(AR) Baby And Me Part 6

Baby and Me Part 6

Untitled

Cast            : Choi Siwon

Tiffany Hwang

Other cast  : Leeteuk

Kyuhyun

Yesung

Nickhun

Genre   :  romance,family

Leght : Series

Rating : PG15

 

Tiga hari kemudian, Youngwon sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Tentu hal itu membuat Siwon dan yang lainnya senang, tidak terkecuali Tiffany. Meski sekarang ia hanya bisa melihat Youngwon dari jauh, tapi ia cukup merasa senang asalkan Youngwon baik-baik saja. Kini setiap hari Tiffany hanya melamun, Jessica sebagai sahabat dekatnya tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menghiburnya. Terlebih Donghae. Sebagai tunangannya, ia sudah kehabisan ide untuk membujuknya agar kembali tersenyum seperti dulu lagi.

“ Fany-ah…..”

“……”

“Tiffany!”

“…..”

“ Tiffany hwang!” Panggil Doghae untuk kesekian kalinya.

“ Haa? Ada apa?” Tanya Tiffany kaget. Donghae menghela nafas.

“ Kau melamun lagi? Lihat bahkan makananmu masih utuh. Apa yang kau pikirkan?” Tanya Donghae, dengan nada lembut. Saat ini mereka tengah makan malam berdua di restoran favorit mereka.

“ Aku…. hanya sedang tidak nafsu makan. Maaf aku ingin ke toilet sebentar.” Tiffany berdiri dari duduknya dan melangkah pergi menjauh dari meja makan. Donghae hanya menatap sedih tunangannya itu. Beberapa saat kemudian Tiffany kembali dan duduk di meja makan.

“ Fany-ah…” panggil Donghae sambil meraih tangan Tiffany.

“ Hemm?” Sahut Tifffany tanpa menatap Donghae.

“ Apa kau bahagia bersamaku?” Sontak Tiffany menatap Donghae.

“ Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“ Kau…. terlihat menderita. Apa kau sadar hal itu? Dirimu yang sekarang sama sekali bukan Tiffany hwang yang pernah aku kenal dulu. Kau….. terlihat…. hancur….” Tiffany memalingkan wajahnya.

“ Jika semua ini karena aku katakanlah.”

“ Bukan….”

“ Fany, tatap aku.” Perlahan Tiffany kembali menatap Donghae yang tersenyum miris.

“ Apa kau mencintaiku?”

“ Aku…”

“ Aku tahu. Kau mencintai orang lain…”

“ Mwo?”

“ Aku sudah tahu itu dari dulu. Kau bahkan tidak pernah membiarkan hatimu benar-benar terbuka untukku. Satu kesalahanku, aku memaksakan cintaku padamu. Dan kesalahanku yang lain, aku menyuruhmu menjauhi orang-orang yang kau cintai.”

“ Oppa…. aku…. mianhae.” Tiffany kembali menundukan kepalanya.

“ Aku yang seharusnya minta maaf. Aku yang membuatmu seperti ini.”

“ Bukan… aku akan berubah. Aku…. akan belajar men….mencintaimu… aku…”

“ Tidak perlu.”

“ Haa?”

“ Kau tidak perlu memaksakan hatimu. Akan lebih menyakitkan suatu hari nanti dan kau juga akan tersiksa bila terus bersamaku.”

“ Hajiman….”

“ Kau lebih baik bersamanya.”

“ Itu tidak mungkin.”

“ Kau belum mencobanya. Aku yakin, dia juga men….mencintaimu….”. Tiffany tersenyum getir mengingat bahwa sudah ada orang lain disisi “dia”.

“ Aku rela melepasmu  jika itu bisa membuatmu bahagia. Apapun, demi kebahagiaanmu, aku rela.”

“ Tapi kau akan melukai dirimu sendiri.”

“ Itu jauh lebih baik, daripada melihat orang yang aku cintai terluka karena keegoisanku.”

“ Oppa…….”

“ Pergilah…” Tiffany menggeleng.

“ Jika harus ada yang pergi, itu biar kau. Biarkan aku yang melihatmu pergi meninggalkanku. Orang sebaik dirimu tak pantas dicampakkan.”

“ Tiffany…….”

“ Aku baik-baik saja.”

“ Baiklah. Tapi boleh aku minta satu hal padamu untuk yang terakhir?”

“Apa?”

“ Bolehkah aku menciummu?” Tiffany berpikir sesaat, lalu mengangguk pelan.

Lalu Donghae mengeser duduknya mendekat kearah Tiffany dan mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany. Perlahan ia menarik tengkuk Tiffany dan menempelkan bibirnya tepat di bibir yeoja itu. Donghae mengecup lembut bibir Tiffany. Beberapa saat kemudian, ia melepaskan ciuman perpisahan itu. Donghae tersenyum lalu meraih telapak tangan Tiffany dan mengecup punggung tangannya lembut.

“ I’ll be miss you so, my lady.” Lirih Donghae.

“ Mianhae..”

“ Sudahlah. Ini yang terbaik untuk kita.” Lalu Donghae beranjak dari duduknya.

“ Besok aku akan kembali ke London.”

“ Ehh, mendadak sekali?”

“ Sebenarnya sudah sebulan yang lalu aku merencanakannya. Maaf tidak memberitahumu.”

“ Aku akan mengantarmu ke bandara.”

“ Tidak perlu. Karena jika melihatmu, pasti akan membuatku berat meninggalkanmu.”

“ Maaf….” Tiffany menundukkan kepalanya. Ia benar-benar merasa bersalah pada Donghae. Tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan hangat melingkar di tubuhnya. Sontak tangis Tiffany pecah. Perlahan ia membalas pelukan Donghae dan terisak di dalam pelukan pria itu. Donghae juga tidak sanggup lagi menahan air matanya, ia menghapus air matanya dengan cepat lalu melepaskan pelukan itu.

“ Selamat tinggal. Semoga kau menemukan kebahagianmu.” Kata Donghae.

“ Oppa…” panggil Tiffany. Donghae menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Tiffany.

“ Gomawo.” Donghae tersenyum dan mengangguk kecil.

“ Cheonmaneyo. Saranghae….” Tiffany hanya mengangguk membalas ucapannya.

Donghae kembali tersenyum getir. Bahkan disaat terakhir pun, Tiffany tidak membalas kata cintanya. Lalu ia segera melangkah pergi meninggalkan Tiffany. Sementara Tiffany masih menatap nanar punggung Donghae. Setelah Donghae menghilang dari pandangannya, ia kembali menunduk dan menghela nafas berat. Ia menatap dan memainkan cincin tunangan yang masih melingkar di jari manisnya. Perlahan ia melepaskan cincin itu dan menggenggamnya erat. Di satu sisi ia merasa lega karena terlepas dari pertunangan sepihak yang di atur oleh orang tuanya dan orang tua Donghae. Tapi di satu sisi, ia merasa bersalah karena telah mengecewakan sekaligus orang sebaik Donghae.

****************

A month later……….

Siwon mendengar tangisan Youngwon saat akan membuka pintu rumahnya. Buru-buru ia masuk ke dalam rumahnya, betapa terkejutnya dia saat melihat Yoona sedang memukul Youngwon. Wanita itu tidak menyadari bahwa Siwon sudah berdiri di belakangnya.

“ Dasar anak kecil, kau selalu saja menyusahkanku!” Maki Yoona.

“ Hentikan! Apa yang kau lakukan pada anakku?” Bentak Siwon. Segera ia meraih Youngwon dan membawanya menjauh dari Yoona.

“ O….p..pa a….a…ku….”

Tadi Siwon sedang pergi ke minimarket untuk membeli susu Youngwon. Karena rumah sedang sepi dan kebetulan Yoona sedang main ke situ, jadi Siwon menitipkan Youngwon pada Yoona untuk menjaganya. Tapi saat ia kembali, ia melihat Youngwon sedang disiksa Yoona.

“ Kau…. berani sekali kau menyakiti anakku!”

“ Aku… aku tadi hanya…”

“ Pergi dari sini!”

“ Oppa…” rengek Yoona.

“ Aku tidak akan pernah lagi membiarkanmu menyentuh putraku lagi.”

“ Keundae oppa…. sebentar lagi kan aku akan menjadi istrimu, itu berarti aku akan menjadi ibu Youngwon….”

“ Diam! Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menikahimu! Pergi kau dari kehidupanku, jangan pernah bermimpi untuk menjadi istriku! Pergi!”

“ Tapi…”

“ Aku bilang pergi!”

“ Baik, aku akan pergi. Asal oppa tau, aku memang sangat membenci anak itu. Kau bodoh atau apa, mau saja mengakui anak yang tidak jelas seperti itu. Dia hanya anak haram……”

PLAKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!

Yoona tersungkur di lantai setelah menerima tamparan keras dari Siwon. Amarah jelas terlihat di matanya. Ia benar-benar membenci wanita itu. Ingin rasanya saat itu juga ia membunuhnya, karena mengatakan hal yang buruk tentang putranya. Sudah jelas bahwa Youngwon memang putra kandungnya.

“ Kau… berani sekali kau mengatakan hal itu pada putraku? Sekarang pergi dari rumahku!” Amarah Siwon sudah memuncak. Di seret Yoona keluar dari rumahnya, ia tidak peduli bahwa Yoona adalah seorang wanita.

Siwon seperti tersadar saat mendengar tangisan Youngwon dalam gendongannya. Saat itu juga ia jatuh bersimpuh di lantai di depan pintu. Ia memeluk Youngwon dengan erat dan berkali-kali mengecup kening Youngwon sembari mengucapkan kata maaf.

“ Yongie-ah, mianhae… jeongmal mianhae…. maafkan appa. Appa janji, tidak akan pernah meninggalkanmu lagi…”

****************

“ Fany, kau benar-benar akan kembali ke apartement mu?” Tanya Jessica pada Tifany yang sedang mengemasi barang-barangnya dan memasukannya ke dalam koper.

“ Ne, aku sudah terlalu banyak merepotkanmu.”

“ Tapi… apa benar, kau akan baik-baik saja?” Jessica sangat menghawatirkan sahabatnya itu. Tiffany tesenyum kecil.

“ Sica, aku ini bukan anak kecil lagi. Kau jangan terlalu menghawatirkanku sepert itu. Kau tau, lama-lama kau seperti…. eomma ku…” mendadak Tiffany menjadi murung. Ia teringat ibunya yang telah meninggal saat ia berusia 5 tahun. Sejak saat itu ia hanya tinggal bersama ayah dan seorang kakak laki-lakinya saja.

“ Fany-ah” Jessica langsung memeluk Tiffany dan mengelus-elus rambutnya penuh kasih.

“ Maaf, aku malah menangis lagi.” Tiffany mencoba tersenyum. ia mengusap air matanya sekilas lalu melepaskan pelukan Jessica.

“ Kau tau kan, kapanpun kau butuh bantuan, aku akan siap membantumu. Bahkan tanpa kau minta pun, aku akan tetap membantumu.”

“ Gomawo” Jessica mengangguk dan tersenyum tulus.

“ Kau sudah selesai?”

“ Sudah”

“ Ayo, aku dan Suho akan mengantarkamu pulang”

“ Ahh, tidak perlu. Aku bisa pulang naik taksi. Aku sudah banyak merepotkan kalian”

“ Kau ini…. memangnya kau menganggap kami orang lain? Sudah kajja! Suho sudah menunggu kita di depan”

“ Jessica….”

Jessica mengapit lengan Tiffany sembari menyeret koper sahabatnya itu. Sampai di ruang tamu, Suho yang sudah menunggu segera meraih koper itu dari tangan Jessica dan segera melangkah keluar menuju lift.

(————————–)

 

Tiffany’s apartement…….

Tiffany keluar dari lift dan menuju ke apartemet miliknya. Tadi Jessica dan Suho hanya mengantarkannya sampai lobi karena masih ada urusan. Tiffany tiba di depan pintu apartement dan memasukkan beberapa digit angka untuk membuka pintunya. Ia melangkah masuk ke dalam apartement yang sudah sebulan lebih ia tinggalkan. Tiba-tiba ia merasa ada yang aneh dengan apartementnya itu. Bersih, ia juga baru sadar bahwa lampu di apartementnya menyala. Beberapa pikiran negatif pun mulai muncul di pikirannya. Perlahan ia melangkah dengan hati-hati menuju ruang tengah dan……

“ Hwang mi young, kau baru pulang?” Tanya seseorang dari sofa ruang tengah. Nada bicaranya dingin dan tegas. Tiffany terkejut ia seperti mengenali suara itu. Perlahan ia berbalik menghadap orang itu.

“ Da…..Daddy……” panggil Tiffany sedikit bergetar.

Orang itu ternyata Hwang Young ayah Tiffany. Selama dua tahun ini ia pindah dan menetap di Amerika bersama putra sulungnya. Ia sengaja meninggalkan Tiffany sendirian di Korea, karena ia merasa bahwa Tiffany sudah mencoreng nama baik keluarga.

“ Kapan Daddy datang? Dan…. bagaimana Daddy bisa masuk?”

“ Kau lupa, aku yang membeli apartement ini?”

“ Fany, kau baru pulang?” Sapa seseorang lagi. Tiffany berbalik dan mendapati Nickhun kakaknya.

“ Oppa…” Nickhun menghampiri Tiffany dan langsung memeluk adiknya erat. Karena sudah lama tidak bertemu dan memang selama ini mereka dekat.

“ Jeongmal bogoshipo Fany-ah…..”

“ Nado oppa.”

“ Kau tampak kurus. Maafkan oppa karena tidak bisa menjagamu seperti janji oppa pada mendiang  Momy.” Tiffany melepaskan pelukannya dan menatap Nickhun penuh kasih.

“ Kau adalah oppa terbaik yang pernah aku miliki.”

“ Tiffany” Panggil sang ayah masih dengan nada dinginnya. Sontak Tiffany pun menoleh menghadapnya.

“ Duduklah” Tiffany menurut dan langsung duduk di hadapan ayahnya dan diikuti Nickhun.

“ Kemana saja kau selama ini?”

“ Aku…. aku tinggal di rumah Jessica untuk sementara waktu.”

“ Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Donghae?”

“ Aku…. Kami….”

“ Katakan! Mengapa kalian sampai membatalkan pertunangan?” Bentak Hwang Young.

“ Daddy…. Tiffany baru pulang. Sebaiknya biarkan dia istirahat dulu.” Saran Nickhun.

“ Jangan memanjakannya. Tiffany katakan, mengapa Donghae sampai membatalkan pertunangan kalian?”

“…….”

“ Jawab, kenapa kau diam?”

“ Daddy  tenanglah…….” Nickhun berusaha menenangkan ayahnya. Hwang Young menghela nafas sejenak lalu kembali menatap tajam Tiffany yang hanya menunduk di tempatnya.

“ Kau… apa semua ini gara-gara dia? Apa kau masih berhubungan dengannya?”

“….” Tiffany tetap diam.

“ Kau benar-benar anak tidak tau diri. Sudah berapa kali aku katakan untuk tidak berhubungan dengan laki-laki itu!”

“ Daddy! Aku sudah menuruti semua kemauan Daddy. Aku sudah meninggalkannya. Bahkan, aku juga sudah meninggalkan anakku! Apalagi yang Daddy inginkan?” Balas Tiffany. Nada  bicarannya meninggi. Air matanya pun sudah tidak sanggup ia bendung lagi.

“ Kau?” Hwang Young berdiri dari duduknya dan hendak menampar Tiffany.

“ Pukul! Daddy ingin menamparku? Lakukan! Dady memang tidak pernah mau peduli terhadap perasaanku”

“ Kau anak kurang ajar, berani sekali kau membantah perintahku!”

PLAKKKKK!!!!

Tiffany memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan dari ayahnya.

“ Daddy! Dia itu putri Daddy!” Nickhun segera memeluk Tiffany untuk melindungi adiknya itu. Hwang Young kembali menghela nafas.

“ Besok lusa, kau harus ikut kami kembali ke Amerika” Kata Hwang Young tegas. Tiffany langsung menatapnya kaget.

“ Tidak ada alasan lain kau tetap disini. Lusa kau harus ikut kami ke Amerika.” Lanjut Hwang Young bernada final. Lalu ia pergi dari ruangan itu dan menuju kamarnya.

“ Fany…..”

“ Oppa, wae? Kenapa Daddy tidak pernah mau mengerti perasaan ku?”

“ Ssst, tenanglah! Masih ada oppa disini. kau akan baik-baik saja.” Nickhun kembali memeluk Tiffany yang masih terisak di bahunya.

*************

Next Day……

Siwon sedang berbelanja bersama Youngwon di supermarket. Saat sedang asyik memilih bahan makanan, tiba-tiba ada yang menyapanya.

“ Annyeong, Hyung!” Siwon menoleh lalu tersenyum ramah pada orang itu. Ternyata Suho, yang juga sahabat dekat Kyuhyun.

“ Oh kau Suho, ku kira siapa.”

“ Sedang belanja hyung?”

“ Tidak aku sedang tidur.” Sahut Siwon bercanda. Suho pun tertawa mendengarnya.

“ Kau sendirian?” Tanya Siwon.

“ Ani, aku bersama yeojachinguku.”

“ Ohh” Tiba-tiba mata Suho menangkap seorang bayi di trolli Siwon.

“ Eh, ada Youngwon. Aduhh, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Kau masih ingat oppa kan?”

“ Kau mengenalnya?” Tanya Siwon sambil mengerutkan dahinya.

“ Tentu saja hyung, dia kan anak temanku!” Suho langsung menggerutuki dirinya dalam hati karena keceplosan bicara. Kini Siwon menatapnya dengan tatapan penasaran.

“ Apa maksudmu?”

“ Engg…… itu.” Suho menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal berusaha mencari jawaban.

“ Ceritakan semuanya padaku!” Kata Siwon tegas. Suho hanya bisa mengangguk pasrah. Dan segera mengirim SMS kepada Jessica untuk pulang duluan karena ia masih ada urusan, tentu saja bersama Siwon.

TBC~~

Hehehe gmn chapter kali ini readers? Menarik kah ceritanya atau mlh mkin membosankan? Mianhae author bru post sekarang soalnya baru free😀 awalnya author udh gk mau lanjutin FF ini lagi sih karena berita tntng nickhun-tiffany L tapi ngeliat komentar kalian di chapter sebelumnya jdi bkin author semangat lgi buat lanjutin ini FF . thanks bngt yg udh komen trs FF author gaje ini hahaha :p

 

108 thoughts on “(AR) Baby And Me Part 6

  1. Aigoo appa’a fany jahat juga yahh, apa nnty fany bkal ninggalin siwon dan anak’a???
    Gak sabar liat reaksi siwon yg tau klo fany itu eomma’a youngwon..

  2. Aduh duh duh… hal baik dan hal buruk dari Suho oppa
    first, Siwon oppa jadi tahu kalo Fany eonni itu Mommnynya Youngwon
    Second, the bad news akan ada perang saudara sepertinya lebih tepatnya perang antar saudara di keluarga Choi~😀
    Let’s go next part

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s