[Re-Post] Love in Hurts Part 2

Love in Hurts -2

Love in Hurts

Author : Vietha Choi

Genre : Sad, Angts, Romance, Brothership, Family(?) and Happy Ending

Main Cast : Choi Siwon, Stephanie Hwang, Park Jungso, Kyuhyun, Choi Jiwon

Rating : PG-15

Qoute : Something unplaned moment will teaches someone to believe if GOD is everything in this world

*Author POV*

Hari ini, setelah seminggu kabar buruk tersebut-vonis dokter terhadap siwon-suasana di kediaman Choi Siblings nampak normal. Teuki sibuk dengan pekerjaannya, Jiwon sibuk dengan sekolah dan ujiannya sedangkan siwon masih harus menjalani terapi terakhir tahap pertamanya. Sekali lagi kutegaskan-TAHAP PERTAMA. Memang Siwon sudah terlihat lebih baik namun prosedur penyembuhannya belum selesai. Maka dari itu Siwon belum dikatakan sembuh oleh dokter.

Beruntunglah siwon memiliki tunangan seperti tiffany. Dengan sabar ia selalu menyemangatinya saat akan terapi. Hampir tidak pernah absen menemaninya setelah pulang kerja. Keyakinan akan tiffany adalah pilihan yang tepat untuk menjadi pendampingnya kelak semakin tinggi. Tapi apakah hal itu akan terjadi? Apa ia akan melangsungkan suatu proses pernikahan? Ia tak tahu. Melihat kondisinya saat ini, kesembuhanlah yang paling ia harapkan.

“Selamat pagi oppa” kebiasaan tiffany sebelum berangkat kerja. Mengunjungi tunangannya dan memastikan ia sudah makan dan minum obat.

“Morning changiya” siwon mencium tiffany sekilas.

“Kenapa makannya kau biarkan menganggur oppa?” tanya tiffany saat melihat nampan yang berisi sepiring nasi dan segelas susu. Oh dan jangan lupakan, berbagai macam obat.

“Aku menunggu seseorang” kata seseorang disini sudah dapat ditebak fany. Ya harus diakui memang tunangannya akan manja padanya, dan intensitasnya bertambah saat sedang sakit.

Tiffany mengambil tempat disamping tunangannya, dan membantunya duduk bersandar pada ranjang. Setelah itu, dengan telaten tiffany menyuapkan sendok demi sendok nasi pada siwon. Sambil diselingi siwon yang berulang kali mengatakan cukup. Tapi tak sekalipun digubris oleh tiffany,

“Nah oppa, aku berangkat kerja dulu. Jangan khawatir aku akan disini saat kau terapi” pamit tiffany saat selesai melayani siwon.

“Perusahaanmu sedang sibuk Fany-ah. Kau fokuslah bekerja, aku tidak enak pada aboenim”

“Gwenchana, appa sudah mengerti” dan setelah itu tiffany sudah pergi dari hadapan siwon dan menuju kantornya.

*end Author POV*

*Siwon POV*

Entah sudah berapa kali aku bolos dari perusahaan appa. Sebenernya hari ketiga setelah kejadian aku pingsan, aku sudah merasa baikkan. Tapi Teuki Hyung melarangku untuk pergi. Dan sampai saat ini aku masih harus menjalani terapi berkelanjutan untuk menyembuhkan penyakit yang aku sendiri lupa namanya. kulihat di bawah sudah datang rombongan Dr. Kim, yang berarti sebentar lagi terapi menyakitkan itu akan dimulai. Tapi beberapa hari ini aku tidak merasa sakit yang berarti. Mungkin itu karena Fany yeojachingu-ku yang setia menemani terapi ku.

“Anneyong Haseyo Tn Muda, bagaimana kabar anda hari ini?” tanya Dr. Kim berbasa basi.

“Sudah baikkan, ini berkat anda Dr. Kim” Aku menjawab seraya tersenyum.

“Ini belum selesai Tn Muda, anda masih harus menjalani 2 tahap terapi lagi”

“Ya aku tau”. Dr. Kim tersenyum sejurus kemudian peralatan terapiku sudah siap. Tapi, Hey.! Dimana Fany.

“Hai Oppa, maaf telat, aku harus mengantar Eomma tadi” suara merdu yang tak asing bagiku. Aku hanya tersenyum dan kemudian dia mendekatiku sesaat sebelum terapi dimulai.

*end Siwon POV*

*Tiffany POV*

“Ini belum selesai Tn Muda, anda masih harus menjalani 2 tahap terapi lagi” samar-samar kudengar suara dr. Kim

“Ya aku tau” miris sekali mendengar siwon oppa berkata seperti itu.

“Hai Oppa, maaf telat, aku harus mengantar Eomma tadi” tak ingin ia mulai terapi sendirian aku segera masuk ke kamarnya. Dan kemudian mendekatinya sesaat sebelum terapi dimulai.

Untuk memulihkan kondisi Siwon oppa, ia harus menjalani terapi dalam 3 tahap. Dan ini adalah tahap pertamanya. Sejauh ini reaksi tubuhnya cukup baik. Terbukti dari hasil yang diperoleh setelah terapi. Meskipun belum bisa dikatakan sembuh sepenuhnya. Ini adalah terapi ke tiga yang Siwon oppa jalani. Sungguh aku ingin semua ini cepat berakhir. Sebenarnya siwon bisa pergi ke luar negri untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. Tapi ia menolak untuk beberapa alasan. Setelah melewati proses terapi yang menyakitkan, aku mencoba untuk menghiburnya.

“Ayolah changiya, aku masih bisa berjalan. Apa harus dengan kursi roda?” rajuknya saat kami akan jalan-jalan di halaman rumah kel. Choi ini.

“Oppa memang masih bisa berjalan, tapi aku tau oppa masih terhuyung saat berjalan karena selama 2 hari oppa tidur terus”

“Tapi aku akan terlihat semakin lemah” jawabnya

“Oh ayolah Siwonnie, jangan merajuk. Atau kita tetap dikamar”

“Andwe. Aku sudah hampir mati kebosanan. Arra aku akan menggunakannya” akhirnya siwon oppa mengalah. Sebelumnya aku memakaikannya mantel dan syal untuk melindungi siwon oppa dari hawa dingin. Aku tidak ingin asmanya kambuh disaat yang tidak tepat

Semilir angin sore berhembus perlahan menerpa wajahku. Aku memejamkan sejenak mataku. Semenjak siwon oppa sakit hari-hariku terasa lebih berat. Jika saja aku bisa bertukar posisi dengannya, akan kulakukan. Aku sangat tersiksa melihatnya kesakitan.

“Fany-ah..” panggil siwon

“Ne oppa.? Apa kau kedinginan?” jawab fany

“Ani. Menurutmu apa aku bisa sembuh?” sebuah pertanyaan retorik dari siwon. Aku berusaha mengatur nafas. Jujur aku ingin menangis saat siwon hampir putus asa seperti saat ini. Ku menggenggam tangan siwon yang mulai dingin.

“Tentu oppa. Aku percaya tuhan akan memberikan kesembuhan pada oppa”

“Aku ragu fany. Aku tau tidak banyak orang yang bisa kembali normal setelah menderita penyakit ini. Aku akan cacat fany” lirih siwon oppa yang hampir seperti nada keputus asaan. Aku memeluknya berharap dapat memberi sebuah kekuatan. Aku tak bisa berkata apa-apa saat ini. Kami berdua diam dalam fikiran masing-masing dalam beberapa saat.

“Hmm… sepertinya udara sudah semakin dingin. Kajja oppa harus makan dan minum obat.” Tiffany mendorong kursi roda yang siwon duduki. Siwon oppa menatap miris keadaannya sekarang.

*end Tiffany POV*

*Author POV*

Malam harinya Keluarga Choi merayakan anniversary Leeteuk dan Jessica. Pasangan itu rencananya akan menikah setelah natal. Namun melihat kondisi saat ini, tidak menutup kemungkinan untuk menundanya. Mereka mengadakan BBQ party di halaman rumah mewahnya. Teuki dan Jessica mengenakan baju senada yang membuat semua orang terkesima. Sedangkan Siwon dan Fany memakai setelan polo santai yang cassual namun elegan. Dan terakhir, The Cutest Couple ever Jiwon-Kyuhyun berpakaian paling santai diantara hyungnya.

Semua larut dalam suasana malam yang indah itu. Fany, Jiwon dan Sica membantu para Maid menyiapkan. Sedangkan para namja, bercengkrama sambil melihat para yeoja mempersiapkan semuanya. Benar-benar menyenangkan.

“Fany, aku sudah lama merindukan saat seperti ini” Sica berkomentar sambil mengisi gelas dengan anggur murni dari belanda.

“Me too sica onnie, aku sungguh lelah seminggu ini mengurus sekolah. Belum lagi Siwon oppa” Jiwon berceloteh riang sambil asyik dengan BlackBerrynya.

“Memang kenapa dengan Siwon oppa?” tanya Fany sedikit menyelidik karena melihat sesorang di belakang Jiwon.

“Siwon oppa kan sakit Fany eonnie, jadi aku sebagai adiknya harus merawat oppa sok sibuk yang….” Jiwon ngedumel tidak jelas. Dan sedetik kemudian Jiwon berteriak kegelian karena ulah Siwon yang menggelitiknya.

“Oppa hentikan. Kyaaaa…” Suara Jiwon sukses membuat teuki dan Kyuhyun kaget. “Lanjutkan bicara mu Nona Choi” Siwon belum mengehntikan gelitikannya pada Jiwon.

“Miiaa..nn op..oppaa. Hwaa hentikan oppa…” Jiwon kegeliann hingga tak sadar menabrak maid dan jatuh. Tapi, Hell adegan romantis dmulai. Kyuhyun dengan sigap menangkap Jiwon dan membuat orang disekitarnya menahan nafas.

“Be careful baby” bisik Kyuhyun sambil tersenyum evil.

“Ehmm…” suara teuki mengakhiri adegan tersebut dan mendaratlah sebuah jitakan di kepala Siwon, Jiwon dan Kyuhyun *padahal udah nolong ya*

“Kau Siwon sbg hyung harusnya tidak betindak seperti tadi. Bagaimana jika tidak ada Kyuhyun Jiwon bisa terluka. Sedangkan kau Jiwon, hormat sedikit pada oppamu. Dan kau Cho Kyuhyun, jangan mencari kesempatan terhadap saengku.” Teuki berdiplomasi eh salah memberi nasihat kepada orang tersebut sedangkan sica dan Fany hanya bisa menahan tawa.

Saat menyantap hidangan pun tiba. Semua larut dalam kegembiraan malam itu. Mereka menikmati BBQ dengan wajah ceria, seperti sedang merasakan BBQ terenak di dunia. Setelah selesai mereka menuju ruang tengah untuk bersantai. Sang Ahjuma-kepala maid dikeluarga Choi-datang memberi tahu kalau Choi Kiho ayah dari Choi siblings menelfon. Dan ingin bicara dengan teuki. Segera saja yang bersangkutan mengangkatnya.

“Apa kau bahagia hari ini nona hwang?” tanya siwon saat mereka sedang berbincang di balkon

“Ne, sangat bahagia. Aku sudah membayangkan bagaimana jika kau yang memakaikan kalung seperti yang dilakukan Teuki oppa pada Jessica eonie Tuan Choi”

“Bagaimana kalau aku tidak bisa?” pertanyaan siwon membuat tiffany mengerutkan keningnya.

“Maksud oppa?”

“Bagaimana kalau aku tidak bisa melakukan hal itu?”

“Mengapa tidak?”

“Dengan kondisiku seperti saat ini, mungkinkah kau akan bahagia fany-ah? Aku hanya takut semua kebahagianmu terenggut untuk__”

“Aku tidak melihat oppa dari sisi manapun. Aku mencintai seorang Choi Siwon. Mencintai semua yang ada pada dirinya” sebelum siwon menyelesaikan kata-katanya, tiffany sudah menciumnya lembut. Aneh untuk dilakukan oleh seorang yeoja, namun sebagian darah amerika mengalir pada gadis pirang tersebut.

“Gomawo Fany-ah jeongmal gomawo”

*end Author POV*

*Jiwon POV*

“Dengan kondisiku seperti saat ini, mungkinkah kau akan bahagia fany-ah? Aku hanya takut semua kebahagianmu terenggut untuk__”

“Aku tidak melihat oppa dari sisi manapun. Aku mencintai seorang Choi Siwon. Mencintai semua yang ada pada dirinya” sebelum siwon oppa menyelesaikan kata-katanya, tiffany eonnie sudah menciumnya lembut.

“Gomawo Fany-ah jeongmal gomawo”

Hati saudara mana yang tidak miris mendengar nada keputus asaan kakaknya. Aku mengerti dengan perasaan siwon oppa sekarang. Mungkin jika aku ada dipisisinya saat ini yang kulakukan hanya menangisi keadaanku.

“Hey, what’s wrong?” kutelahkan pandanganu

“Nothing,” jawabku singkat.

“Aku mengenalmu Nona Choi, tell me” desaknya

“Arra, you understand me so well kyunie”

“Hey panggil aku oppa, tidak sopan”

“Tsk, baiklah Cho Kyuhyun oppa” aku mulai menceritakan semua yang mengganjal. Ternyata sebuah ide pun muncul untuk mengembalikan, ah ralat menghibur siwon oppa.

“Sepertinya sebuah ide baru saja singgah di kepalaku oppa”

“Apa itu?” aku menyuruhnya mendekat dan membisikkan sesuatu.

“Aiigo, sepertinya kalau sedang jatuh cinta dunia serasa milik berdua ya fany” oh god, siwon oppa datang di saat yang tidak tepat.

“Seperti kau tidak saja hyung” haha kena kau oppa

“Oppa aku pinjam Fany eonnie sebentar ya. Aku ingin meminta bantuannya untuk memilihkan busana yang pas untuk pesta ulang tahun temanku nanti malam”

“Mwo? Kau sudah fashionista jiwon. Apa gaun dilemari kacamu sudah tidak ada yang berminat?” sepertinya fany eonie sedikit curiga.

“Eh? Bukan begitu.. tapi__”

“Arra. Fany temanilah nona muda kita. Kurasa ia tak hanya ingin minta pendapatmu tentang fashion hanya untuk pergi ke pesta.” Sial. Oppa ku yang satu ini awas saja dia

“Haha, kajja. Kita buat kyunie mu tidak berkedip dan lupa bernafas”

“Eooniie.!” Sepertinya ketiga orang disini kompak membuatku malu. Baiklah, Choi Jiwon, hwaiting, demi oppa mu.

*end Jiwon POV*

*Siwon POV*

“Oppa maaf, hari ini aku harus memeriksa laporan keuangan di kantor appa.”

Itulah pesan singkat yang fany kirimkan padaku. Kesal? Tidak. Hanya saja tidakkah ia ingat sekarang hari apa.? Rabu oke, benar. Maksudku ini adalah anniversary kami. Dan jujur mood ku sudah dibuat hancur oleh semua orang. Tidak ada yang memberi selamat sama sekali. Menenangkan diri dengan berkeliling kota Seoul sepertinya ide yang bagus. Kini aku sudah tak memerlukan kursi roda lagi untuk bergerak. Hanya menggunakan sebuah kruk yang membantu menjaga keseimbangan saat aku berjalan.

“Mari saya bantu tuan muda” kata Pak Tan saat aku hendak masuk ke mobil

Tujuanku adalah kawasan Gangnam. Entahlah aku ingin mengunjungi salah satu departemen store keluargaku. Sekaligus ingin membeli sesuatu untuk Fany, walaupun aku tidak yakin bisa memberikannya hari ini.

“Selamat datang Choi sajangnim, adakah yang yang bisa kami bantu?” tanya salah satu staffku

“Aku hanya ingin melihat-lihat saja. Bagaimana keadaan selama aku tidak ada?”

“2 hari di awal anda absen, saham kita anjlok tuan, investor ragu dengan CEO baru yang menjabat sementara”

Aku menyerngit “Lalu bagaimana?”

“Sajangnim tidak perlu khawatir. Setelah mereka tau siapa CEO itu saham kembali stabil bahkan sempat mengalami peningkatan nilai beli”

“Benarkah? Nuguya?” tanyaku

“Seorang yang cukup berarti untuk sajangnim”

“Ne?” aku dibuat bingung sendiri. Namun staffku tersebut hanya tersenyum. Waktu terasa begitu cepat, tanpa kusadari malampun tiba. Aku memutuskan untuk istirahat sebentar di salah satu foodcourt sambil memesan waffle dan espresso. Kuedarkan pandanganku. Sampai retinaku menangkap sosok yang tidak asing.

Itu Tiffany.!

Tapi siapa yang bersamanya? Seorang namja..??

Karena terlalu terkejut aku langsung bangkit dari tempat duduk dan hendak melangkah tanpa menggunakan kruk….

BRAK…

Oh choi siwon kau sungguh menyedihkan. Beberapa orang membantuku berdiri, setelah berterima kasih aku langsung meninggalkan tempat itu. Saat hendak menyusul orang yang kalau tidak salah fany itu, tiba-tiba seluruh lampu disekitar tempatku padam. Oh tuhan apa sebeginikah kau menguji aku? Tapi anehnya ada secercah cahaya yang membentang lurus menuju kawasan terbuka departemen store ini. Aku bisa melihat sekumpulan orang berdiri disana

DUAR…DUAR…DUAR..

Letusan kembang api menghiasi langit untuk beberapa saat. Setelah menyesuaikan dengan cahaya aku bisa melihat..

“Teuki hyung, Jiwon, Sica dan kyuhyun” gumamku. Dan sedetik kemudian seorang yeoja berambut pirang muncul dengan dress panjang yang anggun. Tiffany.

“Happy anniversary oppa” ucapnya lembut. Aku masih sulit untuk mencerna semua ini. Apakah mereka yang melakukan ini? Membiarkanku sendiri dirumah dan menyiapkan sebuah kejutan? I can’t believe it

“Apa kau tidak menyukainya siwon hyung?” suara kyuhyun membawaku kembali dari lamunanku.

“Tidak ada alasan bagiku untuk menolak ini semua. Hanya saja otakku serasa berhenti bekerja dengan semua ini” tiffany memelukku.

“Maafkan kami, tapi sepertinya ini berhasil membuatmu tersenyum bukan oppa?” aku mengangguk dan membalas pelukannya. Tiba-tiba ia melepas pelukannya

“Oppa, kau kenapa?” tanyanya sambil memperlihatkan lenganku yang memar dan mengeluarkan sedikit darah

“Oh.. err tadi aku sempat terjatuh saat di food court”

“Tejatuh?” ups sepertinya aku salah bicara.

“Bukan hal yang serius, aku hanya lupa menggunakan kruk saat akan berjalan. Oh ya fany aku punya sesuatu untukmu” aku mengeluarkan sebuah kotak dari dalam kantong jas ku.

“Mungkin ini sangat tidak romantis, tapi lihatlah benda itu saat kau rindu padaku”

Aku memberinya sebuah kotak musik kecil.

“Gomawo oppa, aku juga punya sesuatu untuk mu” kemuadian staff yang menemaniku tadi membawa sebuah kotak.

“Apa ini?”

“Bukalah oppa,” aku membukanya. Sebuah syal berwarna abu.

“apa kau membuatnya?” tanyaku. Fany hanya mengangguk lalu memakaikannya.

“sebenarnya ini bisa selesai dalam waktu 1 bulan. Tapi berhubung aku sibuk dengan hyundai, maka baru terselesaikan setelah 3 bukan”

“Tunggu? Hyundai maksudmu?”

“Tiffany lah yang menghandle perusahaan ini selama kau sakit siwon.” Pernyataan teuki hyung membuatku terkejut.

“Ini lah orang yang saya ceritakan tuan, bukankah dia adalah orang yang berarti dalam hidup tuan?” kata staffku.

Aku memeluk tiffany erat. Entahlah lidahku terasa kelu untuk mengeluarkan sepatah kata. Semua yang dilakukan Tiffany membuatku semakin beruntung memilikinya. Yeoja cantik anggun dan dewasa. Aku mencintainya, sangat.

“Saranghae Tiffany” aku mendekatkan wajahnya dan

“Ehm… bisakah kalian melakukannya di tempat yang lebih privasi?”

“Apakah sifat evil kyuhyun menular padamu jiwon?” tanyaku

“Mwo? Hyaa..harusnya oppa berterimakasih karena akulah yang memberikan ide ini” aku menatap tiffany. Ia hanya tersenyum

“Tapi hanya sampai membuatmu kesal dan mati kebosanan oppa. Sisanya adalah ide Tiffany Eonie” urgh.! Kalau saja tiffany tidak cepat menahan lenganku pasti sudah tamat si jiwon.

“Sudahlah, Sica,Jiwon dan kyuhyun ayo kita pulang. Biarkan Siwon dan Fany menghabiskan waktunya berdua”

“Kajja.” Dan akhirnya hanya aku dan tiffany yang menikmati dinner romantis ini.

*end Siwon POV*

*Author POV*

Siwon dan Fany menikmati keindahan langit malam. Ini adalah malam yang sangat indah dan berkesan bagi keduanya.

“Apa kau bahagia?” tanya siwon

“Selama disampingmu, aku selalu bahagia oppa”

“Jeongmal saranghae, Stephanie Hwang”

“Nado saranghae Andrew Choi” dan detik berikutnya mereka berciuman lembut dan semakin lama semakin panas. Mereka melepas tautan mereka saat pasokan oksigen semakin menghimpit paru-paru mereka.

DRRT…DRRRT..DRRTT

Siwon segera meilihat smartphonenya yang bergetar. Dan seketika rahangnya mengeras.

“Something happen in Manhattan, Fany-ah…” ujarnya bergetar.

 

 

TBC

Udah belum sifany momennya? Molla.. i think this part ist not logic and too much drama. So i need you comment. Aku gak akan tau keinginan kalian kalau kalian gak bilang, so commen aja apa yang kalian mau, kritik, saran, pertanyaan seputar part yang gak nyambung. Apa ini terlalu sedikit.? Oh tidak ini sudah 2000 kata lebih dan kalau kepanjangan kan bosen juga. Sekian dulu yaah.. anneyoung readers ^^

Oh ya ini juga di post di blog pribadiku viethachoi.wordpress.com sama sih Cuma bedanya disana lebih banyak pictnya.

Vietha Choi__

23 thoughts on “[Re-Post] Love in Hurts Part 2

  1. merasa pernah baca🙂 ternyata emang uda prnah dipost di blog author sendiri sblmnya..
    ehhm.. idenya oke, tapi aku merasa cara kamu nyeritain ky terlalu maksa..
    untuk ff selanjutnya mgkin bisa lebih dibikin smooth.. jangan semua ide langsung ditumplekin ke dalam satu moment..

  2. Lupa lupa inget bacanya thor,
    tapi tetep aja gak pernah bosen kalo SiFany yg jadi cast nya😀
    Siwon kasian banget tuh,.. T_T
    Tiffany baik banget sama Siwon
    So Sweet deh,.. ><

    ditunggu next part..
    fighting..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s