(AF) Baby Baby Baby Part 3

Baby Baby Baby Part 3

580723_402011323218106_1610248005_n-tile-horz

Author             : Kireynalice

Type                : Sequel

Genre              : Mariage Life, Romance

Rating              : 17+

Main Cast        : Hwang Mi Young, Choi Siwon

Other Cast       : Kim Tae Yeon, Park Jung Soo, Jung Soo Yeon, Lee Dong Hae, Choi Soo Young

Disclaimer       : Karakter tokoh hanya fiktif belaka dan dikembangkan menurut plot cerita. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak manapun. Kesamaan ide cerita merupakan hal yang tidak disengaja. Alur dan penokohan murni hasil pemikiran saya.

Agustus, kau menyebalkan tetapi begitu manis dan romantis

Author’s POV

Suara alarm yang menggema memenuhi ruangan kamar apartemen itu berhasil membangunkan seorang wanita dari tidur lelapnya. Wanita itu tersenyum setelah menyadari bahwa tangan kekar milik suaminya masih melingkar erat di pinggangnya.

“Oppa.. Bangun. Sekarang sudah pagi. Bukankah kau ada janji dengan klien?” Bisiknya.

“Erghhh..” Siwon mengerang sambil sedikit mengulet.

“Morning, Oppa..” Sapa Mi Young saat melihat Siwon terbangun. Pria itu mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan diri dengan cahaya mentari yang menyelusup masuk.

Sebelum Siwon sempat menjawab sapaannya, Mi Yong segera bangun dari tempat tidur. Hal itu sengaja ia lakukan karena tahu kalau Siwon pasti akan meminta morning kiss. Tapi ternyata perkiraannya itu salah. Siwon malah berlalu menuju kamar mandi. Untuk sejenak Mi Young terpaku. Wanita itu merasa heran dengan sikap suaminya. Biasanya pria itu selalu menyita waktu paginya selama 5 menit untuk beberapa kali kecupan mesra.

Mi Young mengangkat bahunya. “Mungkin dia takut terlambat untuk pertemuan pagi ini.” Batinnya.

*********

Mi Young sedang mengaduk ekspresso untuk suaminya saat Siwon yang telah selesai mandi dan berpakaian kantor rapi keluar dari kamar mereka. Dengan segera wanita itu menyelesaikan kegiatannya, mencuci tangan, kemudian menghampiri suaminya.

“Kau mau apa?” Tanya Siwon saat Mi Young menengadahkan tangan dihadapannya.

Mi Young berdecak pelan menanggapi suaminya. “Dasimu, Oppa. Bukankah kau ingin aku memasangkannya?”

Siwon menggeleng pelan. “Ani. Aku akan memakainya sendiri. Kau siapkan saja sarapannya.” Jawabnya dingin.

Mi Young mendesah pelan. Ada apa dengan suaminya? Kenapa dia begitu dingin? Apa karena kemarin malam dia menolak permintaan Siwon? Tapi itu bukan kemauannya. Dia sedang mendapat periode bulanan selama 1 minggu kebelakang dan Siwon juga tahu itu. Lalu kenapa dia marah? Apa kesalahannya?

“Aku akan terlambat kalau kau hanya berdiri disitu.” Suara ketus Siwon membuat Mi Young terkesiap.

“Ah.. ne. Mianhe, Oppa.” Mi Young segera berjalan menuju meja makan dan mengambilkan sarapan untuk suaminya. Dia menaruh beberapa tangkup waffle ke atas piring Siwon lalu menyiramnya dengan madu. Wanita itu juga tak lupa memberikan potongan buah strawberry sebagai sentuhan terakhir. Setelah selesai dia menaruhnya di hadapan Siwon dan menyiapkan hidangan yang sama untuk dirinya sendiri.

Kicauan burung gereja yang bertengger di dahan pohon mengisi kekosongan yang terjadi antara sepasang suami istri itu. Namun suasana sarapan itu kelihatannya begitu tegang. Tidak ada suara yang keluar dari kedua mulut mereka. Yang terdengar hanya suara alat makan yang beradu. Beberapa kali Mi Young mencuri pandang ke arah suaminya. Raut wajah Siwon benar-benar kusut dan kesal.

“Oppa, apa kau akan pulang terlambat malam ini?” Tanya Mi Young untuk memecah keheningan.

“Aku tidak tahu.” Jawab Siwon singkat. Pria itu kemudian meletakkan garpu dan pisaunya kemudian menyeka mulutnya dengan serbet makan.

“Aku sudah selesai.” Katanya sembari bangkit dari duduknya.

“Kenapa cepat sekali, Oppa? Makananmu belum habis.” Tanya Mi Young heran ketika melihat suaminya akan pergi. Tapi Siwon tidak menjawab pertanyaannya.

“Aku berangkat dulu. Selamat tinggal.” Pamitnya. Mi Young hanya berdiri menatap punggung Siwon yang semakin menjauh. Dia benar-benar bingung dengan sikap Siwon hari ini. Suaminya begitu dingin dan seperti mengabaikannya. Padahal dia adalah pria yang begitu romantis dan sedikit manja padanya. Mi Young menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia mencoba untuk berpikiran positif tentang suaminya. Dia tidak mau memikirkan hal yang tidak-tidak.

*********

Han Ahjussi melajukan mobil menuju Hyundai Corp. Pria paruh baya itu sedang mengantar Mi Young untuk menemui suaminya. Sesampainya disana, setelah menempatkan mobil di tempat parkir khusus direksi dia membukakan pintu untuk Mi Young.

“Gumawoyo, Ahjussi.” Kata Mi Young sembari tersenyum.

“Cheonmaneyo, Samonim. Pukul berapa saya harus menjemput anda?”

“Ahjussi istirahat saja. Biar Siwon Oppa yang mengantarku pulang.”

“Ne. Kalau begitu selamat menikmati siang anda, Samonim.” Kata Han Ahjussi sembari membungkukkan kepala.

Mi Young pun berjalan ke arah lift untuk menuju lantai atas tempat ruangan suaminya berada. Sebuah tas kecil tersampir dibahu kirinya sementara tangan kanannya membawa sebuah tas yang berisi kotak bekal makan siang untuk suaminya. Hari ini Mi Young sengaja memasak menu makan siang kesukaan Siwon. Wanita itu berharap agar sang suami dapat melupakan kekesalan dan memaafkan kesalahannya sehingga dia tidak bersikap dingin lagi padanya.

Beberapa pegawai kantor yang berpapasan dengannya menyapa sembari membungkukkan kepala mereka. Mi Young membalasnya dengan senyuman manis.

“Selamat siang, Samonim.” Sapa Sekretaris Baek saat melihat Mi Young.

“Selamat siang. Apa suamiku ada di dalam?” Tanya Mi Young.

“Ne, Samonim. Tuan Choi masih ada di ruangannya.”

Mi Young melirik arloji di pergelangan tangan kirinya. Pukul 12.30. “Lagi-lagi Oppa melupakan makan siangnya.” Runtuknya dalam hati. Dia kemudian melirik ke arah Sekretaris Baek.

“Sekarang sudah waktunya istirahat. Kenapa kau belum makan siang?”

“Ah.. Sajangnim belum keluar, Samonim. Barangkali saja Sajangnim membutuhkan sesuatu saat saya tidak ada.”

Mi Young tersenyum. Terselip rasa bangga pada gadis dihadapannya ini. Meskipun usianya masih muda, namun dedikasinya pada perusahaan sangat tinggi.

“Ghwenchanayo, pergilah. Kebetulan aku membawakan makan siang untuk Siwon Oppa. Jadi setidaknya selama 30 menit ini dia tidak akan mengganggumu.”

Sekretaris Baek membungkukkan kepalanya. “Ne. Kamsahamnida, Samonim.” Mi Young memamerkan senyum andalannya menanggapi ucapan gadis itu. Dia kemudian bersiap untuk memasuki ruangan Siwon.

Pada awalnya Mi Young akan mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk. Namun, dia mengurungkannya. Dia berniat untuk mengejutkan Siwon dengan kedatangannya yang tiba-tiba. Mi Young langsung membuka pintu yang terbuat dari kayu jati itu dan masuk ke dalamnya. Siwon sedang menelepon. Sepertinya pria itu belum menyadari kehadiran Mi Young karena posisi duduknya yang membelakangi meja.

“Kau sedang apa?” Tanya Siwon pada lawan bicaranya melalui telepon.

“…..”

“Bagus.”

“…..”

“Eoh. Aku akan langsung pergi setelah ini.”

“….”

“Istriku? Tentu saja dia tidak tahu.”

“….”

“Apa kau rindu padaku?”

“…..” Siwon terkekeh pelan.

“Tunggu di rumah, ne.. Love You Chagi.”

Seketika saja tubuh Mi Young bergetar hebat. Secara reflek kotak makanan yang ia bawa terjatuh ke lantai. Tanpa mengatakan apapun ia segera berlari meninggalkan Siwon.

Sekretaris Baek yang sedang bersiap-siap untuk makan siang merasa heran melihat Mi Young yang meninggalkan ruangan atasannya. “Samonim, apa anda…” Gadis itu tidak melanjutkan kalimatnya karena Mi Young sudah berlari memburu lift.

Mi Young yang berjalan dengan tergesa di lantai lobi tidak membalas sapaan yang resepsionis dan karyawan lain berikan padanya hingga membuat mereka semua merasa heran. Tidak biasanya istri direktur mereka yang terkenal ramah bersikap seperti itu.

Sesampainya di depan gerbang Hyundai Corp. dia segera memberhentikan sebuah taksi dan masuk ke dalamnya. Mi Young begitu tak kuasa menahan air matanya. Ia tak memedulikan tatapan heran sopir taksi yang melihatnya menangis tersedu-sedu.

*********

Sementara itu setelah mengakhiri pembicaraannya, Siwon meletakkan gagang telepon kembali ke tempatnya. Dia kemudian menatap cincin pernikahan yang tersemat di jari manisnya. Sudah hampir 4 bulan benda itu ada disana. Pandangannya kemudian beralih pada fotonya bersama Mi Young. Wanita itu tersenyum dengan penuh kebahagiaan. Sama sepertinya dulu. Sayangnya tidak begitu dengan yang dia rasakan saat ini. Sikap dingin dan acuh yang dia berikan pada istrinya itu membuat Siwon merasa menjadi pria paling jahat di dunia ini.  Tapi bagaimana pun dia tidak boleh lemah. Dia harus melakukannya. “Mianhe. Mi Young-a..” Bisiknya lirih.

*********

Mi Young membuka matanya perlahan. Kelam. Hanya 1 kata itu yang mewakili perasaannya saat ini. Ruangan ini memang gelap karena dia belum menyalakan lampu. Satu-satunya cahaya yang menerangi kamar ini adalah lampu jalan yang menembus jendela yang belum tertutup tirai. Mi Young menghela napas panjang. Terasa berat dan menyesakkan.  Entah berapa lama dia menangis hingga tertidur kelelahan karena terlalu banyak mengeluarkan air mata. Tapi yang jelas kepalanya terasa sedikit pusing.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 23.20. Hampir tengah malam. Seharusnya Siwon sudah pulang sejak pukul 18.00 tadi. Terlebih lagi Sekretaris Baek mengatakan kalau mereka tidak mengadakan meeting sehingga bisa pulang lebih awal sore ini. Entah apa yang pria itu pikirkan. Setidaknya dia harus pulang dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi sepertinya Siwon belum datang atau bahkan mungkin tidak berniat untuk pulang. Mungkinkah apa yang didengarnya memang benar terjadi sehingga Siwon merasa tidak perlu menjelaskan apapun lagi? Pikirannya lantas kembali pada kejadian tadi siang. Akankah Siwon benar-benar menghianatinya? Apa yang sedang dia lakukan? Apakah dia masih berada di ruang kerjanya atau sedang terlelap dengan wanita itu dalam dekapannya?

Tanpa terasa air matanya kembali mengalir. Dia menyesal telah datang ke kantor Siwon dan mendengar hal yang menyakitkan. Seharusnya dia tidak usah memasakkan makan siang untuk suaminya. Seharusnya dia tidak menyuruh Han Ahjussi pulang lebih dulu. Seharusnya dia bisa menjadi istri yang lebih baik lagi untuk suaminya atau mungkin.. seharusnya dia tidak menikah dengan seorang Choi Siwon.

Setelah selama kurang lebih 30 menit menumpahkan kekecewaannya dengan menangis, Mi Young memutuskan untuk mencuci muka. Betapa terkejutnya wanita itu saat melihat bayangan dirinya. Dirinya dalam cermin terlihat begitu mengenaskan. Dengan rambut yang berantakan, hidung yang memerah, eyeliner yang belepotan, disertai dengan mata yang sembab.

Selesai dengan kegiatan mencuci muka dan berganti pakaian wanita itu merasa sedikit lebih segar. Keadaan wajahnya sudah jauh lebih baik. Tentu saja tidak termasuk bagian matanya. Sepertinya ‘kerusakan’ itu tidak bisa ditutupi bahkan dengan kacamata berlensa gelap sekalipun. Mi Young merasa lapar. Terakhir dia menyentuh makanan adalah saat sarapan tadi pagi. Atau mungkin lebih tepatnya kemarin pagi. Makan adalah kebutuhan primer manusia terlepas dari bagaimana kondisi hatimu. Jadi setidaknya harus tetap ada makanan yang masuk walaupun hanya setangkup roti. Mi Young pun melangkahkan kakinya keluar kamar. Tapi tiba-tiba…

“Saengil chukka hamnida.. Saengil chukka hamnida.. Saranghaneun uri Mi Young.. Saengil chukka hamnida…”

Nyanyian dari beberapa orang itu membuat Mi Young menutup mulutnya seakan tak percaya. Saat ini semua anggota keluarganya ada di hadapannya sembari membawa sebuah kue tart. Semuanya ada disini. Tidak terkecuali Siwon, pria yang telah membuatnya menangis seharian sampai pusing. Mi Young tidak bisa mengatakan apapun. Dia terlalu bingung untuk bahagia atau menangis. Bisa-bisanya pria itu bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa setelah semua yang dilakukannya tadi siang!

“Ya! Jangat terkejut begitu Nyonya Choi. Sekarang kau harus meniup lilinnya.” Kata Soo Yeon. Sebenarnya Mi Young sangat ingin menangis. Keluarganya bersikap hangat seperti biasanya. Tak tahukah mereka kalau saat ini hatinya sedang tidak baik-baik saja? Tapi dia tidak mungkin mengatakannya. Karena itu sama saja akan membunuh orang-orang yang disayanginya.

“Andwe! Kau harus mengucapkan permintaanmu lebih dulu, Eonni.” Kata Soo Young.

“Ne. Itu benar. Ayo, Chagi. Ucapkan harapanmu.” Kata Nyonya Hwang.

Dengan senyum yang dipaksakan Mi Young kemudian menutup mata, melipat kedua tangan, dan mengucapkan beberapa permintaan yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri. Dia meniup lilin yang ada di hadapannya kemudian memotong kue yang permukaannya ditutupi oleh cokelat itu.

“Ca.. suapan pertama untuk orang yang spesial..” Kata Soo Young. Tentu saja maksudnya adalah Siwon.

Mi Young menyuapi Siwon dengan canggung. Dia memasukkan potongan kue tart ke mulut suaminya tanpa sedikit pun menatapnya. Siwon pun mengulum senyum.

“Aku bisa tersedak kalau kau menyuapiku seperti itu, Chagi.” Mi Young tidak menjawab.

“Apa kau sangat mencintaiku sehingga cemburu padaku seperti itu? Gadis itu memang cantik dan juga tinggi. Tapi, sayangnya aku tidak mungkin berselingkuh dengan sepupuku sendiri.” Ujar Siwon lagi.

Flashback

“Kau sedang apa?” Tanya Siwon pada lawan bicaranya melalui telepon.

“Aku dan Tae Yeon Eonni sedang membungkus hadiah kamI, Soo Yeon Eonni sedang mengambil kue tart, sementara para Ahjumma sedang bergosip ria di taman belakang.” Jawab Soo Young.

“Bagus.”

“Kau masih dikantor, Oppa? Bukankah kau belum mengambil hadiahmu?” Ingat Soo Young.

“Eoh. Aku akan langsung pergi setelah ini.”

“Bagaimana dengan Mi Young Eonni? Keadaan aman bukan?”

“Istriku? Tentu saja dia tidak tahu.” Jawab Siwon dengan santai. Tiba-tiba terdengar suara bayi yang menangis.

“Oppa, Yeon menangis. Sepertinya dia ingin ikut bicara denganmu.” Setelah itu suasana menjadi sedikit lebih ribut karena Soo Young menggunakan loudspeaker. Tak lama kemudian terdengar suara Yeon.

“Ahh…” Celotehnya riang.

“Apa kau rindu padaku?”

“Ooo… ahh.. mma..” Siwon terkekeh pelan. Entah apa yang ingin disampaikan bayi laki-laki itu padanya.

“Tunggu di rumah, ne.. Love You Chagi.”

Flashback End

“Mwo? Jadi..” Perkataan Mi Young terputus. Tenggorokannya terasa tercekat. Secara reflek wanita itu memukul lengan suaminya. “Nappeun nampyeon!” Katanya disela-sela hukumannya. Tanpa terasa air mata mulai mengalir lagi dari matanya. Siwon sedikit terbahak sebelum akhirnya mendekap tubuh istrinya dan menciumi puncak kepalanya.

“Aigo.. apa yang kau lakukan padanya Wonie?” Tanya Nyonya Choi khawatir. “Sudah Eomma katakan jangan menjahilinya keterlaluan.” Lanjutnya.

Nyonya Hwang tersenyum. “Uri Aegi, bahkan setelah menikah pun kau masih saja manja. Ottokeyo, Eonni. Sepertinya kita tidak hanya akan direpotkan oleh cucu saja, tapi oleh ibunya juga.” Kata Nyonya Hwang pada Nyonya Choi yang membuat Mi Young mengerucutkan bibir.

“Sudahlah, jangan menangis lagi. Sekarang waktunya membuka kado, Eonni!” Seru Soo Young. Gadis itu mengamit lengan Mi Young dengan tangannya dan menariknya ke meja ruang tengah yang entah sejak kapan dipenuhi oleh kue tart dan kado-kado.

“Mwoya? Mana ada acara buka kado di saat dini hari seperti ini.” Protes wanita yang berusia beberapa tahun lebih tua itu padanya.

“Aku tidak dengar.” Selanya. Soo Young tersenyum kemudian memberikan sebuah kotak beludru berwarna biru tua dengan pita diatasnya. Mi Young membukanya dengan perlahan. Sebuah kalung emas putih dengan liontin bertahtakan berlian yang berkilauan.

“Omo.. cantik sekali!” Seru Soo Yeon. “Kau pintar memilih hadiah, Oppa!” Lanjutnya.

Mi Young menatap Siwon tajam sementara pria itu hanya mengedipkan sebelah matanya. Mi Young berdecak pelan dan pura-pura tidak tertarik pada hadiah dari suaminya itu dan memberikannya kembali pada Soo Young.

“Eoh? Kau tidak mau memakainya?” Tanya Soo Yeon.

Mi Young menggeleng pelan. “Nanti saja.”

Soo Young hanya mengangkat bahunya sebelum memberikan sebuah kado lagi pada kakak iparnya itu. “Ini dari kami semua.” Katanya sembari menyodorkan kotak persegi panjang tipis.

Mi Young mengambil kado itu dan merobek kertas pembungkusnya perlahan. Wanita itu kemudian membuka tutup kotaknya. Terdapat selembar kertas panjang dan tebal beruliskan sesuatu di dalamnya. Butuh beberapa menit baginya sebelum bisa mencerna apa yang tertulis di atasnya.

“Voucher belanja untukku dan Siwon Oppa?” Tanyanya tak percaya. Dia benar-benar merasa sangat bahagia.

“Kau harus menghabiskan waktu berdua dengan suamimu, Chagi.” Ujar Nyonya Hwang.

“Ne. Berbelanja sekaligus berkencan berdua dengan suamimu pasti sangat romantis.” Tambah Nyonya Choi.

Mi Young tersenyum memperlihatkan eyesmile-nya. “Gumawoyo.. aku sangat menyukai hadiahnya.”

“Ralat. Bukan cuma Mi Young, tapi juga aku. Akhirnya kalian memberikan kado ulang tahun yang tidak berat sebelah.” Celetuk Siwon.

“Mwo? Ya! Choi Siwon!!!” Pekik Nyonya Choi.

*********

Siwon baru selesai membersihkan diri saat jam menunjukkan pukul 03.00. Tak ada perbincangan antara sepasang suami istri itu. Mi Young tidak mengucapkan sepatah kata pun setelah keluarganya pulang tadi. Sekarang giliran Siwon yang merasa heran. Mi Young sama sekali tidak menyapanya. Apa karena tindakannya keterlaluan?

“Chagi, apa kau marah padaku ?” Tanya Siwon ragu saat sudah berbaring bersama Mi Young.

“…” Mi Young yang sudah tahu pertanyaan itu untuknya hanya diam di balik selimut tebal yang menutupi semua tubuhnya.

“Apa kau marah padaku karena kejadian kemarin?” Tanya siwon lagi. Tapi Mi Young masih tetap diam.

“Mianhe, Chagi. Jeongmal mianhe. Aku memang sedikit keterlaluan.” Pinta siwon tulus.

“….” Masih tidak ada jawaban dari Mi Young. Sepertinya dia benar –benar marah kali ini.

“Baby?” Tanya siwon sekali lagi sambil memeluk erat pinggang Mi Young tapi dengan cepat Mi Young berhasil melepaskannya.

“Jangan sentuh aku!” Teriak Mi Young.

“Mianhe, baby. Aku janji tidak akan menggulanginya.” Pinta siwon sekali lagi .

Wanita itu menghela napas. Dia kemudian membuka selimutnya kemudian berbalik menatap Siwon. “Baiklah. Tapi ada satu syarat.” jawabnya.

“Apa syaratnya?” Tanya Siwon. Dia memiliki perasaan yang buruk tentang hal ini.

“Kau tidak boleh menyentuhku selama 1 minggu. Titik.” Tegas Mi Young kemudian.

“Mwo? 1 minggu? 1 hari saja aku sudah tidak sanggup. Andwe! Aku tidak setuju!!!” Protes Siwon tak terima.

“Siapa suruh kau mengerjaiku!” Kata Mi Young melawan.

“Hal ini bukan sepenuhnya kesalahanku. Saat kau datang, aku sedang menelepon Soo Young. Kau sendiri yang salah paham. Kebetulan sekali momen itu terjadi bersamaan dengan rencanaku untuk menjahilimu. Jadi ya sudah, aku lanjutkan saja. Lagipula itu kan hanya bercanda.” Jelas Siwon.

“Bercandamu itu tidak lucu, Oppa. Kau sudah membuatku menangis seharian meratapi nasib malangku yang ternyata hanya sebuah tipuan darimu.”

“Tapi semua itu karena ulang tahunmu.”  Kilah Siwon lagi.

“Lalu menurutmu aku harus memaafkanmu dan mengatakan ‘gumawo’, begitu?” Ejek Mi Young.

CHU..

Ciuman singkat Siwon di bibir Mi Young membuat pipi wanita itu memerah seperti tomat.

“Cheonma.” Ujar Siwon. Dia lantas melanjutkan ciuman singkat yang terjadi setelah pertengkaran kecil yang terjadi di antara mereka tadi. Mi Young menolak, tapi pemberontakannya tak sebanding dengan tenaga milik suaminya. Pada akhirnya wanita itu membalas ciuman suaminya. Lama Siwon mencumbu bibirnya hingga Mi Young yang kehabisan napas mendorong dada suaminya. Setelah tautan bibir mereka terlepas, keduanya menarik napas dalam-dalam. Setelah merasa bekal udara diparu-parunya cukup banyak, Siwon kembali melanjutkan ciumannya. Tidak hanya itu, tangannya juga mulai nakal meraba bagian favoritnya yang berada di balik gaun tidur yang Mi Young kenakan. Mi Young hanya diam menikmati. Tapi tangannya dengan cepat menepis tangan Siwon saat pria itu menyingkap gaunnya ke atas.

“Jangan terlalu rakus, Tuan Choi!”

“Tapi kau suka kan ?” Tanya Siwon menggoda. Sontak pipi Mi Young merona.

“Shireo! Sekarang sudah hampir pagi.” Tegas Mi Young.

“Ghwenchana. Sekali-kali datang terlambat ke kantor kan tidak apa-apa. Siapa tahu kau akan mendapat hadiah tambahan berupa seorang adik kecil untuk Yeon.” Rayu Siwon.

“Tapi dia masih terlalu kecil untuk diberi adik, Oppa.” Bantah Mi Young tak setuju.

“Ya sudah. Kalau begitu terserah kau saja!” Kata Siwon pura-pura marah lalu merubah posisinya membelakangi Mi Young.

“Oppa..” Panggil Mi Young merasa bersalah.

“Wae?” Jawab siwon ketus.

“Kau tidak marah kan? Sebenarnya aku juga merindukanmu. Tapi..” Mi Young mengantung kalimatnya.

“Tapi apa, baby?” Tanya Siwon antusias dan kembali menghadap Mi Young dengan mata yang berbinar.

“Tapi aku masih marah padamu!!!” Pekik Mi Young sambil membelakangi suaminya. Pria itu mendesah pelan. Dia kemudian membalikkan badan Mi Young dan menindihnya.

“Apa maumu?” Tanya Mi Young saat Siwon semakin mengeratkan pelukannya dan sedikit mengangkat kepalanya mendekati wajah Mi Young. Pria itu tidak menjawab. Yang jelas beberapa saat kemudian Mi Young merasakan napas Siwon yang menggelitik indra penciumannya sebelum akhirnya bibir itu menempel pada bibirnya. Siwon mengecup beberapa kali bibir Mi Young sebelum akhirnya melumatnya dalam. Mi Young memejamkan mata menikmati sentuhan hangat yang di berikan Siwon untuknya. Benar, ia tidak bisa menolak sentuhan Siwon. Tidak bisa jika di depan pria ini.

Siwon menyesap bibir Mi Young pelan dan dalam hingga memberikan sensasi lebih pada wanita itu. Tangan Siwon meraih tengkuk Mi Young dan mengigit kecil bibir bawahnya membuat wanita itu mendesah, merasakan perih atas gigitan Siwon. Mengerti dengan maksud Siwon, Mi Young membuka mulutnya, memberi akses bagi Siwon untuk menjelajahi mulutnya.

Mi Young yang sudah kehabisan napas mendorong tubuh Siwon. Begitu ia berhasil lolos dari dekapan pria itu, Mi Young berdiri dengan napas terengah.

“Sebenarnya Oppa berniat menciumku atau membunuhku?” Tanyanya sambil memegangi dada. Siwon tergelak.

“Salahkan bibirmu yang begitu menggoda.” Jawabnya ringan. Pria itu kemudian kembali menarik tubuh istrinya hingga terbaring.

“Lepaskan aku, Choi Siwon. Aku sudah kehabisan napas.” Erang Mi Young lagi.

“Choi Siwon? Panggilan apa itu? Panggil aku seperti saat malam pertama kita, baby.” Pinta Siwon.

“Cepat lepaskan aku! Aku tidak sedang bermain-main!” Ancam Mi Young. Tapi sepertinya Siwon tak menghiraukannya. Dia semakin mengunci pergerakan Mi Young dengan menindih kedua pahanya.

“Hoho.. Aku ini termasuk pria yang tidak mudah menyerah, baby! Aku akan mendapatkan apa yang kumau.” Dan setelah selesai mengatakan kalimatnya, Siwon kembali menjalankan aksinya yang tertunda.

*********

Hari ini Siwon sengaja mengambil cuti untuk menemani istrinya. Dia dan Mi Young akan pergi ke The Choice untuk memilih barang-barang keperluan mereka. Mi Young mengatakan kalau dia ingin mencari suasana baru dengan mengganti peralatan rumah. Sebenarnya Siwon bisa saja membiarkan istrinya berbelanja sementara dirinya tetap bekerja. Tapi wanita itu mengeluarkan jurus rayuannya sehingga dengan mudah pria itu menyetujuinya. Demi Tuhan, siapa yang bisa menolak pelukan dan ciuman dari seorang Choi Mi Young!

“Oppa, yang ini bagus tidak?” Tanya Mi Young sembari menunjukkan sebuah taplak meja berwarna dasar pink dengan motif bunga-bunga kecil di kedua sisinya.

“Hmm..” Siwon hanya bergumam pendek tanpa melihat benda yang ditunjukkan istrinya. Mi Young yang tahu kalau sebenarnya Siwon tidak memerhatikannya mencoba untuk bersabar.

“Kalau ini?” Tanya Mi Young lagi sembari menunjukkan sebuah serbet berwarna senada.

“Hmm..” Gumam Siwon lagi masih dengan tatapan yang terfokus pada tabletnya.

Saat mereka masih berada di rumah tadi, Sekretaris Baek menghubunginya dan memberitahu ada email masuk dari Tuan Hideaki. Jadi saat ini Siwon sedang membaca-baca dokumen yang dikirimkan kliennya itu.

“Kalau kita ambil yang ini saja, otte?” Kali ini Mi Young bertanya tanpa membawa benda apapun ditangannya.

“Bagus.” Jawab Siwon singkat. Mi Young berdecak pelan. Selalu seperti ini. Apa Siwon tidak bisa meninggalkan sejenak pekerjaannya kalau mereka sedang bersama? Karena kesal tanpa basa-basi Mi Young mendorong trolynya dan menjauhi Siwon yang masih asyik bersender pada salah satu rak pajang.

“Apa kau sudah selesai memilih, Chagi?” Tanya Siwon. “Ada berkas yang harus kutanda tangani. Sepertinya aku akan mampir ke kantor sebelum pulang.” Lanjutnya.

Tidak ada jawaban tentu saja. Tapi sepertinya Siwon belum menyadari kepergian Mi Young.

“Chagi, ayo kita ke kasir.” Katanya lagi. Tetap hening. Siwon yang merasa heran karena tak ada jawaban dari istrinya itu mengangkat kepala.

“Cha..gi..” Ucapnya terputus saat menyadari kalau Mi Young tidak ada bersamanya. Siwon kemudian menoleh ke arah kanan dan kiri. “Kemana dia?” Batinnya.

Pria itu pun berjalan menyusuri jejeran stand. Setelah mencari selama 10 menit, dia menemukan wanitanya sedang memilih-milih brokoli di bagian sayur-mayur.

Siwon kemudian berjalan mengendap menghampiri Mi Young lalu berbisik ditelinganya. “Chagi..”

Sebenarnya Mi Young tidak terkejut. Tapi bisikan lembut itu sukses membuat bulu kuduknya meremang. Mi Young mencoba untuk menetralkan kerja tubuhnya dengan mengingatkan dirinya sendiri kalau dia sedang marah pada Siwon.

“Kau akan memasak apa untuk malam ini, Chagi?” Tanya Siwon.

“Molla.” Jawab Mi Young ketus.

“Ah.. makanan baru ya? Oppa merasa belum pernah mendengar nama itu sebelumnya.” Goda Siwon. Tapi wanita dihadapannya itu tetap mengacuhkan dirinya.

“Chagi, mianhe. Bisakah kau berbelanja sendiri dulu selama 30 menit? Nona Baek mengatakan kalau ada berkas yang harus kutandatangani. Kami berjanji untuk bertemu di ruanganku.” Jelas Siwon.

“Sudah kuduga.” Batin Mi Young. “Terserah.” Jawabnya kemudian. Mi Young lalu menyibukkan dirinya kembali pada setumpuk lobak dan sawi putih yang akan dia gunakan untuk membuat kimchi.

“Gumawo, Chagi.” Kata Siwon sambil tersenyum. Dia lalu mengecup singkat pipi Mi Young sebelum berlalu meninggalkannya.

Mi Young menatap punggung suaminya yang semakin menjauh dengan bibir yang mengerucut. Dia bermaksud untuk mengajukan protes dengan bersikap dingin pada suaminya. Tapi apa yang dia dapat? Siwon sepertinya tenang-tenang saja dan tidak menyadari perubahan sikapnya.

“Choi Siwon!!! Apa kau tidak tahu kalau aku ini sedang marah padamu?!” Batinnya.

Mi Young yang sudah dikuasai oleh suasana hati yang buruk melemparkan kembali lobak yang dipegangnya ke dalam keranjang. Dia lalu berjalan meninggalkan trolinya begitu saja hingga seorang karyawan supermarket menghampirinya.

“Samonim, Anda melupakan keranjang belanja Anda.” Ingat gadis itu dengan sopan.

“Aku tidak jadi belanja.” Jawab Mi Young.

“Jhwesonghamnida, Samonim. Tapi barang yang sudah anda pilih..” Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Mi Young sudah lebih dulu menyela.

“Arra.. arra.. Kembalikan saja semua itu ketempatnya.”

“Tapi..” Gadis itu menundukkan kepala karena takut.

“Ya! Apa kau tidak tahu siapa aku? Kau mau kupecat ya?!”

*********

Soo Yeon dan Soo Young sedang menikmati segelas cappucino ice saat Mi Young memasuki pintu dan menghampiri mereka. Mereka memang berjanji untuk bertemu di salah satu kedai kopi yang ada di The Choice. Soo Yeon menelepon Mi Young 30 menit yang lalu ketika Mi Young menjalankan aksi mogok belanjanya.

“Apa kalian sudah menunggu lama? Mianhe..” Kata Mi Young seraya mengambil tempat duduk di sebelah Soo Young.

“Ghwenchanayo, Eonni. Kami juga baru tiba 15 menit yang lalu.” Jawab Soo Young sembari menatap wajah kakak iparnya. “Kau kenapa, Eonni? Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?” lanjutnya.

“Eoh. Seperti yeoja kecil yang kehabisan pizza gratis saja.” Tambah Soo Yeon.

“Lebih dari itu, Eonni. Sekarang ini suasana hatiku sedang buruk sekali.” Jawab Mi Young. Wanita itu kemudian mengambil gelas Soo Young lalu menyeruput isinya pelan.

“Ah.. matta. Bukankah kemarin kau bilang akan berbelanja bersama Siwon Oppa? Mana suamimu?” Tanya Soo Yeon.

“Molla. Mungkin dia sedang asyik bercinta dengan laptop dan dokumennya.” Jawab Mi Young asal. Sementara kedua gadis di depannya hanya terkekeh pelan.

“Aigo.. Kalau begitu kurasa sebentar lagi kami akan mendapat keponakan laporan keuangan dan kontrak kerja.” Celetuk Soo Young asal membuat Mi Young juga ikut tertawa bersama mereka.

“Mi Young-a, kajja kita shopping hari ini.” Ajak Soo Yeon penuh semangat.

“Aku dengar Channel mengadakan diskon besar-besaran untuk tas, sepatu, dan juga gaun mereka. Kajja kita kesana, Eonni.” Kali ini Soo Young yang bersemangat mengajak Mi Young. Mi Young terdiam sejenak untuk memikirkan ajakan adik iparnya itu. Sepertinya tidak ada salahnya. Lagipula tadi dia memang berniat untuk belanja hari ini. Ditambah lagi Siwon juga menghilang entah kemana.

“Kurasa semua itu bukan ide yang buruk. Kebetulan aku juga sudah lama tidak berbelanja. Kalian boleh mengambil barang apapun. Aku yang akan membayarnya.” Kata Mi Young sembari menunjukkan credit card milik Siwon yang ada padanya.

“Aish.. dasar Miss Shopping!″ Gumam Soo Yeon.

“Kurasa kau akan menghabiskan uang suamimu.” Timpal Soo Young.

*********

Mi Young sedikit kesulitan membawa belanjaannya. Tangan kanannya menjinjing 4 kantung kertas sementara tangan kirinya menenteng 3 buah kantung plastik ditambah dengan tas tangan yang dijepit diantara lengannya. Hasil perburuannya hari ini yang terdiri atas gaun, tas, sepatu serta bahan makanan itu sukses menguras beberapa juta won dari kartu kredit milik suaminya. Sebelumnya Mi Young tidak pernah menghabiskan uang untuk belanja sebanyak ini. Tapi gadis itu menganggap vsemua ini sebagai balas dendam atas tindakan suaminya.

Mi Young menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa kemudian memijit keningnya yang terasa pening. Marah, kesal, jengkel sekaligus rindu semuanya bercampur menjadi satu di dalam hatinya. Siwon memang pria yang memiliki dedikasi tinggi pada perusahaannya dan sejauh ini Mi Young tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Tapi tidak dengan menghabiskan waktu cutinya juga!

Ponsel Mi Young tiba-tiba bergetar. Dengan sedikit malas dia mengambil ponselnya. Ternyata Siwon mengirimkan sebuah pesan singkat padanya.

From: My Oppa

“Baby, apa kau mengganti passwordnya? Buka pintunya, Chagi. Oppa tidak bisa masukL

Mi Young menghela napas lalu melempar ponsel ke atas tempat tidurnya. Ponselnya kembali bergetar.

From: My Oppa

Baby, Oppa ingin masuk. Cepat buka pintunya.“

Mi Young kembali mengabaikan pesan Siwon. Namun tak berapa lama kemudian sebuah pesan kembali masuk.

From: My Oppa

“Kau benar-benar tidak akan membiarkan Oppa masuk? Ayolah, Chagi. Oppa benar-benar tidak tahan.”

“Aish.. jinjja! Namja ini benar-benar!” Gerutunya. Dia kemudian mengetik pesan balasan untuk Siwon.

To: My Oppa

“Tidak tahan apa?!”

From: My Oppa

“Oppa tidak tahan untuk memeluk, mencium dan memanjakanmu, baby.”

Dasar mesum!” Mi Young merasa gemas sekaligus kesal setelah membaca balasan pesan suaminya.

To: My Oppa

Mwo? Jangan harap kau bisa melakukannya malam ini, Tuan Choi! Aku tidak akan menyerah begitu saja!”

From: My Oppa

Jinjja? Aku tidak yakin kau bisa menolak pesonaku.

Sementara itu, Siwon tersenyum membaca balasan pesan dari Mi Young. Dia yakin pasti sekarang istrinya sedang menggerutu tidak jelas sambil memasang wajah kesal dan bibir mengerucut padanya.

“Baby, Oppa tahu kau bisa mendengarku. Cepat buka pintunya, disini dingin sekali, Chagi.” Teriak Siwon berharap Mi Young akan menyahut.

“Shireo! Aku tidak akan membiarkanmu masuk!” Siwon segera beralih pada layar interkom saat mendengar suara itu.

“Baby..”

“Aku bilang Shireo! Tidur saja dikantor!” Ujar Mi Young memberikan penekanan pada setiap kata-katanya lalu mematikan layar interkom. Siwon menggertakan giginya gemas. Dia pun kembali mengacak-acak rambutnya karena tidak tahu berapa password yang baru.

“Password yang lama adalah tanggal pernikahan. Tanggal lahir kami, bukan. Tanggal pertemuan pertama, bukan. Tanggal ciuman pertama, juga bukan. Aku sudah mencoba semua kemungkinan yang ada, tapi tetap saja salah.” Siwon berbicara pada dirinya sendiri sambil memikirkan tanggal-tanggal atau angka istimewa yang mungkin akan Mi Young gunakan untuk dijadikan password.

“14-06-19, apa mungkin dia menggunakan nomor itu?” Siwon berpikir sejenak sebelum memasukan angka yang tiba-tiba saja muncul diotaknya.

“Tidak ada salahnya mencoba.” Gumam Siwon sambil tersenyum. Dia lalu memasukan deretan angka tersebut dan KLIK! Pintunya berhasil dibuka. Siwon tersenyum penuh kemenangan lalu masuk ke dalam apartemen dan menutup pintu secara perlahan.

Siwon membuka pintu kamarnya, tapi Mi Young tidak ada. Suara gemericik air yang berasal dari kamar mandi membuat Siwon menyimpulkan jika istrinya itu tengah membersihkan tubuh. Siwon tersenyum seperti tengah memikirkan sesuatu lalu bersembunyi di balik pintu.

Tak harus menunggu lama, karena ternyata Mi Young sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono serta rambut yang di bungkus dengan handuk.

“Hah.. lelah sekali. Shopping memang menyenangkan sekaligus melelahkan.” Ujar wanita itu. Sepertinya dia belum menyadari kehadiran Siwon. Mi Young berjalan menuju lemari besar di kamarnya. Ia membukanya dan mengambil baju serta pakaian dalam. Mi Young lalu melepas baju handuknya kemudian mulai memakai satu persatu kain untuk menutupi tubuhnya. Ia tidak menyadari sedari tadi ada sepasang mata yang mengawasinya dengan seksama. Mi Young mencoba untuk meraih resleting bagian belakang, bajunya. Ia nampak kesulitan.

“Butuh bantuan?”

“Ah.. ne..” Mi Young mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Membiarkan orang tadi membantu menaikan resleting bajunya. Mi Young terdiam beberapa dengan pikiran yang kosong sampai ia merasakan sebuah kecupan di pundaknya.

“Baby?” Lanjut Siwon menatap punggung Mi Young yang masih tampak kaku.

Dengan keterkejutan serta kesadaran bahwa sedari tadi ia tidak sendiri di kamar ini, Mi Young bangkit dan membalikkan tubuhnya. “Ya!!!” Jantungnya berpacu cepat. “K.. kau? Kenapa bisa masuk?” Tanya Mi Young terbata. Siwon tersenyum misterius lalu mendekati Mi Young yang mulai berjalan mundur.

“Aku tanya kenapa kau bisa masuk? Aku sudah mengganti…” Kalimat Mi Young terputus saat punggungnya membentur lemari.

“Chagi.. kita ini suami istri. Kenapa kau jadi bersikap seperti seorang gadis?” Tanya Siwon sambil sedikit memiringkan kepalanya. Mi Young yang masih belum bisa menghilangkan rasa gugup serta keterkejutannya berusaha untuk menutupi semuanya dan bersikap seperti biasanya.

“Aku tanya kenapa kau bisa masuk? Dan… dan kenapa kau bisa tahu passwordnya?”

“Ah.. sepertinya kau melupakan satu hal Nyonya Choi. Aku adalah pemerhati. Tentu saja aku tahu tanggal-tanggal penting di dalam kehidupanmu. Password pintu kita adalah hari disaat kita pertama kali melakukan malam..”

Mi Young membekap mulut Siwon sebelum suaminya itu melanjutkan kalimatnya. Seketika itu juga matanya membulat. Siwon tertawa keras melihat perubahan air muka Mi Young. Ia terbaring di atas kasur sambil memegangi perutnya.

“Kau menertawakanku? Kau menertawakanku heuh? Beraninya kau!” Mi Young mengambil guling kemudian memukul tubuh Siwon dengan guling itu. Dia memukul Siwon berulang kali tanpa ampun. Saat Mi Young bersiap memukulnya lagi, Siwon menggenggam pergelangan tangan Mi Young dan menariknya hingga membuat Mi Young jatuh di atas tubuhnya.

Aigo… kenapa kau kasar sekali, Chagi..” Kata Siwon.

Mi Young mencoba melepaskan diri dari pelukan Siwon yang semakin mempersempit jarak di antara mereka. “Wae?” Tanya Siwon semakin melebarkan senyumnya.

“Kau… mengerikan!”

Siwon terbahak mendengar jawaban Mi Young. “Bukankah kau mencintai pria mengerikan ini?” Godanya pada wanita itu. Mi Young tidak menjawab dan memalingkan wajahnya dari Siwon.

“Keundae, Chagi. Kau benar-benar seksi. 36 B, waw..” Kata pria itu lagi. Mi Young kembali menatap Siwon dengan mata yang terbelalak.

“Ya! Namja pervert! Apa otak mu hanya dipenuhi dengan hal seperti itu?” ketus Mi Young menyipitkan mata.

“Mesum? Bukankah wajar jika aku mengetahuinya? Lagipula aku seperti ini sejak menikah denganmu.” Jawab Siwon sambil tersenyum menggoda. Namun entah kenapa Mi Young malah bergidik ngeri melihat senyum Siwon yang seperti itu.

“Baby..” Panggil Siwon sedikit berbisik.

“Baby..” Panggil Siwon lagi. Namun wanita itu masih terdiam menatap lantai kamar mereka.

“Kau semakin cantik jika sedang marah.” Ujar Siwon kembali merayu.

“Mianhe, aku memang salah.” Ujar Siwon menyesal. Tak ada respon dari Mi Young, yang terdengar malah isakan kecil.

“Aish.. bagaimana ini?” Gumam Siwon bingung.

*********

Mi Young berbaring dengan posisi membelakangi Siwon. Meskipun begitu sejak tadi ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya.

“Baby apa kau akan tidur membelakangiku? Ayolah.. aku tidak bisa tidur jika hanya melihat punggungmu.” Rengek Siwon. Mi Young berpura-pura tidur dengan memejamkan matanya.

“Aku tahu kau belum tidur. Ayolah, Baby. Kau tidak mau kupeluk?” Tanya Siwon. Kini nada bicaranya terdengar agak menggoda.

“Shireo!” Jawab Mi Young ketus.

“Jinjja? Kalau begitu kau tidur di lenganku saja ya? Pasti lebih hangat.” Pinta Siwon lagi.

“Shireo!”

“Baiklah.. Kalau ini maumu. Tapi jangan salahkan aku kalau tiba-tiba melakukan sesuatu padamu.” Ancam Siwon.

Wanita itu akhirnya berbalik menghadap Siwon yang ternyata sudah menyambutnya dengan senyuman lebar.

“Peluk saja guling ini. Oppa bisa bercinta sepuasnya dengan dia! Kalau Oppa berani menyentuhku, aku benar-benar akan mengganti passwordnya dengan angka yang tidak bisa kau duga.” Perlahan senyum Siwon memudar. Pria itu hanya bisa diam melihat Mi Young yang kembali tidur memunggunginya.

“Aku hanya ingin kau tidur menghadapku. Tidak lebih.” Pinta Siwon sekali lagi.

“Dan aku hanya ingin tidur memunggungimu. Tidak lebih.” Balas Mi Young lalu menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.

“Mianhe, baby.” Ujar Siwon pelan. “Aku sadar jika aku salah. Maafkan aku. Aku berjanji akan merubah sikapku.” Lanjut Siwon tulus.

Siwon mengecup kening Mi Young setelah mengucapkan kalimat yang mampu membuat mata Mi Young berkaca-kaca karena terharu.

“Oppa, aku lapar. Aku ingin makan pasta. Maukah kau membuatnya untukku?” Pinta Mi Young memasang wajah memohon yang justru malah terlihat lucu.

“Bagaimana aku bisa menolak sementara kau memintanya dengan wajah seperti itu. Baiklah, kajja.”

Author’s POV End

*********

Pada awalnya aku berniat untuk membiarkannya memasak sendiri. Tapi, aku harus menjaga dapurku dari kekacauan. Kuaduk saus pasta yang sedang kubuat  sembari sesekali melirik ke arah Siwon Oppa yang terlihat sedang serius memotong-motong cokelat blok yang akan kugunakan sebagai saus untuk desertnya. Dia terlihat begitu manis dengan apron biru muda bergambar kelinci lucu. Aku hanya tersenyum melihatnya. Seorang eksekutif muda yang sepak terjangnya mampu mengguncang dunia saat ini sedang berbaur dengan peralatan dapur.

“Aku tahu pesonaku tidak akan luntur meskipun dengan apron dan pisau di tanganku.” Katanya percaya diri sambil tetap melanjutkan kegiatannya.

“Jinjja? Aku rasa para yeoja akan berhenti mengejarmu kalau melihatmu dalam keadaan seperti ini, Oppa.” Sanggahku.

“Jangan salah, Chagi. Namja yang pandai memasak sedang menjadi tren saat ini.”

Skak! Aku kalah telak. Berdebat dengan pria ini memang tidak mudah.

“Sudah sana. Lanjutkan pekerjaanmu. Aku tidak mau cokelatnya meleleh di tanganmu.”

“Aish.. baiklah.” Ujarnya kembali pada kegiatannya. Tapi tiba-tiba saja dia menjerit cukup kencang.

“Aww….” Pekiknya membuatku meninggalkan saus pastaku.

“Oppa, wae?” Tanyaku ketika ia merintih dan menggenggam jemarinya. “Omo! Tanganmu terluka? Kau harus hati-hati, Oppa. Mari kulihat.” Panikku. Pria itu menunjukkan jari telunjuknya.

“Tidak ada yang terluka, Oppa. Kau menjahiliku?!” Kesalku.

Siwon Oppa tersenyum menunjukkan lesung pipinya. “Bohong..”

“Oppa!!!”

*********

To Be Continued ^_^

124 thoughts on “(AF) Baby Baby Baby Part 3

  1. Siwon oppa sama fany unni sweet bgt sihh
    Couple idaman bgt dehh
    Tapi siwon oppa sibuk kerja mulu deh kan kasian fany unninya
    😂

  2. Tidak apa2 thor,tapi saya suka kok ada romance dan juga ada dikiit yadong yg tidak berlebihan,yg semangat ya thor,good job thor,saya suka ffnya thor.aiggo….siwonnya kok jadi pervert banget sih, tiap kali ada kesempatan pasti menyentuhnya.
    Next ya thor.yg semangat ya thor.jjang thor.

  3. jd ngerasa sebel am siwon yg hbs ngerjain fany. wlpn gitu surprise party ulth sukses. tp ttp fany msh kesel tuh am siwon. byngin fany yg kyk gitu cute bget tp rasany pgn meluk n cium.ngegemesin.^^

  4. Wahhh moment yg manis saat di dapur, emang ya kalau udh keluar aegyonya gk bisa marah lagi…
    Fany eonni kyl punya 2 kepribadian*serem aja😆
    Siwon oppa don’t hurt my fav eonni, kasian…
    Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s