(AR) Flabbergastered

Flabbergasted

Flabbergasted (bang2bang.wordpress.com)

Neo Xenon

.

| Choi Siwon, Tiffany Hwang, Yoon Bora | PG-17 | Vignette | Romance, Mystery | The cast are belong to themselves, parents, management and God. I just borrow the name for my story. This story is mine and original by me, so don’t be a plagiator! Sorry if you got the typo. Keep RCL. Inspired by VIXX-Voodoo Doll and my imagination. | Cover by bang2bang.wordpress.com |

*****

Purnama menguasai dirgantara hitam malam, tanpa berteman sekeping kerlip bintang di sana. Lambaian misterius angin berhembus mesra menimpa seluruh syaraf perasa wanita berlapis kaus tipis Forever 21. Tiffany tetap tenggelam dalam rutinitas bersama layar komputer yang menyala redup, mengetik setiap kata yang seharusnya terpatri sebagai bagian dari pekerjaannya untuk beberapa minggu ke depan. Sesekali cokelat panas di dalam gelas berkurang volume, karena habis terlabur bibir merah pucat milik sang penyandang marga Hwang. Jarum jam seakan-akan berserobok saling menyikut mendahului, waktu terpaut jauh dari yang dilihat pertama kali. Tiffany menutup mulut untuk menghalangi respirasi keluar sebagai pertanda bahwa ia mulai terjamah rasa kantuk.

“Bosan…”

Jemari bergerak lincah memindahkan posisi mouse ke kanan dan kiri, membuka menu Google Chrome dan mengetikan nama sebuah mesin pencari pada bagian web address. Acak memilih kata dan menampilkan hasilnya, Tiffany menegakan tubuh dari punggung kursi dan mengamati tepat pada sebuah judul laman yang tercetak jelas dengan rangkaian kapital. Ia pun memilih untuk mengklik laman tersebut.

 

SOMETHING THAT YOU MUST KNOW : LIFE OR DIE.”

 

Bola matanya berlompatan mencerna setiap larik, menggugah adrenalin untuk mencapai puncak tertinggi. Regukan saliva mengalir jatuh merangkak dalam kerongkongan basah, semakin halaman ditarik ke bawah, Tiffany semakin sering pula menggosok tengkuk yang terasa dingin luar biasa. Untuk menutupi segala kegugupan, wanita itupun meminum lagi sebotol Taedonggang yang ia ambil sebelumnya dari kulkas, ia terbiasa meminum dua minuman dengan kondisi yang berbeda sekaligus. Tapi, kesalahan terbesarnya adalah meminum sembari membaca sebuah laman aneh dengan kata-kata yang membuat bulu kuduk meremang, Tiffany pun akhirnya melepaskan mouse yang sejak tadi terjamah oleh jemari. Matanya terfokus pada inti dari laman yang dibukanya.

 

Pernah mendengar sebuah cerita lama?

Selama Purnama menguasai malam pada akhir bulan ketujuh, pada jaman terdahulu tidak sedikit manusia di seluruh Asia melakukan sebuah ritual terlarang untuk memanggil seseorang yang tidak boleh datang pada masa lain, selain masa bulan purnama sempurna. Mereka melakukannya agar tidak kesepian selama sanak saudara mereka pergi untuk berlayar jauh di lautan lepas atau berburu binatang buas di hutan belantara.

 Ada satu cara yang dapat digunakan untuk memanggil seseorang tersebut, namun harus ada pula beberapa hal yang tidak boleh dilanggar, ketika seseorang itu sudah datang dan menemanimu. Karena, ketika kau memanggil mereka untuk datang, maka kau harus menjaga perasaan seseorang tersebut sampai waktu yang ditentukan.

Kau harus mempersiapkan 7 buah batang lilin merah, sebungkus bunga berbau menyengat seperti bunga bougenville, kamboja atau melati. Sebilah pisau tajam yang seperti baru saja diasah, dan sebuah cermin datar berukuran sedang. Ritual dimulai dengan meletakkan cermin pada tempat yang lebih tinggi dari leher dan dapat memantulkan bayangan wajah, dilanjutkan dengan menyusun lilin menjadi tiga bagian acak membentuk segitiga tidak sempurna dengan satu lilin ditempatkan tepat di hadapan cermin, lalu tabur bunga di sekitar segitiga dan cermin. Kemudian, berdirilah di tengah bagian kosong segitiga dengan menggengam pisau yang mengarah ke atas. Baca mantra dan goyangkan pisau ke kiri dan ke kanan dengan dua tangan hingga kalimat terakhir.

Hal yang terpenting di dalam ritual ini adalah kau tidak boleh melihat bayangan seseorang yang kau panggil itu, jika ia sedang bercermin, terutama ketika ia melakukannya dengan cermin yang digunakan untuk memanggilnya. Bila hal tersebut dilanggar, maka…

IA AKAN MEMBUNUHMU!!!

 

Tiffany menggeleng sejenak, memikirkan matang apakah ia harus melakukan ritual aneh yang bahkan tidak diketahui keabsahan ceritanya, namun tidak salah juga jika wanita itu mencoba sekali. Lagipula, ia sedang bosan, karena tidak ada seorangpun yang dapat menghiburnya malam ini. Maka, Tiffany pun bergegas bangkit dari kursi dan berlari menuju kamar, mengambil barang-barang yang diperlukan. Seingatnya, ia masih memiliki beberapa batang lilin merah dan sebilah pisau lipat yang baru saja dibeli di toko peralatan. Tiffany semakin bersemangat, saat ia menemukan bungkusan bunga melati di laci nakas miliknya yang diberikan oleh Bora, sang sahabat ketika berlibur di Indonesia sebagai alternatif aroma terapi. Sebagai langkah terakhir, Tiffany mengambil cermin datar berukuran sedang yang sering ia gunakan untuk merias diri.

Suasana terasa semakin mencekam, tatkala Tiffany telah berhasil menaruh semua benda yang ia dapatkan seperti petunjuk yang tertera di laman. Ia pun mengingat kembali mantra yang harus diucapkan, mengambil napas sejenak, dan menghembuskannya perlahan. Bibirnya mulai bergerak untuk melantunkan kata demi kata.

 

 

Untuk yang sedang ada di sana,

Kumohon datang dan temanilah aku di sini,

Kau pasti dengar dan aku pula begitu,

Seseorang yang sedang berada di sana,

Kemari dan beritahu jika aku tidak sendiri.

 

Sebagai pelepas rindu karena nun jauh terkasih,

Jangan biarkan diri lemah ini sendiri,

Temani dalam malam yang terasa dingin,

Wahai engkau seseorang di sana,

Tolong temani aku yang kesepian ini.

 

 

1 menit

3 menit

7 menit…

“Brengsek!”

Tiffany membersut mengetahui ia telah menghabiskan 10 menit yang berharga hanya untuk sebuah permainan sialan yang justru membuat ia terlihat pilon. Tanpa segan, ia segera menghampiri satu persatu batangan lilin yang disusun, hendak mematikan nyala api. Namun demikian, suara ketukan pintu menyuruhnya terlebih dahulu agar membuka papan tebal berengsel tersebut dan mempersilahkan sosok yang sejak tadi menunggu di luar untuk masuk.

Oppa?!”

“Kejutan!”

Tiffany masih terus berpikir dan merasa kalau konfabulasi sedang berusaha untuk mengelabui, tetapi sosok di hadapannya terasa nyata dalam pandangan dan indera peraba miliknya. Siwon memeluk erat tubuh kekasihnya yang sejak tadi hanya diam tak bergerak laksana manekin di Mall. Mengetahui reaksi yang tidak sejalan dengan perkiraan, Siwon pun melepaskan tautan di antara dirinya dan sang kekasih, kemudian mengangkat dagu wanita dihadapannya.

“Hei, Stephanie Hwang! This is Me, your Seoul Absurd Prince from another Planet! Kau tidak rindu denganku sama sekali?”

Butuh sepersekian detik untuk Tiffany menyadarkan diri, tetapi perkataan Siwon mengenai julukan aneh yang ia berikan kepada pria itu, membuat ia tidak lagi ragu jika memang pria di hadapannya sekarang adalah kekasih hatinya. Keduanya saling berpelukan kembali sembari masuk bersama ke dalam apartemen Tiffany, hal selanjutnya adalah saling memberikan kecupan selamat datang sebagai hadiah pertama dan saling bergelung panas di atas spring bed mewah biru dongker.

Memang pada dasarnya kebanyakan pasangan kekasih tidak bisa menahan syahwat, walaupun keadaan tidak begitu memungkinkan. Selama ada kesempatan, langsung saja tancap gas! Siwon pun tidak ketinggalan dalam daftar dan kini ia mulai menidurkan Tiffany dengan posisinya yang menindih wanita itu, Tiffany hanya mendesah tak beraturan saat Siwon mulai melakukan banyak hal terhadap tubuh bagian atasnya, rangsangan bertubi menyerang tanpa henti, menghasilkan erangan tertahan sebagai balasan.

Keduanya tidak melanjutkan kegiatan mereka terlalu jauh, Siwon memberikan Tiffany kesempatan untuk bernapas dan membenarkan letak pakaian atasnya yang miring sana-sini akibat dari ulah mesum nan nakal tadi. Sembari menunggu sang kekasih memakai baju dengan semestinya, pandangan Siwon beralih pada beberapa barang yang terasa asing berada di dalam ruangan apartemen pada umumnya. Pria itu menghampiri benda-benda yang dimaksud dan melihatnya sebentar.

“Sebenarnya kau sedang melakukan apa? Melatinya bau sekali! Lilinnya juga masih menyala dan terus mencair,” tanya Siwon bingung dan menatap ke arah cermin dengan pandangan mengernyit.

“Oh itu. Aku sedang iseng saja,” balas Tiffany dengan masih membenarkan letak pakaiannya dan tidak bisa menatap ke arah sang kekasih.

Siwon mengangguk mengerti, kemudian memutuskan untuk merebahkan diri ke sofa ruang tengah dan menyalakan televisi, lalu menonton sebuah film aksi Mandarin yang telah berjalan setengah cerita. Tiffany telah selesai dengan urusan-membenarkan-baju-yang-berantakan-karena-hubungan-malam dan mendudukan diri di sebelah Siwon, ikut menikmati lakon Jet Li dalam menumpas musuh.

Beberapa kali Tiffany menggigit bibir gemas, tatkala musuh berhasil memukul sang pemeran utama hingga tersungkur jatuh. Siwon hanya bisa tersenyum manis dan mengelus puncak kepala kekasihnya, lalu menyenderkan kepala di bahu hangat Tiffany yang terasa nyaman. Wanita berambut sedada itupun ikut tersenyum dan memberikan kecupan ringan di pipi Siwon.

“Kau pasti kesal, karena selama beberapa hari ini aku tidak bisa dihubungi sama sekali selama di Amsterdam. Maafkan aku, ne?”

Tiffany mengangguk kecil dan mengelus rambut Siwon sebagai tanda, jika ia sama sekali tidak menyimpan perasaan negatif apapun padanya. Suhu yang semakin turun mendekati minus derajat seakan tidak terasa lagi, hanya tersisa kehangatan saja karena merasakan kembali sesuatu yang selama ini terasa hilang.

Drrt…

Drrt…

Drrt…

Siwon mengangkat kepalanya dan memperhatikan Tiffany yang sedang menjawab sambungan telepon. Pria itu sekali lagi tersenyum dengan mimik yang tidak biasa dan melangkah perlahan tanpa disadari, ia memakai kembali seluruh pakaian musim dingin miliknya dan mengambil sebuah sticky note, lalu menuliskan sesuatu di atasnya.

Tiffany menekan tombol merah sebagai pemutus sambungan antar tempat tersebut, namun ia terkejut ketika mendapati tidak ada Siwon di mana pun saat matanya mengedarkan pandangan. Wanita itu menjadi panik seketika dan mulai memencar ke berbagai tempat, sampai pintu kulkas berhasil membuatnya berhenti.

 

 

Maaf, aku harus pergi lagi. Ada tugas yang harus kuselesaikan segera.

Love you, My Mushroom Marshmallow.

 

From,

Seoul Absurd Prince from another Planet

 

“Dasar orang bisnis!”

Tiffany lega setelah membaca catatan tersebut, ia teringat jika tadi Bora menelpon dan mengajaknya untuk bertemu dengan beberapa kawan lama di sebuah restoran tempat biasa keduanya menghabiskan waktu semasa sekolah menengah atas. Tiffany pun mengambil dompet dan memakai parket, lalu berjalan ke arah kamar untuk mematikan komputer. Baru saja, ia akan melangkah lebih jauh, sesuatu yang terlupa tiba-tiba saja teringat kembali.

“Barang ritual!”

Lilin merah tadi kini sudah habis mencair dan mengotori lantai, Tiffany pun sigap membersihkan remah bunga dan menaruhnya lagi ke dalam plastik, begitu juga dengan pisau lipat dan cermin yang masuk kembali ke dalam laci. Ia membiarkan jejak lilin yang mengeras di lantai, setelah kembali dari pertemuan, baru ia akan membersihkannya. Tapi, sebelum benar-benar meninggalkan ruangan, ia merasa tengkuknya kembali mendingin, lebih dari sebelumnya.

 

*****

 

“Fany, di sini!”

Tiffany tersenyum dan segera menghampiri meja persegi panjang dengan nomor 17 yang terletak di dekat pinggir sektor buffet. Maklum saja, konsep dari restorannya sendiri adalah prasmanan dan all you can eat dengan dekorasi cozy yang dominan. Wanita berambut panjang hitam legam sedada itu langsung saja berpelukan erat dan bercipika-cipiki dengan kawan-kawan lamanya beserta pasangan masing-masing. Tiffany mengambil tempat duduk di dekat Bora dan meminum segelas jus mangga yang telah tersedia. Semua orang larut dalam pembicaraan menyenangkan, mengingat masa-masa di mana semuanya masih dalam tahap pencarian jati diri, melakukan banyak tindakan bodoh, dan hal-hal lain yang identik selama masa sekolah menengah atas.

Selang 30 menit setelahnya, semua orang memencar. Ada yang begitu sibuk mengisi piring dengan berbagai macam makanan, menyanyi lagu terkini di sektor karaoke atau sekedar mengobrol lepas seperti layaknya Tiffany dan Bora sekarang.

“Kau tahu? Tadi aku hampir saja terjebak dalam situasi paling membosankan di dunia. Untungnya saja tadi Siwon oppa datang dan menemani, walau tidak lebih dari sejam,” jawab Tiffany sedikit gusar dan kecewa, terutama dalam kalimat terakhir. Ia meminum kembali jusnya dan meletakkan gelasnya di tengah meja kecil tempat ia dan sang sahabat mengobrol saat ini.

“Benarkah? Memangnya hal apa yang sampai membuat kau bisa seperti itu, huh? Kau pasti mencari sesuatu yang aneh di internet lagi,” balas Bora malas. Wanita itu sudah sangat hafal di luar kepala mengenai kebiasaan Tiffany ketika bosan.

“Menjelajah internet itu adalah salah satu hal yang harus kau lakukan sebelum menua dan mati, Yoon Bora! Lagipula, hanya sebuah laman tidak berguna yang membuatku terlihat bodoh. Bahkan, aku tidak yakin 100 persen akan kebenarannya.”

“Laman? Tentang apa?”

Tiffany mendelik saat menyadari ekspresi Bora yang berbalik dari sebelumnya. Ia pun segera menyeritakan semua hal yang tadi ia lewati, mulai dari pencarian acak yang dilakukannya sampai pertemuannya dengan Siwon. Wanita tersebut semakin bingung manakala Bora mengambil ponselnya cepat dan memberikannya langsung kepadanya setelah mengutak-atik benda persegi itu terlebih dahulu.

“Kisah yang kau baca tadi bukan suatu kebohongan, Fany ah! Legenda itu memang benar adanya dan sudah memakan banyak korban. Kabar terakhir yang kudapat adalah seorang mahasiswa di Kelantan, Malaysia tewas dengan kepala pecah karena terjatuh dari lantai 20 hotel yang ia tempati dengan beberapa rekannya. Hal itu dikaitkan dengan mitos legenda itu, karena sebelumnya polisi memeriksa kamar yang digunakan oleh korban, dan menemukan barang-barang ritual persis seperti yang kau lakukan!”

“Tapi-“

Tiffany tidak sempat memberikan bantahan, ponsel miliknya telebih dahulu merengek dan memberitahu jika ada satu panggilan untuk diangkat. Seluruh kerutan penuh kebingungan dapat ditemukan ada di dahi mulus milik wanita itu, sebuah nama mampu menghadiahkan skakmat untuk Tiffany. Nama Choi Siwon tertera jelas pada layar ponsel.

Op…Oppa?”

“Fany ah, jeongmal mianhaeyo. Aku tidak bisa pulang hari ini karena bandara Schipollmengalami masalah teknis. Sepertinya aku baru sampai di Seoul 2 hari lagi, aku benar-benar menyesal tidak bisa pulang lebih cepat. Aku berjanji untuk mencari pesawat lain agar segera sampai dan dapat menemuimu.“

Oppa, jangan bercanda! Tadi Oppa datang sendiri ke apartemen dan kita sempat berciuman, sebelum kau menghentikkannya dan menonton film di ruang tengah! Ini Juli, dan tidak ada perayaan seperti April Fool di bulan ini!”

“Menemuimu? Bahkan aku baru sampai di bandara, karena Amsterdam terserang badai! Kalau kau tidak percaya, aku akan memanggil Sooyoung dan Changmin untuk berbicara denganmu. Kau tahu sendiri, jika mereka berdua ikut denganku ke Belanda. Sebenarnya ada apa denganmu? Fan-“

Bora menangkap tubuh Tiffany yang limbung, nyaris jatuh. Ponsel wanita itu sudah tergeletak diam di atas lantai dengan retak besar di beberapa bagian. Seketika semua bayangan akan kejadian tadi membuat Tiffany mengingat satu hal, bagian terakhir dari kalimat pada laman internet yang ia baca sebelumnya.

 

 

Hanya 1 dari 7000 orang yang dapat berhasil melalui ritual, lalu pada saat kau sadar bahwa kau sudah berhasil. Selamat! Kau baru saja bisa membuktikan sebuah hal yang kau anggap bodoh sejak tadi, dengan wajah bodoh, kau terperangkap dalam kebodohanmu sendiri.

 

 

Berarti, Siwon yang tadi…

 

 

-Fin-

 

 

Gimana? Cukup menakutkan untuk ukuran vignette misteri? Hehehe. Oh ya, legenda tadi cuman fiktif karangan Author aja.

Ini sebagai hadiah untuk para readers, karena Author aneh satu ini sudah menistakan Fany dan Wonnie di Foreboding sebelumnya. Di mana Tiffany ditinggal sendirian dan Siwon yang bener-bener sukses jadi pria gila harta, wkwkwkwk. #ditendang

Tetep ya, RCL ditunggu. Silent Reader go away! #nyanyiala2ne1

96 thoughts on “(AR) Flabbergastered

  1. sumpah thor, ff ini sukses buat aku jadi mikir..
    dari prtama stelah Fany eonni ngejalanin ritual gtu udh nebak kalo itu bukan Siwon oppa, nakh sampai mreka melakukan ciuman ini nih yang bikin aku bngung, it bneran Siwon oppa yang dteng ato nggak.
    Eh, trnyata diakhirnya mlahan gtu..
    Nah, it brarti yang ciuman sma Fany eonni spa?
    daebak thor ^^

  2. huaaa seru awalnya mikir buat gak ngelanjutin buat baca krn ada unsur2 hororny.
    tapi pas makin kebawah makin kebawah malah jadi asik bacanya🙂

    awalny ngira ritual itu memang hal hoax cz pas siwon dtng gak ada nunjukin ke anehan.
    tapi pas part akhir waaawww gak nyangka trnyata itu beneran..

    hahaha agak merinding sih thor.
    keep writing ya thor,, fighting!!!

  3. Udh update ternyata >< Ceritanya keren banget author. Bisa gitu ya kepikiran bikin cerita sampe kaya ginib Keren banget, taoi akhirnya masih gantung nih author, kalo bisa sih bikin sequelnya author, hehe😀 Ditunggu sequel / FF yang lainnya. Hwaiting🙂

  4. Keren mistisnya dapet banget thor
    terus yang ciuman sama tiffany siapa dong ?
    udah curiga sih waktu siwon tiba2 pergi gak pamit cuma ninggalin sticky note dan sumpah tiffany disini berani banget ngelakuin ritual itu hebat
    Ditunggu karya selanjutnya

  5. yakk ngapaimw fin sih , poko’x harus ada sequel , emang nih ff bagus banget , bikin penasaran gitu . tambah sequel ya thor🙂 😀

  6. aigoooo author ngagetin aja nih …..
    awal bacanya sih deg degan tapi pas akhirnya jadi bingung…. kok ffnya gantung sih thor ??? next thorr… palliii neee

  7. Daebak bener-bener daebak pokoknya thor! Misterinya bikin ngeri thor! Author suka ya buat ff misteri. Forebonding juga ngeri loh .. Seneng juga sam genre misteri yg author buat! Ditunggu karya lainnya and keep writing ya thor!

  8. Aku ud kepikiran kl itu bukan siwon yg asli pas di bagian ‘siwon tersenyum dengan mimik yang tidak biasa’ kekeke =D ini keren dan keep writing thor!

  9. Iihh.. serem amatt ya. .
    Itu c.fany meni lalawora(?) Hehe.. gegabahh bgtt.. . Iseng”.n’a mainan hororr gituu..
    Nah lho..kalo bkn siwon truz td kngen”n ma makhluk kea bgituan ??! Heuu..

    Tp daebakk thorr.. kerenn ^0^

  10. okeeeee jujur, ff ini menyeramkan ~.~
    Trus Siwon yg tadi ‘bermain’ bersama Fany itu…….hantu??
    btw aku suka covernya ^-^

  11. annyeong!
    woowh..!aku merasa makin bodoh saja…. bnran ada ga sih ritual kyk gtu kok smpe author-ssi bisa detail gitu nulis tatacara ritualnya, atau ini murni imajenasi dr author-ssi yg super, whoww.. Dae….bakk!
    Gomawo

  12. Eem sedikit menakutkan ,dan mengerikan hahaha tapi tetep “ok” karena author selalu menyajikan ff sifany yang berbeda dari yang lain..
    Kapan-kapan buat chapter dong author , yang ceritanya menurut selera author tapi jangan yang serem-serem , cukup sedikit mistery okelah , tulisan author kan bagus dari segi bahasa dan aku suka, jadi aku tunggu sifany’nya lagi yaaaaaah , Hwaiting ^^

  13. Untung lah fany unnir gapapa :’) jd yg ama fany unnie tadi berarti hantu dong?? /merinding/ bikin sequelnya dong unnie? D tnggu ff lainnya, hwaitinhg🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s