[Re-Post] Perfect Two Part 1

Perfect Two

POSTER PERFECT TWO-2

Author             : 2hyunfamily

Genre              : Romance, happy

Rating             : PG 15

Cast                 : Siwon, Tiffany, others

Disclaimer       : They are belong to god and their parents, except this ff, it’s originally mine!

 

-o0o-

Suara indah dan menyejukkan itu masih terus dialunkan oleh para jamaat yang menghadiri kebaktian pagi itu. Diantara puluhan orang yang datang, seorang namja muda dengan tinggi diatas rata-rata tampak terlihat mencolok diantara jamaat lain yang didominasi lansia. Tapi dia tidak peduli. Dia masih terus fokus melantunkan lagu rohani bersama dengan jemaat lainnya.

Drrtt… drrtt… drrtt… drrtt…

Namja itu sedikit kaget dan dengan terburu-buru memutus panggilan itu. Pikirannya pun mulai difokuskannya lagi mengikuti irama music yang masih terus berlanjut. Tapi lagi-lagi getar ponselnya membuat namja itu terganggu. Beberapa pasang mata pun mulai meliriknya tak senang. Tidak ingin membuat kegaduhan, namja itu mematikan ponselnya dengan terpaksa.

“ Orang tua itu benar-benar! “ dia menggerutu kecil sebelum akhirnya kembali berbaur menyanyikan lagu rohani yang sama.

.

.

.

Kebaktian pagi pun sudah usai. Sama seperti jamaat lain, namja itu pun keluar dengan teratur dari gereja klasik tempat dia biasa beribadah. Hal yang pertama dilakukannya adalah meng-aktif-kan kembali ponselnya. 1 pesan pun sudah menunggu untuk dibaca.

Pesan satu:

From: Harabeoji

Malam ini kau harus menghadiri pertemuan dengan cucu teman ku!

Jam 8 Restoran La Svera

Jangan menghindar lagi Choi Siwon

Choi Siwon –nama namja tinggi itu- menghela nafasnya berat. Kerut diwajahnya yang semula samar, kini terlihat jelas. Sebagai lulusan Oxford University, Siwon jelas mengetahui hal lain yang disembunyikan dibalik pertemuan yang sepertinya sudah dirancang jauh hari ini. Tentu saja sebuah perjodohan!

Tapi…

Dia sendiri masih sangat bingung kenapa kakeknya bersikeras menjodohkannya dengan yeoja ini. Dia bahkan tak tahu seperti apa yeoja yang dipilihkan kakeknya untuknya. Setiap ditanya tentang yeoja ini, jawabannya hanyalah sebuah desakan untuk segera menemuinya bahkan kadang untuk segera menikahinya! Sebuah pikiran gila dari seorang pria mapan berusia 70 tahun yang selama sebulan terakhir ini terus membebaninya. Dan hal yang paling membuatnya tak mengerti adalah kenapa perjodohan ini harus ada?!

Dia seorang Choi Siwon! Pangeran kerajaan bisnis Hyundai Corp yang hanya dengan menjentikkan jari, maka ribuan yeoja darimana saja akan datang menghampirinya. Bukan bermaksud membanggakan dirinya, tapi Siwon memiliki paket lengkap –bahkan lebih- yang sudah harus dimiliki namja dewasa berusia 27 tahun pada umumnya. Wajahnya tampan, bahkan lebih dari tampan, lekuk wajahnya yang terpatri sangat ‘pas’ terus memancarkan kharisma hebatnya sebagai direktur sebuah department store paling berpengaruh di Korea Selatan, HDS. Badannya tak dapat diragukan. Dengan tinggi mencapai 182cm dia bahkan bisa bersanding dengan model-model asal eropa, bahu dan dadanya juga lebar dan bidang, benar-benar mencirikan seorang pria. Perutnya rata dengan ukiran abs sempurna sebanyak 6 pack ditambah kaki panjang yang kokoh seakan mempertegas kelebihan-kelebihan yang dia miliki dalam hal penampilan. Lalu kenapa harus ada perjodohan itu?

Siwon menggelengkan kepalanya tak mengerti. Tidak ingin berlarut-larut dalam kebingungannya, namja berlesung pipi itu segera mencari mobilnya dan memacu Porsche itu menuju apartmentnya sebelum menghadiri jamuan makan malam nanti.

KKK

Siwon yang sudah berpakaian rapi mematut dirinya sebentar dipintu kaca restoran yang telah diberitahukan kakeknya. Biarpun tidak terlalu antusias dengan pertemuan ini, Siwon tetap saja ingin memberikan kesan terbaiknya untuk orang yang akan ditemuinya. Sekali lagi dia menatap dirinya. Dirapikannya rambutnya sedikit begitupun dengan jas hitam yang melekat ditubuhnya. Siwon melirik arlojinya.

‘Aku lima menit lebih cepat ternyata’

Siwon pun beranjak masuk, suasana yang ia tangkap pertama kali adalah ‘romantis’. Ternyata kakeknya sudah menyiapkan tempat sedemikian rupa untuk pertemuan buta ini. Baru beberapa langkah memasuki pintu, seorang pramusaji menyapanya dan menggiringnya kesebuah meja yang sepertinya sudah dipesan, sepertinya tempat ini sepi bukan karena belum didatangi pengunjung, tapi karena memang sudah dipesan seutuhnya oleh tetua Choi itu.

Siwon pun duduk disebuah meja yang letaknya tepat ditengah ruangan. Pelan dan terus mengeras alunan music klasik diputar, dia sendiri masih duduk tak bergerak sedikit pun dari tempat duduknya. Menghabiskan beberapa menitnya menunggu seorang yeoja yang tak diketahuinya sama sekali.

Siwon menarik nafasnya dalam berharap itu akan mengurangi sedikit kegelisahannya. Jujur dia masih belum bisa menerima perjodohan ini. dia belum cukup tua untuk segera dicarikan pendamping hidup. Dia juga tidak jelek sehingga percintaannya harus diatur se-membosankan ini. Tapi, baiklah… lihat sejauh apa perjodohan ini akan berlanjut. Dan jika yeoja itu tidak sesuai ‘standartnya’, maka dia akan segera kabur dari tempat itu! Detik itu juga!

Tiingg…

Bel didepan pintu café berbunyi, mungkin sebagai tanda ada seseorang yang memasuki café bertema classic itu. Calonnya sudah datang ternyata. Siwon segera membenarkan sedikit penampilannya dan duduk tenang menunggu sosok itu muncul dihadapannya. Pikiran negatifnya pun hilang seketika.

Yeoja itu berjalan dengan anggun menghampiri meja Siwon. Untuk sesaat, diakui Siwon yeoja itu dapat menyihirnya. Pilihan kakeknya ternyata tidak se-kuno yang ia bayangkan. Yeoja yang berjalan mendekatinya itu nyaris sempurna. Tubuhnya cukup tinggi untuk disandingkan dengannya, lekuk tubuhnya juga terukir jelas ditambah balutan gaun yang mengikuti lekuk tubuh seksinya, mata yeoja itu indah dan berbinar. Rambutnya panjang, lurus dan berwarna kecoklatan. Sosok cantik itu semakin mendekat, senyum yang begitu indah langsung diulasnya sebagai sapaan kepada Siwon.

“ Choi Siwon~ssi? “

Siwon balas tersenyum. Suara yeoja ini bahkan terdengar merdu dan lembut. Hmmhh… sepertinya dia mulai tertarik dengan perjodohan ini. Siwon pun beranjak bangkit, mempersilahkan yeoja cantik ini untuk segera duduk dihadapannya.

“ Jadi kau… “ ucapan Siwon menggantung, dia lupa bahwa dia tak memiliki informasi sedikitpun tentang yeoja ini. Bodoh sekali pikirnya, ketidak peduliannya terhadap pertemuan ini membuat dia tampak bodoh dihadapan yeoja secantik ini.

“ Im Yoona “ yeoja itu membuka suara begitu menyadari keadaan awkward yang mulai terasa.

“ Keurrae, Yoona~ssi “

Keduanya diam tiba-tiba. Huh… meskipun keduanya sama-sama mengagumi wajah satu sama lain tapi pertemuan se-monoton ini membuat keduanya ingin cepat mengakhirinya. Untung lah tak lama pelayan datang membawakan hidangan pembuka untuk mereka.

“ Jadi, kau direktur di perusahan keluarga mu? Kau pasti sangat hebat… “

“ Aku hanya membantu, tapi tentu saja aku tidak sehebat diri mu. Kau CEO Hyundai Corporation bukan? “

Siwon membenarkan dengan tersenyum semanis mungkin, senyum yang dapat diartikan sebagai pembanggaan dirinya.

Dan tak terasa sejam berlalu dengan obrolan tak penting hanya untuk mengenal satu sama lain. Makanan sudah habis disantap dan kini dengan manner yang mengesankan Siwon mengulurkan tangannya, membantu Yoona bangkit dari duduknya.

“ Thank you “

“ You’re welcome… keurigo, apa kau ingin aku mengantar mu? “

“ Mian mengecewakan mu, tapi aku membawa mobil sendiri… “

“ Ok… baiklah… “

Keduanya berjalan keluar dari tempat tersebut. Malam belum terlalu sepi tapi Siwon menawarkan dirinya untuk mengantarkan Yoona dan sekali lagi ditolak oleh yeoja itu.

“ Baiklah jika kau bersikeras tidak mau ku antar, berhati-hati lah… “

Yoona mengangguk kecil dan masuk kedalam mobil silvernya. Mobil itu pun berjalan pelan meninggalkan Siwon. Siwon menghela nafas berat. Dilihatnya jamnya kembali. Hmmmhh… it’s time to report it to his grandpa.

KKK

Dengan langkah yang mau tak mau Siwon memasuki rumahnya, atau mungkin lebih tepat rumah kakeknya. Dia mengambil nafas dalam sebelum akhirnya membuka pintu. Seorang pelayan menyambutnya dan mengikutinya keruang tamu. Tugas pelayan itu tak berhenti disana, dia naik kelantai dua untuk memanggil seseorang yang sepertinya ingin ditemui Siwon. Kakeknya. Kakeknya pun turun dan duduk tepat disofa dihadapannya.

“ Kau sudah menemuinya? “ kakeknya bertanya tanpa basa-basi. Siwon mendengus kecil. orang tua ini belum berubah pikirnya.

“ Harabeoji, aku bahkan belum menikmati nafas yang masuk keparu-paru ku “

Kakeknya terdiam sejenak dan memberi waktu untuk pelayan keluarga mereka menyajikan minum.

“ Halmonie eodiya? “

“ Kau belum menjawab pertanyaan ku “

Siwon mendengus. “ Harabeoji! “

“ Yoona yeoja yang menarik bukan? “

“ Ne… “ Siwon menjawab datar. Obrolan yang seharusnya menarik kini terdengar menjengkelkan karena sikap kakeknya.

“ Kau harus semakin mendekatkan diri padanya…. Im International Boutique sedang menjadi incaran saat ini! Jika kau bisa mendapatkan hati Yoona maka jalan menuju pasar internasional bukan hal sulit untuk Choi Corporation “

“ Arasseo, keundae harabeoji… “ Siwon menggantung ucapannya, membasahi bibirnya yang terasa kering “ Jebal, biarkan aku mengurusnya sendiri, jujur aku menyukai pilihan mu… bukan berarti aku menerimanya, jadi jebal biarkan aku mengurusnya sendiri mulai dari sekarang… “

Kakeknya menghela nafas panjang dan mengangguk, mungkin sebagai tanda setuju.

“ Keurasseo, aku akan pergi “ Siwon bangkit dari duduknya. Mengancing jas-nya yang tadi terbuka dan berjalan pelan menuju pintu.

“ Choi Siwon… “

Siwon berhenti, tak berbalik namun menunggu kakeknya melanjutkan ucapannya.

“ Ajak dia makan siang besok. Kau harus melakukannya… jangan pernah menunda untuk mendekatkan diri mu dengan keluarga Im! “

Siwon memutar bola matanya, bosan.“ Arasseo! “

Dilanjutkan laghi langkahnya, namun lagi-lagi berhenti saat berpapasan dengan neneknya yang baru pulang ntah darimana.

“ Omo! Wonie~ya… “

“ Halmonie!!! “ Siwon meraih tubuh kecil neneknya dan mendekapnya erat.

“ Aigo… kau sudah mau pulang? Kenapa tidak menginap saja! “

Siwon menggeleng kecil lalu mengecup pipi neneknya.

“ Anniya, lain kali saja ne? “

“ Aigoo, halmonie sangat kesepian… “

Siwon tak menanggapi, hanya memperhatikan wajah neneknya. Wanita tua itu lah satu-satunya tempat dimana dia mendapatkan kasih sayang sekarang ini.

“ Baiklah halmonie, aku harus segera pergi “

“ Wonnie~ya… “

“ Eo? “

“ Sekali-sekali kau harus menghabiskan waktu dengan harabeoji… “

Siwon menghela nafasnya lalu tersenyum kecil, dia pun mengangguk untuk menyenangkan hati neneknya. Meskipun dia tidak tahu apakah dia bisa menepatinya.

“ Keurae, kanda… “ Siwon memeluk neneknya sekali lagi sebelum akhirnya benar-benar keluar dari rumah itu.

Didalam mobil Siwon tak langsung menjalankan mobilnya. Dia terdiam sesaat sambil memandangi rumah mewah itu. Saat kecil, rumah itu menjadi tujuan paling menyenangkan dihari liburnya. Bermain dan bersenang-senang bersama kakek dan neneknya. Tapi sekarang tidak…

Semuanya berubah setelah dia ditinggal orang tuanya untuk selamanya. Kakeknya yang dulu menjadi seseorang yang mengagumkan untuknya kini tak lebih dari seseorang yang selalu memaksakan kehendaknya. Saat telah menyelesaikan kuliah bisnisnya, tanggung jawab itu pun sepenuhnya dia emban. Siwon menghela nafas berat, tapi untuk pertama kalinya dia mensyukuri perintah kakeknya. Dia berharap Yoona bisa menjadi satu orang lagi –setelah neneknya- yang mampu mengerti dirinya.

JJJ

Jam 12 tepat di hari senin yang mulai sibuk di Seoul. Gedung-gedung kantor terlihat sepi, kini berganti café yang disesaki para pekerja yang mengantri mengisi perut. Disebuah boutique yang tertata mewah, seorang yeoja cantik tampak belum menyelesaikan pekerjaannya. Dia masih sibuk menyelesaikan gambarnya.

“ Eonni… eonni~ya… “

Yeoja itu tersentak saat mendengar suara manja yang sangat dikenalnya. Dia menoleh dan mendapati sosok atasannya sudah duduk menunggu didepannya dengan menunjukkan wajah aegyonya.

“ Fanny eonni baegopa… “

Yeoja bernama lengkap Tiffany Hwang itu tersenyum. Memamerkan eye smile andalannya.

“ Nado Baegopa, kajja! “

Kedua yeoja cantik bermata indah itu pun berjalan bersamaan keluar dari kantor untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.

“ Fany eonni, pulang kerja kita harus berjalan-jalan! Sudah lama kita tidak menghabiskan waktu berdua“ Yoona berceloteh ria.

“ Ya Yoona~ya, aku masih harus mengatur ulang jadwal mu! Sirheo! “

“ Eonni…… “

“ Andwe, sirheo! “ Tiffany menjawab tegas membuat Yoona mengerucutkan bibirnya.

“ Eonni, jika kau tidak menemaniku maka aku akan memotong gaji mu bulan ini! “

“ Mwo? “

Yoona memasang wajah sangarnya yang malah terlihat lucu. Tiffany pun tertawa dan kemudian menyetujui permintaan Yoona.

“ Arasseo… arasseo! Aigo… atasan ku benar-benar orang yang aneh… “

Keduanya tertawa bersama sambil melanjutkan langkah mereka. Baru saja tiba dihalaman kantor, langkah dan suara Yoona yang tadinya bersenandung kecil kini berhenti.

“ Siwon~ssi… “

Tiffany pun seketika menengadah melihat objek yang sama yang kini sedang dilihat Yoona. dia memperhatikan wajah Siwon seksama. Sepertinya dia pernah melihat namja ini…

“ Siwon~ssi… “ ujar Yoona heran.

“ Ah, mian tidak mengabari, aku tidak sengaja lewat dan aku rasa makan siang bersama bukan hal yang buruk “ tandas Siwon dengan suara lembut yang terdengar berwibawa. Tapi, matanya tak bisa dialihkan dari tiffany yang hanya berdiri diam disamping Yoona dan sedang balik menatapnya.

“ Ah… Siwon~ssi ini Tiffany, teman sekaligus sekretaris ku dan eonni ini Siwon~ssi… “ Tiffany dan Siwon saling mengangguk mengerti.

‘Yeoja ini… dimana aku pernah melihatnya?’

“ Ah… Tiffany Hwang imnida… “ Tiffany mengulurkan tangannya sambil terus memikirkan dimana dia pernah melihat namja dihadapannya ini. Siwon pun segera membalas uluran tangan itu.

“ Choi Siwon imnida… “

Jabatan tangan pun terlepas. Ketiga orang ini tampak kikuk mencairkan suasana. Hingga akhirnya Yoona pun buka suara.

“ Siwon~ssi, igeo, aku sangat menghargai waktu mu untuk menjemput ku… keundae, aku sudah ada janji untuk menemui seseorang “

“ Mwo? “ pekik Tiffany bingung. Janji? Bukan kah beberapa menit yang lalu Yoona mengajaknya makan siang. Yoona pun segera menoleh kearahnya dengan wajah seolah memerintahkan Tiffany untuk menutup rapat mulutnya.

“ Ah, eonni~ya, aku harus segera pergi… emm… kau bisa menemani Siwon~ssi bukan? “

“ Na? “ Tiffany semakin tercengang saat ditunjuk untuk menemani namja yang sama sekali tak dikenalnya. Mata Tiffany membeliak, kenapa Yoona tiba-tiba bersikap seperti itu? Diperhatikannya wajah Yoona baik-baik dan gadis itu seperti meminta pertolongan untuk membebaskannya. Ujung matanya kini melirik Siwon yang ikut bingung karena tingkah dua yeoja cantik dihadapannya.

“ Heoh! “ Tiffany menghela nafasnya berat. “ Arasseo! “ jawabnya dengan hati yang masih bingung.

“ Keurasseo Siwon~ssi… aku benar-benar sangat menyesal… jeongmal mianhae, Tiffany eonni akan menemani mu makan siang ini! Mian… “

Kaki Yoona melangkah cepat meninggalkan Siwon dan Tiffany. Tiffany sendiri bingung kenapa Yoona bersikap seperti itu. Dan, siapa namja dihadapannya ini? wajahnya sangat familiar dan apa hubungan namja ini dengan Yoona?. Tiffany menghela nafas berat. Kini yang lebih menjadi pikirannya adalah bagaimana caranya mencairkan suasana awkward antara dia dan namja bernama Siwon ini!

“ Keureom… Siwon~ssi, kau mau makan dimana? “

Siwon tersentak dan baru menyadari bahwa dia telah dititipkan pada seseorang yang kini tengah menatapnya kikuk.

“ Eh? Terserah saja… “

Tiffany terhenyak. Ada nada kekecewaan didengarnya dari jawaban Siwon. Tak heran memang, orang yang ingin ditemuinya malah pergi begitu saja. Hal ini pun semakin membuat Tiffany bingung harus melakukan apa.

“ Tiffany~ssi… “

“ Ye? “

“ Kau tahu restoran sushi yang enak? “

“ Sushi? “ Tiffany diam sejenak mengingat-ingat restoran sushi yang pernah didatanginya dengan Yoona. “ Sepertinya aku tahu… “

“ Keurom kajja… “

Siwon pun melangkah menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana. Tapi, dia baru menyadari bahwa Tiffany tak ada disampingnya. Dia pun menoleh dan melihat Tiffany kaget karena langkahnya yang berhenti tiba-tiba.

“ Siwon~ssi wae geurae? “

“ Kenapa kau berjalan dibelakang ku? “

“ Eh? “

“ Apa bau badan ku tidak enak? “

“ Mwo? A.. a… anniya keunyang… “

“ Kalau begitu jalan lah disamping ku… “

Kini giliran Tiffany yang memandang Siwon tak mengerti. Baru saja namja itu bertingkah dingin terhadapnya dan sekarang dia sudah bersikap sedekat ini dengannya. Seolah mengerti arti tatapan itu, Siwon pun terkekeh kecil.

“ Baiklah… aku minta maaf atas sikap ku barusan… “

Tiffany masih bungkam sambil tetap berdiri ditempatnya dan menatap Siwon semakin heran.

“ Oh my! Come on Tiff… jangan membuat jarak diantara kita. Teman Yoona adalah teman ku juga… “ Siwon tersenyum lalu berjalan mendekati Tiffany.

GREP

Tangan Siwon menarik perlahan lengan Tiffany dan mensejajarkan yeoja mungil itu disampingnya. Tiffany menelan ludahnya gelisah. Ntah apa yang sedang dipikirkannya tapi dia merasa berdebar saat mendengar Siwon memanggilnya seakrab itu. Sesekali dia melirik lengannya yang ditarik Siwon lembut.

‘Kenapa menjadi panas sekali disini… oh god! This man is so damn dangerous!!’

JJJ

Suasana café tak begitu ramai, hanya ada beberapa orang anak sekolah dan pekerja kantor lainnya. Dimeja sudut disebelah jendela besar, Siwon dan Tiffany duduk menikmati makan siang mereka. Hmmmhh… secangkir teh jepang dan sushi yang enak untuk keduanya.

“ Jadi, sudah berapa lama kau menjadi sekretaris Yoona? “ tanya Siwon sambil menyesap tehnya sesekali.

“ 3 tahun… “ jawab Tiffany seadanya.

Siwon terdiam. Kembali dinikmatinya sushi yang dipesannya tadi. Tapi pikirannya melayang. Melihat Yoona yang tampak menghindarinya membuat Siwon menyadari 2 kemungkinan yang tidak boleh terjadi. Kemungkinan pertama yaitu Yoona telah menyukai orang lain, dan yang kedua… apa mungkin Yoona tidak menyukainya! Siwon menggelengkan kepalanya pelan. Rasanya kemungkinan kedua benar-benar mustahil. Pertemua pertama mereka seharusnya bisa memberikan kesan baik pada Yoona. dia juga cukup percaya diri pada penampilan dan kemampuannya. Kalau begitu, mungkin kah Yoona menyukai orang lain? Jika benar, tentu Siwon harus bekerja ekstra untuk menaklukan hati yeoja itu. Siwon lagi-lagi melamun hingga suara nyaring Tiffany membuyarkan semuanya.

“ Choi Siwon~ssi! “

“ Eo.. eo? Mwo? “

“ Kau sedang melamun? “

Siwon tersenyum tipis. Dan melanjutkan memakan makanannya.

“ Apa aku boleh bertanya? “

“ Tentu… “

“ Sebenarnya, apa hubungan mu dan Yoona? “

Siwon terdiam beberapa saat. Disesapnya lagi tehnya sebelum akhirnya menjawab pertanyaan itu. “ Molla? Apa Tiffany tidak memberitahu mu? “

Tiffany menggeleng mantap.

“ Sebenarnya kami dijodohkan… “

“ Uhuk! “ Tiffany tersedak dan sontak membuat Siwon kaget. Dengan sigap tangan kekarnya menyodorkan teh Tiffany untuk segera diminum oleh yeoja itu. Tiffany pun menurutinya, perlahan diminumnya teh itu dan kembali mengatur nafasnya.

“ Cih… reaksi mu terlalu berlebihan… “ cibir Siwon kesal dan kembali memakan sushinya yang tersisa.

“ Aneh sekali, dia tidak memberi tahu ku soal perjodohan ini… “

“ Jinjja? “

“ Ne! Keundae, apa mungkin namja yang dibicarakannya belakangan ini adalah kau? “

‘Got You!’

Siwon mengubah posisi duduknya. Dalam benaknya Tiffany mungkin bisa dijadikan sumber informasi yang akurat mengingat Tiffany sudah 3 tahun menjadi sekretaris pribadi Yoona.

“ Jinjja? Apa setahu mu Tiffany pernah dekat dengan seorang namja? “

“ Emmm… molla “

Siwon menghela nafas berat saat jawaban yang dinantinya tak sesuai dengan yang diharapkannya.

“ Siwon~ssi… “

“ Mwo? “

“ Yoona… sudah ku anggap sebagai dongsaeng ku sendiri. Meskipun terlihat ceria, dia belum pernah terlibat sama sekali dengan yang namanya cinta jadi kuharap… kau tidak menyakitinya “

Siwon tersentak akan ucapan Tiffany. Sushi terakhirnya pun batal dia masukkan kedalam mulut. Kini dia lebih tertarik menatap Tiffany yang sudah kembali memakan dua potong terakhir sushinya. Sesaat diperhatikannya Tiffany yang masih tak sadar. Pandangan Siwon masih tajam menyelidiki wajah Tiffany.

“ Apa aku terlihat seperti namja yang suka mempermainkan yeoja? “ tanyanya sedikit tersinggng dengan ucapan Tiffany.

“ Eo? Anniya… anni… hanya saja aku… “

“ Fany~ssi, aku tidak akan menyakitinya. Keureohdamyeon, kau harus membantu ku mendapatkan hatinya! “

Tiffany menatap wajah Siwon lekat, dicarinya kejujuran dan ketulusan disana. Tak akan dibiarkannya Siwon jika suatu saat nanti Yoona merasakan sakit hati. Mata indahnya semakin memicing dan menatap Siwon semakin tajam. Mendapat tatapan seperti itu pun membuat Siwon merasa canggung.

“ Wae?! Berhenti menatap ku seperti itu! “

“ Kau serius dengan ucapan mu? “

“ Keurom! “

Tiffany menimbang lagi tawaran Siwon sebelum akhirnya menyetujuinya juga. “ Baiklah kalau begitu… “ jawabnya santai. Diulasnya senyum tipis sebagai tanda persetujuannya membantu Siwon. Diambilnya gelas teh-nya dan meminum tegakan terakhir dari teh tak berasa itu.

“ Temani aku! “ ajak Siwon tiba-tiba. Tangannya sudah bersiap-siap mengeluarkan beberapa lembar uang won untuk membayar makan siang mereka. Tiffany pun segera bangkit dan mengikuti Siwon yang telah berjalan lebih dulu setelah meletakkan uangnya begitu saja diatas meja.

“ Eodiga? “

Siwon menyeringai kecil. “ Membantuku… “

JJJ

Tujuan Siwon ternyata mengunjungi salah satu Department Store. Sedikit tertatih Tiffany berusaha mengimbangi langkah lebar Siwon. Ujung-ujung jari kakinya mulai terasa sakit saat. Dikejauhan dilihatnya Siwon masuk kedalam sebuah toko, Tiffany pun buru-buru menyusul namja itu.

“ Siwon~ssi, kenapa kita kesini? “

“ Membelikan Yoona hadiah… “

“ Eh? “

“ Minggu ini aku akan mengajaknya pergi, kau bantu aku membelikan barang-barang yang dia suka… “

Keduanya mulai berkeliling. Mulai dari membelikan baju yang cocok hingga sepatu dan aksesoris pelengkap. Setelah 30 menit keduanya pun keluar dengan kantong belanjaan yang terisi dengan berbagai kado yang nantinya akan diberikan Siwon untuk Yoona. Tiffany mematung tiba-tiba. Dia lupa satu hal!

“ Sebaikanya kita ke toko buku sekarang! “

“ Mwo? Ya! Untuk ap… “

Sebelum Siwon menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Tiffany menarik lengan Siwon. Kembali mereka berkeliling, Namun sekarang tak selama ditoko perlengkapan tadi. Tiffany sudah mengetahui tujuannya. Yap! Buku resep!

Siwon menurunkan sedikit kaca mata hitamnya. Diliriknya beberapa buku resep ditangan Tiffany. Siwon tak mengerti, namun dibiarkannya saja Tiffany memilik buku resep yang hampir didominasi oleh masakan-masakan jepang. Tak sampai 15 menit mereka sudah keluar. Dengan kantong belanjaan yang pastinya sudah bertambah.

“ Kenapa kau membeli buku resep? “ tanya Siwon to the point saat mereka berjalan kembali menuju mobil.

“ Yoona paling suka makan… makanan kesukaannya adalah sushi. Memberinya sushi buatan mu sendiri pastinya akan membuatnya terkesan… “ Tiffany menjawab mantap. 3 tahun menjadi sekretaris Yoona sudah pasti membuatnya tahu sedikit banyak tentang kepribadian yeoja itu.

Siwon tersenyum bahagia dan dengan gemas dicubitnya pipi chubby Tiffany.

“ Gomawo Fany~ya… “

“ M… m… mwo? “

“ Wae? Kau tidak suka kupanggil seperti itu? “

“ Bukan begitu… keunyang “

“ Sudah lah! Mulai saat ini kita adalah teman! Ok? “ Siwon merangkul Tiffany tiba-tiba dan membuat jarak diantara mereka hampir tak ada. Tiffany, kembali merasakan hal aneh itu. Jantungnya berdebar. Belum pernah ada namja yang memperlakukannya seperti itu sebelumnya. akhirnya dia diam, berusaha mengontrol pikirannya bahwa sikap ini wajar dalam pertemanan.

JJJ

Ting Tong… Ting Tong…

“ Chankan! “

Terdengar samar suara pemilik apartmen itu sedang terburu-buru menuju pintu untuk menyambut tamunya. Setelah pintu terbuka, seorang yeoja dengan pakaian casualnya langsung terdiam heran mendapati pengantar barang berdiri didepan pintunya.

“ Ada paket untu ku? “

“ Ne Agassi… tolong tanda tangan disini… “

Yeoja itu pun mengikuti printah si pengantar barang. Dan tak butuh lama, paket itu sudah berpindah tangan kepadanya. Dengan segera dia membawanya masuk untuk mengetahui apa isi paket itu dan darimana asalnya.

To: Im Yoona

Dia membaca sekilas, tulisan yang tertera di halaman paling depan card yang terselip dipaketnya itu. Merasa semakin penasaran, Yoona pun membuka halaman kedua.

Sebagai permintaan maaf mu atas makan siang kemarin…

Kau harus pergi dengan ku minggu ini…

Aku akan menghubungi mu nanti… ^^

On Behalf

-Choi Siwon

Yoona menghela nafas berat saat melihat isi paket itu. Sebuah kado yang dibungkus indah dengan kotak berwarna biru muda. Dibukanya kado itu dan menemukan sepotong dress berwarna putih dan juga heels yang terlihat cocok dengan dress tersebut.

“ Hufffttt… mianhae Siwon~ssi… “

LLL

Suatu siang cerah yang lain di kota Seoul dimana para penduduknya tengah sibuk mengisi perut. Seorang namja yang sejak lahirnya bernama Siwon kembali mengunjungi sebuah kantor butik terkenal di korea selatan. Ntah lah, akhir-akhir ini mengunjungi butik itu adalah sebuah kebiasaan baru untuknya. Siwon melangkah kan kakinya masuk kedalam bangunan modern itu. Tanpa harus berdesak-desakan, Siwon pun mendapatkan satu lift kosong. Telunjuknya menekan angka 3 sebagai lantai tujuannya. Tak lama disana, lift itu pun terbuka. Siwon kembali melangkahkan kaki panjangnya memasuki sebuah ruangan. Ruangan itu sepi, hanya ada sebuah meja dan pemiliknya tampaknya tak menyadari kehadirannya. Siwon tersenyum tipis dan berdiri dibelakang komputer yeoja itu, tepat dihadapannya.

“ Ehem… “ Siwon berdehem kecil dan sepertinya pemilik itu langsung menyadari ada orang lain diruangan itu.

“ Siwon~ssi! “

“ Fany~ya annyeong… “

Tiffany buru-buru bangkit dan membungkukkan badannya sopan menyambut namja itu.

“ Yoona isseoyo? “ mata Siwon mengedar, kemudian berhenti dipintu lain diruangan itu yang ia yakini adalah ruang kerja Yoona.

“ Itu… Yoona dia… “

“ Eobseo? “

Tiffany mengangguk menyesal. Selepas makan siang dengannya, Yoona beralasan ingin pergi kesuatu tempat dan menyuruh Tiffany kembali ke kantor lebih dulu.

“ Hufftt… “ Siwon menghela nafas berat, tampaknya dia memang benar-benar harus bekerja ekstra untuk mendapatkan Yoona. “ Kau tidak sedang membohongi ku kan? “ tanya Siwon menyelidik. Tak tahu kenapa dia tiba-tiba mencurigai Tiffany mengingat Yoona sangat mempercayai Tiffany dan Tiffany sangat mematuhi Yoona.

“ Anniya! “ Tiffany menjawab buru-buru. Matanya yang indah membulat lebar menunjukkan bahwa dia benar-benar sungguh atas ucapannya. “ Sehabis makan siang dia pergi lagi… sepertinya dia ada urusan penting “ lanjut Tiffany menjelaskan.

Lagi-lagi Siwon menghela nafasnya berat. Sesaat mereka hanya diam melirik satu sama lain dengan tatapan tak senang.

“ Kajja… “

“ Eh? “

“ Temani aku makan siang… “

“ Keundae Siwon~ssi, masih ada kerjaan yang harus kuselesaikan… “

“ Lalu? Apa itu urusan ku? “

“ Andwe! Aku tidak bisa… aku harus kembali menyelesaikan pekerjaan ku! “ Tiffany berkeras, duduk kembali dikursinya dan mulai melanjutkan kegiatannya yang tertunda. Sedangkan Siwon juga tetap mempertahan keinginannya. Dia bergerak menuju lemari yang ada dibelakang meja Tiffany dan menyandarkan bahunya disana. Matanya seakan tak berkedip memperhatikan Tiffany yang masih terus melakukan kegiatannya.

TAK!

Jemari Tiffany beradu keras dengan keyboard komputernya. Sudah lima belas menit berlalu dan Siwon masih terus berada dibelakangnya ntah melakukan apa. Dibalikkannya kursi putarnya kemudian mendongak menatap wajah Siwon yang tak berekspresi.

“ Tidak lebih dari 15 menit Siwon~ssi! “

Siwon tersenyum dan melangkah keluar sebagai pemenang. Sementara Tiffany dibelakangnya hanya bisa mengikuti Siwon sambil terus menggerutu dan terus mempercepat langkahnya sebelum Siwon hilang dari pandangan matanya.

“ Fany~ya ppalli! “ seru Siwon saat menyadari Tiffany masih jauh dibelakangnya. Tiffany berlagak tak mempedulikan panggilan itu dan terus melanjutkan langkahnya yang sedikit tertatih. Merasa tak sabar Siwon pun berlari menyusul Tiffany dan meraih pergelangan tangan mungil yeoja itu.

“ Aku tidak suka berjalan sendiri… sudah kubilang jalan lah disamping ku“

Deg…

Debaran jantung Tiffany kembali tak terkendali. Dadanya naik turun dengan cepat bersamaan dengan nafasnya yang mulai memburu tak menentu. Wajahnya pasti sudah memerah sekarang, dia berharap Siwon tak berbalik dan melihat wajahnya yang merona itu.

‘Calm down Tiff! You’re not supposed to be like this! Calm down…’

“ Fany~ya… “

“ Y… y… ye? “

“ Kau ingin makan apa? “

‘ Oh no! Please god! Why does he become so sweet!’

“ Terserah kau saja… “

“ Na? “

Siwon melepaskan cengkraman tangannya dilengan Tiffany dan mulai berpikir apa yang ingin dimakannya. Syukurlah, setidaknya dengan lepasnya cengkraman itu bisa membuat Tiffany sedikit bernafas lega.

“ Bagaimana dengan spaghetti? “

“ Spaghetti?! “ tanya Tiffany antusias. Dia seakan melupakan perasaannya yang tak karuan beberapa saat lalu “ Kajja… kajja… eoddi? Aku tahu tempat spaghetti yang enak, keundae kau mentraktir ku lagi kan Siwon~ssi? “ Tiffany bertanya riang, tanpa sadar dia sudah menarik lengan Siwon untuk segera mempercepat langkahnya masuk kedalam mobil. “ Eotteoke… aku sudah lama tidak makan spaghetti, pokoknya kau harus mentraktir ku! aku mau aglio e olio… anni, bolognese juga enak! Siwon~ssi, kau harus mentraktir ku 2 piring ne? “

Sesaat Siwon terperangah melihat Tiffany. Sikap manja Tiffany yang tiba-tiba muncul mendadak membuat yeoja itu terlihat manis dan lucu. Siwon gugup untuk pertama kalinya saat berdekatan dengan Tiffany. Diliriknya tangan Tiffany yang melingkari lengan tegapnya dan tiba-tiba saja jantungnya berpacu cepat.

Deg…

‘Ada apa dengan ku? Anni… ini tidak benar… kendalikan diri mu Choi Siwon! Ingat lah target mu adalah Yoona! Im Yoona! bukan sekretarisnya!’

JJJ

“ Joha? “

“ Ne… masisseoyo! Gomawo… Yoona juga sangat menyukai spaghetti disini! kapan-kapan kau harus mengajaknya! “ Tiffany belum berhenti juga menyantap pasta dihadapannya itu. Sesekali matanya menutup merasakan tiap rasa gurih yang menyebar dilidahnya membuat dia kembali berada di rumah saat sang appa selalu mentraktirnya spaghetti tiap Tiffany berhasil meraih sebuah target. Tanpa disadari raut wajahnya berubah. Kunyahannya mulai terlihat lambat dan matanya tak se-berbinar sebelumnya.

“ Waeyo? “ tanya Siwon saat menyadari perubahan wajah itu. “ Apa tidak enak? “

“ Anniya, ini benar-benar enak! “

“ Kerasseo wae? “

“ Appa bogoshipeoyo… “

“ Appa? Ni appa? Kau tidak tinggal dengan orang tua mu? “

Tiffany menggeleng dan semakin menundukkan kepalanya. “ Semua keluarga ku tinggal di amerika, jeongmal bogoshipda… “

“ Aigoo… gwenchana gwenchana…aku juga tidak tinggal dengan kedua orang tua ku? “ Siwon berusaha menenangkan.

“ Jinjja? Memang kemana mereka? “ tanya Tiffany acuh tak acuh sambil menyumpit lagi spaghetti yang tertinggal dipiringnya.

“ Meninggal… “ suara Siwon terdengar lirih. Mendengar jawaban itu spontan Tiffany mengangkat kepalanya. Dilihatnya Siwon berusaha tersenyum. Senyum yang terlihat menyedihkan dan tidak tulus dari hatinya.

“ Mianhae… “

“ Anni, bukan salah mu… “

Keduanya diam cukup lama. Obrolan orang tua tadi ternyata mampu membat suasana diantara keduanya menjadi canggung. Tiffany yang merasa bersalah terus berusaha mencari cara untuk mencairkan suasana ini, namun pikirannya buntu.

“ Apa kau ingin kembali ke kantor sekarang? “ suara Siwon terdengar pelan. Tiffany pun hanya bisa menganggukkan kepalanya. Namja itu berjalan cepat mendahului Tiffany, tidak seperti biasanya. Tiffany pun memilih untuk diam. Dia merasa bersalah telah menghancurkan mood Siwon yang semula baik-baik saja.

Didalam mobil pun kebisuan itu masih terus berlanjut. Meskipun suara musik mengalun indah, nyatanya tak ada yang mendengarkan. Tiffany melirik Siwon sesekali. Wajah namja itu belum berubah, masih seperti di restoran tadi. Dia pun semakin merasa bersalah, dia pasti telah menyinggung satu hal yang mungkin tidak ingin dibicarakan Siwon.

“ Jeogi Siwon~ssi… “ Tiffany tak bisa tahan lagi dengan situasi ini, dia memberanikan dirinya untuk berbicara dengan Siwon.

“ Wae? “

“ Jeogi… apa tidak ada tempat yang ingin kau kunjungi? Aku… aku akan menemani mu kesana! Isseoyo? “

Siwon pun menoleh, dan langsung menatap Tiffany lekat untuk beberapa saat sebelum akhirnya memalingkan lagi wajahnya kejalanan tanpa menjawab pertanyaan Tiffany tadi.

“ Eobseo… “ ujarnya dingin.

Tiffany pun menunduk kecewa saat mendengar jawaban Siwon. Ntah kenapa dia merasa kecewa saat Siwon menolak tawarannya. Dia pun membungkam mulutnya rapat hingga nanti mereka tiba di kantor Yoona. Talking about parents to an orphan maybe the worst thing she ever did!

LLL

Tiffany masih duduk dikursi kerjanya. Dia berusaha keras menyibukkan dirinya dengan sisa tugasnya dan berusaha keras juga untuk tidak melihat kearah jam dinding diruangannya. Namun Tiffany tak bisa. Dia menoleh kearah jam dindingnya kemudian menghela nafas putus asa.

‘Apa yang kau lakukan Tiffany! Kau menunggunya? Jangan gila…!!’

Tiffany menghempaskan kepalanya pelan dibantalan kursi. Ntah apa yang dilakukannya se-jam ini diruangannya hingga rela membuang waktu makan siangnya yang berharga. Tiffany sendiri tak tahu kenapa, tapi dia seakan terus berada disana untuk menunggu Siwon datang. Huufffttt… mungkin dia memang sudah benar-benar gila!

Cklek…

Secara refleks tubuh semampainya bangkit dari duduknya, dia bersiap-siap tersenyum sebelum akhirnya kembali menyadari kebodohannya lagi. Orang yang masuk dipintu itu bukan Siwon, melainkan Yoona. Tiffany kembali terduduk lesu dan mengacak-acak rambutnya sedikit.

‘Ok… control yourself Tiffany! Ingat lah… Siwon menyukai Yoona dan mereka sudah dijodohkan! Stop being so stupid!’

“ Eonnie wae geurrae? “

“ Eo? Anniya, gwenchana… “

Yoona berjalan acuh menuju ruangannya sambil terus memakan kentang goreng yang ada ditangannya. Baru saja Tiffany ingin berteriak –menumpahkan kekesalannya- Yoona kembali keluar dan memberikan sebuah plastic bag pada Tiffany.

“ Aku lupa memberikannya hehe, makan lah eonni… kau belum makan siang bukan? “

“ Gomawo Yoona~ya… “ Tiffany mulai membuka plastic bag itu. Perutnya yang memang sudah keroncongan membuat dia menggigit burger dihadapannya dengan tak sabar. “ Emm… mashitta! “

“ Jinjja?! “ pekik Yoona antusias tiba-tiba.

“ Ne! dimana kau membelinya? “

“ Eo itu… “

“ Chankan… bukannya kau tidak suka American food seperti ini? “

Yoona menjadi salah tingkah tiba-tiba. Wajahnya mendadak memerah membuat Tiffany merasa bingung apa yang terjadi pada dongsaengnya itu.

“ Eo eonni, lanjutkan saja makan mu! Aku masuk dulu annyeong… “

Tiffany menautkan alisnya bingung melihat tingkah Yoona. Ada-ada saja pikirnya pendek. Sementara Yoona masuk kedalam ruangannya dengan hati yang berdugeun-dugeun ria. Dipegangnya se-pack kentang goreng yang ada dikedua tangannya dan seolah mengajak benda mati itu berdansa.

“ Hmmhh… aku akan kembali besok… besok… dan besok lagi… “

JJJ

Secara perlahan Tiffany mendorong troleynya sambil melihat produk-produk yang disusun rapi di rak-rak besar tersebut. Sebagai yeoja yang tinggal sendirian Tiffany terbiasa membeli seluruh perlengkapannya sendiri. Untung lah sore itu department store mewah ini tidak terlalu ramai dikunjungi, Tiffany jadi bisa menghemat waktunya untuk mengantri di kasir. Langkahnya terus berlanjut hingga akhirnya tak sengaja dia telah dikelilingi oleh berbagai jenis aksesoris. Mata Tiffany langsung menangkap sebuah jam import edisi terbatas yang terpanjang dietalase toko.

“ Omo ini! Agassi… bisa aku lihat jam tangan ini sebentar? “ pinta Tiffany pada sanga penjaga stand. Dengan hati-hati pun Tiffany mengangkat jam itu. Diperhatikannya setiap detil ukiran dan hiasan yang terukir dijam itu. “ Omo! Eotteoke… apa jam ini benar-benar asli?! “

“ Ne… Hyundai Department Store tidak pernah menjual barang-barang berkualitas palsu! “

“ Eh? “ Tiffany menoleh dan melihat Siwon sudah menundukkan tubuhnya hingga sejajar dengan tingginya. Siwon pun menoleh dan tersenyum kearah pelanggannya itu. “ Siwon~ssi… “

“ Apa ada yang bisa kubantu lagi Agassi? “

“ Kau, kenapa bisa… wae yeogi isseo? “

“ Na? tentu saja bisa! Department store ini bagian dari perusahaan ku bukan? “

“ Eo? Jinjja? Kau… Choi Siwon itu? Choi Siwon pewaris Choi Corporation? “

Siwon tersenyum sumringah membuat Tiffany semakin melongo tak percaya. Tak ingin berlarut-larut dalam kekagumannya yang menyesatkan, Tiffany langsung mengerjapkan matanya beberapa kali dan mengumpulkan semua kesadarannya. Dengan hati-hati diberikannya lagi arloji mewah tadi pada sang penjaga stand dan tersenyum gugup kearah Siwon.

“ Kau tidak jadi membeli itu? “

“ Anniya, budget ku belum cukup… “

“ Keurae? “

“ Eo… Siwon~ssi, tadi siang… kenapa kau tidak datang ke kantor? “

“ Ne, jadwal ku padat hari ini jadi aku tidak bisa datang. Chankan… apa Yoona mencari ku? dia mencari ku? “

“ Eh? Keugeon… “ Tiffany berucap gugup. Haruskan dia mengatakan yang sebenarnya? Haruskan Siwon tahu bahwa Yoona tak pernah mencari atau bertanya tentangnya? Tiffany terdiam cukup lama.

“ Dia mencari ku bukan? “ tanya Siwon menunggu jawaban yang sangat dinantikannya. Matanya berbinar, menatap Tiffany yang kemudian menundukkan kepalanya.

“ Ne… dia mencari mu… “ Tiffany terpaksa berbohong untuk pertama kalinya kepada seseorang. Dia berjalan cepat menuju kasir sebelum Siwon menanyakan hal-hal lain yang tidak benar padanya. mungkin, keputusannya berbohong adalah hal yang paling tepat. Siwon tak boleh tahu siapa yang sebenarnya mencarinya. Sangat tidak masuk akal jika Tiffany memberitahu bahwa dia lah yang siang tadi mencari keberadaan Siwon. Tidak! Tidak boleh terjadi…

“ Tiffany! “ seru Siwon kencang saat melihat Tiffany berjalan terburu-buru dengan dua kantor belanjaan besar dimasing-masing tangannya. “ Tiffany Hwang chankanmanyo! “ Siwon mempercepat langkahnya menyusul Tiffany. Segera diraihnya salah satu kantong belanjaan Tiffany dan membantu Tiffany membawanya.

“ Siwon~ssi, aku bisa membawanya sendiri… “

“ Gwenchana, aku sangat senang hari ini… “

Keduanya pun berjalan berdampingan keluar dari department store itu. Tak ada yang bicara, keduanya hanya diam satu sama lain. Dan Tiffany merasa tak nyaman berada disamping Siwon sekarang. Ntahlah, pikirannya kacau dan dia benar-benar tak tahu harus bersikap seperti apa.

“ Apa Yoona benar-benar mencari ku? “ Siwon membuka suara. Pandangannya terus tertuju kejalan didepannya tanpa menoleh sedikit pun pada Tiffany.

“ Ne… dia mencari mu… kau tahu kan kalau Yoona sangat percaya pada ku “

Siwon tertawa kecil lalu menoleh kearah Tiffany. Merasa diperhatikan Tiffany pun mendongakkan wajahnya melihat Siwon yang jauh lebih tinggi darinya. “ Kau tidak sedang berbohong pada ku kan Fany~ya? “

“ Anniya! Jeongmal! “

Mata Siwon masih memicing menatap Tiffany tak percaya. Meskipun begitu, dia masih ingin mempercayai apa yang dikatakan Tiffany sebelumnya.

“ Fany~ssi… “ Siwon memanggil, suaranya terdengar pelan dan dalam dengan senyum tipis yang sulit diartikan dia berkata “ Fany~ssi… “

“ Ne? “

“ Kau harus tetap berada dipihak ku “

Deg…

Tiffany menggigit bibir bawahnya pelan. Tangannya meremas baju dibagian dadanya. Jantungnya berdetak unctrollably. Kenapa Siwon harus mengatakan hal-hal seperti itu padanya. Ucapannya benar-benar bisa membuat Tiffany salah paham. Jika terus seperti ini, Tiffany takut tidak bisa mengendalikan perasaannya. Apa yang harus dilakukannya jika dia mulai menyukai Siwon? Tiffany menggelengkan kepala frustasi dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.

“ Kajja kita pulang! “

“ Eh? Anniya, aku bisa naik taksi sendiri “

“ Aku tidak menerima penolakan! “

Tanpa sadar mereka sudah tiba didepan mobil Siwon. Dengan sigap namja tegap itu memasukkan dua kantong belanjaan Tiffany dibagian belakang mobil dan menyuruh Tiffany bergegas masuk kemobilnya.

Diluar ternyata hari mulai gelap. Masih merasa tak nyaman dengan sikap dan perkataan Siwon padanya, Tiffany pun memilih diam. Memandang jalanan dari balik jendela hingga akhirnya dia sadar jalan itu bukan menuju rumahnya.

“ Siwon~ssi eodikayo? “

“ Pulang… “

“ Keundae, ini bukan jalan kerumah ku “

“ Apa aku pernah bilang kita pulang kerumah mu? “

“ Ne? “ Tiffany mendelik bingung. Namun Siwon seakan mengatupkan mulutnya rapat dan hanya tersenyum simpul.

“ Ya Siwon~ssi… eodiga??? “ tanya Tiffany sedikit khawatir. “ Eodiga??? “

“ Fany~ya sikkeureo… aigo, kita akan keapartment ku “ Siwon menjawab dengan kesal. Tujuan yang semula ingin ia sembunyikan kini harus terbongkar demi menutup mulut Tiffany.

“ Si… “

“ Sssshhhhh “

Tiffany spontan diam dan membiarkan Siwon berkonsentrasi pada kemudinya. Meskipun merasa segan dan tak nyaman, kondisinya sepertinya tidak memungkinkannya untuk banyak bicara. Dia terus diam hingga tiba diapartment Siwon 20 menit kemudian.

“ Masuk lah… “

Siwon mempersilahkan Tiffany masuk dengan 2 kantung belanjaan Tiffany di kanan kirinya. Dengan sedikit takut pun Tiffany mematuhi perintah Siwon. Ruangan itu tampak begitu luas jika dibandingkan apartment Tiffany yang sederhana. Perabotannya juga terlihat mewah dan seperti bersinar dimata Tiffany.

“ Kajja… “ tangan Siwon kembali meraih pergelangan tangan Tiffany. Ditariknya yeoja itu kedalam dapurnya yang terlihat paling berantakan dari semua ruangan.“ Duduk lah… “ ujarnya lagi sambil menarik sebuah kursi untuk tempat Tiffany duduk. Tiffany pun masih diam tak mengerti apa yang ingin dilakukan Siwon padanya.

“ Jeogi Siwon~ssi, kau… kau… kenapa kau… membawa ku kesini? “

“ Bagaimana menurut mu? “

“ Mwo? “

Siwon menarik nafas dalam kemudian merentangkan tangannya. “ Welcome to my apartment! “ serunya dengan nada bangga. “ Eotte? “

“ Ne? “

“ Apa terlalu kecil? “

“ Hahaha… it’s the biggest apartment I’ve ever seen… “

“ Jinjja? Apa menurut mu Yoona akan suka? “

Deg…

Jantung Tiffany kembali berdegup. Namun kali ini bukan Karena gugup ataupun bahagia. Justru sebaliknya, ada perasaan tidak terima yang semakin sering muncul saat nama Yoona keluar dari bibir Siwon. Tapi lagi-lagi dia harus menutupinya.

“ Ne… Yoona pasti akan suka “

Siwon tersenyum bangga. Dengan gerakan cepat lain dia mengambil se-piring besar makanan dari lemari penghangat dan menampilkannya didepan Tiffany. Tiffany menatap tiap makanan yang ternyata sushi itu dengan takjub.

“ Kau membuat semua ini?! “

Siwon mengangguk kecil dan menyerahkan sepasang sumpit pada Tiffany. “ Makan lah… apa rasanya enak? “

Tiffany pun langsung menyumpit sepotong sushi yang paling menarik perhatian matanya kedalam mulut. Matanya terpejam merasakan rasa gurih yang berasal dari nasi dan daging tuna yang baru saja dimakannya.

“ Eotte? “

Tiffany tak mampu berkata-kata dia hanya bisa mengacungkan 2 ibu jarinya kearah Siwon. Senyum Siwon langsung terlukis manis. Pujian dari Tiffany sedikit menambah rasa percaya dirinya untuk menemui Yoona hari minggu nanti.

“ Kau harus mencobanya… “ Tiffany menyerahkan sumpit yang tadi dipakainya kepada Siwon. Siwon sibuk memilih mana yang akan dicobanya sedangkan Tiffany udah mencomot sepotong sushi lain dengan tangannya. Keduanya pun tertawa bersama sambil menikmati sushi itu.

“ Aigoo… kenapa bisa berantakan seperti ini?! “

Deg… Deg…

Siwon terkesiap tatkala ujung jari Tiffany menyapu lembut sudut bibirnya. Dia seperti tersihir oleh sosok Tiffany untuk beberapa saat. Matanya memandang lurus kebola mata hitam Tiffany. Kenapa dia baru tahu Tiffany memiliki mata yang indah. Atau mungkin karena dia tidak pernah memperhatikan yeoja itu. Saat itu Siwon menghabiskan beberapa detik waktunya untuk memperhatikan wajah Tiffany.

Wajahnya oval dan kulitnya putih bersih. Bulu matanya hitam lebat dan lentik. Hidung yeoja itu mancung dan membentuk perpaduan pas dengan wajah ovalnya. Sedangkan bibirnya berwarna pink cerah dan terukir tipis. Kenapa Siwon baru sadar wajah Tiffany secantik ini…

JJJ

 

~TBC

62 thoughts on “[Re-Post] Perfect Two Part 1

  1. Kayaknya ini ff waktu lomba di SiFany’s Heaven dulu, tapi aku udh rada2 lupa ceritanya. Kalau nggk salah, Yoona-eonni lg deketin seorang cowok, kayaknya cowoknya antara Kibum atau Donghae.

  2. Story ini salah satu favoritku , akhirnya di re-post ^^
    Ceritanya simple tapi bikin dag dig dug sama kaya yang SiFany rasain😀
    Author 2hyunFamily kenapa ga tulis cerita SiFany lagi ??????? Tulisan author bagus loh , Ayolah author buat SiFany story lagi, yang manis , yah yaaaaah ????? *puppuyeyes
    Aku tunggu , Semangaaaaaaaaat Author😉

  3. Sprtiny kbhongn fany akn trs bertmbh krn perasaanny? tkutny jd bom waktu yg akn hancurkn dia. yoona klo emg g sk blg aj knp? smg hati siwon beralih ke fany..

  4. Sakit kalo jadi Fany eonni, berharap Siwon oppa bakalan berpaling ke eonni😢 Siwon oppa baru nyadar ya mata Tiffany eonni itu cantiknya bukan main. Yoona eonni aku penasaran kenapa kyk nolak Siwon oppa? Namja lain??
    Otthoke? Siwon oppa? What will you do?
    Nextt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s