[Re-Post] Love In Hurt Part 5-End

Love in Hurts-5

Love in Hurts

Author : Vietha Choi

Genre : Sad, Angts, Romance, Brothership, Family(?) and Happy Ending

Main Cast : Choi Siwon, Stephanie Hwang, Park Jungso, Kyuhyun, Choi Jiwon

Ratting : PG-15

***

*Tiffany POV*

Aku terkesan dengan tanggung jawab Siwon pada pekerjaannya. Saat sakit seperti sekarang pun ia masih bekerja layaknya orang normal. Menandatangi setumpuk dokumen, memeriksa laporan keuangan, bertemu relasi bisnis dan lain sebagainya ia lakukan dengan serius dan memuaskan. Tapi ia melakukan semuanya di rumah. Ini juga permintaanku agar ia tidak terlalu memforsir tenaganya.

“Oppa, apa kau tidak lelah?” tanyaku saat mengunjungi rumahnya pada jam makan siang.

“Anniyo changi, sebulan lebih bermalas-malasan membuatku rindu dengan semua ini” candanya. Saat ini ia sedang memeriksa laporan stok barang akhir tahun perusahaannya.

“Baiklah tuan choi. Siapa yang tidak tahu sifat aslimu hmm?” aku memeluknya dari belakang. Ia tersenyum dan fokus dengan pekerjaannya.

Aku memang bukan lagi gadis 17tahun yang akan merengek pada kekasihnya saat tidak diperhatikan. Tapi pengecualian, saat ini mood ku sedang tidak dalam kondisi baik. Pekerjaan di kantor yang menghimpitku saat akhir tahun seperti ini, ditambah lagi sikap siwon yang mengacuhkanku sejak tadi. Arghhh kuputuskan untuk meninggalkannya.

“Kau mau kemana Fany-ya?” tanya siwon saat aku akan keluar dari ruang kerjanya.

“Makan siang. Lagi pula aku tidak mau menghabiskan waktu makan siangku untuk berdiam diri seperti ini” ketusku. Ia mendekatiku dan menarik lembut tanganku.

“Kau marah Nona Hwang?” ucapnya innocent

“Tidak”

“Yes you do. Ayo makan siang bersama.” Dan sekali lagi ia sukses membuatku luluh dengan tatapan dibalik kaca mata minusnya yang cukup tebal. Oh mata indah itu. Yang selalu mengagumkan dan membuatku terpana.

“Tunggu.! Biar aku yang melakukannya” kata siwon saat aku akan menyuapkan sesendok sup kimchi ke mulutku. Akhirnya ia menyuapiku. Oh sungguh makan siang yang….eerr romantis. Setelah selesai akupun harus segera kembali ke kantor.

“Nanti malam jangan lupa datang. Teuki hyung sepertinya ingin menyampaikan sesuatu yang penting.” Ingatnya saat kami akan berpisah

“Ne, bye. Sampai jumpa nanti malam”

*end Tiffany POV*

*Author POV

Dugaan siwon benar. Teuki memang akan menyampaikan sesuatu yang penting malam ini. Hal menyangkut hubungannya dengan Jessica. Dan itu adalah rencanya menikah dalam waktu dekat ini. Sebelumnya mereka sudah berdiskusi dengan keluarga masing-masing dan mendapat restu. Namun karena kesibukan kedua keluarga, jadilah mereka diberi kepercayaan untuk mengatur pernikahannya sendiri. Maka dari itu Leeteuk dan Jessica membutuhkan bantuan dongsaeng-dongsaeng mereka.

“Kami berencana akan menikah akhir tahun ini” kata teuki mantap

“Jinja hyung?” tanya siwon tak percaya

“Ne, itupun kalau kau tidak keberatan Siwon”

“Aku?”

“Ya, kami akan menunda pernikahan kami jika kau keberatan karena masih harus menjalani terapi.” Kata Jessica

“Oh tidak, tidak. Justru kalian akan menjadi motivasiku untuk pulih. Karena aku ingin segera menyusul kalian dengan Tiffany” ucapan siwon membuat semua orang disana tertawa. Sedangkan tiffany hanya menunduk malu.

“Baiklah, tapi sebelumnya kami membutuhkan bantuan kalian.”

“Kami siap eoni, selama kami bisa membantu” sahut Jiwon

“Terima kasih” jawab Leeteuk dan Jessica.

Tugas Jiwon adalah membantu Jessica merancang busana pernikahan. Sedangkan Tiffany mengatur segala keperluan resepsi maupun gereja. Mereka semua kompak menjalankan tugas masing-masing. Tak terasa, tinggal seminggu lagi sebelum pengikatan janji suci Teuki dan Sica

“Apa eonie takut?” tanya Fany pada Sica

“Itu pasti, namun aku berusaha menekannya”

“Gwenchana, semua pasti baik-baik saja.” Tiffany mengelus lembut tangan sica. Mencoba mengalirkan ketenangan.

Seoul, 20-12-2012

Suasana salah satu hotel berbintang di Seoul nampak meriah dengan warna putih dan biru muda sepanjang hari itu. Hiasan bunga segar memenuhi ballroom, karpet merah terbentang bagai jalan raja dan ratu, beberapa foto pre wedding yang anggun dan tidak terkesan sok mesra dipasang dibeberapa titik ruangan itu. Musik pengiring yang merdu mengalun lembut sejak tadi. Para undangan berbaur memberi selamat pada keluarga.

Di seluruh ruangan, panitia wedding organizer sibuk memastikan perhelatan megah itu berlangsung sempurna. Mereka memastikan semua tamu, termasuk tamu-tamu kehormatan seperti Presdir, Mentri maupun tokoh lain mendapat perlakuan yang seharusnya. Pasangan pengantin itu terus tersenyum sambil terus menerima ucapan selamat dari hadirin. Choi Leeteuk nampak tampan dan Jessica nampak cantik. Mereka seperti putri dan raja semalam.

Sedangkan di bagian lain ballroom tersebut, Siwon dan Tiffany masih asik mengobrol. Mereka juga larut dalam hingar bingar pernikahan si sulung keluarga Choi.

“Jadi bisa dong ya?” tanya siwon sambil mengangsurkan segelas minuman dingin pada Fany

“Bisa apanya?” tanya Fany, matanya mengawasi petugas catering yang sedang menata hidangan

“Menikah dua atau tiga bulan lagi” ujar siwon sangat pelan. Takut terdengar orang yang berada di dekatnya

“Is up to you Siwon. Bukankah tanpa kau tanyapun sudah tau jawabanku?”

Siwon tertawa geli “Oke oke, if you ready how if tomorrow?”

“Oh siwon, go away” Fany merasa sebal dengan candaan siwon.

“Siwon, please…” Fany memohon ketika dilihatnya Jiwon dan Kyuhyun sedang memperhatikan mereka. Siwon pun tersenyum tak tega dan meninggalkan tempat itu.

Setelah selesai bersalam-salaman kedua belah keluarga bersiap berfoto. Setelah itu Jessica membisikan sesuatu pada teuki. Rupanya tiba saat acara pelemparan buket bunga.

“1..2..3..Hup.!” suara announcer menggema.

Tanpa disangka tiffany menangkap buuket bunga tersebut. Menurut cerita, orang yang menerima bunga itu akan menyusul ke jenjang pernikahan berikutnya. Apa mungkin….

Jeju Island, Seoul. December, 11 2013

“Apa kau bahagia?” tanya seorang pria sambil melingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping seseorang

“Tidak lebih bahagia saat mendengarmu mengucapkan janji suci” yeoja tadi berbalik dan memeluk pria yang sudah resmi menjadi suaminya sejak kemarin.

“Jeongmal Saranghae Choi Mi Young”

“Nado Saranghae Choi Siwon” dan perlahan Siwon mencium lembut bibir Fany. Saat ini mereka sedang menghabiskan waktu honey moon mereka di Pulai Jeju setelah melangsungkan pesta pernikahan di Seoul.

Fany berhasil mencapai puncak karirnya dan posisi manager tepat sebulan yang lalu. Dan ia seperti mendapat hadiah yang silih berganti datang. Fany merasa sangat bahagia. Dan seperti belum berakhir, Choi Siwon, namja yang menjadi kekasihnya datang untuk menyaksikkan pelantikannya. Kebahagiaan Fany bertambah saat siwon membuat sesuatu yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

 

FLASH BACK

Hari ini adalah hari dimana Fany akan dilantik sebagai manger baru perusahannya. Ia bangga, sudah berhasil mewujudkan keinginan kekasihnya. Meski ia sendiri sedikit sedih karena tak mendapat ucapan selamat dari Siwon. Padahal ia sudah memberitahunya dan pastinya siwon sudah tau. Tapi hingga Fany memasuki ballroom tempat acaranya berlangsungpun siwon belum memberi kabar.

“Hey, mengapa murung begitu?” tanya Kyle, salah satu teman Fany.

“Ah ani, hanya saja aku sedang menunggu sesorang”

“Memangnya siapa?” tanya Kyle lagi

“Tenang eon, Siwon oppa akan memberimu selamat”

“Jiwon?” kaget Fany saat melihat Jiwon sudah berada di belakangnya. Bukan, bukan karena bagaimana caranya ia bisa memasuki tempat ini. Karena hal itu adalah hal mudah bagi anak salah satu relasi perusahaan ini.

“Ne eon ini aku. Selamat atas pelantikanmu”

“Gomawo” ucap Fany sambil memeluk Jiwon. Tanpa ia sadari sebulir air mata sudah meluncur bebas dari matanya. Entahlah hanya saja ia ingin menangis untuk saat ini. Sedih, kecewa, bahagia dan haru menjadi satu. Semua bebannya serasa lepas saat ia memeluk adik tunangannya itu.

“Uljima, make up mu luntur eon. Kajja sepertinya acara akan segera dimulai” dan

merekapun segera menuju tempat acara.

Saat nama Fany dipanggil, tepuk tangan terdengar paling meriah. Setelah

Iamaju untuk pelantikan, mendadak seluruh lampu diruangan itu padam. Dan beberapa saat kemudian, lampu sepanjang pintu masuk ruangan tersebut menyala. Ketika pintu tersebut dibuka, menampilkan seorang pria tampan tersenyum dengan membawa sebuket mawar putih. Perlahan ia melangkah mendekati podium.

“Mungkin ini terkesan norak, tapi apakah kalian keberatan jika aku ingin berbagi kebahagian dengan semuanya yang disini?” Choi Siwon datang dengan balutan tuxedo rapi dan telah merancang ini semua.

Ia mendekati Fany kemudian sedikit demi sedikit fokus cahaya hanya kepada pasangan itu.

“Tiffany Hwang, terima kasih sudah berhasil mewujudkan keinginanku. Tetap setia berada disampingku saat aku terpuruk. Dan sekarang aku yakin, would you marry me Hwang Mi Young?”

“Ne.. I.. do” jawab Fany dengan suara bergetar menahan tangis haru. Tepuk tangan membahana di ruangan tersebut. Semua yang ada disana menjadi saksi pasangan ini.

End of Flash Back

Dan setelah kejadian itu mereka mulai menyiapkan segala sesuatu sebelum pernikahan mereka. Konsep pangeran dan putri menjadi pilihan pasangan ini.

*Fany POV*

Siapa yang menyangka aku akan resmi menyandang status sebagai Ny. Choi? Istri dari lelaki yang tidur disampingku. Aku bahagia. Sangat bahagia, ini seperti mimpi. Aku melewatkan bulan madu ku selama seminggu. Karena aku dan siwon sama-sama akan bersikap profesional terhadap pekerjaan yang sudah menunggu.

Siwon oppa menjabat sebagai Presiden Direktur perusahaan keluarganya. Dan pagi ini kami mulai aktifitas masing-masing. Sepertinya siwon oppa masih karena kami baru tiba di seoul tadi malam.

“Oppa, irreoa. Ppali, kau tak ingin terlambat bukan?”

“Eunggh..” lucu juga ekspresinya saat bangun tidur.

“Ayo bangun, aku akan buat sarapan untuk kita” kataku sambil membuka tirai apartemen kami. Sebenarnya kami tidak ingin tinggal di apartemen, namun berhubung rumah yang akan menjadi tempat tinggal kami sedang dalam tahap finishing jadilah kami harus tinggal sementara disini.

“Kau tidak ingin memberiku morning kiss?” katanya seperti seorang anak kecil yang merengek ingin dibelikan permen

“Aish, kau belum mandi oppa”

“Hmm arra,” akhirnya ia bangkit dan mengambil handuk kemudian segera mandi. Akupun turun untuk menyiapkan sarapan.

Tidak sulit untuk membuatkan seorang Choi Siwon sarapan. Ia tidak bisa makan makanan padat saat sarapan. Hanya pancake atau waffle ditemani segelas esspresso. Itu adalah menu WAJIB.

“Morning yeobo” katanya sambil memberiku ciuman singkat

“Morning oppa,”

“Apa hari ini kau bekerja?” tanyanya sambil mengambil selembar pancake

“Tentu, tapi agak siang karena aku harus meninjau lapangan”

“Oh begitu, bagaimana kalau nanti malam kita ke rumah appa?”

“Ide bagus, aku juga sudah merindukan Jiwon”

“Baiklah, kalau begitu aku berangkat dulu. Hati-hati” aku mengantarnya sampai di depan pintu apartemen kami.

“Oppa, wait..!” aku menghentikan langkahnya dan segera menghampirinya

“Terima Kasih” ucapnya saat aku selesai membenarkan letak dasinya.

“Ne , hati-hati oppa”

*End Fany POV*

*Siwon POV*

Kebahagiaanku semakin lengkap setelah resmi menjadi suami Fany. Ia merupakan sosok istri yang sangat ideal. Ia bisa memposisikan dirinya sebagai wanita karir namun masih bertanggung jawab sebagai seorang istri.

“Oppa, apa semua barang mu sudah kau cek?” tanyanya

“Sudah changiya, aku sudah memeriksanya. Apa kau sudah siap?” ia mengangguk sebagai jawaban. Hari ini kami akan pindah ke rumah baru kami. Tidak baru sih hanya baru selesai saja hehe. Setelah memastikan semua barang sudah terangkut kami menuju rumah yang akan menjadi tempat untuk menata rumah tangga kami.

Tak terasa kami sudah menempati rumah ini selama 3 bulan. Dan pagi ini aku dikejutkan dengan Fany yang terus saja muntah-muntah.

“Fany ah gwenchana? Wajahmu pucat” kataku

“Gwenchana oppa, aku hanya pusing” jawabnya. Tapi saat ia akan keluar dari kamar tiba-tiba ia jatuh pingsan

“Astaga, Fany” aku segera membawanya ke kamar dan menghubungi dokter.

*end Siwon POV*

*Author POV*

Suara tangisan bayi menggema di rumah mewah ini. Choi Jinsin. Putri pertama pasangan Siwon-Fany. Saat Fany pingsan di depan kamarnya, ia dinyatakan positif hamil. Semua keluarga ikut bahagia. Dan sekarang adalah seminggu sebelum hari natal, Fany dan siwon berencana untuk mengunjungi orang tuanya.

“Cup..cup..cup baby sabar ya, eomma sedang mandi. Kajja bermain bersama appa” bujuk siwon pada putri kecilnya yang baru berusia 11 bulan. Dan seolah mengerti Jinsin berhenti menangis.

“Ternyata kalian disini” Fany menhampiri anak serta suaminya tersebut.

“Tadi jinsin menangis, jadi kuajak bermain saja” kata Siwon. Fany kemudian mengambil Jinsin dan menggendongnya.

“Kajja oppa, kita berangkat”

“Ne” mereka pun masuk ke mobil dan segera menuju kediaman keluarga Choi.

Natal kali ini mungkin akan menjadi natal yang bahagia. Selalu terasa lebih bahagia dari natal-natal sebelumnya. Seluruh keluarga Choi berkumpul, Tn. Dan Ny. Choi sengaja datang dari New York untuk melihat putri bungsunya. Juga untuk melihat cucu dari anak kedua mereka. Tak ketinggalan Leeteuk dan Jessica pun mengambil penerbangan terakhir untuk sampai sebelum orang tua mereka yang lebih memilih untuk menggunakan Jet pribadi.

“Aiigo cucu eomma sudah besar” kata ny choi sambil menggendong Jinsin yang tertidur karena kelelahan setelah berceloteh riang sepanjang perjalanan dari rumahnya.

“Eonie mana si kembar?” tanya Fany saat jessica dan leeteuk datang tanpa putra-putra mereka

“Ah, Jinho dan Minho sedang mengambil koper mereka masing-masing. Mereka tidak mau kejadian tahun lalu terulang” lucu rasanya mengingat hal tersebut. Jinho yang tertukar kopernya dengan sang kakak harus menangis semalaman karena mengira boneka tazmanianya tertinggal di Manhattan. Tapi ternyata koper mereka tertukar saat boarding di airport.

“Bogoshipo hyung” peluk siwon pada hyungnya. Maklum mereka sudah hampir 6 bulan tidak bertemu setelah sebelumnya siwon sempat berkunjung ke manhattan.

“Nado siwon, kau terlihat lebih dewasa.” Siwon membalasnya dengan senyuman.

“Eheem…” kyuhyun berdeham untuk mencari seluruh perhatian.

“Kami tau kau ada evil” kata Fany. Dan semuanya tertawa. Jiwon memeluk eomma dan appa yang sangat ia rindukan. Ia lebih memilih mengambil kuliah di seoul dari pada menerima tawaran ayahnya untuk melanjutkan d Amerika.

 

December, 24 2014

Malam natal dirayakan dengan suka cita oleh keluarga Choi. Mereka menghias bersama pohon natal dan meletakkan hadiah masing-masing dibawahnya. Setelah makan malam mereka menuju kamar masing-masing. Tak terkecuali Siwon dan Fany. Mereka malam ini sedang menikmati pemandangan salju pertama yang mulai turun. Pasangan ini duduk di balkon kamar mereka. Sambil Tiffany menyandarkan tubuhnya pada suaminya. Tanpa gangguan si kecil karena sedang di monopoli oleh Jiwon yang pada dasarnya memang suka anak-anak

“Oppa, tidakkah kita seperti sebuah ulat?” tanya Fany yang membuat siwon menyerngit bingung

“Waeyo?”

“Ulat yang awalnya akan tersiksa saat melewati masa kepompong, tapi derajatnya akan terangkat setelah menjadi kupu-kupu yang indah”

“Lalu hubungannya dengan kita?”
“Bukankah, awalnya masalah datang silih berganti? Tak pelik membuat kita hampir putus asa saat kau divonis menderita penyakit oppa. Tapi lihat sekarang, begitu bahagianya kita” jelas Fany pada siwon

“Ne kau benar. Terima kasih sudah bersamaku sampai saat ini. Saranghae my smilely”

“Nado Saranghae my siwonnie”

 

 

END

 

9 thoughts on “[Re-Post] Love In Hurt Part 5-End

  1. Yahhhh ending,,😥
    walaupun singkat tapii bgus thor ceritanya,,aku salut sama fany eonni yang setia bnget sama siwon oppa walaupun siwon divonis mempunya penyakit,,diapun sngat sabar saat merawat siwon oppa,,ahh daebak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s