[Re-Post] Love In Hurts Part 3

Love in Hurts-3

Love in Hurts

Author : Vietha Choi

Genre : Sad, Angts, Romance, Brothership, Family(?) and Happy Ending

Main Cast : Choi Siwon, Stephanie Hwang, Park Jungso, Kyuhyun, Choi Jiwon

Ratting : PG-15

Qoute : Something unplaned moment will teaches someone to believe if GOD is everything in this world

At Incheon Airport, Seoul.

*Author POV*

“Jaga kesehatanmu siwon, Jiwon. Aku hanya sebentar, saat aku kembali aku tidak mau ada masalah. Arraeso?” Teuki memberi nasihat kepada kedua dongsaengnya. Sedangkan yang diajak bicara hanya mengangguk sambil tersenyum.

“sampaikan salamku pada eomma dan appa hyung” Kata siwon sambil memeluk hyungnya sebelum dia berangkat ke New York. Ya kalian pasti masih ingat saat Teuki menerima telfon dari sang Appa yang mengatakan bahwa dirinya membutuhkan Teuki. Dan disinilah pewaris dari keluarga Choi tersebut berada. Siap berangkat ke new york untuk membantu sang Appa mengurus pusat perusahaan karena sang Appa harus pergi ke Prancis mengurus cabang perusahaan yang sedang ada sedikit masalah.

“Ne. Ingat Siwon, kau jangan terlalu lelah, jangan pulang terlalu malam karena kau belum sembuh betul.” Teuki mengingatkan Siwon. Karena untuk sementara siwonlah yang akan menghandle perusahaan Hyundai Grup yang di Seoul.

“Kau tenang saja oppa aku akan mengingatkan Siwon Oppa” kata Jiwon.

“Baiklah, aku berangkat sekarang. Bye” kata Teuki sambil mulai berjalan menuju Boarding pass. Siwon dan Jiwon melambaikan tangan pada Teuki.

Pagi yang cerah mewarnai kota Seoul. Menandakan awal untuk segera memulai beraktifitas. Seorang namja tampan tampak sibuk memasang dasinya di depan cermin. Hari ini adalah hari penting baginya. Dia akan bertemu mulai hari pertamanya bekerja untuk menggantikan Teuki sementara. He’s Choi Siwon. Setelah rapi dia segera turun untuk sarapan.

Jiwon duduk dengan satai sambil sibuk dengan tombol di BlackBerry Bold 9300nya.Siwon yang baru dating langsung berdeham membuat Jiwon menghentikan aktifitasnya dan kembali ke tujuan mereka duduk disana. Yaitu sarapan.

 

*Siwon POV*

Hari ini adalah hari pertamaku bekerja di posisi utama perusahaan appa. Menggantikan Teuki hyung. Setelah rapi dan siap aku segera turun ke bawah, bergabung dengan Jiwon untuk sarapan.

Lasagna dan segelas capucino menyambut perutku. Ya aku memang lebih menyukai masakan barat untuk sarapanku. Kulihat Jiwon tidak fokus makan.

“Kau kenapa Jiwon?” tanyaku setelah menelan sesendok Lasagna.

“tidak oppa, aku hanya merasa sarapan kita semakin sepi. Padahal biasanya kan ada Teuki Oppa” Jiwon menjelaskan panjang lebar. Seketika aku baru menyadari sesuatu. Yaitu perasaan rindu Jiwon terhadap orang tua kami. Aku bangkit dan segera memeluknya. Kurasakan Jiwon bergetar menahan tangis.

“Mian, oppa tidak peka terhadap perasaanmu. Sebenarnya oppa juga merindukan eomma dan appa. Tapi kita harus mengerti bagaimana kesibukan mereka.” Aku menjelaskan dengan hati-hati kepada Jiwon. Kuangkat wajahnya agar ia menatapku, dan ya tuhan. Aku tidak tega melihat wajah chubbynya berlinang air mata.

“Jangan menangis ne.? Nanti oppa traktir kau makan cupcakes. Bagaimana.?” Tawarku seraya menghapus air matanya. Dia hanya mengangguk.

“Morning, apa aku terlambat untuk ikut sarapan?” seru seseorang

“Fany eonnie.!”

“Hehehe, mianhae aku kemari tanpa memberitahu terlebih dulu. Sejujurnya, this is urgent plan”

“Gwenchana, kami tidak keberatan fany” ucapku. Ia berjalan kearahku dan memeberi kecupan singkat pada pipi kananku.

“Oh, tsk. Bisakah kalian tidak mengumbar kemesraan?”

“Evil.!!” Teriak jiwon yang langsung berhambur memeluk kekasihnya tersebut

“Mengapa bisa kebetulan seperti ini?!” tanya ku bingung.

“Kami semua membaca pesan yang Jiwon broadcat pada kami wonnie” jawab Fany

Aku beralih pada Jiwon yang tersenyum tanpa dosa. Akhirnya pagi itu kami sarapan bersama. Suasana terasa lebih hangat. Setelah sarapan kami bersiap untuk berangkat menuju tempat tujuan masing-masing.

“baiklah kajja kita berangkat, kalian tahu kan ini hari pertama oppa bekerja.?! Jadi aku tidak mau terlambat.” Kataku seraya mengambil tas kerjaku.

“arraeso, ayo oppa kajja” kata Fany. Fany membawa mobil sendiri. Aku harus mengantar Jiwon terlebih dahulu

“nanti kau pulang sendiri atau dijemput.?” Tanyaku saat sudah sampai di gerbang sekolahnya.

“aku pulang bersama seohyun oppa” katanya sambil membuka setbelt.

“baiklah, hati-hati” kataku kemudian meninggalkan sekolahnya dan menuju kantorku.

*end Siwon POV*

*Author POV*

Tepat di jantung kota Seoul berdiri megah sebuah gedung dengan 27 lantai. Itulah gedung dari cabang Hyundai Grop di Seoul. Seorang namja tampan keluar dari mobil sedan altisnya. Dia berjalan dengan gagahnya. Setelah menyapa pegawainya namja tadi menuju ruang kerja barunya. Sebuah ruangan yang luas dan sangat elegan. Di meja kerja ruangan tersebut tertulis “Direktur Choi Siwon”. Yang tertulis namanya disana sedikit terkekeh. Ia mulai hari pertamanya itu dengan mengecek berkas-berkas, menandatangani kontrak, meeting dengan kolega dan lainnya. Siwon merasakan bagaimana hyungnya lelah menghadapi semua ini. Karena, jujur saja ia merasa lelah setelah setengah hari bekerja.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 12.30 yang berarti sudah masuk jam makan siang. Tapi siwon sepertinya belum mau meninggalkan setumpuk dokumen-dokumen penting. Padahal ia masih harus meminum obat yang diberikan oleh Dr. Kim untuk penyembuhan penyakitnya. Namun apa daya, sifat perfeksionis siwon membuat ia lupa akan hal itu.

Gadis cantik turun dengan balutan busana kantor dari mobil sedan Toyota Alphard hitamnya. Dia melangkahkan kakinya memasuki sebuah gedung megah. Semua karyawan yang melewatinya membungkuk member hormat. Gadis itu membalas sapaan para karyawan dengan ramah yang menampilkan eyesmilenya. Dia segera memasuki ruangan yang sedikit jauh dari keramaian. Sebuah ruangan yang lumayan besar, mewah dan elegan. Di depan ruangan tersebut bertuliskan “Direktur Choi Siwon”.

Perempuan tadi adalah Tiffany. Hari ini Fany sengaja datang ke kantor Siwon untuk membawakannya makanan yang ia buat khusus untuk kekasihnya.

 

Tok..tok..tok..

 

“Masuk” terdengar Siwon dari dalam.

Saat Fany masuk Siwon sedang sibuk dengan segunung dokumen di mejanya. Hingga Siwon tidak menyadari kehadiran Fany. Sebuah ide muncul dikepala Fany. Dengan hati-hati Fany mendekati Siwon dan langsung mengeprak (?) mejanya. Sontak siwon langsung mendongak dan terkejut saat Fany tiba-tiba ada diruangannya. Langsung saja siwon bangkit dan menghampiri kekasihnya.

*end Author POV*

*Fany POV*

Setelah kemarin Teuki Oppa berangkat ke New York, otomatis hari ini Siwon Oppa mulai menggantikannya di kantor. Pagi tadi aku disibukkan dengan rencanaku untuk membuat bekal makan siang untuk siwon oppa. Di rumah aku dibantu oleh Ahn Ahjumma membuat masakan untuk siwon oppa. Dan saat masuk waktu makan siang aku langsung menuju kantornya. Aku yakin siwon oppa pasti belum makan dan meminum obatnya. Mengingat sifatnya yang perfeksionis dalam melakukan segala hal.

Benar saja, dia masih sibuk dengan dokumen-dokumen penting. Bahkan dia tidak menyadari kehadiranku. Namun setelah melakukan sesuatu yang memberinya surprise dia langsung menghampiriku. Saat akan memelukku kulihat dia meringis kesakitan sambil memegangi lengan kanannya.

“oppa gwenchana.?” Tanyaku panik sambil menuntunnya duduk di sofa.

“nan gwenchana” jawabnya setelah berhasil mengatur nafasnya.

Bulir-bulir keringat dingin menghiasi wajah tampannya. Aku segera duduk sambil membuka bekal makan siang yang kubawa.

“Oppa, kau pasti belum minuman obat?” tanyaku penuh selidik. Dia hanya tersenyum sambil mengangguk.

“Baru sehari oppa bekerja sudah begini. Kapan kau akan sembuh kalau begini terus oppa?” kataku sedikit kesal. Dia mendekat

“mian changiya, tapi tadi banyak sekali dokumen yang harus oppa kerjakan. Kau tau sendiri kan ini hari pertama oppa bekerja.” Jawabnya. Aku hanya menggelengkan kepala, memang aku sudah hafal betul sifatnya yang perfeksionis

dalam melakukan pekerjaan.

“Fany-ah..”

“Ne oppa waeyo?”

“Aku mau disuapi..” rajuknya. Aku tidak terkejut dan memandangnya malas. Apa ia tidak malu bila dilihat salah satu karyawannya?!

“Ayolah Fany,.” Rajuknya lagi karena merasa diacuhkan.

“Arra, kalau begitu aa..” dan akhirnya siwon oppa menyelesaikan makan siangnya setelah aku menuruti permintaan untuk menyuapinya.

“Setelah ini kau kembali ke kantor?”

“Hmm, begitulah. Masih banyak pekerjaan”

“Baiklah, hati-hati. Saranghae” ucapnya sambil membawaku ke pelukannya.

“Nado saranghae, jangan terlalu lelah. Kau belum pulih oppa”

“Ne, ny. Choi” blush. Jujur aku bukan lagi gadis remaja yang baru mengenal cinta. Tapi jika sudah begini siapa yang tidak malu?

*end Fany POV*

*Author POV*

Sementara itu, di sebuah Rumah bergaya eorpa yang berdiri megah di kawasan elit New York, Teuki melangkahkan kakinya menuju rumah orang tuanya tersebut. Dia sudah disambut puluhan pelayan. Rumah besar ini sepi sekali, karena memang Mr. & Mrs. Choi sedang pergi ke luar negeri untuk mengurus masalah bisnisnya. Teuki langsung menuju kamarnya yang terletak di Lt. 2. Sebuah kamar yang besar dan elegan dengan nuansa coklat. Sebuah tempat tidur King-Size yang diapit 2 meja nakas berhiaskan ukiran mewah dan LCD TV yang menghadap langsung ke tempat tidur tersebut. Di sudut ruangan nampak meja yang berisi pigura foto keluarga choi, Teuki maupun Jessica. Setelah puas bernostalgia dengan kamarnya, Teuki pun memutuskan untuk mandi.

Udara di kota New York sedang dingin-dinginnya. Karena memang sekarang sedang masuk musim dingin. Suhunya bisa mencapai -17 derajat celcius. Kalau malam hari bisa lebih rendah lagi. Namun itu bukan hal yang menghalangi kota ini pada malam hari, kota dimana dia dibesarkan saat kecil. Malam ini dia menyusuri kawasan New York karena besok pagi dia bekerja. Namun sesuatu mengganjal dihatinya. Dia seperti memiliki firasat buruk terhadap kedua dongsaeng yang ia tinggal di Seoul. Apalagi saat ia mengingat kalau siwon belum sembuh benar dan masih harus menjalani terapi. Sejujurnya ia menyesal menugaskan siwon menggantikan posisinya. Tapi keyakinan siwon saat menerima pekerjaan tersebut membuatnya berpikir dua kali. Akhirnya dia pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya yang terletak di kawasan Park Avenue, Manhattan.

 

Kembali ke seoul, seorang gadis remaja sedikit berlari memasuki salah satu kelas di sekolahnya. Dia hampir terlambat untuk mengikuti pelajaran tambahan. Tapi beruntung dia masih ingat waktu saat kumpul bersama temannya di cafetaria sekolah sambil menunggu kelas ini. Jiwon memasuki kelas tersebut, dan segera duduk di samping namja berambut coklat dengan kulit pucatnya. Siapa lagi kalau bukan cho kyuhyun, namjachingunya sendiri.

*end Author POV*

 

*Jiwon POV*

Omo.! Hampir saja aku terlambat mengikuti kelas Park Songsaenim. Guru yang sudah memiliki imej devil dikalangan siswa Shinwa Senior High School. Tapi ternyata masih ada sedikit keberuntungan untukkku. Mr. Park datang sedikit terlambat. Akupun segera menuju kursi yang sudah ada Kyu Oppa disampingnya. “Aish jinja, kau ini” katanya setelah melihatku duduk disampingnya sambil membuka iPad untuk memudahkan belajarku nanti. “Mian oppa tadi Seouhyun sedang bercerita dan..” ucapanku terputus seketika saat melihat seorang pria paruh baya dengan tatapan killernya masuk ke kelas kami sambil membawa Tablet PC-nya. Dengan masuknya Mr. Park menandakan dimulainya kelas Fisika yang sangat menyebalkan ini.

Saat Mr. Park selesai menjelaskan, beliau memberi intruksi pada kami untuk mengakses soal bab tersebut. Setelah selesai, iapun keluar. Aku yang sedari tadi membacanya sudah mengerjakan 15 dari 30 soal yang ada. Akupun mengeluarkan ponselku untuk memberitahu siwon oppa kalau aku akan pulang sedikit terlambat karena pelajran tambahan ini. Dan juga setelah dari sekolah aku ingin menjenguk Narra yang sedang opname karena tifus. Setelah selesai mengetik pesan kumasukkan kembali BlackBerry ku, dan fokus kembali ke pelajaran.

Akhirnya kelas berakhir tepat pukul 8 malam, aku segera masuk ke mobil Kang Ahjussi yang sudah menunggu di depan sekolah. Akupun segera menuju rumah sakit tempat dimana Narra dirawat. Sepanjang perjalan pikiran ku tertuju pada siwon oppa, aku merasa akan ada hal buruk yang menimpanya. Apalagi jika ia nekat mengemudikan mobil Altis tersayangnya pada malam hari, bagaimana jika penyakitnya kambuh,?! Eothhe.? Kuputuskan untuk mengirim pesan singkat untuknya.

“Oppa jangan pulang malam Ne.? Pokoknya saat aku sampai dirumah oppa harus sudah di ruang TV menungguku. Arraeso.? ^^” akupun menekan tombol send dan tidak lama oppa pun membalas pesanku

“ne arraeso nona choi ^^” akupun merasa sedikit lega sekarang.

*end Jiwon POV*

*Siwon POV*
Aku memijat pelan pelipisku yang berdenyut karena seharian ini berhadapan dengan dokumen dan meeting bersama 2 investor penting aku jadi bisa membayangkan bagaimana Teuki Hyung mampu seperti ini setiap hari. Aku melihat sudah pukul 9 malam. Akupun segera membereskan meja dan merapikan dokumen penting. Namun saat akan mengambil jas , aku merasa sakit di bagian lengan kananku. Ah ini pasti karena aku terlambat minum obat. Seharusnya aku sudah meminumnya 3jam yang lalu. Tapi tidak hanya sakit yang kurasakan pada lenganku, kepalaku juga serasa berdenyut dan mulai berkunang-kunang. Aku memutuskan untuk duduk sebentar sambil mengurangi rasa sakit ini.

Setelah 15 menit menunggu, sakit ditubuhku ini tak kunjung hilang. Akupun memutuskan untuk menghubungi supir Kang menjemputku di Kantor. Akan sangat beresiko jika aku tetap memaksakan diri mengemudi mobil sediri. Aku mengeluarkan iPhone 4s dari kantong celanaku dan segera menekan nomor supir kang.

“yoboseo Tuan muan muda?” jawab supir kang

“yoboseo pak kang, bisakah anda menjemput saya di kantor.? Saya merasa kurang sehat untuk menyetir sendiri.” Tanyaku

“Nde Tuan Muda” setelah supir kang mengiyakan aku memutuskan sambungannya. Aku berjalan sedikit terhuyung karena menahan sakit di lengan dan kepalaku yang masih berdenyut. Saat di pintu keluar aku sudah tidak kuat dan hampir saja jatuh jika tidak berpegangan pada meja informasi. Akupun menuju parkiran dimana supir kang menunggu.

Saat melihatku berjalan terhuyung, supir kang berlari mendekat dan membantuku masuk ke mobil.

“Gomawo pak kang” ucapku setelah duduk dimobil, ku sandarkan badanku di jok mobil.

“Cheomayo Tuan muda, tapi wajah tuan muda nampak pucat sekali. Apa sebaiknya kita ke rumah sakit.?” Tanya pak kang yang terlihat cemas.

“Gwenchana, kita pulang saja. Mungkin aku sedikit kelelahan.” Kataku menenangkan. Diapun hanya menangguk dan mulai menjalankan mobil menuju rumah kami. Saat diperjalanan sakit di lengan dan kepalaku berangsur-angsur mereda.

Setelah sampai dirumah aku langsung menuju kamarku, saat di tangga aku berpapasan dengan seorang maid.

“apa Jiwon sudah datang.?” Tanyaku

“Belum tuan muda” jawabnya sopan. Akupun mengangguk kembali menuju kamarku untuk mandi. Kamarku nampak gelap, aku menyalakan saklar utama. Setelah terang akupun menaruh tas kerjaku di meja, dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena aku merasa sangat gerah.

Setelah rapi akupun keluar dari Walk-in-closet kamarku. Tapi aku kembali merasa sakit di lenganku bahkan lebih sakit. Nafasku pun terasa sangat berat. semua kutahan saat mendengar suara mobil yang kuyakini itu jiwon. Akupun memaksakan diri keluar kamar dan turun untuk menyambutnya. Semuanya semakin sakit, bahkan aku mulai kesulitan bernafas saat menuruni tangga pertama aku merasa lemas dan terakhir aku hanya merasa kepalaku sangat sakit.

*end Siwon POV*

*Fany POV*

Sedari tadi pikiranku merasa tidak enak. Kuputuskan untuk keluar kamar dan mengambil segelas air. Namun PRAANG tiba-tiba saja gelas itu jatuh kelantai. Ahn Ahjumma yang kaget langsung mendekatiku dan bertanaya

“Ya ampun, nona muda ada apa.?”

“anniyo, aku merasa sesuatu hal buruk akan terjadi bi” jawabku cemas

Tak lama kemudian ponselku berdering. Jiwon-ah.? Tanyaku dalam hati, segera kuangkat panggilan tersebut.

“Yoboseo” kataku

“Eonie, Siwon oppa hiks…” kata Jiwon terbata-bata karena menahan tangis. Ya tuhan semoga tidak terjadi apa-apa pada siwon oppa.

“Waeyo Jiwon.? Katakan pada onie” kataku pada Jiwon.

“Siwon oppa terjatuh dan sekarang dalam perjalan ke rumah sakit. eonnie aku takut”

DEG

Segera aku berlari dan megambil mobil di garasi. Tak peduli dengan busana yang ku kenakan sekarang. Di benakku hanya ada siwon oppa. Setelah mengkonfirmasi rumah sakit mana siwon oppa akan dibawa aku pun langsung melajukan mobilku.

Sesampainya dirumah sakit aku berlari kalang kabut ke Ruang UGD. Aku melihat Jiwon duduk sambil menekuk lututnya. Aku mendekatinya dan dia menatapku. Wajah cantiknya berlinang air mata. Segera kupeluk tubuhnya, dia menangis terisak. Setelah tenang, akupun meminta dia bercerita bagaimana hal ini bisa terajadi. Dia pun mulai menceritakan kronologinya.

 

FLASHBACK

Setelah menjenguk Narra, Jiwon pun segera pulang. Karena tadi Siwon sudah mengirim pesan bahawa ia sudah di rumah. Akhirnya Jiwon sampai dirumah. Iapun masuk ke dalam, namun baru sampai di depan pintu utama rumahnya, Jiwon melihat siwon berjalan terhuyung menuruni tangga. “Oppa.!!” pekiknya saat melihat siwon terjatuh dari lantai 2 rumah mewah tersebut. Ia pun berlari untuk menolongnya, namun terlambat. Jiwon mengangkat kepala Siwon ke pangkuannya. Pelipis Siwon mengeluarkan banyak darah. Jiwon pun meminta pertolongan para maid dan segera membawa siwon ke rumah sakit.

END of FLASHBACK

Satu setengah jam siwon oppa sudah berada di dalam ruang UGD. Namun belum ada seorang pun dokter yang keluar. Jiwon menghubungi Kangin Ahjussi, yang merupakan bawahan Teuki. Dimana Kangin sudah ditugaskan untuk menjaga Jiwon dan Siwon saat terjadi apa-apa ketika ia pergi. Sampai akhirnya pintu ruang UGD pun terbuka.

 

CKLEK

 

Dr. Kim melepaskan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Sontak membuat Jiwon, Fany dan Kangin menghampirinya.

“Dok, bagaimana keadaan Tn. Muda Siwon.?” Tanya Kangin.

“Mari kita bicara diruangan saya.” Ajak dokter muda tersebut.

“Dokter, bagaimana keadaan oppaku.? Apa dia baik-baik saja.?” Tanya Jiwon setelah mereka masuk ke ruangan Dr. Kim yang terlihat minimalis namun mewah.

“Jiwon, sebelumnya saya ingin bertanya. Apakah Tn. Muda Siwon sudah meminum obatnya tepat waktu.?” Tanya dr. Kim

“Molla..” jawab Jiwon

“Sepertinya tidak dok, dia terlalu sibuk dengan pekerjaan samapai lupa meminumnya. Karena tadi siang saat saya ke kantornya dia belum meminum obatnya” jawabku

“Seperti dugaan saya, penyakit Tn. Muda Siwon kambuh, dan sakitnya sudah tak terhankan sehingga menyebabkan pingsan. Mungkin itulah Tn. Muda Siwon bisa terjatuh seperti tadi.” Dr. Kim menjelaskan argumennya.

“Lalu apa yang terjadi pada Siwon oopa.?” Tanyaku cemas

Dr. Kim menghela nafas sebelum menjawab pertanyaanku. Nampak wajahnya berubah suram

“Karena benturan di kepala Tn. Muda Siwon cukup keras, menyebabkan luka dalam yang cukup serius di bagian otak kecilnya. Jeongmal mianhae, Tn. Muda Siwon….”

 

 

 

TBC

i’m sorry disini aku nyiksa siwon terus. Tapi gimana ya, dapet felnya kalo nyiksa siwon #plak. Gimana? Datar ya? Aduh aku gatau mau gimanaa.. udh stress sama model rambut siwon sekarang. Terus aku baca fact tiffany yang ternyata paling bny punya haters di SNSD. Aku bacanya pasa sebelum buat FF coba. Tapi mohon kritik dan saran. Dan juga mian ada typo, eyd gaje dan random kata-kata.

Vietha Choi__

 

 

23 thoughts on “[Re-Post] Love In Hurts Part 3

  1. Hehehe mianhe baru bisa komen di part 3 nya…
    Soalnya bingung mau komen apa. ff nya daebak sihhh hehe…
    Daripada penasaran mending lanjut aja thorrr!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s