Love By Request Part 1

Love by Request Part 1

cats

Author : Choi Min Ri

Cast : Hwang Tiffany & Choi Siwon

Other Cast: Cho Kyuhyun, Seo Joo Hyun & OC

Genre: Family, Life, Romance, Sad, Comedy (?)

Rating: PG-15

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

©Choi Min Ri 2014

***

Siwon tersenyum miring kepada Tiffany yang berbalut gaun merah super pendek di sebuah kamar motel murahan. Mata tajamnya memperhatikan tubuh Tiffany dari atas ke bawah. Dari caranya menatap terlukis berbagai emosi di wajah Siwon dan mungkin dengan tambahan sedikit nafsu. Di depannya sang yeoja sedang duduk di tengah-tengah ranjang kecil bersprei putih gemetar ketakutan.

“Apa yang kau lakukan? Bukankah kau harus memuaskanku disini?”

Suara berat Siwon membuat Tiffany mengangkat wajahnya perlahan, tangan yang ia tempelkan untuk menutupi pahanya mulai gemetar.

Siwon perlahan mendekati Tiffany dengan seringaian yang tak pernah meninggalkan wajah tampan laki-laki itu, termasuk saat ia ‘membeli’ Tiffany.

“Apa kau tidak akan melayaniku?”

Wajah Siwon sudah berada dalam jarak 1 cm dengan Tiffany sekarang, membuat gadis itu sedikit terlonjak mundur menghindari wajah sang namja yang mengintimidasinya.

“Kenapa kau menghindariku? Aku sudah membayarmu bukan? Harga untuk mendapatkanmu sangat mahal. Jadi semua bagian tubuhmu sudah kumiliki”

Siwon kembali mendekatkan wajahnya pada Tiffany, telapak tangannya yang besar mengusap luka dan memar yang menyelimuti kulit susu Tiffany dan membuat gadis itu meringis, ditambah perlawanan yang ia lakukan membuat rasa sakit di tubuhnya semakin menjadi.

“Uljima, aku tidak ingin membuatmu menangis, aku hanya ingin melihatmu tersenyum”, kata Siwon lirih sembari mengusap butir bening yang jatuh di wajah mulus Tiffany. Bebarengan dengan ucapan tersebut bibir Siwon perlahan mengecup setiap luka dan memar gadis itu, dan menghalau perlawanan kecil dari Tiffany yang memang sudah tak berdaya. Perlakuan ‘lembut’ seperti itu membuat Tiffany tertegun menatap wajah Siwon yang masih asik menciumi jengkal tubuhnya yang penuh luka, konsentrasinya telah terepecah terbawa kelembutan duniawi ini. Hingga tanpa sadar wajah Siwon mulai hadir di depan wajahnya setelah sempat singgah mencucupi lehernya dan menambah tanda merah baru disana. Wajah Siwon perlahan mendekat hingga membuat Tiffany jatuh mulus ke tempat tidur dan berada di bawah Siwon. Tangan kekar Siwon mengunci tubuh Tiffany sehingga yeoja itu tidak mampu lagi menghindar. Dalam jarak sedekat ini, bukan serangaian yang ia dapatkan, namun senyuman indah ‘tuan’nya, dan ‘tuan’ nya tidak bisa menunggu lama lagi untuk mencium bibir tipis namun berisi milik Tiffany.

PLAK…..PLAK…..PLAK

“Ouch Appo!”

“CUT! CUT! CUT!”

Siwon memegangi pipi dan ‘ehem’nya yang sakit karena tamparan dan tendangan keras Tiffany. Gadis itu baru saja sukses mencegah Siwon untuk menciumnya dan membuat sang sutradara meneriakkan kata triple Cut ke-50 kali untuk adegan ini.

“Yak! Tiffany-ssi kita sudah mengulang scene ini sebanyak 50 kali. Dan kau selalu tidak mampu di adegan penutup, ada apa denganmu hah?”

“Mianhae gamdog-nim, tapi aku tidak bisa mencium laki-laki ini. Andwae, tidak adak pernah!”

Siwon yang masih sibuk meratapi kesakitannya menoleh kearah yang di tunjukan jari Tiffany, dan sayangnya itu mengarah ke dirinya sendiri.

“Na? Ya! aku sudah 50 kali juga menjadi korbanmu, lihat saja bahkan luka-luka dan bekas merah tamparanmu ini lebih asli dari luka buatan yang ada di tanganmu”

“Kau pantas mendapatkannya mesum!”

“Mwo?! Kau barusan mengataiku mesum? Aku hanya bersikap profesional melakukan yang ada di naskah, kau yang dari tadi hanya menghancurkan aktingku yang sempurna, Nona Hwang. Harusnya kau tidak usah menjadi pemeran utama kalau begini”

“Cih?! Beraninya kau Tuan Choi! Aku tidak mau menodai bibirku dengan bibirmu yang kotor itu! Kau bisa menularkan penyakit untukku. Seharusnya kau yang tidak usah menjadi pemeran utama, babo! Jika saja aku tau lebih awal yang menjadi pasanganku adalah dirimu, aku tidak akan pernah bemain di drama ini!”

“Aigoo, MWOYA IGE?!”

Tiffany dan Siwon menghentikan adu mulut mereka, begitu pula dengan para staf yang dari tadi ikut menambah riuh suasana. Sutradara mereka sedang marah sekarang. Kim Joong Kook adalah sutradara bertangan dingin yang sudah lama vakum dari dunia seni peran, kini ia kembali mengulang debutnya dalam drama baru MBC ini. Sayangnya, proses syuting tidak semulus yang ia bayangkan. Hari pertama syuting saja telah membuat darahnya mendidih. Namun ia harus menahan dirinya agar tidak mencelakai satu pun artis atau staf yang ada di sana mengingat sifat perfeksionis dan tempramen yang ia miliki adalah penyebab vakumnya ia dari dunia sutradara. Tapi cut hingga 50 kali untuk satu adegan? Yang benar saja, jika begini terus tidak akan ada satu episode dari drama ini yang akan muncul di depan layar televisi masyarakat Korea.

“Tiffany-ssi, Siwon-ssi, aku tidak tahu bagaimana kalian bisa dipilih menjadi pemeran utama dalam drama ini, kalian sudah mendapat kontrak dan uangnya, ketenaran juga akan ada di depan mata kalian, itu semua aku tidak perduli. Tapi JANGAN HANCURKAN DRAMAKU! Jika kalian tidak bisa bekerja dengan professional, aku akan meminta pada PD-nim agar mengganti kalian sekarang juga!”

DUAGH

Bunyi pintu kamar motel di set syuting tersebut terdengar saat sang sutradara melampiaskan kekesalannya yang sudah tak terbendung, meninggalkan staf yang kaget dan kembali sibuk bergumam memikirkan nasib drama mereka. Para staf juga menatap putus pada kedua pemeran utama yang kembali melanjutkan pertengkaran mereka setelah sang sutradara pergi. Sang asisten sutradara, Lee Kwangsoo pun tak kalah bingung, dengan buru-buru ia mengejar sang sutradara yang sudah diliputi amarah. Kita doakan saja yang terbaik untuk keselamatannya.

“Gamdog-nim! chankam”

“Siwon-ssi, Tiffany-ssi istirahatlah! Aku akan membujuk Joong Kook Hyung dulu. Jangan dipikiran neh, keundae kalian harus bisa melakukan adegan ini, kalau tidak aku khawatir drama ini tidak akan berjalan”

Interupsi dari sang asisten sutradara hanya mampu menghentikan perdebatan pemain utama kita selama 5 menit saja. Setelah sang asisten sutradara berlalu, perdebatan sengit itu kembali berjalan dengan serunya, dan staf lain hanya bisa menonton pasrah ‘adegan’ tersebut.

“Aigoo, ada apa dengan mereka?”

***

Episode 1 : Kenangan Lama

***

 

“Seohyunie, aku tidak sanggup melakukan drama ini, semua ini terasa berat untukku”

“Eonni aktingmu sangat luar biasa tadi, tapi kau selalu gagal melakukan kissing dengan Siwon-ssi. Ada apa denganmu? Apa kau ada masalah dengan Siwon-ssi?”

“……..”

Tiffany memijit pelan pelipisnya dengan tubuh bersandar pada jok empuk van silver milik agencynya di temani oleh Seohyun, manager sekaligus adik angkatnya. Wajah kusutnya seolah terpatri dengan permanen sejak pagi. Tentu saja sejak adegan mesranya bersama Choi Siwon, ah jangan bahas hal itu jika berhadapan dengan Tiffany. Sayangnya, Seohyun menanyakan masalah ini pada Tiffany dan hanya direspon dengan diam oleh sang rookie artis.

“Mianhae Seo, aku hanya tidak bisa kissing dengan laki-laki mesum seperti itu. Kau lihat tatapannya tadi padaku Seo, dia seperti itu ‘memakanku’ tadi, aku menyesal merelakan tubuh dan leherku di ciuminya tadi. Pokoknya setelah ini aku harus menggunakan scrub untuk menghilangkan bibir kotornya di kulitku. Bila perlu gunakan laser, alcohol atau apa saja yang bisa meninggalkan bekasnya di tubuhku!”

“Nde aku mengerti, pasti sulit untuk membangun chemistry dengan orang yang baru kita kenal. Keundae eonni seperti kata gamdog-nim, kau harus mampu bersifat professional. Apalagi drama ini akan segera tayang. Eonni harus segera menyelesaikan proses syutingnya”

“Jika adegannya normal-normal saja aku akan sanggup hingga drama ini memiliki sekuel Seo, tapi sayangnya hampir semua adegan di episode satu ini penuh dengan adegan mesra. Otokhae Seo, aku rasa aku tidak akan sanggup”

“Aku merasa heran eonni, walaupun kau rookie aktris, kau telah cukup banyak berakting di drama dan aku selalu kagum pada aktingmu selama ini, kau juga mampu menaklukkan berbagai adegan kissing dengan lawan mainmu yang lain tanpa kesulitan. Tapi kenapa kau mempermasalahkan adegan kissing disini?”

“Sudah kukatakan Seo, ini bukan masalah adegan kissingnya, tapi dengan siapa aku harus melakukan kissing itu. Namja sialan itu! Seo kalau gamdognim memecatku, aku tidak akan masalah, itu lebih baik, kita juga tidak harus membayar denda kontrak”

“Tapi kau harus membayar denda atas nama karirmu eonni, netizen akan mempertanyakan kemampuanmu berakting, fansmu akan sangat kecewa, dan antifans mereka akan sangat bahagia membully dan menyebarkan rumor buruk tentangmu”

“Lalu aku harus apa Seo, aku benar-benar tidak bisa melakukannya, tidak jika dengan namja itu”

“Eonni, kau tetap harus menjalankannya. Anggap saja Siwon-ssi adalah namjachingumu, jadi kau bisa menciumnya dengan baik, Hwaiting!”

“Jadi setelah ratapanku yang begitu menyedihkan kepadamu, kau hanya membuatku terus melakukannya begitu? Kau tidak memiliki kata rayuan Seo-ah. Dan satu lagi, saranmu hanya akan terwujud dalam mimpi Seo, bagaimana bisa aku punya namjachingu sepertinya, bahkan jika itu sampai terjadi aku tidak akan menciumnya, lebih baik kutampar saja dia”

“Itu adalah kata rayuanku padamu eonni. Dan kau tidak boleh membenci orang, eomma tidak suka itu. Kata eomma, ketika kau membenci orang lain terlalu dalam terutama lawan jenis, suatu saat nanti kau akan mencintai orang itu lebih dalam”

“Kau ini kaku sekali, kau selalu memaksaku dengan halus Seo, aku jadi tidak bisa melawanmu lagi. Oh Tuhan, ini akan sulit sekali. Dan Seo untuk saat ini jangan bahas laki-laki itu lagi aku sudah lelah hanya dengan mendengar namanya sejak pagi”

“Arraseo, eonni beristirahatlah dulu, aku akan membelikanmu Cappucino agar perasaanmu lebih baik” setelah menepuk pundak eonninya Seohyun pun pergi meninggalkan Tiffany yang masih frustasi di dalam van.

***

“Hyung! Berhentilah meringis begitu, wajahmu juga jangan kau tekuk”

“Kau tidak lihat apa yang dilakukan ‘gadis itu’ padaku tadi? Aku baru saja dianiaya tadi”

“Kau terlalu berlebihan hyung, bukankah kau selalu rajin latihan gym? Seharusnya kau bisa menahan tenaga yeoja sepertinya”

“Memang sekali pukulan tidak apa-apa. Tapi jika itu adalah 50 kali pukulan, yang setiap pukulannya selalu bertubi-tubi dan yang paling menyakitkan, dia selalu saja menendang ‘masa depanku’! Mau bilang apa aku nanti pada Eomoni dan Aboeji jika aku tidak mampu memberikan mereka generasi Choi karna ‘pabrikku’ di rusak oleh Mi Young”.

“Mi Young? Nugu?”

“Ah Tiffany maksudku”

“Mi Young itu Tiffany?”

“Nde itu nama kecilnya”

“Arasseo, kau pernah mengenal Tiffany-ssi sebelum dia jadi artis ya Hyung? Pantas saja aku merasa ada sesuatu diantara kalian. Tidak mungkin kalian yang baru pertama kali terlibat proyek bersama sudah memiliki ketidakcocokan seperti ini”

“Diam kau Kyu!, semua orang juga bisa mendapatkan informasi itu dari internet. Sebagai actor professional aku mencari informasi terlebih dahulu tentang lawan mainnku. Itu untuk memahami karakter mereka”

“Termasuk menyimpan fotonya dan menjadikannya wallpaper di ponselmu? Kau lebih mirip seperti stalker daripada actor. Hyung jangan mencari alasan, aku tahu jika kau sedang berbohong. Ceritakanlah! Ada hubungan apa kau dengan Tiffany-ssi?”

“Aish! Sudah kubilang aku tidak ada hubungan dengan yeoja itu. Kau ini netizen ya? Ingat kodratmu adalah seorang manager Cho Kyuhyun”

“Hyung apakah begitu memalukan?”

“Maksudmu?”

“Apa yang pernah kau lakukan pada Tiffany? Apa dulu kau pernah memperkosanya? Sudah dari pagi ini dia selalu memanggilmu namja mesum, sialan dan brengsek”

“Yak Cho Kyuhyun!”

“Berarti benar? Aigoo Hyung! Kau benar-benar melakukannya?”

“Kau mau kubunuh Kyu!”

“Hyung, kau sangat lucu, jika saja kau bisa melihat wajahmu saat ini. Terlalu banyak emosi yang terlukis di sana, aku jadi tidak bisa menebaknya. Tapi apapun yang kau rasakan, kau tidak boleh mundur dari drama ini”

“Wae? ini hakku, bermain lebih lama di drama ini akan membunuhku. Lagipula sebentar lagi gamdognim akan memecatku”

“Dan karir pertamamu sebagai actor utama akan ternoda”

“Siapapun pernah gagal di percobaan pertama bukan”

“Tapi kata kegagalan tidak ada di kamus Cho Kyuhyun, dan aku sebagai managermu tidak akan membiarkan hal itu terjadi padamu hyung”

“Hah, kadang aku berfikir aku ini seperti robot mainan yang seenaknya bisa kau atur. Aku juga heran kenapa aku tidak bisa menentangmu, bahkan orang tuaku tidak pernah memperlakukanku seperti ini”

“Dan juga hyung, kau juga harus menjaga posisi pemeran utama pria di tanganmu hyung, atau kau rela tubuh Tiffany-ssi disentuh oleh namja lain, karna aku lihat, selain merasa kesakitan kau sangat bebahagia dan puas selama adegan tadi. Jika kau berhenti sekarang hyung, aku khawatir kau akan kehilangan kesempatanmu untuk ‘bersentuhan’ dengan Tiffany.

“Yak! Apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun?! Kau kebanyakan menonton yadong ya? Besok tidak akan kuijinkan kau pergi ke diskotik Eunhyuk lagi”

“Aku hanya menonton video Miyabi koleksimu saja hyung. Aigoo sangat panas melihat actor pervert sepertimu, aku akan keluar mencari udara segar. Kau diamlah disini hyung, jika bisa kunjungilah Tiffany-ssi. Minta maaflah atas apapun kesalahan yang kau perbuat, jangan hanya menghayalkan adegan ‘bersenang-senangmu” tadi. Berdoalah agar kau tidak dipecat”

“Micheosso, hey! Jangan lupa belikan aku Americano”

Kyuhyun melambaikan tangannya tanpa meninggalkan Siwon yang membuang nafas frustasi. Badannya yang kaku sudah berada di sofa empuk di ruang istirahat. Pandangan matanya kosong, memori otaknya memutar kenangan saat ia berumur 15 tahun. Berbagai memori saat masa sekolah membuat sudut bibirnya terangkat, namun dengan mimik wajah yang terlihat sendu. Ada penyesalan yang masih mengganjal saat ini. Diambilnya ponsel hitam dari saku kemeja yang ia kenakan. Ada gambar remaja yang terlihat disana, senyum bahagia menghiasi wajah mereka.

“Apposo? Mianhae Mi Young-ah”

***

Seohyun bukan orang bodoh, walaupun terkadang sangat lugu dan terkesan konservatif di luar, ia tetaplah seorang adik yang perduli terhadap keadaan kakaknya. Dan aneh sekali melihat eonninya yang merasa tidak nyaman dengan seseorang yang belum dikenal sebelumnya. Tiffany yang selama ini ia kenal adalah sosok yang pantang menyerah dan selalu memperjuangkan sesuatu dalam hidupnya hingga mencapai tujuan, termasuk kehidupannya bersama dengan almarhum eomma. Tiffany memang artis berbakat, menurut Seohyun pribadi eonninya mampu berakting dengan sangat baik di berbagai adegan. Industri seni peran Korea hanya belum banyak melirik kemampuan eonninya dan Seohyun rasa ini adalah langkah tepat bagi Tiffany untuk memulai karirnya secara lebih baik. Sayang sekali, ketidakcocokan antara Tiffany dan Siwon yang menurut skrip harus banyak berakting mesra di drama ini. Sudah terlambat bila mengucapkan kata mundur saat ini, apalagi jika sampai gamdognim menyarankan pemecatan bagi eonninya. Seohyun tidak akan membiarkan nama Tiffany tercoret. Maka cara terbaik yang bisa dilakukan adalah memperbaiki hubungan Tiffany dan Siwon terlebih dahulu dan melanjutkan drama ini hingga selesai. Keundae, bagaimana kau bisa menyelesaikan masalah ini jika kau saja tidak tahu akar permsalahannya?

BRUK

“Ah mianhaeyeo tuan aku tidak sengaja”

“Aish, apa yang kau lakukan, gunakan matamu jika berjalan!”

“Mianhaeyeo, aku tidak hati-hati aku akan member……”

“Seohyun-ssi?!”

“Kyuhyun-ssi?, ah mianhaeyo aku tidak sengaja, aku sedikit melamun saat berjalan”

“Ah, nde gwencana, mianhae aku berteriak padamu tadi. Aku kaget karena aku membawa kopi untuk Siwon hyung, dia sedang stress sekarang”

“Ah begitu, kau juga jadi basah Kyuhyun-ssi aku akan membersihkannya, dan kopi untuk Siwon-ssi akan kuganti”

“Aniya, tidak apa-apa, aku akan membelikan gantinya, dan kopimu untuk Tiffany-ssi juga terjatuh aku rasa, aku juga akan sekalian menggantinya”

“Ah? Tidak usah, aku bisa membelinya sendiri”

“Seohyun-ssi anggap saja ini sebagai permintaan maaf atas bentakanku tadi, dan juga sebagai ucapan perkenalan kita. Aku belum sempat mengenalmu dan Tiffany-ssi padahal aku dan hyungku akan bekerjasama dengan kalian selama beberapa beberapa bulan ke depan dan apa yang terjadi dengan hyung dan Tiffany-ssi tadi aku tidak menyangka akan seperti itu, jadi aku ingin membicarakannya denganmu, apa kau keberatan jika aku mengajakmu minum sebentar disini?”

“Tentu saja, kita harus membicarakan masalah eonni dan Siwon-ssi, tapi aku yang akan mentraktirmu Kyuhyun-ssi, karena aku yang menyebabkan insiden tadi”

“Baiklah, kau persisten sekali Seohyun-ssi, senang berkenalan lebih dekat denganmu seperti ini. Jya mari kita duduk terlebih dahulu”

***

Seohyun kembali memasuki van dan mendapati Tiffany telah tertidur di dalam vannya, wajar eonninya pasti lelah. Sebelum syuting eonninya harus melalukan beberapa sesi pemotretan.

“Eonni, eonni”

“Um, aku mau tidur”

“Eonni bangunlah, aku telah membawakanmu kopi, mianhae aku lama aku sedikit ada urusan tadi”

“Seo-hyun-ah, kau sudah kembali?”

“Nde, bangunlah, ini kopimu”

“Gomawo”

“Nde, aku akan ke toilet sebentar, setelah ini kita akan pulang, kata staf syuting akan dilanjutkan besok”

“Arraseo, gomawo Seo”

Seohyun meninggalkan Tiffany di dalam van setelah memberikan kopi pesanan eonninya. Setengah sadar Tiffany menyesap kopi Cappucinno dinginnya. Sedikit lebih pahit daripada biasanya. Eoh? Rasanya juga sedikit berbeda, tapi sepertinya rasa ini pernah ia rasakan, familiar di lidahnya.

“Ini bukan Cappucino”

Tiffany kembali menyesap kopinya lagi untuk memastikan rasanya lagi, memang benar ini bukan Cappucino. Tumben sekali Seohyun salah membelikan kopi untuknya.

“Eonni, mianhae membuatmu menunggu lama”

“Aniyo, Seohyun-ah, kau salah memberikanku kopi, ini bukan Cappucino”

“Jinja? Boleh aku merasakannya?”

“Tentu, rasanya sedikit berbeda”

“Aigoo, eonni benar! Ini Americano. Mianhae eonni, mungkin kopimu tertukar dengan milik Siwon-ssi, tadi aku bertabrakan dengan Kyuhyun-ssi dan menggantikan kopimu dan kopinya”

“Mwo?!”

“Jadi ini milik nappeun namja itu? Buang saja ini Seo!”

“Aigoo eonni, minum saja, itu kan kopi baru. Lebih baik kita kembali ke rumah, tenangkan pikiranmu terlebih dahulu eonni. Cheonsa telah menunggu kita”

“Nde? Uri Cheonsa? Baiklah ayo kita pulang saja”

***

“Kyu, pesananku adalah Americano, kenapa kau membelikanku Cappucino?”

“Mereka berdua sama-sama kopi kan?”

“Kau benar-benar tidak mengerti cita rasa nikmat sebuah kopi Kyu”

“Memang, aku bukan seorang barista. Mungkin kopimu tertukar dengan milik Tiffany-ssi”

“Tiffany? Bagaimana bisa?”

“Tadi aku bertemu dengan Seohyun-ssi di kantin, dia juga membelikan kopi untuk Tiffany, tapi kami bertubrukkan dan kopi yang masing-masing sudah kami pesan jatuh. Aku menawarinya untuk minum sebentar, tapi dia bersikeras baru mau menerima setelah dia mentraktirku. Kami sedikit mengobrol, dan saat pulang kemungkinan kami salah mengambil kopi pesanan kami”

“Jadi itu sebabnya kau itu sangat lama membelikanku kopi, kau kini menggoda Seohyun, bahkan dia mentraktirmu. Aigoo, dimana harga dirimu? Seharusnya kau yang mentraktirnya”

“Aku tidak perduli, aku tidak berwatak melankolis sepertimu hyung. Ini adalah obrolan professional sesama manager, anggap saja traktirannya sebagai ungkapan maaf atas tingkah laku Tiffany-ssi yang telah mengacaukan syuting hari ini”

“Tetap saja ini manner. Dan kau tidak boleh memanfaatkan kebaikan orang lain seperti itu”

“Sudah selesai berceramahnya? Kau ini aneh hyung, sejak pagi kau selalu saja berdebat dengan Tiffany-ssi dan sekarang kau membelanya. Pikiranmu benar-benar plin-plan. Kau bisa pulang sekarang”

“Wae? Syutingnya telah selesai, gamdog-nim sedang marah pada kalian. Moodnya untuk melakukan syuting sudah hilang”

“Mana bisa seperti itu, bukankah drama ini harus segera tayang”

“Kalau kau bisa silahkan lakukan adegannya dengan benar. Aku sudah melakukannya dengan benar, kau tahu sendiri yang tidak bisa menyelesaikan adegan sampai akhir adalah Tiffany”

“Dan Tiffany tidak bisa melakukannya dengan benar karena hyung, setidaknya lakukanlah sesuatu agar Tiffany mau menciummu hyung”

“Ak…aku tidak bisa”

“Wae?  Kenapa kau tidak bisa?”

“Anu, itu ceritanya agak panjang”

“Lebih baik kau ikut aku menghadap ke PD-nim. Beliau menghubungiku tadi, aku tidak tahu masalahmu apa, jadi aku tidak bisa membelamu sendirian hyung”

“Apa kau tidak bisa menyelesaikannya sendiri Kyu, aku benar-benar tidak mood untuk berdiskusi saat ini, lagipula kau selalu mampu memecahkan berbagai masalah seperti ini, tanpa bantuan dan persetujuanku”

“Aku bisa saja membelamu mati-matian agar kau dipertahankan dalam drama ini, tapi jika membela lawan mainmu hanya kau yang bisa membelanya. Tapi jika kau memang tidak ingin berakting dengan Tiffany-ssi, cukup aku saja yang berbicara dengan PD-nim dan Joong Kook Hyung”

“Jadi Tiffany akan dipecat”

“Kemungkinan iya”

“Apa ia tidak datang membela diri?”

“Seohyun-ssi tidak berniat memberitahunya, jadi aku rasa Tiffany-ssi tidak akan bisa membela dirinya sendiri. Dan Joong Kook hyung, hanya kau yang bisa merayunya, dia sangat marah pada Tiffany tadi. Kau tidak akan membiarkan wanita diamuk kemarahan Joong Kook hyung kan?”

“Dia tidak akan bisa memarahi yeoja”

“Tapi dia bisa memecat dan menghancurkan karir seorang yeoja”

“Aku ikut”

***

“Annyeonghaseo, kami pulang! Cheonsa-ah eoddiseo?”

“Ah, Aunty! Mommy! Kalian sudah pulang?”

“Nde Cheonsa-ah, uri Cheonsa bagaimana keadaanmu di rumah? Apa kau sudah makan?”

“Nde Mommy”

“Kau sudah tidur siang?”

“Sudah Mom”

“Lalu apa kau sudah mengerjakan PR?”

“Of course Mom! Aku sudah mengerjakannya dengan Gong Ajumha, iya kan ajumha?”

Anak kecil chubby itu melirik ke arah wanita paruh baya yang tersenyum dan beranjak bangun untuk menyambut 2 yeoja yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri. Ia berlari-lari senang setelah menerima sebuah lollipop besar dari Seohyun.

“Kalian sudah datang?”

“Nde Ajumha, apa Cheonsa rewel?”

“Anio dia sangat penurut, hanya saja dia sering bosan dan kesepian di rumah. Tidak seperti di tempat lamanya dulu”

“Nde, kami juga yang salah, waktu kami semakin sibuk sekarang, jadi kami tidak sempat mengurus uri Cheonsa dengan baik”

“Jangan berkata demikian, kau harus mengejar karirmu Tiffany, dan kau juga Seohyun-ah, Cheonsa pun pasti akan mengerti keadaan ini, dia anak yang pintar. Apakah kalian sudah makan? kalo belum aku sudah menyiapkannya, kalian makan dulu ne”

“Jinja? Pasti enak, aku akan makan sekarang ajumha”

“Ajumha mianhae, aku tidak makan, aku masih harus mengurus sesuatu yang penting”

“Kau mau kemana Seohyun-ah? Kita baru saja pulang”

“Aku harus ke agency sebentar, Kim Seosaengnim menelponku tadi, katanya ingin membicarakan kontrak denganku. Kau istirahat saja di rumah eonni, besok kau akan syuting lagi kan?”

“Arasso, keundae jangan pulag terlalu malam ne, Seo-ah dan hati-hati di jalan, tapi setidaknya sebelum pergi kau harus makan terlebih dahulu nde”

“Aku akan makan di luar saja eonni, ini sudah terlambat, nanti Kim Seosaengnim akan memarahiku”

“Akan kupastikan ia tidak bisa berbicara lagi jika berani memarahimu Seo”

“Hahahaha, kau kedengaran seperti penyihir jahat sekarang. Baiklah sampai jumpa. Annyeong”

“Annyeong Seo”

***

“Kau yakin kau masih sanggup melanjutkannya?”

“Ya aku yakin hyung. Apa hyung tidak yakin denganku?”

“Aku sangat yakin denganmu Siwon-ah tapi aku tidak yakin dengan Tiffany”

“Semuanya salahku hyung”

“Jujur, aku sangat menyukai acting kalian, jika saja kalian mampu menyelesaikan adegan tadi chemistry kalian akan langsung ditangkap oleh penggemar. Aku yakin drama ini akan sukses. Intuisiku selama ini tidak penah salah dan aku juga tidak pernah mengharapkan intuisiku salah kali ini”

“Nde, aku mengerti hyung”

“Siwon-ah, kau sudah kuanggap seperti yeodongsaengku sendiri, aku harap kau bisa memperbaiki ini semua. Kali ini aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi. Jangan kecewakan aku. Selesaikanlah masalahmu dengannya terlebih dahulu”

“Sok tahu sekali tau akan masalahku hyung”

“Tentu saja kau dan dia ada masalah. Dari pagi Tiffany tidak henti-hentinya mengataimu namja mesum, brengsek, sialan dan julukan lainnya. Kau pasti melakukan sesuatu padanya. Kyuhyun mengatakan kalau kau memperkosanya”

“Joong Kook Hyung! Aish ada apa dengan mulut evil itu. Apa kau percaya aku melakukan hal itu?”

“Araso, kau tidak perlu berteriak tepat di telingaku seperti ini dan dan menyemprot air yang ada di mulutmu ke wajahku seperti ini. Telingaku sudah cukup sakit mendengar teriakan Tiffany tadi”

“Ah mianhae hyung, aku tidak sengaja. Salahmu sendiri, aku tidak mungkin melakukan hal sekeji itu pada seorang yeoja”

“Apapun yang kau lakukan Siwon-ah, kau harus segera minta maaf padanya, itu adalah sifat seorang gentlemen”

***

Tiffany baru saja menyelesikan mandinya. Kali ini ia menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi, karena ia harus melepaskan ‘noda’ Siwon di tubuhnya. Kesalahan apa yang ia lakukan akhir-akhir ini, hingga ia harus terjebak dalam situasi seperti ini. Memorinya berputar ke kejadian tadi pagi. Seluruh adegan mesranya saat syuting bersama seorang Choi Siwon terus terulang seperti kaset rusak.

Choi Siwon

Namja itu selalu saja mempersulit hidupnya. Tidak bisakah ia hidup tenang tanpa bayang-bayang namja itu? Hidupnya di dunia sudah cukup sulit dan saat ini ia hanya ingin menikmati karir yang sudah ia rintis dengan penuh perjuangan.

Yah sulit…

Tiffany kembali memutar memorinya ke masa lalu, masa yang lebih lama, tepatnya saat ia berumur 14 tahun. Untuk memperkuat ingatannya, ia pun mengambil diary pink berpita biru yang tersembunyi di sebuah kotak coklat besar di balik lemari bajunya.

Hwang Mi Young’s Diary

Kalimat itu yang pertama kali Tiffany baca. Hwang Mi Young, nama kecilnya. Sudah jarang sekali orang yang memanggilnya dengan nama itu. Mungkin juga karena hanya beberapa orang saja yang mengetahui nama kecilnya. Hanya keluarga, beberapa teman yang saat ini entah sudah berada di mana dan namja itu. Tiffany kembali melanjutkan membaca diarynya.

Anyeonghaseo Pink, apa kau kangen dengan Hwang Mi Young! Besok adalah hari pertamaku bersekolah setelah liburan musim panas berakhir. Ah senangnya, aku sudah tidak sabar untuk bertemu teman-teman. Dan dia,,,aku tidak perlu menyebutkan namanya kan? Aku terlalu sering menuliskan namanya disini, kau pasti sudah bosan jika aku menuliskannya lagi. Keundae, aku tidak akan pernah bosan menatapnya seperti ini. Ah, tampannya! Foto ini aku dapat saat perpisahan sekolah. Aigoo ini akan jadi foto favoritku. Choi Siwon Oppa neomu jhoahe. Ah ada bintang jatuh, aku akan membuat permohonan. Sudah! Aku harap kali ini permohonanku terkabul. Aku harap Siwon Oppa bisa melihatku.

Tiffany tersenyum kecil saat visualisasi memori masa kecilnya kembali terlintas di pikirannya. Betapa lugunya ia dulu, percaya pada bintang jatuh, dan sudah mengidolai calon namja. Dia bahkan secara rutin mengoleksi foto-foto Choi Siwon, ya memang dulu Tiffany dan Siwon bersekolah di tempat yang sama. Saat itupun Siwon sudah menjadi idola bagi teman-teman sekolah dan gurunya, maklum saja selain parasnya yang tampan, otak cerdas dan kemampuan fisiknya juga menjadi nilai tambah bagi seorang Choi Siwon.

“Harapan itu pernah terkabul sekali” gumam Tiffany pelan

Pink, kau tahu tidak? Aku sangat bahagia hari ini! Apa kata eomma itu benar di balik sesuatu yang buruk pasti ada sesuatu yang baik menyertainya. Hari ini aku dikerjai lagi oleh Hyun Hee. Dia menaruh kulit pisang di jalan yang akan kulewati, aku menginjaknya dan menabrak tong sampah, Hyun Hee dan teman-teman yang lain menertawaiku. Mereka mengejekku lagi, katanya aku ini bodoh, tidak punya mata, katanya aku juga cocok dengan sampah karena wajahku yang buruk. Kenapa mereka suka sekali menyiksa orang lain. Perkataan Hyun Hee benar-benar tidak cocok dengan wajah dan nama cantiknya. Dia lebih cocok menjadi seorang penyihir saja. Tapi aku tidak mampu melawannya. Mau jadi apa aku nanti jika melawan Quenka di sekolah ini? Dia terus saja mengejekku dengan kata-kata kasar. Aku sangat muak mendengarnya, hingga rasanya ingin menangis. Saat aku ingin bangun dan berlari, Hyun Hee menyandungku dan aku kembali terjatuh di lumpur. Aku benar-benar lemah, saat itu juga aku membenci diriku sendiri yang sangat tidak berdaya ini. Aku hanya ingin menghilang saja saat ini!

“Ya! Apa yang kalian lakukan?” Apa sekolah ini mengajarkan kalian untuk menganiaya teman kalian?” Hyun Hee apa kau yang melakukan ini? Aku akan kulaporkan pada seosengnim!”

Kata-kata itu! Pahlawanku Choi Siwon. Dia menarikku bangun dan membawaku ke ruang OSIS. “Yah! Kau itu gila? Bisa-bisanya kau diam saja saat Hyun Hee memperlakukanmu seperti itu, kau harusnya bisa melawannya! Jangan biarkan orang lain menindasmu”

Aku hanya terdiam, teriakannya terdengar sangat merdu di telingaku, aku tidak tahu apa yang ia katakan kepadaku, yang aku tahu, saat ini seorang Choi Siwon sedang berbicara padaku. DIA BICARA PADAKU KYAAA!!!! Rasanya sangat menyenangkan hingga aku ingin menangis.

“Yah! Kenapa kau menangis?”

“Hiks…hiks”

“Apa kau terluka?”

“Hiks…hiks…hiks”

“Kenapa kau menangis lebih keras?”

“Hiks…hiks…hiks, hipcup, hiks, hipcup”

“Bwahahaha, kau cegukan setelah menangis seperti itu? Kau lucu”

Oppa mengacak-acak rambutku gemas. Pink! Aku rasa aku akan mati saat ini.

Tiffany kembali tertawa mengingat kebodohannya. Dulu ia benar-benar gila pada Choi Siwon. Iya dulu ia memang gila.

Semenjak kejadian tersebut Tiffany dan Siwon menjadi semakin dekat, kejadian buruk tersebut justru semakin mendekatkan mereka.

Banyak siswa yang menatap iri pada Tiffany, dan hal tersebut semakin menjadikan Tiffany sebagai sasaran bully. Namun dengan adanya Siwon di sampingnya membuat gadis berpipi bulat chubby dengan sedikit jerawat, bertubuh sedikit tambun itu merasa aman. Dan tahun-tahun di sekolah menengah Tiffany berakhir sudah dengan berbagai rasa.

Di kenal sebagai sahabat karib Siwon di masa SMA membuat Tiffany mulai merasa tertekan. Bagaimana tidak, penggemar Siwon kini semakin bertambah banyak, dan mereka selalu saja memanfaatkan ‘kebaikan’ Tiffany untuk dapat dekat dengan Siwon. Setiap harinya Tiffany harus menjadi kurir surat dan hadiah dari para penggemar ke Siwon. Tiffany bahkan juga menjadi manager untuk menyusun jadwal Siwon untuk bertemu dengan penggemar yeojanya. Keadaan ini diperarah dengan Siwon yang sudah menginjak masa pubernya mengalami perubahan sikap. Bukan berubah membenci Tiffany, namun dia mencari lebih suka menghabiskan waktunya bersama yeoja-yeoja lain yang menjadi penggemarnya, dan Tiffany harus menyaksikan hal tersebut setiap hari. Perlahan ia merasa seperti ditinggalkan, Siwon tidak lagi bisa selalu bersamanya. Kau bisa bayangkan, bagaimana perasaanmu jika idola yang kau suka bermesraan dengan orang lain di depanmu, apalagi jika kasusnya seperti Tiffany, selama SMP selalu menjadi teman dari laki-laki tersebut menghabiskan waktu bersama, menerima perlakuan baik dari orang yang kau suka, namun selalu sukses membuat hatimu hangat saat bersamanya. Memang dilihat secara logika wajar Siwon tidak memiliki ketertarikan pada Tiffany, gadis itu sebenarnya sangat manis. Namun penampilannya yang sedikit culun dengan penampilan fisik yang tidak terurus, pasti membuat namja yang masih normal enggan berdekatan dengannya. Tiffany sadar betul dengan hal tersebut, namun dengan semua yang telah ia lalui dengan Siwon, bisakah ia berharap lebih?

Dan ini menjadi awal segala kenangan pahit Tiffany terhadap Siwon. Di masa SMA ini, Tiffany berharap ia dapat merubah segala kekurangan di masa SMPnya. Dia ingin lebih banyak berteman, dan ia dapatkan itu semua, dalam pertemanan palsu. Ya, dengan Siwon di sisinya, maka bukan Tiffany yang diinginkan sebagai teman tetapi Siwon. Semuanya menginginkan Siwon, bukan dirinya. Bahkan Siwon, dia juga menginginkan dirinya sendiri. Lalu apa arti  keberadaan Mi Young bagi mereka? Apakah Mi Young hanya sekedar pintu gerbang menuju Siwon bagi mereka?

Perasaan kesal muncul dalam diri Tiffany, beberpa hari ini ia menghindari Siwon dan fans namja itu. Tiffany lebih tertarik untuk menghabiskan waktunya di perpustakaan pada waktu sekolah, atau di taman untuk membawa Romeo, anjing putih peliharaan Tiffany dan Siwon berjalan-jalan di taman sepulang sekolah. Anjing berjenis White Maltese itu diadopsi Siwon dan Tiffany dari sebuah tempat penjualan anjing yang hampir tutup. Tidak ada yang mau mengadopsi anak anjing ini karena kakinya yang cacat, Tiffany sedih sekali saat itu, ia ingin mengadopsi anjing itu, namun ia tidak memiliki uang yang cukup. Di saat hari ulang tahunnya yang ke 17 tiba, Siwon datang membawa anak anjing itu sebagai hadiah ulang tahun untuknya. Tiffany awalnya tidak menerima Siwon karena remaja laki-laki itu terus saja mengacuhkannya selama beberapa minggu, padahal Tiffany ingin sekali berkeluh kesah mengenai masalah anjing tersebut, dan kalaupun ia dan Siwon berhasil bertemu, Siwon pasti tertidur setiap Tiffany mulai bercerita.

“Mi Young-ah, ayo keluar, aku ingin menunjukkanmu sesuatu!”

“Aku mau pergi menjenguk Romeo, Oppa pergilah! Hari ini hari terakhirnya di tempat penjualan anjing Yong Ajussi sebelum tempat itu ditutup. Aku ingin melihatnya untuk yang terakhir kali. Kau yang tidak perduli pada Romeo lebih baik pulang saja. Aku akan lama disana”

“Kau benar-benar mau kesana?”

“Tentu saja”

“Tapi tempat itu telah ditutup”

“Mwo? Apa Oppa bersungguh-sungguh?”

“Aku telah memeriksanya tadi, Yong Ajussi sudah kembali ke Busan”

“Lalu bagaimana dengan Romeo”

Tiffany berlari kencang meninggalkan Siwon menuju tempat penjualan anjing, ia berlari cukup jauh melewati beberapa rumah dan pertokoan hingga sampai di tempat penjualan anjing yang sudah diberi label di tutup oleh sang pemilik.

“Yong ajussi, eodiseo? Ajushi ijinkan aku bertemu dengan Romeo”

Tidak ada jawaban, sang pemilik sepertinya sudah benar-benar meninggalkan tempat ini. Melihat celah kecil di pintu gerbang membuat Tiffany nekat untuk menerobosnya. Dengan tubuh tambunnya, ia menyesakkan diri di celah tersebut dan menerobos masuk ke dalam tempat penangkaran anjing.

“Romeo!!! Romeo! Mi Young disini, kau dimana? Romeooo? Kau tidak ada disini? Eodisseo Romeeooo!!! Romeo tidak ada di sini, dia sudah pergi, aku terlambat”

“Yak! Hwang Mi Young! Apa yang kau lakukan! Kau benar-benar berlari dengan cepat. Aku tidak bisa mengejarmu”

“Hiks…hiks….kha!”

“Kau menangis?”

“Romeo sudah pergi, aku tidak bisa menemukannya. Lebih baik Oppa pulang dan tinggalkan aku sendiri”

“Mencari ini?”

“Guk! Guk!”

“Romeo?”

“Annyeonghaseo Mi Young Eomma, aku Romeo!”

“Bagaimana kau bisa mendapatkannya?”

“Aku membelinya dari Yong Ajussi, kemarin dengan uang kerja sambilanku”

“Kenapa kau tidak memberitahukannya lebih awal? Aku kan tidak perlu berlari sejauh ini, jika kau membawa Romeo bersamamu? Nappeun, aku kira aku tidak akan bisa melihat Romeo lagi”

“Aku kan menyuruhmu keluar, tapi kau malah tidak menanggapi ucapanku dan berlari keluar, kau benar-benar ceroboh!”

“Semua ini salahmu! Kau selalu mengacukanku padahal aku telah memecahkan tabunganku untuk membeli Romeo bersamamu”

“Mianhae, aku sangat sibuk dengan kerja sambilanku, dan saat kau bercerita aku sangat lelah jadi aku tertidur, mianhae. Aku hanya ingin membuat kejutan di hari ulang tahunmu”

“Gomawo Oppa, aku juga minta maaf karena telah marah padamu, dan terima kasih telah memperjuangkan Romeo untukku, tapi aku tidak akan mengasuhnya sendiri, mulai sekarang Romeo adalah milik kita bersama. Aku Eomma Romeo dan Oppa adalah Appa Romeo otte?”

“Aku appa dari anjing? Umurku bahkan masih sangat muda. Tapi khusus untukmu jhoa, mari kira rawat Romeo bersama”

“Gomawo Oppa aku akan selalu mengingat apa yang kau lakukan padaku, jya karena aku sangat senang hari ini, aku akan mentraktirmu makan Oppa”

“Belikan aku makanan yang banyak Nona yang berulang tahun, aku sudah bersusah payah untuk ini”

“Arraseo”

Mi Young-ah lenganmu terluka. Kita harus mengobati ini terlebih dahulu”

“Ah? Akh, kenapa aku tidak sadar ya? Tidak sakit kok Oppa, kita pergi makan saja”

“Aigoo, kau benar-benar ceroboh, tapi aku senang melihat senyumanmu, aku harap kau selalu bahagia. Aku akan melindungimu agar kau tidak tersakiti lagi”

“Jeongmal Gomawo, tapi hentikanlah ini, aku merasa seperti bayi yang tidak bisa menjaga diriku sendiri”

“Tapi kenyataannya memang begitu kan? Ayo hentikan ini, dan kita segera makan, aku sangat lapar”

“Kau yang mulai bicara aneh Oppa, Kajja kita pergi makan yang banyak, hari ini Hwang Mi Young sangat bahagia!”

Tiffany kembali teringat bagaimana Romeo didapatkan oleh Siwon dan bagaimana pula anjing kesayangannya itu hilang untuk selama-lamanya darinya.

Ini semua karena Siwon terlalu sibuk berkencan dengan yeoja-yeoja fansnya. Romeo sangat sakit saat itu, minggu itu adalah giliran Siwon untuk menjaga Romeo di rumahnya, pada waktu itu juga Tiffany sedang sibuk mengurus Appanya yang sedang sakit di Rumah Sakit,  jadi ia tidak bisa menunggui Romeo di rumahnya. Suatu hari perasaannya sangat tidak enak, firasatnya mengatakan, ada sesuatu yang yang buruk akan terjadi dengan Romeo. Bergegas Tiffany pun pergi menuju gudang bekas di sebelah rumah Siwon. Nenek Siwon memang sensitive terhadap bulu anjing, oleh sebab itu, Romeo tidak diijinkan dipelihara di dalam rumah. Betapa terkejutnya Tiffany saat melihat keadaan Romeo, anjing itu terlihat sakit, tempat makan dan airnya kosong. Dipastikan Siwon tidak memberikan anjing itu makan. Tiffany pun mencoba menghubungi Siwon, namun ponsel namja itu tidak aktif. Dengan panik Tiffany membawa Romeo ke klinik dokter hewan, dan tak henti-hentinya menelpon Siwon, namun nihil hingga Romeo dibawa ke klinik dokter hewan hingga hewan tersebut divonis mati, ponsel Siwon masih tidak bisa dihubungi.

Tiffany pun pulang dalam kesedihan yang mendalam. Ia mengubur Romeo di gudang bekas di sebelah rumah Siwon. Hingga sore ia berjongkok disana, menemani kuburan Romeo sambil terus mencoba menghubungi Siwon. Setelah mencoba untuk yang ke 30 kali, akhirnya telponnya tersambung.

“Oppa eoddiseo?”

“Ah? Oppa sedang ada urusan, Oppa tutup dulu telponnya ne. Annyeong”

Tiffany benar-benar kesal pada Siwon, saat itu. Dia bahkan belum sempat mengabarkan kematian Romeo. Di saat yang bersamaan Appa Tiffany pun menelpon dan menyuruh Tiffany kembali ke Rumah Sakit. Dengan langkah gontai Tiffany pergi meninggalkan kuburan Romeo. Namun hal yang mengejutkan menanti di depan pertigaan kompleks rumahnya. Siwon dan seorang yeoja sedang berciuman! Jadi ini yang dimaksud dengan sibuk? Apa Siwon benar-benar tidak perduli pada Romeo, jika begitu harusnya ia serahkan saja Romeo padanya saat ia sudah bosan dengan anjing itu. Ia benar-benar merasa seperti Romeo sekarang, ia sudah tidak diperdulikan lagi oleh Siwon, dan sebentar lagi ia akan di buang hingga berakhir dalam kesendirian. Ia pun mengambil ponselnya dan mengetikkan satu pesan pada Siwon

“Chukkae Oppa, kau berhasil membuat Romeo MATI”

Dengan berderai airmata Tiffany kembali ke Rumah Sakit. Panggilan telepon dari Siwon sama sekali tidak ia hiraukan. Sudah terlambat sekarang. Berapa kali pun Siwon menelpon, Romeo tidak akan bisa kembali hidup.

Setelah kejadian tersebut berulang kali Siwon menelpon Tiffany namun tidak pernah ia respon. Ia belum siap menerima Siwon lagi, namja itu telah menyebabkan Romeo mati. Hidup Tiffany di sekolah benar-benar suram sekarang. Tanpa Siwon yang melindunginya, pembullyan semakin sering dilakukan. Salah apa dia? Memang ada yang salah jika terlahir jelek? Dia juga tidak pernah mengharap dilahirkan seperti ini. Pembullyan tersadisnya kembali terjadi, dia di permalukan di depan semua angkatan di SMAnya, pada festival sekolah akan diadakann audisi untuk mencari pemain drama musical, semua orang sibuk mendaftar kegiatan tersebut. Termasuk Tiffany, tak banyak yang tahu, jika Tiffany memiliki suara emas. Seminggu sebelum audisi, Siwon datang ke rumahnya dan minta maaf, dia membawakan gadis itu 2 kotak besar ice cream strawberry. Dan Tiffany kita yang tidak bisa berlama-lama membenci orang pun memaafkan Siwon. Namja itu juga membawakan pamphlet dari pencarian pemain drama musical di sekolah dan memaksa Tiffany untuk bergabung.

“Ikutlah”

“Anio, aku tidak akan terpilih. Untuk apa membuang-buang waktuku”

“Kau tidak akan tahu sebelum mencobanya. Aku ingin mendengar suaramu saat di festival sekolah nanti. Aku sangat menyukainya”

Dan Tiffany pun mendaftar audisi tersebut diam-diam, tanpa memberi tahu Siwon. Setiap hari ia selalu berlatih sendiri di ruang musik. Berusaha menyanyi sebaik mungkin, supaya bisa membanggakan Siwon. Setidaknya itu hal yang terbaik yang dapat dilakukannya. Hari audisi pun tiba, perwakilan dari semua angkatan hadir menontonnya. Tiffany sangat gugup saat itu. Dan disaat itu Siwon muncul membawa sebuah kue dan susu untuk Tiffany.

“Mi Young-ah, ak senang kau mengikuti audisi ini. Kau sudah bekerja sangat keras, mianhae aku tidak dapat selalu bersamamu, keundae aku akan menemanimu disini agar kau tidak gugup. Ini makanlah dulu, aku membatnya sendiri, ini cookie terenak yang pernah kubuat”

“Gomawo Oppa”

Tiffany memakan kue itu dengan lahap, dia bahkan sempat sedikit bercanda dengan Siwon, sebelum laki-laki itu pergi meninggalkannya karena sudah saatnya Tiffany tampil. Saat gilirannya tampil Tiffany sedikit demam panggung, namun ia kembali ingat, ia tidak boleh mengecewakan Siwon, laki-laki itu telah menunggunya untuk bernyanyi. Maka Tiffany pun mulai mengeluarkan suara merdunya.

Merdu…..

Tiffany menutup mulutnya terkejut. Seluruh angkatan telah menertawainya. Kenapa suaranya menjadi cempreng seperti ini? ia mulai menyanyi lagi, namun hanya suara seperti aki aus yang muncul. “Ya gadis jelek! Harusnya kau sadar akan kemampuanmu! Kau pikir suara cemprengmu bisa membuat kau di terima di drama musical ini?”

“Nde harusya kau sadar diri, berapapun indah suaramu, dengan penampilanmu yang seperti ini kau lebih baik bersembunyi saja di rumah”

“Benar, jika kau ikut bermain di drama kami tidak akan ada yang datang untuk menonton drama musical ini, dan ini akan menjadi sejarah mengerikan untuk pentas drama musical sekolah kita. Dasar Pecundang!”

Tiffany hanya mampu menunduk lemah dan berlari meninggalkan angkatan yang masih tertawa mengejeknya. Dia pun segera berlari menuju ruang music, menuju spot tempatnya biasa latihan dan menangis sepuasnya di sana hingga matanya bengkak. Ia tidak habis pikir, bagaimana suaranya bisa seperti itu? Sepertinya tadi baik-baik saja sebelum ia memakan kue buatan Siwon, ya kue buatan Siwon. Ya, Siwon. Terlepas dari penyebab semua ini, dia gagal menunjukkan pada Siwon bahwa dia bukan Mi Young yang lemah, tanpa talenta, yang kehidupannya di dunia ini hanya untuk dibully sepanjang waktu. Mi Young melirik arlojinya, sudah pukul 6 sore. Sekolah pasti sudah sepi. Lebh baik ia pulang sekarang. Saat akan keluar dari ruang music ia melihat Siwon setengah berlari. Ia kembali bersembunyi, malu jika berhadapan dengan Siwon dalam kondisi seperti ini. Di belakangnya Hye Rim, gadis tercantik di sekolah ini, dan gadis yang berciman dengan Siwon saat Romeo mati menyusul namja itu.

“Oppa berhentilah, aku lelah”

“Aku harus menemukan Mi Young”

“Sudahlah Oppa dia pasti sudah pulang, kejadian tadi pasti sudah membuatnya malu setegah mati. Daripada itu lebih baik kita merayakan keberhasilanku yang berhasil melewati audisi. Dan Oppa, gomawo karena telah memberikan Mi Young kue itu. Aku menjadi berhasil karenamu”

Siwon hanya terdiam, sedangkan Tiffany terlonjak kaget apa maksudnya dengan ‘berhasil’? Apa kue itu yang benar-benar membuat suara Tiffany hilang? Kenapa Siwon tega melakukannya? Bukankah Siwon yang ingin mendengar suaranya? Tiffany tidak tahan lagi. Ia segera keluar dari ruang music dan berlari pulang ke rumahnya, tanpa menghiraukan panggilan Siwon yang terus meneriakkan namanya. Syukurlah Tiffany pelari yang cepat, walau tubuhnya sedikit tambun sehingga Siwon tidak mampu mengejarnya.

Kekecewaan Tiffany kepada Siwon semakin bertambah. Apa salahnya pada laki-laki itu? Jika ia memang tidak ingin Mi Young disisinya, lebih baik jangan memberikan haraman palsu padanya. Jangan selalu membuat hatinya bingung seperti ini.

Hari-hari selanjutnya membuat Tiffany semakin terkejut. Bagaimana tidak? Seorang sunbae baik hati datang menolongnya dari bullyan teman-temannya. Kim Jung Won, flower boy dari klub sejarah yang diikuti Tiffany, menariknya ke ruang OSIS, dia memiliki akses untuk ini maklum saja ia adalah sekretaris OSIS di sekolah ini.

“Gwencana?”

Kata-kata penenang yang pernah Tiffany dengar, dari seorang Choi Siwon. Jung Won begitu baik pada Tiffany bahkan, laki-laki itu pun mengajak Tiffany untuk menjadi pasangan prom nya. Jangan tanyakan tentang Siwon, Tiffanny bahkan sudah lupa tentang namja itu. Dia sama sekali tidak menelpon ataupun minta maaf. Pengecut. Tiffany benar-benar menyesal pernah memiliki perasaan suka dengannya dulu. Malam prom pun tiba, semua yeoja di sekolahnya tampak cantik dengan gaun terbaik mereka. Membuat Tiffany sedikit minder karena ia tetap tidak cantik betapapun ia berusaha. Walaupun sebenarnya, tampilan Tiffany tidak dikatakan jelek hari ini, ia menggerai sedikit rambtnya dan memoleskan make up tipis di wajahnya. Hal yang jarang sekali ia lakukan. Jung Won menarik Tiffany untuk berada di sampingnya, memperlakukan Tiffany dengan baik selama pesta, dia bahkan beberapa kali mengambilkan Tiffany minum. Dan puncak acara pun tiba. Semua pasangan boleh meninggalkan hall pesta dan menunju tempat yang mereka inginkan di sekitar hotel. Tiffany merasa kepalanya sangat pening saat itu. Mungkin ia terlalu banyak minum tadi, ia tidak tahu jika minuman yang ada di pesta ini mengandung alcohol. Lagi pula siapa yang menyangka? Ini hanya acara prom anak SMA. Pandangan kaburnya menyebabkan ia tidak mengingat apapun setelah kejadian prom, yang ia tahu Jung Won membisikkan sesuatu padanya dan menarikknya keluar dari pesta. Dalam pandangannya yang memudar, samar ia melihat Jung Won menarikknya ke sebuah kamar hotel, dan menyuruh Tiffany beristirahat di dalamnya. Tiffany hanya mengangguk lemah. Tidak mampu berfikir jernih lagi. Yang ia inginkan hanyalah tidur. Jung Won mempersilahkan Tiffany berbaring di kamar hotel tersebut. Dengan lembt Jung Won melepaskan high heels Tiffany, sedikit mantelnya dan menarik kecil tali gaun Tiffany.

“Ya! Apa yang kau lakukan, bajingan”

“Kau datang? Ani, aku hanya membawa Mi Young untukmu, kalian lama tidak bertemu kan?”

DUAK

Pintu kamar hotel ini terbuka keras, memperlihatkan seorang Choi Siwon yang sangat marah, mungkin itu Choi Siwon, pandangan mata Tiffany benar-benar gelap saat ini dan ia tidak mampu melihat orang itu. Hanya suaranya, suara seorang Choi Siwon. Selebihnya ia tidak mampu megingat hal buruk apa yang terjadi padanya.Yang ia tahu kesesokan paginya, ia telah tertidur tanpa busana di samping Siwon.

Tiffany sangat syok dan menangis tersedu-sedu. Tangisannya membangunkan Siwon yang masih tertidur lelap. Siwon yang setengah sadar langsung menerima pukulan Tiffany. Barulah ia sadah bahwa mereka berada di keadaan yang seharusnya mereka tidak lakukan. Benarkah mereka melakukan ‘itu’ dengan Siwon bukankah kemarin orang yang megantarkan Tiffany adalah Jung Won? Kemana laki-laki itu?

Keadaan semakin buruk di sekolah. Foto-foto Siwon dan Tiffany kini ada di semua ponsel siswa di sekolah mereka. Dan cacian “Wanita Murahan” bertambah untuk Tiffany. Siwon selalu menghubunginnya entah berapa ratus pesan singkat dan telepon yang tidak terjawab di ponsel Tiffany, dan semua itu dari Siwon. Akhirnya pihak sekolah mengetahui hal itu dan mengeluarkan Tiffany dari sekolah. Siwon tidak dikeluarkan mengingat orang tuanya adalah salah satu donator sekolah.

Tiffany akhirnya keluar dari sekolah tersebut. Cukup sudah semua penderitaannya, semua karena ia jelek dan menyukai si tampan Siwon. Memang di dunia nyata akan sulit sekali menemukan kisah Beauty and the Beast seperti di Negeri dongeng. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika saja ia menjadi cantik. Ya ia harus menjadi cantik dan terkenal. Karena semua menyukainya. Dia akan berubah. Tidak ada lagi Mi Young yang dulu. Dia harus berubah menjadi yeoja dengan kepribadian yang lebih kuat dari sekarang. Tiga hari setelah ia keluar dari sekolah, Tiffany pindah ke Jeju. Di sana ia bertemu dengan Seohyun dan Eommnya. Disana pula Tiffany mulai melakukan perubahan besar-besaran terhadap dirinya yang dulu, situasi yang membentuknya seperti itu. Appanya dan eomma Seohyun sebenarnya berniat menikah namun saat memilih gaun pengantin, Appa Tiffany dan Eomma Seohyun mengalami kecelakaan, sehingga Tiffany harus merawat Seohyun yang saat itu masih kecil seorang diri. Mereka tinggal di panti asuhan kecil. Tiffany harus membanting tulang untuk membantu Ibu Na Young, ibu panti untuk menghidupi 50 anak yatim piatu di panti tersebut. Hingga suatu hari direktur Kim yang sedang mencari fresh model ‘menemukan’ Tiffany yang sedang menjadi pelayan di restoran galbi. Personality gadis itu yang ceria dan bersemangat membuat Direktur Kim lalu merekrut Tiffany untuk membintangi salah satu iklan, tentu saja sebelumnya ia telah di make over oleh Direktur tersebut. Direktur Kim telah menjadi guru bagi Tiffany untuk menjadi cantik luar dalam, dia sudah seperti ayah kandung dan guru untuk Tiffany sehingga Tiffany terbiasa menyebutnya seosaengnim, Ibu Gong, istri dari Direktur Kim juga sudah menganggap Tiffany dan Seohyun seperti anak mereka sendiri. Direktur Kim dan Ibu Gong mengajak Tiffany dan Seohyun pergi ke Seoul. Membuat Tiffany menjadi seorang model dan Seohyun menjadi seorang manager, karena kemampuannya dalam memanajemen hal. Berkat kedua orang baik tersebut Tiffany dan Seohyun kini bahagia, mereka dapat mengejar apa yang mereka inginkan. Dan semenjak saat itu pula Tiffany menanggalkan identitas Mi Young dari dirinya, kenangan itu terlalu menyakitkan untuk diingat, karena Mi Young identik dengan Siwon.

“Mommy?! Mommy menangis? Apa yang mengganggumu?”

“Ah anio Cheonsa-ah, mataku hanya kelilipan jadi aku menguceknya sedikit hingga terlihat seperti menangis. Kau belum tidur? Ini sudah malam. Kau besok harus sekolah”

“Besok kan hari Minggu Mom, aku belum mengantuk, aku ingin menunggu Seo Aunty pulang”

“Eoh Seohyun belum pulang ya? Ini cukup malam, Mommy akan menelponnya”

“Mom ini foto siapa?”

“Eoh ini bukan siapa-siapa, hanya teman Mommy dulu”

“Namja ini tampan sekali. Ini pasti pacar Mommy, ada kata saranghae disini”

“Aigoo, Cheonsa apa yang kau katakan, kau tidak boleh lagi menonton drama Korea, kau bisa menjadi dewasa sebelum waktunya nanti?”

“Ah Mommy, tidak adil sekali. Anak SD bahkan sudah tahu arti namjachingu dan saranghae”

“Pokoknya tidak boleh”

Ting Nong Ting Nong

“Ah itu pasti Aunty, biar aku yang membukakan pintunya Mommy”, gadis cilik itu segera berlari turun untuk membuka pintu rumah mereka, meninggalkan Tiffany yang masih duduk di kasur dengan malas”

……

“Auntyyy!!”,lengkingan Cheonsa terdengar hingga ke kamar Tiffany, membuatnya tersenyum kecil. Cheonsa benar-benar mirip sekali dengannya.

BRUK

“Aduh, tenagamu kuat sekali nak, Kau berhasil membuatku terjatuh”

“Eh bukan Aunty ya??!”

“Cheonsa itu siapa?”, terdengar suara Tiffany yang khawatir karena mendengar keributan dari lantai bawah.

“Mommy ini Daddy!”

“Daddy?”, gumam Tiffany. Bergegas Tiffany turun untuk memastikan.“Daddy siapa yang kau maksud chagi?”, sampai di depan pintu ia dikejutkan dengan keberadaan Cheonsa yang sudah aa di pangkuan laki-laki yang paling di bencinya saat ini.

“Aigo Cheonsa tinggal disini? Daddy mencarimu kemana-mana. Kau semakin tambah imut. Apa kau makan banyak?”

“Cheonsa! Apa-apaan ini. Kenapa bisa ada orang itu disini?”

“Mom! Ini Siwon Daddy!”

“Mwo? Kau menyebutnya apa”

“Eoh, Mommymu Mi Young. Mi Young ah Cheonsa ini anakmu?”

Cheonsa mengangguk senang di pangkuan Siwon tidak memerdulikan raut wajah gondok Tiffany dan raut wajah bingung Siwon.

“Aku senang sekali uri Mommy dan Daddy akhirnya bisa bertemu”

***

TBC…..

Adakah yang menunggu FF ini?

Mianhae lama dan typo masih bertebaran. Min Ri sangat payah dalah tugas editing.

Mohon kesediannya untuk RCL ya! Begitu pula dengan FF lain.

Terima kasih untuk Good reader yang masih rajin RCL

Terima kasih juga untuk Silent Reader yang masih numpang baca aja. Semoga kalian masih tetap suka Sifany dan cerita-cerita di SI, walau mulai ‘pindah haluan’ kekekeke.

Thank’s juga untuk antusiasme Freelancer yang sudah meyumbang FFnya untuk meramaikan SI

Juga untuk rekanan admin, juga author tetap. Semuanya terima kasih.

Oh ya siap-siap, Astungkara (Insyaallah) jika waktu memungkinkan, aka nada event besar di SI, jadi stay tune terus ya! Annyeong.

Choi MinRi

 

126 thoughts on “Love By Request Part 1

  1. FF ini menarik,banyak konflik seru kayaknya,tapii ceritanya agak membingungkan,alurnya maju-mundur,trus sering flashback tiba”,
    nahh cheonsa itu spa thor? Anak sifany kah?
    .masih pnasaran dgn next part nii, dilanjutin yaa thor:)

  2. Eonni lanjutkan. Ffnya keren. Bikin penasaran. Penasaran kenapa cheonsa bisa kenal sama siwon. Kalau cheonsa kenal sama siwon kenapa dia gk tau foto yg tadi dia liat itu foto siwon?:/
    Ah semoga sifany bisa cepet baikan terus seokyu jadian. Haha. Hwaiting eonni! Aku tunggu lanjutannya. Hehe.

  3. jadi akar dari semua permasalahan yg mmbuat tiff unnie mmbenci wonppa itu😰 cheonsa anak wonppa kah?? cheonsa knp bisa kenal n manggil wonppa daddy?? penasaran batt sama lanjutannya😭 ini udh ada lanjutannya ga ya??

  4. hrs lnjut nih crt krn bgs n kena feelny. y wlpn agk kvptn dikit. krn pnsaran akn siap ayh cheonsa. n msln antara sifany…
    td dr awl bikin kaget pas bcny q kira sungguhn ternyt cm akting.^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s