(AF) Sunday (The Story of Sassaeng Fans)

Sunday (The Story of Sassaeng Fans)

cats

Cast             : Lee Sunday/Seon Dae (OC)

                     Choi Siwon

                     Tiffany Hwang

Author          : https://twitter.com/IM_Soshitaengs

Genre           : life, motivation story

Length          : oneshoot

Rating           : general. PG-15

Disclaimer     : This fan fiction is original story of mine.The cast belongs to themselves. So, don’t bash me.

 

“Sunday-ahh… Jihyun-ahh….. lihat ini, Siwon Oppa dan Tiffany Eonnie sangat romantis bukan? Ahh aku sangat menyukai mereka berdua.”

“kau benar seol-ahh… aku berharap banget kalau mereka berdua benar-benar menjalin hubungan. Kau tau tidak?Saat di Thailand, mereka berdua sampan kencan berdua untuk merayakan ulang tahun Tiffany Eonnie. Katanya sih bareng-bareng, tapi difoto itu hanya—“

“STOP!!!!”

“Sunday… wae geurae (ada apa denganmu) ?”

“tutup mulut kalian!!! Jangan bicara lagi.Apapun!!”

“mi—mian Sunday (maaf, Sunday). kami tidak bermaksut—“

Belum sempat Jihyun berucap, gadis yang dipanggil Sunday itu langsung mengambil tasnya dan melenggang meninggalkan kedua temannya itu.

-Sunday (The Story of Sassaeng Fans)-

Story by Elsa Marreta

Cerita ini hanya fiktif belaka,

Segala sesuatu yang ada dalam fanfic ini hanyalah karangan semata

cerita dibuat untuk diambil pesan moral yang terkandung

Happy reading, keep calm and stop bashing.

-Sunday (The Story of Sassaeng Fans)-

-Sunday Pov-

Sunday.Sunday atau hari minggu adalah hari yang paling menyenangkan bukan?Munafik jika mereka mengatakan tak menyukainya.Hari minggu biasa digunakan keluarga untuk melepas kepenatan setelah satu minggu beraktifitas. Terlebih bagi seorang pelajar, mereka akan memanfaatkan hari libur yang datang hanya sekali.

Bicara tentang Sunday,  perkenalkan namaku adalah Sunday, lee Sunday. Tapi jika boleh jujur, namaku sebenarnya adalah Lee Seon Dae.Nama itu terlalu kuno bagiku.Maka dari itu aku memutuskan untuk mengganti dengan Sunday.Terdengar lebih keren bukan.

Aku merupakan pelajar SMA di sekolah khusus wanita di bilangan kota Seoul. Jujur, aku sangat benci bersekolah disana.Bagaimana tidak, penghuni sekolah tersebut seluruhnya adalah wanita. Lirik kanan wanita, lirik kiri wanita, depan belakang pun wanita. Bisa kalian bayangkan betapa jenuhnya aku?Ini semua karena orang tuaku yang mengirimkan aku ke sekolah terkutuk itu.

Hari ini adalah hari minggu, its heaven day buat kalangan pelajar sepertiku, aku akan melewati minggu ini dengan sangat menyenangkan. Kutarik tas selempangku yang berada di atas meja, seraya keluar dari kamarku. Namun sebelum aku keluar, kusempatkan diriku untuk pamit kepada deretan poster yang sudah memenuhi 80% dinding kamarku.

“kita akan bertemu hari ini Oppa. Tunggu aku, saranghae!!!”

gila. Aku memang sudah gila, setiap hari harus berpamitan dengan puluhan gambar pria tampan yang tersenyum didinding kamarku. Ritual yang tak pernah aku lewatkan jika akan meninggalkan rumah. Bahkan jika dibandingkan dengan orang tuaku, aku lebih sering berpamitan dengan deretan gambar mati tersebut dari pada mereka.

“kau mau kemana, Seon Dae?”

“main.”

“dasar bocah jaman sekarang, main ngelonyor tanpa pamitan dengan Ibumu. Dimana sopan santunmu…” tak ku inggahkan omelan dari Ibuku.Aku sudah cukup kebal dengan omelannya.

Kupasang earphone biru di telingaku, lalu kuputar playlist diponselku. Lagu pertama adalah one love dari Super Junior, lagu kedua adalah SPY dari Super Junior begitu pula dereta berikutnya masih tetap Super Junior. Hampir 90% ahh tidak 100 % lagu yang ada di ponselku adalah lagu Super Junior.Aku memang tergila-gila dengan mereka.

Sebagai seorang penggemar, tentu saja aku sangat mendukung seluruh kegiatannya.Setiap hari aku mengupdate berita terbaru mengenai mereka, menghadiri show mereka secara live, ataupun fanmeeting dengan mereka.Bahkan aku juga telah mendapatkan beberapa tanda tangan dari 3 member, yakni Siwon, Donghae dan Leeteuk.Selain itu, jika ada voting awards, sering kali aku memvoting mereka dengan login e-mail yang berbeda.Aku rela membuat puluhan e-mail demi mendukung mereka, tujuanku hanya satu yakni agar mereka menang.

Tak jarang jika mereka gagal mendapat awards, aku kerap kali membashing rival dari Super Junior. Aku juga tercatat sebagai beberapa antis dari idol group yang dianggap sebagai rival terberat Super Junior. Terkesan kekanak-kanakan memang, tapi aku menikmati apa yang aku lakukan ini.

kulangkahkan kakiku dengan santai disebuah gang kecil, mulutku dengan aktif menirukan bait demi bait lagu yang terdengar di earphoneku.

Langkahku langsung terhenti ketika melirik sebuah gambar yang menempel di dinding gang kecil yang kulewati.Gambar berukuran 1 x 1 meter dengan tulisan “Girls’ Generation” di sudut bawah.Aku menatap tajam deretan wanita yang ada digambar itu.Tanpa fikir panjang lagi aku langsung mengambil gambar tersebut secara kasar dan langsung menyobek menjadi beberapa bagian.Hingga yang terakhir aku membuangnya begitu saja.sungguh, aku benci dengan mereka.

Girls Generation atau lebih biasa dikenal SNSD atau apalah itu, aku sangat membenci mereka. Awal kebencianku sangatlah kekanak-kanakkan, berawal dari  moment-moment mereka dengan Super Junior. Awalnya aku merasa biasa saja, menganggap itu semua hanyalah kebetulan atau buatan penggemar-penggemar kurang kerjaan.Tapi semakin jauh, moment-moment itu semakin banyak, fanfiction mulai bermunculan disana-sini.Dan semakin banyak itu semua, membuatku semakin membenci mereka, terlebih Tiffany.Kalian pasti tau dong, wanita kelahiran Negara barat yang sering kali dijodoh-jodohkan dengan bias utamaku, Choi Siwon oppa. Demi apa, sama sekali tak cocok.

Kebencianku terhadap Tiffany semakin menggunung ketika membaca beberapa fakta buruk tentangnya yang ada di internet.Berita yang tercantum sering kali tentang sikapnya yang tidak sopan, blak-blakkan dan masih banyak lagi.Belum lagi kabar mengenai mereka yang melakukan operasi plastic.Wanita buruk seperti itu tak cocok jika harus dipasangkan dengan siwon oppa.

Sifat antisku terhadap SNSD memang sudah mendarah daging.Aku muak dengan Sifany, aku muak dengan Haesica, aku muak dengan Taeteuk, aku muak dengan seokyu, AKU MUAK DENGAN SEMUA COUPLE DI SUPER GENERATION.Apa kurang jelas? aku muak dengan itu semua, Super Junior adalah Super Junior. Jangan sandingkan super junior kami dengan wanita plastic seperti mereka.

Sikapku memang berlebihan, tapi aku tak peduli.Yang terpenting adalah menyingkirkan siapapun yang berusaha mendekati ataupun menganggu idol group yang kucintai, Super Junior.

-Sunday (The Story of Sassaeng Fans)-

Aku memasuki sebuah gedung yang cukup besar, tempat ini sudah dipenuhi dengan beberapa remaja yang mayoritas adalah wanita.Tanpa perjanjian, mereka semua kompak memakai kaos dengan warna biru dan membawa beberapa foto serta banner bertuliskan ‘Super Junior Choi Siwon’.Hari ini memang ada fanmeeting dengan Siwon Oppa, dan aku tak tentu tak mau ketinggalan untuk menghadiri acara yang sangat penting ini.

Cukup lama aku menunggu tapi acara belum juga dimulai.Kulirik jamtangan biru ditanganku “ahh!!! Masih satu jam lagi!”

Karena bosan menunggu.Aku memutuskan untuk berdiri dan mendekati pintu masuk menuju backstage. Otakku berputar, mencari cara untuk bisa masuk ke area backstage. Dengan begitu aku akan bisa bertemu langsung dengan Siwon oppa secara eksklusif.

Kuarahkan pandanganku ke area panggung, mencari cara agar aku bisa masuk. Pandanganku terhenti pada sebuah wanita yang tengah berbicara dengan ponselnya sambil mencatat sesuatu di kertas yang ia pegang, Ia nampak kesulitan hingga tanpa sadar ID panitia yang ada disakunya jatuh. Aku tersenyum penuh kemenangan menatap ID card yang tergeletak dilantai itu. Dewa keberuntungan berpihak kepadamu Sunday!

Dengan was-was aku mengambil ID card yang tergeletak itu. Kupakai jaket yang ada ditasku agar mereka tak mencurigai jika aku adalah bagian dari penggemar, dengan yakin kupasang ID card tadi tepat didadaku. Perfect!!!

Seperti yang sudah aku fikirkan, semuanya berjalan dengan lancar.Aku bisa memasuki backstage dengan mulus, tak satupun dari staff ataupun panitia yang ada mencurigaiku, ini semua karena ID card yang ada didadaku.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku melakukannya. Sebelumnya aku pernah menyusup di gedung SM ent, dengan berjuta cara akhirnya aku berhasil masuk kedalamnya.

Hal serupa juga pernah aku lakukan ketika di acara Seoul Music Festival, dengan cara yang sama aku berhasil masuk ke area backstage. Bertemu dengan beberapa artis yang ada.Aku tak peduli dengan artis-artis itu karena tujuan utamaku hanyalah Super Junior, sayangnya waktu itu nasib tak berpihak kepadaku. Bukannya bertemu langsung dengan super junior, Aku justru menyaksikan moment mejijikkan secara langsung. Saat itu kulihat Siwon Oppa sedang memainkan sebuah gitar dihadapan wanita yang paling kubenci, Tiffany.Dan tiffany hanya tersenyum sambil menikmati permainan gitar Siwon Oppa.Sungguh aku ingin menerkam Tiffany saat itu juga.

Sebenarnya kelakuanku ini termasuk illegal, bahkan jika aku tertangkap basah bisa saja mereka menjebloskanku kedalam penjara atau paling ringan akan dimasukkan ketempat rehabilitasi.Mereka menganggap kegiatan menyusup seperti ini sebagai hal gila seorang ssasaeng fans. Hal gila ini sudah dianggap membahayakan bagi sang artis.

Kembali kerencana awal, langkahku semakin dekat dengan pintu ruang tunggu artis.Aku tersenyum penuh kemenangan menyambut pintu bertuliskan “Choi Siwon Room”.

“nuguseyo?” aku terlonjak ketika mendengar seruan dari seseorang dibelakangku.

“ah… a… aku.. aku asisten baru Choi Siwon. Ya benar. Aku asisten barunya” sangkalku sembari berusaha tersenyum di depan salah seorang staff yang menyeruku tadi.

“jinja? Kau seperti pelajar SMA.”

“jeongmal? Gomawo kau sudah memujiku, sebenarnya usiaku sudah 25 tahun.Ucapanmu itu sebagai pertanda jika aku ini awet muda, masih lucu” Aku meraih tangannya, mecubit-cubit pelan pipi staff tersebut.Ia terlihat risih dengan sikapku. Ahh bodoh amat, yang terpenting adalah membuatnya percaya dengan ucapanku.

“nn…. Nne..ne. Mianhae, saya harus pergi” Ia menghempaskan tanganku dengan paksa untuk kemudian berlalu dari hadapanku. Yess, actingmu berhasil Sunday!

Dengan penuh keyakinan, aku kembali menuju pintu tujuanku. Satu langkah… dua langkah… tiga langkah…

“kau ingin masuk? Sekalian bawa ini dan berikan pada siwon.”

Aku kembali tersentak dan menoleh kebelakang. “bb…baiklah”

Setelah memberikan sebuah nampan yang berisi buah, makanan ringan serta dua gelas jus, orang itu langsung meninggalkanku. Hufft..hampir saja lee Sunday.

Senyumku kembali mengembang saat memandangi sebuah nampan yang ada ditanganku sekarang. Ini bisa sebagai alat yang akan membantuku untuk berkomunikasi dengan Siwon Oppa. Mataku memandang 2 gelas jus yang ada dinampan.Tunggu.2 gelas?Untuk siapa satunya?Bukankah hari ini hanya fanmeeting Siwon Oppa?Apa mungkin ada satu member Super Junior yang lain? Ahh kau beruntung Lee Sunday! Sekali dayung dua pulau terlampaui, tidak hanya bertemu dengan siwon oppa, tapi dengan satu member yang lain.

-cklek-

Aku membuka pintu dengan mantap.

“annyeong hase……” tak kudapati Siwon Oppa ataupun member Super Junior yang lain diruangan ini. Hanya ada seorang wanita yang tengah memainkan ponsel ditangannya, wanita yang sangatkubenci, siapa lagi kalau bukan Tiffany.Wanita itu kini menatapku penuh Tanya.

“mana Siwon Oppa?” aku bertanya dengan sinis.

“Siwon…… Dia..Dia sedang ada briefing dengan Manager Kim.Apa makanan itu untuknya? Taruh saja dimeja sana”.

Beraninya menyuruhku.

“kau. untuk apa kesini?” aku tak menuruti perkataannya, justru melayangkan sebuah pertanyaan yang sukses membuatnya gugup.

“aku… aku hanya…”

“hanya apa? Mengikuti kemanapun siwon oppa pergi dan berusaha mencari perhatiannya begitu?dasar wanita jalang!” ku lampaiaskan kebencianku kepadanya saat ini. Kebetulan ruangan ini juga sepi jadi aku bisa memberi pelajaran kepada wanita ini.

“apa maksutmu?” dia kembali menatapku bingung.

“janganpura-pura bodoh Tiffany. Kau tau, Aku sangat benci dengan sikapmu.Kau juga berusaha mendekat dan mencari perhatian dari siwon oppa. Menjijikkan”

“aku tidak mengerti dengan maksut ucapanmu gadis kecil. Jadi lebih baik kau keluar sebelum aku memanggil pihak keamanan karena penyamaranmu.”

Beraninya dia mengusirku.Bahkan dia juga mengancamku.Ingin sekali aku menghajarnya sekarang.

“aku juga tidak sudi berlama-lama dalam satu ruangan dengan wanita menjijikkan sepertimu. Aku hanya ingin memberikan ini untukmu!” dengan sengaja aku melempar nampan tadi dipahanya, makanan, buah serta minuman tadi sontak tumpah dan mengenai pakaian yang ia kenakan. Aku tersenyum puas tatkala melihat ekspresinya yang begitu kaget dan ketakutan.Akhirnya kebencianku selama ini tersalurkan juga.

“Ya!!Apa yang kau lakukan?” aku tersentak mendegar sebuah suara dari ambang pintu.Aku menoleh kearah sumber suara itu dan betapa terkejutnya diriku ketika melihat siapa yang datang, siwon Oppa.Aku ternganga tak percaya, jantungku seolah berhenti berdetak.Siwon Oppa berdiri tepat ditengah pintu, sebuah kemarahan tergambar jelas diwajahnya.

“siapa kau?”

Aku tak menjawab pertanyaannya, wajahku masih fokus menatap wajah tampannya.Ia semakin mendekati posisiku, wajahnya begitu dingin. Ia kini mendekati Tiffany dan membersihkan makanan yang mengotori pakaian Tiffany. Ekspresi wajahku langsung berubah ketika melihat pemandangan dihadapanku kini, sungguh mengerikan.

Siwon Oppa kini mengambil ponselnya dan mungkin menghubungi seseorang.

“cepat keruanganku dan bawa pihak keamanan.”

Mendengar pihak keamanan aku langsung tersentak.

“si….siwon op…oppa. Tolong jangan…. Jangan laporkan aku. Akk… aku hanya ingin memberikan makanan itu, tapi dia malah menumpahkan begitu saja..sungguh”

Siwon Oppa tak menjawab, ia kembali membersihkan pakaian Tiffany dengan sapu tangannya. Sementara Tiffany hanya diam, wajahnya terlihat sendu, cihh sok lemah! ingin sekali aku menjambaknya sekarang. ini semua karenamu tiffany! Karenamu emosiku jadi tak terkontrol!

Tak lama kemudian dua orang laki-laki berbadan besar telah memasuki ruangan.Mereka berpakaian serba hitam. Mati kau, Sunday!

“cepat amankan. Jangan biarkan hal ini terulang lagi!”Siwon Oppa memberikan instruksinya, sementara dua orang itu hanya mengangguk mantap.

Mereka berdua kini mengapit tanganku, berusaha membawaku keluar dari ruangan ini.

“si..siwon oppa!! tolong aku, jebal…. Siwon Oppa!”

Siwon oppa masih tak bergeming, dua orang ini semakin kuat membawaku untuk keluar.Aku ingin berontak tapi tenagaku tak cukup kuat untuk melawan mereka.sebelum mereka berhasil membawaku keluar ruang, aku menyempatkan diri untuk menatap iTffany, tatapan membunuh. Ini masih belum selesai, Tiffany!

-Sunday (The Story of Sassaeng Fans)-

Semenjak kejadian waktu itu, dimana saat aku tertangkap basah menyelinap, memaksaku untuk melewati beberapa proses hukum. Bahkan orang tuaku sempat dipanggil.Namun akhirnya mereka membebaskanku dengan alasan aku masih dibawah umur. Sebenarnya itu terasa ganjil, karena biasanya seorang penyusup sepertiku ini paling ringan akan dimasukkan ke rehabilitasi untuk beberapa hari. Ahh tapi bodoh amat, yang penting bebas.

Dan saat itu juga kebencianku terhadap SNSD semakin menggila. Andai saja waktu itu aku tak melihat Tiffany di artist room, kejadian itu tak akan terjadi. Jika tak ada Tiffany, mungkin aku tidak akan emosi dan bahkan aku tak akan ketahuan menyelinap, justru bisa jadi aku akan bertemu langsung dengan Siwon Oppa. Tapi semuanya gagal total karena Tiffany. Tiffany, Kau harus membayar rasa malu yang sudah ku tanggung!

Hari ini aku berdiri di depan sebuah apartement yang cukup besar. Setelah menyelinap dan masuk kebeberapa group Sone (penggemar SNSD), akhirnya aku mendapatkan alamat dimana dormnya berada. Tujuanku kesini tidak lain adalah untuk melampiaskan kekesalanku waktu itu, sekaligus membalas dendamku kepada Tiffany. Dia harus merasakan apa yang kurasakan waktu itu, menanggung malu dan mendapat hukuman dari orang tuaku.

Aku bertanya kepada seorang penjaga yang berdiri dipintu masuk.Menurutnya, member SNSD saat ini tidak berada di apartement.Sudah sejak pagi mereka pergi, mungkin untuk keperluan jadwal ataupun show.

Aku memutuskan untuk membuka group Sone yang pernah kuselinapi, berusaha mencari dimana SNSD berada.

Yess!!!! Ketemu! Saat ini SNSD tengah melakukan taping disalah satu acara televisi hingga pukul 12 siang. Kulirik jamtangan yang ada di tanganku, pukul 13.15. lama sekali. Pandanganku beralih pada sebuah kresek yang ada dibalik jaketku. Kresek yang berisi sebuah telur mentah, yang akan kugunakan untuk memberi Tiffany pelajaran.

30 menit sudah aku menunggu. Setelah penantianku yang cukup lama akhirnya sebuah van hitam dengan label ‘Girls’ Generation’ dikaca mobil sudah memasuki halaman apartement. Aku langsung sembunyi dibalik tanaman yang ada di dekat pintu masuk lobi apartement.aku membawakanmu hadiah terindah, Tiffany.

Van itu kini berhenti tepat didepan pintu masuk apartement.pintu van mulai terbuka dan yang pertama keluar adalah Jessica. Aku langsung menyiapkan telur yang ada di balik jaketku.Tepat diurutan ketiga, Tiffany keluar dari van.Segera kulayangkan telur yang ada di tanganku.Saat kulayangkan telur tersebut, tiba-tiba Taeyeon menyerobot disamping Tiffany.

-praakkkk-

Sebuah telur mentah tepat mengenai kepala Taeyeon. Arghh!!! Aku gagal. Harusnya Tiffany yang kena!

“yak!! Siapa kau?” aku langsung terlonjak ketika mendengar teriakan Sooyoung.Ternyata dia menyadari keberadaanku.Tanpa fikir panjang lagi aku langsung angkat kaki dari tempat persembunyianku, berlari dengan cepat.

“berhenti kau!” aku menoleh kebelakang, Sooyoung mengejarku. nekat sekali dia. Aku terus berlari sekuat tenagaku.  Tapi sayang larinya begitu cepat, terlebih kakinya lebih jenjang dari kakiku. Hingga akhirnya ia berhasil menangkapku, ia mencekeram lenganku dengan kuat.

“lepaskan!!!!”

“tidak sebelum kau meminta maaf!” aku berusaha keras melepas cengkeramannya. Gila, wanita ini begitu kuat, padahal tubuhnya sangat kurus kering.

“aku tidak sudi!”

“baiklah, aku juga tidak sudi untuk melepaskanmu gadis kecil!”

Dibelakang Sooyoung tiba-tiba Tiffany muncul dengan nafas yang tersengal-sengal.

“kau…..” rupanya ia masih mengenaliku.

“kau mengenalnya Fanny-ah?”

“tidak. Aku hanya sekali bertemu dengannya.”

“baiklah gadis kecil, jika kau tak mau meminta maaf maka aku akan membawamu ke pihak keamanan”

Mendengar kata pihak keamanan, aku langsung tercengang, aku tak ingin jika harus melewani proses hukum yang rumit lagi.aku tak ingin orang tuaku murka akibat ulahku yang hampir sama. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dibenakku. Aku mencakar dan menggigit tangan sooyoung “AWWWW…..” ia sontak melepaskan cengkeramannya.

Kumanfaatkan kesempatan ini untuk kembali berlari.Nafasku kembali memburu, keringat sudah mengucur deras di pelipisku. Aku tidak boleh tertangkap lagi!!!

-Tiiiin-

saking kalutnya fikiranku, aku sampai tak melihat kanan-kiri, bahkan disaat aku menyeberang sebuah jalan yang cukup ramai. Aku tercengang ketika melihat sebuah mobil box yang jaraknya sudah beberapa meter di sebelahku. Kakiku terasa berat untuk kembali berlari, nafasku seolah behenti.Mobil semakin dekat, semakin dekat dan semakin dekat.Aku memejamkan mataku, tak sanggup menyaksikan apa yang akan terjadi.

-Tiiiiiiiin-

Suara bell mobil itu semakin panjang dan keras, menandakan jika jaraknya sudah semakin dekat dengan posisiku.Kakiku masih saja terasa kaku, keringat dingin sudah membasahi wajahku.

1 detik…2 detik… 3 detik…. Aku merasakan sebuah dorongan.Mendorongku hingga beberapa meter, dorongan ini begitu kuat, mungkinkah aku sudah tertabrak?

Aku masih tak berani membuka mataku, tanganku terasa sakit.

“gwenchanayo?…” aku mendengar sebuah suara yang sedikit serak. Perlahan kubuka mataku dan samar terlihat seorang wanita disebelahku, wajah sendu yang terlihat sangat khawatir.

“gwenchana?” ia kembali mengulang pertanyaanya. Aku hanya mengangguk pelan.

“tanganmu berdarah. Ini harus segera di obati.”

apakah aku bermimpi? Nyawaku telah diselamatkan oleh Tiffany, wanita yang selama ini kubenci.Wajahnya begitu panik.Ia bahkan masih peduli dengan lukaku, padahal saat ini kakinya juga terluka.

Aku tak berkomentar apa-apa, untuk sekedar menjawab pertanyaannya akupun tak bisa.Bibirku terasa kelu.Mataku tak henti-hentinya memandang wajah Tiffany.Aku baru sadar jika wajahnya begitu cantik.Sayangnya wajah cantiknya terganggu dengan ekspresi panik yang melandanya saat ini.

-Sunday (The Story of Sassaeng Fans)-

Its Sunday. Hari ini adalah hari minggu.Seperti biasa, aku menikmati hari minggu untuk bersantai.Menghabiskan hari libur sehari untuk bersantai.

Aku membuka tab biruku, memandang foto dua sejoli yang tengah tersenyum penuh kebahagiaan di menghadap kecamera. Sang yeoja memakai dress biru, terlihat begitu elegan. Sementara sang namja memakai kemeja putih dengan balutan jas hitam. Mereka berdua terlihat bahagia, yang lebih mengesankan dari foto ini adalah hand manner dari sang namja sebagai tanda jika sang namja sangat menghormati sang yeoja sebagai wanita. Mereka Nampak serasi dengan hand manner yang dilakukan siwon.

Ya.Saat ini aku tengah memandangi Foto Siwon oppa dan Tiffany yang diambil saat mereka merayakan ulang tahun Tiffany di Thailand.Foto ini kudapat dari internet.

Semenjak kejadian beberapa hari lalu,aku mulai mengubah sikapku.Berubah untuk menjadi lebih dewasa.Tidak hanya melakukan apapun yang ku mau, tapi aku harus memikirkan akibatnya.

­-flashback-

Saat ini aku berada didalam dorm SNSD.Perasaanku masih kalut akibat kejadian dijalan tadi.Disebelahku seorang dokter dengan telaten membalut lukaku.

“sudah selesai.”

“Masih ada dua orang lagi, mari saya antar.” seohyun mengantar dokter tadi kedalam sebuah kamar, siapa lagi yang terluka?

Aku langsung teringat Tiffany dan Sooyoung, aku hampir lupa jika mereka berdua juga terluka karenaku.Sooyoung yang terluka karena cakaranku serta Tiffany yang terluka karena menyelamatkanku.Tapi kenapa baru sekarang mereka diobati?Kenapa harus aku dulu?

“kau keterlaluan” aku menoleh, Jessica duduk di sofa sebelahku dengan ekspresi dingin khasnya, ekspresi yang sering kutemui di internet.

“aku tidak menyangka hanya karena Siwon Oppa kau nekat berbuat seperti ini.”

“yah… memang harus ku maklumi, kau masih dibawah umur, masih teenagers. Adikku seusia denganmu, jadi aku tau betul bagaimana sikap gadis seusiamu.Fikiranmu masih labil, berusaha menuruti semua egomu tanpa melihat dampaknya.”Aku hanya bisa menunduk mendengar ucapan Jessica.

“mungkin kau masih ingat dengan kejadian tertangkapnya dirimu saat menyusup ke area backstage fanmeeting Siwon Oppa. kau mencuri ID card panitia dan nekat masuk hingga di dalam kau menyakiti Tiffany.”

“ka…kau tau?”

“Tentu saja.Bahkan setelah tertangkap kau dibebaskan dengan mudah. Padahal jika melewati aturan hukum yang ada, kau harus melalui proses rehabilitasi. Seor\rang penyusup sepertimu sudah dianggap tidak beres.Tapi pada akhirnya kau bebas tanpa rehabilitasi.Kau mengerti maksutku?”

Aku menggeleng pelan.

“Tiffany ada dibalik pembebasanmu.”Tanpa berkata apa-apa lagi, Jessica langsung pergi meninggalkanku.

Aku mencoba mencerna perkataannya tadi ‘Tiffany ada dibalik pembebasanmu’.Apa maksutnya? Mungkinkah Tiffany yang meminta pihak keamanan sekaligus promotor waktu itu untuk membebaskanku?Tapi kenapa?Bukankah saat itu aku telah menyakitinya?

“minumlah. Aku akan menghubungi keluargamu sebentar lagi” Taeyeon memberikan segelas air dihadapanku. Telurku tadi tepat mengenai kepalanya tapi kenapa ia tak marah denganku.

“mi…mi….mianhae”

“ne?”

“aku telah melemparmu dengan telur. Kenapa kau tak marah dengan ku?”

Ia membalasku dengan sebuah senyuman yang begitu tulus, sungguh manis. “aku sudah biasa, bahkan ada yang lebih parah darimu.” Ia pun berlalu meninggalkanku.

Aku tercengang mendengar perkataannya, sudah biasa katanya?Jadi selama ini ada yang lebih parah dariku?kasihan sekali mereka.

ada sebuah penyesalan dalam diriku. Aku menyesal telah menjadi bagian dari antifans mereka.selama ini aku hanya menilai mereka dari luar, selama ini aku terlalu termakan gossip yang beredar di internet. Gossip yang kerap kali memberitakan keburukan mereka.gossip-gossip murahan itu hingga akhirnya membutakanku, membuatku menjadi antifans mereka.

“bagaimana keadaanmu?” aku menoleh dan mendapati Tiffany tengah tersenyum kearahku. Dengan langkah gontai ia menuju tempat dimana saat ini aku duduk. Kulihat sebuah perban melilit di kaki kirinya.Sebuah perasaan bersalah yang besar meronta-ronta dalam fikiranku.

Ia kini duduk tepat disebelahku.

“kenapa kau menyelamatkanku?”

Ia tersenyum dan menatapku, sebuah lengkungan bulan sabit terukir indah dimatanya.

“aku tak bisa hanya diam berdiri melihat seseorang yang hampir celaka.”

“tapi seseorang itu adalah antifans-mu.”

“aku sudah biasa menghadapi ini semua. Diluar sana begitu banyak orang yang membenciku, aku tidak ingin jumlah itu semakin banyak. Bahkan setelah mereka mengetahui jika aku sebenarnya adalah seorang gadis America.Mereka menganggap gadis barat sepertiku tak layak tinggal di Negara timur.”

“mengingat antifansku yang semakin banyak, aku bisa berbuat apa? Jika aku marah sangat tidak ada gunanya.Aku hanya diam menyikapi ini semua, berusaha menekan jumlah antifansku. Aku hanya berharap semoga antifansku tidak menjadi antifans yang lain. Biarkan saja mereka menjadi antifansku asal mereka tidak menjadi antifans SNSD.Selama mereka tidak menyakiti keluargaku, aku memilih diam.”

Aku hanya bisa menunduk mendengar ucapannya. Tidak kusangka ia bersikap seperti itu, air mata sudah mulai menumpuk di sudut mataku.

“aku hanya minta satu hal darimu. Kau bisa membenciku, kau bisa menyakitiku.Tapi tolong… kau jangan benci dan sakiti mereka.”

Aku menatapnya lekat-lekat, airmata yang semula hanya menumpuk kini mulai pecah.

“dan satu lagi, masalahku dengan Siwon. Aku minta……..”

Sebelum Tiffany melanjutkan ucapannya, aku langsung memeluknya erat.

“mianhae… Jeongmal mianhae eonni. Aku menyesal dengan apa yang aku lakukan. selama ini aku hanya melakukan apa yang melintas difikiranku tanpa memikirkan akibatnya. Aku… aku menyesal.”

Tiffany membelai punggungku dengan halus, mencoba menenangkanku.

-BRAKKKKK-

Kami berdua tersentak mendengar pintu utama dorm tiba-tiba terbuka, aku melepas pelukan kami.sesosok pria tinggi berdiri di tengah pintu. Pria yang selama ini kukagumi, Siwon Oppa.wajahnya begitu panik, ia langsung bergegas menuju tempat kami berdua. Ia sedikit menunduk melihat kaki Tiffany. Dengan sikap kewibawaannya, ia menarik Tiffany dalam pelukannya.

“Tiffany… Kau…”

Tiffany hanya tersenyum merespon Siwon Oppa.Sebuah pemandangan aneh terlihat di hadapanku, dimana Siwon Oppa yang berdiri dan mememeluk Tiffany yang masih duduk disebelahku. Berkali-kali ia membelai rambut Tiffany. Sungguh pemandangan baru yang asing bagiku.Tapi ntah mengapa saat ini aku justru merasa senang ketika melihat mereka seperti itu.Aku ikut bahagia melihat kebahagiaa mereka.

Tiffany sedikit mendorong tubuh siwon, mungkin ia merasa tidak enak denganku. Dan siwon Oppapun kini menatapku enggan.

“kau lagi….”

Mungkin ia sekarang membenciku. Yang pertama karena kejadian di tempat fanmeeting dulu dan yang kedua adalah sekarang, Tiffany terluka karena aku.

Aku hanya menanggapi siwon oppa dengan sebuah senyuman.Aku menatapnya lekat-lekat, mencoba meyakinkan jika aku telah berubah.

“maaf untuk semuanya. Jangan menatapku seolah aku ini adalah musuhmu.Mungkin kata maaf saja tak cukup untuk menebus kesalahanku. Tapi aku akan membuktikan jika kata maaf ini benar-benar tulus.  Mulai sekarang aku akan belajar menjadi orang yang wajar, orang yang tidak terlalu berlebihan terhadap idola termasuk kepadamu Oppa. Aku akan belajar untuk tidak mengekang kehidupan kalian. Juga… juga belajar untuk menjadi Sifany shippers…”

Sebuah senyuman mulai terukir dari bibir Siwon Oppa.ia menggenggam tangan Tiffany erat. Sungguh aku sangat bahagia melihat senyuman Siwon Oppa yang begitu mengembang. Aku bahagia Oppa jika melihatmu bahagia.

Aku mulai menyadari keberadaanku yang hanya sebagai seorang penggemar yang tak punya hak apapun untuk ikut campur dalam kehidupan pribadi idol yang aku kagumi. Aku belajar menjadi penggemar yang lebih baik dari sekarang, seorang yang akan mendukung apapun yang akan mereka kerjakan ataupun lakukan selama itu baik untuk mereka. Aku akan tetap mecintai mereka, bahagia jika mereka bahagia, meski rasanya mustahil jika untuk memiliki, tapi itulah cinta yang sebenarnya. Bukankah pepatah sering mengatakan ‘jika cinta tak harus memiliki’.

-flashback end-

“aku bahagia jika kau bahagia Oppa?” aku memeluk foto Siwon Oppa dan Tiffany di tabku.

“YA!!!Sejak kapan kau menjadi Sifany shipper!!!!”

“hahaha lee Sunday kita telahterkena karma! Selama ini kau selalu menghina kami yangpenggemar berat Sifany hahahaha”

Aku terlonjak ketika dua orang temanku, Jihyun dan Seol mengagetkanku dari belakang. Huh..kulayangkan jitakan kepada mereka satu persatu untuk kemudian mengapit kepala mereka dengan kedua tanganku.

“Jihyun-aah, Seol-ahh, mulai sekarang perkenalkan.Namaku…. Lee Sunday. The new Sifany shippers“

“Lee Seon Dae? hahaha”

“yakkk!!! Lee Sunday!!”

“hahaha Seon Dae…. Seon Dae… Seon Dae!!!”

“kaliaaaaan!!!!”

-end-

-Sunday (The Story of Sassaeng Fans)-

79 thoughts on “(AF) Sunday (The Story of Sassaeng Fans)

  1. Annyeong elsa-ssi..
    wah buat para fans yg suka nge-bash para Idol, yg suka fanwar di “dumay” wajib baca kisah inspiratif kyk gini, biar kita tu mawas diri, shga kita dapat lebih bijaksana dalam menjga sikap, dan tutur kata baik secara lisan maupun tulisan. Aku suka sedih klo terjadi fanwar or bash menge-bash (?) , if we can make a better word to a better world with peace, why we not do early, so ff yg kyk gini yg mudah2an akan buat para fans lebih arif dlm bertindak. Wlau di real life sifany tuh ga ada, (sebel jg knpa harus khunfany) tapi buatku di ff mah sah2aja, kan namanya jg fan fiction (khayalan fans), gomawo ya elsa-ssi ditunggu kisah2 lainnya yg tentunya sifany story ya… hwaiting!

  2. Big applause for you unnie, ini benar2 mendebarkan. Sebuah cerita yg bisa dijadikan teladan, untuk tdk lngsng mmbenci idol lain hnya dari segi luar🙂 ini seperti sebuah kisah nyata ^^ hoho I like this (y) next ff yg lebih daebak ditunggu unnie, hwaiting !!🙂

  3. Semoga cerita ini bisa jadi kenyataan *pray*
    kalimat yang cocok buat sunday “liat isinya bukan sampulnya”
    ff ini daebak… cuman satu ff tapi seribu pesan yg bisa kita petik.
    ditunggu karya mu yang lain thor ! keep writing !

  4. Nice story (y) ceritanya yang bener-bener bisa diambil pelajarannya. Kan kasian sm idol mereka juga manusia yang ga harus diikutin kemanapun. Ditunggu karya selanjutnya and keep writing!

  5. Oh akhirnya sunday sadar juga , perjalanan yg cukup panjang dan nekat sebagai seorang sassaeng fans yg sampai berani mencelakai seorang idol hingga akhirnya ia bisa mengerti bahwa itu adalah salah dan belajar menjadi fans yang baik, dan tentuinya menjadi sifany shipper selamanya , horreeee , hahhaaa
    Oke nih ceritanya author , ditunggu cerita” sifany lainnya yah , oke , hwaiting😉

  6. daebakk ..tuhh buatt tiffany haters or antis or sifany haterss !! benci sekedarnya jan berlebihan .
    setiap orang pasti mempunyai seorang haters dlm kehidupan nyata bahkan lebih banyak.dri yang kita bayangkan !;)

  7. wohooooo daebak keren thor dr antis berubah jd shipper huaaa semoga ini juga kejadian yaa nantinya di dunia nyata hahha.gpp skrg sifany blm bersatu tp shippernya justru yg bersatu *apaini hahahah

  8. Yaaahh… daebak
    Baca nh ff berasa kaya bneran *semoga, Aminnn
    jujur msih kesel klo di inget2 *khunfany

    Sifany.. sifany..
    mkin cinta sm SIFANY

    kren thor
    angkat 2 jmpol buat author

  9. Aww sokyut..
    Pengen jadi sasaeng fans nya #lah
    Habisnya beruntung banget bisa ketemu sifany. Uuw btw itu sifany nya duh bikin meleleh uww
    Good job authornim!

  10. Sumpah demi apa kerennnnn banget.. Tapi entah kenapa aku nangis baca ff ini😥 Amanatnya bener bener bisa di ambil, dan aku sadar dengan ego aku yang terus memaksa Siwon harus sama Tiffany.. Padahal mereka mempunyai kehidupan masing masing. Aku juga tidak suka oppa bersama Liuwen, tapi kebahagiaan siwon oppa bersama Liuwen, yasudah tidak apa-apa.. Walaupun ada harapan yang begitu besar terhadap Sifany.. But, its okay.. I hope my idols can happily with life them. The important dont hate people like this..
    Good job!!! Pelajaran yang sangat berharga :’)

  11. Nice fanfic thor.i like it.sunday akhirnya jadi shippernya sifany dan tidak anti fans lagi sama fany.ditggu ff selanjutnya thor.keep writing thor.

  12. Ya q prnh dgr klo sasaeng bkl ngelakui ap aj utk idolany tp g bs kbyng klo hak sprt itu terjd. sprtu Taeyeon yg kmrn dihujat n diteror tp dia sll berskp dws n baik thd pars sasaengny. emg sprti itu y di Korea? beruntunglh kita di Indonesia antra idola n fans bs bergandengn tng slg dukung. ini gmbrn bg kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s