TROUBLEMAKER 3

tm3

Troublemaker Part 3

By Song Haneul

Apartemen’s Siwon

Ruangan itu terlihat gelap dan hening dengan ketiga orang laki-laki tampan didalamnya, tidak ada satupun lampu yang dihidupkan. Satu-satunya penerangan yang ada hanya seberkas cahaya-cahaya kecil yang masuk melalui jendela yang masih tertutup kordeng itu. Mereka membisu dengan masing-masing gaya yang mereka perlihatkan. Siwon yang berdiri tepat didepan jendela apartemennya. Melihat keramaian kota Seoul disiang hari, melalui jendela yang tertutup kain tipis didepannya. Ditempat lain, laki-laki dengan rambut hitam kemerahan yang sengaja dibiarkan berantakan karena entah sudah keberapa kalinya rambut itu diacak-acak pemiliknya sendiri. Terduduk disofa dengan mata yang terpejam, menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. Membiarkan wajahnya menengadah keatas, menatap langit-langit ruang tamu didalam apartemen Siwon. Dan yang terakhir si bungsu, terdiam pula. Kepalanya tertunduk dengan posisi duduk disofa dan sedikit membungkukkan tubuhnya. Memangku kedua siku tangannya, dan membiarkan tangannya menjadi tumpuan kening laki-laki itu.

Siwon kembali menyesap wine ditangannya. Pikirannya bercabang saat ini, bukan hanya karena memikirkan cara mengambil berlian yang dimaksud sang kakek. Namun juga, karena memikirkan betapa frustasinya kedua adiknya saat ini. Ia tahu apa yang membuat keduanya, begitu resah. Bagaimana tidak, mereka harus membunuh seseorang yang baru saja mereka kenal. Terlebih orang itu berhasil menarik perhatian adik-adiknya tersebut. Walau sesungguhnya Siwon tidak tahu bagaimana perasaan Kyuhyun maupun Myungsoo yang sebenarnya. Tapi, entah mengapa Siwon merasa keduanya memiliki rasa kepada kedua gadis yang akan menjadi target mereka selanjutnya.

Siwon berpikir, bagaimana jika ia ada diposisi adiknya. Mungkin jika benar ia ada diposisi itu, Siwon pikir ia akan lebih memilih membunuh dirinya sendiri dibandingkan gadis yang dicintainya. Tapi matipun tak akan melindungi gadis itu. Harabeoji pastinya akan tetap membunuh gadis itu. Siwon merasakan sakit itu lagi, ketika ingatannya kembali pada sosok gadis yang dicintainya. Tangannya terangkat mengelus pelan pelipisnya yang kembali berdenyut.

Sesungguhnya, kondisi tubuh Siwon belum benar-benar baik. Wajahnya masih terlihat begitu pucat dan semakin pucat dengan adanya masalah ini. Bibir merah mudanya memutih dan kering. Tatapan matanya yang sering ia gunakan untuk memikat banyak wanita-wanita itu, terlihat sayu. Siwon begitu merindukan gadisnya, begitu ingin memeluk gadis yang masih ia cintai itu kembali. Dan mengadu, betapa tersiksanya laki-laki itu selama ini.

“Sekarang apa yang harus kita lakukan?”Kyuhyun berucap dengan posisi yang sama. Matanya masih terpejam lelah, tak berniat untuk membukanya.

Siwon menghela napas kasar lalu berjalan menuju sofa kosong dan meletakkan gelas kaca itu diatas meja. Myungsoo mulai mengangkat kepalanya begitu menyadari keberadaan Siwon. Dan memposisikan tubuhnya senyaman mungkin, matanya menatap Kyuhyun yang masih bertahan pada posisinya sekarang. Sudut bibirnya terangkat melihat kekacauan Kyuhyun saat ini.

“Untuk tugas sore ini, kita akan bertemu di café L’aile. Jaraknya sekitar 12 meter dari Museum Nasional Korea. Kita akan bergerak tepat pukul 6, jadi Hyeong harap kalian sudah berada di café itu sebelum jam 6.” Siwon terlihat sibuk dengan tabletnya, yang memperlihatkan denah kawasan tempat mereka beraksi nanti malam.

“Myungsoo, seperti biasa tugasmu adalah memastikan semua jalan yang akan kita lewati terisolasi. Pastikan cctv mati pada waktunya. Keberadaanmu benar-benar penting karena Hyeong tidak ingin kejadian semalam merepotkan kita lagi.” Lanjut Siwon serius.

“Dan juga, jangan lupa untuk mematikan semua aliran listrik dan elektronik. Sadap semua sinyal yang ada disekitar gedung itu. Dan Kyuhyun, bersiagalah disekitar gedung dengan anggotamu. Blokir pergerakan mereka saat Hyeongkeluar dari gedung itu setelah berhasil mengambil berliannya. Waktu kita hanya satu jam untuk menyelesaikannya. Arraseo?”

Kyuhyun mengangguk paham ketika tubuhnya mulai terangkat untuk menegakkan badannya menatap Siwon yang memberikan mereka penjelasan. Sedangkan Myungsoo terdiam seperti berpikir, mempertimbangkan penjelasan Siwon.

Harabeoji bilang penjagaan akan semakin diperketat. Apa aku harus menambah anggota?” tanya Kyuhyun pada Siwon. Yang ditanya terlihat sedang berpikir, menimbang-nimbang pertanyaan Kyuhyun.

“Sepertinya tidak perlu.” Myungsoo memberikan jawabannya walau ia tahu bukan ia yang ditanya.

“Wae?” Siwon dan Kyuhyun bertanya secara bersamaan kepada Myungsoo.

Sebelum menjawab pertanyaan mereka, Myungsoo mengambil tablet yang dipegang Siwon. “Lihatlah!”

Kyuhyun dan Siwon melihat kearah tablet itu. “Museum ini memiliki luas sekitar 137.201 meter persegi, jika benar yang dikatakan harabeoji bahwa penjagaan akan diperketat hingga 10 kali lipat. Bukankah itu jumlah yang fantastis untuk keadaan nanti ditempat seluas itu. Kalau kita menambah pasukan dalam pemblokiran nanti sore, ini akan menjadi kesalahatan fatal mengingat bagaimana gencarnya para polisi mencari kita. Aku sangat yakin, mereka sudah mengetahui gerak-gerik kita. Bukan hanya penjagaan tapi pengawasaan melalui cctv-pun akan diperbanyak dan menjadi lebih ketat dari bayangan kita. Lebih baik kita tidak perlu menambah pasukan, bahkan tidak perlu membawa satupun.”

“Mwo?”

Myungsoo mengangguk, lalu mulai menggerakan tangannya pada touchscreen dilayar tablet itu. “Kalau aku ilustrasikan, disetiap titik ini akan ada sekitar 30 orang yang menjaganya. Karena dalam hari-hari biasa saja butuh sekitar 5-7 orang untuk menjaganya. Tidak bisa dielakkan jika jumlahnya akan memasuki angka 30. Ada 15 titik disekitar perkebunan tanaman hijau ini. Berarti sebanyak 450 orang yang akan berada diluar museum untuk berjaga-jaga. Ada 8 pintu masuk yang akan dijaga oleh pasukan penjaganya, yang aku perkirakan sebanyak 10 orang perpintu. Belum lagi disetiap lantainya, harus kita ingat bahwa museum ini memiliki 6 lantai dengan 187 ruang aula secara keseluruhan. Dan kita hanya tahu bahwa berlian itu ada dilantai 3 tanpa tahu dimana tepatnya ruangan yang akan menyimpan berlian itu. Kita pun harus berjaga-jaga, jika tiba-tiba mereka mengganti posisi berlian tersebut dilantai yang berbeda. Mereka begitu cerdas dalam menuntukan tempat penyimpanan berlian itu, jika ada yang mengambil berlian itu seperti halnya kita, maka kita akan terperangkap pada banyak sisi. Ada 2 lantai dibawah dan tersisa 3 lantai diatas jika kita ingin melarikan diri, mana yang akan kita pilih untuk jalan keluar? Jika kita bersembunyi terlebih dahulu disalah satu ruangan, maka aku yakin akan ada pendeteksi jejak disetiap ruangan yang akan tersambung pada masing-masing gelombang system yang digunakan pimpinan-pimpinan kelompok penjaga itu. Dan untuk mematikan pedeteksi itu tidak cukup waktu 15 menit, ditambah aku harus mematikan cctv dan perangkat monitor lainnya dan juga penerangan yang ada dimuseum itu terlebih dahulu. Jika Hyeong memberi kita waktu satu jam untuk mengambil berlian itu, bukankah itu sama saja seperti kita akan menggali kuburan kita sendiri. Bukankah Harabeoji memberi kita clue. Beliau mengatakan bahwa berlian itu harus ada diatas mejanya sebelum jarum jam menunjuk pada angka 12 nanti malam? Masih ada waktu sekitar 6 jam untuk menyelesaikan tugas kita dan menyerahkan berlian itu.”

Siwon mengamati Myungsoo dengan serius sedangkan Kyuhyun menatap lurus tablet diatas meja itu yang penuh dengan ilustrasi yang dibuat oleh Myungsoo. “Harabeoji tidak ingin kita gegabah dan bertindak semaunya. Ini tidak seperti tugas kita sebelumnya, seperti yang aku bilang tadi. Mereka tahu gerak-gerik kita dan pasti akan memantau kita. Kejadian semalam akan memperburuk keadaan, karena polisi akan lebih waspada. Tujuan mereka adalah menggagalkan rencana kita dan membongkar kedok kita selama ini. Jika kita membawa anak buah kita, tidak menutup kemungkinan anak buah kita akan menjadi umpan mereka untuk mengetahui jejak kita. Setiap masing-masing anak buah kita memiliki sambungan langsung ke kita, jika satu saja tertangkap maka hancurlah kita semua. Saat ini kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri. Dan aku ingin Kyuhyun Hyeong ikut kedalam museum.”

Kyuhyun mengangkat wajahnya menatap Myungsoo begitu mendengarkan permintaan dari adiknya itu. Kyuhyun merasakan kesulitan ditugas ini, ia terbiasa dengan tugasnya yang tinggal memblokir jalan orang-orang yang akan mengejar Siwon ketika kakaknya itu berhasil membunuh atau mengambil barang curiannya. Sedangkan Myungsoo bertugas untuk memanipulasi keadaan, sehingga tidak ada satupun dari orang-orang itu tahu keberadaan mereka. Sampai akhirnya sadar, bahwa sang Troublemaker kembali berulah.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?”

“Kita harus lumpuhkan mereka yang berada diluar ruangan terlebih dahulu, bukan begitu Myungsoo?”

“Nde!” jawab Myungsoo.

Siwon tersenyum puas sedangkan Kyuhyun mengangguk paham. “Berarti kita butuh persedian Boomharvest lebih banyak lagi?” tanya Kyuhyun.

“Tidak juga, kita hanya perlu membawa secukupnya. Seperti biasa.” Kyuhyun mendengus kesal, karena sejak tadi selalu mendapatkan penolakan dari kedua saudaranya itu.

Myungsoo menatap geli wajah Kyuhyun yang cemberut. “Kita bunuh mereka dengan tangan kita sendiri.”

“Bawa senjata kalian masing-masing. Ini akan menjadi pembunuhan terbesar kita.”

“Arraseo!” Kyuhyun dan Myungsoo mengangguk patuh.

“Kyuhyun-ah kau urus orang-orang yang berada dilantai satu dan dua, dan kau Myungsoo-yah kendalikan lantai lima dan enam. Menurut informasi yang ada disini, pusat ruang control ada dilantai lima. Pintu utama ada disebelah utara dan memiliki 4 bilk pintu yang seperti kata Myungsoo akan dijaga masing-masing perpintu 10 orang, 2 pintu diselatan dan 1 pintu disebelah timur dan barat. Jika kita posisikan porosnya dari café L’aile, kita akan dibawa ke pintu timur. Berarti kita bagi menjadi dua bagian. Myungsoo, kau bergerak keselatan bersama Hyeong, karena kau akan menuju lantai 5 dan 6 jadi kita berdua akan menuju lantai 4 bersamaan, disana ada lift yang akan membawamu khusus keruang pusat control dan Hyeong akan memulai aksi dari lantai 4 baru menuju lantai 3. Dan kau Kyuhyun, masuk langsung melalui pintu timur. Ingat kita hanya perlu membunuh mereka, jangan sampai merusak apapun yang ada di Museum. Kalau bisa, kita hanya perlu membunuh penjaga diluar, dan memastikan tidak ada satupun yang sadar.”

Siwon terhenti sejenak, lalu memandang kedua adik sepupunya yang serius mendengar intruksi darinya. “Kalian mengerti?”

“Nde!”

Setelah Siwon memberikan pengarahan, ketiga orang itu kembali terdiam. Hingga akhirnya Siwon kembali berbicara.

“Dan tentang keluarga Im.”

Kyuhyun menoleh sedangkan Myungsoo kembali menyibukkan diri dengan tablet Siwon kembali, seperti merancang sesuatu yang akan ia jadikan senjata cadangan jikalau ada hal-hal buruk yang tak diinginkan nanti.

“Biar aku yang mengurus Im Seul Ki dan istrinya. Dan kalian masing-masing mengurus anak mereka.”

“Hyeong?”

“Yoona aku serahkan ke kau Kyuhyun-ah. Dan Myungsoo yang akan mengurus Soona.” Siwon tak menggubris ucapan Kyuhyun dan melanjutkan ucapannya itu.

“Apa yang Hyeong rencanakan?” tanya Myungsoo.

“Opseo!”

Baik Kyuhyun dan Myungsoo mengernyitkan keningnya tak mengerti. Siwon tak memperdulikan sikap heran kedua adiknya itu. “Kita akan bahas setelah kita berhasil membawa berlian itu kehadapan harabeoji. Baiklah! Hyeong harus pergi kesuatu tempat hari ini, kita akan bertemu kembali di café laile, tepat pukul 6.”

Setelah mengatakan itu Siwon meninggalkan kedua adiknya yang masih menatapnya dengan perasaan tak menentu. Ketika mendengar pintu tertutup, kini giliran Kyuhyun yang mulai beranjak dari tempatnya.

“Eoddi?”

“Molla. Hyeong butuh udara segar.” Myungsoo menyipitkan matanya curiga. Tak biasanya Kyuhyun keluar rumah jika tidak benar-benar penting. Karena kerjaannya hanyalah bermesraan dengan PSP-nya.

“Annyeong.” Kyuhyun melambai singkat dan tak membiarkan Myungsoo kembali bertanya padanya. Melangkah keluar ruangan dengan cepat.

Myungsoo menghempaskan tubuhnya kasar, lalu memejamkan mata sesaat. Tangannya bergerak mengambil kameranya yang berada disamping tubuhnya. Lalu mulai melihat-lihat hasil jepretan didalam kamera itu. Sampai pada sebuah foto seorang gadis yang dikenalnya, Myungsoo menghentikan gerakan jarinya.

Dilihatnya sosok Soona yang terlihat sedang berlari menghidari kejaran orang-orang yang mungkin adalah bodyguard gadis itu. Saat itu, Myungsoo yang sedang menunggu keberangkatan pesawatnya menuju Seoul, sengaja menyibukkan diri dengan memotret keadaan di sekelilingnya. Sampai akhirnya tak sengaja kameranya menangkap gerakan Soona yang terlihat ketakutan saat itu. Dan tanpa diduga-duga, laki-laki yang sebenarnya orang yang cuek dan acuh itu berjalan menghampiri sang gadis dan berusaha menolongnya.

Dilemparnya kamera itu keatas sofa yang tadi baru saja ditempati Siwon. Lalu diliriknya map berisi data keluarga Im diatas meja tepat dihadapannya. Myungsoo menghela napas kasar. Wajahnya mengerang kesal ketika ia kembali mengingat perintah harabeoji kepada dirinya dan kedua kakaknya. Entah mengapa, tugas ini memberatkan hatinya. Ia tak tahu apa alasannya, tapi Myungsoo tersiksa dengan perasaan ini. Membuat laki-laki pendiam itu, ingin berteriak sekencang-kencangnya.

“Kenapa harus kau?”

***

Siwon memandang bangunan didepannya dengan mata yang menyipit dan tubuh yang bersandar pada pintu mobil Bugati Veyron Super Sport miliknya itu. Ia kembali menyesap minuman kaleng yang berada digenggamannya. Ia melihat kesekelilingnya, tepat mengarah pada rumah mewah didepannya itu. Terlihat sepi dan tak berpenghuni.

“Apa benar ini rumahnya?” gumannya pelan.

Lalu ia mengangkat pergelangan tangan kirinya, menggerakan jarinya pada smart watch yang digunakan laki-laki bermata teduh itu. Melihat kembali data yang telah dikirim Myungsoo kepadanya, beberapa saat yang lalu.

“Benar ini rumahnya. Lalu, kenapa begitu sepi?”

Siwon kembali menyesap minumannya. Tak lama kemudian, ia tersedak karena melihat sosok didepannya baru saja keluar dari rumah mewah itu. Sosok yang begitu dikenalnya.

“Tiffany?”

Laki-laki itu mengerjap-erjapkan matanya, berpikir keras untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang mengusik pikirannya itu. Kenapa Tiffany bisa berada dikediaman keluarga Im? Bagaimana mungkin juga, gadis itu mengenal keluarga Im?

‘Oh Tuhan, apa-apaan ini.’

            Siwon kembali menatap tajam gadis yang tengah bercengkrama ramah kepada seorang wanita yang tadi membukakan gerbang rumah itu. Yang Siwon yakini, adalah maid dirumah itu. Tanpa berniat untuk beranjak dari tempatnya saat ini, kedua mata Siwon menyusuri pergerakan tubuh Tiffany yang mulai memasuki mobilnya. Lalu beranjak menjauhi kediaman Im.

Wajah laki-laki itu mengeras, Siwon meremas botol kaleng itu dengan kuat lalu membanting ke aspal yang berada tepat dibawahnya.

Laki-laki itu memakai kacamata hitamnya, dan memasuki mobil mewahnya. Melajukan mobilnya dengan kecepatan yang standar. Ia mengikuti mobil pink milik Tiffany dari belakang. Diikutinya pergerakan gadis itu, membuat sang gadis merasa heran dan bingung dengan mobil sport yang tak dikenalinya tersebut, karena mengikutinya semenjak ia meninggalkan kediaman keluarga Yoona.

Tanpa pikir panjang, gadis itu menambah kecepatan laju mobilnya untuk menghindari kejaran mobil yang ternyata milik Siwon itu. Wajah gadis itu terlihat cemas dan takut. Ia berpikir yang tidak-tidak, mengingat ia adalah seorang wanita dan sendiri dikawasan perumahan elit ini.

Melihat mobil Tiffany yang melaju semakin kencang, Siwon pun ikut mempercepat lajunya. Bahkan ia berniat menghadang jalan Tiffany. Alih-alih melakukan itu terlebih dahulu, laki-laki bertubuh atletis itu mensejajarkan mobil silvernya itu dengan mobil pink milik Tiffany. Dan memberikan peringatan klakson dari mobilnya. Perlahan tapi pasti, Siwon menurunkan kaca mobil disampingnya dan kembali membunyikan klaksonnya. Mengarahkan wajahnya pada kaca mobil Tiffany.

Tak lama, Tiffany membuka kaca mobilnya yang terletak disamping kursi penumpang disebelah tempat ia duduk sekarang. Matanya terbelalak kaget, ketika mengetahui siapa si pemilik mobil yang mengikutinya sejak tadi.

Baik Tiffany maupun Siwon saling bertatapan dalam, meskipun Siwon masih mengenakan kacamata hitam untuk menutupi mata sayunya. Bahkan mobil mereka masih melaju dengan cepat. Keduanya berinteraksi dalam diam mereka, seakan hanya dengan itu mereka mampu untuk mengetahui maksud dari satu sama lain.

‘Mwoya?’

            ‘Berhentilah!’

            ‘…..’

            ‘Hentikan mobilmu, jebal!’

            Alih-alih mengikuti pesan tersirat yang Tiffany rasakan dari Siwon, gadis itu menginjak dalam pedal gasnya. Membuat mobil pink itu melesat jauh kedepan. Meninggalkan Siwon yang terpaku sesaat ditempatnya. Laki-laki itu menghembuskan napas kasar, lalu kembali mempercepat laju mobilnya yang mampu untuk berjalan sejauh 431 km/jam dengan speed maksimal 268 mph yang dimiliki mobil itu.

Mobilnya kembali sejajar dengan mobil Tiffany dalam hitungan detik. Membuat gadis itu, merasakan napasnya tercekat. Tangannya bergetar, ia tak tahu jika laki-laki itu akan bertindak seperti ini. Siwon tidak pernah bertindak gegabah didepannya, apalagi menunjukkan kekuatannya yang ahli dalam melakukan aksinya sebagai Troublemaker. Dan Tiffany yakin ini pun selalu dilakukan Siwon setiap kali menghindari kejaran Kepolisian Seoul.

Tiffany tak memperdulikan itu, ia tidak ingin bertemu Siwon saat ini. Pikirannya sedang kacau hanya karena perkataan laki-laki itu kemarin malam. Tiffany tak ingin, menerima laki-laki itu jika pada akhirnya Siwon akan mendorongnya keluar kembali dalam lingkaran kelam kehidupannya.

Siwon yang merasa kesal karena diacuhkan akhirnya melaju kedepan dengan cepat. Dan berada pada jarak 1 Km dari posisi Tiffany. Saat itu Siwon membelokkan mobilnya, menghadap horizontal untuk menghadang laju mobil Tiffany yang terus maju melalui jalan tersebut.

Mata Tiffany melotot, melihat tindakan Siwon yang kembali melemaskan saraf ditubuhnya. Ia bisa melihat kilatan tajam dari mata Siwon yang tertutupi kacamata hitamnya itu. Kedua mata mereka saling bersitatap. Tiffany memandang kosong, seperti tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini. Namun ketika, Siwon melepas kacamatanya dan menatap langsung mata Tiffany yang berkaca-kaca. Dengan reflek, gadis itu menginjak pedal rem mobilnya yang hampir saja menabrak mobil Siwon yang berhenti tepat didepannya itu.

 

Sreetttt… …

 

Tubuh mungil Tiffany terguncang ke depan, tangannya melindungi kepalanya dari benturan keras stir mobilnya tersebut. Napasnya tersengal, dengan wajah yang menunduk dalam. Ia berusaha mengatur detak jantungnya yang berdetak tak normal.

Brakk ….

 

Siwon keluar dari mobil lalu menutup keras pintu mobilnya dan melangkah cepat kearah mobil Tiffany. Lalu setelah itu, membuka paksa pintu mobil gadis itu. Laki-laki itu terdiam sesaat melihat gadis yang dicintainya itu terguncang hebat setelah kejadian mengerikan tadi. Laki-laki itu merasakan amarah yang membakar tubuhnya karena tindakan bodoh Tiffany yang beusaha menghindarinya dengan berkendaraan pada kecepatan tinggi.

Diangkatnya tubuh Tiffany yang bergetar untuk duduk dengan tegak. Wajah gadis itu pucat dan tatapan matanya kosong tak berdaya menatap lurus kedepan. Dengan cekatan Siwon melepas seatbelt, dan menarik paksa tubuh Tiffany yang lemah itu untuk keluar dari dalam mobil.

Dengan segala ketidakberdayaan yang dimiliki Siwon selama sisa hidupnya dalam dunia gelapnya ini, untuk pertama kalinya setelah hampir 6 tahun lamanya ia biarkan sakit yang menggerogoti relung hatinya, menempa tubuhnya yang terlihat kuat namun rapuh dan tak bernyawa. Ia biarkan gadis itu tenggelam kembali di dalam dekapan hangat dan tulus laki-laki berperawak tegap itu. Dibiarkannya Tiffany menghirup aroma tubunya kembali, merasakan bendungan rindu dan cinta yang ia pendam selama bertahun-tahun ini. Dan ia biarkan, Tuhan menertawakan keputus-asaanya menghadapi takdir-Nya yang menyakitinya begitu dalam.

Airmata Tiffany menerobos keluar dari peraduannya, membasahi kemeja hitam milik Siwon. Tangannya mencengkeram erat kemeja belakang laki-laki itu, membuat gurat kusut dibagian itu.

Keduanya terdiam, menikmati moment-moment yang paling dirindukan dan dinantikan kedua makhluk Tuhan yang lemah itu.

“Bukankah kau tahu, aku menyuruhmu berhenti?”

Tiffany mengangguk.

“Lalu kenapa terus melaju cepat?”

Diam. Tiffany tidak tahu harus menjawab apa, karena alasannya tadi saat ia jadikan untuk menghindari laki-laki itu menguap begitu saja dalam pelukan hangat laki-laki itu.

Wajah pucat Siwon terlihat menahan sakit. Alarm peringatan dihatinya mulai berdengung. Ini tidak bisa dilanjutkan! Ia harus melepaskan pelukan ini, atau gadis ini akan mengalami hidup yang buruk bahkan lebih buruk di dalam lingkarannya.

Tiffany tersentak kaget, ketika Siwon melepaskan pelukan hangat itu. Membuat gadis itu menatap sakit pada kedua mata Siwon. Seakan mengatakan,‘apa lagi kali ini?’

“Apa yang kau lakukan di dalam kediaman keluarga Im?” tanya Siwon langsung, menghindari tatapan mata Tiffany yang menuntut penjelasannya.

“Mwo?” tanya Tiffany tak mengerti.

Siwon menghela napas, “aku melihatmu keluar dari rumah Im Seul Ki. Apa yang kau lakukan didalam rumah itu?”

Tiffany terdiam, memikirkan maksud dari Siwon. Kedua lengannya masih digenggam tangan kokoh Siwon. Sudah berulang kali Tiffany mengatakan, berada dijarak sedekat ini dengan laki-laki didepannya. Membuat Tiffany kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

“Apa maksudmu, rumah Yoona?”

“Nde!” jawab Siwon geram.

Tiffany mengernyit. Dan memasang wajah curiga pada Siwon, membuat laki-laki tersebut melepaskan pegangannya dan kikuk ditempatnya.

“Kau mengenal keluarga Yoona?” tanya Tiffany cepat.

“Hzzz, aku bertanya padamu. Kenapa jadi kau yang balik tanya padaku?”

“Kalau begitu jawablah saja. Maka aku akan menjawabnya juga.” Ucap Tiffany tenang, dengan tangan yang terlipat didepan dada.

Siwon mengerang, dan memejamkan matanya kesal. Jika dihadapannya bukan Tiffany, maka tanpa pikir panjang Siwon akan menghantam tubuh mungil itu hingga bersimbah darah.

“Jawablah Tiffany….”

“Kau yang harus menjawabnya terlebih dahulu!”

Siwon melongo tak percaya, mendengar ketegasan dimulut Tiffany. “Arraseo! Nde, aku mengenal mereka. Puas? Sekarang jawab pertanyaanku!”

“Kau mengenal mereka? Apa hubunganmu dengan mereka.”

“Hey, hey, hey, hey…! Kau selalu saja curang Hwang Mi Young, kenapa kau melanggar ucapanmu sendiri?” tanya Siwon tak terima, ikut bersedekap. Keduanya saling bersitatap tajam. Hingga akhirnya Tiffany menghela napas, dan…. mengalah.

“Arra, arra!” Tiffany menatap Siwon tenang dan kembali berucap, “aku semula ingin bertemu Tn. & Ny. Im. Namun ternyata mereka tidak berada di Seoul sekarang.”

‘Mereka tidak ada di Seoul?’

            Tiffany memasang wajah curiga kembali, ketika dilihatnya Siwon yang terdiam. “Ya, kau… bagaimana caranya mengenal keluarga Im?”

Siwon terlihat kaget sesaat, lalu menatap Tiffany dalam. “Apa hubunganmu dengan Yoona?” tanya Siwon kembali ketika ia ingat Tiffany sempat menyebut nama Yoona.

“Aku dokter pribadinya. Wae?” Tiffany terlihat tidak suka ketika Siwon menanyakan perihal Yoona kepadanya.

“Ani.” Jawab Siwon tenang. Lalu menatap Tiffany yang cemberut.

“Kau mengikutiku?” tanya Tiffany memandang Siwon yang termenung.

“Anio. Buat apa aku mengikutimu.” Ucap Siwon datar.

Tiffany mencibir, lalu menghentakan kakinya menuju mobil gadis itu. Namun lengannya ditahan oleh gerakan Siwon. “Changkaman!”

“Mwo?” bentak Tiffany.

Siwon memundurkan wajahnya, ketika Tiffany berteriak kencang didepan wajahnya. “Bahkan ketika kau berteriak, suaramu begitu merdu, chagi.”

“Ya!” Tiffany menghempaskan tangannya, membuat pegangan Siwon terlepas.

Siwon tertawa ringan dan kembali bersedekap. “Aku ingin bertanya lagi,” Siwon meletakkan telapak tangannya menutupi wajah mungil Tiffany dan menggerakannya ke kanan dan kiri, “tolong dijawab dengan jujur!”

Tiffany menurunkan telapak tangan Siwon, dan mendelik sebal diperlakukan seperti itu oleh Siwon. Sikapnya tidak pernah berubah, pikir gadis itu.

Siwon menatap wajah Tiffany serius, membuat gadis itu menahan umpatannya yang semula akan ia tujukan kepada mantan kekasihnya itu.

“Sakit apa yang di derita Im Yoona?”

Tiffany tertegun melihat kecemasan diwajah Siwon, membuat perasaannya tak enak. Ia tak suka Siwon bersikap seperti itu kepada wanita lain dan bodohnya Tiffany hanya bisa memendam rasa cemburunya itu.

“Tiffany Hwang!”

“Ye?” Tiffany tersentak dalam lamunannya. Dan Siwon menatap malas kearah Tiffany.

“Jawablah pertanyaanku tadi.”

Tiffany mengangguk, “dia menderita chronic kidney disease (gagal ginjal kronis).”

            Siwon terpaku ditempatnya, merasakan pening yang kembali menyergap kepalanya. Dan itu membuat Tiffany menatap lesu kearah Siwon, dengan menggigit bibir bawahnya kencang.

***

Seoul Hospital Center

Kyuhyun masih berdiri disini. Menyandar pada dinding dibelakangnya, memandang sebuah pintu yang berada tepat didepannya. Laki-laki itu tak tahu apa yang membuatnya seperti ini, kakinya membawa tubuh tegapnya menuju tempat dimana gadis itu berada. Hatinya yang membawa dirinya ketempat ini, seakan hanya tempat ini yang dikenali laki-laki itu.

Tak lama, suara decitan pintu terdengar ditelinganya. Membuat Kyuhyun berdiri tegak. Dan matanya tiba-tiba membulat sempurna, ketika sosok gadis lain yang juga dikenalnya keluar dari ruang itu. Wajahnya terlihat berantakan dengan airmata yang membasahi wajahnya.

“Soona-ssi?”

Gadis itu mengangkat wajahnya, ketika ia merasa ada yang memanggil namanya saat ia terisak didepan pintu kamar inap eonni-nya. Wajahnya begitu kaget, saat dilihatnya sosok laki-laki yang dikenalnya belum lama ini.

“Kyuhyun-ssi?”

Kyuhyun mengangguk. Dan tersenyum kecil kearah Soona.

“Apa yang kau lakukan disini Kyuhyun-ssi?” Soona melangkah kearah Kyuhyun begitupun sebaliknya.

“Apa kau menjenguk Eonnie-mu?” tanya Kyuhyun, dengan mata yang melirik kearah pintu dibelakang Yoona. Tak berniat menjawab pertanyaan Soona.

“Nde!” Soona mengangguk semangat, namun terdiam sesaat ketika menyadari sesuatu. “Eoh… Kyuhyun-ssi mengenal Eonni-ku?”

Kyuhyun tersenyum kikuk, lalu mengangguk pelan. “Baru mengenalnya kemarin.”

“Tapi, bagaimana bisa Kyuhyun-ssi tau aku adik dari Yoona Eonni?”

“Ahh, itu….” Kyuhyun mencaci maki dirinya sendiri, atas keteledorannya barusan. Lalu menatap Soona gugup, dan nyengir tanpa alasan. Membuat gadis didepannya, tersenyum dengan paksa. Aneh, melihat sikap Kyuhyun sekarang.

 

Cleck .. …

 

Keduanya menoleh, menatap pintu yang secara perlahan terbuka. Menampakkan sosok Yoona, yang tengah memegangi infus ditangan kirinya.

“Eonni…”

Yoona mengangkat wajah dan menatap Soona yang terlihat khawatir. Yoona terlihat kaget karena tak menyangka adiknya itu masih berada didepan kamarnya. Membuat Yoona merasa bersalah karena membuat adiknya itu khawatir.

“Soo-ya?”

Soona merangkul tubuh lemah Yoona dan mendudukannya pada kursi panjang yang terletak disamping mereka. “Eonnie mau kemana?” tanya Soona lembut.

Kyuhyun. Laki-laki itu hanya terdiam terpaku didepannya. Ia merasakan desiran yang aneh pada dirinya, ketika melihat mata gadis itu terbuka. Mendengar suara lirihnya, dan melihat gerakan lembut tubuhnya. Kyuhyun tak tahu, bahwa melihat gadis itu bernapas normal, bergerak selayaknya manusia lainnya, membuat sesak didadanya sejak tadi menghilang dan tergantikan senyum kelegaan dihatinya.

“Nuguseyo?” baik Soona dan Kyuhyun tersentak dan ikut saling menatap satu sama lain ketika Yoona menatap Kyuhyun dan bertanya pelan kepada laki-laki itu.

Kyuhyun tergagap ditempatnya, tak mampu untuk berkata sepatah katapun.

“Eonni tidak mengenalnya? Tapi katanya-”

“Ahhh…. Soona-ssi. Kau tak ingin bertemu Myungsoo? Dia terus membicarakanmu setelah meninggalkan airport.”

“Jinjja?” tanya Soona berbinar, bahkan langsung berdiri tegak. Wajahnya kembali berseri, membuat Kyuhyun terkaget dan Yoona yang melihat reaksi adiknya yang begitu semangat dan ceria langsung tersenyum lembut, memadang teduh kearah Soona.

Pandangan Kyuhyun terpaku kembali melihat senyum manis mengembang di wajah pucat gadis yang terduduk itu. Membuat Kyuhyun merasa hidup di dunia yang berbeda, bukan kegelapan dan kesuraman, yang selama ini ia tempati.

“Kyuhyun-ssi?”

“Nde?” Kyuhyun dengan tanggap menjawab panggilan Soona, saat ia terdiam cukup lama dan membuat gadis itu terhera-heran.

Soona memajukan bibirnya, dan menatap Kyuhyun curiga. Karena sejak tadi, Kyuhyun selalu menatap kakaknya, Yoona.

“Kau menyukai Eonniku?” tanya Soona polos.

“Mwoo?” “Soona!” baik Kyuhyun dan Yoona langsung berucap kaget secara bersamaan. Membuat Soona memicingkan matanya.

Kyuhyun baru saja akan mengatakan sesuatu, namun getaran disakunya membuat laki-laki itu mengumpat kesal dalam hati karena merasa terganggu.

Myungsoo Calling … … …

 

            Seringai kecil muncul diwajah laki-laki itu, matanya melirik sekilas kearah Soona dan Yoona yang memandangnya. Jarinya menyentuh tombol touchscreen di ponselnya tersebut, masih dengan pandangan menuju kedua gadis didepannya.

‘Yeobseyo….’

“Soona-ssi, Myungsoo ingin bicara denganmu.” Kyuhyun menyerahkan ponsel putihnya kepada Soona tanpa memperdulikan seruan Myungsoo di panggilan tersebut. Dilihatnya Soona yang tercengang dan Yoona yang terlihat bingung.

“Palli!” ucap Kyuhyun lagi.

Soona menerimanya dengan tangan yang bergetar, ia bahkan bisa mendengar seruan Myungsoo yang terdengar kesal melalui ponsel itu.

“Yeob-se-yo.”

Hening. Myungsoo terdiam begitupun Soona. Kyuhyun sendiri seperti menahan tawanya yang akan meledak, ketika membayangkan wajah Myungsoo yang memerah menahan amarahnya karena berhasil dikerjainya lagi.

“Yeobseyo!” Soona kembali berseru, kini terdekar sedikit keras.

“Nde, yeobseyo.”

Soona tersenyum ketika suara itu kembali terdengar ditelinganya, “Soo-na?”

            “Nde!”

“Kau bersama Kyuhyun Hyeong?”

            “Eoh! Dia ada disini.”

Bisakah, kau berikan ponselnya kepada Kyuhyun Hyeong?”

            Soona menggembungkan pipinya kesal, lalu memandang Kyuhyun yang menatap intens kepadanya. Dapat dilihatnya Kyuhyun yang sedang berusaha menahan senyum diwajahnya. Gadis itu menyadari, bahwa Kyuhyun pun telah mengerjainya saat ini.

Soona mengulurkan tangannya untuk menyerahkan ponsel Kyuhyun. Dan disambut dengan senyum manis Kyuhyun. Membuat gadis itu mencibir pelan.

Yoona terlihat masih bingung ditempatnya, berulang kali matanya mengarah kepada Soona atau Kyuhyun secara bergantian. Ia bertanya-tanya dalam hati, siapa laki-laki didepannya itu. Karena ia merasa tak pernah mengenalnya, namun mengapa Soona mengatakan bahwa laki-laki itu menyukai dirinya. Yooona menghembuskan napas pelan, dan berusaha membuang jauh-jauh pemikiran itu. Ia tak ingin mempersulit diri dengan masalah seperti ini. Jika pun benar laki-laki dihadapannya ini menyukai dirinya, maka Yoona akan menolak itu. Mengingat semuanya akan berakhir sia-sia, jika ia dan laki-laki itu berhubungan.

***

“Apa maksudmu mereka berdua tidak ada di Seoul?” tanya Kyuhyun, ketika Myungsoo menjelaskan maksud ia menghubungi Kyuhyun. Dan Kyuhyun sendiri sudah berada jauh dari Yoona dan Soona, agar bebas berbicara dengan Myungsoo.

Siwon Hyeong yang mengatakannya. Maka dari itu, kita harus bertemu sekarang juga dikafe.”

            Kyuhyun menoleh kembali kearah Yoona dan Soona yang terlihat sedang berbicara satu sama lain. Sepertinya Soona membujuk Yoona untuk masuk kedalam kamarnya kembali, namun gadis itu menolak.

Hyeong!”

            “Nde?”

Kau mendengarku atau tidak?” suara Myungsoo terdengar datar, membuat Kyuhyun bergidik ngeri membayangkan adiknya itu sudah mencapai puncak kesabarannya.

“Hyeong mendengarmu, tenang saja.”

“Sebenarnya apa yang kau lakukan bersama Soona? Kau ingin membunuhnya sekarang?”

            Kyuhyun membelalakan matanya, “Jangan asal bicara kau! Bagaimana mungkin Hyeong melakukan itu, sebelum menerima intruksi dari Siwon Hyeong.” Ucap Kyuhyun berbisik dan sarat akan kekesalan.

Terdengar, hembusan napas kasar dari tempat Myungsoo. “Lalu apa yang kau lakukan disana? Bukankah kau kebagian mengurus Im Yoona? Bukan Im Soona.”

            Kyuhyun baru saja akan berucap, ketika matanya bertemu pandang dengan sosok yang begitu dikenalnya. Sosok yang telah, memporak-porandakan kehidupan orang yang berarti baginya. Seseorang yang begitu dicintai hyeong-nya.

“Tiffany?”

“Kyu?”

Hyeong? Kau menyebut siapa?”

            Kyuhyun tak menggubris ucapan Myungsoo, ia langsung mematikan sambungan telepon Myungsoo. Dan beralih menatap tajam gadis didepannya.

“Apa yang kau lakukan disini Cho Kyuhyun?” tanya Tiffany curiga. Matanya melirik, ke arah Yoona dan sosok gadis lain yang tak dikenalinya sedang menatap kearah dirinya dan Kyuhyun.

“Apa aku tidak boleh berada disini? Ini tempat umum bukan? Siapapun bisa kesini.” jawab Kyuhyun enteng, dengan tangan kiri yang dimasukkan kedalam kantung celananya. Setelah sebelumnya, ia memasukkan kembali ponselnya kedalam kantung celana yang digunakannya.

Tiffany berdesis, “kau menyebalkan!”

“Aku tidak peduli.” Tiffany mendelik tajam kearah Kyuhyun dan ingin sekali menendang laki-laki itu. Namun ditahannya karena ia harus segera menghampiri Yoona yang terduduk dengan sosok asing itu.

“Kau… aishh, terserahlah.” Tiffany lekas beranjak dari hadapan Kyuhyun dan melangkah kearah Yoona. Tanpa disadarinya Kyuhyun berbalik dan menatap Tiffany yang sedang berbicara dengan Yoona dan Soona.

***

“Yoona-yah, kenapa kau diluar?”

Yoona tersenyum kecil ketika Tiffany mulai mendekatinya dan Soona. “Eonnie? Kau dari mana saja?”

“Kau belum menjawab pertanyaanku!” Tiffany menggerutu pelan, lalu melirik Soona yang duduk terdiam dengan tangan yang merangkul Yoona.

“Aku ingin menghirup udara segar.”

“Kenapa tidak memanggil suster? Kau tidak boleh banyak bergerak.”

“Aku hanya ingin ke taman sebentar.”

Tiffany menghembuskan napas lelah, Yoona termasuk pasien yang keras kepala jadi ia harus bersabar menghadapinya. Baru saja ia akan menyahuti ucapan Yoona, namun ucapannya di interupsi oleh kata-kata Soona.

“Jadi kau yang bernama Tiffany Hwang? Dokter pribadi Yoona Eonni?” tanya Soona, dengan senyum manis yang melekat diwajahnya.

“Nde,” jawab Tiffany dengan wajah bingung, kenapa gadis itu mengenalnya.

Soona langsung berdiri, dan menatap Tiffany dengan mata yang berbinar. “Omo, yeppoda! Eonni benar-benar cantik sama seperti apa yang dikatakan Yoona Eonni.”

Tiffany tersentak kaget, namun dengan cepat mengubah ke kagetannya dengan senyum yang dipaksa. Yoona memandang geli kearah Soona yang begitu antusias.

“Apa kau Soona?” tanya Tiffany ragu, begitu ia menyadari kemiripan antara Soona dengan Yoona.

“Nde…” jawab Soona dengan mengangguk-anggukan kepalanya.

Tiffany tersenyum manis melihat semangat Soona, senyum gadis itu begitu mirip dengan Yoona.

“Aigoo, uri Soona sejak kapan ada di Seoul?” tangan Tiffany mencubit pipi Soona dengan gemas, membuat Soona mengerucutkan bibirnya.

“Dia kabur Eon.” Jawab Yoona, dan mendapatkan death glare dari Soona. Membuat Tiffany dan Yoona tertawa geli.

“Ani, aku tidak kabur. Mereka yang mengejarku.” Soona membela diri karena tak terima dibilang seperti itu oleh kakaknya.

“Sama saja Soona.” Kata Yoona lembut.

“Eonnii….”

“Sudah, sudah. Kenapa jadi berdebat? Yoona masuklah, kau harus banyak istirahat. Kajja!” ucap Tiffany melerai, lalu berusaha membawa Yoona masuk kekamarnya. Soona pun ikut membantu, dan Yoona tak berdaya ketika Dokter dan adiknya tersebut bekerja sama untuk memaksanya masuk kedalam kamar. Ia sebenarnya masih ingin berada diluar, namun ia sadar ia takkan mampu membantah Tiffany.

Sebelum Yoona benar-benar memasuki kamar inapnya. Kepalanya menoleh kebelakang, dan menemukan sosok laki-laki yang ia ketahui bernama Kyuhyun itu. Kedua mata mereka saling bersitatap. Jantung Yoona seakan berhenti berdetak ketika matanya menatap mata tajam Kyuhyun. Entah kekuatan dari mana untuk gadis itu mengembalikan kendali dirinya, ia hanya mampu memberikan senyum kecilnya kepada sosok laki-laki yang memandangnya begitu… dalam.

Setelah mereka memasuki kamar Yoona dan membaringkan gadis itu. Tiffany menyuruh Yoona untuk istirahat karena ia harus membicarakan perihal penting kepada Soona. Awalnya gadis itu menolak. Namun lagi-lagi Tiffany berkata dengan tegas agar Yoona mengikuti perintahnya. Dan dengan terpaksa, Yoona berusaha memejamkan matanya dan tertidur.

Melihat bagaimana Yoona merasa terkekang, Soona hampir saja menitikkan airmatanya kembali. Namun ia berusaha mengendalikannya dengan menggigit keras bibir bawahnya. Ia, begitu paham perasaan Yoona saat ini. Kakak tercintanya itu hanya ingin menghibur dirinya dengan cara membebaskan diri dari rutinitas pengobatan yang dijalaninya di rumah sakit ini selama hampir 3 bulan.

Setelah memastikan Yoona tertidur lelap. Tiffany membimbing Soona untuk keluar kamar, dan membiarkan Yoona untuk istirahat tenang hari ini.

“Ada yang ingin Eonni bicarakan.” Ucap Tiffany langsung ketika ia menutup pelan pintu kamar Yoona. Soona mengangguk paham, dengan wajahnya yang terlihat masih sedih.

“Kajja!” Tiffany merangkul dan kembali membimbing Soona menuju ruang kerjanya. Ia tahu, Soona berusaha untuk tetap ceria dihadapan Yoona tadi. Dan itu terlihat jelas dimata Tiffany. Dokter cantik itu tahu, bahwa Soona ingin menghibur Yoona dengan keceriannya.

Dan lagi, tanpa disadari keduanya. Sosok laki-laki itu masih disana, mengawasi mereka dari jauh. Menyembunyikan tubuhnya dibalik dinding rumah sakit tersebut. Dengan perlahan laki-laki itu berjalan mengikuti keduanya.

***

“Aku datang.”

Siwon mendongakkan kepalanya, mengalihkan pandangannya dari tablet yang dipegangnya. Dilihatnya Myungsoo yang terduduk dikursi dengan tenang, tanpa merasa bersalah karena membuat Siwon harus menunggu adiknya itu selama 1 jam lebih.

“Kenapa kau datang sendiri? Dimana Kyuhyun?”

Myungsoo menghela napas kesal, tangan kanannya terangkat memanggil waitress kafe tersebut. “Molla. Aku sudah berusaha menyuruhnya datang tadi.”

Siwon mengernyit, tidak biasanya Kyuhyun seperti ini. Apa yang dilakukannya, pikir Siwon. Lalu ia kembali menatap Myungsoo yang memesan secangkir cokelat hangat. Siwon tersenyum kecil, ia begitu hafal apa-apa yang disukai dan tidak disukai Myungsoo dan Kyuhyun. Dan jelas ia bisa menebak, sejak pelayan itu bertanya apa yang akan di pesan si bungsu.

“Tapi yang jelas dia bersama Soona.” Kata Myungsoo kembali dengan raut wajah datarnya. Siwon menatap tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.

‘Kyuhyun bersama Soona?’

            “Ya, dia bersama Soona.” Seakan mengerti apa yang ada dipikiran Siwon, Myungsoo langsung menjawabnya dengan cepat.

“Apa yang dia lakukan? Bukankah kita baru akan bergerak besok?”

Myungsoo menggedikkan bahunya, “molla… tapi dia bilang tidak akan melakukan apapun sebelum Hyeong memberikan perintah. Jadi Hyeong tenang saja.” Myungsoo terdiam, dahinya mengkerut memikirkan sesuatu.

“Mungkin dia punya tujuan untuk bertemu Soona.”

“Tujuan?”

Myungsoo mengangguk. “Yah, mungkin… pendekatan dengan Soona.” Dan raut wajah Myungsoo terlihat aneh ketika mengatakan itu.

“Permisi. Ini pesanan Anda Tuan. Silahkan menikmati. Panggil kami kembali, jika Anda butuh sesuatu lainnya.” Ucap waitress itu lembut, menginterupsi kata-kata yang akan dikeluarkan Siwon.

“Gamsahamnida.”

Setelah memastikan pelayan itu pergi, Siwon kembali berucap memandang Myungsoo yang mulai menyesap pelan minumannya itu.

“Itu tidak mungkin. Kyuhyun tidak menyukai Soona, dan itu pasti.” Myngsoo hanya menghela napas ringan lalu meletakkan kembali cangkirnya diatas meja yang berada dihadapannya.

“Entahlah.” kedua mata Myungsoo teralihkan pada pemandangan diluarnya. Melalui jendela besar itu, Myungsoo dapat melihat kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang melewati jalan raya didepannya.

“Lalu hal apa yang ingin Hyeong sampaikan? Hingga kita harus bertemu lebih dahulu, diluar ketentuan rencana kita tadi.”

“Ah, itu! Seperti yang Hyeong katakan tadi, Im Seul Ki dan istrinya tidak berada di Seoul saat ini. Dan Hyeong, tidak tahu dimana keberadaan mereka sekarang.”

Myungsoo dan Siwon terdiam seketika. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan keberadaan kedua target mereka. “Apa mungkin mereka di Jepang?” tanya Myungsoo.

“Apa alasannya?”

“Mudah saja. Pertama kali aku bertemu Soona ketika dia di kejar beberapa orang yang aku yakini adalah bodyguard yang diperintahkan Im Seul Ki untuk mencegah kepergian gadis itu ke Seoul. Dan kejadian itu saat kami berada di New Chitose Airport.

“Bisa jadi apa yang kau perkirakan benar. Geunyang, bisa juga itu salah.”

Myungsoo mengangguk. Mereka kembali tediam dan menikmati minuman mereka masing-masing.

“Ahhh,… Hyeong tahu!” Myungsoo tersentak kaget ketika tiba-tiba Siwon berteriak keras didepannya. Hampir saja, ia tersedak karena mendengarnya.

“Hyeong tahu dimana Im Seul Ki dan istrinya?”

“Ani.” Jawab Siwon polos, membuat Myungsoo menatap tak percaya kelakuan Siwon.

“Aishh, jangan memasang wajah itu Myungsoo-yah. Kau terlihat menyeramkan.” Ucap Siwon tak enak hati ketika dilihatnya Myungsoo menatap tajam kearahnya. “Maksudku tadi itu, Hyeong tahu keberadaan Kyuhyun.”

“Hyeong masih memikirkannya?” desis Myungsoo tajam.

“Tentu saja. Hyeong penasaran kenapa Kyuhyun bisa bersama Soona. Dan saat Hyeong pikir-pikir, bukankah Soona bilang ingin bertemu Eonnie-nya? Tidak menutup kemungkinan, Kyuhyun sekarang berada di Seoul Central Hospital.”

“Untuk apa dia berada disana?”

“Tentu saja menemui Love Frist Sight-nya.” Siwon tersenyum tanpa merasa berdosa, karena membuat Myungsoo bingung dengan apa yang terjadi.

“Im Yoona. Sepertinya Kyuhyun menyukai gadis itu. Dan bisa dipastikan sekarang dia berada di Rumah Sakit itu.”

“Mworagu?” Myungsoo tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, sesaat setelah ia mendengar penuturan dari Siwon. Matanya terbelalak lebar.

“Wae?” tanya Siwon heran.

“A-ani.”

Siwon memicingkan matanya, menatap Myungsoo curiga. Merasa diperhatikan oleh Siwon, Myungsoo pun mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Terus, apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita harus bergerak sekarang, untuk menemukan keberadaan Im Seul Ki dan istrinya?”

Siwon mendengus, dalam hati ia tersenyum geli. Saat merasa bahwa Myungsoo mengalihkan pembicaraan mereka.

“Masih ada waktu 5 jam lagi, sebelum melakukan pencurian di Museum Nasional Korea. Jadi, Hyeong berencana akan kekediaman Im kembali. Dan Hyeong, butuh bantuanmu.”

“Ke kediaman Im kembali? Jadi Hyeong mendapatkan informasi dari kediamannya langsung? Aku pikir, Hyeong datang ke perusahaannya.”

Siwon terdiam sesaat lalu memandang Myungsoo dalam, “wae?” tanya Myungsoo heran ditatap seperti oleh Siwon.

“Myungsoo-yah…”

Myungsoo diam tanpa berniat membalas sahutan Siwon.

Siwon kemabli teringat pada pertemuan tak terduga antara dirinya dengan Tiffany tadi siang. Pikiran dan perasaannya tersedot keluar tubuhnya karena gadis itu. Seakan memerintahkan dirinya, untuk kembali kesaat-saat ia bersama Tiffany. Jadilah, Siwon sekarang. Terdiam membisu, membayangkan semua kejadian tadi siang bersama Tiffay.

Sedangkan Myungsoo hanya memandang dalam diam kearah Siwon. Ia biarkan, Siwon memikirkan sesuatu yang tak diketahui laki-laki itu.

“Hyeong, bertemu dengannya lagi.” Siwon terdiam sejenak, menghembuskan napas pelan. Mengatur emosi dirinya, “dia kembali lagi. Dia-”

“Lalu apa yang akan Hyeong lakukan?” tanya Myungsoo memotong ucapan Siwon. Laki-laki itu tahu siapa yang dimaksud Siwon saat ini. Dan Myungsoo takkan membiarkan Siwon kembali terpuruk setiap kali dihadapkan oleh sosok gadis yang dicintainya.

“Opseo!”

Siwon mengangkat wajah, dan menatap Myungsoo yang ternyata menatap lurus kearahnya sejak laki-laki itu berguman lirih pada sang adik.

Myungsoo dapat melihatnya, tatapan kehilangan dan rasa rindu yang mendalam itu kini secara perlahan mulai menghancurkan dinding-dinding pertahan yang bertahun-tahun dibangun Siwon.

“Lupakanlah, Hyeong! Kau hanya akan menyakiti Noona.” Kata Myungsoo dingin. Sungguh, Myungsoo berbisik maaf dalam hatinya sendiri. Ia tak bermaksud menyakiti Siwon, tapi ia tahu apa yang diucapkannya lebih baik. Setidaknya, ia yakin Siwon mengerti maksud adiknya itu.

Siwon mengangguk, tertawa miris ketika ia kembali ditampar untuk sadar dimana kakinya berdiri saat ini. “Myungsoo-yah…”

“Nde?”

“Kau percaya cinta?”

Myungsoo mengernyit bingung, ia tak langsung menjawab. Otaknya dipaksa untuk memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Siwon tadi. Namun yang didapat oleh laki-laki itu, adalah sesak yang tak ia ketahui apa sebabnya.

“Hyeong!” Siwon sepertinya sangat mengantisipasi jawaban Myungsoo, maka dari itulah ia terus menatap Myungsoo.

“Bisakah kau mengganti pertanyaanmu? Aku-sedikit bingung.” Siwon menatap tak percaya pada Myungsoo yang memiringkan kepalanya dan menatap hampa kearah Siwon.

“Kau! Hah, sudahlah. Bicara denganmu lebih sulit dibandingkan bicara dengan Kyuhyun.” Ucap Siwon pasrah.

Siwon kembali menyibukkan dirinya kembali pada tabletnya. Ia kembali menyusun rencana yang telah ia pikirkan selama menunggu kedatangan adiknya di kafe ini.

“Aku percaya.” Siwon mengangkat wajahnya kaget, suara Myungsoo melembut tak seperti biasanya.

Myungsoo memberanikan diri membalas tatapan Siwon. “Aku tak bisa mendeskripsikannya. Karena aku bahkan tak pernah merasakannya. Tapi, cukup dengan melihatmu. Aku tahu, cinta itu ada. Dengan kau yang masih bertahan disini, melakukan yang terbaik walaupun menyakitimu. Selalu memastikan untuk tetap benapas dengan baik. Karena bagimu, hidupmu adalah hidupnya. Bahkan walaupun dia bersama laki-laki lain. Kau akan memastikan. Kebahagiannya bersumber darimu.”

Siwon tertegun. Untuk pertama kalinya, ia merasakan dirinya berguna. Setidaknya walau ia bukanlah sempurna untuk gadis itu. Orang lain tahu, ia berusaha menjadi sempurna dibalik bayangan gadisnya.

“Kau lebih baik ternyata.” Siwon ternyum lega, dipandangnya Myungsoo yang memberikan senyum kecil kepada Siwon.

“Jadi, kita mulai darimana petualangan kita hari ini?”

Siwon menggelengkan kepalannya dan tertawa ringan. Ketika lagi-lagi dengan mudahnya Myungsoo mengalihkan topik pembicaraan mereka.

***

 

N.A : Cuma mau ngasih tau kalau Fanfic ini terfokus pada sang Troublemaker jadi bagi kalian yang bertanya-tanya kenapa moment sifany sedikit? Itu karena cerita ini akan lebih di sorot tentang perjalan Siwon-Kyuhyun-Myungsoo dalam tugas mereka mengabdi pada sang kakek dengan menjadi Troublemaker.

Meski begitu, di setiap partnya pasti ada moment sifany. Bagi yang ga suka cerita ini. kalian bisa kembali ke halaman utama.

Dan Admin mau ngasih tau mulai sekarang. Untuk semua Fanfic milik Song Haneul akan di protek pada Part-Ending-nya. (Jadi hanya orang yang dipilih Admin Song Haneul yang akan mendapatkan PWnya) tapi tenang aja, masih lama kok Fanfic” Admin selesainya. I Don’t Know How to Love masih 5-6 part lagi. Apalagi Troublemaker. Jadi tenang aja. Tapi sekali lagi Admin tekankan. Yang akan mendaptkan PW adalah orang-orang yang memang Admin perkenankan mendaptkan PW. Nantinya jika Fanficnya akan berakhir, Admin akan memberitahu daftar orang” yang akan mendapatkan PW. Dan PW itu langsung minta pada Admin Song Haneul. Hanya pada Admin Song. Gak suka? Itu hak kalian.

Hmm, dan Troublemaker ini akan ada bagian NC-nya. Tapi tenang aja bagi yang belum cukup umur, nantinya Admin akan buat Skip Ver. Tunggu aja oke.

185 thoughts on “TROUBLEMAKER 3

  1. suka sama karakter TM nya dsni, pas banget karakter siwon, kyuhyun, & myungsoo nya dapet banget feelnya..berharap kisah cinta ke3nya bisa happy ending, dan berharap ke3nya bisa lepas dr pengaruh choi haraboeji dan bebas menjalani kehidupan mereka masing2

  2. dan lagi aku penasaran nnti gmn hubungan sifany selanjutnya dan adek”nya dgn cintanya masing”. berjuang kalian trouble maker siblings hahahaa

  3. Makin penasaran apa yg bakal diambil sama siwon..
    Kira-kira tetep pertahanin cintanya atau pengabdiannya ke kakeknya..
    Hihihi seru ceritanya konflik cinta ade-adenya siwon juga makin bikin cerita ini hidup 👍👍

  4. Siwon…siwon..jngan tarik ulur gtu npa..
    Kan ksian fany’a..
    Gmna ya keadaan kluarga Im slnjutnya..
    Apa mreka ber-3 bner2 akan mmbunuh kluarga Im..??

  5. Seru bgt ceritanya. Kasian siwon oppa masak sm myungso disuruh ngelupain tiffany unnie😥
    semoga nanti mreka berdua bisa bersatu dan happy ending.

  6. Makin seru, makin complicated, dan makin mulai kerasa sweet moment masing2 couple yang diangkat di ff ini.. lanjuuut baca lanjutannya..

  7. Aciyeeeee myungsoo jealous hahaha… makin gereget banget >< penasaran apa yg bakal dilakuin siwon-kyuhyun-myungsoo! Omg complicated stories… masing masing pada dilema TaT

  8. Ternyata itu yg but si kakek jdi kejam,ingin memblas dendam. Tapi pnsaran apa hub nya dgn fany? Kok tega misahin siwon n fany. Siwon,kyuhyun, m myungsoo pas bgt krakternya jdi troublemker,feel nya dpet, keren bgt ngerencanain pncurian dg detail.. jjang, suka sih ps mrka brhsil mncuri n lolos dr polisi,tpi sedih klo mrka hrus bunuh org yg mreka sayank. (╥╯__╰╥)

  9. Wow! just found another great story today.. hmm ceritanya complicated banget yah baik antara siwon-tiffany maupun troublemaker sama kakeknya. Seru banget mengimajinasikan ceritanya jadi kyk film🙂

  10. Penasaran dengan kelanjutanny dan juga masing2 moment couplenya.siwon memang bikin kesal dan menjengkelkan,semoga fany diberi kesabaran penuh untuk menghadapi siwon.Amin.
    Apakah kyuhyun tahu penyakit yg diderita yoona?
    Apakah myungsoo dan soona menjalin hubungan
    Aiggo…..complete banget deh ff ini.
    Oke deh,saya mau baca part selanjutnya
    Thanks buat author dan ffnya.
    Authornya daebak……penuh dengan imajinasi
    Author jjang,author hwaiting

  11. waaah makin seru nih critanya…g kebayang gimana ntar cara mreka bertiga buat membobol museum yg dari luarnya aja ud dijaga 450 org ckckck…..keren banget tu aksi kejar2annya siwon ma fany,,jd ngebayangin fast furious hehe…

  12. Wohoo song unniee… mantap dah ceritanya. Aku suka bgt kedetailan setiap adegannya… Alurnya juga runtut. Bikin yg baca enaaa ><
    apalagi konflik2 yang tercipta setahap demi setahap. Walopun sifany momentnya hanya beberapa adegan aja, tapi tiap adegannya itu bikin asdjgkl ah pokoknya sweet,lucu,menegangkan,bikin baper, nano2 dah. Aku suka bgt kata2 godaan siwon ke fany, tiap abis debat serius, siwon pasti ngegombal aw aw bikin greget xD
    next chapt ajadeh ;;)

  13. Klo q lht mrk sgt cerdas n pintar, emg g smbrangn org bisa lkukn pkerjaan sprti itu krn bth analisa n renc. tp terkdg jd dilema krn hrs lbtkn org2 yg mrk cintai.
    penasaran ap renc mrk berhasil utk curi berlian itu, klo q sih pgn ikut n th gmn cerdasny mrk…lol
    q jg pnsrn ap yg akn siwon lkukn utk hntikn semua ini..

  14. Kejebak ni q kirain yg nolongbsoona bneran kyuhyun eh ternyta myunsoo…….
    Suka ma kisah 3 bersodara ini,
    Ff ni komplit bgt ada romancex ada tegangnya ada nyesekx ada lucux pkkx komplit dech……….
    Pnsaran ma kelnjutannya ni
    Q mo bca dlu ya selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s