(AR) Insomnia

Neo Xenon’s Present

.

Insomnia (dreamlanworld @HSG).

– Insomnia (6th of February Sequel)-

Main Cast

Choi Siwon

.

Tiffany Hwang

Other Cast

Lee Sunkyu

.

Kim Myungsoo.

Rating

PG – 13

Lenght

Vignette, Sequel

Genre

Family, Life, a little bit Romance

Disclaimer

The cast are belong to themselves, parents, management and God. I just borrow the name for my story. This story is mine and original by me, so don’t be a plagiator! Sorry if you got the typo. Keep RCL. Inspired by Craig David – Insomnia and my imagination.

Poster By

dreamlanworld @HSG

*****

 

Malam sudah tiba dengan adanya bulan yang muncul separuh malu-malu bersama bintang menyala terang, sebagian manusia telah kembali pada rumah-rumah nyaman mereka dengan perapian yang siap menghangatkan tubuh. Sebagian dari mereka lagi telah terlelap jauh dalam alam mimpi, sampai tiba waktunya ayam menjalankan tugasnya di pagi hari untuk berkokok nyaring. Namun, ada sebuah pengecualian untuk seorang pria.

Choi Siwon, salah satu manusia yang tidak beruntung karena masih saja terus terjaga dengan remote televisi yang terkulai agak lemah dalam genggaman. Kedua bola mata kelam miliknya sudah mulai muncul garis-garis berwarna merah, yang jika diperhatikan akan sangat menakutkan untuk dilihat terlalu lama. Jangan lupakan juga lingkaran hitam tipis yang muncul disekitar mata. Kini, Siwon lebih terlihat seperti seekor panda kekar berotot, dibandingkan dengan seorang ayah muda berumur 27 tahun dengan 2 anak kembar yang manis dan lucu.

“Aigo…”

Kata itulah yang keluar dari bibir Siwon untuk yang kesekian kali. Sudah tak terhitung berapa kali pria dengan brewok tipis ini mengeluarkan gerutuan, yang pasti Siwon hanya ingin agar sosok yang ditunggunya segera datang dan ia bisa cepat terlelap tidur sembari mencium leher jenjang milik sosok tersebut.

Siwon mengecek ponselnya yang tergeletak manis di atas meja telepon, belum ada tanda-tanda adanya pesan atau panggilan masuk yang mampir ke dalam ponselnya. Mungkin, satu-satunya cara yang dapat ia gunakan untuk menghindari kebosanan yang semakin menjalar adalah makan.

Ya, makan!

Siwon menggeliat malas sebentar, sebelum dirinya berdiri tegap dan berjalan tanpa tenaga menuju kulkas. Perut kotak-kotak indah miliknya sudah berdendang riang meminta diisi segera.

Omo! Aku lupa belanja!”

Siwon menggigit bibirnya agak panik saat menemukan bahwa kulkasnya hanya terisi dengan beberapa barang semacam selai kacang dan stroberi, buncis kalengan, soju, dan sebuah botol lada dengan isi yang tersisa setengah. Padahal, ia sudah diwanti-wanti oleh Tiffany untuk membeli beberapa keperluan karena wanita itu akan pergi selama 4 hari.

Perhatiannya pun teralih pada lemari di atas kompor, agak ceroboh Siwon mulai membuka satu persatu dari pintu lemari, sehingga tanpa sadar sebuah panci untuk merebus ramyun jatuh dan mengenai dahinya dengan mulus.

“Aw!!!” pekik Siwon keras sambil mengusap dahinya yang memerah dan sedikit lebam. Namun, tanpa pria itu sadari pekikan kerasnya membawa sebuah masalah baru untuknya malam ini.

 

*****

 

Tiffany tidak bisa berhenti berjalan mondar-mandir layaknya setrika dengan beberapa lembar kertas yang terus berada di dalam genggamannya. Beberapa kru terlihat bingung dengan sikap aneh Tiffany saat ini, terlebih Myungsoo yang sejak tadi tidak berani menegur sang sutradara karena takut terkena semprot. Kyungsoo yang memegang bagian lightning mulai gemas dan terpaksa mendorong Myungsoo agar rekannya tersebut mau berbicara dengan Tiffany. Myungsoo sempat memberikan death glare miliknya pada Kyungsoo sebelum mereguk ludah dengan susah payah dan memanggil Tiffany begitu pelan.

Noona, err.. Apakah syutingnya sudah bisa dimulai lagi?” tanya Myungsoo takut.

Tiffany menoleh dan mendapati Myungsoo terus saja menunduk dan para kru yang terlihat lelah. Wanita bertopi Adidas itu menghela nafas dan menepuk pundak Myungsoo.

Ne, Kita bisa mulai lagi sekarang. Beritahu para kru untuk bersiap-siap dan panggil Naeun untuk membenarkan riasan Sooji. Oh ya, sampaikan maaf ku pada para kru dan artis, terutama Kyungsoo, Sooji, Baekhyun, Taekwoon, dan Sungjae. Aku tidak bermaksud untuk marah dan berkata kasar pada mereka tadi siang. Aku tiba-tiba terbawa emosi karena terlalu khawatir pada keadaan keluargaku di rumah,” balas Tiffany panjang lebar.

Myungsoo mengangguk paham dan segera berlari menuju kerumunan manusia dengan berbagai peralatan syuting. Tiffany mengeratkan topi yang ia kenakan dan memandang sebentar kearah jam digital yang melingkar tepat di tangan kanan. Wanita itupun melihat kearah para kru dan artis yang telah bersiap dan tersenyum kearahnya, Tiffany pun mengepalkan kedua tangannya dan mengangkatnya penuh semangat.

“Semuanya Hwaiting!”

Hwaiting!”

 

*****

 

“Cup, Cup, Cup. Uljima, ne?”

Siwon tidak bisa tenang untuk saat ini, akibat dari pekikan kerasnya tadi di dapur menyebabkan kedua anak kembarnya, Ren dan Lauren terbangun dan menangis dengan keras. Beberapa kali pria tersebut menepuk-nepuk bahu kedua anaknya, tapi baik si kecil Ren ataupun Lauren masih saja terus menangis dengan keras, terkejut karena suara ayahnya yang membuat mereka terjaga tiba-tiba.

Siwon yang nyaris putus asa pun mengambil ponsel miliknya dan mencari salah satu kontak dari ratusan kontak yang berada di dalam daftar. Nama Lee Sunkyu pun dipilihnya dan tanpa lama terdengar bunyi telepon diangkat dengan suara lembut seorang wanita yang menyertai.

“Siwon Oppa? Ada apa kau menelpon? Bukankah ini sudah jam 10 malam?”

Jebal, bantu aku…”

“Membantumu?”

Terjadi keheningan sebentar, Sunkyu yang berada di tempat yang berbeda langsung mengangguk-angguk mengerti.

“Ren dan Lauren terbangun, ya?”

“Bagaimana kau tahu?”

Sunkyu tersenyum tipis. “Aku hafal dengan suara tangisan mereka yang mirip dengan teriakan suporter fanatik sepak bola. Lagipula, ini sudah beberapa hari sejak kau menelpon untuk topik yang sama, Choi Siwon.”

Siwon terkekeh pelan dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.

“Kau sudah mencoba memeriksa popok mereka?”

Siwon mengapit ponsel di telinga dengan bahunya, membuka sedikit celana Ren dan Lauren. Ia menggeleng, keduanya tidak ngompol sama sekali.

Aniyo. Mereka tidak mengompol sama sekali.”

“Begitu? Mungkin, mereka kelaparan.”

Siwon mendengus keras. “Bagaimana mungkin mereka lapar, kalau keduanya sudah menghabiskan masing-masing 4 botol besar susu formula hingga kering tak bersisa. Bahkan, mereka berniat untuk nambah jika saja aku tidak segera menyembunyikan kaleng dan botol susu di balik bantal.”

Sunny melongo dan menatap sejenak pada gagang telepon yang sedang ia genggam. Tidak percaya begitu saja dengan perkataan Siwon yang menurutnya terlalu mengada-ada.

“Ya Tuhan! Sekarang aku curiga jika Ren dan Lauren itu adalah anak Sooyoung dan Changmin, bukan anakmu dan Tiffany. Sifat shikshin adik perempuan serta calon adik iparmu itu benar-benar menurun pada anak kembarmu, Oppa.”

Kini, giliran Siwon yang menatap kearah ponselnya dengan tidak percaya. Apa maksudnya ini?

“Apa maksudmu, hah! Ren dan Lauren itu anakku dan Tiffany! Bahkan aku masih ingat kapan membuat mereka berdua dengan istriku! Sooyoung dan Changmin pun baru resmi berpacaran 5 bulan yang lalu, bagaimana mungkin mereka sudah bisa memproduksi sepasang anak kembar? Kau ini dokter anak yang sakit jiwa!”

Sunkyu tertawa dengan keras membuat Siwon keki berat.

“Kau memang tak pernah berubah, Oppa. Yasudah, kita kembali ke topik utama. Oppa bilang jika Ren dan Lauren sama sekali tidak mengompol, selain itu mereka sudah kenyang karena kau sudah memberikan susu formula pada mereka. Berarti hanya ada satu jawaban.”

“Apa?”

Sunkyu menghela nafasnya perlahan.

“Mereka berdua rindu pada Ibunya.”

Siwon terdiam setelah mendengar pekataan Sunkyu. Pria tersebut mengalihkan pandangannya pada kedua anaknya yang masih terus menangis keras. Secara lembut, Siwon mengusap-usap bahu keduanya sembari menjaga agar ponselnya tidak jatuh.

“Kurasa kau benar. Lagipula, aku juga tak kalah rindu dengan Tiffany.”

Sunkyu tersenyum dan membenarkan letak gagang telepon rumahnya. “Ini sudah memasuki hari keempat syuting, bukan? Sepertinya profesi sutradara yang Tiffany sandang benar-benar menyita banyak kesempatan kalian untuk bersama. Untuk sementara waktu, Oppa terus saja menepuk bahu atau punggung mereka. Jangan langsung menggendong mereka, Oppa baru bisa menggendong jika keduanya masih menangis lebih dari 20 menit, Otthe!”

Siwon tersenyum mendengarnya.

Jeongmal gomawo, Lee Sunkyu. Sampaikan salamku pada Sungmin Hyung dan Minkyu, ne!”

“Hahaha, jangan terlalu sungkan begitu, Oppa. Akan kusampaikan salamnya nanti. Kapan-kapan aku akan berkunjung ke rumah Oppa.”

“Kutunggu.”

Dan setelah berbasa-basi sedikit dan mengucapkan selamat malam, sambungan telepon pun akhirnya terputus. Siwon menonaktifkan ponselnya dan memasukan benda berbentuk pipih dengan mika berwarna hitam metalik tersebut ke dalam laci. Setelahnya, ia kembali pada boks bayi untuk mengecek keadaan Ren dan Lauren.

“Kalian ternyata pandai menjahili Appa rupanya,” ucap Siwon saat dilihatnya Ren dan Lauren yang sudah berhenti menangis dan kembali terlelap dalam alam mimpi. Pria itu hanya bisa tersenyum melihatnya dan langsung mendaratkan kecupan ringan pada dahi keduanya.

Good Night Daddy’s Sweethearts. Have a Nice Dream.

 

*****

 

Syuting telah berakhir dengan sukses, semua kru dan artis merasa senang karena mereka kini sudah bisa kembali pulang ke rumah masing-masing dan beristirahat. Tiffany menghampiri Myungsoo yang telah selesai membantu Kyungsoo dan Sungjae merapihkan peralatan sound and lightning.

“Akhirnya selesai juga. Aku benar-benar lelah selama 4 hari ini. Semoga rating acara kita bisa menembus 3 besar lagi seperti minggu lalu ya, Noona.”

Tiffany mengangguk dan melirik kearah jam, Myungsoo terlihat bingung saat melihat wanita yang berada dihadapannya agak gelisah di tempatnya berdiri.

“Kau membawa mobil bukan, Myungsoo ah?”

Myungsoo mengangguk kecil, Tiffany tersenyum kaku dan melirik pada 2 buah plastik yang berada disampingnya.

“Bolehkah aku menumpang?”

Myungsoo yang sejak tadi tegang, langsung tertawa mendengar perkataan Tiffany. Ia tidak menyangka jika sejak tadi seorang Tiffany Hwang sedang ingin menumpang mobilnya. Cara wanita tersebut berbicara membuatnya sedikit paranoid.

“Tentu, Noona. Lagipula, kereta terakhir berangkat sekitar setengah jam yang lalu. Kajja, Noona! Kurasa Siwon Hyung serta Ren dan Lauren sudah rindu pada Noona di rumah.”

Tiffany tersenyum untuk yang kesekian kali dan membawa 2 buah kantung plastik berisi belanjaan yang tadi sempat dititipkannya pada Bora, salah satu kru wardrobe. Keduanya pun memasuki sebuah mobil Daihatsu Pajero Sport berwarna silver milik Myungsoo. Mobil itupun akhirnya berjalan cepat meninggalkan lokasi syuting menuju arah pulang.

 

*****

 

Yeobo, Aku Pulang!”

Hening, tidak ada suara yang sama sekali membalas teriakan melengking dari Tiffany. Wanita bermata bulan sabit itu hanya tersenyum dan masuk ke dalam rumahnya. Tiffany membawa kedua kantung plastik di tangannya menuju dapur dan menata barang-barang yang telah dibelinya tadi siang saat istirahat syuting. Wanita itu hanya bisa tersenyum kecil ketika melihat isi kulkasnya yang kosong melompong dengan banyak barang berserakan di dapur. Tiffany pun segera saja menyelesaikan tugasnya dan berjalan menuju kamarnya dan Siwon.

Yeobo?”

Tiffany membuka pintu kamar dan mendapati bahwa Siwon telah terlelap tidur dengan tenang. Tiffany agak tidak nyaman melihat posisi tidur suaminya yang sedikit miring. Perlahan dan lembut, Tiffany membetulkan letak bantal dan guling serta posisi tidur Siwon, tak lupa mencium bibir pria yang telah berstatus menjadi suaminya sejak 3 tahun yang lalu.

“Eungh… Kau sudah pulang.”

Siwon mengusap matanya dan menatap kearah Tiffany. Wanita itu sempat berbalik sebentar dan tersenyum sebelum berganti pakaian di kamar mandi. Tak sampai 7 menit, Tiffany keluar dari kamar mandi dengan piyama berbahan satin berwarna pastel rose yang menjadi pilihannya untuk pakaian tidurnya malam ini. Siwon menggeser sedikit tubuhnya untuk memberikan Tiffany ruang.

Mianhae, Yeobo. Aku-“

“Aku mengerti. Hal yang paling penting adalah kau tidak kabur dengan salah satu kru dan meninggalkanku serta Ren dan Lauren.”

Tiffany terkikik kecil dan memberikan kecupan ringan di dahi Siwon.

“Itu tidak akan terjadi. Aku sudah memilihmu sejak awal, Choi Siwon. Oh ya, Apakah Ren dan Lauren merepotkan saat aku pergi?”

“Sedikit, tapi tak ada masalah yang berarti.”

Tiffany mengangguk tenang dan mematikan lampu meja yang menyala redup.

Yeobo…”

Ne?”

Siwon menunjuk kearah bibirnya membuat pipi Tiffany bersemu merah.

“Sudahlah, Yeobo. Ini sudah malam. Saatnya kita tidur.”

Siwon menggeleng sembari terus menunjuk kearah bibirnya. Mau tidak mau, Tiffany pun akhirnya menyerah dan mencium bibir Siwon. Namun, ciuman singkat itu justru berubah menjadi semakin panas dan bergairah. Siwon mulai memperdalam ciuman mereka hingga membuat Tiffany sedikit mendesah tak karuan.

Ciuman itupun harus berakhir ketika Tiffany berhasil mendorong tubuh Siwon menjauh. Nafasnya tersengal-sengal tak berirama, sedangkan Siwon terlihat senang dan terus saja menampilkan senyum bodoh.

“Itu hukuman karena meninggalkan keluargamu terlalu lama, Choi Miyoung.”

Tiffany cemberut mendengar Siwon memanggil nama aslinya. Siwon pun mencubit pipi Tiffany dengan gemas dan kembali mencium bibir ranum milik sang istri.

“Yak, Yeobo hentikan!!!”

Tiffany pun berlari menghindar sembari membetulkan pakaiannya yang agak berantakan karena ulah Siwon. Dan malam itupun sepasang suami istri itu terus saja saling mengejar satu sama lain dengan senyum dan tawa yang tidak mereka rasakan hampir selama 4 hari tak bersama.

 

 

-End-

 

Oke… #lirikFF

Efek kebanyakan tugas membuat author galau dan memilih untuk menenangkan diri dengan mendengarkan lagu Craig David yang Insomnia dan berakhir dengan ff ini #tebarbantal #duagh

Intinya, Author cuman mau ingetin para readers untuk RCL. Silent Reader, Tukang Bashing, dan Plagiator…. Semoga Tuhan masih mau membuka pintu taubat untuk kalian… #doa

Author akan kembali dengan FF lainnya, Dadah!!! #bawaSiFanypulang #dikejarreaders

99 thoughts on “(AR) Insomnia

  1. Ahhh, so sweeeet!
    *ala ank alay :v
    Yadong nya kurang tuh min,
    Wkwkkw otak yadong kumat!
    Harusnya min, siwon di buat kerepotan ngurus ank kembarnya!
    Mimin: banyak mau lu!
    Hahah
    Di tunggu ff selanjutnya min!
    Keep fighting (ง˘▽˘)ง

  2. hahaha fany unnie sm siwon oppa kyk anak kecil kejar2an malem2 hehehe… tp pendek sih thor ff nya
    tp gpp deh yg penting ada yg dibaca dan ceritanya juga bagus & unik.. aku tunggu karya selanjutnya… Keep Writing!!!!

  3. Kasian amat siwon harus jd bpk rumah tangga dan terjaga untuk anak kembarnya.suami yg baik
    Tiffany malah kerja dan ga nanggung selama 4 hari pula,kebayang gimana khawatirnya dia sm suami dan anak kembarnya
    Tapi saat pulang ke rumah mereka melewatkan malam yg panjang dengan melepas rindu dengan kehangatan
    So sweet

  4. Daebakkkk unnie-ya❤ tapi terlalu pendek😦 so sweet banget dahhhhhhh, SiFany is the best mahh pkknya ? Kkkk next ff d tnggu unnie.. Hwaiting!! #TarikSiFanyDariAuthor #bawapergiSiFany

  5. jiahahaha serius,,kocak abis thor,,tengah malem maen kejar”an,,ada” tingkah sifany,,:D ditunggu ff selanjutnya thor🙂

  6. Lucu deh siwon ngurusin dua anak gak kebayang gimana wajah siwon kalau lagi panik hehehe🙂
    terlalu pendek sih ceritanya tapi tetap keren kok thor sweet banget siwonnya kiss2 fany sampai kehabisan nafas gitu hihihi😀
    Ditunggu karya selanjutnya thor “SEMANGAT” ^^

  7. SiFany dan anak kembar , their sweetheart , OMG ga kebayang jika sifany beneran punya anak kembar nanti, pasti seruuu :^)
    Aku pikir cerita ini akan panjang, tapi ternyata engga , kurang puas author *protes hehee tapi tetep bagus ko (y)
    Baiklah author , aku tunggu ff romantis sifany lainnya , Hwaiting ….. Hwaiting …….. ♡

  8. Uwwwwwwo so sweet thor;;) ga nyangka siwon bisa mengurus anak kembarnya dengan baik sayangnya knp harus nelon sunny😀 . Tiffany ninggal mrk lama begete ya😀 . Sekali lagi aku suka dgn ff iini. Ditunggu karya selanjutnya and keep writing!

  9. Wah wah apa apaan nih ! Wah parah ni ff ngejek banget. Author yg bikin apalagi. Ga biasanya bikin yg pendek thor ? Btw it’s ok kalo ntar bikin ff sifany lainnya. Goodjob! Fighting thor.😀

  10. wooaaahh siwon oppa dan fany unnie punya anak kembar !!!!
    ngebayangin aja udah bikin senyum” sendiri pasti mereka jadi keluarga yang cute banget ><
    siwon oppa kelimpungan tuh ngurusin anak dan rumah sendiri,, siwon oppa genit banget deh sama fany unnie #iyalahkanistrinya
    kenapa cerita ff ini singkat sekali ?? belum puas baca nih admin :')
    gomawo admin udah nulis ff yang sweet banget dan gomawo admin yang udah ngepost ff ini ^^

  11. Oh ini squekny 6 feb,. keren mrk pny 2 ank kmbr n mrk.bs dilht mrk slg pngertian dmn siwon hrs mgurus smntr fany ad kerjaan. lht mrk bikin mupeng sll mesra…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s