[Re-Post] Arrogant Girl Part 1

 Arrogant Girl Part 1

Arrogant Girl

Title : Arrogant Girl

Main Cast :  Tiffany Hwang – Choi Si Won

Support Cast : Kim Tae yeon –  Park Jung Soo/Lee teuk

Author : @janisone

Length : Twoshoot

Rating : General

                                     Genre : Romance, Family, Friendship

Disclaimer : Semua Cast milik Allah dan SM Entertaiment.Fanfic ini murni hasil kerja otakku jadi jangan di COPAS tanpa izinku.

                HAPPY READING!!!

Author POV

“Ahjumma!”teriakan Tiffany menggema disetiap ruangan rumah besar keluarga Hwang.Dia adalah putri tunggal dari pemilik perusahaan Hwang Group yang sangat terkenal di Korea.Nama aslinya adalah Stephany Hwang dengan nama Korea Hwang Mi young.Namun dia lebih suka dipanggil Tiffany Hwang atau Tiffany atau Fany saja.

Sebagai putri tunggal seorang pengusaha sukses, dia tumbuh menjadi gadis manja dengan tipe orang yang semua keinginannya harus terpenuhi.Hidup dalam kemewahan membuatnya menjadi gadis sombong  dan merasa diatas segalanya.Apalagi dia besar tanpa perhatian dan kasih sayang dari seorang Ibu sebab Ibunya meninggal saat dia burumur 13 tahun.Karena istrinya  meninggal itulah, Mr. Hwang memutuskan untuk kembali ke Korea dan mengembangkan perusahaannya disini.

“Ne, Nona…”yang dipanggil segera datang mendekat dan membungkuk hormat.

“Sudahku bilangkan, bangunkan aku jam 6 pagi.Lihat sekarang sudah jam berapa?!…”marah Tiffany melihat jam wekernya yang menunjukkan angka 06.35.Pelayan wanita paruh baya itu lagi-lagi membungkuk untuk minta maaf.

“Maaf Nona, dari tadi saya sudah mencoba untuk membangunkan Nona tapi…”

“Aish, sudahlah!”potong Tiffany, dia sangat malas untuk mendengar alasan.

Dengan kondisi emosi yang masih tertahan, Tiffany segera melangkah kekamar mandi.Tak berlama-lama ditempat ini, dia segera keluar dan mencari seragam sekolahnya.Setelah dirasa rapi dan cantik, gadis itu segera melangkah keluar kamar menuju dapur super mewahnya.

“Appa Oedisso?…”tanya Tiffany dengan raut wajah yang masih kesal.Choi Ahjumma yang sedang menyiapkan sarapan siap untuk menjawabnya dengan lembut.

“Tuan sudah berangkat ke kantor saat Nona masih tidur.Katanya ada perkerjaan yang harus diselesaikan…”

Tiffany mendengus kesal dan menaruh tasnya dengan kasar.Dia merasa kecewa dengan Appanya.Sebelumnya, Appanya tidak pernah seperti ini.Biasanya, Appanya akan menunggu untuk sarapan bersama dan mengantarnya ke sekolah.

“Maaf, permisi Nona…”ucap sopir Tiffany sesopan mungkin meski dia tahu kalau gadis itu akan mengacuhkannya.Sopir itu memberi isyarat pada Choi Ahjumma yang tak lain adalah istrinya untuk mengikutinya.Sang istri mengangguk mengerti dan meninggalkan Tiffany memakan sarapannya sendiri.

“Ada apa?…”tanya Choi Ahjumma pelan.Choi Ahjussi terlihat sedikit panik seraya melihat ke belakang.Memastikan kalau jarak mereka sudah jauh dari sang majikan muda.

“Begini, sebenarnya semalam Tuan Hwang tidak pulang kerumah…”

“Mwo?…”kaget Choi Ahjumma.

“Stttt! Pelankan suaramu, Nona Tiffany tidak boleh mendengarnya….”bisik Choi Ahjussi pula.

“Kenapa? Apa yang terjadi pada Tuan Hwang? Bukankah kau bilang Tuan berangkat pagi-pagi sekali…”

“Sebenarnya aku berbohong.Semalam aku menjemputnya ke kantor tapi aku tidak bisa menemukannya…”

“Lalu?…”

“Lalu aku mencarinya ditempat yang biasa dia kunjungi dengan teman-temannya tapi tetap tidak ada.Namun secara tak sengaja aku melihatnya di sungai Han.Aku melihatnya sedang memohon pada temannya untuk diberi pinjaman uang.Dari yang aku dengar, jika dia tidak mendapatkan uang itu maka perusahaannya akan bangkrut…”

“Jjeongmalyo?…”Choi Ahjumma menutup mulutnya.Tak percaya dengan kabar buruk itu.Kalau semua itu benar, bagaimana nasib Tiffany.Meski Tiffany selalu kasar padanya tapi dia tidak pernah merasa sakit hati atas perlakuan gadis itu.

“Lalu bagaimana dengan Nona Tiffany?…”panik Choi Ahjumma.

“Perusahaannya mungkin akan benar-benar bangkrut karena temannya itu tak mau memberikan pinjaman.Istriku, nanti kau panggil orang-orang untuk memindahkan barang-barang milik Nona Tiffany ke rumah kita sebelum orang-orang datang untuk menyita rumah dan semua barang-barangnya.Aku tahu dia tidak akan sangggup jika harus melihat itu semua…”

“Ne, baiklah, aku mengerti…”ucap Choi Ahjumma paham.

“Kalian sedang membicarakan apa?…”pertanyaan ini sontak membuat pasangan suami-istri itu terkejut dan salah tingkah.Tapi mereka berusaha untuk tersenyum senatural mungkin.

“A-aniyo Nona, Ahjussi katanya sedikit pusing?…”bohong Choi Ahjumma.

“Apa sangat serius?….”pertanyaan itu keluar dari mulut Tiffany.Meski pertanyaan itu terdengar dengan nada kasar tapi suami-istri itu tetap senang.Karena bagaimana pun gadis ini tetap punya sisi baik.Mereka tahu  kalau Tiffany adalah gadis baik dan perhatian meski dari luar terlihat sombong dan kasar.

“Aniyo Nona, hanya pusing sedikit, ini juga sudah hilang.Kajja, Ahjussi antar ke sekolah, nanti Nona terlambat…”kata Choi Ahjussi, Tiffany menurut saja dan segera masuk ke mobil yang sudah di bukakan pintunya oleh sopir ramah itu.

***Sifany***

Tiffany masuk ke halaman sekolahnya dengan semangat plus senyum ceria.Banyak pasang mata yang memperhatikannya.Ada yang memperhatikannya karena kecantikan dan kesempurnaan seorang Hwang Mi young, putri pengusaha yang sangat sukses.Ada pula yang menatapnya jengkel karena sifat sombongnya yang gak ketulungan.Namun Tiffany tidak pernah peduli soal pandangan orang terhadapnya.Yang penting menurutnya, dia harus hidup seperti apa yang dia inginkan.

“Pagi, Taeng-ah…”sapa Tiffany begitu melihat sahabatnya Tae yeon yang sudah duduk dikursinya.Tiffany segera duduk diatas meja menghadap sahabat yang biasa dipanggilnya Taeng atau Taenggo itu.

“Pagi Fany-ah, kau ceria sekali pagi ini…”

“Aku memang selalu ceria, Tae yeonie…”jawab Tiffany menunjukkan eye-smile cantiknya.

“Ne, arayo…”jawab Tae yeon tersenyum.

`Drrtt Drrtt Drrtt`

“Jangkamman…”kata Tiffany mengangkat ponselnya yang bergetar.

“Yeoboseyo? Appa? Appa, kenapa kau pergi tanpa aku?…”tanya Tiffany begitu dia mengangkat telfonnya.

“Mianhe Fany-ah, Appa benar-benar sibuk.Dan sepertinya kita tidak akan bertemu dalam waktu dekat…”suara Mr.Hwang terdengar parau.

“Waeyo  Appa? Apa kau baik-baik saja?….”tanya Tiffany khawatir.

“Appa baik-baik saja Fany-ah.Appa hanya mau mengatakan sesuatu.Berjanjilah kalau kau akan baik-baik saja dan selalu tersenyum meski tanpa Appa…”

“Ne? Apa maksudmu Appa?…”tanya Tiffany tak mengerti, terdengar tawa diseberang sana­-tawa yang dipaksakan lebih tepatnya.

“Aniyo, tadikan Appa sudah katakan kalau Appa akan pergi cukup lama….”

“Memangnya Appa akan pergi kemana? ke Amerika? ke Jepang atau kemana?…”

“Pokoknya kau jangan cemaskan Appa karena Appa akan baik-baik saja, kau harus berjanji untuk selalu bahagia, Aratchi?….”

Tiffany tak bisa berbuat apa-apa karena Appanya sudah menutup sambungan telfon itu.

“Appamu kenapa, Fany-ah?…”tanya Tae yeon yang heran melihat ekspresi wajah Tiffany yang terlihat sedih.

“Molla, Appa aneh sekali, Taeng-ah….”ucap Tiffany sedih.

“Tenanglah, mungkin Appamu hanya sedang sibuk saja….”ucap Tae yoen menenangkan.Tiffany mengangguk meski hatinya tetap tak yakin kalau Appanya itu dalam keadaan baik-baik saja.

***Sifany***

Tiffany merasa heran dengan jalan yang dipilih sopir pribadinya.Dia tahu benar kalau ini bukanlah jalan pulang menuju rumahnya.

“Bukankah kita akan pulang? Kenapa kesini, Ahjussi?…”tanya Tiffany seraya melihat ke luar jendela mobil.

“Ne Nona, kita akan pulang…”jawab sopirnya lembut yang hanya menjawab pertanyaan pertama.Tiffany diam saja meski hatinya masih bertanya-tanya.

Tak lama kemudian mobil mewah itu memasuki halaman sebuah rumah dengan desain modern minimalis yang cukup mewah.

“Silahkan, Nona…”kata Choi Ahjussi membuka pintu mobil untuk majikan cantiknya.

Tiffany keluar dari mobil dengan perasaan aneh.Semakin aneh karena Choi Ahjumma juga ada disini dan sekarang sedang tersenyum menyambut kedatangannya.

“Selamat datang, Nona….”sambut Choi Ahjumma dengan senyum tulusnya.

“Kita dimana Ahjumma?….”tanya Tiffany memperhatikan sekeliling karena terasa asing baginya.Suami-istri itu saling pandang dan tersenyum.

“Maaf jika kami lancang membawa Nona kesini, ini adalah rumah kami…”jawab Choi Ahjussi.

“Rumah kalian?….”tanya Tiffany seperti tak percaya namun dia mengangguk mengerti mengingat Appanya membayar mahal mereka untuk sekedar merawatnya saja.

“Ne…”jawab keduanya masih dengan senyum tulus.

“Mari, silahkan Nona…”

Choi Ahjumma mempersilahkan Tiffany untuk masuk.Yang disuruh pun masuk sambil melihat-lihat isi rumah itu.Desain interiornya  sangat bagus, ditambah dengan furniture mewah termasuk TV layar datar 24 Inchi yang terpasang cantik di dinding ruang tengah.

Tiffany menyerngitkan dahinya saat melihat ada foto-fotonya yang terpajang cantik di dinding ruangan ini.Namun dia tidak berkomentar karena dia mengerti kalau Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma sangat menyayanginya.

“Sekarang sebaiknya Nona mandi dan istirahat, Ahjumma akan menyiapkan makan malam…”ucap Choi Ahjumma lembut.

“Mandi? Akukan tidak bawa baju ganti?…”suami-istri itu kembali saling pandang.Tak tahu harus bagaimana mengatakannya.

“Kalau begitu Nona istirahatlah di kamar, Kajja, Ahjumma antar….”ajak Choi Ahjumma.Tiffany menurut karena dia juga merasa lelah dan ingin tidur.

Sesampainya di kamar yang dimaksud Tiffany menganga tak percaya dengan apa yang kini dilihatnya.

“YA! Apa-apaan ini?! Kenapa semua barang-barangku ada disini?!”marah Tiffany ketika melihat semua barang-barangnya sudah tertata rapi seperti ranjang, lemari pakaian, meja belajar, buku-buku termasuk semua alat kecantikannya.

“Mianhe Nona, kami…kami hanya ingin Nona untuk menginap disini?…”jawab Choi Ahjumma berusaha setenang mungkin.

“Mwo?…”tanya Tiffany tak percaya.Wanita paruh baya itu hanya menunduk tak mampu menatap sang majikan.

“Tapi kenapa kalian juga membawa semua barang-barangku?…”tanya Tiffany lagi yang masih tak terima karena menurutnya pelayannya itu terlalu lancang.

“Maaf Nona, kami hanya ingin Nona merasa nyaman selama disini?…”jawab Choi Ahjumma beralasan.Dia tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya karena dia tahu gadis ini tidak akan kuat.

“Jangan cemaskan apapun Nona, sekarang istirahatlah dulu….”Choi Ahjumma segera meninggalkan Tiffany yang masih belum puas dengan jawabannya.Dia memutuskan untuk keluar karena tak mau berkata apapun lebih jauh karena takut Tiffany akan makin curiga dengan sikapnya.

***Sifany***

Tiffany bangun dari tidurnya yang nyenyak.Dia menggeliat dan menguap karena masih sedikit ngantuk.Kepalanya juga masih terasa pusing karena baru bangun tidur.

“Ahjumma…”panggil Tiffany dengan suara seraknya.Namun tak ada jawaban.Dia memutuskan untuk turun menemui pelayannya tersebut.Sesampainya di bawah, dia mendapati dua pelayan setianya itu sedang berbincang hangat dengan seorang namja yang menurut Tiffany amat sangat tampan.Apalagi saat namja itu tersenyum dan tertawa.

“Oh, Nona sudah bangun? Kemari Nona, duduklah…”kata Choi Ahjumma, Tiffany mendekat dan duduk disofa seraya melihat namja yang sama sekali tak meliriknya itu.

“Dia siapa, Ahjumma?…”tanya Tiffany tak suka dengan namja didepannya yang tak memperdulikan kehadirannya.Tentu saja Tiffany merasa diacuhkan, dia majikan disini.

“Oh, maaf sebelumnya Nona.Perkenalkan, ini putra kami, Choi Si won…”

“Mwo?…” pekik Tiffany kaget.Menurutnya, bagaimana mungkin pelayannya punya putra setampan ini, dan selama ini dia juga tidak pernah tahu.

“Ne, selama ini dia sekolah di Amerika, jadi sangat wajar jika Nona tidak pernah melihatnya…”jelas Choi Ahjussi, Tiffany mengangguk mengerti seraya memperhatikan sosok Si won.

“Ayo Si won-ah, perkenalkan dirimu…”suruh Choi Ahjumma.

Si won menghembus nafas pelan dan melirik ke arah Tiffany.Dari dulu dia memang tidak menyukai gadis sombong ini dikarenakan sikapnya yang tidak baik.Tapi dia tahu bagaimana kedua orang tuanya menyayangi gadis ini dengan tulus.Lagi pula Si won tak bisa berbuat apa-apa karena bagaimanapun juga biaya sekolahnya Mr.Hwanglah yang menanggungnya.

“Anyeong haseyo Hwang Mi young-ssi, senang bertemu denganmu….”ucap Si won ramah.

“Aish! Jangan pakai nama itu, panggil aku Tiffany saja…”suruh Tiffany yang kedengarannya lebih tepat disebut seperti perintah.Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma memandangi Si won seraya menganggukkan kepala karena mereka mengerti kalau Tiffany memang tidak suka dipanggil dengan nama Koreanya.

“Ahjumma, aku lapar…”ucap Tiffany menoleh pada Choi Ahjumma.

“Oh Ne, ayo kita ke meja makan…”ajak Choi Ahjumma.Choi Ahjussi dan Si won berdiri mengikutinya.Namun Si won menghentikan langkahnya karena gadis itu masih duduk ditempatnya.

“Sedang apa kau di situ? Bukannya kau lapar…”tanya Si won dingin.Tiffany yang tadi tersenyum sendiri mendadak kesal.

“YA! Bersikaplah lebih sopan Choi Si won, aku ini majikanmu!”marah Tiffany bangkit dari duduknya.

Si won mendecakkan lidahnya kesal.Dia memutuskan untuk segera ke meja makan.Jika tetap disini dia tidak tahu apa yang akan dilakukannya pada gadis sombong itu.

`Mwo?Dia mengacuhkanku?!`tanya Tiffany tak percaya.

“YA! Kenapa kau mengacuhkanku, dasar anak pelayan!”hardik Tiffany.

Si won menghentikan langkahnya begitu mendengar apa yang baru diucapkan yeoja itu.Dia berbalik menatap Tiffany tajam.Tiffany mulai takut karena Si won mulai berjalan mendekatinya.

“Apa maksudmu anak pelayan? Huh?…”tanya Si won yang matanya tak lepas menatap Tiffany dengan tatapan marah.Tiffany menggigit bibir bawahnya.Dia terus berjalan mundur dan terhenti saat tubuhnya menyentuh sofa.Si won ikut berhenti karena jaraknya dengan gadis itu hanya tinggal selangkah lagi.

“Ne, kau benar Hwang Mi young, aku memang anak dari pelayanmu.Tapi lihat, sekarang kau bahkan tinggal dirumah pelayanmu…”ucap Si won dengan nada mengejek.

“Mwo? Tinggal disini? Yang benar saja? Aku disini karena mereka yang memaksanya…”kata Tiffany meninggikan volume suaranya.

“Memangnya kau tidak bertanya-tanya kenapa mereka memaksamu tinggal disini? Appamu bangkrut Nona Hwang Mi young dan sekarang dia bahkan pergi meninggalkanmu!”ucap Si won mendorong kepala Tiffany dengan telunjuknya.Kejam memang, sebenarnya Si won juga tidak mau melakukan hal ini tapi rasanya dia perlu menyadarkan yeoja sombong ini.

Tiffany yang mendengar ucapan Si won hanya tersenyum kecut, sama sekali tidak mempercayainya.

“Kau ingin menakut-nakutiku? Tch, tidak mempan!”ucap Tiffany.

“Lalu kenapa barang-barangmu ada disin?!”pertanyaan Si won membuat Tiffany berkeringat dingin seketika.Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dan tidak akan pernah percaya.

Tiffany merasa lututnya lemas dan tak mampu berdiri lagi.Namun sebelum dia benar-benar jatuh dilantai Choi Ahjumma sudah menyambutnya.

“Nona, ada apa denganmu?…”tanyanya cemas.Tiffany merasa mulutnya terkunci rapat.Dia hanya bisa menangis tanpa suara.

Choi Ahjumma menatap putranya, lalu berganti memandangi Tiffany seakan-akan mengerti dengan apa yang terjadi.

“Apa yang terjadi? Nona, kau baik-baik saja?…”Choi Ahjussi terlihat sangat khawatir melihat majikannya yang sedang menangis.

“Ahjumma, benarkah perusahaan Appa bangkrut? Huh? Ahjumma, Palli jawab aku…”mohon Tiffany dengan mata sembabnya.Bukannya menjawab Choi Ahjumma malah ikut menangis dan memeluk Tiffany.

“Ahjussi, kenapa kau juga diam! Kenapa kalian hanya menangis? Apa perusahaan Appa benar-benar bangkrut?…”tanya Tiffany lagi dalam tangisnya.Choi Ahjumma hanya menangguk lemah.Tiffany membekap mulutnya tak percaya dan terlihat makin lemah.

“Lalu, dimana Appa sekarang? Apa benar dia meninggalkanku? Huh? Tidak mungkin.Andwae!”Tiffany makin histeris membuat Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma benar-benar tak tega melihatnya.

“Aniyo Nona, beliau hanya pergi sebentar untuk menenangkan dirinya, tapi Nona tidak perlu khawatir  karena kami ada disini…”ucap Choi Ahjussi ikut memeluk Tiffany.Tiffany makin menangis histeris hingga dia benar-benar lemah dan tak sadarkan diri.

***Sifany***

Choi Ahjumma membelai rambut Tiffany yang kini tertidur lelap.Dia merasa sangat prihatian atas kejadian yang menimpa majikan mudanya itu.Meski selama ini Tiffany selalu bersikap kasar padanya tapi dia sama sekali tidak pernah sakit hati karena dia menyayangi Tiffany seperti anaknya sendiri.

“Mianhe Oemma, aku tidak bermaksud membuatnya seperti ini…”ucap Si won menyesal.

“Gwenchana, lama-kelamaan dia juga akan tahu…”Choi Ahjumma menatap wajah Tiffany sendu.

“Aku yakin ini pasti sangat berat untuknya.Yeobo, apa kau sudah tahu dimana Tuan Hwang?…”

“Aku masih belum menemukan apa pun…”

“Kaukan Jaksa Si won-ah, Oemma harap kau mau membantu Tuan Hwang karena Oemma yakin kalau dia sudah ditipu oleh rekan bisnisnya…”

“Ne, Oemma, aku akan berusaha….”ucap Si won pasti.

“Sebaiknya kita keluar, Nona pasti butuh istirahat…”

Choi Ahjussi dan Si won mengangguk setuju.Sebelum keluar Si won sempat memandang wajah Tiffany yang sedang tertidur lelap.Jujur, dia merasa bersalah karena dialah yang membuat Tiffany seperti ini.Andai dia tidak mengatakannya Tiffany tidak akan tahu secepat ini dan menjadi seperti ini.

***Sifany***

“Silahkan Nona…”

Choi Ahjussi membukakan pintu mobil.Tiffany keluar dengan perasaan takut.Sudah cukup tiga hari ini dia mengurung diri di kamar karena dia sadar tidak ada gunanya juga kalau dia terus larut dalam kesedihan.Meski dia tidak yakin kalau dia akan mampu melewati semua ini.

“Aigo, kau harus selalu tersenyum Nona.Eye-smilemu yang cantik itu tidak boleh lepas menghiasi wajah malaikatmu ini…”kata Choi Ahjussi tersenyum dan dibalas senyum paksa dari Tiffany.

“Baiklah  Nona, aku harus pergi.Masuk dan belajarlah dengan rajin, Nona Hwang, Fighthing…”

Choi Ahjussi memberi semangat dengan mengepalkan tangannya.Secara tiba-tiba Tiffany tersenyum, senyum tulus pertama yang diberikannya pada pria tua yang masih terlihat gagah itu.Sedetik kemudian Tiffany mulai melangkah pergi meninggalkan sopir pribadinya tersebut.

“Nona, jangan khawatirkan apapun karena kami akan selalu menjagamu…”ucap Choi Ahjussi sambil terus memandangi Tiffany yang sedang melangkah masuk ke halaman sekolahnya.

***Sifany***

Tiffany berjalan pelan menuju ruang kelasnya.Dia tidak mampu menatap siswa-siswi yang sedang berbisik membicarakannya.Dia sebenarnya ingin marah bahkan sangat ingin memukul mereka tapi itu tentu tidak mungkin dilakukannya dengan kondisinya yang sekarang.

Tiffany menarik nafas dalam agar dia tetap tenang dan berusaha untuk tidak memperdulikan omongan orang-orang yang sempat di dengarnya.Namun semua itu sia-sia saat 3 yeoja menghadang dan menghalangi jalannya.Tiffany tahu siapa gadis-gadis menyebalkan ini karena mereka bertengkar setiap hari dan tak ada yang mau mengalah.

“Ternyata kau masih berani keluar, Nona Hwang Mi young yang terhormat…”kata salah satu dari mereka menatap Tiffany sinis.Kata-katanya penuh dengan penekanan membuat Tiffany makin sakit.Mereka seakan-akan terlihat sangat senang melihat kehancuran Tiffany.

“Appanya bahkan meninggalkannya…”sambung salah satu dari mereka lagi.

“Kasihan…”koor mereka kompak mengejek Tiffany.Tiffany yang sudah tidak tahan lagi memberanikan dirinya untuk menatap tiga gadis sialan itu.

“Apa?! Kau masih mampu menatap kami dengan tatapan seperti itu.Ingat Hwang Mi young, kau bukan siapa-siapa lagi sekarang.Kau sudah jatuh miskin, jadi tidak ada lagi yang bisa kau sombongkan!”

“YA!”Seseorang datang mencegah tiga gadis itu untuk berbuat lebih kejam lagi pada Tiffany.Dia adalah Tae yeon, sahabat Tiffany datang menyelamatkannya.

“Apa yang kalian lakukan disini?! Pergi!”usir Tae yoen.

“Aish! Kau juga sama, menyebalkan!…”ucap mereka.

Tiga gadis itu menatap Tae yeon kesal.Tak lama mereka pun pergi karena tahu gadis ini adalah kekasihnya Park Jung soo yang lebih di kenal dengan nama Lee teuk.Pemimpin Park Corp yang mana sekolah ini juga bagian dari milik mereka.

Tae yeon yang lega dengan kepergian tiga yeoja itu berbalik menghadap Tiffany.Tak ada yang  dilakukan sahabat baiknya itu kecuali menangis tanpa suara.Tae yeon yang tak tega segera memeluk Tiffany untuk menenangkannya.

“Gwenchana Fany-ah, semua akan baik-baik saja…”ucap Tae yeon.

“Appa Taeng-ah, Appa….”ucap Tiffany dalam tangisnya.

“Ne, aku sudah mendengarnya.Kau  tidak boleh seperti ini Fany-ah, mana Tiffany yang dulu, kau harus kuat, Arasso?….”

Tiffany tak menjawabnya.Malah tangisnya makin kencang dipundak Tae yeon.Tae yeon juga tak melakukan apapun.Dia hanya menepuk-nepuk pundak sabahatnya itu dengan pelan.Selama ini Tiffany hanya punya Appanya tempat untuk bermanja dan bercerita selain dia tentunya.Orang banyak  tidak menyukainya karena sifat sombongnya.Tapi Tae yeon tahu seperti apa seorang Tiffany.Sesungguhnya Tiffany bukanlah gadis seperti yang selama ini orang lihat.Dia hanya merasa kesepian  dan ingin lebih diperhatikan oleh orang lain.Hanya saja caranya yang salah.

***Sifany***

Si won tiba di sekolah Tiffany.Dia ada disini karena Appanya menyuruhnya untuk menjemput gadis itu.Setelah cukup lama menunggu dipintu pagar dia tidak melihat gadis yang dicarinya itu muncul.Karena merasa khawatir Si won memutuskan untuk masuk dan mencarinya.

Tiga gadis yang sedang bergosip ria di koridor itu seakan-akan tersihir saat melihat sosok Si won.Mereka terpana melihat ketampanan namja itu dan segera mengejarnya karena Si won telah berlalu beberapa langkah dari mereka.

“Oppa!”

“Sepertinya kau sedang mencari seseorang? Apa kami bisa membantumu?….”tanya mereka yang langsung menggandeng tangan Si won.Si won yang merasa risih segera melepaskan tangan yeoja-yeoja SMA itu.

“Maaf sebelumnya, aku mencari Hwang Mi young, apa kalian mengenalnya?….”tanya Si won dengan senyum malaikatnya.

“Maksudmu? Tiffany Oppa?…”tanya mereka memastikan.

“Ne, benar, Tiffany….”jawab Si won.Tiga gadis itu saling pandang dan mendadak malas untuk bicara dengan Si won.Tentu saja karena mereka sudah bermusuhan sejak lama bahkan baru bertengkar tadi pagi.

“Waeyo?….”heran Si won.

“Anni.Untuk apa kau mencarinya Oppa.Dia sudah jatuh miskin bahkan Appanya saja meninggalkannya…”

“Apa yang kalian bicarakan, kalau kalian tidak tahu yang sebenarnya tidak usah bicara.Lagi pula apa perlu kalian berkata seperti itu…”ucap Si won sedikit kesal.

“Mwo? Oppa! Kau tahu bagaimana menyebalkannya Tiffany itu.Dia sangat sombong, sok pintar dan merasa dia yang paling cantik…”

“Memangnya kenapa kalau dia merasa yang paling cantik? Memang cantikkan…”

“Mwo?…”teriak mereka kompak seakan-akan tak percaya dengan pembelaan Si won.

“Kenapa kau membelanya Oppa? Apa kau namjachingu-nya?…”tanya salah satu dari mereka, yang lain menunggu jawaban Si won dengan gugup.

“Aku bukan namjachingunya, tapi calon suaminya…”ucap Si won meninggalkan gadis-gadis itu.Sementara mereka hanya menganga tak percaya.Bagaimana mungkin orang sesombong itu begitu beruntung meski dia sudah jatuh miskin.

***Sifany***

Beberapa menit sudah berlalu.Si won masih terus mencari sosok Tiffany namun dia tetap tidak mendapatkan apapun.Langkah Si won terhenti saat dia mendengar seseorang menyebut nama Tiffany.

“Tiffany pasti sangat sedih, Oppa…”kata Tae yeon pada namjachingu-nya yang kebetulan datang ke sekolah untuk menjenguknya.

“Ne, makanya kita harus selalu ada untuknya.Tapi aku tidak melihatnya dari tadi…”heran Lee teuk.

“Tadi aku ingin mengantarnya pulang tapi dia bilang sudah dijemput Choi Ahjussi, jadi aku membiarkannya pergi…”ucap Tae yeon.

Si won yang mendengar nama Ayahnya disebut pun yakin kalau orang yang dia cari adalah orang yang baru dibicarakan pasangan ini.

“Maaf, tadi aku dengar kalian menyebut nama Tiffany, kebetulan aku juga sedang mencarinya…”ucap Si won.Tae yeon dan Lee teuk menoleh, memperhatikan namja itu dari ujung kaki sampai ujung rambut.

“Nuguya?…”tanya Lee teuk berdiri dari duduknya dan di ikuti Tae yeon.

“Perkenalkan, aku  jaksa Choi Si won…”kata Si won memperlihatkan kartu identitasnya.Tae yeon memperhatikannya lekat dan mendekat kearah Lee teuk.

“Oppa, menurutmu kenapa jaksa itu mencari Fany?…”bisik Tae yeon.

“Entahlah, aku juga tidak tahu…”jawab Lee teuk yang masih memperhatikan sosok Si won dengan seksama.

“Apa sebenarnya dia mencarimu? Oppa, apa kau terlibat kasus korupsi?…”tanya Tae yeon asal.

“Mwo? Kau ini, yang benar saja!”geram Lee teuk.Tae yeon mengangguk paham dan kembali menatap Si won.

“Uhm…maaf Jaksa Choi, tapi untuk apa kau mencari Fany? Apa ini ada hubungan dengan kasus penipuan yang di alami perusahaan Appanya?…”

“Aniyo, aku hanya ingin menjemputnya?…”

“Menjemputnya?…”ulang Tae yeon memastikan.Setahunya Tiffany tidak punya kekasih jadi untuk apa namja ini menjemputnya.

“Ne, mianhe membuat kalian bingung.Aku putra Choi Ahjussi…”terang Si won tersenyum.Tae yeon membentuk huruf O dengan mulutnya dan mengangguk paham.

“Oh, jadi kau putra Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma? Aigo, takku sangka kalau mereka punya putra yang sangat tampan…”puji Tae yeon.Lee teuk terlihat tak suka mendengar yeonjachingu-nya memuji ketampanan namja lain didepannya.

“Aku Tae yeon sahabatnya Tiffany dan ini Lee teuk Oppa, namjachinguku…”kata Tae yeon.Si won tersenyum dan membungkuk sopan.

“Aku disuruh Appa untuk menjemput Tiffany karena dia sedang ada urusan…”jelas Si won.

“Bukannya dia sudah pulang? Katanya Choi Ahjussi yang menjemputnya…”kata Tae yeon.

“Mwo?…”kaget Si won.Mereka sontak terdiam dan mulai berpikir, ada apa sebenarnya dengan Tiffany?

“Oppa, apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kalau Tiffany nekat lalu bunuh diri? Oppa, aku tidak akan sanggup kehilangan Fany secepat ini…”histeris Tae yeon membuat Lee teuk dan Si won ikut panik.

“Tenanglah Tae yeon-ah, kita tahu seperti apa Tiffany.Dia tidak akan bertindak sebodoh itu…”kata Lee teuk menenangkan Tae yeon meski dia sendiri juga takut jika Tiffany benar-benar melakukannya.

“Baiklah, aku akan segera mencarinya.Kalau kalian menemukannya lebih dulu beri tahu aku…”Si won menyerahkan kartu namanya lalu pergi.Tae yeon mengangguk mengerti setelah kartu nama itu ada ditangannya.

“Jaksa Choi Si won? Putra Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma seorang jaksa…”kata Tae yeon  yang masih belum percaya.

“Aku pernah mendengar Hwang Ahjussi menyekolahkan seseorang di Amerika, mungkin dia orangnya…”kata Lee teuk.Pandangan mereka pun beralih pada Si won yang sudah melaju dengan Audi hitamnya.

***Sifany***

Dari dalam mobil, Si won terus melihat ke sekeliling jalan raya.Berharap kalau gadis angkuh itu akan terlihat oleh matanya.Dia takut kalau Oemma dan Appanya akan memarihinya kalau dia tidak bisa menemukan Tiffany.Apalagi dia juga merasa bersalah karena sudah membuat Tiffany seperti ini.

Akhirnya Si won bisa bernapas lega begitu matanya melihat seorang gadis sedang duduk termenung dihalte bis.Tiffany memandang kosong ke depan.Si won bisa melihat kalau gadis itu sangat terpukul dengan apa yang terjadi pada perusahaan Appanya.

Setelah cukup lama menunggu Si won memutuskan untuk turun dari mobilnya karena Tiffany sama sekali tidak menghiraukannya yang sudah lama memanggil.

“Kau tidak dengar aku memanggilmu…”tanya Si won pelan.

Tiffany memalingkan wajahnya dari Si won, tak mau melihat orang yang sudah amat sangat membuat hatinya sakit.Walau bangkrutnya Hwang Group bukan karena Si won tapi cara namja itu menyampaikan berita itu padanya sangat menyakitkan.Bahkan Si won mendorong kepalanya.Kejam!

Si won menarik nafas pelan mencoba sabar dengan sikap majikan orang tuanya itu.

“Apa yang kau lakukan disini?…”tanya Tiffany ketus.

“Tentu saja menjemputmu, Nona Hwang…”jawab Si won berusaha bersikap manis.

“Sejak kapan kau jadi supirku? Aku hanya ingin dijemput Choi Ahjussi…”kata Tiffany masih dengan nada seperti tadi.

“Aku tidak punya waktu untuk bertengkar denganmu, aku sangat sibuk…”

“Kalau kau sibuk pergi saja…”suruh Tiffany bangkit dari kursinya dan berniat untuk pergi.Namun sebelum itu terjadi Si won dengan cepat meraih tangan Tiffany dan menyeretnya untuk masuk ke mobil.

***Sifany***

Si won malangkah santai masuk ke ruang keluarganya.Oemma dan Appanya menyuruhnya ke sini karena ada hal penting yang mau mereka bicarakan.

“Apa yang ingin kalian bicarakan, Oemma?….”tanya Si won setelah duduk disisi Oemmanya.

“Kami ingin bicara tentang sikapmu pada Nona Tiffany…”jawab Appanya.Si won hanya tersenyum karena sudah menduga hal ini.Choi Ahjumma tersenyum hangat dan membelai rambut putranya.

“Si won-ah, bersikaplah lebih lembut pada Nona Tiffany.Kaukan tahu kalau dia itu majikan Oemma dan Appamu…”kata Choi Ahjumma pada putranya.Si won tersenyum dan memandang Oemmanya.

“Oemma, sejak kapan putramu yang tampan ini bersikap kasar pada orang lain, apalagi pada yeoja.Tapi Oemma, setiap mengingat sikap buruknya pada kalian aku selalu ingin marah.Sudah berapa kali dia menyakiti perasaan Oemma dan Appa…”

“Kau tidak perlu memikirkan hal itu, kami yang menerima perlakuannya biasa-biasa saja…”timpal Choi Ahjussi.

“Kami sudah menganggapnya seperti putri kami sendiri.Dia besar tanpa Oemma Si won-ah, jadi sangat wajar kalau dia ingin diperhatikan…”ucap Choi Ahjumma menggenggam tangan Si won.

“Tapi Oemma, aku tidak suka dengan sikap angkuhnya itu, jika dia menyakiti perasaan kalian itu sama saja dia menyakiti perasaanku…”

Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma hanya terdiam.Begitu pula dengan Tiffany yang mendengar perbincangan keluarga kecil ini.Dia melangkah lesu ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang.Dia berpikir, sebegitukah Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma menyayanginya? Padahal sudah tidak terhitung lagi sudah berapa kali  dia menyakiti perasaan kedua orang itu.

***Sifany***

Tiffany berlari kecil menuju kelasnya untuk mencari Tae yeon.Begitu melihatnya Tiffany langsung menarik paksa Tae yeon dan membawanya keluar.

“Kenapa kau menyeretku seperti ini, Hwang Mi young…”kesal Tae yeon yang tak suka diperlakukan seperti ini.Tiffany tak menjawab dan segera mendudukkan Tae yeon dibangku yang terdapat dihalaman sekolah mereka.

“Mianhe Taeng-ah, tapi ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu…”ucap Tiffany, Tae yeon menyerngitkan dahinya bingung.

“Memangnya kau ingin menanyakan tentang apa?…”

“Hm, begini, menurutmu…”Tiffany bingung bagaimana cara mengatakannya.

“Apa?…”Tanya Tae yeon yang penasaran karena Tiffany menggantungkan kata-katanya.

“Mm…apakah menurutmu selama ini aku, mm…aku….”

“Aish! Bicara yang jelas…”kesal Tae yeon.

“Mm…apakah menurutmu selama ini aku gadis yang angkuh dan sombong?…”tanya Tiffany pelan dengan volume sangat kecil yang hanya bisa didengar olehnya dan Tae yeon.Tae yeon yang sempat bengong mendengar pertanyaan itu langsung meledak dalam tawanya membuat Tiffany tampak kesal.

“YA!”teriak Tiffany.Jengkel dengan sikap sahabatnya itu.

“Hahaha…”Tae yeon masih saja tertawa sambil memegang perutnya yang terasa sakit.

“Waeyo?…”tanya Tiffany, Tae yeon menghentikan tawanya untuk menatap Tiffany.

“Jadi kau baru menyadarinya?….”tanya Tae yeon, Tiffany mengangguk malu dan kembali disambut tawa Tae yeon.

“YA! Berhentilah menertawakanku Kim Tae yeon!”kesal Tiffany.

“Ne, ne, ne, Mianhe, Fany-ah…”ucap Tae yeon menyudahi tawanya.

“Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?…”tanya Tae yeon penasaran.

“Aniyo, tadi malam aku mendengar keluarga Choi membicarakanku…”terang Tiffany.

“Jjinja?….”

“Hm…”jawabnya lemas.

“Lalu apa yang kau dengar?…”

“Aku dengar putranya kurang suka dengan sikapku yang selalu menyakiti perasaan orang tuanya, tapi Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma tidak masalah…”

“Jaksa Choi?…”

“Ne, kau mengenalnya?…”heran Tiffany.

“Tentu saja, kemarin dia ke sini menjemputmu…”Tiffany mengangguk mengerti.

“Kau terlihat tidak suka kalau dia membencimu, Waeyo?kau menyukainya? Gwenchana, dia pria yang tampan dan sepertinya juga baik….”goda Tae yeon.

“Mwo? Yang benar saja…”jawab Tiffany ketus.Dia juga tidak mengerti kenapa sejak kejadian tadi malam itu dia selalu memikirkannya.Dia juga tidak mau jika Si won membencinya.

“Aish, mukamu memerah, Hwang Mi Young…”goda Tae yeon lagi.Tiffany yang kesal memutuskan untuk pergi meninggalkan Tae yeon yang masih tertawa puas melihat wajah merona milik Tiffany.

***Sifany***

Tiffany duduk manis disamping kemudi sambil memandang lurus ke depan.Dia senang hari ini di jemput Si won lagi.Selama seminggu ini Si won rutin mengantar-jemputnya ke sekolah.Dia juga heran kenapa sikap Si won lebih lembut padanya.Apa karena Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma menasihatinya beberapa waktu lalu? Dia juga tidak tahu.

“Uhm….Si won…”panggil Tiffany ingin memulai pembicaraan.Namun tak ada jawaban dari namja yang sedang sibuk menyetir disampingnya itu.Tiffany melirik ke arah Si won, kenapa namja ini begitu menyebalkan padahal dia sudah mencoba untuk bersikap manis.

“Bicara saja, aku bisa mendengarmu…”ucap Si won yang tahu kalau yeoja disampingnya itu kini sedang memakinya tanpa suara.

“Aku tidak mau lagi!”ketus Tiffany, Si won tak bicara lagi karena memilih fokus pada jalan.Namun suasana canggung seperti ini tentu tidak membuat mereka merasa nyaman.

“Mi Young-ssi…”Tiffany langsung menoleh saat Si won memanggil namanya.

“Sudah ku bilangkan jangan pakai nama itu, panggil aku Tiffany…”suruh Tiffany.

“Semua orang tahu kau lahir dan besar di LA, tapi ini Korea Hwang Mi young, tinggalkan nama Inggrismu itu…”Tiffany menghela nafas.

“Terserah kau saja…”putus Tiffany  karena tak mau berdebat lebih lama.

“Aku ingin minta maaf atas sikapku beberapa hari yang lalu padamu…”ucap Si won.

“Gwenchana, aku sudah tidak memikirkannya…”

“Jjeongmal? Secepat itukah kau melupakannya?…”heran Si won.

“Sudah baik aku mau memaafkanmu.Lagi pula aku masih cukup beruntung bukan? Aku tidak terlalu menderita atau pun harus hidup di jalanan seperti yang ku lihat di drama-drama Televisi.Setidaknya aku masih bisa menggunakan barang-barangku, makan enak, ke salon langgananku dan tinggal di rumah mewah.Ya, walau masih jauh lebih mewah rumahku yang dulu…”kata Tiffany dengan entengnya membuat Si won hanya menganga tak percaya mendengarnya.

“Kita mau kemana?…”tanya Tiffany begitu sadar kalau ini bukanlah jalan mereka untuk kembali ke rumahnya-rumah orang tua Si won lebih tepatnya.

“Aku akan mampir ke kantorku karena ada berkas-berkas yang ketinggalan…”

“Memangnya  sekarang kau sedang menangani kasus apa?….”

Si won melirik gadis disampingnya itu, kenapa akhir-akhir  ini nada bicaranya berubah menjadi lembut dan kenapa juga dia jadi ingin tahu.Setahunya Tiffany yang dulu adalah gadis yang bersikap semaunya tanpa memikirkan perasaan orang lain.Apalagi mengurusi atau ikut campur dalam masalah orang lain.Itu bukanlah gayanya.

“Kau tidak perlu tahu, Nona Hwang Mi young…”ucap Si won, Tiffany hanya mendengus kesal dan kembali fokus melihat ke depan.

***Sifany***

Tiffany melangkah kecil di belakang Si won.Dia tetap bersikeras untuk ikut masuk ke dalam meski Si won sudah melarangnya.Dia bilang dia akan bosan sendirian dimobil walaupun Si won hanya masuk sebentar.

“Si won Oppa, kenapa kau kembali lagi?…”tanya seorang wanita yang menurut Tiffany sangat kegenitan  menyambut kedatangan mereka.

Tiffany yang tadinya kesal melihat wanita yang sok akrab dengan Si won itu mendadak tersenyum menahan tawanya.Sebab Si won tak menggubris wanita itu sama sekali.Sadar kalau dia ditertawakan, wanita itu pun mendekat ke tempat Tiffany berdiri.

“Kau siapa?…”tanya wanita itu melirik Tiffany dari ujung kaki sampai ujung rambut.Dari nada bicaranya bisa dipastikan kalau dia tidak suka dengan Tiffany.

“Kau tidak perlu menjawabnya, kau pasti yeoja yang sedang menggoda Si won Oppa, iyakan! Mengaku saja! Masih anak sekolahan saja sudah nakal.Harusnya kau belajar saja yang rajin Nona manis…”ceramahnya.

“Mwo? Apa maksudmu?…”tanya Tiffany yang tak suka dengan ucapan wanita itu.

“Kau tahu? Aku sangat menyukai Si won Oppa, jadi kau jangan coba-coba untuk merebutnya dariku!”

“Memangnya kau siapa? Berani mengancamku!”balas Tiffany.

“Mwo? Kau menantangku?!”marahnya.

“Anni, tapi seperti yang ku lihat, Si won tidak menyukaimu, berbeda denganku…”

Tiffany tersenyum jahil dan mendekat pada wanita itu.

“Kau tahu? Kami bahkan tinggal serumah…”bisik Tiffany, wanita itu terlihat sangat shock dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Kau sedang apa disini? Kajja…”

Si won menarik tangan Tiffany pergi.Tiffany menoleh kebelakang dan tersenyum penuh kemenangan menertawakan wanita yang menurutnya menyebalkan itu.Entah kenapa dia merasa sangat puas dan senang melihat wanita itu kesal.Setidaknya dia berharap agar wanita sok cantik itu tidak akan menganggu Si won lagi.

***Sifany***

Choi Ahjumma sibuk membereskan piring bekas makan malam mereka ditemani Choi Ahjussi yang sedang membaca koran  yang tadi pagi belum sempat dibacanya.Sedangkan Tiffany memilih menonton TV diruang keluarga.Si won juga ada disitu tapi sibuk dengan laptopnya.Meski sekarang Tiffany sedang menonton acara komedi namun dia tidak pernah tertawa sedikit pun karena sejak tadi Si won tidak memperdulikan keberadaannya disini.

“Apa dia begitu menyebalkan, Aish!”guman Tiffany kesal.

Tiffany yang bosan mengambil laptop milik Si won karena jaksa muda itu kini sibuk dengan berkas-berkasnya.Dengan senyum penuh arti, dicarinya folder tempat Si won menyimpan foto-fotonya.Begitu mendapatkannya, senyum tak pernah lepas dari wajah cantiknya.Tangannya mulai aktif  mengedit foto itu disana sini.Si won yang sibuk  dengan berkas-berkasnya pun melirik gadis didepannya itu sekilas.

“Apa yang kau lakukan?…”

“Rahasia…”jawab Tifany seraya tertawa puas melihat hasil editannya.Si won yang penasaran mendekat namun Tiffany dengan cepat menutup laptop tersebut.

“Ya! Apa yang kau lakukan dengan laptopku?”tanya Si won lagi karena merasa ada sesuatu yang tidak beres.

“Benarkah kau ingin tahu, Jaksa Choi?…”tanya Tiffany tersenyum dengan eye-smile cantiknya yang membuat Si won terpaku.Tapi dia dengan cepat merubah ekspresi bodohnya itu agar tak terlihat kalau dia sudah mulai menyukai gadis angkuh ini.

“Memangnya apa yang kau lakukan?….”tanya Si won yang mulai penasaran.Tiffany menyerahkan laptop itu pada Si won.Si won menerimanya seraya melirik aneh pada gadis didepannya itu.Begitu matanya melihat layar laptop, Si won dengan cepat menutupnya dan menatap tajam gadis yang kini tertawa puas dilantai sambil memegang perutnya yang kesakitan.Bukannya marah Si won malah ikut tersenyum  melihat Tiffany yang sedang tertawa puas.Apalagi eye-smilenya yang cantik itu.

“Akhirnya dia bisa tertawa lepas setelah sekian lama…”guman Si won pelan.

“Aku sangat hebat bukan?…”ttanya Tiffany masih dalam tawanya.Si won meletakkan laptopnya.Tak mau melihat gambarnya yang di edit Tiffany dengan pakaian wanita yang sangat seksi itu terlalu lama.

“Berhenti bermain-main Hwang Mi young dan belajarlah untuk ujian kelulusanmu…”

“Kau belum tahu betapa smartnya aku, tanpa belajar pun aku bisa menyelesaikan soal-soal itu dengan mudah…”jawab Tiffany enteng dan kembali mencari foto-foto Si won yang siap untuk di editnya lagi.Si won tersenyum.Ternyata sifat sombong gadis itu belum berkurang sama sekali.

“Berhenti bermain dan pergilah tidur…”

Si won pergi meninggalkan Tiffany di ruang keluarga.Tiffany sama sekali tidak merespon ucapan Si won karena matanya tertuju pada foto yeoja yang sedang bersama Si won.Ada perasaan tidak suka saat dia melihat yeoja itu.Dia terus melihat foto lain, semakin lama semakin banyak yeoja itu di dalam foto-foto Si won.Meski di foto-foto itu mereka tidak berdua namun Tiffany tetap tidak suka karena yeoja itu selalu ada disisi Si won.

“KYAA!”

Tiffany menjerit karena ruangan tiba-tiba gelap.Tiffany mendengus kesal saat mengetahui hanya lampu ruangan itu yang mati.Itu artinya ada seseorang yang dengan sengaja melakukan ini padanya.

“YA! Choi Si won!”

“Baguslah kalau kau masih sadar.Cepat pergi kekamarmu atau aku yang akan menyeretmu…”suruh Si won setelah menghidupkan lampunya kembali.Tiffany yang berniat ingin menanyakan siapa yeoja yang ada di foto-foto Si won itu tertunda karena namja itu sudah berlalu dari hadapannya.

***Sifany***

“Mampir dulu, Taeng-ah…”pinta Tiffany pada Tae yeon yang mengantarnya.Mereka baru pulang dari salon karena tadi Tae yeon mengajaknya.

“Tidak usah, lain kali saja Fany-ah, aku sudah ada janji…”tolak Tae yeon.

“Pasti dengan Lee teuk Oppa…”duga Tiffany, Tae yeon mengangguk seraya tersenyum senang.

“Ya sudah…”Tiffany keluar dari mobil Tae yeon.

“Berhati-hatilah Kim Tae yeon dan jangan lakukan hal-hal bodoh, arrasso?…”nasehat Tiffany yang bisa diartikan sedang mencurigai Tae yeon.

“Aish! Aku masih sadar Hwang Mi young dan kami tidak akan melakukan hal-hal yang tidak boleh kami lakukan.Ya sudah, aku pergi dulu, Anyeong …”

Tae yeon melambaikan tangannya dan segera pergi meninggalkan rumah keluarga Choi.

Tiffany POV

Aku tersenyum memandangi mobil Tae yeon yang sudah menjauh.Aku senang sahabat baikku itu mendapatkan namja seperti Lee teuk Oppa.Ya, Lee teuk Oppa adalah namja yang sangat baik dan perhatian.Aku tahu itu karena keluarga kami sangat dekat dengan keluarga Lee teuk Oppa.Aku sendiri dulu pernah menyukai Lee teuk Oppa, namun lama kelamaan aku sadar kalau rasa sukaku padanya hanya sekedar mengaguminya saja.Dan aku tahu dia menyayangiku hanya sebagai adik, berbeda dengan Tae yeon.

“Aku pulang…”seruku begitu masuk.Namun tidak ada yang menjawab.Choi Ahjumma yang selalu setia menyambutku juga tak muncul-muncul.

“Ingat Fany-ah, kau bukan Nona besar seperti dulu lagi…”aku mengusap dadaku pelan.Jujur, aku masih belum bisa menerima kenyataan menyakitkan ini sepenuhnya.

Aku melangkah masuk.Sayup-sayup aku mendengar suara tawa dari arah dapur.Karena penasaran aku memutuskan untuk melihatnya.Dan kalian tahu apa yang ku lihat? Yeoja itu? Yeoja yang ada di foto Si won.

“Bukankah itu yeoja yang ada di foto Si won? Kenapa dia disini?…”tanyaku pada diriku sendiri.Aku merasa tidak suka melihat yeoja itu tertawa begitu akrab dengan keluarga Choi.

“Aigo, Nona sudah pulang? Mari Nona, kita makan siang bersama….”ajak Choi Ahjussi menyiapkan kursi untukku.Aku pun duduk namun mataku tak lepas dari yeoja yang kini tersenyum padaku.

“Anyeong haseyo Tiffany-ssi, aku Stella Kim, senang bertemu denganmu…”sapanya ramah, aku hanya membalasnya dengan sebuah senyum paksa.

“Aku sudah banyak mendengar tentangmu dari Choi Ahjumma.Ternyata benar ya, kau sangat cantik…”katanya lagi.Aku cantik? Tentu saja!

Makanan telah ditata rapi dimeja makan.Kami sudah siap untuk menyantapnya.Namun aku sedikit tak nyaman, kalian tahu? Yeoja itu duduk bersebelahan dengan Si won.

“Ini Nona, silahkan…”Choi Ahjumma menyerahkan piring yang sudah disiapkannya untukku.

“Wah, masakanmu enak sekali, Stella-ssi…”puji Choi Ahjussi membuat suapan yang akan masuk kemulutku terhenti.Mwo? Jadi ini masakannya?

“Gamsahamnida Ahjussi, tapi aku rasa kemampuan dapurku masih sangat kurang….”katanya merendahkan.Semua orang terlihat tersenyum, kecuali aku tentunya.

“Tiffany-ssi, gwenchana…”tanya Stellla Kim tiba-tiba, aku mengangkat wajahku untuk menatap semua orang yang kini juga menatapku bingung.

“Oh, ne, gwenchana….”jawabku akhirnya.Aku melirik Si won yang kurasa tidak senang dengan sikapku pada tamunya itu.

“Waeyo? Kau tak suka?…”tanyaku tanpa suara namun aku yakin dia mengerti.

“Jangan bersikap bodoh, dia bisa tersingggung…”katanya.

“Cih, memangnya aku peduli….”kataku membuang muka.

“Kau tak suka makanannya, Tiffany-ssi?…”tanya yeoja itu lagi.Tentu saja, karena aku tidak suka denganmu!

“A-aniyo, masakanmu sangat enak, Stella-ssi…”jawabku akhirnya.Entah kenapa aku tidak bisa berterus terang.Biasanya mulutku ini selalu ceplas-ceplos tak peduli pada perasaan orang.

“Bagaimana mungkin kau tahu rasanya jika kau belum mencobanya…”ucap Si won, aku menatapnya kesal.

“Kau baik-baik saja Nona, apa kau sakit?….”tanya Choi Ahjumma meraba keningku.Aku yakin dia sangat khawatir padaku.Mianhe Ahjumma, jika selama ini aku tidak pernah memperdulikan perasaan kalian.

“Dan satu lagi, jangan panggil dia dengan nama.Bagaimana pun dia lebih tua darimu, panggil dia Onnie…”suruh Si won membuatku makin dongkol.Memanggilnya Onnie? Yang benar saja!

“Gwenchana, mungkin Tiffany belum terbiasa denganku…”katanya lembut, cih aku muak sekali mendengarnya.

“Sebaiknya Nona istirahat saja, nanti biar Ahjumma yang bawa makanannya kekamar…”suruh Choi Ahjussi yang diiyakan Choi Ahjumma.Aku bangkit dari kursiku meninggalkan mereka menuju lantai atas karena tak mau melihat yeoja itu lebih lama.Aku bisa mencekiknya nanti.

Tiffany POV END

Author POV

Tiffany langsung berdiri dari kursinya meninggalkan mereka menuju lantai atas.

“Maaf  Stella-ssi, mungkin Nona kami kurang enak badan….”kata Choi Ahjumma.

“Ne, gwenchana Ahjumma….”jawab Stella Kim dengan senyum meski dia tahu kalau Tiffany tidak suka dengan kehadirannya di sini.

***Sifany***

Tiffany bermalas-malasan diatas ranjangnya yang nyaman.Dia masih memikirkan yeoja bermana Stella itu.Dia tidak suka Stella terlihat begitu akrab dengan keluarga Choi.Dia saja yang dari lahir melihat wajah Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma tidak begitu mengenal mereka dengan baik.

Tiffany mendengar derap langkah kaki menuju kamarnya.Dengan cepat dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.Dia memejamkan matanya ketika sosok itu makin mendekat ke tempatnya.

“Aku tahu kau belum tidur…”kata Si won dengan nampan berisi makanan ditangannya.

“Ya! Kau mendengarku tidak? Palli, irona…”perintah Si won.Tiffany masih tak bergeming.Si won segera menarik selimut Tiffany dan berhasil membuat yeoja itu terduduk dari posisinya.

“Ya! Kenapa kau mengangguku?!”kesal Tiffany.Si won tak menghiraukannya.Dia meletakkan makanan yang dibawanya itu dipangkuan Tiffany dan ikut duduk menghadap yeoja itu.

Tiffany melirik makanan yang dibawa Si won.Masih sama dengan yang tadi, artinya itu masih masakan Stella Kim bukan Choi Ahjumma.

“Aku tidak mau!”kata Tiffany membuang muka.

“Waeyo? Ini sangat enak…”kata Si won mengambil sendok dan bersiap untuk menyuapi Tiffany.Tapi gadis ini masih enggan untuk membuka mulutnya.

“Sudah cukup kau mencari perhatian dengan sifat sombongmu itu.Jangan ditambah dengan kau sakit karena akan merepotkan banyak orang…”ucap Si won.Tiffany siap membalasnya namun mulutnya yang terbuka langsung ditutup Si won dengan makanan.Ya, siwon berhasil memasukkan makanan itu  ke mulut Tiffany.

Tidak ada pilihan lain bagi Tiffany kecuali mengunyah dan menelan makanan itu meski sedikit tak rela masakan Stella Kim masuk ke perutnya.

“Oette? enakkan?…”tanya Si won setelah isi piringnya hampir habis.Tiffany meraih gelas minumannya dan meletakkannya kembali setelah selesai.

“Apanya yang enak, biasa saja…”ketus Tiffany kembali berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut.Si won hanya tersenyum dan segera keluar dari kamar Tiffany.

***Sifany***

“Apa Nona sudah makan?…”tanya Choi Ahjumma begitu Si won masuk ke dapur.

“Ne, Oemma…”

“Aigo, kenapa tidak dihabiskan, apa Nona benar-benar sakit?…”Si won tersenyum lembut melihat kecemasan Oemmanya.

“Waeyo?….”tanya Choi Ahjumma heran, Si won tersenyum dan memeluk Oemmanya.

“Anni, aku hanya bersyukur diberikan Oemma yang baik dan penyayang.Oemma bahkan bersikap baik pada orang yang jelas-jelas cuek terhadap Oemma…”

“Berapa kali harusku katakan, dia sudah seperti anak sendiri bagiku.Kau juga, istirahatlah, sudah malam…”suruh Choi Ahjumma tersenyum hangat.Si won menurut dan melangkah menuju kamarnya.

***Sifany***

Tae yeon duduk bosan diteras rumahnya.Menunggu Tiffany yang belum juga datang-datang.Rencananya mereka akan jalan-jalan malam ini.Dia sendiri sebenarnya malam ini ada janji dengan Lee teuk.Tapi Tiffany akan membunuhnya jika dia lebih memilih pergi dengan Lee teuk dari pada dengannya.Seperti yang diharapkan, Tiffany akhirnya datang sambil mengatur nafasnya.Sepertinya dia habis berlari.

“Hai Taeng-ah, aku telat ya?…”tanya Tiffany tak lupa memamerkan senyum terbaiknya.Jurus agar sahabatnya itu tidak marah atas keterlambatannya ini.

“Sudah baik aku tidak membatalkan janjiku.Kajja, kita berangkat…”ajak Tae yeon.

Tak lama keduanya sudah berjalan kaki menyusuri jalanan malam kota Seoul yang indah.

“Rasanya aku sangat bahagia melihat lampu-lampu dipohon itu…”ucap Tiffany sambil terus berjalan berdampingan dengan Tae yeon.Melihat pohon-pohon tanpa daun yang dipenuhi lampu-lampu kecil.

“Kau seperti anak kecil saja…” Cibir Tae yeon seraya tersenyum.

Tae yeon merasa ada yang aneh.Dia melihat ke samping kanan namun tidak ada lagi Tiffany disampingnya.Tae yeon segera berbalik.Dia memandang nanar Tiffany yang sedang memperhatikan seorang anak kecil yang tengah bermain dengan Ayahnya.Tae yeon tahu benar apa yang ada dipikiran sahabatnya itu.Tae yeon mendekat ke tempat Tiffany dan berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.Segera dipeluknya Tiffany untuk menenangkannya.

“Sudahlah Fany-ah, semua akan baik-baik saja…”

“Appa, Taeng-ah, dia belum menghubungi dua bulan ini…”tangis Tiffany pecah.

“Jangan cemaskan hal itu, aku yakin Hwang Ahjussi baik-baik saja dan pasti juga sangat merindukanmu…”ucap Tae yeon.Tiffany hanya terdiam.Tidak bisa disebutkan betapa rindunya dia pada Appanya.

***Sifany***

Tae yeon menghentikan mobilnya tepat dipintu pagar rumah keluarga Choi.

“Kau baik-baik saja, Fany-ah?…”tanya Tae yeon memastikan.

“Ne, gumawo sudah menemaniku malam ini, Taeng-ah…”ucap Tiffany sambil keluar dari mobil Tae yeon.

“Aku pulang dulu, kalau ada apa-apa telfon aku….”

“Ne, hati-hati…”ucap Tiffany.

Setelah mobil Tae yeon menjauh Tiffany langsung masuk dan mendapati semua keluarga Choi tengah menunggunya dengan cemas diteras rumah.Begitu melihat Tiffany, Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma segera mendekat kearahnya.

“Nona, kau baik-baik saja? Nona, kau kemana saja, kami sangat khawatir…”kata Choi Ahjumma menggenggam erat tangan Tiffany.Air mata Tiffany tiba-tiba mengalir lembut di pipi cantiknya tanpa bisa dia kendalikan.Dia merasa sangat nyaman dan hangat mendapat genggaman dari wanita ini.

`Ahjumma, maukah kau memelukku` pinta Tiffany dalam hati.

“Maaf jika aku membuat kalian khawatir…”ucap Tiffany menghapus air matanya.

“Lain kali sebaiknya Nona ditemani Si won saja agar kami bisa lebih tenang…”kata Choi Ahjussi.Tiffany menatap punggung Si won yang sudah masuk kedalam rumahnya.

“Kajja Nona, kau harus masuk, disini dingin…”ajak Choi Ahjumma.

Choi Ahjumma dan Choi Ahjussi menemani Tiffany makan malam dimeja makan.Tiffany merasa terharu melihat pasangan suami-istri yang begitu memperhatikannya dan sangat peduli terhadapnya.Dia juga makin rindu pada Appanya.

“Aku sudah selesai…”kata Tiffany segera bangkit dari duduknya menuju kamar.Pasangan suami istri itu hanya saling pandang, merasa ada sesuatu yang sedang dipikirkan sang majikan.

“Yeobo, apa kau sudah dapat kabar tentang keberadaan Tuan Hwang?…”

“Aku dan Si won juga sedang berusaha tapi kami belum mendapatkan apapun.Kita harus yakin kalau Tuan Hwang sekarang baik-baik saja, yang harus kita pikirkan adalah Nona Tiffany.Kita harus bisa membuatnya selalu tersenyum dan melupakan semua masalahnya…”ucap Choi Ahjussi disambut anggukan Choi Ahjumma.

***Sifany***

Tiffany melangkah lesu menuju kamarnya.Hatinya yang sedang tidak baik terasa makin jengkel begitu melihat Si won berdiri di depan pintu kamarnya dan tentunya menghalanginya untuk masuk.

“Bisakah kau minggir, aku sedang tidak nafsu untuk bertengkar denganmu…”ucap Tiffany dingin.Si won masih tidak bergeming, seakan-akan tidak menghiraukan perkataan gadis itu.

“Kau dari mana saja…”tanya Si won tak kalah dingin.

“Apa urusannya denganmu…”ketus Tiffany.

“Aku tidak ada urusan dengan itu, tapi coba kau pikirkan bagaimana perasaan orang tuaku yang sangat mengkhawatirkanmu….”jawab Si won, walaupun sebenarnya dialah yang merasa lebih khawatir.

“Ya wajarlah, akukan majikan mereka…”

“Mwo?…”Si won menganga tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.Kapan gadis ini akan berubah.

“Kau pergi dengan siapa?…”tanya Si won lagi.

“Untuk apa kau tahu?…”Tiffany meraih gagang pintu namun gagal karena Si won menepis tangannya kasar.

“Aku bertanya Hwang Mi young, setidaknya kau jawab dulu!”bentak Si won.

“Tentu saja dengan namjachinguku…”bohong Tiffany.

“Mwo? Mana mungkin ada namja yang mau dengan gadis angkuh sepertimu…”

Tiffany menatap Si won marah.Kenapa Si won selalu mengakatan hal-hal yang menyakitkan untuknya.Dia tahu apa yang dikatakan namja ini benar tapi apakah perlu mengatakanya dihadapannya sendiri disaat seperti ini.Ini terlalu menyakitkan.

“Gadis angkuh? Baiklah, mungkin menurutmu gadis baik di dunia ini hanya wanita bernama Stella Kim itu! Cih, apa yang bagus darinya…”

Cibir Tiffany segera masuk ke kamarnya dan membanting pintu dengan keras.Sementara Si won hanya geleng-geleng kepala, kenapa gadis itu malah membicarakan Stella Kim.

“Aish! Choi Si won! Kau benar-benar namja menyebalkan! Noe ! Nappeun namja!”marah Tiffany memukul-mukul bantalnya.Dia mengibaratkan bantal itu adalah wajah Si won yang sedang dipukulnya dengan kuat.

“Stella Kim? Apa bagusnya dia? Dia memang cantik, tapi aku lebih cantik darinya, aku juga lebih pintar darinya.Hanya saja sekarang dia lebih kaya dariku…”ucap Tiffany masih memukul bantal itu dengan sekuat tenaganya.Setelah merasa puas dan lelah, Tiffany pun akhirnya tertidur.

***Sifany***

Matahari pagi masuk kekamar Tiffany melalui celah-celah ventilasi dan jendela yang baru dibuka Choi Ahjumma.Tiffany menggeliat dan mengguman pelan.Choi Ahjumma tersenyum lembut dan duduk dipinggir ranjang Tiffany.

“Bangun dan mandilah, Nona…”suruhnya lembut.

“Waeyo? Inikan hari libur….”kata Tiffany malas.Choi Ahjumma tersenyum dan merapikan rambut Tiffany yang menutup sebagian mata indahnya.

“Aigo, gadis cantik tidak boleh bangun kesiangan…”ucap Choi Ahjumma.Tiffany duduk dari posisinya lalu menatap wanita yang sudah melayaninya dengan baik itu lembut.

“Ahjumma…”panggil Tiffany pelan.

“Ne…”

“Bolehkan aku minta sesuatu?…”

“Ne?…”kaget Choi Ahjumma, tentu saja dia kaget karena biasanya Tiffany selalu menyuruhnya tanpa meminta terlebih dahulu.

”Waeyo? Kau tidak mau?…”

“Oh Aniyo Nona, bagaimana mungkin aku bisa menolaknya.Katakan, apa yang Nona inginkan….”Choi Ahjumma mengenggam tangan Tiffany.

“Uhm…maukah kau memelukku….”ucap Tiffany pelan tapi terdengar dengan jelas oleh Choi Ahjumma.

Choi Ahjumma yang antara percaya dan tidak mendengar permintaan itu hanya tersenyum haru.Dia sama sekali tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi.

“Bagaimana mungkin aku menolaknya, kemarilah Nona…”

Choi Ahjumma membuka tangannya.Tiffany tersenyum dan memeluk wanita itu.Lama mereka dalam posisi seperti ini karena Tiffany memeluknya dengan erat seakan-akan tidak mau lepas dari pelukan yang hangat ini.

“Aku baru tahu seperti apa dipeluk seorang Oemma.Ternyata seperti ini, hangat dan nyaman…”ucap Tiffany.Choi Ahjumma hanya mengangguk sambil menghapus air matanya yang sudah tumpah.

Tiffany melepaskan pelukannya, ditatapnya mata wanita itu dalam.

“Gumawo Ahjumma…”ucap Tiffany diiringi air mata yang mengalir lembut.

“Kau tidak perlu berterima kasih Nona…”Choi Ahjumma mengusap air mata Tiffany yang juga sudah tumpah.Dia merasa sangat sedih karena ini baru pertama kalinya gadis ini mengadu dan menangis padanya.

“Mianhe, selama ini aku sangat keterlaluan pada kalian.Aku selalu memarahi dan membentak kalian, aku bahkan tidak pernah membungkuk pada kalian sekalipun.Kalian pasti sangat membenciku…”tangis Tiffany pecah.Choi Ahjumma yang tak tega kembali menarik Tiffany dalam dekapan hangatnya.

“Gwenchana, kami sama sekali tidak pernah membencimu Nona.Sekarang hentikan, jangan menangis lagi…”kata Choi Ahjumma menenangkannya.

“Gumawo Ahjumma…”ucapnya lagi.

“Ya sudah, sekarang Nona mandi.Air panasnya sudah siap, handuk dan sabunnya juga ada di atas meja dengan warna pink kesukaan Nona.Setelah mandi segera turun untuk sarapan…”

“Ne…”Tiffany bangkit dari ranjangnya.Dia mengambil handuk dan sabun itu lalu segera menuju kamar mandi.

Choi Ahjumma kembali menyeka air matanya yang kembali jatuh dan melangkah keluar.Saat pintu terbuka dia sempat terkejut karena putranya sedang berdiri disana.

“Si won-ah? Sedang apa kau disini?…”

“Nonton drama, sangat mengharukan…”jawab Si won bercanda, Choi Ahjumma memukul tangan anaknya pelan dan tertawa kecil.

“Kalau Nona mendengarnya, dia pasti akan memarahimu…”ujar Choi Ahjumma.

“Memangnya apa lagi yang bisa dilakukan majikan Oemma itu selain marah-marah…”Si won merangkul Oemmanya untuk turun.

“Tadi aku disuruh Appa untuk menyusul karena kalian lama sekali…”

“Ne, kau pasti sudah melihatnya bukan?…”Siwon mengangguk.

“Aku masih tidak percaya kalau yang tadi itu seorang Hwang Mi young…” Choi Ahjumma tersenyum mendengar ucapan anaknya.Percaya atau tidak itu adalah Hwang Mi young, putri dari majikannya dan itu sama sekali tidak bisa di bantah.

***Sifany***

Karena ini hari libur, Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma mengajak Tiffany dan Si won untuk piknik ke sungai Han.Sungguh hari yang indah dan tak terlupakan oleh mereka.Dimana mereka melihat dan menyaksikan sendiri seorang Tiffany Hwang tertawa dan bermain bersama mereka.Dulu jangankan tertawa, berbagi eye-smilenya yang cantik itu saja Tiffany tidak akan pernah memberikannya.

Si won duduk dipinggir sungai Han.Dia terus tersenyum memperhatikan Tiffany yang masih asyik berfoto ditemani kedua orang tuanya.Dia sangat menyukai mata indah Tiffany.Apalagi saat gadis itu tersenyum, matanya ikut tersenyum membuat siapapun yang melihatnya akan tersenyum.Dia ikut bahagia melihat Tiffany yang sekarang, yang lebih lembut meski terkadang masih sedikit menyebalkan karena sikap angkuhnya.Namun entah kenapa, sikap angkuh itulah yang membuatnya menyukai Tiffany.Ya, meski di akui Si won kalau sifatnya  itu terkadang sangat menjengkelkan.

“Si won-ssi?…”sapa seseorang mengagetkannya.Si won menoleh dan mendapati seorang yeoja tengah tersenyum padanya.

“Boleh aku duduk di sini?….”tanyanya.

“Ne, tentu.Silahkan, Stella-ssi…”suruh Si won.Stella tersenyum dan segera duduk disamping namja itu.

“Kebetulan sekali kita bertemu disini…”ujar Si won.

“Ne, aku sedang bosan makanya aku kesini.Kau datang berama Tiffany?…”

“Hm, orang tuaku juga…”jawab Si won.Stella Kim mengangguk karena dia juga melihat 3 orang yang sedang tertawa bersama itu.

“Dia terlihat cantik tertawa lepas seperti itu…”

“Ne…”ucap Si won tanpa sadar, membuat Stella menoleh ke arahnya.Si won mendadak malu dan salah tingkah.Stella tersenyum, tersenyum perih begitu mengetahui orang yang disukainya menyukai orang lain.

***Sifany***

“Mereka cantik sekali…”kata Tiffany melihat kupu-kupu yang sedang hinggap pada bunga ditempat mereka duduk diatas tikar yang baru digelar Choi Ahjussi.

“Ne, tapi Anda jauh lebih cantik Nona…”ucap Choi Ahjussi yang diiyakan Choi Ahjumma.

“Si won dimana?…”tanya Choi Ahjumma pada suaminya.

“Entahlah, mungkin dia sedang jalan-jalan…”

Tiffany baru menyadari kalau Si won tak ada disini.Dia ikut mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari sosok Si won.Tak butuh waktu lama, matanya mendapati Si won berjalan ke arah mereka.Namun sialnya dia bersama seorang yeoja.

”Stella Kim?” tanya Tiffany pada dirinya sendiri.

“Anyeong haseyo…”sapa Stella ramah.Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma berdiri untuk menyambutnya.

“Aigo, Stella-ssi , kau juga disini…”kata Choi Ahjumma menyambut Stella.

“Ne, Ahjumma…”

“Mari Stella-ssi, duduklah, kita makan siang bersama…”suruh Choi Ahjussi.Stella mengangguk senang dan mengucapkan terima kasih.

Tiffany asyik memakan apelnya yang tadi sudah dipotong kecil-kecil oleh Choi Ahjumma.Si won melirik Tiffany yang terkesan cuek dan tidak peduli dengan kehadiran Stella disini.

“Anyeong haseyo, Tiffany-ssi…”sapa Stella ramah pada gadis yang duduk diantara Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma itu.

“Anyeong haseyo…”jawab Tiffany singkat tanpa ekspresi juga tanpa melepaskan pandangannya dari piring apel miliknya.Keempat orang itu hanya saling pandang dan tersenyum hambar.

“Mari kita makan, kita harus pulang sebelum turun hujan…”kata Choi Ahjussi yang melihat langit mulai mendung.Mereka mulai menyantap makan siang mereka dengan canda tawa, kecuali dengan Tiffany yang hanya diam karena merasa diacuhkan.

TBC

 

70 thoughts on “[Re-Post] Arrogant Girl Part 1

  1. ya ampun tiffany unnie cemburu sama stella, ga mau klau siwon dan keluarganya Merhati’in stella sama sekalian hehehehe
    kemana ya appanya fany unnie kasihan kan fany unnie
    Di tunggu part2nya jangan lama” ya di postnya heheheh

  2. appa tiffany bangkrut, kasian tiffany sama appanya..
    appanya gak tau kemana lagi..
    tapi tenang aja kok, masih ada siwon😀
    hihihi.. tiffany cemburu nih sama stella😀
    siwon juga keliatannya juga mulai suka sama tiffany..

    next part thor, fighting

  3. Wahh.. Mian telat komen lgi😦
    fany unni ksian bngt,, tapi untung masih ada keluarga choi yg merhatiin fany unni.. Pnsaran sma next part nya..
    Untung part 2 nya udah ada tuhh, jdi gk usah waiting lagi,, hihihi~ ^^

  4. Tiffany eonni kasian, aku tau rasanya eonni😦 aku tau rasanya sakit😥
    Tiffany eonni tenang Daddynya pasti kembali🙂
    Tiffany eonni masih ada kok yang sayang sama eonni, buktinya Choi Ahjussi dan Choi Ahjumma bahkan ada bonusnya Siwon oppa hehe😀❤❤❤
    Fany eonni, aku juga kadang kadang iri sama orang lain karena dapat perhatian lebih😥
    Author aku suka ceritanya🙂 menggambarkan banget❤

  5. gk tau udah baca apa belum tp rasanya udah *yaiyalah org tulisannya repost juga* hehee rasanya lama bgt gk baca ff sifany akhirnya luangin wkt baca lg hua kangen terobati

  6. KeadAn fany bikin pgn meluk dia. terharu krn rindu akn ksh syg. untung ad choi family yg sll syg. wlaupun agk sombong tp itu jg bkn fany yg sbnrny….,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s