(AR) Baby and Me Part 7

Baby and me

Cast : Choi Siwon
Tiffany Hwang
Other cast : Leeteuk
Kyuhyun
Yesung
Nickhun
Genre : romance,family
Leght : Series
Rating : PG15

“ chapter 7 “
“ Sekarang ceritakan padaku, apa yang kau ketahui tentang Youngwon!” Perintah Siwon. Saat ini mereka sedang ada di Coffee Shop dekat supermarket.
“ Ne, baiklah hyung.” Suhomenghela nafas sejenak lalu menatap Youngwon dan memulai ceritanya.
***************
Tiffany’s Room…….
Tiffany duduk di meja tulisnya. Lalu mengeluarkan sebuah album foto. Ia membuka halaman demi halaman album itu, perlahan air matanya menetes. Album foto itu berisi foto-foto Youngwon, mulai dari foto saat ia masih berwujud janin sampai foto saat terakhir, sebelum Tiffany meninggalkannya. Tiba-tiba ia kembali teringat pada peristiwa itu. Peristiwa dimana semuanya berawal. Dua tahun yang lalu…..
<< flashback >>
Tiffany pov………..
“ Oppa apa tidak apa-apa aku ikut denganmu?” Tanyaku sekali lagi sebelum masuk ke sebuah bangunan di hadapanku. Nickhun oppa menoleh sekilas sembari tersenyum lalu meraih tanganku dan membawaku masuk ke dalam gedung itu.
“ Oppa….”
“ Wae? Bukankah kau memang ingin ikut ke pesta ini? Ingat, ini kesempatan terakhirmu untuk bertemu denganya” Nickhun oppa kembali meyakinkanku untuk melangkah masuk ke gedung itu.
“ Baiklah…” ucapku pasrah lalu mengeratkan genggaman pada Nickhun oppa sembari melangkah ke dalam gedung itu, yang ternyata adalah sebuah hotel.
Lalu kami segera masuk ke lift menuju ke hall hotel mewah itu, tempat dimana pesta perpisahan kampus Nickhun oppa di adakan. Aku sendiri ikut Nickhun oppa, karena selain diminta untuk menjadi “teman” kakakku untuk datang ke pesta itu, juga karena aku ingin bertemu dengan seseorang. Seseorang yang bisa di bilang telah mencuri hatiku. Ia adalah salah satu teman baik kakakku. Diam-diam aku mengaguminya. Nickhun oppa tau akan hal itu, makanya ia ingin sedikit membantu adik kesayangannya ini.
Akhirnya kita sampai di tempat acara. sangat meriah, juga sudah banyak tamu yang datang. Entah siapa yang merancang pesta itu. Tapi ruangan itu sudah di sulap layaknya club malam, lengkap dengan meja bar, Dj, dan tentu saja the dance floor. Aku sempat berpikir kalau aku salah memasuki ruangan, tapi pemikiranku terbukti salah saat aku melihat orang itu.
Lelaki yang aku sukai ada disana, sedang duduk di salah satu kursi bar. Dan ia tengah di kelilingi oleh gadis-gadis…… sexy? Ada perasaan cemburu dalam diriku saat melihatnya bersama gadis-gadis itu. Tapi aku bernafas lega saat melihat para gadis itu meninggalkannya dengan tatapan….. kecewa. Aku tersenyum tipis. Aku memang tau, bahwa “dia” bukan tipe pria yang dapat digoda. Itulah mengapa aku sangat menyukainya.
“ Ayo!” Ajak Nickhun oppa. Aku menoleh sambil menaikkan alisku tanda kurang mengerti. Tapi Nickhun oppa hanya tersenyum penuh arti dan menarikku menuju suatu tempat.
Aku akhirnya sadar kemana kakakku ini akan membawaku. Seketika jantungku berdegup kencang. Oh tuhan, sekarang aku tengah berdiri tepat di belakang punggungnya. Sosoknya yang sangat menawan, hingga membuatku hampir satu tahun ini selalu memikirkannya. Ingin rasanya aku memeluknya saat ini, aku terbangun dari khayalanku saat ia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajahku.
“ Fany-ah, gwaenchanayo?” Tanyanya dan, blushhh wajahku sukses memerah.
“ Gwa… gwaenchana oppa.” Jawabku gugup.
Kulihat ia tersenyum. “ God! What a charming smile!” batinku, terpesona. Tiba-tiba aku kembali menyadari sesuatu. Aku melihat sampingku. “ehh? Mana kakakku?” seruku dalam hati. Aku sudah tidak mendapati Nickhun oppa berdiri di sampingku.
“ Kau mencari kakakmu?” Tanyanya.
“ Ehh…. iya…”
“ Tenang saja. Dia ada di sana.” Tunjuknya. Aku mengikuti arah telunjuknya dan nyaris melongo kaget. Nickhun oppa sedang ada di lantai dansa bersama dengan seorang gadis dan berpelukan mesra. “ Ohh, bagus oppa! Tega sekali kau meninggalkan adikmu yang manis ini disini bersama….” omelku. Tentu dalam hati. Aku baru sadar jika aku hanya berdua saja bersamanya. Tunggu! Apa ini rencana kakakku? Ohh oppa, kau memang kakak yang baik! Tanpa sadar aku tersenyum sendiri.
“ Fany…….” sentuhan dibahuku nyaris membuatku terlonjak karena kaget. Aku menoleh dan mendapati ia sedang menatapku heran.
“ Kau kenapa?” Tanyanya.
“ Ahh, a… aniyo… aku tidak apa-apa”
“ Ohh, syukurlah kukira kau sedang sakit” Dia tersenyum lagi.
“ Kau mau minum apa?” Tawarnya setelah mempersilahkanku duduk di sampingnya.
“ Engg, fruit punch saja.” Jawabku. Lalu ia meminta bartender untuk membuatkan pesananku. Dia sendiri tengah meneguk wine nya. Tanpa sadar, aku terus menatapnya.
“ Wae? Ada yang aneh di wajahku? Atau, aku sangat tampan sehingga kau tidak bosan menatapku?” Tanyanya lengkap dengan nersisnya. Seketika aku langsung memalingkan muka, salah tingkah. Aku mendengarnya terkekeh pelan.
Huffftt~~~
Aku menghela nafas. Ini tidak akan berhasil. Bagaimana aku bisa mengungkapkan perasaanku ini padanya? Tapi akhirnya aku memantapkan hatiku.
“ Wooyoung oppa?” Panggilku.
“ Hemm, ada apa?” Sahutnya sembari menatapku dalam.
“ A….aku… aku menyukaimu oppa!” Seruku cepat sembari menunduk. Wooyoung menatapku bingung.
“ Hee? Maaf, tadi apa yang kau katakan? A… aku tidak mengerti” Tanya Wooyoung sembari menggaruk belakang kepalanya. Aku membuang nafas sejenak lalu menatapnya.
“ Oppa…. neomu saranghae….” kataku mantap dan jelas. Aku melihat ekspresi kaget di wajahnya. Aku pun kembali menundukkan kepalaku. Lalu ia tersenyum dan mengusap lembut puncak kepalaku.
“ Nado saranghaeyo….” jawabnya.
“ Ehh?” Aku memberanikan diri untuk menatapnya.
“ Aku sangat beruntung bertemu denganmu. Aku juga menyayangimu seperti……. adik kandungku…”. lanjutnya sembari memelukku.
JDERRRRRR!!!!!
Kata-katanya barusan bagaikan petir yang menyambar hatiku. Oh tidak! Yang kutakutkan selama ini ternyata benar. Dia selalu menganggapku anak kecil. Tanpa bisa aku tahan lagi, air mataku telah membanjiri kedua pipiku. Aku ingin melepaskan pelukannya, tapi aku tidak rela melepas kehangatan tubuhnya ini. Menyadari isakanku ia melepas pelukannya dan menatapku dengan tatapan bingung.
“ Wae, kenapa kau menangis?” Tanyanya bingung. Perlahan ia menghapus air mataku menggunakan ibu jarinya.
“ Uljima…” lirihnya.
“ A…aku…. tapi aku men…cin..tai…mu…” aku masih sesegukan.
“ Aku tau. Tapi maaf, bukannya aku sengaja menyakitimu, tapi….. ini yang terbaik untuk kita.” Aku mengerutkan dahiku tidak mengerti.
“ Dua hari lagi aku akan bertunangan dengan kekasihku.”
“ Mwo?” Seruku kaget.
“ Maaf, aku tidak pernah memberitahumu jika selama ini aku sudah memiliki yeojachingu. Maaf…” ia menunduk penuh penyesalan.
Sementara ini air mataku semakin deras. Aku pun segera pergi meninggalkannya. Aku tidak peduli pada panggilannya. Aku membencinya. Aku terus berlari menerobos kerumunan orang-orang, keluar dari gedung itu, padahal saat ini cuaca sedang hujan. Aku tidak tau kemana kakiku ini akan membawaku pergi, sampai akhirnya aku berhenti di sebuah bangku yang terdapat di pinggir jalan.
“ Wooyoung jelekkkkkkkkkkkkk! Kau jahattttttt” Aku berteriak sekencang-kencangnya di tengah hujan.
“ Hey… Agassi kenapa kau hujan-hujannan dan berteriak-teriak seperti itu! “ Sahut seseorang dan memayungi tubuhku agar tidak terkena hujan. Aku hanya menatapnya.
“ Kenapa kau menatapku seperti itu? Ayo masuklah ke mobilku, kau akan aku antar pulang. Cepat hujannya semakin deras nanti kau bisa sakit!” Ucapnya setengah berteriak.
“ Kau…. untuk apa kau memperdulikanku! Pergi kau!!” Ucapku kesal padanya.
“ Ayolah agassi, tidak baik seorang yeoja malam-malam menunggu disini apalagi saat ini sedang hujan”
“ Kau…. kau tidak mengerti bagaimana perasaanku sekarang! Aku….. aku… sakit.” Ucapku semakin terisak dan seketika namja itu langsung duduk di sampingku dan menatapku bingung.
“ A….gga…ssi? mian, kalau tadi aku membentakmu, aku hanya ingin menawarkan tumpangan saja padamu. Baiklah jika kau menolak tidak masalah Aku akan pergi, tapi tolong kau gunakan payung ini untuk melindungi tubuhmu dan ini pakai jasku, bajumu sudah basah semua. Semoga jas ini bisa menghangatkan tubuhmu, aku permisi.”
Seketika aku mendongak mendengar ucapannya barusan. Namja itu tidak salah, justru ia sangat berbaik hati ingin menolongku. Aku memang bodoh memarahi namja sebaik dia. Saat ia berbalik dengan cepat aku memanggilnya.
“chamkkaman!” Ia menghentikan langkahnya lalu menatapku.
“ Mi…an ta..di aku.. memarahimu… apakah tumpanganmu masih berlaku? Aku…. agak kedinginan disini” Ucapku sembari menggigil kedinginan akibat hujan-hujannan.
“ Tentu, silahkan.” Ucapnya dan segera membantuku untuk segera menuju ke mobilnya.
Tiffany pov end……….
***************
Setelah mobil dijalankan, tubuh Tiffany semakin menggigil kedinginan. Sementara namja itu masih fokus menyetir di tengah hujan. Namun tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi berhenti begitu saja. Sontak namja itu pun terkejut.
“ Wae? Kenapa mobil ini tiba-tiba mati!” Ucap namja itu panik.
“ Agassi, mian aku harus mengeceknya sebentar.” Ucap namja itu pada Tiffany dan segera keluar dari mobil. Namja itu pun mengecek bensin di mobilnya dan ternyata bensin di mobilnya itu habis.
“ Mwo? Bensinnya habis! Bagaimana ini, pabo!!! kenapa tadi aku sampai lupa mengisi bensinnya. Sekarang sudah tidak ada toko manapun yang buka semuanya sudah tutup, Aishhh…. jinjja eoteokhae?” Ucap namja itu panik. Ia pun segera kembali masuk ke dalam mobil dan mengecek keadaan Tiffany.
“Agassi??? Gwaenchanayo?”
“……”
“ Agassi??” Ucap namja itu sambil mengguncang-guncangkan tubuh Tiffany.
“ Di…ngin…..” Sahut Tiffany setengah sadar, tubuhnya sudah benar-benar kedinginan dan bibirnya pun membiru. Sontak namja itu pun benar-benar panik.
“ Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan?” Ucap namja itu. Namja itu pun berpikir sejenak.
“ Mwo? Tidak mungkin aku memakai cara itu, tapi…. jika aku tidak melakukannya bisa-bisa yeoja ini mati kedinginan, baiklah akan aku lakukan.” Ucap namja itu mantap. Ia segera membopong tubuh Tiffany ke jok belakang dan menatap Tiffany sejenak yang menggigil.
“ Mian Agassi, aku melakukan ini!” Ucap namja itu dan segera menarik tali gaun di belakang leher Tiffany perlahan dan………….
(———————-)

Next morning…….
Tiffany duduk di dalam taksi yang membawanya menuju rumahnya. Ia memukul-mukul kepalanya kembali saat ia mengigat hal yang baru saja terjadi padanya. Tadi pagi, saat ia bangun, ia sangat terkejut karena mendapati dirinya berada dalam dekapan seseorang lelaki yang tidak di kenalnya dan……
“ Ahh, pabo pabo! Tiffany, bagaimana kau bisa melakukannya? Padahal kau belum mengenalnya sama sekali!” rutuk Tiffany pada dirinya sendiri. Sang sopir taksi meliriknya dari spion dalam mobilnya.
“ Agasshi, gwaenchanayo?” Tanyanya.
“ Huh? Ahh, ne gwaenchana ahjussi.” Jawab Tiffany gugup.
Tiffany menghela nafas sejenak lalu menatap “sesuatu” yang digenggamnya dari tadi. Sebuah kartu tanda pengenal. Ia mengambil kartu itu dari dompet lelaki yang masih terlelap saat ia tinggalkan tadi pagi. Ia sendiri juga bingung, untuk apa ia mengambil kartu pengenal itu.
“ Choi Siwon…….” gumamnya. Kemudian ia membuang pandangannya keluar jendela, menatap jalanan yang cukup ramai.
***************
A month later…………..
Plakkkkkk!
Tiffany terjatuh di sofa sesaat setelah mendapat tamparan keras di pipi kirinya dari ayahnya. Ia memegang pipinya yang perih sambil menahan isakannya. Air matanya terus menderas sejak tadi.
“ Kau, apa-apaan ini?” teriak Hwang Young sembari menunjuk-nunjuk selembar kertas yang berasal dari rumah sakit.
“…….” Tiffany membisu.
“ Jawab aku? Siapa….. siapa laki-laki itu?” Bentak Hwang Young lagi. Tapi Tiffany masih membisu.
“ Cepat jawab!” Hwang Young sudah berniat melayangkan tamparannya lagi tepat saat Nickhun masuk dan langsung menolongnya.
“ Dady, hentikan! Apa yang terjadi?” tanya Nickhun panik. Ia lalu mendekati adiknya yang masih terduduk di sofa.
“ Dia… dia sudah mempermalukan keluarga kita!”. Geram Hwang Young.
“ Apa yang telah dilakukan Tiffany? Mengapa dady sampai semarah ini?”
“ Baca ini!”
Nickhun mengambil selembar kertas di atas lantai yang tadi di lempar ayahnya, lalu membacanya. Seketika matanya membelalak dan menoleh menatap Tiffany dengan tatapan tidak percaya.
“ Fany, kau…kau… ha…hamil?” Tanyanya. Sementara yang di tanya hanya membisu.
“ Dia hamil dan dia tidak mau mengatakan siapa lelaki kurang ajar yang telah menghamilinya itu!” sahut Hwang Young, masih tetap menatap sinis anak perempuannya.
“ Fany-ah, katakan pada oppa, siapa lelaki itu? Dia harus bertanggung jawab padamu.” Bujuk Nickhun lembut.
“ Mi…mianhae…. tapi, a…. aku tidak… bisa…..” jawab Tiffany dengan terbata-bata.
“ Benar-benar anak tidak tahu diri. Masih berani kau melindunginya, hah?” bentak Hwang Young.
“Dady, tenanglah…..” lirih Nickhun.
“ Mwo? Bagaimana mungkin aku bisa tenang setelah dia mencoreng nama baik ku?” marah Hwang Young sembari menunjuk Tiffany. Lalu menghela nafas berat.
“ Gugurkan!” tegas Hwang Young dingin. Sontak membuat Nickhun dan Tiffany menatapnya kaget.
“ Mwo?”
“ Aku bilang gugurkan saja anak itu!” lanjut Hwang Young.
“ Ta… tapi Dady… dia adalah cucumu….” sahut Tiffany lirih sambil menunduk takut.
“ Apa kau bilang? Cucuku?cihh, sampai kapanpun, aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai cucuku. Jika kau memang masih tidak mau mengatakan siapa ayah dari anak itu, sebaiknya gugurkan saja!” Tiffany tidak tahan lagi. Ia berdiri dari duduknya da menatap ayahnya.
“ Aku… tidak mau.”
“ Apa?”
“ Shireo! Sampai kapanpun aku tidak akan mau menggugurkannya!”
PLAKKKKKK!
Sebuah tamparan keras kembali mendarat di pipinya, hingga ia tersungkur di lantai. Setetes darah segar muncul di sudut bibirnya.
“ Tiffany!” Nickhun langsung menghampiri dan memeluk adiknya, berusaha untuk melindunginya dari pukulan ayahnya yang benar-benar sedang marah itu.
“ Aku mohon Dady, hentikan. Tiffany sedang mengandung….”
“ Aku tidak peduli.”
“ Tapi Tiffany anak kandung Dady.”
“ Aku sudah tidak merasa memiliki anak sepertinya.” Kata Hwang Young ketus dan dingin.
Degg!!!
Baik Tiffany maupun Nickhun membeku di tempat mereka mendengar perkataan ayahnya barusan.
“ Dady….. Dady tidak serius kan?” Tanya Nickhun.
“ Untuk apa aku memiliki anak yang tidak tahu diri dan telah mempermalukan keluarga seperti dia?”
“ Dady………”
Tiffany beringsut dari pelukan Nickhun dan berlutut di bawah kaki ayahnya sambil menahan nyeri mendadak di perutnya.
“ Dady, aku mohon maafkan aku. Aku akan melakukan apapun perintah Dady, asalkan Dady mengizinkanku merawat bayi ini. Jebal……….” mohon Tiffany di kaki ayahnya. Hwang Young menatapnya sinis.
“ Baiklah.” Sahut Hwang Young. Tiffany mengangkat wajahnya dan menatap ayahnya penuh harap.
“ Kau boleh membiarkannya hidup, tapi…. hanya sampai anak itu berusia satu tahun.”
“ Ma.. maksud Dady?”
“ Setelah anak itu lahir dan berumur satu tahun, kau harus menyerahkannya pada panti asuhan.” Jawab Hwang Young dingin. Tiffany kembali kaget dengan ucapan ayahnya.
“ Ta…. tapi…”
“ Lakukan, atau kau tidak akan pernah melihatnya sama sekali.”
“ Dady…..”
<<flasback end>>
Tiffany terkesiap tersadar dari ingatan masa lalunya yang menyedihkan itu. Ia mengusap wajahnya yang basah oleh air matanya lalu menatap foto Youngwon yang tersenyum manis dalam gendongannya.

Ia pun mencium foto itu dan memeluknya. Ia sangat merindukan putra kecilnya itu saat ini. Isakannya semakin kencang saat menyadari bahwa sebentar lagi ia akan benar-benar berpiisah dengan putranya itu.
***************
In the coffee shop…….
“ Begitulah ceritanya Hyung.” Kata Suho menutup ceritanya. Ia menatap Siwon yang duduk di hadapannya terlihat shock.
“ Hyung, kau baik-baik saja?” tanya Suho khawatir.
“ Jadi dia…. ibu kandung Youngwon?” Suhomulai panik saat melihat air mata Siwon mulai mengalir di permukaan pipinya.
“ Hyung…….”
“ Tapi, darimana kau tau semua itu?” tanya Siwon sembari menghapus air matanya.
“ Engg, sebenarnya yeojachinguku adalah sahabat terbaik Tiffany dan aku juga dekat dengannya. Jadi aku tau banyak hal tentangnya.” Jawab Suho.
Siwon tidak menanggapi jawaban Suho. Ia menyandarkan kepalannya pada kedua telapak tangan yang ia sangga di atas meja. Ia benar-benar masih shock denag cerita Suho barusan. Perasannya benar-benar kacau saat ini. Sedih, kesal, rasa bersalah semua menyatu dan membuat dadanya sesak. Mendadak ingatannya kembali saat ia mengusir Tiffany dan melarangnya bertemu dengan Youngwon. Berarti secara tidak senaja melarang yeoja itu untuk bertemu dengan putra kandungnya sendiri.
Perasaan bersalah itu semakin menggerogoti Siwon. Apalagi, Tiffany juga adik dari sahabat baiknya sendiri, Nickhun. Apa yang akan Nickhun lakukan padanya jika tahu bahwa ialah yang telah merusak masa depan adiknya itu. Siwon mengutuk dirinya sendiri yang benar-benar tidak tahu apa-apa tentang penderitaan Tiffany. Mengutuk dirinya yang ternyata tidak lebih dari seorang pecundang, pengecut yang membiarkan yeoja yang dicintainya menderita. Tunggu! Siwon terhenyak dan langsung menegakkan duduknya. Apa ia baru saja mengakui bahwa ia mencintai yeoja itu? Siwon terpaku dalam pikirannya sendiri sampai suara Suho kembali menyadarkannya.
“ Hyung, mianhae.”
“ Untuk apa?” sahut Siwon datar.
“ Ya, aku tidak bermaksud membuatmu shock seperti ini.”
“ Tadinya aku pikir hyung sudah tau semuanya, karena Kyuhyun juga sudah tau bahwa ibu kandung Youngwon adalah temanku juga.” Ceplos Suho yang spontan membuat Siwon kaget untuk kesekian kalinya.
“ Mwo? Maksudmu, mereka sudah tau masalah ini?” Suho kembali mengutuk dalam hati karena kecerobohannya ini.
“ N…ne…. ketiga saudaramu itu sudah tau yang sebenarnya, hyung. Apa mereka tidak menceritakannya padamu?”
“ Kalau aku tau, mana mungkin aku memintamu menceritakannya padaku?” Balas Siwon sinis. Suho hanya menggaruk-garuk pelipisnya.
“ Kalian berani sekali merahasiakan hal ini dariku.” Batin Siwon marah pada saudara-saudaranya itu.
*******************
Choi’s house……….
Siwon membuka pintu rumahnya dengan sedikit kasar dan langsung menuju ruang tengah rumahnya. Amarahnya benar-benar siap meledak saat mendapati ketiga saudaranya yang sedang asyik di depan TV. Ia meraih remote di atas meja, lalu mematikan TV itu dan dalam sekejap mampu menarik perhatian ketiga saudaranya itu. Awalnya mereka bertiga hendak berteriak pada Siwon, tapi langsung diurungkan saat melihat tatapan tajam dan penuh amarah dari Siwon.
“ Siwon-ah, kau sudah pulang?” sapa Yesung.
“ Jelaskan padaku……”
“ Ehh? Apa maksudmu?” sahut Leeteuk tak mengerti.
“ Apa maksud kalian merahasiakan semua ini dariku?” Nada bicara Siwon meninggi.
“ Mwoya?”
“ Kalian…. kalian sudah tau bahwa Tiffany adalah ibu kandung Youngwon kan?”
“…..” Mereka bertiga terdiam kaget.
“ Wae? Mengapa kalian diam? Aku…”
“ Choi Siwon!” Potong seseorang dari belakang Siwon dengan nada dingin dan tegas. Siwon spontan berbalik dan kaget bukan main.
“ A….Appa?” Serunya kaget saat melihat Minho, ayahnya telah berdiri di sana sembari menatapnya tajam.
“ Se… sedang apa Appa disini?”
“ Kau lupa, ini kan rumahku.” Balas ayahnya datar.
“ Ohh, iya….” Siwon tersenyum tanpa dosa.
“ Bukan saatnya bercanda. Sekarang jelaskan pada kami, siapa anak itu dan apa yang telah kau lakukan?” Tanya Minho dengan nada dingin dan menusuk sembari menatap Youngwon dan Siwon bergantian.
“ Kami?”
“ Pada Eomma juga.” Sahut Krystal, ibu Siwon yang tiba-tiba sudah berdiri di tangga belakangnya, membuat Siwon sedikit terlonjak kaget.
Siwon menatap kedua orang tuanya bergantian lalu beralih menatap ketiga saudaranya seolah minta bantuan, tapi malah di tanggapi acuh tak acuh oleh mereka bertiga. Siwon kembali menatap orang tuanya lalu menghela nafas pasrah.
**************
“ Kau?” Geram Minho hampir menampar pipi Siwon jika saja tidak ditahan oleh Leeteuk. Siwon semakin menciut takut dalam duduknya. Ia baru saja menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya mengenai siapa Youngwon dan apa yang telah ia lakukan.
“ Yaa! Choi Siwon! Kenapa kau jadi sekurang ajar itu?” Bentak Minho.
“ Mi…mianhae Appa…. aku benar-benar tidak sengaja!” Bela Siwon masih menunduk takut.
“ Mwo? Tidak sengaja katamu? Kalau tidak sengaja mengapa anak ini bisa sampai sebesar ini, hah?”
“ Hiks….hiks… aku mohon, maafkan aku Appa! Tolong jangan usir aku!” Histeris Siwon di sela tangisannya.
Minho mengerutkan alisnya menatap Siwon yang berusaha ditenangkan Leeteuk. Ia menoleh pada istrinya yang duduk di sampingnya, sambil memangku Youngwon. Krystal tersenyum sembari mengangguk kecil pada suaminya. Minho menghela nafas lalu kembali menatap Siwon.
“ Siapa bilang kami akan mengusirmu?” Tanya Minho datar tapi juga prihatin melihat putranya itu.
“ Ehh? Ja…jadi Appa tidak akan mengusirku? Appa tidak marah padaku?” Tanya Siwon berbinar.
“ Siapa bilang kami tidak marah padamu?” Hardik Minho. Siwon kembali menunduk.
“ Aku hanya ingin kau bertanggung jawab sebagai seorang lelaki sejati.” Lanjutnya.
“ Ma…maksud Appa?” Siwon memiringkan kepalanya menatap Minho.
“ Appa ingin kau menikahi wanita itu.”
“ Mwo?”
“ Wae? Kau mau lari dari tanggung jawab lagi?”
“ Ehh, bu…bukan begitu. Lagipula, dulu dia yang meninggalkanku. Aku hanya tidak menyangka bahwa Appa akan merestui kami.”
“ Aku hanya ingin melihat cucuku besar bersama kedua orang tuanya.” Jawab Minho sembari tersenyum tulus menatap Youngwon. Siwon yang terharu mendengar perkataan ayahnya langsung memeluk erat Minho.
“ Gamshamnida Appa! Jeongmal Gamshamnida!” seru Siwon sambil terisak pelan. Minho tersenyum tipis lalu mengusap kepala Siwon penuh kasih sayang.
“ Sudah hentikan. Kau itu sudah menjadi ayah, tapi masih seperti anak kecil.” Kata Minho yang disambut tawa seluruh anggota keluarganya.

TBC
Nah itu dia part 7 nya, gmn readers msih mau lanjut gk? Jngn lupa komen yah ^^

91 thoughts on “(AR) Baby and Me Part 7

  1. bkanny tgang n sedih, mla ngkak bc ni ff.. aplg wktu tau lw org tua siwon oppa tu Minho n Krystal, pngn ngkak akuny.. lcu n gaje bnget deh, bkin snyum2 sndri.
    Kren bnget la buat ni ff, utk next part ny jgn lm2 y thor.. q tngg scptny..

  2. Finally, semuanya sudah terbongkar !
    Kira-kira tiffany mau nikah sama siwon atau tidak yah ? Terus, apa siwon masih sempat ketemu sama tiffany soalnya tiffany kan sudah mau balik. Penasaran nih dengan cerita selanjutnya soalnya makin seru.
    Next part yah kak🙂 Hwaiting^^d

  3. kyaaa ggra mulut ember suho siwon thu siapa fany sebenerny. syukurlah..:-)
    trims suho

    bgtu ya flashback knp fany smpe punya anak dr siwon. ngerti dh..
    next part dtunggu

  4. Wah, mulut ember Suho ternyata berguna, Siwon akhirnya bisa tahu apa yang sebenarnya. Ternyata Siwon gak inget sama Tiffany karena waktu buat Youngwon-nya kilat, ya? wkwkwk

    Next part ditunggu😀

  5. Waaah akhirnya siwon tau juga , dan ternyata gitu ceritanya knp tiffany hamil dan kenapa siwon gatau. Makin rame dan penasaran gimana kelanjutan ceritanya. Ditunggu secepatnya thor! Keep writing!

  6. Lanjut dong author …..
    Akhirnya terungkap juga kenapa sifany bisa punya youngwon tanpa siwon tau , kasihan youngwon ,hikss
    Oke deh ditunggu kelanjutan ceritanya author , yang part ini lebih panjang dari yang sebelum-sebelumnya jd lebih seru semoga next part jg begitu , hwaiting author …

  7. Oalahh jadi gini ceritanya ? Hoho bayangin minho oppa ama krystal unnie jdi ortu wonppa itu rada2 gaje yaa /? Wkwk next unnie, ditunggu yaa. Hwaiting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s