(AF) Different of Love

Tittle: Different of Love

fanfic fact

Author: RiaFitria

Cast: Tiffany Hwang (SNSD)

Choi Siwon (SuJu)

Other cast: Jessica Jung (SNSD)

Genre: Romance

Rating:  PG-17

Disclaimer:  Semua Cast milik Tuhan, Orang Tua, dan Agency mereka. Saya hanya pinjam
cast sebagai penyempurnaan cerita.
Diharapkan Jangan MengCopy-Paste. Hargai kreatifitas orang lain. Dan tetap
RCL nya !

Summary : “Perbedaan dan persamaan adalah bahagian dari bumi untuk menemani sebuah
kehidupan. Sama halnya seperti kata synonym juga antonym. Mereka adalah
kata-kata pengiring yang saling melengkapi baik kelebihan atau kekurangan. Jika
sudah seperti itu bukankan akan lahirnya sebuah perasaan yang disebut cinta ?
Cinta ? Mungkin hanya orang-orang yang meyakininya saja yang percaya akan salah
satu pemberian Tuhan

 

***

~Different of LOVE~

 

“Hua …. Hua… oemma !!!” rengekan seorang yoeja kecil yang tengah memegang erat boneka barbienya. Disebelahnya seorang namja kecil dengan wajah innocent nya  hanya menatap gadis disebelahnya tanpa rasa bersalah. Apa dia yang membuat gadis disebalahnya menangis ?
“Yak-Kau kenapa ?”
“OEMMA !!!!!!!!!” bukannya berhenti tangisan gadis kecil itu seakan menambahkan volumenya. Jelas suara bising nya itu menimbulkan hingga ke dalam rumah. Terlihatlah empat orang dewasa di mana masing-masing orang tua dua anak kecil tersebut berlari kecil menghampiri putra-putri mereka
“Aigoo, kau kenapa ? Kenapa tiba-tiba menagis ?” Hwang Ye Rim. Ibu dari gadis manis yang masih asyik dengan dunia air matanya menghampiri putri nya. Rasa khawatir jelas terpancar dari wajah cantiknya, putrinya yang sebelumnya baik-baik saja bahkan masih ceria tiba-tiba menagis
“Oemma, oppa jahat” adu nya pada sang ibu. Sontak semua mata tertuju pada namja imut nan manis yang duduk disebelah gadis manis tersebut. Beberapa mata yang menatapnya bertanya-tanya apa yang diperbuat namja itu.
“A-anio. Aku tidak melakukan apa-apa padanya”
“Benarkah ?” tanya namja yang mungkin  sudah memasuki kepala tiga. Jika dilihat dari wajahnya dan namja imut dihadapannya sangatlah mirip. sudah pasti itu ayah dari namja imut itu. Sedangkan dengan yakinnya namja manis itu hanya menganggukan kepalanya.
“Oemma oppa bilang jika sudah besar oppa tidak mau menikah denganku. HUA … HUA  oemma, oppa jahat” seketika semua orang yang mendengarkan aduan gadis manis melongo di tempat terkucuali namja imut itu.
“Aku tidak mau menikah dengan yoeja cengeng, gemuk, dan berisik sepertimu. Yang benar saja ?”
“Hiks … aku cengeng karena oppa yang jahat padaku”
“Jika kau ingin menikah denganku ubahlah sikapmu, benar-benar membuatku malu saja” ujar namja imut itu yang langsung bergegas meninggalkan dua orang tua dan gadis manis. Choi Siwon-Tiffany Hwang. Adalah anak dari pasangan sahabat Hwang Min Suk – Hwang Ye Rim dan  Choi Nam Do –
Seo Na Mi.

Jika kedua orang tua itu sangat akrab menjalankan persahabatannya. Berbeda dengan putra dan putrinya, Siwon yang notabane nya namja cuek dan terkesan pendiam selalu membuat nangis Tiffany. Berbeda dengan Tiffany, dia sangat ceria bahkan selalu dianggap cerewet oleh Siwon. Tetapi ia seakan sudah kebal dengan tatapan dan omongan pedas dari namja yang disukainya ia selalu kebal dengan sindiran Choi Siwon. Dan yang pasti itu membuat Siwon kesal.

 

 

 

 

~DIFFERENT of LOVE~

 

‘Terkadang perbedaanlah yang bisa membuat waktu dilalui lebih indah’. Kalimat yang sering terdengar dari berbagai puitis cinta itu adalah satu dari beribu-beribu kenyataan yang nyatanya tidak bisa kita elakkan. Lihat saja pada kehidupan dua insan yang berbeda usia, berbeda pemikiran, dan pastinya berbeda karakter –Choi Siwon dan Tiffany Hwang- siapa yang tidak mengenal mereka. Choi Siwon lelaki tampan, pintar dan pastinya banyak gadis yang menginginkan bersanding menjadi kekasihnya. Di usianya yang baru menginjak kelas akhir Sekolah Menengah Pertama sudah membawa prestasi yang luar biasa. Bukan prestasi memang, karena darahnya yang keturunan dari keluarga pintar pasti akan menurun pada anaknya. dan itu tidak diragukan lagi karena dirinyalah yang selalu menjadi peringkat umum pertama disekolahnya.

Berbeda dengan Choi Siwon, berbeda pula pada gadis yang memiliki mata seperti bulan sabit. Tiffany Hwang. Ia baru saja menapaki Sekolah Menengah Pertama, dan tahukan kalian suatu keajaiban seorang Tiffany Hwang bisa diterima disekolah Sekolah Bertaraf Internasional. Bukannya bermaksud merendahkan, jika dilihat dari kepribadiannya dia adalah sosok gadis yang cantik, ramah, dan pintar dalam menempatkan dirinya dikondisi mananpun. Tapi sayangnya, dibalik kelebihan itu tercipta kelemahan yaitu ‘berpikir lambat’. Jika mengingat  sekilas mengapa ia sangat ingin masuk di Sekolah Bertaraf Internasional yang mana murid-muridnya tidak diragukan lagi otaknya, itu semua karena satu nama siapa lagi jika bukan pemeran utama lelaki tampan disini –CHOI SIWON- ini aneh bukan ?

“OPPA ???”  Tiffany yang baru saja memasuki gerbang sekolahnya berteriak saat ia melihat sosok lelaki gagah melewatinya. Tapi sayangnya, lelaki tampan itu seakan tuli saat namanya dipanggil. Namanya ? Jelas saja bukan. Tanpa memanggilnya namanyapun Ia sangat hafal pemilik suara itu. suara yang menurut namja tampan ini suara paling menyebalkan dihidupnya
“Oppa kenapa jalan terburu-buru ? Apa oppa ada kelas tambahan ?” dengan percaya dirinya Tiffany mengamit lengan Siwon. sontak saja pemilik lengan itu menghentikan langkahnya, dengan tegas ia melepaskan pengamit lengannya itu.
“Wae oppa ?”
“Jangan mengikutiku. Dan jangan asal menyentuhku saat berada disekolah”  tukasnya tajam
“Wae ?” seakan tidak perduli pada tatapan namja dihadapannya Tiffany kembali mengamit lengan kekar Siwon
“Sudah kukatakan Hwang Miyoung jangan menyentuhku saat berada didaerah sekolah. Sekarang lepas aku ada kelas”
“Kenapa oppa begitu tega padaku.  Aku hanya mengamit tangan oppa dan sebagai adik kelas dan mengenal oppa apa aku tidak boleh berdekatan denganmu ?” sepertinya Tiffany memulai mendramatisir dirinya. satu hal yang perlu kalian ketahui  ia sangat pandai melebihkan-lebihkan keadaan hingga sedramitisir mungkin jadi jangan heran saat ia akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin  sangat memualkan.
“TIDAK BOLEH” tegas Siwon seakan menahan kemarahnnya “Dan satu lagi. Aku akan lebih tega lagi jika kau tetap menguntitku selama disekolah. Arraso ?” dengan santainya Siwon berjalan menjauhi Tiffany yang masih membeku dengan perkataan pangerannya. Yang benar saja mana mungkin seorang Choi Siwon akan bersikap dingin pada seorang wanita apalagi wanitanya itu adalah Tiffany Hwang.

Semirik kelicikan terpatri diwajah cantiknya seakan menghalau segala adegan yang mampu melumpuhkan pikiran wanita itu ‘lihat saja Choi Siwon kau akan bertekuk lutu padaku’ batinnya.

 

~ DIFFERENT of LOVE~

 

Sudah jelas bukan jika sebuah perbedaan akan berubah menjadi sebuah kata yang berbeda. Dan  sebuah kata berbeda berubah pada sosok namja yang kini tengah memperhatikan yoeja yang dulu paling dibencinya. Sangat lucu melihat seorang Choi Siwon memiliki pemikiran bertentangan dengan hatinya pasalnya sejak dulu ia sangat berpendirian dan satu tujuan pada hati, lisan, dan pikirannya. Tapi kini untuk membuat satu tujuan agar tetap membenci pada sosok gadis yang tengah memperhatikan berbagai jenis buku seakan pudar .

Siwon menatap lekat sosok yoeja yang tengah focus pada sebuah buku tebal dihadapannya. Entah sosok yang diperhatikannya itu terlalu  menghayati pada objek didepannya sehingga tidak terpangeruh pada mata lain yang tetap menikmati pemandangan gratis ciptaan Tuhan. Dan sekilas yoeja yang biasa dipanggil Tiffany itu menolehkan kepalanya tepat pada manik mata namja disebelahnya. Apa yang terjadi ? pastinya mereka mengulur waktu seakan memperlambat apapun demi tetap menatap manik dari masing-masing mata disana
“O … oppa” ujar Tiffany pelan seakan menyadarkan.
Siwon yang masih tetap pada pendiriannya menatap lekat manik Tiffany perlahan mendekati yoeja yang masih betah mematung. Jarak diantara wajah mereka bisa dihitung dengan jari seberapa dekat mereka menatap semakin dekat merasakan nafas masing-masing setiap hembusan dua insan itu. Dan pada akhirnya bibir Siwon sudah mendarat manis dibibir Tiffany. Merasakan hangat setiap pecahan-pecahan halus yang didominasi rasa manis disana. Lama mereka hanya menempelkan bibir mereka hingga akhirnya Siwon yang memulai pergerakan kecil melumat lembut bibir Tiffany yang masih mengkatup. Cukup lama Siwon menunggu agar Tiffany membalas lumatannya hingga ia harus menggigit halus bibir Tiffany. Lenguhan terdengar saat reaksi Tiffany mulai membalas ciuman itu memberikan kesempatan pada Siwon merasuki rongga mulutnya.

Lama mereka bergelumut pada setiap bibir mereka masing-masing hingga tangan lemah Tiffany mengintrupsi Siwon agar berhenti pada ciuman yang cukup panas itu. Siwon melepaskan bibirnya dan kembali menatap lekat Tiffany, menyadari entah itu kebahagiaan atau kesalahan yang pasti ia sangat menikmati ciuamannya itu
“Op… pa kau mencuri ciuman pertamaku” rajuk Tiffany seakan tidak terima
“Nde ?”
“Pokoknya oppa harus ganti rugi. Aku manjaga bibirku untuk orang kucintai dan mencintaiku tapi oppa dengan mudahnya mencium bibirku” benarkan Tiffany itu sangat pintar jika harus mendramatisir keadaan. Ia seakan korban disini dan menyalahkan sepenuhnya pada Siwon. padahalkan ia juga menikamti rasa manis bibir Siwon
“Baiklah oppa akan ganti rugi. Oppa akan memblikan satu lusin cat kuku berwarna pink untukmu oethe?” usul Siwon yang dibalas gelengan kepala dari Tiffany
“Bagaimana jika aku mentraktirmu makan malam direstoran Italy selama satu minggu. Bukannya kau sangat suka makanan Italy ?”
“Aku sedang diet oppa”
“Begitukah ? Ehm begini saja kau bisa membawa kartu kreditku untuk membeli apapun yang kau inginkan. Aku kemarin mendengar ada barang terbaru Limited Edition dari Hermes Birkin pasti kau menyukainya” Tiffany kembali menggeleng. Untuk yang satu ini sebenarnya ia terpaksa menolak. Siapa yang tidak ingin diberi secara Cuma-Cuma untuk membeli tas bermerk itu yang menjadi setiap incaran kaum wanita
“Lalu kau inginnya apa ?”
“Oppa harus menikahiku” dan disaat itulah dunia seakan berhenti berputar dan ia hanya mampu mengucapakan satu
“MWO ???!”

 

~DIFFERENT of LOVE~

 

Apakah setiap namja selalu mencuri hati wanita dan terkadang mengembalikannya dengan hati yang sudah terluka. Dan dengan mudahnya setiap namja pergi begitu saja tanpa memberi penawar bagi luka yang telah ditanggalnya. Mencuri hak pribadi milik wanita, begitu pula yang terjdi pada yoeja bernama Tiffany Hwang. Semenjak kejadian ciuman pertamanya itu ia menjadi sedikit lebih pemurung. Bagaimana tidak bibir adalah salah satu aset yang dijaganya untuk calon pasangan hidupnya kelak tapi dengan seenaknya seorang namja yang baginya kini menyebalkan  -walaupun sedikit diharapkan- sudah mengambil milik berharganya itu. dan lebih parahnya lagi namja yang sudah mencuri ciuman pertama bibirnya meghilang bagai ditelan bumi.

Jika dipikir siapa yang  tidak akan menghilang jika harus menggantinya dengan yang namanya sebuah pernikahan. Siapapun akan berkali-kali berpikir ulang untuk menerimanya. Dan Tiffany tidak pernah sekalipun baginya menentang yang namanya sebuah pernikahan karena memang itu yang diidamkannya. Menjadi wanita satu-satunya untuk suami yang  berhak atas dirinya, menjadi istri idaman dan kebanggaan suaminya, juga menjadi ibu untuk anak-anaknya kelak. Tapi itu tidak semudah membalikan telapak tangan buktinya namja yang diajaknya untuk menikah malah menghilang yang entah kemana. Jika ia bertemu dengannya ia bersumpah akan menendang bokong dan menggigiti kulit putihnya.
“ARRRRRRRGHHH CHOI SIWON KAU MEMBUATKU GILA. AWAS KALAU KITA BERTEMU JANGAN HARAP BOKONGMU ITU AKAN SEMPURNA SEPERTI SEKARANG”

 

 

Dan ucapan kesal Tiffany kini menjadi kenyataan. Disaat ia tidak sengaja bertemu dengan namja yang sejak satu bulan lalu menghilang kini saatnya Tiffany membalasnya  atas sikap seenaknya namja dihadapannya. Perdebatan tidak bisa dielakan lagi mulai Tiffany  yang ingin menjambak rambut Siwon, namun sayang takdir yang mengatakan bahwa ia bertubuh lebih pendek itu harus diterimanya. Namun  ia tidak kehabisan akal dengan memulai ancang-ancangnya ia menaikan kaki kanannya  sedangkan kaki kirinya menahan bobotnya. Dengan usaha keras ia menahan tubuh besar Siwon dan memelintir pelan lengan kekar milik namja itu. Dalam hitungan detik kaki kanan Tiffany sudah mendarat di bokong Siwon.

bugh …

Tubuh Siwon seketika terjatuh dilantai. Benar-benar usaha yang menakjubkan bagi  seorang Tiffany dan tenaganya patut diperhitungkan untuk mendorong tubuh kekar Siwon. sedangkan Tiffany hanya memasang wajah polosnya
“Bagaimana rasanya tendanganku Siwon-ssi ? Itulah akibat pencuri yang tidak bertanggung jawab sepertimu” ujar Tiffany menang.

Tanpa merasa berdosa yoeja pemilik eye smile itu meninggalkan Siwon yang masih menggerutu tidak jelas. Dalam batin namja itu bersumpah akan membuang rasa memulainya untuk menyukai yoeja yang baru saja menendang bokongnya. Benar-benar mustahil. Seorang Choi Siwon dipermalukan oleh gadis gila itu. What the hell ?

 

~DIFFERENT of LOVE~

 

“WHAT ? Kau menendang bokong Choi Siwon ?” pekik seorang yoeja berambut pirang. Jessica Jung –sahabat Tiffany Hwang- Wajahnya yang cantik tidak menutupinya saat pandangannya yang … ? entahlah yang pasti mata indahnya berubah menjadi bulat.
“Yaap. Wae ?”
“Are you crazy Tiffany Hwang ?”
Tiffany hanya menggeleng dengan melanjutkan menekuni setiap jari-jari lentiknya yang kini sudah terhias dengan warna pink
“Apa kau lupa siapa Choi Siwon ? Atau kau tidak mengenal namja tampan, pintar, kaya dan-”
“Babo” lanjut Tiffany memotong ucapan Jessica.
“What ?”
“Yap. Choi Siwon babo. Namja yang paling menyebalkan sedunia” ujarnya Tiffany sekali lagi yang membuat sahabat pirangnya itu hanya membulatkan matanya, dipikirnya kemana sosok Tiffany Hwang yang selalu mengidolakan namja tampan berpipi tirus itu ? Apa dunia sudah terbalik ? Yang benar saja
“Whatever”

~DIFFERENT of LOVE~

Perbedaan akan merubah suatu perubahan kecil jika manusia itu sendiri mengurangi kadar egoismenya masing-masing. Tapi apakah itu akan berlaku pada dua insan yang kini tengah melemparkan batu perangnya. Lalu dimanakah sosok Choi Siwon yang terkenal dingin pada yoeja yang bernama Tiffany. biasanya ia akan mengabaikan sikap tidak menyenangkan yoeja itu, dan jika dipikirkan kembali sosok yoeja Tiffany Hwang yang kini entah dimana kadar keterlamabatan cara berpikirnya.

Mungkin ini suatu mukjizat berkat insiden pencurian ‘bibir’ itu, bukankan kejadian itu merubah karakter dua manusia itu.  Setidaknya untuk hubungan aneh mereka. Baiklah lupakan soal pencurian ‘bibir’.

Kita kembali pada pasangan Tiffany dan Siwon yang kini tengah memandang tajam dari tempat duduk masing-masing. Hari ini, tepatnya malam ini keluarga mereka mengadakan sebuah relasi untuk perbincangan bisnis perusahaan mereka. Sebenarnya baik Tiffany maupun Siwon sudah enggan untuk menghadiri acara yang menurut mereka tidak penting. Lihat saja mereka sejak dari awal acara hingga ke acara inti mereka berdua hanya duduk malas saja. Tatapan jengah yang mereka pasang harus terpaksa ditutupi saat orang tua mereka memperkenalkan mereka pada tamu-tamu penting.

“Oemma aku ingin buang air. Temani aku ne ?” ujar Tiffany. Yang benar saja saat tamu-tamu penting sudah hadir masih sempat-sempatnya ia ingin mengurusi ‘urusan pribadinya’. Tapi ingin bagaimana lagi jika panggilan alam sudah datang siapapun tidak bisa menolak
“Kau ini. Oemma harus menemani appamu chagi. Pergilah sendiri”
“Aish oemma aku benar-benar sudah tidak tahan capat temani aku. Tidak lama oemma. Jebbal” rengek Tiffany.
Nyonya Hwang sebenarnya tidak tega membiarkan buah hatinya harus menahan sesuatu itu, tapi jika ia menemani anaknya lalu ia harus meninggalkan suaminya yang tengah sibuk membalas jabatan-jabatan tangan dari para tamu. Walaupun hanya sebentar tetap saja menurutnya tidak sopan.

Entah itu dirancang atau tidak sosok namja jangkung melintas didekat dua yoeja berbeda usia itu. Nyonya Hwang langsung tersenyum bermaksud untuk membantu sang putri agar ada seseorang yang menemaninya
“Siwon-ah ?” panggil  beliu. Sedangkan yang di panggil sontak menolehkan kepalnya menoleh kearah yeoja yang sudah dianggapnya ibu itu. Siwon mendekati Nyonya Hwang danTiffany.
“ Ne ada apa ahjumma ?” tanyanya dengan senyum penuhnya
“Nak- tolong kau temani Tiffany ke toilet ya ?. Katanya ia ingin buang air. Kau tahukan kalau ia penakut. Ahjumma tidak bisa meninggalkan appanya saat ini. bagaimana ?”
“MWO ????!” koor Tiffany dan Siwon
Nyonya Hwang tertawa geli melihat reaksi konyol mereka. Disaat seperti ini masih saja mereka menampkan wajah jengkelnya “Aigooo, kalian itu kenapa ? Tiffany sudah kau ditemani saja dengan Siwon, oemma benar-benar tidak bisa menemanimu. Pai-pai” sahut Nyonya Hwang berlalu.
Tiffany mendengus jengkel dengan ulah sang ibu, dalam hati ia mengutuk dirinya yang ingin minta ditemani padahal ia juga berani walaupun masih ada rasa takut didalamnya.
“Yak. Kau cepat jika ingin aku temani. Kau itu batita atau atau gadis dewasa sih ? Merepotkan saja” ujar Siwon menahan kejengkelannya. Sedangkan Tiffany hanya membalas tatapan itu dengan pandangan death glare’nya. Jika bukan karena panggilan alamnya ia tidak sudi ditemani namja menyebalkan seperti dia.

~

Kini Siwon dan Tiffany sudah berada dilorong penghubung kearah kamar kecil. Tiffany yang berjalan paling depan tengah memegangi sesuatu yang mungkin memang benar-benar sudah tidak bisa ditahan. Sedangkan dari jarak sepuluh meter seorang yang kita bisa sebut Choi Siwon membutut dibelakangnya. Pandangan malas dan jengah ia pasang diwajah tampannya, jika bukan karena wanita baya yang sudah  ia anggap ibu itu, tentu ia akan menolak mengantarkan gadis yang dianggapnya menyebalkan itu.

Ingin ditaruh dimana harga dirinya. pikirannya langsung membahana kesegala arah. Bagaimana jika ada seseorang  yang mengenalnya salah paham dengan menilainya suka menguntit seorang gadis. Yang benar saja ?.
“YAK SIWON PABO. CEPAT SEDIKIT” jeritan yang paling membahana itu menggema disepanjang lorong koridor. Sudah diantar masih sempat saja menghinanya. Bukankah tidak punya sopan santun sama sekali gadis itu sampai harus mengatakan Pabo …. Tunggu ? Apa ia bilang ? Pabo ? PABO ?
Siwon mencibir sekaligus berjalan sedikit cepat menghampiri gadis menyebalkan itu. padahalkan ruangan yang menjadi tujuannya sudah didepan mata kenapa harus masih menunggu dirinya. Siwon benar-benar mengutuk gadis ini
“Cepatlah. Aku pusing harus mendengar suara jelekmu itu. aku beri kau waktu lima belas detik untuk membuang urusanmu itu !”
“MWO ?”
“Satu … Dua … Ti-”

ZLEP

“KYAAAAAAAAAA” Oh tidak apalagi ini sekarang Tuhan. Kenapa disaat seperti ini lampu harus padam. Hari ini Siwon benar-benar mengutuk semuanya. Dan lagi suara gadis menyebalkan itu bukankah itu terlalu berlebihan ini hanya pemadaman listrik bukannya apa-apa. Walaupun awalnya memang ia cukup terkejut tapi tidak berlebihan seperti gadis ini.

ZLEP

Baiklah setidaknya lampu itu menyalah tidak dalam jangka waktu panjang.  Dua manusia yang sebelumnya tengah gencar menyerang satu sama lainnya kini berubah mematung. Posisi Siwon sebelumnya memang sudah dekat dengan  Tiffany kini malah semakin menempel pada tubuh gadis mungil tersebut. Sedangkan tubuh Tiffany yang bersandar pada pintu kamar kecil tersebut harus tergencet dengan tubuh kekar Siwon. Dan belum lagi telapak tangan kanan Siwon sudah mendarat di dada montok gadis itu. Ya Tuhan jika kita bisa ilustrasikan Siwon seakan ingin menerkam Tiffanya.

Cukup beberapa detik hingga membuat tersadar. Sebenarnya yang tersadar duluan Tiffany karean merasa ada yang mengganjal dibagian dadanya ia mulia menoleh dan  ….
“KYAAAAA. YAK CHOI SIWON APA YANG KAU LAKUKAN ?”
Siwon langsung menurunkan telapak tangannya dan segera mengalihkan pandangannya. Tapi sebelum itu Siwon merasakan celana yang ia kenakan sudah basah dan lagi bercampur aroma yang kurang sedap
“Are you pee, Tiffany Hwang ?”

 

~DIFFERENT of LOVE~

 

Hari ini adalah hari yang dikutuk oleh Tiffany Hwang, yang benar saja haruskah ia tinggal berdua bersama namja yang dibencinya akhir-akhir ini. Orang-tuanya seperti keluarga kekurangan uang saja. Merekakan bisa menyuruh seorang pembantu rumah tangga untuk menenamninya atau sekedar menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang mana ia sama sekali tidak bisa kerjakan, bahkan mereka harusnya  meneyewa penjaga untuk melindungi dirinya ataupun rumahnya. Bukannya malah menyuruh dirinya untuk tinggal bersama namja menyebalkan. Alasan mereka hanya satu ‘tidak ingin anak kesayangannya diganggu oleh orang yang tak dikenalinya’. Huft…  bukankah itu hanya alasan yang kuno.

Dan disinilah Tiffany Hwang, disebuah apartement yang ukurannya  sedikit kecil untuk seorang bernama Choi Siwon. Pasalnya namja itu adalah anak dari direktur utama Hyundai Corp, pemegang saham terbesar di Korea Selatan,  apa tidak salah anak lelakinya hanya tinggal diapartement sekecil ini. Tiffany benar-benar merutuki orang-orang yang sudah membawanya kesini.

Ia menyeret koper besar pink’nya dan mencari-cari dimana kamar Choi Siwon.  Ia semakin jengah dengan keadaan sekitar, bukankah mustahil sebuah apartement hanya memeliki satu evaluator dan itupun harus bergantian dengan yang orang lain karena alat itu hanya mencakup 5-6 orang saja. Dengan susah payah karena tidak ingin menghabiskan waktu ia memilih tangga darurat sebagai alternatifnya, tidak buruk mengingat kamar yang ditempati Siwon hanya berada dilantai empat. Baiklah mungkin untuk yang satu ini ia harus rela, hitung-hitung untuk menurunkan berat badannya.

Ditangannya i-Phone pink berihias ikan lumba-lumba itu selalu menemaninya, memastikan setiap angka yang pasti antara nomor-nomor yang bertengger didepan pintu dan notte’nya. Dan YA. Itu dia nomor yang ditujunya. 049 sudah berada didepannya. Nomor yang sudah pasti menjadi tempat tinggal seorang Choi Siwon. Tanpa menunggu lama ia langsung menekan tombol  bel yang tertempel disisi pintu kamar tersebut.

Ting Tong

Ting Tong

Cukup lama menunggu seseorang membukakan pintu untuknya. Entah apa yang dilakukan sang tuan rumah hingga membuat sang tamu menunggu. Hingga pintu terbuka munculah sesosok kepala yang menyumbul dari balik pintu tersebut. Dengan sopan Tiffany memberikan senyum paksanya
“Annyeong ?”
seakan tahu siapa tamu yang akan datang, sang tuan rumah langsung membukakan pintunya secara lebar dan tamu yoeja cantik itu langsung memasuki area ruang tamu apartement milik seorang namja.
“Kenapa lama sekali membuka pintunya ? Kau tidak tahu kalau aku lelah ?” omel Tiffany yang langsung duduk disofa besar yang langsung berhadapan dengan Tv LED.
“Lelah ? Memang apa yang kau lakukan dirumahmu tadi ? Paling hanya berjalan dari lantai atas kelantai dasar saja sudah  lelah. Benar-benar manja” Siwon –sang namja-  langsung membalas ucapan Tiffany.
“Kau tidak lihat aku membawa apa didepan pintumu itu. Sekarang cepat bawakan koperku dan masukan kamarku yang sudah kau siapkan Tuan Choi”  desak Miyoung sembari menangkupkan kaki kanannya ke kaki kirinya. Siwon mencibir dengan sikap Miyoung
“Kamar ? Kamar apa ? Dan lagi untuk apa kau membawa koper sebesar itu oeh ? Kau hanya tinggal diapartementku  selama satu minggu nona Hwang jadi tidak sepatutnya kau merepotkan sang tuan rumah dengan membawa peralatan tidak jelasmu itu”  tukas Siwon tidak mau kalah
“Kau itu bodoh atau apa ?”
“Mwo ? Apa kau bilang ?” geram Siwon. sumpah demi apapun baru kali ini ia mendapati tamu kurang hajar seperti yoeja dihadapannya kini “Dengar Nona Hwang. Walaupun orang-tuamu menitipkan kau disini  aku tidak akan segan-segan mengadukan sikapmu jika melanggar sesuatu apa yang telah kutentukan” tegas Siwon
“Terserah kau  Siwon-ssi. Sekarang cepat masukan semua barang-barangku kekamar. Karena aku sudah cukup lelah berdebat hal yang tidak penting denganmu” Tiffany beranjak dari duduknya bermaksud menuju kamar yang telah disiapkan Siwon, sebelum interupsi Siwon menghentikan langkahnya
“Kau tidur diruang tengah Nona Hwang. Disini hanya ada satu kamar dan itu ruangan pribadiku. Dan dengan terpaksa kau harus tidur disofa ini”
“MWO ???”

 

~DIFFERENT of LOVE~         

 

Bukankah perbedaan itu indah ? YA mungkin jika diantara kita sudah mengenali atau memahami arti dari perbedaan itu sendiri. Kita akan menyelami perasaan kita dan seseorang diantara kita dengan bertaut kasih. Tapi apakah perbedaan indah itu akan tertanam pada Tiffany Hwang dan Choi Siwon ? Entahlah sepertnya kita harus mengurungkan pada dua manusia itu. Dua manusia yang sama-sama memiliki perbedaan berlawanan.

Keras kepala mereka yang masih terjadi hingga malam ini. Malam dimana bagi seorang Tiffany Hwang yang paling menyebalkan berbeda denga Choi Siwon, malam ini baginya malam kemenangan setelah membuat seorang Tiffany merasa kesal.

Sejak 20 menit yang lalu Tiffany Hwang hanya menggeser tubuhnya, menyamping terlentang dan berbagai macam gaya posisi tidur yang nyaman untuknya. Namun seberapakalipun ia memutar tubuhnya ia tetap merasa tidak nyaman. Pasalnya ia hanya tidur disofa ukuran medium yang pas hanya untuk menyangga kepala hingga sebatas dengkulnya. Sofa yang ia tempati tidak cukup luas walaupun kenyataannya tubuhnya itu mungil tapi tetap saja keadaan kamarnyalah yang hanya bisa membuatnya merasa nyaman bukan ditempat sofa seperti ini.
“Aish oemma jebbal. Aku tidak betah tinggal bersama namja babo itu. hua … hua”  gerutu Tiffany. ia beranjak dari tidurnya dan berjalan menuju kearah dapur bermaksud ingin menghilangkan dahaga. Sejujurnya berputar-putar di sofa sempit itu membuat Tiffany kehilangan tenaganya. Sesampainya di dapur Tiffany langsung membuka lemari khusus penyimpan perabotan makanan dan berlalu mendekati sebuah dispenser yang tidak jauh darinya. Segelas air mineral mampu menghilangkan rasa dahaganya walaupun tidak mengubah rasa kesalnya.

“Kau harus membayar satu gelas air mineral itu Tiffany Hwang” suara seorang namja  muncul dari balik dinding. Wajah pemilik kamar apartement ini sedikit kusut dan lagi matanya yang terlihat ada lingkaran pandanya. Namun cukup membuat Tiffany tercengang akan ketampanannya walaupun dengan wajah acak-acakan. What tercengang ? seorang Tiffany tercengang melihat wajah autan Choi Siwon ?

“Ciih. Bahkan uang bulananku bisa membeli beribu-ribu galon mineral untukmu Tuan Choi” balas Tiffany angkuh. “Kau bahkan masih punya hutang padaku dengan mencuri ciuman  bibirku” lanjut Tiffany. Tanpa ada niat membalas ejekan Tiffany, Siwon sudah  duduk disebelah Tiffany. Udara malam yang sudah memasuki musim dingin membuat suhu di kawasan Seoul mencapi titik  -8℃, mungkin ini sudah menjadi biasa untuk penduduk Korea. Tak terkecuali Siwon, sebenarnya namja satu itu tidak bisa tertidur walaupun rasa kantuk sudah menerjangnya entah mengapa yang jelas sejak berada di ranjangnya pikirannya hanya tertuju pada sosok yoeja yang berada disebelahnya.

Konyol memang tapi itu kenyatan. Menyukainyakah ? Entahlah tapi yang jelas Siwon merasa bertanggung jawab pada Tiffany mengingat  orang –tua yoeja itu sudah menitipkan padanya. Dan jangan salahkan Siwon karena ia memikirkan tempat untuk gadis itu tidur.  Siwon merasa tidak enak hati memang membiarkan seorang yoeja tertidur disebuah sofa yang ukurannya tidak seberapa dengan tubuhnya, tapi demi menjaga harga dirinya ia berencana mengerjai Tiffany yang dulu sudah mempermalukannya dengan menendang bokongnya di tempat umum. Sh*t bahkan kejadian itu sudah hampir lima bulan yang lalu dan ia masih memiliki dendam pada gadis itu.

Dendam ? Mungkin itu kata yang kurang tepat. Siwon cukup menyukai yeoja menyebalkan itu tapi entah kenapa melihat perilakunya yang sejak awal hingga sekarang selalu mengurungkan rasa sukanya agar tidak berlebih. Siwon bahkan tahu jika kedua orang-tua baik Siwon ataupun Tiffany berencanca ingin menjodohkannya. Ada perasaan bahagia saat mendengarnya tetapi diam-diam secara pribadi Siwon menolak tawaran itu. Alasannya ingin mencari wanita pilihan yang tepat baginya. Padahalkan hingga sekarang ia tidak mempunyai yoejachingu.

“Waeyo ? Kenapa kau belum tidur oeh ?” ujar Tiffany yang masih asyik dengan segelas airnya. Matanya diam-diam melirik kearah namja disebelahnya.
“Aku tidak bisa tidur  sejak ada peganggu datang kerumhku”
“Nde ?” Tiffany menoleh tajam kepada Siwon. sedangkan Siwon hanya tertawa renyah melihat reaksi Tiffany. Tiffany mencibir pelan “Jika kau tidak suka aku disini, aku akan kembali kerumahku” ketusnyadengan memulai beranjak dari duduknya, tetapi lengan putih itu ditahan dengan tangan kekar Siwon. Tiffany bisa melihat senyuman Siwon yang membuatnya terpatung seketika “Aku hanya bercanda nona Hwang. Dan bisakah kau berlaku baik selama kau tinggal disini. Kau semakin bertambah jelek jika berwajah murung seperti itu”
lagi-lagi Tiffany hanya mencibir.

Hening menyelimuti mereka setelah pertengkaran kecil sebelumnya. wajah Tiffany yang sebelumnya diumpat sesekali melirik Siwon yang entah sejak kapan sudah tertidur diatas meja makan. Tanpa mencari kesempatan lagi Tiffany memperhatikan wajah tampan itu. jika dilihat dari dekat wajah Siwon sangat mirip seperti bayi, berbeda dengan kesehariannya yang selalu membuatnya jengkel.

Didekatinya wajahnya hingga tepat sejajar dengan wajah Siwon. Sangat dekat. Hingga ia sendiri merasakan deruan nafas dari namja itu. Diam-diam Tiffany menukai adegan seperti ini menampilkan senyum tulusnya saat dihadapan namja yang disukainya sejak lama. Ya. Rasa sukanya pada  Siwon entah kenapa tidak pernah pudar walaupun ia tahu Siwon sangat membencinya tetapi ia tetap menaruh harapan pada namja itu. Dan ia sangat menyukai saat Siwon mencuri first kiss nya yang entah mengapa dibalik itu semua kelemotan akan otak Tiffany sudah hilang. Konyol bukan.

Hingga pada hitungan detik dan menit Tiffany masih bertahan dengan posisinya bahkan jika ia sudah tidak sadar ia akan mencium terlebih dahulu bibir yang kini sedang jelasnya terpampang dihadapannya. “Jika kau ingin kucium lagi aku akan bersdia dengan senang hati Tiffany Hwang” Hingga sebuah suara mengagetkannya, ia hanya diam mematung bak orang yang penuh salah tingkah. Ya Tuhan matilah sekarang kau Tiffany Hwang namja disebelahmu itu hanya mengerjaimu dan sekarang akibat ulahmu itu kau sudah kalah telak dua kali berturut-turut.

Ia memukul pelan kepalanya betapa bodohnya ia dipermalukan seperti ini. Tiffany langsung beranjak dari duduknya dan entah mengapa bukannya kembali keruang tamu langkahnya malah menuju sebuah dispenser “Kau ingin kemana nona Hwang ?” goda Siwon menang
“Bukan urusanmu”
“Jika kau ingin minum takarlah airnya, agar rumahku tidak kebanjiran dengan air tidak sedapmu itu” ujar Siwon yang masih betah dengan posisinya. Lihatlah wajah tampannya sangat merasakan jika ia benar-benar menang dalam pertarungan kali ini. sedangkan Tiffany yang masih belum mencerna kata-kata Siwon membalikan tubuhnya setengah meminta penjelasan dari kalimat yang Siwon lontarkan “Maksudmu ?”

Siwon beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Tiffany yang masih berdiam diri. Tepat dihadapan Tiffany, Siwon menatap manik terdalam  mata Tiffany hingga wajahnya ia geser sedikit dekat dengan tengkuk Tiffany “Kau harus menjaga takaran minummu nona Hwang jangan sampai kelewat batas. Aku tidak ingin rumahku dibanjiri oleh airmu yang aromannya tidak sedap, atau kalau tidak … ” ulang Siwon dengan memeberi tambahan jeda pada kalimatnya “Kau akan ngompol” bisik Siwon
seketika raut wajah Tiffany menegang ditambah mata eyesmilenya yang seperti bulan sabit kini sudah melebar.

 

 

 

~DIFFERENT of LOVE~

 

Menurut pepatah ‘perbedaan bisa membuatmu benci pada lawanmu namun perbedaan juga bisa membuatmu mencintai lawanmu’ kata-kata itulah yang mungkin tercermin dalam diri seorang Choi Siwon. Membenci seorang gadis sejak dulu namun kini memulai mengenal cinta terhadap gadis tersebut, walaupun pada kenyataannya bisa kita sebut seorang Choi Siwon terlalu pengecut.

Bukankah pengecut namanya jika ia selalu menghindar dari rasa ketertarikannya pada sosok seorang Tiffany Hwang. Berulang kali ia menyangkal dirinya bahwa ia tidak mencintai gadis yang dianggap bodoh tersebut. Padahal kenyataannya setiap waktu ia selalu memikirkan gadis itu walaupun hanya terbentang satu dinding pembatas antara ruang kamarnya dengan ruang tengah yang menjadi tempat tidur Tiffany.

Contoh saja seperti pagi ini, ia mencuri-curi pandang pada sosok yang tengah tertidur. Padahal jam sudah melewati waktunya untuk sarapan. Sebenarnya Siwon ingin mengerjai Tiffany agar membuatkan sarapan pagi untuknya, yang jelas-jelas dari nenek moyangnya tahu bahwa seorang Tiffany anti sekali dengan yang namanya dapur. Namun niatnya terhenti saat ia sudah berhadapan dengan pemilik mata bulan sabit itu. ia lebih memilih membiarkan gadis itu tertidur agar ia bisa menikmati wajah cantik bak porselen. Biarlah ia mengerjainya nanti-nanti saja, ia masih punya seribu satu alasan agar bisa menghukum gadis itu.

Waktu masih menunjukan setiap detiknya yang tengah berotasi sesuai alurnya. Hingga detik terjawab saat mata sabit itu mengerjap perlahan tanda bahwa sang pemilik akan sadar dari alam mimpinya. Sedangkan sang lelaki yang masih terpukau hanya berdiam diri tanpa perlu menghindar. Tidak ada alasan baginya untuk tertangkap basah, apalagi hanya memperhatikan gadis bodoh yang kini tengah membuka mulutnya selebar mungkin.

Dalam diam Siwon berpikir apa ia tidak salah menyukai gadis itu. jika dilihat dari kesehariannya Tiffany cukup cantik dan keterlamabatan otaknya sudah berkurang kadarnya. Tapi untuk melihat kejadian barusan gadis manis itu tanpa sungkan menguap dihapadannya. Sadarkah ? Atau memang gadis itu sengaja. Entahlah.

“Wae ?” hingga suara serak merdu itu menyadarkan Siwon dari pikiran konyolnya.
Siwon mencibir pelan. Ia melihat jam tangannya sebelum mata indahnya membulat penuh. Oh My ? Apa tidak salah seorang gadis yang katanya orang kaya itu baru bangun pukul 09.15. Yang benar saja ? Benar-benar tidak masuk dalam kriteria daftar calon istrinya. Tanpa sungkan SIwon menarik lengan Tiffany dan membawanya kearah dapur. Sangat mudah bagi seorang Choi Siwon membawa Tiffany karena memang gadis itu mungil dan terlebih masih didalam kondisi penyempurnaan rohaninya.

“Kau cepat siapkan sarapan !. Masaklah yang ada lemari pendingin !.  Karena kau aku jadi terlambat sarapan” perintah Siwon yang sembari mengeluarkan perabotan untuk memasak. Sedangkan yang disuruh hanya menatap polos  tanpa memberikan pergerakan seperti yang diperintahkan untuknya. Siwon melirik sebal kearah Tiffany ternyata dugaan yang menganggap gadis itu sudah hilang keterlambatan berpikir salah total. Lihat saja, hingga terhitung hampir duapuluh delapan detik sejak perintah diturunkan  Tiffany masih dengan diamnya.

“YAK TIFFANY HWANG. KAU DENGAR TIDAK ?”
“ Ne ne. Aku dengar tuan Choi. Aku tidak sebodoh dirimu. Kau pergilah sana. Aku pusing sepagi ini sudah ada suara memekikan telingaku”
Siwon semakin membulatkan matanya, gadis didepannya benar-benar mengajaknya  untuk berperang ternyata “Mwo ? Sepagi ini ?Kau tidak lihat sekarang jam berapa oeh ? Dan apa katamu bodoh, siapa lebih bodoh ? kau bahkan tidak bisa menyelesaikan tugas matametika anak sekolah dasar. Yang benar saja ?” cecar Siwon yang emosinya sudah diatas rata-rata.
“Itu beda lagi tuan Choi. Sekarang cepatlah kau keluar. Atau jika perlu hari ini jangan kembali kerumah. Aku benar-benar pusing”  jawab Tiffany enteng

Siwon lagi-lagi mencibir dengan melangkah menuju pintu dapur. Tapi sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Tiffany ia menoleh  kebelakang memperhatikan gadis yang kikuk dengan alat-alat dapur. Senyum tipis mengembang dari sudut-sudut bibirnya “Jangan lupa buat sarapan yang bisa dimakan. Aku akan pergi ke supermarket sebentar membeli kebutuhan untuk seminggu kedepan. Jadi setelah aku tiba sarapan harus sudah jadi okey nona Hwang ?” ejek Siwon yang hanya dibalas tatapan jengkelnya dari sang lawan.

*

Sudah hampir dua jam Siwon keluar rumah yang katanya ingin membeli kebutuhan seminggu depan. Tapi hingga sekarang sosok yang ditunggu-tunggu Tiffany belum terlihat juga. apa dia lelaki normal ? terbesit pikiran konyol itu dikepalanya. Pasalnya Siwon berbelanja hampir sama seperti seorang perempuan yang rela menghabiskan berjam-jam hanya untuk mencari barang-barang yang sesuai keinginan. Atau jangan-jangan ia seperti para ahjumma yang lebih tertarik dengan barang diskonan ? Yang benar saja ? buang pikiran burukmu jauh-jauh Tiffany Hwang  setidaknya ia adalah orang yang berbaik hati menampungi dirimu selama orang-tuamu menjalani tugas perusahaan. Tapi jika dipikir tanpa bantuan lelaki sombong itu Tiffany masih bisa menjalani satu minggu tanpanya.

Kring …

Deringan ponsel itu seketika membuayarkan lamunan Tiffany. ia segera berjalan menuju letak ponsel yag ia simpan nakas dekat sofa. Tiffany melihat layar ponselnya panggilan dari Siwon. pikiran selintas dan bertanya-tanya untuk apa ia meneleponnya sedangkan dua jam yang lalu ia masih memarahinya. Dasar lelaki aneh
“Yeobseyyo ?”  ujar Tiffany menyambut sautan dari balik sebrang. Kening Tiffany mengekrut saat suara yang dijawabnya bukanlah suara milik Siwon. ia melihat kembali layar ponselnya memastikan bahwa yang menghubunginya benar-benar Siwon tapi kenapa yang menjawab seperti suara seorang yoeja. Tiffany kembali meletakan kembali ponselnya dan sedikit meminta alasan untuk apa menghubunginya dengan menggunakan ponsel milik orang. Tapi sebelumnya keterkejutannya belum berakhir setelah pemberitahuan dari pihak sebrang.

Entah memang ia terlalu shock atau memang benar-benar cemas. Ponsel yang digengamnya tiba-tiba terlepas karena tangannya yang tiba-tiba bergetar. Air mata mencolos tanpa meminta izin pada pemilik mata sabit itu.  Seketika ia terduduk lemas d bangku sofa. Dan tak dapat dielakkan lagi kali ini ia  benar-benar khawatir.

*

Terdengar langkah cepat dua orang yoeja yang saling berbenturan antara sepatu dan lantai putih itu. pandangan mereka masih setia pada setiap nomor yang terapik rapih disetiap depan pintu. Raut wajah cemas dan nafas berbauran seakan tidak menjadi penghalang bagi mereka asalkan yang dituju oleh mereka bisa secepat mungkin berada dihadapannya.

“Tuan Choi mengalami kecelakaan sesaat habis keluar dari supermarket aghassi. Kondisinya kritis saat ini. beberapa saksi yang menyaksikan mengatakan Tuan Choi tertabrak oleh sebuah mobil dan terseret hingga beberapa meter dari tempat kejadian. Saya harap anda secepatnya ke rumah sakit Seoul untuk menandatangani beberap surat persetujuan operasi Tuan Choi”

Masih terngiang jelas ditelinga Tiffany saat seorang member kabar buruk akan kondisi Siwon. Dan saat ini Tiffany benar-benar merutuki dirinya dengan ucapannya pagi tadi. Menyuruh Siwon untuk tidak kembali kehadapannya dan sekarang ucapan tidak sengaja itu menjadi kenyataan. Jujur. Tiffany sama sekali tidak bermaksud seperti itu ia hanya menuangkan rasa kesalnya pada sosok lelaki yang sukainya secara diam-diam.

‘Emergency Room’

Langkah mereka terhenti tepat didepan sudut ruangan. Saling bertatap wajah sendu seakan tidak mengerti dengan kalimat yang terpampang sangat besar didepan sebuah pintu. Tiffany hanya bisa menunduk terduduk lemas di bangku tunggu ruang gawat darurat itu. pikirannya melayang hanya pada sosok lelaki yang paling menyebalkan baginya.  Choi Siwon. entah bagiamana kondisinya saat ini, Tiffany sama sekali tidak ingin memikirkan hal-hal buruk apapun.

“Tiff- tenanglah. Aku yakin Siwon baik-baik saja” ujar Jessica. Merangkul tubuh ringkuh itu kedalam dekapannya. Jessica tahu bagaimana Tiffany, ia akan menyalahkan dirinya sendiri jika itu menyangkut sosok orang yang dicintainya. Cinta ? apakah Tiffany benar-benar mencintai SIwon.
“Akui takut Sica. Bagaimana dengan orang tua Siwon oppa saat tahu kalau putranya mengalami kecelakaan. Aku tidak bisa membayangkan” rengek Tiffany
“Sssstttt. Itu tidak akan terjadi. Siwon pasti baik-baik saja. Seharusnya kita berdo’a untuk keselamatannya” akhir kata dari ucapa Jessica. Seketika pintu ruang gawat darurat itu terbuka. Menampilkan sosok lelaki paruh baya dengan setelan pakain khusus untuk melakukan operasi.

Tiffany dan Jessica beranjak dan menghampiri dokter paruh baya tersebut. Harapan semoga orang didalam sana dengan keadaan baik-baik saja
“Apa anda wali dari pasien Choi Siwon ?” tanya dokter bernametag Kim Il Sing itu. pandangannya yang lelah memandangi dua sosok yoeja dihadapannya. Jessica menoleh kearah Tiffany saat yoeja disebelahnya tidak memberikan jawaban apapun.
“Ya kami walinya dokter. Apa kondisi Choi Siwon baik-baik saja ?” jawab Jessica seakan mewakili
“Pasien Choi mengalami benturan cukup keras dikepala kenannya menyebabkan tempurung Choi Siwon retak. Satu-satunya cara kita harus melakukan operasi pembedahan untuk menekan penderahan pasien Choi agar berhenti. Kami butuh wali dari salah satu keluarganya untuk menandatangi persetujuan operasi ini. asisten saya akan mengambil surat bukti. Siapa diantara anda berdua yang  berseddia menandatangani ?”  jelas dokter Kim. Jessica sekali lagi menoleh pada Tiffany, rasanya tidak mungkin jika Tiffany menandatangani surat persetujuan itu.  Bahkan wanita itu hanya menundukan kepalanya.
“Saya dok-. Saya yang akan menandatangani surat persetujuan itu”  jawab Jessica.
“Baiklah silahkan ikut saya aghassi”
Dokter Kim berjalan meninggalkan Tiffany dan Jessica. Jessica memampah Tiffany untuk duduk dikursi tunggu itu “Aku keruang dokter sebenar Tiff-. Kau tunggu disini dulu okey” ujar Jessica lalu pergi meninggalkan Tiffany.

*

Hampir empat jam operasi Siwon berjalan. Selama itu pula Tiffany tetap berdo’a dan membuat harapan akan kesalamatan Siwon. Jessica sahabatnya sudah tertidur lelah disebelah Tiffany. lampu emergency yang sebelumnya berwarna merah kini sudah padam menandakan operasi sudah selesai. Tetapi selesainya operasi itu belum membuat Tiffany tenang. Hatinya benar-benar gelisah.

Pintu ruang operasi terbuka terlihat beberapa suster yang tengah membawa beberapa alat-alat pasca operasi. Dan yang sampai Tiffany dapati dokter Kim yang tengah melepaskan masker diwajahnya. Tiffany segera beranjak dan menghampiri dokter Kim.
“Bagaiamana keadaannya dokter Kim ?” tanya Tiffany ragu. Mata sabitnya tetap melekat pada wajah lemah baya dihadapannya
“Operasinya berjalan lancar aghassi. Tuan Choi juga sudah melewati masa kritisnya kita hanya tinggal menunggunya sadar dan menjalani perawatan pemulihan” Jelas dokter Kim. Raut wajahnya sedikit lebih baik dan melegakan
“Syukurlah. Khamsahamnidha dokter. Joengmal-joengmal khamsahamnidha” Kelegaan jelas terpatri diwajah Tiffany. ia membungkuk beberapa kali kepada lelaki baya dihadapannya
“Sudah tugas kami aghassi. Anda bisa menemui Tuan Choi setelah ia dipindahkan keruang rawat, kalau begitu saya permisi” dokter Kim meninggalkan Tiffany.

 

 

 

*

Mata bulan sabit itu tetap menatap lekat pada sosok yang tengah terbaring damai. Tangan hangatnya menggenggam erat telapak tangan namja itu yang terasa dingin. Tiffany kini hanya seorang diri ditemani alat pendekteksi jantung. Dalam hati ia terus berdoa dan berharap semoga lelaki yang ada dihadapannya tersadar. Entah sadar atau tidak apakah Tiffany benar-benar jatuh hati pada Siwon. jika dijawab jujur dari dulu ia memang sangat mencintai namja itu. tetapi melihat kelakuan Siwon, Tiffany pernah mengurungkan niat hatinya untuk tetap mencintai Siwon.

Tapi apa boleh buat, semakin ia menenpis perasaan itu semakin kuat pula rasa cintanya untuk Siwon dan yang pasti usaha Tiffany untuk tetap menutupi perasaannya dihadapan Siwon harus benar-benar extra.

Waktu kini sudah menunjukan lewat tengah malam. Membuat matanya semakin terasa kantuk. Jika disini ada Jessica sudah dipastikan sahabatnya yang cerewet itu sudah menceramahinya karena hingga saat ini ia enggan untuk istirahat.  Baiklah, mungkin ceramah dari seorang Jessica Jung ada benarnya setidaknya ia punya tenaga untuk esok hari dengan istirahat malam ini.

 

~DIFFERENT of LOVE~

 

Perbedaan dan persamaan adalah bahagian dari bumi untuk menemani sebuah kehidupan. Sama halnya seperti kata synonym juga antonym. Mereka adalah kata-kata pengiring yang saling melengkapi baik kelebihan atau kekurangan. Jika sudah seperti itu bukankan akan lahirnya sebuah perasaan yang disebut cinta ? Cinta ? Mungkin hanya orang-orang yang meyakininya saja yang percaya akan salah satu pemberian Tuhan.

Mata sabit itu terbuka perlahan. Merasakan sesaat oksigen baru nan segar yang baru memasuki ronggan kerongkongannya. Tiffany mengerjap beberapa saat hingga ia baru tersadar. Sadar akan ia dimana sekarang. Ia tidak lupa bahwa semalam ia masih duduk disebelah Siwon, lelaki yang masih berusaha melewati masa kritisnya itu. Tapi kini ? ia yang terbaring diranjang rumah sakit.

Tiffany menoleh mencari-cari seseorang. Yang benar saja. Apa jangan-jangan ia mengalami kecelakaan dan mengindap amnesia. Oh jangan. Itu sama sekali tidak boleh terjadi. Saat masih terhanyut dengan lamunannya, pintu ruangan rawat itu terbuka. Menampilkan sosok lelaki gagah dengan setelan pakaian rumah sakit. Hei. Bukankah itu orang yang dicari Tiffany sejak ia terjaga dari tidurnya.

Tiffany memperhatikan Siwon yang sedang mendekat kearahnya. Jika diperhatikan lelaki itu nampak sehat-sehat saja. Tidak ada wajah pucat bahkan sudah bisa berjalan padahal baru kemarin lelaki itu menjalani operasi.
“Kau sudah bangun ?” ujar Siwon yang kini duduk disebelah Tiffany
“Kau sudah sadar ?” lihatlah. Wanita bermata sabit itu bukannya menjawab pertanyaan yang telah dilontarkan padanya malah balik bertanya.

Siwon tersenyum simpul saat melihat wajah heran sekaligus cemas. Ia mendekat dan duduk tepat satu ranjang dengan Tiffany. Tangannya yang bebas merapihkan anak rambut Tiffany yang berantakan. Menyisirnya dengan jari-jari kekarnya secara lembut
“Apa kau lelah semalam menjagaku ?” Tanya Siwon yang masih tetap dengan kegiatannya. Sedangkan Tiffany kenapa disaat seperti ini daya tangkapanya malah melemah
“Oh.  N …. Ne”
“Jika kau lelah kenapa tidak pulang kerumah saja. Nanti kau sakit jika harus tidur dengan posisi seperti semalam”
“A-aniyo. Aku sama sekali tidak lelah. semalam aku hanya mengantuk jadinya bablas langsung tertidur” elak Tiffany seakan baru sadar. Siwon menghentikan sapuan tangannya pada Tiffany dan beralih mengambil semangkuk bubur yang baru dikasih oleh suster penjaga saat Tiffany tertidur. Mengaduknya hinggan bumbu bubur itu menyatu. Meniup perlahan saat uap dari bubur itu mengepul diudara. Setelah yakin bubur itu mendingin ia julurkan sendik bubur itu ke bibir Tiffany.

Tiffany tidak membuka bibirnya dan masih tetap menguncinya rapat. Ia berpikir sebenarnya yang sakit itu siapa ? Diirnya atau namja yang disebelahnya yang terlihat sehat padahal baru menjalani operasi.
“Wae ? Kenapa tidak mau makan ?” tanya Siwon
Tiffany menatap bergantian antara sendok bubur itu dan wajah SIwon. baru beberapa saat ia mengambil alih mamgkuk bubur yang tadi digenggam SIwon.
“Kau yang sakit semalam Choi Siwon. lalu kenapa harus aku yang kau suapi. Bisakah kau jaga dirimu sendiri setidaknya jangan membuatku khawatir” tegas Tiffany yang kini tengan menyuapi Siwon. SIwon samasekali tidak menolak karena dipikiranya sangat jarang ia merasakan moment seperti ini
“Maaf”
“Maaf saja tidak cukup sebelum kau bisa menjaga dirimu sendiri. apa kau tak tahu kemarin aku sangat kalut setelah mendapat kabar bahwa kau mengalami kecelakaan. Belum lagi kau harus menjalani operasi untuk tulang kepalamu” Suara Tiffany mulai bergetar menandakan ia berusaha menahan tangisnya. Tapi gagal karena air matanyalah yang sudah terlebih dahulu keluar.

Siwon menarik tubuh Tiffany kedalam dekapannya. Mencoba menenangkan gadis yang masih terisak dihadapannya. Ia sangat benci melihat orang dicintainya menangis, apalagi hal itu karena kesalahnnya. Ia akan mengutuk dirinya sendiri.
“Aku mohon Tiffany berhentilah menangis. Aku tidak suka kau mengeluarkan air matamu hany untuk namja bodoh sepertiku” ujar Siwon. ie menarik tubuh Tiffany dan memandangnya lekat. Mengecup dua mata sabit yang basah itu dengan sayang.

Tiffany hanya diam. Entah karena apa yang pasti ia sangat suka diperlakukan seperti ini. lalu kembali masuk dalam dekapan Siwon. Ya Tuhan jika ada kesempatan ia untuk jujur, ia pasti akan mengungkapkan perasaanya. Tidak perduli jika Siwon akan meledeknya atau bahkan meninggalkannya yang Tiffanya inginkan saat ini melepaskan perasaannya hanya untuk SIwon. namja yang kini tengah mengelus punggungnya.

“Tiff ?”
“Hm?
“Aku akan jujur padamu. Sejak lama aku menyukaimu” ujar Siwon. Tiffany tersentak dan menatap tak percaya dengan apayang baru didengarnya “Aku… aku mencintaimu Tiffany Hwang. Aku menyayangimu melebihi diriku sendiri, aku sadar jika selama ini aku hanya namja pengcut yang sama sekali tidak berani mengungkapkan perasaanku padamu dan malah berusaha mengelak jika kau tak pantas untukku. Tapi semakin aku berusaha aku semakin memikirkanmu. Aku tidak memaksamu jika kau tidak ingin bersamaku aku hanya mengu-”
“Sarangheyo Choi Siwon” potong Tiffant tersenyum. Siwon terperengah mendengar ucapan yoeja dihadapannya apa ia tidak salah dengar ? Bahkan ia tidak yakin jika cintanya langsung diterima
“Sarangheyo Choi Siwon. joengmal-joengmal sarangheyo”
“Nado Tiffany Hwang. Ya Tuhan aku seperti bermimpi mendapatkan yoeja yang kucintai selama ini.  terima kasih Tiff- ku mohon jadilah milikku dan tetap mendampingiku dengan ucapanmu yang menyebalkan itu” ledek Siwon. sepertinya itu bukan hanya lamaran tetapi sebuah hinaan atau bisa jadi sebuah kata yang sudah terbiasa.
Tiffany merenggut sesaat sebelum ia menganggukan kepalanya tand aia terima dengan lamaran dari seorang Choi Siwon.

Dan hidup mereka dimulai dari sebuah kata komitmen. Biarlah mereka yang menjalani setelahnya dan kita cukup sampai disini mengkuti alur cerita dari dua insan yang selalu menunjukan perbedaan dan terutama sebuah persamaan. Sama-sama saling memiliki, melengkapi, menanungi juga mencintai.

 

 

 

The end

 

Annyeonghaseo, Gomawoyo sudah mau  baca fanfic pertamaku.

Aku Cuma pengen ngucapin terima kasih pada Allah SWT. Echa Onnie (Elsa Mardian) yang udah bimbing aku juga Author Choi MinRi yang udah bersedia nerima kebawelanku buat ngirim ff ini. Hehehhehehe juga terutama sama pulsa paket internetku tanpa paketan aku gak bisa buat ngirim ff ini.

Oh ya tolong hargai para author dan admin di WP ini untyk tetap meninggalkan jejak RCLnya.
Dan satu lagi. SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKAN

Anyheong J

91 thoughts on “(AF) Different of Love

  1. Keren ff’y aq suka kata”y,tpi dialog’y terlalu sedikit *mungkin. Tpi gpp sebagai ff pertama udh bagus dan tambah bagus kalau ada sequel’y😀 hhehhe. Ditunggu karya” lain’y Fighting…!!!

  2. Tiffany ama Siwon emang udah berjodoh…… buktinya walaupun mereka serng bertengkar tapi ujung”nya jadi pasangan juga kan…. jodoh emang nggak bakal kemana-mana

  3. emang bener ya benci bisa jadi cinta , makanya klo sm org jngn benci” banget entar kayak wonpa lagi kekek~😀 . ffnya daebakk thor , gk berniat bikin sequel kah???🙂😉

  4. akhirny…
    happy end jga hheee

    walau sblmny ad yg gengso buat ngakui prasaanny read siwon.
    tp toh ttp biar bnyk prbdaan mereka hidup tuk sling mlenglapi.

    dan…daebal dh buat km walau pemula
    next,karyamu yg lain dtnggu

  5. Ahhh, nice story. Saya suka sqya suka.
    Pi ak kurabg jelas ma alurny aj. Hee..
    Awalny mrka masih smp lan y thor. Trus sampe akhir mrk msih smp ato udh kuliah. Klo msih smp knp siwon sdh tinggal diapartemen.
    It aj koq kebingungan ak.
    Btw ttp semngt y thor buat karya selqnjutny. Hwangtaeng thor.

  6. Jarang2 ada ff dg pembawaan bahasa yg kaya’ gini, sukaaaa bngett sma ni ff, serasa nnton drama dg kata2 puitis yg harus dibaca bolak balik biar ngrti, kerenn thorr #daebakk

  7. Udah lewat thor bulan puasanya hehe😀 nice story thor , pembawaan bahasa nya keyeeeeen , two thumbs up for you. Alurnya juga bagus paling suka sama bahasa yang author pake deh. Senyum2 sndr pas baca ffnya author nih;;) ditunggu karya lainnya and keep writing!

  8. Seru ! Awalnya nggak akur pas mau ending malah romantic (y) yeay kaya gini nih ff yang aku suka (y)… terus berkarya ya author … fighting !

  9. Annyeongggg, udh hampir sebulan lebih gak ngunjungi nih wp, dan ternyata setelah ngunjungi, ff sifany yg baru bertebar ria huaaaaa puyeng mau baca yg mana duluan
    Ahh, buat ini ff aku cuma mau blng sdkt masukan, alurnya dkt berantakan dan typo bertebar spnjang ff, tapi semuanya tertutupi karna sifany bersatuuuuu yeayyyyyy

  10. trnyata ini blum ku baca😂 cinta sllu ada perbedaan that’s true😌 akhirnya mereka bersatu setelah sllu bertengkar udh kek tom ‘n jerry 😂😂

  11. yap emang bnner sih d dunia in gk ad yg smpurna setiap org psti punya kkurangan dan kkurangan itu yg akn mnutupi kekurangan psangan kita kelak,,,krna setiap psangan psti sma2 mmiliki kekurngan dn klebihan masing2,,dn itulah yg mmbuat kita jdi smpurna,,story nya kerren god job utk authornim,

  12. Lucu deh pertengkaran sifany dimasa wkt kecil.
    Aiggo….siwon jgn kasar donk ama fany,fany kan calon istrimu.hahaha…..apalagi sifany selalu saja bertengkar seperti tom and jery.hahaha…..
    Good fanfic thor.i like it.ditggu ff selanjutnya thor.
    Keep writing thor.hwaiting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s