereka melepaskan pelukan masing-masing. Siwon menghapus air mata Tiffany dengan lembut lalu tersenyum.

“ Untuk mencegahmu pergi.”

“ Hee?”

“ Aku… aku tidak ingin mengulangi kesalahanku yang kedua kali dengan membiarkanmu pergi.”

“ Mian….”

“ Kajima…”

“ Hemmm?”

“ karena kami membutuhkanmu.”

“ Kami?”

“ Aku dan Youngwon, anak kita…” Lirih Siwon. Mendengar hal itu membuat air mata Tiffany kembali berlinang. Ia langsung memeluk kembali dua orang yang sangat ia cintai itu.

“ Saranghae…….” Bisik Siwon.

“ Nado, saranghaeyo…..”

*****************

Epilog……….

2 months later……….

>> Tiffany pov <<

Aku sedang memperhatikan diriku melalui pantulan cermin besar yang berdiri di hadapanku saat ini. Akhirnya, aku memakai gaun ini juga. Sebuah gaun putih yang memang sangat aku impikan dari dulu. Tidak ku sangka akhirnya aku mengenakannya juga. Sebentar lagi, impian terbesarku akan menjadi kenyataan. Aku benar-benar bahagia. Ahh, seandainya Momy masih ada. Aku menatap sendu mengingat mendiang ibuku. Aku sedikit terperanjat saat ku dengar suara ketukan di pintu.

“ Fany, boleh aku masuk?” Aku mendengar suara Jessica seteleh mengetuk pintu ruang riasku.

“ Masuklah Sica.” Sahutku.

Lalu aku mendengar suara pintu di buka dan diikuti dengan munculnya Jessica yang langsung masuk menghampiriku.

“ Aigooooo! Neomu yeppuda!” Seru Jessica kagum sambil berdiri di sampingku. Aku tersenyum malu.

“ Gomawo. Aku gugup sekali.”

“ Tenanglah, setelah ini tidak akan ada lagi yang bisa menghalangi kebahagiaanmu.”

“ Gomawo, Sica kau meang sahabat terbaikku.”

“ Ne.” Jawab Jessica sembari memelukku.

Lalu terdengar suara pintu dibuka sekali lagi dan munculah Krystal Ahjumma, ibu Siwon yang langsung mendekati kami berdua dengan senyum lebar.

“ Omona! Calon menantuku ini benar-benar cantik! Putraku memang tidak salah pilih.” Kata Krystal Ahjumma sambil menggodaku yang sukses membuatku tersipu.

“ Gamshamnida Ahjumma….”

“ Eits, mulai sekarang kau harus memanggilku Eomma, arasseo?”

“ Ne, Eomma….”

“ Ya sudah, sebaiknya kita keluar sekarang. Kasihan Siwon, dia sudah gelisah menunggumu di altar”.

Aku tertawa kecil mendengarnya. Ya, hari ini adalah hari pernikahanku dengan Choi Siwon. Pria yang beberapa tahun lalu tidak sengaja aku temui. Pria yang sudah, ya, sedikit merusak masa depanku. Pria yang merupakan ayah dari putraku. Pria yang aku cintai selamanya dan yang akan menjadi suamiku.

Kini aku berdiri disini, di sebuah taman yang memang sengaja dihias untuk keperluan prosesi pernikahanku. Aku memang bermimpi menggelar prosesi pernikahan dengan konsep Wedding garden party  dan disinilah aku. Aku dapat melihatnya berdiri disana, di depan altar, sedang menanti kedatanganku. Tuhan! Dia sangat tampan mengenakan tuxedo itu. Benar-benar seperti pangeran impianku saat aku masih kecil. Aku melihatnya tersenyum padaku dan menampakkan kedua lesung pipnya yang sangat aku sukai, dia menatapku membuat semburat merah muncul di kedua pipiku. Aku membalas senyumnya, sebentar lagi. Sebentar lagi senyum itu hanya akan menjadi milikku. Sebentar lagi ia juga akan menjadi milikku. Selamannya.

“ Kau sudah siap, chagi?” Tanya Dady, menyadarkanku dari keterpukauanku pada calon suamiku. Aku menatapnya lalu mengangguk. Dady memelukku hangat. Rasanya sudah lama aku tidak merasakan pelukan Dady sehangat ini.

“ Mianhae….” Bisik Dady. Aku menggeleng dalam pelukannya. Lalu Dady melepas pelukannya dan mengecup keningku lembut.

“ Semoga kau bahagia.” Doanya tulus. aku menahan air mata haruku dan segera menggantinya dengan sebuah senyum bahagia.

“ Gomawo Dady.”

Lalu Dady meraih tanganku dan mengaitkannya di sela lengannya. Kemudian membimbingku melangkah menyusuri karpet merah yang bertabur kelopak bunga, menuju altar dimana dia telah menungguku. Semakin dekat, aku merasakan detak jantungku semakin memburu, membuatku mengeratkan tanganku yang berpegangan pada lenga ayahku.

>> Tiffany POV end <<

***************

>> Siwon POV <<

Aku berdiri dengan gelisah di depan altar. Beberapa kali aku menengok ujung taman dimana mempelaiku akan datang. Sesaat kemudian aku melihat Jessica datang dan duduk di kursi mereka. Itu berarti, sebentar lagi dia juga akan segera datang. Aku semakin gugup. Ya, akhirnya hari ini tiba juga. Hari diamana aku akan mendapatkannya, memilikinya lagi. Aku benar-benar tidak sabar.

Itu dia. Aku melihatnya berdiri dengan anggun di ujung sana. Oh, Tuhan! Dia benar-benar cantik dengan gaun putih itu. Aku benar-benar beruntung. Aku tersenyum dan dia membalas senyumku.

“ What a really beautifull smile she has” pujiku dalam hati. Sebentar lagi. Sebentar lagi senyum indah itu akan menjadi milikku seutuhnya. Membayangkannya membuatku tidak bisa melepas senyum bahagia ini.

Aku melihatnya ayahnya memeluknya dan mengecup keningnya. Aku terharu melihat adegan itu. Aku melirik putraku yang sedang berada dalam pangkuan ibuku dan tersenyum padanya yang juga sedang menatapku dengan senyum malaikatnya. Aku semakin berdebar-debar melihatnya melangkah semakin mendekat ke arahku, masih dengan mengulas senyum menawannya. Aku mulai menghitung dalam hati. Lima langkah….. empat…tiga….dua…..dan satu langkah anggun ia pun telah berdiri di hadapanku. Aku melihat pipinya yang merona. Ahh, manis sekali calon istriku ini.

“ Mulai sekarang aku serahkan jiwa dan raga putriku seutuhnya padamu. Kelak kau harus menjaga dan mencintainya selamanya.” Kata ayahnya sembari menyerahkan tangan putrinya untuk ku genggam.

“ Gamshamnida Dady.” Jawabku.

Aku tersenyum sekilas padanya dan membimbingnya menuju altar dan menghadap pendeta yang akan memimpin pemberkatan pernikahan kami hari ini.

>> Siwon POV end <<

***************

Setelah Siwon dan Tiffany selesai mengucapkan janji pernikahan mereka pun saling berhadapan. Setelah itu mereka saling memasangkan cincin pernikahan yang dibawa Kyuhyun ke jari manis satu sama lain.

“ Sekarang kau boleh memberikan weeding Kiss pada istrimu.” Kata pendeta.

Lalu Siwon perlahan membuka kerudung pengantin yang menutupi wajah Tiffany. Ditatapnya sejenak wajah istrinya yang merona. Ia merasakan detak jantungnya berpacu dua kali lipat dari biasanya, begitupula dengan Tiffany. Kemudian Siwon segera mendaratkan ciuman manis di bibir Tiffany dan diiringi gemuruh tepuk tangan tamu undangan yang menyaksikan prosesi pernikahan mereka.

Setelah itu, mereka berdua menerima ucapan selamat dari seluruh tamu undangan dilanjutkan dengan tradisi first dance dan pelemparan hand bouquet oleh mempelai wanita. Tiffany telah bersiap pada tempatnya. Ia tersenyum  melihat para tamu undangan yang begitu antusias menanti lemparan hand boque miliknya. Saat akan melemparkannya, sebuah tangan kekar mencegahnya. Ia menoleh Siwon yang tersenyum di sampingnya.

“ Kita lakukan bersama-sama.” Katanya yang langsung disambut dengan anggukan setuju dari Tiffany. Dan dalam hitungan ketiga, hand bouquet itu telah melayang sempurna kearah para undangan yang telah menanti yang kebanyakan wanita itu. Dan….

Huuupppp~~~

Hand bouquet itu tertangkap sempurna oleh seorang yeoja.

“ Sica-ah?” Panggil Suho berbinar.

“ Aku… aku mendapatkannya Oppa!” Seru Jessica sembari mengangkat hand bouquet yang ada di tangannya. Tifffany tersenyum senang menatap sahabatnya yang mendapatkan hand bouquet miliknya.

Tiba-tiba Suho berlutut dihadapan Jessica yang langsung membuat Tiffany dan tamu-tamu yang lain kaget. Kemudian Suho merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah benda berkilau dari dalamnya, cincin.

“ Oppa….”

“ Jessica Jung, aku memang bukan namja yang romantis yang bisa dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata manis padamu, tapi….(menarik nafas). Aku mencintaimu dengan segenap jiwaku, lebih dari yang kau tau. Dan kini dihadapan tuhan aku ingin memintamu untuk menjadi milikku seutuhnya.” Suho terdiam sesaat lalu menyodorkan cincin itu ke hadapan Jessica.

“ Will you marry me?” tanyanya mantap sembari menatap dalam Jessica.

“ Oppa… absolutely, i do.” Jawab Jessica sambil meneteskan air mata bahagia.

Dengan segera Suho memasangkan cincin itu ke jari manis Jessica, lalu ia berdiri dan memeluk Jessica. Spontan orang-orang yang menyasikkan hal itu langsung berpetuk tangan, sekaligus mengucapkan selamat.

“ Gomawo.” Ucap Suho lirih, masih memluk erat Jessica.

“ Saranghae oppa. Kau bodoh… tadi itu… kau sangat romantis tau!” Sahut Jessica sembari mengeratkan pelukannya. Suho terkekeh pelan.

“ Nado saranghae.” Jawabnya. Siwon dan Tiffany saling berpandangan dan tersenyum.

“ Mereka akan segera menyusul kita.” Kata Siwon yang di sambut anggukan oleh istrinya.

****************

In the night……

Tiffany sedang berdiri di balkon sebuah kamar hotel yang mereka pesan untuk melewatkan First Night. Ia terlalu asyik memandangi suasana kota seoul di malam hari, hingga tanpa ia sadari Siwon telah berdiri di belakangnya dan langsung memeluk pinggangnya erat membuatnya sedikit tersentak kaget.

“ Sedang apa?” Tanya Siwon lembut sembari menyadarkan dagunya di pundak Tiffany dan menciumnya.

“ Kau mengagetkanku. Aku hanya sedang melihat pemandangan di malam hari saja.” Balas Tiffany setengah kesal. Ia lalu tersenyum.

“ Mengapa senyum-senyum begitu?”

“ Aku hanya ingat awal pertemuan kita dulu.” Jawab Tiffany. Siwon menegakkan tubuhnya lalu memutar tubuh istrinya agar menghadapnya. Ia menatap Tiffany sembari mengerutkan dahinya.

“ Hemm?”

“ Kau juga membuatku terkejut dengan kemunculanmu yang tiba-tiba.”

“ Sebenarnya kau  yang mengejutkanku dengan teriakanmu itu.” Balas Siwon sembari mencubit gemas pucuk hidung Tiffany.

“ Jinjja?”

“ Hemm. Kalau dipikir, pertemuan kita dulu kurang baik.”

“ Lalu?”

“ Bagaimana kalau kita memulainya semua dari awal?”

“ Dari awal?” Tiffany berpikir sejenak , lalu tersenyum.

“ Ok. Annyeong, Tiffany Hwang imnida.” Kata Tiffany polos sembari mengulurkan  tangannya.

Gubbrakkkk!

Siwon nyaris jatuh dari balkon kamar mereka saking gemasnya melihat tingkah polos istrinya. Tiffany sendiri jadi bingung dengan reaksi suaminya.

“ Wae?” Tanyanya dengan wajah polos.

“ Maksudku tidak seawal itu.” Jawab Siwon setengah kesal.

“ Lalu?” Siwon menatap Tiffany intens lalu tersenyum penuh arti. Kemudian ia merapatkan tubuhnya pada Tiffany dan berbisik telinganya.

“ Kita bisa mengawalinya dengan…. membuatkan adik untuk Youngwon.” Bisiknya seductive membuat Tiffany merinding dan seketika merona. Ia melirik Siwon yang masih berada tepat di samping wajahnya. Ia dapat melihat senyuman yang sulit di artikan terlukis di wajah itu.

“ A…. Aku…”

Belum sempat Tiffany menyelesaikan kalimatnya, bibirnya telah dikunci Siwon dengan sebuah ciuman lembut dan manis namun semakin lama semakin dalam. Saat Tiffany masih terlena dalam ciumannya, dengan perlahan Siwon mengangkat tubuh istrinya dan menggendongnya ala bridal style masuk kedalam kamar mereka tanpa melepas ciuman itu.

Siwon membaringkan tubuh Tiffany perlahan di atas ranjang dan tersenyum menggoda menatap wajah istrinya yang sudah memerah itu. Dengan gerakan menggoda, ia memainkan jemarinya menyusuri wajah Tiffany. Mengusap perlahan bibir tipis milik istrinya menggunakan ibu jarinya dan kembali mengecupnya, mencoba mengalirkan segenap cintanya pada seseorang yang telah sah menjadi istrinya itu.

Lalu tangan kanan Siwon menggapai sisi tempat tidur dan mendapati benda yang dicarinya lalu…

KLIKKK

Lampu kecil di sisi tempat tidur itu padam dan meninggalkan kegelapan dengan dua orang yang sedang di mabuk cinta itu melaksanakan aktifitas mereka.

~~~~~END~~~

 

Akhirnya author selesai juga nyelesain ini fanfic ^-^ gmn readers ceritanya dari awal sampe akhir? Menarik? Atau makin membosankan? T.T sebelumnya author mau bilang terima kasih banget buat yang udah selalu memberikan komentar pada ff ini dari chapter 1- end lope lope buat kalian/? Wkwk buat yang silent readers yaudah lah senyumin aja toh dia juga manusia kan (author maksud-_-) wkwk nanti author bakal balik lagi dengan ff berikutnya tunggu aja ya see you next timeeeee ppaiiii *bow*

 

84 thoughts on “(AR) Baby And Me Part 8

  1. Yeaaay finally end^^
    Akhirnya mereka bersatu juga , setelah penantian panjang.
    Tiffany’s daddy juga udah ngasih restu. Lega karena happy ending.
    Ditunggu karya lainnya. Keep writing!^^

  2. akhirnya keluar juga chapter ini udah sekian lama ditunggu hehhe
    happy ending ceritanya akhirnya fany n siwon bersatu juga..
    appanya fany n nichkun juga merestui hubungan mereka..
    ditunggu chapter selanjutnya ya thor🙂

  3. Wooooaaahhhj.. akhir.a setelah sekian lama hehehe muncul juga.. tutup mata di adegan yerakhir.. cieee bntar lg youngwon bakalan pny dongsaeng… min.. bkn squel dong setelah nikah.aHehe

  4. stlah nunggu skian lama update jga…🙂 akhirnya sifany nikah jga…🙂 fany konyol bnget pas ending, dia slah paham sama mksudnya siwon…🙂 d tnggu ff slanjutnya ya…🙂 keep writing….🙂

  5. setelah nunggu berminggu2 akhirnya update ff lagi huehehe
    dannn di chap terakhir ini, ff nya tambah bagus dan makin errrr(gabisa disebutin pake kata2 wkwkk) dari awal sampe akhir ff ini menarik❤ Love it😉 terus berkarya thor!!! ditunggu karya mu selanjutnya #tebarlopelope

  6. Woahhh.. happy ending,^0^ chukkae buat sifany😄. tetep nulis karya yg lain ya thor.. dan boleh ngasih kritik? menurutku setiap chapternya kurang panjang(kalo bisa panjangin lg ya thor^^) , trus karakternya untuk orang tua siwon, menurutku feelnya gak dapet.. yang ada aku ngakak pas minho ahjussi marah😦, segitu aja thor tetap semangat menghasilkan karya karya baru^^.. semoga kritiknya membangun ya buat author ^0^

  7. setelah melalui banyak rintangan akhirnya mereka bersatu juga dalam ikatan suci pernikahan , mereka beneran bikin adik buat Youngwon
    pas dibandara untung nickhun bukan orang yg temprament seperti ayahnya , jika nickhun orangnya temprament pasti muka siwon udah babakbelur

  8. Ternyata udah ending aja, setelah penantian yg cukup panjang endingnya cukup memuaskan dengan SiFany yang akhirnya menikah, hanya terkesan author pengen cepet-cepet end aja, sampe lupa ceritain youngwon juga di epilog’nya , hihii but overall , good job author ^^
    Ditunggu ff SiFany berikutnya😉

  9. mian telat lagi 😞 di part ini cukup terharu pas bagian tiffany yg mau ninggalin apartemen nya. td jg udh deg2an yg pas di bandara kirain tiffany jd ke amerika terus siwon nya bakalan nyusul eh tau nya tebakan nya slah hehe ✌
    niceeee Ye━━━━(゚∀゚)━━━━s!! semangat ya buat ff yg lain nya. fighting ヾ(@^▽^@)ノ

  10. huaaaaa akhirnya dengan perjalanan panjan ff ini happy ending akhirnya sifany hidup bahagia yeeeaaayy, lanjut thor klo bisa sequel hahahah. maaf yaa thor baru bisa comment drtd siang eror nih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s