(AR) PERFECT LOVE Part 1 (Sequel Loving U)

Title: PERFECT LOVE Part 1 (Sequel Loving U)

PERFECT LOVE POSTER

Author : Youngwonie

Cast: Siwon &Tiffany

Support Cast:  Krystal Jung, Lee Donghae

Genre : Romance, Sad

Rating : PG 17

Length : Two Shoot

Disclaimer: Ini ff asli hasil pemikiran author. Don’t bashing and plagiat.

Warning: Typo!

                                                                Summary:

“Aku mencintaimu karena kaulah yang membuat hidupku sempurna.Kumohon, biarkan aku tetap mencintaimu seperti itu. Mencintaimu dengan sempurna,,,”

 

Krystal terlihat sibuk mengatur segalanya.Ia ingin pesta malam ini berjalan sempurna. Bagaimana tidak, Krystal sudah diberi kepercayaan oleh Tiffany untuk menangani pesta pertunangannya dengan Siwon.bagaimanapun Krystal tidak mau mengecewakan atasan sekaligus sahabatnya itu.

“Jungwon-sshi, apa semua OK?”Tanya Krystal pada salah satu kru pesta yang bertugas malam itu.

“Sempurna, tinggal menyuruh Tiffany untuk turun.”

“Kalau begitu aku akan menjemputnya.”

Krystal segera menghampiri Tiffany di kamarnya.Pestanya memang di adakan di rumah Tiffany.Awalnya Siwon ingin mengadakannya di Queen’s Hotel dan merayakannya dengan meriah karena Siwon ingin mengundang semua relasi bisnisnya termasuk para investor dan costumer-nya, tapi Tiffany menolak.Ia pikir pestanya lebih baik diadakan secara sederhana dengan mengundang beberapa kerabat dan teman dekat saja. Setelah perdebatan antara keduanya, akhirnya pesta dilangsungkan di rumah Tiffany tapi tetap dengan suasana meriah sesuai keinginan Siwon.

“Unnie, kau sudah siap?” Tanya Krystal setelah ia memasuki kamar Tiffany.

“Aku sangat gugup, Krys.”Tiffany meraih kedua tangan Krystal dan menggenggamnya.

“Aku tidak pernah lihat Unnie senervous ini. Just relax, ini kan baru pesta pertunangan.”

“Kau benar.Apa aku sudah terlihat Ok?”

“Perfect. Unnie sangat cantik.Siwon oppa pasti senang.”

Tiffany manghela nafas, “Aku harap juga begitu.”

“Ppali kajja, semua sudah menunggu di bawah.”

“Ne.”

Tiffany menuju ke ruangan pesta bersama Krystal. Daddy-nya sudah berada di sana bersama Siwon dan orang tuanya.

“Kau sangat cantik, Baby” bisik Siwon saat mereka sudah berdiri berdampingan.Tiffany hanya tersenyum dan menyembunyikan wajahnya yang memerah karena pujian Siwon.Meskipun bukan pertama kalinya Siwon memuji kecantikannya, tetap saja Tiffany merasa malu.

Pertunanganpun dilangsungkan dengan hidmat.Siwon dan Tiffany saling mengaitkan cincin di jari mereka.Semua tamu bertepuk tangan dan orang tua mereka pun terlihat bahagia.Setelah acara inti selesai, pesta dilanjutkan dengan menjamu tamu undangan dan berdansa.Siwon mengajak Tiffany bertemu dan berkenalan dengan rekan- rekan bisnisnya.

“Kalian serasi sekali.Kau beruntung Siwon-sshi, bisa mendapatkan wanita seperti Tiffany.” puji mereka.Siwon hanya bisa berterima kasih atas pujian mereka.Dia memang merasa beruntung bisa mendapatkan Tiffany.Dia pun tak henti- hentinya menatap yeoja di sampingnya yang kini sudah resmi menjadi tunangannya itu.

“Oppa, jangan melihatku seperti itu terus. Aku malu.” Ucap Tiffany saat mereka berdua sudah berada di lantai dansa.

“Wae?Apa aku tidak boleh melihat keindahan ciptaan Tuhan yang sekarang ada di hadapanku?”

“Ani.Aku ha-”ucapan Tiffany terhenti karena Siwon menempelkan jari telunjuknya di bibir Tiffany.

“Ssst, jangan membantah lagi.Kalau tidak, aku akan menciummu saat ini juga.”Tiffany terdiam mendengar ancaman Siwon.Ia tidak mau mengambil resiko. Karena jika Siwon sudah bicara seperti itu, pasti dia akan melakukannya walaupun di hadapan banyak orang seperti saat ini. Sifat Siwon yang cenderung pemaksa dan keras kepala memang sudah diketahui Tiffany sejak mereka baru kenal.

***

 

Tiffany sudah mengganti gaun yang dipakainya tadi dengan baju tidur.Yang dipikirannya sekarang adalah istirahat dan memejamkan matanya, setelah melewati tiga jam acara pertunangannya dengan Siwon yang terasa melelahkan.Namun keinginannya sirna saat ponselnya berdering.

Drrrt…drrrt…

My Siwon oppa is calling

‘Siwon oppa?’ Tiffany mengerutkan keningnya saat membaca nama yang tertera di layar ponselnya. Ia pun segera menjawab panggilan itu.

“Ne, oppa.waeyo?”

‘Kau belum tidur kan, Baby?’

“Harusnya sudah, kalau saja oppa tidakmenggangguku.”

‘Mianhae, aku tahu kau lelah.Tapi bisakah kau turun? Aku ada di depan rumahmu sekarang.’

“What?” Tiffany melihat ke arah jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 11 malam,” Apa yang oppa lakukan malam- malam begini?”

‘Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.Palli, waktu kita tidak banyak.’

“Aku tidak mengerti maksud oppa.”

‘Tidak ada waktu untuk menjelaskannya.Cepat turun, dan jangan lupa memakai baju hangat.’

“Baiklah.Chakkaman.”

Akhirnya Tiffany menuruti kemauan tunangannya itu.Ia segera memakai baju hangat lengkap dengan mantel, syal dan topi. Setelah siap, ia kemudian turun dari kamarnya dan menemui Siwon yang sudah menunggu di depan rumahnya.

“Kita mau kemana?” Tanya Tiffany setelah berada di depan Siwon dan mobilnya.

“Naiklah, nanti kau akan tahu.” lagi- lagi Tiffany hanya bisa menuruti perintah Siwon.

Siwon mengendarai mobilnya menuju daerah perbukitan di pinggiran kota Seoul. Tiffany masih tidak mengerti maksud Siwon mengajaknya ke tempat itu. Kini mereka sudah berdiri di atas bukit dengan hamparan langit musim gugur tersaji di hadapan mereka dan pemandangan malam kota Seoul yang terlihat indah dari tempat itu.

“Oppa, it’s beautiful.” Tiffany takjub dengan pemandangan di hadapannya.

“Ini belum selesai, sebentar lagi semuanya akan jadi sempurna.”

“Apa lagi?”

Siwon melirik arlojinya,”Kau akan melihatnya sebentar lagi. Sekarang tutup matamu.”

Tiffany memejamkan matanya, ia merasakan tubuh Siwon yang kini sudah berdiri di belakangnya dan telapak tangan Siwon berada di depan kelopak matanya yang tertutup.

“Hana, dul, set…”Siwon menghitung, lalu perlahan membuka tangannya dari mata Tiffany.Tiffany pun mulai membuka matanya.

“Wow…”Tiffany membuka matanya lebar- lebar saat melihat fenomena yang ada di hadapannya.

“Kau suka?”bisik Siwon.

“Aku pernah melihat bintang jatuh, tapi tidak sebanyak ini,,,” ucap Tiffany kagum.

Siwon melingkarkan tangannya di pinggang Tiffany dan menyandarkan dagunya di bahu tunangannya itu.

“Ini yang namanya hujan meteor.Aku sengaja mengajakmu kesini untuk melihatnya. Hujan meteor di langit malam Seoul ini sangat sempurna kan?”

Tiffany mengangguk,”Hmm. Thanks, oppa…”

“For?”

“The perfect night, perfect love and perfect life who you give for me.”

Siwon membalik tubuh Tiffany menghadapnya.Ia menggeleng pelan.

“Not me,it’s because of  you my perfect girl.  Who make me, my love and my life be perfect.”

Chuuu!!!

***

 

Hari berikutnya berjalan seperti biasa, Tiffany sibuk menangani beberapa pesta pernikahan yang dipercayakan padanya dan Siwon sibuk dengan hotelnya yang sekarang sedang merintis cabang baru di Tokyo, Jepang.Mereka jarang sekali punya waktu luang untuk bersama.

“Ok, aku mengerti. Nanti kuhubungi lagi. Ne, anneyong…” Tiffany menutup sambungan teleponnya dan melihat ke arah Siwon yang dari tadi memperhatikannya dengan tatapan kesal.Tiffany jadi merasa bersalah.

“Mianhae,,,”hanya itu yang bisa diucapkannya pada Siwon.

“Sepertinya kau lebih sibuk dari seorang Presdir hotel terbesar di Seoul.”Siwon mencibir.

“Ayolah Oppa, jangan mulai lagi.”

“Bukan aku, tapi kau.Bisakah kau mematikan ponselmu saat kita sedang makan siang?”

“Baiklah.”Tiffany melepas bateray smartphone-nya dan meletakkannya di meja.

“Ottokhae?”

Siwon tersenyum puas.Dia hanya tidak mau waktu mereka yang terbatas itu diganggu lagi dengan suara ponsel Tiffany yang berbunyi hampir setiap menit.

“Seharusnya kau lakukan sejak tadi, baby. Makanlah, makanannya  sudah hampir dingin.” Tiffany pun mulai melahap makanannya.

Drrrt…drrrt…drrrt…

Kali ini ponsel Siwon yang berdering.Tiffany menatap evil pada Siwon.Siwon mengambil ponselnya dari saku celananya.

“Just one minute, ok.”pinta Siwon pada Tiffany sambil mengacungkan jari telunjuknya. Lalu ia mengangkat telponnya.

“Hallo, ya Sunny-sshi. Apa? Rapatnya dipercepat?”Siwon melirik arlojinya,”baiklah aku segera kembali ke hotel.”ucapnya sebelum memutus sambungan telpon dengan sekretarisnya.

Sekarang posisinya terbalik.Tiffany mendengus dan menatap kesal pada Siwon.

“Mianhae, Baby. Aku harus kembali ke hotel.”Siwon menatapnya penuh penyesalan.

“Arasseo. Pergilah.” Ucap Tiffany pasrah.

“Aku akan menelpon setelah rapatnya selesai.”Tiffany mengangguk.Lalu Siwon mengecup pipinya sebelum keluar dari restoran.”See U”

Setelah menghabiskan makanannya, Tiffany merapikan barang- barangnya sebelum meninggalkan restoran. Termasuk handphonenya yang masih tergeletak di atas meja. Ia kembali memasang batteray dan menyalakan kembali ponsel pintarnya. Benar saja sudah banyak pesan masuk di inbox-nya.Tapi ada satu pesan yang menarik perhatiannya.Sebuah nomor yang tak dikenal.

 

How’re U mushroom?

Selamat atas pertunanganmu.Aku ada di Seoul sekarang.Apa kau punya waktu?

I really miss U.

 

Lee Donghae

 

Senyum Tiffany mengembang setelah membaca pesan itu.Ia segera mengetik pesan balasan.

***

 

Tiffany berjalan menyusuri koridor Seoul Nation Hospital.Ia mencari teman kecilnya yang mengajaknya bertemu di tempat ini.

‘Kenapa harus di rumah sakit?Apa dia di rawat di sini?’ Pikir Tiffany.

“Tiffany,,,” seseorang memanggilnya. Tiffany kenal sekali suara itu.Ia pun langsung berbalik dan melihat namja yang sudah 4 tahun tak ditemuinya.

“Donghae-ah…” seru Tiffany.Ia langsung menghambur ke pelukan namja yang sudah menjadi sahabatnya sejak ia kanak- kanak.

“I miss U so much.” Ucap Tiffany dalam pelukan Donghae.

“Me too.Tapi sepertinya kau harus melepaskan pelukanmu karena orang- orang sedang memperhatikan kita.” Tiffany segera sadar kalau ia dan Donghae sekarang berada di tempat umum. Mungkin kalau di Amerika, itu hal yang wajar.Tapi ini di Seoul.Ia pun melepaskan pelukannya.

“Sorry, aku terlalu senang. BTW kenapa kau mengajakku bertemu di sini?”

“Kau tidak lihat?”Donghae melangkah mundur selangkah agar Tiffany bisa melihatnya dengan seragam dokter yang dipakainya.

Tiffany baru menyadarinya dan membulatkan matanya dan menutup mulut dengan telapak tangannya,“Jangan bilang kau…”

“Aku sudah lulus menjadi dokter bedah.” Potong Donghae.

“Really? Wow, aku bangga sekali padamu. Kau bisa lulus secepat itu? Kau memang jenius.”

“Kau baru sadar huh?”Donghae menjitak kepala Tiffany.

“Aww, sakit.Kau sama sekali tidak berubah.”

“Kau juga.”

Mereka tertawa.Setelah berpisah selama 4 tahun, tak merubah persahabatan yang sudah terjalin semenjak mereka kecil.Donghae adalah tetangga Tiffany di California. Karena sama- sama berasal dari Korea, mereka cepat sekali akrab dan berteman. Merekapun bersekolah di sekolah yang sama sampai SMA. Setelah lulus, mereka harus berpisah karena Tiffany harus kuliah di Paris sedangkan Donghae kuliah di NY.Awalnya mereka masih saling berkomunikasi, tapi karena kesibukan masing- masing yang menyebabkan mereka tak saling berhubungan selama 4 tahun ini.

“Jadi kau ditugaskan di sini?”Tanya Tiffany saat mereka sudah berada di cafetaria rumah sakit.

“Lebih tepatnya aku yang memilih ditugaskan di sini.”

“Why?”

“Because of you.”

“Me?”

“Yup.Karena aku ingin selalu dekat denganmu.”Wajah Donghae tiba- tiba serius,”Because— I love you Tiffany.”

“Wait, kau bercanda kan?Itu sangat tidak lucu tahu.”Tiffany tidak percaya.Karena Donghae memang suka bercanda dan mengerjainya.

“Aku serius.Sebenarnya sejak dulu aku menyukaimu.Tapi aku merahasiakannya karena aku ingin terlihat pantas untukmu.Aku ingin mencapai cita- citaku agar kau bangga padaku.” Donghae menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanya, ”Tapi ternyata aku terlambat. Kau sudah bertemu dengan orang lain. Dan memilih untuk hidup bersamanya.”

“Donghae-ah…mianhae.”Tiffany menatap Donghae yang kini menundukkan kepalanya.Ia tidak pernah manyangka kalau sahabatnya itu jatuh cinta padanya.

“Seandainya kau mengatakannya dari dulu, mungkin aku akan senang mendengarnya.Tapi sekarang keadaannya sudah berbeda.Aku sudah bertemu dengan cintaku.Aku benar- benar minta maaf.Aku tak pernah menyadarinya.”

Donghae perlahan mengangkat wajahnya.Ia menatap mata Tiffany yang mulai berkaca- kaca. Seketika Donghae tersenyum dan tertawa.

“Ha,ha,ha…Kau menganggapnya serius?” Tiffany melongo melihat perubahan pada sahabatnya itu.

“Jadi kau…”

“ha,ha,,ha,,,”Donghae masih tertawa. Tiffany mencubit lengannya.

“Aww, sakit, Tiff.”

“Itu pembalasan karena sudah mempermainkanku.”Tiffany memanyunkan bibirnya.

“Sorry, aku hanya ingin melihat ekspresimu. Dan ternyata hasilnya cukup memuaskan.”

“Tidak lucu.”

“Ha,ha, ha. Oh ya aku ingin sekali bertemu dengan tunanganmu. Aku ingin mengenal laki- laki bodoh yang sudah mau menyerahkan dirinya padamu.”

Tiffany mendengus, “Dia sedang bekerja sekarang, kalau ada kesempatan nanti kukenalkan kau padanya.”

“I see. Aku senang sekali kau sudah menemukan pasangan hidupmu.Aku mendengar semuanya dari uncle Hwang.Lain kali kau juga akan kuperkenalkan dengan pacarku.”

“Pacar?Memangnya ada yang mau dengan kutu buku sepertimu?”

“Ya, jangan menghinaku.Kau tidak tahu kalau aku menjadi salah satu idol di kampus?Aku bisa mendapatkan siapapun yang aku mau.”

“Arrra, arra,,, Hanya gadis bodoh yang tidak mau denganmu kan.”

“Dan kau salah satunya.”

“ha, ha, ha….” Mereka tertawa lagi.Begitulah yang terjadi jika mereka sudah bertemu.

***

 

“Aww…”Tiffany duduk di salah satu bangku taman sambil memijit kakinya yang sakit karena tiba- tiba ia keseleo. Padahal ia tidak memakai highheels. Semenjak bersama Siwon, ia dilarang memakai highheels kecuali pada acara- acara resmi. Dan Tiffany menurutinya karena saran Siwon memang benar.Entah kenapa belakangan ini Tiffany memang sering merasakan sakit pada pergelangan kakinya.

“Unnie, waeyo?”Krystal menghampirinya. Tiffany dan Krystal  berada di taman itu untuk menata dekorasi pernikahan klien mereka.

“Gwaenchana, aku hanya keseleo.”

“Apa aku perlu memanggil seseorang untuk membantumu?”

“Tidak perlu.” Jawab Siwon yang tiba- tiba sudah muncul di depan mereka.

“Oppa?”Tanya Tiffany heran melihat kedatangan Siwon.

“Sebaiknya aku menghilang dari tempat ini.Oppa, kuserahkan Unnie padamu.”Krystal segera meninggalkan mereka berdua dan kembali mengerjakan pekerjaannya.

“Aww…Oppa sakit.”Tiffany menjerit saat Siwon berusaha memijit kakinya.

“Sekarang bagaimana?”

“Tidak terasa lagi.”Tiffany memperlihatkan eyesmilenya.Siwon bangun dari posisinya lalu duduk di samping Tiffany.

“Aku jadi ingat saat kita bertemu waktu itu.Aku hampir saja menabrakmu yang waktu itu keseleo saat menyebrang di jalan dekat hotel.”

“Ne, Aku juga ingat.Waktu itu oppa mengejekku karena aku suka memakai highheels dan mengataiku pendek.”

“Tapi aku tetap menolongmu kan? Walaupun di hari sebelumnya kau sudah bertindak kasar padaku.”

“Ha, ha, ha, kalau mengingat cara kita bertemu pertama kali, itu sangat lucu.”Tiffany terkekeh mengingat saat ia pertama kali bertemu Siwon. Mereka sama- sama menjadi peran pengganti pada kencan buta yang diatur untuk Minho dan Krystal.Dan terjadilah sebuah insiden kecil di dalam toko pakaian dalam.

“Benar, aku tidak menyangka kalau akhirnya kita akan bersama.”Siwon menatap Tiffany sejenak,”Dulu hampir saja aku melakukan kesalahan besar.Tapi Tuhan masih sayang padaku dengan menunjukkan kebenaran sebelum semuanya terlambat.”

“Sudahlah oppa.Tidak usah dibahas lagi.Oh, ya kenapa Oppa tiba- tiba datang kemari?”

“Aku akan berangkat ke Jepang nanti sore.”jawab Siwon lemah.

“Kenapa oppa kelihatan sedih?Bukankah hampir setiap minggu oppa juga ke sana?”

“Kali ini aku akan lama.Pasti aku akan sangat merindukanmu, Baby.”

“Benarkah?Berapa lama?”

“Satu bulan.”

“Satu bulan?” pekik Tiffany.

Siwon mengangguk.

“Makanya aku datang kesini sebelum aku pergi.Entah kenapa kali ini aku merasa berat meninggalkanmu.”

“Jangan berpikir macam- macam.Aku yakin semuanya akan baik- baik saja.”Tiffany berkata begitu untuk menenangkan Siwon.Tapi entah kenapa hatinya sendiri juga merasa cemas dengan kepergian Siwon kali ini. Apakah sesuatu akan terjadi?

“Aku harap juga begitu.”Siwon memeluk Tiffany.“Jaga dirimu baik- baik.Jangan terlalu sibuk bekerja dan melupakan kesehatanmu. Kalau ada apa- apa kau harus menghubungiku. Otte?” ucap Siwon.

Tiffany mengangguk dalam pelukannya.

“Aku harus bersiap- siap sekarang.Aku pergi dulu.”Siwon bangkit dari tempat duduknya.Setelah beberapa langkah meninggalkan tempat itu, Tiffany memanggilnya.

“Oppa, tunggu.”Tiffany berlari menghampirinya.Ia berdiri di depan Siwon, melepaskan syal yang dipakainya dan memakaikannya pada Siwon.

“Musim dingin hampir tiba.Di Jepang udaranya pasti lebih dingin.Aku membuat ini sendiri.Lihat, ada bordiran inisial kita.SIFANY.Siwon dan Tiffany.”Ucapnya.

“Gumawo.Syal ini setidaknya bisa mengobati rinduku padamu. ”

Tiffany tersenyum, memang itu yang diharapkannya.

“Emm, oppa tidak melupakan sesuatu?”ucapnya malu- malu.

Siwon mengerutkan keningnya, namun sesaat kemudian ia mengembangkan senyumnya.

“Tentu saja tidak.” Siwon menyeret Tiffany ke belakang pohon yang batangnya cukup besar . Ia menatap manik  mata Tiffany. Membelai rambut Tiffany dengan tangan kirinya.Sedangkan tangan kanannya meraih dagu Tiffany.Menghapus jarak antara bibirnya dan bibir Tiffany.Mengecupnya, lalu melumatnya dengan lembut.Tiffany berjinjit menyeimbangkan tingginya dengan Siwon.Kedua tangannya sudah bergelayut di leher Siwon.Siwon memperat pelukannya pada pinggang Tiffany dengan tangan kanannya.Tangan kirinya memegang tengkuk Tiffany untuk memperdalam ciumannya.

***

 

Tiffany berjalan tertatih menahan nyeri di kakinya.Ia turun dari tangga menuju ruang tamu. Berulang kali bel rumahnya berbunyi menandakan kalau ada tamu yang berkunjung.

“Siapa?”Tiffany mengintip lewat celah pintu.Seseorang membawa sebuah boneka Teddy Bear berwarna pink dan berukuran cukup besar.Ia tidak bisa melihat wajah orang yang membawa boneka itu. Karena penasaran, ia pun membukapintu.

“Tadaaa…”

“Donghae?”

“Kemana saja kau? Susah sekali menghubungimu.” Hardik Donghae setelah Tiffany menyuruhnya masuk.

“Mianhae, belakangan ini banyak klien yang harus ditangani. Apa ini untukku?”

“Bukan.Untuk pacarmu, siapa tahu dia suka Teddy bear berwarna pink.”

“Huh?” Tiffany mengerutkan keningnya.

“Pabo, tentu saja untukmu.”Donghae menjitak kepala Tiffany.Kali ini lebih pelan dari pada saat mereka bertemu di rumah sakit kemarin.Tiffany juga tidak marah karena boneka Teddy bear itu sudah berada dipelukannya.

“He, he, he,,,gumawo.”

“Kau tidak ada kerjaan kan hari ini?bagaimana kalau kita pergi jalan- jalan?”

“Sebenarnya aku ingin sekali pergi denganmu, tapi kakiku sedang sakit.Makanya hari ini aku tidak pergi bekerja.Aku hanya mengontrol pekerjaanku dari rumah.”

“Kenapa dengan kakimu?”

“Aku juga tidak tahu.Belakangan ini aku merasakan nyeri di kaki kananku.”

“Coba kulihat.”

Donghae berjongkok di hadapan Tiffany untuk melihat kondisi kakinya.

“Tidak ada luka luar.”Donghae mengernyitkan dahinya.“Sejak kapan kau merasakannya?”

“Sekitar dua minggu yang lalu.”

Donghae menghela nafasnya,”Sebaiknya kita ke rumah sakit untuk memeriksa kakimu.”

“Apa ada yang salah dengan kakiku?Kenapa kau kelihatan cemas?”

“Aku belum tahu sebelum memeriksanya di lab.Lebih cepat diperiksa itu lebih baik.”

“Baiklah, kalau begitu aku siap- siap dulu.”

***

 

Tiffany menunggu Donghae keluar dari ruangan Dr. Kim.Ia tidak sabar melihat hasil pemeriksaan kakinya. Tadi Tiffany menjalani foto rongten, dan Donghae terlihat tidak senang melihat hasilnya.Lalu Donghae membawa hasil itu kepada Dr. Kim untuk memastikan lebih lanjut mengenai keadaan kaki Tiffany.

Cklek!

Donghae keluar dari ruangan itu dengan wajah lesu.

“Donghae-ah, bagaimana?Apa katanya?”

“Dr. Kim bilang, kau harus menjalani pemeriksaan lagi.”

“Ke-kenapa? Ka-kakiku tidak apa- apa kan?” Tiffany tidak bisa menyembunyikan ketakutannya.

Donghae memegang pundak Tiffany.

“Tiffany, percayalah, semua akan baik- baik saja.Memang ada masalah di kakimu tapi kau tidak usah khawatir.Kau cukup menjalani pemeriksaan selanjutnya untuk memastikan kalau kakimu baik- baik saja.”

Tiffany mengangguk.”Arasseo.”

“Sekarang kuantar kau pulang yah.Besok pagi kau harus kemari lagi menemui Dr. Kim untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Aku akan menemanimu. Kau tidak usah takut.”

***

 

Tiffany baru saja menyelesaikan pekerjaannya membuat konsep pernikahan salah satu kliennya. Tepat jam 10 malam. Ia menutup laptopnya dan sekilas melihat foto pertunangannya dengan Siwon yang terpasang di meja kerjanya. Siwon terlihat tampan di foto itu.Mereka terlihat sangat bahagia.

‘Oppa, sedang apa kau sekarang?Aku sangat merindukanmu.’

Drrrt…drrrt…

Tiba- tiba ponselnya yang tergeletak di meja bergetar.1 pesan masuk.

From: My Siwon Oppa

Hey, Baby.

Bagaimana kabarmu?

Aku sangat kesepian di sini

Kau benar, di sini sangat dingin.

seandainya kau ada bersamaku sekarang.

Love U‘n I miss U

 

Tiffany langsung membalas pesan itu.

To: My Siwon Oppa

Aku baru saja memikirkan oppa

Aku baik- baik saja.

Di sini juga dingin, tapi aku punya seseorang yang menemaniku

Ini dia.

Lalu Tiffany mengirim pesan itu dan foto Teddy Bear pemberian Donghae.Siwon kembali mengirim balasan.

 

From: My Siwon Oppa

Syukurlah J

Setidaknya kau punya teman untuk berbagi  kehangatan

Tidurlah, jangan mengorbankan istirahatmu untuk menuruti permintaan klienmu yang aneh- aneh itu

Good night, nice dream!

 

Tiffany tersenyum, setidaknya Siwon bisa membuatnya bahagia dan lupa tentang masalah kakinya. Entah apa yang akan terjadi besok. Ia merasa takut untuk memikirkannya. Seandainya Siwon ada bersamanya sekarang, mungkin ia tidak akan setakut itu.

***

 

Keesokan harinya Tiffany ditemani Donghae memeriksakan kakinya pada Dr. Kim.Setelah tiba gilirannya, Tiffany masuk besama Donghae.Dr. Kim menyambut mereka dengan ramah dan menyuruh mereka duduk. Setelah mengajukan beberapa  pertanyaan kepada Tiffany seputar keluhan pada kakinya, Dr. Kim menyuruh Tiffany berbaring di atas sebuah tempat tidur yang terhubung dengan alat yang berupa sebuah tabung besar yang sanggup memuat tubuhnya dan tempat tidurnya.

“Kau sudah siap Tiffany-sshi? Tenanglah ini tidak akan sakit.” Ucap Dr. Kim.

Tiffany menggenggam tangan Donghae yang berdiri di sampingnya.Tiffany menatap Donghae dengan tatapan bertanya.Donghae pun menganggukkan kepalanya seolah mengerti tatapan Tiffany.Setelah melepaskan genggamannya dari tangan Donghae, Tiffany malihat ke arah dokter dan menganggukkan kepalanya.Dr. Kim mulai menyalakan alat itu.Tiffany tertarik ke dalam tabung.Selama beberapa menit Tiffany berada dalam tabung itu.

 

Sepulang dari rumah sakit, Donghae mengajak Tiffany ke apartemennya.

“Kau masih menyimpan semuanya dengan baik.”gumam Tiffany saat melihat barang- barang kenangan mereka masih tersimpan rapi di dalam kotak.

“Aku tidak akan membuangnya sampai kapanpun.Kalau aku punya anak nanti, aku bisa menceritakan persahabatan kita pada mereka.”

Tiffany mengambil sebuah foto.Ia tersenyum melihat foto itu. Donghae ikut melihat foto itu.

“Itu adalah foto favoritku.Kau ingat, saat itu kau berulang tahun yang ke 15.”

“Tentu saja, saat itu kau tiba- tiba menciumku di hadapan banyak orang.”Tiffany merengut mengingat kejadian saat foto itu diambil.

“Ha, ha, ha,,,,saat itu ekspresi mu sangat lucu.”

“Boleh aku minta foto ini?” pinta Tiffany.

“Ambillah.Kau bisa tunjukkan itu pada tunanganmu.Mungkin dia akan cemburu dan memutuskanmu.”

“Tidak mungkin.Siwon oppa sangat mencintaiku.Dia tidak akan memutuskanku hanya karena melihat foto ini.”

“Aku percaya.Oh ya kapan dia pulang dari Jepang?”

“Satu minggu lagi.”

“Kau sudah menceritakan soal kakimu padanya?”

Tiffany menggeleng,”Aku tidak mau membuatnya khawatir.Aku akan menceritakannya setelah dia pulang nanti.”

Donghae membelai rambut Tiffany,”Apapun hasilnya nanti, kau harus kuat mushroom. Jangan takut, Kau punya orang- orang yang selalu menyayangimu.”

***

 

Hari ini eomma Siwon mengajak Tiffany ke butik langganannya.Tiffany sangat takjub melihat koleksi pakaian yang ada di butik itu.Wajar saja, butik langganan eomma Siwon merupakan butik ternama di Seoul. Dan harga barang- barang di sana pun cukup menguras rekening.

“Pilihlah yang kau suka Fany-ah.”ucap eomma Siwon saat melihat Tiffany masih diam di tempatnya.

“Jeosohamidha, eommonim.Saat ini aku tidak membutuhkan apapun.”

“Apa aku tidak boleh memberi hadiah kepada putriku?”

“Animidha.Bukan begitu. Aku ha-”

“Kalau begitu kau pilih apa saja yang kau suka, ne. Sementara eomma mencoba baju pesanan eomma di dalam. Hyorin-sshi, kau bisa bantu dia?”

“Tentu saja Ny.Choi. Mari Agasshi.”

Tiffany terpaksa mengikuti salah satu pelayan yang disuruh Ny. Choi untuk menemani Tiffany.Sebenarnya Tiffany tidak enak dengan tawaran eomma Siwon.Ia tidak mau dibelikan apa pun oleh calon mertuanya itu karena ia mampu untuk membelinya sendiri. Tapi Tiffany tidak mau menyinggung perasaannya. Akhirnya ia memilih highheels berwarna merah yang menarik perhatiannya saat ia mengelilingi butik itu.

“Pilihan yang bagus agasshi.Ini merupakan koleksi terbaik kami bulan ini. Dan merupakan limited edition. Cobalah.”

“Ne.”

Tiffany pun mencoba sepatu itu.Ukurannya sangat pas di kakinya.Dan kaki indahnya pun semakin cantik setelah memakainya.

“Aigoo,,,Perfect. Menantu eomma memang sangat pintar memilih.Kau terlihat cantik memakainya.”Tiba- tiba eomma Siwon sudah berada di depannya.”Kenapa tidak memilih gaun yang senada dengan sepatu itu?”

“Gamsamidha eommanim.Ini sudah cukup.Aku punya gaun yang bisa dipasangkan dengan sepatu ini.”

“Jeongmal?Baiklah kalau begitu.Eomma juga sudah selesai.Sebaiknya kita cari restoran dekat sini.Ini sudah waktunya makan siang.”

“Ne.”

Saat menunggu pelayan mengemas barang mereka, Tiffany melihat sebuah gaun pengantin yang dipajang di salah satu sudut butik.Tanpa sadar, kakinya melangkah menghampiri gaun itu.

“Gaun yang sangat indah…”gumam Tiffany.

“Kau suka?”

“Ah, eommanim?” rupanya eomma Siwon mengikutinya.

“Kalau kau suka, kita akan membelinya untuk pernikahanmu dan Siwon nanti.”

“Tidak usah eommanim. Pernikahan kami kan masih lama. Kalau ukuran tubuhku berubah bagaimana?”

“Benar juga. Sebenarnya kapan kalian akan menikah? Eomma sudah tidak sabar menggendong cucu.”

“Mungkin eommanim harus menunggu lebih lama.”

“Jinjja?Kalian benar- benar aneh, sebenarnya apalagi yang kalian tunggu?”

Tiffany hanya tersenyum lalu memeluk eomma Siwon dengan perasaan bahagia. Setidaknya ia bisa mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari calon mertua yang sangat menyayanginya seperti anak sendiri. Ia merasa hidupnya sangat sempurna. Ia punya keluarga dan teman- teman yang menyayangi dan selalu mendukungnya.

‘Ya Tuhan, kumohon jangan ambil semua kebahagiaan ini dariku.’

***

 

Hari yang ditunggu pun tiba.Hasil tes Tiffany sudah keluar.Kali ini Tiffany harus mengambilnya sendiri.Donghae tidak bisa menemaninya karena harus menangani operasi pasien dari IGD.

“Dokter, bagaimana hasilnya?”Tanya Tiffany penasaran.

“Tiffany-sshi.Aku harap kau bisa menerima ini dengan lapang dada.”

“Ma-maksud dokter?”

“Ini hasil tes lab Anda.Silahkan dibaca dulu.”Dr. Kim memberikan sebuah amplop kepada Tiffany.Tiffany menerimanya dengan tangan bergetar.Ia tidak tahu apa yang tertulis dalam amplop itu. Tapi ia yakin kalau hasil tesnya pasti buruk. Melihat wajah Dr. Kim yang tidak bersemangat saat memberikannya.

‘Ya Tuhan, kuatkanlah aku,’

‘Daddy, aku takut,’

‘Oppa, aku ingin kau ada di sini sekarang.’

‘ Donghae-ah, Kenapa kau tidak menemaniku?’

 

To be continued….

 

 

117 thoughts on “(AR) PERFECT LOVE Part 1 (Sequel Loving U)

  1. Wahh,, jeongmal mianhaeyo bru komen pdhal bacanya udh bbrpa hari yg lalu, tpi gra2 quota internet nya hbis jdi blum komen #koqcurhat
    BTW.. Seneng bngt ff yg Loving U ada sequel nya, tpi koq genre nya sad sihh trus fany eonni skit apa? Pnsran bngt..
    Jng sad ending yahh thor jeball,,

  2. Hore…….ketemu lagi sequelnya Loving You.
    Siwon fany chukae atas pertunangan kalian,saya lkut bahagia.hehehe………
    No…….fany sakit apa,ampai harus dicek up dan dengan segala pemeriksaan.mohon jgn sampai fany sakit yg membahayakan dirinya apalagi sampai meninggal,kasian sama siwonnya,please.
    Jadi deg…..degan.
    Penasaran dengan hasil lab fany,saya baca nextnya.
    Thanks buat author dan ffnya.
    Author jjang author hwaiting.keep writing.

  3. Thanks thor udh bwt squelny. q rasa ini pembuktian cinta mrk. ap kuat ato hny cinta. n q rasa ad hal yg sgt mbwt fany terpkl ap ini ad hub dgn skit yg ad dikakiny? smg g parah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s