(AF) Unbreakable Part 1

 Unbreakable

57

Author: @bugsy79

Genre: Romantic, Sad

Rating: PG-17

Cast:

Tiffany Hwang – Choi Siwon

Stella Kim

Kim Taeyeon

Jessica Jung

Choi Sulli

Byun Baekhyun

Disclaimer : The story is mine, don’t be a plagiator. Keep RCL🙂

Part 1

~Sifany~

You burn me up and make me cry..

I pray every day you will look back to me

 

Author POV

 

Seorang Yeoja duduk terdiam diruang tamu rumah-nya yang besar ini. Sendiri, satu kata yang dapat menjelaskan keadaannya saat ini. Delapan tahun menikah dengan namja yang sangat dicintainya, dan telah dikaruniakan seorang putri yang sangat cantik. Mungkin orang-orang bisa berkata bahwa mereka iri terhadapnya. Tapi yang sekarang dia rasakan berbeda.

Merelakan semua impian yang telah dicapainya sebagai seorang model internasional demi mewujudkan keinginan kekasihnya yang dulu memintanya menjadi pendamping hidupnya. Bahkan meninggalkan profesinya untuk menjadi seorang ibu yang baik. Semua dilakukannya untuk keluarganya berharap hanyalah kebahagiaan yang akan ada setiap harinya.

Pernikahan yang awalnya terasa sangat indah, apakah sekarang hanya kenangan saja seiring berlalunya waktu?. Apakah semua orang wajar mengalami semua ini?. Tentu saja, semua orang pasti mengalami masalah dalam hidupnya. Haruskah disesali?. Tentu saja bukan itulah jalannya. Bukankah Tuhan tidak memberikan cobaan yang melebihi kekuatan kita?. Itu artinya kita harus menghadapinya. Semua hanyalah soal waktu.

Itulah sederetan kalimat yang selalu dipakai yeoja itu untuk tetap menguatkan hatinya. Demi keluarga yang sangat dicintainya.

“Mom…” Tiffany yang sejak tadi melamun tersentak saat tangan kecil gadis kecil memeluk lehernya dari samping tempat dia duduk.

Bagaimana bisa dia tidak menyadari kehadiran anaknya karena melamun dari tadi.

“Omo.. kau mengagetkan mommy baby…”

Tiffany tersenyum sendiri menyadari kebodohannya. Dia menatap putri kecilnya itu dan langsung memeluknya erat. Sudah seminggu Sulli, putrinya itu berlibur bersama halmoni dan haraboji-nya di villa mereka.

“bagaimana liburanmu baby?, maaf Mommy tidak menjemputmu langsung..” Tiffany mencium rambut panjang putrinya.

“tentu saja senang Mom, tapi lebih senang lagi jika bersama mommy dan daddy..” kata Sulli mempoutkan bibir mungilnya. Dia sedang menggoda mommy-nya.

Tiffany tersenyum melihat tingkah anaknya itu, dia langsung mencium bibir kecil itu dan langsung membuat pemiliknya tersenyum senang.

“hmm,, liburan selanjutnya nanti mommy ajak berlibur ke rumah granpa, otte?” ucap Tiffany yang langsung membuat Sulli kegirangan diatas pangkuannya. Sulli memang selalu antusias jika Tiffany mengajaknya kerumah Daddy-nya di LA.

“Really? Tapi berjanjilah daddy akan ikut mom..” kata Sulli memeluk erat leher mommy-nya. Meskipun belum sekarang, tapi dia tau Mommy-nya tidak pernah mengingkari janjinya.

Tiffany hanya bisa memberi senyuman sebagai jawaban.

“kajja!” Tiffany mengangkat anaknya itu, membawanya ke kamarnya.

“apa Daddy lembur lagi malam ini mom?” Tanya anak itu sambil memainkan kalung yang dipakai mommy-nya.

“maybe..”jawab Tiffany seadanya.

“ingin kutemani tidur?”Tanya anak itu lagi membuat Tiffany gemas dengannya.

Tiffany mengecup hidung anaknya itu  “bilang saja kau takut tidur sendiri baby..”

“hehehe…”anak itu hanya mengangguk tersenyum manis.

***

Siwon POV

 

Sangat lelah rasanya bekerja sampai tengah malam seperti ini. Sampai dirumahku aku langsung naik menuju ke kamarku. Sepertinya Tiffany sudah tertidur. Akupun membuka pintu perlahan tidak ingin membangunkannya. Jika dia terbangun pasti ada banyak pertanyaan yang tidak ingin kudengar keluar dari bibirnya.

Meskipun hanya cahaya redup yang menerangi kamarku, tapi aku bisa melihat dengan jelas wajah damai dua wanita cantik itu tertidur pulas. Tiffany dan Sulli mereka terlihat sangat cantik, membuatku terdiam merenungkan apa saja yang telah kulakukan terhadap mereka. Terutama terhadap Tiffany istriku. Akhir-akhir ini aku tidak memperhatikannya, selalu pulang malam, dan… berbohong kepadanya. Apakah dia baik-baik saja selama ini? Semoga saja dia tidak menyadari kejahatan apa yang sedang kulakukan sekarang ini, karena jujur aku tidak rela kehilangannya. Seringkali aku berpikir bahwa aku terlalu egois berpikir seperti itu, mengingat semua yang telah kulakukan tentunya. Entah perasaan apa itu, tapi aku hanya mengikuti apa yang ku inginkan.

Aku mengganti pakaianku dan langsung berbaring disamping mereka tanpa memberikan mereka kecupan seperti yang sering kulakukan.

Tiffany POV

 

Sebenarnya aku menyadari kedatangan Siwon oppa, tapi aku terlalu malas untuk menyambutnya. Jujur saja aku kecewa dengannya yang sudah seminggu tidak pulang tepat waktu setelah kejadian beberapa waktu yang lalu. Waktu itu aku melihatnya bersama Stella Kim yang merupakan juniorku dulu. Aku tahu dia adalah mantan kekasih; cinta pertama Siwon oppa, aku sering melihat Siwon bersamanya dulu. Entah apa yang dilakukan mereka berdua saat itu di restaurant dekat kantor Siwon oppa, mereka terlihat tersenyum bersama sambil bercakap-cakap. Yang pastinya aku tahu mereka sedang tidak membicarakan pekerjaan karena saat itu mereka sedang dinner berdua. Ahh, sudahlah aku tidak ingin mengingat kejadian itu..

***

~Sifany~

 

Setelah menyiapkan baju yang akan dipakai Siwon Oppa hari ini, aku langsung turun ke dapur membuatkan sarapan untuk keluarga kecilku itu. Kudengar samar langkah kaki menuju ke arahku berdiri saat ini. Pasti Siwon oppa. Aku berpura-pura tidak menyadarinya karena tidak tahu harus bagaimana dengannya. Maklum saja, sudah satu minggu dia tidak menikmati sarapan bersamaku, begitu juga dinner bersamaku. Kami hanya berbicara seperlunya akhir-akhir ini.

Tiba-tiba tangan kekar Siwon melingkar erat memeluk pinggangku, membuatku sedikit tersentak. Tapi aku langsung tersenyum tipis menyadarinya. Tentu saja bahagia, aku sangat merindukannya.

“Good morning baby..” suara parau Siwon terdengar jelas ditelingaku setelah itu dia mencium lembut bahuku yang terekspos karena masih menggunakan gaun tidurku semalam.

“Good morning oppa, kau tidak membangunkan Sulli?” kataku lembut menyibukan diri tanpa memandangnya.

“anni, aku ingin berdua bersama istriku dulu..” katanya sambil menggigit telinga kananku membuatku tertawa. Apa dia telah kembali setelah mengacuhkanku seminggu terakhir ini?

“ada apa denganmu? Apa kau tidak menyadari sesuatu Mr. Choi?” kataku menyinggunggnya.

“apakah kau baru ingat kalau kau memiliki istri yang tinggal bersamamu? Heuh, sepertinya kau sudah bosan denganku” kataku lagi, bermaksud menggodanya.

“tentu saja tidak baby, maafkan aku mengabaikanmu akhir-akhir ini. Ada proyek besar yang harus kuselesaikan..” kata Siwon dengan nada penyesalannya. Aku hanya terdiam menyibukkan diri dengan peralatan dapurku.

“kau boleh menghukumku jika kau mau..” katanya lagi membuatku terkekeh..

“emmm.. bagaimana dengan meninggalkanmu? Sepertinya itu lebih menarik..”

Akupun berbalik menatapnya sambil menyilangkan tanganku menatapnya dengan smirk-ku. Siwon terkekeh menatapku.

“jangan menggodaku Ms. Choi..”

Dia mendekatkan kepalanya kepadaku. Aku hanya bisa tersenyum dan membalas ciuman yang dia berikan kepadaku. Ciuman berubah menjadi penuh gairah saat aku mengalungkan tanganku keleher Siwon, membelai rahang tegasnya.

Suara kecil menginterupsi aktivitas kami “Mom,, dad..” Sulli terlihat menghampiri kami sambil membuka tangannya meminta pelukan.

Siwon oppa langsung menggendongnya sambil mencium pipinya.

“wahh, putri daddy semakin cantik saja. Bagaimana dengan liburanmu sayang?” kata Siwon oppa membawa Sulli duduk bersamanya dimeja makan.

Mereka berdua terdiam karena Sulli tidak menjawab pertanyaan Siwon oppa. Sampai Siwon oppa menggelitik putriku itu..

“ahahaha,, ampun dad, stop it.. please..”tawa Sulli

“kau tidak menjawab pertanyaanku sayang..”kata Siwon oppa kepada Sulli yang kini menatapku saat menaruh susu dihadapannya. Akupun hanya mengedipkan mataku kepadanya, dia tersenyum menapilkan eye smile yang ku wariskan kepadanya.

“emm, karena daddy tidak ikut, maka.. daddy tidak boleh tahu..” kata Sulli membuatku gemas. Kutatap Siwon oppa yang melotot menatapnya, sepertinya ingin menggelitikinya lagi

“Oh My God, mom, tolong aku.. sepertinya daddy akan menyerangku…” teriak Sulli dengan gaya imutnya sambil berlari memelukku. Dia tahu apa yang akan sebentar lagi dilakukan daddynya jika tidak berlindung kepadaku.

Aku hanya tersenyum bahagia. Saat-saat seperti inilah yang kurindukan..

Oh God

I hope this can go on..

 

“sudahlah, waktunya sarapan..” kataku tersenyum kepada Siwon oppa lalu menggendong Sulli menuju meja makan.

***

Tiffany POV

 

Setelah Siwon oppa berangkat ke kantor, sekarang giliranku bersiap-siap ke tempat kerjaku. Memang tidak setiap hari aku pergi ke butik yang kudirikan sendiri itu. Aku hanya pergi beberapa kali setiap minggu hanya untuk memantau saja atau pun mengantar hasil rancanganku. Ada sahabatku Taeyeon kebetulan adalah assistant-ku serta Jessica yang sudah kutugaskan mengatur jalannya produksi butik yang tentunya semua ada dibawah pengawasanku.

“Choi Sulli! Kau dimana baby?” teriakku setelah menyelesaikan riasanku dari dalam kamar. Baru beberapa saat yang lalu kulihat dia duduk diatas tempat tidurku sambil mengotak-atik handphone ku, tapi sekarang entah kemana.

“sebentar Mom!” balasnya berteriak dengan suara cutenya. Itulah salah satu keburukan yang kuwariskan kepadanya, berteriak di dalam rumah.

Sepertinya dia ada dikamarnya. Kusambar tas channel keluaran terbaruku, lalu keluar kamar.

“kau sedang apa baby?” kataku seraya membuka pintu kamar anakku itu. Kulihat dia kebingungan menatap rak sepatunya yang terisi penuh dengan berbagai macam modelnya.

“Eoh.. Mom, sepatu mana yang harus ku kenakan?” katanya menatapku dengan tatapan bingungnya. Aishh, anak ini selalu membuatku gemas!

Kutatap satu persatu barisan sepatunya lalu menemukan sepasang yang menarik hatiku. Ku ambil sepatu itu lalu mendudukkan Sulli diatas ranjangnya, setelah itu memakaikannya.

“kenapa harus serepot itu memilih sepatu sayang? Hmm..” gumamku pelan.

“tentu saja aku tidak mau kalah dengan Mommy-ku..” balasnya pelan. aku hanya bisa tersenyum menanggapinya.

Aku mengecup bibirnya setelah selelai memasangkan sepatunya.

“kajja!” aku langsung berdiri mengulurkan tangan dan langsung disambut oleh tangan kecil itu.

“Mom, apa Baekhyun oppa ikut bersama Taeyeon aunty?” tanyanya.

“emm,, molla” jawabku pendek tanpa menatapnya, jika kutatap,,,, pasti akan ada pertanyaan pertanyaan selanjutnya yang akan keluar. Sulli-pun hanya terdiam. Dia memang selalu senang jika bertemu Baekhyun yang umurnya tidak jauh berbeda dengannya.

“bagaimana kalau kita jalan-jalan setelah pekerjaan Mommy sayang?” tawarku saat dia hanya diam naik kedalam mobil.

“jinjja?! Okay~” jawabnya sambil mengacungkan jempolnya kearahku lalu mencium pipiku.

***

Setelah menyelesaikan semua urusanku, aku kembali keruanganku. Kubuka pintu perlahan, aku yakin Sulli sedang tertidur, sebab jika tidak pasti sekarang dia sedang berpatroli mengelilingi butik-ku ini. Dan benar saja, kini dia sedang bersandar diatar kursi empuk tempatku duduk jika sedang bekerja. Biasanya dia akan tidur berbaring diatas sofa. Sepertinya aku harus menunggu sampai dia terbangun lalu mengajaknya jalan-jalan.

Baru saja ku dudukkan tubuhku ke atas sofa yang ada didalam ruanganku ketika suara Sulli langsung mengagetkanku.

“Mom.. apa perkerjaanmu telah selesai?”

“Omo! Kau membuatku kaget baby! Kau tidak tidur?” kataku menatapnya melotot kaget.

Sulli hanya menatapku dengan eye smile-nya. Heuh, kenapa anak ini harus memiliki sifat jahil seperti ini?

Dia turun dari kursi lalu berjalan ke arahku dan langsung naik ke pangkuanku menciumku sekilas lalu memelukku erat. Jika sifat manjanya seperti ini sudah keluar, aku tidak akan tega untuk tidak mengikuti semua permintaannya.

“Mom, aku ingin jalan-jalan bersama daddy juga..” bisiknya membuatku tersenyum.

“bagaimana dengan Yongie aunty? Pasti seru…” kataku, dia hanya menggelengkan kepalanya.

“baiklah, kalau begitu kau saja yang berbicara dengan daddy..” kataku pasrah menyerahkan ponselku kepadanya. Sulli langsung menekan contact Siwon oppa, menelponnya.

“Hello, dad?…”

….

“Daddy.. apa kau sudah makan siang?”

….

“bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa sudah selesai?”

 

 

Kulihat Sulli mempoutkan bibirnya. Sepertinya dia telah mendengar jawaban yang tidak diinginkannya.

“hmm, baiklah… I Love You~”

Sepertinya Siwon oppa sangat sibuk. Lihat saja teleponnya bahkan telah diakhiri tanpa menanyakan kabarku.. padahal aku ingin berbicara dengannya.. Sulli menatapku sedih.

“Daddy sedang sibuk…” katanya. Kupeluk tubuh kecilnya dengan lembut.

“It’s okay baby… kajja!” ucapku sambil memasukkan barang-barangku kedalam tas dan langsung menggeondongnya keluar ruangan menuju mobilku.

***

Author POV

 

Setelah berjam-jam menjelajahi setiap toko yang mereka lewati, dengan beberepa tas belanjaan, Tiffany mengajak Sulli untuk dinner karna memang sudah waktunya. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pesanan mereka datang. Setelah berdoa, keduanya pun langsung menyantap makanan masing-masing.

Sulli menatap aneh Mommynya yang terlihat sangat tidak menikmati makanannya.

“Are you akay, Mom?” Tanya Sulli dengan mimik muka khawatir yang dibuatnya. Wanita yang ada dihadapannya menatapnya teduh.

“Mommy sudah kenyang baby.. makanlah..” kata Tiffany memamerkan eyesmile-nya. Dia tidak mau terlihat sakit dihadapan anaknya karna akhir-akhir ini dia menyadari sesuatu yang belum pasti dalam dirinya. Dia sendiri belum mengeceknya.

“kalau begitu berikan yang itu untukku Mom, sepertinya enak..”kata Suli menunjuk kentang goreng diatas piring Mommy-nya sambil memamerkan deretan gigi putihnya. Tiffany hanya tersenyum geli melihat tingkah putrinya lalu menyodorkan piringnya kesamping piring Sulli. Anaknya itu langsung melahapnya.

“anak gadis tidak boleh terlalu banyak makan yang seperti ini baby arrachi?, nanti kalau gendut tidak cantik lagi..” goda Tiffany menatap gadis dihadapannya. Tentu saja dia bercanda, orang tua mana yang tidak bahagia melihat anaknya makan dengan baik.

“hmm, daddy bilang kalau gadis itu masih kecil maka tidak masalah Mom, apalagi aku. Daddy bilang pasti tetap cantik..”tanggap anak itu memberikan senyum manisnya.

“jinjja? Baiklah..” kata Tiffany sambil membersihkan saus yang menempel dibibir pink putrinya dengan tissue.

***

Tiffany POV

 

Selesai dinner, aku mengajak Sulli untuk pulang. Kepalaku mulai pusing. Saat berjalan di koridor, kulihat dari jarak yang tidak terlalu jauh bentuk tubuh serta pakaian yang sangat ku kenal. Siwon oppa, ya, aku yakin itu dia sedang berjalan kearahku dan Sulli berjalan. Dan yang membuatku kaget, lagi-lagi dia bersama Stella dan lebih-lebih kini mereka tengah bergandengan tangan dengan mesra layaknya sepasang kekasih. Sepertinya tidak menyadari kehadiranku yang kini mendekati mereka.

“Dad…”kudengar Sulli bergumam, sudah kupastikan itu Siwon oppa. Sulli juga menyadarinya.

Mataku memanas menatap kemesraan kedua orang yang kukenal itu, menatap lurus kearah keduanya. Apa mereka menjalin hubungan dibelakangku? Siapapun yang melihat pasti sudah bisa menyimpulkan hubungan keduanya.

“Daddy!”teriak Sulli memanggil Siwon oppa.

Kulihat Siwon kaget menatapku dan Sulli yang memergokinya berduaan bersama seorang yeoja. Cih! Tidakkan dia malu telah berbohong kepadanya anaknya tadi siang, bukankah dia sibuk? Sedang apa dia di Mall seperti ini?

Tatapanku beralih kepada Stella yang menatapku aneh lalu melepaskan tautan tangan keduanya. Kini aku dan Sulli telah berdiri dihadapan keduanya.

“Fany-ah.. kalian sedang apa disini?”ucap Siwon oppa pelan. Sangat terdengar nada gugup didalamnya. Kuberikan senyum tipis menatapnya, kutahan air mataku untuk tidak keluar dihadapan mereka.

“wae? Apa aku tidak boleh ada disini oppa? Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu?”

“aku kira kau sibuk!” kataku panjang. Stella hanya terdiam menatapku, tentu saja, apa lagi yang akan dia jelaskan jika aku bertanya kenapa kau disini bergandengan tangan bersama suamiku? Lagipula dari dulu dia

sangat takut berbicara denganku karena aku adalah seniornya yang sangat dihormati diagensi kami.

“a-aku..”kutatap mata Siwon oppa saat dia mengeluarkan kata-katanya namun langsung terhenti.

“heuh! Sejak kapan seorang Choi Siwon gugup berbicara dengan istrinya sendiri?”kataku sinis.

“Dad. Kenapa tadi menggandeng tangannya?” kata Sulli menunjuk Stella, ada nada tidak suka didalamnya. Tentu saja dia tahu apa yang dilakukan Daddynya tadi.

Aku tidak tahu lagi harus bagaimana, ingin sekali berteriak dihadapan Siwon oppa, lalu menjambak rambut Stella! Tapi tidak mungkin aku melakukan hal bodoh seperti itu. Bagaimanapun juga, aku harus menjaga nama baik keluargaku. Meski kini, suamiku sendiri terang-terangan merusaknya.

“cih, apa yang kalian berdua lakukan eoh? Tidakkah kau sadar dengan statusmu tuan Choi yang terhormat?! Setidaknya jika ingin berselingkuh, jangan ditempat seperti ini, tidakkah kau memiliki uang untuk menyewa sebuah kamar?.. bagaimana jika bertemu rekan kerjamu hah?” kataku pelan dengan penekanan dihadapan keduanya lalu menarik Sulli menjauh.

“Fany-ah, baby, aku bisa menjelaskan semuanya..” kata Siwon oppa mengejarku, langsung saja kutepis tangannya lalu memeluk Sulli dan segera berlari menjauh darinya.

Air mataku yang tidak dapat kutahan lagi akhirnya mengalir. Siwon oppa masih saja mengejarku.

“Mom… hiks..”kudengar tangisan Sulli dibahuku. Ya Tuhan, apa dia menyadari pertengkaranku dengan Siwon Oppa?

“cukup oppa!! Jangan mengejarku! Kau membuat Sulli takut! Aku sudah beberapa kali melihat kalian berdua bersama seperti itu oppa! Tidak perlu menjelaskannya lagi..” teriakku sambil menangis.

Aku langsung naik ke mobil, menaruh Sulli disampingku, lalu menyalakan mobilku. Kutatap Siwon oppa yang mengejar sambil mengetuk-ngetuk kaca mobilku. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku menatapnya.

Bisa kulihat raut wajah ketakutan Siwon oppa. Ada apa dengannya?

“Mom… ada apa dengan kalian berdua?” Tanya Sulli yang terlihat takut sejak tadi aku berteriak menagis. Ya, baru kali ini aku seperti ini dihadapannya.

“nanti saja baby, mommy sedang menyetir..”jawabku dengan nada setenang mungkin meskipun air mataku terus mengalir.. Sulli terdiam..

***

Maybe it’s because of you

Tiffany POV

 

Kurasakan sakit dikepalaku lagi saat menaiki tangga. Kulihat Sulli dengan cepat memasuki kamarnya. Dia tahu aku sedang tidak ingin menjawab pertanyaan bahkan sejak dari tadi. Aku masuk kedalam kamar mandi didalam kamarku. Kutatap mataku yang sembab karena menangis. Setelah membersihkan tubuhku, aku memakai gaun tidurku lalu berbaring menutup diri dibawah bed cover. Rasa tidak enak didalam perutku serta sakit dikepalaku kembali mengganjal membuatku sedikit melupakan sakit hatiku.

Kupejamkan mataku berusaha untuk tertidur saat kudengar pintu kamarku terbuka.

“baby..”suara itu, suara yang untuk saat ini tidak ingin kudengar. Tetap kupejamkan mataku tidak ingin berbicara dengannya. Rasa sakit ditubuhku kini lebih meguasaiku.

“aku lelah oppa… nanti saja..”bisikku saat kurasakan dia duduk disamping tempatku berbaring sambil mengusap kepalaku.

“maafkan aku baby.. maafkan aku mengkhianatimu… aku tahu aku salah..”argghh, kalimat itu! Ingin sekali aku mendengar dia mengatakan bahwa semuanya hanyalah kesalahpahaman. Tapi ternyata tidak!

“jangan menggangguku oppa…”bisikku lagi, tidak mampu lagi berkata-kata karena sakit kepalaku yang sangat menyiksaku sekarang ini.

Sesaat kemudian kurasakan tubuh Siwon oppa tersentak.

“fany-ah, kau demam sayang!” katanya, benarkah? Aku bahkan tidak menyadarinya.

“biarkan aku istirahat oppa..”

“aku akan menelpon dokter Park.”katanya.

“jangan mengganggunya di jam seperti ini oppa..”kataku menahan tangannya yang bermaksud mengeluarkan ponselnya.

Siwon oppa menatapku teduh kemudian mencium bibirku lembut lalu melepasnya sambil mengusap pipiku tanpa menjauhkan wajahnya yang hanya beberapa senti dihadapanku.

“Maafkan aku baby..” aku terdiam menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Tentu saja aku sangat mencintai namja dihadapanku ini, meskipun kini banyak keraguan yang timbul didalam hatiku.

“apa kau benar-benar sudah bosan denganku oppa?” kataku pelan seraya memejamkan mata, kini rasa mual mengganti rasa sakit kepalaku tadi.

Hening, itulah yang terjadi. Sepertinya dia memang sudah lelah bersamaku. Dia bahkan dia dapat menjawab pertanyaanku.

Aku masih menunggu jawabannya sambil menahan rasa mualku ini.

Diam…

Kurasakan dia berdiri pelan..

“maafkan aku baby…”

Deg! Apa artinya kalimat itu?!

Baiklah, aku sangat muak dengan sikap-nya ini “keluarlah oppa! I hate you!!” kataku sedikit berteriak, baru kali ini aku berteriak marah.

“fany-ah, dengarkan aku. Aku tidak pernah sedikitpun bosan denganmu.. aku hanya..”

“hanya ap..”kataku terpotong saat rasa mual kembali menerjangku. Kali ini tidak bisa kutahan lagi.

Dengan cepat aku berdiri berlari kecil menutup mulutku tanpa memperdulikan Siwon oppa yang menatapku dengan tatapan bingungnya.

Siwon POV

 

Aku cukup kaget mendengar Tiffany berteriak marah dihadapanku. Dia tidak pernah seperti itu, mungkin dia memang sering berteriak, tapi bukan untuk memarahi seseorang seperti ini. Dia sendiri bahkan sangat membenci seseorang yang berteriak jika sedang marah. Tapi aku bisa memakluminya, tentu saja dia sangat marah dengan semua perlakuanku terhadapnya. Maafkan aku Tiff..

Sepertinya pertengkaran kami akan segera dimulai jika saja Tiffany tidak berdiri tiba-tiba, berlari menutup mulutnya kearah pintu kamar mandi. Raut wajahnya terlihat sedang menahan sesuatu, membuatku sangat khawatir..

“fany-ah, ada apa dengan mu?” tanyaku sambil mengejarnya ke arah kamar mandi. Saat aku hendak masuk dia lebih dulu menutup pintunya, menguncinya. Aku hanya bisa memejamkan mataku menahan emosi.

Apa dia menangis didalam sana? Tidak! Kini kudengar suara Tiffany seperti sedang memuntahkan sesuatu. Apa dia sakit? Ya, tadi dia memang sedang demam. Ya Tuhan, kenapa aku sangat bodoh mengabaikannya seperti ini!!

Langsung saja ku gedor-gedor pintu kamar mandi itu “baby?! Bukalah pintunya! Ada apa denganmu? Kau membuatku khawatir!” kataku sedikit keras agar dia mendengarnya.

Tidak ada jawaban. Yang ada hanya suaranya yang masih berusaha memuntahkan sesuatu disertai suara air kran yang mengalir.

“fany-ah! Jika kau tidak mau membukanya, akan kudobrak pintunya! Ayolah tiff!”kataku dari luar terdengar seperti sebuah bentakan.

“jangan menggangguku! Pergilah bersama cinta pertamamu itu!” kudengar Tiffany berteriak dari dalam dengan nafas terengah. Pasti dia sangat sakit.

“Tiffany, tolong lupakan dulu tentang semua itu baby! Yang terpenting adalah kesehatanmu!” baiklah, kini emosiku tidak dapat kutahan. Bukan karna marah terhadapnya, tetapi pada diriku sendiri karena terlalu bodoh.

“sudah kubilang jangan menggangguku bodoh!!! Arrggghh!!” lagi-lagi aku tersentak kaget mendengarnya berteriak lalu menjerit, sangat kuat. Demi Tuhan, aku sangat takut mendengarnya.

Langsung saja kucoba dobrak pintu kamar mandi itu, tapi terlalu keras karena bahannya yang kuat. Tapi dengan emosiku saat ini, pintu itupun terbuka. Mataku langsung melebar menatap Tiffany terduduk lemas dilantai dengan kedua tangan meremas rambutnya serta keringat bercucuran diwajahnya. Dia menangis.

“baby…” kataku mendekatinya. Kutangkup wajahnya dengan kedua tanganku membuat kedua tangannya yang tadi meremas rambutnya kini terjatuh pelan. Dapat kurasakan tubuhnya yang berkeringat, sangat dingin dan pucat. Matanya tertutup rapat dengan air mata yang masih mengalir pelan disisinya. Apa aku terlalu menyakitinya?

“Appo..”gumamnya pelan tapi masih terdengar jelas ditelingaku.

“kau kenapa  baby? Ceritakan padaku!” kataku panic menatap keadaannya kini.

“sakit.. oppa..” katanya lagi.

Langsung saja kuangkat tubuh rampingnya. Dia langsung mengalungkan tangannya keleherku menyandarkan kepalanya ke sisi ku. Sepertinya dia tidak memperdulikan pertegkaran kami tadi. Mungkin sangat sakit.

“kita ke rumah sakit..”kataku yang langsung disambut gelengan kepalanya.

“aku lelah..” katanya membuatku mengerti. Baiklah.

Langsung saja kubaringkan tubuhnya dengan hati-hati ke atas kasur kami. Lalu menyelimutinya, bagamana bisa dia mengenakan pakaian se-seksi ini dalam keadaan sakit. Kuusap lembut keringatnya dengan telapak tanganku.

“katakan padaku dimana yang sakit baby..” kataku saat dia membuka matanya menatapku.

Tiffany POV

 

“katakan padaku dimana yang sakit baby..” kata Siwon oppa saat kubuka mataku menatapnya. Dapat kulihat ketulusan didalamnya. Seandainya saja dia tidak menyakiti hatiku…

Aku hanya diam menatapnya dalam cahaya kamar kami yang tidak terlalu terang. Rasa mual-ku telah menghilang.

Tak lama, kulihat cairan bening mulai nampak dibalik mata Siwon oppa. Ya Tuhan, apa dia menangis? Jika ya, maka ini kedua kalinya aku melihatnya ketika dulu pertama kalinya kulihat dia menangis menatapku tersiksa melahirkan Sulli. Jika seperti ini, aku tidak sanggup melihatnya.

Dengan sadar kuangkat tangan kananku menghapus air matanya.

“pergilah bersamanya jika kau mencintainya.. pergilah jika kau tersiksa denganku…” bisikku dihadapannya, tentu saja sangat sakit mengatakan kalimat konyol itu. Tapi aku tidak ingin menjadi egois jika seperti ini.

Siwon oppa menggelengkan kepalanya menurunkan tanganku lalu menciumnya lembut.

“aku hanya mencintaimu baby… hanya keluarga kita..” katanya membuatku meneteskan air mataku, benarkah? aku sedikit ragu dengan itu..

“ani, Choi Siwon yang mencintaiku tidak akan mengkhianatiku..” kataku menatapnya.

“berikan aku kesempatan baby, aku janji tidak akan mengulangi lagi…” kata Siwon oppa terdengar sangat miris ditelingaku, kemudian dia membuat pergerakan berlutut disamping tempat tidur kami menghadapku. Ya Tuhan, jujur bukan ini yang kumau! Aku tidak pernah ingin melihatnya merendahkan diri dihadapanku seperti ini.

“tolong jangan seperti ini oppa!!” kataku membentaknya lalu mendudukan diriku dan menariknya untuk menghentikan perbuatannya itu.

“maafkan aku Tiffany Choi, aku memang suami yang bodoh menyakiti istrinya seperti ini.. aku sadar aku terlalu bodoh tertarik dengannya lagi, aku bodoh tidak pernah mensyukuri apa yang telah kumiliki.. tapi jujur aku tidak pernah sekalipun berpikir untuk meninggalkanmu, tolong jangan menyuruhku melakukan hal itu baby.. maafkan aku telah bermain-main terlalu jauh seperti ini Tiff..”

“oppa…” kataku menatapnya teduh, dia juga ikut menatapku lalu memelukku erat seakan-akan aku akan pergi. Seketika tangisku pecah saat merasakan kehangatan dalam pelukannya lagi.

“kenapa kau sangat bodoh? mana ada yeoja baik yang mau berhubungan dengan suami orang oppa?! Mana ada yeoja baik yang mau menjadi selingkuhan Eoh? ” kataku dalam tangisanku sambil memukul-mukul pelan lengannya yang berotot itu.

“nde, aku sangat bodoh baby,, aku ingin kau  tetap menerima suamimu yang bodoh ini baby,, tolong ajari aku tiff..” balas Siwon oppa membuatku mengangguk tegas dipelukannya.

“nde..”bisikku ditelinganya.

“berjanjilah tidak pernah mengulangnya oppa.. aku tidak ingin kehilanganmu..” bisikku lagi. Aku memberinya kesempatan kedua. Tentu saja aku tidak ingin rumah tangga yang ku idamkan sejak dulu rusak begitu saja setelah banyak pengorbanan yang telah kulakukan, dan sekali lagi aku harus berkorban untuk keluarga kecilku.

Memaafkan dengan tulus, itulah yang selalu ku dengar dari banyak orang.

“gomawo baby..”kata Siwon oppa sambil mengeratkan pelukannya ditubuhku.

Author POV

 

Hanya hening yang terdengar saat kedua pasangan itu saling berpelukkan, memaafkan dan dimaafkan, ada perasaan lega diantara keduanya saat ini.

Sekitar lima menit berpelukan, wajah Tiffany kini dipenuhi kecupan-kecupan singkat oleh suaminya itu. Dia hanya bisa tersenyum kecil menikmatinya. Semoga saja Siwon dapat berubah lebih baik setelah ini.

“kau belum membersihkan dirimu oppa,, aku masih bisa mencium aroma wanita itu di kemejamu…” suara serak Tiffany terdengar menyindir suaminya itu yang langsung terhenti dari kegiatannya.

“apa kau tidak tulus memaafkanku baby?” Kata Siwon menatap Tiffany.

“cepatlah oppa..” rengek Tiffany yang langsung dimengerti Siwon. Dengan sekejap dia mengecup bibir pucat istrinya dan langsung berdiri.

Setelah selesai membersihkan dirinya, Siwon berjalan pelan sambil menatap Tiffany yang membelakanginya.

“oppa?..” kata Tiffany tanpa menghadapnya.

“kenapa lama sekali? Kau tidak ingin memelukku? Sudah lama sekali kau tidak melakukannya..” Tanya Tiffany membuat wajah Siwon berseri dan langsung menaiki tempat tidur mereka lalu memeluk tubuh istrinya, menyandarkan kepalanya di dada bidangnya serta mengecup dahinya.

“I love you..” bisik Siwon yang tidak langsung dijawab Tiffany.

“sudah sejauh apa hubungan kalian selama ini oppa?..”pertanyaan Tiffany langsung membuat Siwon tidak nyaman.

“jangan membahasnya lagi tiff..”

“aku hanya bertanya, bisakah dijawab sekarang oppa?”

“tiff..”

“gwenchanha oppa..”

“kami,, hanya berkencan beberapa kali..”

“hanya itu?”

“ne.”

“baiklah…. I Love you too oppa..” kata Tiffany lalu beralih mengecup bibir Siwon kilat, setelah itu mengeratkan pelukannya di dada bidang Siwon.

“hmm, jangan pernah bertanya seperti itu lagi baby.. aku sudah mengakhiri hubunganku dengannya..”

“jinja? Kapan?” Tanya Tiffany membuat Siwon gemas dengan tingkah istrinya. Bagamana bisa dia sangat tenang membicarakan tentang selingkuhan suaminya.

“tadi..” Jawab Siwon yang hanya dibalas anggukan kecil istrinya itu.

“kira-kira jika tidak ketahuan, apa yang sedang kau lakukan dengannya sekarang oppa?” bisik Tiffany.

“tidurlah Tiffany… kau sedang sakit..” kata Siwon sembari menutup matanya.

“baiklah Choi Siwon..” gumam Tiffany menggodanya.

“sejak kapan kau memanggilku seperti itu baby..”

“kau menyuruhku tidur, tapi terus menggangguku.. tch..” kata Tiffany membuat Siwon tertawa geli.

Siwon POV

 

“tidurlah Tiffany… kau sedang sakit..” kataku kepadanya.

“baiklah Choi Siwon..” gumam Tiffany yang sengaja menggodaku dengan memanggil namaku tanpa embel-embel oppa.

“sejak kapan kau memanggilku seperti itu baby..”

“kau menyuruhku tidur, tapi terus menggangguku.. tch..” kata Tiffany membuatku tertawa renyah.. dia memang sangat pintar bermain kata-kata.

TBC

111 thoughts on “(AF) Unbreakable Part 1

  1. engga tau udah pernah baca apa blm kalo udah gpp comment lg, yaaakkk napeun siwon oppa enak bgt maen maen selingkuh trs minta maaf ckckckck, tiffany unni baik kali hatimu.

  2. Tega nya siwon selingkuhin fany
    Pdahal fany udah bnyak berkorban bwt kluarga keci mreka
    Suka bngt ff nya jarang yg ada ff sperti ini.

  3. Siwon disini cukup “jahat” juga ternyata. Tapi ini seru jarang-jarang ada ff sifany yg main selingkuh-selingkuhan. Dan lagi karakter tiff yang tenang menghadapi suami yg ke pergok selingkuh itu menandakan karakter tiff yang kuat dan aku pribadi yg baca salut sama karakter tiff disini.
    Tiff hamil lagi atau sakit yah, jadi khawatir :s
    Ga sabar baca kelanjutan ceritanyaaaa..

  4. Keren thor😀
    Sumpah ikutan nyesek thor ngeliat tiffany diginiin jahat nih siwon oppa, stella juga udh tau siwon udah punya istri masih aja dekatin siwon

  5. Hati manusia siapa yg bs tbk.trmsk siwon.pdhl udh dikaruniai istri n ank yg cntik msh blm bs jg hatiny yg hrsny utk klrgny.g bersyukur? mngkin tp tulusny hati fany utk maafkn siwon smg bisa eratkn kmbli hatiny hny utk klrg kclny…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s