TROUBLEMAKER 4A

tm3

TROUBLEMAKER 4a

Seoul Hospital Cetral

Cho Kyuhyun berjalan dengan langkah berat, sorot matanya terasa kosong tertuju pada lantai putih rumah sakit itu. Laki-laki itu merasakan kepalanya berdenyut hebat namun tak mampu menghalau atau meredakannya. Tubuhnya terlanjur kaku dan hanya mampu bergerak untuk menjauhi ruangan yang baru di tinggalkannya. Masih jelas di otaknya suara-suara kedua wanita yang sengaja di ikutinya tadi. Sangat jelas. Hingga membuat laki-laki itu kesulitan bernapas.

 

“Eonnie baru saja berkunjung ke rumah kalian. Eonni ingin bicara pada kedua orang tuamu. Tapi katanya, mereka sedang berada di luar negeri. Apa kau tahu di mana keberadaan mereka?”

“Apa yang terjadi? Apa ada sesuatu yang buruk sampai harus bertemu dengan mereka?” Soona terlihat khawatir ketika mendengar ucapan dari Tiffany. Matanya memandang sendu ke arah Dokter cantik itu.

“Nde. Ada yang ingin Eonni bicarakan kepada mereka. Ini sangat penting dan menyangkut kesehatan Eonni-mu.”

“Jinjja? Apa yang terjadi padanya? Tidak bisakah Eonni katakan saja padaku? Aku pasti mengerti. Apa yang harus aku lakukan? Jebal, Eonni. Tolong katakan apa yang terjadi?” airmatanya mulai mengaliri wajah mungilnya, membuat Tiffany mendesah pelan. Wanita itu menatap nanar wajah Soona yang terlihat memucat karena cemas dengan kondisi Yoona.

“Soona, kau tak akan mengerti-”

“Aku pasti mengerti. Katakan saja padaku! Percuma menunggu mereka berdua. Saat ini mereka berada di Macau.”

“Apa mereka akan lama berada disana?”

“Molla.”

Soona terlihat frustasi dan tak berdaya. Jantungnya berdetak begitu cepat, sangat takut mendengar berita buruk mengenai Eonni-nya.

“Soona.” Tiffany memanggil Soona lembut. Membuat gadis itu mengangkat wajahnya untuk menatap Tiffany. Sejujurnya Tiffany ragu menceritakan ini kepada Soona, mengingat wanita di depannya ini terlihat begitu menyedihkan jika itu menyangkut tentang kesehatan Yoona. Tapi Tiffany tidak punya pilihan, karena ini memang sangat penting. Mengingat ia sangat membutuhkan perizinan dari pihak keluarga Yoona.

“Kita harus secepatnya mencari pendonor ginjal untuk Yoona. Kerusakan ginjalnya semakin parah, bahkan ginjal sebelah kirinya sudah mulai tak berfungsi. Ini menyebabkan fungsi ginjal itu melemah dan akan membuat kondisi Yoona semakin buruk.” Ucap Tiffany akhirnya, setelah beberapa saat mempertimbangkan perkataannya tersebut.

“Jinjja?” tanya Soona dengan sorot mata terkejut.

“Kalau begitu ambil saja ginjalku. Gweancahana. Aku masih bisa hidup dengan satu ginjal.” Ucap Soona lagi dengan suara paraunya. Sorot matanya memohon kali ini, berharap Tiffany mengabulkannya.

“Tidak bisa Soona.”

“Wae?” tanya Soona sedikit berteriak di depan Tiffany.

“Kau harus ingat Soona! Yoona bukan hanya butuh satu ginjal. Dia butuh dua ginjal yang dapat berfungsi dengan baik. Dan jangan lupa, transpalasi ginjal yang pernah di jalani sebelumnya tidak berkembang dengan baik. Kita tidak bisa main-main lagi sekarang.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Soona lirih. Soona melupakannya. Lupa bahwa operasi ginjal sebelumnya mengalami kegagalan. Entahlah Soona tak mengerti kenapa harus Eonni-nya menderita seperti serkarang ini.

Wanita itu sangat menyayangi Yoona. Baginya, Yoona adalah sosok yang sangat baik. Satu-satunya tempat untuknya berlindung. Tempatnya mengadu dan berbagi kebahagian dan kesedihannya. Hanya Yoona yang dimilikinya setelah orang tuanya begitu sibuk dengan semua pekerjaan mereka. Dan Soona tidak bisa membayangkan hidup tanpa Yoona disisinya.

Tiffany bangkit dari duduknya. Menghampiri gadis itu, merangkulnya dari samping dan mengelus lembut pundak lemahnya. Tiffany sangat memahami bagaimana perasaan Soona saat ini. Mengetahui orang yang kita sayangi sakit dan tak berdaya, pastinya sangat menyesakan dada. Terlebih orang itu adalah bagian dari keluarga kita. Soona pastinya tak ingin kehilangan sosok Yoona yang selama ini menjaganya sejak kecil. Dan Tiffany tahu bahwa Yoona sangat menyayangi Soona. Mengingat bagaimana Yoona selalu menceritakan adiknya tersebut kepada Tiffany.

“Tenanglah. Kita masih bisa berusaha untuk menyembuhkan Yoona. Kau jangan sedih, nde! Seperti yang Eonni katakan. Kita harus bertemu orang tua kalian. Membicarakan ini dengan serius.” Ucap Tiffany mencoba menguatkan Soona. “Lagipula, kita harus mendapatkan persetujuan dari orang tuamu jika ingin melakukan operasi.”

Soona hanya terdiam. Ia tak tahu harus bicara apa saat ini. Pikirannya kalut, ia begitu takut dengan kondisi Yoona saat ini dan sangat membenci situasi di mana ia harus membicarakan kedua orang tuanya. “Ottokhae? Apa yang harus aku lakukan?” suara Soona bergetar sarat akan kefrustasiannya.

“Kita harus membicarakan ini kepada orang tuamu Soona. Dan segera mendapatkan pendonor itu. Secepatnya!”

“Aku… tidak yakin.”

“Waeyo?”

Soona terpekur di tempatnya, memandang kosong depannya. Hingga detik selanjutnya, bibirnya kembali berucap tanpa minat. Seakan enggan membicarakan kedua orang tuanya.“Eonni tidak tahu mereka. Appa dan Eomma. Tidak akan peduli akan keselamatan Yoona Eonni.”

“Mwo?” Tiffany begitu kaget mendengar ucapan Soona. Gadis itu menatap Tiffany dengan airmata yang sudah mengering. Seakan-akan pembicaraan mengenai kedua orang tuanya adalah hal yang akan membuat seluruh tubuhnya membeku.

“Mereka bahkan tidak tahu apa-apa tentang kondisi Yonna Eonni.”

 

Kyuhyun menatap lurus jalan yang di telusuri mobil sportnya itu. Tangannya menggenggam erat kemudi mobilnya. Terlihat jelas wajahnya yang mengeras dan memerah menahan amarah yang siap meledak saat itu juga.

Saat ini yang di rasakannya adalah kemarahan yang menjalar ke seluruh tububuhnya hingga taka da satu pun tempat yang terlewat. Kyuhyun memukul kemudi mobilnya dengan keras. Ditambah kecepatan mobil yang dikendarainya. Mobilnya begitu gesit menyalip beberapa mobil di depannya. Pikirannya masih melayang pada kejadian beberapa saat yang lalu. Dimana saat itu, Kyuhyun mencoba untuk tetap mengikuti pergerakan Tiffany dan Soona. Hingga sampailah ia di depan ruang pribadinya Tiffany dan menguping pembicaraan kedua gadis cantik itu di dalam ruangan tersebut. Dan yang mengejutkannya adalah semua kenyataan dibalik pembicaraan keduanya.

Kyuhyun tahu, apa yang di dengarnya nanti adalah hal yang berkaitan dengan gadis yang di sukainya. Im Yoona. Tapi ia tak menduga akan begitu terkejut saat mengetahuinya.

Dan di sinilah ia sekarang. Gila hanya karena memikirkan tentang gadis yang baru dikenalnya kurang dari 24 jam. Namun sudah berhasil memporak-porandakan perasaan Kyuhyun.

Yang membuat laki-laki itu geram adalah perilaku kedua orang tua Yoona dan Soona yang baru saja diketahuinya. Dan itu, semakin menguatkan keyakinan Kyuhyun untuk membunuh kedua orang tua gadis itu.

“Aku harus membunuh mereka secepatnya,” guman Kyuhyun lirih.

“Secepatnya! Aku pastikan itu.”

Kedua matanya semakin tajam menatap jalan di depannya. Kyuhyun menahan sesaknya ketika ia kembali teringat tentang seberapa parah penyakit Yoona. Lalu otaknya dipaksa berpikir, bagaimana caranya ia menolong gadis itu. Bagaimana caranya, ia menemukan pendonor ginjal yang tepat untuk Yoona.

 

—troublemaker—

 

Ketiga laki-laki itu berada di dalam mobil sport mereka masing-masing. Menuju tempat yang mereka tuju bersama. Dengan pikiran yang berbeda, ketiganya melajukan mobil mereka dengan kecepatan yang tinggi. Memecah keramaian kota Seoul siang itu. Ketiganya menyalip beberapa mobil yang menghalangi jalan mereka. Tak memperdulikan, teriakan para pengendara lain. Dan juga suara klakson yang memekakan telinga.

Kacamata hitam menutupi masing-masing mata tajam ketiga laki-laki tampan itu. Bluetooth Headseat yang melekat ditelinga mereka tersambung satu sama lain. Namun sudah sejak 10 menit berlalu ketiganya hanya terdiam tanpa memperdulikan line yang masih aktif itu. Setelah sebelumnya mereka melakukan panggilan via telepon dan sepakat bertemu di suatu tempat.

Hingga pada sebuah pertigaan di tempat yang sepi itu. Ketiganya dipertemukan. Mereka sama-sama menghentikan laju mobil mereka. Dengan Mobil yang saling berhadapan dan lampu depan mobil yang menyoroti satu sama lain . Tak ada satupun dari ketiga orang itu yang beranjak dari dalam mobil. Mereka saling menanti satu sama lain. Hingga akhirnya, salah satu dari mereka keluar dari mobil sport-nya yang berwarna silver.

Choi Siwon. Laki-laki tertua diantara mereka keluar di ikuti oleh kedua adiknya. Kyuhyun dan Myungsoo. Ketiganya menyandarkan tubuh mereka pada kap mobil masing-masing. Kacamata mereka pun masih melekat dengan sempurna, melindungi penglihatan mereka terhadap sinar matahari yang begitu menyengat saat ini.

Namun sepertinya ada yang berbeda saat ini. Karena Siwon dan Myungsoo menatap intens pada Kyuhyun di balik kacamata mereka.

“Ya! Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Kyuhyun sambil melepas kacamata hitamnya dengan kesal. Karena merasa terpojok dengan tatapan kedua saudarannya yang tak lepas memandangnya.

“Apa yang kau lakukan di rumah sakit?” tanya Siwon masih dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada dan menyandarkan tubuhnya pada kap mobil.

Kyuhyun mendelik tajam ke arah Myungsoo, yang ditatap hanya menggedikkan bahu acuh.

“Aish, aku hanya iseng datang ke rumah sakit,” jawab Kyuhyun enteng, sambil berjalan ke arah Myungsoo dan terduduk di kap mobil Myungsoo. Tepat disamping sang bungsu.

“Jinjja?” tanya Siwon sangsi.

“Memangnya apa yang Hyeong harapkan, eoh?”

“Yah… siapa tahu-”

“Hyeong barharap aku bertemu dengan Tiffany?”

Siwon membelalakan matanya, menatap kesal ke arah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya mengeluarkan smile smirk-nya.

“Kau sudah bertemu dengannya?”

Kyuhyun mengangguk singkat, lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Myungsoo. “Nde, aku bertemu dengannya. Tapi Hyeong tenang saja. Aku tak melakukan apapun padanya.”

“Apa yang kau katakan? Aku bahkan tak peduli kau mau melakukan apapun pun padanya.”

“Jinjja?” tanya Kyuhyun masih bersandar dibahu Myungsoo, tatapannya menggoda ke arah Siwon yang terdiam.

Myungsoo menghela napas berkali-kali. Ia tak mengerti, sebenarnya apa yang di permasalahkan di sini.

“Diam kau Cho Kyuhyun!”

“Hahaha… kau benar-benar brengsek Choi Siwon.”

“Ya!” Siwon menghampiri Kyuhyun dengan cepat, dan hampir saja menarik kerah laki-laki tersebut. Jika saja Myungsoo tidak menahan pergerakannya.

“Hentikanlah!”

Kyuhyun menjulurkan lidahnya, karena merasa di bela oleh Myungsoo sedangkan Siwon mendelik kesal. Mulutnya bergerak tanpa suara, mengatakan ‘I will kill you!’. Membuat Kyuhyun tertawa ringan dan kembali terduduk tegak.

“Sekarang aku tau alasanmu terdiam malam itu, Hyeong. Hahahaha.” Siwon yang kesal karena terus diledek oleh Kyuhyun akhirnya hanya terduduk pasrah di samping Myungsoo.

“Berhentilah mengejeknya, Hyeong!”

Kyuhyun menoleh ke arah Myungsoo yang terduduk diam sejak tadi. “Wae? Kau mau membela Siwon Hyeong? Kau ini sebenarnya membela siapa?” Siwon memutar bola matanya. Mulai lagi sifat childhish-nya, pikir Siwon.

Myungsoo balik menatap Kyuhyun, ‘Sepertinya dia sedang gila hari ini?’ bisik Myungsoo dalam hati.

“Sudahlah Kyuhyun. Myungsoo itu lebih menyayangiku di bandingkan dirimu. Jelas saja dia membelaku.” Ucap Siwon dengan percaya dirinya.

Kyuhyun mendesah geli. “Hentikan omong kosongmu itu, Hyeong.”

“Apa yang terjadi dengan Im Yoona?” baik Kyuhyun dan Siwon menatap heran ke arah Myungsoo yang tiba-tiba bicara dengan pandangan yang menagarah ke depan.

Siwon dan Kyuhyun saling menatap satu sama lain. Dengan pandangan yang terlihat aneh. “Myungsoo-yah. Kau benar-benar menyeramkan,” ucap Kyuhyun pelan disertai anggukan ringan Siwon.

Myungsoo menatap lelah Kyuhyun, “Cepatlah katakan. Waktu kita tak banyak.”

“Nde, katakanlah!”

Kyuhyuh terlihat menghembuskan napas kasar, pandangannya kosong dengan pikiran yang kembali merenungkan ucapan yang didengarnya dari percakapan antara Tiffany dan Soona.

“Im Seul Ki dan istrinya berada di Macau sekarang.” Siwon terdiam. Sedangkan Myungsoo mengangguk pelan.

Awalnya Siwon dan Myungsoo akan melacak keberadaan Im Seul Ki dan Gyo Yoong Ju. Namun, Kyuhyun segera menghentikan aksi keduanya. Setelah ia memberitahu bahwa laki-laki itu tahu keberadaan kedua orang tersebut.

“Ahh, Hyeong tahu.”

“Mwo?” tanya Kyuhyun dan Myungsoo bersamaan.

Siwon tersenyum singkat melihat kedua adiknya begitu penasaran. “Kalian bodoh? Apalagi yang akan dilakukan dua manusia picik itu di tempat yang terkenal sebagai surganya para penjudi. Kalau bukan untuk berjudi?”

“Kau benar Hyeong. Brengsek mereka,” ucap Kyuhyun kesal. Ia kembali teringat, ucapan Soona. Dan itu membuat Kyuhyun, menggertakan giginya.

“Kau juga brengsek Cho Kyuhyun.”

“Kau juga.” Kyuhyun mendengus sebal, karena Siwon selalu saja mengajaknya berdebat.

“Bukankah mereka punya perusahaan juga disana?” tanya Myungsoo tak memperdulikan perdebatan yang kembali muncul di antara Siwon dan Kyuhyun.

“Nde, dan perusahaan mereka lebih banyak di sana dibandingkan di Korea.” Jawab Kyuhyun.

“Apa kita harus ke sana?” tanya Siwon.

“Untuk apa?”

Siwon bersidekap, “Tentu saja membunuh mereka.” Jawabnya enteng menanggapai pertanyaan Kyuhyun.

“Aku rasa tidak perlu.”

“Wae?”

Myungsoo mendelik tajam ke arah Kyuhyun. Sedangkan laki-laki itu sendiri, menampakkan wajah polosnya yang memang tak mengerti.

“Hyeong. Sebenarnya apa yang terjadi padamu hari ini? Kenapa kau seperti orang bodoh, hah?” Myungsoo terlihat kesal, karena sejak tadi Kyuhyun seperti orang linglung.

“Ya! Sopan sedikit pada Hyeongmu.” Kyuhyun berteriak tak terima karena Myungsoo berkata seperti itu dengan tajam.

“Kau memang bodoh Kyu.”

“Diam kau Choi Siwon!”

“Ya!”

Myungsoo tergeletak di atas kap mobilnya, lelah melihat Siwon dan Kyuhyun yang sering kali bertengkar untuk sesuatu yang tak jelas. Kacamatanya masih berteger menutupi kedua matanya. Sedangkan Siwon dan Kyuhyun saling bertatapan tajam. Lalu menghembuskan napas lelah, keduanya pun mengikuti jejak Myungsoo. Menelentangkan tubuh mereka di samping Myungsoo.

“Mianhae. Hari ini, aku hanya merasa lelah.”

“Nado.” Siwon berucap lirih. Baik Siwon dan Kyuhyun memejamkan matanya, lalu memasangkan kembali kacamata mereka bersamaan.

Myungsoo membiarkan keduanya. Ia tahu, apa yang dirasakan keduanya kini. Sama sepertinya. Myungsoo pun merasakan kelelahan itu. Otaknya lelah memikirkan berbagai macam cara untuk melumpuhkan lawannya. Tubuhnya pun ikut lelah karena setiap harinya harus bergerak menyelesaikan berbagai macam tugas yang diberikan harabeoji. Bukan hanya itu, batinnya ikut merasakan itu. Bahkan mungkin lebih daripada yang dirasakan otak dan tubuhnya. Batinnya begitu tersiksa karena melakukan aksi-aksi kejahatan yang telah di gelutinya sejak 8 tahun terakhir ini.

Dan tanpa di sadari. Ketiga laki-laki itu tertidur di atas kap mobil hitam milik Myungsoo. Membiarkan tubuh mereka tergeletak nyenyak di sana. Tempat itu begitu sepi. Karena hanya tempat ini, yang selalu mereka jadikan tempat untuk ketiganya bertemu selain apartemen mereka. Tempat yang sebenarnya adalah komplek kediaman keluarga Choi. Jadi, ketiganya tak perlu khawatir akan sesuatu.

***

Seol Hospital Central

04.20 P.M

Tiffany baru saja keluar dari ruang operasi setelah beberapa saat yang lalu menangani seorang pasien yang baru saja mengalami kecelakaan. Dan wanita berambut hitam itu berhasil menyelamatkan pria berusia 42 tahun setelah mengalami tabrak lari.

Dokter cantik itu melepas ikatan rambutnya, lalu berjalan dengan santai menuju ruangannya. Namun ketika ia baru saja melewati lorong panjang rumah sakit itu dan akan berbelok memasuki ruangannya. Sebuah suara yang begitu familiar memanggil namanya dengan panggilan yang hanya orang itu saja yang se;a;u memanggilnya seperti itu.

“Tiff!”

Wanita itu menoleh cepat, saat ia merasa sangat tahu siapa orang tersebut. Senyum manisnya timbul dengan cepat ketika dilihatnya laki-laki dihadapannya mengangkat tangannya, dan tersenyum manis kepadanya.

“Oppa?” Tiffany langsung melangkah cepat dan memeluk laki-laki itu, lalu melepasnya ketika laki-laki itu selesai menepuk-nepuk pundaknya pelan.

“Sejak kapan Oppa di Seoul?” tanya Tiffany masih dengan tatapan tak percaya melihat sosok di depannya yang hampir tiga bulan ini tak dilihatnya.

“Wae? Kau tak suka melihat aku di sini?”

Tiffany tertawa ringan dan memandang laki-laki di depannya dengan tatapan nakalnya. “Oppa pasti merindukanku bukan? Sampai-sampai kau jauh-jauh terbang dari Amerika ke Korea hanya untuk melihat wanita cantik ini, aku benar, ‘kan?”

“Hahahaha,” Han Maru hanya bisa tertawa geli melihat tingkah Tiffany yang masih sama seperti yang ia kenal sejak 6 tahun yang lalu. Laki-laki itu mencubit kedua pipi Tiffany dan mendekatkan wajah mereka dan membenturkan kedua kening mereka, membuat Tiffany mengaduh kesakitan. Lalu tertawa setelahnya.

“Boghosippo,” ucap Han Maru setelah laki-laki itu menjauhkan dirinya dari Tiffany. Menatap wanita itu penuh kerinduan dan sayang yang mendalam.

“Nado,” keduanya tersenyum. Dan Tiffany langsung menggenggam tangan Han Maru. Menuntunnya memasuki ruang kerjanya. Tanpa mengetahui ada seseorang yang memperhatikan keduanya sejak tadi. Bahkan laki-laki itu sudah ada sejak Tiffany keluar dari ruang operasi dan mengikutinya secara diam-diam.

***

“Kau sudah mendapatkannya?”

“Ini,” ucap laki-laki itu sambil menyerahkan sebuah map yang di dalamnya terdapat data-data pasien yang di rawat di rumah sakit tersebut.

Cho Kyuhyun langsung merebutnya dan dengan tergesa-gesa membukanya. Matanya bergerak menelusuri tulisan yang ada didalamnya.

Setelah puas membacanya, Cho Kyuhyun langsung menutupnya dan tersenyum puas kepada Myungsoo yang menatap datar ke arahnya. “Gomawo, Myungie~”

“Menyusahkan! Kenapa tidak kau saja yang mengambilnya tadi?” tanya Myungsoo sewot karena terus menjadi tumbal oleh kedua kakak sepupunya itu. Terlebih ketika Kyuhyun memanggilnya dengan panggilan yang menjijikan itu.

Cho Kyuhyun hanya tertawa untuk membalas pertanyaan Myungsoo, lalu di seretnya tubuh Myungsoo dengan melingkarkan tangannya pada leher adiknya itu. Membuat Myungsoo berontak kecil karena tak suka diperlakukan seperti itu. Tapi, sepertinya Kyuhyun tak berniat untuk melepasnya dengan mudah. Untung saja tubuhnya lebih tinggi dari Myungsoo sehingga ia bisa lebih mudah menyeret tubuh Myungsoo yang masih berontak itu.

“Hyeong! Lepaskan.”

“Diamlah… kau ini berisik sekali. Ingat! Ini rumah sakit Kim Myungsoo,” ucap Kyuhyun tenang. Dengan senyum yang masih menghiasi wajah tampannya.

Kyuhyun merasa puas karena Myungsoo berhasil mengambil data milik Yoona sehingga ia tahu tentang riwat kesehatan gadis itu. Ia hanya ingin memastikan dan juga data ini bisa dijadikannya senjata untuk menyerat kedua orang tua Soona. Setelah sebelumnya mereka bertiga mencari ide untuk bisa membawa pulang kedua orang tua Yoona tanpa harus bersusah payah terbang ke Macau, mengingat waktu mereka hanya sebentar untuk membunuh keluarga Im. Dan tentunya Kyuhyun sangat berterima kasih atas ide yang di berikan oleh Myungsoo karena memang dia yang mencetuskan ide tersebut.

“Yak!” Myungsoo masih berusaha melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkari lehernya hingga sebuah suara menginterupsi keduanya.

“Apa yang kalian berdua lakukan?”

Baik Kyuhyun dan Myungsoo sama-sama menoleh dengan posisi yang tak berubah. Melihat Siwon yang menatap keduanya dengan wajah datarnya. Dan keduanya merasakan aura gelap di sekitar Choi Siwon yang siap membunuh siapa saja yang mengusiknya. Mengingat ia masih ingin hidup lebih lama lagi, Cho Kyuhyun langsung melepaskan tangannya dan mendorong tubuh Myungsoo ke samping. Membuat laki-laki yang paling muda di antara ketiganya itu hampir saja terjatuh jika saja ia tidak bisa mengendalikan keseibangan tubuhnya.

“Ayo kita pulang.” Kata Siwon lagi, berjalan melalui keduanya tanpa menoleh sedikit pun. Membuat keduanya saling menatap dengan raut wajah yang heran.

Keduanya tanpa kata hanya bisa mengikuti langkah Siwon yang terasa berat dan lelah. Kyuhyun dan Myungsoo sepertinya tahu apa yang terjadi. Tidak. Lebih tepatnya, tahu apa yang membuat kakak mereka seperti itu. Dan keduanya tak berniat menanyakan lebih lanjut.

Kyuhyun yang biasanya akan mengejek laki-laki itu jika berurusan dengan wanita yang bernama Tiffany Hwang tersebut. Kini ikut memilih diam. Mengingat sekarang ia pun merasakan kebodohan yang sama. Sama-sama terperangkap pada sebuah rasa yang seharusnya mereka jauhi.

Sedangkan Myungsoo hanya meghela napas diam-diam melalui mulutnya. Ia tak tahu. Apa yang kini ada di hati dan pikirannya. Ia… hanya merasa mengerti. Walaupun ia tak memahaminya.

“Hyeong.” Myungsoo ingin sekali membunuh dirinya sendiri ketika dengan beraninya mengeluarkan suaranya dalam keadaan yang tak mengenakan ini.

Siwon berbalik dengan menatap Myungsoo dalam, menuntut apa yang akan di ucapkan Myungsoo selanjutnya. Sedangkan Kyuhyun menggerutu tak jelas dengan wajah yang ingin sekali mencekik leher laki-laki di sampingnya itu.

“Kau melupakan sesuatu?” tanya Myungsoo.

“Mwo?” tanya Siwon sinis.

Myungsoo terlihat berpikir sejenak, dan merasa sangat tolol karena tak tahu apa yang akan di ucapkannya setelah itu.

“Eoh, kalian.” Seru seseorang tak jauh dari ketiganya.

Dan Myungsoo menghela napas lega ketika dilihatnya, tepat di belakang tubuh Siwon berdiri sosok Soona yang terlihat terkejut melihat ketiga laki-laki yang di baru kenalnya pagi tadi ada di tempat yang sama dengannya. Walaupun gadis itu sadar bahwa Kyuhyun sudah mendahului start kedua laki-laki yang lain dengan berkunjungnya laki-laki itu ke rumah sakit ini tanpa ia tahu alasannya.

“Hai Soona,” sapa Kyuhyun dengan senyum lebarnya. Membuat Soona, dan Siwon serta Myungsoo mengernyit heran. Menyadari tatapan ketiganya Kyuhyun berdeham pelan.

‘Aku kan hanya ingin bersikap baik di hadapan adik wanita yang ku cintai.’

            Kyuhyun mengalihkan tatapannya. Dan membuat Siwon tersenyum kecil melihat wajah Kyuhyun yang memerah. Di alihkan tatapannya pada sosok wanita mungil yang kini sudah berdiri di sampinya dan tengah memandang Myungsoo yang juga mengalihkan tatapannya. Tak berani membalas tatapan Soona yang jelas-jelas tertuju padanya.

“Apa yang kalian lakukan di sini?” tanya Soona penasaran.

Sepertinya wanita itu merasa cukup aneh dengan pertemuan-pertemuan di antara mereka. Yang terjadi lebih dari sekali dalam sehari tanpa kebetulan.

“Kami mencarimu,” jawab Siwon.

Soona menatap Siwon dengan mata yang membulat. Membuatnya tapak lucu dan tanpa sadar Siwon mengacak rambut Soona dan membuat gadis itu memberenggut.

“Siwon-ssi, aku tak bercanda.”

“Hey, kenapa kau memanggilku secara formal seperti itu? Seingatku pagi tadi kau masih memanggilku Oppa,” kata Siwon bertanya karena merasa heran Soona yang bersifat formal padanya saat ini.

“Hehehe,” Soona tertawa canggung dengan menggarukkan kepalanya yang tak gatal sama sekali. “Aku hanya merasa tak enak jika memanggil kalian dengan embel-embel Oppa.”

“Wae?” tanya Kyuhyun cepat.

Soona beralih menatap Kyuhyun, “Ani… hanya saja… kita bahkan baru saling mengenal kurang dari 24 jam.”

“Apa itu penting?” tanya Siwon dengan senyum yang masih melekat di wajah.

Soona tertunduk malu, karena Siwon dan Kyuhyun begitu baik dan ramah padanya. Tidak seperti….

Wanita itu melirik diam-diam ke arah Myungsoo yang kebetulan juga tengah melirik ke arahnya. Membuat wanita itu tersenyum dan langsung menghilangkan senyumnya ketika Myungsoo mengalihkan tatapannya.

“Soona.”

“Ye,” jawab Soona cepat ketika Siwon memanggil namanya sejak tadi namun tak digubrisnya, karena sibuk memperhatikan Myungsoo.

“Boleh Oppa bertanya?”

“Mwo?” tanya Soona dengan wajah yang tak mengerti.

“Kakakmu di rawat di rumah sakit ini?”

“Nde.” Jawab Soona menganggukan kepalanya.

“Sejak kapan?”

Soona terdiam sesaat masih memperhatikan raut wajah Siwon yang sepertinya menantikan jawabannya.

“Oppa… suka juga pada Eonni-ku?” tanya Soona polos. Membuat Siwon membelalakan matanya tak percaya. Begitupun dengan Kyuhyun.

“Anio!” teriak Kyuhyun cepat. Membuat Soona berjengit dan langsung menatap Kyuhyun kembali. “Siwon Hyeong tidak menyukai Eonni-mu. Dia memiliki wanitanya sendiri.”

“Yak, Cho Kyuhyun!” teriak Siwon kembali.

“Bisakah kalian tidak berteriak-teriak di area rumah sakit?” ucap seseorang menginterupsi keributan yang terjadi antara Siwon dan Kyuhyun yang hanya di tatap malas oleh Myungsoo dan tak mengerti oleh Soona.

Ke empat orang itu mengalihkan tatapan mereka ke arah Tiffany yang berdiri tak jauh dari mereka bersama seorang laki-laki yang berdiri di sampingnya.

Dan pemandangan itu sukses membuat napas Siwon tercekat dan tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.

“Dokter Hwang.”

Tiffany tersenyum singkat kepada Soona yang menyapanya, lalu mengalihkan tatapannya lagi kepada Siwon dan Kyuhyun yang baru saja berteriak-teriak di dalam rumah sakit. Merasa di perhatikan. Kyuhyun dengan segera menyembunyikan map yang semula dipegangnya di belakang tubuhnya. Sedangkan Siwon membals tatapan Tiffany dengan tajam, membuat wanita itu merasa heran karena merasakan amarah Siwon yang tak dimengertinya.

“Kau datang lagi Kyuhyun-ssi? Sepertinya kau suka sekali ke rumah sakit ini? Apa ada sesuatu yang penting?” tanya Tiffany kepada Kyuhyun yang sudah dua kali dilihatnya berada di rumah sakit tersebut. Kyuhyun menyeringai, membuat Tiffany menahan umpatannya. Entahlah, ia merasa tak pernah dalam kondisi yang baik-baik saja setiap kali berhadapan dengan Cho Kyuhyun sejak ia berpacaran dengan Siwon hingga sekarang mereka tak berhubungan lagi. Mengingat kenyataan itu membuat kepala Tiffany terasa berat dan dadanya sesak.

“Sepertinya kau tertarik sekali padaku Tiffany-ssi,” balas Kyuhyun sengit. Dan itu membuat suasana di sana semakin memanas.

“A-”

“Cho Kyuhyun,” suara dingin itu membuat Kyuhyun menghilangankan seringai tajamnya kepada Tiffany. Kyuhyun memhembuskan napas kesal, ia merasa tak suka melihat pemandangan Tiffany berdiri di samping laki-laki lain mengingat bagaimana menderitanya sang kakak selama ini, walau ia tahu ini tak sepenuhnya salah wanita itu.

“Annyeonghaseyo Noona,” Myungsoo memilih menyapa Tiffany dengan membungkukan tubuhnya. Dan tersenyum singkat. Berniat meredakan perseteruan batin di antara mereka.

Tiffany menoleh kepada Myungsoo dan membalas sapaan Myungsoo dengan membungkuk singkat ke arahnya.

“Dokter mengenal mereka?”

“Dia mantan kekasih Siwon Hyung,” sela Kyuhyun menyela ucapan Tiffany yang akan menjawab pertanya Soona.

“Mwoooo?” Soona dan Maru yang sejak tadi terdiam di samping Tiffany sangat terkejut dengan kenyataan tersebut. Bahkan Maru langsung menoleh meminta penjelasan. Dan sekali lagi, Siwon sangat tidak menyukai pemandangan itu. Ingin sekali tangannya itu mematahkan leher laki-laki yang terlihat lebih muda darinya itu.

“Aku pikir Oppa benar-benar menyukai Eonni-ku.” Ucap Soona tanpa dosa.

Dan kali ini Tiffany yang sepertinya terkejut. Matanya membelalak tak percaya, membuat Siwon salah tingkah karena sepertinya Tiffany merasa terpukul.

“Tadinya aku ingin meres- eeuummpphhh….”

Myungsoo langsung berlari cepat ke arah Soona lalu membekap mulut wanita itu agar tidak lagi mengeluarkan kata-katanya yang mungkin saja akan memperkeruh keadaan yang ada.

“Hehehehe, maaf. Sepertinya aku harus membawa gadis ini pergi… ada sesuatu yang ingin aku katakan padanya. Permisi.” Laki-laki itu menggeret tubuh kaku Soona yang sepertinya membeku karena sentuhan laki-laki itu pada tubuhnya. Dan tak memperdulikan tatapan bingung Tiffany yang bertanya-tanya ada hubungan apa Soona dan Myungsoo.

“Sepertinya kita juga perlu bicara Tiffany-ssi.”

Tiffany kembali memusatkan perhatiannya pada Siwon yang sepertinya tak ingin di bantah. Dan sepertinya Tiffany pun ada yang ingin dibicarakan kepada laki-laki itu. Alih-alih akan mengantar Maru sampai ke tempat parkir untuk kembali ke tempat kerjanya. Tiffany menyetujui ajakan Siwon dengan anggukan, dan mengikuti langkah laki-laki itu.

Setelah kepergian Siwon dan Tiffany, kini hanya tersisa Kyuhyun dan Maru yang masih memperhatikan langkah kepergian Siwon dan Tiffany. Setelah dirasa jaraknya semakin menjauh, Cho Kyuhyun kembali memutar tubuhnya dan menatap laki-laki yang sejak tadi berdiri di samping Tiffany dengan tajam. Merasa diperhatikan, Maru hanya membalas tatapan itu singkat tanpa merasa takut. Dan membungkukan badannya, lalu meninggalkan tempat itu dengan sejuta pertanyaan di kepalanya. Sedangkan Kyuhyun tak berniat sama sekali membalas sikap Maru, dan hanya memperhatikan baik-baik langkah Maru yang berjalan melaluinya. Detik-detik terakhir, Kyuhyun masih bisa melihat sesuatu yang melekat di pakaian Han Maru. Sebuah pin yang entah mengapa terasa familiar di matanya. Dan kedua mata Kyuhyun terbelalak ketika menyadari sesuatu. Sepertinya laki-laki itu mengetahui pin apa yang di gunakan Maru tepat di dada sebelah kirinya.

Dan ketika Kyuhyun baru saja akan melangkah, sebuah suara menghentikan pergerakan tubuhnya. Membuat otaknya membuku dannapasnya berhenti sesaat. Sebuah suuara yang walau hanya sekali didengarnya, tapi mampu di ingatnya seumur hidup. Suara yang mulai saat ini menjadi sumber kekuatannya. Suara yang begitu di rindukannya tanpa sebab.

“Kau… Cho Kyuhyun-ssi?”

[to be continued]

 

 

 

N.A :

Annyeong, kecepatan ya publishnya? Hehehe. Sengaja kok.

Hm. Belum ada adegan perkelahiannya, oke.

Part selanjutnya adalah aksi para TROUBLEMAKER untuk mencuri berlian yang di perintahkan sang Kakek.

Setelah itu baru masuk D1-D7 isi pembunuhan keluarga Im.

Huft! Sepertinya Admin harus menekankan lagi bagi kalian yang masih bertanya tentang Sifany.

Oke, Admin tahu kalian haus akan Sifany moment. Tapi di sini ga bisa seenaknya aja untuk membuat moment Sifany yang masih dalam kondisi Siwon harus menjaga jarak dari Tiffany. Jadi, pleaseee… jangan tanya lagi tentang kenapa Sifany momentnya dikit atau minta banyakin moment sifany.

Akan ada nantinya, itu pasti.

Untuk orang-orang yang mau bunuh kakek mereka bertiga. Maaf sepertinya Admin akan melindungi kakeknya dari kalian, untuk kebutuhan cerita hahaha.

Hm… apalagi ya? Masalah PW? Gak usah di pikirin ya. Itu gampang kok. Kalau kalian menjadi reader yang baik di sini. Pasti dapet PW dari Admin. Admin tau siapa-siapa saja orang yang memang mengikuti TM dari awal. Jadi… jangan musingin itu. Enjoy aja baca TM ini oke.

Untuk Don’t Know How to Love. Masih admin pending. Karena mau selesain TM dulu. Jadi kalian tunggu aja.

Next Part 4b. Akan Admin post secepatnya. Makanya kalian komentar ya. Biar Admin semangat. See you.

Oh ya, #mian balik lagi.

Maaf karena part ini pendek. Sengaja. Karena part selanjutnya fokus di aksi mereka yang pastinya akan ada intrik cinta yang mulai muncul.

 

258 thoughts on “TROUBLEMAKER 4A

  1. author masa comment ku gk masuk sih di part ini? aku kmren uda comment trs email buat minta pw part selanjutnya blm dbls huhuhu, comment lg deh, jd penasaran itu siapanya kyu yaakk bisa knl kyuu, aciiee magnae jatuh cinta ma soona nih ciiieee hahahhaha, minsay bls emailku dong huhuhu 😞😞😞

  2. ffnya bagus author 🙂 jd tegang2 sendiri bacanya. author mau minta pw.nya yg part 4b soalnya aq kepo bgt sm alur ceritanya. Tpi aq mintanya boleh pakek Nomer teleponkan?
    087764195820
    aq tunggu sms dr author

  3. Haduhh, itu si Han Maru siapa? still daebak author, udah dinext kan ya? hehee trouble maker sadis banget hihhh serem, semoga part selanjutnya banyak sf moment,
    okay keep writing author🙂 fighting🙂

  4. wah siwon ngomong apa ya ke Tiffany. jadi penasaran. aku suka bgt sama sifat sona yg suka asal ngomong tapi lugu wkwkwk
    tetap semangat ya thor buat lanjutin cerita nya…..

  5. Daaaaaan.. part 4b nya baru muncul kurang lebih 1 tahun kemudiaaan.. hahahaa, haneul tega niat menggantung rasa penasaran reader.. oke okeee.. uda dpt jalan ceritanya lagi, uda paham lagi, siap lanjut ke part 4b.. minta PW dulu aaaaah..

  6. Part 4a selesai , wow, pasangan sifany sama2 cemburu , haha lucu sih tapi bikin nyesek juga . Aku makin suka sama cerita ini , ceritanya bikin greget , tegang , dll .. Gak bisa komentar apa2 lagi deh , daebak . Jjang

  7. ak suka bgt sma ff ni, mian thor bru bisa komen skarang.. hehe
    syang bgt di part ini moment sifany.nya dkit..
    sifany mau ngomongin tentang apa tuh? hanmaru itu orang suruhan haraboeji kah? aish.. jd pnasarn gmna klanjutan.a..

  8. Aigooo aigooo…. tiffany sama soona mau diapain?? Aaaaahh penasaran euy >< haha soona mah suka nya gitu nuduh orang tbtb suka sama eonni nya waks 😄 terus terus itu si maru siapa? Wahwahwah makin banyak yg harus dibongkar! Dan yg terakhir itu suara Yoona kan? Ewm 😍😍😍

  9. han maru itu siapa sih? pacar, sahabat apa keluarganya tiffany? kok mesra bgt. penasaran sama kelanjutannya, apa yg diomongin myungsoo-soona dan siwon-fany😂 minta pw ya thor hehe😂

  10. Penasaran sama han maru, siwon mau ngomong apa ya ama fany, ga pernah bosen ama nih ff udah berapa kali baca tapi ga bosen bosen penasaran sama kelanjutannya boleh minta pwnya ga thor,tp sayang di sini sifanynya sedikit.

  11. Ga pernah bosen baca nih ff, penasaran ama han maru siwon mau ngomong apa ya sama fany.penasaran ama kelanjutannya thor boleh minta pwnya ga.

  12. Whoaa permasalahannya makin rumit aja nih, berhasil gak ya para TM itu curi berliannya.. ini lagi muncul tokoh baru han maru itu siapa, jgn bikin sifany renggang please😦

  13. Kasian yoona,dengan penyakit yg dideritanya,dan diharuskan 2 ginjal,kalo tidak keadaan yoona akan semakin memburuk.aiggo…..jangan sampai deh yoonanya meninggal,entar kasian banget ama kyuhyunnya.
    Hehehe……siwon dan fany sama2 cemburu.
    Aiyyo….mau diapain tuh soona ama myungsoo?
    Penasaran apa yg mau dibicarakan siwon ke fany
    Ada hubungan apa maru dan fany?
    Aiyoo……makin seru aja nih admin.
    Maaf ya admin,dari part 1,2,3 saya panggil admin author.sekali lagi jeongmal mianhae admin.
    Thanks buat admin dan ffnya.
    Admin jjang admin hwaiting.admin keep writing.
    Admin,saya minta PWnya yg part 4b ya.
    Thanks very much admin.

  14. psti itu yoona yg manggil kyu….aduh itu soona mulutnya g bisa di rem,gmna klo ntar tiffany jd slah paham ma siwon..,untung aja udah diamanin ma myungso…..ada apa ni ma pin yg dipake maru…apa jngan2 maru ntu musuh mreka ya….

  15. Siwonnya cemburu😊😊 kasian yoona, penasaran apa siwonnya bakal sukses nyuri berlian?? Ketara bgt kl sifanynya masih saling cinta. Smg tiffany bs bertahan deh hadapin sifatnya siwon. Admin emg keren bkn ceritanya. Aku boleh minta PW part selanjutnya gk?? Thanks!!!

  16. dilema…dilema…krn mrk hrs dihdpkn situasi sulit. tp yg terpnting bgmn cr mnyelmtkn yoona yg ditelntarkn ortuny. n sisi lain bgmn lps dr hdp yg sprti yg dilkukn siwon n sdrny.
    ditmbh lg ad han maru,kok sprtiny dia polisi yg menyamar y utk tnggp siwon.
    mkin bikin pnasaran. crtny krn alur crt jg bgs..

  17. Ending part ni lucu mrka ma pasangan masing2.
    Apa itu yoona yg mnggil kyuhyun?
    Han maru siapa lagi ini thor?
    Pin? Apa arti pin itu thor?
    Maru org jht kah?
    Habis ni ffx di protect kan pliss bagi pwx ya .
    Gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s