(AF) Burning Rain

Burning Rain

Title/Judul              : Burning Rain

Author                       : redwinebluesky

Genre                          : romance, sad

Rating                         : 17+

Length                        : Oneshoot

Cast                             :  Siwon Choi, Hwang Tiffany

Disclaimer              : aku baru tau Blog ini ada dan aku sebagai SIFANY Shipper iut berbahagia😀 YEIY. cerita i ni udah pernah aku publish di WP ku dengan judul yang sama tapi CAST yang beda. Anggap aja ini hadiah  salam kenal dari aku, ntar kalau respon oke aku buat original Story buat merea Kyaa Hidup SIFANY😀

****

 

“kau menungguku???” Tiffany menatap Siwon takut-takut. Tidak biasanya tunangannya itu membiarkan Tiffany menemuinya ditengah jam kerja mengingat betapa Siwon adalah pria gila kerja yang sangat sensitive terhadap gangguan. Tiffany sadar ada yang salah, tak benar ketika secara tidak biasa ia malah dijemput oleh orang suruhan Siwon ditengah-tengah jalannya pemotretan. Ia bisa saja menolak, tapi tidak dengan para kru dan teknisi disana. Siapa yang berani melawan seorang Siwon Choi yang terkenal dingin dan otoriter? Jangankan untuk membantah, menahan tunangan pria itu lebih lama disana saja pernah membuat mereka semua nyaris dipecat terkena imbas atas kemurkaan seorang Pebisnis handal kepunyaan Korea itu, lalu kali ini siapa lagi yang bernyali untuk masuk kelubang neraka?

 

Tentu saja tak ada.

 

“kemari ” Siwon memanggil Tiffany mendekat melalui ujung dagunya. Sementara yang di panggil hanya bisa merutuk dalam hati.

 

Ia tau bahwa disini memang sedang terjadi sesuatu yang salah. Kilatan mata marah Siwon, suara dingin Siwon dan aura mencekam ini adalah tanda-tanda nyata bahwa sebentar lagi ia tak akan selamat.

 

“kemarilah” ucap Siwon sesaat setelah Tiffany berada di hadapannya. Menarik tubuh gadis itu dan menjatuhkannya tepat kedalam pangkuannya. Tiffany menegang dengan posisi tertahan seperti ini. Ia benar-benar telah masuk kedalam dekapan posesif Siwon, sementara tubuhnya terduduk diatas pusat tubuh Siwon dengan posisi berhadapan.

 

Tanpa menunggu aba-aba lagi Siwon menghujani Tiffany dengan ciuman panas sementara tangannya bergerak liar di tubuh bagian depan gadis itu. Tiffany berusaha menghentikan ciuman tak terduga itu dengan mendorong bahu Siwon, sayangnya tindakannya barusan ternyata justru membuat tingkah Siwon semakin liar di tubuhnya.

 

“Siwon ahh.. kau.. hentikan” Tiffany tak bisa menepiskan fakta bahwa ia juga menikmati sentuhan itu. sentuhan yangs sejak sebulan ini tak pernah lagi menerbangkannya karna kesibukan Siwon di kanada.

 

“ouhh.. apa yang..ssshh kau.. Ya!!”

 

Creeekk!

 

Siwon berhasil merobek kemeja tipis Tiffany dengan sekali tarikan. Tiffany membeku di tempatnya sementara Siwon meliarkan cumbuannya.

 

Tidak, ini tidak benar.

 

Otak Tiffany membantah semua perlakuan Siwon pada tubuh yang membuatnya seakan melayang.

 

“Siwon ini kantor brengsek!” Tiffany lagi-lagi mendorong bahu Siwon dengan sekuat tenaga namun Siwon malah membalasnya dengan sebuah dorongan yang justru memposisikan tubuh Tiffany berbaring diatas meja kerja Siwon.

 

Tanpa basa basi lagi Siwon menerjang tubuh Tiffany dengan tergesa, ia bahkan tak membiarkan gadis itu bernafas disela-sela ciuman panas mereka dan semakin menindih tubuh Tiffany dibawahnya. Ia masih menikmati tubuh Tiffany sebagai pelampiasan emosinya saat menyadari bahwa gerakan perlawanan gadis itu kini sudah berhenti.

 

Siwon tersadar dan menjauhkan wajah sejenak, di tatapnya tubuh Tiffany yang half naked dan mendapati bahwa gadis itu sedang mengeluarkan air mata di bawah sana. Tak ada isakan bahkan suara, hanya mata terpejam dengan bibir yang terkatup mengiringi tetesan air matanya.

 

Siwon sedikit terkejut dan banyak merasa bersalah. Baiklah, ini bukan yang pertama ketika ia meminta itu secara paksa dari Tiffany dan ini bukan pula yang pertamakalinya Tiffany menolaknya sambil menangis namun saat ini terasa berbeda. Siwon bahkan masih ingat secara mendetail bagaimana raungan Tiffany saat pertama kali Siwon merenggut mahkota gadis itu secara paksa 3 tahun silam. Terlalu menggilai Tiffany dan hanya mendapat sikap acuh dari gadis itu membuat Siwon geram dan justru menghalalkan segala cara.

 

Siwon yang selama ini selalu bisa mendapatkan apa yang ia inginkan murka ketika gadis yang ia sukai itu menolaknya secara terang-terangan. Bukan hanya sekedar menolaknya, Tiffany bahkan juga berkencan dengan pria yang menurut Siwon memiliki level kelas yang jauh berada di bawahnya. Harga diri pria itu terkoyak dan rasa malunya tak terampunkan. Menghalalkan segala carapun rasanya bukanlah sesuatu yang salah hingga akhirnya setahun lalu Tiffany berhasial ia takhlukkan. Meskipun gadis itu masih belum mau beranjak dari status tunangan tapi paling tidak Siwon bisa sedikit bernafas lega dengan label hubungan baru mereka di mata orang banyak.

 

“kenapa berhenti??” Tiffany  itu menatap Siwon dengan tajam dalam intonasi suara yang menjatuhkan. Siwon melukai harga dirinya, memperlakukannya seperti barang. Siwon terlalu menggampangkan segala hal dengan kekayaannya dan mengabaikan perasaan Tiffany. Pria itu terlalu merasa berkuasa hingga tak sadar bahwa Tiffany terluka dengan itu semua.

 

“kau lupa sudah membeliku dari ayah yang sengaja kau buat bangkrut perusahannya? Lalu kenapa berhenti Tuan muda Choi. Aku adalah milikmu sekarang. salahsatu koleksimu yang berhak kau perlakukan sesukamu.”

 

Tiffany tak akan lupa bagaimana dulu pria ini begitu licik dalam mendapatkannya. Walaupun jujur kini ia sudah menaruh hati pada Siwon namun tetap saja jika mengingat hal-hal yang pernah pria itu lakukan serta bagaimana egoisnya Siwon terhadapnya tak jarang membuat emosinya kembali tersulut ,mencuat kepermukaan begitu saja.

 

“kau akan mendapatkannya.” Tiffany membuka pakaiannya dengan tergesa, menampilkan tatapan menantang yang penuh dengan kekesalan.

 

“hentikan itu Fany~” Siwon menatap Tiffany dengan pandangan yang tak kunjung jinak.

 

“wae? Bukankah ini yang kau inginkan? Tubuhku adalah satu-satunya yang kau butuhkan bukan” serang Tiffany dengan nafas yang memburu menahan murka. Ia masih melucuti pakaiannya saat tangan dingin Siwon mencengkram pergelangannya dengan kuat.

 

Mereka masih saling beradu dalam aura marah yang saling menyahuti. Kedua manusia keras kepala ini masih bertahan dengan posisi itu tanpa ada diantara salahsatunya yang berfikir untuk berhenti, menundukkan kepala dan melepaskan harga diri.

 

“aku ingin kau berhenti kerja dari sana” titah Siwon dingin sambil melepaskan cengkaramannya pada lengan Tiffany dengan sedikit dorongan kasar.

 

“Wae?”

 

“aku tak menyukai pekerjaanmu” Tiffany menatap Siwon tak percaya.

 

“aku tak akan melakukannya. Dunia modeling adalah hidupku. itu cita-cita dan karirku berada disana. Aku merintisnya dari awal dan tak akan melepaskannya begitu saja.” Bantah Tiffany tegas sementara setelah mendengar itu mata Siwon makin berkilat marah

 

“dan terus bertemu dengan mantan kekasihmu itu huh??fotografer tak bermodal itu?? kau menjijikkan Fany. Benar-benar murahan”

 

“namanya Donghae. Lee donghae, Siwon. Tentu, aku memang menjijikkan dan itu semua karenamu!! Kau yang membuatku seperti ini. Perlukah ku ingatkan bahwa Kau yang menjebakku malam itu, membuatku mabuk dan merenggut paksa kehormatanku! Kau meniduriku!!  Menjadikanku seperti seorang pelacur pemuas nafsu anak-anak chaebol manja dan egois sepertimu! Menawanku seolah aku adalah binatang peliharaan yang bisa kau tiduri setiap kali kau merasa bosan dengan wanita mainan lainmu diluar sana!!  Harga diriku sudah tergadaikan Tuan Choi, habis tak bersisa BRENGSEK!!”

 

“diam Tiffany Choi!”

 

“kenapa aku harus diam??tidakkah kau ingat bahwa  kau bahkan telah membeliku dari ayah kandungku sendiri dengan cara kotormu. Kau merenggut semuanya yang ku punya. Kebebasan ,harga diri, kehormatan serta kekasih! Dan kali ini kau juga ingin merebut mimpiku?? kau benar-benar psikopat egois Siwon!”

 

“Modelling bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan! Kau tak akan diperhitungkan karna Otakmu  tapi karna bentuk tubuhmu! Tak bisakah kau sadar pekerjaanmu itu terlalu rendahan untuk kelasku? apa yang kau cari dari dunia seperti itu, hah!? kekayaan?? aku bisa membayarmu!!  Jutaan kali lipat dari honor yang kau terima selama menjadi seorang model! Popularitas?? Kau bisa menjadi sangat populer hanya dengan berlabelkan Wanitaku fany~a Wanita Choi Siwon..” tegas Siwon tak mau kalah.

 

“aku tak butuh uangmu Siwon! aku tidak sama seperti wanita-wanita lain yang pernah kau kencani sebelumnya. Aku tak mau uangmu! Aku hanya mau hidupku!!”

 

“tapi aku tak suka kau selalu bekerja dengan Pria  itu Fany. Aku cemburu! Saat dikanada Aku bahkan tak bisa bekerja dengan baik karna terlalu curiga dengan tingkahmu disini! Semalam kau bahkan ke pesta agencymu bersamanya tanpa meminta ijin padaku!” nyali Tiffany menciut.

 

Astaga, Siwon tau darimana??

 

“itu hanya pesta kecil Siwon. hanya pesta kecil…” Tiffany melunakkan suaranya putus asa. Sedikit rasa bangga itu kini menggantikan amarah dihatinya. Siwon menghawatirkannya, mencemburuinya dan entah mengapa itu terasa menyenangkan.

 

“tapi kau bertemu dengan pria itu. Kau bersama dengannya dan tak ada satupun yang bisa menjamin bahwa kata-kata manis picisannya tak akan membuatmu goyah”

 

“namanya Lee Donghae, Siwon ia …”

 

“mengapa kau selalu menyebut namanya sih??”

 

“astaga! Aku hanya membenarkan ucapanmu”

 

“Dan aku tak suka mendengar namanya terlebih itu dari bibirmu . aku tak suka bila..”

 

“Siwon cukup! Aku bukan anak-anak. Aku tau apa yang aku kerjakan. “

 

“ya tentu saja. Yang kau kerjakan adalah terus menghabiskan waktu bersama mantan kekasihmu yang miskin itu”

 

“Astaga Siwon! bisakah kau sedikit menghargai orang lain?? Berhenti menilai orang dari status sosialnya!”

 

“kenapa ?? kau keberatan ketika aku membeberkan kebenaran bahwa ia memang miskin? Ataukah aku harus mengulang drama dimana kau mengejarnya dalam isak tangis setelah ia menyaksikan panasnya foto-foto making love kita  yang dengan special kuantarkan langsung keapartemennya huh??”

 

“aku menyangkan mengapa waktu itu Donghae Oppa hanya menghantam wajahmu dan bukannya langsung membunuhmu saja!!”

 

“karna pria miskin,pendek,dungu kelas rendah yang kau cintai setengah mati itu sadar bahwa nyawaku ribuan kali lebih berharga daripada harga dirinya yang bahkan tak lebih mahal daripada harga semir sepatuku” Siwon tersenyum melecehkan.

 

“Siwon!” kali ini Tiffany benar-benar kembali menangis. Tiffany tau dengan sangat bahwa kebiasaan buruk Siwon saat sedang marah adalah mengeluarkan segala kata-kata berbisa yang akan menguliti perasaan lawannya dengan sangat kejam. Namun yoeja itu tetap tak bisa terima jika malam laknat pemicu kehilangan Tiffany terhadap satu persatu kebahagiaannya kembali di ungkit oleh Siwon, terlebih lagi jika pria itu mengucapkan kata-kata buruk tentang Donghae yang juga menjadi korban tak bersalah untuk pertengkaran ini

 

“kau akan ikut bersamaku. Pesawat kita siap sejam lagi. Urusan bisnisku belum selesai di kanada dan kau harus mendampingiku. Setelah itu kita akan ke Rio dan bisa mendiskusikan masalah ini disana. Uang ganti rugi untuk jadwalmu  yang batal telah ku selesaikan. Dan aku…” Siwon mengambil jeda sesaat “―tak mau menerima penolakan” tegasnya angkuh sambil menutupi tubuh polos Tiffany dengan jas kerjanya yang besar. Mengecup kening gadis itu hangat seolah beberapa menit sebelumnya mereka tak pernah terlibat dalam percakapan panas lalu berlalu begitu saja tanpa memperdulikan ekspresi keberatan yang Tiffany tunjukkan.

 

*****

 

Tiffany berjalan mondar-mandir dalam sebuah kamar mewah di hotel berbintang. Gadis itu menggigiti kuku ibu jarinya sambil sesekali mengusap rambutnya yang basah seusai keramas. Ia merasa panas dengan suhu AC yang sudah maksimal, masih juga panas meskipun kini tubuhnya hanya terbalut kemeja putih kebesaran milik Siwon tanpa dalaman.

 

Siwon benar-benar membuktikan ucapannya. Tiffany telah di tawan dalam hotel ini selama hamper dua bulan. Ia bisa keluar hanya jika Siwon ada dan itu hanya terjadi jika pria itu telah selesai dengan urusan kantornya yang selalu di mulai sejak jam 7 pagi dan berakhir jam 11 malam.

 

“mengapa gelisah sekali Baby??” Siwon memeluk tubuh Tiffany yang hanya setinggi bahunya dari belakang. Membelai perut rata wanita itu hingga mau tak mau tubuh Tiffany meremang , reaksi alami atas sentuhan Siwon barusan.

 

“Anio” Tiffany menggeleng kaku sementara Siwon makin merapatkan kepalanya pada lekuk leher wanitanya. Menikmati aroma shampoo segar yang menguar dari tiap tetes disana.

 

“lalu??” Siwon memutar tubuh Tiffany sehingga mereka kini saling berhadapan. Siwon menundukkan kepalanya lalu mempertemukan dahinya pada dahi Tiffany. Hidung mereka saling bertabrakan dengan bibir yang nyaris bertemu “apa yang membuatmu mondar mandir sejak tadi??” bisik Siwon dengan mata yang terpejam. Menghayati pertukaran nafas mereka yang mendebarkan nadi.

 

Tiffany menegang di tempatnya. Bukannya menjawab pertanyaan Siwon ia malah ikut memejamkan matanya, menikmati aroma segar nafas Siwon yang kini menerpa wajahnya, masuk dan menyegarkan penciumannya. Suasana intim diantara keduanya semakin kental.

 

“Oppa.. tidakkah menurutmu anak sora unnie sangat lucu??”

 

Siwon sontak menjauhkan wajahnya dengan ekspresi berbunga yang berasal dari senyum manis disudut bibirnya, reaksi alami atas tingkah manja Tiffany barusan. Tidak begitu aneh sebenarnya mengingat semalam adalah kali pertama Siwon kembali bisa melihat Tiffany tersenyum tanpa beban karna bermain dengan sehun, ponakan Siwon yang baru berusia 13 bulan yang memang menggemaskan. Hanya saja panggilan oppa yang gadis itu berikan terdengar menggelitik sekaligus melegakan. Perlukah Siwon mengadakan pesta besar setelah akhirnya wanita pemberontak ini bersedia memanggilnya dengan sebutan Oppa sekarang? Apapun imbalannya, rasanya Siwon tak akan keberatan asalkan tiap hari ia bisa mendengar Tiffany bersedia memanggilnya dengan nada seintim,semanja dan semembutuhkan ini

 

“kau lebih lucu Baby” Siwon mencubit hidung Tiffany gemas. Akhir-akhir ini hubungan mereka semakin membaik dan ia menikmati segalanya. Siwon sadar menjauhkan Tiffany dari Donghae adalah pilihan yang tepat dan ia berhasil. Tiffany akhir-akhir ini tak pernah lagi protes tentang sikap bossy Siwon, gadis ini bahkan sudah melupakan Donghae dan berhenti menghubungi pria itu. Tiffany terlihat sangat menikmati liburan mereka, ini terbukti dengan berat badannya yang meningkat pesat selama beberapa minggu ini. Pipi Chubby Tiffany membuatnya terlihat makin imut dan menggemaskan.

 

Siwon menyukainya.

 

“ah, belum sehari tapi aku sudah merindukannya lagi” keluh Tiffany manja yang hanya dibalas oleh kerlingan gemas Siwon.

 

“besok kita kesana lagi. kau mau?” tawar Siwon yang disambut dengan ekpresi tak percaya dari gadis itu

 

“benarkah??” Bola matanya membesar takjub. Ia menatap Siwon dengan ekpresi bocah polos yang terlalu lugu.

 

“heum” jawab Siwon puas. Ia sungguh bahagia dengan kenyataan bahwa akhir-akhir ini ia dan Tiffany lebih sering berada pada jalur mood yang baik.

 

Ciuman-ciuman kilat itu berhasil Siwon daratkan berkali-kali dibibir manis Tiffany yang lembutnya mengalahkan sutra bahkan nilon sekalipun. Tak ada penolakan seperti yang gadis ini biasa lakukan, Tiffany bahkan tersenyum lebar dengan mata terpejam pada aktifitas itu. Mereka nampak menikmati keintiman di siang ini. Siwon semakin menarik tubuh Tiffany mendekat kearahnya. Dada mereka bertemu dalam desahan yang saling bersahutan.  Tiffany tak segan-segan melingkarkan tangannya keleher Siwon guna memperdalam ciuman mereka tanpa sadar bahwa kini Siwon sedang tersenyum penuh kemenangan dalam kulumannnya.

 

“aku ingin menjadi Ibu.” Bisik Tiffany memberanikan diri pada akhirnya disela-sela ciuman mereka. Siwon tak menjawab, hanya membisu menatap Tiffany dengan tatapan yang tak terbaca setelah melepaskan ciuman mereka dengan tegas.

 

“ Kadang-kadang naluri ini menguat dan membuatku semakin tak berdaya” lanjutnya lagi dengan mata yang masih terpejam, menahan tubuh Siwon untuk tak menjauh darinya.

 

“berhenti bicara omong kosong Tiffany. Kau tau aku tak pernah menginginkan kehadiran bayi diantara kita.” Wajah Siwon mengeras, senyum itu lenyap. Sentuhannya pada tubuh Tiffany perlahan-lahan mengendur lalu terlepas. Baru saja mereka terlibat dalam suasana romantic yang menghangatkan, kini semuanya harus tergantikan dengan perdebatan panas yang masuk dan menginterupsi segalanya.

 

“mengapa? Agar ketika kau bosan, kau bisa langsung membuangku begitu saja seperti yang lainnya kan??” tatapan Tiffany menuntut. Seperti Bom waktu yang meledak, kegundahan selama ini akhirnya berhasil ia suarakan juga.Penolakan Siwon benar-benar menyakitkan walaupun sejak awal hubungan ini, Siwon memang tak henti-hentinya menekankan kepada Tiffany betapa gadis itu harus berhati-hati karna ia tak menginginkan hubungan ini menghasilkan manusia baru yang  menurut Siwon akan sangat merepotkan.

 

Siwon mungkin sangat mencintai bahkan memujanya namun tetap saja fakta bahwa Siwon tak pernah menginginkan anak dari rahimnya membuat perasaan Tiffany gamang. Bukankah pelabuhan terakhir dari cinta adalah buah hati? Jika Siwon mencintainya, normalnya bukankah pria itu juga menginginkan hadirnya seorang anak diantara mereka? Namun masih bisakah ia merasa bahwa Siwon memang sangat mencintainya jika pria itu ternyata tak menginginkan benihnya tumbuh di perut Tiffany? Segala pertanyaan ini terus berkelebat dan menghantiunya. Membuat keyakinan Tiffany yang tipis menjadi semakin tipis tentu saja.

 

“kau tau dengan pasti aku tak ingin jika hubungan ini sampai membuatmu hamil. Jika itu sampai terjadi maka aku sendiri yang akan mengeluarkannya dan membuatmu menyesal seumur hidup karna telah melanggar perintahku” jawab Siwon dingin dengan mata merah menahan marah. Tak ada lagi Siwon yang lembut disana, pembicataan sensitive ini berhasil meleyapkan Siwon yang sangat mencintainya dalam sekalai kedipan.

 

“kalau begitu lepaskan aku. Biarkan aku kembali pada Donghae dan menjadi wanita seutuhnya. Kau tau dengan pasti kalau dia masih sangat mencintaiku kan?? Kau hanya..”

 

“Tiffany.”

 

“perlu mengatakan..”

 

“Tiffany!!”

 

“bahwa aku bisa..”

 

“TIFFANY HWANG!!!!”

 

“memiliki..”

 

Plak !!!!

 

Siwon melayangkan tamparannya tepat dipipi Tiffany dan membuat wanita itu berhenti bicara dalam sekejab. Tiffany memegang pipinya yang terasa panas setelah menerima hadiah manis dari Siwon sambil menggigit bibir menahan isak.

 

Selalu saja, selau saja pada akhirnya ia harus menjadi pihak yang mengalah. Ini adalah hal yang biasa, ketika Siwon terlalu murka maka hal paling efektif yang bisa pria itu lakukan adalah menidurinya atau memukulnya seperti sekarang. kekerasan fisik bukanlah hal baru lagi dalam hubungan ini jika melihat betapa buruknya Siwon mengatur emosi yang menurut Tiffany sangat tidak stabil. Tiffany bahkan pernah dilarikan kerumah sakit karna Siwon merasa cemburu dan memukulinya secara membabi-buta hingga tak sadarkan diri.

 

Namun kekerasan yang kembali dilakukan Siwon kali ini entah mengapa benar-benar melukainya. Baru saja Tiffany begitu merasa dicinta dan dipuja namun dalam sekejabsSiwon menghancurkan segala perasaan bahagianya. Siwon, yang selama ini mengaku sebagai manusia yang paling mencintainya dimuka bumi ini kembali menyakitinya, lagi dan lagi. Ini bukan sekedar luka fisik namun menyangkut yang lebih berat daripada itu. Sanubari Tiffany, perasaannya yang paling halus ikut terkoyak bersama bekas tamparan yang semakin memerah di pipi kirinya.

 

Tiffany mulanya akan bangkit,meninggalkan tempat ini dan menenangkan diri namun tiba-tiba saja kepalanya terasa berat, pandangan matanya memburam lalu semuanya gelap.

 

*****

 

Langit kamar itu berwarna biru gelap dengan beberapa pasang lampu turki tunggal di beberapa titik. Kursi Mongolia di seberang ranjang terpajang dengan angkuh bersama beberapa furniture lain yang dipesan langsung dari Milan melengkapi kesan mewah dan elegan yang berhasil dikibarkan ruangan seluas 7×10 meter persegi itu. tirai putih mahal yang menghabiskan dana dengan banyak angka nol ditiap centinya berkibar indah, membiarkan sang angin mempermainkannya terbang kesana kemari dengan ringan. Dilantai marmer yang bisa kau jadikan tempat bercermin karna saking jernihnya ini kini terlihat beberapa potong pecahan guci mahal yang dijatuhkan secara asal, aksesoris ruangan dengan merek kelas dunia itu semakin dingin tergeletak tanpa pemilik disana.

 

3 jam setelah insiden penamparan itu sesuatu baru saja terjadi. Sesuatu yang menjawab segala keanehannya akhir-akhir ini. Keantusiasannya yang meningkat terhadap buah masam, kelelahan yang terlalu cepat datangnya, rasa mual yang menyerangnya tanpa absen tiap pagi serta kegirangannya terhadap sesuatu yang sebelumnya sama sekali tak menarik minatnya.

 

Tiffany hamil.

 

3 minggu.

 

Anak Siwon.

 

Ruangan yang kacau ini adalah bukti bahwa beberapa menit lalu Siwon baru saja memuntahkan lahar panas kemurkaannya atas kandungan Tiffany. Pria itu jengah dan Tiffany tak terampunkan. Tiffany tak bisa berfikir lagi setelah menyaksikan tindakan kilat Siwon yang segera menghubungi Dokter kim, melakukan konsultasi singkat melalui sambungan telfon tentang misi untuk melenyapkan bayi ini tanpa merugikan keadaan Tiffany secara fisik.

 

Tiffany bahkan masih bisa mendengar sisa-sisa umpatan Siwon di ruangan ini,masih bisa membayangkan kilatan marah pada mata merah itu dan masih bisa merasakan dinginnya tatapan itu.

 

Tiffany terluka, terpukul terlalu dalam . Siwon benar-benar serius dengan ucapannya. Sebelum pergi pria itu bahkan sempat menyalak tentang bagaimana buruknya prangai Tiffany yang keras kepala. Betapa Tiffany adalah wanita bodoh super ceroboh yang melakukan kesalahan fatal hingga makhluk itu ada.

 

Tiffany mungkin masih bisa tahan dan akan memilih kembali mengalah setelah meminta pengampunan dibawah telapak kaki Siwon andai saja ia tak merasa begitu kecewa dengan tatapan jijik yang Siwon berikan ketika menatap perut ratanya.

 

“meski darah mengalir dan habis dari dalam tubuhku, meski hujan berubah tajam, meski bulan terbakar dan angin pecah aku tak akan tetap membiarkan makhluk itu ada”

 

Kata-kata menyakitkan Siwon masih berdenting nyaring di gendang telinganya. Siwon adalah manusia ternekad yang pernah ia kenal. Dengan sejarah hubungan mereka, dengan bercermin pada cara-cara yang pria itu lakukan untuk mendapatkan dirinya dulu maka kali ini Tiffany tak akan ragu bahwa Siwon juga benar-benar serius terhadap ucapannya mengenai menyingkirkan janin itu dari tubuh Tiffany meskipun seluruh isi semesta tau bahwa darah Siwon juga mengalir disana.

 

Dan akhir dari semua ini adalah keputusan telak. Tiffany tak akan berfikir dua kali lagi untuk pergi, meninggalkan Siwon dan mempertahankan bayinya. Ia tak akan menjadi seperti ibunya yang tega meninggalkannya seorang diri bersama mantan kekasihnya  beberapa bulan setelah ia dilahirkan. Ia tak akan menjadi lebih buruk daripada itu dengan membunuh darah dagingnya sendiri. jika Siwon tak mau mempertahankan janin ini maka ia yang akan mempertahankannya.

 

Tiffany memasukkan beberapa potong pakaiannya secara asal kedalam tas jinjing berbulu yang dihadiahkan Siwon saat pria itu melakukan perjalanan bisnis di jepang, berburu dengan waktu agar ia tak perlu berpapasan dengan Siwon saat hendak menginggalkan tempat ini. Sudah cukup Siwon mengatur hidupnya terlalu banyak, sudah cukup Siwon merusak kebahagiananya meskipun akhirnya pria itu berhasil membuatnya jatuh cinta. Tiffany mungkin masih bisa tahan dengan sikap kasar, egois dan keras kepala yang Siwon selalu lampiaskan padanya namun untuk melenyapkan bayi ini Tiffany tak merasa bisa menemukan satu kesepakatan di nuraninya untuk tetap bertahan disisi pria itu.

 

Tiffany menyambar handphonenya, mengetikkan beberapa angka sebelum nada tunggu diseberang sana menyambutnya.

 

“hi Siwon. aku rasa ini terakhir kalinya aku sudi membiarkan kau mendengarkan suaraku karna saat kau mendengarkan ini aku sudah hilang dari kehidupanmu tampan! Terimakasih karna membuatku putus dengan donghae, terimakasih karna membuat perusahaan ayahku bangkrut, terimakasih untuk segala cacian dan tamparan yang sering kau hadiahkan, terimakasih karna merusak karierku dan terimakasih karna membiarkanku menjadi wanita seutuhnya. But baby it’s all wrong. Aku akan mempertahankannya, meski kau tak sudi dan Tuhan tak merestui.

 

Jangan pernah berfikir untuk mencelakainya sebab jika bayiku mati maka bisa ku pastikan aku akan ikut mati bersamanya.

 

Jangan mencariku karna aku tau kau bisa menemukan seribu wanita yang lebih baik daripada aku sejam setelah aku meninggalkanmu.

 

Setiap orang pasti memiliki batas kelemahannya Siwon dan aku telah mencapai batas kelemahanku.

 

So let me free, Oppa”

 

Klik!

 

Tiffany mematikan sambungan telfonnya sambil menyeringai puas. Ia bisa membayangkan bagaimana Siwon akan membanting Handphone ini hingga menjadi beberapa keping di lantai sebagai pelampiaskan amarah setannya setelah menerima voicemail ini.

 

Tak ada lagi yang perlu ia takuti sekarang. Toh Tiffany sadar bahwa dunia sudah berbalik menyerangnya sejak pertama kali Siwon menginginkannya.

 

Jika dulu ia bertahan disisi Siwon demi ayahnya maka kali inipun ia akan meninggalkan Siwon demi anaknya.

 

Gadis itu melangkahkan kakinya dengan lebar dalam derapan senyap.

 

Meninggalkan segala harapan yang bahkan belum sempat ia mimpikan.

 

―Setiap orang pasti memiliki batas kelemahannya.

 

Meninggalkan Siwon dengan segala kemurkaan yang meremukkan dalam hitungan menit kedepan.

 

―dan Tiffany telah mencapai batas kelemahan itu.

 

TBC

 

 

 

155 thoughts on “(AF) Burning Rain

  1. wah siwon seorg posesif n psikopat. g nyangka fany bisa bertahan bhkn cinta. walaupun dialogny krg, prologny bikin yg bc sdkit ikut emosi..crtny bgs..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s