[Re-Post] Perfect Two Part 3-End

Perfect Two

PERFECT TWO

Judul               :  Perfect Two

Author             :  2hyunfamily

Genre              :  Romance, happy

Rating             :  PG 15

Cast                 :  Siwon, Tiffany, others

Disclaimer       :  They are belong to god and their parents, except this ff, it’s originally mine!

-o0o-

~(Part 3 – Last Part)~

“ Hmmhh… huu… hmmhh… huuu… “

Dengan tenang Tiffany mengatur tempo nafasnya. Dirapikannya dress selutut dan blazer yang dikenakannya kemudian beralih keponinya yang sedikit berantakan tertiup angin. Kaki jenjangnya pun masuk ke café itu. Kemeja dan colour jeans pinknya pun sesekali membuat orang melirik. Tapi Tiffany berusaha tetap tenang dan beranjak kesebuh meja bernomor 7.

“ Nichkhun~ssi? “ tanyanya pada namja yang semula melempar pandangannya keluar jendela. Namja itu pun menoleh dan langsung bangkit berdiri.

“ Anja… “

Tiffany pun duduk dihadapan namja itu.

Saat minuman sudah disajikan, Tiffany dan Nichkhun masih belum mengobrol santai seperti layaknya orang yang berusaha melakukan pendekatan. Keduanya masih diam dan sepertinya sedang menilai satu sama lain. Tiffany benar-benar tak mengerti apa yang sedang dilakukannya. Dengan nekadnya dia mencari namjachingu lewat jejaring sosial hanya untuk menutupi kebohongannya.

“ Kau… tidak tampak seperti orang korea, nama mu juga sedikit aneh… eh! Maksud ku, Nichkhun bukan nama yang sering digunakan orang korea “

“ Gwenchana, tidak perlu merasa bersalah… aku memang bukan orang korea, aku warga Negara Thailand dan kesini untuk pekerjaan… “

“ Keurae? Kau bekerja dimana? “

“ Aku… General Manager di JYP entertainment “

“ J… J… JYP! Jinjja? “

Nichkhun mengangguk sembari tersenyum.

‘Dia tampan…’

Sesaat Tiffany terpesona dengan senyum Nichkhun, namja itu bahkan punya eyesmile seperti dirinya. Wajahnya juga tak kalah bagus dari Siwon. Tingginya juga tidak berbeda jauh dari Siwon. Kulitnya bahkan jauh lebih putih dari Siwon. Tunggu! Kenapa dia membandingkan Nichkhun dengan Siwon!

“ Fany~ssi, gwenchana? “

“ Ne… aku hanya kagum kau bisa menjadi General Manager diperusahaan itu… kalau begitu, aku sedang berbicara dengan eksekutif muda ne? “

Keduanya tertawa. Untunglah, suasana tak sekaku tadi. Nichkhun dan Tiffany mulai mencoba mengenal satu sama lain dan keduanya dapat berkoneksi dengan baik. Tiba-tiba saja, saat obrolan mereka semakin terasa hangat dan dekat, mata Tiffany menangkap sosok Siwon yang duduk dimeja tak jauh darinya sedang memperhatikan mereka berdua dengan dengan wajah datarnya.

“ Uhukk… “ Tiffany tersedak saat melihat Siwon tak kunjung mengalihkan arah matanya dari dia dan Nichkhun.

“ Fany~ssi gwenchana? Gwenchana? “ dengan lembut Nichkhun menepuk pelan pundak Tiffany. Disodorkannya selembar tisu pada Tiffany untuk membersihkan sisa noda dimulutnya.

‘Kenapa dia bisa ada disitu?! Kapan dia datang kesini!’

Tiffany kehilang konsentrasinya. Meskipun berusaha masuk kembali kedalam obrolannya dan Nichkhun, nyatanya dia tidak bisa. Berulang kali dia melirik Siwon yang bahkan seperti kamera CCTV yang sedang meliput mereka.

“ Nichkhun~ssi, jeongmal mianhae… tapi sepertinya aku harus kembali bekerja “

“ Keurae? Kau ingin aku mengantar mu? “

“ Eo, anni… kantor ku dekat dari sini… “

Keduanya pun berjalan keluar. Sesekali Tiffany melambaikan tangannya melihat Nichkhun yang mulai menjauh dari tempatnya berdiri. Mobil sedan Nichkhun pun menghilang dibelokan jalan.

“ Geu namja nuguya? “ tanya Siwon sedikit tidak senang dengan apa yang baru saja dilihatnya.

“ Omo! Ya! Membuat kaget saja! “

“ Nugu? Bukan kah sudah kubilang aku sudah punya namjachingu? “

Tiffany merapikan kembali poninya dan bergegas pergi dari hadapan Siwon. Namun, tangan namja itu menahannya.

“ Namjachingu? “

“ Ne… “

Siwon dan Tiffany berhadapan. Keduanya sepertinya siap beradu argument. Keduanya sama-sama melipat tangan didepan dada menunggu siapa lebih dulu mengucapkan argument mereka.

“ GEO-JIT-MAL! “ tandas Siwon to the point.

“ Wae? Kenapa aku harus berbohong? “

“ Sikap kalian tidak menunjukkan kalian sedang berpacaran. Kalian saling benjaga jarak, tidak berpegangan tangan, dan yang terpenting… kau tidak bersikap manja padanya! kau hanya tersenyum dan tertawa padanya “

“ Apa orang yang berpacaran harus bersikap manja? Huh? “

“ Keurom! Kalian… tidak berpacaran bukan? Apa kau, baru pertama kali bertemu dengannya? “

‘eotteoke?!’

“ Anni! “ sangkal Tiffany cepat. Tidak ingin semakin terpojok Tiffany pun memilih untuk pergi namun lagi-lagi Siwon menarik tangannya.

“ Nuguya? “ tanya Siwon untuk kedua kalinya. Matanya menatap lekat Tiffany yang masih diam melihat pergelangan tangannya yang dicengkeram.

“ Siwon~ssi, tolong lepaskan “

“ Fany~ya, jebal daedaphae… geu namja nuguya? “

“ Siwon~ssi wae? Kenapa kau bersikap seperti ini? Kalau dia pacar ku memang kenapa? Kalau pun dia orang yang baru pertama kali kutemui kenapa juga? Jeongmal jweseonghae…. Hajiman, bukannya hal itu tidak ada urusannya dengan mu? “ Tiffany menjawab tegas. Seperti dugaannya cengkraman tangan Siwon pun merenggang. Segera Tiffany pergi meninggalkan Siwon. Air matanya jatuh tiba-tiba.

‘Na eotteoke?!’

LLL

Dengan langkah senang dan sedikit menari-nari kecil, Yoona masuk kekediamannya yang luas dimana dia bisa mengistirahatkan badannya. Yoona membuka pintu apartmentnya perlahan. Karena perasaannya yang terlalu bahagia, Yoona sampai tidak menyadari bahwa seluruh lampu diruangan itu sudah menyala dan sudah ada dua orang paruh baya yang menunggunya dimeja makan.

“ Yoona~ya wasseo? “

“ Eo… omma! “ Yoona berlari kecil menghampiri ibunya dan langsung mencium sayang pipi eommanya itu. “ Appado wattda? “ tak lupa dikecupnya juga pipi appanya.

“ Anja… “

Yoona pun menurut mendengar perintah appanya. Dia hanya melihat kedua orang tuanya menyantap makanan tanpa menyentuh hidangan itu sedikit pun.

“ Kau tidak makan? “ tanya eommanya heran. Yoona hanya menggeleng dan tersenyum memperhatikan kedua orang tuanya lagi.

“ Yoona~ya, kau sudah bertemu cucu sahabat kakek mu kan? “

“ Eo? “

“ Eotteyo? Joha? “

“ Eo? N-ne… “

Melihat ketidak pastian diucapan Yoona appanya mulai menatapnya curiga. Aktivitasnya pun berhenti berganti dengan menatap anak gadis satu-satunya ini dengan serius.

“ Kau belum bertemu dengannya? “

“ Anniya! Aku sudah bertemu dengannya… “

“ Keurom? “

Yoona menarik nafasnya panjang. Mungkin sudah saatnya dia mebicarakan hal ini pada kedua orang tuanya. “ Eomma… appa… “

“ … “

“ Aku tidak setuju dengan perjodohan ini! Aku… sudah menyukai orang lain! “

“ Andwe… “ appanya menjawab cepat namun tetap tenang dan melanjutkan makanannya. Begitu pun eommanya yang hanya menunduk dan harus berpihak pada appa-nya. “ Kita harus bekerja sama dengan Choi Corp jika mau harga saham kita semakin meningkat! Neol andwe…  “

“ Appa! “

“ Aku akan mengatur pertemuan kalian besok, pastikan kau hadi disana Yoona Agassi… “

“ Nappa!! “

Yoona menghentak masuk menuju kamarnya. Dibantingnya pintu kamarnya keras dan mencampakkan tasnya dengan asal kesembarang tempat.

“ Sirheo! SIRHEO!!! “

LLL

Jam berdentang tepat delapan kali. Sudah kesekian kalianya Siwon melihat kearah jam tua yang ada disudut ruangan untuk memastikan jam berapa sekarang. Sudah sejak lima belas menit yang lalu dia menunggu disana, tapi Yoona belum muncul juga. Dia sendiri tidak terlalu antusias dengan pertemuan kali ini. Malah, saat kakeknya menyuruhnya untuk menghadiri pertemuan ini, ada rasa tidak suka dan enggan yang tiba-tiba menyerangnya. Namun Siwon tak bisa membantah.

Setelah menunggu hampir 20 menit lamanya, sosok Yoona pun muncul. Sama seperti pertemuan sebelumnya yang tampak begitu mengesankan, Yoona kembali datang dengan balutan dress elegan dan make up natural yang pas dengan wajahnya. Tapi Siwon malah tak mempedulikannya. Dan demi menjaga kesopanannya, Siwon pun tetap bangkit dan mempersilahkan Yoona duduk. Malam ini, ntah kenapa Yoona tidak tampak cantik seperti awal mereka bertemu.

“ Minumlah… “ ujar Siwon informal pada Yoona yang sepertinya juga tidak mempermasalahkan hal itu. Dan dengan sekali tegukan, Yoona sudah menghabiskan segelas champagne itu.

“ Siwon~ssi, aku sudah tidak bisa berpura-pura lagi! “

Siwon mengernyit bingung. Dinaikkan sebelah alisnya dan menunggu lanjutan perkataan Yoona.

“ Siwon~ssi, aku tidak bisa melanjutkan perjodohan ini! “

Deg… Deg…

Siwon mengulum senyum manisnya. Masih dibiarkannya Yoona menyelesaikan penjelasannya sebelum dia yang akan membicarakan sesuatu pada yeoja itu.

“ Aku benar-benar tidak bisa! Aku sudah menyukai orang lain dan sepertinya namja itu juga menyukai ku! Mianhae… tapi hidup Cuma sekali dan aku harap menikah pun hanya sekali, aku… tak ingin hidup dengan seseorang yang tidak kucintai… “

Siwon hanya diam meskipun sebenarnya dia merasakan hal yang sama seperti Yoona rasakan. Namun dia harus tenang dan tak boleh terburu-buru demi mendapatkan tujuannya.

“ Siwon~ssi, kenapa kau diam saja?! Kumohon katakana sesuatu! “

Bingo!

Siwon mulai memamerkan senyumnya dan menatap Yoona hangat. “ Keureom, bisakah kau membantu ku? “

“ Eh? “

“ Jika kau membantu ku, kau juga akan mendapat keuntungan dan otomatis perjodohan ini batal. Could you? “

Yoona memandang Siwon lekat dan penasaran dengan bantuan apa yang ingin Siwon dapatkan darinya. “ Mwoya? “ tanyanya tak kalah tenang dari nada bicara Siwon.

Siwon tersenyum sekilas lalu menegak champagnenya sebelum masuk ke inti pembicaraan. “ Bekerja sama lah dengan Choi Corporation! Bukan kah perjodohan ini dilakukan untuk perusahaan kita? “ ungkapnya dengan mantap.

Yoona terdiam tak percaya. Dia tidak menyangka semuanya akan terjadi sepraktis dan segampang ini. Ditatapnya Siwon sekali lagi dan namja itu terlihat yakin. Dengan senang hati Yoona pun mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Siwon sebagai persetujuannya.

“ Deal! “ serunya semangat.

Kedua orang itu tampak tersenyum lega karena telah menyelesaikan satu masalah. Tanpa ragu Siwon menuangkan segelas champagne lagi kegelas Tiffany. Keduanya pun minum bersama tanpa perasaan sungkan atau berusaha terlihat sempurna.

“ Keundae Siwon~ssi, apa kau setuju perjodohan ini dibatalkan karena kau sudah menyukai orang lain juga? “

Deg… Deg…

Siwon menatap Yoona tak percaya. Bagaimana bisa yeoja itu menyimpulkan dengan benar secepat itu.

“ Ne… “ jawab Siwon kalem dan kembali meminum champagnenya.

“ Tiffany eonni? “

“ Uhukk… “ Siwon tersedak tiba-tiba. Melihat reaksi Siwon yang mencurigakan Yoona pun menjadi semakin yakin dengan hipotesanya.

“ Benar bukan? “

“ Seharusnya aku berhati-hati dengan yeoja seperti mu Yoona~ssi… “

Keduanya pun tertawa. Saling bertukar cerita tentang masing-masing orang yang mereka sukai. Siwon tak pernah menyangka jika hatinya berlabuh pada sekretaris calon pilihan kakeknya sendiri. Dan Yoona tak pernah menyangka hatinya direbut oleh seorang pewaris café tua kecil disudut-sudut kota Seoul.

JJJ

“ Yak! Mobil menyebalkan! “

Tiffany keluar dari mobilnya saat tiba-tiba mesin beroda empat itu berhenti didaerah yang masih jauh dari rumahnya. Berniat menonton tv sambil menikmati secup ice cream dan snack ringan, Tiffany malah terjebak dijalan yang cukup sepi disekitar komplek perumahan. Dengan tidak sabar yeoja itu membuka kap mobilnya. Seketika asap mengepul dan membuatnya terbatuk.

“ Benar-benar mobil yang menyebalkan! “

BRAK

Tiffany semakin mengeluh frustasi saat penahan kap mobilnya tiba-tiba saja lepas. Dia mengurut dadanya berusaha untuk sabar, untuk beberapa lama dia berjongkok didepan mobilnya dengan wajah cemberut. Dia bahkan tak mempunyai nomor bengkel langganannya. Dan uangnya tak akan cukup membayar ongkos taksi hingga kerumahnya

Tuk Tuk Tuk

“ Agassi waeyo? “

Tiffany menoleh saat merasakan pundaknya ditusuk-tusuk dengan telunjuk seseorang. “ Omo! Neoya! “

Tiffany jatuh kebelakang saat melihat Siwon sedang berjongkok tepat dihadapannya. Siwon mengulurkan tangannya dan membantu Tiffany bangkit.

“ Apa mobil mu bermasalah? “ tanya Siwon sembari melihat sisa asap yang masih keluar dari kap mobil Tiffany.

“ Ne… aku tidak tahu kenapa “ Tiffany menjawab murung. Sesekali dielusnya mobilnya yang memang sudah jarang ia pakai.

“ Butuh tumpangan? “

“ Eo? Anniya… aku… biar menelpon teman ku saja… “

Deg… Deg…

“ Chingu? “ tanya Siwon penasaran “ Geu namja? “

Deg… Deg…

Kini balik Tiffany yang mulai gugup karena debaran jantungnya. Siwon menghela nafas berat dan menatap mata Tiffany dalam. Wajahnya yang tampan tampak begitu serius dan terkesan marah. Tiffany pun dibuat sedikit takut ditatap se-intens itu.

“ Tidak bisa kah kau meminta bantuan ku? Tiffany… aku yang ada didekat mu! “ Siwon berucap tajam. Tangannya segera mengambil handphonenya dan menghubungi sebuah jasa service mobil.

“ Siwon~ssi… ti… “

“ Geumanhae… aku akan membantu mu jadi jangan menghubungi namja itu! Ah… Ne, hyung… “

Siwon mulai terlibat percakapan dengan seseorang melalui telponnya. Tiffany mundur beberapa langkah dan memutuskan duduk di kap mobilnya. Diperhatikannya punggung lebar Siwon dari belakang. Dia tersenyum kecil lalu menghembuskan nafasnya putus asa. Ntah sejak kapan perasaannya berlanjut sejauh itu. Tapi dia semakin menyukai Siwon dari hari ke hari.

‘Bahunya lebar… apa dadanya juga bidang? Bisakah aku memeluknya agar aku bisa tahu?’

‘Badannya sangat atletis… apa dia sering berolah raga? Bisakah aku menyemangatinya saat dia kelelahan?’

‘Kenapa dia setinggi itu… apa yang dimakannya? Bisakah aku membuatkannya makanan juga setiap hari?’

‘Garis wajahnya sangat jelas, berapa usianya? Apa dia tidak pernah liburan?’

Tiffany larut akan kekagumannya pada Siwon. Dia menunduk dan mengetuk pelan kap mobilnya. Kini dia memikirkan dirinya sendiri, kenapa dia selancang itu bisa menyukai namja seperti Siwon. Benar-benar tak sadar diri!

“ Waeyo? “

Deg… Deg… Deg… Deg…

Tiffany seketika menahan nafasnya saat menyadari Siwon sudah berada tepat dihadapannya. Kedua lengan panjang namja itu menempel dikiri dan kanannya membuat ruang geraknya menjadi sangat terbatas.

“ S-S-Siwon~ssi… “

“ Mwo? “

“ N-n-neo… “

“ Wae? “

“ Siwon~ssi… Yoona… “

“ Yoona wae? “

Tiffany pun terdiam. Dia hanya bisa menegak ludahnya dengan segenap rasa gugup yang menjalari seluruh tubuhnya.

“ Wajah mu memerah… “

“ Eo? “ Tiffany memegang kedua belah pipinya dan semakin mati gaya ditatap Siwon seperti itu.

~CHU

Spontan mata Tiffany membeliak saat Siwon mengecup bibirnya. Dia masih setengah percaya seorang Choi Siwon melakukan itu padanya. Hatinya bergemuruh dan seluruh tubuhnya mendadak berkeringat.

“ Joahae… “

“ Eo? “

“ Tiffany joahae… “

Siwon tersenyum manis dan mengelus lembut pipi Tiffany yang masih merona merah. Dikecupnya lagi bibir Tiffany dan Tiffany hanya diam mematung, dia kehilangan seluruh kata-kata yang biasanya tersusun rapi diotaknya. Sedangkan Siwon beranjak duduk disamping Tiffany. Tiffany melihat kearah Siwon sekilas kemudian membuang mukanya lagi.

‘Aku pasti benar-benar sudah gila! Fany~ya ireona!’

“ Tiffany… “ Siwon memanggil lembut. Namun Tiffany seolah menutup telinganya dan tetap melihat kearah lain.

“ Ya! Kenapa kau tidak melihat ku? “

“ Siwon~ssi kapan service mobilnya datang? “

“ Ya wae! Kau tidak suka bersama ku! “

“ Aniya! Keureonga aniya… “

Siwon seketika tersenyum mendengar ucapan Tiffany. Didekatkannya wajahnya kewajah oval Tiffany dan berbisik pelan ditelinganya.

“ Keureom, nal joahae? “

Tiffany menghela nafasnya berat dan menunduk diam. Siwon yang mendengar helaan nafas itu pun dengan segera menjauhkan dirinya dan menatap Tiffany bingung.

“ Wae? “

“ Siwon~ssi, Yoona eotteoke? “

Siwon lagi-lagi tersenyum. Diraihnya tangan Tiffany dan menggenggamnya erat tanpa penjelasan apapun. Tiffany pun masih terus menatap Siwon seolah meminta namja itu menjelaskan semuanya secepat mungkin. Namun Siwon tetap tak membuka suaranya. Dia sibuk memandangi langit yang kosong tanpa bintang. Baginya, menggenggam tangan Tiffany seperti ini adalah hal paling menenangkan didunia.

“ Keokjeongma… “ sahutnya tiba-tiba. “ Yoona bahkan tak menyukai ku dari awal… kami sudah membicarakannya, keureom keokjeongma “

Tiffany masih menatap Siwon dalam. Dia tak tahu harus mengatakan apa pada namja itu. Matanya terasa panas dan air mata sepertinya sudah menumpuk dipelupuk matanya. Setetes air mata pun jatuh, dan dengan segera Siwon menyekanya.

“ Fany~ya, wae geurae? “ tanyanya dengan lembut. Tiffany menggelengkan kepalanya dan menyeka air matanya sendiri kemudian.

“ Siwon~ssi, nal andwe… “

“ Andwe? Wae andwe? “

Tiffany tak menjawab. Dia mulai menangis sesegukan membuat Siwon merasa tak tenang dan takut.

“ Fany~ya… daedaphae… “

“ I just can’t! it’s not only about you or me! It’s ours! What we have… our family, everybody around us! Have your family known about this?! I can’t, I really can’t… I know who I am! “ Tiffany melepaskan tangannya dari genggaman Siwon dan menutupi wajahnya yang sudah basah karena air mata. “ I can’t! Even I love you… “

Deg… Deg…

Jantung Siwon berdegup tak terkendali mendengar ucapan Tiffany. ‘I can’t! Even I love you…’. Intuisinya benar selama ini, Tiffany juga mencintainya. Diraihnya lagi telapak tangan Tiffany dan menggenggamnya seerat tadi.

“ Keojeongmarago… keokjeongmal “

Keduanya kini menatap satu sama lain. Mata teduh keduanya saling melihat bola mata masing-masing menanyakan persetujuan mereka. Siwon mendekatkan wajahnya kearah Tiffany yang hanya diam tak melakukan apa-apa. Saat semakin dekat, Tiffany pun mulai memejamkan matanya. Namun…

DUAR(?)

Suara Guntur terdengar tiba-tiba dan tak sampai 5 detik guyuran hujan sudah membasahi mereka. Siwon dan Tiffany segera turun, bersamaan dengan itu mobil service berhenti tak jauh dari tempat mereka berdiri.

“ Tuan, nona… kalian masuk saja kedalam mobil… kami akan menariknya ketempat berteduh agar kami bisa memperbaikinya… “

“ Ah ne… “ Tiffany baru saja ingin masuk kemobilnya hingga tiba-tiba Siwon menahannya.

“ Kami akan meninggalkannya disini. Aku bawa mobil satu lagi… Fany~ya berikan kuncinya pada mereka… “

Tiffany pun menurut saja, diserahkannya kunci mobilnya pada petugas itu dan segera masuk kedalam mobil Siwon.

Dimobil keduanya langsung menyapu sisa air hujan yang masih menempel di tubuh mereka. Tiffany tersenyum tiba-tiba. Keadaan seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Mereka terjebak dihujan lebat dan harus menginap didalam mobil. Keduanya sama-sama khawatir apalagi saat itu Siwon sakit tiba-tiba. Tunggu… sakit?

Tiffany buru-buru menoleh kearah Siwon. Benar saja, Siwon sudah memejamkan matanya dan berbaring lemas dikursinya. Tiffany menempelkan punggung tangannya kebadan Siwon dan namja itu benar-benar terserang demam lagi.

“ Siwon~ssi… gwenchana? Appo? Huh? Omo eotteoke? “

Tiffany mendadak bingung. Apalagi saat menyadari dia tidak membawa tas-nya yang penuh dengan berbagai kebutuhan mendadak. Maklum saja, dia hanya berniat ke supermarket sebelumnya dan tak tahu kejadian seperti ini akan terjadi.

“ Eotteokke? Siwon~ssi… kau bisa bergerak? “

Siwon mengangguk dengan mata masih terpejam.

“ Keurae, kau pindah kesini dan aku akan pindah ke kursi mu dari luar. Arra? “

Siwon mengangguk lagi. Tiffany pun langsung keluar dari mobil Siwon dan memutar untuk pindah ke kursi pengemudi.

“ Keurae Siwon~ssi, kunci… kunci mobil mu… aku akan membawa mu pulang… “

Siwon menyerahkannya, dan Tiffany segera memacu mobil itu dalam kecepatan sedang. Tak tahu kenapa, Tiffany malah mengarahkan mobil itu pulang kerumahnya. Dilihatnya Siwon berulang kali dan sepertinya namja itu tertidur.

“ Siwon~ssi… Siwon~ssi… ireona… “ Tiffany mengguncang-guncangkan tubuh Siwon saat mereka benar-benar sudah tiba diapartment Tiffany.

“ Siwon~ssi… “

“ Eo? “

“ Kau bisa jalan? “

“ Fany~ya… aku hanya demam, bukan sekarat… “

“ Eh? Eo… bagus lah… palli… “

Tiffany keluar dan bergegas membantu Siwon. Cardigan yang semula ia pakai pun kini dilepas untuk melindungi kepala mereka. Keduanya berjalan tertatih hingga naik ke kamar Tiffany.

KKK

“ Siwon~ssi chamkanmanyo… “

Setelah meletakkan Siwon disofanya, Tiffany buru-buru mengganti pakaiannya lalu bergegas mengambil 2 potong handuk dari kamarnya. Tak ada satu pun boy’s stuff yang bisa dipakai Siwon untuk menggantikan bajunya yang basah. Mungkin, hanya handuk itu yang dapat menutupi tubuhnya. Tak lupa dibawanya sekotak P3K yang penuh dengan obat-obatan yang tiap bungkusnya ditempeli label yang menunjukkan kegunaan obat itu.

Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan. Tiffany segera kembali menghampiri Siwon. Diminumkannya 2 butir obat penurun demam kepada Siwon dan mulai menglap tubuh Siwon yang masih sedikit basah.

“ Mian… “ gumam Siwon dengan suara parau. “ Apa aku merepotkan mu? “ sambungnya dengan sedikit tawa kecil.

Tiffany hanya tersenyum dan kembali pada kegiatannya. Tapi, tangannya mendadak kaku seketika. Beranikah dia melakukan itu? Tiffany menggelengkan kepalanya berusaha untuk tetap fokus. Dilihatnya Siwon yang masih memejamkan matanya, pandangannya beralih pada kancing-kancing kemeja putih Siwon.

“ Siwon~ssi jeongmal mianhae… “ Tiffany menundukkan kepalanya beberapa saat. Dengan membuang muka, Tiffany membuka satu per satu kancing kemeja Siwon. Dibukanya kemeja itu perlahan dan segera menutupi tubuh topless Siwon dengan handuk kering.

“ Kenapa kau selalu demam saat terkena hujan sedikit… aigo… jeongmal! “ gumam Tiffany pelan sambil terus mengeringkan rambut Siwon. Tiba-tiba mata Siwon terbuka dan langsung menatapnya. Tiffany pun seketika diam dan gugup.

“ Kenapa berhenti? “

“ … “

“ Teruskan… “

Tiffany menundukkan wajahnya dan menurunkan handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut Siwon. Namun Siwon menahan tangannya. Tiffany pun dengan sungkan me-lap rambut Siwon kembali. Hati keduanya bergemuruh, berdetak kencang seperti bersahut-sahutan. Mata keduanya pun tak jarang bertatapan, namun Tiffany lebih banyak menunduk tak mampu berlama-lama menatap mata Siwon.

“ Saranghae… “ ucap Siwon lembut dan tulus. Dibelainya rambut ikal panjang Tiffany dan sesekali menyapu permukaan halus pipi Tiffany.

“ Tidur lah… maaf, aku tidak punya pakaian laki-laki… “

“ Justru aku akan marah jika kau mempunyainya… “

Tiffany tersipu malu saat Siwon menggodanya.

“ Jadi… aku namja pertama yang datang kesini? “

Pipi Tiffany pun semakin merona merah. Dengan tidak sabar ditempelkannya plester anti demam tadi didahi Siwon dan bergegas pergi kembali ke kamarnya. Siwon tertawa geli melihat Tiffany yang terus tersipu seperti itu. Tak berapa lama Tiffany kembali dengan selimut tebal yang akan diberikannya pada Siwon. Dibaringkannya tubuh Siwon ditangan sofa dan menyelimuti namja itu hingga batas lehernya.

“ Tidur lah… aku akan membuatkan bubur untuk mu… “

JJJ

Detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam terus berputar. Sudah jam 12 malam dan Siwon masih belum terbangun dari tidurnya. Tiffany sendiri masih tak bisa memejamkan matanya. Tiap setengah jam sekali dipanaskannya bubur yang ia masak agar tetap hangat saat Siwon memakannya. Namun namja itu tak kunjung bangun, Tiffany pun masih duduk dilantai dan menunggui Siwon ntah sampai kapan. Diperhatikannya wajah Siwon lekat-lekat.

Namja itu benar-benar tampan baginya. Alisnya tebal, bulu matanya lentik, hidung mancung, dan lesung pipi yang tertarik saat dia tersenyum. Tiffany tertawa sendiri tiba-tiba. Saat tengah asyik mengagumi Siwon, namja itu menggeliat kecil dan membuka matanya perlahan. Dilihatnya Tiffany yang langsung kaget saat mengetahui dia sudah bangun.

“ Kau sudah bangun? “ tanya Tiffany kaku.

“ Ne… jam berapa sekarang? “

“ Eo, sudah jam 12 lewat 5… Siwon~ssi, ini bubur mu… “

Tiffany segera menarik meja ruang tamunya agar lebih dekat dari Siwon. Dibukanya tutup mangkuk bubur tersebut dan langsung menyuguhkannya pada Siwon.

“ Gomawo… “ ucap Siwon terharu.

“ Ne… kau ingin kuambilkan minum? Chamkanmanyo… “

Belum sempat Tiffany melangkah, lagi-lagi Siwon sudah menarik tangannya. Tiffany pun terhuyung jatuh dan duduk tepat disamping Siwon.

“ Anniyo, kau disini saja… temani aku… “

Tiffany pun hanya diam menuruti permintaan Siwon. Ditungguinya namja itu hingga menghabiskan seluruh makanannya. Dan sepertinya Siwon sengaja berlama-lama menghabiskan makanan itu.

“ Ya Siwon~ssi! Apa kau makan selambat ini? Kau ingin mengerjaiku lagi eo?! “ Tiffany protes dan Siwon langsung menatap yeoja itu tak bersalah.

“ Ya… Kenapa kau memarahi orang sakit? “

“ Keureom, habiskan dengan cepat sebelum bubur itu membeku! “

Deg… Deg…

Siwon terkesiap melihat dua mata Tiffany yang membeliak indah. Ditelannya sisa bubur yang tadi dikulumnya dan meletakkan sendoknya kembali keatas nampan. Ditatapnya Tiffany dengan lekat. Mata, hidung, bibir, dagu, rambut, semua hal yang ntah sejak kapan disukainya.

Deg… Deg…

Tiffany pun merasakan hal yang sama. Jantung dan deru nafasnya sering kali hilang kendali saat Siwon menatapnya selembut itu. Siwon mendekatkan dirinya kearah Tiffany. Dikecupnya bibir Tiffany singkat dan kembali menatapnya.

“ Jangan pernah temui namja itu lagi… “ Siwon semakin mendekat, tubuh Tiffany pun semakin tersudutkan ditangan sofa. Keduanya saling bertatapan. Mengagumi satu sama lain dan menghirup aroma tubuh masing-masing sepuasnya.

Siwon tak pernah bisa mengalihkan pandangan matanya dari mata dan bibir Tiffany. Ditatapnya 2 hal favoritenya itu bergantian dan detak jantungnya semakin berpacu. Tiffany pun sama, tubuh Siwon yang atletis dan pack yang terbentuk sempurna dibadan proporsionalnya membuat dia bingung dan pikirannya mendadak kosong. Siwon mulai mengecup bibir Tiffany, menempelkannya beberapa lama lalu melumatnya. Tiffany menerima dan membalas lumatan itu. Dipegangnya rahang tegas Siwon dan menikmati tiap inci lumatan mereka. Cukup lama mereka saling melumat hingga akhirnya Tiffany melepaskannya lebih dulu. Keduanya saling bertatapan kemudian tertawa.

“ Aku iri dengan orang yang pertama kali mencium mu! “

“ Mwo?! “

“ Kenapa bibir mu sangat manis Tiffany~ssi? “

Tiffany tertawa kecil mendengar godaan itu. Keduanya balik keposisi awal. Duduk berdampingan, namun kali ini dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain. Kini Tiffany mulai berani menyandarkan kepalanya dilengan Siwon. Siwon pun tersenyum merasa senang dengan sikap manja Tiffany itu.

“ Sepertinya aku harus menginap malam mini… “

“ Boleh saja… “

“ Jinjja? “

“ Ne… but no sex! “

Siwon mendengus kesal mendengar ucapan Tiffany. Dicubitnya pipi Tiffany dengan gemas. “ Ucapan mu membuat ku seperti laki-laki hidung belang! “ protes Siwon lagi dan kini menarik gemas hidung mancung Tiffany.

“ Wae? Aku hanya jaga-jaga saja… “

“ Kau seharusnya mempercayai namjachingu mu sendiri… “

“ Mwo?! Namjachingu? “

“ Ne! kita sudah berpegangan tangan, berciuman dan bahkan tinggal bersama… jelas aku namjachingu mu… oh, atau mungkin… nampyeon? “

Rona merah lagi-lagi menyapu pipi Tiffany. Mulutnya mengatup memandang Siwon bingung sekaligus tak tahu harus berbuat apa. Melihat kebingungan dimata Tiffany, Siwon pun tersenyum tipis. Diraihnya lagi sebelah tangan Tiffany yang masih bebas. Kembali dikecupnya bibir Tiffany lalu menatap yeoja itu sehangat mungkin.

“ Tiffany, you’re my girl now… “

Tiffany tersenyum manis sebelum akhirnya mengangguk kearah Siwon.

“ Dan berhenti memanggil ku Siwon~ssi! “

“ Wae? Aku sudah bisa memanggil mu seperti itu… “

“ Mulai sekarang tidak bisa… emm… panggil aku oppa! “

“ Sirheo! “

“ YA! “

Tiffany tertawa kecil melihat wajah Siwon yang begitu memaksanya. “ Siwon~ah… “ panggil Tiffany manja. Spontan Siwon pun menoleh dan tersenyum senang mendengar panggilan itu.

“ Sedikit lebih bagus… “

Keduanya bertatapan satu sama lain kemudian tertawa. Beberapa menit mereka habiskan hanya untuk diam dan menatap satu sama lain bergantian diiringi dengan sedikit tawa kecil.

“ Mana ponsel mu? “

Tanpa ingin mengetahui maksud dan tujuan Siwon pun Tiffany memberikan ponselnya begitu saja. 2 menit berlalu dan Siwon kembali menyerahkan ponsel itu pada Tiffany.

“ Waeyo? “ tanya Tiffany heran.

“ Semua yang berhubungan dengan namja itu sudah ku hapus! “

“ Mwo? “

“ Nomor telponnya, akun jejaring sosialnya, bahkan foto kalian berdua sudah ku hapus! “

“ Ya! “

“ Wae? Aku sekarang namjachingu mu dan aku tidak suka melihat yeoja ku dekat dengan namja lain, apalagi sedekat itu… “

Tiffany pun tertawa lucu melihat sikap cemburu Siwon yang tampak berbeda jauh dari kepribadiannya yang terkesan gagah. Siwon menatapnya seolah berkata ‘apa kau tidak suka?’. Tapi Siwon tak peduli, dia benar-benar tak ingin membagi Tiffany pada siapapun. Tiba-tiba mata mereka saling bertatapan, tawa mereka pun berhenti berganti dengan senyum lembut yang sama-sama mereka berikan.

~CHU

Siwon kembali mengecup bibir itu gemas dan kemudian menarik tubuh mungil itu agas semakin dekat dengannya.

JJJ

3 weeks later

 

Mobil Siwon berjalan cukup cepat membelah jalan raya yang sepi kendaraan. Dia masuk kedalam satu komplek perumahan mewah dan berhenti disalah satu rumah penduduknya. Siwon menekan intercom digerbang besar rumah itu sebelum akhirnya diizinan masuk oleh si empunya. Kaki panjangnya berjalan tegap masuk kerumah mewah itu. Begitu pintu dibuka, dia pun langsung disambut oleh beberapa pelayan. Siwon beranjak menuju halaman belakang rumah itu, benar saja… neneknya sedang asyik berkebun disana.

“ Halmonie! “

“ Omo… Siwonie… kenapa baru datang sekarang… rumah ini benar-benar sepi… “

“ Ne… mianhae… “

“ Chamkanman, halmonie baru saja memasak kue kering… akan halmonie ambilkan untuk mu… “

“ Ne… “

Siwon pun melanjutkan aktivitas neneknya menyiram bunga sambil menunggu neneknya kembali. Tak lama, wanita lansia itu kembali dengan sepiring cookies dan 2 gelas teh dinampan yang ia bawa. Keduanya pun menikmati cemilan siang itu.

“ Halmonie… “

“ Ne… “

“ Sekarang, aku sudah mempunyai yeojachingu… “

“ Jinjja? Aigoo… kau harus mengenalkannya pada nenek Wonnie~ya… “

“ Ne… dia memang sedikit penakut, dan cengeng. Tapi dia benar-benar baik sama seperti halmonie dan eomma… dia mendengarkan cerita ku, merawat ku saat sakit, memasak untuk ku, dan dia selalu tersenyum pada ku… “

“ Keurayo? Halmonie ingin segera melihatnya… “

“ Ne… aku pasti akan membawanya segera… keundae halmonie, harabaeoji eodiyo? “

“ Dia sedang ada diruangannya “

“ Keureom, aku ingin menemuinya sebentar ne? “

Neneknya pun mengangguk. Dibiarkannya Siwon pergi kelantai dua rumah itu utnuk menemui kakeknya yang masih berada diruang kerja. Siwon mengetuk pintu itu beberapa kali sebelum akhirnya dipersilahkannya masuk. Ditariknya nafasnya dalam dan menggenggam mantap sebuah map yang memang dijinjingnya sejak tadi. Siwon memutar knop itu kemudian masuk.

Pria lansia itu terlihat sedang duduk dikursi kerjanya. Dengan sopan Siwon membungkukkan badannya. Kakeknya pun berdiri dan mempersilahkannya duduk disofa yang tersedia.

“ Wae geurae? “ tanya sang kakek dengan suara beratnya yang terdengar berwibawa.

“ Ige… “ Siwon menyerahkan map yang sejak tadi dibawanya. Kakeknya pun mulai membaca isi map itu.

“ Kau berhasil bekerja sama dengan Im Corporation? “

“ Ne… untuk itu, aku ingin meminta satu hal pada mu… “

Kakeknya membetulkan letak kacamatanya, sepertinya pria tua ini tertarik dengan permintaan yang ingin disampaikan Siwon. “ Mwoga? “

“ Aku ingin membatalkan perjodohan itu dan… biarkan aku menentukan pilihan ku sendiri… “ terang Siwon dengan mantap.

Kakeknya menyeringai sekilas dan meletakkan kembali map perjanjian kerja sama itu diatas meja. “ Dengan yeoja amerika itu? “

“ … “

“ Kau serius dengan yeoja amerika itu? “

“ Harabeoji, berhentilah memata-matai ku dan benar aku serius dengannya… “

“ … “

Kakeknya tampak tak menggubris ucapannya. Siwon menelan ludahnya cepat dan kembali mengutarakan keinginannya pada sang kakek.

“ Permintaan mu untuk bekerja sama dengan Im Corporation sudah aku laksanakan sekarang aku hanya minta satu hal dari mu, jebal… biarkan aku menjalani kehidupan pribadi ku sendiri… “

Kakeknya mengehela nafas berat. Diambilnya map perjanjian itu dan meletakkannya didalam brankas. Tak ada ucapan persetujuan ataupun penolakan, dia hanya kembali duduk di kursi kerjanya. Siwon yang tak mengerti pun segera bangkit untuk keluar, sesaat sebelum dia keluar, ucapan kakeknya benar-benar membuatnya tersenyum lebar.

“ Hiduplah sesuka mu… dan bawalah yeoja amerika itu kesini… “

JJJ

“ Eomma! Appa! “

Kedua orang setengah baya yang merasa dipanggil itu pun langsung menoleh. Dilihatnya putri mereka satu-satunya berjalan mendekati gazebo rumah mewah mereka. Mereka ikut tersenyum melihat senyum gadis mereka.

“ Yoona~ya watda? “ dengan hangat eommanya merentangkan tangan dan langsung disambut oleh Yoona.

Tapi, buru-buru dilepaskannya pelukan itu dan melaksanakan tujuannya disini. Dari tasnya dikeluarkannya selembar map dan langsung menyerahkannya pada pria tampan –namun berumur- yang selama 24 tahun ini dipanggilnya appa.

“ Appa igeon… “

“ Mwoya ige? “

“ Aku sudah berhasil bekerja sama dengan Choi Corporation, keurom… izinkan aku berpacaran dengan orang lain! “ Yoona membungkukkan badannya sedalam mungkin berharap dengan begitu kedua orang tuanya menyetujuinya.

“ Keundae Yoona~ya… apa yang kurang dari Siwon? “ tanya eommanya bingung.

“ Eobseo, hanya saja dia tida menyukai ku dan aku juga tida menyukainya… keurasseo eomma, appa! Biarkan aku bersama namja yang aku cintai! Ok? Annyeong… “

Yoona melanjutkan langkahnya ketujuan berikutnya, diabaikannya eomma dan appanya yang memanggil namanya berulang kali meminta penjelasan. Ia tak peduli, baginya tugasnya sebagi direktur perusahaan sudah selesai. Kini, dia harus pergi ketempat orang yang mungkin sudah menunggunya.

.

.

“ Donghae~ssi! “ Yoona berteriak kencang memanggil seorang namja yang berdiri membelakanginya menatap komedi putar yang terlihat sangat indah dengan bola lampunya yang menyala terang dimalam hari. Yoona melangkah lagi mendekati Donghae yang tersenyum padanya. “ Apa aku terlalu lama? “

“ Eh? “

“ Mian… ada urusan yang harus kuselesaikan… “

“ Gwenchana… apa kau haus? Ingin kubelikan sesuatu? “

Yoona pun menganggguk.

Kini keduanya berjalan santai sambil menikmati suasana ramai Lotte World dimalam hari. Ragu-ragu Donghae meraih tangan Yoona dan menggenggamnya. Yoona tak menolak, dia sangat senang dengan tindakan Donghae barusan.

Setelah mendapatkan 2 cup minuman soda dan 2 bungkus hamburger, Yoona dan Donghae memutuskan untuk mencari tempat duduk untuk menikmati snack mereka. Keduanya saling tertawa dan melempar senyum. Dikencan pertamanya dengan Donghae ini, Yoona merasa bebas dan bisa menjadi dirinya apa adanya, menjadi yeoja biasa yang tidak dituntut untuk terlihat sempurna. Meskipun namja ini sempat menjaga jarak karena statusnya, toh akhirnya takdir mereka memang sepertinya harus bersama.

Disela-sela makanannya, tiba-tiba saja Donghae berhenti sejenak. Dilihatnya Yoona lekat sambil tersenyum lembut kearah yeoja bermata indah itu.

“ Ada yang ingin keberi tahu pada mu… “

“ Eo? Ne? “

Donghae mengatur nafasnya yang memburu. Dia juga berusaha mengatur tone suaranya agar tak bergetar saat menyampaikan maksudnya.

“ Yoona~ssi… “

“ Ne? “ Yoona semakin tak sabar mendengar kalimat selanjutnya. Hatinya sudah menunggu harap-harap cemas.

“ Na… “

Drrtt… Drrrttt…

“ Aish! “ Yoona menggerutu kesal saat merasakn getar ponselnya sudah merusak suasana yang hampir mencapai klimaks itu. “ Lanjutkan saja Donghae~ssi… “

Drrtt… Drrtt…

“ Sebaiknya, kau angkat dulu ponsel mu! “

“ Aissh! Benar-benar menyebalkan! “ Yoona pun pergi menjauh. Segera diterimanya panggilan itu dan kekesalannya semakin bertambah saat mengetahui sang penelpon adalah Siwon.

“ Siwon~ah wae?! Kau menghancurkan moment berharga ku! Kalau saja kau tidak menelpon, aku dan Donghae pasti sudah jadian sekarang! “

“ … “

“ Bantuan apa? “

“ … “

“ Sirheo! “

“ … “

“ Keureon naya?

“ … “

“ Mwo?! Arasseo… arasseo… ne! Aku akan melakukannya! “

“ … “

Tiiitt

Panggilan pun terputus, Yoona yang sudah tidak sabar segera kembali kebangku tadi dan langsung membahas ulang hal apa yang ingin disampaikan Donghae padanya.

“ Donghae~ssi waeyo? “

“ Eo? Anniya… anni… bukan hal penting… “

Seketika wajah Yoona pun tertekuk murung. Dia sudah sangat berharap Donghae akan menyatakan cintanya saat itu, dan semua harapannya sirna seketika.

“ Yoona~ssi… “ panggil Donghae pelan. Yang dipanggil sejak tadi hanya menunduk dan terlihat jelas sangat tak bersemangat.

“ Yoona~ssi saranghaeyo… “

Mata Yoona seketika berbinar, ditatapnya Donghae tak percaya yang sekarang hanya mengulas senyum manisnya. Senyum yang sangat disukai Yoona. Tanpa membuang waktu pun Yoona memeluk erat tubuh Donghae. Perasaannya terbalaskan sudah. Pada namja, pewaris café kecil romantis mereka.

“ Donghae oppa… “ panggil Yoona manja.

“ Mwo? Donghae oppa? “

“ Ne… oppa… hehe “

“ Donghae oppa… nado joa. Kau boleh memanggil ku oppa… “

Yoona pun tersenyum dan kembali kedalam pelukan Donghae. Keduanya sama-sama tak mempedulikan beberapa pasang mata yang kadang usil memotret mereka karena menyangka anggota SNSD Yoona dan SUJU Donghae sedang berkencan. #abaikan.

“ Oppa… kau bilang Jinri lulusan management bukan? “ (re: Jinri dongsaengnya Donghae)

“ Eh? Ne…Waeyo? “

“ Sepertinya aku punya pekerjaan untuknya… “

JJJ

Pagi hari lain untuk Tiffany yang sudah melepas masa single-nya. Wajahnya yang lebih ceria dari hari-hari sebelumnya menandakan bahwa kebahagiannya hampir lengkap semua. Dia pun menaiki lift dan menuju ruangannya. Tapi, saat dia membuka pintu ruangannya, semua perlengkapan meja itu sudah berubah.  Seorang yeoja manis pun tengah duduk dikursi yang seharusnye menjadi miliknya.

“ Agassi nuguya? “ tanya Tiffany bingung.

“ Naya? Lee Jinri imnida… Yoona eonni bilang mulai hari ini aku menggantikan sekretaris lamanya… “

“ Mwo? “

Tiffany pun secepat kilat masuk keruangan Yoona. Terlihat Yoona terburu-buru menutup telponnya.  Dan dengan perasaan campur aduk dihampirinya yeoja itu demi meminta penjelasan.

“ Eonni… “ sapanya sangat dingin.

Tiffany pun semakin takut dan tak mengerti saat melihat kotak dengan barang-barangnya berada dimeja Yoona. “ Yoona, ada apa sebenarnya? “

Yoona –masih dengan wajah dinginnya- menunduk kearah Tiffany dan menyerahkan kotak yang berisi barang-barang Tiffany lengkap dengan selembar surat pemecatan diatasnya. “ Terima kasih sudah membantuku selama 3 tahun ini eonni~ya… aku rasa kau bisa bebas sekarang… “

“ M-mwo? Keundae apa salah ku Yoona~ya? “ tanya Tiffany lagi, kali ini dia sudah bersiap-siap menangis sepertinya.

“ Jweseonghae… tapi kau pasti akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik… “

Tiffany pun mulai terisak kecil, tapi dia tidak bisa melakukan apapun selain membawa keluar barang-barangnya.

“ Eonni, tenang lah… pasti ada kejutan dibalik ini semua… “ ucap Jinri menyemangati Tiffany yang baru saja keluar dari ruangan Yoona.

“ Ne… Agassi, kau harus mengatur jadwal Yoona dengan benar ye? Jangan lupa membawa tisu dan obat demam ditas mu… “

“ Ne eonni… jaga diri mu baik-baik ya… “

Tiffany masih terus sesegukan. Dia berjalan lunglai keluar dari perusahaan yang telah menafkahinya selama 3 tahun ini.

“ Daddy… what should I do? Where should I go… daddy… “ Tiffany terus terisak. Ditatapnya barang-barang yang ia pakai semasa kerja dan kemudian tangisnya pecah. “ Na eotteoke? “

Tiinn… Tiinnn…

Tiinn… Tiinnn…

Tiffany pun akhirnya menoleh dengan kesal saat mobil dibelakangnya tak berhenti membunyikan klakson meskipun dia sudah menepi. Dilihatnya mobil itu lekat-lekat, dan sosok yang keluar dari sana adalah namjachingunya sendiri.

“ Kau dipecat? “

Tiffany mengangguk dengan masih menangis tak terkendali.

“ Ikut lah dengan ku… “

Merasa tak punya tujuan yang pasti, Tiffany pun menuruti ajakan Siwon. Mobil itu melaju dalam kecepatan sedang tanpa Tiffany tahu akan berhenti dimana. Sesampainya ditempat tujuan pun Tiffany hanya diam saja dan dengan tak bersemangat mengikuti Siwon yang kini mengambil alih barang-barangnya. Tiffany terus berjalan, mengikuti Siwon begitu saja tanpa bertanya dan tanpa tahu dimana dia sekarang. Dia terlalu sedih selepas kehilang pekerjaannya.

“ Fany~ya… kau bisa meletakkan barang-barang mu disini… “

“ Eh? MWO?! “

Tiffany menyadarkan lagi dirinya sendiri yang sempat melayang ntah kemana. Kini matanya mengedar. Ditatapnya ruangan dia berada sekarang dengan seksama. Ada meja lengkap dengan kursi dan komputer yang sepertinya sudah disediakan untuknya.

“ Siwon~ah eodisseoyo? “

“ Kau terlalu banyak melamun Hwang~ssi… “ dengan gemas Siwon mencubit pipi Tiffany dan mengacak-acak rambut panjangnya. “ Ini kantor ku… mulai sekarang dan seterusnya… kau adalah Hwang biseo… sekretaris pribadi Choi Siwon! “

“ Jadi… tadi… Yoona… “

“ Ne… aku memintanya memecat mu… “

“ Ya Siwon~ah! Sirheoyo! Ini namanya nepotisme! “

Siwon mencibir kecil kemudian mendudukkan Tiffany dimeja kerja barunya. Ditatapnya dua mata Tiffany lembut dan mengecup sekilas pipi yeojanya itu. “ Tidak apa-apa… asalkan aku bisa dekat dengan mu… “

Tiffany menghela nafas panjang. Dipegangnya dua belah pipi tirus Siwon dan menatap namja itu lekat. “ Bagaimana jika mereka tahu hubungan kita? “ tanya Tiffany sedikit cemas.

“ Biarkan saja… “

Tiffany menunduk ragu. Rasanya dia belum siap jika harus berada ditempat yang sama dengan Siwon sebagai yeojachingunya, sekaligus sekretaris pribadinya.

“ Keokjeongma… “ Siwon membimbing tubuh Tiffany perlahan dan memeluk yeoja itu erat. “ Meskipun kau masuk keperusahaan ini karena hubungan dengan ku, nyatanya kau juga memiliki pengalaman kerja di perusahan sebesar Im Internation Boutique… “

Tiffany melepaskan pelukannya. Keduanya bertatapan satu sama lain dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Siwon tersenyum jahil kearahnya. Ah… Tiffany tahu apa yang sedang dipikiran namja ini. Benar saja, dengan cepat Siwon menuju bibir Tiffany namun Tiffany tak kalah cepat. Bibirnya sudah lebih dulu ia tutupi dengan tangannya dan kemudian beranjak membereskan barang-barangnya.

“ Mianhae… aku memang yeojachingu mu Choi Siwon~ssi, keundae… aku juga sekretaris mu… maaf saja, tapi aku seorang professional… “

Siwon tertawa kecil melihat sikap ‘baru’ Tiffany padanya. Dihampirinya lagi Tiffany dan memeluk yeoja itu dari belakang.

“ Datang lah sebagai Hwang biseo saat aku menyuruh mu seperti itu, dan datang lah sebagai Tiffany Hwang saat kusuruh begitu… sekarang, aku ingin kau menjadi Tiffany Hwang ku… “

“ Haha… Mian Siwon~ssi… tapi ini masih jam kerja! “ Tiffany kembali menggoda Siwon. Membuat Siwon semakin gemas dibuatnya

“ Hanbeonma… poppo… keunyang hanbeonman… “ Siwon menyodorkan bibirnya kearah Tiffany hingga membuat yeoja itu tertawa.

“ Yak! “

“ Huuffftt… arasseo… arasseo… “ Siwon mengalah. Namun tak dilepaskannya pelukannya dari pinggang ramping Tiffany. Sesaat mereka hanya diam seperti itu hingga Tiffany buka suara.

“ Jadi… apa yang harus kulakukan pertama kali sebagai sekretaris mu Choi Siwon~ssi? “

Siwon menyeringai kecil. Disematkannya rambut indah Tiffany dibelakang telinga yeoja itu dan berbisik kecil padanya.

“ Kosong kan semua jadwal ku untuk seminggu kedepan… “

“ Mwo?! “

“ Kita akan pergi ke San Fransisco… “

“ Eh? “

Siwon menarik nafasnya dengan tenang, bersiap-siap mengutarakan sesuatu pada Tiffany. Bibirnya mengecup pelan pundak yeoja itu lalu kembali berbisik ditelinganya.

“ Fany~ya… would you marry me? “

Deg… Deg… Deg… Deg…

Tiffany merasakan jantungnya hampir lepas dari tempatnya. Dia terdiam beberapa saat tak memberikan jawaban apapun. Saat dia menoleh kebelakang, Siwon dengan sigap meraih bibirnya dan melumat bibir mungilnya dengan intens. Meskipun terasa bermimpi, Tiffany masih bisa merasakan Siwon memasukkan sesuatu dijari manisnya.

Benda itu adalah cincin berlian putih dengan nama Siwon dan Tiffany terukhir abadi didalamnya…

 

-END-

 

68 thoughts on “[Re-Post] Perfect Two Part 3-End

  1. huuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaa endingnya so sweet bgt sukaaaaa aku kira td kakeknya siwon gk setuju tp ternyata salah. keren thor bagus😀

  2. Diajak married nih Tiffany eonni😍😚 Siwon oppa, sungguh tak terduga. Kukira Tiffany eonni beneran dipecat eh ternyata pindah tempat kerja*emang susah kalo udh jadi richman itu apa apa bisa peace oppa
    Fany eonni kaget pas denger bakal digantiin hihi *sedih liat SNL Korea Fany eonni so hot…
    Ok maaf curhat dikit kkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s