(AF) Don’t Leave Me

Don’t Leave Me, Please

poster

Author : dhevinca
Cast : Tiffany Hwang, Choi Siwon
Other Cast : Michele Hwang, SNSD’s member, Super Junior’s member
Genre : Romance, Sad
Rating : PG-17

Disclaimer : The casts are belong themself, parents and god. The idea and the plot is mine. Don’t be plagiator, please. Sorry for typo and hope you enjoy the story.

****************

Flashback

Huek.. huek.. huek..

Seorang wanita menyandarkan tubuhnya di dinding sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing. Perutnya juga seperti diaduk-aduk, ingin mendorong isinya untuk keluar. Namun tidak ada apapun yang keluar dari mulutnya kecuali cairan bening. Ia melangkah keluar dari kamar mandi setelah pusingnya sedikit mereda dan mendudukan dirinya di sofa ruang tengah.

Hari ini sudah hari kedua ia mengalami hal seperti ini. Kepala pusing, perutnya yang mual hingga membuatnya tidak bernafsu makan. Ia memejamkan matanya dan membaringkan tubuhnya disofa panjang depan tv.

“Gwenchana?” tanya seseorang menghampirinya. Ia mengangguk pelan tanpa membuka kedua matanya. “Tapi wajahmu pucat. Kau sakit? Ku dengar tadi kau muntah di kamar mandi,” tanyanya lagi.

Wanita berusia 24 tahun itu mengangguk lagi. “Nan gwenchana. Mungkin hanya kelelahan karena padatnya jadwal. Bisa aku minta bantuan Taeyeon-a?” Ia membuka matanya dan menatap wanita didepannya itu sendu.

Wanita yang dipanggil Taeyeon itu hanya mengangguk pelan sebelum menjawab, “Bantuan apa Fany-a?”

“Tolong buatkan aku teh hangat dan tolong juga antarkan ke kamar. Kepalaku sangat pusing,” keluh wanita bernama Tiffany tersebut. Taeyeon mengangguk dan meninggalkan Tiffany sendiri di sofa. Sedangkan Tiffany, dengan sisa tenaga yang dimilikinya, mencoba melangkahkan kakinya ke kamar dan berbaring ditempat tidurnya.

Tiffany berpikir apa yang membuat tubuhnya drop seperti ini? Jadwal yang padat sepertinya bukan penyebab faktor utama. Dua tahun lalu saat mereka comeback album, jadwalnya sebagai seorang public figure jauh lebih padat dari sekarang. Namun saat itu ia hanya kelelahan tidak drop seperti ini. Ia juga tidak ada makan seafood yang bisa membuatnya masuk rumah sakit. Tapi kenapa dengan tubuhnya? Apa karena jadwal datang bulannya?

Tiffany tiba-tiba tersentak mengingat jadwal datang bulan. Ia meraih kalender di meja nakasnya dan mulai menghitung tanggal dan mengulangnya lagi hingga beberapa kali. Ternyata sudah hampir dua minggu ia telat datang bulan dari tanggal seharusnya. Ini baru pertama kali untuknya. Sebelumnya ia tidak pernah telat datang bulan. Biasanya ia hanya telat dua hari, tapi ini sudah hampir dua minggu. Apa jangan-jangan ia….

Tidak mungkin. Ia tidak mungkin hamil. Ia dan kekasihnya selalu memakai pengaman jika mereka melakukannya. Pikirannya melayang jauh ke kejadian sebulan yang lalu. Saat itu ia sedang menginap di apartment kekasihnya, merayakan anniversary mereka yang kedua. Beberapa botol wine mereka habiskan berdua hingga membuat mereka mabuk berat. Saat pagi, Tiffany sudah terbangun tanpa sehelai benang pun ditubuhnya, begitu juga dengan kekasihnya. Tanpa sadar mereka sudah melakukannya. Namun Tiffany tidak ambil pusing karena ia mengira kekasihnya itu sudah memakai pengaman seperti sebelum-sebelumnya. Namun sepertinya tidak.

Lamunan Tiffany tersentak saat seseorang memasuki kamarnya. Taeyeon mendekati Tiffany yang sedang duduk dan meletakkan teh pesanan Tiffany di meja nakasnya. Ia memegang dahi Tiffany.Tidak panas, pikirnya. Itu artinya demam Tiffany sudah turun.

“Aku akan ke kantor. Ada recording dengan Shinee Jonghyun untuk album SM The Ballad. Kau tidak apa kan sendiri di dorm? Mungkin kami akan sampai malam nanti recordingnya. Tapi sepertinya Seohyun dan Hyoyeon sebentar lagi akan pulang. Jessica menginap dirumahnya. Sunny sedang dirumah eonni-nya. Sooyoung, Yuri dan Yoona akan pulang tengah malam nanti,” ujar Taeyeon menjelaskan kepada Tiffany kemana semua membernya pergi.

Tiffany hanya mengangguk. Taeyeon menghela nafas. “Geurae. Kalau begitu aku pergi dulu. Hati-hati di rumah, Fany-a.”

Sepeninggal Taeyeon, Tiffany langsung menghubungi kakaknya yang kebetulan sedang berada di Korea. “Yeobsaeyo?” ucapnya setelah panggilannya tersambung. “Eonni, bisakah kau dorm sekarang? Aku ada masalah penting. Ne, aku tunggu sekarang.” Ia menutup sambungan teleponnya dan mencari kontak managernya. Tak lama panggilannya tersambung ke managernya. Setelah mengatakan hal yang sama, namun ia meminta dibawakan suatu barang yang membuat managernya tidak percaya. Ia menutup teleponnya dan menunggu kedatangan dua orang itu.

Ia menunggu di ruang tengah. Ia tak bisa berpikir jernih sekarang. Jika spekulasinya benar, bagaimana dengan karirnya yang sudah susah payah ia bangun? Bagaimana dengan member SNSD? Bagaimana dengan keluarganya? Bagaimana dengan fansnya? Dan bagaimana hubungannya dengan pria tu? Tidak mungkin ia melepasnya semuanya begitu saja.

Ting Tong

Tiffany berlari untuk membuka pintu dorm. Didapatinya sang kakak dan managernya disana. Ia menyuruh keduanya masuk dan mereka duduk di ruang tengah. Ia segera mengambil barang yang dibawa managernya dan langsung menuju kamar mandi. Setelah sekitar sepuluh menit ia menunggu, ia keluar dari kamar mandi yang membuat kedua wanita di depannya bingung.

“Bagaimana hasilnya Fany-a?” tanya sang manager.

Awalnya Tiffany hanya diam. Ia sangat takut untuk bilang tentang keadaannya kepada dua orang wanita yang sudah memasuki usia kepala tiga.

“Ada apa Fany-a?” tanya kakaknya, Michele Hwang saat Tiffany tidak juga berbicara. Ia semakin bingung dengan Tiffany yang tiba-tiba menangis. Michele mendekati adiknya tersebut dan mengelus lembut punggungnya.

“Eonni, aku melakukan kesalahan besar. Aku melakukannya. Aku melakukannya, eonni. Eotteohkke?” ucap Tiffany akhirnya. Dua wanita itu mengernyitkan dahi mereka. Bingung dengan maksud Tiffany saat ini.

“Musun soriya? Kesalahan besar apa? Melakukan apa?” tanya manager yang belum mengerti arah pembicaraan Tiffany.

“Eonni, aku takut,” ucap Tiffany menangis di pelukan Michele.

“Takut apa? Kami akan melindungimu. Sekarang ceritakan kepada kami baik-baik apa yang terjadi padamu. Kalau kami bisa, kami akan membantumu Fany-a,” ucap Michele mencoba untuk menenangkan Tiffany.

Tiffany semakin mengeratkan pelukannya pada Michele. Tak ingin Michele melepaskan pelukannya. “Eonni, hiks..I’m hiks..pregnant,” ucapnya akhirnya dengan suara pelan, hampir seperti berbisik. Pelukannya semakin erat, mencoba untuk mencari ketenangan disana. Namun Michele masih bisa mendengarnya dengan jelas. Begitu juga dengan managernya. Wajah mereka shock dengan pernyataan Tiffany barusan.

“Kau serius?”

Tiffany mengangguk. Ia menyerahkan testpack yang dipegangnya kepada Michele dan managernya. Michele mengambil testpack tersebut. Terdapat dua garis disana yang menandakan kalau pemiliknya positif hamil.

Michele saat ini hampir tidak bisa bernafas. Selain karena pelukan Tiffany yang sangat erat, juga karena shock dengan berita tentang kehamilan Tiffany. “Eonni, bantu aku. Jebal, bantu aku. Aku takut,” ucap Tiffany tidak jelas namun bisa di dengar dengan jelas.

“Apakah dia?” tanya managernya. Tiffany mengangguk pelan. “Apakah dia tahu?” Tiffany menggeleng pertanda kalau pria itu tidak tahu tentang masalah ini.

“Tidak ada yang tahu kecuali kalian berdua. Eonni, bantu aku berbicara dengan Daddy. Aku takut, benar-benar takut.” Tiffany tidak bisa menyembunyikan ketakutannya terhadap reaksi ayahnya nanti ketika mendengar berita ini.

“Gwenchana. Aku akan mencoba berbicara baik-baik dengan Daddy. Kebetulan, akhir minggu ini Daddy akan ke Korea. Ada urusan bisnis katanya, sebelum memasuki masa pensiunnya akhir tahun ini.” Michele mencoba menenangkan Tiffany yang ketakutan.

Sementara sang manager mencoba mencari cara untuk berbicara kepada agency. “Kita akan membicarakan hal ini pada Young Min sajangnim. Kalau perlu ajak Daddy-mu dan Michele-ssi nanti untuk mendiskusikan hal ini. Tapi ku mohon, jangan cerita masalah ini pada siapapun dulu, termasuk pria itu dan member SNSD sampai ada keputusan bagaimana keadaanmu selanjutnya.”

“Gomawo eonni, jeongmal gomawoyo. Tapi aku mohon terus berada disisiku.” Michele hanya mengangguk pelan.

One Week Later

“What? You’re pregnant? Are you crazy?” Tuan Hwang tidak bisa menyembunyikan kemarahannya ketika Michele cerita tentang keadaan Tiffany. “Gugurkan kandunganmu, Fany-a,” ucap Tuan Hwang yang membuat Tiffany dan Michele kaget.

“Daddy, please, don’t do it. Aku tau aku membuat kesalahan fatal, tapi Daddy ini benar-benar diluar kesadaran kami. Tapi aku mohon, jangan gugurkan kandungan ini. Aku menyayanginya,” mohon Tiffany. Ia sampai berlutut.

“Berdirilah dan duduk disofa,” perintah Tuan Hwang. Tiffany bangkit dan duduk disofa. Michele merangkulnya. “Apa pria itu tahu?” Tiffany menggeleng pelan.

“Aku tidak akan memberitahunya sampai kapanpun. Aku yang akan merawatnya. Dia masih harus melanjutkan impiannya.” Tuan Hwang menghela nafasnya sejenak.

“Aku akan berbicara dengan agency tentang masalah ini. Setelah itu kau ikut Daddy pulang ke Los Angeles. Belajar bisnis dan bantu eonni-mu mengurus perusahaan.” Tiffany kaget dengan pernyataan ayahnya. Ia tidak menyangka kalau Daddy-nya itu akan membantunya.

At SM Building

Reaksi para petinggi SMEnt hampir sama dengan reaksi Daddy dan eonni-nya. Kaget, shock, tak percaya dan banyak ekspresi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“Jeoseonghamnida, jeongmal jeoseonghamnida.” Tiffany sudah berkali-kali mengucapkan kalimat itu. Tidak ada satupun kalimat yang keluar dari mulutnya kecuali kalimat tersebut. Semua keadaan dirinya dijelaskan oleh managernya. Ia sudah mengecewakan banyak orang dengan tindakan bodohnya.

“Baiklah, kami akan mengabulkan permintaanmu. Kami tidak bisa mempertahankanmu. Itu akan mencoreng nama agency dan SNSD,” ucap Kim Young Min, CEO SMEnt saat ini. “Kita akan mengadakan press conference tentang pengunduran dirimu tiga hari lagi.”

“Kamsahamnida sajangnim. Jeongmal kamsahamnida. Tapi aku mohon padamu, jangan katakan pada orang lain tentang masalah ini termasuk member SNSD dan Siwon-ssi. Biarkan yang mereka tahu hanya aku mengundurkan diri karena ayahku mengharuskanku untuk belajar bisnis. Jangan katakan apapun pada mereka. Jika masalah ini sampai ke pendengaran fans, aku, Siwon-ssi, SNSD dan keluargaku akan hancur. Perusahaan juga akan hancur,” ucap Tiffany panjang lebar.

“Geurae. Kau boleh keluar. Tapi, tepati janjimu untuk pergi ke Amerika secepatnya.”

“Anda tenang saja Young Min-ssi. Kami sudah memesan tiket untuk kembali ke Amerika. Setelah press conference, kami akan langsung terbang ke Amerika.”

Press Conference.

Jepretan blitz kamera memenuhi auditorium Sment ketika Tiffany, CEO SMEnt, Manager dan Tuan Hwang memasuki ruangan. Tepat sehari setelah Tiffany memberikan kabar mengejutkan kepada petinggi SMEnt, staff SMEnt langsung menghubungi wartawan untuk memberitahukan berita penting yang masih dirahasiakan. Mereka semua membungkuk sejenak sebelum duduk.

“Kami akan mengumumkan berita penting tentang member SNSD Tiffany,” ucap salah satu staff yang membuat wartawan bingung.

“Tiffany Hwang akan mengundurkan diri dari dunia hiburan Korea Selatan. Ayahnya menyuruhnya untuk mengurus bisnis mereka yang ada di USA. Tiffany dan ayahnya sudah membicarakan hal ini pada perusahaan. Kami mencoba menahannya, tetapi Tuan Hwang tetap bersikeras dengan keputusannya.” Ucapan Kim Young Min tersebut membuat semua wartawan kaget.

Tiffany menundukkan wajahnya. Ia sangat menyesal dengan keputusannya meninggalkan dunia hiburan yang sudah membuatnya terkenal itu hanya karena janin yang ada dirahimnya. Ia tidak mungkin menghancurkan impian member SNSD dan Siwon, kekasihnya karena keegoisannya.

“Kenapa begitu mendadak keputusan ini diambil?” tanya salah satu wartawan televisi tersebut.

“Keputusan ini memang begitu mendadak. Tuang Hwang mendatangi kantor kami seminggu yang lalu dan menjelaskan maksudnya. Awalnya kami sempat kaget dengan keputusan Tuan Hwang, tapi aku yakin kalau Tuan Hwang sudah memikirkan tentang masalah ini dengan matang,” tambah Kim Young Min.

“Aku memutuskan untuk pensiun akhir tahun ini karena kondisi fisikku. Jadi yang akan meneruskan perusahaan kami adalah Michele Hwang, putri sulungku. Namun aku yakin kalau Michele tidak akan mampu mengurus perusahaan sebesar itu walau banyak orang yang membantunya. Sedangkan putraku mengurus restaurant yang ia bangun di Thailand, jadi aku tidak mungkin meminta bantuannya lagi. Jadi hanya Tiffany yang aku harapkan. Ia bisa belajar bisnis secara perlahan dan aku akan memasukkannya ke sekolah bisnis terbaik disana. Jadi kumohon hargai keputusan kami,” Tuan Hwang membantu menjelaskan walau semua yang dikatakannya bohong. Kakak laki-laki Tiffany, Leo tidak membuka restaurant di Thailand tetapi pewaris perusahaannya.

“Bagaimana dengan SNSD selanjutnya? Apakah member SNSD sudah tahu tentang ini?” tanya salah satu wartawan media online.

“SNSD akan tetap menjalankan aktivitas mereka seperti biasa. Hanya kontrak Tiffany dengan salah satu brand saja dibatalkan. Sedangkan yang lain tidak terjadi masalah apapun,” jawab staff SM.

“Member SNSD tidak mempunyai rahasia besar satu lainnya. Jika salah satu membernya mempunyai masalah, maka member lain harus tahu dan mencoba membantu. Keputusan ini adalah keputusan mendadak. Aku menceritakan hal ini pada mereka. Mereka sempat kecewa namun mereka bisa menerima keputusanku,” jelas Tiffany berbohong. Ia tidak menceritakan hengkangnya dirinya dari SNSD dan dunia hiburan. Ia yakin, pasti saat ini member SNSD dan Siwon akan kaget dengan keputusannya.

“Aku meminta maaf kepada Sone karena keputusanku. Aku tau kalian kecewa, tapi aku mohon tolong hargai keputusanku. Aku ingin hidup dengan tenang di Amerika dengan keluargaku. Aku janji akan membuktikan kepada kalian kalau aku akan menjadi pebisnis yang sukses. Tolong doakan dan dukung aku untuk mewujudkan impianku,” tambah Tiffany sebagai akhir wawancara hari ini.

Tiffany dan yang lain keluar dari auditorium. Ternyata di depan auditorium sudah ada member SNSD dan beberapa member Super Junior, termasuk Siwon. Mereka kaget dengan keputusan Tiffany. Wanita itu tidak mengatakan kepada mereka tentang keputusannya.

“Apa maksudmu mengundurkan diri secara mendadak seperti ini?” tanya Yuri.

“Aku yakin kalau kalian semua sudah mendengarnya tadi. Itu keputusanku dan tidak bisa diubah sedikitpun. Mungkin Daddy-ku benar. Aku dilahirkan untuk hidup didunia bisnis, bukan dunia entertainment, bukan sebagai penyanyi dan bukan bersama kalian,” ucap Tiffany yang membuat semuanya kaget. Sebenarnya sangat sakit untuk mengatakannya, tapi hal itu ia lakukan agar member SNSD mudah melepasnya. Ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Geojimal eonni. Kami tahu itu bukan alasan sebenarnya eonni. Kata-kata itu bukan dari hatimu. Eonni menyukai bernyanyi. Eonni membenci bisnis. Itu yang selalu eonni katakan pada kami. Jelaskan alasan yang sebenarnya, eonni.” Seohyun masih tidak percaya dengan alasan Tiffany. Tidak masuk akal. Selama ini Tiffany selalu bercerita kalau menjadi seorang entertainer adalah impiannya. Ia akan melindungi mimpi itu selama yang ia bisa. Tapi kenapa tiba-tiba Tiffany ingin terjun ke dunia bisnis? Tiffany bahkan membenci dunia bisnis. Dunianya orang-orang pemikir dan kaku.

“Kau tau apa tentang hatiku? Kau pernah merobeknya untuk mencari tahu apa yang kurasakan? Tidak kan? Jadi jangan sok tahu apa yang kurasakan. Aku sudah lelah didunia hiburan. Lelah menghadiri acara ini dan itu, lelah harus berbohong dari kenyataan dan lelah harus menampilkan senyum. Berakting di depan kamera bukanlah kemauanku. Ini yang kurasakan selama ini. Itu isi hatiku sebenarnya. Bukan seperti yang kau sebutkan tadi.” Semuanya makin kaget dengan kata-kata sinis Tiffany. Ini bukanlah Tiffany yang sebenarnya. Bukan Tiffany yang selama ini bersikap lembut. Bukan Tiffany yang suka mengeluarkan kata-kata kasar.

“Kajja Fany-a. Michele sudah menunggu di bandara. Daddy masih banyak urusan disana.” Tiffany mengangguk.

“Aku pergi,” ucapnya singkat tanpa melihat member SNSD.

Ia melangkahkan kakinya bersama Tuan Hwang, keluar dari gedung SMEnt. Tapi suara seseorang yang sangat ia cintai, menghentikannya. Seseorang yang akan dirindukannya. Seseorang yang menjadi alasan utama ia mengambil keputusan ini dan seseorang yang selalu menempati urutan pertama di hatinya selain keluarga tentunya.

“Bagaimana hubungan kita? Apa kau akan meninggalkanku begitu saja? Apa kau tidak mencintaiku lagi?” Pertanyaan Siwon itu membuat semua member berharap kalau Tiffany akan mendengar Siwon dan tetap bersama mereka.

Namun semuanya hanya harapan saat Tiffany berbalik dan berkata,”Hubungan kita? Ah..bukankah hubungan kita hanya sunbae-hobae? Jadi apa yang harus dipermasalahkan? Meninggalkan seorang sunbae bukan hal yang buruk. Banyak kan seorang hobae meninggalkan sunbae-nya?” Tiffany berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan semua orang yang masih shock dengan kata-katanya. Tapi ia berhenti sejenak dan mengucapkan kata-kata yang membuat Siwon cukup kaget. “Aku tidak pernah mencintai seseorang selain keluargaku dan temanku. Hatiku masih dikuasai oleh temanku sampai saat ini. Hanya dia yang menguasainya dan hanya dia yang akan menjadi appa dari anakku nantinya. Teman itu bukan sunbae tapi seseorang yang sudah menungguku di altar nanti.” Tiffany berlari menyusul Daddy-nya di mobil. Dan menumpahkan air mata yang sudah ia tahan disana.

Itulah ucapan terakhir Tiffany kepada member SNSD dan Siwon. Kata-kata sinis yang keluar dari mulutnya adalah ucapan perpisahan yang ia berikan kepada orang yang sudah ia anggap sebagai keluarganya.

Flashback End

Kejadian lima tahun yang lalu kembali merasuki pikiran Tiffany. Tidak tahu kenapa akhir-akhir ini kenangan itu selalu memenuhi pikirannya. Pekerjaannya banyak yang terbengkalai karena ia tidak fokus. Leo yang menjabat sebagai CEO LA Empire Group sering memarahi Tiffany karena wanita itu tidak melaporkan hasil pekerjaannya tepat waktu.

Sudah lima tahun lebih ia meninggalkan dunia hiburan yang memberinya banyak pelajaran dan sudah lima tahun juga ia meninggalkan Siwon yang masih sangat ia cintai. Tidak satu haripun ia lewati untuk tidak memikirkan pria itu. Setiap hari ia habiskan untuk mencari berita terbaru tentang Siwon, agar ia bisa tahu bagaimana keadaan pria itu sekarang. Berita terbaru yang ia dapat adalah Siwon akan bermain drama lagi setelah menyelesaikan wajib militernya enam bulan lalu. Ia juga siap tour dunia bersama SMEnt dan Super Junior. Untuk masalah asmara, Siwon menjalin hubungan dengan salah satu idol Korea Selatan satu agensi dengannya, SNSD Yoona. SMEnt sudah mengkonfirmasinya dan mengatakan kalau hubungan keduanya sudah hampir satu tahun.

Ia sangat cemburu dengan berita itu. Namun ia sadar, kalau ia tidak mempunyai hak untuk itu, mengingat ia sendiri sudah menyakiti hati pria itu. Meninggalkannya tanpa alasan yang jelas dan meninggalkannya dengan kata-kata kasar. Pria itu berhak mencari wanita yang jauh lebih baik dari dirinya. Wanita yang mampu membuat seorang Choi Siwon tersenyum dan bahagia. Wanita yang akan menjadi bagian dari hidup Siwon.

Saat ini Tiffany menjabat sebagai direktur LA Entertain, salah satu anak perusahaan LA Empire yang bergerak dibidang venue. LA Entertain sendiri mempunyai 4 Venue atau dome di USA, 1 di Inggris dan 2 di Kanada. Pengalaman Tiffany dibidang entertain dipercaya Michele dapat membantu artis-artis yang akan menyewa Venue mereka. Tak jarang Tiffany terjun langsung memberi ide kepada artis tentang konsep panggung mereka. Sampai saat ini tidak ada yang protes dengan hasil kerja Tiffany. Bahkan tak jarang mereka menolak tawaran kepada beberapa artis dunia karena tidak cukupnya Venue yang mereka punya.

Menjadi wanita karir yang sukses tidak melupakan perannya sebagai seorang Mommy dari pria bernama lengkap Andrew Choi atau Choi Jae Won yang sudah berumur lima tahun. Ia tetap menggunakan Choi sebagai marga putranya karena ia masih menghargai Siwon sebagai ayah dari putranya. Walaupun ia seorang single parent, tapi itu tidak membuatnya pantang menyerah mengurus Andrew. Dengan dibantu Michele dan Daddy-nya, ia berhasil membesarkan Andrew hingga kini bocah itu sangat aktif. Setiap hari ia selalu bertanya dimana Daddy-nya. Tiffany tidak ingin memberi tahu kepada Andrew tentang Siwon. Bukan karena ia tidak ingin anaknya mengenal Siwon, tapi karena ia tidak ingin jika Siwon tahu tentang Andrew, Siwon akan merebut Andrew darinya.

Wajah Andrew sangat mirip dengan Siwon. Mata, hidung, bibir, alis, bentuk wajah hingga sifatnya semua milik Siwon. Tidak ada warisan dari Tiffany untuk Andrew. Terkadang Tiffany berpikir, bagaimana jika ia dan Andrew tidak sengaja bertemu dengan Siwon dan Siwon mengenali putranya itu? Ia tidak tahu bagaimana nasibnya kalau itu terjadi. Untuk menghindari itu, Tiffany tidak pernah membawa Andrew ikut bekerja bersamanya jika keluar negeri. Andrew hanya sekali berpergian keluar negeri, yaitu di Inggris selama dua hari satu malam. Sangat singkat memang dan sempat menuai protes dari Andrew-nya sendiri.

“Tiffany, you hear us, right?” tanya salah satu karyawan LA Entertainment yang membuyarkan lamunannya.

Tiffany baru sadar kalau saat ini ia sedang meeting dengan karyawannya mengenai agency yang akan menyewa venue mereka untuk konser tour dunia agency tersebut. Kemarin salah satu karyawannya mengatakan ini dan mencari tau agency mana yang akan memakai venue mereka agar ia bisa datang langsung ke agency tersebut. “What? Oh. Sorry, I’m really sorry. I just got little headache. Can you repeat again?”

Beberapa karyawan menatap Tiffany khawatir. “Are you okay, Fany? You look sick. We can discussion about it tomorrow, if you feel ok,” ucap salah satu karyawannya. Tiffany memang sangat bersahabat dengan karyawan LA Entertainment. Tak jarang ia menghabiskan makan siang bersama karyawannya.

“I’m fine. Just tell me about this,” ucap Tiffany seraya memegang map ditangannya.

“This agency come from South Korean. The name is SM Entertainment. They booked LA Entertainment Venue Square to held their world tour concert in Los Angeles last month.”

Tiffany tersentak mendengar nama agency yang akan menyewa venue mereka. SMEnt. Itu artinya ia akan bertemu dengan orang-orang yang sudah ia tinggalkan tanpa ada ucapan perpisahan. Dan ia akan bertemu dengan Siwon? Apakah ia sanggup bertemu dengan pria itu lagi? Apakah ia akan sanggup bertemu dengan member SNSD? Ia harus siap. Walau luka lama akan terbuka kembali.

“With whom they booking our venue?” tanya Tiffany. Jika ada yang menyewa venue, ia harus menemui Tiffany langsung untuk meminta persetujuan. Tapi Tiffany tidak merasa kalau ia pernah menerima SMEnt sebagai client-nya.

“Mrs. Michele Hwang. They had booked last month with Michele when she came to Korean. Michele accepted it,” jelas salah satu karyawannya.

Tiffany yakin pasti kakaknya itu sengaja menerima pesanan itu agar ia bisa bertemu teman-teman lamanya. Sejak setahun terakhir, Michele selalu merecoki Tiffany untuk mempertemukan Andrew dengan Siwon. Tentu saja wanita pemilik eye smile itu menolaknya. Ia belum siap Siwon mengetahui kejadian yang sebenarnya. Biarlah rahasia ini ia simpan sendiri. Sampai kapanpun.

“When they will held their concert?”

“The end of this month. February 27th. They had discuss about it with Michele.” Akhir bulan ini? Dua minggu lagi. Tiffany akan menghujani kakaknya itu dengan beberapa kata serapan karena sudah menjebak dirinya. “Tomorrow one of their staff will come here to meet you, discuss about their stage concept.”

“Oke. We’ll held meeting tomorrow with them,” ucap Tiffany pasrah. Ia tidak bisa membatalkan pesanan mereka hanya karena keegoisannya yang belum siap bertemu dengan Siwon dan yang lain. Bisa-bisa ia dinilai sebagai seorang direktur yang buruk oleh karyawannya. “I must go now. See ya.” Tiffany melangkahkan kakinya menuju ruangannya di lantai 5.

Ia mengeluarkan dua bingkai foto dari lacinya dan menatapnya. Yang satu foto dirinya bersama Siwon dan satu lagi fotonya bersama member SNSD lainnya.

“Aku harus siap bertemu mereka. Hmm Fighting Tiffany Hwang,” ucapnya menyemangati dirinya sendiri. Ia meletakkan foto itu kembali dilacinya dan mengerjakan beberapa laporan yang harus ia serahkan pada kakaknya awal bulan depan.

Sudah menjadi tugasnya untuk menyerahkan laporan setiap dua bulan sekali. Walau hanya venue, namun ia harus tetap memberikan laporan tentang semua venue yang dipegangnya, seperti pengeluaran, kebersihan, dan perbaikan. Ia yang harus mengontrol langsung keadaan venue mereka. Tak jarang ia meninggalkan Andrew karena posisinya.

Drrtt drrtt drrtt

Tiffany segera mengangkat ponselnya yang bergetar. “Hallo,” ucapnya seraya mengetik beberapa laporan.

“Mommy, kapan Mommy akan pulang?” Tiffany menghentikan pekerjaannya saat tahu ternyata putranya yang menelpon.

Wanita berambut brunette tersebut melihat jam di tangannya. Pukul 4 sore. “Satu jam lagi. Waeyo?” tanya Tiffany heran. Tak biasanya putranya itu menanyakan jam pulang kerjanya.

“Aku akan menonton drama musical bersama Michele imo dan Alexa noona malam ini di LA Theatre. Apa Mommy akan ikut? Kalau ikut, Michele imo akan memesankan tiketnya sekalian.”

Tiffany sangat beruntung mempunyai Andrew. Mengandung selama 9 bulan lebih bukanlah hal mudah bagi Tiffany. Ia harus bisa semuanya sendiri. Ia tak mungkin merepotkan kakaknya yang sudah punya keluarga dan Daddy-nya yang sudah menua. Senyum dan pelukan Andrew yang menyambutnya saat pulang bekerja adalah moment paling indah untuk Tiffany.

“Hello Mom. Can you hear me?” tanya Andrew memastikan saat Tiffany tidak juga menjawab pertanyannya.

“Hmm. Mommy will join with you all. I’ll wait you in LA Theatre Park.”

“I got it, Mom,” ujar Andrew yang mengerti dengan ucapan sang Mommy.

“Jangan lupa pakai baju hangat sayang. Cuaca sangat dingin diluar. Minta Nanny Grace mencarinya di lemari,” perintah Tiffany. Jika Tiffany sedang bekerja, Andrew akan dirumah bersama Tuan Hwang dan baby sitter-nya, Nanny Grace.

“I know Mom. See ya.”

Sambungan telepon sudah terputus, namun tidak dengan senyum Tiffany. Tidak sekalipun ia menyesal membuang impiannya demi mempertahankan Andrew. Benar kata pepatah. Jika kau mengalami hal buruk yang membuat hatimu sakit, kau harus percaya kalau ada sesuatu yang jauh lebih indah yang akan membuatmu tersenyum dan bersyukur dengan hidup yang diberikan Tuhan untukmu. Awalnya Tiffany tidak percaya dengan kata-kata itu. Tapi ia mengalaminya sendiri.

@ LA Theatre Park

Dua wanita pemilik eye smile itu mengamati putra dan putri mereka yang sedang asyik bermain bersama anak-anak yang lain di taman tepat di depan LA Theatre. Mereka hanya duduk di bangku panjang yang terdapat di taman itu. Sesekali mereka tersenyum karena tingkah laku mereka yang sangat lucu. Alexa adalah putri dari Michele dan Daniel yang berusia 8 tahun.

“Eonni, kenapa kau melakukan ini padaku? Ingin menjebakku karena tidak ingin menikah dengan pria lain?” tanya Tiffany. Sepertinya Michele mengerti kemana arah pembicaraan ini.

Michele sudah berulang kali menyuruh Tiffany untuk menikah dengan pria lain. Michele tidak ingin Tiffany selalu terjebak dengan masa lalunya. Ia ingin melihat Tiffany bahagia. Hidup bersama seorang pendamping hidup yang akan menemani hari-harinya dan juga agar Andrew tidak kesepian karena tidak memiliki seorang ayah. Tapi setiap Michele membahas hal ini, Tiffany selalu menjawab dengan kalimat yang sama. Ingin fokus pada tumbuh kembang Andrew dan LA Entertainment. Wanita ini sangat pandai berbohong. Tentu saja itu bukan alasan utama. Alasan utamanya karena ia tidak bisa menikah pria lain selain Choi Siwon. Semoga saja harapan wanita berusia 29 tahun itu terkabul, batin Michele.

“Mereka datang menemuiku sendiri di hotel tempatku menginap. Katanya mereka sudah mencari venue lain. Namun beberapa venue terlalu kecil untuk konser mereka dan yang lain sudah habis di bulan Februari dan Maret. Hanya venue LA Entertainment yang bisa. Lagipula mereka membayar mahal untuk konser kali ini. Kesempatan emas tidak baik di tolak. Tenang saja, hanya satu hari konsernya.”

Tiffany menatap putranya yang sedang bermain kejar-kejaran bersama teman-teman seusianya. Ia harus professional. Ia sudah menyiapkan hatinya untuk bertemu pria yang sudah lima tahun ini ia tinggalin.

“Kau harus melawan takutmu. Hanya kau yang akan bertemu mereka. Andrew akan dirumah. Mereka tidak akan bertemu dengan Andrew jika itu yang kau takutkan. Mungkin mereka akan membencimu karena perkataan sinismu sewaktu meninggalkan mereka dulu.”

Michele benar. Ketakutan yang paling mendominasi pikirannya adalah takut mereka akan mengetahui tentang Andrew. Ia harus melawan itu. Andrew tidak akan bertemu dengan Siwon. Siwon tidak akan tahu tentang Andrew.

“Mom, lets go home. I’m sleepy and its cold.” Andrew berlari kecil menghampiri Tiffany dan Michele.

“Okay, lets go. Here. Mommy will hug you and you feel warm.” Tiffany menggendong Andrew dan berjalan menuju parkiran mobil.

1 Day Before Concert

“Hmm sweetheart, Mommy-mu tidak curiga dengan rencana kita kan?” tanya Michele pada Andrew.

“Aku pikir ia baik-baik saja. Tidak menunjukkan kalau ia mengetahui rencana kita. Tapi imo harus janji untuk mempertemukanku dengan Daddy ya.” Andrew sudah tidak sabar menanti hari esok. Hari dimana ia akan bertemeu dengan seseorang yang sangat ia impikan. Michele hanya mengangguk. Andrew melompat kegirangan. “Imo, tapi bagaimana aku bisa bertemu dengan Daddy jika aku tidak mengetahui wajahnya seperti apa?”

Walaupun Siwon seorang artis, tapi Michele dan Tiffany tidak pernah memperlihatkan seperti apa wajah Siwon pada Andrew. Tiffany tidak pernah menceritakan tentang Siwon pada Andrew walau putranya itu setiap hari merecoki Tiffany. Michele juga tidak pernah menceritakan Siwon. Bukan karena ia tidak mau, tapi ia tidak bisa.

“Sorry sweetheart. I can’t tell you everything about Daddy. Hanya Mommy yang bisa menceritakannya. Bukan imo juga bukan granpa. Jika kau sabar menunggu, kau pasti akan bertemu Daddy suatu saat nanti. Believe me, Choi Jae Won. Keep praying untill the day comes.”

Andrew teringat kata-kata imo-nya itu. Hari itu datang. Ia akan bertemu dengan Daddy-nya besok. Doanya dikabulkan Tuhan.

“Bukankah imo sudah sering bilang kalau Daddy yang akan mengenalmu karena kau putranya, bukan kau yang mengenal Daddy. Seorang Daddy punya perasaan yang kuat kepada anaknya. Ia akan mengetahui apakah orang itu anaknya atau bukan. Daddy pasti mengenalmu, sweetheart. Ia yang akan datang padamu. Apalagi wajahmu sangat mirip dengan Daddy-mu. Semakin mudah untuk mengenalmu.” Andrew tersenyum dengan kata-kata Michele.

Tomorrow

@ LA Entertainment Venue Square

Hari itu tiba. Hari dimana ia akan bertemu dengan Siwon, SNSD dan yang lainnya. Ia sudah mempersiapkan mental jauh-jauh hari. Tapi satu yang tidak dipersiapkannya. Melihat Yoona dan Siwon bersama. Tentu konser seperti ini akan membuat mereka bersama seakan dunia milik berdua. Keromantisan akan terjadi, pastinya. Pasangan ini dinobatkan pasangan paling romantis tahun ini versi beberapa media online.

“Tiffany, you must go now. They will arrive about a few minutes again.”

Tiffany melirik jam di tangannya. 08.00. Pagi ini SMEnt akan datang untuk melakukan rehearsal sebelum melakukan press conference di sore hari dan mengadakan konser jam 7 malam nanti. Sedangkan ia sudah dari jam setengah enam pagi tadi disini dan pulang setelah konser selesai. Ia juga sudah membawa baju ganti.

Wanita itu merapikan rambut panjang brunette-nya yang dengan sedikit sentuhan wave di ujung rambutnya. Setelah merapikan make-up nya sedikit, Tiffany keluar dari salah satu ruangan setelah instruksi dari panitia. Salah satu kebiasaan yang ia terapkan adalah menyambut tamu yang memesan venue-nya saat datang melakukan rehearsal dan mengantarnya sampai bus ketika konser selesai.

Tiffany dan beberapa karyawan sudah menunggu kedatangan SMEnt di depan pintu masuk venue khusus para artis. Tiffany menghela nafas beberapa kali menghilangkan kegugupannya. Tak lama kemudian, sebuah bus besar sampai. Pintu bus terbuka dan keluar beberapa orang.

Mereka semua sedikit kaget dengan kehadiran Tiffany, terutama Siwon dan member SNSD. Mereka tidak menyangka akan bertemu Tiffany lagi. Begitu juga dengan Tiffany. Tak sengaja matanya menatap Siwon yang sedang dirangkul Yoona. Sudah banyak perubahan yang dialami artis SM, termasuk beberapa wajah baru yang baru debut dengan SMEnt. Mereka semua semakin cantik.

“Welcome to our venue, Sir,” ucap Panitia acara, Parker. Melihat Tiffany yang masih diam, Parker menyikut lengannya. Tiffany segera tersadar dari lamunannya. “She is our directure, Tiffany Hwang. She speaks Korean well. So, it’s not difficult to us, right?”

“Ye. Annyeonghaseyo Kim Young Min-ssi. Saya sudah menyiapkan segala kebutuhan yang anda butuhkan untuk konser kali ini. Kajja, saya akan tunjukkan tempatnya.”

Mereka semua melangkah masuk ke dalam gedung. Tiffany berjalan bersama Kim Young Min dan Parker. Sementara yang lain mengikuti mereka di belakang.

“Apakah ingin melakukan rehearsal sekarang atau bagaimana?”

“Melakukan sekarang saja. Lebih cepat lebih baik. Mereka juga akan mempunyai waktu istirahat lebih lama,” ucap Young Min. Tiffany mengangguk mengerti.

“Ye. Saya akan mengantar kalian ke ruangan untuk bersiap-siap sebelum melakukan rehearsal.” Mereka semua berjalan di sebuah lorong yang lumayan besar. “Semua ruangan sudah terdapat nama artisnya. Semua artis akan mendapat ruangannya masing-masing. Semua ruangan sama besarnya. Di setiap ruangan terdapat 4 sofa besar dan 6 sofa kecil. Di setiap ruangan terdapat 1 kamar mandi dan 3 kamar ganti.” Tiffany membuka salah satu pintu ruangan yang bertuliskan Super Junior’s Room dipintunya.

Mereka terus berjalan sampai semua artis memasuki ruangannya masing-masing. Setelah semua memasuki ruangan masing-masing, Tiffany menuju panggung untuk memastikan semuanya sudah lengkap. Karena konsep kali ini mengambil tema drama musikal, maka ia harus bekerja lebih dari biasanya.

Entah sudah keberapa kalinya ia memijat kepalanya yang sedikit pusing. Kondisi fisiknya yang sedang kurang fit ditambah cuaca yang dingin dan pekerjaannya yang banyak. Ia mendudukkan dirinya di salah satu sofa belakang panggung karena ia sangat lelah. Setelah pusingnya mereda ia melanjutkan pekerjaannya.

“Kau apa kabar, Tiffany-ssi?” tanya seseorang. Suara ini. Sudah lama sekali ia tidak mendengarnya langsung. Menanyakan keadaan dan menyebut namanya. Ingin sekali Tiffany memeluk pria ini. Namun itu hanya harapannya saja. Ia tidak bisa. Pria ini sudah menjadi milik oranglain.

“Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” Tidak sopan rasanya jika ia menghiraukan pria ini. Pria ini adalah tamu di venue-nya.

“Kalau aku tidak baik, aku tidak akan bertemu dan berbicara denganmu saat ini.” Selalu jawaban yang sama. Jawaban ini akan terucap dari mulut Siwon jika Tiffany bertanya bagaimana keadaannya. Jawaban dari Siwon khusus untuk Tiffany.

Merasa sudah lebih jauh berbicara dengan Siwon, Tiffany mengakhiri pembicaraannya. “Mianhe. Aku harus bekerja kembali,” ucap Tiffany lalu pergi meninggalkan Siwon sendirian.

Sekarang gantian Siwon yang duduk di sofa yang di duduki Tiffany tadi. Ia menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya. Siwon membuka matanya saat seseorang duduk disampingnya.

“Ia semakin cantik, hyung. Aku semakin tidak bisa melupakannya. Jujur saja, aku masih tidak percaya dengan kalimat-kalimat yang ia ucapkan beberapa tahun lalu. Tiffany bukanlah orang yang mudah menyerah akan impiannya seperti yang dibilang Seohyun. Ia bahkan berani meninggalkan Amerika sendiri saat usianya 15 tahun demi impiannya menjadi penyanyi. Aku yakin ada suatu hal yang membuatnya seperti ini hyung,” ucap Siwon yang masih belum mempercayai tentang Tiffany.

“Aku juga berpikir begitu Siwon-a. Sebenarnya bagaimana hubungan kalian sebelum ia melakukan press conference itu?” tanya Leeteuk.

Siwon memutar pikirannya ke beberapa tahun yang lalu. Tidak ada satupun kenangannya bersama Tiffany yang tidak diingatnya. Mulai dari pertemuannya dengan Tiffany di atap gedung SM hingga semua kencan-kencan mereka. Ia bahkan sudah membeli apartment yang akan ia tinggali bersama Tiffany suatu hari nanti. Di apartment itulah mereka menghabiskan waktu berdua. Mereka tahu, mereka tidak bisa kencan ketempat yang ramai karena mereka seorang public figure. Namun Tiffany memaklumi itu karena ia tidak ingin impian yang sudah ia bangun hancur dan begitu juga impian Siwon. Siwon sangat beruntung bisa memiliki Tiffany sepenuhnya. Namun hatinya hancur seketika saat Tiffany memutuskan hubungan mereka dengan cara Tiffany tidak mengakui hubungan mereka selama dua tahun.

“Kami baik-baik saja, hyung. Bahkan dua bulan sebelumnya kami merayakan anniversary kami yang kedua di apartment yang kami beli. Kami menginap disana. Dan seterusnya kami baik-baik saja. Masih berhubungan seperti biasa. Sampai dua hari sebelum press conference itu, ia tidak mengangkat teleponku atau membalas pesanku. Aku memakluminya karena kupikir ia sibuk. Setelah itu peristiwa itu terjadi.” Leeteuk mengelus punggung Siwon lembut.

Walaupun Siwon selalu menampilkan senyum di depan semua orang, kamera dan fans, tapi saat bersama member Super Junior ia menangis. Ia sudah tidak malu menangis di depan member. Semua member Super Junior mencari cara agar Siwon kembali seperti dulu sebelum ditinggal Tiffany. Hingga member SJ menyuruhnya untuk menjalin hubungan dengan Yoona, wanita kedua yang dekat dengannya setelah Tiffany. Awalnya Siwon menolak karena ia tidak ingin menyakiti Yoona, tapi semua member memaksanya. Sampai akhirnya Siwon menjalin hubungan dengan Yoona setahun yang lalu. Siwon sudah mau tertawa saat bersama Super Junior, walau bisa dihitung dengan jari berapa kali ia tertawa. Walaupun member SuJu tahu kalau Siwon belum membuka hati untuk Yoona.

“Sudahlah. Mungkin ia sudah milik orang lain. Tidak mungkin wanita seperti Tiffany belum mempunyai kekasih atau suami saat ini. Lihat Yoona. Ia sudah sangat baik padamu. Buka hatimu untuknya. Tiffany sudah bahagia sekarang. Sekarang giliranmu yang bahagia,” ucap Leeteuk bijak.

Tanpa mereka sadari, dua wanita sedang mendengar pembicaraan mereka. Tiffany yang berada di balik tembok dapat mendengar dengan jelas percakapan Leeteuk dan Siwon. Sekarang ia tahu kalau Siwon masih mencintainya walau pria itu sedang menjalin hubungan dengan Yoona.

“Kau salah Leeteuk oppa. Aku tidak bahagia. Aku tidak akan menjalin hubungan dengan siapapun, kecuali Siwon oppa. Tidak seharipun aku lewati untuk memikirkannya. Mengetahui kabarnya via media masa saja aku sudah bahagia kalau ia baik-baik saja. Kalian semua benar. Alasan utamaku meninggalkan dunia hiburan bukan karena aku menyukai bisnis. Bukan itu. Aku tidak ingin menghancurkan mimpimu dan mimpi member SNSD. Aku sudah berjanji kalau aku akan menjaga mimpimu dan aku sudah melakukannya oppa. Walaupun mimpiku harus hancur karena sebuah janin dirahimku, anak kandungmu. Aku mencintaimu oppa. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu.” Tiffany berjalan menuju toilet untuk membersihkan wajahnya yang ia yakini sudah bengkak.

Sedangkan Yoona juga mendengar pembicaraan itu. Ia juga mendengar semua ucapan Tiffany dengan jelas. Jadi Tiffany meninggalkan dunia hiburan karena mengandung anak Siwon oppa? Siwon harus tahu. Ia tidak bisa terus bersama Siwon yang tidak juga membuka hatinya untuk Yoona. Gadis itu sudah lelah menunggu.

“Yoong, kita harus melakukan rehearsal kembali.” Ucapan Sunny membuyarkan lamunannya. Ia harus mengatakan yang sebenarnya pada Siwon selesai konser nanti.

Konser sudah hampir selesai. Lagu terakhir sudah selesai dinyanyikan. Mereka semua membungkukkan badan sebagai tanda terima kasih sebelum kembali ke belakang panggung. Michele dan Andrew sudah berjalan menuju backstage. Andrew sudah tidak sabar bertemu dengan Daddy-nya. Mereka sampai di backstage, bersamaan dengan turunnya artis dari panggung.

Siwon yang sedang menuruni tangga, terhenti karena seorang anak kecil lewat . Wajah anak tersebut yang tidak ditutupi apapun membuat siapa saja pasti mengenalnya. “Waeyo, Siwon-a?” tanya Yesung melihat sikap Siwon yang aneh.

“Ani. Aku baru saja melihat anak kecil mirip denganku. Kau tau anak kecil yang barusan lewat digandeng yang digandeng eomma-nya? Ia sangat mirip dengan denganku. Aku merasa seperti appa dari anak itu karena kemiripannya denganku,” ucap Siwon akhirnya tersadar dan menuruni tangga lagi.

“Jadi maksudmu, anak kecil yang lewat tadi adalah anakmu?” tanya Kyuhyun. Siwon hanya mengangguk. “Hahahaha. Kau sangat lucu Siwon-a. Mana mungkin kau sudah punya anak tanpa sepengetahuanmu dan kita. Apa semenjak ditinggal Tiffany, kau jadi gila sampai-sampai menganggap anak itu adalah anakmu?” ucap Kyuhyun yang tidak bisa menahan tawanya karena perkataan salah satu hyung-nya itu.

Mereka semua berjalan menuju ruangan masing-masing untuk bersiap-siap kembali ke hotel. Yoona yang mendengar percakapan Kyuhyun dan Siwon itu langsung kaget. “Anak? Siwon oppa?” gumamnya. “Siwon oppa benar. Anak itu anaknya,” ucap Yoona terpekik membuat beberapa member kaget. Ia berlari mencari anak itu.

“Ya! Yoona. Musun soriya? Siwon tidak akan melakukan hal sejahat itu. Kalaupun ia melakukannya, ia pasti akan bertanggung jawab,” ucap Heechul tidak terima seakan Yoona mengatakan kalau Siwon adalah pria yang tidak bertanggung jawab.

Siwon berlari mengikuti Yoona. Tidak tahu kenapa, Siwon seperti mempunyai perasaan yang kuat pada anak itu. Ia tahu ia bersikap aneh. Tapi ia tetap mengikuti Yoona mencari anak itu. Anak laki-laki itu berjalan digandeng seorang wanita yang mungkin eomma-nya. Dari belakang terlihat ia memakai celana denim panjang dipadu dengan jaket kulit hitam dan syal berwarna merah membalut lehernya dari cuaca dingin.

“Mommy,” teriaknya menghampiri wanita yang ia panggil Mommy.

Siwon dan Yoona sangat kaget kalau Mommy dari anak itu adalah wanita yang sangat mereka kenal. Wanita yang meninggalkan mereka tanpa ada alasan yang jelas. Wanita yang sangat mereka rindukan.

Sementara itu Tiffany yang sedang berbicara dengan salah satu crew sangat kaget dengan kehadiran putranya di tempat seperti ini. Ia menyuruh crew tersebut pergi. Ia yakin ini pasti ulah Michele. “Honey? You here?”

“Hmm. Michele imo mengajakku menonton konser.” Tiffany menatap Michele tajam setelah mendengar penjelasan Andrew. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum manis tanpa rasa bersalah.

“Tiffany-ssi,” panggil Siwon.

Tiffany semakin kaget dengan kehadiran Siwon dan beberapa orang dibelakang Siwon. Ia berniat menjauhi Siwon, menghindari Andrew  dari Siwon dan yang lain. Namun genggaman tangan Michele di lengannya menghalanginya untuk melangkah pergi.

“Ini saatnya Fany-a. Mereka sudah harus tahu dan kau juga berhak bahagia.” Tiffany menghela nafas. Percuma ia berdebat dengan Michele. Tak akan pernah menang melawan kakaknya itu.

Sementara itu, Andrew membalikkan badannya untuk menatap orang yang sudah memanggil Mommy-nya dengan panggilan Korea. Ia melepaskan genggaman Mommy-nya dan berjalan mendekati orang yang tidak ia kenal. Siwon dan yang lain kaget dengan wajah Andrew yang sangat mirip dengan Siwon.

“Excuse me. Are you Korean?” tanya Andrew. Bahkan suaranya mirip dengan suara Siwon.

Siwon tersadar dari lamunannya. Ia mensejajarkan tingginya dengan anak kecil yang sangat mirip dengannya itu.

“Right, I’m Korean,” jawab Siwon mengelus rambut anak di depannya ini lembut.

Andrew mengangguk. “Ahjussi mengenal Mommy-ku? Apakah ahjussi teman bisnis Mommy?”

Siwon menggeleng mantap. “Ahjussi bukan teman bisnis Mommy-mu. Tapi ahjussi adalah temannya saat Mommy-mu tinggal di Korea. Sayang, siapa namamu? Dan berapa usiamu?”

Tiffany dan Michele hanya memperhatikan kedekatan Siwon dan Andrew. Tiffany sudah waspada kalau Siwon akan merebut Andrew darinya. Dan kini Siwon menanyakan namanya, itu artinya sebentar lagi Siwon akan tahu tentang putranya.

“Namaku adalah Choi Jae Won. Tapi Mommy dan yang lain memanggilku Andrew Choi. Umurku 5 tahun. Kata Mommy, aku diberi nama Choi Jae Won karena Daddy-ku suka dengan nama itu. Dan Andrew Choi adalah nama lain Daddy-ku. Tapi Mommy sangat aneh.” Andrew mengerucutkan bibirnya yang membuatnya sangat lucu dan semakin mirip dengan Siwon.

Siwon sangat kaget dengan perkataan Andrew. Bukan karena suaranya atau yang lain tapi karena nama asli Andrew adalah Choi Jae Won. Saat itu, tepat seminggu sebelum Tiffany pergi, wanita itu pernah bercanda kepadanya tentang anak mereka dimasa depan. Nama yang diputuskan Siwon adalah Choi Jae Won untuk laki-laki dan Choi Yoomi untuk perempuan.

“Aneh kenapa sayang?” tanya Yoona saat Siwon masih terdiam.

“Pertama karena margaku. Aku memakai marga Choi karena kata Mommy, Daddy-ku bermarga Choi. Kedua, namaku adalah pemberian Daddy-ku, tapi aku tidak pernah bertemu dengannya. Dan yang terakhir, Mommy selalu menghindar ketika aku bertanya tentang Daddy. Setiap aku bertanya tentang Daddy, ia selalu menjawab ‘Daddy-mu adalah pria tampan bermarga Choi yang sangat Mommy cintai sampai kapanpun.’ Ia selalu menjawab seperti itu,” adu Andrew pada Yoona dan Siwon. Yoona tersenyum manis.

Siwon berdiri dan berjalan menghampiri Tiffany, meninggalkan Andrew yang masih asyik bercerita dengan Yoona dan yang lain. “Benarkah itu Tiffany? Apakah ia putraku?” tanya Siwon memastikan. “Michele noona,” panggil Siwon saat Tiffany tidak juga menjawab pertanyaannya.

“Apa yang membuatmu begitu yakin kalau ia adalah putramu, Siwon-a?” tanya Michele.

“Pertama adalah wajahnya yang sangat mirip denganku. Kedua, ia berusia lima tahun. Tiffany meninggalkanku lima tahun yang lalu dan ia mengaku kalau ia tidak punya Daddy karena kau tidak pernah bercerita padanya. Ketiga, ia memakai margaku dan namanya adalah nama untuk anakku dan Tiffany dimasa depan. Dan yang terakhir, aku tahu ini aneh tapi hatiku mengatakan kalau ia adalah putraku. Aku mencoba menepisnya tapi aku tidak bisa. Hati dan pikiranku terus menyebutkan kalau Andrew adalah putraku. Jantungku juga berdetak sangat cepat saat ia berbicara,” jelas Siwon panjang lebar.

Air mata Tiffany jatuh seketika setelah Siwon menjelaskan spekulasinya. Michele tersenyum kecil. Ia tidak menjawab pertanyaan Siwon dan berjalan mendekati Andrew yang sedang dikerumunin oleh member SNSD dan yang lainnya.

“Sweetheart,” panggilnya. Andrew berjalan mendekati Michele dan wanita itu berjongkok, mensejajarkan dirinya dengan Andrew. “Kau selalu bertanya pada imo bagaimana kau akan mengenal Daddy-mu dan apa yang imo katakan?”

Andrew tampak berpikir dan mulai menjawab pertanyaan Michele. “Aku tidak perlu tau bagaimana cara mengenal Daddy, karena Daddy sendiri yang akan mengenalku karena aku adalah anaknya dan perasaan seorang Daddy kepada anaknya sangat kuat. Wajahku yang sangat mirip dengannya akan memudahkan Daddy untuk mengenalku.” Siwon tersenyum mendengar perkataan Andrew.

“Sekarang impianmu untuk bertemu Daddy terwujud sweetheart. Daddy mengenalmu.Kau tau kenapa selama ini Mommy dan Imo tidak pernah bercerita tentang Daddy?” Andrew menggeleng pelan. “Karena Daddy-mu bukan orang biasa. Ia adalah seorang bintang dunia. Ia masih mempunyai impian dan Mommy-mu tidak ingin menghancurkan impian Daddy-mu. Kalau kami bercerita padamu tentang Daddy, kau pasti akan bercerita pada teman-temanmu dan itu sangat beresiko untuk kehidupan Daddy-mu. Impian Daddy-mu akan hancur dan Mommy-mu sangat membenci hal itu, sweetheart. Apa kau mengerti ucapan imo?”

Andrew mengangguk mengerti. Sedetik kemudian, ia teringat sesuatu. “Geundae imo. Dimana Daddy-ku? Imo bilang kalau kita menonton konser ini, kita akan bertemu dengan Daddy. Kata imo, Daddy akan mengenalku. Tapi kalau ia mengenalku, kenapa ia tidak menghampiriku? Apa jangan-jangan ia tidak mengenalku?” tanya Andrew yang membuat senyum Siwon pudar.

Siwon bukannya tidak ingin menghampiri Andrew, ia bahkan sangat ingin memeluk erat putra kandungnya yang tidak ia ketahui. Tapi ia masih kaget dengan berita yang baru ia ketahui. Juga, ia takut Tiffany akan melarangnya.

“Daddy mengenalmu..” Ucapan Michele terhenti saat seorang wanita berteriak.

“Andwe,” teriak Tiffany. Ia menghampiri Andrew yang sedang bersama Michele dan member SNSD. “Honey, Michele imo berbohong padamu. Semua yang dikatakan Imo-mu bohong. Ia berkata seperti itu agar kau tidak iri pada teman-temanmu yang mempunyai Daddy. Ia hanya menaruh harapan padamu,” ucap Tiffany membalikkan fakta yang ada. Michele sangat kaget dengan perkataan Tiffany. Bukan karena Tiffany seolah memfitnah dirinya, tapi karena Tiffany tidak ingin Andrew mengenal Siwon.

“Tapi Mom..”

“Believe me. Mommy sudah sering bilang padamu kalau Daddy sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Kita tidak bisa mengganggu kehidupannya lagi. Imo mengajakmu menonton konser ini bukan karena kau akan bertemu dengan Daddy, tapi agar kau tidak merasa bosan sendiri dirumah. Bertemu Daddy-mu hanyalah akalnya saja. Kau tahu kan kalau Michele imo itu jahil dan suka berbohong? Jadi jangan percaya apa yang dikatakan Michele imo, arasseo?” Andrew mengangguk. “Great. Lets go home now. It’s too late for you.” Tiffany menggendong Andrew dan melangkah pergi.

Michele mengejar Tiffany yang meninggalka dirinya. Tiffany tidak bisa menghindar lagi. Andrew berhak tahu mengenai Siwon. Dan Tiffany tidak bisa menyangkal itu walau sekeras apapun Tiffany mencegahnya. Ia menahan lengan Tiffany dan mengambil alih Andrew dari gendongan Tiffany dan menurunkannya.

“Sweetheart, kau tunggu sebentar ya. Imo need something with Mommy. You have wait here with them. Don’t leave them. Just a minute, sweetheart,” ucap Michele. Tiffany hanya mencibir dengan sikap Michele.

Setelah Andrew mengerti dengan perkataannya, ia menarik Tiffany menjauh dari kerumunan. Mereka memasuki salah satu ruangan yang bertuliskan Mic’s Room. Tiffany menepis tangan Michele keras. Ia menatap Michele dengan tatapan kebencian. Kakaknya ini sudah bertindak terlalu banyak yang dapat membuatnya kehilangan Andrew.

“Apa maksudmu berkata seperti itu, heh? Kau tidak ingin Andrew mengenal Daddy-nya? Mommy macam apa kau bisa berbuat setega itu pada anaknya sendiri? Apa kau tega membuat Andrew tidak mengenal Daddy-nya seumur hidup? Apa kau tega melihat Andrew diejek teman-temannya karena tidak punya Daddy? Jawab aku. Jawab semua pertanyaanku Tiffany Hwang,” bentak Michele. Ia sudah muak dengan sikap Tiffany selama ini.

Tiffany menghela nafas sejenak sebelum menjawab semua pertanyaan Michele. “Apa maksudmu dengan semua ini, Michele Hwang? Ingin memisahkanku dengan Andrew? Atau kau lelah mengurusnya? Sudah berapa kali ku bilang padamu, jangan ikut campur masalahku atau semuanya akan hancur. Aku tidak ingin dia mengambil Andrew dariku. Dia putraku, bukan putranya. Aku yang mengandungnya dan merawatnya. Dan dia akan mengambil putraku begitu saja? Tidak akan kubiarkan. Kalau perlu akan mengambil jalur hukum agar Andrew tetap berada dalam pelukanku,” bentak Tiffany lalu menatap ke arah lain.

Sementara itu, Siwon berlari meninggalkan semuanya untuk mencari Kim Youngmin, seseorang yang akan membuktikan semuanya. “Sajangnim,” panggil Siwon ketika mendapati bos mereka sedang berbicara dengan Parker di ruangannya. Parker keluar dari ruangan itu ketika Siwon memintanya untuk berbicara berdua dengan CEO agensy-nya.

“Wae geuraesseo? Kenapa kau belum mengganti bajumu? Ini sudah larut. Kita akan terbang kembali ke Korea besok pagi. Aku tidak kau telat,” tanya Youngmin heran melihat Siwon yang masih memakai stage dress-nya.

“Ada yang ingin kutanyakan satu hal penting padamu?” Youngmin mengerutkan dahinya seolah bertanya ada apa. “Alasan sebenarnya Tiffany meninggalkan dunia hiburan. Aku tahu sajangnim mengetahui yang sebenarnya. Malhaebwa, jebal,” pinta Siwon.

Kim Youngmin kaget dengan perkataan Siwon. Kenapa Siwon tiba-tiba menanyakan kepergian Tiffany? Apa pria ini mengetahui sesuatu? “Musun soriya?”

“Apa aku perlu mengancam sajangnim untuk bercerita?” Siwon sudah lelah dengan semuanya. Ia tidak bisa berpikir jernih apapun yang menyangkut tentang Tiffany.

“Bukankah kau sudah tahu kalau Tiffany meninggalkan dunia hiburan karena perintah ayahnya untuk belajar bisnis? Dan ia membuktikan itu sekarang,” jawab Kim Youngmin bohong.

“Apa perlu aku menyuruh ayahku untuk mencabut sahamnya dari SMEnt agar kau berbicara yang sebenarnya? Atau aku perlu mengumumkan ke media dan Sooman sonsaengnim tentang perlakuanmu selama ini kepada kami semua? Dan apa perlu aku meminta Sooman sonsaengnim memecatmu sebagai CEO?”

Youngmin semakin kaget dengan ancaman Siwon. Jika ia berbohong lagi, mungkinkah Siwon melakukan rencananya? Bagaimana jika ayah Siwon yang mempunyai saham sebanyak 10% menjualnya? Bagaimana kalau Siwon mengumumkan ke media dan sonsaengnim tentang perlakuannya? Dan bagaimana kalau Sooman sonsaengnim memecatnya? Ia akan hancur. Benar-benar hancur.

“Aku memegang kendali Kim Youngmin-ssi. Aku bisa melaksanakan perkataanku sekarang juga jika kau tidak memberitahuku tentang Tiffany.”

Youngmin menghela nafas sejenak. Selain karena tidak ingin ia hancur, sudah saatnya juga bagi Siwon mengetahui hal yang sebenarnya. Ia menjelaskan semuanya tanpa ada yang disembunyikan lagi. Mulai dari Tuan Hwang yang datang ke kantornya hingga rencana mereka menutupi kehamilan Tiffany dari media.

“Gomapseumnida.” Siwon membungkukkan badannya, pamit sebelum keluar dari ruangan khusus Staff SMEnt itu. Tiba-tiba ia berhenti sejenak untuk mengucapkan, “Aku memegang kartu As-mu. Jadi jangan macam-macam denganku atau kau akan kubuat hancur.” Dan berjalan meninggalkan Youngmin yang masih shock dengan perkataan Siwon.

Siwon melangkahkan kakinya menuju ruang ganti SuJu. Beberapa member SuJu sudah berganti pakaian. Hanya dirinya dan leader SuJu, Leeteuk. Pria itu langsung bangkit dari sofa ketika Siwon masuk ke ruangan.

“Ikut denganku sebentar. Aku perlu berbicara denganmu,” perintah Leeteuk yang tak ingin dibantah. Leeteuk dan Siwon keluar dari ruangan dan berjalan menuju sebuah ruangan bertuliskan ‘Staf Only’. Siwon tentu sudah tahu apa yang ingin dibicarakan orang yang sudah ia anggap sebagai hyung kandungnya.

“Apa kau pernah melakukannya dengan Tiffany?” tanya Leeteuk penuh tanda tanya. Ia sangat yakin dengan penglihatannya. Andrew sangat mirip dengan Siwon dan semua tentang Andrew sudah sangat jelas menunjukkan kalau Andrew adalah putra kandung Siwon.

“Apa aku perlu menjelaskan semuanya saat hyung sudah melihat Andrew?” tanya Siwon balik yang dianggapnya sebagai jawaban dari pertanyaan Leeteuk. Pria yang lahir pada bulan Juli itu menghela nafas dan menatap Siwon. Baru saja ia menegur Siwon, Siwon sudah memotongnya dulu. “Aku tidak menyesalkan apa yang kulakukan pada Tiffany. Yang aku sesalkan adalah aku tidak mengetahui kalau Tiffany hamil. Aku tidak ada disampingnya saat ia mengandung, saat ia melahirkan. Aku sangat jahat hyung.” Siwon mengusap airmata yang keluar dari matanya.

“Jadi apa yang kau lakukan sekarang? Mengundurkan diri seperti yang dilakukan Tiffany? Atau tetap di dunia hiburan?”

“Aku akan menikahi Tiffany setelah kontrakku berakhir. Aku tidak ingin memperpanjang kontrak lagi. Sudah cukup aku didunia hiburan. Ini saatnya aku bahagia, menjalin rumah tangga seperti yang aku inginkan selama ini,” jawab Siwon terdengar sedikit putus asa karena masalahnya.

“Bagaimana dengan Super Junior?” tanya Leeteuk. Sebagai leader, ia juga harus mempertahankan nama Super Junior di kancah dunia.

“Kontrak hyung akan berakhir empat bulan lagi, setelah itu hyung akan melamar Taeyeon yang kontraknya habis lima bulan lagi. Heechul hyung akan menikah akhir tahun ini bersama Jessica. Yesung hyung juga berencana menikah akhir tahun depan. Lalu apa yang harus dipermasalahkan? Jika hanya aku yang harus mempertahankan Super Junior karena posisiku sebagai visual dan tidak boleh menikah, lalu hyung semua bukan member SJ? Kalian boleh menikah sementara aku tidak? Itu tidak adil bagiku.”

Leeteuk membenarkan perkataan Siwon. Beberapa dari artis SM akan menikah dan itu artinya mereka tidak akan memperpanjang kontrak karena peraturan dalam kontrak adalah sang artis boleh menikah jika kontrak mereka berakhir dan mereka tidak boleh memperpanjang kontrak sebagai idol group.

“Lalu bagaimana hubunganmu dengan Yoona? Dan sepertinya kau yakin sekali kalau Tiffany akan menerimamu kembali,” tanya Leeteuk tentang masalah Siwon yang satu lagi.

Siwon terdiam mendengar perkataan Leeteuk kali ini. Masih ada Yoona yang harus ia pertanggung jawabkan. Ia tidak ingin menyakiti Yoona, tapi ia juga tidak bahagia bersama Yoona. Ia masih belum bisa dan tidak akan pernah bisa memberikan hatinya pada siapapun kecuali Tiffany. Ia sangat mencintai Tiffany walau sebesar apapun kesalahan Tiffany padanya. Ditambah lagi kehadiran Andrew di tengah mereka yang membuat Siwon semakin mencintai wanita pemilik eye smile itu.

“Aku tidak tahu. Yoona sangat baik padaku dan aku ingin membalasnya. Namun sekeras apapun aku mencoba memfokuskan pikiranku hanya untuk Yoona, tetap saja, kenanganku bersama Tiffany selalu menghantuiku. Aku sudah mencoba melupakannya. Tapi semakin aku melupakannya, kenangan itu semakin kuat. Aku tidak ingin menyakiti Yoona, tapi aku juga tidak bisa bersamanya. Walaupun aku sudah menyakiti Yoona.” Siwon berkali-kali menghela nafas panjang. “Mianhe hyung. Aku harus berbicara pada Tiffany,” ucap Siwon sebelum keluar dari ruangan dan meninggalkan Leeteuk sendirian.

Sementara itu Tiffany dan Michele masih terus berdebat tentang Andrew. Tiffany tetap bersikeras tidak ingin Siwon dekat dengan Andrew dan Michele tetap dengan keputusannya untuk mendekatkan Siwon dengan Andrew.

Tiba-tiba Michele tersenyum. Ia mendapatkan ide yang sangat menarik yang menurutnya bisa mendekatkan Siwon dengan Andrew. Wanita berusia 37 tahun itu mengambil ponsel ditasnya dan menghubungi seseorang. “Yeobsaeyo, Leo-ya,” ucapnya setelah telepon tersambung ke Leo, adik laki-laki satu-satunya yang menjabat sebagai CEO LA Empire Group. Walaupun Michele putri pertama, tapi yang berhak memegang kendali perusahaan adalah Leo. Michele sendiri hanya membantu Leo mengurus LA Fashion, bagian LA Empire Group yang bergerak dibidang fashion seperti sepatu dan tas.

“Maaf mengganggumu malam-malam begini. Aku hanya memberitahukan kepadamu kalau Tiffany sudah menyetujui pembangunan LA Venue cabang Seoul. Aku pikir mulai minggu depan ia sudah bisa mengontrol perkembangan disana….. Untuk sementara venue yang lain akan ditangani oleh James Park. Mungkin untuk setahun atau dua tahun kedepan, ia akan tinggal disana agar lebih mudah memantau perkembangan disana….. Kita tidak tahu pasti bagaimana pembangunan disana, jadi Tiffany akan pindah ke Seoul mulai minggu depan….. Aku sudah berbicara pada Daddy tentang ini. Kata Daddy kalau Tiffany setuju, kita bisa mulai pembangunannya….. Hmmm gomawo my lovely dongsaeng.” Michele menutup sambungan teleponnya dan tersenyum kearah Tiffany.

Tiffany masih tidak percaya dengan yang dikatakan kakaknya. Ia juga tidak bisa menolak karena ini menyangkut profesionalisme dalam bekerja dan Daddy-nya pasti akan menuruti perkataan Michele. Jadi percuma saja dia menolak, toh dia akan tetap tinggal di Seoul dan bertemu pria itu. Masalah satu sudah terselesaikan. Sekarang tugas Tiffany adalah kebahagiaan Andrew sendiri. Michele tahu kalau Tiffany sudah menerima Siwon kembali, hanya saja adiknya ini masih malu untuk bertemu dengan Siwon setelah lima tahun lost contact. Belum lagi, Siwon yang sedang menjalin hubungan dengan Yoona.

“Pikirkan kebahagiaan Andrew. Ia tidak mungkin menghindar dari Siwon lagi. Dan pikirkan kebahagiaanmu juga. Kau berhak bahagia, uri dongsaeng. Setiap wanita harus punya pasangan untuk melengkapi kehidupannya. Ini saatnya. Bicara baik-baik pada Siwon, Andrew dan yang lain. Mereka pasti akan memaafkanmu,” ucap Michele lalu keluar dari ruangan dan menghampiri Andrew yang sedang bersama Yoona. Member SNSD lainnya sedang mengganti baju.

Tiffany masih diam. Apa yang dikatakan kakaknya benar. Kebahagiaan Andrew adalah kebahagiaannya juga. Jika Andrew bahagia bertemu dengan Daddy-nya, kenapa dia yang bersedih? Sebenarnya Tiffany ingin menerima Siwon namun penghalangnya hanya satu, Yoona. Ia tidak mungkin menjadi penghancur hubungan seseorang. Kalau Siwon bahagia dengan Yoona dan Andrew bahagia dengan Siwon, ia harus rela melepas Andrew dan Siwon.

Tiffany menghela nafas panjang sebelum keluar dari ruangan. Ia harus siap menghadapi kenyataan. Kalaupun seandainya Andrew harus tinggal bersama Siwon, ia akan merelakannya. Siwon juga pasti akan mengijinkan Tiffany menemui Andrew. Ia hanya berharap semoga semuanya baik-baik saja dan orangtua Siwon akan memaafkannya. Ia hanya bisa berharap. Segalanya akan ia serahkan pada Tuhan. Ia melangkah keluar menghampiri Michele.

“Aku yang akan menceritakan semuanya pada Andrew, eonni. Yaksoke,” ucap Tiffany. Michele mengangguk. Ia menghampiri Andrew dan mensejajarkan dirinya dengan Andrew.

“Honey, sebentar lagi kau akan bertemu Daddy. Tapi kau harus janji pada Mommy kalau kau tidak akan menceritakan masalah ini pada teman-temanmu. Kau harus selalu ingat apa yang dikatakan Michele imo tentang Daddy-mu. Ia masih mempunyai impian dan kita sebagai orang yang menyayangi Daddy-mu harus melindungi impian itu. Mommy tidak bisa menceritakan masalah yang terjadi antara Mommy dan Daddy. Suatu saat kau akan mengerti, honey. Kau mengerti maksud Mommy kan?” Andrew mengangguk mendengar penjelasan Tiffany. Sedangkan Siwon, Michele, dan Yoona hanya tersenyum.

“Maafkan Mommy yang baru bisa mempertemukanmu dengan Daddy. Mommy harus mempersiapkan banyak hal jika seandainya kau tinggal bersama Daddy. Termasuk hati Mommy. Mommy tidak ingin berpisah denganmu, tapi Mommy harus terima kenyataan, bukan? Mommy juga janji akan sering-sering mengunjungimu dirumah Daddy-mu.” Semua orang bingung dengan perkataaan Tiffany, terutama Siwon. Tiffany menyuruh Andrew tinggal bersamanya?

“Tapi Mom, aku tidak hanya ingin tinggal bersama Daddy. Aku juga ingin Mommy ikut. Kita tinggal bersama. Aku, Mommy dan Daddy. Kita akan mempunyai foto keluarga yang lengkap seperti dirumah teman-temanku dan dirumah Alexa noona.” Tiffany tersenyum dengan perkataan Andrew. Sungguh, ia juga ingin mewujudkan impian Andrew. Tapi Siwon sudah milik orang lain dan ia tidak ingin menghancurkan hubungan itu.

“Mommy mengerti keinginanmu. Tapi bukankah Mommy sudah berkata padamu kalau Daddy sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang? Mungkin saja, ia tidak ingin bersama Mommy lagi karena Mommy sudah menyakiti hatinya. Tapi kau harus janji untuk baik pada Daddy-mu,” ucap Tiffany. Yoona yakin kalau Tiffany mengkhawatirkan dirinya.

“Sekarang, peluk Daddy-mu. Daddy yang selama ini kau nantikan kehadirannya. Daddy yang akan selalu kau sayangi. Ikuti kata hatimu, dimana Daddy-mu. Andrew Choi adalah anak yang pintar, jadi ia bisa menemukan Daddy-nya.” Tiffany membalikkan tubuh Andrew. Perlahan Andrew berjalan menjauhi Tiffany dan menghampiri Siwon. Siwon mensejajarkan dirinya.

“Ahjussi, apakah ahjussi Daddy-ku? Karena hanya ahjussi yang mempunyai wajah yang mirip denganku, seperti kata Michele imo. Dan juga, ahjussi adalah orang yang paling tampan. Selera Mommy-ku sangat tinggi sehingga ia tidak mau menikah dengan orang lain selain Daddy-ku. Apakah tebakanku benar?” Siwon tersenyum lalu memeluk Andrew erat. Ini adalah pertama kali untuknya memeluk putra kandungnya sendiri. Putra kandung yang tidak ia ketahui keberadaannya.

“Daddy?” ucap Andrew lirih yang masih bisa di dengar Siwon. Siwon mengangguk dipelukan Andrew. Andrew membalas pelukan Siwon tak kalah erat.

“Bisakah kau mengucapkannya sekali lagi, sayang?” pinta Siwon yang sangat senang dipanggil Daddy oleh putranya sendiri.

“Aku akan memanggil Daddy setiap Daddy memintanya, tapi bisakah Daddy memenuhi permintaanku?” Siwon mengangguk mantap. Ia melepaskan pelukannya dan menatap Andrew yang memang sangat mirip dengannya. “Bisakah Daddy membujuk Mommy untuk tinggal bersama kita atau bisakah Daddy tinggal bersamaku dan Mommy?”

Siwon mengangguk. “Daddy akan senang hati menuruti permintaanmu, tapi semua keputusan ada ditangan Mommy-mu. Daddy tidak bisa memutuskannya sendiri, sayang.”

Yoona menghampiri Tiffany yang sedang dirangkul Michele. “Eonni, turuti permintaan putra kalian. Aku tahu kalau kau ingin menurutinya namun dalam pikiranmu masih ada aku yang menjalin hubungan dengan Siwon oppa, benarkan? Sebenarnya, selama ini aku sedang dekat dengan seseorang. Aku dan dia sudah merencanakan pernikahan, tapi aku masih harus membuat Siwon oppa tersenyum. Sekarang tugasku sudah selesai. Siwon oppa sudah bisa tersenyum seperti dulu. Aku sadar, hanya seorang Hwang Miyoung yang bisa membuat senyum bahagia Choi Siwon. Bahagialah bersamanya. Lakukan demi Andrew, eonni,” ucap Yoona.

Sebenarnya selama ini ia dekat salah satu Idol Group yang berbeda agency dengannya, 2PM Taecyeon. Setelah putus dengan Seunggi, beberapa tahun lalu, Yoona semakin dekat dengan Taecyeon. Namun beberapa bulan kemudian, member SuJu meminta bantuannya untuk dekat dengan Siwon dengan tujuan mengembalikan senyum bahagia pria itu. Namun usaha Yoona hanya sedikit membuahkan hasil.

Tiffany tersenyum dan melihat Siwon sejenak. Kemudian, ia memeluk Yoona erat. Yoona akan selalu menjadi dongsaeng-nya yang penuh perhatian dan mengerti keadaannya. Tiffany berjalan menghampiri Siwon yang sedang menggendong Andrew. Tiffany menundukkan kepalanya. Ia tidak berani menatap Siwon. Ia sangat takut Siwon akan marah padanya dan membencinya.

“Mianhe, jeongmal mianhe Siwon-ssi. Aku telah menyembunyikan keberadaan Andrew. Aku tidak ingin menghancurkan impianmu jika aku membawa Andrew padamu. Aku bisa terima jika kau membenciku dan aku sudah siap jika kau ingin mengasuk Andrew. Kau juga berhak padanya,” ujar Tiffany masih dengan wajah menunduk. Ia sangat berharap kalau Siwon akan memaafkannya dan memintanya untuk kembali ke pelukan Siwon walau kemungkinannya sangat kecil mengingat apa yang telah dilakukannya pada Siwon.

Siwon menurunkan Andrew dari gendongannya. Andrew yang mengerti langsung menghampiri Michele dan Yoona. Tanpa aba-aba Siwon langsung memeluk Tiffany erat yang membuat wanita yang lahir pada bulan Agustus itu kaget. Siwon memeluk Tiffany lama.

“Harusnya aku yang minta maaf padamu karena aku membiarkanmu mengandung dan melahirkan Andrew sendirian. Aku tidak mungkin bisa dan tidak akan pernah bisa membenci seorang Hwang Miyoung. Seorang wanita yang telah mencuri hatiku dan membawanya pergi agar tidak direbut wanita lain. Seorang wanita yang telah melahirkan seorang Andrew untukku. Nan jeongmal saranghaeyo, Hwang Miyoung. Don’t leave me again and stay with me please. I don’t want to lose you.” Tiffany tersenyum dalam pelukan Siwon. Ia pun membalas pelukan Siwon. Siwon sangat senang dengan pelukan Tiffany yang sudah sangat lama tidak dirasakannya. Pelukan yang akan membuatnya selalu rindu pada seorang Hwang Miyoung.

“Gomapda. Jeongmal gomapda Siwon-ssi.”

“Jangan panggil aku Siwon-ssi. Panggil aku Siwon oppa atau Wendy oppa. Aku merindukan panggilan itu.” Wendy oppa adalah panggilan khusus Siwon dari Tiffany karena wajah Siwon yang mirip dengan Wendy, salah satu karakter utama di film animasi Toy Story.

“Ne, Wendy oppa.” Siwon sekali lagi tersenyum.

********************

Pagi ini Tiffany berjanji akan menemui Siwon dihotel sebelum pria itu kembali ke Korea bersama artis SMTown lainnya. Ia juga membawa Andrew karena bocah (?) kecil itu sangat ingin bertemu Siwon. Saat mobil Tiffany sudah sampai di parkiran, Andrew langsung turun meninggalkan Tiffany sendiri. Andrew sangat bersemangat bertemu dengan Siwon. Bahkan semalaman Andrew menangis ingin bertemu Siwon.

Andrew berlari masuk ke dalam hotel tempat Siwon menginap. Ia mencari Siwon di lobby. Kata Mommy, Daddy-nya menunggu di lobby bersama artis lainnya. Ia berjalan mengelilingi lobby, namun Daddy-nya tidak ada disana. Tapi semenit kemudian, matanya menangkap tiga orang pria dan tiga orang wanita keluar dari lift. Salah satunya diantaranya adalah Daddy-nya.

“Daddy,” teriaknya lalu berlari menghampiri Siwon.

Siwon langsung menoleh ketika suara yang sangat dikenalnya memanggilnya dengan kata Daddy. Siwon tersenyum dan langsung menggendong Andrew. “Where’s your Mommy, sweetheart? Kenapa kau sendiri?”

“Mommy sedang memarkirkan mobil,” jawab Andrew polos. Siwon dan yang lain hanya tersenyum. Ia menoleh kepada beberapa orang yang sedang bersama Siwon. “Ahjussi, apakah ahjussi teman Daddy? Apakah ahjumma juga?” tanya Andrew.

Mereka semua mengangguk. “Ne chagi. Kami adalah teman Daddy-mu. Kami juga teman Mommy-mu saat Mommy-mu tinggal di Korea. Nama ahjussi adalah Ryeowook,” ucap Ryeowook seraya mencubit pipi Andrew.

“Nama ahjussi Leeteuk. Kau bisa memanggilku Leeteuk ahjussi. Kau sangat mirip dengan Daddy-mu, sayang. Apakah sifatmu juga sama dengan Daddy-mu?” tanya Leeteuk bercanda. Andrew tersenyum lebar yang membuatnya semakin mirip dengan Siwon. Semua orang tersenyum.

“Ah..kyeowo,” ucap Taeyeon mencubit pipi Andrew. Andrew mengelus pipinya yang merah karena cubitan Taeyeon.

“YA! Taeyeon-a, kau ingin membuat pipi putraku merah? Kalau kau ingin, kau bisa memintanya pada Leeteuk hyung,” jawab Siwon asal. Ryeowook dan Sooyoung hanya tertawa. Wajah Taeyeon sudah memerah karena malu akibat perkataan Swon. Leeteuk langsung memukul kepala Siwon karena perkataannya.

“YA! Bisakah kau tidak berbicara sefrontal itu? Lagipula ada putramu disini. Aku tidak mau keponakanku yang lucu ini otaknya tercemar oleh otakmu yang mesum.” Siwon hanya tertawa melihat pasangan leader paling terkenal di industri hiburan Korea Selatan.

Sejak Leeteuk dan Taeyeon go public setahun yang lalu, banyak tawaran yang meminta mereka menjadi ambassador beberapa produk. Mereka juga sering diundang ke acara talk show berdua untuk diminta wawancara tentang hubungan mereka. Mereka dinobatkan sebagai pasangan paling romantis setelah Yoona dan Siwon.

Saat mereka sedang asyik bercanda, Tiffany melangkahkan kakinya mendekati mereka sambil menelepon seseorang. T-shirt putih bercorak polkadot coklat tua dibagian depannya yang dilapisi jaket berbahan beludru yang ia biarkan terbuka dipadu dengan jeans putih dan boots coklatnya membuatnya sangat anggun. Rambut hitam panjangnya ia biarkan digerai. Banyak orang yang tidak percaya kalau ia sudah mempunyai seorang putra berumur empat tahun lebih. Ia memasukkan ponselnya kedalam tas Gucci miliknya yang berwarna cream.

Beberapa member SNSD yang sudah ikut bergabung bersama Siwon hanya menatap Tiffany kagum Kalau bukan kehadiran Andrew yang sedang berada di pangkuan Ryeowook, mereka pasti tidak percaya kalau Tiffany sudah punya anak.

Tiffany yang sadar ditatap bingung. Ia melihat penampilannya. Apakah ada yang salah? Walau ia terburu-buru tadi pagi karena Andrew tidak sabar bertemu dengan Siwon, tapi ia sudah yakin kalau ia berpakaian lengkap. “Apakah ada yang salah dengan penampilanku? Maaf, aku tidak sempat berdandan karena Andrew terus menangis.”

Sunny menggelengkan kepalanya. “Tidak berdandan saja, kau sudah secantik ini, bagaimana jika kau berdandan ya? Aku yakin pasti banyak pria yang ingin menggodamu,” canda Sunny. Tiffany tersenyum malu. Ia menggaruk tengkuknya yang –sebenarnya- tidak gatal.

Sooyoung mengangguk. “Apa selama kau berpisah dari kami, tidak adakah pria yang berniat melamarmu? Diantara teman bisnismu begitu? Apa mereka semua buta sampai tidak melihat kecantikan seorang Hwang Miyoung?” Semuanya setuju dengan pendapat Sooyoung. Wajah Tiffany sudah memerah karena perkataan orang-orang yang sudah ia anggap keluarganya itu.

“Siapa yang mau dengan wanita yang sudah mempunyai anak berumur empat tahun sepertiku? Sebenarnya banyak yang ingin melamarku, namun mereka semua mundur begitu tahu kalau aku sudah mempunyai seorang putra. Aku juga ingin fokus pada perusahaan dan Andrew terlebih dahulu. Jadi tidak ada dalam ingatanku untuk menikah,” jawab Tiffany.

Yoona tersenyum simpul. Ia menatap Tiffany curiga. “Ingin fokus pada Andrew dan perusahaan atau tidak ingin menikah selain dengan Siwon oppa? Seperti kata Andrew kemarin malam. ‘Selera Mommy-ku sangat tinggi sehingga ia tidak mau menikah dengan orang lain selain Daddy-ku’. Cih, jangan jadikan Andrew alasan untuk hatimu.” Siwon tersenyum malu. Yoona dan yang lain tertawa. Sedangkan Tiffany hanya tersenyum simpul.

Siwon yang menyadari perubahan raut wajah Tiffany menjadi bingung. “Ada apa Fany-a?”

Tiffany menggeleng pelan. “Amugeotdo aniyo. Aku masih merasa bersalah padamu dan Yoona. Aku jadi wanita yang jahat karena hubunganmu dan Yoona berakhir karenaku.” Yoona yang mendengarnya pun langsung memeluk Tiffany.

“Stephanie Hwang, bukankah aku sudah bilang kalau hubunganku dan Siwon berakhir bukan karenamu, tapi aku mencintai pria lain. Sebenarnya selama lima bulan belakangan ini aku dan Taecyeon oppa sudah menjalin hubungan. Bahkan ia berniat melamarku setelah pulang dari wamilnya akhir tahun ini. Aku mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Siwon oppa dan yang lain. Jadi jangan merasa bersalah lagi.” Tiffany tersenyum dipelukan Yoona.

Yoona melepaskan pelukannya beberapa saat kemudian. “Untuk Siwon oppa, maaf kalau aku sudah menjalin hubungan dengan orang lain tanpa sepengetahuanmu dan SuJu oppadeul teruma Leeteuk oppa, aku minta maaf karena tidak bisa menepati janjiku untuk membalikkan senyum bahagia Siwon oppa karena bukan aku yang mendapat tugas itu. Jeongmal mianhe oppa,” ucap Yoona sedikit merasa bersalah.

“Gwenchana. Seharusnya aku yang minta maaf padamu karena sudah mengacuhkanmu saat bersamaku. Terima kasih sudah menghiburku. Maaf kalau aku tidak bisa menjadi orang yang special untukmu. Tapi kau tetap menjadi Im Yoona, dongsaengku yang paling ku sayang. Berbahagialah bersama Taecyeon-ssi karena hanya dia yang bisa membuatmu bahagia.” Siwon memeluk Yoona dan gadis itu membalas pelukannya.

Siwon sangat bahagia bisa mengenal gadis seperti Yoona. Tak salah jika Yoona mendapat julukan ‘Dewi dari langit’ karena selain gadis itu mempunyai wajah yang sangat cantik, ia juga mempunyai hati yang tak kalah baiknya. Benar-benar wanita yang sempurna.

Mereka berbincang-bincang tentang pengalaman mereka selama Tiffany meninggalkan mereka. Tiffany juga sudah meminta maaf kepada member SNSD, SuJu dan yang lainnya. Ia juga menjelaskan semuanya dan mereka bilang sudah memaklumi. Tiffany bahagia bisa mengenal artis SM. Mereka sangat baik walau mereka sangat jarang bertemu karena padatnya jadwal semasa ia masih menjadi bagian dari mereka.

Saat Tiffany sedang bercerita tentang pengalamannya menjadi bussiness woman, Andrew menghampirinya. “Mom, I feel cold. Can you hug me?” ucap Andrew.

Tiffany melepas pelukan Siwon dan mensejajarkan dirinya dengan Andrew.  “Here, I will hug you, honey.” Tiffany memangku Andrew dan memeluknya erat. “Can you promise me, honey?” Andrew mengangguk. “Jangan gunakan kata-kata itu jika kau ingin dipeluk. Bagaimana dengan musim panas nanti? Apakah kau merasa dingin sementara semua orang merasakan panas. Jika kau ingin dipeluk, cukup katakan, ‘Mom, aku ingin Mommy memelukku’. Apa kau mengerti sayang?” Andrew mengangguk mengerti.

Siwon dan dan yang lain menatap Tiffany bingung. Tiffany yang mengerti hanya tersenyum. “Andrew sangat suka memeluk oranglain. Dimanapun dan kapanpun ia sangat ingin memeluk oranglain. Teman-temannya disekolah menjulukinya Mr.Skinship karena sifatnya itu. Dan kata-katanya saat ia ingin dipeluk adalah ‘I feel cold. Can you hug me?’ Jadi jangan heran jika ia mengatakannya, itu artinya ia ingin dipeluk.” Andrew kembali ke pangkuan Siwon setelah Tiffany memeluknya.

Yang lain tertawa mendengar penjelasan Tiffany. Benar-benar duplikat Siwon. Siwon dijuki Mr.Skinship karena ia sangat suka memeluk member lainnya. Siwon hanya tersenyum bangga ternyata ia mempunyai pewaris semua sifatnya.

“Apakah ia juga berlari sangat cepat seperti Siwon? Atau ia juga menggunakan gesture-nya saat berbicara?” tanya Eunhyuk bercanda.

Tiffany mencoba berpikir tentang sifat Andrew. “Kalau untuk gesture, aku tidak melihatnya. Mungkin karena ia masih kecil. Mungkin saja ia menggunakannya saat sudah dewasa. Tapi kalau untuk berlari dengan cepat, aku berpikir begitu. Kemarin ia mengikuti perlombaan lari disekolahnya dan mendapatkan juara satu. Waktunya pun melebihi anak seusianya. Kalau tidak salah lebih cepat lima detik. Begitu yang dikatakan gurunya padaku kemarin.”

Kini sudah saatnya untuk Siwon dan yang lain kembali ke Korea. Bus yang akan mengantar mereka ke airport juga sudah menunggu di depan.

“Oke honey. It’s time for Daddy to back to Korea.” Tiffany merentangkan tangannya untuk mengambil Andrew dari gendongan Siwon. Namun bukannya menerima uluran tangan Tiffany, Andrew semakin mengeratkan pelukannya pada Siwon seakan tidak ingin berpisah dari Daddy-nya.

“Tapi Mom, aku masih ingin bersama Daddy. Aku baru bertemu dengannya kemarin dan hari ini sudah berpisah lagi. Nan shirreoyo,” teriak Andrew.

“Honey, Daddy have to go to Korea. He must work. We can’t disturb him.” Tiffany berusaha membujuk Andrew.

“I want to join with Daddy. We have to go to Korea with Daddy now, Mom.” Andrew tetap menolak. Tiffany berusaha membujuknya.

“How about your school, honey? Kau tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Lalu bagaimana dengan tempat tinggal kita disana? Kau ingin tidur di jalan, tidak kan? Mommy janji, kita akan mengunjungi Daddy secepatnya,” janji Tiffany teringat pembangunan venue baru yang di Korea. Ia bisa tinggal di Korea untuk beberapa tahun ke depan.

“Kapan kita bisa tinggal di Korea?”

“Next month. I promise we’ll stay in Korea next month.” Andrew menghela nafas mendengar jawaban Tiffany.

“Next month is too long Mom. I’ll miss Daddy. Kita bisa tinggal bersama Daddy dan aku juga bisa sekolah disana.” Genangan air mata Andrew sudah memenuhi matanya menandakan kalau sebentar lagi ia akan menangis.

“Kita harus mengurus semuanya dengan baik, honey. Sekolahmu, tempat tinggal kita dan pekerjaan Mommy. Kita tidak bisa tinggal di rumah Daddy karena akan ada masalah. Jika kau merindukan Daddy, kita bisa meneleponnya.” Andrew tetap menggeleng.

“Kapan kita bisa menelepon Daddy dengan perbedaan waktu yang panjang? Jika disini siang hari, maka di Korea malam hari. Begitupun sebaliknya. Lalu aku akan menelepon Daddy saat Daddy tidur atau aku menelepon Daddy saat aku tidur?” Tiffany kaget dengan perkataan Andrew. Anak sekecil itu menjawab semuanya dengan mudah. Berapa lama Tiffany sudah tidak memantau perkembangan Andrew sampai-sampai Andrew sangat pintar seperti ini.

”Dwaesseo. Daddy have to go. Ia akan ketinggalan pesawat jika kau tidak mau melepas pelukanmu sekarang juga.” Tiffany sudah kehilangan akal untuk membalas setiap perkataan Andrew. Anaknya terlalu pintar untuk diajak berdebat.

“Biar saja. Dengan begitu aku akan tetap bersama Daddy,” jawabnya pelan.

“Aisshh… Jinja.” Tiffany mengumpat pelan, lelah dengan sikap Andrew yang keras kepala. “Oppa, berikan Andrew padaku sekarang juga. Kau harus pergi. Nanti kalian akan ketinggalan pesawat,” perintah Tiffany. Tiffany mengambil paksa Andrew dari gendongan Siwon yang membuat Andrew menangis. Sebenarnya Siwon tidak tega tapi mau bagaimana lagi, keprofesional-nya dalam bekerja sudah menuntutnya.

“Mom, nan shirreo, shirreo, shirreo,” teriak Andrew berkali-kali. Tiffany bersusah payah menahan Andrew agar tidak jatuh karena anaknya tersebut meronta-ronta dalam gendongannya.

“Honey, dengar Daddy. Jika Daddy punya waktu, Daddy akan mengunjungimu disini. Kau juga akan pindah ke Korea bulan depan kan? Kita bisa bertemu lagi. Ini bukan perpisahan, honey. Uljima, honey,” ucap Siwon mengelus kepala Andrew supaya anaknya itu tenang. “I have to go now. Keep healthy Fany-a,” ucap Siwon lalu berjalan menuju bus diikuti Tiffany yang masih sibuk menenangkan Andrew.

Siwon memeluk Tiffany sebentar dan mencium kepala Andrew sebelum masuk ke dalam bus. Ia menghapus air matanya yang belum sempat menodai pipinya karena senang bertemu dengan Andrew bercampur sedih harus berpisah dari Andrew.

“Huaa…Daddy.. Daddy..” teriak Andrew makin kencang setelah Siwon masuk ke dalam bus. Bus mulai berjalan meninggalkan hotel tempat mereka menginap.

Sementara itu di dalam bus, Siwon memilih tempat duduk paling belakang, di samping Sungmin. Ia masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada. Ia mempunyai seorang putra dari buah cintanya bersama Tiffany walau tidak ia ketahui. Ada rasa bahagia yang sangat sulit untuk diungkapnya. Rasa bahagia yang tidak akan bisa tergantikan dengan apapun. Bahkan ia lebih bahagia daripada ia pertama kali debut bersama Super Junior pada tahun 2005.

“Semenjak lima tahun terakhir, baru kali ini aku melihat senyum bahagiamu, Siwon-ah,” ucap Sungmin menggoda Siwon.

Siwon tersenyum lebar. “Tentu saja aku sangat bahagia, hyung. Siapa yang tidak bahagia jika ia bertemu kembali dengan orang yang sangat dicintainya setelah lima tahun tanpa kabar? Apalagi jika ia sudah mempunyai seorang putra yang tampan. Kau juga akan merasakan yang sama jika berada di posisiku sekarang,” ucap Siwon dengan suara yang agak meninggi yang membuat semua orang melihat ke arahnya.

“YA! Siwon-ah, aku tahu kau sangat senang, tapi tidak bisakah kau tidak berteriak? Aku sangat lelah dan ingin tidur,” omel Heechul. Siwon hanya tersenyum sendiri. Ia memejamkan matanya sambil tetap tersenyum. Mereka hanya geleng kepala melihat tingkah Siwon.

Eunhyuk berdecak kesal. “Hah. Hanya seorang Tiffany Hwang yang bisa membuat Siwon bertingkah seperti orang gila. Bersedih selama lima tahun karena ditinggal Tiffany dan berteriak seperti orang gila karena bertemu dengan Tiffany.” Semua orang menyetujui perkataan Eunhyuk.

Siwon menyetujui perkataan Eunhyuk. Hanya Tiffany yang bisa membuat seorang Choi Siwon seperti ini. Siwon mencoba untuk tidur selagi bus mengantarnya ke bandara, kembali ke Korea, tanah kelahirannya.

********************

Siwon memeluk Tiffany dari belakang dan membenamkan wajahnya di bahu Tiffany, menghirup wangi tubuh seorang Hwang Mi Young yang berubah menjadi Choi Mi Young sejak lima jam yang lalu. Astaga. Siwon tidak tahu apakah ia bisa berhenti memeluk tubuh Tiffany yang sudah memabukkannya. Ia memainkan tangannya di perut datar Tiffany. Tidak salahkan ia melakukannya pada istrinya sendiri? Toh, saat mereka menjalin kasih beberapa tahun silam, mereka sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan pasangan suami istri yang membuat Tiffany harus mengubur impiannya menjadi penyanyi dan bertahan merawat Andrew sendirian.

“Aku takut jika seorang Choi Siwon tidak bisa berhenti memelukku. Tapi aku lebih takut lagi jika aku harus kehilangannya untuk kedua kalinya. Cukup sekali saja aku merasakannya,” ucap Tiffany lalu mencium pipi Siwon dari samping.

Siwon tersenyum bahagia. “Kalau begitu kau tidak boleh menghilang dariku lagi jika kau hamil dan membiarkanmu mengandung sendirian untuk yang kedua kalinya. Izinkan aku tetap disampingmu dan menjagamu dengan hatiku.” Siwon semakin memeluk Tiffany erat. “Aku memang tidak bisa menjagamu dengan ragaku karena aku tak selalu berada didekatmu. Tapi percayalah padaku jika hatiku akan selalu melindungimu dimanapun kau berada. Itu janjiku Fany-a. Janji seorang pria kepada seorang wanita yang sangat dicintainya.”

Tiffany mengangguk. Ia membalikkan badannya hingga kini ia dan Siwon berhadapan. Ia mengecup bibir Siwon kilat. “Aku berjanji. Saat itu aku harus menyembunyikannya darimu karena impianmu. Aku sedikit bersedih karena kau melepas impianmu demi wanita sepertiku. Tapi aku sangat senang,” ucap Tiffany. Siwon tersenyum.

“Impianku adalah bagaimana aku bisa dikenal orang dan bersama Super Junior aku mendapatkannya. Aku menentang appa untuk belajar bisnis karena aku tidak menyukainya walaupun mulai sekarang aku harus membiasakannya karena aku juga akan berkutat dengan dunia itu.” Tiffany tersenyum mendengar perkataan Siwon. Ia dan Siwon sama-sama membenci dunia bisnis tapi pada akhirnya mereka harus terjun ke dunia bisnis karena takdir membawa mereka seperti itu. “Sampai aku bertemu denganmu, seorang Hwang Mi Young, wanita pemilik eye smile yang telah mencuri hatiku dan bertemu orang-orang yang sangat menyayangiku. Aku tidak pernah sedikitpun menyesal menentang keputusan appa. Namun setiap orang mempunyai impian lebih dari satu. Mustahil jika ia hanya mempunyai impian satu. Impianku yang lain adalah menikah dengan seorang yang sangat aku cintai dan menjalin rumah tangga yang bahagia ditemani dengan putra-putriku yang lucu. Hidup bersama mereka sampai aku menua dan hanya mau yang bisa memisahkan kita semua. Tidak waktu dan tidak juga jarak. Aku akan melawan itu semua. Jadi jangan pernah bersedih karena aku tidak melepas impianku tapi melanjutkan impianku yang lain bersama wanita egois seperti Tiffany Hwang.”

“Terima kasih sudah menerima wanita sepertiku oppa. Wanita egois dan keras kepala sepertiku.” Siwon menggelengkan kepalanya.

“Aku datang padamu bukan mencari kelebihanmu, tapi kekuranganmu agar aku tahu sebesar apa aku mencintaimu. Tidak ada manusia sempurna di dunia ini, hanya Tuhan yang sempurna. Jika semua manusia sempurna, siapa yang akan melengkapi hidup mereka kalau tidak ada yang perlu dilengkapi lagi? Aku pelengkap kekuranganmu dan kau pelengkap kekuranganku. Itu gunanya pasangan. Apa kau mengerti maksudku?”

Tiffany mengangguk setuju. “Aku tidak pernah menyesal mempertahankanmu dalam hatiku selama ini. Jika pun kau tidak datang kembali kedalam hidupku, aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu karena adanya Andrew sebagai bukti kehadiranmu didalam hidupku. Aku rela tidak menikah seumur hidupku asal kau tetap dihatiku. Janji yang selama ini aku pegang dan tak akan kuingkari hingga aku bisa bertahan tanpa dirimu.”

“Kita tidak tahu apakah kau jodohku atau bukan karena kita tidak bisa mengetahuinya. Hanya Tuhan. Tapi aku sangat menikmati kehadiranmu sebagai pelengkapku dan aku berharap aku bisa bersama denganmu selama mungkin. Sampai aku benar-benar yakin bahwa kau lah jodohku,” ucap Siwon lalu mencium kening Tiffany lembut dan penuh rasa cinta.

“Saranghae, jeongmal saranghae Hwang Mi young. Terima kasih sudah menerima kehadiranku dalam hidupmu.”

“Nado saranghaeyo Wendy oppa.”

Tiffany memejamkan matanya karena perlahan Siwon mendekatkan wajahnya pada wajah Tiffany. Sedetik kemudian, bibir mereka menyatu, menyalurkan perasaan masing-masing. Hanya ciuman perasaan tanpa nafsu.

Tapi siapa yang bisa menolak pesona bibir Hwang Mi Young? Siwon melumatnya perlahan, menyesap kemanisannya. Ia menggendong Tiffany menuju ranjang hotel tanpa melepas ciuman mereka. Ia menutup pintu balkon kamar hotel dengan kakinya. Ia membaringkan Tiffany disana dan meluapkan rasa cintanya disana. Rasa cinta yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena memang rasa cinta yang tak pernah diungkapkan dengan kata-kata. Hanya perlu tindakan dan perhatian untuk mengungkapkannya, bukan dengan kata-kata semata.

 

THE END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

111 thoughts on “(AF) Don’t Leave Me

  1. re-read ☺ ff ini bikin terharu, bnr” daebak!! andrew yg kyeowo >< aa seandainya sifany suatu hari nanti menikah 'hopefully' anaknya pasti kek andrew persis gituu 😍😍 sifany jjang!! ❤

  2. Omo…..fany hamil,hamil anak siwon.fany terpaksa harus meniggal dunia hihuran dikarenakan mengandung anak siwon,poor fany.
    Tapi akhirnya sifany bersatu kembali dan menikah.aiggo…..so sweet kisseu.
    Daebak thor.good fanfic thor.i like it.ditggu ff selanjutnya thor.tetap semangat.keep writing thor

  3. Hua…daebak. g th hrs komen ap. tp ad hal yg dpt diambil hikmahny.
    pengorbanan utk kbhgiaan n impian org yg kita cintai jauh lbh bermkna dr appun. aplg takdir jg mbntu kita memperlancr khdpn dgn bersatuny sifany slmny..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s