[Re-Post] Arrogant Girl Part 2 END


Title : Arrogant Girl

Arrogant Girl

Main Cast :  Tiffany Hwang – Choi Si Won

Support Cast : Kim Tae yeon –  Park Jung Soo/Lee teuk

Author : @janisone

Length : Twoshoot

Rating : General

Genre : Romance, Family, Friendship

Disclaimer : Semua Cast milik Allah dan SM Entertaiment.Fanfic ini murni hasil kerja otakku jadi jangan di COPAS tanpa izinku.

  Part 2

Malam ini hujan turun dengan sangat lebat.Petir dan kilat saling menyambar dan terdengar cukup menakutkan.Tiffany merasa bosan dengan hujan ini.Dia juga masih kesal mengingat kejadian tadi siang.

Tiffany segera meraih Handphonenya untuk menelfon seseorang.Siapa lagi kalau bukan Tae yeon.

“Yeoboseyo?…”jawab Tae yeon diseberang sana.

“Ini aku, Taeng-ah….”

“Kau kenapa, Fany-ah?…”tanya Tae yeon yang tahu kalau sahabatnya itu sedang tidak mood.

“Aku sedang kesal…”adu Tiffany.

“Kesal? Pada siapa?…”

“Stella Kim!”

“Stella Kim? Siapa dia?…”tanya Tae yeon yang merasa tak mengenal nama ini.

“Dia yeoja yang sedang dekat dengan Si won…”

“Ne?…”Tae yeon seketika tertawa mendengarnya.

“Waeyo?..”tanya Tiffany tak mengerti.

“Apa artinya kau sedang cemburu?…”goda Tae yeon.

`Mwo? Cemburu? Mungkinkah?`tanya Tiffany dalam hati.

“Cemburu? Mana mungkin…”elak Tiffany.

“Aish! Kau tidak bisa bohong padaku Tiffany Hwang.Memangnya apa alasan lain sampai bisa kau membenci yeoja bernama Stella Kim itu?…”pertanyaan ini membuat Tiffany gelagapan.Andai Tae yeon melihatnya dia pasti akan tertawa tanpa henti.

“Sudah ya Fany-ah, Lee teuk Oppa ada disini jadi aku harus menemaninya….”

“Mwo? YA! Untuk apa Lee teuk Oppa bertamu malam-malam dan hujan seperti ini…”marah Tiffany.

“Dia kesini bersama orang tuanya, mereka juga datang sebelum hujan tadi…”

“Mwo? Bersama Park Ahjussi dan Park Ahjumma? Apa kalian sudah berencana untuk menikah setelah kita lulus?…”

“Molla, kita lihat saja nanti…”jawab Tae yeon mematikan telfonnya.Tiffany yang tak terima telfonnya ditutup begitu saja melempar Handphonenya kesembarang tempat.

“Kau akan menikah muda Taeng-ah? Aish, kau tega sekali.Aku belum mau secepat ini jadi Ahjumma…”rengek Tiffany kembali berbaring diranjangnya.

CEKLEK

Tiffany  menoleh begitu mendengar suara pintu terbuka.Matanya langsung takjub begitu melihat sosok Si won yang masuk dengan membawa beberapa buku ditangan kanannya.Sangat tampan.

Tiffany segera menggelengkan kepalanya dan berusaha bersikap seperti biasa.

“YA! Choi Si won! Bisakah kau lebih sopan, ini kamarku!”kesal Tiffany.

“Aku tahu ini kamarmu, makanya aku langsung masuk karena aku tidak akan salah masuk kekamar lain…”jawab Si won dengan santainya membuat Tiffany makin jengkel.

Si won meletakkan buku-buku yang dibawanya dihadapan Tiffany.

“Ige mwoya?…”tanya Tiffany.

“Apa harusku jelaskan kalau ini buku?…”

“Aku tahu kalau ini buku Jaksa Choi, tapi kenapa kau membawanya kesini dan memberikannya padaku…”

“Aku ingin menemanimu belajar untuk ujian kelulusanmu minggu depan…”jawab namja itu tersenyum manis.

“Ne?…”kaget Tiffany, dia heran kenapa Si won begitu baik padanya padahal terkadang dia bisa jadi sangat menyebalkan.

“Tidak usah, aku bisa belajar sendiri…”tolak Tiffany.

“Aku harus ada disini agar kau benar-benar fokus, cepat kerjakan tugas-tugas ini, waktumu 30 menit…”

Si won menyerahkan sebuah buku pada Tiffany.Tiffany yang menerimanya menganga tak percaya.

“100 soal matematika dan fisika dalam waktu 30 menit? Kau gila?!”Si won tersenyum dan memandang mata indah milik Tiffany.

“Bukannya kau sangat cerdas, jadi kau pasti bisa Hwang Mi young.Cepat kerjakan…”suruh Si won mengacak rambut Tiffany dan duduk menghadap gadis itu untuk membaca bukunya.

Tiffany yang biasanya marah diperlakukan seperti ini tiba-tiba tersenyum memegang puncak kepalanya.Dia merasa jantungnya berdegup kencang saat namja itu tersenyum dan menatap matanya.Tiffany memberanikan dirinya melihat wajah Si won yang sedang asyik membaca buku, hanya satu kata yang bisa di katakannya.Tampan.

“Hwang Mi young-ssi, kerjakan tugasmu…”suruh Si won tanpa mengalihkan pandangannya dari buku sementara Tiffany hanya tersenyum malu.Untung saja Si won tidak melihat eksperi bodohnya itu.

“Ne…”ucap Tiffany.

Dia mulai mengerjakan soal-soal itu dengan ceria.Senyum tak pernah lepas dari wajah cantiknya saat dia mengerjakan tugas-tugas yang diberikan Si won.Si won sesekali melirik kearah Tiffany, dia ikut tersenyum melihat Tiffany yang asyik mengerjakan tugasnya dengan senang hati.

“Aku sudah selesai…”ucap Tiffany senang.

“Benarkah?…”tanya Si won tak percaya.Dia melihat jam tangannya, rasanya baru 10 menit yang lalu gadis itu mengerjakan tugasnya.Tiffany menyerahkan buku yang ada ditangannya pada Si won sambil memperlihatkan eye-smilenya.

Si won melirik Tiffany sekilas sebelum melihat buku hasil kerja gadis itu.Dan saat matanya melihat kearah buku, Si won benar-benar tidak percaya dengan apa yang ditulisnya…

“CHOI SI WON JELEK!”

“CHOI SI WON MENYEBALKAN!”

“CHOI SI WON MATA KERANJANG!”

Dari soal pertama sampai terakhir hanya itu yang ditulis Tiffany pada setiap jawabannya.Si won menggenggam buku tersebut dan menatap Tiffany yang masih saja tersenyum memperlihatkan eye-smile cantiknya itu.

“Jawabanku benar semuakan?….”tanyanya tanpa dosa.

“Hwang Mi young…”geram Si won.Tiffany yang bisa melihat aura hitam penuh amarah di sekeliling Si won pun bangkit dari ranjangnya dan segera berlari ke lantai bawah.

“Ahjumma, tolong aku!”teriak Tiffany.Choi Ahjumma yang sedang mencuci piring segera menghentikan aktivitasnya karena khawatir dengan sang majikan.

“Ahjumma!”teriak Tiffany yang langsung berlindung dibelakang Choi Ahjumma.

“Ada apa, Si won-ah?…”tanya Choi Ahjumma menatap putranya yang sudah berdiri didepannya.

“Ahjumma, tadi dia ingin memukul dan memarahiku…”adu Tiffany manja.

“Mwo? Benarkah itu Si won-ah?…”tanya Choi Ahjumma menatap putranya.

“Tentu saja! Oemma tahu apa yang sudah dilakukannya?….”

“Aniyo Ahjumma, aku hanya menuliskan apa yang sebenarnya, itu saja…”

“Mwo?…”Si won hanya menghela nafas, mencoba menenangkan dirinya agar tak terpancing emosi.

“Sudahlah Si won-ah, mengalahlah, kaukan namja…”nasehat Choi Ahjumma, Si won menurut karena tak mau berdebat dengan Oemmanya.Sementara Tiffany tersenyum penuh kemenangan dan memeletkan lidahnya ke arah Si won.

“Mianhe Nona, putraku bersikap kurang sopan padamu…”ucap Choi Ahjumma mengelus pipi Tiffany.

“Ne, gwenchana Ahjumma…”ucap Tiffany senang disambut senyum Choi Ahjumma.Si won kembali menarik nafas panjang.

“Ne, aku tahu kalau akhirnya akulah yang disalahkan…”kata Si won melangkah pergi.Dua perempuan itu hanya tersenyum melihat Si won yang kesal.

***Sifany***

Ujian telah berakhir dari setengah jam yang lalu.Semua siswa sibuk membicarakan hasil kerja mereka.Ada yang merasa puas ada pula yang merasa kurang percaya diri dengan kemampuan mereka.

Tiffany duduk dikursinya menunggu Tae yeon yang katanya dipanggil sang presiden Park Group.

“Taeng-ah…”panggil Tiffany begitu melihat Tae yeon.Tae yeon menghampirinya dan duduk menghadap sahabat karibnya itu.

“Bagaimana ujianmu, Fany-ah?…”

“Sedikit sulit tapi aku yakin dengan kemampuanku…”

“Ne, aku juga sangat yakin dengan itu…”senyum Tae yeon.

“Kenapa Lee teuk Oppa datang kesini? Dan kenapa dia memanggilmu? Dia bahkan tidak memanggilku…”kata Tiffany mengerucutkan bibirnya kesal disambut tawa Tae yeon.

“Inikan ujian terakhir kita jadi Lee teuk Oppa ingin melihatnya.Dia memanggilku karena ada yang harus kami bicarakan….”

“Tentang apa?…”tanya Tiffany mulai penasaran.Sementara Tae yeon hanya tersenyum malu.

“Apa Taeng-ah?…”tanya Tiffany tak sabaran.

“Aku dan Lee teuk Oppa, akan segera menikah…”bisik Tae yeon malu-malu.

“Mworagu? Kau akan menikah dengan Lee teuk Oppa?…”teriak Tiffany berlebihan.Tae yeon yang panik dengan cepat menutup mulut sahabatnya itu agar murid lain tak mendengarnya.

“Aish! Pelankan suaramu…”bisik Tae yeon.

“Jeongmalyo? Waeyo? Apa sudah terjadi sesuatu?….”tanya Tiffany asal yang langsung mendapat jitakan dari Tae yeon.

“Auw, Appo…”rintih Tiffany mengelus keningnya.

“Pabo! Makanya jangan suka asal bicara.Aku dan Lee teuk Oppa saling menghargai dan menghormati cinta suci kami jadi kami tidak mungkin menodainya…”jelas Tae yeon.

“Cyieee, bahasamu calon Nyonya Park….”goda Tiffany mencolek dagu Tae yeon.

“Aish, berhenti menggodaku, Fany-ah!”kesal Tae yeon tapi Tiffany tetap tertawa melihat muka memerah milik sahabatnya itu.

“Fany-ah, kau akan masuk universitas mana?…”tanya Tae yeon mencoba mengalihkan topik.Tiffany terdiam dan menghela nafas panjang.

“Dengan keadaanku yang sekarang aku tidak ingin kuliah karena itu hanya akan merepotkan orang saja…”ucap Tiffany, Tae yeon menggenggam tangan Tiffany untuk menguatkannya.

“Sudahlah, kau tidak boleh terus seperti ini, kau harus kuat Fany-ah, hidupmu masih panjang…”ucap Tae yeon lembut.Tiffany mengangguk dan tersenyum.

“Gumawo Taeng-ah, kau selalu menguatkanku…”

“Cheonma, itulah gunanya teman.Jadi kau akan kuliah dimana?….”

“Park Ahjussi sudah menawarkanku untuk kuliah diluar negeri tapi aku menolaknya karena aku takut merepotkan mereka…”

“Lalu?…”

“Aku akan kuliah di Seoul International University…”

“Jjinja? Aku juga disitu….”

“Jjinja?…”tanya Tiffany.Keduanya berpelukan dan tertawa bersama.

“Kau tenang saja Fany-ah, nanti akan ku katakan pada orang tuaku biar mereka yang mengurus semuanya…”

“Gomawo Taeng-ah, tapi tidak perlu karena semuanya sudah diurus Choi Ahjussi…”

“Choi Ahjussi? Bukannya Jaksa Choi?…”Tae yeon menyikut perut Tiffany, membuatnya malu dan salah tingkah.

“YA! Kim Tae yeon! Berhenti menggodaku!”

“Arasso, arasso.Kajja kita pergi, kita akan bersenang-senang seharian ini…”ajak Tae yeon menarik tangan Tiffany keluar kelas.Mereka saling berkejar-kejaran sambil tertawa bersama.

***Sifany***

Si won dan Lee teuk yang ada di lantai 3 gedung tepatnya di ruangan kepala sekolah ikut tersenyum melihat kebersamaan dua sabahat itu.Si won dan Lee teuk akrab setelah bersama membantu permasalahan yang sedang dialami Hwang Group.

“Aku senang bisa melihat Tiffany yang dulu lagi…”ujar Lee teuk senang.Si won tersenyum, dia juga sangat senang akan hal itu.

“Gumawo Si won-ah, kau dan orang tuamu banyak membantu…”

“Aniyo Hyung, justru Tae yeonlah kekuatan terbesarnya…”balas Si won.

“Ne, kami bertiga sudah dekat sejak kecil jadi kami sudah seperti saudara.Dan sepertinya mulai sekarang aku akan mempercayakanya padamu…”

“Ne?…”tanya Si won tak mengerti.

“Kau tidak perlu pura-pura.Namja mana yang menolak pesona adik kecilku itu…”kata Lee teuk disambut tawa keduanya.

“Ku rasa juga begitu.Tapi aku tidak yakin kalau dia juga merasakan hal yang sama…”

“Yeoja memang jual mahal Si won-ah.Semakin susah kita mendapatkannya entah kenapa kita semakin menginginkannya.Tiffany dan Tae yeon itu beda-beda tipis dalam menilai namja tapi aku berhasil menaklukkan Taeyeon.Aku yakin Fany juga menyukaimu, kaukan tidak jauh beda dariku…”ucap Lee teuk disambut tawa Si won.

“Yang ada juga kau yang tidak jauh beda dariku, Hyung….”canda Si won, Lee teuk tersenyum setuju.

“Aku pernah dengan dari Tae yeon, katanya Tiffany sangat tidak suka jika ada yeoja yang dekat denganmu.Waktu itu Tae yeon bilang namanya…”Lee teuk terdiam mengingat-ngingat nama itu membuat Si won menunggu.

“Stella Kim? Ne, namanya Stella kim…”

“Ne? Stella Kim?…”tanya Si won, sesaat kemudian dia tersenyum.

`Jadi itu alasannya kenapa Tiffany tidak suka dengan Stella?`tanya Si won dalam hati.

“Katanya dia sangat cemburu pada wanita bernama Stella Kim itu.Menurutnya Stella Kim itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya.Hanya berbeda dua hal saja…”

“Dua hal? Apa itu?…”tanya Si won penasaran.

“Pertama, Stella Kim selalu membungkuk saat bertemu orang tuamu sementara dia tidak pernah sama sekali.Kedua, Stella Kim bisa memasak sementara dia jangankan memasak, alat-alat didapur itu saja dia tidak tahu apa namanya…”

Si won yang mendengar itu terkejut sekaligus senang, sungguh dia tak menyangka hal ini sama sekali.

***Sifany***

Tiffany bangun dari tidur siangnya dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Setelah berpakaian dengan rapi Tiffany segera turun ke lantai bawah.Entah kenapa dia ingin memasakkan sesuatu untuk Si won.Apalagi hari ini Si won akan kembali dari Incheon setelah tiga hari dia disana.Tiffany sangat berharap kalau masakan pertamanya akan disukai namja itu.

Tiffany mencari keberadaan Choi Ahjumma.Tak lama dia pun mendapati wanita itu sedang menonton TV diruang keluarga.

“Ahjumma…”panggil Tiffany setelah duduk disisi wanita itu.

“Ne, Nona…”jawabnya lembut.

“Apa Ahjumma sedang sibuk?…”

”Anni, memangnya ada apa Nona?….”tanya Choi Ahjumma mengerutkan keningnya.Tiffany tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.Dia bingung sekaligus malu untuk mengatakannya.

“Ada apa Nona? Apa ada sesuatu yang kau inginkan?…”

“Uhm, Ahjumma…”

“Ne…”

“Maukah kau mengajariku memasak?…”

”Ne?….”kaget Choi Ahjumma.Dia bingung ada apa sebenarnya yang terjadi dengan Nonanya ini.Kemarin dia minta dipeluk sekarang minta diajari memasak.

“Kau tidak mau Ahjumma?…”pertanyaan Tiffany kembali menyadarkan wanita paruh baya itu.Terdengar tawanya yang khas membuat Tiffany makin malu.

“Aku tidak bisa menolak permintaanmu Nona Hwang.Kajja…”ajak Choi Ahjumma segera menarik tangan Tiffany menuju dapur.

Setelah menyiapkan segala alat dan bahan keduanya mulai memasak.Mereka akan memasak Sup Ayam Gingseng karena kata Choi Ahjumma Si won sangat menyukai makanan tersebut.Tiffany setuju saja karena sesungguhnya dia ingin mempersembahkan masakan pertamanya untuk Si won.

“Ahjumma…”Choi Ahjumma menoleh pada Tiffany yang ada disampingnya.

“Stella Kim itu, siapa?…”tanya Tiffany.

“Stella-ssi? Kenapa Nona menanyakannya?…”Choi Ahjumma balik bertanya membuat Tiffany malu dan salah tingkah.

“A-aniyo, aku hanya ingin tahu saja…”jawab Tiffany tanpa melihat wajah Choi Ahjumma karena malu.Sementara Choi Ahjumma hanya tersenyum karena dia tahu seperti apa Tiffany.Apalagi melihat sikapnya yang tidak suka jika ada Stella di dekat putranya.

“Stella adalah teman Si won sewaktu dia sekolah di Amerika dulu.Karena mereka sama-sama dari Korea makanya mereka bisa berteman dan menjadi dekat…”

”Ahjumma tahu seperti apa hubungan mereka?…”tanya Tiffany lagi.Choi Ahjumma hanya tersenyum dalam hati.

“Ahjumma tidak tahu pasti Nona, tapi mungkin mereka hanya teman dekat saja…”

“Jjeongmal? Syukurlah…”lega Tiffany.

“Ada apa Nona?…”tanya Choi Ahjumma memastikan ucapan yang didengarnya samar-samar tadi.

“Ne? Oh, aniyo Ahjumma…”

Tiffany tersenyum malu.Choi Ahjumma hanya mengulum senyum.Dia tidak menyangka kalau gadis ini ternyata menyukai putranya.

KRING

“Ahjumma akan mengangkat telfon dulu Nona…”pamit Choi Ahjumma.

Tiffany yang dtinggalkan sendiri pun bingung apa yang harus dilakukannya.Tidak ada benda-benda yang dikenalnya disini selain ayam dan ginseng.Karena Choi Ahjumma mengobrol lama dan Si won akan segera kembali, Tiffany memutuskan untuk memasaknya sendiri.Bahan-bahan dimasukkan dan dicampurkannya dengan asal.Setelah dirasa selesai Tiffany tersenyum dan berharap kalau Si won akan menyukainya.

***Sifany***

Si won masuk ke rumahnya dengan menghela nafas berat.Kembali dari Incheon terasa melelahkan baginya apalagi akhir-akhir ini dia juga sibuk karena banyak pekerjaan yang harus dikerjakan untuk mengurus kasus penipuan yang dialami Hwang Group.

Si won langsung menuju dapur karena dia merasa haus dan ingin minum.Namun dia sangat shock begitu melihat kondisi dapur yang sudah seperti kapal pecah.

“Siwon-ah, kau sudah pulang? Aigo, anak Oemma…”Choi Ahjumma memeluk anaknya sekilas.

“Bagaimana? Kau lelah?…”

“Ne, sedikit Oemma.Tapi kenapa dapur kita berantakan seperti ini?…”tanya Si won seraya melihat keadaan sekitarnya.Benda yang seharusnya berada ditempatnya sudah tidak beraturan lagi.Bayangkan saja cairan pencuci piring yang seharusnya ada didekat wastafel sudah berpindah tempat ke atas microwave begitu pula benda-benda lain yang tidak bisa dijelaskan satu persatu.

“Tidak salah lagi, ini pasti ulah majikan kesayangan Oemma itu…”duga Si won meneguk airnya yang baru saja diberikan Oemmanya.Choi Ahjumma tersenyum simpul dan mulai membereskan dapurnya yang super berantakan.

“Kau tidak akan percaya Si won-ah, hari ini dia memintaku untuk mengajarinya memasak…”

“Uhuk-uhuk…”Si won yang kebetulan sedang meneguk airnya tersedak begitu mendengarnya.

“Gwenchanayo? Hati-hatilah, Si won-ah…”ucap Choi Ahjumma menepuk pundak Si won pelan.

“Apa benar dia melakukannya Oemma?…”tanya Si won yang masih tak percaya.

“Ne, tentu saja…”jawab Choi Ahjumma.Si won tersenyum.

“Lain kali cegahlah Oemma dari pada dia merusak dapur kita seperti ini…”

“Kita tidak boleh mencegah niat baiknya Si won-ah, lagi pulakan dia ingin belajar jadi tidak ada salahnya.Ini adalah hari pertamanya menginjak dan menyentuh yang mananya dapur….”ucap Choi Ahjumma gembira.

“Ahjumma, apa supnya sudah matang?…”tanya Tiffany yang datang dengan tergesa-gesa.

“Sepertinya sudah, Nona…”

Tiffany mendekat ke tempat Choi ahjumma dan memperhatikan masakan pertamanya.Tiffany tersenyum penuh arti berharap Si won akan menyukai masakannya.

“Kau kenapa?….”tanya Si won melihat Tiffany yang senyum-senyum sendiri.

“A-aniyo…”jawab Tiffany gelagapan.

“Cepat ganti bajumu lalu ke meja makan…”suruh Choi Ahjumma mengangkat panci berisi sup ayam ginseng itu ke meja makan.

“Aku tidak yakin dengan rasanya…”guman Si won berlalu dihadapan Tiffany.Tiffany hanya bisa memukul angin karena Si won sudah berlalu dari hadapannya.

***Sifany***

Tiffany tampak bersemangat menuangkan supnya ke dalam mangkok.Bukan hanya dia, Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma, Si won pun sangat penasarana dengan rasanya.

“Aigo, ini masakan pertama Nona Hwang, jadi aku yang harus mendapat kehormatan pertama untuk mencipipinya…”ucap Choi Ahjussi mencoba supnya.Tiffany dan yang lain memperhatikannya.

“Oette?…”tanya Tiffany begitu Choi Ahjussi menarik kembali sendok dari dalam mulutnya.Choi Ahjussi terlihat berpikir sejenak membuat yang lain penasaran.

“Setidaknya ini dibuat dengan sungguh-sungguh oleh gadis cantik jadi rasanya tetap enak…”ucap Choi Ahjussi.Tiffany tersenyum kecil meski itu bukan jawaban yang diinginkannya.Mata Tiffany dan Si won beralih pada Choi Ahjumma yang sedang mencoba supnya.

“Oette?…”kali ini Si won yang bertanya.

“Cukup baik sebagai seorang pemula…”jawab Choi Ahjumma.

Tiffany menghela nafas dan melirik Si won, Si won pun mengerti arti dari pandangan gadis ini.Si won mulai mencoba makanannya dengan ragu-ragu.Tiffany menunggu reaksi dari Si won namun dia merasa kecewa karena Si won memuntahkan makanannya.

“Waeyo? Terlalu burukkah?…”tanya Tiffany takut.Si won dengan cepat meraih gelasnya.

“Sangat buruk! Kau tahu? Ini asin sekali! Memangnya kau sudah mau menikah…”kesal Si won.Tiffany yang tak terima makian ini segera bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan meja makan sambil menahan tangisnya.Dia tidak menghiraukan Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma yang memanggilnya.

“Kenapa kau berkata seperti itu, Si won-ah…”tanya Choi Ahjumma.

“Mianhe Oemma, Oemmakan tahu kalau aku tidak suka asin makanya aku langsung marah saat mencoba supnya…”

“Tapi diakan masih belajar setidaknya kau jangan membuatnya kecewa…”tambah Choi Ahjussi.

“Baiklah, aku akan kekamarnya…”Choi Ahjumma bangkit dari kursinya menuju kamar Tiffany.

“Nona, Ahjumma boleh masuk?…”ttanya Choi Ahjumma tapi tak ada jawaban.Choi Ahjumma memutuskan untuk masuk karena pintu tersebut tidak dikunci.Dia tersenyum dan mendekat ke ranjang Tiffany.Tiffany yang tahu dengan kedatangannya segera duduk dan langsung memeluknya.

“Nona, sudahlah, tidak perlu menangis seperti ini….”ucap Choi Ahjumma menepuk-nepuk pundak Tiffany pelan.

“Tapi Ahjumma, kau tahu betapa menyebalkannya dia?…”tanya Tiffany dalam tangisnya.

“Dia bahkan mengatakan aku ingin menikah karena masakanku terlalu asin, dari mana dia bisa menyimpulkan hal bodoh itu…”#dariIndonesiaOnnie,hehe

“Ne, arayo.Si won memang tidak suka asin Nona, apalagi terlau asin.Maafkan dia Nona, dia memang sering menyakiti perasaanmu…”ucap Choi Ahjumma melepaskan pelukannya.

“Kali ini Nona boleh gagal tapi untuk selanjutnya Ahjumma yakin kalau makanan Nona akan sangat lezat…”

“Jjeongmal?…”tanya Tiffany senang.

“Ne, tentu…”jawab Choi Ahjumma mantap.

“Malam makin larut bukan? Nona sebaiknya istirahat.Besokkan Nona harus kuliah.Hari pertama tidak boleh telat bukan?…”

“Gomawo Ahjumma…”ucap Tiffany.Choi Ahjumma hanya membalasnya dengan senyum dan segera keluar dari kamar tersebut.

“Hah…”Tiffany berbaring diranjangnya.

“Ne, suatu saat masakanku akan lebih hebat darimu Stella Kim, tunggu saja…”ucap Tiffany tersenyum.Dia bahkan sudah bisa membayangkannya.Karna malam makin larut Tiffany memutuskan untuk segera tidur karena besok adalah kuliah pertamanya.Tentu dihari pertama dia tidak mau ada masalah.

***Sifany***

Tiffany melangkah ceria menuju lantai bawah.Ini adalah hari pertamanya masuk kuliah makanya dia sangat bersemangat.Dia langsung menuju dapur karena keluarga Choi pasti sudah menunggunya.

“Pagi Nona…”sapa Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma kompak.

“Pagi…”balas Tiffany ceria lalu duduk dikursi.Choi Ahjussi  membaca Koran pagi sedangkan Choi Ahjumma menata makanan dimeja makan.

“Pagi semua…”sapa Si won yang langsung mengambil tempat didepan Tiffany, tanpa sadar Tiffany tersenyum begitu melihat namja tersebut.

`Kau kenapa Tiffany, dia itu sudah sangat sering menyakiti perasaanmu…`kata Tiffany pada dirinya sendiri.

“Ada masalah, Nona Hwang?…”tanya Si won yang sadar jika dari tadi gadis itu memperhatikannya.

“Ne? Oh A-aniyo…”jawab Tiffany tergagap.Dia menjadi gugup saat Si won bertanya sambil menatap matanya.

“Benarkah Nona Tae yeon akan menikah?…”tanya Choi Ahjumma.

“Oh, Ne, Tae yeon akan menikah minggu depan.Ahjumma, aku akan pulang terlambat karena aku dan Lee teuk Oppa akan menemani Tae yeon membeli gaun pengantinnya…”

“Kenapa kau selalu menjadi penganggu, seharusnya kau membiarkan mereka berdua saja…”kata Si won.

“Waeyo? Akukan sahabat mereka kenapa tidak boleh? Lagi pula Lee teuk Oppa tidak pernah keberatan…”kesal Tiffany, Si won hanya diam tak mau melanjutkan pertengkaran yang tak berarti ini.

“Nona Tae yeon memutuskan untuk menikah muda, lalu bagaimana dengan Nona sendiri?…”tanya Choi Ahjussi.

“Ne?…”kaget Tiffany.Dia tersenyum kaku, bagaimana mungkin Choi Ahjussi menanyakan hal itu padanya.

“Aku…aku tidak tahu Ahjussi…”jawab Tiffany malu sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal.

“Tentu dia akan menikah setelah menemukan namja super kaya yang akan memenuhi nafsu belanjanya…”celetuk Si won membuat Tiffany memandangnya penuh amarah.

“YA! Kenapa kau bicara seperti itu!”

“Apa aku salah?..”

“Mwo?…”

Tiffany makin jengkel.Dia segera meraih tasnya dan segera berlalu tanpa menyentuh sarapannya.

***Sifany***

Tiffany, Tae yeon dan Lee teuk sedang ada disebuah ruangan khusus baju pengantin disebuah butik ditemani beberapa pelayan toko tersebut.Awalnya mereka ingin merancang baju khusus untuk Tae yeon tapi tidak jadi mengingat pernikahan mereka tinggal 5 hari lagi.

Tiffany dan Lee teuk duduk di sofa sambil membaca majalah.Mereka menunggu Tae yeon yang sedang mencoba gaun pengantinnya.Mata keduanya teralihkan begitu mendegar suara tirai yang terbuka.Mereka benar-benar kagum melihat kecantikan dari seorang Kim Tae yeon.

“Oetthe?…”tanya Tae yeon karena dari tadi dua orang itu belum berkomentar apapun.

“Cantik sekali Taeng-ah, tapi sebaiknya kau coba yang lain saja itu terlalu terbuka, bukan begitu Oppa…”tanya Tiffany meminta pendapat Lee teuk.

“Oh Ne…”jawab Lee teuk mengiyakan.

“Aku rasa juga begitu…”kata Tae yeon.

“Baiklah, kita coba yang lain….”kata pegawai toko itu menutup kembali tirainya.

“Yeoppota, tapi kita coba yang lain dulu siapa tahu lebih bagus…”saran Tiffany lagi saat Tae yeon mencoba gaun keduanya.Tae yeon menurut dan kembali mengganti gaunnya.Tiba saatnya  gaun yang ketiga.

“Aku tidak suka, ganti!”suruh Tiffany seenaknya, Tae yeon cemberut ke arah Lee teuk.Lee teuk mengangguk saja dan tersenyum manis ke arahnya.

Dan tibalah saatnya pada gaun yang ke empat.

“Gaunnya jangan yang pendek Taeng-ah, yang panjang dan menyentuh lantai saja agar kau benar-benar terlihat anggun…”komentar Tiffany lagi.

“Berapa kali lagi aku harus menggantinya, Fany-ah?…”kesal Tae yeon.

“Sampai aku benar-benar suka!”

“Aish! Sebenarnya calon suamiku itu siapa? Lee teuk Oppa atau kau…”marah Tae yeon dari dalam tirainya karena sudah kembali ditutup.

“Tentu saja Lee teuk Oppa! Aku tidak akan menikah denganmu karena aku masih normal Kim Tae yeon!”balas Tiffany.Lee teuk hanya tersenyum melihat tingkah dua gadis itu.

Tirai kembali terbuka.Tiffany dan Lee teuk yang tadinya duduk seketika berdiri melihat Tae yeon yang benar-benar cantik dengan gaun putih menyentuh lantai itu.

“Yeoppota…”ucap keduanya bersamaan.

“Jjeongmalyo?…”senang Tae yeon karena dia tidak perlu repot-repot untuk mengganti baju lagi.

“Kau jangan melihatnya seperti itu Oppa, lihatlah eye-smileku jauh lebih cantik dari Tae yeon….”kata Tiffany menggoda karena Lee teuk yang tak kunjung melepas tatapan matanya dari Tae yeon.

“Ne, tapi Tae yeon juga punya mata yang sangat indah, Fany-ah…”ucap Lee teuk yang masih memandang  Tae yeon yang tersenyum padanya.Tiffany yang merasa diacuhkan pun kembali duduk di sofa.

“Kalian jahat sekali…”Tiffany merajuk.Lee teuk tertawa dan mengacak rambut Tiffany pelan.

“Baiklah, kami akan ambil yang ini…”kata Lee teuk pada pegawai toko itu.Mereka tersenyum setuju dan kembali menutup tirainya.

Selesai membeli gaun pengantin ketiganya masuk ke sebuah café untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan sejak tadi.Setelah memesan makanan Lee teuk pamit ke toilet meninggalkan Tae yeon dan Tiffany berdua.

“Fany-ah, kau menyukai Si won Oppa?…”

“Mwo?…”kaget Tiffany.

“A-aniyo…”jawab Tiffany memalingkan wajahnya dari Tae yeon.

“Kau kira kau bisa membohongiku?…”goda Tae yeon.

“Uhm…sepertinya begitu…”ucapnya malu-malu membuat Tae yeon tertawa.

“Apa yang kau suka darinya….”tanya Tae yeon ingin tahu.

“Tentu saja senyumnya.Aigo, kau akan meleleh jika melihat senyum manisnya, Taeng-ah…”ucap Tiffany seraya tersenyum membayangkannya.Membuat Tae yeon berpikir kalau orang dihadapannya ini terlihat seperti orang gila.

“Tapi menurutku  lebih manis senyum Lee teuk Oppa…”ucap Tae yeon membuat Tiffany menoleh dengan cepat ke arah sahabatnya itu.

“Mwo?! Aniyo, matamu sakit jika kau berpikir seperti itu…”

“Ya, itukan menurutku!”

“Tapi Si won lebih tampan, senyumnya juga lebih manis karena ada lesung pipinya…”

“YA! Matamu juga sakit jika selama ini tak melihat lesung pipinya Lee teuk Oppa…”

“YA! Bisakah kalian tidak berdebat ditempat ramai seperti ini….”kesal Lee teuk yang sudah kembali ke meja mereka.

“Oppa, katakan pada Tae yeon kalau Si won lebih tampan darimu…”pinta Tiffany membuat Lee teuk menganga tak percaya.

“Aniyo Oppa, katakan kalau kau lebih tampan dari Si won Oppa…”kata Tae yeon pula membuat Lee teuk bingung harus menuruti permintaan siapa.

“Oppa!”panggil keduanya karena Lee teuk hanya terdiam.

“Baiklah, tapi kalian janji, setelah aku menjawabnya kalian harus berhenti membahas ini dan makan….”

“Yaksok!”ucap keduanya kompak.

“Yang paling tampan adalah….kami berdua…”

“Mwo?…”

“Janji tetap janji, sekarang kita makan, aku sudah lapar…”kata Lee teuk langsung menyantap makanannya.

Tiffany dan Tae yeon yang sempat bengong pun mulai ikut makan karena mereka juga makin lapar.Tae yeon sepertinya sangat kelaparan karena makan dengan sangat lahap.Tiffany yang melihat Tae yeon akan mengambil piring bulgogi segera merebutnya dari tangan Tae yeon.

“Waeyo?…”tanya Tae yeon.

“Kau akan menikah beberapa hari lagi jadi kau tidak boleh terlihat gemuk…”kata Tiffany yang mulai memakan bulgogi itu.

“Sepiring bulgogi tidak akan membuatku gemuk, Fany-ah…”ucap Tae yeon yang tak rela makanannya diambil begitu saja.

“Aish! Pokoknya tidak boleh…”

“Oppa…”adu Tae yeon manja pada Lee teuk.

“Gwenchana Yeon-ah, jika yang dikatakannya itu benar, maka dialah yang akan gemuk nantinya…”kata Lee teuk memegang tangan Tae yeon.Tae yeon tersenyum karena Lee teuk membelanya.Berbeda dengan Tiffany, dia terlihat sangat kesal dan jengkel apalagi dua manusia itu tengah menertawakannya.

***Sifany***

Akhirnya hari pernikahan Lee teuk dan Tae yeon tiba.Tiffany terlihat sangat senang dan mulai bersiap-siap dikamarnya.Dia memilih gaun putih simple diatas lutut tanpa lengan.Untuk aksesoris dia hanya menambahkan kalung mutiara dan gelang.Setelah selesai Tiffany langsung mendekat ke meja rias untuk merias wajah cantiknya.

“Aigo, kau benar-benar cantik Hwang Mi young…”puji Tiffany untuk dirinya sendiri.

“Mi young-ssi, kau sudah selesai? Palliwa…”panggil Si won dari luar kamar.Tiffany yang mendengar Si won memanggilnya langsung memakai high heelsnya dan meraih handbag-nya sebelum berlari ke arah pintu.

Saat pintu terbuka Si won sempat takjub melihat kecantikan Tiffany.Namun Si won dengan cepat mengalihkan pandangannya agar  tak diketahui oleh gadis ini.Dia bisa ke-ge-er-an nanti.

“Bisakah kau tidak memanggilku dengan nama itu…”protes Tiffany karena Si won sama sekali tidak pernah memanggilnya dengan nama Tiffany.

“Berhubung ini di Korea jadi aku tidak akan memanggilmu dengan nama Inggrismu, Nona Hwang Mi young….”jawab Si won tersenyum membuat Tiffany menggembungkan pipinya kesal.

“Ya, apa kau yakin mau pakai high heels itu?….”tanya Si won melihat sepatu Tiffany dengan warna yang senada dengan gaunnya.

“Ne, Waeyo?…”tanya Tiffany melihat sepatunya, tak ada yang salah, bagus malah.Lagi pula inikan sepatu mahal yang dipesan Choi Ahjumma kemarin, edisi terbatas pula.

“Anni, tidakkah itu terlalu tinggi, kalau kau jatuh bagaimana?…”tanya Si won, Tiffany tersenyum senang meski pertanyaan itu dengan nada sedikit kasar.

“Kau mengkhawatirkanku?…”tanya Tiffany tersenyum malu.

“Ne?…”kaget Si won.Kenapa gadis itu bisa membaca pikirannya.

“Aniya…”sanggah Si won mendekat ke arah Tiffany.

“Walaupun kau pakai sepatu setinggi itu tetap saja kau hanya sebatas dadaku, apa jadinya jika kau hanya pakai sandal rumah.Aigo, benar-benar dansin…”ejek Si won.

“Mwo? Itu tak lucu Choi Si won, aku setinggi bahumu bukan dadamu, arra?…”kesal Tiffany mendorong Si won agar menjauh darinya sementara namja itu terus saja tertawa melihat ekspresi Tiffany sekarang.

“Dimana Choi Ahjumma dan Choi Ahjussi? Apa mereka sudah berangkat?….”

“Sudah dari tadi, kau tahu kau sudah membuang waktuku berapa lama?….”

“Aish! Namanya juga yeoja, kajja kita berangkat, Tae yeon pasti sudah menungguku….”ajak Tiffany senang.

“Dia menunggu Lee teuk, bukan menunggumu…”ucap Si won melangkah duluan meninggalkan Tiffany.

Sementara Tiffany hanya terbengong memandang punggung Si won yang sedang menuruni tangga.

`Hello Tuan Choi? Apa kau tidak lihat ada gadis cantik disini?…’tanya Tiffany dalam hati.Tentu saja dia kesal.Dia sudah berdandan secantik ini tapi Si won sama sekali tidak memujinya.Dan harusnya Si won menggandengnya turun dan membukakan pintu mobil untuknya.

“Mi young-ssi, kau tidak ikut?…”teriak Si won dari luar.Tiffany yang kesal segera menyusul agar namja itu tak meninggalkannya.Ditangga Tiffany terus menggerutu karena kesal oleh sikap Si won yang terkesan cuek pada penampilannya.

Tiffany berlari kecil untuk menyusul Si won dan segera masuk ke mobil.Si won yang sudah duduk dikursi kemudi tertawa kesal saat yeoja itu memilih duduk dibelakang.

“Bukankah kau ingin buru-buru, cepatlah nanti kita terlambat…”komentar Tiffany.

“Kau pikir aku ini sopirmu? Huh? Duduk di depan…”suruh Si won.Tiffany hanya menggembungkan pipinya kesal.

“Biasanya aku juga duduk disini kalau Choi Ahjussi mengantarku…”Si won lagi-lagi tertawa.Mencoba sabar agar tak terpancing emosi.

“Kau bisa lihat ini mobilku Nona, bukan mobil yang digunakan Appaku untuk mengantar-jemputmu, arra?…”

“Ya, sudah….”kesal Tiffany.Dia  keluar dari mobil Si won dan menutup pintunya dengan kasar.Sementara Si won hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah gadis itu.

Tiffany duduk dengan kasar dan bersandar dikursi dengan posisi yang benar-benar nyaman.

“Pakai sealbeatmu…”perintah Si won.Tiffany memasangnya dengan malas dan kembali bersandar dikursinya.Si won yang melihat itu tersenyum, sayang Tiffany tak melihatnya.

***Sifany***

Hotel tempat dilaksanakannya acara pernikahan Tae yeon dan Lee teuk sudah dipadati tamu undangan.Semua undangan tampak bahagia tak terkecuali kedua keluarga besar mereka.

“Cukhae Taeng-ah, kau sudah menjadi Nyonya Park…”ucap Tiffany memeluk Tae yeon erat.Keluarga Lee teuk, keluarga Tae yeon dan keluarga Choi pun tersenyum karena Tiffany tak kunjung melepaskan pelukannya.

“Aigo Fany-ah, kalau kau namja aku pasti akan sangat cemburu…”ucap Lee teuk di sambut tawa semuanya.

“Oppa, pokoknya aku belum mau menyerahkan Tae yeon menjadi milikmu sepenuhnya, arro?…”

“Waeyo? Kalau Tae yeon yang memintanya aku tidak akan menolaknya…”kata Lee teuk merangkul Tae yeon.Tiffany mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kau tidak boleh melakukannya Oppa, aku belum mau menjadi Ahjumma…”rengek Tiffany seperti anak kecil.

“Tapi kami sangat menginginkannya, Fany-ah…”kata Oemma Lee teuk dan Oemma Tae yeon bersamaan.

“Ne Fany-ah, jika kau diposisi kami kau akan mengerti…”tawa Appa Lee teuk merangkul Tiffany yang sudah seperti anaknya sendiri.

“Baiklah, baiklah, aku tidak akan mencegahnya lagi…”jawab Tiffany pasrah.Tentu saja dia tidak boleh egois dalam hal ini.

“Kalau kau kapan akan menyusul Jaksa Choi? Pasti banyak yeoja yang terpikat olehmu…”goda Oemma Tae yeon.

“Oh aniyo, pesona putra kami tidaklah sekuat itu….”kata Choi Ahjumma disambut tawa semuanya, kecuali Tiffany.Dia sangat penasaran apa jawaban yang akan diberikan Si won.

“Mungkin secepatnya, aku hanya tinggal menunggu jawabannya saja…”jawab Si won memperlihatkan senyum manisnya.

Semua orang ikut senang kecuali dengan Tiffany.Dia bertanya-tanya siapa orang yang dimaksud oleh Si won.Mungkinkah Stella Kim? Entah kenapa dia sangat penasaran dan cemas.Dia benar-benar tidak mau mendengar kalau yeoja yang maksud Si won adalah Stella Kim.Sementara Si won hanya tersenyum melihat Tiffany yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

***Sifany***

Jam menunjukkan pukul 12.30 malam waktu KST.Tiffany terbangun dari tidurnya karena mendengar seseorang bicara diluar kamarnya.Karena penasaran Tiffany bangun dan membuka pintu kamarnya dengan pelan agar tak menimbulkan suara.

“Ne, hotel Shilla nomor 1907? Ne, baiklah Stella-ssi, aku segera kesana….”

Si won menutup telfonnya dan kembali masuk ke kamar untuk mengambil kunci mobil.Tiffany hanya mampu menganga tak percaya.Untuk apa Si won menemui yeoja itu malam-malam seperti ini.

“Dasar yeoja kurang ajar, dia bahkan menyuruh Si won menemuinya? Di hotel? Tidak bisa dibiarkan…”geram Tiffany.Dia kembali masuk kekamarnya untuk mengambil cardigannya.Dengan cepat Tiffany turun ke bawah dan masuk ke mobil Si won sebelum pria itu melihatnya.

Tiffany menempel di jok belakang kemudi tepatnya dibelakang Si won.Dia sangat berharap kalau dia tidak akan  ketahuan.Karena kalau sampai ketahuan dia tidak tahu alasan apa yang akan dikatakannya nanti.

Tiffany keluar dengan hati-hati saat Si won sedang menerima telfon.Dia mengendap disamping mobil yang juga sedang parkir.Begitu Si won keluar Tiffany langsung mengikutinya dengan langkah hati-hati.

“Choi Si won! Habislah kau! Katanya kau sangat menghormati yeoja, ternyata seperti ini sifat aslimu? Kau sama saja dengan namja brengsek diluar sana…”kata Tiffany kesal.Dia terus memperhatikan Si won yang sudah masuk ke kamar nomor 1907 itu.

“Nona…”

“KYAA!”

Tiffany menjerit histeris saat seseorang menepuk pundaknya pelan.Tentu saja dia kaget karena dia juga sedang was-was.

“Mianheyo, aku tidak bermaksud apa-apa masuk kesini, aku bukan mata-mata atau pun penyelinap, sungguh jangan laporkan aku pada security, Jebal…”mohon Tiffany, sementara wanita itu hanya tersenyum melihat Tiffany yang ketakutan.

“Aniyo Nona, aku hanya ingin menyampaikan kalau Nona sudah ditunggu di kamar 1907..”

“Ne?…”kaget Tiffany, lama dia terdiam untuk mencerna perkataan wanita itu.

“Kamar…yang itu…maksudmu?…”tanya Tiffany menunjuk kamar yang baru saja dimasuki Si won.Wanita itu mengangguk tersenyum.

”A-aniyo, bukan aku yeoja yang dia maksud, sungguh kau salah orang…”kata  Tiffany menjelaskan.

“Aniyo Nona, Tuan Choi Si won bilang nama yeoja itu Tiffany Hwang…”

“Jjeongmalyo?…”tanya Tifany memastikan, wanita itu mengangguk yakin.

“Aish! Oettheoke? Jadi dia tahu kalau aku mengikutinya? Matilah kau Fany-ah…”Tiffany menggigit jarinya.Dia benar-benar takut sekarang.

“Mari Nona…”ajak wanita itu.Tiffany tersenyum ragu mengiyakannya.

“Silahkan Nona, masuklah.Aku akan pergi…”pelayan hotel itu membungkuk lalu pergi meninggalkan Tiffany yang gugup setengah mati.Apa yang akan dikatakannya saat Si won bertanya nanti.

Tiffany menarik nafas panjang sebelum memegang gagang pintu itu.

“Tenanglah Fany-ah, jika dia memarahimu kau bisa memarahinya balik karena dia juga sedang melakukan kesalahan besar…”kata Tiffany pada dirinya sendiri.

CEKLEK

Pintu terbuka.

“Mwo? Kenapa gelap?…”pikir Tiffany.Ruangan itu sangat gelap sampai-sampai dia tidak bisa melihat apapun.Diotak Tiffany pun sudah terbayang hal yang tidak-tidak.

“Andwae! Itu tidak mungkin terjadi…”ucap Tiffany menggeleng.

“YA!  Choi Si won! Oedisso? Apa yang sedang kau lakukan?”teriak Tiffany namun tak ada jawaban.

“YA! Aku akan adukan pada Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma kalau kau berduaan dengan yeoja dikamar hotel, arra?….”ancam Tiffany namun masih tak ada jawaban.

“Aish! Dimana tombolnya…”kesal Tiffany meraba-raba dinding untuk mencari saklar, namun tiba-tiba.

CLEP!

Ruangan seketika menjadi terang karena lampu sudah d hidupkan.Tiffany sadar betul kalau bukan dia yang menghidupkanya karena dia belum menemukan saklar tersebut.

“YA!”

Tiba-tiba ada suara seorang perempuan memanggil yang Tiffany tahu pasti ini adalah suara Tae yeon.Dan saat Tiffany menoleh ke belakang…

“SAENGIL CUKKHAE HAMNIDA…”

“SAENGIL CUKKHAE HAMNIDA…”

“SARANG HANEUN  TIFFANY…”

“SAENGIL CUKKHAE HAMNIDA…“

Tiffany menangis haru begitu melihat sekelompok orang berbaris didepannya seraya menyanyikan lagu selamat ulang tahun.Ada keluarga Lee teuk, keluarga Tae yeon, keluarga Choi serta Stella Kim.Dia tidak percaya kalau ini adalah acara spesial yang sengaja disiapkan untuknya.

“Kemarilah Fany-ah, kau harus tiup lilinnya…”panggil Tae yeon yang memegang kue ulang tahun Tiffany.Tiffany mendekat dan tertawa kecil disela tangis bahagianya.

“Kenapa kau dan Lee teuk Oppa ada disini? Bukannya kalian harus pergi Honeymoon?…”

“Ne, harusnya.Tapi kami belum punya rencana untuk itu.Kita baru seminggu kuliah Fany-ah, lagi pula inikan hari ulang tahunmu, mana mungkin kami melewatkannya….”ucap Tae yeon senang.

“Gumawoyo…”ucap Tiffany terharu.

“Sudahlah, Palli, tiup lilinnya…”

“Make a wish dulu…”perintah Lee teuk

Tiffany memejamkan matanya untuk berdoa.Dia berdoa agar selalu bisa tersenyum bersama orang-orang yang disayanginya dan berharap Appanya akan segera kembali.Setelah selesai berdoa Tiffany membuka matanya dan meniup lilinnya yang disambut tepuk tangan semua orang.

“Gumawo…”ucap Tiffany yang tak sanggup lagi membendung air matanya.Dia merasa sangat terharu dan bahagia.

“Ini bukan waktu yang tepat untuk kau menangis Tiffany-ssi, kau harusnya tersenyum.Apalagi semua ini Si won yang menyiapkannya…”ucap Stella Kim.

“Ne?…”kaget Tiffany.

“Ne Fany-ah, ini semua Si won yang menyiapkannya…”kata Lee teuk.Tiffany melihat ke arah Si won.Dia tersenyum saat namja itu tersenyum padanya.

“Gumawo Si won-ssi…”ucap Tiffany untuk yang pertama kalinya.

“Cheonma, tapi masih ada yang ingin ku tunjukkan padamu, kemarilah…”

Si won meraih tangan Tiffany dan membawa Tiffany dua meter menjauhi kerumunan itu.

“Tutup matamu…”perintah Si won lembut.

“Ne?…”tanya Tiffany bingung.

“Tutup matamu Hwang Mi young…”

“Waeyo? Kenapa harus ditutup?…”tanya Tiffany polos.

“Aish! Namanya juga kejutan, sudah tutup saja, Palli!”suruh Tae yeon yang kesal dengan tingkah sahabatnya itu.

“YA! Akukan gugup, Taeng-ah…”kata Tiffany membuat yang lain tertawa.Tiffany mulai menutup matanya meski masih ragu.

“Bukalah…”perintah Si won lagi setelah hening beberapa saat.Tiffany membuka matanya pelan.Seketika itu juga Tiffany membekap mulutnya dengan kedua tangannya.Air matanya lagi-lagi tak mampu dibendungnya hingga mengalir lembut dipipi cantiknya.

“A…Ap…Appa…”ucap Tiffany dalam tangisnya.

“Appa…”panggilnya lagi dan langsung menghambur ke pelukan Mr.Hwang.

“Appa…”

“Ne Fany-ah, ini Appa…”ucap Mr.Hwang yang juga tak sanggup lagi menahan air matanya.Sementara yang lain memandang mereka dengan haru.

“Mianhe, jika Appa sudah membuatmu menderita…”

“Aniyo Appa, aku sama sekali tidak menderita.Ada Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma yang selalu menjagaku…”Tiffany melepaskan pelukannya dan memperhatikan Appanya itu dengan seksama.

“Bagaimana denganmu Appa? Kau terlihat lebih kurus….”

“Appa kurus karena merindukanmu, Fany-ah…”kata Mr.Hwang disambut tawa yang lain.Mr.Hwang beralih menatap Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma.

“Gumawo keluarga Choi, kalian telah menjaganya dengan baik…”

“Anda tidak perlu berterima kasih seperti itu Tuan, itu memang sudah menjadi tugas kami…”ucap Choi Ahjussi yang di iyakan Choi Ahjumma.

“Gumawo Jaksa Choi, kau telah membantu mengembalikan perusahaan kami…”

“Gwenchana Ahjussi, itu juga sudah menjadi tugasku…”ucap Si won dengan senyum manisnya.

“Apa maksudnya, Taeng-ah?…”tanya Tiffany pada Tae yeon.

“Maksudnya, kau akan segera menjadi Tiffany yang dulu lagi dan ingat, jangan menjadi gadis sombong lagi, arrasso?…”kata Tae yeon membuat semua orang kembali tertawa.

“Sekarang kita masuk ke acara yang terakhir, silahkan Si won-ssi…”suruh Appa Tae yeon.

Tiffany memandangi semua orang karena semua orang juga memandanginya dengan senyum menggoda.

“Waeyo?…”tanya Tiffany bingung.Pertanyaannya terjawab saat Si won mendekat dan menunjukkan kotak beludru berwarna merah berukuran kecil yang berisi dua cincin di dalamnya.

“Ige Mwoya?…”tanyanya bingung.

“Aish! Dia masih saja bertingkah bodoh…”kesal Tae yeon yang ada dirangkulan Lee teuk.

“Dari berita yang ku dengar, seorang Hwang Mi young itu sangat terpikat oleh pesonaku yang bagaikan malaikat ini.Aku tidak akan menolaknya karena aku juga terpikat oleh senyum dan mata indahnya…”

Si won meraih tangan Tiffany dan menatap mata indah itu lembut.

“Hwang Mi young, Aku mencintaimu…”ucap Si won tulus.

“Ne?…”tanya Tiffany memastikan kalau kupingnya tak salah dengar.Bagaimana mungkin Si won menyatakan cinta padanya sementara selama ini dia dekat dengan Stella Kim.Tiffany melirik Stella Kim yang ada disamping Tae yeon.Stella tersenyum seakan-akan mengerti apa maksud dari tatapan gadis itu.

“Aku memang menyukainya Tiffany-ssi, tapi aku harus berbuat apa saat dia lebih memilihmu.Gwenchana, aku akan mendoakan kebahagian kalian…”ucap Stella Kim bijak.

“Jadi? Oette?…”tanya Si won.Tiffany menunduk malu.Apa yang harus dilakukannya, dia yakin semua orang kita menertawakan mukanya yang memerah.

“Nado, Oppa…”jawab Tiffany pelan.

“Oppa?…”tawa Tae yeon mendengar pangggilan baru Tiffany untuk Si won.Tapi hanya Lee teuk yang mendengarnya.

“Kami tidak mendengarnya…”teriak Tae yeon yang mulai usil.

“Yang jelas aku tidak akan mengulanginya…”balas Tiffany, semua orang kembali tertawa melihat dua sahabat itu.

“Jadi, maukah kau menikah denganku?….”tanya Si won lagi.Tiffany hanya mengangguk pelan.Si won tersenyum bahagia dan segera memasangkan cincin itu dijari manis milik Tiffany.Tiffany tak mampu berkata-kata lagi, dia sangat bahagia dan kini dia hanya bisa menangis dipelukan hangat Si won.

***Sifany***

Tiffany terus saja memperhatikan dirinya dari pantulan cermin.Dia harus memastikan kalau dia benar-benar tampil sempurna di hari bahagianya ini.Ya, ini adalah hari pernikahannya dengan Si won.Namja menyebalkan nan sempurna yang sangat dicintanya.Tiffany menoleh begitu mendengar suara pintu terbuka.

“Fany-ah…”panggil Tae yeon.Dia tertegun melihat Tiffany yang benar-benar cantik dengan gaun pengantinnya.

“Oette?…”tanya Tiffany meminta pendapat Tae yeon.

“Hanya satu kata Fany-ah, yeoppo…”ucap Tae yeon.Tiffany tersenyum dan kembali melihat dirinya dicermin.

“Semua orang pasti sangat kagum padamu, Fany-ah….”kata Tae yeon ikut menatap Tiffany dicermin.

“Benarkah? Tapi aku sangat gugup, Taeng-ah…”Tiffany mengenggam tangan Tae yeon.

“Ne, aku bisa melihatnya dari wajahmu.Aku dulu juga merasakan hal yang sama, tapi semuanya berjalan lancar…”

“Ne, kau bisa tenang karena sudah melewatinya…”

“Kau tidak perlu setegang ini Fany-ah, bisa-bisa kau makin gugup dan berbuat kesalahan, rileks saja…”

` Tok Tok tok`

“Permisi, pengantin wanitanya sudah dipanggil…”kata seorang wanita setelah pintu terbuka.

“Ne, kami akan segera keluar…”kata Tae yeon.

“Taeng-ah, bagaimana ini?…”

“Tarik nafas pelan, hembuskan…”suruh Tae yeon seraya mempraktekkannya dan di ikuti oleh Tiffany.

“Sudah tenang? Sekarang kita keluar.Tenanglah, kau akan baik-baik saja…”

Tiffany mengangguk dan meraih tangan Tae yeon.Tae yeon membawanya keluar lalu menyerahkannya pada Mr.Hwang yang sudah menunggunya diluar sejak tadi.

***Sifany***

Mr.Hwang tersenyum bahagia.Bagaimana tidak, disampingnya ada bidadari cantik yang sedang berjalan dengan sangat anggun.Mata para undangan pun tak pernah lepas menatap pengantin wanita itu.Setibanya ditempat Si won, Mr.Hwang segera menyerahkan Tiffany padanya.Si won mengulurkan tangannya dan Tiffany menerimanya dengan senyum bahagia.

Acara pengucapan janji suci pernikahan dan tukar cincin sudah selesai. Semua orang kini bersantai dengan mengobrol dan menikmati hidangan yang sudah di sajikan yang empunya acara.

“Bukankah mereka pasangan yang sangat serasi?…”kata seorang wanita paruh baya yang sedang menikmati makanannya.

“Tentu saja, pengantin prianya sangat tampan begitu pula dengan pengantin wanitanya cantik tak terkalahkan…”jawab seorang tamu pria.Tae yeon, Lee teuk dan Stella Kim yang ada di situ ikut tersenyum mengiyakannya.

“Ne, aku yakin mereka akan bahagia…”ucap Stella Kim tersenyum.Dia harus mulai mengikhlaskan pria itu untuk kebahagiaannya.Karena dia juga tidak boleh egois untuk memiliki seseorang yang tidak mencintainya.

“Kajja Oppa, kita ketempat Tiffany dan Si won…”ajak Tae yeon menggandeng tangan suaminya.Tak butuh waktu lama mereka pun sampai ditempat dimana kedua keluarga sedang berbincang hangat.

“Kemari Fany-ah, Si won Oppa, aku ingin mengambil gambar kalian …”panggil Tae yeon.Tiffany berdiri dengan bantuan Si won karena gaun indah itu membuatnya cukup kesulitan untuk bergerak.

“Bersiaplah…”seru Tae yeon yang sudah siap dengan cameranya.

Siwon berdiri dengan gaya coolnya sementara Tiffany tersenyum manis dengan tangannya memegang lengan kiri Si won.

“Hana…dul…set…”

Crett

“Aigo, Yeoppota…”seru Tae yeon senang begitu melihat hasilnya.

“Lagi ya, kali ini lebih mesra…”suruh Tae yeon.Si won tersenyum seraya merangkul pinggang Tiffany membuat yeoja itu gemetar dan sulit untuk bernafas.

“Lebih santai, Fany-ah…”kata Tae yeon tersenyum jahil melihat sahabatnya yang gugup itu.

***Sifany***

Usia pernikahan Si won dan Tifany sudah menginjak dua tahun setengah.Mereka dikaruniai seorang anak lucu nan tampan bernama Daniel Choi.Semenjak menikah Si won tidak berkerja sebagai jaksa lagi.Melainkan mengisi posisi CEO di Hwang Group atas permintaan Appa Tiffany sebelum dia memutuskan untuk meninggalkan Seoul dua bulan setelah pernikahan mereka.Ya, Mr.Hwang memutuskan tinggal di Amerika karena sudah percaya kalau Si won akan menjaga putrinya dengan baik.

Kehidupan rumah tangga mereka pun berjalan harmonis meski kadang-kadang di warnai pertengkaran kecil dan salah paham.Jika dulu Tiffany yang cemburu jika ada wanita yang dekat dengan Si won.Kini Si wonlah yang merasa cemburu dan di nomor  duakan.Bagaimana tidak, meski baru berumur 1 tahun lebih, Daniel sama sekali tidak mau lepas dari Tiffany.Saat tertidur pun Daniel akan terbangun jika Si won memindahkannya dari sisi Tiffany.Apalagi kalau sampai Appanya membawa kabur (?) Oemmanya.

Si won masuk ke loby bandara Incheon.Dia disini untuk mengantar Stella Kim yang hari ini akan kembali ke Amerika untuk menyusul suami yang sudah menikahinya dua bulan lalu.Begitu melihat orang yang dicarinya, Si won segera mendekat seraya tersenyum manis.

“Kau jadi kembali ke Amerika?….”tanya Si won setelah mendekat.Stella berdiri dari duduknya dan membalas senyum tersebut.

“Ne, Tiffany tidak ikut?…”tanya Stella karena tidak melihat Tiffany bersama Si won.

“Anni, aku baru dari rumah Oemma….”

“Oh.Si won-ssi, ini…”Stella memberikan sebuah tas kecil pada Si won.

“Apa ini?…”tanya Si won.

“Hadiah dariku, untuk Tiffany…”

“Oh…”

“Baiklah, aku harus segera pergi…”kata Stella setelah penumpang yang akan berangkat ke Amerika di panggil melalui pengeras suara.

“Ne hati-hatilah, salam untuk suamimu…”

Stella tersenyum mengiyakan.Dia membungkuk lalu segera pergi.Begitu sahabatnya itu pergi Si won segera melangkah keluar dari bandara untuk segera pulang.

***Sifany***

Setibanya dirumah Si won segera memarkirkan mobilnya.Dia segera masuk dan menuju dapur karena tahu kalau Tiffany sedang berada ditempat tersebut.Kemampuan dapur Tiffany kini memang berkembang pesat karena dia terus belajar dari Oemma mertuanya dan Tae yeon.

“Siang, yeobo…”sapa Si won yang langsung mengambil tempat dimeja makan.

“Siang, Oppa…”jawab Tiffany sambil terus menata makanan yang sudah di siapkannya dia atas meja.Si won sempat heran kenapa istrinya memasak begitu banyak.

“Itu apa Oppa?…”tanya Tiffany melihat tas kecil yang dibawa Si won.

“Oh, ini dari Stella Kim, untukmu…”

“Stella Onnie? Aigo, aku lupa kalau hari ini dia akan kembali ke Amerika…”kata Tiffany menepuk dahinya pelan.Tiffany sudah memanggil Stella dengan sebutan Onnie karena hubungan mereka juga semakin membaik.

“Dia sudah berangkat, Oppa?…”

“Ne, baru saja…”Tiffany mengangguk dan segera membuka kotak yang ada dalam tas itu.

“Mwo?…”heran Tiffany mendapati baju bayi perempuan di dalam kotak itu.Tiffany segera meletakkannya begitu melihat surat yang ada didalamnya.

`Tiffany-ssi, ini hadiahku untukmu.Lahirkanlah anak yeoja, kau tidak keberatankan nanti menikahkannya dengan anak namjaku?…`

Tiffany tersenyum membaca tulisan itu.

“Ada-ada saja…”tawa Tiffany meletakkan kertas dan baju itu kembali kedalam kotaknya.

“Apa kata Stella?…”tanya Si won penasaran.

“Dia meminta anak yeojaku…”

“Jjinja?…”Si won tersenyum dan segera berdiri dari duduknya untuk memberikan back-hug pada Tiffany.

“Berarti kita harus segera memberikannya…”senyum Si won dibahu Tiffany.

“Shireo!”jawab Tiffany cepat.

“Wae?…”heran Si won.

“Kalau aku melahirkan anak yeoja, dia pasti jauh lebih cantik dariku.Bagaimana kalau nanti Oppa lebih memilih sering-sering bersamanya dari pada denganku seperti yang kulakukan bersama Danny, andwae, aku tidak mau…”jelas Tiffany cemberut.Si won yang mendengarnya hanya menganga tak percaya.

“Aigo, itu alasan konyol yang diucapkan seorang Oemma Mi young-ah…”kata Si won mengusap puncak kepala Tiffany.

“Danny dimana, Oppa?…”tanya Tiffany yang baru sadar jika anaknya tidak ada disini.

“Aku tinggalkan dirumah Oemma…”jawab Si won tersenyum aneh.

“Ne?…”kaget Tiffany.

“Dia harus diasingkan untuk beberapa saat agar aku bisa bersama Oemmanya…”ucap Si won.Tiffany hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala mendengar jawaban konyol itu.

“Appa mana yang tega berbuat seperti itu pada anaknya sendiri…”

“Itu karena dia menyebalkan, masa dia tidak memberikan waktu untuk Appanya setengah hari saja….”Tiffany melepaskan pelukan Si won dan berbalik untuk menghadap suaminya itu.

“Aish! Itu karena Appanya juga menyebalkan…”kata Tiffany memukul dada bidang Si won pelan.

“Tahukah kau betapa aku sangat merindukanmu, Mi young-ah?…”tanya Si won menatap mata indah milik Tiffany, sementara Tiffany hanya tersenyum memperlihatkan eye-smile cantiknya.

“Anni…”jawab Tiffany seraya tertawa kecil.Si won tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany hingga…

“Oemma…”tiba-tiba terdengar suara khas anak kecil, siapa lagi kalau bukan Danny memanggil yang secara otomatis menggagalkan aksi Si won.

“Danny?…”panggil Tiffany melepaskan tangan Si won yang ada dipinggangnya untuk mendekat dan menggendong Daniel.

“Aigo, anak Oemma makin tampan saja…”ucap Tiffany mencium putranya sayang.

Si won yang lagi-lagi gagal berdua dengan Tiffany menghela nafas berat dan mendekat ke tempat Tiffany dan Daniel juga orang tuanya.

“Daniel Choi, kau benar-benar membuat Appa marah…”ucap Si won disambut tawa kedua orang tuanya.

“Salah kau sendiri Si won-ah, kenapa kau mengantarnya saat Tiffany mengajak kami makan siang disini….”jawab Oemma Si won tertawa.

“Jjinja? aku tidak tahu….”tanya Si won melihat ke arah Tiffany.

“Ne, aku tidak sempat memberi tahumu karena tadi Oppa sangat sibuk lalu pergi dengan Danny…”jelas Tiffany tersenyum.

“Anyeong, Danny-ah…”sapa Tae yeon begitu masuk karena mereka juga diundang untuk makan siang kali ini.Dibelakangnya ada Lee teuk yang sedang menggendong putri mereka Park Ji yeon yang baru berumur 5 bulan.Ji yeon lebih muda dari Daniel karena Tiffany tetap ngotot kalau dia yang harus hamil duluan dari Tae yeon.

Flashback

Tiffany meraih ponselnya dan duduk disofa ruang tengah di rumah barunya dan Si won.Tiffany menggigit jarinya kesal, menunggu Tae yeon yang belum juga mengangkat telfonnya.

“Yeoboseyo?…”jawab Tae yeon akhirnya.

“Kenapa lama sekali, Taeng-ah…”kesal Tiffany.

“Mianhe, aku baru mendengarnya, tapi kenapa kau menelfon malam-malam seperti ini…”heran Tae yeon melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 9 malam.

“Aniyo, aku hanya ingin bertanya…”

“Tentang apa?….”

“Uhm…kau dan Lee Teuk Oppa sudah melakukannya?…”tanya Tiffany pelan, Tae yeon menyerngitkan dahinya tak mengerti.

“Melakukan…apa?…”tanya Tae yeon.

“Kim Tae yeon! Masa iya aku harus mengatakannya…”geram Tiffany.Tae yeon mengangguk, sepertinya dia sudah mengerti dengan maksud sahabatnya itu.

“Oh, itu, belum, kami belum melakukannya…”

“Ne? Jeongmalyo?….”tanya Tiffany senang, Tae yeon makin heran dengan tingkah aneh sabahatnya itu.

“Kau kenapa? Aneh sekali…”heran Tae yeon.

“Anni, kenapa kalian belum melakukannya? Bukannya Oemmamu dan Oemma Lee teuk Oppa sangat menginginkan cucu…”

“Ne, tapi Lee teuk Oppa sudah memberikan pengertian pada mereka.Lagi pula aku masih belum siap, kita masih 18 tahun Fany-ah.Aku juga tidak tahu kenapa langsung menerima pernikahan ini…”

“Ne aku juga, aku bahkan langsung mengiyakan saat Si won Oppa mengajakku menikah…”kata Tiffany.

“Ne, tapi bukankah seperti ini lebih baik? Saat anak-anak kita besar nanti kita masih secantik ini…”ucap Tae yeon disambut tawa dari Tiffany.

“Ne, aku sangat setuju dengan pendapat itu…”tambah Tiffany senang- terlalu senang malah.

“YA! Bagaimana denganmu dan Si won Oppa?…”tanya Tae yeon pula.

“Kami juga belum melakukannya.Aku akan menyelesaikan semester pertamaku dulu lalu cuti untuk selamanya…”

“Ne? Jadi kau tak akan kuliah lagi?…”

“Hm, aku ingin menjadi ibu rumah tangga yang fokus mengurus keluarga.Lagi pula sekarangkan aku sudah punya suami super tampan dan super kaya jadi aku tidak perlu bekerja lagi…”terang Tiffany.

“Mwo? Aigo, sampai kapan sifat sombongmu itu hilang, Fany-ah…”

“Ini bukan sombong Taeng-ah, ini karena aku bangga.Oh ya Taeng-ah, kalau kau sudah punya program untuk hamil jangan lupa izin padaku dulu, arasso?”

“Mwo? Apa maksudmu?…”tanya Tae yeon bingung.

“Aku punya firasat kalau aku akan melahirkan anak namja sementara kau akan melahirkan anak yeoja, tidak lucukan saat anak kita menikah nanti yang yeoja lebih tua dari namja…”jelas Tiffany panjang lebar membuat Tae yeon menganga tak percaya dengan perkataan sahabatnya itu.

“Kau setujukan, Taeng-ah?…”tanya Tiffany karena Tae yeon masih tak bersuara.

“Tapi bagaimana kalau ternyata anakku yang namja dan anakmu yang yeoja…”tanya Tae yeon yang tak suka dengan pemikiran konyol sahabatnya itu.

“Itu tidak mungkin, pokoknya percaya saja padaku, arasso!”

Beep Beep!

Telfon terputus.Tae yeon menatap ponsel ditangannya dengan kesal.

“Ada apa, Yeon-ah?…”tanya Lee teuk melihat istrinya sedang kesal.

“Anni, aku hanya bingung, sebenarnya yang jadi suamiku itu siapa? Oppa atau Tiffany? Masa iya aku harus minta izin padanya kalau kita ingin punya anak…”kata Tae yeon.Lee teuk hanya tersenyum dan merangkul Tae yeon untuk menenangkan emosinya itu agar tak berlanjut.

Flashback END

“Anyeong Ji yeon-ah.Aigo, Kyeopta…”gemas Tiffany mengambil Ji yeon dari gendongan Lee teuk.

“Danny-ah, lihatlah calon istrimu makin cantik seperti Oemmamu saja….”ucap Tiffany mengelus pipi Ji yeon sayang.Anak berumur 5 bulan itu hanya tersenyum melihat wanita cantik yang baru saja memperlihatka eye-smile cantik padanya.

“YA! Dia itu anakku, mana mungkin bisa secantik kau? Tentu saja dia secantik aku…”marah Tae yeon tak terima dengan perkataan Tiffany.

“Wae? Akukan juga calon Oemmanya…”

Tiffany tak mau kalah.Si won dan Lee teuk hanya saling pandang melihat tingkah dua wanita itu.

“Karena semuanya sudah datang, Kajja kita ke meja makan…”ajak Si won mengalihkan perhatian.

“Ne, kebetulan kami juga sudah lapar.Kami juga penasaran rasa masakan Oemma Danny…” goda Lee teuk, disambut tawa khas Tae yeon dan yang lain.Tawa meremehkan menurut Tiffany.

“Berhenti meremehkanku Oppa, bahkan aku berani jamin kalau masakanku lebih enak dari pada masakan Tae yeon…”

“Mwo? Enak saja, itu tidak mungkin.Danny-ah, katakan pada Oemmamu, dia harus menghilangkan sifat sombongnya itu.Kalau tidak aku tidak akan memberikan Ji yeon padamu, arra?…”ancam Tae yeon.

“Mwo? Itu tidak adil, Taeng-ah…”rengek Tiffany.

“Sudah-sudah, sebaiknya kita makan sekarang.Kalian boleh lanjutkan bertengkarnya nanti…”canda Choi Ahjussi.Yang lain mengangguk setuju dan langsung duduk dikursi yang telah disiapkan.Suasana akrab dan hangat  jelas terlihat di ruang ini meski terkadang di warnai pertengkaran dan perdebatan kecil antara Tiffany dan Tae yeon.Meski begitu mereka terlihat senang dan menikmati kebersamaan mereka yang hangat.

END

Gimana menurut readers? Semoga tidak mengecewakan ya.Ditunggu commentnya….Anyeong……

 

70 thoughts on “[Re-Post] Arrogant Girl Part 2 END

  1. Annyoeng^^
    Saya readers baru…
    Ceritanya bagus banget thor🙂
    Fany Oenni disini lucu banget, suka berantem sama Taeng Oenni
    Pokoknya ceritanya gak ada cela sedikitpun (y)
    Keep Writing thor😀

  2. hurra happy end , lucu yang bagian fany un yang harus hamil duluan , tapi kenyataanx emang iya sih😀 . ffx siip thor campur ada lucu , sedih , seneng🙂 , poko’x ff nih sukses😉

  3. Sumpah, keren bangettt ><maaf eonnie baru komen pas di part 2, soalnya ga sabaran baca kelanjutannya hihihi tapi ga boong deh, ini ff kerennya minta ampun, seneng banget bacanya hihihi ghamsamida \m/

  4. Ahh jadi pengen ada sequel nya ttg kisah cinta daniel-ji yeon plus ngeliat taeng and fany besanan.. hihihi
    bagus thor ceritanya.. kayak real.. two thumbs for you thor!

  5. Huwaa akhirnya siwon sama tiffany bersatu 😍 tiffany udah milih calon menantunya aja😲padahal anaknya taeyeon baru 5 bulan wkwkwk kelurga yang harmonis 😍

  6. Sweet and happy ending🙂 ,mian br comment di part ini ^^.Aku suka bgt sm ceritanya …. hehehe😀 author tau aja mitos garam itu ya :v ,nice ff❤

  7. Yeayyy Tiffany eonni happy?? Daddy eonni akhirnya dateng kan??😥❤❤❤🙂
    OMG :O Tiffany eonni sama Siwon oppa Kyaa…… haha😀
    Choi Ahjussi and Choi Ahjumma pasti so proud, happy dehh punya menantu yang ternyata Tiffany eonni🙂
    Author pokoknya Best lahhh..🙂❤❤❤

  8. Emg yg dsr fany si pecemburu nmr 1 g mw diklhkn. bth ekstra sbr utk org2 dikelilingny. tp satu hal yg psti tdk yg bs tolak pesona terutm eyes smileny, q jg sk kok..lol.
    suprise yg tak terduga mwny mata-matain eh justru dilamar deh am oppa siwon. mrk menikh yg udh ony satu putra nih. bhkn udh dijodohin am ankny tae…cute bget klo emg y…
    happy to you SiFany

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s