(AR) PERFECT LOVE Part 2 (Sequel Loving U)

Title: PERFECT LOVE Part 2 (Sequel Loving U)

PERFECT LOVE POSTER

Author : Youngwonie

Cast: Siwon Suju, Tiffany SNSD

Support Cast:  Krystal Fx, Donghae Suju

Genre : Romance, Sad

Rating : PG 17

Length : Two Shoot

Disclaimer:Ini ff asli hasil pemikiran author. Don’t bashing and plagiat.

Warning: Typo

                                                                Summary:

“Aku mencintaimu karena kaulah yang membuat hidupku sempurna.Kumohon, biarkan aku tetap mencintaimu seperti itu. Mencintaimu dengan sempurna,,,”

 

 

Siwon sedang memeriksa beberapa dokumen yang harus ditandatanganinya.

Prank…

Tiba- tiba foto pertunangannya dan Tiffany yang terpasang di atas meja kerjanya terjatuh ke lantai tanpa sebab.Bingkainya pecah.Siwon menatap bingkai foto yang pecah itu.Ia bangkit dari kursinya bermaksud membereskan bingkai foto yang pecah itu.

Deg!

Tiba- tiba jantungnya berdebar kencang.

‘Tiffany,’ pikirannya tiba- tiba tertuju pada Tiffany.

‘Apa sesuatu terjadi padanya?’Siwon mulai khawatir.Ia takut terjadi apa- apa pada Tiffany.Diambilnya ponselnya dari saku celananya.Ia pun langsung menghubungi nomor Tiffany.

***

 

Tiffany berjalan dengan langkah gontai menyusuri koridor rumah sakit.Tatapannya kosong.Matanya berkaca- kaca. Hasil tes  dari Dr. Kim masih di genggamnya. Ia teringat kata- kata Dr. Kim setelah menyerahkan hasil lab kaki kanannya.

“Menurut hasil pemindaian MRI yang kita lakukan kemarin, ditemukan Osteosarcomaatau sel kanker tulang pada persendian tungkai kananmu.”

“Kan—kanker tulang?”

Dr. Kim mengangguk,”Sel kanker yang terdapat di tungkaimu merupakan sel kanker ganas yang awalnya jinak, tapi terus berkembang seiring tak adanya pencegahan pertumbuhannya.”

Tiffany masih terpaku mendengar penjelasan Dr. Kim.“Tiffany-sshi, apa kau mendengarku?”Dr. Kim menegur Tiffany yang hanya bengong di tempatnya.

“N-de, dokter.Saya mendengarkan setiap kata- kata Anda.”

“Sebelum sel kankernya menyebar luas ke seluruh tubuhmu  dan menyerang organ lain, sebaiknya segera dilakukan tindakan.”

“Tindakan apa?”

“Jalan pertama yang harus dilakukan adalah memutus jalan menyebarnya sel kanker dengan cara…mengamputasi tungkai kananmu.”

Deg!

Tiffany tercekat.Lelaki paruh baya yang awalnya terlihat ramah dan bersahabat itu, menjadi tampak sangat menyeramkan di mata Tiffany.

“Andwae,,, tidak mungkin. Aku tidak mau diamputasi.Apa tidak ada jalan lain, Dokter? Kemoterapy atau radiologi? Aku pernah membacanya di internet.”

Dr. Kim menggeleng,”Sel kankernya sudah tumbuh membesar. Amputasi adalah cara utama yang harus dilakukan. Setelah itu baru dilanjutkan dengan kemoterapy dan radiologi untuk membunuh sel kanker yang tersisa.”

Tiffany hampir terjatuh dari kursinya.

“Tiffany-sshi, Anda baik- baik saja?”

“Aku tidak apa- apa dokter.” Jawab Tiffany lemah.Ia bangkit dari duduknya.

“Sebaiknya Anda memberitahu keluarga Anda agar mereka siap menghadapi kenyataan ini.Dan, sebaiknya operasi sesegera mungkin dilakukan.Sebelum semuanya terlambat dan menyebabkan akibat yang lebih fatal.”

“Gamsamidha,Dokter. Saya akan memikirkannya kembali. Keurom.”Tiffany membungkuk permisi kepada Dr. Kim.

Flashback end.

 

Langkah Tiffany terhenti saat ponselnya berdering.Ia menatap nanar layar ponselnya.

My Siwon oppa is calling

Tiffany tidak menjawab panggilan Siwon.Ia malah menangis sesenggukan dan terduduk di lantai koridor rumah sakit.

“Hiks..hiks…hiks…”

Tangan kanannya memegang ponselnya yang masih berdering.Sedangkan tangan kirinya menggenggam erat hasil tes kakinya.Tiffany terus menangis.

“Tiffany…” Donghae datang menghampiri Tiffany dan menatap miris keadaan sahabatnya yang sedang terpuruk di lantai.

“Donghae- ah…hiks..hiks…”

Donghae berjongkok dan memeluk Tiffany yang masih menangis.

“Ka-kaki ku…”

“Tiffany tenanglah,”

“Kaki ku…hiks…Dr. Kim bilang…hikss…harus diamputasi…”

Donghae membeku.Tanpa terasa air matanya ikut keluar. Tapi ia segera sadar dan menghapusnya. Ia harus kuat. Demi Tiffany. Tiffany sangat membutuhkan dukungannya saat ini.

“Tiffany, uljima.Kau pasti bisa melewatinya.Aku percaya kau gadis yang kuat.Kau gadis yang sempurna.”

“Tidak,Hae. Aku tidak sempurna.Aku akan kehilangan kakiku.”

“Hidupmu tidak akan berakhir hanya karena sebelah kakimu putus.Mana Tiffany yang ku kenal. Yang punya semangat  hidup yang besar. Aku benci melihatmu menangis.”ucapDonghae setengah membentak Tiffany. Tiffany menatap mata Donghae yang memerah.

“Hae- ah…”lirih Tiffany.

“Mianhae, aku tidak bisa melihatmu seperti ini.Kajja, aku antar kau pulang.”

Donghae membantu Tiffany berdiri. Lalu ia memapah Tiffany sampai ke mobilnya.

***

 

Siwon semakin cemas karena Tiffany tidak juga mengangkat teleponnya.Ia mondar mandir di ruang kerjanya.

“Ya Tuhan, sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kau tidak mengangkat teleponku, Baby?”

Ia mencoba sekali lagi menghubungi Tiffany. Hasilnya tetap sama. Tak ada jawaban.

Tok! Tok! Tok!

Pintu ruangan Siwon diketuk dari luar.

“Masuk.”

“Sajangnim, Anda sudah ditunggu di ruang rapat.”

“Ne, aku akan segera ke sana. Oh iya Sunny- sshi,”

“Nde, Sajangnim?”

“Tolong siapkan tiket ke Seoul malam ini.”

“Seoul?”

“Ne, aku akan kembali ke Seoul.Dan tolong sampaikan pada Hatori-san untuk menghandle pekerjaanku sementara aku kembali ke Seoul.”

“Nde Sajangnim. Akan saya laksanakan.”

Siwon berharap Tiffany baik- baik saja. Kembali ke Seoul mungkin satu- satunya cara untuk mengetahui yang terjadi. lagi pula ia sudah sangat merindukan Tiffany. Ia mengirim pesan singkat ke nomor Tiffany sebelum meninggalkan ruangannya untuk menghadiri rapat.

To: My Fany Baby

Kenapa kau tidak mengangkat teleponku?

Apa kau sibuk?

Aku menrindukanmu.

Aku akan kembali ke Seoul malam ini,

miss U so much

***

 

Donghae membuatkan teh untuk Tiffany.Semenjak pulang dari rumah sakit, Tiffany hanya membisu.Tatapannya kosong. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Donghae semakin cemas melihatnya.

“Fany- ah, minumlah.Ini bagus untuk menyegarkan pikiran.”Donghae memberikan teh yang dibuatkannya.Tiffany tetap diam.

Drrrt…drrrt…drrrt…

Ponsel Tiffany berdering.Tiffany tidak mengacuhkannya.

“Bukalah.Dia pasti sangat mencemaskanmu.Berulang kali kau tidak mengangkat teleponnya.”

Akhirnya Tiffany mengambil ponselnya dan membuka pesan yang dikirim Siwon.

From: My Siwon oppa

Kenapa kau tidak mengangkat teleponku?

Apa kau sibuk?

Aku akan kembali ke Seoul malam ini,

See U, baby

miss U so much

 

Air mata yang sudah kering di matanya kembali meleleh setelah membaca pesan itu.

“Waeyo?”

“Kau benar, dia mencemaskanku.”

“Kau akan menceritakan semua padanya kan?”

“Tidak, Hae. Aku tidak mau dia semakin mengkhawatirkanku.Aku tidak mau menjadi beban untuknya.Aku tidak pantas untuk bersamanya.Aku tidak sempurna.Aku akan cacat.”

“ Jika dia mencintaimu, dia pasti akan menerimamu apa adanya.”

“Itulah yang aku takutkan.Aku tidak mau manjadi aib untuknya dan keluarganya.”

“Aku tidak mengerti jalan pikiranmu.”

“Pulanglah, aku ingin sendiri dulu sekarang.”

“Ok. Tapi kalau ada apa- apa, hubungi aku.”

Tiffany mengangguk,“Aku tahu. Gumawo, Hae.”

Setelah Donghae pulang, Tiffany pergi ke kamarnya.Ia menatap foto pertunangannya dengan Siwon. Membelai wajah Siwon dalam foto itu.

“Oppa, mianhae.Aku tidak bisa bersamamu.”Air matanya menetes di permukaan bingkai kaca foto itu.

***

 

Siwon sudah sampai di Incheon Airport.Ia tidak menuju rumah atau pun hotelnya, tapi ia segera melajukan mobilnya ke rumah Tiffany. Ia menyuruh supir yang menjemputnya untuk pulang, sementara ia mengendarai mobilnya sendiri.

Ting! Tong! Ting! Tong!

Dengan tidak sabar ia menekan bel rumah Tiffany. Terdengar langkah dari dalam mendekati pintu.

“Nuguya?”

Tiffany membelalakkan matanya melihat Siwon sudah tiba di hadapannya dengan penampilan yang cukup berantakan.

“Oppa, waeyo?”Tanya Tiffany melihat keadaan Siwon.

Siwon langsung memeluk Tiffany tanpa menjawab pertanyaannya.

“Kau baik- baik saja?”Tanya Siwon setelah melepaskan pelukannya.

“Ne, kenapa oppa bertanya seperti itu?”

“Kenapa kau tidak jawab teleponku?Kau juga tidak membalas sms ku.”

“Oh, itu.Ponselku tertinggal di lokasi pernikahan klienku.Aku baru menemukannya tadi.” Bohong Tiffany.

“Jinjja?”

“Eoh.”

“Syukurlah kalau begitu.”

“Oppa sebaiknya pulang dan istirahat. Pasti oppa langsung ke sini dari bandarakan?”

“Aku sangat merindukanmu.Apa aku tidak boleh menginap di sini semalam saja? Aku janji tidak akan melakukan apa- apa padamu.”Siwon merajuk.

“Shireo. Aku tidak percaya kalau oppa tidak akan melakukan apa- apa.”

“Baby,,,please!!!”

“Shireo.Hari ini aku sangat lelah oppa.”

Akhirnya Siwon menyerah pada penolakan Tiffany.

“Baiklah.Kalau begitu aku pulang dulu.Mian sudah mengganggumu.”

“Ne, hati- hati.”

Siwon pergi setelah memberi kecupan singkat di bibir Tiffany.

 

Keesokan harinya, Tiffany bersiap- siap untuk pergi bersama Siwon.Siwon akan mengajaknya ke pesta yang diadakan salah satu relasi bisnisnya. Tiffany memilih mengenakan gaun merah dengan panjang di atas mata kaki.Ia menyanggul rambutnya sehingga menampakkan leher putihnya. Dengan riasan yang minimalis namun terlihat anggun, Tiffany merasa sudah siap dengan penampilannya. Tinggal memilih sepatu. Tiffany membuka lemari sepatunya. Seketika pandangannya tertuju pada sepatu merah pemberian eomma Siwon. Kemudian ia mengambil sepatu itu dan memakainya.

“Kalau tidak sekarang, mungkin aku tidak akan sempat memakainya lagi.” gumam Tiffany.

Bel rumahnya berbunyi, tanda Siwon sudah datang untuk menjemputnya.Tiffany segera memakai mantelnya dan turun ke ruang tamu.Ia membuka pintu, dan benar saja Siwon sudah menunggu di depan pintu membawa seikat bunga mawar merah. Siwon memperlihatkan senyum termanis yang dimilikinya.Tiffany pun membalas dengan memperlihatkan eyesmilenya.

“Kenapa kau selalu terlihat cantik, Baby?Kecantikanmu itu membuat aku sulit bernafas.”

“Oppa selalu menggombal di depanku.”

“Tapi kau senang kan?” Tiffany mengangguk sambil memperlihatkan eyesmilenya lagi.

“Jja, kita berangkat.” Siwon menggandeng Tiffany ke  mobilnya.

 

Selama di pesta, semua berjalan lancar.Namun, saat perjalanan pulang, Tiffany terlihat gelisah.Dia juga tidak banyak bicara seperti biasanya.Ia hanya sesekali menjawab obrolan Siwon dengan jawaban singkat.Siwon tidak tahan dengan sikap Tiffany yang sangat aneh malam ini.Ia pun menepikan mobilnya di tepi jalan. Tiffany kaget.Lalu ia menatap Siwon yang kini sedang menatapnya juga.

“Wae, baby?”

“Nde?”

“Ini tidak seperti kau yang biasanya.Ada yang ingin kau ceritakan padaku?Apa di pesta tadi ada yang mengganggumu?”

“Ani.Gwaenchana oppa.Aku hanya sedikit lelah.”

“Benarkah?Kau tahu, sejak kemarin perasaanku tidak tenang.Aku gelisah memikirkanmu.Entah kenapa, aku merasa ada sesuatu yang terjadi dengan dirimu.”

‘Mungkin ini saat yang tepat untuk memberitahunya.’ Pikir Tiffany. Kemudian ia menghela nafas sebelum memulai ceritanya. Tiffany mengambil sebuah foto dari tas tangannya. Fotonya bersama Donghae saat ulang tahunnya.Ia memberikan foto itu pada Siwon.

“Apa ini?”Siwon bertanya saat melihat foto itu. Dia mengenal sosok gadis remaja dalam foto itu, gadis itu adalah Tiffany mungkin umurnya baru belasan tahun .Tapi siapa namja yang mencium pipinya?

“Namanya Lee Donghae.” Seperti tahu pikiran Siwon, Tiffany menjawab siapa namja yang ada di fotonya itu.

“Kami berteman sejak kecil.Dia adalah cinta pertamaku.”

Siwon masih menyimak perkataan Tiffany.Ia ingin tahu apa sebenarnya maksud Tiffany menjelaskan cinta masa kecilnya.

“Dia ada di Seoul sekarang.Dia sering menemuiku dan kami sering menghabiskan waktu bersama selama oppa di Jepang.”Tiffany menghirup nafas dalam sebelum melanjutkan ceritanya.

“Hari itu dia mengajakku ke apartemennya.Dia menunjukkan barang- barang kenangan kami waktu kami masih bersama dulu.Kami bernostalgia mengingat kejadian- kejadian menarik yang pernah kami alami dulu, mengobrol sambil minum sampai mabuk. Lalu—“

“Lalu apa?”

“Aku dan dia—“

Siwon menatap lekat Tiffany yang mulai menangis dan tidak meneruskan ceritanya. Siwon tidak mau menduga apa kalimat Tiffany selanjutnya. Jika Tiffany sampai menangis seperti itu, berarti ia sudah melakukan kesalahan yang bisa membuat Siwon marah. Siwon tak ingin jika dugaannya benar. Tiffany tidak melakukan apa pun dengan namja itu kan?

“Mianhae oppa. Mianhae,,,” suara Tiffany parau bercampur dengan isakannya.

“Wae?Kenapa kau harus minta maaf?”

“A—ku dan di—a, ka—mi sudah—“

“Tidak. Kau bercanda kan Baby? Ini sungguh tidak lucu.”

“Ani.Aku mengatakan yang sebenarnya Oppa.Malam itu, kami melakukannya.Tapi percayalah, kami benar- benar tidak sengaja. Aku—“

“Cukup! Jangan mengatakan apapun lagi.”Siwon memotong ucapan Tiffany dengan nada penuh amarah.Dia meremas foto yang ada digenggamannya.Matanya memerah.Tiffany tidak sanggup menatap wajah Siwon saat ini.

“Oppa,,,”

“Jangan panggil aku oppa lagi.”

“Mianhae,,,jeongmal mianhaeyo. Aku sangat menyesal.Seharusnya aku tidak melakukannya.”

“Kalau saja kata- kata itu bisa mengembalikan semuanya.”

“Jebal…mianhae,Oppa.”

“Kau pasti sudah tahu prinsipku.Aku bisa menerima kesalahan apapun, tapi tidak penghianatan.”

Tiffany tahu betul tentang itu.Karena itulah tujuannya berbohong pada Siwon.Agar Siwon membencinya dan meninggalkannya.

Siwon memukul kemudi dengan tangannya,

“Shit! Kenapa hal ini harus terjadi padaku untuk kedua kalinya.”

Tiffany masih diam di tempatnya.Kepalanya menunduk.

“Apa lagi yang kau lakukan di sini?”Tanya Siwon tiba- tiba.

“Nde?”

“Kau bukan tunanganku lagi.Keluar dari mobilku sekarang.”Tukas Siwon dingin.

“Oppa?”

“Aku bilang jangan memanggiku oppa lagi.Cepat turun dari mobilku.”bentak Siwon.

Tiffany tidak punya pilihan.Ia keluar dari mobil Siwon, menatap mobil itu yang langsung menjauh dari pandangannya. Dilangkahkannya kakinya menyusuri jalanan kota yang sangat dingin. Ia lupa membawa mantelnya yang masih berada di mobil Siwon. Alhasil kini badannya menggigil menahan hembusan angin yang menerpa kulit putihnya yang mulai memucat. Tiffany menunggu taksi sambil berjalan, ia baru ingat, kalau daerah ini tidak dilewati taksi. Cuaca juga sepertinya tak bersahabat dengannya.Baru beberapa meter berjalan, hujan turun cukup deras.Dengan langkah tertatih menahan nyeri di kakinya, Tiffany terus berjalan.

‘Aku harus kuat.’

Akhirnya Tiffany sampai di depan sebuah apartemen. Setelah menekan bel, penghuni apartemen pun keluar.

“Tiffany,,,?”

“Donghae- ah,,,” Tiffany tersenyum lemah.

“Apa yang terjadi padamu?kenapa kau basah kuyup begini?”

Bruuk!!!

Tiffany hampir terjatuh di tanah kalau saja Donghae tidak menahan tubuhnya.

“Fany- ah, ireona.”

***

 

Siwon melajukan mobilnya menjauh dari tempat ia meninggalkan Tiffany.

‘Aku tidak percaya kau bisa melakukan itu, Tiffany.’

Siwon sekilas melihat jalanan yang ia lewati. Ia baru sadar kalau jalanan ini adalah jalan yang tidak dilalui taksi.

‘Bagaimana dengan Tiffany?’

Walaupun marah, tapi ia masih mengkhawatirkan Tiffany. Terlebih lagi ia melihat mantel Tiffany yang masih tergeletak di kursi sampingnya.

“Sial, kenapa kau bisa seceroboh itu, Choi Siwon.” umpatnya pada dirinya sendiri. Kemudian ia memutar balik mobilnya menuju tempat itu lagi. Dilihatnya Tiffany sedang berjalan tertatih dengan memeluk badannya dengan kedua tangannya.Siwon turun dari mobilnya.Ia  ingin menghampiri Tiffany  dan mengajaknya kembali ke mobil. Tapi kata- kata Tiffany terngiang lagi di benaknya.

“Hari itu dia mengajakku ke apartemennya.Dia menunjukkan barang- barang kenangan kami waktu kami masih bersama dulu.Kami bernostalgia mengingat kejadian- kejadian menarik yang pernah kami alami dulu, mengobrol sambil minum sampai mabuk. Lalu—“

“A—ku  dan di—a, ka—mi sudah—“

Amarah Siwon muncul kembali.Ia memutuskan membiarkan Tiffany dengan keadaan seperti itu. Tapi tetap mengawasinya dari belakang.Menjaga jarakagar Tiffanytidak menyadari keberadaannya.Bagaimanapun Siwon tidak ingin terjadi apa- apa pada Tiffany. Hujan mulai turun, bahkan semakin deras.Siwon tak tega melihat tubuh Tiffany yang semakin menggigil.Ia memperpendek jaraknya dengan Tiffany untuk menarik gadis itu ke pelukannya. Tapi niatnya terhenti saat Tiffany mulai memasuki kawasan apartemen yang tidak dikenalnya.

‘Ini bukan apartemen Krystal.Lalu siapa yang akan kau temui, Tiffany?’

Batin Siwon bertanya- tanya. Ia semakin penasaran. Dengan masih menjaga jarak, Siwon terus mengikuti Tiffany. Dan betapa hancurnya hati Siwon saat Tiffany berhenti di depan sebuah pintu apartement dan menekan belnya, seorang namja keluar dari dalam apartemen itu.

“Tiffany,,,?”

“Donghae- ah,,,”

“Apa yang terjadi padamu?kenapa kau basah kuyup begini?”

Bruuk!!!

Tiffany pingsan di pelukan namja itu.Namja di dalam foto yang ditunjukkan Tiffany.Mata Siwon berkilat memanas.Dadanya bergejolak menahan amarah dan cemburunya.Ia tidak sanggup melihat wanita yang dicintainya berada di pelukan namja lain.Apalagi namja itulah yang sudah merebut Tiffany darinya.

***

 

Tiffany mengerjapkan matanya yang silau terkena paparan sinar matahari dari jendela kamar tempat ia tidur sekarang. Perlahan Ia membuka matanya dan menyesuaikannya dengan keadaan sekitar. Tempat tidur yang asing baginya. Tapi setelah melihat foto Donghae bersama seorang yeoja yang terletak di meja samping tempat tidur, ia tahu dimana ia sekarang. Ia juga mulai  mengingat kejadian tadi malam.

Cklek!

Pintu kamar terbuka.Donghae masuk membawa nampan dengan semangkuk bubur dan susu stroberi kesukaan Tiffany.

“Kau sudah bangun?”

Tiffany mengangguk.Kepalanya masih terasa pusing akibat kehujanan semalam.

“Sarapan dulu.Setelah itu minum obat.Semalam kau demam.”

“Gumawo.”

“Ne. Kau berhutang cerita padaku tentang semalam.”

“Aku akan menceritakannya padamu.Tapi sebelumnya, boleh aku minta satu hal?”

“Katakan.”

“Aku ingin pulang ke LA. Kau bisa menjadwalkan operasiku di Callifornia kan?”

***

 

“Ini sudah kedua kalinya tamu kita mengeluh masalah pelayanan kamar.”Siwon menegur kepala bagian pelayanan kamar dan wakilnya.

“Jeoseohamidha sajangnim.Kami sudah melakukan yang terbaik seperti biasanya. Tamu yang satu ini memang lain. Dia selalu meminta yang aneh- aneh.”

“Aku tidak mau menerima alasan apapun.Kepuasan tamu adalah yang terpenting.Itu motto hotel kita.Dan aku ingin kalian membereskan masalah ini secepatnya.Kalau tidak, aku tidak segan- segan memecat kalian semua.” Bentak Siwon.

Tidak biasanya ia berkata seperti itu meskipun terhadap bawahannya. Tapi sejak beberapa hari ini dia tidak dapat mengontrol emosinya.

“Algeusimidha, sajangnim.”

Kedua karyawannya tersebut akhirnya pamit dari ruangan Siwon dengan perasaan cemas.

Braakkk!!!

Siwon menggebrak mejanya dengan keras sehingga menyebabkan tangannya lebam.Beruntung mejanya terbuat dari kayu, bukan kaca. Kalau tidak, mungkin darah segar sudah mengalir daritangannya. Semenjak malam dimana Tiffany mengatakan tentang penghianatannya, Siwon hampir tak bisa berpikir tenang.Ia sama sekali tak menghubungi Tiffany, atau sebaliknya. Tak ada komunikasi semenjak malam itu.Walaupun rasa rindu masih saja menggerogoti batinnya, namun harga diri dan ego masih berada di atasnya.Beribu pertanyaan selalu muncul di benaknya.

Apa selama ini cintaku tak ada artinya di matanya?

Apa kasih sayangku masih kurang sehingga ia dengan mudahnya jatuh kepelukan namja masa lalunya itu?

Apa dia tak bahagia saat bersamaku?

 

Sore itu, sepulangnya dari hotel, Siwon pergi ke rumah Tiffany.Tepatnya,ia memarkir mobilnya di tepi jalan dekat rumah Tiffany. Ia tidak ingin menemui Tiffany. Hanya ingin melihatnya saja.Melihat bagaimana keadaannya sekarang.Sudah satu jam.Namun Tiffany tak juga keluar dari rumahnya. Saat Siwon hendak memutar balik mobilnya, sebuah sedan BMW warna silver berhenti tepat di depan rumah Tiffany. Donghae keluar dari mobil itu.Ia kemudian masuk ke rumah Tiffany. Siwon masih mengawasi dari luar.Setelah tiga puluh menit, Donghae belum juga keluar dari rumah Tiffany.

“Sial, kenapa aku gelisah seperti ini?” gumam Siwon.

Siwon tak bisa tinggal diam lagi di dalam mobilnya.Ia menatap tas karton yang berisi mantel Tiffany di kursi sebelahnya. Lalu menyambar tas itu dan hendak membawanya keluar dari mobil. Namun saat itu Tiffany keluar bersama Donghae.Donghae tampak menuntun Tiffany.Siwon tidak jadi keluar dari mobil.Ia terus mengawasi keduanya dari dalam mobil. Donghae pun mulai mengendarai mobilnya keluar dari kawasan perumahan Tiffany.Siwon membuntuti di belakang.Sampai akhirnya mobil Donghae masuk ke area parkir rumah sakit Seoul.Siwon menghentikan mobilnya.

“Rumah sakit?Apa yang mereka lakukan di sini?”

 

“Hari itu dia mengajakku ke apartemennya.Dia menunjukkan barang- barang kenangan kami waktu kami masih bersama dulu.Kami bernostalgia mengingat kejadian- kejadian menarik yang pernah kami alami dulu, mengobrol sambil minum sampai mabuk. Lalu—“

“A—ku  dan di—a, ka—mi sudah—“

Kata- kata menyakitkan itu kembali terngiang di benaknya.

“Apa mungkin Tiffany sedang—hamil?“

Wajah Siwon memanas.Rasa sesak memenuhi rongga dadanya.Seperti tak ada oksigen di sekitarnya, Siwon merasa sulit bernafas.

“Siwon-sshi?”

Siwon berbalik saat seseorang memanggil namanya.

“Kau Choi Siwon kan?”

“Dara?Sandara Park?”

“Aish, aku tidak menyangka akan bertemu kau di sini.Apa kau sedang sakit? Kelihatannya kau tidak baik.”

“Ani.Aku baik- baik saja.”

“Lalu sedang apa kau di sini?”

“Aku—“Siwon bingung harus menjawab apa. Ia tidak mungkin bilang pada Dara kalau ia sedang membuntuti mantan tunangannya ke rumah sakit itu.

“Honey, kau sudah datang?”

Beruntunglah teriakan seseorang membuat Dara berbalik menghadap orang itu.

“Oppa!”

Siwon ikut melihat ke arah orang itu. Dan betapa kagetnya ia mendapati Donghae berjalan mendekat ke tempatmereka.

“Kenalkan, ini Donghae namjahinguku.Oppa, ini Siwon teman kuliahku dulu.”

Siwon menatap Donghae yang mengulurkan tangan dan tersenyum padanya.Tatapan Siwon sangat dingin dan penuh kebencian.

“Dasar bajingan.”Secara tiba- tiba Siwon memukul Donghae sampai namja itu tersungkur ke belakang.

“Ya!Kenapa kau memukul Donghae oppa?”Tanya Dara marah kepada Siwon. Ia membantu Donghae berdiri.

“Kau bisa tanyakan padanya apa yang dia lakukan di belakangmu.”

“Mwo?Aku tidak mengerti maksudmu Siwon?”

“Dia sudah merebut tunanganku dan menghamilinya.”

Donghae dan Dara membulatkan mata lebar- lebar.

“Tunggu, apa kau Choi Siwon tunangan Tiffany?” Tanya Donghae kemudian setelah ia mengerti arah pembicaraan Siwon.

“Benar.Aku memang tunangannya, sebelum kau datang dan mengambilnya dariku.”

“Arra, aku mengerti kau sudah salah paham padaku.”

“Salah paham?Apa maksudmu?”

“Akan kuberitahu yang sebenarnya.”

***

 

Tiffany masih berada di ruangan Dr. Kim untuk melakukan pemeriksaan terakhir dan mengurus surat pengantar yang akan dibawanya ke Callifornia.

“Terima kasih atas bantuannya, Dokter.”

“Ne. Aku ikut berdoa agar operasinya nanti berjalan lancar.Kau harus kuat Tiffany.”

“Nde.Aku mengerti.Kalau begitu aku permisi dulu Dokter, Geurom.”

Setelah pamit, Tiffany keluar dari ruangan Dr. Kim.

“Oppa?”Ia kaget mendapati Siwon sedang berdiri di depan pintu.

“Kau kaget melihatku?”

“A—apa yang se—dang Oppa lakukan di sini?”

“Seharusnya aku yang bertanya padamu.Apa yang kau lakukan di dalam sana?”

“A—aku,,,”

“Masih mau berbohong lagi?”Tiffany tersentak dengan sindiran Siwon.

“Cerita apa lagi yang akan kau karang untuk menutupi keadaanmu?Kau sudah berhasil menjadikan aku orang paling bodoh sedunia yang membenci tunangannya yang sedang berjuang melawan sakitnya.Kau harusnya menjadi penulis cerita bukan wedding organizer.”Siwon tersenyum getir.Tiffany hanya bisa diam menundukkan kepalanya.

“Aku bertemu Donghae di parkiran dan memukulnya di depan kekasihnya karena aku berpikir dia adalah bajingan yang mengencani temanku  sekaligus merebut tunanganku. Tapi untungnya karena hal itu aku bisa tahu semuanya.”

Tiffany menahan nafasnya.Menahan bulir air mata yang hampir jatuh dari pelupuknya.

“Kau pikir aku adalah orang picik yang akan membuangmu setelah kau kehilangan satu kaki?”

“Ani. Justru aku takut kalau oppa akan mempertahankanku. Makanya aku berbohong.Agar oppa membenciku.Agar oppa melupakanku.Aku tidak ingin menjadi bebanmu.Seorang wanita yang akan cacat seperti aku tidak pantas mendampingi seorang Choi Siwon yang sempurna.”

“Bagaimana kalau yang terjadi adalah sebaliknya?Seandainya aku mengalami kecelakaan dan satu kakiku harus diamputasi dan aku memintamu untuk meninggalkanku.Apa kau akan pergi?Apa kau akan meninggalkanku?”

Tiffany tidak menjawab.

“Aku mencintaimu bukan karena kesempurnaanmu.Aku mencintaimu karena kaulah yang membuat hidupku sempurna.Kumohon, biarkan aku tetap mencintaimu seperti itu.Mencintaimu dengan sempurna.Jangankan hanya satu kaki, jika keduanya tak ada pun, aku tidak peduli.Bagiku kau adalah gadis paling sempurna yang pantas menerima cintaku.”

“Tapi, Oppa—“

“Sst,,,Jangan membantah lagi. Aku tidak akan membatalkan pertunangan kita. Aku akan menemanimu ke California untuk operasi. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian. Dan setelah semuanya selesai, kita akan menikah di sana. Kau mau kan?”

“Hmm.”Akhirnya Tiffany mengangguk.

“Itu baru Baby-ku.”Siwon tersenyum senang.Lalu menarik Tiffany dalam pelukannya.

“Nan Jeongmal bogoshippoyo, Baby.”

“Nado.”

***

 

Dua bulan kemudian,,,

Sebuah pesta pernikahan sederhana di gelar di halaman rumah Tiffany. Siwon sudah menunggu di depan altar didampingi Donghae. Sedangkan di kamarnya, Tiffany sedang bersiap- siap dibantu Krystal.

“Unnie adalah pengantin tercantik di dunia.” Puji Krystal.

“Gumawo.Biasanya aku yang mengucapkan itu pada klienku.Akhirnya aku berada di posisi ini sekarang.Aku benar- benar gugup.”

“Aku tahu.Itu wajar Unnie. Tapi kau bahagia kan?”

“Ne. Tapi—“ Tiffany menunduk melihat ke arah kakinya.

“Bagaimana aku bisa berjalan berdampingan dengan Daddy ke altar nanti?Aku tidak mungkin menggunakan tongkat atau kursi roda dengan memakai gaun seperti ini.”

Krystal membulatkan matanya.

“Omo, Ottokhae?”

Ia lupa memperhitungkan hal itu. Gaun yang dipakai Tiffany sangat lebar dan memiliki ekor yang panjang.Akan sulit jik harus menggunakan tongkat atau kursi roda.

“Tiffany, sudah saatnya keluar.”Dara muncul untuk memanggilnya.Krystal memberitahukan pada Dara masalah yang terjadi.Dara pun mengerti.Ia langsung keluar dan memberitahukannya pada ayah Tiffany, Donghae dan Siwon.

“Sebaiknya pemberkatan dilakukan tanpa Tiffany saja.” usul Donghae.Ayah Tiffany menyetujuinya.

“Aku tidak setuju.Pemberkatan akan tetap dilangsungkan dengan Tiffany.”jawab Siwon.

“Tapi bagaimana caranya?”

“Serahkan padaku.”

 

Di kamarnya, Tiffany dan Krystal masih panik menunggu keputusan dari luar.

“Unnie-ya, mianhae.Seharusnya aku lebih teliti.”

“Gwaenchana, Krys. Aku juga lupa memperhitungkannya karena semuanya diadakan secara mendadak.”

“Apa sebaiknya kita mengganti gaunnya saja? Tidak apa- apa kan kalau mereka menunggu sedikit lama?”

“Tidak perlu.”Siwon tiba- tiba datang.

“Oppa?Kenapa oppa di sini?”

“Kalau kau tidak bisa datang sendiri ke altar, tentu saja aku harus menjemputmu.”

“Maksudnya?”

Siwon tidak menjawab.Ia mendekati Tiffany lalu membungkuk dan membopongnya.

“Oppa akan menggendongku sampai altar?”

“Mau bagaimana lagi? Aku tidak ingin mengucap janji pernikahan sendirian.”

“Siwon oppa benar, Unnie.”

“Baiklah.Kajja.”

Siwon membawa Tiffany keluar diikuti Krystal dan para pengiring pengantin.Semuanya kaget dengan aksi Siwon yang menggendong Tiffany sampai ke altar.Namun kemudian mereka bertepuk tangan atas tindakan romantis yang ditunjukkan Siwon.

“Gumawo, oppa.” bisik Tiffany saat mereka sudah di depan altar.

“Ne. Dan ini tidak gratis.Kau harus membayarnya nanti malam.”Balas Siwon.

“Arrasseo.”

 

 

The End

 

 

95 thoughts on “(AR) PERFECT LOVE Part 2 (Sequel Loving U)

  1. annyeong youngwonnie-ssi, ahirnya….aa…. ini perfect…. bner2 sempurna, alurnya rapih, ide critanya bagus, cast nya aku suka semua, sayangnya uri baby jung, blm punya pasangan sendiri ya, btw banyak yg minta encore (sequel) ga ya? penasaran bgt crita after married nya gmna? yah )oneshoot aja deh ga papa, keep writing sifany’s ff ya, dnanti karya slnjutnya, terutma seq nya…gomawo

  2. Cinta sejati!
    Cie ileh siwon oppa romantis sekali,
    Terharu deh bacanya,
    Gak melihat dri fisik,
    Ff nya deabak thor,
    Di tunggu ff ² selanjutnya
    Fighting (ง˘▽˘)ง

  3. aigo…aigo…so sweet banget thor…akhirnya happy ending juga….benar siwon oppa meskipun fany eonni tak sempurna tapi sebagai kekasihnya ia harus tetap mencintai fany eonni apa adanya…daebak thor….lanjut terus thor…keep writing

  4. Rame rame banget … Tapi thor kayanya mending kaki tiffany itu bisa di obati dengan cara laen , sooalnya ga bisa bayangin tiffany ga ada satu kaki😦

  5. Kasian tiff tetep ngejalanin operasinya:” untung siwon nerima tiff. Happy ending juga akhirnya lega juga. Kasian hae udah dipukul:D. Ditunggu karya lainnya ya thor! Keep writing!

  6. Wahh!!! Ceritanya daebakk thor🙂
    Siwon oppa sweet banget^^
    Yeay! Happy ending

    Siwon oppa cinta banget sama fany unnie dan menerima segala kekurangannya. Fany unnie beruntung banget dapetin siwon oppa ;;)
    Endingnya keren banget thor, mengharukan :’)

    Keep writing yah thor🙂 and hwaiting^^!!!!

  7. awalnya aku kira siwon n tiffany akan pisah tapi syukurlah siwon cepet tahu keadaan tiffany yg sebenarnya sebelum fany ke california….

    huuaa so sweet bgt ceritanya thor sumpah n pesan dari ff nya juga bagus bgt🙂

    keep writing n fighting!!!

  8. Siwonnya so sweet banget🙂 aku suka sama kata2 yang di pakai thor so sweet sampai bikin aku terharu bacanya aku paling suka kata2 “aku mencintaimu bukan karena kesempurnaanmu. Aku mencintaimu karena kaulah yang membuat hidupku sempurna” sumpah thor itu kata2nya keren banget bikin meleleh hehehe😀
    Ditunggu karya selanjutnya thor

  9. Bener kata siwon oppa , cinta tidak menuntut kesempurnaan fisik tapi kita harus menerima kekurangan dari pasangan kita itu baru namanya cinta . Keren ff ini mengandung banyak hal positive aku suka , jjang

  10. Hiks……hiks……hiks……fany divonis kanker tulang dan salah satu kakinya harus diamputasi,kasian fanyanya.siwon tetap akan menikahi fany walaupun kaki fany udah diamputasi.
    Akhirnya siwon dan fany tetap menikah dan hidup bahagia.Amin.
    Sangat sangat puas sekali part end ya thor.
    Ya setidaknya fany tidak meninggal,hehehe……
    Thanks buat author dan ffnya.author jjang.
    Sifany 4ever.♡♡♡♡♡

  11. Terharu bcny, siwon mw n akn trm fany ap adny tsk perduli bgmn fisikny. krn cinta sejati n tulus adk yg sempurna slm org yg kita cintai ad dlm hati kita n sempurnakn kita.

  12. Ahhhh…sweett..sweettt….
    Iti baru nmnya cinta dg kesempurnaan..nerima apa adanya…
    Bukn karena kekyrangan n kelabihan yg di miliki salah satu mempelai…tp kerana cinta itu suci jd hrus dijaga dg baik dan selamanya….
    Chukae youngwonie…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s