[Re-Post] Someday Part 2

Someday

wpid-photogrid_1405243329749.jpg

Author : @ELF_Rena | WonTiff407801 |

Genre : Sad, Romantic, Tragedy

Rating : PG-13

Length : Two-Shoot

Author Note:

Annyeong Prophetsdeul!! Ini part 2 dari FF Someday, hope like ne, daripada banyak cingcong, nanti Prophetsdeul gereget(?) lagi, ini lanjutannya!! #musik dimulai | Readers: Author alay -_-| Author : kwkwk, #abaikan

Main Cast :

  • Tiffany Hwang Girls’ Generation
  • Choi Siwon Super Junior

Other Cast :

  • Member Girls’ Generation
  • Member Super Junior
  • Member SuperGeneration

 

_Siwon Pov_

~Jdar~

Suara apa itu? Aku melihat kerumunan orang banyak sedang mengerubuni(?) sesuatu. Sepertinya ada kejadian

Langsung kulangkahkan kakikku menuju seorang ahjumma, yang sedang memperhatikan kejadian yang baru saja terjadi ini.

“Ageshi, mianhae, ini ada apa ya?” tanyaku

“Oh tuan, ini, ada kecelakaan, korbannya seorang gadis, umurnya masih belia, dia tertabrak truk yang melintas, sepertinya ia sedang terburu-buru, sehingga tidak menyadari ada truk melintas” jelas ageshi itu

“Ah ne, boleh kulihat korbannya?” jujur setelah mendengar penjelasan dari ageshi yang tidak kukenal itu,perasaanku tidak enak..

“Mari ikut saya tuan” ajaknya

~Tempat kejadian~

Kulihat seorang yeoja tergeletak dijalanan, dengan kepala dilumuri darah, sedang digotong petugas medis rumah sakit. Parasnya cantik, rambutnya hitam tergerai, namun sayang, semua tertutup oleh darah.. Tunggu dulu… Apakah itu Tiffany? Lebih baik kulihat lebih dekat lagi untuk memastikannya

“Aggashi, bolehkah saya lihat lebih dekat korban kecelakaannya? Saya ingin memastikan ini adalah yeojachingu saya atau bukan” pintaku kepada salah seorang petugas medis.

“Ah ne, tentu boleh, gadis muda ini tidak mempunyai identitas” setuju petugas medis itu

“Khamsahamida” kataku kemudian melihat gadis muda itu

Alangkah terkejutnya aku.. gadis itu.. gadis itu.. dia Tiffany!!!

“Tiffany!!!! Tiffany irreonnaaaa!!” jeritku

“Mian agasshi, apa kau mengenal gadis ini? Dia tidak mempunyai identitas” ujar salah seorang petugas medis

“Nee!! Dia yeojachinguku!! Cepat berikan yang terbaik!! Aku tak ingin dia kenapa-kenapa” jawabku

“Tiff, irreona, jangan tertidur, kau tidak akan meninggalkanku kan? Tiff, irreona..” pintaku padanya (Read:Tiffany)

~nguing nguing~ *bunyi sirine mobil ambulance yang gaje..*

~Drek-drek~ *bunyi ranjang geser(?)*

“Tiff irreona, kau harus bangun..” ujarku pada Tiffany, sambil ikut mendorong ranjang rumah sakit ini

“Mian agashhi kau harus tunggu diluar, akan segera dilakukan penanganan medis” ujar seorang suster

“Ah ne..” ujarku lirih

Sungguh aku menyesal dengan apa yang terjadi pada Tiffany. Jika saja, dia tidak lari dan mau mendengarkan penjelasanku, tidak akan terjadi hal ini.. salahku juga, tidak bisa menjaga perasaannya, padahal aku tau dia itu sensitive, tetapi mengapa aku malah memeluk Yoona?

“Hyung, apa yang terjadi?” tanya Donghae, rupanya juga dia bersama Jessica

“Yak Choi Siwon, jawablah pertanyaan Hae oppa!!” timpal Jessica, namun dengan suara membentak

“Dia.. Dia.. kecelakaan, dan semuanya karena kelalaianku..” ucapku lirih

“MENGAPA KAU MENCELAKAKAN DONGSAENGKU CHOI SIWON? KAU TAHU, DIA SANGAT MENCINTAIMU NAMUN MENGAPA KAU LALAI DALAM MENJAGANYA??!!” teriak Jessica, dan langsung ditenangkan oleh Donghae

“Sica-ya, jangan berteriak, kau tahu ini rumah sakit.. Chagi-ya, kalau mau menangis, menangislah, namun kita pergi dari sini ne?” tanya Donghae

“ANDWAE, sebelum Tiffany sadar!! Aku tak mau namja pabo ini menjaga Tiffany!!” tolak Jessica

Ya.. semua yang dikatakan Jessica benar, aku ini namja pabo, egois.. tidak bisa menjaga Tiffany.. aku menyakitinya dan mencelakainya, namun aku ingin menebus kesalahanku padanya, aku ingin bersama Tiffany selamanya..

“Sica-ya, ppali kita pulang saja, kajja!!” ajak Donghae

“Sudah kubilang tak mau!!” tolak Jessica

“Chagi-ya, pulang sekarang juga!!!” bentak Donghae

Kulihat Jessica menunduk, ia tahu Donghae marah, dan ia hanya mengikuti kemauan Donghae

“Oppa, sebelum kita pulang aku ingin berkata sesuatu dulu pada Siwon” pinta Jessica

“Ne” setuju Hae

“Siwon, sekali lagi kau membuat Tiffany menderita, aku tak akan segan-segan membunuhmu, ingat itu!!” ancam Jessica dengan mengeluarkan death glarenya

“ne, aku janji ini terakhir kalinya aku membuat Tiffany menderita” setujuku

“Chagi, kajja pulang” pinta Donghae

“Arraso” setuju Sica

Aku memang pabo kan? Menjaga Tiffany saja aku tidak bisa!!

~cklek~

“Dokter, bagaimana keadaannya?” tanyaku

“Dia mengalami benturan yang sangat keras di bagian kepalanya, namun itu tidak mempengaruhi apa-apa. Saya sangat yakin dia adalah yeoja yang kuat. Namun saat mengobati luka-lukanya, saya melihat bekas air mata, sepertinya ia baru menangis” jelas dokter itu panjang lebar

“Ah ne, khamsa dok, dia sudah sadar?”

“Sudah, kau boleh menjengkuknya.”

“Khamsahamida”

Kuberanikan langkah kakiku ini, memasuki kamar ynag didominasi warna putih itu.

“Fany-ah, gwenchana?”

“Mau apa lagi kau datang? Mengapa tidak bersama yeojachingu barumu itu hah? Dan sekarang kau puas melihat aku terbaring di ranjang rumah sakit ini? Puas hah? JAWAB, CHOI SIWON!!!!” balas Tiffany ketus

“Kau tahu, aku sangat merindukanmu, tetapi mengapa kau seperti ini oppa? Kau tahu? Saat aku melihat itu, aku sangat sakit oppa, mungkin kau tidak akan merasakannya” lanjut Tiffany diiringi isakan tangisnya

“Tiff, kau salah—“ ucapanku terpotong

“Oppa, jika kita bertemu lagi, anggap saja, kau tidak melihatku dan berjalanlah terus ke arah yang kau tuju. Jangan kau mengingat lagi kenangan kita, buang itu, anggap hubungan kita tidak pernah ada, aku masih bisa menahannya, aku harus kuat, mungkin memang ini, kau bukan ditakdirkan untuk bersamaku, mungkin  bersama dongsaengku Yoona. Dan, kupikir, sekarang kita akan mempunyai waktu sendiri-sendiri. Kuharap kau mengerti.” Ujar Tiffany dengan isakan tangisnya. Kini semakin deras.

“Tiff, jeball dengarkan aku dahulu. Kau salah paham. Yoona diputuskan oleh KiBum, dan aku memeluknya untuk berusaha menenangkannya. Kau tahu? Mungkin selama ini, aku hanya menyakitimu, egois, tidak memikirkanmu, benar kata Jessica, aku hanyalah namja pabo yang lalai menjagamu. Jeongmal pabo. Tiffany, jeongmal mianhada.” Jelasku

_Siwon Pov end_

_Normal Pov_

Tiffany tidak menjawab penjelasan Siwon. Ia hanya tersenyum tipis mendengar penjelasan namjachingunya itu.

“Oppa, mungkin aku tidak sempurna, sehingga kau bisa memeluk Yoona.Masih adakah tempat di hatimu untukku oppa? Masih adakah?” Lirih Tiffany

“Di dunia ini memang tidak ada yang sempurna Fany, namun, bagiku kau sempurna, kau harta terbesarku, aku akan sangat bodoh jika membiarkanmu seperti ini.Dan tentu saja, iya, kau selalu memiliki tempat di hatiku…” Jawab Siwon

“Fany-ah, bolehkah aku terus memilikimu dengan cara seperti ini? Memelukmu dan menyanyangimu selalu? Aku tidak peduli, dengan semua hadiah-hadiah besar seperti uang, mobil, bagiku, kau hadiahku. Aku benar-benar bersyukur ada dirimu. Kau seperti oksigenku. Aku tidak bisa hidup tanpamu Fany, aku bisa mati tanpamu.” Lanjut Siwon

“Aku tak tahu…” gumam Tiffany

“Fany, aku minta, besok kau menemaniku ke sebuah taman. Its okay?” tanya Siwon

Its okay.” Jawab Tiffany singkat

Arrachi. I will pick you up at 8pm” balas Siwon [ Arrachi. Aku akan menjemputmu jam 8 malam ]

Why so late? At that hour, the weather is so cold, pabo namja!” celetuk Tiffany [ Mengapa sangat malam? Pada saat jam tersebut, cuacanya sangat dingin, namja pabo! ]

“Why? Problem? I will buy you a jacket, so you wouldn’t feel the cold. I will buy it as a present, with pink colour and with white lilly, your favorite, Tiff.” Jawab Siwon dengan entengnya [ Kenapa? Masalah? Aku akan membelikanmu sebuah jaket, jadi kau tidak akan merasa dingin, aku akan membelinya sebagai hadiah, dengan warna pink dan lilly putih, favorite mu, Tiff ]

Arrachhiiii~ I want that!! Promise me you will gave it. And by the way, can I go to dorm now? I feel bored here” gumam Tiffany [ Arrachhiiii~ aku mau itu!! Janji kepadaku, kau akan memberikannya. Dan, bolehkah aku pergi ke dorm sekarang? Aku merasa bosan disini.]

Ani. You will come with me, tomorrow, so now, you must sleep. I bet your head still dizzy and hurt right? Here, I give u something.” Ujar Siwon kemudian mencium pucuk kepala Tiffany dan mengelusnya. [ Ani. Kau akan ikut denganku, besok. Sekarang kau harus tidur. Aku bertaruh kepalamu masih pusing dan sakit kan? Sini, aku akan memberimu sesuatu]

“Aish jinjja, you so romantic Oppa…” jawab Tiffany diiringi eyesmilenya. [Aish jinjja, kau sangat romantis oppa]

That’s why I have so many FanGirl. You must be the one of them”  balas Siwon PD [itu mengapa aku mempunyai banyak FanGirl, kamu pasti salah satu dari mereka]

Aisshh!! Don’t so proud to yourself!!” protes Tiffany kemudian dia pout dan menggembungkan pipinya. [ Aisshh!! Jangan sangat bangga pada dirimu sendiri!!]

Hahaha, just kidding honey, and you look cute with that pose” tawa Siwon [Hahaha, hanya bercanda sayang, dan, kau terlihat imut dengan pose itu]

I don’t care. I want sleep now.” Balas Tiffany cuek [ Aku tak peduli. Aku ingin tidur sekarang]

Then, nice dream, I will sleep beside you, in this sofa. Bye honey, I will wake you up tomorrow morning” Balas Siwon kemudian memberikan kecupan selamat malam di pipi Tiffany. Tiffany hanya bergidik geli melihat kelakuan namjachingunya itu. [ Jika seperti itu, mimpi indah, aku akan tidur disebelahmu, di sofa ini. Dah sayang, aku akan membangunkanmu besok pagi]

Tak ada balasan dari Tiffany. Rupanya Tiffany sudah tertidur pulas. Siwon pun kemudian ikut tertidur disofa.

~next day~

_Normal Pov end_

_Tiffany Pov_

“Tiff irreonaa.. Chagi-ah irreonnaa..” bisik seseorang tepat di telingaku. Geli, itu yang aku rasakan. Suara ini, Siwon oppa. Dia..

“Waeyo oppa?” jawabku datar

“Kau masih marah padaku?” tanyanya

Maybe yes, maybe not. I don’t know.” Ucapku dengan nada yang mulai ditinggikan. [Mungkin iya, mungkin tidak. Aku tak tahu]

My princess, I beg you, don’t angry with me. I know I was make mistake to you.. it make you must stay in this hospital and hurt your heart. I know I just pabo namja. Bad namja that can’t take care of you. Its okay if you want to hate me now. I can’t forgive myself, make you like this..” lirih Siwon padaku.. [ Putriku, aku memohon padamu, janganlah marah padaku. Aku tahu aku membuat kesalahan padamu. Itu membuatmu harus tinggal di rumah sakit ini dan menyakiti hatimu. Aku tahu aku hanya namja pabo. Namja jahat yang tidak bisa menjagamu. Tidak apa-apa jika kau ingin membenciku sekarang. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, membuatmu jadi seperti ini]

Oppa why you talking like that? I can’t hate you, more I hate you, I just more love you. Its okay now. Don’t make this accident is all your fault. Be strong oppa. Arrachi?” balasku lalu mencium pipinya [ Oppa mengapa kau berkata seperti ini? Aku tidak bisa membencimu. Semakin aku membencimu, aku hanya lebih mencintaimu. Tidak apa-apa sekarang. Jangan membuat kejadian ini adalah salahmu semuanya. Jadilah kuat oppa. Arrachi?]

“Arrachi. By the way, aku ingin meminta padamu satu hal lagi.” Pintanya

“Apa itu?”

“Kiss me here, please, I love that..” pintanya sambil menunjuk pipinya

“Oppaa!! Genitt kauu!!” teriakku lalu mencubit tangan kekarnya

“Aww.. appo chagi..” balasnya sambil mengelus-elus tangannya

“Siapa suruh kau genit!” ucapku

“Ah ya, kata suster, kau check out nanti malam jam 8. Aku akan membawamu ke sebuah tempat, baru ke dorm. Dan ya, kudengar appamu sedang di Korea hm?” tanyanya

“Ne, appa sedang di Korea, namun, besok dia ke LA lagi.” Jawabku

“Arrachi. Ini bagus.” Gumam Siwon

“Kau, mandilah, dan aku akan menyuapimu makanan dan mengganti perban kepalamu. Kau juga harus menonton dramaku dan acara Music Bank yang dihadiri Girls’ Generation dan Super Junior jam 2 siang nanti. Arraseo? Sekarang bangun” perintahnya bertubi-tubi padaku

“Huh? Super Junior show di Music Bank oppa?” tanyaku

“Ne”

“Mengapa kau tidak ikut? ELF pasti akan kecewa kau tidak ada oppa”

“Ani. Aku akan menjagamu”

“Gomawoyo oppa”

“Cheonma. Sekarang, lakukanlah yang kuperintahkan padamu. Aku akan membereskan baju-bajumu Fany.”

Aku pun bangkit dari tempat tidurku dan berjalan menuju kamar mandi. Dingin rasanya, saat butir-butiran air ini menerpa tubuhku. Akhirnya aku selesai mandi dan aku keluar menggunakan terusan berwarna pink mudaku yang tanpa lengan

“Aww oppa, dingin..” pekikku..

“Sekarang kau berselimutlah, sebentar lagi dramaku akan mulai dan kau harus menontonnya, sambil menonton aku akan menyuapimu bubur ne” suruhnya #SiwonBawel *Ditimpuk Siwonnest*

“Arraso. Drama apa oppa?” tanyaku sambil terus memakan bubur itu

“King of Dramas.” #SiwonPromosi *ditimpuk ampe benjol-_-*

“Ooo..” jawabku dan mulutku membulat

“Cepatlah chagi-ya..” pintanya

“Nee!!” teriakku

“Hahaha, oppa, kau sangat lucu di drama ituu!!”

“Jangan tertawa, aku malu”

“Tadi kau yang menyuruhku menonton dramamu, sekarang kau yang malu.. Hahaha”

“Sudahlah Tiff.. Sudah pukul 2 sekarang, Music Bank!”

“Bilang saja kau hanya ingin mengalihkan pembicaraankan Woody? Hahahaha”

“Aish jinjja.. Omo? I Got A Boy!!”

“Haha..” tawaku lirih

“Loh tadi semangat Tiff, sekarang kok lemas?”

“Oppa bogoshippo.. dengan stage dan member GG”

“Sabarlah Fany-ah, setelah ini, aku ingin memberimu kejutan, tapi nanti ne”

“Ne.. Spy!!”

Aku dan Siwon oppa terus membicarakan penampilan-penampilan artis K-Pop di Music Bank. Tak terasa, waktu pun sudah menunjukkan pukul 8 malam.

“Tiff, ayo, kita check out. Periksa barang-barangmu jangan sampai ada yang tertinggal.” Katanya

“Ne oppa, kajja”

_Tiffany pov end_

_Siwon Pov_

Aku merindukan sentuhannya ini. Saat ia mengenggam tanganku erat. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku tidak akan melepaskan genggaman ini lagi.

“Oppa kita mau kemana?” tanyanya saat kami sudah berada di mobil Audi hitamku

“Han river. Ada kejutan disana untukkmu.”

“Oh, arraso”

~Han River~

“Tiff, pakailah penutup mata ini. Karena kejutan matamu harus ditutup.”

“Arra..”

Kubawa dia ketempat dimana telah kusediakan kejutan.. mudah-mudahan dia menerimanya..

“Oppa, sudah sampaikah?” tanyanya untuk yang ke5xnya

“Sudah..”

“Sudah boleh dibuka?”

“Ne”

“Oppa, aku takut, ini gelap kau tahu! Aku takut gelap oppa”

“Tunggulah disini ne”

“Oppa mau kemana?”

“Mencari tempat duduk.”

“Oppa jangan tinggalkan aku..”

Duar!! Duar!! *bunyi kembang api ceritanya*

_Siwon pov end_

_Tiffany pov_

Duar!! Duar!!

Kudongkakan kepalaku, aku melihat banyak kembang api disana, dan tiba-tiba Siwon oppa berlutut

“Oppa, berdiri, jangan berlutut, ini dingin”

“Tiffany Hwang. Gadis manis yang selalu menemaniku dalam suka dan duka, menerimaku apa adanya, memaafkan semua kesalahanku, memenuhi pikiranku tiap harinya, yang membuatku sadar bahwa aku tak bisa hidup tanpamu sehari saja, semakin aku mencoba melupakanmu, membuatku selalu teringat padamu, mungkin aku memang tidak sempurna untukmu.. hari ini aku memutuskan, aku tidak ingin menjadi namjachingumu lagi.”

“hiks.. maksud.. maksudmu apa..apa oppa?”

“Aku ingin menjadi nampyeonmu. Would you be with me forever Tiffany? Be my lovely wife, grow our child, be together until we old? Would you marry me?”

Aku berbalik. Ingin tahu reaksinya

“Kau menolakku Tiff?” lirihnya

“I will stupid if say not!! I do oppa!!” lalu aku berlari memeluknya dan mengeluarkan air mata bahagia

“Gomawo, jagi-ya”

“Cheonma..”

Malam ini, menjadi saksi bisu, Siwon oppa melamarku. Sungguh ini sangat membahagiakan. Mungkin bagi sebagian orang, saat mereka merasakan perihnya cinta, mereka pergi meninggalkan itu dan mencari kebahagiaan lagi, begitu seterusnya. Namun bagiku, kita harus menahan perihnya cinta itu, karena aku yakin, semua kesulitan yang kita lalui, akan berakhir bahagia, walau memang membutuhkan banyak pengorbanan pada awalnya, hasil akhirnya, pasti akan membahagiakan.. ^^ #eaa

~3 months later~

“Oppa, bagaimana ini? Tubuhku gemetar..” tanyaku pada DongHae oppa, dia kan sudah berpengalaman menikahi Jessica unnie..

“Tenang sajalah Fany, tanya pada unniemu yang ndut(?) itu…” balas Donghae kemudian diiringi tawa kecilnya

“Oppa, walaupun aku gendut, dalamnya ini adalah Lee junior!!!” balas Jessica unnie

“Yakk!! Ampun chagi..” kata Donghae oppa

“Fany, kau harus bisa ne, karena ini hari specialmu bersama Siwon oppa!! Tiffany-ah, Hwaiting!!” semangat Jessica unnie padaku. Ya, sekarang Jessica unnie sedang mengandung anak mereka (Read:HaeSica)

Seingatku, mereka belum lama menikah, namun mengapa Jessie unnie sudah hamil lagi..?

“Gomawo unnie!” ujarku lalu memeluknya

“Ah ya Fany, kalau si Siwon itu macam-macam padamu, bilang pada unnie ne? akan unnie patahkan tangannya yang kekar itu!!” ancam Jessica unnie..#JessicaGalaknyaKumat *dilempar duit#eh sepatu ama GorJess*

“Hahaha, aku percaya Siwon oppa akan menjagaku dengan baik kok unnie” ralatku

“Tiffany-ya, ayo keluar, Siwon oppa sudah menunggu, sekarang tiba saatnya Tiffany Hwang menjadi Choi Tiffany!! Hahaha” Ajak DongHae oppa dan Sica unnie

“Aish jinjja!! HAESICA!!!!” pekikku terhadap mereka. Mereka hanya tersenyum membimbingku berjalan didepan mereka

_Tiffany pov end_

_Siwon pov_

Aku menunggunya di depan altar Tuhan ini. Saat aku berbalik ke belakang, Oh Tuhan, cantik sekali dia.. neomu yeppeoda Tiffany!!

Dia berjalan di karpet merah itu dengan lenggaknya yang anggun, namun dewasa. Gaunnya yang putih, simple. Hanya dihiasi oleh beberapa mawar pink dan mutiara, tidak menor, tapi elegant, menurutku. Rambutnya yang dibiarkan tergerai, tertiup angin.. omo.. Yeppeoda.., mahkotanya, hanyalah dari bunga-bunga yang dirangkai. Natural.. Akhirnya dia sampai ditempat aku berdiri.

“Oppa, bagaimana ini? Aku.. aku.. gugup sekali..” ujarnya terbata-bata

“Tenanglah jagi-ya.. Arraso?”

“Arra..”

“Choi Siwon, apakah kamu menerima Tiffany Hwang sebagai istrimu? Teman baikmu disaat senang dan sedih? Ibu dari anak-anakmu? Menemaninya disaat sehat ataupun sakit? Bersama selamanya sampai maut memisahkan?” tanya sang Pastur

“Ne, I do” balasku lalu tersenyum pada Tiffany. Ia juga tersenyum. Senyuman malu. Haha, pipinya menjadi pink!

“Tiffany Hwang, apakah kamu menerima Choi Siwon sebagai suamimu? Teman baikmu disaat senang dan sedih? Ayah dari anak-anakmu? Menemaninya disaat sehat ataupun sakit? Bersama selamanya sampai maut memisahkan?” Tanya sang Pastur, namun kali ini pada Tiffany

“Ne, I do” balasnya lalu tersenyum padaku. Mengapa ia mengeluarkan eyesmilenya? Bukankah ia tahu bahwa aku tak sanggup melihat eyesmile yang terus membuatku jatuh cinta lagi padanya?

“Kalian boleh berciuman” ungkap sang Pastur

Langsung saja kuserbu(?) bibir pink milik Tiffany, melumatnya secara lembut. Terdengar sorak sorai dari para tamu, termasuk HaeSica yang paling kencang(–“)

Setelah merasa cukup, kuhentikan aktivitas kami. Kupikir aku bisa melanjutkannya lagi nanti malam.. Hahaha #SiwonYadongKumat-_- *digeplak*

“Oppa-ya.. Gomawo” ujarnya

“Cheonma honey” balasku

_Siwon Pov end_

_Tiffany Pov_

Setelah sampai di hotel, aku merasa sangat lelah. Box-box yang sudah kubongkar isinya pun masih bergeletakan dimana-mana. Lebih baik aku mandi, mungkin akan segar, pikirku.

Saat aku masuk ke kamar mandi, hanya ada bathrope dan sebuah dress mini yang transparan, menurutku. Apa hanya ini yang dibawa oleh eomma? Aish,jinjja.. Pabo-ya, aku tidak mengecek barang-barang bawaanku..

Aku pun mandi. Saat air shower ini menerpa tubuhku, aku merasa segar. Lagipula hari sudah agak malam..

Selesai mandi, aku keluar menggunakan dress itu. Aku tidak mau memakai bathrope karena aku tidak suka itu.Kulihat Siwon oppa sedang membereskan box-box itu dan akan dibuang keluar. Lebih baik aku memakaikan lotion ini, agar kulitku tetap kenyal(?) dan kadar airnyapun tidak berkurang, sehingga kuliku tidak kering nantinya.

“Jagi-ya, dimana kau?” teriak seseorang, Siwon

“Kamar oppa” balasku singkat

~cklek~

“Glup” terdengar suara Siwon oppa sedang menelan ludahnya sendiri

Aku bingung, mengapa Siwon oppa seperti itu

“Oppa-ya, kenapa sih? Gwenchana? Ada yang salah?”

“Ba..Ba..Bajumu sangat.. transparan..dan..itu..”

“Oh, oppa tidak menyukainya? Baiklah, aku akan menggunakan bathrope saja” ucapku sambil beranjak dari kursi di depan cerminku. Saat mau melangkah, tangan kekarnya sudah melingkar dipinggangku.Hangat, batinku

“Aniya Jagi-ya, hanya saja, saat memakainya, kau terlihat..ehm, seksi?” tanyanya sambil mengembuskan nafasnya tepat ditelingaku. Ini membuatku geli

“Jagi-ya, sekarang ne? aku sudah tak tahan kau berpakaian seperti itu” ungkap Siwon oppa jujur kepadaku. Ani, maksudnya? First night?

_Tiffany Pov end_

©2013, WonTiff407801

Gimana readers? FanFic Someday ini akhirnya kelar juga.. *tebar bunga*, itung-itung ini utang saya kepada readers.. hahaha *ketawa gaya evil*, saya akan mempublish lagi Sequel dari FF ini. Penasaran?|Readers: Ngga Thor!! | Author : Hiee T^T | Readers : #pukpuk *abaikan* Tunggu ne^^

Regrads,

@ELF_Rena \ WonTiff407801

 

 

 

53 thoughts on “[Re-Post] Someday Part 2

  1. Haha ketawa pas baca bagian endingnya😆😄
    Siwon oppa jujur banget ke Tiffany unni😊😉💓
    Happy ending! Married! Kiss!💑👫👰💏
    Aduhhh why it must be so romantic!💞💋
    Don’t know what must i do(2) hehe^^…
    For author 2 thumbs up👍👍🎉🎆🎇

  2. Lucu n gemes. omo tyt fany, wae?tp sykurlh fany baik2 aj. yg bikin sk mrk ptskn utk nikah, n krn siwon udh g tahan jauh am fany….
    happy ending for sifany tp jln br utk prnikhn mrk ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s