[Re-Post] Loving U Part 1

Title: Loving U part1

Loving U

Author : Youngwonie

Cast: Siwon Suju, Tiffany SNSD

Support Cast:  Krystal Fx, Minho Shinee, Yuri SNSD

Genre : Romance

Rating : PG 17

Length : Three Shoot

Disclaimer: ini ff asli hasil pemikiran author. Don’t bashing and plagiat. 

 

Youngwonie is back. Kalau kemaren banyak yang comment ffnya kependekan, kali ini aku bikin Threeshoot deh. Ohya tadinya cast Minho itu Kyuhyun dan Krystal itu Yoona. Jadi kalo nemu nama Yoona atau Kyuhyun, berarti itu Krystal atau Minho. Sorry kalo masih banyak typo yang bertebaran. Wish u like it and don’t forget to comment.

 

Loving U U Na eotteokhae what should I do?
Jojeori andwae nae mam gojang nabeorin heart jeongsin mot charil mankheum
Boy I’m falling in love with U U
Na eotteokhae what should I do?
Neol nohchimyeon nan andwae saranghandago
Woo woo woo woo woo woo woo woo woo woo woo
Baby I’m in love with you
(Sistar_Loving U)

 

Tiffany’s  house 08:08 KST

Tiffany berjalan ke dapur dan mengambil susu strawberry kesukaannya dari kulkas. Sambil menuangkan susunya ke dalam gelas akhirnya ia membuka mulutnya  menanggapi  Krystal  yang sedari tadi cerita panjang lebar.

“ jadi untuk itu kau datang kemari pagi- pagi ”

“ Tolong lah unnie bantu aku ya, jebal…” Krystal merengek menunjukkan wajah aeginya.

“ tidak usah memasang wajah sok imut, aku tidak mempan dengan trik mu.” Jawb Tiffany galak lalu meminum susu strawberrynya.

“ Unnie, aku tidak tahu harus minta tolong pada siapa lagi. Hanya unnie yang bisa membantuku.”

“keudae. Apa yang harus ku lakukan.” Akhirnya Tiffany tidak tega pada sahabat sekaligus asistennya itu dan bersedia membantunya.

“ unnie datang saja ke tempat pertemuan dan menyamar sebagai aku. Lalu tugas unnie adalah membuat laki- laki itu menolakku dan membatalkan perjodohan ini.” Jelas Krystal.

“ Memangnya dia tidak punya fotomu?” tanya tiffany lagi.

Krystal menggeleng.

“ dia baru pulang dari Amerika enam bulan yang lalu. Orang tua kami ingin kami bertemu secara langsung. Makanya aku punya ide ini. Ayolah bantu aku Unnie.aku tidak ingin menikah sekarang, aku ingin fokus berkarir dulu agar aku bisa sukses sepertimu.”

“nde, arasseo. Jadi dimana tempat pertemuannya?”

Krystal pun memberitahu lokasi kencan butanya.

Café, 16:16 KST

Tiffany masuk ke dalam sebuah café. Ia melihat sekeliling dan mencari meja no. 5 yang sudah dipesan namja yang akan dijodohkan dengan Krystal.

“ ahh… itu dia.” Gumam Tiffany setelah melihat meja tujuannya. Ternyata namja itu sudah datang. Sesuai dengan perjanjian, sang namja  akan memakai kemeja warna hitam dan dasi warna merah. Sedangkan Tiffany mengenakan dress selutut warna merah dan blazer warna hitam.

“ Anneyeonghaseo, Jung Soojung Imnida. Atau kau bisa panggil aku Krystal.” Tiffany menyapa namja tersebut dan memperkenalkan dirinya sebagai Yoona.

“ Ahh…ne. Joneun Choi  Minho imnida”

“ maaf sudah menunggu.”

“ it’s ok. Aku juga belum lama.”

‘Jadi ini namja yang akan dijodohkan dengan Krystal. Dia tampan dan kelihatan sangat dewasa. Selera berpakaiannya pun cukup berkelas.’ batin Tiffany.

“ Ehm…apa anda mau pesan sesuatu.” Pelayan datang dan  menanyakan pesanan mereka.

“Ice cream strawberry.”

“dan secangkir espresso”

“ ok. harap menunggu sebentar”

Setelah pelayan pergi, mereka pun mulai mengobrol.

“hm…kalau boleh tahu apa  pekerjaanmu?”suara berat  Minho membuka percakapan.

“aku seorang wedding organizer.kau sendiri, apa pekerjaanmu?”

“setelah lulus dari Harvard Unversity, aku dipercaya menjadi GM  di hotel Queen, salah satu hotel bintang lima paling terkenal di Seoul. Hotel itu adalah milik keluarga kami. Kau tahu kan kalau keluargaku termasuk dalam daftar orang terkaya di Korea”

“ kelihatannya kau sangat bangga dengan kekayaan leluhurmu itu.”

“tentu saja, zaman sekarang kekayaan dan kecerdasan adalah modal utama untuk hidup. Bukan begitu Krystal-sshi?”” kita harus cerdas dan kaya raya kalau ingin hidup bahagia.”

“menurutku kebahagiaan tidak datang dari kakayaan dan kecerdasan, tapi dari cinta dan ketulusan.”

“ kau lupa Krystal-sshi, zaman sekarang cinta dan ketulusan bisa dibeli dengan uang. Uang yang berkuasa. Money is power.”

Tiba-tiba pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.

Tiffany dan Minho pun mulai menikmati pesanan mereka.

‘Ternyata pria ini menyebalkan sekali. Lihat saja, aku akan memberimu pelajaran.’

“Oh ya, setelah ini aku ingin membeli pakaian. Apa kau mau menemaniku minho-sshi?” Tiffany memulai percakapan kembali sambil memakan Ice creamnya.

“ok, aku tidak keberatan.”

Shopping Center 19:19 KST

Tiffany pov.

Sudah 2 jam aku berbelanja dan membeli banyak pakaian. Tentu saja namja sombong itu menemaniku dan membayar semua pakaian yang aku beli. Tadinya aku tidak mau, tapi dia memaksa. Mungkin dia memang ingin memamerkan kekayaannya padaku.

“krystal-ssi apa kau yakin akan mengajakku masuk ke toko itu?”

Dia mulai ragu saat aku mengajaknya ke toko pakaian dalam wanita. Binggo. Wajahnya memerah karena malu. Kau lihat Choi Minho, Kekayaanmu tidak bisa membeli rasa malu.

“tentu saja. Kajja kita masuk”

“aku tunggu di luar saja.”

“shireo, kau sudah janji menemaniku.”

Aku pun memaksanya masuk ke dalam toko. Ha,ha, ha ekspresinya lucu sekali. Dia kelihatan salting. Pasti dia belum pernah masuk kesini sebelumnya. Aku pun mulai memilih- milih.

“yang ini bagus tidak?” aku menunjukkan sepasang celana dalam plus Bra berwarna hitam dengan renda. Mukanya memerah lagi.

“ne. Ba..gus. cocok sekali untukmu.” Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Seorang SPG mendekat ke arah kami. “kalau anda mau boleh mencobanya nona.” Kata SPG tersebut.

Aku pun masuk ke bilik ganti yang ada di sudut toko. Aku mulai melepas blazer dan menurunkan dressku. Lalu …

Bruk….

Seseorang tiba- tiba masuk ke dalam bilik.

“ Kyaaaaa…. nuguya?” aku pun refleks berteriak lalu menutup dada  dengan kedua tanganku. ternyata orang itu adalah Minho. Dia langsung membekap mulutku dengan tangannya dan menyudutkanku ke tembok.

“Ssst….. aku tidak bermaksud mengintipmu. Nanti aku jelaskan.” Katanya setengah berbisik.

Aku  tidak terima dengan perlakuannya. langsung saja kutendang bagian vitalnya.

“ Awww… appo,” jeritnya kesakitan.

“rasakan, dasar namja mesum.”

Setelah  merapikan pakaianku, aku  meninggalkannya dan langsung keluar dari toko. Aku tak perduli dengan tatapan aneh dari para pengujung toko saat melihatku keluar dengan wajah kesal.

Siwon’s house  20.20 KST

Siwon’s pov.

Setelah insiden yang terjadi di toko, aku pun segera pulang. Ini semua gara- gara ide gila minho yang menyuruhku menggantikannya kencan buta.  Sekarang dia malah sedang asik menertawakan penderitaanku.

“ Yaa, berhentilah menertawakanku.”

“ha,ha,ha… mianhae Hyung. Habisnya ceritamu lucu sekali.”

“ gadis itu sudah menguras uangku dan membuatku menderita begini, kau bilang itu lucu?!!!”

Saking kesalnya akupun melempar bantal sofa ke arahnya.

“ appo, Hyung.”

“itu tidak sebanding dengan yang aku rasakan.”

“tapi Yuri noona tidak melihatmu kan?”

“untungnya setelah aku keluar dari bilik neraka itu, Yuri sudah tidak ada.”

Ya, saat Krystal sedang masuk ke dalam bilik ganti, aku melihat Yuri tunanganku ada di dalam toko sedang memilih- milih pakaian dalam. kemudian Yuri berjalan ke arah bilik ganti, aku panik dan tanpa berpikir panjang langsung masuk ke bilik Krystal. Belum sempat aku menjelaskan, Krystal sudah menendangku dan pergi.

“syukurlah kalau begitu. Aku tidak mau pernikahanmu gagal gara- gara aku.” Terlihat raut penyesalan di wajah minho.

“ne, aku akan membunuhmu kalau sampai itu terjadi.”

“ya, kau sadis sekali Hyung”

“oh y, jadi menurut Hyung, Krystal itu tidak cocok untukku?”

“hm, dia memang yeoja yang cantik, seksi, tapi kelihatan lebih dewasa dari umurnya, galak, dan juga shop a holic. Aku rasa kalian tidak akan cocok menjadi pasangan. Ia ledih cocok jadi noona-mu”

“ arraseo. lagi pula hyung sudah membuat kesan bahwa aku ini namja  pervert. Dia pasti akan menolakku mentah- mentah.” Minho meledekku dengan wajah polosnya.

“ Yaaa, kau ini.”

Akupun melemparinya lagi dengan bantal sofa. Dia pun berlari keluar meninggalkanku di ruang tamu.

“ampun Hyung….”

Queen’s Hotel 12:12

Siwon sedang fokus memeriksa berkas- berkas yang ada di hadapannya ketika pintu ruangannya diketuk.

Tok,tok,tok

“aku tidak ingin diganggu dulu, Sunny-ssi”jawab Siwon  tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas- berkasnya.

“tapi kurasa sekarang waktunya Anda makan siang, Sajangnim.”

Suara itu bukan milik Sunny sekretarisnya, tapi suara itu sangat familiar di telinganya. Siwon pun mendongakkan kepalanya dan seketika tersenyum melihat siapa yang datang.

“ chagiya…. Tumben kau datang tanpa memberitahu.”

“ aku sengaja  membuat kejutan.” Yuri mendekat sambil menyodorkan sebuah kimbab.

“wow, ini benar- benar kejutan. Apa kau membuatnya sendiri?”

“ani. aku membelinya. Oppa kan tahu aku sangat sibuk. Jadwalku sangat padat ditambah persiapan pernikahan yang sangat merepotkan.”

“pernikahan kita tinggal sebulan lagi, apa kau tidak bisa mengambil cuti? “

“andwe oppa, aku tidak bisa membatalkan kontrak. Oppa tenang saja. aku sudah mengatur semuanya. Semua akan berjalan sesuai rencana.”

Yuri adalah seorang model terkenal. Siwon sangat mengerti dengan profesi tunangannya itu. Walaupun sebenarnya Siwon ingin Yuri berhenti dari pekerjaannya setelah menikah, namun Ia tidak pernah memaksakan keinginannya.

“oh ya, Oppa. siang ini aku akan menemui wedding organizer.  Kalau oppa ada waktu aku ingin oppa juga ikut menentukan konsep pesta pernikahan kita nanti.”ucap Yuri setelah Siwon menghabiskan makan siangnya.

“mianhae, chagiya. Aku harus menemui klien siang ini.”

“ ya sudah, Aku pergi dulu ya oppa.”

Yuri memberi sebuah kecupan di pipi Siwon.”Bye Chagi, thanks makan siangnya” ucap Siwon sebelum Yuri meninggalkan ruangannya.

Tiffany’s Office 13:13 KST

Krystal melangkah tergesa- gesa menuju  ruangan Tiffany, tampak kekhawatiran pada raut wajahnya.

“ unnie, Gwaenchana?”

Krystal masuk ke ruangan Tiffany tanpa mengetuk pintu.

“ Wae, mengagetkanku saja.” Tiffany tampak kesal karena pekerjaannya terganggu.

“Namja itu tidak berbuat apa- apa padamu kan? Sepertinya kau kesal saat menelponku kemarin.”

“ ne, hampir saja.” Jawab Tiffany datar

“ hampir saja bagaimana?” Krystal semakin penasaran dengan ucapan Tiffany.

“sudahlah aku tidak mau membahasnya lagi. Itu membuatku tambah kesal.”

“mianhae, Unnie ya, gara- gara aku kau jadi begini.” Ucap Krystal lirih.

“gwaenchana, Krys. Tidak usah terlalu khawatir.” Tiffany menunjukkan eyesmilenya membuat Krystal lega.

“oh ya, jam 2 kita ada janji dengan klien.”ucapnya kemudian.

“eodiga?”

“Queen’s hotel. Tapi aku tidak bisa menemanimu. Aku harus ke rumah Jessica. Aku sudah berjanji menemaninya check- up ke dokter.”

“sudah berapa bulan kandungannya?”

“lima.”

“Tunggu dulu, tadi kau bilang Queen’s Hotel?”

“ne, klien kita akan menunggu di loby Queen’s hotel. wae?”

“ani. kau tulis saja alamat dan nomor teleponnya. Aku akan kesana sendiri.”

“ne.”

‘sepertinya aku tidak asing dengan nama hotel ini’ batin Tiffany.

Queen’s Hotel area 14:14

Siwon’s pov.

Aku baru saja keluar dari hotelku untuk meeting dengan investor dari Jepang. aku menjalankan mobilku agak cepat karena aku  tidak mau terlambat dan membiarkan klienku menunggu. Tiba- tiba aku melihat seorang yeoja berjongkok di tengah jalan.

“Kyaaaa…..” aku mendengar gadis itu berteriak.

Sreeet……

Aku langsung mengerem mobilku. Untung tidak sampai menabraknya. Masih setengah shock, akupun langsung turun dari mobilku dan menghampiri yeoja itu.

“Agasshi gwaenchanayo.” Aku menanyakan keadaannya, dia masih menunduk memegangi kakinya.

“ nde gwaenchana” yeoja itupun mendongakkan kepalanya dan menunjukkan eyesmilenya. Tapi seketika eyesmilenya pudar saat matanya bertemu mataku. Akupun kaget setelah melihat wajahnya.

“ Neo…???? Kenapa kau berjongkok di tengah jalan seperti ini. Apa kau tidak punya kerjaan lain?”

“ ya, kau hampir menabrakku bukannya minta maaf malah mengomeliku.”

“itu salahmu sendiri kenapa kau ada di tengah jalan seperti ini.”

Tiffany’s pov.

Sial sekali aku hari ini. Mobilku tiba- tiba mogok sebelum sampai ke hotel tujuanku. Aku terpaksa berjalan kaki karena hotelnya sudah kelihatan dari sini. Saat aku menyebrang tiba- tiba aku keseleo dan terjatuh di tengah jalan. Aku berusaha berdiri tapi kakiku sakit sekali. Saat itu aku melihat ada mobil yang melaju ke arahku, spontan akupun menjerit.

“kyaaaa….. “

Mobil itu berhenti tepat di depanku.

“Agasshi gwaenchanayo.” Pengendara mobil itu turun dan mengahampiriku.

“ nde, gwaenchana.” Walapun masih shock, aku berusaha tidak membuat orang itu khawatir.

Akupun tersenyum dan melihat ke arahnya.

“ Neo…???? Kenapa kau berjongkok di tengah jalan seperti ini. Apa kau tidak punya kerjaan lain?”

Aku memang benar- benar sial kenapa aku harus bertemu namja ini lagi. Ya dia adalah Choi Minho yang kutemui kemarin.

“ ya, kau hampir menabrakku bukannya minta maaf malah mengomeliku.”

“itu salahmu sendiri kenapa kau ada di tengah jalan seperti ini.” “ sekarang menyingkirlah. Aku sedang buru- buru. Jangan menghalangi jalanku.”

“kau tidak lihat kakiku keseleo, bagaimana aku bisa berjalan, berdiri saja susah.”

“ dasar yeoja, menyusahkan saja.”

“ aku bisa mendengar apa yang ka…..”ucapanku terpotong saat minho tiba- tiba menggendongku.

”andwe,,,, apa yang kau lakukan?” dia tidak menghiraukan protesku. Aku didudukkan pada sebuah bangku yang ada di pinggir jalan. “ya kau mau apa lagi.”

Aku kembali protes saat Dia meraih pergelangan kakiku.

“ Aku hanya ingin membantumu. Tahanlah sebentar, ini agak sakit.”

Kemudian dia memutar pergelangan kakiku, memang awalnya agak sakit, tapi seketika sakitnya hilang dan kakiku kembali normal.

“Bagaimana? Cobalah berdiri.” Akupun menurutinya. Aku bisa berdiri normal lagi bahkan berjalan.

“yeoja memang aneh, kenapa suka sekali memakai highheels padahal itu sangat tidak sehat dan resiko terkilir juga besar.”

“tapi highheels membuat tingkat percaya diri wanita naik 100%.”

“benarkah? itu hanya berlaku untuk yeoja pendek sepertimu.” Minho mengacak rambutku lalu melirik arlojinya” Oh my god, aku hampir terlambat.”

Baru saja aku mau protes atas perlakuan dan kata- katanya padaku, dia sudah berlari ke mobilnya.

“ya… Choi Minho.” Aku berteriak sebelum dia melajukan mobilnya.

“gomawo…” kataku lemah setelah melihat mobilnya melaju meninggalkanku. Kenapa aku merasa kalau dia namja yang baik. Tapi tetap saja dia masih namja yang angkuh seperti kemarin. ‘ paboya fany, kenapa kau malah memikirkannya’. Ah aku sampai lupa janjiku dengan klienku. Aku harus berjalan cepat.

“anneyong… Tiffany Hwang Imnida. Maaf sudah menunggu.”aku sudah sampai di lobi Queen’s hotel.

“ne, gwaechana. aku Kwon Yuri. Silahkan duduk.”

“langsung saja. Anda ingin konsep pernikahan yang seperti apa?”

“aku ingin yang sederhana tapi cukup berkesan. Dan resepsinya akan di adakan di hotel ini juga.”

“aku rasa, pestanya sebaiknya di adakan malam hari di ruangan terbuka seperti di taman atau kolam renang. Di bawah sinar bulan, kesakralannya akan sangat terasa.”

“aku setuju.”

“ini beberapa desain dekorasi yang bisa dipilih. Ada pilihan warnanya juga.”

“aku suka yang ini.”

“pilihan yang bagus. ini merupakan desain terbaru kami dan belum pernah ada yang memakainya.”

“kalau begitu aku sangat beruntung.”

“aku ingin melihat- lihat hotel ini untuk menentukan lokasi yang cocok.”

“tentu. Tapi aku tidak bisa mengantarmu. Aku ada pekerjaan sekarang. Aku akan memanggil manajer hotel ini untuk menemanimu.”

“baiklah.”

Yuri terihat menghubungi seseorang.

“yeoboseo..”

“….”

“ne, aku butuh banuanmu. Kau bisa kesini sekarang? Baiklah aku tunggu di loby.”katanya pada seseorang di telepon.

Seorang pemuda datang menghampiri kami.

“apa yang bisa kubantu, noona?”

“ini  Tiffany Hwang. Wedding organizer. tolong antar dia berkeliling hotel untuk menentukan lokasi pernikahanku dan Siwon oppa nanti.”

“baiklah.”

“kenalkan dia manajer hotel ini namanya Choi Minho.”

“anneyonghaseo,,, Choi Minho Imnida.” Namja itu memperkenalkan dirinya.

“Choi Minho…???” aku kaget. Choi Minho yang kutahu bukanlah orang ini.

“ne, apa ada masalah?”

“ani. Tidak apa- apa. Tiffany Hwang Imnida.”

“baiklah kalau begitu ku tinggal dulu. Anneyong,”

“Anneyong.”

Yuri meninggalkan aku dan orang yang bernama Choi Minho ini. kalau dia adalah Choi Minho, lalu siapa orang kutemui di depan hotel tadi. Tidak mungkin mereka punya nama yang sama. Kalau tidak salah, Choi Minho yang kemarin juga mengaku sebagai manajer Queen’s Hotel.

TBC

Part 1 selesai. Hayo jangan bilang kependekkan lagi. ini udah 2400 kata dan masih ada kelanjutannya di part 2 dan 3.  Buat prophets sejati,  komennya sangat diharapkan kalau ingin kisah cinta SiFany terus berlanjut.

No comment, no next part (author ngancem)!!!!

 

 

 

 

79 thoughts on “[Re-Post] Loving U Part 1

  1. Buat ff Sifany yg genre Marriage Life juga yah author! Yg dari Siwon sama Tiffany kenalan sampe mereka menikah, dan berkeluarga kayak ff sifany yg dulu lg thor! Ditunggu FF Sifany yg baru Author! Always Succesful ^^

  2. Tiffany , Krystal , Sifany , love it ♡
    Aku suka ff ini dan aku pun lupa bagaimana kelanjutan cerita dan endingnya , syukurnya di re-post lagi , thanks author , thanks admin ~chuu~
    Aku tunggu part berikutnya dan ff author yang baru okeeeeee ^^

  3. next terus thor……bagus ff nnya …..pas pertama siwon ketemu tiffany lu banget….masa di ajak di tmpat kya gitu…tpknpa yuri ma siwon ma nikah trus gmna ma fany eoni…..next terus thor

  4. Mian baru bisa baca ff nya unnie😦 re-post yaaa, untung aja aku udh prnah baca ff ini jd ga shock lg hehe hwaiting unnie :*

  5. Hehehe…..fany menggantikan krystal pergi kencan buta dan begitu juga dengan siwon yg menggantikan minho.
    Masa sih siwonnya mau nikah ama yuri jgn donk, siwonnya ama fany aja ya.Amin.
    Akhirnya ketahuan juga ama fany choi minho yg aslinya.
    Penasaran dengan kelanjutannya,saya baca next partnya deh.
    Thanks buat author dan ffnya
    Author jjang dan hwaiting

  6. Blm ap2 udh bikin jengkel. trnyt sifany ktm krn gntikn tmnny utk kencan buta. tp pake nm orla. bgmn yg ntr klo sifany ktm lg dgn ID yg sbnrny. mulai seru nih aplg siwon mw nikah am yuri???

  7. Wahhh…penyamaranya ketahuan…
    Tp sayang siwon sudah jd tunangannya yuri…
    Pupus sudah hrpan fanyah….uhggg…
    Lanjut dulu dechhh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s