(AR) Somebody To Love Prolog

Somebody to LoveProlog

StL_poster

Author:

Youngwonie

Cast:

Choi Siwon | Hwang Miyoung

Additional Cast:

Find them in story

Genre:

Romance

Rating:

PG 18

Length:

Series

Disclaimer:

The cast are belong them self, parents and God. I just borrow their name for my story.

The story is mine, so don’t be a plagiator. Keep comment and like if you enjoy this story.

FF ini merupakan sequel dari ‘Sorry, I Love You Oppa’ yang sudah saya janjikan.

Warning : Typo

Summary:

Sehari terasa seperti setahun. Hatiku terus tenggelam karena hanya mencari jejakmu…

 

 

 

“Lepaskan aku Kyu,,,,Aku tidak mau ikut denganmu.”

“Tidak akan pernah. Kau adalah milikku dan selamanya akan jadi milikku, Tiffany”

“Oppa…”Tiffany terus meronta- ronta agar terlepas dari cengkraman Kyuhyun yang menariknya dengan paksa keluar dari villa.

 

“Tiffany…!!!!” Teriak Siwon.

Ia terjaga dari tidurnya. Mencoba mengatur nafas dan menyeka keringat dingin yang membasahi wajah dan lehernya.Mimpi itu lagi.Selama dua tahun, mimpi tentang Tiffany yang dibawa oleh Kyuhyun tak pernah absen menghantuinya setiap malam. Siwon melirik jam digital yang terletak di nakas. Pukul 2 dini hari.Masih terlalu pagi untuk bangun.Tapi Siwon tidak mungkin bisa kembali tidur dengan tenang setelah mimpi itu datang.

“Mianhae, oppa tidak bisa menjagamu.” Lirih Siwon pada fotonya dan Tiffany yang diambilnya dari nakas di samping jam digitalnya terpasang. Saat itu mereka berselca setelah meryakan hari kelulusan Siwon dari Unversitas.

“Ku mohon, jika kau masih hidup, kembalilah Tiffany.”

***

 

Di lain tempat, sebuah Bar merangkap Casino semakin ramai oleh pengunjung. Seorang waitres berjalan sepanjang lorong menuju ruangan VVIP yang hanya diperuntukkan bagi pemilik dan tamu khusus dari kalangan atas. Ia membawa trolli berisi bermacam- macam minuman beralkohol dan makanan ringan. Setelah sampai di depan ruangan yang dituju, gadis pramu saji itu mengetuk pintu. Setelah mendapat izin, ia masuk membawa serta trollinya. Di dalam ruangan itu hanya ada empat orang.Dua orang laki- laki yang merupakan pemilik tempat itu Kim Junsu dan Kim Junho serta dua orang wanita penghibur yang menjadi pasangan mereka.Junho sedang bermesraan dengan wanitanya di atas sofa.Sedangkan Junsu sedang menari di sudut ruangan dengan wanitanya sambil meraba- raba dan menekan bokong wanita itu.Gadis pramusaji itu menyajikan minuman dan makanan yang dibawanya ke atas meja tanpa sedikitpun menarik perhatian penghuni ruangan itu. Namun, tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah gelas.

Prank!!!

“YA!!Apa yang kau lakukan?” hal itu membuat Junho melotot pada gadis pramusaji berkaca mata itu karena merasa terganggu.

“Maaf, tuan. Saya tidak sengaja.” Gadis itu menatap sekilas mata Junho yang penuh amarah. Lalu ia menunduk kembali karena takut.

“Sudahlah Junho-ah.Biarkan dia membereskannya dan pergi dari ruangan ini.”Junsu menasehati adiknya agar tidak tersulut emosi hanya karena masalah kecil.

“Kau dengar, cepat bereskan dan keluar.”Perintah Junho kemudian.

“Ne, Tuan.”

Dengan cepat pramusaji itu membereskan pecahan gelas dan membawa trollinya keluar ruangan. Alih- alih menuju Bar, gadis itu malah menaruh trollinya di lorong kemudian menuju tangga darurat yang akan membawanya ke atap gedung sambil melepaskan seragam pramusajinya.

Sedangkan di dalam ruangan, wanita yang bersama Junsu menarik diri dari pelukan namja itu.

“Wae?” tanya Junsu dengan raut kecewa.

“Aku ingin ke toilet sebentar, oppa.”Bisik wanita itu.

“Sekarang?”

“Hmm.”

“Baiklah. Cepat kembali atau aku akan menyusulmu dan melaku—“

“Sst, aku mengerti. Aku akan segera kembali. Otte?”

Wanita itu pun masuk ke dalam toilet.Menyalakan kran wastafel, lalu mengambil tas ransel yang ada di dalam lemari handuk. Mengeluarkan sarung tangan dan menurunkan rok mininya dengan hati- hati lalu melipatnya. Berikutnya ia melepas blouse-nya hingga ia hanya mengenakan tank top warna hitam dan hot pants kulit dengan warna senada. Setelah selesai dengan pakaiannya, ia naik ke atas closet, lalu berjinjit untuk menggapai tutup lubang angin dan mengangkatnya. Tidak butuh waktu lama sampai ia naik ke dalam lorong langit- langit dan meninggalkan tempat itu menuju atap gedung.

Di atap gedung, gadis pramu saji tadi menemui seorang pemuda yang sudah menunggunya.

“Ottokhae?”tanya gadis pramusaji kepada pemuda yang sedang berkutat dengan alat- alat canggihnya.

“Selesai.Noona bisa memakai softlens ini sekarang.”

“Geurae.”Gadis pramusaji itu menerima sepasang softlens yang diberikan pemuda itu dan mulai memakainya.

“Bagaimana dengan Bora noona?”

“Sebentar lagi dia juga akan sampai kesini.”

“Ada yang membicarakanku?” Seorang wanita lagi muncul dengan sebuah tas ransel di punggungnya.

“Kau telat dua menit, Bora-ya.”

“Kau pikir merayap di langit- langit itu mudah, Miyoungie?”Bora mendengus sambil berjalan menuju Miyoung dan pemuda itu.

“Ini hadiah untukmu Sehunie.”Bora menyerahkan rok mininya yang dilepas tadi kepada Sehun, pemuda yang menunggunya bersama Miyoung.

“Rok?Apa yang dilakukan bajingan itu padamu?”Sehun kelihatan tidak suka.

“Ya!Apapun itu yang penting kita dapat sidik jarinya.Lakukan saja tugasmu. Jangan cerewet.”

“Arasseo.”

Miyoung terkekeh melihat Sehun yang langsung menurut saat Bora membentaknya.Sehun sedang membuat sarung tangan dengan sidik jari Junsu yang didapat dari rok milik Bora. Satu menit kemudian, ia pun selesai dan menyerahkannya pada Bora.

“Waktu kalian hanya 5 menit. Sistem akan aku matikan dan setelah 5 menit mereka akan menyala kembali. Sebelum itu kalian sudah harus keluar dari ruangan itu.”

“Arra.Kita lakukan seperti biasa.”Jawab Bora sambil memasang tali pengaman pada pinggangnya. Miyoung pun melakukan hal yang sama.

“Kalian siap?”

Miyoung dan Bora mengangguk.Mereka sudah berada di tepi gedung siap untuk melompat.

“Ok, ready—Go!”Setelah aba- aba Sehun, Miyoung dan Bora menghilang menuju salah satu lantai di gedung itu. Lewat lubang angin, keduanya masuk ke ruangan tempat menyimpan uang dan barang berharga pemilik Bar dan Casino.

Bora tidak dapat mengedipkan matanya saat melihat tumpukan uang yang tersusun rapi dalam rak yang berada di sekeliling ruangan itu.Tapi Miyoung mengingatkannya bahwa tujuan mereka bukanlah mencuri uang- uang itu.

Miyoung dan Bora langsung menuju brankas.Dengan softlens yang merekam retina Junho dan sarung tangan yang bersidik jari Junsu, mereka dapat membuka brankas itu dengan mudah.Brankas itu berisi bermacam- macam perhiasan yang nilainya lebih dari jumlah uang yang ada di ruangan itu. Dan yang paling besar nilainya adalah sebuah kalung dengan liontin berlian hitam berbentuk hati yang menjadi target utama pencurian mereka malam itu. Miyoung mengambilnya dan meletakkan ke dalam sakunya.Sedangkan Bora mengambil semua perhiasan di dalam brankas dan memasukkannya ke dalam ransel yang dibawanya.

“Kajja!”Miyoung memberi instruksi untuk meninggalkan ruangan itu.

Sesaat kemudian alarm berbunyi. Petugas keamanan sudah menyadari kalau cctv mereka di kamuflase. Beberapa orang berlari menuju ruangan tempat penyimpanan uang dan brankas.Junsu dan Junho yang mendapat laporan pun langsung ke ruangan itu.Dan betapa geramnya mereka saat melihat brankas mereka yang sudah kosong.Junsu mengamuk dengan menendang rak yang berisi tumpukan uang hingga rubuh ke lantai.

“Cari pencuri itu sampai ketemu!!!!”

***

 

“Won, Wonnie!” Sudah ketiga kalinya Donghae memanggil Siwon yang sejak tadi terlihat seperti berada di alam lain.

“Ye,” Jawab Siwon sedikit kaget.

“Kau melamun?” Tanya Donghae.

“Ani.”Siwon mengelak.Tapi Donghae bukanlah teman yang baru mengenalnya dalam sepuluh hari.Mereka sudah bersahabat lebih dari sepuluh tahun.

“Pasti mimpi itu lagi kan?”tebak Donghae.

Siwon hanya diam. Donghae pun tidak bermaksud menanyakan lebih lanjut padanya.Mereka sedang dalam perjalanan menuju Hyunday World. Hari ini adalah ulang tahun ke dua Hyunday world sekaligus peresmian dua wahana tambahan di dalam taman bermain di Seoul itu.

“Kau sudah baca susunan acaranya?”Tanya Donghae pada Siwon yang sedang sibuk memainkan jarinya di permukaan I pad-nya.Siwon hanya mengangguk.Siwon lebih banyak diam semenjak kepergian Tiffany.Ia hanya bicara seperlunya, bahkan dengan Donghae sekalipun.

Mereka sampai ke lokasi.Donghae dan Siwon berjalan masuk ke dalam Hyunday world disambut beberapa staff mereka.

“Sajangnim, ini pidato pembukaannya.” Sekretaris Siwon memberikan sebuah map kepadanya. Siwon menerimanya.

“Ada lagi?”

“Animidha. Sekarang sudah hampir jam sepuluh. Sebaiknya kita bersiap- siap.”

“Neh. Gumawo Sunkyu-sshi.”

Ulang tahun Hyunday world di rayakan di dalam area taman bermain yang dihadiri ratusan anak yatim dari beberapa panti asuhan yang ada di seoul. Siwon sengaja mengundang mereka untuk bermain secara gratis di semua wahana yang ada di Hyunday world. Bukan hanya bermain, mereka pun boleh menikmati jajanan yang di jual di sana dengan cuma- cuma juga.

Acara pun dimulai, Siwon sebagai CEO yang membuka acara dan berpidato singkat tentang pengalamannya dan ia juga memberi semangat bagi anak- anak yatim yang hadir agar tidak putus asa dalam mencapai cita- cita mereka. Peresmian pun selesai.Anak- anak yang hadir langsung berlari berhamburan menuju wahana bermain yang ingin mereka naiki.

Siwon hanya tersenyum menyaksikan pemandangan itu. Seandainya Tiffany masih di sisinya, ia pasti akan akan sangat bahagia melihat taman bermain rancangannya menjadi taman bermain terbesar di Seoul, bahkan Korea Selatan.

 

Bora dan Sehun sedang duduk di sebuah café di dalam Hyunday World. Siang ini juga mereka akan bertemu dengan pembeli hasil curian mereka.

“Kenapa mereka memilih tempat yang ramai seperti ini?”Ujar Bora sambil menikmati Caramel Coffee-nya.

“Karena tempat seperti inilah yang paling tidak dicurigai oleh polisi.Semakin ramai, penjaga keamanan juga semakin sibuk. Kita tidak akan terlihat.” Tutur Seun.

“Benar juga. Ngomong- ngomong mereka mau datang jam berapa? Kenapa belum sampai juga?”

“Molla.Tidak biasanya klien kita tidak tepat waktu.Kita tunggu saja.”Meskipun berusaha tenang, Sehun merasa ada yang aneh dan perasaannya tidak enak.Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling café. Saat itu Bora sedang menyalakan rokoknya.

“Di sini dilarang merokok.Noona tidak melihat tulisan itu?”Sehun mengambil batang rokok itu dan mematikannya.Bora terpaku.Iapun melihat tulisan di dinding café yang ditunjuk Sehun.

“Menyebalkan.Ya sudah, aku keluar dulu.Kau tunggu saja di sini.Kalau mereka datang panggil aku.”

Bora bangkit dari kursinya dan melangkah keluar café. Saat itu ia berpapasan dengan tiga orang berpakaian serba hitam masuk ke dalam café.

“Aneh sekali, mereka mau ke taman bermain atau pemakaman?” cibir Bora. Namun ia tidak begitu peduli dengan mereka. Ia pun meneruskan niatnya untuk merokok.

Drrrt,,,drrrt….

Ponsel di sakunya tiba- tiba bergetar. Dari Sehun.

‘Noona, cepat pergi.Kita dijebak.BeritahuMiyoung noona.’

Bora kaget.Ia melihat sekilas ke dalam café, tiga orang yang dilihatnya tadi sekarang sedang menggiring Sehun keluar café. Saat mereka berjalan mendekati tempatnya berdiri, Bora langsung berlari mencari tempat sembunyi.

“Sial.Kenapa jadi begini.”

Ia mencoba menhubungi Miyoung sesuai instruksi Sehun.

Tuuuut,,,,tuuuut,,,,,

Miyoung tidak menjawab teleponnya.

“Miyoungie,,,cepat angkat teleponnya.” Lirih Bora masih menunggu jawaban Miyoung.

***

 

Miyoung baru saja keluar dari kamarnya saat ponselnya berdering berkali- kali.

“Yeoboseo,”

‘Youngie, kita dijebak. Mereka bukan klien, mereka orang suruhan Junsu. Sehun ditangkap.Kau harus cepat keluar dari rumah.’

“Mwo? Kau Yakin kal—“ belum sempat Miyoung menyelesaikan pertanyaannya, ia mendengar pintu depan rumahnya didobrak.Miyoung menutup teleponnya.Iamenyambar jaket dan topinya. Kemudian kalung berlian hitam dimasukannya ke saku jaketnya.Tidak ada waktu untuk membawa yang lainnya karena orang- orang suruhan Junsu sudah masuk ke dalam rumah.Miyoung segera keluar lewat pintu belakang.Orang- orang itu melihatnya keluar, lalu mengejarnya.Miyoung terus berlari.Ia memilih melewati pasar tradisional yang dekat dengan lingkungan rumahnya. Keramaian di pasar itu akan menghambat orang- orang Junsu. Kejar- kejaran itu cukup membuat onar di pasar.Karena kesal, pedagang- pedagang di pasar itu menahan sebagian orang suruhan Junsu dan menghajarnya.Sebagian lagi selamat dan terus mengejar Miyoung.

 

Di Hyunday World, Bora mengikuti orang- orang yang membawa Sehun sampai ke parkiran. Ia membawa sebuah batang besi yang ditemukannya di sekitar parkiran. Salah satu dari mereka masuk ke mobil untuk mengemudi.Tinggal dua orang yang menjaga Sehun.Bora yang bersembunyi di belakang mobil di samping mereka langsung keluar dan memukul tengkuk salah satu penjahat itu saat mereka lengah.Penjahat yang satunya menodongkan pistol padanya, namun Sehun berhasil menendang tangannya dan pistol itu terjatuh.Bora kemudian menghajarnya.Sang pengemudi keluar dari mobil untuk membantu teman- temannya.Namun usaha itu digagalkan Sehun yang menghadangnya dan menghajarnya hingga babak belur.Sehun dan Bora segera lari setelah ketiga orang itu tak berdaya.Di luar, mereka menyetop taksi menuju ke rumah.

Sesampainya di sana, mereka dihadapkan pada rumah yang sudah berantakan.

“Miyoungie,,,” Teriak Bora mencari Miyoung. Sedangkan Sehun berkeliling rumah melihat apa saja yang dilakukan orang- orang suruhan Junsu.

“Miyoung tidak ada.Bagaimana ini?”

“Orang- orang itu tidak mendapatkan kalungnya.Makanya tempat ini diacak- acak.Berarti Miyoung Noona berhasil membawa lari kalung itu.Kita cari dia. Mungkin belum jauh.”

“Baiklah.Kajja.”

***

 

“Aku berusaha menyelamatkanmu Siwon-ah.”

“Dari apa?”

“Dari penderitaan yang tak berujung.”

”Aku baik- baik saja Lee Donghae.”

Siwon dan Donghae terlibat pertengkaran yang sudah menjadi rutinitas keduanya selama beberapa minggu ini. Tentu saja dengan topik yang sama. Donghae ingin menjodohkan Siwon dengan teman- teman wanitanya.

Donghae pun memberikan sebuah map kepada Siwon. Siwon membuka map tersebut dan melihat foto seorang gadis beserta profilnya.

“Apa ini?”

“Namanya Jung Soojung. Desainer.Cantik, cerdas, dan dari keluarga terhormat.”

“Lalu?”

“Temuilah dia siang ini.Aku sudah bersusah payah membuat janji dengannya.”

“Aku tidak pernah meminta padamu.”

“Aku sudah bosan dengan tingkahmu Siwon.Tiffany sudah meninggal. Kau harus move on dan mencari penggantinya.”

“Selama mayatnya belum ditemukan, aku tidak akan berhenti berharap.”

“Tapi ini sudah 2 tahun. Sampai kapan kau akan menunggunya? Kau harus bertahan hidup Choi Siwon.”

“Aku bertahan. Kau bisa melihat keadaanku sekarang kan? ”

“Ya.Seperti mayat hidup.Kau hanya menghabiskan waktumu untuk bekerja dan merawat Eommamu.Setidaknya kau harus bersenang- senang Siwon-ah.Nikmati masa mudamu.”

“Sudah selesai?”

“Mwo?”

“Aku sudah janji mengunjungi eomma siang ini.Kalau tidak ada yang mau dibicarakan lagi, aku mau keluar sekarang.”

“Ottokhae?Aku menyerah.Lakukanlah semua sesukamu.Aku permisi.”

Donghae keluar dengan membanting pintu ruangan Siwon.Sedangkan Siwon hanya tersenyum getir menatap kepergian Donghae.Ingatannya kembali pada peristiwa 2 tahun yang lalu. Saat ia dan Tiffany baru saja bersatu dan harus kembali terpisah karena Kyuhyun membawa pergi Tiffany dan mereka mengalami kecelakaan. Tapi mayat Kyuhyun dan Tiffany tak pernah ditemukan.Mereka seperti hilang ditelan bumi.Pencarian yang dilakukan Siwon dengan membayar mata- mata tak pernah membuahkan hasil.

Siwon menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Mengingat hal itu semua membuat ia frustasi. Setelah mengambil nafas panjang, ia pun bangkit dari kursinya dan menyambar kunci mobil dari atas meja. Sesuai perkataannya pada Donghae tadi, ia akan mengunjungi eommanya.

Siwon mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat eommanya, tepatnya eomma Tiffany dirawat.Ia berhenti sebentar di depan toko bunga, ia ingin membeli bunga lili kesukaan eommanya. Di sekitar tempat itu juga, Miyoung sedang berlari menghindari anak buah Junsu yang mengejarnya.Gadis itu berlari dengan kencang.Sampai nafasnya terengah- engah.Ia terpaksa berhenti karena tidak kuat berlari lagi.

Anak buah Junsu terlihat semakin mendekat. Miyoung memutuskan untuk bersembunyi di balik mobil Siwon yang terparkir di depan toko bunga. Dengan keahliannya, ia bisa membuka pintu mobil yang terkunci, ia pun langsung masuk ke dalam mobil tersebut.

“Kemana dia?”Kata salah satu anak buah Junsu yang kesal karena kehilangan jejak Miyoung.Mereka berdiri tepat di luar mobil Siwon tempat Miyoung bersembunyi.Miyoung pun semakin merunduk, berusaha menyembunyikan dirinya di bawah jok belakang mobil.

“Dia pasti belum jauh.Kita berpencar.”Mereka berpencar melanjutkan pencarian Miyoung.

Miyoung yang bersembunyi di dalam mobil dapat bernafas legakarena suara anak buah Junsu tak terdengar lagi. Namun, ia malah mendengar suara mesin mobil yang mulai menyala. Ternyata Siwon sudah masuk dan mulai mengendarai mobilnya.Miyoung pun kebingungan.Ia keluar dari persembunyiannya di bawah jok dengan perlahan. Siwon kaget saat melihat seseorang berada di jok belakang mobilnya.Ia pun menghentikan mobilnya secara mendadak ke tepi jalan.

Brukk!!!

“Aww…appo.”Miyoung memegang keningnya yang sakit karena membentur jok mobil saat Siwon mengerem tadi.

“Siapa kau?” tanya Siwon penuh selidik sambil memperhatikan orang yang kini berada di dalam mobilnya tersebut. Wajah Miyoung tidak terlihat jelas karena terhalang tangan yang sedang memegang keningnya. Apalagi ia juga mengenakan topi. Membuat Siwon semakin penasaran dan was- was.

Miyoung pun perlahan menurunkan tangannya.Siwon membulatkan matanya saat melihat wajah gadis itu dengan jelas.Gadis itu memperlihatkan wajah cantiknya.Mata sipitnya menatap Siwon dengan tatapan ragu.

“Mianhae, aku tadi hanya menumpang untuk bersembunyi.Aku tidak bermaksud jahat pada Anda.Aku juga tidak mencuri apapun dari mobil Anda Tuan.”

Siwon masih diam dalam waktu yang cukup lama.Ia menatap tidak percaya apa yang ada dihadapannya sekarang.

Miyoung yang merasa tidak nyaman dalam keadaan seperti itu, menggerakkan tangannya di depan wajah Siwon untuk menyadarkan namja itu.

“Tuan, Anda baik- baik saja?” tanyanya.Siwon tidak menjawab pertanyaannya.Ia malah dikagetkan dengan aksi Siwon yang tiba- tiba meraih tangannya sambil menggumamkan sebuah nama.

“Tiffany…”

 

To Be Continued….

 

Ok, ini baru prolog jadi segitu aja.

Semoga reader yang udah menunggu merasa terpuaskan dan makin penasaran menunggu Part 1 dan seterusnya yang akan mengungkap setiap misteri dari cerita ini.

Apakah Miyoung adalah Tiffany?

Bagaimana nasib Kyuhyun?

Apakah Siwon dan Tiffany akan bersatu lagi?

 

Anda penasaran????

Saya senang. LOL

105 thoughts on “(AR) Somebody To Love Prolog

  1. Gue udah baca yg sorry i love you oppa dan baru tau kalo ada sequelnya😂 itu pasti tiffanyyy. Mudahan ajaaa. Eh tapi bisa aja bukan ya, duhh.

  2. Author,ini lanjutan dari ffnya Sorry I Love You Oppa ya kan,sequelnya thor.saya lanjut baca aja ya thor.author jjang.tetap semangat thor.

  3. Tiffany??? Yahhhh siwonn dia itu miyoung….
    Apa tiffany kehilngan ingatn yaa…
    Siwon bsa” jtuh cinta lgi nehh…
    Trus itu kerhaan young,sehun, n bora apa sich??
    Jd pensaran gwe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s