(AF) 99 Days Part 9

siwon04-vertAuthor : 909maknae

Trans by: @IGotTiffany

Cast : Hwang Tiffany & Choi Siwon

Genre: Romance

Rating: PG-15

Disclaimer:

All casts belong to their God, parents, and their self. I just borrow their name and character to support my story. Don’t copy this fan fiction without permission.

***

Langkah Siwon tertalih menyeret kakinya keluar dari kantor presiden LSM. Ada sangat banyak masalah yang harus ia tangani, tapi diatas segalahnya adalah tentang Tiffany, mereka baru saja meresmikan hubungan mereka tapi apakah ini akan berkahir seperti ini saja ?. Siwon sedang berjalan menuju mobilnya, pikirannya melayang-layang seperti awan, memikirkan segala cara yang mungkin saja bisa membantu mereka keluar dari semua masalah percintaan yang mereka alami ini

Dalam kesunyian tiba-tiba Handphone Siwon berbunyi.

“Annyeong Oppa!” suara keras dengan nada tinggi menembus speaker handphonenya.

“Tiffany? K-kenapa kau menelpon? Apakah terjadi sesuatu? “Tanyanya berusaha terdengar senormal mungkin. Siwon tidak ingin Tiffany merasa tergangu atas situasinya sekarang.

“silly. Aku hanya merindukanmu! Dan, apa yang terjadi dengan pertemuanmu dengan presdir? “Oh ya, ya, pertemuan itu. Ia benar-benar ingin melupakan pertemuan itu pernah terjadi.

“Um, tidak terjadi apa-apa. hanya sebuah pembicaraan tentang project baru yang akan LSM berikan padaku segera. “Dia berbohong menutupi fakta bahwa dia dan Tiffany harus berpisah sesegera mungkin.

“Oh benarkah? Apa itu oppa? “Siwon ingin berhenti berbohong dan ingin mengatakan bahwa hubungan mereka dalam bahaya, tapi dia tidak bisa melakukan itu. Terlalu menyakitkan mengambil keputusan seperti itu, itu hanya akan membuat hati Tiffany hancur berkeping-keping.

“sebuah drama baru. D-dia akan memproduksinya dalam waktu dekat ini. “Siwon kembali berbohong. Dia tidak tahu apakah Tiffany akan memaafkannya setelah ini, tapi ini juga untuk kebaikan Tiffany.

“Oh. Oh, begitu. Mengapa kau tergagap? Apakah kau sudah makan siang? Apakah kau melewatkan makan siangmu lagi Oppa? “Tiffany menunjukkan kekhawatiran dari suaranya. Biasanya Siwon akan menyambut hangat, ramah dan manis sikap Tiffany itu tetapi sekarang, ia sangat gelisah.

“Ah. Ya, ya. Aku akan makan siang jika menemukan restoran dijalan. Terima kasih untuk mengingatkan baby. “Dia berusaha keras mungkin untuk terdengar normal tetapi tidak dapat menahan emosinya

“Oke, jangan melupakannya oke? Kau terlihat kurus akhir-akhir ini, makan yang lebih banyak lagi arasso? “Siwon ingin mendesah keras ia sangat ingin mengatakan pada Tiffany apa yang sebenarnya terjadi. Apakah sikap Tiffany masih bisa seperti ini jika iya jujur?.

“Ya. Um, Tiffany? “Ada keraguan dalam suaranya.

“Mhm?”

“Aku mencintaimu. Kau tahu itukan ? “setiap kata-kata Siwon penuh penekanan,

“Tentu saja! Oppa sangat konyol. Aku juga mencintaimu! “Tiffany sangat senang mendengar itu, tapi Siwon merasakan kabalikan yang Tiffany rasakan, sangat sakit.

“Maksudku, apa pun yang terjadi, aku akan tetap mencintaimu. Selamanya. “Kata-kata Siwon memutar lembut di telinga Tiffany saat ini. Tiffany merasakan ada sesuatu yang di tutup-tutupi dalam suara Siwon, tapi Siwon berusaha menunujukkan yang terbaik yang bisa ia lakukan sekarang.

“Yeongwonhi, saranghamnida.” Tiffany membalas, dalam kesunyian dan diam. Jantung Siwon berdetak lebih cepat dari biasanya, mendengar kata-kata itu keluar dari Wanita-nya.

“Nuh! neun yaksokhae.” Air mata jatuh dari matanya. Sebelum Tiffany sadar jika Siwon sedang menagis ia cepat mencari alasan untuk mengakhiri telpon Tiffany itu.

“Tiffbaby, aku harus pergi. Aku akan menelpon lagi nanti, take care sayang. ” Siwon berusaha memasang sabuk pengaman diatas mobil dan menjaga suaranya agar tidak terdengar bergetar ditelinga Tiffany

“Arasso! Bisakah kita keluar besok oppa? ” Tanya Tiffany, ia telah kembali menjadi Tiffany yang hiperaktif.

“Ah, besok? Aku tidak tahu. Schedule ku minggu ini sangat padat, minggu depan mungkin? maaf sayang. ” Siwon belum bisa untuk memberitahukan Tiffany tentang kebenaran,ia sebenarnya tidak memiliki banyak schedule ia hanya tidak bisa bertemu Tiffany untuk sekarang, ia perlu waktu untuk berfikir sendirian.

“Oh, oke. Telpon aku jika kau sudah punya waktu, see you oppa! Bye! “maka telponnya pun terputus. Siwon menjauhkan handphonennya dari telinganya, dan menatapnya. Dia memperhatikan wallpaper handphone itu fotonya dengan Tiffany. Tiffany mencium pipinya dan ia berpose cutely. Dia mencoba untuk menerima ini, mungkin saja takdir tidak menjodohkan mereka besama.

**********************************************************
Hari-hari berlalu, mereka tidak pernah bertemu satu sama lain untuk sementara waktu. Siwon merasa tak bernyawa, ia sangat merindukan Tiffany tapi dia harus terbiasa dengan perasaan ini. Hampir setiap hari ia pulang malam dan dalam keadaan sedikit mabuk, ia hanya pulang hanya untuk tidur, kadang-kadang ia begadang semalaman memikirkan kehidupannya dan masalahnya yang belum ada solusinya ia berpikir sampai pagi menjelang. melihat perubahan sikapnya, terutama para sahabatnya yang sangat dekat dengannya, Maknae Kyu yang mencoba untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Kau tidak menelepon atau mengirim ku sms sepanjang hari. Aku pikir kau sibuk. Aku mencintaimu, good night baby! Hugs!”

“Siwonbaby, aku menerima pesanmu. Aku harap kau baik-baik saja. Get well soon baby. Aku sangat merindukanmu. Hugs. “

“Siwonbabe, apa kau sibuk sekarang? Kenapa kau tidak menjawab telepon mu? Aku mulai khawatir. Tolong menelponku kembali atau kirimi aku pesan agar aku tahu kau baik-baik saja. “

“Siwon, bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi sekarang? Aku tidak pernah melihatmu selama seminggu ini, kau bahkan tidak pernah menelepon ku sejak saat itu. Aku tahu ada sesuatu yang telah terjadi. Apakah kau tidak memiliki niat untuk memberitahuku ? “

“cukup. Aku kehabisan kata-kata untuk mu Siwon, aku pacar mu tapi kau membuatku seperti orang bodoh yang menunggu kekasihnya untuk berbicara padanya. Aku akan datang menemuiumu malam ini. “

Itu adalah serangkaian voice mail dari Tiffany untuk Siwon beberapa hari terakhir.

Siwon merebahkan dirinya di tempat tidur, sambil menatap langit-langit. Dia tampak begitu damai dari luar namun sangat banyak masalah dalam pikirannya. Tidak ada yang dapat berbicara dengan Siwon dan menanyakan apa yang sedang terjadi, bahkan Tiffany sekalipun.

Pikiran Siwon sedang berantakan. Butuh beberapa detik sebelum ia bangkit dan berjalan malas membuka pintu untuk melihat siapa yang telah mengganggunya. Siwon sedang dalam mood yang buruk bahkan untuk berbicara dengan seseorang sekarang, atau ia memang tidak pernah memiliki mood yang bagus lagi sekarang. Pintu perlahan terbuka, di luar pintu ada seorang gadis yang berharap bisa melihat 1 orang yang sangat ia rindukan dalam seminggu ini. Ketika pintu sepenuhnya terbuka, Tiffany melihat Siwon yang berbeda, wajahnya pucat, janggut yang berantakan, lingkaran hitam di bawah mata dan wajah yang penuh emosi. Saat itu juga Tiffany tahu ada sesuatu yang salah sedang terjadi.

Sebelum Tiffany bisa mengatakan sesuatu, Siwon masuk meninggalkannya dengan pintu yang masih terbuka, seakan mengundang dia untuk masuk kedalam tetapi tidak benar-benar menyambut dengan ramah kedatangannya. Dia mengikuti Siwon yang duduk di sofa.

“S-Siwon, apa ada yang salah?” Tiffany tidak habis pikir apa yang membuat Siwon seperti ini. Seperti orang yang kesepian dan depresi, Tiffany butuh penjelasan tapi tidak satu patah katapun keluar dari mulut Siwon. Tiffany memdekatkan dirinya pada Siwon dan menggenggam tangannya yang terasa dingin sedingin pandangan Siwon sekarang.

“Siwon, sayang, apakah terjadi sesuatu, bisakah aku mengetahuinya? Apakah ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk-“

“Tiffany kita putus saja.” Siwon mengatakan itu sebelum Tiffany bisa menyelesaikan kalimatnya. Matanya menatap dingin kearah Tiffany. Tiffany terkejut bukan main mendengar kalimat itu keluar dari mulut Siwon.

***************************************************
“Apakah yang aku dengar ini benar? ‘Wajah Tiffany meringkuk dipenuhi dengan kekhawatiran, dia tidak tahu apa yang telah merasuki pikiran Siwon sekarang.

“Apa?! Apakah kau serius? “Tiffany bertanya dengan meninggikan suaranya pada Siwon tanpa niat untuk marah sekalipun, tapi dalam situasi ini, bertanya pada Siwon tidak membantu sama sekali.

“Tiffany, ini sangat rumit. Dan suatu hari nanti, Kau akan mengerti ini ku lakukan untuk kita berdua. Aku benar-benar minta maaf karna telah menyeretmu dalam masalah ini, dan kita harus berpisah sekarang juga. ” Siwon mencoba bertindak tenang tapi di dalam hatinya ia merasa tidak ada seorangpun yang berhak memutuskan apapun untuk mereka.

“Jadi ini sangat mudah untukmu !? Apakah kau hanya membohongiku selama ini? ” Tiffany berdiri dan meluapkan kemarahannya.

“Ini sama sekali tidak mudah! Jika kau tahu apa yang harus ku lalui untuk bisa mengatakan ini. Aku harus menyerah untuk seseorang yang membuatku bisa bertahan, jika kau bisa tahu bagaimana rasanya jadi aku yang bisa mati jika kau jauh dari ku. “Siwon meluapkan pikirannya, tapi ia harus mengatakan ini.

“Lalu kenapa kita harus putus?” Tiffany menatapnya lekat menunggu jawaban yang lebih masuk akal tetapi pada waktu itu, tidak ada satupun yang masuk akal untuk menerima perpisahan mereka.

“Kita tidak akan bisa terus bersama. Tidak akan pernah. Hanya itu. Ugh. Ini untukmu Tiffany. Untuk kebaikanmu sendiri. tolong, tolong. Menjauhlah. Mari kita hentikan ini sebelum menjadi lebih jauh, sebelum kita bisa menyakiti diri kita nantinya. “Jawaban Siwon yang abu-abu membuat Tiffany semakin jengkel.

“Apa maksudmu? Aku tidak dapat mengerti! Katakan saja yang sebenarnya! “Tiffany beranjak mendekati Siwon, ingin meminta jawaban.

“Tidak sekarang, Tiffany, tidak sekarang. Kau akan mengetahuinya segera. Mari kita akhiri ini. Aku akan mengantarmu pulang. “Siwon berdiri mengambil kunci mobilnya ketika Tiffany memegang tangannya.

“aku masih memiliki waktu satu bulan bukan?” Katanya. Mata Siwon membulat mempertanyakan apa yang Tiffany maksud.

“Sebulan.” Tiffany mengambil kertas dari dompetnya dan menunjukkan kepada Siwon. Itu kontrak kencan mereka. Meskipun mereka telah melanggar beberapa peraturan didalamnya, tapi ini adalah hal terakhir yang dia bisa lakukan untuk bertahan bersama Siwon.

“Tiffany, kau tahu itu sudah tidak berguna lagi.” Kata Siwon, dengan menahan emosinya.

“Beri aku waktu satu bulan. Mari kita menyelesaikan apa yang telah kita mulai. Kau harus mengakhiri ini seperti pria sejati, kau harus memegang kata-katamu. “Itu pernyataan menusuk untuk Siwon. Tiffany benar, Siwon harus bersikap seperti pria sejati dengan membuktikan kata-katanya.

“Terserah kau saja.” Siwon melepaskan pegangan Tiffany dan menuju ke pintu, meninggalkan Tiffany di belakangnya, kemudian Tiffany mengikutinya.
***************************************************
Setelah kejadian itu, para member-member group mereka menyadari apa yang terjadi, tapi tidak ada yang berusaha bertanya, karena tidak satupun dari mereka mencoba membicarakan hal itu. Jika The Boys menanyakannya pada Siwon, dia hanya akan mengangkat bahu dan mengubah topic pembicaraan. Kadang-kadang juga Siwon akan marah, dan itu bukan Sifat Siwon, dia biasanya sabar dan hangat tapi insiden tersebut membuat dirinya menjadi pria dingin.

Dan jika The Girls bertanya pada Tiffany, dia akan menjawab bahwa dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semua orang mengasihaninya ia mencoba menyelamatkan hubungan mereka, Taeyeon bahkan menyuruhnya berhenti dan menyerah pada Siwon tapi dia membela bahwa mereka masih memiliki waktu 1 bulan. Sebuah beban pikiran untuk The Boys dan The Girls mengetahui 2 orang dari bagian member mereka yang saling mencintai tapi malah saling menyakiti tanpa tahu apa penyebab pastinya.

Siwon berusaha keras untuk bersikap dingin dan tidak ramah pada Tiffany. Tiffany selalu mengirimkan pesan selamat malam untuk Siwon sebelum ia tidur, dan memberitahunya untuk minum vitaminnya tepat waktu, atau meninggalkan voice mail hanya untuk memastikan dia tidak terlalu memaksakan dirinya bekerja dan dari sekian banyak pesan yang dikirimkannya, Tiffany hanya mengingatkan Siwon betapa ia sangat mencintainya. Setiap hal kecil yang Tiffany lakukan, semakin membuat Siwon merasa bersalah, tapi ia membuatnya tidak lebih mudah. Dia tidak pernah lagi menunjukkan sisi dirinya yang sebenarnya, sisi dirinya yang ingin ia bawa kembali lagi untuk Tiffany.

Siwon selalu menyendiri, setelah bekerja ia akan langsung pulang ke rumah, dan memikirkan dunianya. Seperti malam-malam sebelumya saat ia pulang ke rumah, ia akan menjatuhkan tas dan berbaring di tempat tidur, dan berpikir sampai ia tertidur, tapi selalu ada sesuatu yang membangunkan ia, yaitu pesan Tiffany.

I hope you had a good day, rest well Siwon ^^, * hug *

Membaca pesan itu bukan ide yang baik untuk Siwon, bahkan jika ia tahu itu dari Tiffany, ia tidak bisa membalasnya bahkan hanya untuk sekedar membacanya, itu akan membuatnya bisa saja kembali.

Satu kali saat ia menjadi bintang tamu untuk sebuah show, Siwon berjalan ke ruang ganti. menyimpan barang-barangnya ke samping, ia melihat sebuah gelas kertas di atas meja. secangkir café Americano favoritnya, dengan catatan tertempel di atasnya yang berbunyi:

Lakukan yang terbaik hari ini! Hwaiting! -Tiff

Rasanya seperti. Hal-hal kecil yang dilakukan Tiffany tergores permanent dihatinya. Bagaimana ia bisa mengabaikan setiap perasaannya jika Tiffany terus memberinya perhatian seperti ini. Ia ingin fokus, ia ingin menjauhinya, karena menurutnya itu adalah hal yang sudah tepat, tapi hatinya berkata itu tidak tepat. Dia harus mencari jalan keluarnya segera.

Siwon perlahan-lahan menghitung hari-hari yang telah mereka lalui, bulan berganti sangat cepat, ia tidak percaya kontrak yang ia buat telah membuat hatinya memberontak. Dua hari lagi, dan kontrak itu akan hangus, tapi belum ada perkembangan sedikitpun. Bahkan belum ada pergerakan apapun dari Siwon. Disisi lain Tiffany, selama beberapa hari terakhir ia terus saja mangangis sampai ia tertidur. Dia tahu hubungan mereka akan berakhir dengan sikap yang dingin, ia harusnya mendengarkan membernya. Dengan cara seperti ini sama saja Tiffany menyakiti dirinya sendiri.

Dalam perjalanan pulang, sebuah telpon masuk ke handphone Siwon.

Itu nomor kontak Manajernya.

“Hyung?” dia menjawab dengan ragu.

“Siwon, LSM ingin bertemu dengan mu besok. Ini tentang pendaftaran dirimu ke militer. Datanglah pagi-pagi sekali kekantor. “

Hanya itu. Itu adalah sebuah tanda bahwa sebulan sudah cukup untuk membiarkannya bernapas, meskipun ia belum yakin dengan apa yang ia lakukan, dia bahkan akan meninggalkan Tiffany yang belum tahu masalah apa yang sebenarnya telah terjadi. Siwon memainkan handphonenya memencet sebuah kontak. Dia tidak ingin pulang lebih awal hari ini, ia ingin melakukan sesuatu sebelum besok.

“Kyuhyun? Bisakah kau menemaniku minum di luar? “
*************************************
Ada sepuluh botol bir kosong yang berserakan di atas meja. Kyuhyun menghentikan Siwon pada botol kesebelas, tapi Siwon mengacuhkan tangan Kyu. Ia mengoceh tidak jelas, berbicara tentang pendaftarannya ke militer, kemudian beralih ke Tiffany, kemudian beralih ke karirnya, Kyuhyun bingung.

“Hyung, mari kita pulang, kau sudah minum terlalu banyak.” Kyuhyun mencoba menghentikan Siwon yang mukanya sudah memerah karna mabuk dan hampir saja terperosot kebawa meja.

“Tidak, ini…, baru…, permulaan. Maknae! Aishh. “Siwon mulai bergumam tidak jelas karna pengaruh mengkonsumsi alcohol terlalu banyak. Kyuhyun tidak bisa mengendalikannya lagi pada situasi seperti ini, ia segera menekan nomer seseorang di handphonenya.

“Noona.”

“Kyuhyun?”. Tiffany Menjawab dengan suara ragu.

“Tiffany noona, Siwon hyung mabuk setengah mati, tidak memungkinkan jika hanya aku yang membawahnya pulang, bisakah kau keluar membantuku?” Suara Kyuhyun benar-benar memelas pada noona-nya.

“Kyuhyun, a-aku tidak-“

“Noona tolong, aku tahu dia akan mendengarkan mu.” Kyuhyun hampir kehabisan harapan, ia tidak ingin Siwon menimbulkan masalah baru di bar, jadi sebaiknya membawa Siwon pulang itu lebih baik.

“Baiklah, oke oke. Aku akan mengambil kunci mobilku dulu.” Meskipun sempat berpikir dua kali, tapi Tiffany mengambil jaketnya dan menyusul Siwon dan Kyuhyun ke bar tepat mereka berdua minum.
***************************************************
Tiffany berkerudung menutupi kepalanya dan memasuki bar tersebut. Sedikit bising karna beberapa orang sedang berpesta di lantai dansa, tapi dia segera melihat muka Kyuhyun, kyuhyun memutar kepalanya ke kiri memeriksa apakah noona penyelamatnya telah tiba.

“Noona, terima kasih telah datang. Dia tidak ingin pulang. “Kyuhyun mendekatinya. Tiffany mendekat ke tempat Siwon terbaring, Tiffany kasian melihat laki-laki itu terbaring lemas bahkan susah untu berjalan.

“Siwon? Ayo kita pulang sekarang. “Tiffany menepuk lembut bahu Siwon. Pria itu mencoba berdiri tapi sia-sia, alcohol berlebihan membuatnya seperti ini.

“T-Tiffany. Kau di sini. Ayo, a-aku a-antar k-kau p-pulang. “Tanpa berpikir dua kali, Siwon meraih tangan Tiffany dan mencoba untuk berjalan. Tubuh Siwon oleng, tapi untungnya maknae bisa meraih bahunya dan membopongnya ke tempat parkir.

Tiffany meraih kunci mobilnya dan membuka kursi penumpang di samping pengemudi. Kyuhyun mendudukan Siwon disana,dia masih saja bergumam tidak jelas. Kyuhyun dan Tiffany berdiri berdampingan mengamati Siwon pingsan, tapi tiba-tiba, Siwon membuka mata nya dan melihat Kyuhyun bersama Tiffany.

“Hei, kau! Menjauh dari sana, dia kekasihku! “Siwon kehilangan akal sehatnya. Dia keliru melihat Kyuhyun seperti orang asing dan mengancamnya untuk tidak mendekati gadis-nya. Jantung Tiffany berdetak lebih kencang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Siwon yang sedang mabuk, ia benar-benar terlihat menyedihkan.

“Aku akan membawanya pulang Kyu.” Tiffany berbicara sambil menutup pintu kursi penumpang tempat Siwon duduk.

“Terima kasih noona. Aku membawa mobilnya pulang. Rawat dia dengan baik. Dan oh, inilah kode kunci kamar, untuk berjaga-jaga. “Kyuhyun memberikan serangkaian nomor kepada Tiffany.

“Selamat malam Kyu, berhatu-hatilah juga dijalan.” Tiffany hampir saja beranjak dari depan Kyu menuju kursi pengemudi ketika Kyuhyun memegang pergelangan tangannya kembali.

“Noona, Tinggalah dengan Hyung dulu. Bicaralah padanya. Dia sangat membutuhkan mu. Dia membicarakan mu sepanjang waktu. Aku tahu kalian bisa memperbaiki hubungan kalian. Hanya, jangan melepaskan hyung. ” Kyuhyun mencoba menyemangati Tiffany. Tiffany memberi senyum dan mengangguk.
Tiffany mulai menyalakan mesin mobilnya, ia ingin membawa Siwon yang berantakan kembali kerumahnya. Siwon terus saja bergumam tidak jelas, tapi Tiffany sempat mendengar tentang pendaftaran Wamil dan juga Siwon terus menyebut namanya. Memang benar telah terjadi sesuatu membuat Tiffany ingi tahu lebih.

Ketika tiba-tiba Siwon berkata,

“Aku masih mencintaimu Tiffany, aku masih mencintaimu.”

Kemudian kembali terlelap dalam tidurnya.
*********************************************************
Membawa Siwon ke flatnya itu bukanlah ide yang baik. Tiffany harus bersaing membawa Siwon yang berat badannya melebihi Tiffany, beruntung mereka bisa masuk langsung ke apartmen Siwon tanpa mengetuk lagi, karna Kyu telah memberinya kunci kode flat Siwon. Tiffany meletakkan Siwon di atas tempat tidur dan bergegas mengambil handuk basah dan kemeja yang bersih. Tiffany dengan telaten dan sabar menyeka wajah Siwon yang memerah karna terlalu banyak minum tapi Siwon terlihat risih. Siwon seperti seorang anak kecil yang menolak tapi Tiffany terus saja membersihkannya, dan bahkan mengganti kemejanya.

Siwon terbaring di atas tempat tidurnya. Tiffany duduk di sampingnya dan mengamati wajahnya. Hari ini praktis hari terakhir mereka terikat kontrak. Tiffany tidak bisa menahan air matanya, tidak ada yang bisa membuatnya perasaanya lebih baik selain menangis, ini terlalu berat untuknya. Tiffany tidak ingin menggangu tidur Siwon dengan tangisannya, ia baru saja akan mematikan lampu yang ada diatas meja samping tempat tidur Siwon dan beranjak berdiri dari sana ketika tangan Siwon kembali menggemgannya.

“Tiffany. Kenapa kau menangis? ” Siwon setengah tertidur namun ia berhasil menariknya kedalam pelukannya melingkarkan lengannya di pinggang ramping Tiffany memeluknya erat dan menyandarkan Tiffany ke dada bidangnya. Gadis itu tidak bisa menahannya lagi, Tiffany semakin mengangis dalam pelukan Siwon.

“Aku tidak tahu apa yang bisa ku laukan untuk mu lagi Siwon, untuk hubugan kita juga.” Tiffany lelah dengan berbagai penolakan dan diabaikan oleh Siwon. Tiffany berusaha keras meyakinkan Siwon untuk tidak mengakhiri hubungannya tapi dia akhirnya lelah membodohi dirinya sendiri.

“Tiffany, terima kasih karna tidak menyerah dengan ku. Aku minta maaf selama ini tidak pernah mempedulikanmu lagi, tapi aku tidak bisa membiarkan mu pergi, bahkan dalam mimpi aku tidak bisa melakukannya. ” Suara Siwon sangat lembut membuat Tiffany bisa mengerti setiap perkataannya.

“Siwon kenapa-“

“Aku mencintaimu. Mari kita lupakan semuanya dan mulai dari awal lagi. Aku tidak bisa jika kau jauh dari ku, bahkan jika itu berarti aku akan kehilangan karir ku , aku akan melakukannya. “Tiffany kembali penasaran mengapa kata-kata ini keluar dari mulut Siwon. Kehilangan karirnya? Apakah ini alasan mengapa dia sangat tertekan? Tiffany tidak bisa begitu saja memotong pembicaraan Siwon, apakah mungkin dia bisa bertanya kepadanya sementara Siwon masih dalam keadaan setengah mabuk ?.

“Siwon bisakah kau menceritakan-“

Siwon membungkam mulut Tiffany dengan ciumannya. Ciuman yang penuh gairah, dan tidak ada salah satupun dari mereka yang dapat berbicara. Tidak butuh waktu lama Tiffany membalas ciuman yang Siwon berikan dengan penuh kasih sayang.

“Aku bilang aku mencintaimu. Kita tidak perlu alasan lain lagi. ” Siwon berkata dengan lembut dan mengeratkan pelukannya pada tubuh Tiffany. Tiffany juga membalas pelukannya dengan erat, apakah itu mimpi? , jika iya Tiffany rasanya tidak ingin bangun lagi.
***********************************************

Tiffany sangat lelah dan Siwon juga begitu, mereka berdua akhirnya tertidur. Tapi tepat jam 5 pagi Tiffany mendengar seseorang mengerang kesakitan di sampingnya. Dengan nalurinya, Tiffany terbangun dan memeriksa Siwon yang berada didekatnya.

“Siwon? Apa ada yang salah sayang? ” Tiffany menjauhkan bantalnya dari kepala Siwon, Siwon benar-benar terlihat kesakitan.

“Kepalaku sakit sekali,” Siwon mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil dengan mata yang masih setengah tertutup dia masih mencoba untuk tidur.

“Kau seharusnya membangunkanku. Tunggu biar aku cari sesuatu. “Tiffany beranjak dari tempat tidur memeriksa apa ada obat mabuk yang mungkin Siwon sediakan dirumahnya. Tiffany memeriksa dapur, ia tidak menemukan apa pun didalam lemari. Siwon bukanlah seorang pemabuk jadi untuk apa ia menyimpan obat mabuk? Dia memeriksa lemari es dan untungnya dia menemukan sebotol Gatorade yang belum dibuka.

“Hei, minum ini. Kau seharusnya memperhatikan dirimu sendiri. “Tiffany menyikut Siwon untuk mengambil botol yang ada ditangannya dan Siwon meminum dalam hitungan detik. Namun ternyata Mabuk-Nya menjadi jauh lebih buruk, Siwon tampak seperti orang yang sedang sekarat, muka pucat dan lemah.

“Dapatkah kau mengambilkanku Tylenol?” Tanyanya sementara ia kembali membaringkan tubuhnya sembari memijit pelipisnya.

“Aku takut itu tidak akan membuatmu lebih baik sekarang. Mabuk mu mungkin akan bertambah parah. Apakah kau ingin ku kompres Es Batu? Aku akan mengambilkannya. “saran dari Tiffany.

“Ya ambillah.” Tiffany beranjak dari tempat tidur lagi untuk mengambil kompres es. Kemudian ia segera kembali ke pada Siwon yang hampir menangis menahan sakit.

“Dimana yang sakit?” Tanya Tiffany, mempertanyakan letak sakit didearah kepala Siwon, namun Siwon menyimbak kemeja birunya dan menempatkan tangannya di atas dadanya.

“Di sini.” Tiffany tidak mengerti apa maksud Siwon tapi sekian detik kemudian di bisa mengerti. Siwon menunjuk ke arah hatinya. Hatinya terluka.

Tiffany menatap matanya teduh, mata teduh yang seakan bertanya, bagaimana jika aku juga merasakan sakit yang sama?. Dengan mengesampingkan perasaan canggungnya, Tiffany meletakkan kepala Siwon ke pangkuannya dan meletakkan kantong es di atas dahinya.

“Tiffbaby …” Rasanya sudah lama sekali Tiffany tidak mendengarkan panggilan ini dari Siwon.

“Ya Siwonnie?” Tiffany membelai rambut Siwon yang sedang menutup matanya.

“Maafkan aku. Aku benar-benar oppa yang jahat. “Tiffany merasa akan menangis lagi ketika ia mendengar kata-kata itu. Tiffany tahu jauh di dalam lubuk hatinya hanya ada Siwon.

“Siwon …”

“Kau masih mencintaiku kan? Karena aku masih mencintaimu. Dan aku akan mencintaimu apa pun yang akan terjadi. Bahkan jika harus menyerahkan semua yang aku miliki sekarang. Aku tidak bisa membiarkan kau pergi lagi. kita sudah sangat terluka dan aku tidak ingin itu terjadi lagi. “mata Tiffany menatap jauh kedalam mata Siwon. Siwon mengatakannya dengan tulus, kali ini tanpa dipengaruhi oleh alcohol lagi.

“Siwon Aku masih mencintaimu, itu yang tidak akan pernah berubah …” suara Tiffany terdengar seperti musik di telinga Siwon.

“Aku tahu. Kau selalu berhasil membuatku merasakannya. “Siwon duduk dan memeluk sisi tubuh Tiffany, membuatnya merasa aman berada didekatnya. Dia sangat merindukannya.

“Aku mencintaimu Tiffany, aku minta maaf karena telah menyakiti mu.” Siwon mendaratkan ciuman suci diatas kening Tiffany dan kembali memeluknya. Pikiran Tiffany masih dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan, bagaimana bisa Siwon memikirkan untuk mengakhiri hubungan mereka?, tetapi itu bukanlah waktu yan tepat untuk menanyakannya, Dia hanya ingin merasakan ini lagi, kembali dicintai lagi.

“Apakah masih sakit?” Tiffany memeriksa dahinya dan Siwon mengangguk.

“Masih sakit, tapi sudah tidak sakit seperti sebelumnya, aku kan telah menemukan obatku.” Siwon dengan cepat mencium bibirnya membuat Tiffany terkejut.

“Kau seharusnya meminta izin terlebih dahulu!” Dia mendorong wajah Siwon menjauh darinya.

“Wae? Kupikir kau sudah memaafkan ku? “Siwon tahu Tiffany hanya mencoba menggodanya saja.

“A-ni-yo. Choi Si-won pa-bo. “Tiffany menggoda laki-laki yang lebih tua darinya itu membuatnya sedikit tertawa.
“MWO? Mengapa kau memanggilku seperti itu? “Dia bertanya kembali, Tiffany menjulurkan lidahnya dan melemparkan bantal ke wajahnya. Siwon membalas dendam dengan memeluk belakangnya dan menindihnya sehingga sekarang Tiffany berada di bawahnya.

“Jadi, siapa Pabo sekarang?” Siwon bertanya dengan suara yang menggoda sambil mengunci pergerakan tangan Tiffany dikedua sisinya membuat tubuh Tiffany tidak dapat bergerak dibawahnya.

“Kau.” Kemudian Tiffany menarik kemeja Siwon membuat ruang di antara mereka semakin sempit, bukan hanya sampai disitu, mereka juga berbagi ciuman yang manis.

“Yah, Aku bodoh hanya untukmu.” Siwon berbicara saat mereka berhenti berciuman, mereka mencondongkan tubuh satu sama lain. Kali ini, Tiffany mendorong tubuh Siwon kebawah menggelitik sisi tubuhnya, Tiffany menemukan titik kelemahan Siwon yaitu menggelitikinya di titik itu, maka Siwon tidak akan berhenti tertawa.

“Hei, hei hahahaha, berhenti. Hahaha, jangan, hahahahaha, tolong, berhenti hahahahaha, Tiffany biarkan aku bernapas dulu! Hahahahahaha, “tidak akan bisa, Tiffany malah semakin menggelitikinya, tapi itu tidak masalah, hal-hal manis seperti inilah membuat mereka semakin dekat satu sama lain.

“Jadi, kau tetap tidak ingin mengaku bersalah?” Tiffany berbaring di sampingnya, dan mereka sekarang saling berhadapan. Tangan Siwon menyusuri setiap lekukang wajah Tiffany. Meneliti setiap detailnya. Mereka bertukar senyum, dan Tiffany menunjukkan eyesmilenya, tapi saat bahagia mereka terpotong dengan sebuah telpon yang masuk ke hanphone Siwon yang berada disakunya.

“Siwon kau harus berada pukul, 10:00 di kantor sajangnim. Jangan lupa. “Sebuah suara yang begitu familiar terdengar. tidak lain adalah manajernya. Wajah Siwn yang tadi becahaya dan segar berubah menjadi wajah serius.

“tentang apa itu? Kau membuatku khawatir. “Tiffany menempatkan dagunya diatas dada Siwon, dan Siwon hanya bisa mendesah.

“LSM ingin bertemu dengan ku. Ini tentang… “Tiffany tidak pernah tahu tentang apa percakapan mereka sebelumnya.

“Tentang apa? Kita? “Siwon menatapnya heran.

“Dia tidak pernah setuju dengan hubungan kita. Dia menyuruhku menanda tangani perjanjian wamil. “Siwon tidak dapat lagi menyampaikannya dengan lembut. Itu berita yang buruk, tapi sepahit apapun berita itu, itu adalah sebuah kebenaran yang menyakitkan untuk mereka

“jadi apakah itu yang membuatmu tergangu selama ini?” Tiffany tidak terlihat marah, tapi dia justu terlihat cemas

“aku minta maaf, aku tidak pernah memberitahumu tentang ini, aku hanya bingung bagaimana cara menyampaikannya padamu.” Siwon mengacak rambutnya frustasi.

“Siwon, aku, aku ada disini. Mari kita memperbaiki ini, bersama-sama. ” Tiffany menjalin tangannya dengan Siwon, Siwon memberinya senyuman, tapi Siwon belum yakin dengan semua.

“Aku punya sebuah rencana bagus.” Mata Siwon berbinar-binar seperti sebuah bola lampu.

“Apa?” Tanya Tiffany penasaran. Kemudian Siwon bangkit meraih handphonenya menekan beberapa nomor kemudian berbicara, dan Tiffany sama sekali tidak tahu dengan siapa Siwon akan berbicara,

“Ayah. Tiffany dan aku akan menikah.”

TBC……………………

*****************************************************
Finally akhirnya bisa nerjemahin lagi setelah sekian lama hiatus hehehe mian yah nunggunya agak sedikit lebih lama, soalnya Un lagi menata hati kembali setelah insiden Tiff pacaran di Malibu -___-, but HAPPY BIRTHDAY TIFFANY HWANG MY FIRST BIAS, MY LOVE, MY MOMMY, MY INSPIRATION, MY EVERYTHING, TO YOU EVERYDAY LOVE~~ LOL #HappyBirthdayTiffany #801FanyDay gak tau ni FF bakal di postnya kapan tapi seenggaknya aku ngasih ucapan dulu buat Tiffany😄, ahh~~ kalo diingat-ingat ultah Tiffany 2 tahun lalu itu yang terindah buat aku (semua prophets juga kali yah) seandainya tahun ini juga ada yang kaya begituan lagi kan seru tapi sayang semua udah susah banget buat ngungkapin betapa sakitnya ama sedihnya hati sekarang walaupun mereka(if you know what I mean) udah resmi jalan sekitar 9 bulanan tapi kan masih nyesek T_T tapi yaudalah, sekarang balik ke FF lagi, oh iya ini 1 part terakhir sebelum end, sedih gak ? jangan sedih yah, soalnya part ini sengaja aku panjangin kan hampir 2 bulanan FFnya gak di update, jangan bosen-bosen yah baca dan nunggu ampe FF terjemahan ini end, thanks yang udah ngasih masukan ama yg udah mention di acc twitter aku ( @IGotTiffany ) (: maaf yah kalo kadang mentionnya ada yg gak kebalas karna biasanya mentionnya tenggelem ama yg lain. Tapi tetep kasih masukan dan recommend next translate FFnya masih aku tunggu loh, happy reading gomawoyoo prophets, mari kita saling mendukung satu sama lain :^)

73 thoughts on “(AF) 99 Days Part 9

  1. Terjemahannya makin bagus nih ^^b
    Btw, kasian sama Sifany di sini, sama-sama tersiksa cuman karena LSM.
    Semoga rencana Siwon berhasil deh, hehehe.

    Ditunggu kelanjutannya =)

  2. Akhir’a kata2 “menikah” kluar jg
    di tnggu thor part end’a

    jd sedih klo keinget “itu” T.T
    Untung ada sifany island and prophet lain
    jd bsa ngurangin kegalauan

    hwaiting..!!
    hidup sifany ^^

  3. aaaaaaaaaaaaaaaaa next thor next dengan cara kek gini nih bisa ngurangin kegalauan di real life sifany yg blm bisa bersatu, tp keajaiban itu datang pasti hahhaha. next thor.

  4. thor kapan ff nya dilanjut lg udh gk sabar nih pengen tau kelanjutan nya semoga ceritanya happy ending
    semangat ya bikin ff nya
    ( ´ ▽ ` )👍mαkαšíhhhh👍…

  5. renc yg bgs krn ini menyangkut hdp mrk bkn bisnis. ayo temui ayahmu. siap yg g ikt sedih pun awlny pura2 tp seiring wktu tmbul cinta. enk aj mw diatur ktk gitu..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s